ASUHAN KEPERAWATAN PADA LANSIA DENGAN MASALAH GANGGUAN TIDUR

MAKALAH
KEPERAWATAN GERONTIK ASUHAN KEPERAWATAN PADA LANSIA DENGAN MASALAH GANGGUAN TIDUR
DISUSUN OLEH
YUFLIHUL KHAIR

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN

SEKOLAH TINGGI KESEHATAN (STIKES) MATARAM 2010/2011

Selain itu. Demikian pula. terdapat 30% kelompok usia 70 tahun yang banyak terbagnun diwaktu malam hari. Setiap tahun diperkirakan sekitar 20%-50% orang dewasa melaporkan adanya gangguan tidur dan sekitar 17% mengalami gangguan tidur yang serius. Pada kelompok lanjut usia (40 tahun) hanya dijumpai 7% kasus yang mengeluh masalah tidur (hanya dapat tidur tidak lebih dari 5 jam sehari). biaya kecelakaan yang berhubungan dengan gangguan tidur per tahun sekitar seratus juta dolar. kelompok lanjut usia lebih banyak mengeluh terbangun lebih awal dari pukul 05. Prevalensi gangguan tidur pada lansia cukup tinggi yaitu sekitar 67 %. Anka ini ternyata 7x lenih besar dibandingkan dengan kelompok usia 20 tahun. Insomnia merupakan gangguan tidur yang paling sering ditemukan. Telah dikatakan bahwa keluhan terhadap kualitas tidur sering dengan bertumbuhnya usia. B.BAB I PENDAHULUAN A. Luce and Segal mengungkapkan bahwa faktor usia merupakan faktor terpenting yang berpengaruh terhadap kualitas tidur. Latar Belakang Di Amerika Serikat. Walaupun demikian. Irwin Feinberg mengungkapkan bahwa sejak meninggalkan masa remaja. kebutuhan akan tidur siang menjadi relatif tetap. Tujuan Untuk mengetahui asuhan keperawatan pada lansia dengan masalah gangguan tidur (insomnia) .00 pagi. hanya satu dari delapan kasus yang menyatakan bahwa gangguan tidurnya telah didiagnosis oleh dokter. Hal yang sama di jumpai pada 22% kasus pada kelompok usia 70 tahun.

penyakit jantung. penggunaan hipnotik yang tidak semestinya. artritis.  Organik. stroke. Gangguan tidur dapat meningkatkan biaya penyakit secara keseluruhan. misal: depresi.  Psikogenik. atau gangguan tidur yang membuat penderita merasa belum cukup tidur pada saat terbangun. Gangguan tidur juga dikenal sebagai penyebab morbiditas yang signifikan. 2. atau hipertensi sering melaporkan bahwa kualitas tidurnya buruk dan durasi tidurnya kurang bila dibandingkan dengan lansia yang sehat. Lansia dengan depresi. mial bisa organik dan psikogenik. Faktor Ekstrinsik (luar) misal: lingkungan yang kurang tenang. disebabkan oleh : 1.BAB II PEMBAHASAN A. Angka kematian. penyakit paru. Pengertian Gangguan Tidur (Insomnia )adalah kesulitan untuk tidur atau kesulitan untuk tetap tertidur. kecemasan dan iritabilitas. misal: nyeri. gatal-gatal dan penyakit tertentu yang membuat gelisah. Faktor intrinsik. . angka sakit jantung dan kanker lebih tinggi pada seseorang yang lama tidurnya lebih dari 9 jam atau kurang dari 6 jam per hari bila dibandingkan dengan seseorang yang lama tidurnya antara 7-8 jam per hari. dan penurunan kualitas hidup. Ada beberapa dampak serius gangguan tidur pada lansia misalnya mengantuk berlebihan di siang hari. Gangguan tidak saja menunjukan indikasi akan adanya kelainan jiwa yang dini tetapi merupakan keluhan dari hampir 30% penderita yang berobat ke dokter. mood depresi. diabetes. gangguan atensi dan memori. sering terjatuh.

seperti kelainan emosional. Kadang seseorang sulit tidur hanya karena badan dan otaknya tidak lelah. dan seringkali timbul bersamaan dengan gangguan emosional.Kadang mereka tidur dalam keadaan gelisah dan merasa belum puas tidur. Pola terbangun pada dini hari lebih sering ditemukan pada usia lanjut. Sulit tidur sering terjadi. Orang yang pola tidurnya terganggu dapat mengalami irama tidur yang terbalik. dll?) 2. tetapi merupakan suatu gejala yang memiliki berbagai penyebab. baik pada usia muda maupun usia lanjut. 7. higienitas tidur yang kurang secara umum (cuci muka. pada usia berapapun. mereka tertidur bukan pada waktunya tidur dan bangun pada saatnya tidur. 6. Penyebab Gangguan tidur bukan suatu penyakit.kelainan fisik dan pemakaian obat-obatan.Terbangun pada dini hari. depresi atau ketakutan. perilaku di bawah ini juga dapat menyebabkan gangguan tidur pada beberapa orang: 1. kegelisahan. merupakan pertanda dari depresi.Beberapa orang tertidur secara normal tetapi terbangun beberapa jam kemudian dan sulit untuk tertidur kembali. kekhawatiran tidak dapat tidur mengkonsumsi caffein secara berlebihan minum alkohol sebelum tidur merokok sebelum tidur tidur siang/sore yang berlebihan jadwal tidur/bangun yang tidak teratur . Selain itu. 5. seperti kecemasan.B. 3. 4.

Gejala yang dialami waktu siang hari adalah:  Mengantuk     Resah Sulit berkonsentrasi Sulit mengingat Gampang tersinggung Berdasarkan dugaan etiologinya. Gangguan tidur terkait gangguan mental lain Gangguan tidur terkait gangguan mental lain yaitu terdapatnya keluhan gangguan tidur yang menonjol yang diakibatkan oleh gangguan mental lain (sering karena gangguanmood) tetapi tidak memenuhi syarat untuk ditegakkan sebagai gangguan tidur tersendiri. Gangguan tidur ini terdiri dari: Insomnia terkait aksis I atau II dan Hipersomnia terkait aksis I atau II. Klasifikasi Gangguan Tidur 1. gangguan tidur primer. Riwayat tentang masalah tidur. Keluhan gangguan tidur yang sering diutarakan oleh lansia yaitu insomnia. hipersomnia primer. dan parasomnia yang tidak dapat diklasifikasikan. Disomnia terdiri dari insomnia primer. Parasomnia terdiri dari gangguan mimpi buruk. Gejala Penderita mengalami kesulitan untuk tertidur atau sering terjaga di malam hari dan sepanjang hari merasakan kelelahan. kondisi medik umum. serta polisomnogram malam hari perlu dievaluasi pada lansia yang mengeluh gangguan tidur. gangguan tidur akibat kondisi medik umum. 3. atau zat. berjalan saat tidur. 2007196 2. gangguan tidur dibagi menjadi empat kelompok yaitu. Disomnia ditandai dengan gangguan pada jumlah. gangguan tidur yang berhubungan dengan pernafasan. Gangguan tidur bisa dialami dengan berbagai cara:  sulit untuk tidur   tidak ada masalah untuk tidur namun mengalami kesulitan untuk tetap tidur (sering bangun) bangun terlalu awal Kesulitan tidur hanyalah satu dari beberapa gejala insomnia. Ada dugaan bahwa mekanisme patofisiologik yang mendasari gangguan mental juga mempengaruhi terjadinya gangguan tidur-bangun. Cermin Dunia Kedokteran No. 157. gangguan ritme tidur. Gangguan tidur akibat kondisi medik umum Gangguan akibat kondisi medik umum yaitu adanya keluhan gangguan tidur yang menonjol yang diakibatkan oleh pengaruh fisiologik langsung kondisi medik umum terhadap siklus tidurbangun. narkolepsi. dan waktu tidur. dan gangguan tidur yang diinduksi oleh zat. gangguan tidur akibat gangguan mental lain. catatan tidur.Parasomnia dikaitkan dengan perilaku tidur atau peristiwa fisiologis yang dikaitkan dengan tidur. kualitas. gangguan teror tidur. gangguan ritmik sirkadian tidur. Gangguan tidur akibat zat . 4. Gangguan tidur primer Gangguan tidur primer adalah gangguan tidur yang bukan disebabkan oleh gangguan mental lain. Gangguan tidur-bangun dapat disebabkan oleh perubahan fisiologis misalnya pada proses penuaan normal. dan isomnia yang tidak dapat diklasifikasikan. stadium tidur tertentu atau perpindahan tidur-bangun. laporan pasangan. riwayat obat yang digunakan. Gangguan tidur ini dibagi dua yaitu disomnia dan parasomnia.dan apnea tidur D. higiene tidur saat ini.C.

Evaluasi keluhan tidur lansia hendaklah selalu dilakukan. amplitudo rendah. 1. predominan beta dan teta. Fase ini ditandai dengan gelombang voltase rendah. Seseorang yang berusia muda cenderung tidur lebih banyak bila dibandingkan dengan lansia. Penilaian sistematik terhadap seseorang yang mengalami keluhan tidur seperti evaluasi bentuk gangguan tidur yang spesifik.E. tegangan rendah. Makin larut malam.terdiri dari tidur rapid eye movement (REM) dan tidur non-rapid eye movement (NREM). Pemeriksaan polisomnografi sering dilakukan saat tidur malam hari. Tidur normal dipengaruhi oleh beberapa faktor misalnya usia. F. Tidur REM disebut juga tidur D atau bermimpi karena dihubungkan dengan bermimpi atau tidur paradoks karena EEG aktif selama fase ini. kondisi medik umum. ada beberapa orang yang membutuhkan tidur lebih atau kurang. Secara umum ada 4-6 siklus REM-REM yang terjadi setiap malam. Stadium 1 Stadium 1 disebut onset tidur. tonus otot menurun. Periode tidur REM I berlangsung antara 5-10 menit.3. Aktivitas alfa menurun dengan meningkatnya rasa kantuk. lansia sering menghabiskan waktunya di tempat tidur atau sebentarsebantar tertidur di siang hari. periode REM makin panjang. Yaitu adanya keluhan tidur yang menonjol akibat sedang menggunakan atau menghentikan penggunaan zat (termasuk medikasi). Waktu tidur lansia berkurang berkaitan dengan faktor ketuaan.4. Pada stadium ini seseorang mudah dibangunkan dan bila terbangun merasa seperti setengah tidur. Tonus otot meningkat. tidur NREM terdiri dari empat stadium yaitu stadium 1. Pada fase mengantuk terdapat gelombang alfa campuran. sinyal campuran. Stadium 1 NREM adalah perpindahan dari bangun ke tidur. Buruknya higiene tidur dapat disebabkan oleh harapan yang berlebihan terhadap tidur atau jadual tidur. Stadium Tidur Normal Pada Dewasa Stadium 0 Stadium 0 adalah periode dalam keadaan masih bangun tetapi mata menutup.diukur dengan polisomnografi . Pada fase ini terjadi penurunan aktivitas gelombang alfa (gelombang alfa menurun kurang dari 50%). cepat. elektrookulografi. 8-12 siklus per detik. Ia menduduki sekitar 5% dari total waktu tidur. dan elektromiografi. berlangsung sekitar 3-5 menit. Tidur dimulai dengan stadium NREM. G. perlu dilakukan Fisiologi Tidur Normal Rata-rata dewasa sehat membutuhkan waktu 7½ jam untuk tidur setiap malam. 2. Tidur NREM disebut juga tidur ortodoks atau tidur gelombang lambat atau tidur S. gangguan mental saat ini. Walaupun demikian. Stadium tidur . frekuensi 4-7 siklus per detik. Akibatnya. Polisomnografi merupakan alat yang dapat mendeteksi aktivitas otak selama tidur. .2. Keluhan tidur hendaknya jangan diabaikan meskipun mereka sudah tua. Elektromiografi perifer berguna untuk menilai gerakan abnormal saat tidur. Aktivitas bola mata melambat. dan zat atau medikasi yang digunakan. Fisiologi tidur dapat dilihat melalui gambaran ekektrofisiologik sel-sel otak selama tidur. Alat tersebut dapat mencatat aktivitas EEG. Higiene Tidur Pada Lansia Gangguan tidur dapat berbentuk buruknya higiene tidur dan gangguan tidur spesifik. Kedua stadia ini bergantian dalam satu siklus yang berlangsung antara 70 120 menit.

Stadium 3 dan 4 sulit dibedakan. Stadium ini menduduki sekitar 50% total tidur. Kompleks K yaitu gelombang tajam. Kumparan tidur adalah gelombang ritmik pendek dengan frekuensi 12-14 siklus per detik. Stadium 3 dan 4 disebut juga tidur gelombang lambat atau tidur dalam. frekuensi 1-2 siklus per detik. dan disebut juga tidur delta. Stadium 4 Stadium 4 terjadi jika gelombang delta lebih dari 50%. Tonus otot rendah. Durasi tidur ini meningkat bila seseorang mengalami deprivasi tidur. 4. diikuti oleh gelombang lebih lambat. Stadium ini menghabiskan sekitar 10%-20% waktu tidur total. Tonus otot meningkat tetapi tidak ada gerakan bola mata. Refleks tendon melemahCermin Dunia Kedokteran No. 2007 197 . Stadium 4 lebih lambat dari stadium 3. Stadium 1 dan 2 dikenal sebagai tidur dangkal. Pada stadium ini terdapat letupan periodik gerakan bola mata cepat. Tidur ini terjadi antara sepertiga awal malam dengan setengah malam.3. voltase rendah-sedang. dengan durasi 500 mdetik. Stadium 2 Stadium 2 ditandai dengan gelombang EEG spesifik yaitu didominasi oleh aktivitas teta. amplitudo tinggi. kumparan tidur dan kompleks K. nadi dan tekanan darah cenderung menurun. voltase tinggi. negatif. Tidur REM ditandai dengan rekaman EEG yang hampir sama dengan tidur stadium 1. aktivitas positif. Rekaman EEG berupa delta. frekuensi 2-3 siklus per menit. 157. 5. Stadium 3 Stadium 3 ditandai dengan 20%-50% aktivitas delta.

Angka tinggi menunjukkan efisiensi tidur baik. Pengurangan tersebut ditandai dengan peningkatan frekuensi bangun. dan 4. Fungsi otonom bervariasi pada tidur REM tetapi lambat atau menetap pada tidur NREM. gangguan kepribadian ambang. masuk ke stadium 2.diukur dalam persentase. Umur. dan status kesehatan secara umum mempengaruhi tidur. Pada dewasa normal. Pada pria terjadi ereksi penis. serta penurunan stadium 3 dan 4. Walaupun demikian.Gangguan Tidur Lanjut Usia atau hilang. Kemudian kembali ke stadium 2 dan akhirnya masuk ke periode REM 1. pola tidur premorbid. biasanya berlangsung 70-90 menit setelah onset. 2. skizofrenia. biasanya dihitung dalam menit). Kebalikan dari MSLT yaitu maintenance of wakefulness test (MWT). lampu suram. jumlah tidur gelombang lambat relatif stabil. Siklus sirkadian tidur-bangun dapat mempengaruhi fungsi neuroendokrin misalnya sekresi kortisol. temperatur tubuh juga mengikuti ritme sirkadian. Arsitektur tidur Arsitektur tidur yaitu jumlah dan distribusi stadium tidur. Kondisi tidur siang hari dapat dinilai dengan multiple sleep latency test (MSLT). Apabila dibandingkan dengan tidur subyek dengan usia muda. Pergantian siklus dari NREM ke siklus REM biasanya berlangsung 90 menit. Ukuran kontinuitas tidur yang spesifik adalah latensi tidur (jumlah waktu yang dibutuhkan untuk jatuh tidur. dan diinstruksikan untuk tetap terbangun. Pada tidur REM terdapat mimpi-mimpi. Latensi tidur yaitu waktu yang dibutuhkan untuk jatuh tidur. melatonin. Subyek diminta untuk berbaring di ruangan gelap dan tidak boleh menahan kantuknya. tidur dimulai pada stadium 1. Ukurannya adalah jumlah absolut tidur REM dan masing-masing tidur NREM. Fase ini menggunakan sekitar 20%-25% waktu tidur. Beberapa terminologi standar ukuran polisomnografi 1. gangguan makan. 3. Subyek ditempatkan di dalam ruangan yang tenang. Efisiensi tidur Efisiensi tidur yaitu rasio antara waktu sebenarnya yang digunakan untuk tidur dengan waktu yang dihabiskan di tempat tidur . Tes ini diulang beberapa kali (lima kali pada siang hari). dan gangguan penggunaan alkohol durasinya lebih pendek. Kontinuitas tidur dikatakan baik bila tidur lebih banyak daripada bangun dan dikatakan buruk bila tidur sering terinterupsi atau terbangun. puncaknya pada sore hari dan paling rendah pada malam hari. Kontinuitas tidur Kontinuitas tidur yaitu keseimbangan antara tidur dengan bangun selama satu malam. Latensi tidur diukur sebagai indeks kemampuan individu untuk mempertahankan tetap bangun. tidur lansia kurang dalam. dihitung dalam menit. Pada anak-anak dan remaja awal. usia harus dipertimbangkan dalam mendiagnosis gangguan tidur. Tidur manusia bervariasi sepanjang kehidupannya. Mengantuk di siang hari sering terjadi pada lansia. Gangguan siklus temperatur dikaitkan dengan insomnia. Oleh karena itu. Durasi periode REM meningkat menjelang pagi 2. Jadi. dan tidurnya tidak efektif. beberapa individu memang mempunyai durasi tidur lebih pendek atau kebutuhan tidurnya lebih sedikit.Waktu ini diukur untuk masing-masing tes dan digunakan sebagai indeks fisiologik tidur. Keadaan ini dapat mempengaruhi jadual tidur-bangunnya di malam hari. Tidur REM dikaitkan dengan mimpi-mimpi sedangkan tidur NREM dengan pikiran abstrak. Kontinuitas dan dalamnya tidur berkurang setelah dewasa. Tidur REM dan NREM berbeda dalam hal dimensi psikologik dan fisiologik. Ratensi REM sekitar 70-100 menit pada subyek normal tetapi pada penderita depresi. Tekanan darah dan nafas meningkat. 3. dan hormon pertumbuhan. tidur stadium 1. Sebagian tidur delta (NREM) terjadi pada separuh awal malam dan tidur REM pada separuh malam menjelang pagi. tidur delta berkurang. Individu ini tidak mempunyai keluhan susah masuk tidur dan tidak ada tanda-tanda khas . lebih sering terbangun. Terbangun intermiten yaitu jumlah waktu terbangun setelah onset tidur (dalam menit). Tes ini juga diulang beberapa kali.

rata-rata waktu tidur total lansia hampir sama dengan dewasa muda. terutama stadium 4. Jam biologik lansia lebih pendek dan fase tidurnya lebih maju. Penyakit psikiatrik terutama despresi 2. Kondisi-konidis tersebut diantaranya : 1. Penyakit alzaimer dan penyakit neuro lainnya Penyakit kardiovaskuler dan perawatan pasca bedah jantung Inkompetensi jalan napas atas Penyakit paru Sindrom nyeri Penyakit prostatik Endokrinopati Diagnosa Untuk mendiagnosis insomnia. Gangguan tidur mempengaruhi kualitas hidup dan berhubungan dengan angka mortalitas yang lebih tinggi. Proses npatologi terkait dengan usia dapat menggagu pola tidur. I. Jumlah waktu yang dihabiskan untuk tidur yang lebih dalam juga menurun. dilakukan penilaian terhadap:  pola tidur penderita . Selama penuaan pola tidur mengalami perubahan-perubahan yang khas yang membedakan dari orang-orang yang lebih muda. distribusi tidur dan prilaku terjaga. 4. Dengan perkataan lain. Sekresinya terutama pada malam hari. 5. Perubahan yang sangat menonjol yaitu terjadi pengurangan pada gelombang lambat. H. 7. misalnya sangat rentan dengan perpindahan jam kerja. 6. 3. dan meningkatnya frekuensi terbangun di malam hari atau meningkatnya fragmentasi tidur karena seringnya terbangun. Fungsi siang harinya tidak terganggu meskipun ia tidur kurang dari tujuh jam Gangguan Tidur Lanjut Usia tidurnya. Selama tidur malam. Namun banyak juga lansia yang mengalami masalah medis dan psikologis yang mengalami gangguan tidur. letih. prolaktin. Apabila terpajan dengan cahaya terang. dan mudah jatuh tidur pada siang hari. Ritmik sirkadian tidur-bangun lansia juga sering terganggu. seorang dewasa muda normal akan terbangun sekitar 2-4 kali. Walaupun demikian. bertambahnya umur juga dikaitkan dengan kecenderungan untuk tidur dan bangun lebih awal. sekresi melatonin akan berkurang 2. ia lebih sering terbangun. Hal tersebut tampak sebagai pengaturan tidur Diantara lansia yang sehat beberapa diantaranya mengalami gejala yang terkait dengan perubahan tidur. Hormon-hormon ini dikeluarkan selama tidur dalam. Adanya gangguan ritmik sirkadian tidur juga berpengaruh terhadap kadar hormon yaitu terjadi penurunan sekresi hormon pertumbuhan.insomnia seperti sering terbangun. Toleransi terhadap fase atau jadual tidur-bangun menurun. tiroid. Perubahan-perubahan tersebut mencakup ketelatenan tidur. susah konsentrasi. Gangguan juga terjadi pada dalamnya tidur sehingga lansia sangat sensitif terhadap stimulus lingkungan. Gangguan tidur menyerang 50% orang yang berusia 65 tahun atau lebih yang tinggal dirumah atau 66% yang tinggal difasilitas perawatan jangka panjang. 8. Terdapat suatu hubungan antara peningkatan terbangun selama tidur dengan jumlah total waktu yang dihabiskan untuk terjaga dimalam hari. dan kortisol pada lansia. gelombang alfa menurun. Manisfestasi klinis Seperti sudah disebutkan sebelumnya sebagain besar lansia beresiko mengalami gangguan tidur akibat berbagai faktor. dan iritabilitas. Seringnya terbangun pada malam hari menyebabkan keletihan. Sekresi melatonin juga berkurang. mengantuk. Tidak begitu halnya dengan lansia. Melatonin berfungsi mengontrol sirkadian tidur. terbangun pada dini hari dan peningkatan jumlah tidur siang.

agar merasa segar dan sehat dari hari berikutnya. meskipun pada orang-orang yang berpikit demikian. dll). d. memakai tempat tidur hanya untuk tidur. Asupan kalori harus minbimal pada saat menjelang tidur d. k. K. tetapi tidak berlebihan. Tidur sepenunya. namun pengguynaan yang kronis tidak efektif pada kebanyakan penderita insomnia. j. Latihan sedang disiang hari atau disore hari merupakan hal yang anjurkan. Kasur yang memungkinkan kesejajaran tubuh yang tepat. Kamar tidur kendap suara dapat membagu tidur bagi orang-orang yang harus tidur didekat kebisingan. Penatalaksanaan Gangguan Tidur Pada Lansia 1. f. Penggunaan terbakau yang secara kronis dapat mengganggu tidur. Pencegahan sekunder . pembatasan waktu tidur dapat memperkuat tidur. Tidakan pencegahan primer yang lainnya anatara lain : a. tetapi tidur tersebut kemudian akan terputus-putus . i. Pil tidur yang kadang-kadang dapat digunakan memberikan keuntungan. Suhu kamar harus cukup dingin (kurang dari 240C ) sehingga merasa nyaman c.    pemakaian obat-obatan. Jika tidak berhasil dapat diberikan obat golongan hipnotik (harus konsultasi dengan psikiater). h. 2. Menghilangkan kebiasaan (pindah tempat tidur. Kafein didalam hari dapat menggangu tidur. 2. Penderita insomnia hendaknya tetap tenang dan santai beberapa jam sebelum waktu tidur tiba dan menciptakan suasana yang nyaman di kamar tidur. alkohol atau obat terlarang tingkatan stres psikis riwayat medis aktivitas fisik. Rasa lapar menggagu tidur g. berlebihnya waktu yang dihabiskan ditempat tidur tampaknya berkaitan dengan itudr yang terputusputus dan dangkal b. J. Pencegahan primer a. namun tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa kamar yang terlalu dingin dapat membantu tidur. Meskipun ruang yang terlalu hangat dapat mengganggu tidur. Waktu bangun yang teratur dipagi hari meperkuat siklus sirkandian dan menyebabkan awitan tidur yang teratur c. Bunyi bising yang bersifat kadang-kadang dapat menggangu tidur sekalipun bunyi tersebut tidak membangunkan orang yang tertidur dan tidak dapat mengingatnya dipagi hari. b. Alkohol membantu orang-orang yang tegang untuk membantu tertidur lebih mudah. cahaya yang redup dan tidak berisik. e. Jumlah latihan yang stabil setiap harinya dapat memperdalam tidur namu latihan yang hanya dilakukan dengan kadang-kadang tidak dapat memperbaiki tidur pada malam berikutnya. Pengobatan insomnia biasanya dimulai dengan: 1. Orang-orangyang merasa marah dan frustasi karena tidak dapat tidur tidak boleh berusaha keras untuk tertidur tetapi harus menyalakan lampu dan melakukan hal yang lain berbeda. Pengobatan Pengobatan insomnia tergantung kepada penyebab dan beratnya insomnia.

Pengkajian oleh perawat harus mencakup faktor-faktor berikut : Seberapa baik lansia tersebut tidur dirumah ? Kapan lansia tersebut pergi ketempat tidur dan terbangun ? Ritual apa saja yang terjadi menjelang tidur? Berapa jumlah dan latihan yang dilakukan setiap hari? Apakah posisi yang paling baik yang disukai ketika ditempat tidur ? Apa jenis lingkungan makar yang disukai? Berapa suhu yang disukai? Berapa banyak ventilasi yang diinginkan ? Aktivitas apa saja yang dilakukan beberapa jam menjelang tidur? Apa saja obat tidur atau obat lain yang digunakan saat menjelang tidur secara rutin? Berapa banyak waktu yang dihabiskan orang tersebut dalam hobinya? Persepsi orang tersebut tentang kepuasan hidup dan status kesehatannya? Seperti biasanya. a. c. Kapan orang tersebut turun dari tempat tidur? Berapa nkali orang tersebut terbangun atau tertidur pada saat diobservasi oleh perawat atau pemberi perawatan. Informasi ini memberikan catatan yang akurat tentang masalah tidur. Terjadinya konfusi atau disorientasi Penggunaan obat tidur Perkiraan orang tersebut bangu dipagi hari 3. j.. Penatalaksanaan terapeutik Bootzin dan Nicassio menganjurkan aturan-aturan tersebut untuk mempertahankan kenormalan pola tidur : 1. d. h. l. bangun dan pindah keruangan lain . Gunakan tempat tidur hanya untuk tidur.a. b. jangan membaca. b. Saat ini banyak pusat-pusat gangguan tidur yang tersedia diseluruh negara untuk membantu mengevaluasi gangguan tidur. Bangun sampai anda benar-benar mengantuk. Untuk mendapatkan gambaran sejati tentang gangguan tidur yang dialami lansia dirumah atau difasilitas kesehatan catatan harian tersebut dibuat 3 sampai 4 mingu. f. g. Catatan tersebut harus mencakup faktor-faktor berikut ini : Seberapa sering bantuan yang diberikan untuk memberikan obatnyeri. e. menvalidasi riwayat pengkajian dengan anggota keluarga atau pemberi perawatan merupakan hal yang paling untk memastikan keakuratan dan pengkajian jika pasien tidak dianggap kompoten untuk memberikan laporan sendiri. f. i. tidak dapat tidur atau menggunakan kamar mandi. Jika tidak dapat tidur. menonton TV atau makan ditempat tidur 3. e. d. Catatam harian tentang tidur merupakan cara pengkajian yang paling bagu bagi lansia dirumah sendiri. kemudian baru kembali ketampat tidur. Pencegahan tersier Jika terdapat gangguan tidur seperti apne tidur yang mengancam kehidupan. c. Tempat-tempat tersebut biasanya berkaitan dengan lembag penelitian dan kedokteran kinis atau universitas. k. Jika tidur masih tidak bisa . dilengkapin dengan alatalat medis yang canggih yang dapat mendeteksi rekaman listrik di otak dan obstruksi napas. kondisi pasien memerlukan rehabilitasi melalui tindakan-tindakan seperti pengangkatan jaringan yang menyumbat di mulut yang memperngaruhi jalan napas. Pergi tidur hanya jika mengantuk 2. Datadata tersebut untuk membantu pengobatan yang terbaik untk mengatasi kesulitan dan mengrehabilitasi lansia sehingga dapat menikmati tidur yang berlkualitas sampai akhir hayat hidupnya L.

Pada waktu malam secangkir anggur brandy atau Bir dapat memberikan kengatan internal dan relaksasi pada lansia yang perlu tidur. Perawat yang terampil harus memiliki kewaspadaan yang tinggi berkaitan dengan penggunaan obat-obatan tersebut dan harus mengkaji lansia dengan sering untk memastikan bahwa rasa kantuk yang berkebihan disiang hari dan disorientasi tidak terjadi. Hal ini membantu tubuh menatapkan irama tidur bangun yang konstan. . 3. Tujuannya adalah menghubungkan antara temapt tidur dengan tidur cepat. 4. Mandi air hangat terkadang dapat merilekskan lansia tetapi beberapa diantaranya tidak menyukai intervensi ini mengeluh pusing pada saat bangun dari tub. Memberikan posisi yang tepat menghilangkan nyeri dan memberikan kengatan dengan selimut konvesional dan selimut listrik juga dapat membantu. namun jumlah tidur sing tidak boleh lebih dari dua jam 7. M. Latihan harus dilakukan dipagi hari dari pada menjelang tidur karena pada jam-jam tersebut hanya akan menimbulkan efek dari menyegarkan daripada menidurkan. Lakukan tindakan-tindakan yang masuk akal seperti memutar musik yang lebut diradio atau menawarkan susu hangat atapun minuman hangat untuk meningkatkan tidur pada lansia tanpa menggunakan hipnotik. Latihan setiap haru juga harus dianjurkan. tetapi hanya boleh mnejadi upaya terakhir .dilakukan dengan mudah bangun dari temapt tidur. 8. Latihan pasif dan gerakan mengusap memberikan efek menidurkan. 4. Bantu orang tersebut untuk rileks beberapa saat menjelang tidur dengan memberikan usapan punggung masase kak. Siapkan Alarm dan bangun diaktu yang sama setiap pagi tanpa memperdulikan beberapa banyak Anda tidur dimalam hari. teh. obat-obat dapat bermanfaat untuk sementara waktu. Tidur siang merupakan hal yang tepat. 6. Ulangi langkah ini sesering yang diperlukan sepanjag malam. Hal ini merupak cara yang terbaik untk meningkatkan tidur . Efal dari satu minuman hanya berlangsung selam dua pertiga siklus tidur. Jangan membiarkan pasien meminum kafein (kopi. Jika tindakan-tindakan diatas gagal dalam meningkatkan kualitas tidur. Pertahankan kondisi yang konstan untuk tidur yang menakup perhatian pada faktorfaktor lingkungan dan kegiatan ritual menjelang tidur 2. Ebersole dan Hess telah mengidentifikasi berbagai obat yang dipilih untuk menginduksi tidur. cokelat) di sore hari dan malam hari. Intervensi keperawatan Berikut ini intervensi keperawatan yang dianjurkan : 1. Jika terdapat bukti-bukti adanya kondisi iniobat-obatan tersebut harus dihentikan secara bertahap dan dilakukan tindakan nonfarmakologis. 5.

Faktor Ekstrinsik (luar) misal: lingkungan yang kurang tenang. Tidur merupakan suatu proses otak yang dibutuhkan oleh seseorang untuk dapat berfungsi dengan baik. Masyarakat awam belum begitu mengenal gangguan tidur sehingga jarang mencari pertolongan. misal: depresi. misal: nyeri.  Organik. kecemasan dan iritabilitas. disebabkan oleh : a. Pendapat yang menyatakan bahwa tidak ada orang yang meninggal karena tidak tidur adalah tidak benar. bisa organik dan psikogenik. 2. gatal-gatal dan penyakit tertentu yang membuat gelisah. Beberapa gangguan tidur dapat mengancam jiwa baik secara langsung (misalnya insomnia yang bersifat keturunan dan fatal dan apnea tidur obstruktif) atau secara tidak langsung misalnya kecelakaan akibat gangguan tidur. b. . Gangguan tidak saja menunjukan indikasi akan adanya kelainan jiwa yang dini tetapi merupakan keluhan dari hampir 30% penderita yang berobat ke dokter. Faktor intrinsik.  Psikogenik. 3.BAB III KESIMPULAN 1.

2000. Buku Ajar Geriatri (Ilmu Kesehatan Usia Lanjut). Tinjauan Dari Berbagai Aspek. Hadi. dan Martono.DAFTAR PUSTAKA Darmojo. Jakarta. Balai Penerbit FKUI. Edisi 2. Tony. www. Hardiwinoto. SKM. PT Gramedia Pustaka Utama.google. 2005. Boedhi.com (online) diakses pada tanggal 26 Oktober 2009 . Stiabudi. Jakarta.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful