Khutbah Idul Fitri: Mewaspadai Ancaman Misi Kemunafikan Pasca Ramadhan

Oleh: Ustadz Hartono Ahmad Jaiz

.

. Jamaah Idul Fitri rahimakumullah, Alhamdulillah segala puji bagi Allah yang telah memberikan kenikmatan-kenimatan kepada hamba-hamba-Nya dan memberikan hari raya Idul Fitri untuk kaum muslimin setelah selesai melaksanakan kewajiban ibadah puasa Ramadhan selama satu bulan penuh. Yaitu hari raya yang ditandai dengan membayar zakat fitri untuk memberi makan kaum miskin dan juga membersihkan orang yang puasa dari kata-kata kotor dan keji. . Abdullah bin Abbas berkata, ―Rasulullah shallallahu ‗alaihi wasallam mewajibkan zakat fitri sebagai penyuci bagi orang yang berpuasa dari laghwu dan rafats dan sebagai pemberi makan bagi orang-orang miskin. Siapa yang nelaksanakannya sebelum shalat (Ied) maka itu adalah zakat yang diterima, dan siapa yang melaksanakannya sesudah shalat (ied) maka itu sedekah dari sedekah-sedekah.‖ (Diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Ibnu Majah). Artinya, tidak dihitung sebagai zakat fitri yang sah, tetapi hanya sedekah. Demikianlah tuntunan dari Rasulullah shallallahu ‗alaihi wasallam, semoga shalawat dan salam tetap dicurahkan Allah atas beliau, keluarganya, sahabatnya, dan para pengikutnya yang setia sampai akhir zaman. Dengan tuntunan itu, maka insya Allah orang yang berpuasa Ramadhan dan

dan di masyarakat tidak tersisa orang yang meminta-minta di hari raya. atau tidak dialihkan maknanya) ―Jika dikatakan. bukan semuanya sebagaimana disebutkan dalam sebagian riwayat. Fat-hul Bari syarah Shahih Al-Bukhari menjelaskan. Atau pemahaman lain bahwa yang diikat hanyalah syetan pembangkang. Disamping itu. no. dan kita kenal sebagai bulan ibadah. ) 10 210 ) 32 . dan syetan-syetan diikat. karena semua itu dapat terjadi karena sebab selain syetan. karena terjadinya . Jamaah Idul Fitri rahimakumullah. seandainya syetan diikat. Dalam riwayat Nasa‘i. 10 . sebenarnya. mereka ikut berbahagia di hari raya. dan ini adalah perkara yang dapat dirasakan.‖ (Fat-hul Bari oleh Ibnu Hajar. maka pintu-pintu surga dibuka. sedang kaum fakir miskin pun tersantuni sehingga sebagaimana diharapkan. ―Bahwa kemampuan syetan menggoda menjadi berkurang dalam menggoda orang-orang yang berpuasa apabila dia memperhatikan syarat-syarat dan adab-adabnya. Syekh Abdul Aziz Alu Syaikh sebagaimana dalam muqaddimah Majalah Al-Buhuts AlIslamiyah nomor 61 khusus Ramadhan menguatkan pendapat yang menurutnya lebih dekat pada kebenaran insya Allah: bahwa diikatnya syetan-syetan itu adalah sebenarnya. sedang sebagian kemaksiatan pun sementara ―diistirahatkan‖ oleh yang sebenarnya berkuasa mencegah berlangsungnya di hari-hari lain. karena terjadinya keburukan menjadi berkurang di bulan ini. juz 6 halaman 136). serta kebiasaan jahat atau karena syetan (dari jenis) manusia. 22 . karena memang tentang dibelenggunya syetan itu dijelaskan dalam hadits. Sehingga di masyarakat tampak relative islami. no.‖ (HR. dan tidak mesti dari diikatnya seluruh syetan-syetan akan tidak terjadi kejahatan dan maksiat. Muslim.‘) Imam Ibnu Hajar dalam kitabnya yang terkenal. . pintu jahanam ditutup. Selama bulan Ramadhan kita telah diwajibkan puasa. no. seperti hawa nafsu yang buruk. bagaimana kita masih dapat menyaksikan banyaknya keburukan dan kemaksiatan di bulan Ramadhan. Atau yang dimaksud adalah berkurangnya keburukan di bulan tersebut. tidak dita‘wil. ‗Dan syetan pembangkang diikat. setelah menguatkan pembawaannya (terhadap hadits itu) pada makna zahirnya (yang nyata. Bukhari. 210 . Dengan kenyataan itu maka bekas dari dibelenggunya syetan-syetan selama Ramadhan itu memang ada. ―Jika telah masuk bulan Ramadan. – (‫ص 13 ( / ج‬ Al-Qurthubi berkata. hal itu bukan berarti tidak akan terjadi keburukan dan kemaksiatan. seharusnya hal itu tidak terjadi?‖ Maka jawabannya adalah.mengeluarkan zakat itu mendapatkan pahala. kalaupun semua syetan diikat. disebutkan.

dan syetan-syetan (dari jenis) manusia. Perlu kita sadari.com: Makna Hadits Shufidatis Syayathien). Dan hal mensyukuri itu memang dierintahkan oleh Allah ta‘ala [ /185] Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya (shiyam sebulan Ramadhan) dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu. dan menjauhi dari maksiat-maksiat karena banyaknya sebab-sebab dan factor-faktor yang mendorongnya (untuk taat kepada Allah dan menjauhi maksiat). Ada juga yang jelas-jelas sangat bertentangan dengan Islam. seperti hawa nafsu yang jahat dan kebiasaan-kebiasaan yang buruk. dan pada malam nahar (Idul adh-ha) seperti itu pula (dengan takbir) kecuali orang yang dalam keadaan berhaji maka dzikirnya adalah talbiyah (labbaikallahumma labbaik). supaya kamu bersyukur.kejahatan dan maksiat itu ada pula sebab-sebab dari selain syetan.(QS Al-Baqarah: 185). hingga dilaksanakan ramairamai dan pakai dana yang diserap dari Ummat Islam. namun karena dibungkus dengan apa yang disebut adat atau semacamnya. (lihat nahimunkar. Seperti acara-acara ritual kemusyrikan berupa larung sesaji dan sebagainya di mana-mana justru digalakkan atas nama menghidupkan peninggalan nenek moyang atau melestarikan budaya daerah dan sebagainya. Aneka keberkahan dan bahkan syetan pun dibelenggu itu perlu kita syukuri. Jamaah Idul Fitri rahimakumullah. Imam Al-Baghawi dalam tafsirnya menjelaskan (dan hendaklah kamu mengagungkan Allah). maka dengan dalih itupun kemusyrikan yang sangat merusak Islam itu diselenggarakan tiap saat dan dibiayai dengan duit yang diserap dari Ummat. Astaghfirullahal ‘adhiem…! . maka maksud dari itu adalah bagaimanapun sesungguhnya bulan (Ramadhan) ini adalah kesempatan bagi orang yang diberi pertolongan oleh Allah dan dibuka hatinya untuk menerima ketaatan kepada-Nya. agar diri kita tidak terjebak dan terperosok kepada hal-hal yang buruk setelah selama Ramadhan kita bersusah payah mengendalikan diri semampu kita. berkata Ibnu Abbas: yaitu takbir-takbir malam Idul Fitri. lalu aneka kemaksiatan dan bahkan perusakan terhadap Islam akan berlangsung kembali? Ini perlu kita sadari. Setelah kita bertakbir dan bersyukur. bahkan berupa kemusyrikan. di balik ini ada aneka upaya dan lakon yang merugikan Ummat Islam. (Tafsir al-Baghawi juz 1 halaman 201). mari kita evaluasi diri kita dengan keadaan yang ada. namun kadang justru seolah dikesankan sebagai penyemarakan Islam atau untuk mendukung Islam atau seolah dekat dengan Islam. Jamaah Idul Fitri rahimakumullah. Apakah setelah syetan-syetan dilepas lagi dari ikatannya. bahkan berupa pembodohan dan penyesatan. Diriwayatkan dari Syafi‘I dan dari Ibnu al-Musayyib dan ‗Urwah dan Abi Salmah bahwa mereka dulu bertakbir pada malam Idul Fitri mereka mengeraskan dengan takbir.

Akibatnya.Yang seperti itu sebenarnya adalah penjerumusan. baik masyarakat biasa maupun intelek. Sehingga ketundukan orang yang sudah menjual agamanya itu tidak lagi kepada aturan agamnya namun kepada pembelinya. bahkan tokoh agama (karena tokoh agama belum tentu faham agama secara baik dan benar) itu semua menjadi kancah yang empuk untuk menjadikan agama (Islam) sebagai bahan mainan. Mereka itulah orang-orang yang dijerumuskan ke dalam neraka. atau kenikmatan-kenikmatan dunia lainnya. niscaya tidak akan diterima itu daripadanya. Ancamannya pun neraka. Di kala orang-orang seperti itu berkeliaran di bumi ini dan bahkan memegang tampuk-tampuk kendali kehidupan di dunia ini. Sehingga ketokohan dalam agama Islam menjadi dagangan mahal –secara perhitungan orang yang menjualnya (padahal itu sangat rendah bahkan hina)— ketika dijual kepada jalur yang seharusnya tunduk kepada Islam namun menentangnya atau mengetiakinya (manaruhnya di ketiak). dan mereka telah ditipu oleh kehidupan dunia. bisnis. . diprogramkan. Tidak lagi memperhitungkan batal haram. ] 70] "Dan tinggalkan lah orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai main-main dan senda gurau. jabatan ataupun ketokohan. Kondisi awam agama (bodoh) yang merata. Jamaah Idul Fitri rahimakumullah. karena perbuatannya sendiri. agama lain. organisasi atau partai. ataupun wadah berkiprah yang dipakai untuk meraih kenikmatan-kenikmatan dunia dijadikan kendaraan untuk menekuk dan menelikung Islam dan Ummat Islam dengan aneka cara dan polesan. Dan itulah yang di dalam Al-Quran disindir dengan ungkapan menjadikan agama mereka sebagai main-main dan senda gurau. atau kancah untuk mencari dunia dengan cara ―menjualnya‖. Tidak akan ada baginya pelindung dan tidak pula pemberi syafa’at selain daripada Allah. maka awan kabut yang menghalangi kebaikan (yang kebaikan itu seharusnya diperintahkan dan dilaksanakan) pun halangannya makin menebal. Bagi mereka (disediakan) minuman dari air yang sedang mendidih dan azab yang pedih disebabkan kekafiran mereka dahulu" (QS Al-An‘am 0) Jamaah Idul Fitri rahimakumullah. dibiayai. ataupun ilmu. penyesatan yang sangat dahsyat. dan mereka telah ditipu oleh kehidupan dunia. Dan jika ia menebus dengan segala macam tebusanpun. kemaksiatan yang dianggap menjanjikan uangnya. Benar-benar mereka telah ditipu oleh kesenangan dunia. Sebaliknya bahan bakar ataupun aneka sarana dan celah yang akan membuat manusia ini terlena mengikuti hawa nafsunya pun dibuka lebar-lebar. Entah yang dianggap sebagai pembeli itu jalur kekuasaan. maksiat dan tingkah bejat. dan dijadikan lahan bisnis. Peringatkanlah (mereka) dengan Al-Quran itu agar masing-masing diri tidak dijerumuskan ke dalam neraka.

At-Tirmidzi –hasan shahih gharib—Ibnu Sa‘ad. Ada dua faktor yang mengakibatkan sebagian orang tergiur oleh ajakan-ajakan mereka hingga terlena. 2. Al-Hakim. Akibatnya. Ketika lingkaran dunia ini dalam genggaman pihak nomor satu tersebut. Sesungguhnya orang-orang munafik itu adalah orang-orang yang fasik. sehingga sarana-sarana dan bahkan aneka aturan di dunia inipun merupakan perangkat untuk mensukseskan aneka program kekafiran. tidak sedikit orang yang menempuh jalur untuk menyenangkan pihak penyelenggara. atau bahkan dihalangi agar belok jalan. Jalan yang menuju kepada kebaikan itu ditelantarkan. dan sesungguhnya fitnah (ujian) ummatku adalah harta" (HR Ahmad. dengan cara dimeriahkan lah aneka upacara dan ritual ataupun keramaian yang sama sekali tidak sejalan dengan kebaikan (Islam). ) ) [ / 8] "Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan. sebagian dengan sebagian yang lain adalah sama. Dunia ini dikuasai oleh orang kafir. dan AtThabrani dari Ka‘ab bin ‗Iyadh). maka Allah melupakan mereka. namun justru sebaliknya. Mereka telah lupa kepada Allah. mereka kekal di dalamnya. yang hakekatnya adalah tipuan dunia. Disitulah benarnya sabda Nabi Muhammad shallallahu ‗alaihi wa sallam ». yang telah ditegaskan dalam Al-Qur‘an kerjanya adalah memerintahkan keburukan dan mencegah kebaikan. Karena seharusnya manusia ini diarahkan kepada kebaikan yakni segala yang diperintahkan oleh Allah Ta‘ala agar dilaksanakan sekemampuannya dengan istiqamah. 1. Dunia ini inti yang diperebutkan manusia untuk diraih adalah harta dunia. 68). berupa ―keuntungan‖ dan ―kesenangan‖ dunia. Dalam kondisi yang seperti ini pada dasarnya apa yang digalakkan itu adalah misi kemunafikan. menurut buku Lingkar Pembodohan dan Penyesatan Ummat Islam tulisan Hartono Ahmad Jaiz. Cukuplah neraka itu bagi mereka.Di sinilah inti pembodohan dan penyesatannya. maka siapa yang ingin ikut berebut dunia dengan lancar dan sukses maka harus mengikuti permainan yang diselenggarakannya. dan Allah mela’nati mereka. agar mendapatkan aneka kemudahan dan sebagainya. sedang yang dilarang oleh Allah Ta‘ala wajib dihindari. mereka menyuruh membuat yang munkar dan melarang berbuat yang ma’ruf dan mereka menggenggamkan tangannya (berlaku kikir ). Jamaah Idul Fitri rahimakumullah. dan bagi mereka azab yang kekal" (QS At-taubah: 67. ( ‫ح‬ – ‫ب‬ ( – ‫ب‬ "Sesungguhnya bagi setiap ummat itu ada ujiannya. Allah mengancam orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang kafir dengan neraka Jahannam. Di situlah ada celahcelah yang menjanjikan. .

aku katakan kepadanya. dan jauhilah orang-orang awam (bodoh). apa pendapatmu tentang ayat ini ‗(. ―Wahai Rasulullah. Aku pernah menanyakan hal itu kepada Rasulullah shallallahu ‗alaihi wasallam. Akibatnya. seperti pahala lima puluh orang dari mereka!‖ beliau menjawab ―(Bahkan) seperti pahala lima puluh orang dari kalian. { } Dari Utbah bin Abu Hakim ia berkata. sabar pada saat itu seperti seseorang yang memegang bara api. telah menceritakan kepadaku Amru bin Jariyah Al Lakhmi berkata. ―Wahai Abu Tsa‘labah.‖ Abu Tsa‘labah bertanya.) -Al Maidah: 105-?‖ Ia menjawab. dunia lebih diutamakan (dari urusan agama). dan setiap orang bangga dengan pendapatnya sendiri. ―Aku pernah bertanya kepada Abu Tsa‘labah Al Khusyani. . ia menambahkan untukku. Harta telah menjadi ujian. dan Ibnu Majah) Jamaah Idul Fitri rahimakumullah. jagalah dirimu.Jamaah Idul Fitri rahimakumullah. baik dalam mencarinya maupun menggunakannya.. aneka keburukan yang seharusnya diberantas. maka semoga peringatan dari Nabi Muhammad shallallahu ‗alaihi wasallam ini akan menjadi pelajaran sangat berharga bagi orang yang di dalam hatinya masih ada secercah nur yang belum padam. dan orang yang beramal pada saat itu pahalanya sebanding dengan lima puluh kali amalan orang yang beramal seperti amalnya. Entah berapa saja bisnis yang berkisar dalam kubangan hitam kemaksiatan. Sebab di belakang kalian ada hari-hari (yang kalian wajib) bersabar. At-Tirmidzi. engkau telah menanyakan hal itu kepada orang yang tepat. karena dalam hal mencari dan menggunakannya –agar lancar— ditempuhlah dengan mencari ridho‘ kepada pihak kekafiran. Maka ujian tambah berat.. namun karena justru itu yang diridhoi oleh pihak kekafiran maka keburukan semacam kemaksiatan dan sebagainya itu malahan jadi bahan bisnis. Ketika lingkaran harta itu di dunia ini tidak dikuasai orang kafir saja godaan dunia itu telah mampu melalaikan sebagian orang. Di saat seperti itu. maka hendaklah engkau jaga dirimu sendiri. telah menceritakan kepadaku Abu Umayyah Asy Sya‘bani ia berkata. Apalagi ketika harta dunia ini di dalam genggaman penguasa dunia yang kenyataannya berpihak pada kekafiran. ―seperti amalan selainnya. ia berkata hasan gharib. sehingga ketika engkau melihat sifat kikir ditaati. hawa nafsu diikuti.‖ (HR Abu Daud – 3778. ―Demi Allah. beliau lalu menjawab ―Bahkan perintahkanlah kepada perkara yang ma‘ruf dan cegahlah dari perkara yang munkar.

. Dari Anas radliallahu ‗anhu berkata. Sedang Ummat yang didhalimi yakni dibodohkan dan disesatkan hendaknya menyadari bahwa mereka dalam keadaan seperti itu. Khutbah ini dimaksudkan. (HR Al-Bukhari dan At-Tirmidzi) Pembodohan dan penyesatan adalah kezaliman. ‫ب‬ ‫ب‬ . ) . dan hanya kepada-Nya kami minta pertolongan. jelas kami faham menolong orang yang dizhalimi tapi bagaimana kami harus menolong orang yang berbuat zhalim?‖ Beliau bersabda ―Pegang tangannya (agar tidak berbuat zhalim) ―. Pelaku-pelau itu juga perlu ditolong yakni dicegah agar tidak berbuat dhalim lagi. Upaya memperingatkan ini di antaranya untuk mengikuti anjuran Rasulullah shallallahu ‗alaihi wa sallam ‫ب‬ . Hanya kepada Allah lah kami menyembah. maka sampai ada buku yang ditulis dengan judul Pembodohan dan penyesatan Ummat Islam. Rasulullah shallallahu ‗alaihi wasallam bersabda ‗Tolonglah saudaramu yang berbuat zhalim (aniaya) dan yang dizhalimi‖. Mengapa di saat kita harus bersyukur kepada Allah Ta‘ala di hari raya ini justru di sini dikemukakan sesuatu yang menyentak? Ini tidak lain karena memang sebenarnya kaum Muslimin pada umumnya ini perlu ditolong dari kedhaliman. Sedang Ummat yang jadi sasaran pembodohan dan penyesatan adalah yang didhalimi. hingga menyelamatkan diri sebaik-baiknya. ) )) . Amien ya Rabbal ‗alamien. dengan penuh harap. Semoga Allah mengabulkan harapan hamba-Nya yang lemah ini. Gunanya.Dengan adanya kondisi yang sebenarnya membahayakan bagi Ummat Islam itu. siapasiapa yang berbuat dhalim itu agar berhenti dan tidak lagi melakukannya. Mereka bertanya ―Wahai Rasulullah. Jamaah Idul Fitri rahimakumullah. Sedang kedhaliman itu pun dilakukan oleh sebagian orang Islam itu sendiri bahkan kadang atas nama Islam. tidak membodohi dan menyesatkan Ummat Islam lagi. dengan memberikan gambaran kenyataan yang ada di sana-sini. Sehingga hari raya Idul Fitri ini benar-benar menjadi keberkahan yang dilanjutkan dengan terhindarnya ummat Islam ini dari aneka kedhaliman dan penjerumusan yang membahayakan. dan memberikan keberkahan di dunia dan akherat bagi kita semua yang mengikuti ajaran Rasulullah shallallahu ‗alaihi wa sallam dengan taat dan konsekuen. untuk memberi peringatan agar Ummat Islam ini menyadari adanya keadaan seperti disebutkan dalam hadits itu.

{ { { } ..