LIMA LANGKAH MENGATASI KEMISKINAN

Project Syndicate, 2010

Mengakhiri kematian ini bukan hanya akan mengurangi penderitaan. termasuk kelahiran anak yang aman. pemberantasan malaria. hampir 9 juta anak meninggal karena keadaan yang sebenarnya bisa dicegah atau diatasi. tapi juga mendorong kemakmuran ekonomi di negara-negara yang miskin dan tidak stabil itu.  Setiap tahun. dan hampir 400 ribu wanita meninggal lantaran komplikasi kehamilan. harus menjamin adanya pelayanan kesehatan dasar yang universal. Setiap negara. dan layanan klinis. kaya dan miskin. .  Hampir semua kematian ini terjadi di negara-negara miskin. vaksin.

diagnostika mutakhir. dan teknologi-teknologi baru lainnya. obat-obat modern. telepon seluler. . Rintangan terbesar untuk mencapai semua ini adalah negara-negara miskin tak mampu menyediakan layanan kesehatan dasar itu. sekitar US$ 54 per orang per tahun di negara-negara miskin.  Dengan imunisasi. layanan kesehatan universal ini terbukti sangat efektif dan tidak mahal. walaupun biaya per orangnya sangat rendah.

dan Jepang--saat ini menyumbang sekitar sepertiga dari jumlah tersebut. jumlah keseluruhan yang dibutuhkan sekitar US$ 40 miliar per tahun. Uni Eropa.  Negara-negara donor--termasuk Amerika Serikat. yaitu sekitar US$ 14 miliar per tahun.  Dengan adanya sekitar 1 juta masyarakat miskin yang masih membutuhkan layanan kesehatan dasar. mereka hanya bisa membelanjakan sekitar US$ 14 per orang dari anggaran belanja dan pendapatan mereka. karena pendapatan di negara-negara miskin ini sangat rendah. . Namun. Bantuan keuangan dari luar negeri dibutuhkan untuk menutupi kekurangan sekitar US$ 40 per orang per tahun ini.

 Dana global ini sangat kekurangan uang. setiap tahun jutaan nyawa ibu dan anak dapat diselamatkan.  Kekurangan paling nyata terdapat pada Global Fund to Fight AIDS. . Jumlah uang ini tidak besar bagi negara-negara kaya. and Malaria. suatu prakarsa global untuk menolong negara-negara miskin memerangi penyakitpenyakit pembunuh tersebut. namun pemerintah Obama dan pemerintah di negara-negara lainnya tidak merespons kebutuhan keuangan ini. Dengan bantuan sebesar itu. tapi mereka tak juga menyediakan jumlah tersebut. Jadi sisa kekurangan setiap tahun itu sekitar US$ 26 miliar. Tuberculosis.

yang menelan biaya sekitar US$ 100 miliar per tahun. ia bakal lebih berhasil mengusahakan perdamaian dan stabilitas di negara yang dilanda perang tersebut.  Pertama. AS bisa mengakhiri perang yang mahal dan gagal di Afganistan.  Jika AS memberikan sedikit saja dari jumlah US$ 100 miliar itu untuk program-program pembangunan di Afganistan. . Negara-negara kaya sebenarnya dengan mudah bisa menyediakan dana yang dibutuhkan ini.

dan dengan demikian AS. akan lebih aman. dunia lebih sehat.Misalnya:  AS bisa memberikan US$ 25 miliar bantuan untuk pembangunan setiap tahun dan US$ 25 miliar lagi untuk kesehatan global. . dan ekonomi AS akan memperoleh manfaat yang sangat besar.  Afganistan. ia masih punya US$ 50 miliar setiap tahun untuk mengurangi defisit anggaran AS sendiri.

setelah Wall Street nyaris memorakporandakan ekonomi dunia. yang memperoleh keuntungan sangat besar dari perdagangan yang spekulatif.  Bahkan. Pendekatan kedua adalah mengenakan pajak atas bank-bank internasional yang besar. sehingga ia bisa kembali mengeruk keuntungan--mungkin sebesar US$ 50 miliar--tahun lalu. pemerintah AS masih juga mengelus-elus dan melindunginya. .

negara-negara berkembang jangan mau menerima excuse.  Untuk itu. . Bankir-bankir Wall Street ini menerima bonus besar--lebih dari US$ 20 miliar pada 2009.  Sudah waktunya kita mengenakan pajak internasional atas laba bank--mungkin bisa dilaksanakan sebagai pungutan atas transaksi-transaksi keuangan internasional--yang bakal menghasilkan miliaran dolar setiap tahun. yang jelas tidak pantas menerimanya. Uang sebanyak itu seharusnya diberikan kepada rakyat miskin. alasan yang diberikan AS dan negara-negara lainnya untuk melindungi para bankir mereka. bukan kepada bankir-bankir itu.

George Soros. Beberapa di antara mereka. seperti Bill Gates. Pendekatan ketiga adalah mengusahakan sumbangan dari orang-orang kaya di dunia. . Warren Buffett. sudah menunjukkan diri sebagai mega-dermawan.  Namun miliarder-miliarder lainnya belum ada yang memberikan sumbangan yang sebanding. yang memberikan komitmen bantuan besar untuk kebaikan dunia. and Jeffrey Skoll.

011 miliarder di dunia. 1.  Artinya.5 triliun. jika setiap miliarder itu menyumbang 0. dengan total nilai bersih kekayaan sebesar US$ 3.7 persen saja dari kekayaan bersih mereka.000 orang kaya bisa menjamin layanan kesehatan dasar untuk satu miliar orang miskin. Bayangkan. Menurut daftar yang baru-baru ini diterbitkan majalah Forbes. total jumlah yang bakal terkumpul sebesar US$ 25 miliar per tahun. ada 1. .

tapi. yang memperoleh penghasilan miliaran dolar setiap tahun di Afrika. menurut salah satu laporan online perusahaan ini. Pendekatan keempat adalah mengusahakan sumbangan dari perusahaan seperti ExxonMobil.  ExxonMobil bisa dan seharusnya menyumbang lebih banyak untuk layanan kesehatan dasar di benua ini. . baik melalui royalti yang dibayar perusahaan atau dari sumbangan bantuan korporat. membelanjakan hanya sekitar US$ 5 juta per tahun untuk program pemberantasan malaria di Afrika dari 2000 sampai 2007.

dan Korea. serta di kawasan-kawasan yang masih dilanda kemiskinan di negara mereka sendiri. Cina. energi. . Pendekatan kelima bertolak dari negara-negara donor baru. India. negara-negara donor baru ini sekarang merupakan mitra yang dipercaya di Afrika. Untungnya. negara-negara yang saat ini mengalami pertumbuhan ekonomi yang pesat bisa menutup kekurangan ini. dan kepentingan diplomatik untuk memperluas bantuan di negara-negara miskin. seperti Brasil. yang memiliki visi.  Jika AS dan Eropa sudah enggan meningkatkan bantuan.

Negara-negara donor baru.  Kaum miliarder harus meningkatkan kedermawanan mereka.  Uangnya tersedia. Perusahaan-perusahaan minyak harus menyumbang lebih banyak. . AS harus mengalihkan belanja militer yang boros itu ke program bantuan kesehatan yang baru. seperti Cina. Kebutuhan bantuan mendesak. Tapi sebenarnya yang tak mereka miliki adalah imajinasi. Dunia harus mengenakan pajak bank global. bisa mengisi kekosongan yang ditinggalkan negara-negara donor yang lama. Tantangannya adalah tantangan dari segi visi dan moralitas. Negara-negara kaya menyatakan tak memiliki uang untuk berbuat lebih banyak. bukan uang.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful