Rangkaian Arus Searah

RANGKAIAN ARUS SEARAH
Malam hari tidak menjadi hambatan bagi masyarakat kota untuk melakukan aktivitasnya. Hal ini disebabkan penerangan lampu–lampu di hampir semua sudut kota sudah terpasang. Lampu–lampu ini merupakan contoh peralatan dalam kehidupan sehari–hari yang memanfaatkan energi listrik setelah diubah menjadi energi cahaya. Ada dua jenis arus listrik, yaitu arus listrik bolak–balik (Alternating Current = AC) dan arus listrik searah (Direct Current = DC). Pada arus listrik bolak– balik, muatan listrik mengalir dalam dua arah (bolak–balik). Adapun arus listrik searah, muatan listrik hanya mengalir dalam satu arah. Contoh peralatan listrik yang menggunakan arus searah, yaitu kalkulator, jam, dan lampu senter.

GAYA GERAK LISTRIK Gaya Gerak Listrik (GGL) adalah beda potensial antara ujung–ujung kutub sumber arus listrik ketika sumber arus listrik tersebut tidak mengalirkan arus listrik. Tegangan jepit adalah beda potensial antara ujung–ujung sumber arus listrik ketika sumber arus listrik tersebut terbebani atau mengalirkan arus listrik. Hubungan antara GGL dengan tegangan jepit adalah Vjepit = Ԑ – IR Untuk mendapatkan sumber tegangan yang lebih besar daripada tegangan setiap sumber tegangan, beberapa sumber tegangan harus disusun secara seri. Tiga baterai disusun secara seri. Kedua baterai disusun berderet di mana kutub kedua baterai yang berdekatan selalu berlawanan tanda.

1

Rangkaian Arus Searah

Jika sejumlah sumber tegangan atau baterai disusun secara seri, berlaku: Ԑtot rtot persamaan: I = (Ԑ1 + Ԑ2 + Ԑ3) / (r1 + r2 + r3 + R) Untuk n buah sumber tegangan yang disusun seri, berlaku: I = nԐ / (nr + R) = Ԑ1 + Ԑ2 + Ԑ3 + ............ = r1 + r2 + r3 + ............

Dengan hambatan dalamnya

Kuat arus yang mengalir melalui rangkaian pada gambar tersebut memenuhi

Contoh Soal: Tiga buah baterai disusun secara seri seperti gambar berikut:

Setiap baterai memiliki ggl 1,5V dan hambatan dalam 0,2Ω. Jika ketiga buah baterai tersebut dihubungkan dengan sebuah hambatan R = 4,4Ω, tentukan kuat arus yang mengalir melalui hambatan R! Diketahui: Ԑ r n R = 1,5V = 0,2Ω =3 = 4,4Ω

Ditanya: I ?

2

Pada rangkaian seri.4Ω = 0. V2. Untuk hambatan–hambatan yang disusun secara seri berlaku: Vab = V1 + V2 + V3 Oleh karena V1 = IR1. tegangan pada ujung–ujung R1.9A HAMBATAN TERSUSUN SERI Sebuah rangkaian listrik disebut rangkaian seri jika dalam rangkaian tersebut hanya ada satu lintasan yang dilalui arus listrik. Rangkaian seri dari dua buah lampu pijar Pada gambar di bawah ini. gambar di bawah ini menunjukkan rangkaian seri dari dua buah lampu pijar. R2. Sedangkan tegangan total antara titik a dan titik b adalah Vab.5V) / {(3 x 0.Rangkaian Arus Searah Jawab : I = (nԐ) / (nr + R) = (3 x 1. kuat arus listrik yang melalui setiap komponen sama besar. dan V3. dan Vab = IRtot sehingga 3 .2Ω) + 4. walaupun hambatan setiap komponen berbeda. V2 = IR2. V3 = IR3. Gambar. dan R3 adalah V1.

Rangkaian Arus Searah Rtot = R1 + R2 + R3 Untuk n buah hambatan. berlaku: Rn = R1 + R2 + R3 + .... Rangkaian seri berfungsi sebagai pembagi tegangan V1 : V2 : Vtot = R1 : R2 : Rtot Contoh Soal: Tiga buah resistor masing–masing 10Ω. Jika terdapat 2 hambatan disusun seri. 4Ω dan 6Ω disusun seri dan ujung– ujungnya dihubungkan dengan baterai 60V seperti pada gambar berikut: Tentukan kuat arus yang mengalir pada rangkaian? Jawab : VAD = IRAD 60V = I (10 + 4 + 6)Ω 60V = I (20Ω) I I = 60V / 20Ω = 3A HAMBATAN TERSUSUN PARALEL Sekarang perhatikan dua hambatan yang terhubung secara paralel seperti pada di bawah ini. Namun arus yang 4 .... berlaku: V1 = {R1 : (R1 + R2)} x V V2 = {R2 : (R1 + R2)} x V b.. a.. Dalam hal ini. beda potensial di setiap hambatan adalah sama karena masing-masing terhubung langsung pada sambungan baterai.. + Rn Persamaan–persamaan berikut untuk menyederhanakan dan mempermudah penyelesaian..

Rangkaian Arus Searah mengalir di setiap hambatan besarnya tidak sama. maka persamaannya ditulis sebagai berikut: 5 . Jika R1 lebih besar dari R2. (a) Sambungan paralel dari dua lampu dengan hambatan R1 dan R2. Karena muatan kekal. Perbedaan potensial di seluruh R1 dan R2 adalah sama. Penerapan hukum Ohm pada setiap hambatan adalah Ketika persamaan untuk arus ini disubtitusi ke persamaan I = I1 + I2. semakin banyak muatan yang mengalir maka semakin kecil hambatan. (b) Diagram arus untuk rangkaian hambatan. arus I yang masuk harus sama dengan total I1 + I2 yang meninggalkan titik tersebut. maka I1 kurang dari I2. Secara matematis dapat ditulis: I = I1 + I2 Penurunan potensial harus sama untuk dua hambatan dan juga harus sama dengan penurunan potensial di seluruh baterai. dan I2 mengalir melalui R2. arus terbagi menjadi dua bagian: I1 mengalir melalui R1. Secara umum. maka didapatkan: Gambar. (c) Hambatan total dituliskan dengan persamaan 1/Req = 1/R1 + 1/R2 Untuk tiga atau lebih hambatan yang dipasang secara paralel. Ketika mencapai titik a (disebut titik persimpangan) pada gambar.

Rangkaian Arus Searah Contoh. Tiga Hambatan yang dipasang paralel Tujuan: Menganalisis sebuah rangkaian yang memiliki hambatan terhubung secara paralel. Solusi: a. b. Beda potensial masing-masing hambatan 18 volt. (c) Hitung hambatan ekuivalen rangkaian. Jumlah daya total . Gambar. Menggunakan P = I2R untuk menghitung daya yang melalui setiap hambatan. P total = P1 + P2 + P3 = 110 w + 54w + 36 w = 200 W 6 . (b) Hitunglah daya yang mengalir pada setiap hambatan dan hitung daya totalnya. Menentukan arus yang melalui setiap hambatan. Beda potensial 18 V dijaga antara titik a dan b (a) Tentukan arus yang melalui setiap hambatan. Tiga hambatan dihubungkan paralel. Menghitung daya yang melalui setiap hambatan dan daya totalnya. (d) Tentukan daya total yang mengalir pada hambatan ekuivalen. Soal: Tiga hambatan dihubungkan secara paralel seperti pada Gambar di bawah ini.

7 . d. sedangkan arus yang kecil mengalir pada hambatan yang besar (6Ω dan 9Ω). Apa yang terjadi jika lampu A tidak teraliri arus listrik dan mati? Bagaimana jika lampu C yang mati? Atau lampu D yang mati? Penjelasan: Lampu A dan B dihubungkan secara seri melalui ggl baterai. sedangkan ggl yang sama dibagi antara lampu A dan B. Perhatikan pula bahwa daya total yang hilang pada hambatan ekuivalen adalah sama dengan jumlah daya yang hilang dari masing-masing hambatan. Kecerahan lampu Bandingkan kecerahan dari empat lampu seperti yang ditunjukkan pada Gambar. daya juga dapat dihitung menggunakan P = (V)2/R. Aplikasi Fisika. Keterangan: Ada beberapa hal penting untuk diperhatikan.Rangkaian Arus Searah c. Menghitung hambatan ekuivalen rangkaian. lampu A dan lampu B akan menyala sama terang. yaitu pada bagian (a): Arus terbesar mengalir pada hambatan terkecil (3 Ω). Ini berarti tegangan C besarnya sama dengan ggl baterai. Pada bagian (b). Menghitung daya yang hilang oleh hambatan ekuivalen. sedangkan bola C terhubung secara langsung dengan baterai. Arus terbesar selalu mengalir pada bagian yang memiliki hambatan terkecil. Akibatnya.

Jika lampu A mati. tetapi C tetap menyala.Rangkaian Arus Searah sedangkan lampu C akan menyala lebih terang daripada lampu A atau B. Hambatan ekuivalen Tujuan: Memecahkan masalah yang melibatkan hambatan yang terhubung secara seri dan paralel. Lampu D memiliki kawat yang terhubung di atasnya-rangkaian pendek sehingga beda potensial pada lampu D adalah nol dan tidak bersinar. Jika lampu D mati. Pada Gambar (a) Hambatan 8. maka tidak akan terdeteksi. Jika lampu C mati. (b) Berapakah arus pada setiap hambatan jika baterai 42V terhubung antara a dan c? Solusi: a. (a) Carilah hambatan ekuivalen antara titik a dan c. karena pada awalnya lampu D tidak bersinar. Soal: Empat hambatan saling terhubung seperti ditunjukkan dalam gambar di bawah ini. lampu B juga ikut mati.0  dan 4. Menghitung hambatan ekuivalen antara titik a dan c.0- terhubung secara seri. sehingga hambatan ekuivalen antara a dan b adalah: 8 . Contoh. tidak ada efek pada lampu lainnya.

Menghitung arus pada setiap hambatan jika baterai 42V terhubung antara a dan c. Besar arus yang sama akan mengalir pada setiap hambatan yang terpasang seri.(1) Hambatan 6  dan 3 terhubung secara paralel.(2) Subtitusi persamaan (2) ke persamaan (1). sehingga tegangan keduanya adalah sama V6 = V3 (6 )I1 = (3 ) I2 2 I1 = I2 …. dengan I = 3A maka diperoleh 3A = I1 +2I1 = 3I1 I1 = 1A I2 = 2A 9 .0  pada Gambar (a). Dengan menerapkan aturan persimpangan pada titik b  I = I1 +I2 ….0 terhubung secara paralel. jadi arus yang mengalir pada hambatan 12  pada Gambar (b) besarnya sama dengan arus yang mengalir pada hambatan 8. sehingga hambatan ekuivalen antara b dan c adalah: Pada Gambar (b) Hambatan ekuivalen total adalah: Req = 12  + 2. yang merupakan arus total.Rangkaian Arus Searah Hambatan 6.0  = 14  b.0 dan 3. Menghitung arus dalam hambatan ekuivalen pada Gambar c.0  dan 4.

Prosedur untuk menganalisis rangkaian yang lebih kompleks dapat diatasi dengan menggunakan dua aturan sederhana yang disebut hukum Kirchhoff. jumlah aljabar dari perubahan potensial yang dialami adalah sama dengan nol. Perlu diingat bahwa arah arus di sini adalah arah referensi (perumpamaan) dan bukan arah arus sebenarnya. maka persamaan arus untuk gambar di atas adalah: Arus masuk = Arus keluar I1 = I2 + I3 Hukum Kirchhoff didasarkan pada kekekalan muatan listrik. Hukum Kirchhoff I Jumlah dari semua arus yang menuju sebuah simpul (yaitu persimpangan dimana tiga atau lebih cabang pembawa arus terhubung) harus sama dengan jumlah dari semua arus yang meninggalkan simpul tersebut. Sesuai hukum Kirchhoff I. Hukum Kirchhoff I. sehingga jika kita meninjau arus yang masuk itu positif dan arus yang meninggalkan titik pertemuan itu negatif. Muatan per satuan waktu adalah arus. Namun. jumlah aljabar dari arus ke dalam sebuah titik pertemuan harus nol. sehingga muatan total yang memasuki titik pertemuan itu per satuan waktu harus sama dengan muatan total yang meninggalkan titik pertemuan itu per satuan waktu. Dalam 10 . hambatan dapat terhubung dengan banyak cara sehingga terbentuk rangkaian yang tidak dapat disederhanakan menjadi sebuah hambatan ekuivalen tunggal. Gambar. Hukum Kirchhoff II Saat menelusuri lintasan (atau loop) tertutup dalam suatu rangkaian. Tidak ada muatan yang dapat terakumulasi di sebuah titik pertemuan. kita dapat menganalisis rangkaian sederhana menggunakan hukum Ohm dan aturan-aturan untuk gabungan hambatan seri dan paralel.Rangkaian Arus Searah HUKUM-HUKUM KIRCHHOFF DAN RANGKAIAN DC KOMPLEKS Seperti ditunjukkan dalam bagian sebelumnya.

Beri tanda semua sumber tegangan dengan tanda (+) pada sisi yang lebih tinggi dan tanda (–) pada sisi yang lebih rendah. saluran yang lebih panjang adalah sisi tinggi. Jadi arus luar akan mengambil daya dari baterai. jadi VAB = VA – VB > 0. perubahan potensial adalah negatif karena terjadi penurunan potensial. VAB = IR. arus mengalir dari potensial tinggi ke potensial rendah dan baterai memberikan daya pada rangkaian sebesar P = EI dimana E = VAB= VA – VB >0. kenaikan potensial (atau tegangan) adalah positif dan penurunan potensial adalah negatif . Berikut beberapa potongan rangkaian listrik untuk memahami karakteristik dari arus dan tegangan: 1. Arus selalu mengalir dari potensial tinggi ke potensial rendah melewati sebuah hambatan. Ketika menerapkan aturan Kirchhoff.Rangkaian Arus Searah penjumlahan ini. Contohnya pada baterai. Arus di luar baterai mengalir dari kutub positif ke kutub negatif. Di luar baterai. Arus I yang melalui hambatan R akan memberikan daya pada hambatan sebesar P = IR. beri tanda hambatan tersebut dengan tanda (+) pada sisi dimana arus masuk dan tanda (-) pada sisi dimana arus keluar. Aliran muatan ini menggunakan energi kimiawi baterai. Anda harus membuat dua keputusan pada awal persoalan: 11 . 2. Terminal positif dari suatu sumber gaya gerak listrik (ggl) selalu merupakan terminal dengan potensial tinggi. arus mengalir dari kutub negatif ke kutub positif. Saat melewati hambatan dalam arah arus. Pada kasus ini lebih menekankan bahwa adanya kekekalan energi. dan tidak tergantung pada arus yang melewati sumber ggl tersebut. Arus listrik pada rangkaian mengalir dari potensial tinggi ke potensial rendah. tegangan di kutub positif selalu lebih tinggi dari tegangan di kutub negatif. Jika berhubungan dengan simbol untuk baterai. Di dalam baterai. Saat mengasumsikan arah arus.

dan konsisten dalam hal searah atau berlawanan arah jarum jam.Rangkaian Arus Searah 1. Aturan untuk menentukan perbedaan potensial pada sebuah hambatan dan baterai. Anda harus memilih arah untuk melintasi loop. Jika sumber ggl yang dilalui berlawanan arah dengan arah ggl (dari + ke pada terminal). Ketika menerapkan aturan loop. d. catat penurunan dan peningkatan tegangan sesuai dengan aturan berikut (diringkas dalam Gambar. 12 . Saat Anda melintasi loop. Jika resistor yang dilalui searah dengan arah arus. namun besarnya akan benar. b. 2. perubahan potensial listrik adalah -ε. Jika resistor yang dilalui berlawanan arah dengan arah arus. di mana diasumsikan bahwa terjadi aliran dari titik menuju titik b): Gambar. perubahan potensial listrik adalah +ε. jawaban yang dihasilkan akan negatif. dengan asumsi baterai tidak memiliki hambatan dalam. Jangan khawatir untuk salah menebak arah arus. perubahan potensial listrik yang melalui resistor adalah +IR. Jika sumber ggl yang dilalui searah dengan arah ggl (dari – ke + pada terminal). perubahan potensial listrik yang melalui resistor adalah -IR. Menetapkan simbol dan arah arus di semua cabang rangkaian. a. c.

(3) Menuliskan kembali Persamaan (1). Gambar. (1) Memilih loop bagian bawah dan melintasi loop searah jarum jam mulai dari titik a. Soal: Hitunglah arus yang mengalir dalam rangkaian pada gambar di bawah ini dengan menggunakan aturan Kirchhoff. Penerapan Hukum Kirchhoff Tujuan: Menggunakan aturan Kirchhoff untuk menghitung arus dalam suatu rangkaian (terdapat tiga arus dan satu sumber tegangan). sehingga menghasilkan persamaan: (2) Memilih loop bagian atas. I1 diarahkan menuju titik persimpangan. I2 dan I3 diarahkan keluar dari titik persimpangan. Solusi: Menerapkan aturan persimpangan Kirchhoff terhadap titik c. dan (3) sebagai berikut. (2). 13 . dan melintasi loop searah jarum jam dari titik c. Perhatikan bahwa adanya penambahan potensial listrik yang melalui resistor 9Ω.Rangkaian Arus Searah Contoh. sebab resistor yang dilalui berlawanan arah dengan arah arus. Contoh rangkaian listrik.

Rangkaian Arus Searah Menyelesaikan Persamaan (3) untuk menghitung I2 dan mensubstitusi hasilnya ke dalam Persamaan (1): Menghitung nilai I3. I2. 14 . Soal: Hitunglah arus I1. I2. Penerapan Hukum Kirchhoff Tujuan: Menggunakan aturan Kirchhoff untuk menghitung arus dalam suatu rangkaian (terdapat tiga arus dan dua sumber tegangan) dimana arah arus ditentukan secara sembarang. dan I3 yang mengalir dalam rangkaian pada Gambar dengan menggunakan aturan Kirchhoff. dan I1 Contoh. Solusi: Menerapkan aturan persimpangan Kirchhoff terhadap titik c. I1 dan I2 diarahkan menuju titik persimpangan. I3 diarahkan keluar dari titik persimpangan.

Pada loop befcb. kita telah mempelajari rangkaian yang memiliki arus konstan. Perhatikan rangkaian seri di samping. ….(2) …. baterai. Sebuah kapasitor yang tersusun seri dengan resistor.(1) Menerapkan aturan loop Kirchhoff terhadap loop abcda dan befcb. Sekarang kita akan memikirkan tentang rangkaian arus searah yang mengandung kapasitor. karena arah loop berlawanan dengan arah arus I1. di mana arus bervariasi terhadap waktu. tanda positif diperoleh saat hambatan 6Ω dilalui. dan saklar. Gambar.(3) Substitusi I3 pada Persamaan (1) pada Persamaan (2) sehingga diperoleh …. ….(5) Mengurangkan Persamaan (5) dari Persamaan (4) sehingga menghasilkan I1 Substitusi nilai I1 ke dalam Persamaan (5) sehingga menghasilkan I2 Substitusi nilai I1 dan I2 ke dalam Persamaan (1) untuk memperoleh I3 RANGKAIAN RC Sejauh ini. 15 .(4) Membagi setiap suku pada Persamaan (3) dengan 2 dan menyusun ulang persamaan sebagai berikut.Rangkaian Arus Searah …..

yang besarnya 1. . (Perhatikan bahwa 1/e = 0.718. Setelah saklar ditutup. sedangkan dalamkenyataannya muatan terkecil adalah elektron. Q = C. dan jika saklar ditutup pada t = 0. baterai mulai mengisi muatan pada piring kapasitor dan muatan melewati resistor. di mana  adalah tegangan maksimum yang melalui kapasitor.60 x 10-19C. Seperti yang dapat Anda lihat dari persamaan di atas. Proses pengisian berlanjut sampai kapasitor terisi muatan maksimum. sehingga Konstanta waktu merupakan waktu yang dibutuhkan untuk muatan meningkat dari nol sampai 63. sebagai t yang mendekati tak terhingga. Saat kapasitor sedang diisi muatan. muatan pada kapasitor meningkat dari nol menjadi 0. Muatan nol pada t = 0 dan mendekati nilai maksimumnya. basis dari logaritma.2% dari nilai kesetimbangan maksimumnya. hal ini akan membutuhkan sejumlah waktu yang tak terbatas. di sisi lain suatu kapasitor dapat terisi muatan dengan sangat cepat dalam suatu rangkaian terhadap konstanta waktu 16 . kita menemukan bahwa muatan pada kapasitor bervariasi terhadap waktu sesuai dengan persamaan: dimana e = 2. Setelah kapasitor bermuatan penuh. Untuk tujuan praktis. RC disebut konstanta waktu .Rangkaian Arus Searah Diasumsikan bahwa kapasitor awalnya tidak bermuatan ketika saklar dibuka. rangkaian membawa perubahan arus. muatan diasumsikan kecil tak terhingga. kapasitor terisi penuh muatan setelah sejumlah waktu yang terbatas. Jika kita mengasumsikan bahwa kapasitor tidak bermuatan sebelum saklar ditutup. Tegangan V yang melewati kapasitor pada setiap saat diperoleh dengan membagi muatan dengan kapasitansinya: V = q/C.632Q.632). arus dalam rangkaian adalah nol. Hal ini penting untuk dicatat bahwa suatu kapasitor dapat terisi muatan dengan sangat lambat dalam suatu rangkaian terhadap konstanta waktu yang panjang. Hal ini dapat dilihat dengan mensubstitusi t =  = RC menjadi persamaan q= Q (1 – e-t/RC) untuk menghitung q. . Ini berarti bahwa dalam suatu periode waktu sama dengan satu konstanta waktu. Q. adalah konstanta Euler. Alasan secara matematis adalah: dalam memperoleh persamaan tersebut. dalam model ini adalah pada kapasitor yang menjadi bermuatan penuh.

Rangkaian Arus Searah yang pendek. Jika saklar ditutup pada t = 0. Kapasitor bermuatan terhubung pada sebuah resistor dan saklar. muatannya sebesar 63% dari nilai maksimumnya. Cε. 17 .99%. Muatan mendekati nilai maksimumnya saat t mendekati tak hingga. Setelah saklar ditutup. Sebuah plot dari muatan pada kapasitor terhadap waktu setelah saklar pada rangkaian ditutup. Gambar. dan saklar. resistor. Setelah sejumlah waktu yang setara dengan sepuluh konstanta waktu. Sebelum saklar ditutup. maka muatan q pada kapasitor bervariasi terhadap waktu sesuai dengan persamaan Muatan menurun secara eksponensial terhadap waktu. perbedaan potensial pada kapasitor bermuatan adalah Q/C. Rangkaian di atas terdiri dari kapasitor dengan sebuah muatan awal Q. seperti yang ditunjukkan pada gambar di bawah ini. Sekarang perhatikan rangkaian pada gambar di bawah ini. kapasitor bermuatan lebih dari 99. Gambar. muatan mulai mengalir melalui resistor dari satu kapasitor yang lain sampai kapasitor tersebut benar-benar kosong tidak bermuatan. Setelah satu konstanta waktu.

Bagaimana pengoperasian fitur ini yang bergantung pada pengisian dan pengosongan kapasitor? Penjelasan: Wiper merupakan bagian dari rangkaian RC dengan konstanta waktu yang dapat divariasi dengan memilih nilai R yang berbeda melalui saklar multiposition. kapasitor kehilangan 63. Aplikasi Fisika Banyak mobil yang dilengkapi dengan wiper kaca depan yang dapat digunakan sesekali selama hujan. Wiper yang menyala dan mati dalam waktu yang singkat ditentukan oleh nilai dari konstanta waktu rangkaian RC.368Q. Pada interval t =  = RC.Rangkaian Arus Searah Gambar. seperti pada gambar di samping. Jika  = 12.00 F. dalam waktu yang sama dengan satu konstanta waktu. (b) muatan maksimum pada kapasitor. tegangan kapasitor juga menurun secara eksponensial terhadap waktu sesuai dengan persamaan V =  e –t/RC di mana  (sama dengan Q/C) adalah tegangan awal pada kapasitor yang bermuatan penuh. Pengisian Muatan Kapasitor Dalam Rangkaian RC Tujuan: Menghitung komponen-komponen dalam suatu rangkaian RC sederhana. Grafik muatan pada kapasitor terhadap waktu setelah saklar ditutup. C = 5. Soal: Sebuah kapasitor tidak bermuatan dan resistor dihubungkan secara seri dengan baterai.0 V. Dengan kata lain. tentukan (a) konstanta waktu rangkaian. Karena V = q/C. dan R = 8 x 105. muatan berkurang dari nilai awal Q menjadi 0. Contoh.2% dari muatan awal. (c) muatan pada 18 .

I = 0 sehingga diperoleh c) Menentukan muatan pada kapasitor setelah 6 s 19 . Menerapkan aturan loop Kirchhoff pada rangkaian RC. Ini merupakan penurunan tegangan yang bernilai negatif. yang berarti bahwa perbedaan tegangan pada baterai adalah positif dan perbedaan tegangan pada kapasitor dan resistor adalah negatif. (d) beda potensial pada resistor tersebut setelah 6 s. yang searah jarum jam. ΔV = IR. adalah dengan mensubstitusikan ke persamaan q= Q (1 – e-t/RC). V = + = 12. b) Menghitung muatan maksimum pada kapasitor. muatan maksimum terjadi setelah waktu yang lama. Untuk bagian (b). Mencari muatan pada beberapa waktu tertentu. dan kemudian hukum Ohm menghasilkan arus. Ketika muatan maksimum q = Q tercapai. Strategi: Mencari konstanta waktu pada bagian (a) memerlukan substitusi ke persamaan  = RC.Rangkaian Arus Searah kapasitor setelah 6 s. ketika arus bernilai nol. Solusi: a) Menentukan konstanta waktu dari rangkaian. pada bagian (c). perbedaan potensial yang melewati resistor juga nol pada waktu tersebut. Aturan loop Kirchhoff dan persamaan kapasitansi dapat digunakan secara tidak langsung untuk menemukan penurunan potensial pada resistor pada bagian (d). Dari pengertian kapasitansi dan hukum Low diketahui bahwa VC = -q/C dan VR = IR.0 V. Dengan hukum Ohm. dan (e) arus dalam resistor pada waktu tersebut. Demikian halnya. dan melalui aturan loop Kirchhoff kemudian menghasilkan muatan maksimum.

20 . Hitunglah muatan awal dan konstanta waktu. 1. dengan menggunakan hasil dari bagian (d) (ingat bahwa ΔVR = -IR): Contoh. jika beda potensial awal pada kapasitor adalah 12 V.00 Ω? (Asumsikan adanya penurunan secara eksponensial selama keseluruhan proses pengosongan) Solusi: a) Lama waktu yang diperlukan muatan pada kapasitor sehingga berkurang menjadi ¼ dari nilai awalnya. kapasitansi adalah 3.60 x 10 -19 C.50 x 10-6 F. Berapa lama waktu yang diperlukan untuk pengosongan semua muatan. Menerapkan hukum Ohm. Soal: Pertimbangkan suatu pengosongan kapasitor C yang melalui resistor R seperti pada gambar di bawah ini.Rangkaian Arus Searah d) Menghitung beda potensial pada resistor setelah 6 s. Pengosongan Kapasitor Pada Rangkaian RC Tujuan: Menghitung beberapa komponen dari pengosongan kapasitor pada rangkaian RC. a. e) Menentukan arus dalam resistor setelah 6 s. Berapa lama waktu yang diperlukan muatan pada kapasitor sehingga berkurang menjadi ¼ dari nilai awalnya? b. c. dan hambatan 2.

kapasitansi adalah 3. seperti pada gambar di bawah ini. 21 . jika beda potensial awal pada kapasitor adalah 12 V. 1.50 Substitusi q= 1.00 Ω -19 C. dan hambatan 2.Rangkaian Arus Searah Substitusi q(t) = Q/4 pada persamaan di atas: b) Menghitunglah muatan awal dan konstanta waktu dari data-data yang diketahui.60 x 10 x 10-6 F.60x 10-19 C. Dengan menggunakan persamaan kapasitansi untuk menghitung muatan awal: Sekarang menghitung konstanta waktu: c) Lama waktu yang diperlukan untuk pengosongan semua muatan. nilai Q dan  yang telah dihitungpada bagian (b): RANGKAIAN RUMAH TANGGA Rangkaian listrik pada rumah tangga terhubung secara paralel.

setiap alat-alat listrik beroperasi pada tegangan yang sama. sekering digunakan sebagai pemutus arus listrik.Rangkaian Arus Searah Gambar. Diagram sambungan kabel dalam rangkaian listrik pada rumah tangga. dan kawat lainnya. Jika pemutus arus listrik tidak digunakan. yang lain tetap hidup. sehingga jika salah satu dimatikan. Dalam rumah tangga. kadang-kadang disebut kabel "panas". Beda potensial antara dua kabel tersebut adalah sekitar 120 V. sedangkan bila pemutus arus listrik dapat direset 22 . Dan juga. sehingga dapat menyebabkan kebakaran. terhubung ke tanah. Kerugian dari sekering yaitu dapat hancur dalam proses pembukaan sirkuit. konduktor dalam sekering meleleh dan membuka rangkaian listrik. Dulu. pemutus arus listrik terhubung secara seri dengan perangkat listrik untuk tujuan keselamatan. Salah satu kawat adalah. Sebuah meteran dan pemutus rangkaian (atau sekering) terhubung secara seri dengan kabel yang memasuki rumah. tegangan yang melalui salah satu alat listrik akan tergantung pada seberapa banyak alat listrik yang terpasang. Pemutus arus listrik dirancang untuk mematikan dan membuka rangkaian pada beberapa nilai maksimum arus (biasanya 15 A atau 20 A) yang tergantung pada sifat dari rangkaian. Apabila alat-alat listrik terhubung secara seri. memiliki potensi 120 V. Rangkaian listrik rumah tangga terhubung secara paralel memungkinkan masingmasing alat listrik beroperasi secara independen. arus berlebihan yang disebabkan oleh beberapa pemakaian alat-alat listrik secara bersamaan dapat mengakibatkan peningkatan suhu yang sangat tinggi pada kawat listrik. atau dengan kata lain tegangan yang mengalir akan tergantung besar setiap hambatannya. Ketika arus pada rangkaian berlebihan.

Inc. Fisika Universitas Edisi Kesepuluh Jilid 2.Rangkaian Arus Searah Sumber: Young. 1999. D. 23 . USA: Harcourt Brace College Publisher. College Physics. R. San Fransisco: Pearson Education.S.A and Faughn. 2004. Anf Freedman. Roger. Hugh. 7th Edition. J. Serway. A.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful