BAB VI PERSAMAAN-PERSAMAAN FISIKA MATEMATIKA

(dipresentasikan oleh Edi Purwanto) Pada Bab ini kita akan membicarakan tiga dari banyaknya persamaanpersamaan diferensial parsial orde dua yang paling penting yang ada dalam fisika matematika: persamaan kalor/panas, persamaan Laplace, dan persamaan gelombang. Pada bagian 1 kita akan mengingat kembali pernyataan teorema divergensi dan kita memperoleh dua integral identitas yang berguna yang dikenal sebagai Identitas Green. Pada bagian 2, kita memperoleh persamaan konduksi kalor/panas dan menggambarkan berbagai macam masalah nilai batas awal yang dikaitkan dengannya. Pada bagian 3, kita memaparkan fenomena yang berkaitan dengan fisika, dikenal sebagai fenomena keadaan tetap, yang diatur dalam persamaan Laplace’s. Pada bagian 4, kita akan memaparkan tentang fenomena fisika untuk satu, dua, dan tiga dimensi persamaan gelombang. Terakhir, pada bagian 5 kita mendefinisikan apa itu masalah well-posed yang dikaitkan dengan persamaan diferensial parsial, dan diberikan contoh yang well-posed dan yang tidak. 1. Teorema Divergensi dan Identitas Green Teorema divergensi adalah salah satu teorema yang paling berguna dalam persamaan diferensial parsial. Teorema Divergence ini biasanya dipelajari di Kalkulus lanjutan. Pada bab ini kita mengingat kembali pernyataan teorema Divergensi dan mencoba untuk mengaplikasikannya. Misalkan Ω merupakan domain yang terbatas di berikut : (a) Pembatas dari Ω terdiri dari sejumlah permukaan mulus yang dengan kondisi sebagai

berhingga. (ingat lagi bahwa permukaan mulus adalah permukaan ketinggian dari fungsi di dengan gradien yang taknol.)

1

Misalkan merupakan vektor normal satuan terhadap (lihat gambar 1.1 ( ) sedemikian dan .(b) Sebarang garis lurus yang sejajar ke sebarang sumbu-sumbu koordinat memotong di sejumlah titik-titik yang berhingga atau mempunyai seluruh interval yang bersamaan dengan . merupakan medan vektor yang terdefinisi pada penutup ̅ dari sehingga setiap komponen-komponen fungsi dan andaikan bahwa integral dari berada di ∭ adalah konvergen.1). Misalkan mengarah langsung ke bagian luar dari 𝑧 𝑦 𝑥 Gambar 1. 2 .

Jika dinotasikan sebagai vektor maka persamaan dituliskan sebagai ∭ ∬ atau. dalam notasi yang lebih kompak. Domain-domain yang 3 . Integran pada sebelah kiri dari dan dinotasikan dikenal sebagai divergensi dari medan vektor Dimana persamaan untuk batas adalah komponen dari . dalam buku Kellog.Berdasarkan asumsi-asumsi diatas pada menyatakan bahwa dan . maka integral atas adalah sama dengan integral atas batas vektor normal luar terhadap . Integran pada sebelah kanan dari yang memberi arah dari bagian luar bisa . contohnya. teorema divergensi ∭ ∬( ) dimana persamaan sebagai adalah bagian dari permukaan . ∫ ∫ dan medan vektor Teorema divergensi menyatakan bahwa jika domain memenuhi kondisi-kondisi di atas. Kondisi-kondisi yang lebih umum dapat ditemukan. Kondisi domain dan dari dari divergensi dari yang mengarah dari komponen bukan merupakan kondisi yang paling umum pada yang memenuhi teorema divergensi.

Kita gunakan notasi biasa dari kalkulus vektor.memenuhi kondisi umum ini disebut “normal”. Tentunya semua domain yangdipertimbangkan dalam buku ini adalah normal.9) atas ∫ ∫ ∫ ̅ dan integral 4 . (dipresentasikan oleh Yuliyanto Nuriana) Dua penerapan dari teorema divergensi dikenal dengan Identitas Green. maka gradien didefinisikan dengan ( dan divergen gradien didefinisikan dengan ) Operator differensial parsial disimbolkan oleh dikenal sebagai operator Laplace dan juga . Identitas differensial . Andaikan dan ∫ konvergen. Jika . pengintegralan dari persamaan (1. Maka.

Masalah-Masalah 1. Teorema divergensi dan identitas Green benar untuk medan vektor dan fungsi-fungsi dari sebarang variabel-variabel bebas. maka (pada persaman 1.1.Pengaplikasian teorema divergensi untuk integral pertama (dengan medan vektor ) dan penggunaan fakta bahwa akan diperoleh identitas Green pertama ∫ Pertukaran dengan ∫ ∫ adalah turunan langsung . Solusi (oleh kelompok 7): Akan ditunjukkan Perhatikan persamaan di sisi kiri 5 .9) dan pengurangan kedua persamaannya akan menghasilkan (1. Periksa identitas diferensial .12) ∫ ∫ ( ) .11) Jika dan ∫ konvergen. maka pengintegralan persamaan (1.11) atas teorema divergensi akan menghasilkan identitas Green kedua (1. dan pengaplikasian ̅ dan integral . Identitas Green ini akan digunakan dalam mempelajari persamaan Laplace (Bab VII).

Tunjukkan bahwa di .2. dan andaikan bahwa di dimana adalah batas dari .( ( ) ( ( ) ( )) ) ( ) ( ) kemudian. ( ( ) ) karena maka. Misalkan berada di dan di . dimana adalah domain terbatas yang normal di . terbukti bahwa 1. [petunjuk: pada identitas Green pertama atur juga gunakan fakta bahwa jika 6 .

integral atas dari fungsi kontinu yang nonnegatif sama dengan nol. dan . Jumlah kalor (energi termal) ke sisi vektor normal pada interval waktu sampai yang keluar menembus diberikan ∫∬ 7 . Misalkan permukaan mulus di dan dinotasikan vektor normal pada . Misalkan terbatas yang normal di . Misalkan konstan di ̅ ̅ menjadi solusi nontrivial dari dimana adalah domain terbatas yang normal. adalah konstanta. Misalkan menotasikan bagian dalam benda dan fungsi pada benda pada saat .3. dan andaikan bahwa di Tunjukkan bahwa 1.4. kita peroleh persamaan diferensial parsial yang harus dipenuhi oleh suatu fungsi yang menggambarkan dengan proses konduksi kalor di sebuah benda. dan di . Tunjukkan bahwa (dipresentasikan oleh Nurharis Haryanto) 2. Persamaan Konduksi Kalor Pada bagian ini. Kita kemudian akan membicarakan tentang kondisi tambahan harus dipenuhi dalam menentukan distribusi suhu pada benda. Proses konduksi kalor mengikuti hukum fisika. maka . dimana adalah domain berada di fungsi teridentifikasi di 1. Kita asumsikan fungsi yang bergantung padaa variabel dinotasikan sebagai suhu di titik bahwa dan anggota di dengan fungsi yang bergantung pada variabel .

Jadi. suatu benda dikatakan isotropik jika termal pada benda di titik adalah fungsi pada posisi pada permukaan di titik ( konduktivitas energi tidak bergantung terhadap vektor normal . dan jumlah pada interval waktu kalor diberikan oleh ∫ ∬ Menyamakan jumlah persamaan ∭ dan [ . Misalkan daerah bagian dibatasi permukaan tertutup dengan bagian sampai luar normal . Kita asumsikan konduktivitas termal dan tidak bergantung terhadap vektor normal . Dengan mengikuti aturan konservasi harus sama dengan jumlah kalor yang sampai .1) pada ⁄ dinotasikan turunan terhadap vektor normal di titik dan pada saat . kita peroleh ] ∫ ∬ Sekarang.Pada (2. Perubahan jumlah kalor pada daerah bagian diberikan oleh dari ∭ [ ] (dipresentasikan oleh Ayu Indri Astuti) Pada persamaan . Fungsi bernilai positif dan disebut konduktivitas . adalah kalor jenis dan adalah kerapatan suatu benda pada titik energi termal. perubahan kalor pada masuk ke melalui batas . ∫ 8 .

Kemudian.dan. persamaan menjadi. yaitu integran harus sama dengan nol untuk setiap untuk setiap . ∫ ∭ ∫ ∭ atau ∫ ∭[ ] Karena integran pada persamaan benar untuk daerah bagian masalah adalah kontinu dan karena persamaan dan pada setiap interval [ ]. (lihat dalam di dan ). karena ⁄ teorema divergensi diterapkan untuk medan vektor ∬ ∭ Akibatnya. maka membentuk dan adalah konstan dan persamaan 9 . Jika benda adalah isotropik homogen. Disebut juga Persamaan kalor atau persamaan difusi. (dipresentasikan oleh Irmatul Hasanah) atau [ Persamaan ( ) ( ) ( )] disebut persamaan konduksi panas pada suatu benda isotropik.

Kondisi yang dikenal sebagai kondisi awal. bersama dengan spesifikasi dari .( Persamaan ⁄ ) dapat disederhanakan dengan mengubah skala waktu : atur dan kemudian membuang koefisien utama pada ( ) menggambarkan selama interval waktu yang untuk setiap menjadi Kita simpulkan bahwa jika suatu fungsi distribusi suhu pada tubuh isotropik homogen ditentukan. mempunyai takhingga banyak solusi. maka pada bagian dala tubuh Bagaimana pun persamaan memenuhi persamaan dan untuk setiap pada interval waktu tersebut. Kondisi ̅ Yang menentukan distribusi suhu pada saat Fungsi dari . Untuk memilih dari solusi yang takhingga ini. Fungsi terdefinisi untuk pada batas dari benda untuk setiap adalah fungsi yang diberikan yang dan untuk setiap . dari benda untuk setiap menentukan distribusi suhu pada benda untuk setiap adalah fungsi yang diberikan yang terdefinisi pada penutup ̅ yang menentukan distribusi suhu pada batas dikenal sebagai kondisi batas. Masalah mencari solusi dari persamaan diferensial parsial yang memenuhi kondisi awal 10 . kondisi tambahan harus dinyatakan dengan jelas. solusi khusus yang menggambarkan distribusi suhu tubuh yang sebenarnya. Dari pertimbangan fisika. secara lengkap . cukup untuk mengharapkan bahwa spesifikasi dari distribusi suhu pada benda di suatu waktu distribusi suhu pada batas .

maka setiap waktu berikutnya suhu pada lempengan tidak berbeda melalui ketebalannya. pada . menentukan sebuah solusi tunggal dari persamaan kalor. Pengetahuan tentang suhu pada medium di sekitar benda dan dari kalor fluks melalui batas mengarah kepada kondisi Fungsi dan diberikan dan terdefinisi pada dan . Pada kasus batas yang terisolasi. suhu pada lempengan 11 . Jika distribusi suhu awal tidak berbeda melalui ketebalan lempengan. Fungsi pada dan untuk adalah fungsi yang diberikan terdefinisi untuk . yang bersama-sama .tegak lurus dengan lempengan. Ini mengarah kepada kondisi batas Dimana terhadap ⁄ mennotasikan turunan berarah dari pada vektor normal . Terlebih dalam menentukan suhu pada batas dari tubuh.dan kondisi batas dikenal sebagai masalah nilai awal batas. Fungsi ini menyatakan distribusi suhu . dan diberikan dan terdefinisi Sekarang misalkan kita pertimbangkan lempengan dari ketebalan konstan dengan dua permukaan bidang yang terisolasi. seseorang mungkin berharap untuk menentukan kalor fluks yang melalui batas. yaitu masalah ini mempunyai solusi tunggal setiap yang didefinisikan untuk setiap (Lihat pada bab IX). dan jika kita memilih sistem koordinat dengan sumbu. Kondisi batas lain dapat dispesifikasikan. Dapat pada ̅ dan untuk ditunjukkan dibawah suatu asumsi tambahan. sebelumnya pada benda untuk setiap Kondisi persamaan dengan kondisi awal tidak hanya kondisi batas.

[Petunjuk: Andaikan akan positif pada suatu ketika diambil untuk positif pada suatu titik bola yang berpusat pada menjadi bola tersebut. Pertimbangkan 7): Andaikan positif.8) juga terdapat pada materi difusi dari fluida melalui porous medium dan dipelajari dari proses difusi lain yang memuat cairan dan gas.6) dan (2. disebutkan bahwa persamaan (2. . Persamaan kalor (2.] Solusi (Oleh Kelompok maka . Masalah-Masalah 2. yaitu 12 .8) Akhirnya. Misalkan fungsi kontinu pada suatu domain di . mari kita mempertimbangkan silinder batang dengan permukaan silindernya terisolasi dan suhu awal yang konstan di setiap bagian yang bersebrangan. Persamaan kalor untuk silinder ini Pada penutupan bab ini. dari dan andaikan bahwa untuk setiap daerah bagian ∫ Tunjukkan bahwa ∫ pasti nol secara identik di dari .adalah fungsi yang hanya bergantung pada untuk lempengan menjadi ( ) dan ..1. Karena kontinu. Jika kita memilih sistem koordinat dengan garis tengah pada batang sepanjang sumbu. maka suhu tidak berbeda atas bagian yang bersebrangan dan hanya akan menjadi fungsi dari dan saja.

Oleh karenanya.∫ ∫ ∫ ∫ ∫ . Solusi (Oleh Kelompok 7): Diketahui ( Misalkan . Turunkan persamaan dari . 2.2. maka ) Perhatikan bahwa substitusi ke persamaan (2.8) diperoleh ( ( ) ( ( ) ) ) 13 . haruslah ini kontradiksi dengan pernyataan persamaan .

1) pada setiap titik laplace (3.1).8) yang mendeskripsikan fenomena yang bergantung pada waktu. tidak ada kondisi awal yang dibutuhkan untuk menspesifikkan 14 . tidak bergantung pada dan persamaan konduksi kalor menjadi persamaan adalah notasi untuk bagian dalam benda. kondisi tambahan harus dispesifikkan. diberikan distribusi suhu awal dari batang pada saat . diperoleh ( ) 2. fungsi temperatur pasti memenuhi persamaan (3. Persamaan (3. Persamaan Laplace Persamaan Laplace dan suhu pada bagian ujung batang untuk setiap Berkembang dari studi tentang kelas besar dari fenomena fisika yang diketahui sebagai fenomena keadaan tetap. Jika keadaan tetap pada . Untuk menentukan solusi khusus yang mendeskripsikan distribusi temperatur yang sebenarnya pada benda.3.kemudian ganti .1) memiliki banyak solusi tak terbatas. Mari kita pertimbangkan kasus fungsi distribusi suhu dalam keadaan tetap yang homogen dan isotropik. (dipresentasikan oleh Oksendi Vitra S) 3. Kenyataan ini sangat kontras dengan persamaan kalor (2. Tulis masalah nilai awal batas yang harus diselesaikan untuk mengetahui distribusi suhu sebelumnya pada silinder batang yang panjangnya dengan permukaan silinder yang terisolasi. Fenomena-fenomena ini dikarakterisasi oleh kenyataan bahwa fenomena-fenomena tersebut tidak bergantung pada variabel waktu . Karena fungsi variabel waktu .

4) dikenal sebagai Masalah Campuran atau Masalah Nilai Batas Ketiga.3). Masalah untuk menyelesaikan subjek (3. masalah masalah mencari solusi dari (3.1) yang memenuhi kondisi batas (3. masalah untuk menyelesaikan subjek (3.2). Masalah-masalah ini akan lebih lanjut dipelajari pada Chapter VII.5) Persamaan Laplace dua dimensi mengatur bentuk dari sebuah selaput lentur seperti contoh selaput drum.1) yang memenuhi salah satu dari kondisi batas (3. Misalkan batas kurva mulus C diparametrikkan oleh persamaan 15 . Sumbu u ortogonal ke bidang (x.4) disebut Masalah Nilai Batas. Misalkan selaput lentur tersebut menempati daerah pada bidang (x.y) yang dibatasi oleh kurva mulus C.12) adalah Masalah mencari solusi dari Persamaan Laplace (3. Selaput tersebut merupakan selaput yang tahan akan segala jenis perentangan atau penarikan ke segala arah tanpa mengubah bentuk aslinya . Formula yang tidak bergantung pada waktu pada kondisi terbatas (2.1). Dalam kasus sebuah lempengan dengan ketebalan yang konstan.(3. Lebih spesifiknya.1) terhadap kondisi batas (3.persamaan (3. temperatur keadaan tetap u adalah fungsi dengan hanya dua variabel dan memenuhi Persamaan Laplace Dua Dimensi. atau (3.2) dikenal sebagai Masalah Dirichlet.1) terhadap kondisi batas (3. dan menyatakan interior dari daerah tersebut..3) dikenal sebagai Masalah Neumann.y) (lihat Gambar 3. (3.10).. Terakhir.1).  2u  2u  2 0 2 x y .11) dan (2. (2.

Dari kedua asumsi (a) dan (b) dapat ditunjukkan bahwa fungsi u(x. y). Sekarang kita membuat asumsi: (a) ~ ( x.  2u  2u   0. y  y(s). x 2 y 2 (x. (b) Selaput bentuknya hanya berubah sedikit. C ~ Kurva C memproyeksikan bidang (x. oleh karena itu nilai turunan u x dan u y adalah kecil.y) atas kurva C dan diberi persamaan x  x(s). untuk menentukan bentuk akhir dari selaput tersebut kita harus menyelesaikan Masalah Dirichlet. Pada saat kita memindahkan selaput dari bidang (x. Selaput tersebut kemudian mengambil bentuk permukaan yang diberikan u  u ( x. y )  . y)   ( x. y ). y) haruslah memenuhi Persamaan Laplace Dua Dimensi (3. ~ Misalkan setiap titik di batas selaput dipindahkan sepanjang garis tegak lurus bidang (x. (x.x  x(s). u  (s). y). Jadi. s  I. y)  C 16 .5). s  I.y) ke bentuk akhirnya yaitu u = u(x. y)   u(x. setiap titik di selaput bergerak hanya pada sepanjang garis yang paralel ke sumbu u. oleh persamaan berbentuk y  y(s).y) dan batas tersebut terikat di sepanjang kurva .

Potensial u memenuhi Persamaan Laplace di setiap titik di ruangan yang bebas dari muatan listrik. y. z).u y ( x( s).1 Persamaan Laplace juga muncul dalam pembelajaran medan gaya yang “dapat diturunkan dari sebuah potensial”. F(x. terdapat fungsi u sebagai berikut F = . y( s). sebagai contoh. Medan gaya gravitasi oleh karena distribusi massa di ruangan tersebut juga dapat diturunkan dari sebuah potensial dan fungsi potensial itu sendiri memenuhi Persamaan Laplace di setiap titik di ruangan yang bebas dari massa.grad u. 17 .0)  x C Gambar 3. y. z) adalah vektor gaya yang bertindak sebagai sebuah unit muatan yang ditempatkan di titik (x. Sebagai contoh misalakan F adalah medan gaya yang disebabkan dari distribusi muatan listrik di ruangan. Dapat ditunjukkan bahwa F dapat diturunkan dari sebuah fungsi potensial u.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful