PROPOSAL

KELOMPOK TANI BINA MANDIRI
PENGGEMUKAN SAPI POTONG LOKAL

Sekretariat : JL. Tegalega RT.02 RW.02 Ds.Tegalega Kecamatan Bungbulang Kabupaten Garut 44165

Kelompok Tani Bina Mandiri yang beralamat di Jl.Provinsi Jawa Barat 2011 Tlp. 17 Oktober 2011 Kepada Yth. berkenan membalasnya Amiin Wassalamu’alaikum Wr.200. Salam sejahtera kami sampaikan semoga kita sekalian berada dalam lindungan Alloh SWT. agar menjadi lembaga yang mandiri.Mengetahui ITANG . 085223509325 Nomor Lampiran Perihal : 11/UDB /01/IX/2011 : 1 (Satu) Berkas : Pengajuan Dana Bantuan kelompok tani ternak (penggemukan sapi potong lokal) Garut. Tegalega Kec. Wb. Tegalega Ds. Untuk itu. Bapak Menteri Pertanian RI Cq. Dirjen Peternakan Di Jakarta Assalamu’alaikum Wr. baik dilihat dari segi kebutuhan konsumsi masyarakatnya sendiri yang masih kurang mencukupi maupun peluang pemasaran keluar daerah. Tegalega kecamatan Bungbulang Kabupaten Garut. Garut tlp. Ketua Kelompok Tani Bina Mandiri Sekretaris ENGKUS SUTISNA .Tegalega Ds. Wb. Bersama ini kami sampaikan kepada Bapak satu berkas Proposal Permohonan Dana untuk program pengembangan sapi potong di kelompok tani bina mandiri mengingat kelompok tersebut berada di Kabupaten Garut yang merupakan salah satu Kabupaten yang berpotensi untuk mengembangkan ternak sapi. kami menyambut hangat dan penuh antusias terhadap Program Kementerian Pertanian Republik Indonesia tentang upaya pemberdayaan dan Pengembangan Usaha Agribisnis terhadap kelompok Tani Bina Mandiri Demikian usulan ini disampaikan. tujuh ratus empat puluh empat juta dua rtaus ribu rupiah) Oleh karen itu.(terbilang. 085223509325 KELOMPOK TANI BINA MANDIRI TEGALEGA BUNGBULANG KABUPATEN GARUT Jl.. Bungbulang Kab. dibutuhkan sumber daya manusia yang handal dan dukungan sumber daya alam yang baik pula. dengan rincian anggaran biaya sebesar Rp744. sebagai Lembaga yang berbasis pada dukungan masyarakat.000. Amiin. atas segala perhatiannya kami ucapkan banyak terima kasih dan semoga Alloh SWT. direncanakan adanya pengembangan agribisnis dalam bidang Penggemukan ternak sapi potong.

hal ini belum sepenuhnya bisa diterapkan oleh Kelompok Tani Bina Mandiri dikarenakan keterbatasan modal kerja dan minimnya .I kecamatan Bungbulang Kabupaten Garut. Kelompok Tani Bina Mnadiri ini sebagai lembaga memiliki anggota sebanyak 25 orang. Garut tlp. TOHA KELOMPOK TANI BINA MANDIRI TEGALEGA BUNGBULANG KABUPATEN GARUT Jl.Camat Kec.UUM SUHARTINI NIP. ………………………………… .II . Mekartani Kec.fasilitas dan modal yang dimiliki VISI KELOMPOK TANI .berpegaruh dilingkungan masyarakat sekitarnya Fungsi sentral lembaga kelompok tani yang selama ini dirasakan oleh masyarakat yaitu dapat membantu perekonomian pedesaan terutama di . Bungbulang UPTD Peternakan Kec. 085223509325 PROPOSAL USULAN BANTUAN DANA PENGGEMUKAN SAPI POTONG KELOMPOK TANI BINA MANDIRI LATAR BELAKANG . keberadaan Kelompok Tani Bina Mandiri ini sejak dulu sangat mengakar dan . Tegalega Kab.HJ. Bungbulang a.desa Tegalega Dengan keberadaan kelompok tani yang sangat bermanfa’at untuk masyarakat. keanggotaan dituntut untuk mempunyai skill kewirausahaan atau lebih dikenal dengan sebutan Bisnis Managerial.tegalega Ds. selain menjadi anggota kelompok tani.masyarakat pedesaan Sejalan dengan perkembangan arus informasi dan keberadaan dunia pada saat ini pihak Kelompok Tani Bina Mandiri di tuntut untuk bersipat multifungsi.Tegalega Ds. Kelompok Tani Bina Mandiri berada di Kabupaten Garut tepatnya di Jl. maka Kelompok Tani Bina Mandiri didirikan untuk memenuhi fungsi sentral kelompok tani dalam pengembangan perekonomian .n Kepala Desa Tegalaega DRA. NIP.. Tegalega Kelompok Tani Bina Mandiri berdiri pada Tahun 2008.

Kegiatan Kelompok Tani Bina Mandiri berlangsung setiap hari PROGRAM AGRIBISNIS .anggotanya . maka akan banyak kelompok tani yang tinggal kenangan. apabila kondisi ini dibiarkan.bertujuan mensejahterakan anggota Dapat memberdayakan anggota disekitar Kelompok Meningkatkan nilai tambah Kelompok Tani dan dibidang masyarakat .Menjadi kelompok tani sekaligus lembaga Usaha yang mandiri yang .Tani Bina Mandiri . sehingga kami Peternakan maka dampak kedepannya akan mendapatkan nilai tambah bagi anggota kelompok.dan modal kerja Untuk menunjang program tersebut diatas. Harapan ini salah satunya dari Kementerian Pertanian yang di aplikasikan kepada pemberian modal untuk pembelian hewan ternak (Sapi) . Salah satu upaya untuk bisa bangkit adalah dengan memberdayakan potensi yang ada disekitar Kelompok Tani Bina Mandiri . karena dengan adanya peternakan sapi maka diharapkan hasilnya bisa membantu kebutuhan Kelompok Tani Bina Mandiri. yang kenyataannya pada saat ini Kelompok Tani Bina Mandiri hanya bergerak dibidang pertanian dan mengandalkan iuran . begitu juga masyarakat disekitar kelompok tani yang sekitar 95% .c . dan hal ini bisa digunakan untuk menunjang .program yang kami ajukan DASAR PEMIKIRAN Anggota Kelompok Tani Bina Mandiri hampir semuanya para petani.b pertanian dan peternakan .a . apabila Kelompok Tani Bina Mandiri melakukan dengan 95% masyarakat bergerak dibidang Pertanian .III Tani Bina Mandiri yaitu pengembangan Kelompok penggemukan sapi potong local agar para anggota kelompok tani bersama masyarakat agar pendapatan income perkapita nya meningkat Kelompok .khususnya para petani disekitar Kelompok Tani Bina Mandiri PROGRAM UMUM Program di .V . itu juga tidak sesuai harapan Bertitik tolak dari kenyataan diatas dan berpikir kedepan. Kelompok Tani Bina Mandiri hanya memiliki lahan 1 Ha. diantaranya menampung hasil produksi pertanian yang berupa tanaman palawija dan mengembangkan peternakan sapi.IV Mandiri agribisnis Program Agribisnis yang kami ajukan dalam proposal ini berdasarkan pada potensi wilayah di lingkungan sekitar Kelompok Tani Bina berpikir.

6 % per-tahun (data Biro Pusat Statistik 2001).potong DAMPAK / HASIL Dengan terpenuhinya penyedian hewan ternak dan modal kerja. hal itu ditandai dengan impor daging untuk restoran-restoran internasional yang semakin banyak dengan meminta kualitas tertentu.VI VII. POTENSI PASAR Indonesia merupakan negara pengimpor sapi dan daging sapi guna memenuhi permintaan daging sapi dalam negeri yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Apalagi pada bulan-bulan tertentu seperti hari Lebaran dan Lebaran Qurban permintaan daging sapi sangat tinggi sehingga harga daging sapi melonjak.berjalan tanfa mengandalkan orang lain Harapan kedepan Kelompok Tani Bina Mandiri ini. Selain itu permintaan akan kualitas produksi daging juga semakin beragam. marbling atau pelemakan daging yang sesuai. Hal tersebut dikarenakan jumlah rumah pemotongan hewan yang meningkat seiring dengan meningkatnya permintaan kebutuhan konsumsi daging sapi yang cukup tinggi.per-kilogram.sampai Rp 85. . Dengan peningkatan permintaan tersebut tak kelak harga daging sapi menjadi cukup tinggi yaitu berkisar Rp 60. TUJUAN . kami yakin bahwa kegiatan yang kami laksanakan akan bermanfaat untuk Kelompok Tani Bina Mandiri dan Masyarakat Sekitarnya. terutama berkaitan dengan pengembangan usaha salah satunya yang bisa dikerjakan adalah mengelola ternak sapi potong luasnya lahan pertanian menjadi dasar utama Kelompok Tani Bina Mandiri untuk mengelola ternak sapi .000.000. apabila ajuan kami terkabulkan maka kami akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi lokal dilingkungan Kelompok Tani Bina Mandiri begitu juga kondisi kelompok tani . yang akhirnya . Melihat keadaan pasar tersebut pengembang-biakan sapi (penggemukan) menjadi potensi bisnis yang cukup menjanjikan.mengandalkan hasil pertanian dan peternakan. Kelompok Tani Bina Mandiri berpikir kedepan untuk mencapai keberhasilan dalam pembinaan masyarakat.. seperti warna. keempukan.akan lebih kuat dan berkembang VII. Produksi daging sapi dalam negeri selama 5 tahun terakhir selalu terjadi peningkatan rata-rata 7. sesuai dengan program dan rencana tersebut diatas..

3. Kestabilan lingkungan sosial dan keamanan karena masyarakat sasaran (anggota) mempunyai lahan ekonomi secara mandiri. meminimalisir impor sehingga menghemat devisa. VIII. namun diberikan makanan. ampas tahu. Tehnik penggemukan yang biasa disebut kereman yaitu sapi dipelihara dengan cara dikerem (disekap) dalam kandang pada jangka waktu 2 bulan. hijau-hijauan . dedak (katul). 3. Tergarapnya potensi dan sumber daya lokal untuk dikembangkan menjadi kegiatan usaha yang produktif dan konstruktif. Menggerakkan roda perekonomian daerah. 6. Makanan yang diberikan terdiri dari ampas ketela pohon. OUT PUT (DAMPAK SOSIAL DAN EKONOMI Dengan usaha kegiatan penggemukan sapi ini diharapkan mempunyai dampak positif berupa: 1. Mengelola lingkungan lokal secara berkelanjutan Meningkatkan peran Kelompok Tani Bina Mandiri di masyarakat. 5. akan terpenuhinya kebutuhan daging dalam negeri dengan pasokan lokal. 2. 1. Memulihkan keberdayaan masyarakat Menciptakan lapangan kerja baru yang berbasis potensi lokal. 4. tanpa dipekerjakan sama sekali. kulit ketela pohon. 2. Meningkatkan pendapatan / penghasilan kelompok tani dan masyarakat daerah sekitanya. IX.Tujuan dari kegiatan ini adalah . Secara makro. BENTUK KEGIATAN Dalam proyek ini bentuk kegiatannya adalah penggemukan sapi potong secara intensif yang dilakukan oleh kelompok-kelompok peternak yang dikoordinir oleh Kelompok Tani Bina Mandiri.

B. konsentrat. Pelaksanaan a) Kegaiatan usaha dilakukan oleh Para anggota dan masyarakat sekitar Kelompok Tani Bina Mandiri . pemuka masyarakat dan tokoh agama. maka makanan yang diberikan secara berangsur-angsur adalah 30 kg sehari (pagi dan sore). Dengan demikian dalam waktu yang relatif singkat (2 bulan) dapat memberikan berat badan seperti yang diharapkan. 4) Melakukan pendekatan dengan dinas-dinas terkait. 3) Menghubungi tokoh formal di kecamatan dan desa masyarakat sasaran (Camat. Langkah-langkah yang dilakukan dalam program sosialisasi ini adalah : 1) Menghubungi masyarakat peternak lingkungan proyek sebagai studi kasus untuk mengetahui secara dekat kebutuhan dan harapan mereka. Hal tersebut dimaksudkan agar proyek ini betul-betul dapat diterima masyarakat sehingga mereka akan antusias untuk mendukungnya. dicampur zat pengurai yaitu NOPKOR dan zat penghilang bau yaitu MOFU. Kepala desa dan perangkatnya).(rumput atau perdu). Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui respon mereka dan juga mendapatkan input-input yang dapat mendukung proyek ini serta sesuai dengan kondisi dan harapan masyarakat sasaran. kuku anthrax dan lainnya. dalam hal ini adalah Dinas Peternakan Kabupaten Garut dll. Selama pemeliharaan agar sapi senantiasa sehat maka dilakukan pengobatan. dalam hal ini BPD. ditambah dengan pupuk KCL. Banyaknya makanan yang diberikan kurang lebih 10 % dari berat badan sapi.STRATEGI DAN TEHNIS PELAKSANAAN Tehnis pelaksanaan kegiatan ini adalah : A. pemberian vitamin. Pada tingkat ini dimaksudkan untuk mencari dukungan terhadap proyek. contohnya. Sedangkan penimbangan dan pemantauan dilakukan secara reguler 1 bulan sekali. 2) Menghubungi lembaga kemasyarakatan yang ada di masyarakat sasaran. Sosialisasi Sebelum Proyek Penggemukan Sapi ini dilakukan maka langkah pertama yang diupayakan adalah melakukan sosialisasi atas proyek ini kepada masyarakat yang berada disekitar Kelompok Tani Bina Riksa. SP36. RW. apabila berat sapi 300 kg. X. RT. jamu-jamuan dan vaksinasi. Vaksinasi yang perlu diberikan biasanya vaksin penyakit mulut.

Ciri-ciri sapi bakalan yang baik antara lain. e) Anggota dan masyarakat sekiar lembaga berkewajiban menjaga dan merawat sapi-sapi tersebut agar sanantiasa dalam pertumbuhan dan kesehatan yang stabil. bersih. h) Selama masa penggemukan tersebut hewan-hewan ternak tadi akan dikontrol secara berkala. Selama masa penggemukan. Kontrol dilakukan untuk mengukur kesehatan dan tingkat pertumbuhannya agar tetap dalam grafik pertumbuhan sesuai program. mulut berujung papak. c) Sapi yang akan digemukkan adalah sapi bakalan jenis lokal berumur sekitar 2-3 tahun dengan kondisi sehat dan postur yang baik. f) Untuk perkandangan akan dibebankan kepada anggota dan masyarakat sekiar Kelompok . g) Setiap Anggota dan masyarakat sekitar lembaga harus menyelenggarakan kegiatan administrasi yang tertib dan terkontrol serta diakhir periode Pengurus harus membuat laporan kegiatan dan keuangan. dan masyarakat sekiar Koperasi diberikan diklat yang diadakan oleh Kelompok Tani Bina Mandiri bekerjasama dengan Biro Pengembangan Kelompok Tani Bina Mandiri. Juga mengupayakan hija-hijauan sebagai salah satu bahan pakan ternak tersebut. pantat tidak lancip. . tulang iga kuwung. Proses penggemukan menurut perhitungan ekonomis dilakukan selama 2 bulan. Sapi bakalan tersebut diperoleh dari pasar setempat kemudian diserahkan kepada anggota dan masyarakat sekiar lembaga kelompok tani untuk digemukkan. Adapun pembuatan kandang dan pengelolaan sapi-sapi tersebut akan dibimbing oleh Kelompok Tani Bina Mandiri melalui pelatihan. pelupuk mata tebal. mempunyai nafsu makan besar. kuku papak dan sejajar. anggota dan masyarakat sekiar Koperasi akan disuplai makanan dan suplemen (jamu/vitamin) hewan ternaknya sebagaimana anggaran dibawah nanti. yakni 1 bulan sekali. anggota dan masyarakat sekiar Kelompok memperoleh pengetahuan dan pemahaman yang baik atas hewan ternaknya dan cara pengolahan pakan sehingga proses penggemukannnya akan dilakukan secara benar. d) Pakan diupayakan dan diolah oleh anggota dan masyarakat sekiar kelopmpok.b) Sebelum diberikan hewan ternak. Kontrol akan dilakukan oleh seorang mantri hewan yang ditunjuk. bulu bersinar. mempunyai kerangka yang besar. kaki besar dan kuat.

000. d.i) Setelah 2 bulan sapi-sapi tersebut kemudian dijual dengan harga penawaran tertinggi.. Anggota dan masyarakat sekitar kelompok tani mampu mengelola kegiatan usaha dan keuangannya secara mandiri. sehingga memperkuat posisi kelompok tani sebagai agen perubahan dan pengembangan masyarakat.per-ekor j) Pendapatan penjualan kemudian dikurangi oleh harga pokok produksi selama proses penggemukan berlangsung. f. anggota dan masyarakat sekitar kelompok tani mempunyai masingmasing minimal 1 ekor sapi. STRUKTUR DAN MANAJEMEN . e.600. Anggota dan masyarakat sektiar kelompok tani berkembang secara dinamis yang memungkinkan mereka melakukan usaha-usaha lain yang menguntungkan. begitu seterusnya. b. Anggota dan masyarakat sekitar kelompok tani dapat berkembang menjadi lembaga ekonomi masyarakat yang mandiri. k) Saldo dari pengurangan biaya pokok produksi menjadi laba kotor yang akan dikurangi dengan :  10%   l) Dana Sosial sebesar 3% PPh Pasal 25 sebesar 5 % Tabungan anggota dan masyarakat sekiar Koperasi sebesar Setelah pengurangan tersebut diperoleh laba bersih yang akan dibagi dua yakni :  65 % XI. MANFA’AT PROYEK Proyek ini selesai dalam 36 periode atau selama 3 tahun. c. XII. Permasalahan limbah tapioka dapat sedikit terkurangi sehingga membantu terciptanya lingkungan yang bersih dan sehat. Harga penjualan diprediksikan sesuai harga pasar saat ini adalah Rp 7. Koperasi dapat menjalin kerjasama timbal balik yang secara sosial dan ekonomi dengan masyarakat sekitar. Setelah periode ke-36 tersebut setiap anggota dan masyarakat sekitar kelompok tani diharapkan : Untuk Anggota peternak sebagai pendapatan mereka sebesar a. Selanjutnya harga pokok produksi tadi dipergunakan untuk dibelikan lagi sapi yang akan dilakukan proses penggemukan periode II.

Tim monitoring / evaluasi : Dinas Instansi terkait Pen. Sedangkan struktur organisasi dan personalia proyek ini adalah: Pengarah Garut 2. Kabag Sosial Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Sosial Penasehat (BPMS) Kab. Kadinas Pertanian dan Peternakan Kab. Garut : Camat bungbulang : 1. Jawab/Manajer Proyek Koordinator kelompok I Koordinator kelompok II Koordinator kelompok III Kontak person : Ketua Kelompok Tani : Toha : Mulyana : Ali : 085223509325 STRUKTUR MANAJEMEN USAHA PENGGEMUKAN SAPI KELOMPOK TANI BINA MANDIRI TIM MONITOR DAN EVALUASI : DINAS SOSIAL DAN INSTANSI TERKAIT KELOMPOK I: KETUA / MANAJER PROYEK KELOMPOK II : KETUA / STAF : KEUANGAN MANTRI HEWAN Keterangan : Pengarahan PEMBAN TU UMUM Garis Pembinaan / KELOMPOK III : KETUA / Garis Koordinasi .Pelaksana program ini adalah Kelompok Tani Bina Mandiri Desa Tegalega Kecamatan bungbulang Kabupaten Garut.

Memimpin seluruh kegiatan operasional harian proyek. 3. Koordinsi dengan 1.Melakukan kerjasama dengan pihak-pihak terkait. 3. penjualan sapi2 mberikan anggotanya. pengarahan dan pembinaan cara beternak kepada peternak. hasil kerjanya. Koordinasi 1. 2. Meng 1.Melakukan kegiatan administrasi proyek. Mempertanggu atur. Memb uat laporan hasil kerja kelompoknya setiap periode. 2.Membuat laporan kegiatan setiap periode. Mempertanggun g-jawabkan hasil kerjanya. Mempertanggu ediakan rumput kelompok ketua ng-jawabkan pakan untuk sapi melakukan kelompoknya. 2. masing2 2. kelompoknya. aspek keuangan kpd. hasil kerjanya. pakan dan pembelian dan 2. Membuat keputusankeputusan atas kebijakan usaha. Meny 2. sapi ternak. 4. pengarahan dan 2. KHUSUS 1. Me suplemen kpd. 3. Mempertanggu pakan (komboran) uat admisintrasi dengan manajer ng-jawabkan dan suplemen ke distibusi pakan dan proyek. 3. Membagi dan mendistribusikan dana pada pos-pos anggaran yang telah diputuskan. Staf Kesehatan hewan Meng 1. Bersama ketua 1. 2. Mempertanggu ng-jawabkan pelaksanaanpro yek 1.Memberikan . 2. 1. Mengkoordinir pelaksanaan kegiatan proyek. 1. Membuat administrasi keuangan. 2.Mempertanggu ng-jawabkan hasil kerjanya. 1. mencatat danmenjaga/menga mankan kelancaran arus kas. manajer 3. mengawasi uat laporan dan mengevaluasi pertumbuhan dan bobot pertumbuhan kesehatan sapi-sapi dan kesehatan sapiternak tiap bulan. Men 1. hasil kerjanya. Bersa 1. 2. Melakukan pembinaan manajemen keuangan kepada setiap kelompok. Memb pengawasan elenggarakan uat laporan kepada kegiatan pembelian dan anggotanya administrasi pada penjualan.Deskripsi kerja: Untuk mengoptimalkan kinerja pengelola proyek tersebut. 1. gudang transit suplemen. 1. Membantu tugas2 inventaris. Memb ontrol. MANAJERIAL HARIAN 1. Mendistribusikan 1. ternak sesuai pencatatan atas dengan porsi yang sirkulasi pakan dan ditetapkan. Menyelenggaraka n rapat-rapat koordinasi dan evaluasi. 2. 1. Mengkonsep dan membuat perencanaan kegiatan. Meny 1. Staf Keuangan 1. Melakukan pengarahan dan pengawasan kepada staf dan pembantu umum. 3. Menja ga kepercayaan anggotanya. membagi dan ma Manajer gkoordinir ng-jawabkan mendistribusikan melakukan anggotanya. maka masingmasing elemen dalam struktur manajemen diatas mempunyai tugas dan kewenangan yang tercover dalam deskripsi kerja sebagai berikut : JABATAN Manajer Proyek OPERASIONAL HARIAN 1. suplemen. Melakukan pendidikan. 3.Melakukan sosialisasi proyek ini kepada pihakpihak terkait. Melakukan evaluasi dan pengawasan distribusi keuangan setiap kelompok. 1. Meraw kelompok. Pembantu Umum Ketua Kelompok Peternak Anggota Pengarah 1. Merencanakan anggaran pendapatan dan belanja setiap periode. manajer. Memb 1. Membuat laporan keuangan bulanan dan tiap periode. at kendaraan 2. Mengatur. 2. Mengelola keuangan proyek. Menj aga dan merawat sapi ternak 1. Memberikan pertimbangan thd. ternak anggotanya. KHUSUS 1.Menjaga/mengaman kan aset-aset proyek.

000 Rp 10.000 Rp 45.000 1 unit 1 unit Jumlah AKTIVA LANCAR (MODAL KERJA) : 1. Koord. Gudang transit pakan 2. 7. Staff : 1.000 61 hari 8 kali 2 bulan 2 bulan 2 bulan 2 bulan 2 bulan 2 bulan 2 bulan 2 bulan .000 Rp 1. Gudang (second) 6.000 Rp 10.000 WAKTU JUMLAH Rp 6.000 Rp 2.000.200.000.000 Rp 700.600. XIII.000 Rp 600.000. Operasional: a.000 Rp 5. Kel/adm. Timbangan sapi 7. Umum c.000 Rp 1.000 Rp 1. Chek-up dan timbang badan sapi 8.(terbilang.000.000. Mem berikan advis dan dukungan moril atas pelaksanaan proyek ini.200..000. Manajer 1 kali 1 kali 100 ekor 100 ekor 100 ekor 1 orang 1 orang 1 orang 3 orang 100 ekor 1 orang 1 orang 1 orang Rp 3. Dana bantuan guliran Rp 744.000.000 Rp 600. Suplemen 6. ANGGARAN BIAYA Proyek penggemukan sapi Kelompok Tani Bina Mandiri ini memerlukan biaya sebesar Rp 744.000 Rp 2. Lemari arsip 5. Mesin pengolah pakan 3 1 1 1 1 URAIAN unit set paket unit unit BIAYA Rp 2.000 Rp 72.000 Rp 3.000 Rp 45.000.000 Rp 1.000.000.000 Rp 6.000.Penasehat informasi dan pengarahan atas pelaksanaan proyek.500 Rp 1. Pembelian sapi 4.000 Rp 10.000 Rp 4.000 Rp 48.000. Sosialisasi program 2.000. Pakan 5.000.000.000.000.000 Rp 300.000 Rp 5.000.000. 1.000 Rp 4. Meja.200. Keuangan 2. Pemb. Manajer proyek b. kursi dan ATK: 4.000.800.000. Upah : a.000 Rp 600. Diklat / bina anggota 3. Komputer + printer 3. tujuh ratus empat puluh empat juta dua rtaus ribu rupiah) yang mana biaya tersebut dialokasikan dari: a.- Untuk dana bantuan guliran (Revolving Fund) diajukan kepada Kementrian Pertanian RI : Adapun perincian anggaran biaya adalah sebagai berikut KOMPONEN AKTIVA TETAP (SARANA) : 1.000 Rp 5.000.000 Rp 5.000 Rp 700.700.

200.000 Rp 2. Pengadaan pakan b.000 Rp 300.000 Rp 900.000 Rp 744. kursi dan alat tulis kantor (ATK).000.000 Rp 25.500.000 Rp 400. Setiap kelompok disediakan 1 gudang dan diupayakan berlokasi di areal dekat domisili kelompok hingga memudahkan anggota kelompok untuk mengaksesnya.000 Rp 600.000 Rp 1.000 Rp 2. Penjualan d. Pembantu Umum 9. untuk menyimpan dan menjaga arsip-arsip selama pelaksanaan proyek ini berlangsung.000 Rp 672.000 Rp 150.000 Rp 25.b.000 Rp 400. 1 set perangkat komputer. 3.000 Rp 25.000 Rp 200. Adm.000 Rp 300. Biaya Keseluruhan: AKTIVA TETAP AKTIVA LANCAR JUMLAH SEMUA XIV. Staff c. Meja.000 2 bulan 2 bulan Jumlah 1. Perawatan kendaraan 11. dan telepon 12. Rapat kelompok e. Lain-lain 10. Lemari arsip.000 Rp 300.000 Rp 300.000 Rp 300. untuk tempat transit pakan pada kelompok-kelompok peternak.000 Rp 50.000 Rp 50. 2.600. 3.000 Rp 400.000 Rp 400. 2.000.700.000 Rp 72.000 Rp 672.000 Rp 150. sebagai sarana pendukung untuk kegiatan administrasi proyek dan kelompok-kelompok peternak. .500. AKTIVA TETAP (SARANA) : Gudang transit.800.000 2 1 1 2 2 bulan kali kali bulan bulan Rp 1. Operasional kelom. 1. Biaya lain-lain 2 X 3 X 3 gudang 100 kali angkutan 100 kali angkutan 3 kelompok 3 kelompok Rp 300.000 Rp 200.000 Rp 10. 4. Pembelian c. untuk memudahkan kegiatan bank data dan administrasi selama proyek ini berlangsung. : a.

untuk mencacah dan mengolah pakan dimana bahan-bahan pakan tadi dilumatkan dalam mesin tersebut sehingga menghasilkan pakan yang siap saji. Selama pelaksaan kegiatan ini. Pembelian sapi jenis lokal berumur sekitar 2 tahun dalam keadaan normal ditetapkan sesuai harga pasar sebesar Rp. Chek-up dan penimbangan dilakukan 1 bulan sekali.000. XV. 3. Gudang . ditetapkan seorang manajer proyek sebagai koordinator proyek sekaligus pengarah lapangan dibantu dengan 2 orang staf yakni staf keuangan yang bertugas sebagai pengelola keuangan proyek dan dibantu dengan 1 orang pembantu umum yang bertugas sebagai pendistribusi pakan dan pekerjaan lainnya. kepala desa lokasi proyek. Diklat. Dalam hal ini melibatkan camat Singajaya. pengenalan dan sosialisasi kepada masyarakat sasaran. Sebanyak 100 ekor untuk 25 peternak awal.5. Sedangkan tiap-tiap kelompok . selain pakan sapi-sapi tersebut. 4. 6. ditambah dengan pupuk KCL.-. ampas tahu. suplemen. Mesin pengolah pakan. 1. yaitu 4 kali dalam satu bulan. AKTIVA LANCAR (MODAL KERJA) : Sosialisasi program. Kepala BPD lokasi proyek. diberikan makanan suplemen berupa jamu-jamuan atau vitamin secara temporer. sebagai sarana kerja untuk mendistribusikan kebutuhan- kebutuhan kelompok (angkutan pembelian dan penjualan sapi-sapi. Timbangan sapi. Hal tersebut bertujuan agar sapi-sapi selalu dalam keadaan sehat dan bertambahnya napsu makan. dipergunakan untuk mengukur dan memantau pertumbuhan sapi selama masa penggemukan. dll) agar kinerja pelaksanaan proyek ini menjadi lebih efektif dan optimal. Pakan sapi berupa comboran yang terdiri dari ampas ketela pohon. 6. dedak (katul).000. 5. SP36. hijau-hijauan (rumput atau perdu). kulit ketela pohon. Mobil jenis Kijang/L 300 pick-up dalam keadaan second dan kondisi baik. pakan. 6. Komboran diberikan 1 kali setiap hari (berangsur pagi dan sore). dicampur zat pengurai yaitu NOPKOR dan zat penghilang bau MOFU. Suplemen. biaya yang dikeluarkan dalam kegiatan diklat kepada seluruh calon anggota peternak. pekerja sosial masyarakat (PSM) setempat dan dinas instansi terkait. serta tetes dan garam. dalam hal ini Kelompok Tani Bina Mandiri menyediakan seorang mantri hewan yang selalu memantau keadaan dan kesehatan sapi-sapi tersebut agar tetap dalam perkembangan pertumbuhan (penggemukan) sesuai program. konsentrat. Chek-up dan penimbangan sapi. 7. 7. tokoh masyarakat. 2.

Biaya lain-lain. sebagai biaya administrasi dan penggunaan sarana telepon untuk kegiatan proyek. PENUTUP Demikian proposal usaha penggemukan sapi Kelompok Tani Bina Mandiri. Anggaran operasional pengelolaan ditetapkan dalam satu periode kegiatan ini (3 bulan) untuk : a) Operasional pengelola meliputi operasional manajer.ditunjuk seorang ketua kelompok sekaligus mengurusi administrasi setiap kelompoknya. Adminstrasi dan telepon. b) Operasional kelompok meliputi operasional pengadaan pakan. 10. 8. 11. rapat-rapat kelompok dan lain-lain. staff. Monitoring diadakan setiap 1 periode berakhir dan dilakukan oleh tim monitoring yang terdiri dari Kelompok Tani Bina Mandiri dan Instansi terkait. 9. MONITORING (PEMANTAUAN DAN EVALUASI) Selama proyek ini berjalan diadakan kegiatan monitoring secara reguler terhadap pelaksanaan proyek ini dimaksudkan untuk melihat sampai sejauh mana proyek ini berjalan sesuai rencana dan mencapai tujuan-tujuannya dan mengevaluasi kinerja pengelola proyek agar terhindar dari deviasi dan unefisiensi. sebagai biaya perawatan untuk kendaraan sarana proyek selama 1 periode agar senantiasa dalam keadaan laik pakai. sebagai cadangan lain-lain untuk pos anggaran tak terduga. XVII. Besar harapan kami dengan terealisasinya kegiatan ini menjadi salah satu alternatif solusi yang berdampak positif terutama terhadap . ANALISIS KEUANGAN Analisis keuangan dan sirkulasi arus kas dapat dilihat dalam lampiran 1 proposal ini. XVIII. pembelian dan penjualan sapi-sapi ternak. Perawatan kendaraan. XVI. dan pembantu umum.

masyarakat sasaran dan lingkungan sosial sekitarnya. Bungbulang UPTD Peternakan Kec. Akhirnya atas perhatian. NIP. Bagaimanapun akhirnya kita sendiri yang harus berupaya mencari pemecahan atas persoalan-persoalan yang terjadi sebagaimana pesan Allah SWT dalam Al Qur’an surat Ar Ra’d ayat 11 yang artinya. TOHA .Mengetahui Camat Kec.n Kepala Desa Tegalega ………………………………… …… NIP. Ketua Kelompok Tani Bina Mandiri Sekretaris ENGKUS SUTISNA . Sesungguhnya Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum (komunitas masyarakat) selagi mereka tidak berusaha merubahnya sendiri. Bungbulang ITANG a. Oleh karena itu kami berharap atas dukungan dan partisipasi kongkrit British Council melalui program kewirausahaan atas upaya yang akan kami lakukan ini. dukungan dan partisipasinya kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. ………………………………… .

f) Timbangan sapi 1 unit senilai Rp 6.000.000. Modal sebesar Rp 744.000.000.200...000. II.000.h) Biaya sosialisasi program sebesar Rp 3.000.000.000.Seluruh sarana tersebut didepresiasi (penyusutan) menggunakan metode straight line selama 12 periode dengan nilai residu 0% kecuali untuk kendaraan dengan nilai residu 26%.200.000. Pengadaan sarana Pengadaan sarana berupa: a) Pengadaan gudang transit sebanyak 3 unit @Rp 2. PENGELUARAN Pos Anggaran Pengeluaran yang ditetapkan dalam pelaksanaan proyek ini meliputi : I.Modal kerja Modal kerja dialokasikan pada 2 kelompok yakni .. INVESTASI Total investasi sebesar Rp 744.-selanjutnya diinvestasikan dalam proyek ini secara bergulir (revolving fund) dimana setiap periode berlangsung 3 bulan dengan interval maksimal 10 hari.000.c) Pengadaan meja kursi dan ATK untuk pengelola senilai Rp 1.000. Biaya Variabel a) Pembelian 100 ekor sapi @Rp 6. semua senilai Rp 6.000.000..000..LAMPIRAN 1 : ANALISIS KEUANGAN PROYEK PENGGEMUKAN SAPI POTONG KELOMPOK TANI BINA MANDIRI Analisis biaya yang dipakai di bawah ini bersifat progresif.000.000.d) Pengadaan lemari untuk penyimpanan arsip 1 unit senilai Rp 700. Dana Revolving Fund sebesar Rp 744.000.b) Pengadaan 1 set komputer senilai Rp 5.000.terdiri dari : I.- .200.000.e) Pengadaan gudang 1 unit senilai Rp 45. dimana kecenderungan harga-harga selalu naik.g) Mesin pengolah pakan 1 unit senilai Rp 10. Asumsi-asumsi tersebut selanjutnya diterangkan di bawah ini sebagi berikut : A.000.000.

.. Operasional berupa : Biaya pengadaan pakan 6 rit @Rp 25. Biaya lain-lain 3 kelompok @Rp 50. 4.000 dalam 1 periode. 8 kali dalam 1 periode (2 bulan).sebulan selama 2 bulan..000. e) Monitoring dan evaluasi Rp 600.000.000. 3.sebulan selama Upah pengelola proyek : Manajer proyek 1 orang Rp 1. d) Cek-up dan penimbangan sapi @Rp 10. Pembelian suplemen/jamu @Rp 2. 2.000.000.-.untuk 3 gudang transit selama 2 bulan.000. Biaya pertemuan 3 kelompok @Rp 50.. e) 1.000 Operasional pengelola proyek : Manajer proyek 1 orang Rp 200.000 sebulan selama 2 300.000.sebulan selama 2 bulan. bulan. 2. Koordinator sebagai tenaga administrasi 3 orang @Rp Staf 1 orang @ Rp 600. 4. 3.satu bulan sekali selama 2 bulan.....000.. Biaya angkutan pembelian 100 ekor sapi @Rp 25. Biaya angkutan penjualan 100 sapi @Rp 25. Perawatan kendaraan Rp 400.000.000.500. 2 bulan.000 dalam 1 periode. 2.Biaya Tetap a) 1.. 5. bulan.000.000. c) d) bulan.selama 61 hari (2 bulan).. Staf 1 orang dan pembantu umum 1 orang Rp 300. Administrasi dan telepon Rp 200.000.b) c) Pembelian pakan @Rp 10. b) 1.sebulan selama 2 .000. f) Biaya pelatihan dan pembinaan anggota setiap anggota @Rp 100.sebulan selama 2 sebulan selama 2 bulan..sebulan selama 2 bulan Pembantu umum 1 orang Rp 300.sebulan selama 2 bulan.-.

Perolehan penjualan selanjutnya dikurangi sejumlah biaya pengeluaran (biaya pokok produksi) sehingga diperoleh laba kotor . 2. maka akan terjadi perubahan-perubahan asumsi menyesuaikan pos biyaya . Tabungan anggota dan anggota sebesar 10 % dari laba kotor Dana sosial (untuk keperluan sosial kelompok) sebesar 3 % dari laba kotor.000. B. PENDAPATAN Setelah 2 bulan dilakukan penjualan 100 ekor sapi dengan harga jual pasar Rp 7. begitu seterusnya dalam setiap periode. C.f) Pengeluaran lain-lain (tak terduga) Rp 300.. Setelah pengurangan diatas sisa penjualan tersebut menjadi laba bersih yang menjadi laba bagi hasil (revenue sharing) dimana : 1. maka perhitungan Return on Invesment (ROI) dan Payback Period tidak dibuat. Pembayaran PPh Pasal 25 sebesar 5 % dari laba kotor. III.600.000 sebulan selama 2 bulan. KETERANGAN LAIN Karena dana bersifat guliran (revolving). 65 % diberikan kepada peternak sebagai hasil kerjanya selama 6 bulan. Laba kotor tersebut selanjutnya dikurangi : 1. 1. 2.per-ekor (harga bulan Januari 2011) II. IV. I. Apabila investasi membutuhkan pengangsuran (pinjaman) pada setiap periode. 2. 3. 35 % menjadi dana guliran (revolving fund) untuk modal kerja anggota baru.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful