P. 1
Tinjauan Psikologis Terhadap Perkembangan Dan Pendidikan Anak Dalam Keluarga Islam

Tinjauan Psikologis Terhadap Perkembangan Dan Pendidikan Anak Dalam Keluarga Islam

|Views: 214|Likes:
Published by HayDhar Glasela

More info:

Published by: HayDhar Glasela on Jan 28, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/13/2015

pdf

text

original

1

Tinjauan Psikologis terhadap Perkembangan dan Pendidikan Anak di dalam Keluarga Islam Abstract: This paper tries to explain how the educational and psychological development of the children is reviewed in the Islamic family law. Initially, the writer deals with the classification of these subjects. Firstly, psychological development of children in the family. Secondly, the normative and juridical perspective of Islamic family law on children's development and education. Eventually, The focus of this paper is expected to be the starting point of the theoretical and practical level concerning how to understand and apply the effort related to the development and education of children. As the result, the discussion pointed several points on the psychological and educational development of the children, such as: the important phases that can be used as a reference by stakeholders including: oral, anal, falik, latent and genital phase. Related to the spirit of the Islamic family law, understanding on psychological development of the children is very helpful for every actor, such as teachers, parents, and staekholders, on monitoring and educating the children. Furthermore, every action taken by them concerning on children monitoring and education must be suitable with the characteristic of the children in order to maximize their potention. These results are also confirmed by some general rules found in some positive laws in Indonesia. A. Pendahuluan Berangkat dari pendapat yang mengatakan bahwa anak-anak hari ini adalah orang dewasa di masa yang akan datang. Mereka akan mempunyai kewajiban dan tanggung jawab yang cukup besar sebagaimana layaknya dalam kehidupan orang-orang dewasa pada umumnya. Bagaimana keadaan orang dewasa di masa yang akan datang sangat tergantung kepada sikap dan penerimaan serta perlakuan orangtua terhadap anak-anaknya pada saat sekarang. Oleh karena itu, merupakan bahan kesadaran yang cukup baik pada sementara orang dewasa untuk memperhatikan apa yang mereka berikan kepada anak-anaknya. Sesuatu yang diberikan kepada anak tentu akan memberikan hasil yang cukup menggembirakan jika permasalahan hubungan dan cara serta perasaan tanggung jawabnya tidak diabaikan.1 Setiap orangtua yang bertanggung jawab juga memikirkan dan mengusahakan agar senantiasa terciptadan terpelihara suatu hubungan antara orangtua dengan anak yang baik, efektif dan menambah kebaikan dalam keharmonisan keluarga. Sebab akan menjadi bahan kesadaran kepada para orangtua bahwa hanya dengan hubungan yang baik kegiatan pendidikan dapat dilaksanakan dengan efektif dan dapat menunjang terciptanya kehidupan keluarga yang harmonis. Kesadaran yang demikianlah kemudian menyebabkan semakin
Hasan Basri, Keluarga Sakinah Tinjauan Psikologi dan Agama, Cet-IV, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 1999), hlm. 85-86.
1

2 Selanjutnya. (Bandung: PT Remaja Rosda Karya. cet-II. 3 J Bachtiar Affandie. 42. psikologi perkembangan merupakan pengetahuan yang mempelajari persamaan dan perbedaan fungsi-fungsi psikologis sepanjang hidup. Lerner (1976) seperti yang dikutip Desmita. Ihya ‘Ulumuddin. 247. Psikologi Perkembangan dan Pendidikan Anak Richard M. merumuskan. maka dapat diformulasikan bahwa pendidikan agama berpangkal juga di dalam keluarga. terlebih sejak anak-anak itu masih dalam kandungan. (Jakarta: Penerbit Jambatan.3 B. atau lima tahun. 4 Desmita. misalnya mempelajari bagaimana proses berpikir pada anak-anak usia satu. Jika anak itu dibiasakan dan diajari berbuat baik. Tinjauan Umum tentang Anak a. memiliki persamaan atau perbedaan atau bagaimana kepribadian seseorang berubah dan berkembang dari anakanak. sifat dasar anak yaitu menerima semua yang dilukiskan dan condong pada semua yang tertuju kepadanya. hlm. Tetapi jika dibiasakan berbuat jahat dan dibiarkan beguti saja.2 banyak orangtua dan orang dewasa lainnya berusaha menambah pengetahuannya tentang anak sehingga memudahkan mereka menciptakan dan memelihara hubungan baik dengan mereka. hlm. Pendapat tentang anak seperti ini ditegaskan pula oleh Imam Ghazali yang mengatakan anak adalah suatu amanat Tuhan kepada ibu bapaknya. Atas dasar keterangan inilah. maka anak itu akan tumbuh atas kebaikan itu dan akan hidup berbahagia di dunia dan akhirat. Maka orangtua di dalam keluarga mempunyai kewajiban kodrati untuk memperhatikan anak-anaknya serta mendidiknya sejak anak-anak itu kecil. dua.4 Dalam beberapa diskursus psikologi perkembangan. maka anak itu akan celaka. tentang Keajaiban Hati. Namun dalam perkembangan sosial dan pendidikannya anak juga merupakan makhluk sosial seperti halnya orang dewasa yakni membutuhkan orang lain untuk dapat Al-Ghazali. 1960). remaja sampai dewasa. Tentunya hal ini akan memberikan konsekuensi yang baik terhadap sikap kedua orangtua dan pendidik-pendidiknya dimana akan mendapat kebahagiaan pula dari usahanya itu. Psikologi Perkembangan. Dari penjelasan di atas. 2 . 2006). (Jakarta:Yayasan Kesejahteraan Keluarga . hlm. secara umum anak merupakan regenerasi genetis dari hubungan ayah dan ibu yang masih berada dalam usia belum matang. baik ayah ibu maupun kakak-kakaknya dapat berpengaruh terhadap anak. Pembahasan 1. dapat dipahami bahwa salah satu ukuran kualitas (nilai/kemajuan) anak itu ialah terletak pada yang bertanggung jawab (pendidik) atau walinya. Mengacu pada pemaparan di atas maka norma-norma pada anggotaanggota keluarga. Cet-II. alih bahasa oleh Nur Hikmah. Akhlak. 1965). sedang lingkungan keluarga merupakan wahana pendidikan yang mampu mengantarkan anak kepada pendidikan dasar baik formal maupun informal. 3.

Anak Tiga Tahun Pertama. b. hlm. Peran strategis yang dimiliki keluarga terhadap anak secara tidak langsung membutuhkan aturan dengan tujuan untuk menciptakan kebahagiaan dan keberlangsungan hidup anak. anak mempunyai kecenderungan untuk menyimpang dari hukum dan ketertiban yang disebabkan oleh keterbatasan pengetahuan dan pengertian terhadap realita kehidupan. perasaan. Pada sisi lain. maka keluarga wajib memberi kesempatan bagi anak untuk belajar tingkah laku yang penting untuk perkembangan yang cukup baik dalam kehidupan bersama. Sedangkan jalan yang bisa dijadikan penerang adalah dengan ilmu. anak sebagai orang yang mempunyai pikiran. kasih sayang dan tempat bagi perkembangannya. Keluarga merupakan ruang yang sangat strategis dalam mengarahkan pada kehidupan anak secara Islami guna mencapai tujuan kebahagiaan dunia dan akhirat. Anak secara umum juga dapat diartikan dengan masa tumbuh. mampu menciptakan keseimbangan antara hak dan kewajiban orangtua terhadap anak maupun membina hubungan baik dengan masyarakat dan lingkungannya. 5 . orangtua menduduki peranan sangat penting baik dalam kehidupan keluarga secara umum dalam pembinaan anakanaknya secara khusus. 6 Rahmat Suyud. 12.5 Karena anak lahir dengan segala kelemahan maka tanpa orang lain anak tidak mungkin dapat mencapai taraf kemanusiaan yang normal. (Yogyakarta:Fakultas Tarbiyah IAIN SUKA.1978). Perkembangan dan Pendidikan Anak dalam hukum keluarga Islam Anak dalam bahasa Arab disebut “walad” yang berati keturunan kedua atau manusia kecil. 2007). 27. anak juga tidak sama dengan orang dewasa. Anak adalah pribadi yang masih bersih dan peka terhadap rangsangan-rangsangan yang berasal dari lingkungan. Dapat dipahami bahwa anak dalam perspektif psikologis memberikan gambaran umum betapa penting peranan faktor external mempengaruhi perkembangan dan pendidikan anak. sikap dan minat berbeda dengan orang dewasa—dengan segala keterbatasannya—anak merupakan mahluk yang membutuhkan pemeliharaan. Selain itu. (Bandung:PT. 6 Dalam aplikasinya. Selanjutnya. Anak-anak lebih mudah belajar dengan contoh-contoh yang diterimanya dari aturan-aturan yang bersifat memaksa. Pokok-pokok Ilmu Jiwa Perkembangan. Refika Aditama. Hal tersebut penting mengingat pengaruh keluarga dan lingkungan sangat Dariyo. hlm. anak sebagai bagian dari keluarga.3 membantu mengembangkan kemampuannya. Psikologi Perkembangan Anak. sebagaimana cita-cita kehidupan muslim pada umumnya. Maka anak-anak harus diberi kesempatan untuk menuntut ilmu pengetahuan sebanyak-banyaknya baik ilmu pengetahuan umum maupun agama. Anak adalah seseorang yang berada pada suatu masa perkembangan tertentu dan mempunyai potensi-potensi untuk menjadi dewasa. Agoes.

Untuk itu agar suatu gejala dalam psikologi perkembangan dapat dimengerti. memiliki pengetahuan dan ketrampilan. erat kaitannya dengan pendidikan formal adalah 7 Netty Hartati dkk. 19.7 Dengan demikian usaha memahami psikologi perkembangan anak sangat membantu bagi pelaku pendidikan yakni orangtua maupun guru untuk mengawal dan mendidik anak sampai pada fase-fase perkembangan yang selanjutnya sesuai dengan potensi-potensi yang harus dicapainya. (Jakarta: PT. sehingga memungkinkan perkembangan jiwa mereka dapat terlaksana dengan optimal. hlm.9 Selanjutnya. 2001). Perkembangan dan Pendidikan Anak a. mendefinisikan teori sebagai suatu prinsip umum yang dirumuskan untuk menjelaskan sekelompok gejala yang berkaitan. Hal ini berarti anak berhak memperoleh kesempatan seluas-luasnya untuk tumbuh secara fisik dan berkembang secara psikologis dan ini semua akan tercapai apabila lingkungan berada pada situasi yang kondusif. secara garis besar proses perkembangan dan pendidikan anak merupakan tanggungjawab yang bertujuan menyiapkan kualitas anak. sampai pada batas-batas tertentu. Akan tetapi tentu saja tidak selalu berarti bahwa dengan mengontrol suatu gejala. Selanjutnya. Tinjauan Psikologis terhadap perkembangan dan pendidikan Anak Seperti halnya dengan disiplin-disiplin ilmu lainnya. Islam dan Psikologi. kesehatan jasmani serta tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan.4 menentukan perkembangan individu dalam setiap fasenya terlebih masalah kepribadian.8 Perlu dipahami. 37 Undang-undang RI No 2 tahun 1989. 4. Pada dasarnya hak dasar anak adalah hak untuk tumbuh dan berkembang. hlm. (Semarang: Aneka Ilmu. termasuk psikologi perkembangan. maka sudah dapat dimengerti betul tentang gejala tersebut. Tentang Sistem Pendidikan Nasional. fenomena itu dapat dikendalikan. Pendidikan dengan memperhatikan perkembangan pribadi anak ini sesuai dengan tujuan pendidikan nasional kita yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia seutuhnya yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi luhur. di antaranya dapat dilakukan melalui kegiatan bimbingan. (Bandung: PT Remaja Rosda Karya. disiplin psikologi perkembangan bertujuan untuk memahami suatu gejala atau fenomena. Inilah sebenarnya yang menjadi tujuan ilmu. 8 hlm. cet-II. Menurut pengertian yang paling umum. Dengan memahami suatu fenomena. 9 . Raja Grafindo Persada. 2. teori merupakan lawan dari fakta. dapat diprediksi tentang kapan akan terjadinya fenomena tersebut dan bagaimana dia akan terjadi. dengan pemahaman dan kemampuan prediksi tersebut. Psikologi Perkembangan. 2006). pengajaran dan latihan. maka diperlukan teori. Desmita. Chaplin. 1989).

terdapat beberapa tinjauan tentang beberapa fase penting yang mampu dijadikan acuan pemegang peran bagi keberlangsungan kehidupan anak. Selain itu. Dengan demikian peranan faktor external baik orangtua dan lingkungan dalam membangun perkembangan dan pendidikan anak secara psikologis dapat diwujudkan dengan membangun motivasi yang baik untuk ditanamkan kepada anak. Pada fase ini anak mulai belajar untuk mengendalikan buang air besar atau kecil. motivasi juga sangat penting bagi anak dalam menempuh pendidikannya termasuk di dalam tempat belajarnya. Dalam usaha optimalisasi perkembangan dan pendidikan anak. Pada fase anal anak harus mulai belajar mengelola segenap pengalaman yang tidak menyenangkan. Teori yang dikembangkan oleh Freud berfokus pada masalah alam bawah sadar. Perkembangan anak pada ini berpusat pada kenikmatan pada daerah anus. kemampuan dan pengetahuan pemegang peran tesebut. yaitu penis ada anak lelaki dan klitoris pada anak perempuan. Pada fase ini anak mulai belajar Latipun. hlm. 10 . 2001). Tentunya dalam tataran praktis hal ini bersifat variatif tergantung kepada tingkat kreatifitas.Pada fase ini anak berkembang berdasarkan kenikmatan erotik pada daerah mulut. Pusat kenikmatan berpusat pada alat kelamin. Freud merupakan pelopor teori psikodinamik. Adapun secara singkat tahapan perkembangan ini sebagai berikut:10 1) Fase Oral Terjadi sejak lahir hingga akhir tahun pertama. sebagai salah satu aspek kepribadian seseorang.5 membangun motivasi anak. bahwa tahap perkembangan bagi anak bersifat sangat penting terutama bagi pembentukkan kepribadian anak di kemudian hari. dimana ditemukan peristiwa-peristiwa yang terjadi pada masa anak-anak yang sangat mempengaruhi kehidupan pasien di masa-masa selanjutnya. 2) Fase Anal Fase ini terjadi mulai usia dua sampai akhir tahun ketiga. 3) Fase Falik Berkembang mulai usia empat hingga lima tahun. Seperti pendapat Sigmund Freud (1856-1939) yang dikutip Latipun dalam bukunya. karena motivasi merupakan daya pendorong yang menggerakkan seseorang untuk bertindak dalam pencapaian suatu tujuan. Psikologi Konseling. Anak yang tidak mendapatkan kasih sayang dari ibu dan tidak mendapatkan kepuasan dalam makan dan minum akan menghambat perkembangan kepribadiannya dikemudian hari. 63-65. Kepuasan anak melalui tindakan mengisap akan mempengaruhi kehidupan di masa dewasanya. (Malang:Universitas Muhammadiyah Malang Press. Penekanan Freud pada alam bawah sadar berasal dari hasil pelacakannya terhadap pengalamanpengalaman pribadi para pasiennya.

b. Tidak terjadinya integrasi pada fase ini seringkali dihubungkan dengan kesalahankesalahan pada fase-fase sebelumnya.6 menerima perasaan-perasaan seksualnya sebagi hal yang alamiah dan belajar memandang tubuhnya sendiri secara sehat. bersosialisali dan beraktivitas kelompok. Demikianlah beberapa tinjauan umum secara psikologis bagaimana perkembangan dan pendidikan anak. Harus disadari. dimana masa ini anak mulai fokus menjalankan tugas-tugas belajar—sekalipun instink seksual direpresi sepanjang masa-masa sebelumnya masih ada—dan akan mempengaruhi perkembangan kepribadiannya. perkawinan dan membangun keluarga. 4) Fase Laten Fase ini juga disebut sebagai tahap pregenital. Pada fase ini terjadi oedipus complex yaitu perasaan mencintai ibunya bagi anak laki-laki. berpendapat. Sepanjang tahap ini terjadi perhentian perkembangan secara psikologis. pengalaman dan pendidikan di masa anak-anak akan menjadi kebiasaan dan menjadi karakter seseorang. dan electra complex yaitu perasaan mencintai ayahnya bagi anak perempuan. pengalaman dan pendidikan di masa anak-anak akan menjadi pondasi . Tinjauan Normatif-Yuridis Hukum Keluarga Islam terkait perkembangan dan pendidikan anak Terkait dengan pendidikan anak sejak dini. Mereka mulai tertarik lawan jenis. menjalin hubungan kerja. tentunya pendidikan yang dimaksud di sini pendidikan pemegang peran dan kualitas pendidikan yang diberikan kepada anak. Mereka mulai mengidentifikasi model-model yang memadai bagi identifikasi terhadap figur sejenis pada fase ini sangat penting. Kegagalan pada fase ini dapat berakibat kebingungan akan peran seks secara wajar. Pada tahap ini terjadi perhentian perkembangan. maka watak tersebut akan kembali walaupun dalam bentuk berbeda. 5) Fase Genital Terjadi pada masa pubertas yang ditandai oleh perilaku yang tidak narsistik. untuk selanjutnya perkembangann dan pertumbuhan anak sepenuhnya ditentukan oleh lingkungannya dan salah satunya pendidikan berperan penting dan sangat menentukan arah perkembangan anak. Dalam arti lain. Sepanjang fase ini mereka lebih memfokuskan pada hubungan dengan orang lain. setiap anak yang dilahirkan ke dunia ini dalam keadaan putih bersih bagaikan kertas kosong. Abd. Periode ini terjadi antara lima atau enam tahun hingga pubertas. namun apabila ada stimulus yang merangsang pengalaman hidup yang pernah dialami tersebut. kegagalan dalam menemukan standar moral yang tepat. Rahman dalam bukunya—sebagaimana dikutip oleh Yasin Musthofa.

anak merupakan buah hati yang diharapkan dapat menjadi generasi penerus dan kebanggaan (qurrata a’yu>n) orangtua yang bermanfaat bagi keduanya dan masyarakat. 12-15 13 Khoiruddin Nasution. (Jakarta : Amzah. (Yogyakarta: Syari’ah Press. 1986). 2 (Yogyakarta: Liberty. Menurutnya. 214. Sedangkan dalam teknisnya diwujudkan dengan cara menyelamatkan fitrah Islamiyah anak serta mengembangkan segala potensi yang ada pada anak.11 Anak dalam Islam merupakan sambungan hidup dan penyambung cita-cita dalam membangun umat12 yang mempunyai nilai ibadah dalam memeliharanya. (Jakarta: Bulan Bintang. (Dilengkapi Perbandingan UU Negara Muslim Kontemporer).16 Pendapat Imam Al-Ghazali dalam risalahnya yang berjudul ayyuhal walad mengatakan makna tarbiyah (pendidikan) serupa dengan pekerjaan seorang petani yang membuang duri dan mengeluarkan tumbuh-tumbuhan asing atau rumput-rumputan yang menganggu tanaman agar dapat tumbuh dengan baik dan membawa hasil yang maksimal. 247. (Yogyakarta: Sketsa.17 Mempertegas hal di atas. cet. mampu menjadi generasi penerus yang baik. 46. memelihara. 1993). meghindarkan diri dari segala sesuatu yang dapat merusak serta memberi perlindungan kepada seseorang yang belum bisa mandiri. 16 Ahmad Rafiq.18 Perintah untuk melakukan pengasuhan anak secara baik juga sesuai 1 dengan ayat Al-Qur’an : 11 Yasin Musthofa.. cet. hlm. 17 Dikutip oleh Samsul Munir Amin. 13. edisi revisi. Asas-asas Hukum Islam Tentang Perkawinan.14 Berkaitan dengan pengasuhan anak. Hukum Perkawinan I. 12 Kamal Muchtar. hlm. hlm. sehingga anak tetap menjadi sumber kebahagiaan. Abdul Halim juga memberikan contoh teknis pengasuhan anak yang salah satunya dengan cara memberikan pendidikan yang baik. EQ untuk anak usia dini dalam pendidikan Islam. dalam tuntunan agama Islam selain kewajiban memelihara anak dengan baik. 2007). 18 Soemiyati. (Yogyakarta: ACAdeMIA + TAZZAFA. mampu menjadi pelestari pahala setelah orangtua meninggal dan mampu menjadi orang yang mandiri. cet. (Jakarta: Rajawali Press. H{ad{a>nah{ adalah mendidik. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan). hlm. (Yogyakarta Mitra Pustaka: 2001).7 dasar bagi anak dan akan dapat berpengaruh terhadap perkembangan selanjutnya.13 Selanjutnya. hlm. 3. . 14. Sunnah Nabi SAW maupun hasil ijtihad para ahli hukum Islam15 menyebut masalah pengasuhan anak dengan istilah h{ad{a>nah{. 1998). Nipan Abdul Halim. hlm. Hukum Islam di Indonesia. Anak Saleh Dambaan Keluarga. hlm. hlm. fikih yang merupakan himpunan norma atau peraturan yang mengatur tingkah laku kongkret baik berasal langsung dari Al-Qur’an. I. Menyiapkan masa depan anak secara Islami. 2007). Antologi Pemikiran Hukum Islam di Indonesia: Antara Idealitas dan Realitas. 2004). hakikat mendidik anak merupakan usaha nyata dari orangtua dalam rangka mensyukuri karunia Allah swt dan mengemban amanatNya. 3. Hukum Perkawinan Islam dan UU Perkawinan (UU No. 2008). 37 14 M. 15 Syamsul Anwar.

Berbicara tentang urgensi pendidikan dalam Islam.” Skripsi tidak diterbitkan. hidayah dan kemantapan sebagaimana Firman-Nya:22 .8 19 ‫يأ يهاالذ ين امنو قوا أنفسكم وأهلكم نارا‬ Secara umum. mendidik anak-anak sejak dini hingga dewasa dengan cara-cara yang baik At-Tahri>m (66): 6. Dalam hal ini. IAIN Sunan Kalijaga. “Pendidikan Anak dalam Perspektif Abdullah Nashi>h Ulwa>h (Telaah atas Kita>b Tarbiyatul‘aulad Fi al-Isla>m). pesan Al-Qur’an di atas menujukkan kepada manusia untuk menjaga keturunan (baca: anak) dari hal yang dapat mengancam masa depannya. 1 tahun 1974 tentang Perkawinan. pembentukan keluarga berdasarkan nilai-nilai ajaran agama menjadi kewajiban bagi semua manusia. 21 Kamal Muchtar. Tujuannya yaitu untuk merubah manusia dari kegelapan syirik. lebih dari itu keluarga mempunyai peran dan fungsi penting dalam melakukan regenerasi sekaligus penyambung cita-cita umat21 yang musti diwujudkan dengan sikap keluarga dalam melakukan pengasuhan anak dengan baik. 23 Al-Ma>idah (5): 16. Nalar ini juga sesuai dengan Maqa>sid as-Syari’ah20 memposisikan agama sebagai unsur primer yang harus dijaga dalam menciptakan kemaslahatan (h}ifz} a>d di>n). kesesatan dan kekacauan menuju cahaya tauhid.‫يهدى به اهلل من اتبع رضونه. 2003). Asas-asas Hukum Islam Tentang Perkawinan. 3. 1993). melahirkan generasi membina umat dan budaya serta memberlakukan prinsip-prinsip kemuliaan dan peradaban.. (Jakarta: Bulan Bintang. 24 Pasal 45 ayat (1) dan (2) Undang-undang No. ilmu. cet. Maqa>si}d asy-Syari’ah. kebodohan. Agus Moh Nadjib. Yogyakarta: Fakultas Tarbiyah Jurusan Kependidikan Islam. 28. kewajiban mana berlaku terus meskipun antara kedua orangtuanya putus. bahwa pendidikan bukan sekedar upaya memanusiakan manusia tetapi dengan jelas dan rinci ia menyebutnya sebagai upaya membina mental. (IAIN Sunan Kalijaga: BEM-J PMH. hlm. 12-15 22 Irpan Saefuprrahman.24 Dari pasal (1) dan (2) di atas menentukan bahwa memelihara. 2001. Ulwan sebagaimana yang dikutip oleh Irpan Saefurrahman menegaskan. 20 19 . Selanjutnya tujuan pembentukan keluarga (baca: perkawinan) dapat dipahami bahwa keluarga bukan hanya tempat pemenuhan kebutuhan biologis semata. hlm.سبل السلم وخيرجهم من الظلمت اىل النور باذنه‬ 23 ‫ويهد يهم اىل صرط مستقيم‬ Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan— selanjutnya disebut UUP—juga memberikan beberapa aturan umum tentang pengasuhan anak sebagai berikut: (1) Kedua orangtua wajib memelihara dan mendidik anak-anak mereka sebaik-baiknya (2) Kewajiban orangtua yang dimaksud dalam ayat (1) pasal ini berlaku sampai anak itu kawin atau dapat berdiri sendiri.

bilamana dalam kenyataan tidak dapat memberi kewajiban tersebut. 26 25 . 27 Lihat Kompilasi Hukum Islam (KHI) tentang pemeliharaan anak. spiritual. khusus bagi anak yang menyandang cacat juga berhak memperoleh pendidikan luar biasa. bilamana ada perselisihan mengenai penguasaan anak-anak.25 Pesan untuk memperhatikan perkembangan dan pendidikan anak dapat dijumpai pula dalam hukum positif yang terdapat pada Pasal 8 dan pasal 9 ayat (1) dan (2) Undang-undang Republik Indonesia No. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak. Bab XIV pasal 98 ayat (1). dan sosial. 1 tahun 194 tentang perkawinan Lihat Pasal 8 ayat 1 Undang-undang no 23 tahun2002 tentang Perlindungan Anak: “Setiap anak berhak memperoleh pelayanan kesehatan dan jaminan sosial sesuai dengan kebutuhan fisik. sedangkan bagi anak yang memiliki keunggulan juga berhak mendapatkan pendidikan khusus. pengadilan dapat menentukan bahwa ibu ikut memikul biaya tersebut. Hak anak juga diatur jika terjadi perceraian—dalam pasal 41 huruf (a) dan (b) UUP —sebagai berikut: (1) Bapak atau ibu tetap berkewajiban memelihara dan mendidik anakanaknya. (2) Selain hak anak sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). Psikologi perkembangan dan pendidikan anak dalam keluarga merupakan salah satu elemen penting dalam rangka mewujudkan cita-cita regenerasi yang diharapkan sesuai tuntunan syari’at Islam menuju kebahagiaan dunia dan akhirat.9 merupakan kewajiban orangtua. semata-mata berdasarkan kepentingan anak. (2) Bapak yang bertanggungjawab atas semua biaya pemeliharaan dan pendidikan yang diperlukan anak itu. mental. Pasal 9: (1) Setiap anak berhak memperoleh pendidikan dan pengajaran dalam rangka pengembangan pribadinya dan tingkat kecerdasannya sesuai dengan minat dan bakatnya. sepanjang anak tersebut tidak bercacat fisik maupun mental atau belum pernah melangsungkan perkawinan.26 Sementara Kompilasi Hukum Islam (KHI) pasal 98 menyebitkan bahwa Batas usia anak yang mampu berdiri sendiri atau dewasa adalah 21 tahun. Pasal 41 huruf (a) dan (b) Undang-undang No. pengadilan memberi keputusannya.27 Bertolak pada penjelasan-penjelasan di atas tentang bagaimana secara umum korelasi atau relasinya hukum Islam dan hukum Positif terhadap tinjauan psikologi perkembangan dan pendidikan anak dalam keluarga Islam ternyata tidak dijumpai kontradiksi.

Emosional Quetiont (Kecerdasan Emosi) dan Intelektual Quetiont (kecerdasan intelektual) dapat dapat tercapai dengan baik. yaitu terjadinya “split personality” (Syafii Maarif. Akhir kata.10 C. tentunya isi dari makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. semoga para pemerhati dengan topik kajian yang sama mampu memberikan penjelasan-penjelasan yang lebih rinci dan lebih sistematis sehingga hikmah yang diharapkan dari kajian ini tercapai. Solusinya adalah dengan cara mengintergasikan antara SQ. Kondisi di mana tidak terintegrasinya antara otak dan hati. Penutup Secara general. relasi antara kajian anak pada umumnya dan hukum keluarga Islam pada khususnya mempunyai semangat yang sama yakni perhatiannya yang besar terhadap keberlangsungan kehidupan tumbuh kembang anak termasuk masalah pembangunan karakter/kepribadian anak. Hal ini diperlukan agar tujuan mempunyai generasi penerus yang berkaualitas dapat terwujud. Demikianlah ulasan singkat terkait bagaimana tinjauan psikologi terhadap perkembangan dan pendidikan anak dalam keluarga Islam. 2005). . Merupakan sebuah sikap yang sangat bijak ketika Pendidikan etika/moral yang berasal dari nilai-nilai agama (Wahyu) yang dipegang teguh di satu sisi dapat disempurnakan lagi melalui berbagai teori character building yang berkembang di sisi lain sehingga harapan terhadap optimalisasi dan maksimalisasi tiga komponen besar dalam fitrahwi manusia dari Tuhan—meminjam istilah Ginanjar—yakni Spiritual Quetiont (kecerdasan spiritual). Hal ini dapat dilakukan dalam muatan pendidikan secara praktik ataupun teoretis oleh keluarga dalam mengawal perkembangan anak dari dini hingga matang. Tidak bisa dipungkiri psikologi anak merupakan salah satu hal yang esensial untuk diperhatikan. Sebuah realitas yang membahayakan ketika generasi sekarang dianggap sedang mengalami permasalahan kronis. EQ dan IQ secara padu dan bukan parsial ataupun secara dikotomis. Harapan besar selanjutnya.

tentang Keajaiban Hati. Moh. alih bahasa oleh Nur Hikmah. J Bachtiar. Yogyakarta: Sketsa. Cet-II. IAIN Sunan Kalijaga: BEM-J PMH. 2004. cet. Yogyakarta: ACAdeMIA + TAZZAFA. Kamal. 2008. Refika Aditama. 2007. Menyiapkan masa depan anak secara Islami. Ihya ‘Ulumuddin. 2003. Netty dkk. Jakarta: Rajawali Press. Asas-asas Hukum Islam Tentang Perkawinan. Samsul. Jakarta: Amzah. (Dilengkapi Perbandingan UU Negara Muslim Kontemporer). 2006. I. Musthofa. Psikologi Konseling. Rafiq. Affandie. 2007. Psikologi Perkembangan. EQ untuk anak usia dini dalam pendidikan Islam. Hukum Perkawinan I. Malang:Universitas Muhammadiyah Malang Press. Hasan. cet. Desmita. Agoes. Islam dan Psikologi. 1965. Yasin. Muchtar. Ahmad. Yogyakarta: Syari’ah Press. 3. Hartati. Jakarta:Yayasan Kesejahteraan Keluarga . Yogyakarta: Pustaka Pelajar. M. 2001. 1999. Antologi Pemikiran Hukum Islam di Indonesia: Antara Idealitas dan Realitas. Psikologi Perkembangan Anak. Yogyakarta Mitra Pustaka: 2001. Anak Saleh Dambaan Keluarga. 1998. Jakarta: PT. 2007. Amin. Agus. Latipun. Jakarta: Penerbit Jambatan. Jakarta: Bulan Bintang. Anak Tiga Tahun Pertama. Kompilasi Hukum Islam (KHI) tentang pemeliharaan anak. Syamsul. 1993. 2001. 1960. Hukum Islam di Indonesia. Al. Nipan. Ghazali.11 Daftar Pustaka Abdul Halim. Munir. Bandung: PT Remaja Rosda Karya. cet-II. Anwar. Khoiruddin. Nadjib. Cet-IV. Dariyo. Bandung:PT. Akhlak. Nasution. . Maqa>si}d asy-Syari’ah. Basri. Keluarga Sakinah Tinjauan Psikologi dan Agama. Raja Grafindo Persada. edisi revisi.

12 Saefurrahman. Irpan. 1989.1978.” Skripsi tidak diterbitkan. Suyud. Soemiyati. tentang Sistem Pendidikan Nasional. Semarang: Aneka Ilmu. 2. . Undang-undang No. 1 tahun 1974 tentang Perkawinan. Yogyakarta: Liberty. 2001. IAIN Sunan Kalijaga. Pokok-pokok Ilmu Jiwa Perkembangan. Hukum Perkawinan Islam dan UU Perkawinan (UU No. Yogyakarta: Fakultas Tarbiyah Jurusan Kependidikan Islam. “Pendidikan Anak dalam Perspektif Abdullah Nashi>h Ulwa>h (Telaah atas Kita>b Tarbiyatul‘aulad Fi al-Isla>m). cet. Yogyakarta:Fakultas Tarbiyah IAIN SUKA. 1986. Rahmat. Undang-undang RI No 2 tahun 1989. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Undang-undang No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan).

dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizinNya. dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus.13 Lampiran I Daftar Terjemahan No 1 2 Hlm 8 8 Fn. 19 23 Terjemahan Hai orang-orang yang beriman. peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka Dengan Kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keridhaann-Nya ke jalan keselamatan. .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->