1

Tinjauan Psikologis terhadap Perkembangan dan Pendidikan Anak di dalam Keluarga Islam Abstract: This paper tries to explain how the educational and psychological development of the children is reviewed in the Islamic family law. Initially, the writer deals with the classification of these subjects. Firstly, psychological development of children in the family. Secondly, the normative and juridical perspective of Islamic family law on children's development and education. Eventually, The focus of this paper is expected to be the starting point of the theoretical and practical level concerning how to understand and apply the effort related to the development and education of children. As the result, the discussion pointed several points on the psychological and educational development of the children, such as: the important phases that can be used as a reference by stakeholders including: oral, anal, falik, latent and genital phase. Related to the spirit of the Islamic family law, understanding on psychological development of the children is very helpful for every actor, such as teachers, parents, and staekholders, on monitoring and educating the children. Furthermore, every action taken by them concerning on children monitoring and education must be suitable with the characteristic of the children in order to maximize their potention. These results are also confirmed by some general rules found in some positive laws in Indonesia. A. Pendahuluan Berangkat dari pendapat yang mengatakan bahwa anak-anak hari ini adalah orang dewasa di masa yang akan datang. Mereka akan mempunyai kewajiban dan tanggung jawab yang cukup besar sebagaimana layaknya dalam kehidupan orang-orang dewasa pada umumnya. Bagaimana keadaan orang dewasa di masa yang akan datang sangat tergantung kepada sikap dan penerimaan serta perlakuan orangtua terhadap anak-anaknya pada saat sekarang. Oleh karena itu, merupakan bahan kesadaran yang cukup baik pada sementara orang dewasa untuk memperhatikan apa yang mereka berikan kepada anak-anaknya. Sesuatu yang diberikan kepada anak tentu akan memberikan hasil yang cukup menggembirakan jika permasalahan hubungan dan cara serta perasaan tanggung jawabnya tidak diabaikan.1 Setiap orangtua yang bertanggung jawab juga memikirkan dan mengusahakan agar senantiasa terciptadan terpelihara suatu hubungan antara orangtua dengan anak yang baik, efektif dan menambah kebaikan dalam keharmonisan keluarga. Sebab akan menjadi bahan kesadaran kepada para orangtua bahwa hanya dengan hubungan yang baik kegiatan pendidikan dapat dilaksanakan dengan efektif dan dapat menunjang terciptanya kehidupan keluarga yang harmonis. Kesadaran yang demikianlah kemudian menyebabkan semakin
Hasan Basri, Keluarga Sakinah Tinjauan Psikologi dan Agama, Cet-IV, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 1999), hlm. 85-86.
1

3. Psikologi Perkembangan dan Pendidikan Anak Richard M. Dari penjelasan di atas. Akhlak. sifat dasar anak yaitu menerima semua yang dilukiskan dan condong pada semua yang tertuju kepadanya. Maka orangtua di dalam keluarga mempunyai kewajiban kodrati untuk memperhatikan anak-anaknya serta mendidiknya sejak anak-anak itu kecil. 2 . Tinjauan Umum tentang Anak a. hlm. (Jakarta:Yayasan Kesejahteraan Keluarga . Tentunya hal ini akan memberikan konsekuensi yang baik terhadap sikap kedua orangtua dan pendidik-pendidiknya dimana akan mendapat kebahagiaan pula dari usahanya itu. atau lima tahun. 3 J Bachtiar Affandie. Lerner (1976) seperti yang dikutip Desmita. 2006). misalnya mempelajari bagaimana proses berpikir pada anak-anak usia satu. Pembahasan 1. merumuskan. hlm. sedang lingkungan keluarga merupakan wahana pendidikan yang mampu mengantarkan anak kepada pendidikan dasar baik formal maupun informal. psikologi perkembangan merupakan pengetahuan yang mempelajari persamaan dan perbedaan fungsi-fungsi psikologis sepanjang hidup. Namun dalam perkembangan sosial dan pendidikannya anak juga merupakan makhluk sosial seperti halnya orang dewasa yakni membutuhkan orang lain untuk dapat Al-Ghazali.4 Dalam beberapa diskursus psikologi perkembangan.2 banyak orangtua dan orang dewasa lainnya berusaha menambah pengetahuannya tentang anak sehingga memudahkan mereka menciptakan dan memelihara hubungan baik dengan mereka.2 Selanjutnya. (Bandung: PT Remaja Rosda Karya. alih bahasa oleh Nur Hikmah. (Jakarta: Penerbit Jambatan. Mengacu pada pemaparan di atas maka norma-norma pada anggotaanggota keluarga. baik ayah ibu maupun kakak-kakaknya dapat berpengaruh terhadap anak. terlebih sejak anak-anak itu masih dalam kandungan. Cet-II. maka dapat diformulasikan bahwa pendidikan agama berpangkal juga di dalam keluarga. secara umum anak merupakan regenerasi genetis dari hubungan ayah dan ibu yang masih berada dalam usia belum matang. maka anak itu akan tumbuh atas kebaikan itu dan akan hidup berbahagia di dunia dan akhirat. Tetapi jika dibiasakan berbuat jahat dan dibiarkan beguti saja. hlm.3 B. dua. Atas dasar keterangan inilah. Pendapat tentang anak seperti ini ditegaskan pula oleh Imam Ghazali yang mengatakan anak adalah suatu amanat Tuhan kepada ibu bapaknya. tentang Keajaiban Hati. memiliki persamaan atau perbedaan atau bagaimana kepribadian seseorang berubah dan berkembang dari anakanak. 1960). 4 Desmita. dapat dipahami bahwa salah satu ukuran kualitas (nilai/kemajuan) anak itu ialah terletak pada yang bertanggung jawab (pendidik) atau walinya. 42. maka anak itu akan celaka. Ihya ‘Ulumuddin. remaja sampai dewasa. 1965). cet-II. Jika anak itu dibiasakan dan diajari berbuat baik. 247. Psikologi Perkembangan.

b. Keluarga merupakan ruang yang sangat strategis dalam mengarahkan pada kehidupan anak secara Islami guna mencapai tujuan kebahagiaan dunia dan akhirat. Selanjutnya. Selain itu. sebagaimana cita-cita kehidupan muslim pada umumnya. maka keluarga wajib memberi kesempatan bagi anak untuk belajar tingkah laku yang penting untuk perkembangan yang cukup baik dalam kehidupan bersama. Perkembangan dan Pendidikan Anak dalam hukum keluarga Islam Anak dalam bahasa Arab disebut “walad” yang berati keturunan kedua atau manusia kecil.5 Karena anak lahir dengan segala kelemahan maka tanpa orang lain anak tidak mungkin dapat mencapai taraf kemanusiaan yang normal. Pokok-pokok Ilmu Jiwa Perkembangan. Pada sisi lain. 6 Dalam aplikasinya. sikap dan minat berbeda dengan orang dewasa—dengan segala keterbatasannya—anak merupakan mahluk yang membutuhkan pemeliharaan.3 membantu mengembangkan kemampuannya. Agoes. Anak Tiga Tahun Pertama. Refika Aditama. anak sebagai bagian dari keluarga. Psikologi Perkembangan Anak. 12. Hal tersebut penting mengingat pengaruh keluarga dan lingkungan sangat Dariyo. 5 .1978). Dapat dipahami bahwa anak dalam perspektif psikologis memberikan gambaran umum betapa penting peranan faktor external mempengaruhi perkembangan dan pendidikan anak. anak mempunyai kecenderungan untuk menyimpang dari hukum dan ketertiban yang disebabkan oleh keterbatasan pengetahuan dan pengertian terhadap realita kehidupan. Anak adalah pribadi yang masih bersih dan peka terhadap rangsangan-rangsangan yang berasal dari lingkungan. perasaan. mampu menciptakan keseimbangan antara hak dan kewajiban orangtua terhadap anak maupun membina hubungan baik dengan masyarakat dan lingkungannya. Maka anak-anak harus diberi kesempatan untuk menuntut ilmu pengetahuan sebanyak-banyaknya baik ilmu pengetahuan umum maupun agama. Sedangkan jalan yang bisa dijadikan penerang adalah dengan ilmu. kasih sayang dan tempat bagi perkembangannya. anak sebagai orang yang mempunyai pikiran. Anak secara umum juga dapat diartikan dengan masa tumbuh. 2007). (Bandung:PT. 27. hlm. (Yogyakarta:Fakultas Tarbiyah IAIN SUKA. Peran strategis yang dimiliki keluarga terhadap anak secara tidak langsung membutuhkan aturan dengan tujuan untuk menciptakan kebahagiaan dan keberlangsungan hidup anak. anak juga tidak sama dengan orang dewasa. hlm. orangtua menduduki peranan sangat penting baik dalam kehidupan keluarga secara umum dalam pembinaan anakanaknya secara khusus. Anak-anak lebih mudah belajar dengan contoh-contoh yang diterimanya dari aturan-aturan yang bersifat memaksa. Anak adalah seseorang yang berada pada suatu masa perkembangan tertentu dan mempunyai potensi-potensi untuk menjadi dewasa. 6 Rahmat Suyud.

8 hlm. hlm. Desmita. maka sudah dapat dimengerti betul tentang gejala tersebut. (Jakarta: PT. Chaplin. 37 Undang-undang RI No 2 tahun 1989. 2. (Bandung: PT Remaja Rosda Karya. Tentang Sistem Pendidikan Nasional. Raja Grafindo Persada. mendefinisikan teori sebagai suatu prinsip umum yang dirumuskan untuk menjelaskan sekelompok gejala yang berkaitan. Akan tetapi tentu saja tidak selalu berarti bahwa dengan mengontrol suatu gejala. Inilah sebenarnya yang menjadi tujuan ilmu. Untuk itu agar suatu gejala dalam psikologi perkembangan dapat dimengerti. (Semarang: Aneka Ilmu. di antaranya dapat dilakukan melalui kegiatan bimbingan. termasuk psikologi perkembangan. disiplin psikologi perkembangan bertujuan untuk memahami suatu gejala atau fenomena. Hal ini berarti anak berhak memperoleh kesempatan seluas-luasnya untuk tumbuh secara fisik dan berkembang secara psikologis dan ini semua akan tercapai apabila lingkungan berada pada situasi yang kondusif. dapat diprediksi tentang kapan akan terjadinya fenomena tersebut dan bagaimana dia akan terjadi. cet-II. Perkembangan dan Pendidikan Anak a. Islam dan Psikologi. Pada dasarnya hak dasar anak adalah hak untuk tumbuh dan berkembang. hlm. Menurut pengertian yang paling umum. secara garis besar proses perkembangan dan pendidikan anak merupakan tanggungjawab yang bertujuan menyiapkan kualitas anak. kesehatan jasmani serta tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan. fenomena itu dapat dikendalikan.4 menentukan perkembangan individu dalam setiap fasenya terlebih masalah kepribadian. 9 . Tinjauan Psikologis terhadap perkembangan dan pendidikan Anak Seperti halnya dengan disiplin-disiplin ilmu lainnya. dengan pemahaman dan kemampuan prediksi tersebut. 1989). sehingga memungkinkan perkembangan jiwa mereka dapat terlaksana dengan optimal. pengajaran dan latihan. erat kaitannya dengan pendidikan formal adalah 7 Netty Hartati dkk.8 Perlu dipahami.7 Dengan demikian usaha memahami psikologi perkembangan anak sangat membantu bagi pelaku pendidikan yakni orangtua maupun guru untuk mengawal dan mendidik anak sampai pada fase-fase perkembangan yang selanjutnya sesuai dengan potensi-potensi yang harus dicapainya. Dengan memahami suatu fenomena. 4. teori merupakan lawan dari fakta. 2006). memiliki pengetahuan dan ketrampilan. sampai pada batas-batas tertentu. 19.9 Selanjutnya. Psikologi Perkembangan. maka diperlukan teori. Pendidikan dengan memperhatikan perkembangan pribadi anak ini sesuai dengan tujuan pendidikan nasional kita yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia seutuhnya yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi luhur. 2001). Selanjutnya.

sebagai salah satu aspek kepribadian seseorang. Teori yang dikembangkan oleh Freud berfokus pada masalah alam bawah sadar. Adapun secara singkat tahapan perkembangan ini sebagai berikut:10 1) Fase Oral Terjadi sejak lahir hingga akhir tahun pertama. 3) Fase Falik Berkembang mulai usia empat hingga lima tahun. Freud merupakan pelopor teori psikodinamik. (Malang:Universitas Muhammadiyah Malang Press.5 membangun motivasi anak. 2) Fase Anal Fase ini terjadi mulai usia dua sampai akhir tahun ketiga. Kepuasan anak melalui tindakan mengisap akan mempengaruhi kehidupan di masa dewasanya. 10 . Dengan demikian peranan faktor external baik orangtua dan lingkungan dalam membangun perkembangan dan pendidikan anak secara psikologis dapat diwujudkan dengan membangun motivasi yang baik untuk ditanamkan kepada anak. terdapat beberapa tinjauan tentang beberapa fase penting yang mampu dijadikan acuan pemegang peran bagi keberlangsungan kehidupan anak. Dalam usaha optimalisasi perkembangan dan pendidikan anak. Pada fase anal anak harus mulai belajar mengelola segenap pengalaman yang tidak menyenangkan. Selain itu. Pusat kenikmatan berpusat pada alat kelamin. kemampuan dan pengetahuan pemegang peran tesebut. bahwa tahap perkembangan bagi anak bersifat sangat penting terutama bagi pembentukkan kepribadian anak di kemudian hari. Pada fase ini anak mulai belajar Latipun. Seperti pendapat Sigmund Freud (1856-1939) yang dikutip Latipun dalam bukunya.Pada fase ini anak berkembang berdasarkan kenikmatan erotik pada daerah mulut. 63-65. Perkembangan anak pada ini berpusat pada kenikmatan pada daerah anus. Pada fase ini anak mulai belajar untuk mengendalikan buang air besar atau kecil. Anak yang tidak mendapatkan kasih sayang dari ibu dan tidak mendapatkan kepuasan dalam makan dan minum akan menghambat perkembangan kepribadiannya dikemudian hari. Psikologi Konseling. dimana ditemukan peristiwa-peristiwa yang terjadi pada masa anak-anak yang sangat mempengaruhi kehidupan pasien di masa-masa selanjutnya. karena motivasi merupakan daya pendorong yang menggerakkan seseorang untuk bertindak dalam pencapaian suatu tujuan. hlm. 2001). motivasi juga sangat penting bagi anak dalam menempuh pendidikannya termasuk di dalam tempat belajarnya. yaitu penis ada anak lelaki dan klitoris pada anak perempuan. Tentunya dalam tataran praktis hal ini bersifat variatif tergantung kepada tingkat kreatifitas. Penekanan Freud pada alam bawah sadar berasal dari hasil pelacakannya terhadap pengalamanpengalaman pribadi para pasiennya.

maka watak tersebut akan kembali walaupun dalam bentuk berbeda. setiap anak yang dilahirkan ke dunia ini dalam keadaan putih bersih bagaikan kertas kosong. Sepanjang tahap ini terjadi perhentian perkembangan secara psikologis. 4) Fase Laten Fase ini juga disebut sebagai tahap pregenital. Tinjauan Normatif-Yuridis Hukum Keluarga Islam terkait perkembangan dan pendidikan anak Terkait dengan pendidikan anak sejak dini. Kegagalan pada fase ini dapat berakibat kebingungan akan peran seks secara wajar. Periode ini terjadi antara lima atau enam tahun hingga pubertas. dan electra complex yaitu perasaan mencintai ayahnya bagi anak perempuan. b. dimana masa ini anak mulai fokus menjalankan tugas-tugas belajar—sekalipun instink seksual direpresi sepanjang masa-masa sebelumnya masih ada—dan akan mempengaruhi perkembangan kepribadiannya. Tidak terjadinya integrasi pada fase ini seringkali dihubungkan dengan kesalahankesalahan pada fase-fase sebelumnya. Dalam arti lain. Rahman dalam bukunya—sebagaimana dikutip oleh Yasin Musthofa. perkawinan dan membangun keluarga. Pada tahap ini terjadi perhentian perkembangan. Mereka mulai mengidentifikasi model-model yang memadai bagi identifikasi terhadap figur sejenis pada fase ini sangat penting. Demikianlah beberapa tinjauan umum secara psikologis bagaimana perkembangan dan pendidikan anak. Sepanjang fase ini mereka lebih memfokuskan pada hubungan dengan orang lain. berpendapat. tentunya pendidikan yang dimaksud di sini pendidikan pemegang peran dan kualitas pendidikan yang diberikan kepada anak. pengalaman dan pendidikan di masa anak-anak akan menjadi kebiasaan dan menjadi karakter seseorang. Pada fase ini terjadi oedipus complex yaitu perasaan mencintai ibunya bagi anak laki-laki. Abd. Mereka mulai tertarik lawan jenis. menjalin hubungan kerja. Harus disadari. namun apabila ada stimulus yang merangsang pengalaman hidup yang pernah dialami tersebut. 5) Fase Genital Terjadi pada masa pubertas yang ditandai oleh perilaku yang tidak narsistik. bersosialisali dan beraktivitas kelompok. kegagalan dalam menemukan standar moral yang tepat. pengalaman dan pendidikan di masa anak-anak akan menjadi pondasi . untuk selanjutnya perkembangann dan pertumbuhan anak sepenuhnya ditentukan oleh lingkungannya dan salah satunya pendidikan berperan penting dan sangat menentukan arah perkembangan anak.6 menerima perasaan-perasaan seksualnya sebagi hal yang alamiah dan belajar memandang tubuhnya sendiri secara sehat.

46. Hukum Islam di Indonesia. hlm. 14. cet. 37 14 M. (Jakarta: Bulan Bintang. anak merupakan buah hati yang diharapkan dapat menjadi generasi penerus dan kebanggaan (qurrata a’yu>n) orangtua yang bermanfaat bagi keduanya dan masyarakat. 13. hlm. (Yogyakarta: ACAdeMIA + TAZZAFA. meghindarkan diri dari segala sesuatu yang dapat merusak serta memberi perlindungan kepada seseorang yang belum bisa mandiri. cet. Nipan Abdul Halim. (Yogyakarta: Syari’ah Press. H{ad{a>nah{ adalah mendidik. Hukum Perkawinan Islam dan UU Perkawinan (UU No. 2 (Yogyakarta: Liberty. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan).16 Pendapat Imam Al-Ghazali dalam risalahnya yang berjudul ayyuhal walad mengatakan makna tarbiyah (pendidikan) serupa dengan pekerjaan seorang petani yang membuang duri dan mengeluarkan tumbuh-tumbuhan asing atau rumput-rumputan yang menganggu tanaman agar dapat tumbuh dengan baik dan membawa hasil yang maksimal. hlm. Asas-asas Hukum Islam Tentang Perkawinan. memelihara. Menyiapkan masa depan anak secara Islami. (Jakarta : Amzah. I. EQ untuk anak usia dini dalam pendidikan Islam. hlm. mampu menjadi generasi penerus yang baik.14 Berkaitan dengan pengasuhan anak. 2004). 3.13 Selanjutnya. hlm. . 1998). fikih yang merupakan himpunan norma atau peraturan yang mengatur tingkah laku kongkret baik berasal langsung dari Al-Qur’an. (Dilengkapi Perbandingan UU Negara Muslim Kontemporer). dalam tuntunan agama Islam selain kewajiban memelihara anak dengan baik. hlm. 1993). cet. hlm. sehingga anak tetap menjadi sumber kebahagiaan. hlm. (Jakarta: Rajawali Press. 1986). Antologi Pemikiran Hukum Islam di Indonesia: Antara Idealitas dan Realitas.18 Perintah untuk melakukan pengasuhan anak secara baik juga sesuai 1 dengan ayat Al-Qur’an : 11 Yasin Musthofa.. 16 Ahmad Rafiq. Sedangkan dalam teknisnya diwujudkan dengan cara menyelamatkan fitrah Islamiyah anak serta mengembangkan segala potensi yang ada pada anak. Sunnah Nabi SAW maupun hasil ijtihad para ahli hukum Islam15 menyebut masalah pengasuhan anak dengan istilah h{ad{a>nah{. Menurutnya. 2007). (Yogyakarta: Sketsa. hakikat mendidik anak merupakan usaha nyata dari orangtua dalam rangka mensyukuri karunia Allah swt dan mengemban amanatNya. 2008).7 dasar bagi anak dan akan dapat berpengaruh terhadap perkembangan selanjutnya. Abdul Halim juga memberikan contoh teknis pengasuhan anak yang salah satunya dengan cara memberikan pendidikan yang baik. 17 Dikutip oleh Samsul Munir Amin. 12-15 13 Khoiruddin Nasution. 3. 15 Syamsul Anwar. 18 Soemiyati. mampu menjadi pelestari pahala setelah orangtua meninggal dan mampu menjadi orang yang mandiri. (Yogyakarta Mitra Pustaka: 2001).11 Anak dalam Islam merupakan sambungan hidup dan penyambung cita-cita dalam membangun umat12 yang mempunyai nilai ibadah dalam memeliharanya.17 Mempertegas hal di atas. Hukum Perkawinan I. 2007). 214. edisi revisi. 247. Anak Saleh Dambaan Keluarga. 12 Kamal Muchtar.

1 tahun 1974 tentang Perkawinan. 23 Al-Ma>idah (5): 16. 28. Yogyakarta: Fakultas Tarbiyah Jurusan Kependidikan Islam. 24 Pasal 45 ayat (1) dan (2) Undang-undang No.. Asas-asas Hukum Islam Tentang Perkawinan. lebih dari itu keluarga mempunyai peran dan fungsi penting dalam melakukan regenerasi sekaligus penyambung cita-cita umat21 yang musti diwujudkan dengan sikap keluarga dalam melakukan pengasuhan anak dengan baik.8 19 ‫يأ يهاالذ ين امنو قوا أنفسكم وأهلكم نارا‬ Secara umum. (IAIN Sunan Kalijaga: BEM-J PMH. 1993). “Pendidikan Anak dalam Perspektif Abdullah Nashi>h Ulwa>h (Telaah atas Kita>b Tarbiyatul‘aulad Fi al-Isla>m). Dalam hal ini. kebodohan. Tujuannya yaitu untuk merubah manusia dari kegelapan syirik.‫يهدى به اهلل من اتبع رضونه. melahirkan generasi membina umat dan budaya serta memberlakukan prinsip-prinsip kemuliaan dan peradaban. 3. Agus Moh Nadjib. 2003). Maqa>si}d asy-Syari’ah. ilmu.24 Dari pasal (1) dan (2) di atas menentukan bahwa memelihara. Nalar ini juga sesuai dengan Maqa>sid as-Syari’ah20 memposisikan agama sebagai unsur primer yang harus dijaga dalam menciptakan kemaslahatan (h}ifz} a>d di>n). cet. Ulwan sebagaimana yang dikutip oleh Irpan Saefurrahman menegaskan. (Jakarta: Bulan Bintang. hidayah dan kemantapan sebagaimana Firman-Nya:22 . hlm.” Skripsi tidak diterbitkan. 20 19 .سبل السلم وخيرجهم من الظلمت اىل النور باذنه‬ 23 ‫ويهد يهم اىل صرط مستقيم‬ Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan— selanjutnya disebut UUP—juga memberikan beberapa aturan umum tentang pengasuhan anak sebagai berikut: (1) Kedua orangtua wajib memelihara dan mendidik anak-anak mereka sebaik-baiknya (2) Kewajiban orangtua yang dimaksud dalam ayat (1) pasal ini berlaku sampai anak itu kawin atau dapat berdiri sendiri. kesesatan dan kekacauan menuju cahaya tauhid. IAIN Sunan Kalijaga. Selanjutnya tujuan pembentukan keluarga (baca: perkawinan) dapat dipahami bahwa keluarga bukan hanya tempat pemenuhan kebutuhan biologis semata. pesan Al-Qur’an di atas menujukkan kepada manusia untuk menjaga keturunan (baca: anak) dari hal yang dapat mengancam masa depannya. 2001. 21 Kamal Muchtar. bahwa pendidikan bukan sekedar upaya memanusiakan manusia tetapi dengan jelas dan rinci ia menyebutnya sebagai upaya membina mental. kewajiban mana berlaku terus meskipun antara kedua orangtuanya putus. hlm. pembentukan keluarga berdasarkan nilai-nilai ajaran agama menjadi kewajiban bagi semua manusia. mendidik anak-anak sejak dini hingga dewasa dengan cara-cara yang baik At-Tahri>m (66): 6. Berbicara tentang urgensi pendidikan dalam Islam. 12-15 22 Irpan Saefuprrahman.

Pasal 9: (1) Setiap anak berhak memperoleh pendidikan dan pengajaran dalam rangka pengembangan pribadinya dan tingkat kecerdasannya sesuai dengan minat dan bakatnya. Pasal 41 huruf (a) dan (b) Undang-undang No. bilamana dalam kenyataan tidak dapat memberi kewajiban tersebut.27 Bertolak pada penjelasan-penjelasan di atas tentang bagaimana secara umum korelasi atau relasinya hukum Islam dan hukum Positif terhadap tinjauan psikologi perkembangan dan pendidikan anak dalam keluarga Islam ternyata tidak dijumpai kontradiksi. 27 Lihat Kompilasi Hukum Islam (KHI) tentang pemeliharaan anak. pengadilan memberi keputusannya. pengadilan dapat menentukan bahwa ibu ikut memikul biaya tersebut. (2) Bapak yang bertanggungjawab atas semua biaya pemeliharaan dan pendidikan yang diperlukan anak itu. semata-mata berdasarkan kepentingan anak. 26 25 . sedangkan bagi anak yang memiliki keunggulan juga berhak mendapatkan pendidikan khusus.26 Sementara Kompilasi Hukum Islam (KHI) pasal 98 menyebitkan bahwa Batas usia anak yang mampu berdiri sendiri atau dewasa adalah 21 tahun. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak. (2) Selain hak anak sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). spiritual. mental. sepanjang anak tersebut tidak bercacat fisik maupun mental atau belum pernah melangsungkan perkawinan. 1 tahun 194 tentang perkawinan Lihat Pasal 8 ayat 1 Undang-undang no 23 tahun2002 tentang Perlindungan Anak: “Setiap anak berhak memperoleh pelayanan kesehatan dan jaminan sosial sesuai dengan kebutuhan fisik.9 merupakan kewajiban orangtua.25 Pesan untuk memperhatikan perkembangan dan pendidikan anak dapat dijumpai pula dalam hukum positif yang terdapat pada Pasal 8 dan pasal 9 ayat (1) dan (2) Undang-undang Republik Indonesia No. khusus bagi anak yang menyandang cacat juga berhak memperoleh pendidikan luar biasa. Bab XIV pasal 98 ayat (1). Hak anak juga diatur jika terjadi perceraian—dalam pasal 41 huruf (a) dan (b) UUP —sebagai berikut: (1) Bapak atau ibu tetap berkewajiban memelihara dan mendidik anakanaknya. dan sosial. bilamana ada perselisihan mengenai penguasaan anak-anak. Psikologi perkembangan dan pendidikan anak dalam keluarga merupakan salah satu elemen penting dalam rangka mewujudkan cita-cita regenerasi yang diharapkan sesuai tuntunan syari’at Islam menuju kebahagiaan dunia dan akhirat.

EQ dan IQ secara padu dan bukan parsial ataupun secara dikotomis. Harapan besar selanjutnya. Akhir kata. semoga para pemerhati dengan topik kajian yang sama mampu memberikan penjelasan-penjelasan yang lebih rinci dan lebih sistematis sehingga hikmah yang diharapkan dari kajian ini tercapai. Hal ini diperlukan agar tujuan mempunyai generasi penerus yang berkaualitas dapat terwujud. . Sebuah realitas yang membahayakan ketika generasi sekarang dianggap sedang mengalami permasalahan kronis. Kondisi di mana tidak terintegrasinya antara otak dan hati. Penutup Secara general. 2005). Emosional Quetiont (Kecerdasan Emosi) dan Intelektual Quetiont (kecerdasan intelektual) dapat dapat tercapai dengan baik. Merupakan sebuah sikap yang sangat bijak ketika Pendidikan etika/moral yang berasal dari nilai-nilai agama (Wahyu) yang dipegang teguh di satu sisi dapat disempurnakan lagi melalui berbagai teori character building yang berkembang di sisi lain sehingga harapan terhadap optimalisasi dan maksimalisasi tiga komponen besar dalam fitrahwi manusia dari Tuhan—meminjam istilah Ginanjar—yakni Spiritual Quetiont (kecerdasan spiritual). Solusinya adalah dengan cara mengintergasikan antara SQ. yaitu terjadinya “split personality” (Syafii Maarif.10 C. Tidak bisa dipungkiri psikologi anak merupakan salah satu hal yang esensial untuk diperhatikan. Hal ini dapat dilakukan dalam muatan pendidikan secara praktik ataupun teoretis oleh keluarga dalam mengawal perkembangan anak dari dini hingga matang. tentunya isi dari makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. relasi antara kajian anak pada umumnya dan hukum keluarga Islam pada khususnya mempunyai semangat yang sama yakni perhatiannya yang besar terhadap keberlangsungan kehidupan tumbuh kembang anak termasuk masalah pembangunan karakter/kepribadian anak. Demikianlah ulasan singkat terkait bagaimana tinjauan psikologi terhadap perkembangan dan pendidikan anak dalam keluarga Islam.

2001. Refika Aditama. Kompilasi Hukum Islam (KHI) tentang pemeliharaan anak. 1999. Jakarta: Penerbit Jambatan. Samsul. Malang:Universitas Muhammadiyah Malang Press. 1965. Asas-asas Hukum Islam Tentang Perkawinan. Muchtar. . Nipan. Hukum Perkawinan I. Anak Saleh Dambaan Keluarga. Ahmad. cet-II. edisi revisi. Hukum Islam di Indonesia. Bandung: PT Remaja Rosda Karya. EQ untuk anak usia dini dalam pendidikan Islam. Jakarta: Bulan Bintang. Psikologi Perkembangan. Amin. Jakarta:Yayasan Kesejahteraan Keluarga . J Bachtiar. 2001. 2004. Jakarta: PT. Keluarga Sakinah Tinjauan Psikologi dan Agama. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. cet. Al. Agus. Anwar. 2006. Moh. Yogyakarta: Syari’ah Press. Yasin. 2008. Netty dkk. 1993. Khoiruddin. Basri. Cet-IV. Antologi Pemikiran Hukum Islam di Indonesia: Antara Idealitas dan Realitas. 3. Yogyakarta: Sketsa. alih bahasa oleh Nur Hikmah. M. Cet-II. cet. Hartati. Kamal. Affandie. Musthofa.11 Daftar Pustaka Abdul Halim. 2007. Latipun. 1960. Raja Grafindo Persada. Akhlak. 2007. IAIN Sunan Kalijaga: BEM-J PMH. 2003. Nasution. Ihya ‘Ulumuddin. Hasan. (Dilengkapi Perbandingan UU Negara Muslim Kontemporer). Ghazali. Anak Tiga Tahun Pertama. Desmita. Menyiapkan masa depan anak secara Islami. Nadjib. Psikologi Konseling. Islam dan Psikologi. Yogyakarta Mitra Pustaka: 2001. Jakarta: Rajawali Press. Dariyo. Yogyakarta: ACAdeMIA + TAZZAFA. Agoes. 1998. I. Psikologi Perkembangan Anak. Bandung:PT. Maqa>si}d asy-Syari’ah. Jakarta: Amzah. Syamsul. Munir. tentang Keajaiban Hati. 2007. Rafiq.

1989. Suyud. Rahmat.1978. . 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan). 2001. cet. 1 tahun 1974 tentang Perkawinan. “Pendidikan Anak dalam Perspektif Abdullah Nashi>h Ulwa>h (Telaah atas Kita>b Tarbiyatul‘aulad Fi al-Isla>m). tentang Sistem Pendidikan Nasional. Yogyakarta: Liberty.12 Saefurrahman. Yogyakarta:Fakultas Tarbiyah IAIN SUKA. Pokok-pokok Ilmu Jiwa Perkembangan. 1986. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Undang-undang No.” Skripsi tidak diterbitkan. 2. Hukum Perkawinan Islam dan UU Perkawinan (UU No. Semarang: Aneka Ilmu. Soemiyati. Yogyakarta: Fakultas Tarbiyah Jurusan Kependidikan Islam. IAIN Sunan Kalijaga. Irpan. Undang-undang RI No 2 tahun 1989. Undang-undang No.

19 23 Terjemahan Hai orang-orang yang beriman. . peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka Dengan Kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keridhaann-Nya ke jalan keselamatan.13 Lampiran I Daftar Terjemahan No 1 2 Hlm 8 8 Fn. dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus. dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizinNya.