P. 1
Motivasi Berprestasi

Motivasi Berprestasi

|Views: 144|Likes:
Published by Rita Juniar Sadhali
Apa itu motivasi berprestasi By: Mariya Fatwa Nur Endah, S.Psi
Apa itu motivasi berprestasi By: Mariya Fatwa Nur Endah, S.Psi

More info:

Categories:Types, Resumes & CVs
Published by: Rita Juniar Sadhali on Jan 28, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as RTF, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/14/2015

pdf

text

original

Apa itu Motivasi Berprestasi (Achievement Motivation)?

Filed in: Artikel Manajemen Add comments Dalam kehidupan sehari-hari mungkin sering anda saksikan orang-orang yang begitu aktif dan penuh vitalitas dalam bekerja. Bila anda seorang karyawan, akan anda temukan teman-teman (atau anda sendiri) yang berlainan intensitas dan cara kerjanya dalam menyelesaikan tugasnya. Ada yang amat giat untuk mencapai sukses, ada yang sedang-sedang saja, bahkan ada pula yang nampaknya tidak ada gairah. (Jika Anda ingin mendapatkan slide powerpoint presentasi yang bagus tentang management skills dan motivasi, silakan klik DISINI). Suatu ketika dalam benak anda mungkin mencuat pertanyaan, apa sih gerangan yang melatar belakanginya? Pertanyaan ini telah lama digeluti oleh para ahli pendidikan, ekonomi, sosiologi, psikologi, antropologi, sejarah dan disiplin ilmu yang erat kaitannya dengan manusia. Jawaban mereka bermacam-macam tergantung dari mana mereka memandang. Namun demikian, kendati masih tidak luput dari kritik seperti dari Hagen dan Rogers Everett ada suatu jawaban yang dipandang representatif, yakni dari David McClelland. Guru besar psikologi dari Harvard University, Massachussett itu secara brillian mengupas kelemahan teori-teori para ahli antropologi, sosiologi, sejarah geografi, dan bahkan psikoanalisis Freud sendiri yang menurutnya tidak mampu menerangkan mengapa ada perbedaan intensitas kerja dan prestasi yang dicapai oleh manusia satu dengan manusia lain, oleh bangsa satu dengan bangsa lain. Kritik Me Clelland itu terutama dialamatkan kepada ketakmampuan teori tersebut dalam menjelaskan perbedaan secara individual; antara si Ajat dengan si Dadi, si Rani dengan si Ijul. Kemudian sebagai puncak penelitiannya selama lima tahun (Januari 1947 - Januari 1952), ia mengemukakan konsep Motif Berprestasi (Achievement Motive). Dalam buku-bukunya secara bergantian menggunakan tera ini dengan kebutuhan berprestasi (need for Achievement disingkat n-Ach). Motif berprestasi inilah gerangan yang menjadi motor penggeraknya. Untuk mengetahui hal itu Clelland menyusun alat. untuk skala motif. Ilustrasi pada awal tulisan ini sedikit banyak telah memberikan sekedar gambaran mengenai apa itu motif berprestasi.Tetapi ada baiknya dikemukakan pengertian menurut McClelland. la tidak secara konsisten menentukan istilah yang digunakan antara “Achievement motive” dan “need for Achievement”. Mungkin karena keduanya mempunyai pengertian yang tidak jauh berbeda atau sama saja. Motif berprestasi ialah keinginan untuk berbuat sebaik mungkin tanpa banyak dipengaruhi oleh prestise dan pengaruh sosial, melainkan demi kepuasan pri-badinya. Sementara n-Ach ia beri pengertian dorongan untuk meraih sukses gemilang, hasil yang sebaikbaiknya menurut “standard” of exellence” yang akan lebih nampak dalam suasana rivalitaskompetitif.

“Standard kesempurnaan” itu lebih besar ditentukan atas dasar pertimbangan individu itu sendiri ketimbang standar menurut ukuran lingkungan sosial. Kendatipun dalam kenyataannya mungkin, bahkan pasti, merupakan hasil internalisasi diri, atau dibentuk oleh ukuran-ukuran sosial dengan siapa orang itu berinteraksi. Dalam uraian di muka dapat dibedakan pegawai yang ingin berprestasi sebaik mungkin, yang cukup, dan yang malas-malasan. Mungkin ini dapat anda rasakan sendiri. Konsep McClelland beserta hasil-hasil penelitiannya memberikan optimisme pada pembaca-nya. la menemukan, bahwa se-seorang yang abilitasnya inferior tapi memiliki n-Ach yang tinggi, akan lebih baik prestasinya dibandingkan dengan mereka yang abilitasnya superior dengan n-Ach yang rendah. Mungkin Anda tergoda untuk mengetahui faktor-faktor yang membentuk besar kecilnya atau tinggi-rendahnya motif berpres-tasi pada diri seseorang. Terbentuknya motif berprestasi amatlah kompleks, sekomplek perkembangan kepribadian manusia. Motif ini tidak lepas dari perkembangan kepribadian tersebut, dan tidak pernah berkembang dalam kondisi vakum. Seperti kita ketahui, betapa besarnya peranan kehidupan keluarga dalam perkembangan kepribadian individu. Hubungan orang tua-anak sedikit demi sedikit menampakan pola-pola kepribadian dan kemudian berkembang dengan segala karakteristiknya mencakup sikap, kebiasaan, cara berfikir, motif-motif, dan sebagainya. Pada masa di mana seseorang telah meninggalkan masa kanak-kanak, motif itu dipengaruhi oleh lingkungan yang lebih luas lagi. Orang tua tidak lagi di-anggap sumber nilai atau figure ideal (Freud), atau satu-satunya “significant person” (Sullivan), melainkan nilai-nilai sosial di luar keempat dinding rumah. Di rumah, motif berprestasi anak bisa dipengaruhi oleh kondisi ekonomi keluarga, pendidikan dan pekerjaan orang tua, hubungan dengan saudara-saudaranya, dan sebagainya. (Jika Anda ingin mendapatkan slide powerpoint presentasi yang bagus tentang management skills dan motivasi, silakan klik DISINI). Sementara di luar, “dibentuk lewat hubungan yang penuh tantangan dengan teman-teman sekerja rekan sekantor, hubungan dengan direktur, dan sebagainya. Tantangan mengandung konotasi persaingan, kondisi mana dianggap sebagai stimulan utama n—Ach. Disinilah Me Clelland (juga para ahli psikologi lain mendalami motif) bertolak dari teori “Seleksi Alam” dan “Lestasi bagi yang kuat”, dari Charles Darwin (1809 - 1882). Boleh anda cek sendiri. Kalau merasa motif berprestasi anda di tempat kerja kecil, umpamanya, apa yang melatarbelakanginya? Ekonomi yang serba cukup, pimpinan yang kurang menghargai prestasi, atau lingkungan tempat anda bekerja? Sebaliknya dengan motif berprestasi, bekerja akan bertambah semangat. Beruntunglah Anda. Tapi periksa lagi dari mana itu sumbernya? Secara sederhana besar kecilnya motif dapat dilihat dari upaya yang dilakukan dalam menggapai “standard of excellence”. Ini tentunya hanya geja-la saja yang banyak berguna untuk menduga n —Ach seseorang. Agar anda dapat mengecek intensitas motif berprestasi sendiri, ada baiknya secara terperinci dikemukakan ciri-cirinya seperti ditulis dalam jurnal-jurnal ilmiah sedari awal penelitian sampai laporan akhir dalam buku-buku McClelland. Ciri-ciri tersebut dapat diidentifikasi dari segi kognisi, konasi, dan afeksi/emosi. Dari segi kognisi dapat dikemukakan sbb: • menyelesaikan tugas dengan hasil sebaik mungkin;

• bekerja tidak atas dasar untung-untungan (gambling); • berfikir dan berorientasi ke masa depan dengan berusaha mengantisipasi hasil kerjanya secara logik; • lebih mementingkan prestasi ketimbang upah yang akan diterimanya; • realistik menilai dirinya; • tidak boros, konsumtif, melainkan produktif; • menghargai hadiah yang diterimanya; • cenderung berorientasi ke dalam (inner orientation) kendati cukup tanggap terhadap stimulasi lingkungan. Dari segi konasi dapat dikemukakan al: - bersemangat, bekerja keras dan penuh pitalitas; • tidak gampang menyerah dan merasa bersalah kalau tidak berbuat sebaik mungkin; • tidak cepat lupa diri kalau mendapat pujian atas prestasinya; • dengan senang hati menerima kritik atas hasil kerjanya dan bersedia menjalankan petunjukpetunjuk orang lain selama itu sesuai dengan gagasannya; • lebih senang bekerja pada tugas-tugas yang sukar, cukup menantang untuk berkreasi, bukan yang monoton Dari segi afeksi atau emosi: • gembira secara wajar manakala memenangkan persaingan kerja dengan rekan-rekannya; • selalu menjadikan pekerjaan-nya yang lalu sebagai umpan-balik bagi penentuan tindakan lanjutan; • segan bekerja dalam suasana bersaing (dalam arti positif) dan berusaha meninggalkan rekanrekannya jauh di belakang; • merasa menyesal kalau hasil kerjanya jelek, apalagi kalau diperlukan orang lain; • berprinsip, bahwa upah yang diterima hendaknya sepadan dengan kualitas dan prestasi kerjanya; • memperhitungkan resiko yang sedang dengan hasil yang dapat diduga, ketimbang resiko besar waluapun hasilnya besar. (Jika Anda ingin mendapatkan slide powerpoint presentasi yang bagus tentang management skills dan motivasi, silakan klik DISINI). Sumber : Tizzi Maharani. Majalah Manajer edisi Agustus 1986.

Mc Clelland dan Teori Motivasi Berprestasi
Label: ARTIKEL Oleh: Cheng Prudjung Teori Motivasi Berprestasi mengemukakan bahwa, manusia pada hakikatnya mempunyai kemampuan untuk berprestasi diatas kemampuan orang lain. Teori ini

Ciri-ciri inidividu yang menunjukkan orientasi tinggi antara lain bersedia menerima resiko yang relatif tinggi. seseorang dianggam memiliki motivasi untuk berprestasi jika ia mempunyai keinginan untuk melakukan suatu karya berprestasi lebih baik dari prestasi karya orang lain. McClelland menyatakan bahwa kebutuhan akan kekuasaan sangat berhubungan dengan kebutuhan untuk mencapai suatu posisi kepemimpinan. karena itu karyawan akan berusaha mencapai prestasi tertingginya. Kebutuhan untuk Berafiliasi atau Bersahabat (n-AFI) Kebutuhan akan Afiliasi adalah hasrat untuk berhubungan antar pribadi yang ramah dan akrab. kebutuhan untuk kekuasaan. Kebutuhan akan Prestasi (n-ACH) Kebutuhan akan prestasi merupakan dorongan untuk mengungguli. bergulat untuk sukses. Mc Clelland mengatakan bahwa kebanyakan orang memiliki kombinasi karakteristik . memiliki karakter kuat untuk memimpin dan memiliki ide-ide untuk menang. Ada juga motivasi untuk peningkatan status dan prestise pribadi. Individu merefleksikan keinginan untuk mempunyai hubungan yang erat. Karyawan memiliki motivasi untuk berpengaruh terhadap lingkungannya. kooperatif dan penuh sikap persahabatan dengan pihak lain. n-pow adalah motivasi terhadap kekuasaan. Kebutuhan ini pada hirarki Maslow terletak antara kebutuhan akan penghargaan dan kebutuhan akan aktualisasi diri. keinginan mendapatkan tanggung jawab pemecahan masalah. Kebutuhan akan Kekuasaan (n-POW) Kebutuhan akan kekuasaan adalah kebutuhan untuk membuat orang lain berperilaku dalam suatu cara dimana orang-orang itu tanpa dipaksa tidak akan berperilaku demikian atau suatu bentuk ekspresi dari individu untuk mengendalikan dan mempengaruhi orang lain. Menurut Mc Clelland. n-ACH adalah motivasi untuk berprestasi . A. pencapaian tujuan tersebut bersifat realistis tetapi menantang. dan kebutuhan untuk berafiliasi. B. Ada tiga jenis kebutuhan manusia menurut Mc Clelland. Karyawan perlu mendapat umpan balik dari lingkungannya sebagai bentuk pengakuan terhadap prestasinya tersebut. Kebutuhan ini pada teori Maslow terletak antara kebutuhan akan penghargaan dan kebutuhan aktualisasi diri. yaitu kebutuhan untuk berprestasi. C. Individu yang mempunyai kebutuhan afiliasi yang tinggi umumnya berhasil dalam pekerjaan yang memerlukan interaksi sosial yang tinggi. berprestasi sehubungan dengan seperangkat standar. dan kemajuan dalam pekerjaan.memiliki sebuah pandangan (asumsi) bahwa kebutuhan untuk breprestasi itu adalah suatu yang berbeda dan dapat dan dapat dibedakan dari kebutuhan-kebutuhan yang lainnya. keinginan untuk mendapatkan umpan balik tentang hasil kerja mereka.

kuantitatif dan faktual). Pencapaian adalah lebih penting daripada materi. dibandingkan dengan melesetnya. lebih banyak kemungkinan masuknya. kadang-kadang dekat dengan pasak. bahwa orang berpretasi tinggi mempunyai resiko yang besar. tidak terlalu besar resikonya. Orang semacam ini mau berprestasi dengan suatu resiko yang moderat. Karakteristik dan sikap motivasi prestasi ala McClelland antara lain: 1. sehingga kemungkinan masuknya kawat. 2. nampak pada permukaan usaha. Ciri ini amat dekat dengan karakteristik di atas. Tetapi penemuan Mc Clelland. Memerlukan umpan balik yang segera. Kadang-kadang agak jauh. Umpan balik sangat penting. • Suka mengambil resiko yang moderat (moderate risk).tersebut. sebagai ilustrasi. Pada umumnya. Seseorang yang berprestasi tinggi. Sehingga ia tahu kekurangannya. Memperhitungkan keberhasilan. antara lain. Mencapai tujuan atau tugas memberikan kepuasan pribadi yang lebih besar daripada menerima pujian atau pengakuan. Terdapat beberapa karakteristik dari orang yang menurut Mc Clelland sebagai berprestasi tinggi. Informasi yang merupakan umpan balik yang bisa memperbaiki prestasinya dikemudian hari sangat dibutuhkan oleh orang tersebut. • • . pada umumnya lebih mengenangi akan semua informasi akan hasil-hasil yang dikerjakannya. Kalau dalam berprestasi kemudian mendapatkan pujian. akibatnya akan mempengaruhi perilaku karyawan dalam bekerja atau mengelola organisasi. yang nantinya bisa diperbaiki untuk peningkatan prestasi berikutnya. Seseorang yang mempunyai kebutuhan prestasi tinggi. akan jauh berbeda dengan kebanyakan orang tersebut. 3. Orang-orang uang mempunyai kebutuhan untuk berprestasi lebih tinggi cara melemparnya. dan juga tidak terlalu jauh sehingga kemungkinan meleset itu besar sekali. Dia ukur jarat sedemikian rupa. Orang ini akan lebih berhati-hati mengukur jarak. penghargaan dan hadia-hadiah yang melimpah. Ia lebih tertarik pada materi intrinsik dari tugas yang dibebankan kepadanya sehingga menimbulkan prestasi dan sama sekali tidak mengharapkan hadiah-hadiah materi dan penghargaan lainnya atas prestasinya tersebut. beberapa partisipan diminta olehnya melempar lingkaran-lingkaran kawat pada pasak-pasak yang telah dipasang. Dia tidak akan terlalu dekat agar semua kawat bisa masuk ke pasak dengan mudah. dan juga tidak terlampau rendah. hal tersebut bukanlah karena ia mengharapkan tetapi karena orang lain atau lingkungannya yang akan menghargainya. Mc Clelland melakukan percobaan labolatorium. Informasi itu akan memberikan kepadanya penjelasan bagaimana ia berusaha memperoleh hasil. karena merupakan ukuran sukses (umpan balik yang diandalkan. pada umumnya orang-orang tersebut melempar secara acak. pada uumnya hanya memperhitungkan keberhasilan prestasinya saja dan tidaj memperdulikan penghargaan-penghargan materi.

khususnya sebagai makhluk sosial yang selalu membutuhkan kehadiran orang lain untuk menjalankan roda kehidupannya. Orang lain merasakan bahwa orang berprestasi tinggi seringkali tidak bersahabat (loner). Maka mereka akan cenderung menjadi remaja yang mudah bergaul. Bilamana anak memasuki masa remaja. Sekali orang yang berprestasi tinggi memilih suatu tujuan untuk dicapai. Dia cenderung realistik mengenai kemampuannya dan tidak menyenangi orang lain bersama-sama dalam satu jalan dalam pencapaian suatu tujuan. tidak dapat memenuhi harapan-harapan tersebut. dan terbuka menghadapi orang lain dalam situasi apapun. 1999: 209 ). Sejak dilahirkan. lebih hangat. 24). berpikir. maka ia cenderung untuk menyatu dengan tugas pekerjaannya sampai ia benar-benar berhasil secara gemilang. Dimana dengan tahap perkembangan yang baik remaja akan cenderungan . manusia membutuhkan pergaulan dengan orang lain untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan hidupnya (Gerungan. Latar Belakang Masalah Makhluk hidup yang ada di dunia ini hidup dengan berbagai permasalahannya. Tipe komitmen pada dedikasi ini memancar dari kepribadian yang teguh. 1996. HUBUNGAN ANTARA KEPERCAYAAN DIRI (SELF CONFIDENCE) DENGAN PENYESUAIAN SOSIAL PADA REMAJA BAB I PENDAHULUAN A. Pada umumnya remaja diharapkan mampu untuk bersikap. namun mereka juga belum dapat dikatakan dewasa.• Menyatu dengan tugas. Pada remaja yang tidak berhasil menguasai tugas perkembangannya. dan dia tidak akan puah sebelum pekerjaan itu selesai seluruhnya. Sehingga remaja memikul tugas dan tanggungjawab yang disebut sebagai tugas-tugas perkembangan. Remaja sebagai mahluk sosial yang hidup berkelompok diharapkan dapat berinteraksi dengan yang lain agar dapat dikatakan sebagai individu yang dapat menyesuaikan diri dengan baik sesuai dengan tahap perkembangan dan usianya. dalam arti luas ditinjau dari segi postur fisik.dan bertingkah laku yang sesuai dengan tuntutan lingkungannya. maka dapat menimbulkan akibat yang kurang baik dalam perkembangan kepribadian remaja tersebut. baik dari segi fisik maupun psikologis. Terutama pada masa remaja yang merupakan masa peralihan yaitu antara masa anak-anak ke masa dewasa. antara lain mencapai hubungan yang lebih matang dengan teman sebaya baik dengan pria maupun wanita ( Hurlock. Pada saat inilah individu itu mengalami pertumbuhan yang cepat. Hal ini berarti bahwa ia bertekad akan mencapai tujuan yang telah dipilihnya dengan ketekatan hati yang bulat. Perubahan yang paling menyolok dan mudah diamati adalah perubahan fisiknya. Mereka juga bukan lagi sebagai kanak-kanak. mereka tidak menyadari bahwa suatu tahap perkembanggan baru telah dimasukinya. sikap dan prilakunya. Anak yang telah mengijak masa remaja biasanya kurang menyadari perkembangan fisik yang dialaminya. Dia tidak bisa meninggalkan tugas yang selesai baru separuh perjalanan.

Dia mengatakan bahwa hanya sedikit remaja yang mengalami karteksis atau merasa puas dengan bentuk tubuhnya. Yang terpenting dan tersulit adalah penyesuaian sosial dengan meningkatkannya pengaruh kelompok teman sebaya. mengambarkan bahwa orang yang mempunyai kepercayaan diri ciri-cirinya: individu merasa yakin terhadap tindakan yang dilakukan. nilai-nilai dalam dukungan dan penolakan sosial. yang kemudian diikuti oleh penerimaan sosial teman sebaya. Remaja harus menyesuaiakan diri dengan lawan jenis dalam hubungan yang sebelumnya belum pernah ada dan harus menyesuaiakan dengan orang dewasa diluar lingkungan keluarga dan sekolah. Sedangkan Pfeiffer ( dalam Hurlock. Berdasarkan berbagai peristiwa atau pengalaman tadi. Pemahaman tentang hakikat percaya diri akan lebih jelas jika seseorang melihat secara langsung berbagai peristiwa yang dialami oleh diri sendiri atau orang lain. nilai-nilai baru dalam seleksi persahabatan. Rasa percaya diri dapat berkembang baik sesuai porsinya jika remaja dapat melaksanakan tugas-tugas perkembangannya dengan baik. Menurut Tina Afiatin dan Sri Mulyani. Tina Afiatin dan Sri Mulyani. individu merasa diterima oleh kelompoknya. terus-terang. Penyesuaian sosial menurut Hurlock (1978:287) merupakan keberhasilan seseorang untuk menyesuaikan diri terhadap orang lain pada umumnya dan terhadap kelompoknya pada khususnya. dan individu percaya sekali terhadap dirinya serta memiliki ketenangan sikap. Dari semua perubahan yang terjadi dalam sikap dan prilaku sosial akan memberikan kesempatan pada . Sesuai dengan yang telah dilakukan sejumlah peneliti (dalam Santrock. Individu yang memiliki rasa percaya diri dalam lingkungan sosial selalu bersifat terbuka. pengelompokkan sosial yang baru. bisa dilihat gejala-gejala tingkah laku seseorang yang menggambarkan adanya rasa percaya diri atau tidak (Hakim. 2003: 336-338) yang telah menemukan bahwa penampilan fisik merupakan suatu kontribusi yang sangat berpengaruh pada rasa percaya diri ( Adam. 2002:2).menjadi individu yang mudah bergaul dengan memiliki rasa percaya diri dan sikap terbuka dalam kehidupan sosialnya.M. perubahan dalam prilaku sosial. Sesuai dengan hasil pengamatan awal yang dilakukan oleh peneliti remaja memiliki permasalahan dengan kepercayaan dirinya dalam melakukan penyesuaian sosial di lingkungan sosialnya yang disebabkan oleh beberapa hal misalnya pembentukan konsep diri yang kurang dalam perubahan fisik dan perannya dalam lingkungan sosial yang lebih besar.M (1998:66) Kepercayaan diri merupakan aspek kepribadian manusia yang berfungsi penting untuk mengaktualisasikan potensi yang dimilikinya. 1999:211 ) mengatakan bahwa pada masa remaja akan muncul keprihatinan perubahan fisiknya. dimana salah satu tugas perkembangan masa remaja yang tersulit adalah yang berhubungan dengan penyesuaian sosial. Kegagalan mengalami karteksis tubuh menjadi salah satu penyebab timbulnya konsep diri yang kurang baik dan kurang harga diri dan percaya diri selama masa remaja. Ketidakpuasan hanya dialami beberapa bagian tubuh tertentu dan hal ini kebayakan dialami oleh remaja yang memiliki kurang rasa percaya diri. berani mengambil tantangan dan berani menjelaskan ide-ide ataupun pilihan-pilihannya.dkk). Penampilan fisik secara konsisten berkorelasi paling kuat dengan rasa percaya diri secara umum. Sebagai contoh adalah pada penelitian Harter (1989).

B. maka dapat dirumuskan suatu permasalahan yaitu “ Apakah terdapat hubungan antara kepercayaan diri (self confidence) dengan penyesuaian sosial pada remaja”. disamping itu akan merusak rasa percaya diri dan harga diri si anak (Hurlock. penolakan akan dilakukan apabila remaja menentang atau tidak mampu mengadakan penyesuaian tersebut. Rumusan Masalah Dari penjelasan diatas tersebut. mengembangkan potensinya serta kemampuan sosialnya tanpa merasa rendah diri karena kekurangan yang dimilikinya. Dengan demikian remaja memiliki kepercayaan diri yang dapat diungkapkan melalui sikap yang tenang dan simbang dalam situasi sosial (Hurlock. Remaja akan diterima baik ditengah-tengah pergaulannya.remaja untuk melibatkan diri dalam berbagai kegiatan sosial. Penyesuaian sosial menurut Hurlock (1978:287) merupakan keberhasilan seseorang untuk menyesuaikan diri terhadap orang lain pada umumnya dan terhadap kelompoknya pada khususnya. 6 D. sehingga mempunyai manfaat sebagai berikut: 1. Tetapi apabila dalam lingkungan sosialnya remaja mengalami perasaan rendah diri dan terasing maka akan berpeluang untuk mengalami gangguan kepribadian dibandingkan remaja yang diterima secara sosial. khususnya psikologi sosial dalam menjelaskan fenomena psikologis yaitu hubungan kepercayaan diri (self confidence) dengan penyesuaian sosial pada remaja. Manfaat Teoritis Sebagai sarana untuk mengaplikasikan teori-teori dalam psikologi. Sebaliknya. Selain itu. sehingga penyesuaian diri dalam situasi sosial bertambah baik. berdasarkan hal tersebut maka penulis mengangkat judul: “Hubungan Antara Kepercayaan Diri (Self Confidence) Dengan Penyesuaian Sosial Pada Remaja”. 1978: 297). apabila remaja mampu menyelaraskan dirinya dengan norma-norma dan aturan yang berlaku dilingkungannya. Tujuan Penelitian Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kepercayaan diri (self confidence) dengan penyesuaian sosial. Manfaat Praktis Sebagai tambahan informasi bagi remaja untuk dapat semaksimal mungkin dapat mengatasi rasa percaya diri dalam menghadapi kehidupan sosialnya. Maka penyesuaian sosial dari orang lain akan membuat remaja lebih dapat melalui periode masa perkembangannya. . Dengan adanya konsep diri yang tidak menyenangkan ini akan menimbulkan penyesuaian diri yang buruk dan hubungan sosial yang tidak memuaskan. tambahan informasi bagi praktisi pendidikan dan bahan perbandingan dan tambahan literatur. Manfaat Penelitian Penelitian ini diharapkan dapat memberi jawaban mengenai adanya hubungan antara kepercayaan diri (self confidence) dengan penyesuaian sosial pada remaja. 2. C. 1999: 213-214). Dari uraian diatas telah ditunjukkan betapa pentingnya rasa percaya diri untuk melakukan penyesuaian sosial pada remaja.

Latar Belakang Masa remaja merupakan masa transisi dari kanak-kanak ke dewasa. mudah tersinggung. 1992 : 206). putus asa. tanpa mereka sendiri ikut berbicara (Mappiare. mandiri dan mampu bersosialisasi dengan baik.Diposkan oleh Administrator HUBUNGAN ANTARA PENERIMAAN KELOMPOK SEBAYA DENGAN KONSEP DIRI PADA REMAJA DI SMUN I PROBOLINGGO BAB I PENDAHULUAN A. Proses ini disebut proses mencari identitas ego. remaja menarik perhatian pada diri sendiri dan supaya dipandang sebagai individu. Salah satu . Jadi. Remaja berkelompok berdasarkan minat dan kemampuan yang sama dimana kelompok yang menjadi acuan atau sasaran tersebut mempunyai arti penting baginya. remaja akan mengembangkan kreatifitasnya bersama teman-teman yang dibutuhkan dan dianggapnya penting baginya (Rakhmat. menentukan kualitas pribadinya yaitu bagaimana remaja dapat mengeksplorasi diri dalam berinteraksi denganteman sebaya dan bagaimana remaja mampu mengatur aktivitasnya (Haditono. remaja menghabiskan waktu bersama-sama 6 jam sehari dan sekolah menyediakan berbagai aktivitas ekstrakurikuler bagi kegiatan berkelompok dengan teman sebaya. Akan tetapi remaja sendiri mengungkapkan kesan tentang dirinya bahwa orang-orang diluar dirinya (dewasa) bersikap tak acuh. 1992 : 237). dan ada yang menganggap bahwa remaja merupakan sebuah potensi manusia yang perlu dimanfaatkan. Remaja dalam menemukan jati diri. Erickson (dalam Haditono. terpengaruh dan sebagainya (Soesilowindradini. tt : 146). tidak peduli pada kelompoknya dan mereka mungkin akan mengeluh. Banyak cara untuk mengangkat diri sendiri sebagai individu adalah dengan menggunakan simbol status dalam bentuk materi seperti mobil. marah. 1982 : 11). bahwa dirinya hanya dijadikan obyek pembicaraan. kata tersebut mengandung banyak kesan. tatanan rambut dan pemilikan barang-barang lain yang mudah terlihat. sementara pada saat yang sama remaja mempertahankan identitas dirinya terhadap kelompok sebaya. pakaian. 1994 : 231) mengatakan bahwa pada masa remaja. Oleh karena itu remaja seringkali menunjukkan prilaku yang emosional. 1999 : 100). “Remaja”. seseorang akan berusaha melepaskan diri dari mileu orang tua untuk menemukan jati dirinya. Di sekolah. Para remaja harus mengikuti standart budaya kawula muda bila ingin diterima oleh kelompok sebayanya dengan mempelajari standart prilaku dan nilai-nilai budaya (Hurlock. Jalan untuk mencari identitas ego pada remaja turut menentukan kualitas pribadinya maka akan menjadi remaja yang sehat. Disatu sisi ada kesan bahwa remaja adalah kelompok orang-orang yang sering menyusahkan orang tua. Dengan cara ini.

2002 : 4). . Adapun manfaat belajar disini adalah untuk melepaskan kemampuannya dalam rangka menentukan identitas dirinya dan membandingkan kemampuannya dengan teman sebaya. tt : 202). Hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara perkembangan remaja menurut pendekatan ekologi. demikian pula dengan harapan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peranan orang tua dan guru dapat dijadikan sebagai lingkungan yang dapat membantu pengembangan konsep diri dan penyesuaian diri remaja. Kegagalan dalam memperoleh identitas diri akan menyebabkan beberapa gangguan prilaku patologis.tugas perkembangan remaja (Hurlock. gembira. 1982 : 172). Kemampuan remaja untuk dapat masuk dan bergabung serta beraktivitas bersama dalam kelompok dapat dilihat dari sejauh mana remaja dapat menyesuaikan diri terhadap pendapat kelompok yang dianutnya. 1999 : 39). Remaja akan mengukur keberhasilan atau kegagalannya berdasarkan jumlah sahabat yang dimilikinya dan berdasarkan jaminan statusnya dalam kelompok (Hurlock. 1997 : 297). Kondisi ini akan memberikan peluang terjadinya gambaran yang dimiliki tentang diri (konsep diri) menjadi baik. puas dan memberikan rasa percaya diri yang besar (Mappiare. Hal ini menimbulkan ketidakpuasan yang menjadi salah satu penyebab rendahnya konsep diri dan harga diri (Hetty. Menurut penelitian yang dilakukan Hendriati (Psikodinamik. mudah terpengaruh (Rakhmat. Pendekatan ekologi yaitu mencakup konteks keluarga dan sekolah yang diwakili oleh orang tua dan guru sebagai penunjang peranan dalam pencapaian dari tugas perkembangan. Kesuksesan yang diperoleh menunjukkan bahwa remaja tersebut merasa diterima dalam kelompok sebayanya. Pentingnya pencapaian dari tugas perkembangan remaja adalah remaja akan merasa bahagia dimana aspirasi remaja terpenuhi. Sedangkan kegagalan mengakibatkan remaja merasa tidak berharga sehingga mereka merasa tidak diterima. gelisah. Manfaat yang lain yaitu remaja dapat bergaul dengan teman sebaya untuk menghayati masa mudanya. Dengan diterimanya ia dalam kelompok teman sebayanya. Adanya penerimaan teman sebaya dalam kelompok dapat ditujukan dengan indeks keberhasilan yang digunakan remaja untuk berperan dalam kelompok sosial dan menunjukkan derajat rasa suka anggota kelompok yang lain untuk bekerja ataupun bermain dengannya. Misalnya belajar bermain musik. 2001). 2002) tentang hubungan antara perkembangan remaja dengan konsep diri dan penyesuaian diri remaja berdasarkan pendekatan ekologi. 1992 : 213) adalah memupuk kemampuan bersosialisasi dengan memperluas hubungan antar pribadi dan berinteraksi secara lebih dewasa dengan teman sebaya. Sketsa (dalam Bestari. sehingga akan menimbulkan rasa senang. seperti : impulsif. Remaja dalam pergaulan sudah tentu mempunyai perasaan ingin diterima dalam kelompok teman sebayanya (Soesilowindradini. Remaja dalam mengembangkan kemampuan sosialnya cenderung bergabung dengan kelompok dan banyak berpartisipasi dalam aktivitas-aktivitas kelompok. Ia akan berusaha menyesuaikan diri dengan kelompok tersebut. pasti mendapatkan pengalaman yang berupa kegagalan atau kesuksesan. maka akan membuat remaja tersebut merasa bahwa dirinya dihargai dan dihormati oleh teman-temannya. menceritakan bahwa remaja mengisi waktu luangnya dengan beraktivitas. Remaja dalam proses belajar.

motif berprestasi rendah. Remaja yang mengalami kesuksesan akan menampilkan konsep diri yang positif. kurang orientasi. mudah putus asa. Disinilah remaja melakukan interaksi dan belajar menekuni bidang yang sama. Berdasarkan penelitian Azizah (2003) yang menyatakan bahwa ada pengaruh yang sangat signifikan antara penerimaan kelompok sebaya terhadap penyesuaian diri remaja. anggota dari kelompok penghuni tersebut harus bersikap saling menghormati dan menghargai. Mereka yang lebih banyak disukai dan diterima oleh temantemannya maupun masyarakat yang mendukungnya melalui sms. Disini. 1997 :293). Mereka masuk dalam kelompok sebaya yang memiliki minat sama. dalam Rakhmat. . Dilingkup sekolah. Hal ini didukung oleh Burn (1993 : 42) bahwa proses belajar dan pengalaman terutama yang berhubungan dengan dirinya baik yang berupa kegagalan dan kesuksesan dapat membentuk konsep diri. akan membuat individu tersebut merasa dirinya berharga. Percaya diri merupakan salah satu faktor pendukung terbentuknya konsep diri (Maltz. Tilawatil Qur`an hingga menjadi atlit olah raga. Ada juga penerimaan dari teman sebaya itu atas dasar penampilan fisik yang dimiliki. Pada dasarnya remaja ingin memiliki kemampuan mental atau kemampuan-kemampuan dalam hal lain yang unggul yang menyebabkan dirinya selalu diterima (Haditono. Seperti yang diberitakan oleh Sugandha dimana polisi menangkap sekelompok remaja yang masih duduk di SMU tengah menikmati minuman keras dan sabu-sabu. 1999: 101). tetapi itu tergantung dari bagaimana individu bersikap. Sedangkan remaja yang mengalami kegagalan akan membentuk konsep diri yang negatif. penyesuaian diri yang buruk.perasaan tidak mampu. 2004) menceritakan tentang penerimaan oleh teman-teman dalam kelompok penghuni terakhir. Seorang remaja yang diterima disekolahnya baik karena faktor fisik yang baik. Dimana semua kegiatan disini ditekuni berdasarkan minat dan hobby masing-masing individu untuk mengembangkan kreatifitasnya. bisa juga remaja diterima didalam kegiatan ekstrakurikuler misalnya pemain band. Hal ini mereka lakukan sematamata supaya diterima oleh kelompok sebayanya dan untuk mendapatkan simbol status bahwa mereka sudah bisa dianggap dewasa (dalam SERGAP. bangga pada diri sendiri dan lebih percaya diri sehingga ia akan lebih berjuang dalam mengembangkan kreatifitasnya. Penerimaan kelompok sebaya itu sendiri merupakan persepsi tentang diterima atau dipilihnya individu tersebut menjadi anggota dalam suatu kelompok tertentu (Hurlock. Penerimaan kelompok sebaya sangat mempengaruhi sikap-sikap dan perilaku remaja. ragu. penyanyi. Perilaku yang demikian dapat menghancurkan moralitas remaja selanjutnya dan membawa pengaruh buruk terhadap perkembangan selanjutnya. akan merasa bahagia dan memiliki konsep diri yang positif (Mappiare. kemampuan pikir yang cerdas maupun sikap yang ramah dan rendah hati. 23 Desember 2004). 1982 : 92). 1991 : 201). Widi (dalam Aneka. Tetapi ada juga remaja yang selalu mengikuti perbuatan apa saja yang dilakukan oleh kelompok sebayanya hanya karena ingin diterima dalam kelompok tersebut. Konsep diri tumbuh dan berkembang dalam interaksi sosial maka perubahan dan modifikasinya pun terjadi dalam proses interaksi sosial yang berlangsung sepanjang hidup seseorang. penerimaan teman sebaya bisa diperoleh karena prestasi belajar yang dimiliki. rendah diri.

sosial dan psikologiknya (Brooks. Guru pengajarnya diberi sejumlah nama yang memungkinkan memiliki prestasi (sebenarnya dipilih secara random dan tanpa dasar apapun) dan ternyata anak-anak yang namanya berada dalam daftar tersebut menunjukkan prestasi akademik yang lebih menonjol dari pada anak-anak lainnya.Hal ini dapat dibuktikan dari analisis random sampling yaitu F = 107.000 yang artinya bahwa dengan diterimanya remaja dalam kelompok sebaya maka penyesuaian diri remaja tinggi. Asumsinya adalah karena anak-anak tersebut diperlakukan secara lebih apresiatif baik verbal ataupun non verbal. 1993 : 72). Adapun pengertian dari konsep diri adalah pandangan seseorang mengenai dirinya meliputi kondisi fisik.796 dan p = 0. Berdasarkan dokumentasi Guru BK di SMUN I Probolinggo. Kecewa dan sakit Diputus pacar dan 10 siswa hati diselingkuhi (4 pria. Minder atau 19 siswa Status ekonomi rendah rendah diri (6 pria. 13 wanita) 2. Hal ini menimbulkan perubahan sikap. Adapun rincian kasus ada pada tabel berikut : Tabel 1 Rincian Kasus yang dihadapi Siswa-siswi SMUN I Probolinggo Pada Tahun 2003-2004 No Jenis Kasus Alasan Jumlah Kasus 1. 1996 : 99). Peran konsep diri dalam membentuk kepribadian dibuktikan dalam banyak penelitian diantaranya penelitian yang dilakukan oleh Robert Rosenthal dan Leonard (1968) terhadap anak sekolah tingkat dasar. Sebaliknya konsep diri negatif dapat diketahui dengan adanya evaluasi diri yang negatif. kurang bisa menerima diri sendiri dan merasa kurang berharga (Burn. Hal ini telah dibuktikan melalui hasil analisis random sampling yaitu r = 0. maka ada hubungan yang positif antara dua variabel tersebut yaitu semakin positif konsep diri seseorang maka semakin tinggi pula pengungkapan dirinya. Konsep diri positif dapat diketahui dengan adanya evaluasi diri dan penerimaan diri yang positif disertai adanya self esteem yang tinggi.621 dan p = 0.000. Sebaliknya dengan ditolaknya remaja dalam kelompok sebaya maka penyesuaian diri remaja rendah. 6 wanita) .000. yang berarti bahwa semakin terpenuhinya kebutuhan maka semakin realistis konsep diri yang dimiliki. dalam Rakhmat. Hasil penelitian Khusna (2002) yang menyatakan bahwa ada hubungan yang sangat signifikan antara pemenuhan kebutuhan dengan konsep diri remaja. dan guru lebih menolong mereka dan memperbaiki konsep diri mereka (Rakhmat. Hal ini terbukti dari hasil yang diperoleh yaitu rxy = 0. inferior. diperoleh rincian data tentang konsultasi siswa-siswa yang bermasalah atau kasus yang dihadapi siswa selama periode tahun 2003-2004 sebanyak 50 siswa. 1999 : 91-92). rasa benci terhadap diri sendiri. Dengan kata lain remaja dapat mengembangkan pemahaman dan penilaian terhadap dirinya. perilaku dan penilaian diri yang berpengaruh pada pembentukan konsep diri. Hasil penelitian Ana (2002) menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang sangat signifikan antara konsep diri dengan pengungkapan diri (self disclosure) pada remaja di SMU Muhammadiyah 3 Malang.852 dan P = 0.

Ikutan trend anak gaul 9 siswa Merokok supaya dianggap dewasa (6 pria. 2. Rumusan Masalah Permasalahan yang akan diungkap adalah apakah ada hubungan antara penerimaan kelompok sebaya dengan konsep diri pada remaja? C.3. ragu dan minder) merupakan bentuk dari konsep diri yang negatif (Hurlock. Manfaat Teoritis Penelitian ini dilakukan untuk memberikan sumbangan bagi perkembangan Ilmu Psikologi khususnya Psikologi Sosial dan Psikologi Perkembangan. Latar belakang yang baik. 1997 : 299). Tujuan Berdasarkan permasalahan diatas. dipandang dari sudut status sosial ekonomi keluarga. Pergaulan bebas Merayakan hari valentine 2 siswa pria. Berdasarkan uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa remaja yang diterima dikalangan teman sebaya memiliki peran penting bagi remaja itu sendiri.wanita Total Jumlah 50 siswa Atas dasar dokumentasi inilah. timbul masalah yaitu ketidakcocokan yang disebabkan oleh perbedaan status dan latar belakang keluarga. Manfaat 1. Minum-minuman Ingin diterima sebagai 8 siswa keras anggota geng yang diminati (6 pria. status ekonomi maupun latar belakang keluarga. Kemudian remaja-remaja ini berusaha mencari perhatian teman-temannya dengan melakukan tindakan-tindakan negatif diantaranya minum-minuman keras dan menggunakan obat-obatan supaya bisa diterima dikalangan sebayanya. dapat mendukung stabilitas penerimaan sosial ekonomi keluarga karena dapat membantu remaja mempelajari pola perilaku dan nilai yang akan selalu mendapat persetujuan dan dukungan sosial ketika mereka beranjak dewasa (Hurlock. 3 wanita) 4. B. Siswa atau remaja yang status ekonominya rendah merasa tidak percaya diri. peneliti tertarik untuk meneliti siswa-siswi SMUN I Probolinggo dimana sekolah ini merupakan sekolah favorit di kota Probolinggo karena mereka yang masuk sekolah tersebut berdasarkan prestasi yang dimiliki. Oleh karena itu peneliti tertarik untuk meneliti hubungan antara penerimaan kelompok sebaya dengan konsep diri pada remaja. Narkoba (obatIngin terkenal atau populer 2 siswa pria obatan terlarang) 6. Sikap demikian (tidak percaya diri. maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara penerimaan kelompok sebaya dengan konsep diri pada remaja. Mereka merasa tidak diterima oleh kelompok sebaya yang dianggap lebih tinggi status ekonominya. ragu dan minder untuk berteman dengan teman-teman yang status ekonominya tinggi. Akan tetapi dalam proses penyesuaian diri ketika siswa-siswi itu bergaul dan berinteraksi satu sama lain. Manfaat Praktis Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi bagi orang . bukan karena status sosial. 2 wanita) 5. D. 1974 : 33).

tanpa sebuah self confidence maka kita akan menjadi orang yang pesimistis. dengan self confidence maka kita sudah menetapkan bahwa kita harus bisa mencapai impian kita. dengan self confidence tersebut saya menemukan kunci untuk bergerak. sungguh untuk mendapatkan sebuah sepeda motor seharga 20 juta saja dibutuhkan sebuah kesulitan untuk mencapainya apalagi untuk barang yang lebih mahal. merasa yakin terhadap semua kelebihan diri dan mampu menerima kelemahan diri sebagai satu bagian yang utuh.tua. calm and confidence dengan confidence inilah maka kita akan melompati tembok yang bernama halangan. tetap yakin dengan semua kemampuan diri dan yakin pula bahwa anda akan mampu menggapai tujuan anda. tetapi saya mampu menginspirasi teman . inspirasi menjadi sebuah kekuatan yang saya gunakan untuk membangkitkan kekuatan orang lain. sebuah halangan dan tantangan akan mengisnpirasi kita untuk mengerahkan seluruh kemampuan terbaik kita. hanya dengan mengeluarkan semua kemampuan terbaik sajalah maka apa yang kita impikan akan menjadi kenyataan. rintangan dan hambatan.com/humanities/philosophy/1803532-selfconfidence/#ixzz1Z32td7zA Nama : Tiara Delia Madyani NIM : 0800931 Tugas : Teori Subjective Well-being Mata Kuliah : Psikologi Konseling Subjective well-being didefinisikan sebagai suatu evaluasi positif mengenai kehidupan . sungguh dengan sebuah self confidence anda akan mampu melewati semua rintangan dan mendapatkan apa yang anda inginkan.teman saya yang jago voli untuk mengeluarkan kemampuan terbaik mereka. tanpa impian kita maka kita sudah membunuh masa depan kita. karena dia mengetahui bahwa jika dia meyakini bahwa dia adalah juara maka akan mengerahkan semua kemampuan terbaiknya sampai melewati garis finish. jika kita tidak mampu mengerahkan seluruh kemampuan kita maka apa yang kita lakukan tidak akan mencapai hasil yang memuaskan.shvoong. lihatlah betapa confidencenya valentino rossi ketika sedang bertanding. kita akan menjadi orang yang berjalan tanpa arah. jika tembok setinggi 2 meter menghalangi langkah kita kemudian mengatakan itu sebagai jalan buntu maka kita tidak akan sampai ke gerbang kesuksesan. pernah ketika masih mahasiswa saya tidak bisa bermain voli bahkan sampai sekarangpun saya bukan seorang pemain voli yang hebat. self confidence adalah merasa yakin terhadap diri sendiri. Sumber: http://id. guru maupun remaja dalam pembentukan konsep diri yang positif. lebih baik menjadi orang yang cool.

Jika keadaaan hidup tanpa makna ini terjadi pada diri individu secara berlarut-larut. nilai estetis.1 Januari 2008). Keadaan ini selintas seperti gangguan depresif. Bastaman. 1992. keseimbangan emosi positif dan negatif. Pinquart & Sorenson. Individu juga akan kehilangan minat terhadap kegiatan yang sebelumnyamenraik bagi anda. dan memiliki tujuan yang mulia untuk dipenuhinya (Frankl. lebih berharga. ditunjukkan dengan perasaan hampa. 1977. menjalani hidup seperti tanpa tujuan. (Stock. Indikator untuk menilai subjective well -being antara lain: kepuasan hidup. Koeswara.5 no. merasa hidup tek berarti. perasaan hampa. 1987) juga mengemukakan bahwa manusia bisa menemukan makna melalui realisasi nilai-nilai manusiawi yang mencakup nilai kreatif.seseorang yang diasosiasikan dengan diperolehnya perasaan menyenangkan. kebahagiaan. et al. nilai etis dan . 1992. 1996 dalam Jurnal Humanitas vol. Kebermaknaan hidup adalah keadaan penghayatan hidup yang penuh makna yang membuat individu merasakan hidupnya lebih bahagia. Menurut Frankl (1977) gejala-gejala dari orang yang kehilangan makna hidupnya. dan penuh keputusasaan. adanya kebosanan dan apatis. Bastaman. Koeswara. 1977. merasa hidup tidak ada artinya. maka akan memunculkan gangguan psikis. Frankl (Koeswara. 1986. 2000). tetapi pengobatan dengan anti-depresan tidak mampu menghapusnya. hilangnya inisiatif. 1996). Gangguan ini dapat anda pahami dengan menyadari gejala-gejalanya seperti timbulnya keluhan-keluhan bosan. merasa tak memiliki tujuan hidup yang jelas. atau symptom yang dinamakan sebagaineu r osi s noogenik (Frankl.

(2) menyadari keinginan dari mesa kecil hingga sekarang serta memahami kebutuhan-kebutuhan apa yang mendasari keinginan-keinginan itu. baik bagi dirinya sendiri maupun bagi orang lain. Jadi terdapat semacam dukungan sosial. c. diantaranya: a.nilai pengalaman (experiential value). (2) pendalaman nilai . yaitu dengan memberikan sesuatu yang berharga bagi kehidupan. karena hal ini merupakan salah satu sumber makna bagi manusia. 1998) dalam menemukan kebermaknaan hidup sebagai upaya untuk menemukan kembali kesadaran akan makna dan orientasi hidup. bisa menemukan atau menciptakan makna hidup melalui kerja. di samping melalui kehidupan keagamaan. d. Pengakraban hubungan. melalui pertemuan dengan keindahan dan kebenaran. mendalam. (3) merumuskan secara lebih jelas dan nyata hal-hal yang diinginkan untuk masa mendatangkan dan menyusun rencana secara realistis untuk mencapainya. Tri nilai di sini adalah (1) pendalaman nilai-nilai kreatif. Pendalaman tri nilai. dan melalui pengalaman-pengalaman. melalui pertemuan dan cinta dengan sesama. Bertindak positif. yakni hubungan akrab seorang pribadi dengan pribadi yang lain sedemikian rupa sehingga dihayati sebagai hubungan yang dekat. b. Ini berarti bahwa manusia. Manfaat dari metode ini adalah untuk (1) mengenali keunggulan-keunggulan dan kelemahan-kelemahan pribadi. yakni menerapkan hal-hal yang baik dan positif dalam berperilaku dan tindakan nyata sehari-hari. Dengan cara ini seseorang merasa dirinya berharga dan bermakna. saling percaya dan saling memahami. Menurut Bastaman (dalam Kitab. Pemahaman pribadi dan pengubahan sikap.

meyakini dan mengahayati berbagai nilai yang ada dalam kehidupan. Daftar Pustaka: _____. Subjetvive well-being. Thn 3. 2009. 2008. dimana individu mencoba memahami. Psikologika: Jurnal Pemikiran & Penelitian Psikologi. [online].htt p://igoes z z catatanpsikologiku. seperti keindahan. Hanna D.masbow. kebajikan dan cinta kasih. bahkan mungkin peristiwa itu dapat memberikan pengalaman yang berharga dan menimbulkan makna tertentu. Sedangkan dalam pengertian khusus ibadah adalah ritual untuk mendekatkan diri kepada Allah melaui cara yang diajarkan dalam agama. e. dan mencegah diri dari hal-hal yang dilarang-Nya menurut ketentuan agama.-nilai penghayatan. yang dalam sehari-hari disebut dengan hikmah. [online]. Adakah Harapan di Tanah Tipis Harapan? Mengenang Viktor Frankl Pendiri Logoterapi. Fakultas Psikologi Universitas Islam Bandung.html/.blogspot.com/2008/10/mencapai-kebermaknaan-hidup. http://www. yakni memberi kesempatan kepada seseorang untuk mengambil sikap yang tepat terhadap kondisi dan peristiwa yang hadir dalam kehidupannya. No.Mencapai Kebermaknaan Hidup. Ibadah.html/. keimanan.com/2009/11/subjective-well-being. kebijakan. 5. Mba¶ Iguzt.diakses tanggal 15 Oktober 2010 Bastaman. Dengan mengambil sikap yang tepat maka beban pengalaman tragis akan berkurang. Dalam pengertian umum ibadah adalah segala kegiatan melaksanakan apa yang diperintahkan Tuhan. (1998).diakses tanggal 15 Oktober 2010 . (3) pendalaman nilai-nilai bersikap.

Ketika peneliti bertanya pada orang tentang kebahagiaan mereka. yaitu: kebahagiaan dan kepuasan hidup. 2009 Oleh WangMuba pada 17. Kemudian. (2008). Kepuasan hidup ini dapat diketahui dalam bentuk laporan diri atau self report. para pemimpin agama Kristen percaya bahwa merekalah yang seharusnya mendefinisikan kebahagiaan bagi semua orang. Perbedaan Tingkat Kebermaknaan Hidup antara Kelompok Pengguna NAPZA dengan Kelompok Non-pengguna NAPZA. Pengukuran Kesejahteraan Subjektif Salah satu masalah yang menghalangi penelitian tentang kebahagiaan adalah bagaimana cara mengukurnya. Sebagai tambahan. lalu siapa yang dapat mendefinisikannya? Salah satu solusi dari masalah tersebut yaitu dengan menggunakan pendekatan yang sangat . Januari. No.Triantoro. 5. Para peneliti di bidang psikologi cenderung menyusun kesejahteraan subjektif berdasarkan nilai pada dua variabel utama. faktor ketiga (neurotisme yang rendah) terkadang ditambahkan sebagai bentuk dasar dari kesejahteraan subjektif. prediktor dan akibat dari kebahagiaan dan kepuasan hidup disebut studi mengenai kesejahteraan subjektif. Psikologi Positif Studi kontemporer yang menelusuri penyebab. jika para filosofi. dalam ARTIKEL. Vol. Kesejahteraan Subjektif (Subjective Well-Being) December 11th. Jadi.Safaria. peneliti tersebut meminta mereka menceritakan keadaan emosi mereka dan bagaimana perasaan mereka tentang dunia mereka dan diri mereka sendiri. 2009. Pada masa Plato dan Aristoteles. Fakultas Psikologi Universitas Ahmad Dahlan. pemimpin religius ataupun psikolog tidak dapat mendefinisikannya. Masalah utama dengan pengukuran kesejahteraan subjektif adalah siapa yang akan mendefinisikannya. 1. banyak orang berpikir bahwa para ahli filosofi atau kaum intelektual yang seharusnya mendefinisikannya. Jurnal Humanitas.May.

Peneliti beralasan bahwa karena evaluasi tentang kebahagiaan merupakan fenomena subjektif. Larsen & Griffin. orang lain juga merasa orang-orang itu lebih bahagia dan lebih puas. penelitian telah menunjukkan bahwa tingkat kebahagiaan dan kepuasan hidup . 1995 hal. 11). 1999) atau mungkin meminta seseorang merespon sebuah pernyataan seperti “Dalam banyak hal hidup saya adalah ideal” (Diener. 1976).langsung. Para peneliti mulai mengijinkan partisipan penelitian untuk mendefinisikan sendiri tentang istilah tersebut. Sejumlah alat pengukuran direncanakan untuk penelitian yang memerlukan usaha keras ini. Skala pengukuran yang benar dapat mengukur persepsi pribadi tentang kebahagiaan (lihat Fordyce. (Andrews & Withey. Penilaian Pribadi tentang Kesejahteraan Subjektif. Atau skala tersebut dapat menyediakan sebuah seri dari gambar wajah kartun yang bervariasi dari wajah dengan senyum yang lebar sampai muka yang sangat cemberut dan meminta orang untuk memilih ekspresi mana yang sesuai dengan apa yang mereka rasakan tentang hidup mereka. adalah dapat diterima untuk bertanya pada seseorang tentang perasaan bahagia dan kepuasan hidup mereka dan kemudian memberikan kepercayaan untuk jawaban yang telah mereka berikan. Emmons. peneliti hanya akan bertanya “Apakah anda bahagia?” atau “Seberapa bahagiakah anda?” dan kemudian menggunakan jawaban mereka sebagai data yang valid dalam studi mereka. Kestabilan Kesejahteraan Subjektif Untungnya. Dengan cara ini. Maka dari itu. Studi tentang kesejahteraan subjektif menunjukkan bahwa seseorang yang memiliki penilaian yang lebih tinggi tentang kebahagiaan dan kepuasan hidup cenderung bersikap sepertinya mereka lebih bahagia dan lebih puas. penilai yang sebenarnya tentang seberapa bahagia seseorang adalah “siapapun yang berada dalam kulit seseorang” (Myers & Diener. Maka dari itu. Sebagai tambahan. Skala tersebut mungkin meminta seseorang untuk membandingkan diri mereka dengan kerabatnya (Lyubomirsky & Leeper. 1985). 1988). Sebagian besar dari mereka mengasumsikan bahwa kebahagiaan dan kepuasan hidup dapat disusun secara kontinyu dari “sangat bahagia” sampai “sangat tidak bahagia”. maka harus diukur secara subjektif pula.

1984. 1999). LeeAnn Harker dan Dacher Keltner (2001) baru-baru ini menemukan bahwa jumlah emosi positif yang diekspresikan oleh para gadis dalam foto di buku tahunan sekolah menengah atas mereka – diukur berdasarkan senyum mereka – secara bermakna berhubungan dengan kebahagiaan subjektif mereka tiga puluh tahun setelahnya. penelusuran tentang kesejahteraan subjektif merupakan area penelitian yang dikenal dalam psikologi dan hasil dari studi tersebut nampak dalam banyak jurnal profesional. Diener. jumlah itu telah meningkat secara drastis menjadi lebih dari 700. Beberapa di antaranya. sepenuhnya didedikasikan untuk penelitian tentang kebahagiaan dan kesejahteraan subjektif. Diener (1984) mencatat bahwa pada tahun 1967 artikel penelitian yang dipublikasikan yang berhubungan dengan kebahagiaan adalah relatif sedikit. 1999).seseorang adalah relatif stabil (Costa & McCrae. 1988. ada sebuah database online mengenai penelitian tentang kebahagiaan yang memuat lebih dari 5000 artikel (Veenhoven. 1994). Yang lebih menarik yaitu studi mengenai sifat personal yang berhubungan dengan kesejahteraan subjektif telah menunjukkan bahwa kestabilan yang dapat dipahami dari sifat-sifat tersebut dapat bertahan sampai tiga puluh tahun (Costa & McCrae. Kebanyakan Orang Bahagia atau Tidak? . Kejadian dalam hidup. seperti Journal of Happiness Studies (Jurnal tentang Studi-studi Kebahagiaan). Sekarang. 1986).50 bervariasi antara waktu 1 dan waktu 2) (Diener & Lucas. Lima belas tahun kemudian. Meskipun pengukuran berdasarkan penilaian pribadi adalah sangat umum dan meminta orang untuk menilai hidupnya secara lebih global. Dalam studi kreatif yang berhubungan dengan kestabilan kebahagiaan. mood dan fluktuasi setiap hari memiliki pengaruh terhadap bagaimana orang tersebut mengevaluasi kesejahteraan subjektifnya dari hari ke hari. cara pengukuran ini masih dapat memberikan titik awal yang dapat diterima oleh penelitian ilmiah. Bahkan. beberapa studi juga telah menemukan bahwa hasil penilaian pribadi kepuasan hidup dan kebahagiaan adalah cukup stabil sampai enam tahun setelah tes dilakukan (korelasi 0.40 sampai 0. Saat ini.

75 dalam skala 10 angka (lihat Myers & Diener. Dalam perspektif ini. Ketika Diener dan . Laporan kesejahteraan subjektif pada lebih dari sejuta orang di 45 negara menunjukkan bahwa rata-rata penilaian pribadi secara global atas kesejahteraan subjektif adalah mengesankan yaitu 6. Teori Top-Down dan Bottom-Up Ketika mempelajari tentang topik kepuasan dalam hidup. Teori tersebut mengasumsikan bahwa orang menciptakan penilaian pribadi tentang kesejahteraan subjektif dengan cara menjumlahkan bebagai macam keadaan eksternal dan kemudian membuat penilaian. Diener & Lucas 1999). Oleh sebab itu. 1984). yang telah menemukan bahwa 60 persen warga Amerika Serikat mendeskripsikan diri mereka sendiri sebagai “agak bahagia” dan 30 persen lainnya berkata bahwa mereka “sangat bahagia”. David Myers (2000) melaporkan sebuah survei yang dilakukan Pusat Penelitian Opini Nasional. Teori top-down didukung oleh studi-studi yang menemukan bahwa sifat personal tertentu. Hanya 10 persen yang berkata bahwa mereka “tidak terlalu bahagia”. tidaklah terlalu penting untuk mencari tahu individu-individu mana yang benar-benar merasa bahagia. seseorang akan semakin merasa bahagia. 1998. studi kesejahteraan subjektif di banyak negara-negara industri Barat secara rutin menemukan bahwa sebagian besar orang menilai hidup mereka “di atas rata-rata”. Semakin banyak peristiwa yang menyenangkan yang dialami. 2000). kepercayaan atau sifat-sifat personal. maka usaha untuk meningkatkan kesejahteraan harus difokuskan pada pengubahan lingkungan dan untuk meningkatkan kebahagiaan harus difokuskan pada pengubahan persepsi seseorang. ketika mempelajari tentang penyebab dan korelasi mengenai kebahagiaan. Pendekatan yang pertama yaitu bahwa kebahagiaan dan kepuasan tergantung pada jumlah kesenangan dan momen-momen bahagia (Diener. Myers. Perhatikan bahwa jika perspektif bottom-up adalah benar. kesejahteraan adalah penjumlahan pengalaman-pengalaman positif dalam kehidupan seseorang. 1995. perilaku dan persepsi pribadi sangat berhubungan dengan penilaian pribadi seseorang tentang kesejahteraan hidup (lihat DeNeve & Cooper. ada dua pendekatan umum untuk mempertanyakan tentang apa yang penting dari kebahagiaan.Secara mengejutkan. yang dikenal sebagai teori bottom-up.

dalam ARTIKEL.May. Lyubomirsky. 1999) adalah : Harga Diri Campbell (1981) menemukan bahwa harga diri merupakan prediktor yang paling penting untuk kesejahteraan subjektif. Leonardi. Suh. maka apa yang mungkin memprediksikan kesejahteraan subjektif? Penelusuran kebahagiaan dan kepuasan hidup telah memunculkan sejumlah variabel yang dapat dipercaya mengenai kebahagiaan dan kepuasan hidup. Prediktor Kesejahteraan Subjektif Oleh WangMuba pada 17. pekerjaan. 2009. . 1999). peneliti lain menemukan bahwa lebih sedikit lagi efek dari variabel peristiwa yaitu 8-15 persen (Diener. Spazzafumo.Larson (1984) membandingkan antara pendekatan top-down dan bottom-up. mahasiswa atau pensiunan. Hal itu merupakan pedoman yang berharga dalam hubungan interpersonal dan merupakan hasil alamiah dari pertumbuhan seseorang yang sehat (Ryan & Deci. Marcellini & Gagliardi. Lucas & Smith 1999. Misalnya. Keenam variabel inti yang paling tepat memprediksikan kebahagiaan dan kepuasan hidup – paling tidak di budaya industri Barat (Argyle. Myers. Psikologi Positif Jika tidak ada kesulitan menemukan orang-orang yang cukup bahagia (paling tidak di banyak negara industri Barat). 1987. Harga diri yang tinggi membuat seseorang memiliki beberapa kelebihan termasuk pemahaman mengenai arti dan nilai hidup. Lebih banyak lagi studi yang dilakukan belakangan ini menemukan bahwa keadaan hidup yang objektif dan sifat-sifat personal dapat berinteraksi dalam berbagai cara tergantung pada pengukuran kesejahteraan yang dipergunakan dan pada tipe penilaian yang dilakukan pada seseorang. Pada studi yang serupa. 2000). Diener et al. 1991. Berbagai review dari literatur telah lengkap dan konsensus umum telah berkembang tentang prediktor yang paling kuat dalam kesejahteraan subjektif.. mereka menemukan bahwa 52 persen dari variasi nilai kebahagiaan merupakan hasil dari kepribadian dan hanya 23 persen yang diakibatkan penjumlahan peristiwa-peristiwa menyenangkan. (Headey. penghasilan. 2001). 1992. Veenhoven & Wearing. pernikahan.

Seseorang dengan tempat pengendalian internal yang kuat cenderung menganggap hasil sebagai akibat dari usaha sendiri daripada akibat faktor-faktor luar maupun kesempatan. hal. motivasi. 1989. Terakhir. di negara-negara dengan sistem kolektif seperti China. Banyak peneliti saat ini melihat faktor ini sebagai pengendalian personal. 2000). 2000). Lebih jauh lagi. hal ini tidak berarti seseorang harus mengendalikan sepenuhnya seluruh peristiwa yang terjadi dalam hidupnya. Kerapuhan bersumber dari evaluasi pribadi yang positif yang didasarkan pada pengenalan diri yang tidak realistis atau rapuh terhadap celaan atau tuduhan dari diri sendiri. tanpa rasa ini. Khususnya. Rasa tentang Pengendalian yang Dapat Diterima Perasaan untuk memiliki pengendalian personal dapat diartikan sebagai kepercayaan bahwa seseorang memiliki beberapa tolok ukur pengendalian atas kejadian-kejadian dalam hidup yang penting bagi dirinya. Rasa harga diri yang terlalu tinggi terdiri dari evaluasi pribadi yang positif tetapi sekaligus juga bersifat rapuh (fragil). Salah satu kontradiksi yang timbul mengenai pengendalian sebagai sebuah faktor dalam kesejahteraan subjektif datang dari agama. dimana otonomi dan tuntutan pribadi dikesampingkan setelah kesatuan keluarga dan sosial. Peterson (1999) mendefinisikan pengendalian personal sebagai “anggapan seseorang bahwa dirinya dapat bersikap dengan cara memaksimalkan hasil yang baik dan meminimalkan hasil yang buruk” (hal. harga diri merupakan prediktor yang kurang penting dalam kesejahteraan (Diener & Suh. 290). rasa tentang pengendalian personal “menguatkan emosi. hidup akan dipenuhi oleh kejadiankejadian yang kacau balau.Menariknya. Slogan dari Perang Dunia ke-2 adalah “Tuhan adalah co- . Sebagai tambahan. hubungan yang kuat antara harga diri dan kebahagiaan tidak ditemukan secara konsisten di beberapa negara. dimana sebagian besar orang akan menjadi tertekan karenanya. kebiasaan dan kekuatan psikologis sesuai dengan kebutuhan” (Peterson & Stunkard. Kebutuhan akan pengendalian yang dapat diterima mungkin menjadi kebutuhan sejak dini (Ryan & Deci. 288). Meskipun begitu. juga mungkin bagi seseorang untuk mempunyai harga diri yang terlalu tinggi. Orang yang religius percaya bahwa Tuhan memiliki kendali utama dalam hidup mereka.

Dengan pengendalian sekunder. kedua kelompok melaporkan tingkat kebahagiaan di atas titik netral. ahli filosofi atau sistem yang mereka lihat lebih berkuasa dibandingkan dirinya sendiri.0 adalah “bahagia”. Sehingga meskipun orang ekstrovert menilai diri mereka sendiri lebih bahagia daripada orang introvert selama satu minggu itu. Hal ini penting untuk menegaskan fakta bahwa orang introvert juga rata-rata berada di atas titik netral karena sifat ekstrovert merupakan sifat yang diwariskan.80 antara sifat ekstrovert dan kebahagiaan yang dinilai oleh diri sendiri (Fujita. Juga. mahasiswa berkepribadian ekstrovert melaporkan tingkat rata-rata 2. Misalnya. orang dapat memperoleh rasa tentang pengendalian dengan menghubungkan dirinya dengan seseorang. ketika Larsen dan Kasimatis (1990) meminta para mahasiswa untuk mencatat mood harian mereka selama seminggu. sifat ekstrovert telah dipergunakan untuk memprediksi tingkat kebahagiaan sampai tiga puluh tahun setelah tes awal dilakukan (Costa & McCrae. Sifat Ekstrovert (Terbuka) Beberapa studi bahkan melaporkan korelasi 0. Weisz dan Snyder (1982) sebagai pengendalian sekunder. 1969). hal ini mungkin yang disebut oleh Rothbaum. Sementara variabel ini secara konsisten dihubungkan dengan kesejahteraan subjektif. Para peneliti percaya. Studi-studi yang dilakukan belakangan ini juga melihat bagaimana sifat ekstrovert berpengaruh pada kesejahteraan. karena orang yang lebih banyak bergaul memiliki kesempatan yang lebih besar untuk sebuah hubungan yang positif dengan orang lain dan lebih banyak kesempatan untuk . Yang menarik. 1991).pilot saya” dan para santo menyatakan “Bukan kehendakku melainkan kehendak-Mu” adalah contoh dari tempat pengendalian eksternal yang menuju kepada kesejahteraan yang lebih baik. Para peneliti pada awalnya berpendapat bahwa komponen sosial sifat ekstrovert adalah hal yang paling berhubungan dengan kesejahteraan (Bradburn. 1986). Larsen dan Kasimatis juga menemukan bahwa tingkat mood positif mulai naik setelah hari Rabu (tengah minggu) dan turun lagi setelah hari Minggu.0 selama seminggu.0 pada skala dimana nol adalah “netral” dah 3. tidak berarti bahwa seseorang dengan sifat introvert selalu merasakan depresi dan bosan. Para mahasiswa introvert melaporkan tingkat rata-rata sedikit di atas 1. Meskipun begitu.

. 1998) atau mungkin mereka mempunyai reaksi yang lebih kuat terhadap peristiwa yang menyenangkan (Larsen & Ketelaar. lihat Bab 2). optimisme dapat dilihat sebagai cara penjelasan atau sebuah cara dimana orang menerangkan penyebab peristiwa untuk dirinya sendiri. Optimisme Pada umumnya.mendapatkan umpan balik positif mengenai dirinya dari orang lain. 1991). orang yang lebih optimis tentang masa depannya dilaporkan merasa lebih bahagia dan puas atas hidupnya (lihat Diener et al. Optimisme dapat dipandang sebagai optimisme disposisional atau ekspektasi global dimana sesuatu akan menjadi lebih baik di masa depan (Scheier & Carver. Penemuan ini mendukung teori pengaruh genetik pada sifat ekstrovert. ini diartikan sebagai kesejahteraan yang lebih baik. Sebagai keterangan mengenai variabel-variabel lain yang telah dibahas. 1999). 1987. Anda juga mengetahui bahwa prediktor kesejahteraan subjektif yang lain – neurotisme – juga memiliki komponen genetik yang bermakna. mengemukakan bahwa orang dapat belajar untuk menjadi lebih optimis dengan cara memperhatikan bagaimana mereka menjelaskan pada diri mereka sendiri peristiwa yang terjadi dalam hidupnya. Beberapa peneliti berpendapat bahwa orang ekstrovert cenderung berada pada tingkat kebahagiaan yang lebih tinggi karena mereka mempunyai kepekaan yang lebih besar terhadap imbalan yang positif (Rusting & Larsen. 1994. hal ini membuat semuanya menjadi masuk akal. 1992). konsep optimisme dapat dilihat dari berbagai sudut pandang (Peterson. 2000). Orang yang mengevaluasi dirinya secara positif beranggapan bahwa dia dapat mengendalikan aspekaspek penting dalam hidupnya dan orang yang berhasil dalam berinteraksi tampaknya akan memandang masa depan dengan penuh harapan dan ekspektasi positif. Terakhir. Optimisme juga dapat dilihat sebagai harapan atau anggapan bahwa tindakan seseorang dan ketekunan akan membuat tujuan dapat tercapai (Snyder.. Misalnya Seligman (1990). Seperti pengendalian personal. Seligman menyebut proses ini sebagai optimisme yang dipelajari (learned optimism).

1980). kesehatan yang lebih baik dan lebih sedikit masalah psikologis yang timbul. Contohnya. Beberapa studi (lihat Sarason & Pierce. Menurut Schneider. Yang menarik. Hubungan yang Positif Hubungan yang positif antara kesejahteraan subjektif yang tinggi dan kepuasan terhadap keluarga serta teman adalah salah satu dari sedikit hubungan yang ditemukan secara universal dalam berbagai studi lintas budaya mengenai kesejahteraan (Diener. optimisme bisa menjadi sebuah kepercayaan yang keliru. Seperti yang akan kita lihat dalam Bab 6. banyak orang percaya bahwa risiko mereka terserang kanker. Tipe optimisme yang tidak realistik ini menciptakan perasaan yang keliru tentang keamanan dan bias dalam persepsi terhadap risiko yang pada kasus-kasus tertentu dapat berakibat fatal. keberhasilan mengatasi stres. 2001). sakit jantung ataupun bercerai adalah lebih rendah daripada risiko mereka untuk mengalami kejadian tersebut secara statistik (Weinstein. Tetapi. yaitu : dukungan sosial dan keintiman emosional. optimisme harus realistik agar dapat membantu membantu perkembangan kesejahteraan dalam jangka panjang (Schneider. pemahaman seseorang dengan baik terhadap peluang yang potensial. optimisme realistik adalah pikiran optimis yang tidak lari dari kenyataan : “Optimisme realistik didasarkan pada pengujian realitas secara teratur untuk meng-update penilaian pertumbuhan.Sandra Schneider (2001) mengemukakan bahwa ada sebuah alternatif lain yang disebut optimisme realistik. 2003). Secara umum. 257). karena optimisme adalah sebuah kepercayaan. dukungan sosial juga memiliki pengaruh yang positif pada status kesehatan fisik. Pada umumnya. salah satu . Ini termasuk perhatian kepada umpan balik yang berasal dari lingkungan maupun sosial tentang apakah anggapan tersebut secara masuk akal masih mungkin untuk terjadi” (hal. memperbaiki model sebab-akibat dari kondisi-kondisi yang ada dan mengevaluasi ulang langkah-langkah yang sudah direncanakan. 1990) telah mencatat pengaruh positif pada kesejahteraan yang dapat ditimbulkan oleh dukungan sosial yang baik Anggapan bahwa seseorang berada dalam hubungan sosial yang mendukung dikaitkan dengan harga diri yang lebih tinggi. Oishi & Lucas. ada dua aspek yang berkaitan dengan hubungan sosial yang positif.

optimisme dan pengendalian perasaan (Aspinwall & Taylor. kesehatan dan kesenangan. Meskipun ada asumsi budaya tertentu tentang laki-laki dan keintiman emosi. hubungan antara kesejahteraan subjektif dan hubungan sosial yang positif dapat bersifat timbal balik. Karena kontak sosial yang positif tampaknya juga dapat meningkatkan kesejahteraan. Ed Diener dan Martin Seligman (2002) memutuskan untuk mencari 10 persen dari mahasiswa yang paling bahagia sebagai sampel untuk menemukan faktor yang membedakan antara mereka dengan mahasiswa lain yang merasa tidak bahagia ataupun hanya merasa bahagia dalam tingkat sedang. 1980) dan menemukan bahwa kebanyakan orang lebih ingin bersama orang lain ketika mereka merasa bahagia. Pemahaman tentang Arti dan Tujuan Sejumlah studi telah menemukan bahwa orang-orang dengan iman terhadap agama yang lebih . Salah satu studi bertanya kepada orang dalam situasi apa mereka memilih untuk berada sendirian atau bersama orang lain (Middlebrook. 1992). Parlee (1979) menemukan bahwa pengalaman yang paling sering dilaporkan (90 persen) oleh kelompok pertemanan perempuan adalah memiliki percakapan yang intim. Salah satu faktor yang menonjol adalah bahwa kelompok yang paling bahagia memiliki kehidupan sosial yang luas. Pada studi tentang persahabatan. Keintiman Emosional Prediktor ini lebih kuat dari prediktor lain seperti kesejahteraan secara materi. mempunyai percakapan yang intim adalah hal kedua yang paling sering dilaporkan (80 persen) dalam pengalaman pertemanan kaum laki-laki.studi menemukan bahwa ada peningkatan efek pada kesejahteraan subjektif untuk harga diri yang positif. Kontak Sosial Seseorang mungkin bertanya-tanya apakah orang lebih suka bersama-sama dengan orang lain ketika mereka merasa bahagia atau ketika mereka merasa sedih.

Faktor-Faktor yang Meningkatkan Kesejahteraan Subjektif Oleh WangMuba pada 17. maka semakin tinggi kesejahteraan subjektif seseorang (Donahue. 1993). 1999). fakta menunjukkan bahwa beberapa prediktor dari diri seseorang dapat menyebabkan seseorang merasa lebih bahagia dan puas atas hidupnya. Psikologi Positif Lebih jauh. dalam ARTIKEL. semakin tinggi tingkat kesejahteraan subjektif. Integrasi personal menyebabkan koordinasi yang lebih baik antara aspek diri sendiri. Tentu saja. Dalam banyak hal. 1999. Penyelesaian Konflik dalam Diri atau Neurotisme yang Rendah Mari kita mengingat kembali bahwa komponen mayor ketiga dari kesejahteraan subjektif adalah hubungan yang berbanding terbalik dengan emosi negatif dan neurotisme : semakin rendah neurotisme. 1998. pemahaman tentang arti dan tujuan hidup dan rendahnya neurotisme (Argyle. salah satu alasan dari penemuan ini adalah karena agama memberikan arti pada orang-orang. perhatikan bahwa pemahaman tentang arti dan tujuan hidup tidak harus selalu dikaitkan dengan kepercayaan yang religius (lihat McGregor & Little. Pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana faktor-faktor kepribadian ini dapat berpengaruh pada kesejahteraan subjektif? Bagaimana variabel-variabel ini dapat mempengaruhi hidup kita secara konsisten dan akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan subjektif kita? .kuat. Roberts & John.May. penemuan ini mungkin hanya dapat diaplikasikan pada budaya individualis atau pada orang-orang yang memiliki nilai otonomi dan individualisme (Suh. hubungan yang positif. Meskipun begitu. 1999). Compton. 2000). yang lebih memandang penting agama dalam hidupnya dan yang lebih sering mengikuti ibadah keagamaan dilaporkan memiliki tingkat kesejahteraan yang lebih tinggi. 2009. Para peneliti telah menemukan bahwa semakin sedikit kepingan diri atau integrasi yang lebih baik dan kesesuaian antara berbagai aspek dalam satu pribadi. integrasi personal mungkin menjadi deskripsi yang lebih baik tentang apa yang dimaksud oleh prediktor kesejahteraan subjektif ini. Diener & Lucas. Jelaslah bahwa agama juga dapat menghilangkan kecemasan yang ada dan rasa takut akan kematian. Hal ini terutama menyangkut sifat ekstrovert. prediktor ini merepresentasikan hubungan tersebut. bersama-sama dengan toleransi yang lebih besar untuk membedakan aspek personal seseorang. Sebagai peringatan. Maka dari itu. Robins.

1999). Peristiwa dalam hidup yang menyebabkan . studi telah meneliti apakah frekuensi atau intensitas dari perasaan positif dapat menimbulkan kebahagiaan. Penelitian juga menunjukkan bahwa intensitas emosi positif dan negatif adalah berhubungan (Diener. Hal ini juga dipengaruhi oleh usia seseorang. Larsen. Apakah seseorang merasa lebih bahagia jika merasakan hal-hal positif sedikit demi sedikit setiap harinya atau merasa sangat bahagia hanya sekali dalam sebulan? Hal ini menunjukkan bahwa frekuensi dan intensitas adalah kontribusi terhadap kesejahteraan subjektif yang berdiri sendiri-sendiri (Diener.Apakah Anda Seharusnya Merasakan Emosi secara Lebih Intens atau Lebih Sering? Penelitian tentang kesejahteraan subjektif membantu untuk menegaskan sejumlah poin penting tentang emosi positif dan kebahagiaan. perasaan yang konsisten tentang kesejahteraan secara umum memiliki efek menguntungkan yang lebih banyak daripada perasaan gembira berlebihan yang hanya kadang-kadang saja dialami. Larsen. Novel dan film mengenai romantisme yang singkat tapi menggairahkan atau seorang atlit yang berjuang dan menderita seringkali membakar imajinasi populer. orang lain dan lingkungan sekitarnya. Jelasnya. Kognisi : Apakah Gelas itu “Setengah Penuh atau Setengah Kosong?” Teori kognitif tentang kesejahteraan subjektif menyatakan bahwa tingkat kesejahteraan subjektif yang lebih tinggi merupakan hasil dari bagaimana seseorang mengolah informasi mengenai diri mereka sendiri. Levine & Emmons. orang muda cenderung merasakan emosi yang lebih dalam daripada orang yang lebih tua. Dengan kata lain. 1985). Yang pertama. 1985). Levine & Emmons. sejumlah kecil perasaan positif tiap hari lebih memberikan hasil dalam jangka panjang daripada sejumlah besar emosi positif yang tidak teratur. Bagaimanapun juga. tetapi orang tua cenderung lebih puas dengan hidupnya (lihat Argyle. Ini dapat terjadi karena pengalaman emosional yang intens cukup jarang terjadi dan bukan merupakan penyebab kesejahteraan sehari-hari. Kenyataannya. Gender juga dapat menjadi faktor dimana kaum perempuan dilaporkan merasakan emosi lebih dalam daripada kaum laki-laki. seseorang yang cenderung untuk merasakan kegembiraan berlebihan juga akan cenderung merasakan kesedihan yang berlebihan.

karya Shakespeare. tetapi oleh pandangan mereka terhadap hal-hal tersebut”. kita menyadari perlunya sebuah pembanding atau standar untuk mengetahui nilai diri kita sendiri. Hasilnya menentukan persepsi kita tentang nilai dan harga diri. Proses Pembandingan Sosial dan Kesejahteraan Jika perasaan kita tentang harga diri berkaitan erat dengan penilaian terhadap diri kita sendiri. Banyak dari penelitian mengenai proses pembandingan ini melihat perbedaan antara diri kita sebenarnya (hal-hal yang . Pyszcynski dan Solomon (1986) mengemukakan bahwa standar perilaku sosial dan budaya yang membentuk konteks perbandingan dan standar nyata yang kita gunakan untuk menilai diri kita sendiri.kebahagiaan atau ketidakbahagiaan tidaklah penting. Yang penting adalah bagaimana kita menginterpretasikan peristiwa-peristiwa tersebut yang dapat benar-benar membuat kita memiliki perasaan yang lebih positif dan optimis. seorang Romawi yang hidup di abad pertama Masehi. Epicetus. Hamlet. maka standar apa yang kita gunakan untuk membuat pembandingan tersebut? Greenberg. Salah satunya adalah dengan cara membuat standar internal mutlak tentang seperti apa kita seharusnya kemudian mengukur seberapa dekat kita dari standar tersebut. Bagaimana Kognisi menciptakan Harga Diri yang Positif Salah satu aspek yang menarik dari harga diri adalah bahwa harga diri merupakan penilaian yang kita buat tentang diri kita sendiri. Bahkan sebelumnya. Penelitian mengenai diri sendiri menunjukkan bahwa apa yang kita pilih untuk dibandingkan dengan diri kita berhubungan erat dengan harga diri kita. mengekspresikan gagasan ini ketika dia berkata “Tidak ada hal yang baik ataupun buruk. berkata “Orang tidak terganggu oleh hal-hal. Karakteristik ini disebut self-reflexivity yang artinya kita dapat membuat diri kita sendiri menjadi objek kesadaran dan mengevaluasinya dari sudut pandang yang berbeda. Ketika kita mulai mengevaluasi diri kita sendiri. tetapi pikiran kita membuat halhal tersebut terjadi”. seperti juga dengan ingatan masa lampau dan ekspektasi kita untuk masa depan.

biasanya mereka menyukai informasi yang akan meningkatkan harga diri positif yang sudah mereka punyai. Yang menarik. kecenderungan terhadap bias dalam persepsi diri ini . Ketika kita membandingkan diri kita sendiri dengan orang lain. kita dapat memilih orang lain yang mirip dengan kita (pembandingan sosial tipe lateral). seperti juga peningkatan rasa harga diri pada diri kita. 1997). tingkat kesejahteraan yang dimiliki orang-orang yang bahagia akan naik seiring dengan kenaikan jumlah pembandingan sosial tipe downward. Jenis proses pembandingan sosial ini adalah salah satu jenis yang paling sering kita gunakan untuk mengevaluasi diri kita sendiri. Misalnya. Bahkan. Studi telah menemukan bahwa orang yang dilaporkan lebih bahagia cenderung lebih sering menggunakan pembandingan sosial tipe downward daripada tipe upward (Lyubomirsky & Ross. tapi orang yang dilaporkan memiliki tingkat kebahagiaan lebih tinggi kemungkinan tidak menggunakan bintang film atau peragawan-peragawati sebagai standar pembanding. informasi ini belum tentu benar. Cara yang kedua adalah dengan membandingkan diri kita dengan orang lain. orang yang dipandang lebih baik dari kita dalam beberapa hal (pembandingan sosial tipe upward) atau orang yang kita anggap kurang beruntung dibandingkan diri kita (pembandingan sosial tipe downward). Ketika mereka mengevaluasi diri mereka. Salah satu tujuan adalah mencari evaluasi diri yang menyenangkan atau proses peningkatan diri. Seperti yang akan dibicarakan secara singkat. Studi telah menunjukkan bahwa orang yang dilaporkan memiliki harga diri yang tinggi biasanya menggunakan lebih banyak proses peningkatan diri (Sedikides. kita tahu bahwa bintang film pada umumnya tampil lebih menarik dibandingkan kita sebagai orang biasa.kita miliki sekarang) dengan diri kita yang ideal (hal-hal yang seharusnya kita miliki). 1993). Bagaimana Harga Diri Dipertahankan Proses mempertahankan harga diri meliputi sejumlah tujuan antara lain penilaian dan evaluasi. Studi telah menemukan bahwa semakin sedikit perbedaan antara diri kita sebenarnya dengan diri kita secara ideal maka semakin tinggi harga diri kita dan kita semakin merasa sejahtera. bahkan sesekali hanyalah sebuah pujian.

Contohnya. dampak dari ilusi positif pada kesehatan mental bergantung pada bagaimana ilusi positif diukur (Kwan. Sedikes & Elliot. Ilusi Positif: Apakah Kita Memerlukan Gelas Berwarna Merah? Pada abad keempat SM. Meskipun begitu. Demosthenes mengatakan bahwa “Tidak ada yang lebih mudah selain membohongi apa yang kita harapkan dan apa yang benar-benar kita percayai”. 2000. orang-orang narsis memiliki kecenderungan untuk melihat dirinya melalui sudut pandang yang sangat posisif. Oishi & Lucas 2003). Robins. Heine & Lehman. tetapi seharusnya tidak direkomendasikan sebagai strategi universal untuk meningkatkan kesejahteraan. Meskipun begitu. penelitian Taylor dan Brown telah memunculkan suatu perdebatan dalam bidang psikologi. Dalam bidang psikologi. Beberapa penelitian provokatif mengemukakan bahwa kebahagiaan. studi-studi belakangan ini menemukan bahwa ilusi positif mungkin dapat membantu pada waktu-waktu tertentu. Kemeny. Mereka melihat dirinya dan masa depannya “melalui gelas berwarna merah (sebagai sesuatu yang indah-indah saja)”. biasanya tidak dihubungkan dengan persepsi akurat tentang kenyataan (Taylor & Brown. ahli filosofi Yunani. Taylor dan koleganya juga menemukan bahwa ilusi yang positif dapat dikaitkan dengan hasil kesehatan fisik yang lebih baik dan kemampuan mengatasi penderitaan yang lebih baik (Taylor. Paulhus. Pertama. Reeder. Kesimpulan ini mengejutkan banyak orang. seperti juga harga diri. fenomena ini disebut memiliki ilustrasi positif tentang diri sendiri. Bond & kenny. 2000). Hal ini merefleksikan kecenderungan yang lebih besar bahwa dalam budaya Asia dijunjung nilai kerendahan hati dan harmoni dalam kehidupan sosial sementara melihat seseorang “lebih baik” dibanding yang lain ditempatkan secara lebih rendah. Dalam kenyataannya. orang-orang narsis juga dihubungkan dengan evaluasi yang kurang positif dari orang lain selama ini (Campbell. Para peneliti yang setuju dengan kesimpulan ini menganjurkan bahwa memiliki bias positif antara dirinya dan masa depannya adalah hal yang lebih baik untuk kesehatan mental dibandingkan evaluasi yang valid dan akurat. Bower & Gruenewald. . 2000). Reed.tidak secara konsisten ditemukan pada budaya Asia atau juga dapat ditemukan walau hanya dalam tingkat yang lemah (lihat Diener. 2000). John. 1988).

Apakah seseorang seharusnya menggunakan ilusi positif atau tidak juga tergantung pada penilaian spesifik yang dibuat. kemampuan kita untuk melihat diri kita secara lebih akurat mungkin berhubungan dengan tingkat mula-mula kesehatan jiwa kita. Shedler. 1999). Contohnya. Wilson (1967). 1993). kegunaan ilusi positif tampak lebih jelas ketika motivasi untuk menipu diri sendiri adalah tinggi atau ketika seseorang diminta untuk mengevaluasi dirinya dengan standar yang tinggi (Asendorf & Ostendorf. Kebutuhan atas Pengetahuan yang Akurat tentang Diri Sendiri dan Orang Lain Baumeister (1989) menunjukkan bahwa mungkin ada “batas optimal untuk ilusi”. 1998. Jika pilihannya antara melihat gelas “setengah penuh” atau “setengah kosong” dan kita tidak memiliki pengetahuan untuk membuat sebuah keputusan. maka sudut pandang optimis biasanya akan menjadi sebuah penolong. melihat kebahagiaan dan kepuasan hidup sebagai pencapaian tujuan-tujuan kita. Pengejaran Tujuan-tujuan W. ilusi positif tidak sepenuhnya diperlukan bagi kesehatan jiwa yang baik (Compton. Robinson & Ryff. Meskipun jelas bahwa seseorang menjadi lebih bahagia ketika mereka dapat mencapai tujuan yang mereka anggap penting. . Di sisi lain. Mayman & Manis. Sedikit ketidaksesuaian ini menunjuk pada seseorang yang kepribadian dan pencapaiannya dalam kenyataan lebih dekat dengan seperti apa mereka seharusnya atau apa yang seharusnya telah mereka capai. Dia menemukan bahwa semakin sedikit jarak antara keinginan dan pencapaian maka semakin tinggi tingkat kebahagiaan. Tingkat kesehatan jiwa yang lebih tinggi dapat dihubungkan dengan persepsi yang akurat tentang kenyataan. hubungan antara tujuan dan kebahagiaan mencakup area yang lebih luas daripada sekedar mendapatkan apa yang kita inginkan. 1992. salah satu pionir penelitian kesejahteraan subjektif. Kita mampu untuk kehilangan beberapa keobjektifan jika itu berarti kita mendapatkan lebih banyak optimisme tentang masa depan yang tidak dapat kita prediksi sebelumnya.

Teori Evaluasi

Diener dan Lucas (2000) mengajukan sesuatu yang mereka sebut teori evaluasi sebagai cara untuk mengintegrasikan sejumlah perspektif tentang penyebab kesejahteraan subjektif. Mereka berpendapat bahwa kesejahteraan subjektif ditentukan oleh bagaimana kita mengevaluasi informasi yang datang secara terus-menerus. Kesejahteraan tergantung pada proses kognitif yang sangat aktif yang menentukan dengan cara bagaimana informasi dikelola. Semua hal ini “mempunyai tujuan yang sama, yaitu : mengarahkan seseorang dan memotivasi dirinya kepada tindakan yang adaptif di masa depan”. Diener dan Lucas mengemukakan bahwa, dalam kebanyakan situasi, proses evaluasi yang paling penting adalah yang berhubungan dengan kemajuan kita menuju kepada tujuan yang penting. Bagaimana cara kita mengevaluasi kemajuan kita tergantung pada watak, standar pembanding yang kita pakai untuk mengukur “kemajuan”, mood kita, situasi di sekitar kita dan budaya kita. Titik pusat dari proses ini adalah evaluasi tentang seberapa jauh tujuan penting kita telah tercapai sekarang dan seberapa jauh tujuan itu akan tercapai di masa depan.

Selasa, 27 Oktober 2009
Subjective well-Being
Hi temans, pagi ini saya mau sharing hasil kuliah semalam, mengenai subjective well-being.

Bagaimana caranya meraih kebahagiaan? pertanyaan ini pasti sering dipertanyakan setiap orang, karena semua orang pasti menginginkan kebahagiaan dalam kehidupannya. Penelitian secara empiris mengenai Subjective Well Being ini dilakukan oleh Diener. Selanjutnya penulisan Subjective Well-Being ini disingkat swb aja ya.. 010009000003fa3700000000d137000000000400000003010800050000000b02000 00000050000000c0252007600030000001e00040000000701040004000000070104 00d1370000410b2000cc00510075000000000051007500000000002800000075000 000510000000100180000000000606f000000000000000000000000000000000000 52636b4a636b394a524a5a6b394a5a394a5a21314221314231394a2931422931423 139425a636b21293110182121313921313929314231394a29314231424a31424a39 425231424a21293929314229314231424a29314218213118212939424a29313929 293921293139424a39424a31314221293131314a212939212942424a635a63846b7 b9c5a638c4a5a844a5284424a7b5a5a94636b9c6b73a55a5a94a5addec6ceffbdc6ef adbde7adb5de848cb539426b424a7352638442527b424a735a6384525a734a52735

a63844a527b42527339426b39426321294a31395a29314a08082108102110102110 182110102118102118182918182921213118183121213118213121293921213910 102918182929213942394a524a5a524a5a7b73846b5a6b4a4252312942423963524 a8442428c29318431319c21299c2931a52931ad2131ad10219c2129ad2131ad1829 9c18217b08106308105a10186310106300526b734252634a5a6b42525a4a5a6b213 13929314231394a39424a2129313139425a636b393942080810393942313942394 24a39394a424a52394252394252313942293942213139293942213139213142213 13929394229394231394a293142293139292931313139293139313942313942313 94a29394a39425a1018314a52735263846b7394394a6b5a6b8c4a5a845a6b9c5a6b 9c5a6b9c4a528c4a5a8c6373a59ca5d6b5c6efadb5e75a639431426b4a5a846b739c 4a5a7b4252734a5a7b525a7b525a7b5a6b8c636b8c6373945a6b8c525a8439426b3 1426331395a3139522129421018310810211010211010211010181010182121292 9293129293921293121293921213931314a29314221293921213139314a4242525 a52636b63737b73846b6373524a633931525252736b6b9c6b6ba54a4a8c42398431 318439399c3942a53139ad1829a51021ad10219c00087308106b102173182173182 173004a636b395263425a6342526342525a2131422131393139422931392939424a 5252424a5218212118212131313142424a4a4a52424a52393942293139182131182 93118293129394221314229394229394229394a29394a31394a293139293139212 93131393931314231314218213121293129314a4a52635a6b8452637b4a52735263 7b6373946373945a6b8c63739c4252844a5a94526394636ba55a6b9c5a6b9c5a6b9 c6b7ba51829524a5a846b7ba5737ba55a6b8c525a84425273424a6b4a52735a6384 636b8c6b73946b73946b739c5a638c4a5a844252734252733942632939521821391 018311010291818291818212121291818211821291821292121312129392931422 1293931314a29294229294229293931314239394a5a5a6b736b7b7b6b7b5a526b42 395242425a636384736b947b739c6b6394635a944a428c39398c31399c3139ad102 1a500108c08187b10217b10217b18217b101873004a636b314a5a4a636b4a5a6b39 4a5a21313931424a29394221293139424a5a6b6b212929081010293131393942424 24a39394229313921293110182110182110212921313931424a42525a42525a4252 6342525a42525a39425239424a3139423139422939393139422131391821311821 313942525a637b8494a58494ad525a7b5a63846b7b9c8494b56b73947384ad737ba d525a8c394a7b394a7b424a7b394273394a7342527b7b84ad737ba5737ba5737ba5 737b9c5a63844a5a7b424a735a637b6363846b73946b73946b739c6b73946b739c6 373944a5a7b425273394a632939522931421821312121311821312121291818211 8182110101810182118212929314231395231395231395231394a31314231314a2 92939313142424252736b737b73847b73845a52634a425a524a6b7b73948c84a594 84ad847ba56b639c4239843939943939a52931a508188421298c182984212984182 17b18217b00425a63314a5a4a5a6b4a636b29394a21313929394229313918212942 525a4a525208181808101039424239394239394210101810182110101810182110 1829213139293942394a524252634a5a6b4a5a634a5a63424a5a394a5239424a394 25239424a293139182129212931212939293142424a5a636b7b7b8c9c7b849c4a52 7363738c6b73948c9cbd6b739c7b84ad5a6b94737bad848cbd8494bd6b739c636b9 4737ba59ca5ce7b84ad6b7b9c737ba58c94bd737b9c425273424a6b6b7b9c636b84 6b73946b7394636b8c5a63845a6b8c636b8c6373946373945a6b844a5273424a633 9395231394a29294229293918212929293121293121293118213121293931394a3

9425a424a5a42425a31314a39395239395231394a292939313139524a527363737b 7384736b7b524a5a524a636b637b8c849c8c7b9c9484a58473a5635a94423984393 98c29319429319421318c21318c18297b18217b10187300425a6b394a5a4a636b4a 636b2939422131392939421829312931394a525a29313108101829313139424239 3942181821181821101018181821182129293139313942394a5231424a4a5a634a5 a6b5a637352636b525a6b424a5a424a5a394a5239424a2129312129312131393142 4a3942524a5a6b5a637b73849c52637b5a637b737b94737b9c7384a57b84ad737ba 58494b57b8cb57b8cb57b8cb5949cc69ca5ce8c94bd6b7b9c737ba5848cad949cc68 48cb56b73945a63846b73947b84a57b7b9c7b7b9c7b7ba56b6b945a638c5263845a 638452638439426b29315229314a29314a31395239395231394a29293931314239 424a4a525a4a4a5a4a525a424a5a4a5263424a5a525a734a526b424a5a3942524a4 a6342425231314a3129393931394a424a6b636b6b6373635a6b5a5263736b7b847b 8c8c7b8c8c7b9494849c7b739c635a9442428442428c39428c31399429318c212984 18217318217300425263425a63425a634a5a6b21314229394221313918293139424 a424a5208101010182131393929313118212100080808101810102108101818212 921313931394231394231424a31394a394a52424a5a4a5263424a5a394a5a31394a 29394221293121313929313931424a31424a424a5a4a5a6b636b846b738c4a526b5 a6384737b9c737b9c6b73948484a57b7ba594a5c6adbddeadb5de949cbd7384a584 8cad949cbd9cadceadb5d6adadd68c94b5737b9c73739c848cad8484ad7b7ba57b84 a58484a5737b9c73739c636b8c636b8c525a7b525a73424a6339426331395242426 34a526b525a6b4a4a63424a5a3131424a4a5a525a6b636373636b7b6b6b845a6373 525a73525a73636b84525a6b424a6342425a4a4a5a3939524242523129313931393 931424a4a5a524a5a5a52636b636b8c7b8c8c7b848c7b848473848c849c847b9c6b6 3944a427b39397b31398c29318c18217b18217310186b00425a634a636b4a5a6b42 5a6331425231424a21313918293142525a21313108101810182129313110181808 081000080808101808101810212918212921313921313929394229394221293921 2939213139213139293142212939212939102129213139293942394a5231424a39 4a524252635a63735a6b7b5a637b525a736b73947373947b84a56b73948484a57b8 4a5848cad8c9cb59ca5c694a5bd9ca5c6a5adc6adb5d6a5adce949cbd9494b59494b d8c94b58c8cad7b7ba58484ad8484ad8484a5737b9c6b73946363846b6b8c6b7394 6b73946363847b7b9c7373947373946b6b84636b845a5a7352526b424a5a5a5a6b6 363737373846b73847b84947b849c7b84946b73846b738c737b946b6b84424a6352 52635a5a6b5a5a6b4a4a5a4a425231313931293931314239394a39394a5a5a637b7 37b8c8484847b7b8c7b849484949c8ca5847b9c635a8c39397339428c2929842121 7310186b10186b0039525a526b73425a634a5a6b31424a394a5a213139293139394 24a101821101818101821101018081010000000101821081018182129212931293 13921293121293118293121313931424a31394a29314229314221314231394a313 94a31394a21313931424a31424a31424a3142524a5a6b5a63735a637b313952636b 846b738c6b73947b7ba57b84a57373947b84a58494ad8494ad8c94ad94a5bd9ca5b d9cadc69ca5bd9ca5c69494b59ca5c69c9cc69494bd8484a57b84a57b7ba58484ad7 b7b9c6b6b945252734a5273525a7b737394737b9c7b7b9c8484a58c94ad949cb59c 9cb59494ad9494ad8c94a59494ad9494a59c9cad9494a58c8ca5848c9c8c94ad848c a57b849c7b849c848c9c636b7b4a4a6352526b7373846363735252635a5a6b42425 229293929314221213921293939394a63636b7b6b738c7b848c848494848c948c9c

948ca56b6b8c4a4a7331317b29297b18186b10186308105a00425a634a5a6b4a636 b39525a42526331425221313931424a29313908101810181810182108081000000 810101000081018292910212910212908182108182108101810212910212929314 229314231394a31394a31394a29394231394a293942293942182931182931182931 29394a314252425263424a63525a735a637b6b738c636b846b6b8c7373948484ad8 48cad8c94ad8c9cad9ca5bd9cadbda5adc6a5adc6a5adcea5a5c6a5adc6a5a5c6a5a5 c68c8cb58484a57b7ba58484ad7b84a55a5a7b42426b4242634a4a73636b8c73739 48484a5848ca5848ca58c8ca59c9cb59c9cb5a5a5bd9494ad8c8ca58c8ca59494a59 494a59c9cb59c9cad949cad8c8ca58c8ca584849c7b849c848c9c737b8c42425a636 3736b6b7b7b7b8c73738473737b63637352526b3942522931422129392929392929 314a4a4a5a525a7b737b8c848484848c7b7b8c6b6b84424a7331317310186310106 310186321216b00425a634a636b42526342526342526331425221313939424a212 931081018000808081010000000000808101018181821081821102129182931213 13918293118293110212918212900081810182918213129314229314231394a293 94a31424a29394221393921313929424a42525a4a5a6b394a5a31425239425a525a 735a637b636b84636b8c737b9c7b7ba5848cad8c94ad94a5b59ca5bda5adc6a5adc6 a5adc69ca5bd9ca5bd9ca5c6adadce9c9cbd8484a57b7b9c8484a56b6b944a4a7329 295242426b5a5a84737b9c7b7b9c7b7b947b7b948c8ca59494ada5a5bd8c8c9c8c94 a58c8ca57b7b8c6b73846b6b848484948c8c9c8c8c9c9494a58c8ca58c8ca584849c 848ca584849c84849c5a63734a4a5a6363737b7b8c7b7b8c7b7b847b7b8c7b7b8c6b 6b7b5a6373424a6339425231394231394231313939313939313942394239314242 425239395221294a21296321216b18216321296b212163004a6373425a63425263 425a634a5a6b31424a29394239424a1829310010100008100008100808100810102 1212118212918292918313131424a31424a31424a2931392129311821291018291 0182110182910182918212918213129314231394a31424a31424a42525a42525a42 525a39425231425231395239425a424a635a637b636b846b7394737b9c848cad848 cad8c94ad8c9cb59cadbd9cadc6adb5ceadb5ceb5b5d6adb5d6a5adc69ca5bd8c8cad 6b7394636b8c5a5a7b4a4a6b2929524a4a6b4a52736363846b73947b7b9c847b9c8 c8ca59494ad84849c8c8c9c73738c7b7b8c848c9c73738c7b7b947b7b8c948c9c948 c9c9494a59494a59494ad9494a59494a58c94a58c8ca57b7b945a5a6b5252636b6b 7b84848c84848c84848c948c948c8c948c8c9c7b7b8c6b73845a63735252634a4a5a 63636b5a5a5a5a5a5a524a5242424a39395239425a29315a29296b29317331397b2 9296b292963004a636b425a63314a524a636b4a5a6b314252293942394a52081018 00081000080808101008101010181818182121212929394231424a394a52394a52 293942293139182129182129182131182131101821081021000818081821101829 18293118293129394239424a31424a21313921293921314231395229314a39425a4 a52735a6384636b8c737b9c7384a5848cad949cbd94a5bd94a5bd9cadc69ca5bd9ca dc69ca5bd9ca5bd8c94ad737b945a5a7b52527339395a21294a29294a42426b525a 7b6363846b6b947b7b9c847b9c847b9473738c7373846b6b7b6b6b7b6b6b7b7b7b8 c84849c8c8ca57b7b94948ca59c94a5a59cad9c9ca59c9cad9c94a59494ad9494a59 494a58c8c9c7b7b8c5a5a6b6b6b7363636b7b7b847b7b84948c9494848c948c9494 8c9c8c8c9c7b8494737b8c6b6b7b6b6b736b6b6b7b737b84848c8c8c946b6b7b5a5a 734a4a6b42426b29316339397b31397329296310104a00526b73395263394a5a526 3735a6b73314252424a5a39424a0810180008100010100008101018181818212129 .

29212931314a4a314a5242525a394a5231424a21293121293118212918182910182 118213118213121293918213110212908102118212910182110182110182121293 929314229314221293921314229314a39426342526b525a845a6b8c737b9c7384a5 8c94b58494ad949cb5949cbd9ca5bd8c9cb5848cad737b945a63843942632931522 9294a21294a212142424263636b8c6b6b947373947b7ba57373946b6b84635a736b 6b7b736b848c849c7373849494a58c849c948ca5948ca56b6b848484949c9ca59c94 a5a59cada59cada59cad9494a5948c9c8484949494a57b738463636b73737b7b737 b8c848c948c8c9c9494a59494a5948ca5949c948c94948c9484848c84848c84848c6 b6b6b6b636b847b84948c948c84946b6b845a5a7339396339397331317329316310 104a080842004a636b425a63314252526b7352637342525a42525a31424a0008100 81018000008000808101818212129212929313942293942314a5239525242525a3 1424a2931391821312121311818291821291818292129312129392129391821311 821291018211018210810181018291821292129311021311018311821391829422 1294a31425a424a6b525a7b5a6b8c6b7b9c737b9c7b84a57b84a5848cad7b8ca573 7b9c525a7b424a6b21294a212942101839182142313152525a736363846b6b8c6b6 b8c636b8c5a5a7b5252735a5a73736b84847b948c8c9c948ca58c8494a59cad9494a 58c8c9c8c8c9c5a5a73848494948c9c9c94a59c94a5a59cad9c9ca59c94a58c8c948c 84948c8c94736b7b5a5a63847b84948c8cada5a5a59c9ca59c94b59c94b5a594ad94 94a59494948c94949494948c949c9494948c8c7b6b736b636b7b73847b73846b6b8 44a4a6331315a31316329296310104a080842080839004a636b425263314a52526b 735a6b7b42526352636b2939420010180810180010100008082121292129292929 3131393931424a314a52425a5a39525231424a21313921293121213129313921293 921293118212918213118213129314229314221293129313931313921293118213 110182910213118213121294218213921314a293952394a6b424a6b4a5a7b526384 6b7b9c6b739463739452637b4a527329395a21294a10183918214221294a3139523 1395a525a7b636b8c636b8c525a7b525a7b525a7b63638c737394948cad9c94ad94 94a5847b94948c9c948c9c948ca5948c9c8c849c6b6b847b7b949494a59c94a59c94 9ca594a59c94a5a59cad9c94a594949c8c84947b7384635a6b7b737b948c94ada5a5 ada5a5bdb5b5ad9c9cc6ad9cc6ad94c6ad9cb5a59cb5a59ca59c9ca59c9ca59c9cada 5a584737b7363636b636b635a6b4a425a39395221214a29315a18184a10104a1010 4221214a00425a63425a633142525a6b7b526b734a5a6352636b293139000008081 821081010081018212129212931182129293131395252425a63425a5a394a522131 391829311821292129311818292129312129392129391821311829392131423142 4a3139422931422129312129311821312129392129392129421821391821391829 3929394a29395231425a31425a42526b31425a31425a29315218294208103108183 110213921294a21294a31395a4a526b636b8c5a6384525a73424a6b4a5273636384 7b7b9c848ca58c8cad8c84a5948ca5948ca59494a58c8494a5a5b57b738c8c8c9c73 73844a4a637b7b949c94ad9c8c9c9c949c9c8c9c9c949c948c9c9c8c9c8c84948c849 45a525a635a63948c94a59ca5ad9ca5a59c9cbdadadbdada5c6a594cead94c6ad9cc 6ada5bda59cb5a59cad9c9cada59c9c8c8c8473737b6b6b736b734a4252312942292 94239395a21214a18184210104221295231295a0042525a42525a425a5a52636b5a 6b6b42525a7b848c21293110182100081008101810182118292918292931424a425 25a314a5229424a314a52314a523142522131391829311018291821311821312129 3921293921314218293921394a293952425263394a5a424a5a31425229394a21314 .

221314218293921314221314229394221314229394221313921313918293921293 918213118293918213921294221294231395a39426342526b4a5a73525a7b4a526b 424263424a636b738c848ca58c8cad8c8cad8c8cad948cad9c94b59494ad9c94ad94 8ca58484949494ad8c8c9c5a5a6b5a5a6b7b7b949494ad8484949c8c9c948c9c9c94 a59c8c9c94949c847b8c736b7b5a525a736b73847b849c949ca59c9cada5a5b5a5a5 bdadadc6ada5ceb5a5d6b59cc6ad94c6ad94dec6adceb5a5c6b5a5cebdadb5a59ca5 948c7b737342394229293129293931314218213910183118214231315231315a313 15a00314a4a39525a39525252636b5263634a5a5a737b8429313908101808101808 1018182129182931293139293942395252314a4a294a4a29424a29424a213142182 93110182918213108102110182910213121314229314a21314a102939102939294 252394a5a394a5a395263394a5a4252634252634252633142523142522131422131 3918293121313921313929314221293921293921293929394a29394a31425a3942 5a424a6b424a6b394a63394263525a7b737b948c94ad8c94ad8c8cad9c9cb59c9cbd 9494b59c94b59494ad9494ad8c84a584849c9494ad847b94635a736363736b6b848 484948c8c9c9c94ad9c94a59c8c9c847b8c7b73846b637b6b63736b63736b6373847 b8c948494948c94a59c9cad9ca5bdadadbdadadc6b5adc6ad9cd6bda5c6ad94cead9 cd6bda5dec6b5ceb5a5bda59cad9c948c7b734a4242312929181821212129181831 18213929294229294a29294a29295221214a00314a4a394a5242525a5263634a636 342525a7b848c313942101821101818102129182129293139313942394a52394a52 39525a314a52314a5231424a29394a1829311829311821311829391821311829392 1314229394a21394a29395221394a18294221314229425229394a29425231425231 425a314252394a5a394a52394a5a31425231424a293942213142212939314252293 94a31395229395231425a29395231425a394263525a7b636b8c7b84a58c94ad949c b59494ad9c9cb59c9cb59494b59494ad9c9cb59c9cb5a5a5bd9c9cb59494ad8c8ca5 736b8c52526b5a5a6b7b738c9c94ad8c8c9c948ca59c94ad9c94a59c949c9c94a594 8c9c8c84948c7b8c948494948c94a59ca5948c94948c949c9494b5a5a5b5a5a5c6ad adc6b5adceb5a5ceb59cd6bda5ceb5a5d6bda5d6bdadd6bdadb5a594a5948463524a 29212118181821212918182118213121293929314a21214221214218184221214a 0021393931424a394a52526363394a524a525a6b737b39424a08101810182110182 118292921313939424a394a52394a52394a5239525a42525a425263394252293942 212939213139213142212939182939213142213142294252314a5a425a6b21394a2 9425221394a21395221394a294252294252294252394a5a39526342526342526339 4a5a314a5a29394a29394a29394a31395231425a424a634252634a5a735a6b846b7 b9c7b8cad8494b58c9cb59ca5bd9c9cbd9ca5bd9c9cb59c9cb5a59cbda5a5bd9c9cb5 9c9cb58c8ca584849c7b738c73738c4242525a5a6b73738c9494a59494a59494a58c 8c9c9494a5847b8c948c949c949ca59cad9c94a59c949c9c8c9c9c94a59c949c94848 c8c7b84a59494ad9c9cb5a59cb5a59cc6b5adceb5a5c6ad9cd6bda5dec6b5ceb59cc6 ad9cc6ad9cbda59c6b5a52393129100808181018181821181829181829292942181 83118183910103118183921184200213131293939394a4a4a5a5a39424a4252526b 737b39424a101821101821102129182129313942424a524a5a6342525a425263395 25a42526342525a394a5a29394229314221314221314221314229394a29394a2942 52214252395263425a6b526b7b425a7339526b314a5a39526339526b425a6b39526 3425a7339526b42526b394a63394a63394a6342526b395263293952314252394a6b 42526b4252734252735a6b846373947b84a57b84a5848cad8c94ad9c9cb59c9cb5a .

5a5bda5a5bd9494ad9494ad9494ad8c8ca57b73945a5a7342425a31314a736b8484 84949c94ad948ca58c8c9c8c849c9c94a59c94a5a594a59c949c9c949c948c9c948c9 c948c949c8c9c9c8c9c948c948c7b84948c8ca59494b5a59cad9494b59c9cbdad9cce b5a5c6ad9cd6bdaddec6add6bdadceb5a5bda59c8c7b6b3929212110101810101010 1018182110182918212910183118213918183121214221214229214a0018292921 31313139424a5a5a2931394a525a636b6b39424a101821101821101821212931314 24a4a5a6342525a42525a394a5a394a5229394a2939422131392131391829392131 42293142314252314252314a5a294252294252314a5a4263735a738c527384425a6 b315263314a6339526b314a63314a63314a63314a63314a6339526b394a6b425273 39526b425273314263394a63394a6b39526b394a6331426329395a3142633142634 2526b4a5273525a73525a735a63735a63736b6b7b6b6b845a5a7339395229294229 29424a4a636b6b848c8c9c9494ad9494a5948ca59494a5948ca5948ca5948c9c9c94 a5a59cada59ca59c8c9c948c94948c94948c9c948c94948c948c7b8494848c948c8ca d9c9cad9c9cad9c94ad9c94bdad9cbda594ceb5a5ceb5a5ceb5a5cebdadd6bdb5947 b73392921100800181010181010181018101018181829101021101829181831212 13921214229294a29214a002131312131313942424a52522931394a52525a636b39 394221292910182118213131424a525a634a5a63425263394a5242525a31394a213 142182939212939182939212942182942314252314252395263395263395a6b395 2634a63734a6b7b637b945a7b8c5a738c4a637b42637b425a73425a7339526b3952 6b39526b4a637b526b846373945a738c5a6b94526b845a6b8c4a637b4a6384526b8 46373946373945a73945a6b8c52637b394a6331395a3139524a4a634a4a63393952 29213931314239395252526b6b637b847b948c8c9c9c9cad9c9cb5a59cb59494a594 94a59c9cadada5b59c94a59c94a59c94a59c8c9c948c949c8c9c948c949c8c9c948c9 4948c948c848c948c94948c8ca59494a59494ad9c9cad9c94b5a59cbda59cc6ad9cce b5a5ceb5a5c6ada5ceb5ada594845a4a42080000181008181010211821181821181 82110182918213118213121213921213931294a31294a313152002931313139393 94242525a5a2129294a525252525a31313918212910182118293142525a5a637352 636b394a5a31425231425231394a21294221314221294221314218293918314218 293929394a395263526b7b526b7b526b7b4263734263734263735273845a7b8c5a7 b8c526b84526b84526b84526b845a738c5a7394637b946b84a57384a57b94b58494 b58c9cbd8c9cbd738cad6373946b84a57b94b58ca5c6849cbd849cbd8c9cb594a5bd 949cbd8c94ad737b9473738c7b7b8c8c8c9c8c8c9c9c94ada59cb5adadbda5a5bda5 a5bda59cb5a5a5b5a59cb5adadbda5a5b5a5a5b59c94a5a59cad9c94a5a59cada594 a5a594a59c8c9c9c8c9c948494948c9c948c9c9c949c948c949c94949c8c8c9c948ca 58c8cb59c9cb5a59cbda59cc6ada5c6b5a5c6ad9ccebdadb5a59c635a4a180808100 80818101018101010101818182110101810182118213131314a29294231314a292 94a31315231294a00293131394239525a52424a4a31393942424a4a525a31313918 212908101829394252636b526373394a5a394a5a39525a394a5a4252634a5a6b394 a5a31425221314a29425231425229395221394a2942523952635a7384637b8c5a73 844263734263734a6b84637b945a7b94637b945a7b9463849c637b9c738ca57b94a d8c9cbd8c9cbd8c9cbd8494bd8c9cc68c9cc69cadce94a5c69cadce8494b56b7b9c7b 94b5adbdde9cadceadbddeadbdd6b5bdd6adadceadadc6a5a5bdadadc6b5adc6adad bdada5bdadadc6adadbdb5b5c6b5adc6b5b5c6b5adbdb5b5c6adadbdadadbda5a5b5 ada5b5a59cada59cad9c94a59c949c9c8c9c9c8c9c948c9c9c8c9c948c9c9c949c9c8c .

9c9c949c9c9494a5949ca59494a59494ad9494b5a59cb5a59cbdad9ccebdadbdad9c b5a59c94847b1810081810081008081810101818182121292121292121291818292 9313931394a31394a29294231294a31314a42395a002121214242425a6363424a4a 2931313942424a4a5229313110102110182131394252636b52636b42525a39525a4 a5a6b4a5a73525a73424a6331425a21314a21394a21394a314a5a395263314a5a21 394a294252314a5a4a6373526b7b526b7b4a637b4263734a637b6384946b849c6b8 49c637b946b849c6b7b9c738ca57b8cad8494b58494b58c9cbd94a5c6a5b5d694a5c 69cadce9cadcea5b5ce8c9cbd7b8cad8c9cb5bdcee7a5b5ceadb5d6adb5cebdbdd6bd bdd6c6c6d6bdbdcec6bdd6bdbdcec6bdd6bdbdd6c6c6d6c6bdd6c6c6d6bdbdcebdbd ceb5b5c6b5b5c6adadbdb5adbdada5b5ada5b5a59cada59cad9c94a59c94a5948c9c 9c8c9c9c8c9c9c949c948c94948494948c949c949c9c8c94a59494a59494ad9c94ad9 c94b5a59cad9c8ccebdadad9c94b5a5943931291008001008082118181818211818 181010181821292929313139422931423139423129423129422929423931523939 52002929293139315a5a5a424242393939313939424a4a212129101821182129424 a5252636b4a636b4252634a637352637352637b4a5a734a5a73395263395263314a 5a29425221394a314a63314a5a314a5a294252314a5a394a634a5a6b4a5a6b4a637 b4a63735a73846b849c849cad8c9cb594adc69cb5ce8c9cb5849cb58c9cbd8494b58 c9cb58c9cbd9cadcea5b5cea5b5ceb5c6d6b5c6deb5cee7bdceef8ca5bd8c9cb5bdc6 e7bdcee7bdc6e7c6cee7c6cee7ced6e7cecee7cecedec6c6d6cecedececeded6d6e7d 6d6e7d6cedec6c6d6c6c6d6c6bdcec6c6cebdbdc6bdbdc6bdb5bdbdb5c6b5adbdb5a db5ada5b5ada5ada594a5a594a59c94a5a59cad9c94a5948c9c8c84949c949c948c9 ca5949c9c9494a5949ca59494b59c9cb59c9cb5a594c6b5a5b5a59c8c7b731008001 0080821181821212121212910101818182121293139394a39424a39394a2931423 1314229293931314a3939524a4a63003131313131293139314a4a4a313131393939 313139212929101018212931394a52525a6b4252634a636b526b7b5a73844a63734 a637b4a5a734a637b4a6373425a73314a63294a5a21394a294252294252314a5a31 425231425a314252394a5a314a5a526b84637b8c6b7b94738c9ca5bdcec6d6efcede f7c6d6efc6deefc6d6efc6cee7b5c6debdc6debdcee7c6d6efbdcedecedeefc6d6efc6d6 efcedef7c6d6efa5b5ce9cadc6ced6f7cedef7ced6efced6e7c6cedececedecec6decece decec6ded6d6e7d6d6e7d6d6e7cec6d6c6c6d6c6bdcec6c6cec6bdcec6bdcebdb5c6b dbdc6b5b5bdb5b5bdadadb5adadb5a59cada59cad9c94ad9c94ad948ca59494a5948 c9c948c9c948c94948c9c9c8c949c949c9c8c94a59494a59494ad9c9cad9c94b5a59c ad9c944239311008081008082121211010101010181818292129313139423131423 1313929293931314221213929293931294242425a4a4a630042423939393131313 14a4a4a292929423942313139212929181821212931394a524a5a634a636b5a7384 6b8494637b8c6b7b94526b8452637b425a734a637b426373426373395a6b314a5a2 1395221394a21314229394a29394a31394a31394a3142524a5a6b63738c6b7b8c84 94adadbdd6cedef7cedeefdeefffdeefffeff7ffe7f7ffe7f7ffe7efffe7f7ffe7f7ffdeefffdee7f 7e7efffdee7f7dee7ffe7efffcedef794a5bdc6d6efced6efd6deefcecee7c6cedec6c6d6d 6cee7d6d6e7d6ceded6d6e7dedeefd6d6dececedec6c6d6ceced6ceced6cec6d6c6bd cec6bdcebdb5c6bdb5c6b5adbdb5adbdadadb5ada5b5a59cb5a59cb59c94a5948ca5 8c849c9494a59494a59494a5948c9c9c94a59c949ca5949ca59494ad9c9cad9c9cad a59cada594948c84080000211818080808181821080810182129182131293139293 13921293918212929293129313929293929213939315242425a52526b004242395 .

2524a4239394242421010103931392929291821211018212129313942524a5a6b5a 6b7b6b8494738c9c738c9c637b94637b94526b84526b844a637b4a637b395a6b395 26b315263314a5a21394a21314221314229394a29314229314231394a394a5a5a63 7b8c9cadbdc6d6cedeefd6deefdee7f7d6def7deefffe7efffeff7ffeff7ffeff7ffe7efffe7f7ff eff7ffdee7f7eff7fff7ffffdee7ffe7efffdee7ffbdc6deb5bdd6c6cee7ced6efced6efc6c6de c6c6d6bdbdd6cec6dec6c6d6cecedececedececedec6c6d6cec6d6c6c6cececed6c6c6 cecec6cec6bdc6c6bdc6bdb5c6c6bdc6bdb5bdbdb5bdada5b5ada5bd9c94ad948ca58 48494848494848494948c9c8c8c9c9494a594949c9c949c9c949ca59c9ca5949cad9 c9cad9c94bdb5ad635a520800001008081010100808101821292929392129311018 2110182110182118212921213129313921213929294231314a4a425a4a4a6300847 b735a5a525252524a4a4a393939292129292929101818182129212931424a5a5263 73637b8c6b8494738c9c638494637b945a7394637b945a738c5a7b8c4a6b8442637 b395a6b395a6b395263394a63394a5a394a5a394252393952293142424a63525a6b 8494a5bdcedee7f7ffe7efffeff7ffefffffefffffeff7fff7fffff7fffff7fffff7fffff7ffffeff7fff7ffffeff7 fff7fffff7fffff7ffffe7efffe7efffdee7f7c6c6dec6cedeced6efcecee7cecedebdbdcebdbdd6 bdbdcececedecec6d6cecedecec6d6d6cedecec6d6ceced6c6c6cececed6cec6cecec6 cecec6ced6ced6cec6cecec6d6cec6cec6bdd6b5adc6a5a5bd9494a5948ca584849c8 4849c7b7b94848494848494948c9c948c9c9c949ca5949ca59c9cad9c9cb5ada5b5a 59c423931181008100808101818181821212929212931101821081021081018182 1291821312931392931393129423129423939524a425a52526300c6bdb5635a5252 524a63635a736b6b29292921212918212110182121293942525a63737b63738463 7b8c637b8c5a73845a738c5a7b945a738c52738c4a6b8452738c52738c637b944263 734a637342526b425263394a5a424a63424a5a4a52634a52637b849cb5bdced6e7f 7dee7f7deeff7e7effff7ffffeff7fff7fffff7f7fff7fffff7f7fff7fffff7fffffffffff7f7fffffffff7f7ffeff7ff f7fffff7ffffdee7f7e7efffbdc6d6c6cedec6c6dec6c6debdbdd6bdbdd6bdbdd6c6c6dec6 c6d6ceced6ceced6d6d6ded6ceded6cedecec6d6cec6d6cec6d6d6ced6cec6d6d6ced 6d6ced6ded6ded6d6deded6dececedebdbdd6a5a5bd9c9cb59494a58c8ca57b7b947 3738c736b847b7b8c847b8c9484949484949c949c9c949ca59c9cb5a59c948c84211 810211810100808181818212129101821000810000818081018182129182129212 93121293131394229293931314239314a4a425a524a5a00a5ad94a5a5945a5a525a 5a5a52525229293118182118182918212918212929424242525a5263734a6373526 b84526b845a738c52738c5a738c52738c5a73945a738c5a7b945a738c52738c52638 44a637342526b4a5a6b525a73636b7b636b7b848c9ca5b5bdc6d6decedee7e7efffde e7f7dee7f7eff7fff7f7ffeff7fff7fffff7fffffffffffffffffffffffffffffffffffffffffffffffffffffffffff7f7ffeff7f fe7e7ffd6deefc6cedebdc6debdbdd6c6c6dec6c6dececedec6c6ded6d6e7c6c6cecec6 d6d6cedededee7ded6ded6ceded6ced6cec6cecec6ced6ced6d6ced6d6d6d6d6d6d6 dedee7dee7efd6d6e7cecedec6c6d6adb5c6a5adbd9c9cad9494a584849c7b7b9473 6b8c7b6b8c7b738c94849c948c9ca594a5a59c9cada59c8c847b1008001810082118 181010102121211010180808101018182121291818211821212929293939393139 39312939292139524252635263634a5a00a5ad8cb5b5a56363524a4a42424242313 13918212910182110182110212918293131424a4252634a63734a637b5a6b845a73 8c5a738c526b8452738c526b8c5a738c526b8c52738c526b8c5a738c5a738c6b7b94 637b8c7384948494a5a5b5c6adbdc6cedee7d6deefd6e7efdee7f7dee7f7d6deefe7eff fefefffeff7ffeff7f7fffffffffffffffffffffffffffffffffffffffffffffffffffffffffffff7ffffe7efffe7efffced6efc .

ecee7bdbdd6c6c6dec6c6dececee7cec6dececee7ceced6d6dee7d6d6e7d6d6decec6 ced6c6d6cec6cecec6cecec6ced6ced6d6ced6d6d6d6ceced6d6d6deced6d6d6dee7d 6deefd6deefc6cedebdc6d6b5bdc6b5b5c6a5a5b59c9cb58c84a5847b9c7b6b947b73 9484738c8c8494948c94a59ca5ada59c73736b00000010080810080808080808080 808081010101810181810181821292929292929313129292929313129212952425 25242525a42526b525a00bdc6a5adad94737b6b6b6b636b6b6b2929312129311821 292129311021291831392939424252634a63735a6b845a738c637b945a738c5a738 c52738c5a73945a738c5a739452738c5a6b8c5a738c6b849c6b7b9473849c7b8ca59 cadbdadb5c6c6d6dedee7efe7eff7dee7efe7eff7dee7efdee7efdee7f7eff7ffefeff7f7f7ff fffffffffffffffffffffffffffffffffffffffffffffffffffffffffffff7f7ffeff7ffe7e7f7dedeefced6e7cecee7c6c 6dececee7cec6dececee7cecee7d6d6ded6d6deded6e7d6cededed6ded6c6d6cec6ce c6b5c6d6ced6d6ced6ded6ded6d6dededee7d6d6ded6dee7ced6dedee7efd6deefd6d ee7cecedececedec6c6cebdbdceadadbda59cbd948cad8c84a584739484738c84738c 948c949c949cada5a54a4a420808000808080808080808100810100808101018211 010182121293139394242423139393139313939312921215242425a424a6b5252b 5949400bdbda5a5a58c737b6b7b7b73737373212129182129212931293139293942 293942314a523952634a6373526b84637b94637b8c637b8c5a738c5a738c52738c5 a73945a738c5a73945a738c6b849c6b849c6b7b9473849c94a5b59cadbd9ca5b5c6c eded6e7efe7eff7e7efffdee7f7dee7f7d6deefdedeefe7eff7efeff7f7f7fffffffffffffffffffffffff ffffffffffffffffffffffffffffffff7fffff7ffffefefffe7efffd6deefd6d6efcecee7cecee7c6c6dec6c6d 6c6c6d6ceceded6d6ded6ceded6ced6ded6e7cec6d6c6b5c6b5adb5c6b5c6cec6ced6 cededed6dee7deefe7deefe7e7efdedeefdedeefd6d6e7dedeefd6d6e7d6d6e7cecedec ecedebdbdcebdb5ceada5c6ad9cbd948cad9484a5847394847b8c8c7b8c948c94a5a 5a5313131080808101818080810101821081018101021101821182129212129293 1312129292129212931294a42396352525a4a424a31297b5a52bd9c8c00bdbd9cad ad948484735a5a5252525218182131313918212931394231424239525239525a425 a6b4a6373637b8c6b7b94637b945a738c5a7b945a738c5a738c526b8c5a738c526b 8c6373945a73946b7b9c6b7b947b8c9c8494a59ca5b59cadbddee7f7e7eff7f7ffffeffff fefefffdee7f7e7e7f7d6dee7efefffefeff7f7fffffffffffffffffffffffffffffffffffffffffffffffffffffffffffffff ff7f7fff7f7ffefefffe7e7ffdedeefdedeefd6d6e7cecee7c6c6d6cec6d6cec6d6ded6e7ded 6deded6decebdceb5adbdada5adbdb5c6cebdced6c6d6d6cedee7deefe7e7f7efefffef efffefefffe7e7f7e7e7f7e7e7efe7e7f7dee7efe7e7efdedee7d6d6e7c6c6d6c6b5d6b5a 5c6a59cbd9c8cad9c8ca594849c9484948c848ca5adad21292918212118212910182 11018210810210810181018211821292929312129293139314a4a426363526b635 a5a4a314a31186b4a31a5846bcead8c00b5bd9cb5b59c84847373736b5252521818 2129293121293121313931424a394a52425a634a5a6b5a7384637b947384a56b849 46b84945a7b94637b945a738c5a7394526b84526b8c5a738c526b845a6b8c73849c 637b8c5a6b7b7b8c9cbdc6d6e7eff7eff7ffeff7ffeff7ffdedeefdee7f7e7e7f7e7e7f7e7e7 efefeff7f7f7ffffffffffffffffffffffffffffffffffffffffffffffffffffffffffffffffffffeff7ffeff7ffefefffe7e7f7d 6d6efded6efd6cee7d6cedec6bdd6cec6d6c6bdc6cebdc6ad9cad9484949c8c9ccebdc ee7d6e7e7deefcec6d6d6ceded6cee7e7def7e7e7ffefefffe7e7ffe7e7ffe7e7f7efeff7e7 e7efefefefe7e7efefe7efded6e7d6cedec6bdd6bdadcead9cbdad9cbda594ada594a59 484948c848c8c8c9421292910182118212918212910182910102110102100081018 21212931314242425a5a527373636b63525a52393929086b5229b5946be7c69cefc .

69c00bdc6a5b5b59c9494849c9c8c63636318182121293121293121313129393931 424a394a524a636b6373846b849c6b849c6b849c6b849c6b849c63849c6b84a5637 b9c637b9c5a7394738ca5637b946b849c6b849c637b8c6373849ca5bdd6e7f7eff7ffe 7eff7f7ffffe7eff7d6dee7dedeeff7f7ffefefffe7e7efe7e7eff7f7ffffffffffffffffffffffffffffffffffff fffffffffffffffffffffffffffffffffffffff7f7fff7f7ffefe7f7e7e7f7ded6efe7deefd6cedecec6d6c6bd cebdadbda58c9c84737b6b5a6b7b6b7b9c8c94bdb5c6d6c6d6d6ceded6ceded6cee7 ded6efe7e7ffe7e7ffefefffe7e7ffefe7f7efe7f7efefefefe7efefefefefe7efe7deefded6ded 6cedec6b5cebdadceb5a5bdb5a5bda594a5a594a59c94948c8c8c293131212929212 129293139101821212931181821181821212929424239524a42635a425a52395a52 31524221b59c6bd6bd8cefd6a5efce9cefd69c00adad94c6c6ad9c9c848c847b39313 118212121292918212910212118292918293129394239525a5a6b8463738c63738c 63738c637b94637b946b849c63849c6b84a5637b9c637b9c6373946b849c637b945 2637b5263737b8ca5b5c6d6deefffe7f7ffeff7fff7fffff7f7ffced6dededee7efeff7efefffd6 d6dededee7efe7f7fffffffffffffffffffffffffffffffffffffffffffffffffffffffffffffffffffffffffffffffff7ffefefff e7deefe7deefdeceded6ced6c6b5c6c6b5bdad9ca594848c846b7b7b6373422939180 8184a394aa594adcec6d6cec6ded6c6e7ded6f7dedeffefefffefeffff7efffe7deefefe7efe fe7efefe7efefe7e7efefefefdee7e7d6e7deceded6c6d6c6b5cebdadc6ad9cada594a5a 5949cad9ca59494944a4a4a31313129313129313110181818212918182121212131 29293939294a42315242296b5a399c8c63d6c69ce7d69cffe7ade7d694efd694ffefad 00b5b59cb5b59cb5b5a573736b21211829292921212918212921313118292921313 1294242425a634a637363738c637b8c6b7b94637b94738ca57b94ad7b94b57394ad 7394ad738cad8494b5738ca56b849c52637b73849ca5b5c6bdc6d6c6d6deeff7fff7ffff ffffffd6d6dececed6e7e7f7efefffefeff7ceced6c6bdc6cec6d6fffffffffffffffffffff7f7fffffffffff ffffffffffffffffffffffffffffffffffffffffffffff7fff7efffefe7f7ded6e7decedecec6cec6b5c6b5a5ada 5949ca58c9c846b7b6b5a6b73637321102921102121102963526bada5bdded6efde def7dedef7e7deffffffffded6eff7e7ffe7d6e7ded6deded6deefe7e7f7efeffff7f7ffeff7efd ee7decededec6decebdcec6b5c6bda5b5b5a5adad9ca5a5a59c6b6b6352524a52525 26b73733131312929292921212929216b635a847b63a5947bc6b58ce7cea5f7deadf fe7b5fff7b5fff7adfff7b5fff7adffffb500b5b59cbdbda5b5b5a58c8c7b18181829292918 182118212918212918292918292929424239525a5263735a6b84637b945a738c738 ca57b94ad849cb57394ad738cad7394ad84a5bd6b849c5a738c5a6b8c637b946b7b 947384948494a5ced6e7efeffffffffff7ffffd6d6dec6ced6efeff7efeff7efeff7bdbdc69c9c a5a5a5adfff7fffff7fffffffffffffffffffffffffffffffffffffffffffffffffffffffffffffffffffff7f7fff7efffefe7efe 7dee7d6c6d6c6b5bdb5a5adbda5b5b59cadb59ca5846b7b8c73849c8c9c5a4a5a291 829180821000010312942847b9cc6bddeefe7ffe7deffbdbdd6fff7ffefdeefe7d6e7d6c 6d6deced6e7d6d6efdee7f7e7e7fff7f7ffeff7f7e7efdeceded6c6d6ceb5c6c6b5bdb5a5 a5ada59cb5ada57b7b6b5a5a5263635a7373734a4a422929291010081810087b736 b73634ac6b594decea5f7deadf7d6a5ffefb5fff7b5ffffb5ffffb5ffffbdffffb500bdbd9cbdb da5c6c6ada5a5942929212921292121211821212129311829292131392939423952 5a425a63526b7b5a738c7b94ad6b849c6b849c6b849c7b9cb57b94b56b8ca55a738c 5a6b8c425a73526b8463738c5a6b8442526b6b7b8cc6d6e7f7ffffffffffffffffceced6cec ed6efeff7efefffe7deefbdb5bd7b737b7b737bfff7fffff7fff7eff7fffffffffffffffffffffffffffffffffff ffffffffffffffffffffff7fffff7fff7eff7f7eff7e7d6e7d6c6ceb5a5adbda5adc6adbdc6adbdb59c ad947b8c846b7ba58ca55242522918291808212118313129421008188c849ccec6d .

eded6eff7e7ffd6cee7efd6efe7cededec6d6d6c6cedececedececef7e7e7ffeff7ffffffffe7 efefd6e7deced6deced6d6bdc6ceb5b5bdada5bdb5a5847b73847b6b73736b6b6b63 393931292921100800312921948c737b6b52e7d6b5ffefc6ffefbdffe7adfff7b5efe79c efefa5ffffb5ffffbdffffbd00b5b594bdbda5bdbda5b5b5a529292121212118182121212 918212921293121313129394229424a394a5a42526b526b7b5a738c6b849c6b849c 6b8ca5637b945a7394526b8c526b8c4a5a7b4a637b5263844a5a73394a634252637 37b8cced6e7eff7fffffffff7f7ffced6d6c6c6ceefeff7efe7f7dedee7ada5b57363734a394 af7e7f7f7e7f7efe7efefdee7fffffffffffffffffffffffffffffffffffffffffffffffffffffff7e7f7f7eff7efdee7 d6ced6bdadb5bdadadc6b5b5dec6cec6adbdbda5b58c73846b5a6b7b637b39293910 0018292131211831000010292131080010847b94d6cee7d6c6dee7d6efdec6dedec6 dedebdd6d6bdcecebdbdd6c6c6efd6d6fff7f7fff7ffffeff7f7dee7efd6dedececed6c6c6c ebdb5c6b5adbdb5a584847384847384847352524a312929181818181810524a428c 8473847b63efdeb5f7deb5ffe7b5ffe7adfff7bdf7efadffffbdffffbdffffbdffffb500bdbd9cb dbd9cbdbda5b5b5a54a424221212118182118182121292918292929313129393929 394229424a4252634a5a734a637b5a738c6b8ca56b849c637b9c5a73945a7b945a7 3945a738c526b8c5a738c42526b3952634a5a737b849cb5c6ceeff7f7ffffffffffffceced 6cec6d6efe7f7efeff7ded6e7b5adbd736b73423942ad9cadf7e7efefdee7e7dedefff7f7 fffffffffffffffffffffffffffffffffffffffffffffffffff7f7f7e7efe7d6dec6b5bdc6adb5cebdbde7ced6e 7ced6dec6d6c6adbd947b947363739c8c9c5a4a6329182931293929213129213929 213921102984738ce7d6efbdadc6decee7d6bdd6d6b5d6debdd6d6bdced6bdc6d6bd bdefd6d6f7e7e7fffffffff7f7ffeff7f7e7e7efd6d6d6c6bdd6c6bdc6bdadd6cebd8c8c7b94 94848c8c84525a5229292918212129292973736b63635aa59c8ccec6a5dec6a5e7ce 9cffe7adf7dea5fff7bdffffc6ffffceffffc6ffffc600bdbd9cc6c6a5b5b59cbdbdad6b636329 292910181810181818212118212118292921313921313929424a394a5a4a5a73526 b845a738c5a738c5a7b94637b946b84a55a7b94526b845a7394526b844a5a7b4a5a 7342526b4a5a6b526373949cadd6dee7f7fffff7f7ffcececebdbdc6e7e7efe7e7efe7dee 7bdb5bd8473845a4a5a524a52cebdc6e7dee7e7dee7cec6c6f7efeffffffffffffffffffffffffff fffffffffffffffffffeff7efdee7cebdc6bdadb5ceb5bde7d6d6f7dedef7dee7efd6e7c6b5c68c 7b8c8c738cd6c6d6a594a5312939211829312942211831181021292131291829bda dbdc6b5c6b59cb5c6a5ceceadceceadc6d6b5c6ceb5bdd6bdbdd6c6c6efd6d6f7dedef fefefffe7efffefe7efded6e7d6ced6c6bdd6cebdbdb5a59c9c94adada5949c943942421 821291018184a525a737373636b63b5b5a5c6bda5c6b594dec69ce7d6a5dece9cd6c e9cdedea5e7e7adf7f7bdf7f7bd00c6c69cbdbda5bdbda5bdbdada59c9c4242422129 2910181818212110212118292921313129394229394a394a6342526b4a637b637b 8c6b849c5a738c526b844a6b845a7b945a7b946373944a5a7b4a5a7b425a734a5a7 34252634a5263737b8cceced6efefeff7ffffc6c6cebdbdc6dedee7efe7f7efe7efd6ced6 8c848c8473844239427b737bc6b5bde7d6debdb5b5ded6d6efefe7fffffffffffffffffffffffff ffffffff7ffffeff7d6c6cec6b5bdcebdbdefd6def7dee7ffefefffe7eff7e7efceb5ce9c849c7b 6b7bcebdce8c8494291829181821292131393142393142292129392939211021fff7f fdebdd6ceadcecea5c6ceadc6ceb5c6d6bdc6d6bdbddec6c6decec6efd6d6efded6ffe7 e7ffe7e7ffe7e7efdecee7d6c6d6c6b5adada5a5ad9cb5b5b57b7b7b29313118293121 31396b737b737b84949c94cecec6c6bdadc6bda5d6c6a5decea5dece9cd6ce9cd6ce9 cded6a5d6d6a5ded6a500b5b594bdbd9cbdbda5c6c6b5bdbdb55252523131312129 2118212118212118292921313921313929394a31425a42526b526b845a73844a637 .

b4a637b526b846b849c63849c637b94526b84526b8452637b425a6b3952634a5a6b 4a5263737b84b5b5bde7e7e7f7eff7c6c6ceb5adb5dedee7efe7eff7eff7ded6e7948c9 c8c848c736373291829a5949cbdb5bdd6c6ceb5a5added6d6fff7f7ffffffffffffffffffffffffff ffffefdeefc6b5bdb5a5addeced6ffefefffefefffefefffffffefdeefdec6de9c84a5634a6b7b6 b844a394a000008312939292131393142211829312939312939312931211821efd6 efc6a5cec6a5cec6a5c6ceb5ced6b5c6debdc6dec6c6e7cec6efd6cef7ded6f7ded6ffef def7e7d6e7d6c6cec6adbdb5a5bdbdb5adb5ad848c8c4a52521829294a5a5a424a52 7384846b7373cececec6c6bdc6c6adc6bd9cd6c6a5cec69cded6adc6c69ccec69cc6b d94c6c69cc6c69c00c6c69cbdbd9cc6bda5c6c6adc6c6b59c9c945a5a521821182129 29182929213131182931213139213942394a5a394a5a4a63734a63735a7384637b8 c6b849c6b84946b849c637b945a7384526b7b425a6b394a634a63734a5a6b526373 737b84b5b5b5d6cecef7efefded6d6b5adb5c6bdc6f7eff7ffeff7efe7efc6b5bd9c8c946 b636b524a524a424a8c848ccec6c6c6b5b5bdadade7d6d6ffffffffffffffffffffffffe7deefd6 cedea59cb5cec6d6efe7f7fffffffff7f7fffffffff7efefe7e7decee79c8cad52426b7b738cde dee75a5a6310081839294a29214239314a181829313131292929181829736b84efd 6ffc6addebda5cec6adced6b5ced6b5bde7c6cef7d6cef7d6c6f7deceffe7ceefdec6f7e7 ceded6bdc6bda5adad9ca5b5a594a5a563736b293939394a42525a5a6b7373848c7 bbdc6bdc6c6b5cecebdd6ceb5ded6b5d6ceadd6c6a5c6bd9ccec6a5c6c6a5c6cea5c6 c69cc6c6a500c6bd9ccec6a5c6c6a5c6c6adc6c6adb5b5a5737b6b394239213129182 92910212121293121313929394231424a4252634a5a6b5a6b7b5a73846b8494637b 8c637b8c5a738c5a738c4a6373526b7b4a5a6b5263735a6b7352636b52636b7b848 cbdbdbde7dedefff7f7e7dee7b5adadb5adb5d6ced6efe7eff7efefded6d6b5adad948c 8c635a5a4a4242524a527b737bb5a5a5c6b5b5dececefff7fffff7fffff7ffffffffefe7f7b5a5 c6bdb5d6e7d6f7efe7f7f7effffffffffffffff7f7efffffffefe7f79484ad73638c9484a5f7efffa5 a5ad21213121183939315a39315242425a5a5a6342424208082121184239295a4a3 16b735a8cbda5c6d6b5d6e7c6cee7c6c6f7d6ceffdeceffdecef7e7c6ffefceded6b5ada 58c949c7badb59ca5b5ad7b8c8c3142424252527b8c84636b63526352bdc6b5c6c6b 5c6ceb5c6c6adceceb5d6ceadd6ceadcec6a5c6c6a5bdc6a5bdc6a5bdbd9cbdc6a5b5 bd9c00c6bd9ccecea5d6ceb5c6c6a5ceceb5c6ceb5a5a594636b6331393121292918 2929182129213139213142314252314252425a6b4a63735a73846373845a738c526 b7b526b84526b7b526b7b526b7b5a73845a738463738452636b63737b8c9ca5d6d6 dee7e7e7fffffff7eff7c6bdc6a59ca5c6bdc6e7dedef7eff7e7dee7d6ced6b5adad8c7b8 4524a524239394231398c7b7bb5adade7d6d6fff7f7fffffffffffffff7ffded6efbdb5cebdb5 d6ded6f7f7effffffffff7f7f7fffffffffff7fff7ffefdef7a58cbd7b63947b7394b5adc6b5adbd0 8001029184231215231214a5a526b9c9ca57b7b844a425a2118424a396b39215a5a 426b947b9cceb5ceefced6ffdedeffded6ffe7d6efd6bdefd6bde7debdd6ceb5a5a58c9c 9c849ca5948c9c944a5a525a6b637b8c846b7b6b636b6394a594bdc6adcecebdc6ce b5ceceadcec6add6ceadd6ceadd6ceadcecea5ceceadc6c6a5c6c6a5bdc6a5c6c6a500 bdb58ccec6a5c6c6a5c6c6a5c6c6adceceb5adb5a5949c8c31393131393921313118 293118213129394229394a29394a3142524252634a5a73526b7b526b7b526b7b526 b7b526b845a738c637b8c637b8c637b8452636b52636b73848cadbdc6d6d6dedede e7efeff7f7f7ffceced6b5adb5b5adb5d6ced6ded6dee7dee7ded6decec6c6a59c9c847 b7b6b5a6363525a7b6b73cebdbdefdee7ffffffffffffffffffefe7f7d6ceefcec6e7b5adcea5 9cc6c6bddee7e7f7efeff7e7efeffffffff7eff7f7e7ffc6add68c73a56b5a7b8c7b9cc6bdce .

6b5a733121524a316b3929524a395a7b738c948c9c635a7b42315a4a396b42315a5 a426b9c84a5ceadc6e7ced6efceceefcec6e7cebdefd6c6e7d6bdcec6adb5b59cb5bda 5a5ad948c94845a6b6373847b7b8c847b8c7b6b7b6b7b8c7b9ca594c6ceb5c6c6adc 6ceb5c6c6adceceadcecea5d6ceadd6ceadd6ceadc6c6a5c6ceadc6c6a5c6c6a5bdc6a 500c6c69cbdbd94c6c69cc6c6a5c6c6adbdc6adbdbdadadb5a5525a5239423931393 929313929314221313929394a314252394a5a394a5a425a6b4a63735a6b7b5a7384 637b8c637b8c738c9c6b7b8c6b8494637384526b735a6b7394a5adc6ced6d6dee7ce ced6d6cedededee7dedee7bdb5c6b5b5bdc6bdc6d6ced6d6ced6ded6ded6c6cec6bd bdb5a5ada59c9c9c8c8cada5a5efe7e7fffffffffffffffffffff7fff7efffded6f7d6ceefbdb5de9 48cb57b7b9ca5a5bddedeefefefffefe7f7fff7ffffe7ffe7cef7947ba5846b949484a5efdef fffe7ff4a31634229635242734231526b637b8c849c63527b4a31635239635a426b8c 7394b59cb5c6adbdc6adb5debdbde7c6bde7cebdefd6c6e7dec6b5ad9c94947b949c 84a5ad94848c7b8c9c8c7b8c7b84948c949c8c949c8c94a58cb5bda5c6ceb5c6ceb5c 6ceadceceb5ceceadd6d6add6ceadded6add6ceadceceadc6c6a5c6ceadc6c6a5c6c6 a500c6c694bdbd94bdbd94c6c6a5c6c6a5bdc6a5b5bda5bdc6b5737b733942391821 2131394231394a182931182131394a5a314a52394a5a394a5a4a5a6b52637b637b8 c637b8c6b84946b84946b7b8c637b8c637b845a6b737b8c94a5adb5c6ced6bdc6d6b 5b5c69c9cadb5b5c6ceced6c6c6ceadadb5b5adbdbdb5bdc6bdc6c6bdc6cebdc6c6bd bdc6b5bdb5a5adb5a5adbdb5b5f7f7f7fff7ffffffffffffffffffffefefffdedef7d6ceefc6c6efa5 9cc69494bd9494b5c6c6ded6deefe7e7f7f7e7fff7e7ffefd6f7a584ad8c739c8c7b9cad 94b5deceef9c7bad42295a4a31637b6394a594b58c7b9c39214a52396b7b6b8c8473 8c94849cb59cb5bda5adc6adb5d6bdbde7d6c6efdececebdadada594a59c8c848c738 c9484949c8c8c94849cad9c848c7b9ca594b5bdad8c947ba5ad94ced6bdc6c6adc6c6 adceceadceceadd6d6b5d6ceadd6d6adcecea5d6ceadcecea5ceceadc6c6a5c6ceadb dc6a500c6c69cc6c69cc6c69cc6c69cc6c6a5bdc6a5c6c6adbdbdada5ad9c525a5221 292929313139424a21293921293931394a314252314a524252634a5a6b5a6b7b637 38c73849473849c738c9c6b7b8c6b7b8c6373846b7b848c9ca5b5bdc6adb5c6a5adb d949cad84849484849cb5b5c6bdbdcebdb5c6b5adbdbdb5bdb5adb5bdb5bdc6b5bdc ebdc6c6b5b5c6b5bdc6b5bdcec6c6efefeffffffffffffffffffffffffff7f7ffd6def7e7deffc6c6efb 5b5deb5adde8c8cb59c9cbdbdbddeded6eff7e7f7f7def7ffe7ffc6adcead94b58c73947 b6384846b8cefceff8c739c7b63949c84b5a58cb5635273392152634a738c73947b6b 84948494bda5b5d6c6c6e7cecee7d6ced6c6bde7dece948c7b847b6b9c9c84a5ad94 9ca594a5ad9c94a5948c9c84b5c6adb5bda5949c84a5ad94b5bda5bdc6adced6b5ce ceadceceadd6d6b5d6d6add6d6b5ceceadd6d6add6ceadd6d6b5ceceadced6b5cecea dcecead00bdbd94c6ce9cc6c69cbdbd9cbdbd94c6c6a5c6c6a5bdbda5bdc6b584847b 39393921292929313939425231394a213139293942394a524252635a6b735a6b7b6 b7b94738c9c849cad7b8c9c7384946b7b8463738463737b94a5adb5bdc6a5adb58c8 c9c848c9c6b6b846b73849c9cadbdbdcebdbdc6c6c6cec6bdc6bdb5bdbdadb5c6bdb dc6b5bdcebdbdd6c6c6e7d6d6efe7e7fffffffffffffffffffffffffffffff7f7ffe7e7ffdedeffd6d6ffa da5d6847bad42426b847ba5b5b5cec6bdd6decedeefd6e7f7def7decedead94ad9c8c a5947b9c846b8cad94b5dec6efc6add67b6b8c31214242294a7b63849c84a5a594a5 a58c9cad9ca5ceb5bdcebdbddecec6decec6decec6bdb59c847b6b84846badb59cadb 59ca5b59cadb5a5adb5a5adb5a5a5ad94a5ad94a5ad94a5ad94c6ceadced6b5bdc6a 5c6ceadced6add6d6add6d6adcecea5ceceadd6cea5d6d6adcecea5ceceadc6ceadce .

ceadc6c6a500c6cea5c6c69ccecea5c6c69ccecea5c6c6a5cec6adc6c6a5c6c6b5b5b5 a563635a182121313939293939293139424a5a314252394a5a52637363737b73849 47384948494a58494a594a5b573849463738463737b7b84948c949c94a5ad949ca5 7b848c6b6b7b7373848c8c9cb5b5c6c6c6d6d6ceded6ced6d6ced6c6bdbdc6bdbdc6 bdbdcec6c6cebdc6e7d6d6efdedeffffffffffffffffffffffffffffffffffffeff7ffd6d6efefe7ffefe7ffa dadd642396b0000297b7ba5ada5ceb5adc6d6c6d6deced6efdee7efd6e7dec6d6bda 5b5a58ca5947b948c738c6b526b52395a42314a5a4a637b6b84a58cadb59cb5b5a5 adad9ca5bdadadcebdbde7d6ceded6c6decec6cec6b584847394947badb59cb5bda5 b5bdadadb5a5adb5a5adb5a5adb59cadb59cb5bda5b5bda5c6c6adc6c6adceceadce ceadceceadceceadd6d6add6d6add6d6add6d6add6d6add6ceadd6d6adceceadd6d6 b5ceceadcecead00c6c69cc6c6a5c6c69cc6c6a5c6c6a5cec6a5c6c6a5c6c6a5adad94 c6c6ad9ca594525a4a182121212931293939313942525a6b4a5a6b4a5a635a6b7b7 b8c9c94a5b5a5b5c6a5bdce73849463738452636b636b7b7b848c949ca5848c947b8 48c737b847b7b8c848494a5adb5c6c6ced6d6deded6dee7dee7ded6d6d6cececebdc 6d6c6c6d6c6c6d6c6c6dececeefdedefff7effffffffffff7ffffffffffffffffffefefffdedeefdedeffef e7ffc6bde7736b940000215a5a849c94bdb5adc6bdadb5ceb5bdd6c6c6efd6dee7d6d ed6bdcead9cad9c849c8c73847b6b7b6b5a6b7b637b8c7b94ad94adb5a5b5bdadb5b 5a5a5bdadadcebdb5decec6d6cebdbdb5a59c94848c8c739c9c84adad94b5b59cbdc 6adb5bda5b5bda5adb5a5b5bda5b5b59cb5bd9cb5bd9cbdc6a5c6c6a5ceceadc6cea dceceadceceadceceadceceadd6d6adceceadd6d6adceceadceceadceceadceceadcec eadceceadc6cead00c6c69cbdbd9cc6c6a5c6c69ccec6a5c6c6a5cec6a5c6c6a5bdbda 5bdbda5c6c6ad84847b31393121312931424210212121293131424a63737b8c9ca5 a5b5c694a5b57b8c9c5263735a6b7b52636b5a637363737b848c94848c947b848c7 3737b848c8c94949cadadb5c6c6cedededee7dee7efefeff7efefefe7e7e7dedee7dede e7ded6e7ded6ded6ceefded6f7e7defff7f7fffff7fffffffffffffffffffffffff7f7ffe7deefefe7ffe7 e7ffded6ffada5ce29214a524a6b9c94b5a59cb5c6b5bdc6b5b5d6c6bde7d6cef7e7e7 efd6e7dec6d6bdadbdad9ca5a59494a5949ca594a5bdadbdc6b5c6c6b5bdbdadadc6 b5adc6b5add6cebdd6cebdd6cebdbdb5a5adad94a5a58cc6c6adbdc6adc6ceb5c6cea dc6ceb5bdc6adc6c6adbdc6adbdc6a5bdc6a5c6c6a5c6c6a5ceceadceceadceceadcec eadd6d6adceceadd6d6adceceadd6d6adceceadd6ceadceceadd6d6b5ceceadd6cead ceceadcecead00b5b594b5bd9cbdb59cc6bd9cbdbd9cc6c69cc6bd9cc6c6a5d6ceadb 5b594b5b5a5b5b5a5636b5a3942392939312131311829312931392939423142523 1424a394a52394a5a4252634252635a63736b738473848c737b84737b847b7b8484 8c8c949494adadadc6c6c6dededee7dedeefe7e7efe7e7fff7efefe7e7f7e7e7efe7def7 efe7efdedeefded6efdedeffefe7f7efe7fffff7fffff7fffffffffff7fffffffffffffff7fff7efffefe7ffcec 6e7cec6ef7b6b947b7394a59cb59c94adbdadb5c6b5b5c6bdadd6c6bddececee7d6d ee7cededeceded6c6ced6c6c6c6bdbdc6b5c6c6adc6c6b5c6c6b5b5c6bdb5cebdb5ce c6b5cec6b5d6ceb5cec6adceceadceceb5dedec6ced6b5ced6b5c6ceadceceadc6c6ad c6ceadc6c6adc6c6adc6bda5c6c6a5c6c6a5ceceadcec6a5ceceadcecea5ceceadcece a5ceceadceceadceceadcec6adceceadcec6a5ceceadceceadceceadceceadceceadcec 6ad00b5b59cb5b59cbdbd9cbdbd9cc6bd9cc6bd9ccec6a5c6bd9cd6ceadbdbd9cc6c6 adceceb5a5ad9c5a6352394239394a4a21293121293129314221314229314229394 2394a5a425263525a6b5a6b73737b8c737b84737b84737b848c949c9ca5a5b5b5b5 c6c6bddeded6e7e7def7efe7efefe7fff7effff7effff7eff7efe7fff7efffefe7ffefe7f7e7def7e .

fdef7efdef7e7deffefe7ffffeff7f7e7f7efdeefefdef7f7eff7eff7ffffffffefffcec6e7d6c6e7c6 b5d6ada5c6b5adc6ad9cb58c73849c8c8cbdad9cbdada5bdadb5c6adbdceb5cecebdc ecec6c6cebdb5c6bdbdbdadb5b5a5bdb5a5b5bdb5b5c6bdaddecebdd6ceb5ded6bdd 6d6bdd6d6b5c6c6adc6ceadc6ceadced6b5c6ceadceceadc6cea5ceceadc6c6a5cec6a 5c6bd9ccec6adc6c6a5ceceadcecea5ceceadcecea5ceceadcec6adceceadceceadcece adceceadceceadc6c6adceceadc6c6adceceadceceadceceadceceadcecead00b5b59c bdbda5bdb59cc6bda5c6bd9ccec6a5c6bd9ccec69cc6bd9ccecea5bdbd9cbdc6adc6c eb594a594525a52394a42424a5239424a29314229314231394a42525a4a5a6b5263 735a6b73636b7b636b7b737b847b848c949c9ca5a5adb5b5b5cecec6dedecee7ded6 efefdef7efdefff7effff7e7fff7effff7efffffeffff7e7fff7efffefe7ffefe7f7e7def7e7deefded6f 7e7d6e7d6c6ded6bdcec6adc6bdb5bdbdb5c6bdc6fff7ffffffffe7d6efd6c6e7cec6dec6 b5cead9cb5b5a5bd52394a84737bb5a59cc6b5adbdadadbda5b5b59cb5b5a5bdada5 a5b5ada5b5adadbdadb5b5a5bdbdadbdc6bdb5d6cebdded6bdded6bdd6ceb5d6d6b dd6d6b5ceceadbdc6a5c6cea5c6ceadced6adc6cea5ced6adcecea5d6ceadcec6a5cec 6a5cec6a5cecea5cec6a5ceceadcec6a5ceceadc6c6a5cec6a5cec6a5ceceadc6c6a5c ec6adc6c6a5c6c6adc6c6a5c6c6adc6c6a5ceceadc6c6a5cec6adc6c6a500bdbda5bdb da5c6bda5c6bda5cec6a5cec6a5cec6a5cec69ccecea5cecea5bdbd9cb5b594ced6bd bdceb58c9484525a5242525239424a31394a29394231424a394252424a5a424a5a6 b7b8c6b7b847b8494848c949ca5adadb5b5bdc6c6c6c6c6efe7d6f7efd6fff7e7f7efdef ff7e7fff7e7ffffe7fff7e7ffffeffff7e7fff7e7f7efdefff7e7f7efdef7efdeefdeceefdecedecebd d6c6b5c6b5a5c6bda5b5ada5b5ada5ada5a5decedef7e7f7ffffffefdef7d6c6decebdd6 c6b5c6bda5bd7b637bad94a5decec6e7ded6e7d6ded6bdd6d6bddec6b5cecec6c6d6 c6bddececedeced6e7cee7e7d6e7e7dedee7decee7d6c6deceb5d6ceb5d6ceb5d6d6 b5ced6add6d6b5d6deb5ced6adced6add6d6add6d6add6d6add6cea5deceadd6cea5 d6ceadcecea5d6ceadcecea5d6ceadceceadceceadcec6a5ceceadcec6a5cec6adc6c6 a5c6c6adc6c6adceceadc6c6adceceadc6c6a5cec6adc6c6a5cec6ad00b5b59cbdbda5 bdbd9cc6bda5c6bd9ccec69cc6bd9ccec69ccec6a5ceceadceceadc6c6a5bdc6a5c6ce b5b5bda5949c8c525a52525a5a424a5239424a29314231424a4252635a6b736b7b8 c848c9c949cada5adb5a5adb5b5bdc6c6ced6dededeefe7defff7e7fff7e7fff7e7f7efdef 7efe7f7efdef7efdee7ded6e7ded6e7decee7decee7deceefe7d6e7deceded6c6d6c6bd cebdadbdada5c6bdadcec6b5decebdcec6bdcebdbd9c8c94cebdc6fffffffff7ffdeced6ef deefdeced6c6b5bdbdadb5e7d6defff7effffff7ffefefffeff7f7deefefdeefe7ded6e7deced ed6cee7d6d6ded6dee7d6ded6d6c6d6d6bdcec6add6ceb5d6ceb5ded6b5ceceadc6c ea5bdc69cc6cea5c6cea5ceceadcecea5d6d6adcecea5d6cea5d6c6a5d6ceadcec6a5 d6ceadcecea5d6ceadcec6adceceadcec6a5ceceadc6c6a5c6c6a5c6c6a5c6c6a5bdbd a5c6c6adc6c6a5ceceadc6bda5c6c6a5c6c6a5c6c6a5c6c6a500bdbda5bdbd9cc6c6a 5c6c6a5cec6a5c6c6a5ceceadcecea5cecea5c6c6a5ceceadc6c6a5cecea5c6c6a5c6c 6a5bdc6a5a5ad9c636b6342524a4a52524a525a2939423942525263737384947b84 9c949cad9ca5b5adb5c6bdc6ced6dee7e7eff7e7e7e7dededee7e7e7e7dedeefe7e7e 7dedee7dededecececec6c6cebdbdc6bdb5b5ada5c6b5adcebdb5decebdd6cebdd6ce c6c6b5b5bdadadbdada5cebdb5decebdefd6ceefd6c6e7cec6ad948ca5948ccebdb5e 7d6cebdb5adada59cb5ad9cd6cebdd6ceb5e7dec6f7efd6ffffeffffff7fffff7ffffefffffefffff defff7deefe7d6e7deceded6c6ded6bdd6d6b5d6d6b5d6ceb5d6d6b5ceceadd6d6b5d 6d6b5d6d6b5ceceadceceadc6cea5ceceadcecea5ceceadcecea5d6ceadd6ceadd6d6 .

b5d6ceadd6d6adcecea5ceceadcecea5d6ceadceceadceceadc6c6a5cec6a5c6c6a5ce c6a5c6c6a5ceceadc6c6a5c6c6a5bdbda5c6c6a5bdbd9cc6c6a500bdbd9cc6bd9cbdb d9cc6c6a5c6c69ccecea5c6c6a5cecea5c6c6a5cecea5c6c6a5cecea5c6c6a5cecea5c 6c69cc6c6a5b5bda5a5b59c848c846373634a5a5242525239424a314252394a5a52 6373737b949ca5b5b5b5cebdc6d6bdbdcebdc6cec6cecececed6c6c6cecececec6c6ce c6c6cebdb5bdbdb5b5bdb5bdb5adad948c8c8c847b9c8c84bdb5add6cebdded6cece c6c6c6c6bdbdb5adc6b5adcebdb5decebde7cebdefd6c6dec6b5dec6b5bdad9ca5947 b847363847b63948c73ada58cd6ceb5d6ceb5ceceadd6d6b5dedebdefe7c6e7e7c6ef efcee7e7c6e7e7c6dedebddedebdd6d6b5d6d6b5d6ceadd6d6b5ceceadd6d6b5d6ce add6d6adceceadd6d6b5ceceadcecea5c6c6a5cecea5cec6a5ceceadcecea5ceceadce cea5ceceadceceadd6d6adcecea5ceceadcecea5ceceadcec6a5ceceadcec6a5cecea5 c6c69cc6c6a5c6c6a5cecea5c6c6a5c6c6a5bdbda5c6c6a5bdbd9cbdbda5bdbd9c00c 6bda5bdbd9cc6c6a5c6bda5cec6a5c6c6a5ceceadcec6a5ceceadcecea5cecea5c6c6a 5cecea5cecea5cecea5c6cea5bdc6a5c6ceb5bdc6ad8494846b7373636b6b52636b3 9424a2931422931423942524a5263737b848c949ca5a5ada5adb59ca5ad9ca5ada5 adb5a5adb5adadbdadadb5adadb5a5a5ad94949c8484847b7b7b7b7b739c9494ada da5bdb5adb5ada5b5adadb5adadbdb5adb5ada5bdb5a5cebdadefd6c6ffe7d6f7dec6f 7e7cee7d6bdbdad94ada58cbdb59cceceb5ceceaddedebdd6d6b5d6ceadcec6adcece add6ceadded6bdded6b5ded6b5d6d6b5d6d6b5d6ceb5d6d6b5d6d6b5d6d6b5d6d6b 5d6d6b5d6d6b5ded6b5d6d6add6d6b5d6d6adceceadc6c6a5c6c6a5c6c6a5ceceadc eceadd6d6adceceadd6ceadceceadd6d6adceceadd6d6adceceadd6d6adceceadcece adcecea5ceceadcec6a5cec6a5c6c6a5cecea5c6c6a5cecea5c6c6a5c6c6adc6c6a5c6 c6a5bdbda5c6c6a500bdb59cbdbd9cbdbd9cc6c6a5c6c69cc6c6a5c6c6a5ceceadc6c 6a5cecea5c6c6a5cecea5c6c6a5cecea5cecea5ced6adbdbd9cc6c6adbdc6a5adb5a5 949c94848c84737b7b6b737b636b73525a6331424a3139423139424a525a5a63636 36b737b848c7b8c94848c9484949c8484948484947b7b8c7b848c73737b737b847b 7b849494949c9c9ca5a59c8c8c847b7b7384847b84847373736b7b736384736b948 c73a5947bad9c84bdad94bdad94b5a58cc6b59ccec6add6ceb5c6c6adc6c6a5cecead d6d6b5d6d6b5d6d6b5ceceadd6ceb5d6ceadd6d6b5d6d6b5d6d6b5d6d6b5d6d6b5d 6ceb5d6d6b5d6d6b5d6d6b5d6ceadd6d6b5d6d6b5d6d6b5d6ceadd6d6adc6c6a5c6c 6a5bdbd9cc6c6a5cec6a5d6d6adceceadd6ceadceceadd6d6adceceadd6d6add6cead d6d6b5ceceadd6ceadcecea5ceceadc6c6a5cecea5c6c6a5cec6a5c6c6a5cecea5c6c6 a5c6c6a5c6c6a5c6c6a5c6c6a5c6c6a5bdbd9c00bdbd9cbdbd9cc6c6a5c6bd9cc6c6a 5c6c6a5cecea5c6c6a5ceceadcecea5ceceadcecea5cecea5cecea5d6d6add6d6add6d 6adc6cea5ceceadc6ceb5bdc6ada5ad9c949c948c9494848c8c7b8484737b84636b7 3636b6b525a635a5a5a4a525a63737b63737b6b7b846b7b84737b8c6b7384737b8c 6b73847b848c7b7b8484848c848c8c848c8c7b7b7b737373636b636b6b635a5a4a5 a5a4a7b7b63bdb5a5ded6c6efdec6d6ceaddeceb5d6c6added6b5e7debddedebdcec eadceceb5d6d6bdd6ceadceceadd6d6b5d6d6b5d6d6b5d6ceadd6d6b5d6d6addedeb dded6b5dedebdd6d6b5ded6b5d6d6b5dedeb5d6d6b5d6d6b5d6d6b5dedebdd6d6b5 d6d6b5d6ceadceceadc6bd9cc6bd9cc6c69cceceadd6d6add6d6b5d6d6add6d6b5d6 d6add6d6b5d6d6added6b5d6d6b5ded6b5d6d6add6d6b5ceceadceceadc6c6a5cece adc6c6a5ceceadcec6a5ceceadc6c6a5c6c6adc6c6a5c6c6adc6c6a5c6c6a500b5b594 bdbd9cbdb59cbdbd9cbdbd9cc6c6a5c6c69cc6c6a5cecea5ceceadc6c6a5cecea5cece .

a5ced6adcecea5d6d6adcecea5d6d6adcecea5c6ceadbdc6adc6c6adadada59ca5948 48484848c84848c84848c847b847b7b847b737b7b7b84846b737b6b7b846b737b73 7b8c737b847b848c737b8c7b848c6b737b6b737b636b73636b736363635a63635a6 35a636b636b7363737b6b848473adad94c6c6added6bdd6ceb5d6ceadded6b5efe7b de7debddedebdceceadceceadceceadd6d6b5d6d6b5d6d6b5ceceadceceadceceadd6 d6b5d6ceadd6d6b5d6d6add6d6b5d6ceadd6d6b5d6ceadd6d6b5d6ceadd6d6b5d6d 6added6b5d6d6b5d6d6b5d6ceadd6d6b5c6c6a5c6c6a5bdbd9cc6c6a5cecea5d6d6b 5d6d6add6d6b5d6d6add6d6b5d6ceadd6d6b5d6d6add6d6b5d6d6b5d6d6b5cecead ceceadc6c6a5cecea5c6c6a5cecea5cec6a5ceceadc6c6a5c6c6a5c6c6a5c6c6a5bdbd a5c6c6a5bdbd9c00bdbd9cbdb594bdbd9cbdbd9cc6c69cc6c69cc6c6a5c6c69ccecea dcecea5ceceadcecea5d6d6adcecea5ced6adcecea5cece9ccece9cd6d6a5c6c69ccec eadceceb5c6ceb5b5b5a5bdbdadadada59ca59c8c8c847b847b7b84737b847b7b847 b8c94947b8c8c7b84846b7b7b6b7b7b637373636b735a63635a636b5a6363636363 636363636b6b6363636b736b737b6b7b7b6b949c84bdbda5c6ceadceceb5ceceadde debde7e7c6ded6add6d6added6b5d6ceadded6b5d6debdd6d6b5c6c6a5dedebdd6d 6b5d6d6adceceadd6d6b5d6d6b5dedeb5d6d6b5d6d6b5d6ceadd6d6adceceadd6d6b 5d6d6add6d6b5d6d6b5d6d6b5d6d6b5d6d6b5d6ceadd6d6b5d6d6add6ceadc6c6a5 c6c6a5cec6a5d6d6add6d6b5dedeb5d6d6b5dedeb5d6d6b5d6d6b5d6d6add6d6b5d 6d6add6d6b5d6d6add6d6adceceadceceadcec6a5ceceadcec6a5ceceadcecea5cece a5c6c6a5c6c6adc6c6a5c6c6a5bdbda5c6c6a500b5b594b5b594b5b594bdbd9cbdbd 94c6bd9cbdbd9cc6c6a5c6c6a5cecea5cecea5ceceadcecea5cecea5cecea5cecea5ce ce9cd6ce9ccece9cd6d6add6d6add6d6adceceadceceb5bdc6adc6c6b5bdbdadb5bda da5a594949c8c7b8473737b735a635a5a635a525a52525a5a525a5a5a63635a635a 5a635a636b636363635a635a6b73636b73637b7b73848c7b9ca58cb5bda5bdc6adc 6ceadced6b5ceceadd6d6b5d6d6added6b5dedeb5dedeb5d6d6addedebdd6d6adcec eadceceadd6deb5ced6add6d6adceceadd6d6add6d6b5dedeb5d6d6b5d6d6b5cecea dd6d6b5ceceadd6d6b5ceceadd6d6b5d6d6add6d6b5d6ceadd6d6b5d6d6add6d6adc eceadd6d6b5ceceadceceadc6c6a5ceceadceceadd6d6b5d6d6add6d6b5d6d6b5dede b5ceceadd6d6adceceadd6d6adceceadceceadceceadceceadc6c6a5cecea5c6c6a5ce ceadcec6a5ceceadc6c6a5c6c6a5c6c6a5c6c6a5bdbda5c6c6a5bdbd9c00bdb594bdb 59cc6c6a5c6c6a5c6c6a5bdbd9cc6c6a5c6c6a5c6c6a5c6c6a5ceceadcecea5cecea5c ecea5d6d6add6d6add6d6a5d6ce9cded6a5d6d6a5d6d6add6d6add6d6adceceadd6d 6b5ceceb5ced6b5c6c6b5bdc6adadb59ca5ad949ca58c8c9484848c7b84847b737b6 b7b7b7373736b73736b6b73637b7b737b7b738c94849c9c8cadad9cb5bda5c6ceb5c eceb5c6ceb5c6ceadced6b5ced6adced6b5ced6add6deb5d6d6add6d6add6d6add6d 6add6d6add6d6b5ced6add6d6b5ced6addedebdd6d6b5dedeb5d6d6add6d6b5d6d6 addedeb5d6d6b5d6d6b5ceceadd6d6add6d6add6d6b5d6d6add6d6b5d6d6addedeb 5d6d6b5d6d6b5ceceadd6ceadceceadd6d6b5d6ceadceceadceceadd6d6b5d6d6b5d ed6b5d6d6b5d6d6b5d6d6add6d6b5ceceadd6d6adceceadceceadcecea5d6ceadcece adceceadcec6a5ceceadc6c6a5cecea5c6c6a5ceceadc6c6a5c6c6a5c6c6a5c6c6a5bd bda5c6c6a500b5b594bdbd9cbdbd9cc6bda5bdbd9cc6c69cbdbd9cc6c69cc6c69cc6c 6a5c6c6a5cecea5cecea5cecea5cecea5d6d6adcece9cd6d6a5d6ce9cd6d6a5d6d6a5 d6d6add6cea5d6ceadd6ceadd6d6b5ceceb5ced6b5c6ceadc6ceadbdbda5bdc6a5c6c 6adc6c6adb5bda5b5bda5b5b59cb5b5a5adb59cb5b59cb5b5a5bdbda5b5b5a5bdbd .

a5bdc6a5ceceadceceadced6b5c6ceadc6d6adc6ceadced6adced6adced6adced6add 6d6adced6a5d6d6adced6add6d6adced6add6d6b5ceceadd6d6add6d6b5d6d6b5d6d 6add6d6add6d6add6d6b5d6d6add6d6b5d6d6add6d6b5ceceadd6d6add6d6add6d6 b5d6d6add6d6add6d6add6d6b5ceceadd6ceadceceadd6d6adceceadd6d6adcecead d6ceadceceadd6d6b5d6d6add6d6b5d6ceadd6d6b5ceceadd6d6adceceadceceadcec ea5ceceadcec6a5ceceadc6c6a5cecea5c6c6a5c6c6a5c6c69cc6c6a5c6c69cc6c6a5c 6c6a5c6c6a5bdbd9cc6c6a5bdbd9c00bdb594b5b594bdbd9cbdbd9cc6bd9cbdbd9cb dbd9cbdbd9cc6c6a5c6c69ccecea5c6c6a5cecea5cecea5d6d6adced6add6d6a5d6d6 a5d6d6a5d6d6a5ded6add6d6add6d6add6ceadded6b5d6d6add6d6b5d6d6b5d6deb dd6d6b5d6d6b5d6d6b5d6d6b5ceceadceceadcec6adceceadceceadceceb5cec6add6 d6b5ceceadceceadceceadd6ceadceceadd6d6b5d6d6adced6adceceadced6b5ced6a dd6deb5ced6add6deb5d6deadd6deadd6d6add6deadd6d6addedeb5d6d6add6d6b5 d6d6add6d6b5d6d6add6d6b5d6d6add6d6b5d6d6add6d6b5d6d6addedeb5d6d6b5d 6d6b5d6d6addedeb5d6d6b5d6d6b5d6d6add6d6b5d6d6add6d6b5d6ceadd6d6b5d6 d6add6d6b5d6ceadd6d6b5d6ceadd6d6b5d6ceadd6d6b5d6d6b5d6d6b5d6d6add6d 6b5d6d6add6d6adceceadceceadcecea5ceceadcecea5ceceadcec6a5cec6a5c6c69cc 6c6a5c6c69cc6c6a5c6c6a5c6c6adc6c6a5c6c6a5bdbda5c6c6a500adad8cb5b594b5 b594bdbd9cb5b594bdbd94bdb594bdbd9cbdbd94c6c69cc6c69ccecea5c6c69ccecea 5cecea5d6d6adcecea5d6d6a5ced6a5d6d6add6cea5d6d6add6cea5ded6add6cea5d 6ceadd6cea5d6d6adceceadd6d6adced6add6d6b5cecea5d6d6adcecea5ceceadcece a5d6ceadceceadd6ceb5c6c6a5c6c6a5c6c69cc6c6a5c6c69ccecea5d6d6addedeb5ce ceadced6adced6adced6adced6add6deadd6d6add6deb5ced6a5d6d6adced6add6d6 b5d6d6add6d6b5d6d6add6d6b5d6d6add6d6b5d6d6add6d6b5d6d6add6d6b5d6d6a ddedeb5d6d6add6d6b5d6d6add6d6b5d6d6add6d6b5d6d6add6d6adceceadd6d6ad d6ceadd6d6b5d6ceadd6d6b5d6ceadd6d6b5ceceadd6d6adceceadd6d6adceceadd6 d6add6ceadd6d6b5ceceadd6d6adceceadceceadcecea5ceceadcec6a5ceceadcecea5 cecea5c6c6a5c6c6a5bdbd9cc6c6a5c6c69ccec6a5bdbda5c6c6a5bdbda5c6c6a5bdb d9c00b5b594b5ad8cb5b594b5b594bdbd94b5b594bdbd9cbdb594bdbd9cbdbd9cc6 c6a5c6c6a5cecea5c6c69ccecea5cecea5ced6adcecea5d6d6add6d6add6d6add6d6a dded6add6ceadded6add6cea5ded6add6cea5d6d6adcecea5d6d6adced6addedeb5d 6d6add6d6add6d6add6d6b5d6d6add6d6b5d6d6add6d6adceceadceceadcecea5cec ea5cecea5d6d6add6d6add6d6b5ced6add6d6b5ced6add6d6b5ced6add6deb5d6d6a dd6d6adced6add6d6add6d6added6b5d6d6b5ded6b5d6d6b5d6d6b5d6d6addedeb5 d6d6b5dedeb5d6d6b5dedeb5d6deb5d6d6b5d6d6add6d6add6d6add6d6b5d6d6add 6d6b5d6d6add6d6b5d6d6add6d6b5d6d6b5d6d6b5d6d6b5d6d6b5d6d6b5d6d6b5d6 d6add6d6b5d6d6add6d6b5d6ceadd6d6b5d6d6add6d6b5ceceadd6d6b5ceceadd6ce adcecea5ceceadcecea5d6ceadcecea5ceceadc6c6a5c6c6a5c6c6a5cecea5c6c6a5c6 c6a5c6c6a5c6c6a5bdbda5c6c6a500adad8cb5ad94adad8cb5b594b5b594bdbd94b5 b594bdbd94bdbd94c6c69cbdbd9cc6c69cc6c69cc6c6a5c6c69ccecea5c6cea5c6cead c6cea5ceceadceceadd6d6add6cea5d6d6added6added6add6cea5ded6add6d6a5d6 d6add6d6add6d6adced6a5d6d6a5cecea5cecea5cecea5ced6adcecea5ceceadcecea dced6adcecea5ceceadc6cea5ced6adced6a5ced6adced6add6d6b5ceceadced6adce d6add6d6adced6a5d6d6adcecea5ced6adceceadd6d6add6d6added6b5d6ceadd6d6 b5d6d6addedeb5d6d6addedeb5d6d6b5dedeb5d6d6addedeb5ced6add6d6adcecea .

5d6d6add6d6add6d6b5d6d6add6d6add6d6b5d6d6b5d6d6add6d6b5d6d6add6d6b5 d6d6add6d6b5d6d6add6d6b5d6ceadd6d6b5ceceadd6d6b5ceceadd6ceadceceadd6 ceadceceadceceadceceadceceadcec6a5ceceadcecea5ceceadc6c6a5cecea5c6c6a5c 6c6a5c6c69cc6c6a5bdbda5c6c6a5bdbd9cbdbd9cb5b59c00b5b594adad8cadad8cad ad8cbdbd94bdbd94bdbd9cbdb594c6c69cbdbd9cc6c6a5c6c69cc6c69cc6c69cc6c6a 5c6c6a5c6ceadbdceadc6ceadc6ceadd6d6add6ceadded6add6ceade7deb5ded6adde deadded6ade7deaddedeaddedeb5d6d6add6deadd6d6add6d6adced6add6deb5ced 6add6d6b5ceceadceceadc6ceadc6ceadc6cea5ced6adc6cea5ced6adced6add6d6b5 d6d6b5d6d6b5ced6add6d6adced6add6d6adcecea5d6d6adcecea5d6d6add6ceadde d6b5d6ceb5ded6b5d6ceaddedeb5d6d6b5dedeb5d6deb5dedeb5d6d6b5dedeb5d6d 6add6d6adced6add6d6add6d6addedeb5d6d6b5dedeb5d6d6addedebdd6d6b5ded6 b5d6d6add6d6b5d6d6b5d6d6b5d6d6b5d6d6b5d6d6b5d6d6b5d6d6b5d6d6b5d6d6a dd6d6adceceadceceadceceadd6d6adceceadd6d6b5ceceadceceadcecea5ceceadcec ea5ceceadcec6a5ceceadc6c6a5c6c6a5c6bd9cc6c6a5bdbd9cbdbda5bdbd9cbdbd9c 00adad8cadad8cada58cb5ad94b5b58cbdbd9cbdbd94bdbd9cbdbd94c6c69cbdbd9c c6c69cbdbd94c6c69cc6c69cc6c6a5bdc6a5bdc6adbdc6a5ceceadceceadd6ceadd6ce added6added6added6added6addedeadded6added6add6d6a5d6d6adced6a5ced6a dced6a5ced6adced6add6d6b5ceceadced6b5ceceadced6b5c6ceadced6adc6ceadce d6adc6cea5ced6adced6add6d6b5d6d6add6d6adcecea5ced6adcecea5ced6a5cecea 5cecea5ceceadd6d6add6ceadd6ceb5d6ceadded6b5d6d6add6deb5d6d6addedeb5d 6d6add6d6b5d6d6add6d6adceceadd6d6adceceadd6d6add6d6addedeb5d6d6b5de deb5ded6b5dedeb5d6d6b5d6d6b5ceceadd6d6b5d6d6add6d6b5ceceadd6d6b5d6d 6b5d6d6b5d6d6add6d6adceceadceceadc6c6a5ceceadceceadd6d6adceceadcecead ceceadceceadc6c6a5cecea5c6c6a5ceceadc6c6a5c6c6a5bdbd9cc6bd9cbdbd9cbdbd 9cbdbd9cbdbd9cb5b59400040000002701ffff030000000000 Konsep dari SWB ini adalah : 1. yaitu: . Kepuasan hidup yang tinggi 4.. Ada tiga pendekatan teori mengenai swb.. siapapun tidak menolak bahwa ada keterkaitannya dengan kebahagiaan. Pengalaman emosi yang menyenangkan 2. Pengalaman positif yang membuat hidup seseorang menjadi bermanfaat Penelitian mengenai swb ini dipelopori oleh filsuf dan pemuka agama. mengenai cinta. namun bagaimana dengan ketidakterikatan/ ketidaklekatan? bhs dewanya: nonattachment. Terikat tapi tidak lekat. begitupun dengan kebijaksanaan. Apakah mungkin orang yang menikah itu tidak lekat satu sama lain? padahal mereka statusnya terikat pernikahan. Rendahnya tingkat suasana hati yang negatif 3. kebijaksanaan dan ketidaklekatan. terkait dengan cinta. mungkin secara fisik ya? pertanyaan selanjutnya apakah ketidaklekatan atau ketidakterikatan itu bisa mengarah pada kebahagiaan? mungkin bisa dicari tau nilai-nilai dan tujuan hidup orang tersebut.

kalaupun mengalami kesulitan dalam kehidupannya. Mereduksi atau mengurangi ketegangan yang dimaksud seperti mengurangi rasa sakit atau meng-eliminir kebutuhan biologis dan psikologis). proses atau aktifitas dalam bekerja itulah yang bisa memberikan kebahagiaan. selain itu kondisi yang sama pada dua orang yang berbeda lingkungan budaya-nya tentu standar kebahagiaannya pun akan berbeda pula. Teori aktifitas (activity theory) 3. orang-orang seperti ini akan cepat sekali beradaptasi kedalam kondisi pribadinya yang selalu bahagia.1. yang kata orang-orang sih tidak ada puasnya. tujuan hidup. Jadi menurut teori ini pemenuhan kebutuhan itu ada tujuannya. selfreport. Sedangkan isi dari metode itu sendiri mencakup Life Satisfaction. ternyata timbul kebutuhan dan tujuan lain. Jadi. Bagaimana dengan kita? Teori yang ketiga mengatakan: Kebahagiaan ditentukan oleh faktor genetik sejak lahir dan faktor kepribadian. bagaimana meraih kebahagiaan? tentunya disesuaikan dengan kondisi masing-masing. sementara . informant report. Misal. seseorang yang memutuskan untuk tidak menikah dan tinggal dalam lingkungan budaya individualis tentunya akan mencapai kebahagiaan. Teori genetik dan kepribadian (genetic and personality disposition theory) Untuk teori yang pertama mengatakan: Kebahagiaan itu adalah terpenuhinya kebutuhan dan terpuaskannya tujuan. Mungkin kita pernah melihat orang-orang disekitar kita yang kepribadiannya selalu happy. Pleasant Scale dan Unpleasant Scale. palm-sized computer (penelitia on-line). selalu bahagia. Bagaimana mengukur swb? dapat dilakukan melalui multi metode: wawancara. dalam hal ini untuk pekerja-pekerja seperti ini mungkin imbalan atau remunerasi adalah urutan yang kedua. Kebahagiaan disini adalah keadaan akhir yang diinginkan setelah semua kegiatan yang diinginkan terpenuhi. alhasil kebahagiaannya bersifat sesaat. banyak juga orang-orang sudah memenuhi kebutuhan dan memuaskan tujuannya. Ini terkait bagaimana kita bisa menikmati kegiatan yang kita jalani apapun itu. bila seseorang telah memenuhi kebutuhan dan memuaskan tujuannya (tujuannya tercapai) maka orang tersebut seharusnya sudah bahagia. Namun. kondisi lingkungan dan budaya. Namanya juga manusia yaa. selalu tersenyum. Teori kebutuhan dan tujuan (need and goals theory) 2. menyangkut nilai-nilai yang dianut.. Untuk teori yang kedua mengatakan: Keterlibatan dalam suatu kegiatan memberikan kebahagiaan. kenapa? karena standar kepuasan atau kebahagiaan seseorang akan selalu berubah. Ada pekerja yang sangat menikmati pekerjaannya. Mereduksi ketegangan dan memuaskan tujuan akan mengarahkan pada kebahagiaan. dan skala kenyamanan hidup.

Komponen Afeksi Istilah perasaan ditujukan pada berbagai macam emosi dan aktivitas keseharian (Diener. Pengertiam ini sesuai yang dikatakan oleh Alston dan Dudley (dalam Hurlock. dan kejahatan seks. Namun demikian. seperti bakat. yaitu sikap menerima. kriminal. Menurut Hurlock (2004). 2005). kemampuan. perilaku seks bebas. all. Afek positif menunjuk pada pengertian bahwa seseorang merasa bersemangat aktif dan waspada. Kasus bunuh diri. Silahkan untuk memilih cara menjadi bahagia. dan prestasi. yaitu komponen afeksi dan kepuasan hidup. Menurutnya.. 1999). atau ada cara lain? sharing yaa. perasaan bersalah. Ada beberapa esensi kebahagiaan. 2004) menyatakan bahwa kebahagiaan merupakan kemampuan seseorang untuk menikmati pengalaman-pengalamannya. dan penyalahgunaan narkoba yang dialami para remaja menunjukkan bahwa remaja mengalami masa yang tidak membahagiakan. Myers (2003) berpendapat bahwa afeksi dapat dibagi menjadi dua jenis yaitu afek positif dan afek negatif. sedangkan subjective well-being merupakan istilah ilmiah dari kebahagiaan. serta pengukuhan nilai-nilai hidup (Willis. misalnya menyatakan bahwa istilah kebahagiaan tidaklah berbeda dengan subjective well-being. tentunya tidak akan bahagia karena kebahagiaanya masih tergantung pada pendapat orang diluar dirinya. dihina. Diener (2000). dibenci. masa remaja adalah masa yang amat baik untuk mengembangkan segala potensi positif yang dimiliki. Adapun afek negatif menunjuk pada pengertian adanya ketegangan dan ketidaknyamanan sebagai akibat dari berbagai macam mood yang tidak nyaman. seperti marah. dan minat. apabila mereka dapat menjauhkan dirinya dari predikat berperilaku yang menyimpang (Suardiman. sedangkan evaluasi afektifnya adalah banyaknya afeksi positif dan sedikitnya afeksi negatif yang dirasakan (Diener dkk.mereka yang tidak menikah namun tinggal dalam budaya yang kolektif seperti di Indonesia. remaja mempunyai berbagai kebutuhan yang sangat ingin dipenuhi. 2000). yang membedakan adalah bahwa kebahagiaan merupakan istilah yang digunakan secara awam. seperti diatas. Istilah kebahagiaan tidak jauh berbeda dengan Subjective Well Being. yang disertai tingkat kegembiraan. Subjective well-being dapat didefinisikan sebagai evaluasi kognitif dan afektif terhadap kehidupan seseorang (Diener. Adapun hasil evaluasi kognitif orang yang bahagia adalah adanya kepuasan hidup yang tinggi. perkelahaian. (dalam Rakhmad. 2005). Diener dan Lucas (2000) menyebutkan adanya dua komponen utama yang membentuk kebahagiaan (subjective well-being). kasih sayang. maka akan menjadi sumber timbulnya berbagai problem bagi remaja. Kebahagiaan Remaja ditinjau dari Harga Diri dan Nilai Materialisme Masa remaja merupakan masa rentan terhadap pengaruh-pengaruh negatif.Kebahagiaan akan dicapai para remaja. Apabila tuntutan kebutuhan tersebut tidak terpenuhi. 1988). dan gelisah (Tellegen at. 1995). 2000). seperti narkoba. takut. .

1984) Kebahagiaan remaja yang dipengaruhi oleh faktor dari lingkungan salah satunya pemenuhan kebutuhan materialistis. optimisme. seperti yang telah diuraikan sebelumnya. (1999) menyatakan bahwa kepuasan hidup adalah kemampuan seseorang untuk menikmati pengalaman-pengalamannya yang disertai dengan kegembiraan. Pergi rekreasi ramai-ramai. neurotisisme). harga diri. ada rasa penting dalam jabatan 3. Memperoleh hubungan baik dengan orang lain. apabila tugas tersebut berhasil maka akan mendatangkan kebahagiaan. bersepeda 5. terhadap status kebahagiaan remaja. Dari pendapatnya tersebut Hurlock melihat peran penting rasa kemandirian dan penerimaan sosial sebagai faktor penting dari kebahagiaan remaja. Lebih lanjut Havighurst (dalam Willis. Dalam hal ini Havighurst menekankan arti penting pelaksanaan berbagai tugas perkembangan. 2005) menyatakan bahwa berkenaan dengan keberhasilan pelaksanaan tugas perkembangan. alienasi. keluarga. bersahabat karif. 1998). baik dari segi fisik. Individu yang demikian cenderung untuk merasa lebih puas dengan kehidupannya. komunitas). Bagi remaja usia 15-18 tahun yang mendapatkan frekuensi tertinggi yang mendatangkan kebahagiaan adalah: 1. Penelitian yang dilakukan oleh Jersild (dalam Mappiare. Di lain pihak. Ada dua teori yang digunakan untuk menjelaskan faktor penentu kebahagiaan. Csikszentmihalyi (1999) menyatakan bahwa semakin banyak aktivitas positif yang dilakukan seseorang. pekerjaan. seseorang haruslah memiliki kesehatan mental yang baik. 1982) menunjukkan adanya keragaman hal-hal yang menyebabkan seseorang berbahagia. Dalam suasana sport. Selain harus memiliki kesehatan fisik. mental. dan apabila mereka merasa diterima dan mendapat kasih sayang dari orang lain. Al-Ghifari (2003) menyebutkan bahwa dalam dunia modern manusia . lingkungan. mengunjungi cagar alam 2. dan kepuasan terhadap persahabatan. Individu yang dapat menyesuaikan diri memiliki kepribadian yang terintegrasi dengan baik. guna menikmati pengalaman-pengalamannya. seperti kepuasan terhadap keluarga. maupun identitas sosialnya (Santrock. Teori top-down mengatakan bahwa kebahagiaan dipengaruhi oleh faktor kepribadian (misalnya. (Dinner. Hurlock (2004) menyampaikan bahwa kebahagiaan bagi remaja akan diperoleh ketika ia dapat mengatasi masalah tanpa bantuan orang dewasa. pesimisme. mendapatkan teman yang pasti 4. permainan-permainan. Merasa bermanfaat bagi orang lain. kepuasan terhadap sekolah. sebaliknya jika gagal maka akan menimbulkan kesulitan pada masa mendatang. Sebaliknya teori bottom-up mengatakan bahwa kebahagiaan dipengaruhi oleh faktor-faktor situasional atau lingkungan (misalnya kepuasan terhadap standar hidup. semakin besar pula kepuasan hidupnya. ada kesempatan memperoleh pendidikan. Mencapai peningkatan diri. waktu senggang.Kepuasan hidup Diener dkk. berhasil di sekolah. Para ahli perkembangan sering kali menekankan bahwa masa remaja adalah masa ketika seseorang mengalami perubahan yang substansial.

Menurut Rischins (dalam Rischins & Dawson. penting dan berharga. Individu dengan harga diri tinggi mempunyai ciri-ciri sebagai individu yang aktif. penting. kesejahteraan. Sedangkan remaja yang meiliki harga diri rendah. Copersmith (1967) menyatakan bahwa tinggi rendahnya harga diri individu menentukan sejauh mana individu tersebut percaya bahwa individu itu mampu. Individu yang memiliki orientasi materialisme akan memusatkan perhatiannya pada materi dan harta benda. Menurut Cohen dkk. Klas dan Hodge (1978) berpendapat bahwa harga diri adalah sesuatu persepsi diri seseorang mengenai rasa keberhargaannya. 1994) materialisme adalah sebuah nilai yang dianut oleh individu. Kebutuhan akan harga diri bagi remaja merupakan salah satu hal untuk mendapatkan kepuasan hidup. disamping untuk memperkuat rasa percaya dirinya. Lebih lanjut Belk (dalam Kasser. bisa menerima kritik. Individu tersebut percaya bahwa materi dan harta benda dapat memberinya kebahagiaan. Di sisi lain mereka memiliki rasa percaya diri dan merasa puas. mereka tampak lebih bahagia dan lebih efektif dalam menghadapi lingkungan yang penuh tantangan. itulah yang menjadi ukuran kesuksesan dirinya (Rischins & Dawson. dan tidak mampu menghadapi lingkungan secara efektif (Cohen dkk. lebih mandiri. 1992. penerimaan dan perlakuan orang lain terhadap dirinya. biasanya tidak menyukai atau mengahargai dirinya. dan sukses secara finansial. berhasil dan berharga (Copersmith. serta penghargaan. Rischins. bahkan yang haram pun tidak mengapa yang penting adalah materi.akan menjadi semakin materialis dan individualis. Remaja sekarang mencari kemudahan material dan ekonomis untuk memperoleh status dan kehormatan (Sarwono. termasuk di dalamnya uang sebagai sesuatu hal yang utama dalam hidupnya. 1999. Selanjutnya dikatakan bahwa harga diri menjadi persyaratan yang penting dalam membentuk tingkah laku yang efektif. (dikutip dalam Utami. dalam Ibrahim. Gray-Little (dalam Fuhrman. dan juga kepuasan. dalam Utami. di mana nilai tersebut memandang harta benda sebagai tujuan utama dalam hidup. Faktor lain yang untuk mencapai kebahagiaan adalah harga diri. 1990) menyatakan definisi konsep diri adalah gambaran menyeluruh tentang diri. Materialisme merupakan sistem nilai personal yang memberi penekanan pada penggunaan uang dan harta benda untuk memberi kesan terhadap orang lain dan mendukung rasa percaya dirinya (image). yang mengekspresikan suatu sikap setuju atau tidak setuju dan menunjukkan tingkat dimana individu tersebut menyakini dirinya sendiri sebagai orang yang mampu. dan melihat dirinya mampu menghadapi lingkungannya. ekspresif. memiliki rasa malu dan . Individu yang demikian juga lebih memfokuskan diri pada penggunaan uang dan harta benda untuk memberi kesan terhadap orang lain tentang dirinya. aktif ekspresif. 1997). Coopersmith. Orang akan semakin mementingkan dirinya sendiri dan segala sesuatunya diukur dengan materi. menghargai dirinya. 1999). yang prosesnya didapatkan dari hasil interaksi dengan lingkungannya. 1992. 1967) remaja yang memiliki tingkat harga diri tinggi pada umumnya menyukai dirinya. Kepemilikan materi atau materi yang dapat diperolehnya. Rischins. 1994). Evaluasi komprehensif yang dilakukan itu berkenaan dengan hal-hal yang berkaitan tentang dirinya. Harga diri merupakan sesuatu yang penting bagi remaja. 1967). sedangkan harga diri merupakan evaluasi komprehensif individu tentang diri sendiri. popularitas. Rischins (1994) melihat materialisme sebagai sebuah sistem nilai personal (personal values system). Harta benda dalam hal ini dinilai sebagai sumber kebahagiaan dan menjadi indikator kesuksesan. cenderung sukses dalam bidang akademis dan kehidupan sosialnya. 2002) menyatakan bahwa materi merupakan sarana untuk mengekspresikan diri dan kenyamanan.

Bicara di sini tidak sekadar basa-basi menanyakan apa kabarnya hari ini. Jadi ada baiknya orang tua pun belajar untuk menghargai dan mendengarkan pendapat anaknya. dalam Utami. dan mempunyai tingkat kecemasan yang relatif rendah. Jika hubungan antara suami dan isteri tidak baik maka besar kemungkinan hubungan antara orang tua dan anak juga akan menjadi tidak baik. manfaatkan momen tersebut untuk mengajak anak bicara. Berkomunikasi secara pribadi Jangan tunggu sampai anak bermasalah. Menjadi Orang Tua Ideal Sehubungan dengan pola asuh yang baik. orang tua sebaiknya berusaha untuk mengerti dunia anak. kuantitas juga diperlukan. Dengan kata lain orang tua dituntut untuk selalu bersikap dan berperilaku yang baik dihadapan anakanaknya. tersisih. yang pertama kali harus dilakukan adalah menjalin hubungan yang baik antara suami dan isteri. sedih. Tak sedikit orang tua yang meyakini bahwa yang penting adalah kualitas bukan kuantitas. percaya diri.bersalah (Hovland. Dalam beberapa hal tertentu ada yang lebih diketahui anak ketimbang orang tua. takut akan kemarahan orang lain. Setiap kali ada kesempatan. Karena. Diener & Diener (dalam Kyeong-Ho Cha. Studi dilakukan terhadap anak sekolah di 49 negara menunjukkan bahwa rata-rata harga diri berhubungan dengan kebahagiaan seseorang. 1999). 2003) menggambarkan bahwa harga diri berhubungan dengan kebahagiaan. posisikan dirinya sebagai sosok yang dihargai dan sederajat. terlalu lemah untuk melawan ketidakmampuannya. Menyediakan waktu untuk anak Komunikasi yang baik memerlukan waktu yang berkualitas dan ini yang kadang tidak dipikirkan oleh orang tua. maka itu berarti ia sudah mengasihi dan memperhatikan anaknya. ada beberapa hal yang perlu dilakukan oleh para orang tua untuk mempererat hubungannya dengan anak. Dalam penelitian yang dilakukan oleh Campbell (dalam Kyeong-Ho Cha. Akan tetapi sebaiknya orang tua juga bisa menyelami perasaan senang. dan sensitif terhadap kritik (Coopersmith. Tips tersebut adalah sbb: Jadilah orang tua yang baik dihadapan anak Untuk menjadi orang tua yang ideal. marah maupun keluh kesah anak. Mengerti anak Dalam berkomunikasi dengan anak. optimis. Bila orang tua bisa memberikan waktu yang berkualitas bagi anaknya. 1967). biasanya anak-anak selalu memperhatikan hubungan yang terjadi pada orang tuanya. Kalaupun sedang bicara dengan anak. . Menghargai anak Hargai keberadaan anak. Padahal dalam hal komunikasi. Jangan hanya menganggapnya sebagai anak kecil. 2003) menemukan bahwa harga diri berhubungan dengan kebahagiaan seseorang.

Tapi kalau anak dalam keadaan sehat ya boleh-boleh saja. Anak akan merasakan kasih sayang dan kehangatan orang tua bila ayah atau ibu mau melakukan hal-hal tersebut. Lantaran itu. Bukan seperti yang dilihat atau disangka orang tuanya. dan mengerti perasaan mereka sendiri. kegemaran. umpamanya.memandang posisi mereka. kenapa itu boleh. Selain itu anak akan belajar untuk mengenali. kesulitan. Dengarkan anak Orang tua sebaiknya belajar untuk menjadi pendengar aktif bagi anaknya. Jangan sampai lain kata dengan perbuatan. Orang tua juga sebaiknya konsisten. Misalnya. melakukan kontak mata dan kedekatan fisik dengan anak. Dengan mengetahui tahap perkembangan si anak maka orang tua diharapkan akan dapat memberikan pengasuhan yang tepat bagi si anak. anak akan mengerti atau terbiasa mana yang boleh dan tidak. penerapan disiplin mesti fleksibel dan disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi anak. Mengenali apa yang menjadi suka dan duka. Disiplin Penerapan disiplin di dalam keluarga bisa dimulai dari hal-hal kecil dan sederhana. mendengarkan apa ceritanya dan apa dalihnya. ayah atau ibu malah minum air dingin saat sakit batuk. anak pun perlu diajarkan membuat jadwal harian sehingga bisa lebih teratur dan efektif mengelola kegiatannya. membereskan kamar sebelum berangkat sekolah atau menyimpan sesuatu pada tempatnya dengan rapi. kelebihan. serta kekurangan mereka. Anak dengan kondisi lelah. Yang penting setiap aturan mesti disertai penjelasan yang bisa dipahami anak. Cara ini akan membuat anak merasa penting dan berharga. Lama-lama. Misalnya. Konsisten Orang tua juga bisa menerapkan konsistensi sikap. Tanamkan pola asuh yang tepat dan sesuai Di sini orang tua dituntut untuk mengetahui tahap perkembangan si anak. kenapa ini tak boleh. misalnya anak tak boleh minum air dingin kalau sedang terserang batuk. menerima. Namun. Konsep Diri yang Positif . Dengan demikian anak akan tahu bahwa orang tua mampu memahaminya seperti yang mereka rasakan. Menciptakan hubungan yang baik Hubungan yang erat dapat mempersempit jurang pemisah antara orang tua dan anak. Dengan demikian anak mau bersikap terbuka dengan menceritakan seluruh isi hatinya tanpa ada yang ditutup-tutupi di hadapan orang tua. Berikan sentuhan/kedekatan fisik dan kontak mata Usahakan setiap hari untuk menyentuh. jangan lantas diminta mengerjakan tugas sekolah hanya karena saat itu merupakan waktunya untuk belajar. serta menemukan cara untuk mengatasi masalahnya. Dari situ ia belajar untuk konsisten terhadap sesuatu.

Hasil penelitian yang benar-benar mengejutan para peneliti itu adalah: Mereka yang lulus dengan mendapat penghargaan (predikat memuaskan. Asumsi orangtua pada umumnya adalah semakin tinggi level pendidikan formal maka akan semakin terjamin masa depan anaknya. Proses pembentukan konsep diri dimulai sejak anak masih kecil. Ginzberg dan timnya meneliti seberapa sukses 342 mahasiswa itu dalam hidup mereka. cum laude atau summa cum laude). yang setelah pulang ke Indonesia. Eli Ginzberg beserta timnya menemukan satu hasil yang mencengangkan. Berapa jumlah sarjana yang ”ngganggur”? Berapa jumlah lulusan luar negeri. Jadi. Para orangtua saat ini berlomba-lomba untuk memberikan bekal pendidikan. Sering kali proses pendidikan yang salah.Perubahan dunia yang sangat pesat membuat persaingan hidup semakin meningkat. tidak bisa bekerja atau tidak berhasil? Berapa banyak yang lulus cum laude namun prestasi hidupnya biasabiasa? Sebaliknya ada banyak orang yang prestasi akademiknya biasa-biasa namun prestasi hidupnya sangat luar biasa. Hasil penelitian yang dilakukan di Amerika oleh Dr. Konsep diri yang jelek akan . Kita dapat melihat konsep diri seseorang dari sikap mereka. Konsep diri ini setelah ter-install akan masuk di pikiran bawah sadar dan mempunyai bobot pengaruh sebesar 88% terhadap level kesadaran seseorang dalam suatu saat. karena konsep diri dapat dianalogikan sebagai suatu operating system yang menjalankan suatu komputer. berakibat pada rusaknya konsep diri anak. menyatakan bahwa lima tahun pertama di SD akan menentukan ”nasib” anak selanjutnya. Semakin baik konsep diri maka akan semakin mudah seseorang untuk berhasil. Lalu faktor apa yang menjadi kunci keberhasilan hidup manusia? Kunci keberhasilan hidup adalah konsep diri positip. mereka yang mendapatkan penghargaan atas prestasi akademiknya. Hal yang sama berlaku bagi manusia. saat di SD. Masa kritis pembentukan konsep diri adalah saat anak masuk di sekolah dasar. Terlepas dari sebaik apapun perangkat keras komputer dan program yang di-install. yang mempengaruhi kemampuan berpikir seseorang. seorang pakar pendidikan dari Amerika. Demikian pula sebaliknya. Konsep diri memainkan peran yang sangat besar dalam menentukan keberhasilan hidup seseorang. Glasser. lima belas tahun setelah mereka menyelesaikan studi mereka. Konsep diri adalah sistem operasi yang menjalankan komputer mental. apabila sistem operasinya tidak baik dan banyak kesalahan maka komputer tidak dapat bekerja dengan maksimal. Penelitian ini melibatkan 342 subyek penelitian yang merupakan lulusan dari berbagai disiplin ilmu. sebenarnya prestasi akademik bukan merupakan jaminan keberhasilan hidup. Dr. mereka yang berhasil masuk dalam Phi Beta Kappa ternyata lebih cenderung berprestasi biasa-biasa Hasil penelitian ini membuktikan bahwa tidak ada hubungan langsung antara keberhasilan akademik dan keberhasilan hidup. Para subyek penelitian ini adalah mahasiswa yang berhasil mendapatkan bea siswa dari Colombia University. yang dipercayai sebagai bekal terbaik bagi anak yaitu pendidikan. Apakah benar demikian? Untuk menjawab pertanyaan itu kita perlu melihat ke sekeliling kita.

Mahasiswa fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran yang saya cintai. termasuk pula ketika kita dengan niat tulus dan karena Allah menghadiri acara yang patut kita syukuri ini dengan perasaan bahagia dan sejahtera… Hadirin sekalian yang saya hormati. para Guru Besar. tidak berani mencoba hal yang menantang. agar sebagai umat manusia. pesimis. dan dapat menjadi seorang pemimpin yang handal. bersikap dan berpikir positip. dan para hadirin hadirot. rendah diri. tabiin. semoga kita semua terhindar dari kesia-siaan dan mendapat manfaat yang berharga dari setiap langkah dan usaha kita menuju kebaikan. Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarokatuh… Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah Swt. merasa diri tidak berharga. Tema ini merupakan salah satu kajian yang mendasari penelitian saya. para Anggota Senat. para tabiit.. antusias. merasa diri berharga. paparan saya ini saya beri judul Meningkatkan Peran Psikologi dalam Membangun Kesejahteraan Manusia. sampai kepada kita sekalian. Sebaliknya orang yang konsep dirinya baik akan selalu optimis. merasa tidak layak untuk sukses. Shalawat dan salam semoga selalu tercurah limpah pada uswah kita Muhammad Saw beserta keluarga dan para pengikutnya. Tema tentang kesejahteraan dan kebahagiaan merupakan hal utama yang perlu dikaji dan didalami secara terus menerus. para Staf Pengajar dan Staf Administrasi Pendidikan. berani sukses. para Pembantu Dekan. takut gagal. undangan yang saya hormati. berani gagal. karena atas karunia dan izinNya lah kita dapat berkumpul bersama di aula Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran pada peringatan ulang tahunnya yang ke 49. Meningkatkan Peran Psikologi dalam Membangun Kesejahteraan Manusia (Orasi Ilmiah di Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran-Jatinangor 16 Oktober 2010) Yang terhormat Dekan. bukan penelitian spesifik yang akan saya paparkan. tidak berani mencoba hal-hal baru. namun pemaparan di sini akan lebih merupakan konsep pemikiran yang sedikit banyak terkait dengan salah satu teori mengenai kesejahteraan subjektif yang merupakan ‘tonggak utama’ dalam penelitian saya. berani menetapkan tujuan hidup. Para Wisudawan yang saya banggakan. percaya diri. berani mencoba hal-hal baru. kita semua dapat sampai pada kebahagiaan hidup dan bahkan juga dalam kebahagiaan di akhirat kelak seperti apa yang kita cita-citakan. dan masih banyak perilaku inferior lainnya. takut sukses.mengingat waktu yang terbatas.mengakibatkan rasa tidak percaya diri. . merasa diri bodoh..

konflik dan trauma sebagai pemicu perilaku). 2000). maka psikologi positif mencoba melihatnya dari sisi lain (Lopez. Setiap buku teks psikologi mengatakan bahwa setiap perilaku pasti memiliki faktor atau determinan yang melatarbelakangi kemunculannya. optimism. 2000. merupakan usaha yang tidak habis-habisnya dilakukan oleh para ilmuwan untuk memahami berbagai fenomena dalam perilaku. mengkonfirmasi dan menentukan. sehingga munculah kemudian Psikologi Positif sebagai cara baru dalam menelaah. pada kebahagiaan atau kesejahteraan yang lebih hakiki. kajian psikologi positif yang terpenting adalah . interpersonal skill. Jika dalam perkembangan awal teorinya. harapan. psikologi mulai mengarahkan diri pada pengembangan determinan perilaku yang lebih ‘positif’. mencari. (Kita telah menemukan bahwa terdapat serangkaian kekuatan manusiawi yang kebanyakannya dapat dimanfaatkan untuk menghadapi ‘sakit’/gangguan mental: keberanian. psikolog Amerika yang dianggap sebagai Bapak Psikologi Positif menyatakan: We have discovered that there is a set of human strengths that are the most likely buffers against mental illness: courage. hope. etika kerja. dan keteguhan. mengeksplorasi. Memahami pemunculan suatu perilaku merupakan hal yang sangat menantang dalam dunia psikologi. Akan tetapi ketika pertanyaannya sampai pada : “Faktor apa yang betul-betul dominan bagi pemunculan tingkah laku tertentu ?” Di sinilah ‘rahasia’ pengembangan ilmu perilaku bermula. para pakar psikologi lebih mengkaji berbagai determinan ‘negatif’ yang melatar belakangi kehidupan manusia (seperti pemuasan dorongan dasar. dalam perkembangannya kemudian. optimisme. Martin Seligman (1998). Much of the task of prevention will be to create a science of human strength whose mission will be to foster these virtues in young people. keterampilan interpersonal.Pengantar Hadirin sekalian yang saya hormati. . dan mengarahkan manusia lengkap dengan ‘keistimewaannya’ sebagai manusia. Dalam Lopez. menguji. terutama yang menyangkut perkembangan kepribadian dan determinan perilaku. kejujuran. memperlakukan. work ethic. manusia selalu dipelajari dari sisi gelap dan buruk. dan merekomendasikan penerapan serta pemanfaatannya dalam kehidupan keseharian. Bertanya. Hal ini memang sudah merupakan hukum alam yang juga merupakan ciri ilmu dan hakekat keyakinan akan pengetahuan yang berlaku dimanapun. Hadirin sekalian yang saya hormati. menduga. Psikologi Positif banyak sekali mengkaji aspek-aspek positif manusia yang membuat manusia lebih ‘dimanusiakan’. honesty and perseverance. Jika selama ini. Berbagai karya yang menyangkut pencegahan akan mendukung terciptanya ilmu tentang kekuatan manusia yang misinya adalah mendukung serta memperkuat gagasan ini pada kaum muda).

Martin Seligman. Dowell dan Newell. Istilah ini memang paling banyak berkaitan dengan kondisi sehat. depresi. Kesejahteraan subjektif merupakan suatu kondisi sejahtera yang dimaknakan individu berdasarkan aspek kognisi dan afek atau perasaannya sekaligus. aspek-aspeknya memang cukup variatif dan sekilas kelihatan berbeda dengan apa yang dilansir oleh Dupuy (1977). Snyder. Aspek ini merupakan kajian pokok penelitian yang akan dilakukan. relasi positif dengan orang lain. di tahun 1940-an kemudian lebih intens diarahkan pada pembahasan tentang kebahagiaan dan kesejahteraan subjektif ini pertengahan 1980 an dan mencapai puncaknya pada dekade 20002010 ini dengan tokoh-tokoh Ed Diener. Selain itu Harold Dupuy. Selain itu akan dikemukakan pula beberapa gagasan yang diharapkan dapat membantu peningkatan kualitas hidup melalui pengembangan kesejahteraan subjektif. 1996 : 206) menyatakan bahwa sejahtera adalah perasaan ‘dalam’ subjektif individu (inner personal state) yang mencakup berbagai aspek kehidupan dalam kurun waktu tertentu yakni aspek-aspek kecemasan. Dalam paparan berikut saya akan coba ketengahkan apa yang disebut Kesejahteraan Subjektif dan dimensi-dimensinya serta bagaimana hal ini terkait dengan kesejahteraan manusia pada umumnya di dalam latar belakang budaya yang berbeda. Rogers. Kahneman. vitalitas. dan Maslow. 1977 dalam “Measuring Health”. Berdasarkan Ensiklopedi Filsafat Stanford dikatakan bahwa istilah wellbeing atau sejahtera mengacu pada apa yang dinyatakan ‘baik’ untuk seseorang. dan kondisi kesehatan secara umum. namun demikian. Sebenarnya hal ini bukanlah sesuatu kajian yang sama sekali baru. namun juga mencakup aspek-aspek subjektif yang dimiliki manusia tersebut secara personal. aspekaspek yang mendukung kesejahteraan seseorang jelas merupakan aspek-aspek positif yang tidak hanya didapat dari luar diri manusia. merupakan bentuk yang lebih komprehensif dan lengkap untuk menjelaskan aspek-aspek positif manusia seperti yang dikemukakan Seligman sebelumnya. memiliki tujuan hidup. dan Keyes. atau selanjutnya akan saya sebut sebagai Kesejahteraan Subjektif.kebahagiaan atau happiness dan subjective well being. ‘perjuangan’ yang dimulai oleh tokoh-tokoh psikologi humanistik seperti Frankl. Ryff. Dimensi-dimensi Kesejahteraan Subjektif Kesejahteraan subjektif. otonomi. kesejahteraan yang dihayati oleh orang yang berusia lanjut mencakup penghayatan kemampuan mengendalikan situasi lingkungan. pertumbuhan pribadi. Dalam penelitian yang dilakukan oleh Pompat (2005) dinyatakan bahwa di Thailand. self-control. Kondisi ini merupakan evaluasi individu atas berbagai dimensi kesejahteraan diri yang terdiri dari kesejahteraan emosi (emotional well-being). makna dan fungsi positif sebagai manusia (positive functioning/psychological well-being serta Kesejahteraan Bidang . Bila ditinjau lebih lanjut. dan penerimaan diri. (Mc. positive well-being.

serta menemukan sesuatu kebaikan di balik penderitaan yang dialami (Affleck & Tennen. . Artinya ia dapat lebih melihat kehidupannya sebagai sesuatu yang bermakna. hal ini dapat berarti tumbuh dan mantapnya kesejahteraan psikologis. Justru ketika seseorang dapat menghadapi kesulitan tersebut dengan kematangan dan menemukan bahwa dirinya mampu mengatasi atau setidaknya menghadapi kondisi tersebut dengan positif. 2004) Dalam pendekatan kesejahteraan subjektif. JanoffBullman & Berg. 1996. ia menyerap pengalaman baru dan memasukannya pada pola struktur pengalaman yang ia miliki. 1998 dalam Linley & Joseph. yang antara lain bisa muncul sebagai hasil dari keyakinannya mengikuti keyakinan tertentu seperti mengikuti layanan peribadatan keagamaan misalnya. ketika menuju tahapan perkembangan baru. penerimaan sosial. ternyata tidak selamanya diisi dengan hal-hal yang baik-baik saja. keseluruhan aspek-aspek ini dapat mengarah pada kesimpulan seseorang tentang ‘posisi’ kesejahteraan dan kepuasan hidupnya. dan tujuan hidup (kesejahteraan psikologis). Pengalaman dalam mengatasi kesulitan dapat dianalogikan dengan proses perkembangan yang digagas Piaget (Block 1982 dalam Linley & Joseph. serta kepuasan hidup (kesejahteraan emosional). dan emosional yang dimiliki individu. berguna bagi diri dan lingkungan. perasaan ia mengenai kehidupannya lebih mengarah pada penilaian emosional yang positif dari pada negatif. aktualisasi sosial. 2003) menyatakan bahwa ketiga aspek ini dapat dibagi lagi ke dalam sub aspek seperti afek negatif dan positif. Frankl 1985. serta memiliki tujuan hidup yang jelas. masih dapat berperan dalam lingkungan sosialnya. dan kontribusi sosial (kesejahteraan bidang sosial). dan menilai bahwa secara keseluruhan. anak akan melewati tahap asimilasi dan akomodasi untuk me’matang’kan diri ke arah periode perkembangan berikutnya secara lebih mantap. tidak tertutup kemungkinan akan adanya penilaian positif tentang diri dan kebermaknaan diri yang dapat membuat ia tetap memandang hidupnya sebagai sejahtera. Meski seseorang mengalami sakit atau terpuruk misalnya. pertumbuhan pribadi. penerimaan diri. Kehidupan yang baik. Secara khusus Mac Arthur Foundation’s Successful Midlife/MIDUS-National Study Conducted in 1995 dalam Keyes dan Moe (Lopez dan Snyder. penderitaan atau pengalaman negatif yang dialami dalam kehidupan (seperti penyakit misalnya) seringkali memotivasi seseorang untuk menemukan makna kehidupan dan mengambil ‘hikmah’ positif. 2004). 2004). berkualitas. dapat membuat ia lebih ‘sehat’ dan kurang mengalami depresi bila dibandingkan dengan orang lain yang tidak memiliki evaluasi kesejahteraan yang positif bagi hidupnya.Sosial (social well-being). Hasil dari proses akomodatif ini adalah cara mengada yang baru dalam kehidupannya (Linley &.Joseph. Dikaitkan dengan pendapat Orloff (2000) perasaan seperti ini. lalu ia mengakomodasi makna dan memadukannya sebagai sesuatu yang lebih utuh dan menyeluruh dalam memahami dan mengelola penyesuaian diri yang ‘baru’. Dalam asimilasi. Dengan demikian. sosial. ia tetap dapat menilai kehidupannya sebagai sesuatu yang berharga dan bahkan memiliki makna positif secara keseluruhan.

kemandirian (autonomy). serta . kedudukan kedua konstruk tampak bisa lebih teramati lebih baik bila keduanya dipilah. 1995 dalam Keyes dan Magyar-Moe.1999. 2003). penerimaan diri juga meliputi perasaan positif mengenai masa lalu. Kesejahteraan Psikologis merupakan evaluasi mengenai kemampuan individu untuk berhadapan dengan tantangantantangan dalam rangka berjuang untuk berfungsi penuh dan menyadari talenta uniknya (Keyes & Ryff. Pertumbuhan pribadi meliputi kapasitas untuk tetap bersikap terbuka pada pengalaman baru dan untuk mengindentifikasi tantangan-tantangan dalam berbagai kondisi nyata. pertumbuhan pribadi (personal growth).Pemfungsian Positif : Kesejahteraan Psikologis/Psychological Well Being (PW:) dan Kesejahteraan Bidang Sosial/Social Well Being (SoW:) Pemfungsian positif atau positive functioning terdiri atas konstruk multi dimensional dari Kesejahteraan Psikologis dan Kesejahteraan Bidang Sosial (Keyes. 1998. serta mengakui dan menerima berbagai aspek dalam diri yang meliputi kualitas baik dan buruk. 1989. penguasaan lingkungan (environmental mastery). Pertumbuhan pribadi dapat ditandai dengan perasaaan akan adanya pertumbuhan yang berkelanjutan dan potensial. mempunyai tujuan hidup (purpose in life). Dalam paparan ini. Adapun penjelasan dari masing-masing sub-dimensi Kesejahteraan Psikologis ini dapat dijelaskan sebagai berikut : (1) Penerimaan diri dapat dikatakan sebagai patokan dimana seseorang berupaya berjuang untuk ‘merasa nyaman’ dengan dirinya sendiri. 1989 dalam Keyes dan Magyar-Moe. Ryff. kedua konsruk kesejahteraan psikologis dan kesejahteraan bidang sosial tidak digabung menjadi satu konstruk. Selain itu. Ryff & Keyes. dan kesempatan yang tersedia untuk perwujudan perkembangan pribadi dan untuk menyadari potensi seseorang. 2003) sementara SoWB (Social Well-Being atau Kesejahteraan Bidang Sosial) merupakan evaluasi tentang kemampuan individu untuk menghadapi tugas atau peran sosial dalam struktur sosial komunitasnya (Keyes dan Magyar-Moe. bersikap terbuka pada pengalaman baru. Penerimaan diri ini terdiri atas adanya sikap positif terhadap diri sendiri. 2003). talenta. Ryff. (2) Pertumbuhan pribadi merefleksikan pencapaian yang berkelanjutan akan keterampilan. Kesejahteraan Psikologis Kesejahteraan Psikologis merupakan hasil evaluasi diri yang mengacu kepada penerimaan diri (self acceptance). karena untuk kepentingan analisis. mempunyai hubungan yang positif dengan orang lain (positive relation with others).

(4) Penguasaan lingkungan meliputi kemampuan untuk mengatur kejadian seharihari. (6) Hubungan yang positif dengan orang lain terdiri atas kemampuan untuk mempererat hubungan dan keberadaan hubungan dengan orang lain yang hangat. untuk mengendalikan aktivitas eksternal yang rumit. saling percaya. dan kemampuan untuk berempati. Prihatin akan kesejahteraan orang lain. serta memahami hubungan sebagai suatu sikap saling memberi dan menerima. Mereka memandang masa kini dan masa lalu sebagai sesuatu yang bermakna dan terkait dengan tujuan hidup yang lebih besar atau lebih berjangka panjang untuk dicapai. afeksi. memiliki kepedulian akan kesejahteraan atau keselamatan orang lain. Subdimensi ini dapat ditandai dengan adanya tujuan dan kesan terarahkan dalam hidup. dan memilih atau menciptakan suatu komunitas yang memiliki kesesuaian secara personal dengan dirinya. mampu bertahan dari tekanan sosial untuk berfikir dan bertindak dengan suatu cara tertentu. memuaskan. serta intim. subdimensi ini terdiri atas tujuan seseorang untuk hidup. yang meliputi keberadaan tujuan hidup dan kesan terarahkan. . merupakan hal yang penting sekali dalam domain atau subdimensi ini.merasa memiliki pengetahuan yang meningkat dan efektif. serta merasa mampu dan memungkinkan untuk mengambil peran aktif dalam mendapatkan yang mereka butuhkan dari lingkungan. memandang masa lalu sebagai masa yang berharga. serta untuk memandu dan untuk mengevaluasi perilaku berdasarkan standar dan nilai yang terinternalisasikan. Orang-orang yang memiliki tujuan besar dalam hidup memandang kehidupan mereka sehari-hari sebagai sebuah bentuk pemenuhan akan arah dan tujuan. (3) Tujuan hidup. Subdimensi ini dapat ditandai dengan adanya keyakinan bahwa ia memiliki hubungan yang hangat dengan orang lain. dan untuk memilih atau menciptakan kondisi tertentu yang sesuai dengan kebutuhan-kebutuhan pribadi. Subdimensi ini dapat ditandai dengan adanya keyakinan bahwa ia memiliki kompetensi serta mampu mengatur sebuah lingkungan yang kompleks. (5) Kemandirian merefleksikan pencarian akan penentuan diri (self detemination) dan otoritas pribadi dalam masyarakat meski terkadang situasi di masyarakat mendorong pada kepatuhan dan kerelaan. untuk mengefektifkan kesempatan yang ada. terpercaya. dan kelekatan yang kuat. Kesan penguasaan akan muncul ketika individu mengenali kebutuhan dan hasrat pribadi. memiliki empati. Kemampuan untuk bertahan dari tekanan-tekanan sosial sehingga dapat berfikir dan bertindak dengan suatu cara tertentu. serta melakukan evaluasi diri dengan menggunakan standar pribadi. serta memiliki suatu keyakinan yang memberikan arah dalam hidup. dan mampu meregulasi diri secara internal. bekerja sama dan kompromi mengenai segala hal merupakan aspek dari subdimensi ini juga. Subdimensi ini dapat ditunjukkan dengan adanya keyakinan untuk menentukan sendiri. tidak bergantung.

Individu harus dapat berfungsi dalam suatu tempat yang terdiri atas orang-orang ‘asing’. dan integrasi sosial (social integration) di dalam rentang kehidupannya. all. membingungkan. hubungan sosial (social coherence). Hal ini merupakan keyakinan sebagai bagian dari masyarakat yang juga terlibat dalam evolusi masyarakat. berfikir bahwa orang lain itu baik. (2) Aktualisasi sosial adalah evaluasi atas potensi masyarakat. Individu yang digambarkan mampu menerima lingkungan sosialnya dapat mempercayai orang lain. 2002) menyatakan bahwa. aktualisasi sosial (social-actualization) kontribusi sosial (social contribution). “psychological healthy people have positive attitude toward themselves and others. and they strive to explore and develop themselves as fully as possible. dan mereka memilih atau membentuk lingkungan agar sesuai dengan kebutuhan mereka. Adapun rincian penjelasan dari masing-masing acuan atau sub dimensinya adalah : (1) Penerimaan sosial merupakan evaluasi individu tentang orang lain dalam masyarakat dan sejauh mana ia dapat menerima orang lain tersebut dalam kehidupannya. dengan keyakinan bahwa masyarakat memiliki potensi yang sedang dicapai melalui institusi dan warganya. Orang yang dapat menerima lingkungan sosialnya memegang pandangan yang menyenangkan atas hakikat manusia dan merasa nyaman dengan orang lain. . berfikir bahwa lingkungan sekitar memiliki potensi untuk berkembang secara positif.” Orang yang sehat secara psikologis memiliki sikap positif terhadap diri mereka sendiri dan orang lain. serta berfikir bahwa lingkungan itu sendiri memang memiliki potensi. They make their own decisions and regulate their own behavior. dan percaya bahwa orang lain itu memiliki sifat-sifat positif seperti rajin dan tekun. and they choose or shape environmental compatible with their needs. Subdimensi ini dapat ditandai oleh adanya sikap yang posistif pada orang lain. Subdimensi ini dapat ditunjukkan oleh adanya kepedulian dan kepercayaan bahwa lingkungan sekitar berkembang secara positif. mengakui orang lain. Mereka memiliki tujuan yang membuat hidup mereka lebih bermakna dan mereka berjuang untuk menggali dan mengembangkan potensi mereka seoptimal mungkin. They have goal that make their lives meaningful. Mereka mengambil keputusan untuk dirinya sendiri dan mengatur perilakunya sendiri. dan secara umum menerima orang lain meskipun orang tersebut menampilkan perilaku yang kompleks dan bahkan mungkin saja.” Kesejahteraan Bidang Sosial Kesejahteraan Bidang Sosial mengacu pada evaluasi seseorang tentang penerimaan sosial (social acceptance).Ryff (1999 dalam Papalia et.

Hal ini dapat ditandai dengan cara melihat sebuah dunia sosial sebagai sesuatu yang dapat dimengerti. dapat diprediksi.2 Kesejahteraan Emosional Kesejahteraan emosional atau Emotional Well Being (EW:) merupakan suatu dimensi spesifik kesejahteraan subjektif yang meliputi persepsi terhadap kebahagiaan dan kepuasan hidup (avowed happiness/kebahagiaan yang diakui dan avowed live satisfaction/kepuasan hidup yang diakui) serta keseimbangan antara afek positif dan negatif. memiliki kontribusi bagi kehidupan bersama dengan orang lain. Integrasi merupakan suatu tingkatan ketika seseorang merasa bahwa mereka memiliki kesamaan dengan orang lain pada kenyataannya. (5) Integrasi sosial merupakan evaluasi terhadap kualitas hubungan seseorang dengan masyarakat dan komunitasnya. serta berfikir bahwa ia memiliki. dengan adanya sesuatu yang berharga untuk dipersembahkan kepada masyarakat. 2. organisasi dan operasi dalam masyarakat. 1997 dalam Seligman. merasa didukung dan berbagi kebersamaan dengan lingkungan sekitar. Dapat dikatakan bahwa individu yang memenuhi kualitas bahagia merupakan individu yang dapat berfungsi baik secara psikologis maupun secara sosial (psychologically and socially healthy people). Kesejahteraan Emosional memiliki empat faset. Hubungan sosial analog dengan kebermaknaan dalam hidup dan melibatkan penilaian bahwa masyarakat memiliki kebijaksanaannya sendiri. Diindikasikan oleh perasaan menjadi bagian dari lingkungan sekitar. dan merasa bisa saling mendukung dan menyatu di dalam suatu kehidupan bersama yang konstruktif. ‘terlihat’/ada dan dapat diprediksi. dan ini meliputi suatu kepedulian untuk mengetahui apa yang sedang terjadi di dunia atau di masyarakat luas. Hal ini dapat ditunjukkan oleh adanya keyakinan bahwa ia memiliki suatu yang berharga untuk dipersembahkan kepada lingkungan sekitar. (4) Hubungan sosial mencakup persepsi tehadap kualitas. Oishi. logis. dan ia memang merupakan milik komunitas dan masyarakatnya. serta berfikir bahwa kegiatan sehari-hari mereka dihargai oleh lingkungan sekitar.2. yaitu: .(3) Kontribusi sosial adalah evaluasi atas nilai seseorang terhadap masyarakatnya. Ini meliputi keyakinan bahwa ia adalah anggota penting dalam suatu masyarakat. dimana kebahagiaan didasarkan pada refleksi spontan akan perasaan menyenangkan dan tidak menyenangkan dalam suatu pengalaman yang segera (immediate experience). sementara kepuasan hidup merepresentasikan suatu penilaian individu akan hidupnya dengan meliputi aspek kognitif yakni kepuasan hidup (life satisfaction) dan aspek afektif yakni afek positif dan negatif (positive and negative affect) (Diener. serta peduli dan tertarik pada lingkungan sekitar. memaknakan kebahagiaan dan kepuasan hidupnya secara positif. 2002). Suh.

kegembiraan. Seligman (2002) melakukan penelaahan terhadap penelitian yang dilakukan Warner Wilson pada tahun 1967 mengenai individu yang berbahagia. (4) Domain Kepuasan meliputi berbagai domain dalam kehidupan manusia yang memberikan kontribusi bagi kesejahteraan subjektif individu. pelayanan menyeluruh kepada masyarakat dan kesenangan dalam hidup. Hal inilah yang antara lain menyebabkan adanya bermacammacam kebahagiaan pada usia yang berbeda-beda. kekayaan kehidupan budaya. kebahagiaan dipengaruhi oleh sejumlah faktor. meninggalnya seseorang yang dicintai. dan kegembiraan. Pada diri seorang yang sejahtera secara emosional. persahabatan. Faktor yang relatif penting untuk menunjang kepuasan hidup biasanya mencakup pekerjaan. dan kepuasan yang berawal dari adanya kesenjangan yang sempit antara keinginan dan kebutuhan dengan pemenuhan dan pencapaian serta munculnya perasaan dan pengalaman yang secara umum mengarah kepada kesenangan. Meltzer dan Ludwig (Hurlock. dan keseimbangan afek. luka-luka fisik. kedamaian. dengan pencapaian dan pemenuhan. Kesejahteraan emosional mengacu kepada antusiasme. dan prestasi-prestasi.(1) Afek positif. (:) Afek negatif yang ditandai dengan kehadiran gejala-gejala yang menyatakan bahwa hidup adalah sesuatu yang tidak diinginkan dan tidak menyenangkan. Hal ini ditandai dengan ketidak munculan gejala-gejala yang mengacu pada penghayatan bahwa hidup adalah sesuatu yang tidak diinginkan dan tidak menyenangkan. yang dalam pengukuran sederhana dapat dikatakan sebagai ‘selisih’ antara afek positif dengan afek negatif. dan kepuasan dari adanya kesenjangan yang kecil antara keinginan dan kebutuhan. (c) Keseimbangan Afek adalah keseimbangan antara afek positif dan negatif. (3) Kebahagiaan merupakan suatu tanda ketika seseorang memiliki perasaan dan pengalaman terhadap kesenangan. Sedangkan ketidak bahagiaan diasosiasikan dengan penyakit. damai. dan kebahagiaan hidup. dan kegembiraan secara umum. 1980) dalam Ratna Widiyanti (2007) melaporkan bahwa kebahagiaan pada berbagai usia dewasa mengarah pada sesuatu yang berhubungan dengan keluarga. dan kegagalan dalam mencapai tujuan. (2) Kepuasan hidup adalah penilaian kognitif dan global akan keseluruhan hidup individu: perasaan puas. Pada semua periode dalam rentang kehidupan. perkawinan. pengalaman-pengalaman dalam ketidak berhasilan bekerja. Pada awal kemunculan riset yang serius mengenai kebahagiaan pada saat itu. kesehatan yang baik. muncul kesan kepuasan hati. Wilson . kepuasan hati. kehidupan keluarga. afek negatif. kegembiraan dan kebahagiaan dalam hidup. subdimensi ini terdiri dari : (a) Afek positif yang ditandai dengan kondisi bahwa ia mengalami gejala-gejala yang menyatakan antusiasme. kepuasan.

karena perkawinan yang tidak harmonis akan menurunkan kebahagiaan. Perkawinan kadang dicerca sebagai belenggu dan terkadang dipuji sebagai kenikmatan abadi. 2002) tentang orang yang sangat berbahagia ditemukan bahwa semua orang (kecuali satu) yang termasuk kedalam 10% orang yang paling berbahagia. menikah. hanya prioritas mana yang berpengaruh bagi orang-orang tertentu mungkin sekali dapat berbeda-beda dan belum tentu sama keurutannya bagi orang satu dengan orang yang lainnya. Temuan ini sejalan dengan penelitian mengenai perkawinan dan kebahagiaan. penambahan nominal tidak akan menaikkan kebahagiaan dan kepuasan hidup individu. apa yang disebutkan Wilson. Kebahagiaan individu yang menikah mempengaruhi panjang usia dan besarnya penghasilan. berpendidikan. Secara keseluruhan. yaitu mereka menjalani kehidupan sosial yang ‘kaya’ dan memuaskan. Hal ini tentu tidak begitu saja dapat diterima dalam kondisi saat ini. dengan jenis kelamin dan tingkat kecerdasan tidak begitu berpengaruh. Lebih dari itu. Salah satunya. data lebih mendukung penggambaran yang kedua. Namun demikian. Individu yang menjalani perkawinan yang tidak begitu berbahagia memiliki tingkat kebahagiaan lebih rendah daripada individu yang tidak menikah atau bercerai. muda. sehat. Namun ada benarnya juga pernyataan sinis Kierkegard (dalam Ratna Widiyanti. dalam penelitian yang dilakukan oleh Seligman dan Diener (Seligman. Berikut ini adalah faktor-faktor lingkungan eksternal yang ditengarai memberikan kontribusi terhadap kebahagiaan dan kepuasan hidup individu berdasarkan penelaahan yang dilakukan Martin Seligman atas penelitian yang dilakukan Wilner Wilson pada tahun 1967 mengenai orang-orang yang berbahagia (Seligman. Terdapat banyak data tentang pengaruh uang terkait kekayaan dan kemiskinan pada kebahagiaan dan kepuasan hidup.kemudian menyatakan kepada dunia psikologi bahwa individu yang berbahagia merupakan individu yang berpenghasilan besar. Individu yang sangat berbahagia paling sedikit menghabiskan waktu sendirian dan kebanyakan dari mereka bersosialisasi. paling tidak masih dapat dipertimbangkan. (1) Uang. Kehidupan perkawinan sangat erat hubungannya dengan happiness. Kemampuan bersosialisasi yang meningkat pada individu yang berbahagia itulah yang dapat merupakan salah satu . “lebih baik dihukum gantung daripada menjalani perkawinan yang tidak bahagia”. (3) Kehidupan Sosial. sedang terlibat dalam hubungan romantis. Kepuasan dalam kehidupan perkawinan dapat mempengaruhi kepuasan individu terhadap hidupnya. 2007). Namun secara keseluruhan. religius. Telah banyak penelitian mengenai happiness terkait faktor ini dilakukan. Tak satupun dari penggambaran itu tepat sasaran. (2) Perkawinan. data tersebut menunjukkan bahwa nominal uang yang akan memberikan kontribusi pada kebahagiaan dan kepuasan hidup individu hanya pada batas keterpenuhan kebutuhan dasar. 2002). dan ini berlaku baik untuk laki-laki maupun perempuan. Individu yang sangat bahagia jauh berbeda dengan individu rata-rata dan individu yang tidak berbahagia.

Berkat kemampuan untuk beradaptasi dengan penderitaan. Ketika dilakukan sebuah penelitian terhadap komunitas orang Amerika. dengan fakta individu yang lebih bersosialisasi (yang juga lebih berbahagia) lebih mungkin untuk menikah. Begitu para peneliti menelaah data itu secara teliti. Perasaaan ‘mencapai puncak dunia’ dan ‘terpuruk dalam keputusasaan’ menjadi berkurang seiring dengan bertambahnya umur dan pengalaman. Kini. lebih sedikit orang religius yang takut perceraian. pengangguran. kita dapat menilai kesehatan kita secara positif bahkan ketika sedang sakit. afek menyenangkan sedikit melemah dan afek negatif tidak berubah. Dalam kajian terkenal yang dilakukan pada tahun 1967 oleh Wilson. dan jenis kelamin. terdapat variabel yang ketiga – seperti menjadi individu yang lebih terbuka atau menjadi pembicara yang mengagumkan – yang mengakibatkan kehidupan sosial yang ‘kaya’ (luas. Relevansi yang paling langsung tampak pada fakta bahwa data survey secara konsisten menunjukkan bahwa orang-orang yang religius lebih bahagia dan lebih puas terhadap kehidupan daripada orang yang tidak religius. dan karena itu mereka memiliki kehidupan sosial yang lebih ‘kaya’ dan cenderung untuk menikah. Banyak agama melarang penggunaan narkotika. kejahatan. Yang berubah ketika menua adalah intensitas emosi kita. Ibu religius yang memiliki anak cacat. afek menyenangkan. Demikian pula. Seligman (2002) memasukkan keempat kondisi ini kedalam studi kelompok karena tidak satupun dari keempat hal ini yang penting bagi kebahagiaan. Bagaimanapun. (7) Agama. bermakna) sekaligus mendatangkan lebih banyak kebahagiaan. ras. Namun. lenyaplah anggapan bahwa orang muda ‘pasti’ lebih berbahagia.000 orang dewasa dari 40 bangsa membagi kebahagiaan kedalam tiga komponen: kepuasan hidup. (6) Pendidikan. mungkin juga individu yang lebih berbahagia sejak awal memang lebih disukai. dan kematian. Oleh karena itu. kemudaan tidak lagi dinilai sedemikian tingginya. Kesehatan objektif yang baik tidak begitu berkaitan dengan kebahagiaan. Berbagai penelitian yang dilakukan terhadap kelompok-kelompok yang berbeda menunjukkan bahwa keempat hal di atas sama sekali tidak berkaitan dengan kebahagiaan individu. bercerai. Ditemukan bahwa orang Amerika yang religius ternyata lebih kecil kemungkinannya untuk terlibat penyalahgunaan obat-obatan. melakukan kejahatan. (5) Kesehatan. sulit untuk membedakan penyebab dari akibat. besar pula kemungkinannya bahwa kehidupan sosial (dan pekawinan) yang ‘kaya’ akan membuat individu lebih berbahagia. penyakit. usia kemudian dianggap senantiasa mencerminkan keadaan yang lebih berbahagia. Sebuah penelitian otoritatif atas 60. Atau bisa saja. Kepuasan hidup sedikit meningkat sejalan dengan bertambahnya usia. Hal yang penting adalah persepsi subjektif kita terhadap seberapa sehat kita.penyebab dari temuan positif tentang perkawinan. dan bunuh diri. (4) Usia. dan afek yang tidak menyenangkan. dan perselingkuhan dan sebaliknya . Mereka juga secara fisik sehat serta berumur panjang. melawan depresi dengan lebih baik. iklim.

dan kisah-kisah dari faktor-faktor lain seperti dukungan sosial. Kesejahteraan Bidang Sosial. rendahnya depresi. yakni penelitian dengan judul Kontribusi Kesejahteraan Subjektif. pada warga Amerika menemukan bahwa semakin fundamentaslis aliran agama semakin optimis pengikutnya: Orang Yahudi Ortodok serta Muslim dan Kristen Fundamentalis jauh lebih optimis daripada Yahudi Reformasi dan Unitarian. peserta sidang senat terbuka Fakultas Psikologi Unpad yang saya hormati. Seligman (2002) menyatakan terdapat korelasi yang lebih mendasar. Iyengar menemukan bahwa peningkatan optimisme yang ditimbulkan oleh peningkatan religiusitas sepenuhnya disebabkan oleh munculnya harapan yang lebih besar. Suatu studi yang dilakukan oleh Sheena Sethi Iyengar (Seligman. kesejahteraan emosional. hidup sederhana. Hadirin. Kontribusi untuk mencapai kesejahteraan subjektif ini dicapai dengan kontribusi yang tinggi dari kesejahteraan psikologis. Kesejahteraan Subjektif merupakan kontributor terbesar bagi pemunculan Perilaku Menjaga Kesehatan Diri bila dibandingkan dengan Religiusitas Islam dan . pada penelitian yang dilakukan oleh pembicara. yang terdiri dari aspek Kesejahteraan Psikologis. dan Persepsi tentang Penyakit pada Perilaku Menjaga Kesehatan Diri dalam Model Perilaku Memelihara Kesehatan . Kesejahteraan Emosional. (2) Perilaku Menjaga Kesehatan Diri dapat muncul dengan didahului oleh determinan Kesejahteraan Subjektif. tata peribadatan. 1998). tidaklah seperti garis lurus. dan kelenturan menghadapi tragedi. Berdasarkan uji kecocokan (konfirmatori) model dan uji hipotesis dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa : (1) Kesejahteraan subjektif pada penderita HIV+ dapat dikatakan mengarah pada kategori tinggi. ditemukan hal-hal menarik sebagai berikut. dan kendali personal. Religiusitas Islam. Hubungan antara harapan akan masa depan dan keyakinan beragama mungkin merupakan landasan mengapa keimanan begitu efektif melawan keputuasaan dan meningkatkan kebahagiaan. dan bekerja keras. mendukung pernyataan bahwa kesejahteraan subjektif sangat ditopang oleh keberfungsian positif sebagai individu yang memiliki kehidupan sosial bermakna dan memiliki tujuan untuk terus berkembang dan meraih eksistensi optimal sebagai manusia.mendorong untuk beramal. Korelasi antara Kesejahteraan bidang Sosial dan Psikologis. dan Kendali Personal. bahwa agama mengisi manusia dengan harapan akan masa depan dan menciptakan makna dalam hidup. yang rata-rata lebih depresif. Scott Sleek.Suatu Upaya Menemukan Model Perilaku Memelihara Kesehatan dengan Taraf Kecocokan Optimal pada Penderita HIV +. lalu disusul oleh kesejahteraan bidang sosial. 2002. Hubungan kausal antara agama dan kebahagiaan yang lebih besar. Iyengar memisahkan harapan yang dijumpai dalam ceramah keagamaan. Dalam tinjauan yang lebih mendalam.

Persepsi Sakit. Model respesifikasi yang menyertakan korelasi antara Kesejahteraan Psikologis dengan Kesejahteraan bidang Sosial beserta dengan korelasi antara aspek Optimisme dengan Iman dan Ritual. memberi kesempatan pada penderita HIV+ untuk menjalin hubungan yang lebih serasi dan memberi kontribusi yang lebih baik bagi lingkungannya.2. namun ketika disatukan. Simpulan Khusus Selain kesimpulan umum yang telah disebutkan di atas terdapat kesimpulan khusus yang juga merupakan temuan penting dalam penelitian ini : (1) Kesejahteraan psikologis memberikan pemahaman diri dan arah untuk mengembangkan diri sehingga orang tetap bertahan untuk meningkatkan kualitas kehidupannya. Kesejahteraan Subjektif sebagai pemberi kontribusi bagi pemunculan Religiusitas Islam dan Persepsi Sakit. 5. kontribusi pada variabel lain dalam penelitian ini dapat menjadi terintegrasi. Aspek Kesejahteraan Subjektif dapat memberikan kontribusi yang berbeda ketika aspek tersebut dipisahkan dari agregatnya. sedangkan religiusitas Islam dan Persepsi tentang Penyakit HIV+. berada bersama sesama orang dengan HIV+ yang lain misalnya. meski dalam model ini masih kurang andal juga mengindikasikan adanya hubungan antara ketiga variabel determinan sebagai aspek yang terintegrasi dalam memunculkan Perilaku Menjaga Kesehatan Diri. . hal ini menunjukkan bahwa meski kadang agak berjarak dengan komunitas lain. (2) Aspek Kesejahteraan Bidang Sosial juga memberikan kontribusi positif. Kesejahteraan Psikologis dan Kesejahteraan Bidang Sosial dapat memberikan kontribusi yang positif bila aspek-aspek tersebut terintegrasi bersama-sama sebagai variabel Kesejahteraan Subjektif . Kontribusi kesejahteraan subjektif merupakan yang tertinggi dengan tingkat kontribusi yang sedang. (3) Dalam konteks penelitian orang dengan HIV+. Kendali Personal bersama-sama dengan Kesejahteraan Emosional. dan saling hubungannya pun menjadi kuat dalam ikatan tersebut. Model tersebut menunjukkan bahwa kontribusi variabel determinan dapat mendukung pemunculan perilaku menjaga kesehatan diri dengan tingkat yang berbeda. meski kontribusinya tergolong rendah. masih menunjukkan arah yang positif. (3) Model Perilaku Menjaga Kesehatan Diri hasil respesifikasi dalam penelitian ini merupakan model yang optimal dam memiliki tingkat kecocokan pada taraf baik (Good Fit). serta mengindikasikan adanya hubungan antara Religiusitas Islam dengan Persepsi tentang Penyakit HIV+ memberikan tingkat kecocokan yang lebih optimal pada taraf kecocokan yang baik (good fit).

atau mungkin kemudian keluar dari kesulitan dan dapat mengambil hikmah dari kesulitan itulah yang akan menguatkan dia dan memberikan hikmah berharga untuk mensyukuri hidup dan tetap berperilaku positif sampai akhir hayatnya. namun ketika ia sudah mengalami kebahagiaan. kemungkinan untuk mendapatkan kehidupan yang lebih bermakna dan lebih sejahtera akan menjadi lebih terbuka luas. kesehatan. Wb. dalam berbagai penelitian. semoga Allah tetap memberikan taufik dan hidayahNya pada kita sekalian. dalam mengembangkan ilmu serta memanfaatkannya bagi peningkatan kesejahteraan umat manusia. mudah-mudahan Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran dapat merupakan salah satu penggerak utama dalam upaya tersebut. religiusitas. izinkanlah saya mengucapkan terima kasih sekali lagi atas kehormatan yang diberikan pada saya dalam menyampaikan orasi ilmiah ini.Rekomendasi bagi Pemanfaatan Konsep Kesejahteraan Subjektif dalam Pengembangan Individu Telah banyak dijelaskan di atas bahwa kebahagiaan dan kesejahteraan subjektif juga dapat menjadi determinan bagi peningkatan kualitas kehidupan yang lebih baik. Selain itu upaya untuk menemukan model lain dalam memahami pemunculan perilaku yang terkait dengan Kesejahteraan Subjektif dan aspek-aspek terkait seperti budaya. Kebahagiaan dan kesejahteraan memang dapat merupakan suatu ‘hasil’ atau buah dari proses kehidupan yang terjadi sebelumnya pada seseorang. billahittaufik wal hidayah. Suatu ‘payung’ penelitian dan intervensi mengenai kesejahteraan subjektif perlu diorganisasikan dengan baik sehingga upaya-upaya tersebut dapat berjalan secara lebih efektif. Sebagai Penutup. Dirgahayu Psikologi Universitas Padjadjaran. melalui penelitian yang terarah dan terpadu dapat membantu memahami kebahagiaan dan kesejahteraan subjektif di dalam masyarakat Indonesia untuk kemudian memanfaatkannya dalam pengembangan kepribadian bangsa yang lebih positif dan konstruktif. Bahagia dan sejahtera bukan berarti tanpa duka dan kesulitan. Wassalamualaikum Wr. DAFTAR PUSTAKA . Intervensi yang memperhitungkan pengembangan kesejahteraan subjektif. kepribadian. Hal ini merupakan alasan kuat mengapa kita harus berupaya menciptakan lingkungan yang dapat memberikan kesempatan pada anak untuk mengembangkan dimensi-dimensi kesejahteraan subjektifnya seperti kesejahteraan emosional dan pemfungsian positif (kesejahteraan psikologis dan kesejahteraan bidang sosial) secara konsisten dan berkesinambungan. namun bagaimana cara seseorang mengalami. Mohon maaf bila dalam pemaparan dan penyampaiannya masih terdapat banyak kekurangan. ternyata dapat memberikan efek teurapeutik yang lebih lama dan lebih kuat pada diri individu.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->