LATAR BELAKANG

Diabetes melitus sering disebut sebagai the great imitator, karena penyakit ini dapat mengenai semua organ tubuh dan menimbulkan berbagai macam keluhan. Gejalanya sangat bervariasi dan dapat timbul secara perlahan-lahan, sehingga pasien tidak menyadari akan adanya perubahan seperti mudah haus, lebih sering buang air kecil, mudah lapar ataupun penurunan berat badan. Menurut Riskesdas 2007, Diabetes Mellitus menduduki peringkat ke-6 pola kematian semua umur di Indonesia dengan persentase 5,7%. Sedangkan menurut survei yang dilakukan WHO, Indonesia menempati urutan ke-4 dengan jumlah penderita Diabetes Mellitus terbesar di dunia setelah India, Cina dan Amerika Serikat. World Health Organization (WHO) bahkan memprediksikan bahwa di Indonesia angka prevalensi diabetes mellitus akan terus meningkat, dan pada tahun 2030 diperkirakan penderita penyakit DM tersebut akan mencapai angka 21,3 juta jiwa – suatu jumlah yang luar biasa dan berpotensi kerugian yang sangat besar juga. Suatu fakta yang lebih mengejutkan menyatakan bahwa di dunia ini setiap 10 detik akan meninggal seorang penderita DM dengan komplikasinya, dan pada saat bersamaan ditemukan 2 orang penderita yang baru. Umumnya faktor resiko dari Diabetes Mellitus terbagi atas 2, yaitu changeable risk dan unchangeable risk. Changeable risk merupakan faktor-faktor resiko yang masih bisa diubah seiring berjalannya waktu, seperti kebiasaan merokok, stress, pola makan yang salah, minimnya aktivitas fisik, obesitas, hipertensi, dll. Sedangkan unchangeable risk seperti usia, faktor genetik, ras merupakan faktor yang tidak dapat diubah. Diabetes mellitus tipe 1 memiliki faktor resiko yang tidak dapat diubah, karena DM tipe 1 disebabkan oleh kelainan genetik. Sedangkan Diabetes mellitus tipe 2 lebih banyak memiliki faktor resiko yang masih bisa diubah dengan pola hidup sehat. Meskipun banyak masyarakat yang sudah mengetahui bahaya penyakit Diabetes Mellitus, namun masih banyak pula yang belum tanggap terhadap penyakit ini dan kurangnya pengetahuan tentang penyakit ini. Karena masyarakat merasa mempunyai ketidaktahuan dalam bagaimana proses perjalanan penyakitnya, maka dibuatlah Makalah Mengenai Epidemiologi Diabetes Mellitus beserta Prevalensinya di Indonesia, konsep Host-Agent-Environment, Riwayat Alamiah Penyakit, Faktor Risiko, Etiologi, Program Pencegahan serta Penanggulangannya.

1

Komplikasi yang lebih serius lebih umum bila kontrol kadar gula darah buruk. yang kemudian “mengalir” terus berupa air seni (urine). Diabetes Mellitus adalah penyakit yang ditandai dengan peningkatan kadar gula darah (hiperglisemia) yang terus-menerus dan bervariasi. Sumber lain menyebutkan bahwa yang dimaksud dengan diabetes mellitus adalah keadaan hiperglikemia kronik disertai berbagai kelainan metabolik akibat gangguan hormonal. dan pembuluh darah. maka angka kematian dan keguguran ibu-ibu diabetes yang hamil makin berkurang. disertai lesi pada membran basalis dalam pemeriksaan dengan mikroskop elektron. 2 . PROSES METABOLISME MAKANAN Agar lebih memahami diabetes. Akhirnya oada tahun 194 Franke dan Fuchs mencba tablet OAD (Obat Anti Diabetes) pada manusia. di Mesir dikenal penyakit yang ditandai dengan sering buang air kecil dan dalam jumlah yang banyak (yang disebut: poliuria). Kemudian pada tahun 400 SM. disebut Mellitus karen air seni penderita ini mengandung gula (manis). Peranan dari insulin adalah mengangkut glukosa dari darah menuju otot. penulis Indis. Aretaeus pada tahun 200 SM adalah orang yang pertama kali memberi nama Diabetes. dan dari kata Latin mellitus yang berarti “rasa manis”. SEJARAH PERKEMBANGAN DIABETES MELLITUS Pada tahun 1552 sebelum Masehi. Akhirnya. dimana kana digunakan sebagai bahan bakar. sangat penting untuk terlebih dahulu memahami proses normal dari metabolisme makanan.DESKRIPSI KASUS 1. serta kerusakan saraf yang dapat menyebabkan impotensi dan gangren dengan risiko amputasi. Sejak ditemukan hormon insulin pada tahun 1921 oleh Banting dan Best di Kanada. yang menimbulkan berbagai komplikasi kronik pada mata. dan selsel hati. ginjal. Komplikasi jangka lama termasuk penyakit kardiovaskular (risiko ganda). kegagalan kronis ginjal (penyebab utama dialisis). 2. sedangkan hormon insulin tersebut mempunyai peranan utama untuk mengatur kadar glukosa di dalam darah sekitar 60-120 mg/dl waktu puasa dan di bawah 200 mg’dl pada dua jam sesudah makan. kerusakan retina yang dapat menyebabkan kebutaan. PENGERTIAN DIABETES MELLITUS Diabetes mellitus (DM) berasal dari kata Yunani diabaínein. Susharatha menamakan penyakit tersebut penyakit kencing madu (honey urine disease). Di Indonesia (dan negara berbahasa Melayu) lebih dikenal sebagai kencing manis. karen selalu minum dan dalam jumlah banyak (polidipsia). yang akhirnya temuan OAD ini berkembang pesat dengan berbagai jenis indikasi penggunaannya. Semua jenis diabetes mellitus memiliki gejala yang mirip dan komplikasi pada tingkat lanjut. terutama setelah makan. Disebut Diabetes. lemak. 3. Gula atau yang disebut glukosa masuk kedalam aliran darah. Beberapa hal yang terjadi ketika makanan dicerna: a. Organ tubuh yang disebut pankreas memproduksi insulin. Diabetes Mellitus (DM) atau penyakit kencing manis disebabkan hormon Insulin penderita tidak mencukupi. dan penurunan berat badan yang cepat tanpa disertai rasa nyeri. b. Glokosa merupakan sumber bahan bakar utama bagi tubuh. atau tidak dapat bekerja normal. yang berarti “tembus” atau “pancuran air”.

dan akibat 3 . yaitu diabetes yang disebabkan oleh beberapa factor lain seperti kelainan genetic pada fungsi sel β pancreas. 4. tidak demikian bagi pengidap diabetes. DM bisa diklasifikasikan secara etiologi menjadi diabetes tipe 1. airnya agak kental dan terasa manis. 3. dan angkanya terus bertambah akibat gaya hidup yang tidak sehat. diabetes dalam kehamilan (gestasional). Tubuh penderita hanya sedikit menghasilkan insulin atau bahkan sama sekali tidak menghasilkan insulin. Biasanya terjadi di usia dewasa.Kebanyakan orang tidak menyadari telah menderita dibetes tipe2. pankreas tidak cukup membuat insulin untuk menjaga level gula darah tetap normal. Ataupun keduaduanya. Pada tipe-2 ini. Diabetes Tipe 2. Diabetes Tipe 1. walaupun keadaannya sudah menjadi sangat serius. dan diabetes tipe lain. ada beberapa kondisi berbeda yang menyebabkan hal itu terjadi . kelainan genetic pada aktivitas insulin. Gula tersebut dibersihkan dan dikumpulkan dalam kandung kemih oleh ginjal. Secara umum. penyakt eksokrin pancreas (cystic fibrosis). Di sini diolah menjadi glikogen. Diabetes type 2 sudah menjadi umum dialami didunia maupun di Indonesia. Jika para supir angkutan kota mogok massal. Ini dikarenakan banyaknya gula yang berada dalam darah. Diabetes Tipe lain. Penderita diabetes memiliki kadar gula darah yang tinggi. Jika hormon insulin tidak ada atau sedikit jumlahnya maka gula yang ada dalam drah tidak dapat terangkut sehingga menyebar diseluruh pembuluh darah. 1.Sebuah analogi yang cukup pas menggambarkan hal ini disampaikan oleh Mistra dalam bukunya 3 Jurus Melawan Diabetes Mellitus. Menurut anjuran Konferensi Kerja Perkumpulan Endrokrinologi Indonesia (PERKENI) yang sesuai dengan anjuran ADA 1997 . kondisi darurat dapat terjadi. Umunnya akan kembali normal setelah masa kehamilan. adalah kondisi gula darah yang tinggi yang terjadi pada masa kehamilan. Mistra menganalogikan hormon insulin sebagai sopir angkutam umum sebuah kota. Ini disebabkan karena pankreas tidak dapat memproduksi insulin ataupun otot. ETIOLOGI DAN TIPE DIABETES MELLITUS Banyak diketahui bahwa etiologi Diabetes Mellitus adalah kurangnya insulin dalam tubuh manusia yang mengakibatkan kelebihan kadar glukosa darah. 2. 4. Akan tetapi. Namun. Tanpa pengaturan harian. lemak dan sel-sel hati tidak merespon insulin secara normal. Jika tubuh memerlukan. Orang-orang (calon penumpang) ini diibaratkan sebagai gula dalam darah. orang-orang akan berkumpul ditepi jalan menanti jasa angkutan. kegemukan dan malas berolahraga. asupan gula dalam darah disimpan dalam hati. Jika buang air kecil. diabetes tipe 2. sebanyak apapun konsumsi gula tidak mengganggu organ tubuh. Gestational diabetes. Bagi orang normal. oleh karena itu untuk bertahan hidup penderita harus mendapat suntikan insulin setiap harinya. hati akan mengeluarkan dan mengolah kembali menjadi glukosa. lebih umum ditemui daripada type 1 dan mencapai 90% atau lebih dari seluruh kasus diabetes. biasanya tediagnosa sejak usia kanak-kanak. seringkali disebabkan tubuh tidak merespon dengan baik terhadap insulin tersebut. terjadi pada orang yang tidak menderita diabetes.

mengeluarkan keringat. dapat memicu berbagai komplikasi kronis. KOMPLIKASI DAN KELUHAN YANG MENYERTAI DIABETES MELLITUS Komplikasi Akut Komplikasi akut terjadi jika kadar glukosa darah seseorang meningkat atau menurun dengan tajam dalam waktu yang relatif singkat. 2. Gejala-gejala umum diabetes mellitus antara lain:  poliuria . Gejala Hipoglikemia ditandai dengan munculnya rasa lapar. Periode Pradiabetes. 4 . ketonuria dan hiperosmolarnon-ketotik yang dapat berakibat pada stupor dan koma. Koma lakto asidosis yang diartikan sebagai keadaan tubuuh dengan asam laktat yang tidak dapat diubah menjadi bikarbonat. dan shock. amputasi.sering buang air kecil  polidipsia . berdebar-debar.< 160 gr/ dl  penurunan berat badan. Periode Klinis. seringkali hanya pada diabetes mellitus tipe 1 dan setelah jangka panjang tanpa perawatan memadai.gangguan pada sistem saraf hingga disfungsi saraf autonom. dan penderita bisa mnejadi koma. pola makan yang terlalu bebas. seperti: 1.penggunaan obat atau bahan kimia lainnya (terapii pada penderita AIDS dan terapi setelah transplantasi organ 5. pada masa ini pasien masih bersifat asimptomatik (belum timbul gejala-gejala). pada masa ini belum terdapat abnormalitas dari metabolisme tapi sudah membawa faktor genetik. gemetar. 3.selalu merasa lapar  rentan terhadap infeksi  kadar gula darah normal yaitu: GDP: 80 .selalu merasa haus  polifagia .gangguan pada mata dengan potensi berakibat pada kebutaan. Hipoglikemia yaitu keadaan seseorang dengan kadar glukosa darah di bawah nilai normal. 2. Perubahan yang besar dan mendadak dapat berakaibat fatal. Ketoasidosis diabetik-koma.gangguan kardiovaskular. B.< 110 gr/ dl dan setelah makan: 110 . atau stress. disertai lesi membran basalis yang dapat diketahui dengan pemeriksaan menggunakan mikroskop elektron. tapi sudah ada abnormalitas metabolisme pada pemeriksaan laboratorium C. Periode Diabetes Kimiawi. ketoasidosis. RIWAYAT ALAMIAH PENYAKIT DIABETES MELLITUS A. fase dimana penderita sudah menunjukkan gejalagejala dan tanda-tanda penyakit DM. hipotensi. Akibatnya. foot ulcer. koma hiperosmoler nn ketotik diartikan sebagai keadaan tubuh tanpa penimbunan lemak yang menyebabkan penderita meunjukkan pernapasan yang cepat dan dalam (kusmaul) 4. pusing. Karena itu. 4. diabetik yang diartikan sebagai keadaan tubuh yang sangat kekurangan insulin dan bersifat mendadak akibat infeksi. gelisah. lupa suntik insulin. 6. Kadar glukosa darah bisa menurun drastis jika penderita menjalani diet yang terlalu ketat. charcot joint dan disfungsi seksual serta gejala lain seperti dehidrasi. kadar asam laktat dalam darah meningkat dan seseorang mengalami koma. Dalam komplikasi akut dikenal beberapa istilah berikut: 1. Koma hiperosmoler non ketotik yang diakibatkan adanya dehidrasi berat.gangguan pada ginjal hingga berakibat pada gagal ginjal 3.

Kegemukan (overweight) 3. urogenital. PREVALENSI DIABETES MELLITUS 5 . perlu dilakukan tes toleransi glukosa oral dengan tujuan untuk memastikan diagnosis.Komplikasi Kronis Komplikasi kronis diartikan sebagai kelainan pembuluh darah yang akhirnya bisa menyebabkan serangan jantung serta gangguan fungsi ginjal. Perokok 10. termasuk diantaranya: 1. Di Indonesia sendiri tercatat 2. dan diabetic retinophaty). Tekanan darah tinggi 6. 9. jantung (atherosclerosis dan microangiopathy). Level kolesterol yang tinggi 8. dokter akan melakukan diagnosis dugaan terlebih dahulu. Kongres Federasi Diabetes International tahun 2003 menyebutkan bahwa sekitar 194 Juta orang di dunia menderita penyakit ini. Ayah atau Ibu. saudara laki-laki atau perempuan yang menderita diabetes (faktor genetik) 2. saraf (lesi pada satu syaraf. DIAGNOSIS DIABETES MELLITUS Biasanya. 2. 8. Gaya hidup modern yang cenderung banyak mengkonsumsi makanan instan. Usia diatas 45 tahun 4. dokter akan memutuskan bahwa seseorang telah menderita Diabetes Mellitus jika memenuhi kriteria sebagai berikut: 1. glaucoma. ginjal (glomerulosklerosis). seseorang memiliki kadar g mg/ dl sebanyak 2 kali pemeriksaan palukosa darah puasa lebih besar atau sama dengan 126 mg/ dl sebanyak 2 kali pemeriksaan pada saat yang berbeda Jika pemeriksaan kadar glukosa darah sewaktu masih meragukan. sesorang menderita gejala khas beserta keluhan seperti disebutkan di atas ditambah dengan kadar glukosa ddarah sewaktu lebih besar atau sama dengan 200 mg/ dl. Konsumsi makanan berlemak tinggi 12. Angka Triglycerid (salah satu jenis molekuk lemak) yang tinggi 7. Stress 11. Gestational diabetes atau melahirkan bayi dengan berat lebih dari 4 Kg 5. Diagnosis ini disebut dengan diagnosis pasti. Setelah itu. seperti kelainan pada mata (katarak. FAKTOR RESIKO TIMBULNYA DIABETES MELLITUS Diabetes Melitus menempati urutan ke-4 dalam ranking pembunuh manusia. Komplikasi kronis sering dibedakan berdasarkan bagian tubuh yang mengalami kelainan. Setelahnya dilakukan pemeriksaan lanjut untuk memastkan seseorang tersebut menderita Diabetes Mellitus atau tidak. Banyak faktor resiko diabetes. dan kulit (luka yang sukar sembuh) hingga amputansi.5 juta orang dan diperkirakan akan terus bertambah. yaitu berdasarkan keluhan atau gejala khas yang dialami seseorang. 7. Konsumsi alkohol 9. autonmic neurophaty).

meningkat setiap tahunnya.Berdasarkan beberapa data yang didapatkan. 6 . prevalensi penyakit Diabetes Mellitus khususnya di Indonesia.

3 7.7 7 .4 4.1 3.2 3.6 10.7 17.3 4.8 11.0 11.0 7.9 6.5 7.1 8.1 5.6 4.0 6.8 5.9 21.7 5.1 10.4 3.1 4.3 8.3 9.2 TOTAL DM % 8.8 6.8 11.3 9.2 5.3 6.3 9.7 10.2 17.5 5. 5. 2.1 5.8 17.5 12.PREVALENSI KEJADIAN DIABETES MELLITUS DI BEBERAPA NEGARA TAHUN 2000 DAN 2030 MENURUT WHO No 1. Rangking Negara Tahun 2000 India Cina As Indonesia Jepang Orang Dengan DM (Juta) 31.4 5.8 13.6 6.2 6.8 5.2 8.6 10.4 42.3 6.7 4.0 8.2 14.1 10.9 Prevalensi Toleransi Glukosa Terganggu dan Diabetes Mellitus menurut Provinsi di Daerah Perkotaan. Riskesdas 2007 Provinsi Nangroe Aceh Darussalam Sumatera Utara Sumatera Barat Riau Jambi Sumatera Selatan Bengkulu Lampung Bangka Belitung Kepulauan Riau DKI Jakarta Jawa Barat Jawa Tengah DI Yogyakarta Jawa Timur Banten Bali Nusa Tenggara Barat Nusa Tenggara Timur Kalimantan Barat Kalimantan Tengah Kalimantan Selatan Kalimantan Timur Sulawesi Utara Sulawesi Tengah Sulawesi Selatan Gorontalo Sulawesi Barat Maluku Maluku Utara Papua Barat Papua Indonesia TGT % 12.3 3.7 20.3 8.8 Rangking Negara Tahun 2030 India Cina As Indonesia Pakistan Orang Dengan DM (Juta) 79.0 4.6 7.5 4.5 1.1 1.7 3.4 11.3 21.3 30. 4.6 4.7 8.4 6.0 6.3 13.6 3.3 8.9 12.7 10.2 7. 3.4 6.

10. AGENT DAN ENVIRONMENT PADA DIABETES MELITUS Kerangka Teori A Host Agent dipengaruhi Environment H Agent : Nutrisi E Environment : Faktor social-ekonomi Contoh : Faktor social ekonomi seperti orangorang kalangan kelas menengah ke atas cenderung berperilaku modern dalam hal konsumsi makanan seperti fastfood dan makanan tinggi lemak ataupun tinggi karbohidrat Host dipengaruhi Environment H A Host : Kebiasaan hidup Environment : Faktor ekonomi Contoh : Keadaan ekonomi seseorang yang rendah E akan menyebabkan pola konsumsi yang tidak seimbang seperti konsumsi tinggi karbohidrat namun rendah protein dan rendah serat H A Agent sudah menginfeksi Host dan berkembang biak Agent (kimia) : bahan toksik atau beracun E Contoh : bahan kimia seperti alloxan. 8 . KONSEP HOST. pyrinuron. streptozoctin (produksi jenis jamur) dan asam sianida yang dapat merusak sel β pancreas.

Kebiasaan hidup Kebiasaan hidup yang dimaksud adalah pola makan yang tidak sehat dan minimnya gerak. sehingga penyakit diabetespun dapat menyerang orang tersebut. sehingga mempunyai resiko yang tinggi terkena diabetes mellitus tipe 1. Kondisi fisik Kondisi fisik seseorang. A H saling mempengaruhi dan saling memperberat satu sama lain. DM akibat bakteri masih 9 . virus ini mengakibatkan destruksi atau perusakan sel. Selain itu.Host-Environment saling berinteraksi. dan human coxsackievirus B4. Contoh : Asupan nutrisi yang tidak sehat akibat factor ekonomi menengah ke atas yang cenderung menjadi modern (semua serba instant) sehingga kebiasaan hidupnya pun menjadi tidak sehat. maka orang tersebut memiliki resiko untuk menderita diabetes mellitus juga. Melalui mekanisme infeksi sitolitik dalam sel B. Pada era globalisasi ini banyak sekali terdapat restoran makanan cepat saji. globalisasi membawa masyarakat kea rah modern yang canggih akan teknologi sehingga membuat masyarakat minim aktifitas. Konsep Host Genetika Jika dalam riwayat keluarga ada yang menderita diabetes mellitus. Sehingga tidak sedikit manusia yang berpola makan tidak sehat yang mampu menaikkan kadar gula darahnya. misalnya kelelahan. mumps. Usia Bayi dan balita yang masih rentan terhadap perubahan lingkungan. B. Bisa juga. Sedangkan pada usia dewasa dan lanjut mempunai resiko untuk terkena penyakit diabetes mellitus. Sedangkan pada NIDDM pravelensi tertinggi pada orang Asia. E A. Konsep Agent Agent biologis (virus dan bakteri) Virus penyebab DM adalah Rubela.Agent. virus ini menyerang melalui reaksi otoimunitas yang menyebabkan hilangnya otoimun dalam sel beta. Ras/ etnik Insidens IDDM paling banyak pada keturunan eropa dan tertinggi pada orangorang Skandinavia. kurang tidur dan kurang gizi dapt membuat imunitas terganggu.

Musim Virus telah di duga sebagai etiologi dari IDDM. karena pada tingkat social ekonomi yang tinggi mempunyai kecenderungan untuk terjadinya perubahan pola konsumsi makanan. pyrinuron (rodentisida). Agent kimia ( bahan toksik atau beracun) Bahan beracun yang merusak sel beta secara langsung adalah alloxan. semakin besar kemungkinan seseorang terjangkit DM. hal ini berdasarkan penemuan adanya peningkatan insidens IDDM pada musim-musim tertentu. semakin berat badan berlebih atau obesitas akibat nutrisi yag berlebihan. Bahan lain adalah sianida yang berasal dari singkong. Konsep Environment Social ekonomi Tingkat social ekonomi yang rendah mempunyai resiko terkena penyakit infeksi sedangkan tingkat social yang tinggi mempunyai resiko terkena DM. dan streptozoctin (produk dari sejenis jamur). Nutrisi yang berlebihan (overnutrition) merupakan factor resiko pertama yang diketahui menyebabkan DM.belum bisa di deteksi. C. pada masa ini antibody terhadap virus tertentu meningkat. yaitu musim gugur dan semi. para ahli kesehatan menduga bakteri cukup berperan menyebabkan penyakit ini. seperti fast food. 10 . Namun. Agent nutrisi Termasuk dalam kategori ini adalah karbohidrat yang mampu mempertinggi kadar gula darah.

Beberapa individu dengan DM diobati dengan insulin atau obat oral. 3. Pencegahan Primer adalah upaya yang ditujukan pada orang-orang yang masuk kelompok resiko tinggi. Masyarakat luas melalui lembaga swadaya masyarakat dan lembaga sosial lainnya harus diikutsertakan. dan GIT. Takaran obat dipakai jika dosis serendah mungkin. agar gula darah dapat terjaga dalam batas-batas normal. Dilakukan dengan pemberian pengobatan yang cukup dan tindakan deteksi dini penyulit sejak awal pengelolaan penyakit DM. B. DM tipe I hanya bisa diobati dengan suntikan insulin dan tidak bisa terkontrok dengan obat minum dan DM tipe II bisa terkontrol dengan obat minum. Obat untuk pasien gemuk dan untuk pasien kurus. Gula darah berhasil dikontrol. Takaran obat tidak selalu harus statis melainkan boleh ditambah atau dikurangi sesuai kebutuhan. Pengobatan Pengobatan DM bergantung kepada pengobatan diet dan pengobatan bila diperlukan. Sejak masa prasekolah hendaknya telah ditanamankan pengertian mengenai pentingnya kegiatan jsmani.PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN 1. dan resiko merokok bagi kesehatan. Skrininning direkomendasikan untuk: o Orang-orang yang mempunyai keluarga diabetes o Orang-orang dengan kadar glukosa abnormal pada saat hamil o Orang-rang yang mempunyai ganguan vaskuler o Orang-orang yang gemuk 2. Ini harus konsisten dari hari kehari. tetapi berpotensi untuk menderita DM. Makanan yan masuk harus dibagi merata sepanjang hari. Adalah sangat penting bagi pasien yang menerima insulin dikoordinasikan antara makanan yang masuk dengan aktivitas insulin lebih jauh orang dengan DM tpe II. Dosis obat diatur ssesuai dengan tinggi rendahnya kadar gula darah yang berfluktuasi dari waktu ke waktu. Obat minum memiliki dua pilihan jenis. Pencegahan sekunder dapat dilakukan dengan: 1. Diet Diet adalah penatalaksanaan yang penting dari kedua tipe DM. pola makanan yang sehat. menjaga badan agar tidak terlalu gemuk. Penyuluhan sangat penting perannya dalam upaya pencegahan primer. Pencegahan Sekunder adalah upaya mencegah atau menghambat timbulnya penyulit pada pasien yang telah menderita DM. disertai dengan diet dan tetap aktivitas fisik normal ditambah gerak badan. cenderung kegemukan dimana ini berhubungan dengan resistensi insulin dan hiperglikemia. Salah satu penyulit DM yang sering terjadi adalah penyakit kardiovaskular yang merupakan penyebab utama kematian pada penyandang diabetes. PENCEGAHAN DIABETES MELLITUS A. Demikian pula pemerintah perlu memasukkan upaya pencegahan primer DM dalam program penyuluhan dan pendidikan kesehatan. kadar gula darah puasa. yakni mereka yang belum menderita. Toleransi glukosa sering membaik dengan penurunan berat badan. Modifikasi dari faktor-faktor resiko:  Menjaga berat badan 11 . Kalau masih bisa tanpa obat. Skrinning Dilakukan dengan menggunakan tes urin. Untuk itu perlu dibantu dengan diet dan bergerak badan. cukup dengan menurunkan berat badan sampai mencapai berat badan ideal.

Kolaborasi yang baik antar para ahli di berbagai disiplin sangat diperlukan dalam menunjang keberhasilan pencegahan tersier. atau snack dengan kandungan garam tinggi. Melakukan kegiatan-kegiatan antara lain memberikan informasi dan edukasi mengenai Diabetes Mellitus dan pemeriksaan kadar gula darah secara gratis bagi sejuta orang merupakan upaya pemerintah untuk menanggulangi pertambahan penderita Diabetes Mellitus. Pengendalian DM lebih diprioritaskan pada pencegahan dini melalui upaya pencegahan faktor risiko DM yaitu upaya promotif dan preventif dengan tidak mengabaikan upaya kuratif dan rehabilitatif. karena kali ini yang menyebabkan aktivitas fisik berkurang atau minim. terutama di rumah sakit rujukan..  Konsumsi sayuran dan buah-buahan      C. kecacatan dan kematian yang disebabkan oleh Diabetes Mellitus.Tekanan darah Kadar kolesterol Berhenti merokok Membiasakan diri untuk hidup sehat Biasakan diri dengan berolahraga secara teatur. materi penyuluhan termasuk upaya rehabilitasi ynag dapat dilakukan untuk mencapai kualitas hidup yang optimal. sebelum kecacatan menetap. coklat. 12 . Pencegahan tersier memerlukan pelayanan kesehatan holistik dan terintergrasi antar disiplin yang terkait. Olahraga adala aktivitas fisik yang terencana dan terstruktur yang memanfaatkan gerakan tubuh yang berulang untuk mencapai kebugaran. Pencegahan Tersier ditujukan kepada kelompok penyandang diabetes yang telah mengalami penyulit dalam upaya mencegah terjadinya kecacatan lebih lanjut.  Hindari menonton televisi atau menggunakan komputer terlalu lama. PENANGGULANGAN DIABETES MELLITUS Tujuan program pengendalian DM di Indonesia adalah terselenggaranya pengendalian faktor resiko untuk menurunkan angka kesakitan.  Jangan mengonsumsi permen. Upaya rehabilitasi pada pasien dilakukan sedini mungkin. Pada upaya pencegahan tersier tetap dilakukan penyuluhan pada pasien dan keluarga. Hindari makanan siapa saji dengan kandungan kadar karbohidrat dan lemak tinggi. 2.

wordpress. http://repository.com 13 . Hendrawan.pdf http://rumahdiabetes. Jakarta: 2006.DAFTAR PUSTAKA Bantas.undip. Gramedia Pustaka Utama. Diabetes.pdf http://penyakitdalam. FKIK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.Sustrani.ac.files.com http://www.ac.Kompas.id/35606/3/Bab_2.wordpress.com/2009/11/konsensus-pengelolaaln-danpencegahan-diabets-melitus-tipe-2-di-indonesia-2006. FKM UI Konsensus Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Melitus Tipe 2 di Indonesia 2006 Nadesul.pdf http://eprints. Narila Mutia dan Febrianti. Nasir.id/bitstream/123456789/20165/4/Chapter%20II. Editor: Nasrin Kodim. 2002. Modul Gizi Kesehatan Masyarakat. Krisnawati. Lanny dkk. 428 Jawaban untuk 25 Penyakit Manajer dan Keluhan-keluhanOrang Mapan. “Epidemiologi penyakit diabetes mellitus” Himpunan Epidemiologi Penyakit Tidak Menular.diabetesmellituscenter.usu.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful