P. 1
zat radioaktif

zat radioaktif

|Views: 46|Likes:
Published by Abdul Afandy
Sejarah Penemuan Unsur Radioaktif
Sejarah penemuan zat radioaktif diawali dengan ditemukannya sinar X oleh Wilhelm Conrad Roentgen pada tahun 1895. Setelah itu, para ilmuwan menyadari bahwa beberapa unsur dapat memancarkan sinar-sinar tertentu, meskipun pada waktu itu para ilmuwan belum memahami hakikat sebenarnya dari sinar-sinar tersebut serta mengapa unsur-unsur memancarkannya
Sejarah Penemuan Unsur Radioaktif
Sejarah penemuan zat radioaktif diawali dengan ditemukannya sinar X oleh Wilhelm Conrad Roentgen pada tahun 1895. Setelah itu, para ilmuwan menyadari bahwa beberapa unsur dapat memancarkan sinar-sinar tertentu, meskipun pada waktu itu para ilmuwan belum memahami hakikat sebenarnya dari sinar-sinar tersebut serta mengapa unsur-unsur memancarkannya

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Abdul Afandy on Jan 28, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/20/2013

pdf

text

original

KELOMPOK IV

Abdul Afandi Taringan
Aryo Nanda Sembiring

Pebrianita Br Pinem
Try Puspita Sry Karina

Sejarah Penemuan Unsur Radioaktif

Sinar-sinar dan partikel radioaktif
sinar alpha (α)

partikel alpha terdifleksi oleh medan magnet

partikel alpha

Partikel Alpha (dinamakan sesuai huruf pertama pada abjad Yunani, α) adalah bentuk radiasi partikel yang sangat menyebabkan ionisasi, dan kemampuan penetrasinya rendah. Partikel tersebut terdiri dari dua buah proton dan dua buah neutron yang terikat menjadi sebuah partikel yang identik dengan nukleus helium, dan karenanya dapat ditulis juga sebagai He2+. Partikel Alpha dipancarkan oleh nuklei yang radioaktif seperti uranium atau radium dalam proses yang disebut dengan peluruhan alpha. Kadang-kadang proses ini membuat nukleus berada dalam excited state dan akan memancarkan sinar gamma untuk membuang energi yang lebih. Setelah partikel alpha dipancarkan, massa atom elemen yang memancarkan akan turun kira-kira sebesar 4 amu. Ini dikarenakan oleh hilangnya 4 nukleon. Nomor atom dari atom yang bersangkutan turun 2, karena hilangnya 2 proton dari atom tersebut, menjadikannya elemen yang baru. Contohnya adalah radium yang menjadi gas radon karena peluruhan alpha. Partikel Alpha tidak dapat menembus kertas yang agak tebal karena muatannya.

PARTIKEL BETA

Partikel Beta adalah elektron atau positron yang berenergi tinggi yang dipancarkan oleh beberapa jenis nukleus radioaktif seperti kalium-40. Partikel beta yang dipancarkan merupakan bentuk radiasi yang menyebabkan ionisasi, yang juga disebut sinar beta. Produksi partikel beta disebut juga peluruhan beta. Terdapat dua macam peluruhan beta, β− and β+, yang masing-masing adalah elektron dan positron. Sinar beta merupakan radiasi yang bermuatan negatif yang identik dengan elektron (-1e0). Sinar beta memiliki muatan -1 dan massa 1/1836 sma. Karena massanya sangat kecil, sinar beta sering dianggab tidak bermassa. Dengan memancarkan sinar beta, sebuah neutron berubah menjadi proton.
1 0n

 1p1 + -1e0

SINAR GAMMA

Sinar Gamma

Sinar gama (seringkali dinotasikan dengan huruf Yunani gamma, γ) adalah sebuah bentuk berenergi dari radiasi elektromagnetik yang diproduksi oleh radioaktivitas atau proses nuklir atau subatomik lainnya seperti penghancuran elektron-positron. Sinar gama membentuk spektrum elektromagnetik energi-tertinggi. Mereka seringkali didefinisikan bermulai dari energi 10 keV/ 2,42 EHz/ 124 pm, meskipun radiasi elektromagnetik dari sekitar 10 keV sampai beberapa ratus keV juga dapat menunjuk kepada sinar X keras. Penting untuk diingat bahwa tidak ada perbedaan fisikal antara sinar gama dan sinar X dari energi yang sama -- mereka adalah dua nama untuk radiasi elektromagnetik yang sama, sama seperti sinar matahari dan sinar bulan adalah dua nama untuk cahaya tampak. Namun, gama dibedakan dengan sinar X oleh asal mereka. Sinar gama adalah istilah untuk radiasi elektromagnetik energi-tinggi yang diproduksi oleh transisi energi karena percepatan elektron. Karena beberapa transisi elektron memungkinkan untuk memiliki energi lebih tinggi dari beberapa transisi nuklir, ada penindihan antara apa yang kita sebut sinar gama energi rendah dan sinar-X energi tinggi. Sinar gama merupakan sebuah bentuk radiasi mengionisasi; mereka lebih menembus dari radiasi alfa atau beta (keduanya bukan radiasi elektromagnetik), tapi kurang mengionisasi. Perlindungan untuk sinar γ membutuhkan banyak massa. Bahan yang digunakan untuk perisai harus diperhitungkan bahwa sinar gama diserap lebih banyak oleh bahan dengan nomor atom tinggi dan kepadatan tinggi. Juga, semakin tinggi energi sinar gama, makin tebal perisai yang dibutuhkan. Bahan untuk menahan sinar gama biasanya diilustrasikan dengan ketebalan yang dibutuhkan untuk mengurangi intensitas dari sinar gama setengahnya. Misalnya, sinar gama yang membutuhkan 1 cm (0,4 inci) "lead" untuk mengurangi intensitasnya sebesar 50% jujga akan mengurangi setengah intensitasnya dengan konkrit 6 cm (2,4 inci) atau debut paketan 9 cm (3,6 inci). Sinar gama dari fallout nuklir kemungkinan akan menyebabkan jumlah kematian terbesar dalam penggunaan senjata nuklir dalam sebuah perang nuklir. Sebuah perlindungan fallout yang efektif akan mengurangi terkenanya manusia 1000 kali. Sinar gama memang kurang mengionisasi dari sinar alfa atau beta. Namun, mengurangi bahaya terhadap manusia membutuhkan perlindungan yang lebih tebal. Mereka menghasilkan kerusakan yang mirip dengan yang disebabkan oleh sinar-X, seperti terbakar, kanker, dan mutasi genetika. Dalam hal ionisasi, radiasi gama berinteraksi dengan bahan melalui tiga proses utama: efek fotoelektrik, penyebaran Compton, dan produksi pasangan.

Gambar diatas merupakan gambar dari sinar alpha yang identik dengan helium dan memiliki muatan +2.. Sinar beta yang identik dengan elektron dan memiliki muatan -1. serta sinar gamma yang tidak memiliki muatan sama sekali.

Gambar di atas merupakan perbedaan dari daya tembus sinar-sinar radioaktif. Yaitu sinar alpha hanya dapat menembus kertas, sinar beta dapat menembus kayu atau kaca, dan sianr gamma dapat menembus keduanya.

Sinar-X dan Positron
Sinar-X merupakan radiasi elektromagnetik yang mirip dengan sinar , tetapi memiliki energi yang lebih rendah. Positron adalah partikel yang sama dengan partikel beta, tetapi muatannya berbeda sehingga positron dapat dinotasikan dengan +1 e0 Atau β+ . Radiasi positron atau sinar – x dihasilakan oleh inti yang memiliki jumblah proton lebih besar daripada neutron (harga n/p kecil). Hal ini disebabkan pemancaran positron menyebabkan proton berubah menjadi neutron.
1p 1 1 0n + +1

e0

Adapun radiasi sinar X terjadi jika ada elektron pada orbital kulit K ( kulit terdalam ) jatuh ke inti
1p 1 (dalam

inti) + -1 e0 ( dari kulit K)  0 n 1 + 0 x0

Radiasi sinar X terjadi ketika elektron dari kulit luar mengisi tempat yang kosong pada kulit K.

Sinar-sinar radioaktif memiliki karakteristik yang unik dan berbeda satu sama lainnya, walaupun berasal dari sumber yang sama. Tabel berikut merupakan kumpulan karakteristik sinar-sinar radioaktif yang dikumpulkan dari pembahasan sebelumnya.

Persamaan reaksi inti mensyaratkan jumlah muatan dan massa sebelah kanan sama dengan sebelah kiri. Berikut ini perbedaan reaksi inti dengan reaksi kimia.

Reaksi kimia
1. atom2 disusun ulang dengan cara pemutusan dan pembentukan ikatan kimia 2. Hanya atom2 dalam orbital yg terlibat dalam pemutusan dan pembentukan ikatan. 3. Reaksi disertai dengan pelepasan energi yang kecil 4. Laju reaksi dipengaruhi oleh tempratur, tekanan, konsentrasi dan katalisis.

Reaksi Inti
1. unsur-unsur di ubah dari satu bentuk ke bentuk lain. 2. proton, neutron,elektron, dan partikel dasar tidak terlibat dalam reaksi. 3. Reaksi disertai penyerapan atau pembebasan energi yang dahsyat. 4. Laju reaksi bisanya tidak berpengaruh oleh tempratur,teknan, dan katalisis.

Dalam mempelajari reaksi inti, istilah nuklida sering di gunakan. Nuklida biasanya digunakan untuk menunjukan inti atom dari isotop tertentu. Contoh reaksi inti adalah:

92

U238  90 Th234 +

2

He4

Jumlah muatan di ruas kiri = 92 dan di ruas kanan = 90 + 2 = 92 Jumlah massa di ruas kiri = 238 dan di ruas kanan = 234 + 4 = 238

Jadi, jumlah massa dan muatan di ruas kiri sama dengan jumlah muatan dan massa di ruas kanan.

Transmutasi
Transmutasi merupakan perubahan suatu isotop suatu unsur menjadi isotop unsur lain.Transmutasi juga dpat terjadi karena suatu unsur ditembak dengan peluru berukuran atom, misalnya partikel alfa, partikel beta, neutron atau partikel ringan lainnya. Transmutasi buatan merupakan transmutasi yang sengaja dbuat, contoh: + 2He4  8O17 + 1H1 Reaksi transmutasi buatan biasa dituliskan dengan notasi:
7N 14

T(x,y)P

T = inti sasaran X = partikel yang ditembakkan Y = partikel hasil P = inti yang dibentuk

Dengan demikian persamaan reaksinya ,yaitu : 7 N 14 ( 2 He 4 , 1 H1 ) 8 O17

Inti mengandung hampir semua massa atom karena inti terdiri atas neutron dan proton. Faktor utama yang menentukan stabilitas inti adalah rasio neutron terhadap proton (n/p). Unsur-unsur dengan nomor atom 1 sampai 20 ( Hidrogen sampai Kalium) rasio n/p nya adalah 1. isotop-isotop dengan jumblah proton dan neutron yang sama bersifat stabil. Penambahan dan pengurangan jumblah neutron menyebabkan ketidaksetabilan dan diikuti terjadinya reaksi inti.

Grafik Pita Kestabilan Unsur
Grafik disamping menunjukan jumblah neutron dan nomor atom beberapa isotop. Nulida yang setabil teletak pada daerah yang di sebut PITA KESETABILAN. Di atas pita kesetabilan nuklida memiliki rasio n/p lebih besar dari isotopnya yang berada dalam pita. Dibawah pita kesetabilan nuklida memiliki isotop rasio n/p lebih kecil daripada isotopnya yang berada dalam pita kesetabilan.

Laju peluruhan hanya bergantung pada jenis isotop dan jumblah isotop yang ada. Semua peluruhan pada radioaktif mengikuti order satu. Ini berarti laju peluruhan radioaktif pada setiap waktu t mengikuti persamaan berikut.

  

Berdasarkan persamaan laju reaksi orda satu, jumblah nuklida radioaktif pada saat t0 ( No ) dan saat t ( Nt ) adalah:

Waktu yg di perlukan oleh suatu nuklida radioaktif untuk meluruh menjadi separuhnya disebut waktu paruh ( t1/2 ). Jumlah sisa unsur radioaktif setelah beberapa kali meluruh adalah:

Efek samping atau kerugian radioaktif

IONISASI Suatu radiasi dapat menghasilkan ionisasi yang cukup besar. Daya pengion suatu radiasi didasarkan pada jumblah pasangan ion yang di hasilkan. Makin banyak pasangan ion makin kuat daya pengionnya sehingga daya pengion partikel alfa>partikel beta>sinar gamma.  EKSITASI Jika radiasi tidak menyebabkan elektron terlepas dari atom maka kemungkinan elektron itu berpindak ke tinggkat energi yang lebih tinggi. Ketika elektron yang tereksitasi itu kembali ke keadaan dasar, dibebaskan lag energi berupa sinar-X sinar ultrafiolet sinar tampak, dan sinar inframerah.  PEMUTUSAN IKATAN KIMIA Energi zat radio aktif yang kuat dapat menyebabkan terjadinya pemutusan ikatan kimia. Jika mengenai makhluk hidup, radiasi dapat menyebabkan radikal bebas yang reaktif. Misalnya, terjadi pemutusan ikatan pada struktur DNA dalam kromosom. Sehingga pemutusan itu dapat menyebabkan kelainan genetik dan kanker. Dosis radiasi yang besar dapat menyebabkan kematian, dosis 400 rem dapat menyebabkan kematian separuh populasi sel yang menerimanya dalam 60 hari. Dosis terkecil yang menimbulkan efek negatif adalah 30 rem.

Akibat radiasi yang melebihi dosis yang diperkenankan dapat menimpa seluruh tubuh atau hanya lokal. Radiasi tinggi dalam waktu singkat dapat menimbulkan efek akut atau seketika sedangkan radiasi dalam dosis rendah dampaknya baru terlihat dalam jangka waktu yang lama atau menimbulkan efek yang tertunda. Radiasi zat radioaktif dapat memengaruhi kelenjarkelenjar kelamin, sehingga menyebabkan kemandulan. Berdasarkan dari segi cepat atau lambatnya penampakan efek biologis akibat radiasi radioaktif ini, efek radiasi dibagi menjadi seperti berikut. 1. Efek segera Efek ini muncul kurang dari satu tahun sejak penyinaran. Gejala yang biasanya muncul adalah mual dan muntah muntah, rasa malas dan lelah serta terjadi perubahan jumlah butir darah. 2. Efek tertunda Efek ini muncul setelah lebih dari satu tahun sejak penyinaran. Efek tertunda ini dapat juga diderita oleh turunan dari orang yang menerima penyinaran. Apabila makhluk hidup yang terkena radasi atom nuklir yang berbahaya biasanya akan akan terjadi mutasi gen karena terjadi perubahan struktur zat serta pola reaksi kimia yang merusak sel-sel tubuh manusia. Tidak hanya itu saja, radio aktif juga menimbulkan efek dan akibat seperti pusing, nafsu makan berkurang, terjadi diare, berat badan berkurang, meningkatkan denyut jantung serta mudah terkana penyakit akibat sel darah putih yang jumlahnya berkurang.

Limbah radioaktif adalah jenis limbah yang mengandung atau terkontaminasi radionuklida pada konsentrasi atau aktivitas yang melebihi batas yang diijinkan (Clearance level) yang ditetapkan oleh Badan Pengawas Tenaga Nuklir. Definisi tersebut digunakan di dalam peraturan perundang-undangan. Pengertian limbah radioaktif yang lain mendefinisikan sebagai zat radioaktif yang sudah tidak dapat digunakan lagi, dan/atau bahan serta peralatan yang terkena zat radioaktif atau menjadi radioaktif dan sudah tidak dapat difungsikan/dimanfaatkan. Bahan atau peralatan tersebut terkena atau menjadi radioaktif kemungkinan karena pengoperasian instalasi nuklir atau instalasi yang memanfaatkan radiasi pengion. Jenis limbah radioaktif Dari segi besarnya aktivitas dibagi dalam limbah aktivitas tinggi, aktivitas sedang dan aktivitas rendah. Dari umurnya di bagi menjadi limbah umur paruh panjang, dan limbah umur paruh pendek. Dari bentuk fisiknya dibagi menjadi limbah padat, cair dan gas. Sumber-sumber limbah radioaktif Limbah radioaktif umumnya berasal dari setiap pemanfaatan tenaga nuklir, baik pemanfaatan untuk pembangkitan daya listrik menggunakan reaktor nuklir, maupun pemanfaatan nuklir untuk keperluan industri dan rumah sakit. NORM (naturally occurring radioactive material) Ada material-material yang secara alami bersifat radioaktif. Mengolah material-material ini dapat menghasilkan limbah radioaktif dan biasanya dikategorikan dalam NORM. Kebanyakan limbah ini adalah material pemancar partikel alpha yang berasal dari rantai peluruhan uranium

Limbah radioaktif

Radioaktif dapat digunakan untuk PLTN (pembangkit listrik tenaga nuklir). PLTN memanfaatkan efek panas yang dihasilkan oleh reaksi radioaktif, misalnya 92 u235 .

Skema reaktor nuklir pada PLTN

Radioaktif sebagai perunut
1. Bidang Kedokteran Digunakan sebagai perunut untuk mendeteksi berbagai jenis penyakit, antara lain: a. 24Na, mendeteksi adanya gangguan peredaran darah. b. 59Fe, mengukur laju pembentukan sel darah merah. c. 11C, mengetahui metabolisme secara umum. d. 131I, mendeteksi kerusakan pada kelenjar tiroid. e. 32P, mendeteksi penyakit mata, liver, dan adanya tumor. 2. Bidang Pertanian a. 37P dan 14C, mengetahui tempat pemupukan yang tepat. b. 32P, mempelajari arah dan kemampuan tentang serangga hama. c. Mutasi gen atau pemuliaan tanaman. d. 14C dan 18O, mengetahui metabolisme dan proses fotosintesis. 3. Bidang Peternakan a. Mengkaji efisiensi pemanfaatan pakan untuk produksi ternak. b. Mengungkapkan informasi dasar kimia dan biologi maupun antikualitas pada pakan ternak. c. 32P dan 35S, untuk pengukuran jumlah dan laju sintesis protein di dalam usus besar. d. 14C dan 3H, untuk pengukuran produksi serta proporsi asam lemak mudah menguap di dalam usus besar.

4. Bidang Hidrologi a. 24Na dan 131I, digunakan untuk mengetahui kecepatan aliran air sungai. b. Menyelidiki kebocoran pipa air bawah tanah. c. 14C dan 13C, menentukan umur dan asal air tanah. 5. Bidang Kimia Digunakan untuk analisis penelusuran mekanisme reaksi kimia, seperti: a. Dengan bantuan isotop oksigen–18 sebagai atom perunut, dapat ditentukan asal molekul air yang terbentuk. b. Analisis pengaktifan neutron. c. Sumber radiasi dan sebagai katalis pada suatu reaksi kimia. d. Pembuatan unsur-unsur baru. 6. Bidang Biologi a. Mengubah sifat gen dengan cara memberikan sinar radiasi pada gen-gen tertentu. b. Menentukan kecepatan pembentukan senyawa pada proses fotosintesis menggunakan radioisotop C–14. c. Meneliti gerakan air di dalam batang tanaman. d. Mengetahui ATP sebagai penyimpan energi dalam tubuh dengan menggunakan radioisotop 38F.

7 Perindustrian
Dalam pembuatan kertas,kepingan plastik, dan kepingan logam, pengawalan ketebalan secara automatik boleh dicapai dengan ,meletakkan sumber zarah beta di sebelah kepingan dan pengesan di sebelah yang lain. Jika kepingan itu terlalu nipis, pembilangan yang dicatat oleh pengesan bertambah dan isyarat akan dihantar ke penggelek supaya tekanan pada kepingan dikurangkan.

Tin dan bungkusan disemak dengan memancar zarah beta menerusinya. Jika pembilangan bertambah, tin itu tidak diisi dengan penuh dan akan disingkirkan.

Radioisotop digunakan untuk mengesan kebocoran paip air bawah tanah. Sedikit garam(NaCl) yang mengandungi radioisotop natrium-24 (setengah hayat yang pendek) dilarutkan ke dalam air di tangki simpanan.

Satu pengesan tiub Geiger-Muller digerakkan di permukaan tanah mengikut laluan paip itu sehingga pembilangan yang besar dikesan. natrium-24 digunakan sebagai penyurihj kerana:(a) mempunyai setengah hayat yang pendek supaya keaktifannya dalam air akan turun ke nilai yang tidak merbahaya dalam tempoh yang singkat. (b) memancarkan zarah beta yang dapat menembusi tanah untuk dikesan . (Zarah alfa tidak dapat menembusi tanah manakala sinar gama pula akan menembusi paip yang tidak bocor). Semasa pembuatan kain sintetik, kain dicaskan dan akan menarik habuk serta kotoran dari udara. Sumber zarah alfa yang kuat digunakan untuk menyahcas kain sintetik. Sinar gama yang mempunyai kuasa penembusian yang tinggi digunakan untuk mengesan rekahan dalam yang mungkin terdapat di dalam plat keluli.

RADIOAKTIF SEBAGAI SUMBER RADIASI
 

1. Bidang Kedokteran Digunakan untuk sterilisasi radiasi, terapi tumor dan kanker. 2. Bidang Industri Digunakan untuk: a. Perbaikan mutu kayu dengan penambahan monomer yang sudah diradiasi, kayu menjadi lebih keras dan lebih awet. b. Perbaikan mutu serat tekstil dengan meradiasi serat tekstil, sehingga titik leleh lebih tinggi dan mudah mengisap zat warna serta air. c. Mengontrol ketebalan produk yang dihasilkan, seperti lembaran kertas, film, dan lempeng logam. d. 60Co untuk penyamakan kulit, sehingga daya rentang kulit yang disamak dengan cara ini lebih baik daripada kulit yang disamak dengan cara biasa. 3. Bidang Peternakan Digunakan untuk: a. Mutasi gen dengan radiasi untuk pemuliaan tanaman. b. Pemberantasan hama dengan meradiasi serangga jantan sehingga mandul. c. Pengawetan bahan pangan dengan radiasi sinar-X atau gama untuk membunuh telur atau larva. d. Menunda pertunasan pada bawang, kentang, dan umbi-umbian untuk memperpanjang masa penyimpanan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->