HIPOGLIKEMIA E.

C OBAT DIABETES MELITUS
LAPORAN KASUS

RUMAH SAKIT ISLAM JAKARTA CEMPAKA PUTIH

DISUSUN OLEH : Nuri Nandhya kirana 2008730099

PROGRAM STUDI KEDOKTERAN FAKULTAS KEDOKTERAN DAN KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA

jawa barat.tiap bangun tidur selalu pusing.muntah -. tidak respon terhadap perintah.2.pusing.BAB dan BAK lancar. Pada saat itu os diberi obat oleh dokter disana dengan dosis lebih tinggi dari yang biasanya.rekam medis Tanggal : Tn.laki : Wiraswasta : Kawin : Jl.lalu os datang ke rumah sakit daerah bekasi untuk selalu kontrol Tekanan darah dan Diabetes Militus.setelah itu malamnya os tidur. ANAMNESA Keluhan Utama Keluhan Tambahan : Penurunan Kesadaran sejak 1 hari yang lalu.komp SBS no 4 kota bekasi prov. . : Lemas.BAB I PENDAHULUAN I. OS dirumah tidak sadar ±2jam.lemas.tetapi tidak lama kemudian os sadarkan diri.I IDENTITAS PASIEN Nama Usia Jenis Kelamin Pekerjaan Status Perkawinan Alamat Agama No. gelap sampai terjadi penerunan kesadaran. S : 57 tahun : Laki . Riwayat Penyakit Keluarga : Tidak ada yang punya Keluhan yang sama. Riwayat Penyakit Sekarang : Os datang ke UGD dengan penurunan kesadaaran sejak 1 hari yang lalu. Riwayat Penyakit Terdahulu : Riwayat DM dan HT sejak 2005 terkontrol selalu minum obat .dan kirakira 3 hari yang lalu pada saat bangun tidur os merasa pusingnya memberat.tidak respon pada perintah. : Islam : 64 33 96 : 19 November 2011 I.mual +.

/ -.  Auskultasi : Suara nafas bronkovesikuler. : serumen .Riwayat alergi Riwayat pengobatan : disangkal : minum obat captopril Dan minum obat metformin. pertumbuhan merata : Konjungtiva anemis . Riwayat Psikososial :Olahraga jarang. : Septum deviasi . Thorax :  Inspeksi  Palpasi  Perkusi : Tampak sakit sedang : Kompos Mentis : : 140 / 70 mmHg : 80 x / menit.. Pergerakan pernafasan simetris kanan dan kiri : vocal fremitus kanan dan kiri sama. kuat angkat. sklera ikterik . PEMERIKSAAN FISIK . pembesaran kelenjar getah bening +. sekret .Keadaan Umum . : Mukosa lembab. pendek.Tekanan darah . sekret .Tanda Vital ./ -.3. : Sonor pada kedua lapang paru. sedikit beruban. lidah agak kering.merokok.Nadi ./ -.Respirasi ./-./ -. reguler. faring tidak hiperemis : Pembesaran kelenjar thyroid -. Jantung :  Inspeksi : ictus codis tidak terlihat. simetris : lurus.suka makanan berlemak I.Suhu Status Generalis Kepala Rambut Mata Hidung Telinga Mulut Leher : Bentuk bulat. .Kesadaran . isi cukup : 20 x / menit : 36 o C Pulmo : : Bentuk normal kanan dan kiri.

/ -.4 13. nyeri tekan ringan (-)./ -. akral hangat.50 Pemeriksaan HB JML Leukosit JML Trombosit HT KIMIA KLINIK Glukosa sewaktu GDS SGOT SGPT Ureum darah Kreatinin darah L40 22 19 32 1.0 Mg/dl u/L u/L Mg/dl Mg/dl 70-200 10-34 9-43 10-50 <1.  Perkusi : timpani pada seluruh kuadran abdomen.  Auskultasi : Bising usus(+) normal. I. murmur -. PEMERIKSAAN PENUNJANG Laboratorium Pemeriksaan tanggal 19-11-11 jam 17.2-17. nyeritekan epigastrium (-). hepar dan lien tidak teraba. Ekstremitas:  Atas  Inferior : sianosis . eritema (-)  Palpasi : Supel.3 3.76 204 44 Hasil g/dl Ribu/ml Ribu/ml % Satuan Nilai normal 13. akral hangat./ -. gallop -. edema . : sianosis .4.80-10./ -.7 13. edema . Palpasi : Ictus cordis tidak teraba  Auskultasi : Bunyi jantung I – II reguler. Abdomen :  Inspeksi : Perut datar .nyeri tekan alam(-).60 150-440 40-52 .

Pemeriksaan fisik terdapat pembesaran KGB pada daerah leher dan pada pemeriksaan penunjang terdapat penurunan gua darah sewaktu L40Mg/dl. RESUME TN.00 = 194 Mg/dl Glukosa jam 18.pusing. peningkatan leukosit 13.00 = 159 Mg/dl Tanggal hasil selesai 20-11-11 18.5. lemas.Tanggal hasil selesai 19-11-11 23:18 KIMIA KLINIK Glukosa jam 16. .59 KIMIA KLINIK Glukosa jam 02:00 = 69 Mg/dl Glukosa jam 06:00 = 188 Mg/dl Glukosa jam 08:00 = 350 Mg/dl Glukosa jam 12:00 = 281 Mg/dl Tanggal hasil selesai 20-11-11 23:34 KIMIA KLINIK Glukosa jam 16:00 = 281 Mg/dl Glukosa jam 22:00 = 204 Mg/dl Tanggal hasil selesai 21-11-11 19:31 KIMIA KLINIK Glukosa jam 04:00 = 118 Mg/dl Glukosa jam 10:00 = 224 Mg/dl Glukosa jam 16:00 = 200 Mg/dl I. Riwayat DM dan HT sejak 2005 terkontrol selalu minum obat.76rb/ml.OS tidak respon terhadap perintah.00 = 186 Mg/dl Glukosa jam 22. Tekanan darah 140/70 mmHg. Pasien mengkonsumsi obat metformin dan captopril.mual +.S usia 57 thn datang ke UGD dengan penurunan kesadaaran sejak 1 hari yang lalu.

I. tremor.  Hipoglikemia membutuhkan penanganan segera dengan meningkatkan kadar gula darah hingga mencapai batas normal yaitu 70 – 200 mg/dl. gagal ginjal target tekanan darah adalah <130/80 mmHg.c hipoglikemia 2. lemas. anxietas e. Hipoglikemia dapat merupakan komplikasi dari pengobatan diabetes melitus terkontrol yang disebabkan konsumsi obat hipoglikemik oral secara berkesinambungan sehingga menekan fungsi sel β pankreas dalam menghasilkan insulin. berkeringat. Hipoglikemia   Menaikan kadar gula darah dalam batas normal Konsumsi karbohidrat 15 – 20 gr .7. stroke. Menghambat laju penyakit ginjal I.6. Hipertensi   Hipertensi adalah keadaan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan diastolik lebih dari 90 mmHg Hipertensi merupakan faktor resiko utama untuk terjadinya penyakit jantung.8. penurunan kesadaran.anxietas e. Daftar Masalah : 1. anxietas ec.  Penurunan morbiditas dan mortalitas kardiovaskuler. Hipertensi I. 2.palpitasi. gangguan penglihatan dan penyakit ginjal Tujuan pengobatan pasien hipertensi adalah: 8 Target tekanan darah yatiu <140/90 mmHg dan untuk individu berisiko tinggi seperti diabetes melitus. PENATALAKSANAAN 1. gagal jantung kongesif. ASSESSMENT : 1.c hipoglikemia    Hipoglikemia merupakan keadaan dimana kadar gula darah <70mg/dl Tanda dan gejala hipoglikemia antara lain.

Hal ini dapat meningkatkan glukosa dengan 30-100 mg / dL 2. Angiotensin Converting Enzyme Inhibitor (ACEI). beta blocker. . menyebabkan glikogenolisis dan pelepasan glukosa ke dalam darah. Hipertensi      Menurunkan berat badan bila status gizi berlebih Menurunkan konsumsi kafein dan alkohol Mengurangi asupan natrium Meningkatkan aktifitas fisik aldosteron antagonis. Angiotensin II Receptor Blocker atau AT1 receptor antagonist/ blocker (ARB). hormon yang cepat counter efek metabolik insulin dalam hati. calcium chanel blocker atau calcium antagonist.  Jika pasien tdk dapat menerima glukosa oral maka dapat diberikan glukosa IV perifer Dekstrosa 5% dan 10% Pemberian Glukagon.

dan human coxsackievirus B4. mumps. Para ahli kesehatan juga menyebutkan DM merupakan penyakit yang terpaut kromosom seks atau kelamin. dan streptozoctin (produk dari sejenis jamur). sedangkan kaum perempuan sebagai pihak yang membawa gen untuk diwariskan kepada anak-anaknya. Diabetes mellitus cenderung diturunkan atau diawariskan. para ahli kesehatan menduga bakteri cukup berperan menyebabkan DM. Virus penyebab DM adalah rubela. Bisa juga. Nutrisi yang berlebihan (overnutrition) merupakan faktor resiko pertama yang diketahui menyebabkan DM. Etiologi Diabetes mellitus disebabkan berkurangnya produksi dan ketersediaan insulin dalam tubuh atau terjadinya gangguan fungsi insulin yang sebenarnya berjumlah cukup. Biasanya kaum laki-laki menjadi penderita sesungguhnya. Namun. Semakin berat badan berlebih atau obesitas akibat nutrisi yang berlebihan. pyrinuron (rodentisida). jika dirunut lebih lanjut. beberapa faktor yang menyebabkan DM sebagai berikut.  Virus dan Bakteri. bukan ditularkan. Melalui mekanisme infeksi sitolitik dalam sel beta. Bahan lain adalah sianida yang berasal dari singkong. virus ini mengakibatkan destruksi atau perusakan sel.BAB II TINJAUAN PUSTAKA Diabetes melitus tipe II A. Anggota keluarga penderita DM (diabetisi) memiliki kemungkinan lebih besar terserang penyakit ini dibandingkan dengan anggota keluarga yang tidak menderita DM.  Genetik atau Faktor Keturunan. Bahan beracun yang mampu merusak sel beta secara langsung adalah alloxan.  Nutrisi. virus ini menyerang melalui reaksi otoimunitas yang menyebabkan hilangnya otoimun dalam sel beta. . semakin besar kemungkinan seseorang terjangkit DM. Diabetes mellitus akibat bakteri masih belum bisa dideteksi. Kekurangan insulin disebabkan adanya kerusakan sebagian kecil atau sebagian besar selsel beta pulau langerhans dalam kelenjar pankreas yang berfungsi menghasilkan insulin. Namun.  Bahan Toksik atau Beracun.

tingkat lemak dalam darah tidak normal HDL ≤35 mg/dl. Faktor resiko Faktor resiko pada penyakit diabetes adalah: 1. kaena terjadi resistensi insulin pada sel beta pankreas. dan polifagia. pada diabetes Tipe 2 jumlah insulin normal. dan glukosa dalam pembuluh darah meningkat.polidipsia. namun pada diabetes terdapat gejala yang sangat umum yaitu: poliuri. Sehingga sel akan kekurangan glukosa. meminum obat obatan yang dapat menaikkan kadar glikosa darah . Kadang tubuh menjadi lemah dan terasa lelah. kelompok etnis yang beresiko tinggi(indian. asia. pola makan yang salah 7.Biasanya gejala yang menyebabkan seseorang ingin segera pergi ke dokter adalah kelainan kulit seperti gatal dan nodus yang tidak kunjung sembuh. C. polifagia. Patogenesis Patogenesis yang akan dijelaskan disini adalah diabetes tipe II. Diagnosis diabetes melitus dipastikan bila :  Terdapat gejala umum diabetes (poliuri. Reseptor insulin di ibaratkan lubang kunci pintu masuk ke dalam sel. melahirkan seorang bayi denga berat lebih dari 9 pon. D. penurunan berat badan)disertai dengan salah satu nilai pemeriksaan glukosa yang tidak normal (GDS ≥200 mg/dl atau GDP≥126 mg/dl) . serta kesemutan yang disertai mati rasa. tetapi karena reseptornya kurang maka glukosa yang masuk kedalam sel akan sedikit. peroses penuaan 8. Kriteria diagnosis Diagnosis tegakkan berdasarkan keluhan penderita. keturunan pertama penderita diabetes (ayah tau ibu) 2. 5. tetapi jumlah reseptor insulin yang terdapat pada permukaan sel yang kurang. Pada keadaan tadi jumlah libang kuncinya yang kurang sehingga walaupun anak kuncinya (insulin) banyak. latin) 3. atau trigliserida ≥250 mg/dl 6. kelainan ginekologi seperti flour albus. atau menderita diabetes selama kehamilan 4. disfungasi ereksi pada pria. tekanan darah 140/90 mm/Hg atau lebih.B.pemeriksaan fisik dan disertai pemeriksaan penunjang. polidipsi.

yaitu: 1. Kemampuan ini diberikan lewat penyuluhan dengan semboyan 4 sehat. 5 sempurna dan tidak terlalu sulit dipahami karena . karena pasien DM memang harus mampu memilih dan menetapkan santapan dengan komposisi seimbang. kesemutan. dan menjalani terapi farmakologis Yang perlu menjadi perhatian bagi para diabetesi adalah dengan menjalankan Lima Pilar Utama Pengelolaan DM. pruritus vulvae) disertai dengan 2 nilai pemeriksaan glukosa tidak normal ( GDS ≥ 200 mg/dl atau GDP ≥126 mg/dl ) E. Perencanaan makan Istilah ini sangat relevan. teratur dalam berolah raga. gatal gatal. mata kabur diffungsi ereksi. Penatalaksanaan Pada penderita DM akan lebih baik jika tetap melaksanakan pengaturan pola makan. Terdapat keluhan tidak khas (lemah.

5 jam) dijalankan menurut pedoman CRIPE. 5. protein 1015%. Kegagalan pengendalian glikemia pad diabetes militus setelsh melakukan perubahan gaya hidup memerlikan interfensi farmako terapi agar dapat mencegah terjadinya komplikasi diabetes atau paling sedikit dapat menghambatnya. Hiperlipidema. kegiatan jasmani. degradasi dan aktivitas metabolitnya. biguanid. dan insulin. Obesitas. Hiperglikemia. Resisten Insulin. Terapi farmakologis yang dapat dugunakan yaitu: 1. Umur. Stress. Latihan Jasmani Pilar ini sangat dianjurkan. 3. tetapi harus disesuaikan dengan kemampuan dan kondisi penyakit lain pada pasien. 4. Hipertensi Ketidak aktifan fisik. Pada saat ini masih digunakan obat golongan sulfonilurea. 2. Golongan sulfonilurea Mekanisme kerja : terutama pemakaian dalam jangka waktu lama dan pemakaian kombinasi dengan insulin. Dalam pencegahan primer dan sekunder dari Diabetes Mellitus perubahan perilaku sangat penting. Hipercuricama.pola makan tetap sesuai dengan pola makan umum yaitu: karbohidrat 60-70%.golongan ini memiliki cara kerja yang sama hanya berbeda dalam hal masa kerja. Merokok. perlu ditekankan perubahan perilaku orang. Pencegahan Untuk dapat mencegah terjadinya penyulit Diabetes Mellitus pada jantung dan pembuluh darah perlulah diketahui faktor-faktor apa yang merupakan faktor pemburuk jantung dan pembuluh darah. seperti: Keturunan. yaitu berupa perencanaan makanan/ terapi gizi medik. dan penurunan berat badan bila didapat berat badan lebih atau obesitas. obat merupakan pelengkap yang digunakan menurut indikasi. Obat Berkhasiat Hipoglikemia Ditinjau dari segi pengelolaan menyeluruh. Hiperagregasi. Bila langkah langkah tersebut belum tercapai maka baru dilanjutkan dengan intervensi farmakologis. Jenis Kelamin. Alkohol. Langkah pertama dalam mengelola diabetes melitus harus dimulai dengan pendekatan non farmakologis. lemak 20-25%. . Penyuluhan Pada beberapa faktor risiko penyakit kardiovaskular dan Diabetes Mellitus. Bila mungkin latihan teratur (3-4 kali seminggu ± 1.

glibenklamid : masa paruh 4 jam pada pemakaian akut. frekuensi 1-2 kali. Glibenklamid menurunkan glukosa darah puasa lebih besar dari glukosa sesudah makan.120 mg.20 jam. glikuidon : dosis awal 15 mg. pada pemakaian > 12 minggu masa paruh memanjang ( 12 jam ) bahkan sampai > 20 jam pada pemakaian kronik. lama kerja 10 . b. glipizid : dosis awal 5 mg. Golongan biguanid Metformin : menurunkan glukosa darah melalui pengaruhnya terhadap kerja insulin pada tingkat seluler. dosis harian 30 . Kombinasi sulfonilurea dengan insulin : dengan memberikan dosis insulin kerja sedang pada malam hari. produksi glukosa hati pada malam hari dapat dikurangi sehingga kadar glukosa puasa dapat menjadi lebih ringan.20 mg. frekuensi 1 kali. Indikasi : pada penderita diabetes melitus DMTI Kontra indikasi : .sebaiknya tidak dipakai pada pasien usia lanjut .240 mg. dosis awal 50 mg. lama kerja 10 . . distal dari reseptor insulin serta menurunkan produksi glukosa hati. menurunkan ambang sekresi insulin c.a. menstimulasi penglepasan insulin yang tersimpan ( stored insulin ) pada sel beta pankreas.pemakaian yang bersamaan dengan obat sulfat Dosis : dosis obat golongan sulfonilurea tidak sama diberbagai tempat didunia. frekuensi 1 – 2 kali. jadi dianjurkan satu kali sehari. sehingga hanya dapat dipakai pada pasien yang mampu mensekresi insulin. dosis awal 2. Kombinasi ini ternyata memberi hasil yang lebih baik dan insulin yang di perlikan pun menjadi lebih rendah. Tetapi di anjurkan untuk dimulai dari dosis rendah untuk menghindari hipoglikemia.5 – 20 mg.24 jam. meningkatkan sekresi insulin sebagai akibat rangsangan glukosa. lama kerja 12 .5 mg. dosis harian 100-500 mg. Contoh : klorpropamid : 58 % pasien pemakaian klorpropamid masih responsif. dosis harian 2. gliklazid : dosis awal 40 mg.16 jam. frekuensi 1 – 2 kali. Selanjutnya kadar glukosa darah pada siang hari dapat diatur dengan pemberian sulfonilurea seperti biasanya. lama kerja 10 .20 jam. dosis harian 5 . lama kerja 24-36 jam. 2. frekuensi 1 – 3 kali. dosis harian 80 .

dan pada dosis maksimal dapat menurunkan glikosa lebih banyak. Kombinasi sulfonilurea dengan metformin adalah kombinasi yang rasional karena cara kerja yang berbeda saling aditif. Fetformin dan buformin tidak dipakai lagi karena efek samping asidosis laktat. Penghambat alfa glukosidasi Obat ini bekerja secara kompetitif menghambat kerja enzim alfa glukosidase dalam saluran cerna sehingga dapat menurunkan penyerapan glukosa dan menurunkan hiperglikemik postprandial. Kemungkinan asidosis laktat sangat kecil. Jika diberikan secara bersamaan dengan metformin pada orang normal dapat menghambat bioavailabilitas metformin. 3. Efek samping gastrointestinal tidak jarang ditemukan. 4. 3.dapat diberikan secara oral.meningkatkan pemakaian glukosa oleh sel usus sehingga menurunkan glukosa darah dan juga disangka menghambat absorbsi glukosa dari usus pada keadaan sesudah makan.metformin menurunkan kadar glukosa darah tapi tidak sampai di bawah normal karena itu tidak disebut hipoglikemik. bekerja meningkatkan glukosadisposal pada sel dan mengurangi produksi glukosa hati. Kombinasi dengan insulin dapat dipertimbangkan dengan pasien gemuk yang kadar glukosa darahnya sukar dikendalikan. ketahui betul cara kerja. harga harus terjangkau . 5. lama kerja. tidak menyebabkan hipoglikemik dan tidak berpengaruh pada gkadar insulin. Kombinasi insulin dengan sulfanilurea lebih baik dari pada kombinasi insulin dengan metformin. penurunan glukosa lebih banyak. pikirkan adanya interaksi obat pada pemakaian secara bersamaan. dimulai dengan dosis rendah 2. Yang harus diperhatikan dalam memilih obat hipoglikemik oral : 1. flatulence dan diare akibat dari mal digesti karbihidrat. pada kegagalan skunder usahakan menggunakan obat oral lain jika gagal beralih pada insulin. 4. efek samping. Efek samping yaitu meteorismus. insulin sensitizing agent Thiazolidinediones adalah golongan obat baru yang mempunyai efek farmakologis meningkatkan sensitifitas insulin.

Komplikasitersebut menjadi masalah utama karena tingginya angka kematian. penyebab hipoglikemia adalah: (1)makan kurang dari aturan yang ditentukan. Hipoglikemia. (2) berat . Pada penderita DMTI Diabetes dengan berat badan kurang Diabetes hamil Kegagalan pemakaian obat hipoglikemik. Insulin Pemakaian insulin dapat dilakukan jika pengendalian dengan obat oral maupun kombinasinya. infeksi. Indikasi pemakaian insulin : Harus digunakan pada keadaan ketoasidosis atau koma hiperosmolar non ketotik. F. Prognosis Tegantung pada kesungguhan penderita. Mekanisme kerja : Sekresi insulin → masuk sirkulasi darah dalam bentuk bebas → menuju sel target → berikatan dengan reseptor spesifik membran → transpor glukosa ekstra sel menuju intra sel. Komplikasi Komplikasi akut seperti hipoglikemia dan ketoasidosis merupakan keadaan gawat darurat yang dapat terjadi pada penyakit diabetes melitus. dan stress. Merupakan keadaan klinik gangguan saraf yang disebabkan penurunan glukosa darah.5. namun secara umum tujuan pengelolaan diabetes adalah:        Menghilangkan gejala Menciptakan dan mempertahankan rasa sehat Memperbaiki kualitas hidup Mencegah komplikasi akut dan kronik Mengurangi laju perkembangan komplikasi yang telah ada Mengurangi kematian Pengobati penyakit penyerta bila ada G. Secara keseluruhan 20-25% pasien DMTTI kemudian akan memerlukan insulin untuk mengendalikan kadar glikosa darah.

berdebar debar. 4. bibir atau tangan. kesilitan menghitung sederhana. melahirkan. sesudah operasi. menjelaskan pada masyarakat mencagah lebih baik dari pada mengobati. Stadium gangguan otak ringan : lemah. Tanda hipoglikemia mempinyai 4 stadium : 1. Stadium simpatik : keringat dingin pada muka terutam hidung. (4) Sesudah melahirkan. kurangi dosis insulin bila ada perubahan pola makan yang kurang. sasarannya adalah mereka yang masih sehat. Bagi pengguna insulin hipoglikemia dapat dialakukan pencegahan berupa: tepat dosis insulin. . jangan menyuntik terlalu dalam. susah bicara. (3) sesudah olah raga. 3. Stadium gangguan otak berat: koma dengan atau tampa kejang. Stadium parasimpatik : lapar mual tekanan darah menurun. Pencegahan Menurut WHO tahun 1994upaya pencegahan diabetes ada 3 tahap yaitu : Pencegahan primer: Semua aktivitas yang ditujukan untuk pencegahan timbulnya hyperglikemia. (6) Makan obat yang bersifat hipoglikemia. H. olahraga. Denga mempropagandakan pola hidup sehat dangan pola hidup beresiko. (5) Sembauh dari sakit.badan turan. 2. lesu.

yang meluputi :    Mencegah timbulnya komplikasi Mencegah berlanjutnya(progesi) komplikasi untuk tidak menjurus pada penyakit organ. dengan demikian pasien diabetes yang sebelumnya tidak terdiagnosis dapat terjaring Pencegahan Tersier: Pencegahan ini di tujakan pada orang yang sudah terdiagnosa DM. teratur berolah raga. Mencegah terjadinya kecacatan yang di sebkan karena kegagalan organ atau jaringan. menjaga berat badan agar tidak gemuk. Tujuan pencegahan tersier ini agar paien dapat meningkatkan motivasinya untuk mengendalikan diabetesnnya . misal dengan tes saring pada kelompok resiko tinggi. Semua punya untuk mencegah terjadinya komplikasi atau kecacatan akibat komplikasi itu.diantaranya kmpanye makanan sehat. Pencegahan sekunder: Menemukan pengidap DM sedini mungkin.

PERKENI 2006 Terapi Insulin Pada Pasien Diabetes Melitus. 2001. Newyork: Publisher Group West http://en.wikipedia. 2007.org/wiki/Anti-diabetic_drug . Jakarta: FKUI Konsensus Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Melitus Tipe 2 di Indonesia. Jakarta: Pusat Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI Penatalaksanaan Diabetes Melitus Terpadu. 2007. Gretchen. PERKENI 2007 Becker.DAFTAR PUSTAKA Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam FKUI. Type 2 Diabetes: An Essential Guide for the Newly Diagnosed.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful