LISTRIK DINAMIS I

Mata Pelajaran : Fisika Kelas : II (Dua) Nomor Modul : Fis.X.13

Penulis Direvisi oleh Penyunting Materi Penyunting Media

: : : :

Dra. Nia Ainawati Haesin Sukarman, S.Pd. Drs. I Made Astra, M.Si. Dr. Nurdin Ibrahim, M.Pd.

DAFTAR ISI
IDENTITAS DAFTAR ISI PENDAHULUAN Kegiatan Belajar 1: HUKUM OHM ................................................................ 5 Petunjuk .......................................................................... 5 Uraian Materi .................................................................. 5 1. Kuat Arus Listrik ....................................................... 5 2. Beda Potensial atau Tegangan Listrik (V) ................. 7 3. Hubungan antara Tegangan Listrik (V) dan Kuat Arus Listrik (I) ........................................................... 7 4. Penerapan hukum OHM dalam Kehidupan sehari-hari ................................................................ 11 5. Hubungan antara hambatan kawat dengan jenis kawat dan ukuran kawat ........................................... 11 TUGAS KEGIATAN 1 ....................................................... 15 Kegiatan Belajar 2: RANGKAIAN KOMPONEN LISTRIK ............................. Petunjuk .......................................................................... Uraian Materi .................................................................. 1. Hambatan disusun seri ............................................ 2. Hambatan disusun paralel ....................................... 3. Gabungan Sumber Tegangan .................................. TUGAS KEGIATAN 2 ....................................................... Kegiatan Belajar 3: HUKUM KIRCHOFF ....................................................... Petunjuk .......................................................................... Uraian Materi .................................................................. 1. Hukum I Kirchoff ...................................................... 2. Hukum II Kirchoff ...................................................... TUGAS KEGIATAN 3 ....................................................... 19 19 19 19 22 25 28 31 31 31 31 35 40

PENUTUP ........................................................................................................ 45 KUNCI KEGIATAN ........................................................................................... 48 DAFTAR PUSTAKA ......................................................................................... 51

PENDAHULUAN
Selamat Anda telah mencapai modul berjudul “Listrik Dinamis I”. Modul ini dibagi menjadi 4 kegiatan belajar, yaitu: • Kegiatan Belajar 1: menjelaskan tentang alat ukur listrik. • Kegiatan Belajar 2: menjelaskan tentang hukum Ohm. • Kegiatan Belajar 3: menjelaskan tentang hukum Kirchoff. • kegiatan Belajar 4: menjelaskan tentang energi dan daya listrik. Tujuan modul ini adalah agar Anda memahami listrik Dinamis, dengan indikator: 1. Membedakan jenis alat ukur listrik. 2. Menyebutkan fungsi alat ukur listrik. 3. Menjelaskan cara pengukuran kuat arus listrik. 4. Menjelaskan cara pengukuran tegangan listrik. 5. Menuliskan definisi kuat arus listrik dengan benar. 6. Menuliskan bunyi hukum Ohm dengan benar. 7. Menghitung kuat arus berdasarkan hukum Ohm bila data tersedia secukupnya. 8. Menentukan hambatan sebuah resistor melalui grafik V-I dengan tepat. 9. Menjelaskan hubungan antara hambatan, panjang dan luas penampang sebuah konduktor dengan benar. 10. Menentukan hambatan sebuah resistor bila diketahui hambatan jenis bahan konduktor itu dan data lainnya diketahui. 11. Menjelaskan hukum I Kirchoff dengan benar. 12. Menentukan kuat arus pada suatu titik percabangan bila data yang diperlukan tersedia. 13. Menentukan kuat arus pada salah satu resistor dari suatu rangkaian yang terdiri dari 3 resistor disusun seri paralel. 14. Menghitung kuat arus pada suatu rangkaian yang terdiri dari 3 resistor di susun seri paralel dan dihubungkan dengan baterai yang memiliki hambatan dalam tertentu bila data diperlukan tersedia. 15. Menentukan hambatan sebuah alat listrik yang spesifikasinya (Watt - Volt) diketahui. 16. Mengubah satuan energi dari Joule menjadi Kwh dari data yang diketahui. 17. Menentukan daya terpasang dari sebuah lampu yang dipasang pada sumber tegangan yang spesifikasinya diketahui bila data minimal yang dibutuhkan. Percobaan yang ada dalam modul ini dikerjakan di sekolah induk dengan bantuan Guru Bina dan dikerjakan secara berkelompok. Bagaimana Anda mempelajari modul ini? Untuk mudahnya ikuti petunjuk belajar berikut ini: • Baca uraian materi pada tiap-tiap kegiatan dengan baik. • Kerjakan semua latihan dan tugas-tugas yang terdapat pada modul.

Modul ini hendakya dapat Anda selesaikan dalam waktu 1. bola lampu senter dan amperemeter. Janganlah melihat kunci jawaban sebelum Anda selesai mengerjakan tugas/ latihan. misalnya: baterai.5 jam termasuk Anda menyelesaikan latihan atau tugas-tugasnya. kemudian diskusikan dengan teman Anda atau tanyakan kepada guru bina atau orang yang Anda anggap mampu. Mudah-mudahan dengan mempelajari modul ini Anda mendapatkan tambahan wawasan materi pelajaran Fisika.• • • • Gunakan alat-alat yang diperlukan dalam mempelajari modul ini. semoga berhasil dan sukses untuk Anda. Bila Anda belum menguasai 70% dari tiap kegiatan. karena akan berhubungan dengan modul yang berikutnya. dan jangan lupa Anda terus mengingat pelajaran modul ini. maka ulangi kembali langkahlangkah di atas dengan seksama. Selamat Belajar. . Catatlah bagian-bagian yang belum Anda pahami.

3. I. Alat ukur listrik analog mempunyai ketidaktelitian sekitar 3% sampai 4%. Anda telah mengetahui bahwa besaran: sesuatu yang dapat diukur dan dinyatakan dalam satuan. Cara kerja galvanometer ini akan dibahas lebih lanjut pada saat Anda mempelajari medan magnetik di kelas XII jurusan IPA. menyebutkan fungsi alat ukur listrik. Ampermeter Ampermeter merupakan alat untuk mengukur arus listrik. Saat Anda berbicara tentang listrik. membedakan jenis alat ukur listrik. Hasil pengukuran akan dapat terbaca pada skala yang ada pada ampermeter. Galvanometer bekerja dengan prinsip gaya antara medan magnet dan kumparan berarus. Masih ingatkah Anda apa besaran itu? Pada modul pertama kelas X. menjelaskan cara pengukuran tegangan listrik.Kegiatan Belajar 1 ALAT UKUR LISTRIK Setelah mempelajari kegiatan ini. tidak akan terlepas dari besaranbesaran yang ada pada listrik itu sendiri. 5 . Anda diharapkan mempunyai kemampuan sesuai indikator dibawah ini: 1. Semakin besar arus yang melewati kumparan semakin besar simpangan pada galvanometer. Besaran yang ada pada listrik antara lain kuat arus disebut Ampermeter. Ampermeter terdiri dari galvanometer yang dihubungkan paralel dengan resistor yang mempunyai hambatan rendah. Bagian terpenting dari Ampermeter adalah galvanometer. menjelaskan cara pengukuran kuat arus listrik. Galvanometer dapat digunakan langsung untuk mengukur kuat arus searah yang kecil. sedangkan alat untuk mengukur tegangan atau beda potensial antara dua titik disebut Volt meter. Alat ukur yang akan kita pelajari pada kegiatan ini adalah alat ukur listrik digital. Tujuannya adalah untuk menaikan batas ukur ampermeter. 2. dan 4. Alat inilah yang biasa tersedia di laboratorium-laboratorium IPA di sekolah.

Selanjutnya hubungkan kedua ujung dengan kabel pada ampermeter. a. Sehingga harus memutus salah satu ujung (lampu menjadi padam). gambar rangkaian sederhana dengan sumber arus dc. Misalkan R adalah lampu. Gambar 2. b. Rangkaian cara menggunakan Ampermeter Gambar 3. Multimeter yang dapat digunakan sebagai Ampermeter 6 . rangkaian sebenarnya Anda harus memasang secara seri ampermeter dengan lampu. maka: (a) (b) Gambar 1. seperti gambar 2.Bagaimana cara menggunakan Ampermeter? Misalkan Anda akan mengukur kuat arus yang melewati rangkaian pada gambar 1.

Ini berarti saat jarum ampermeter menunjuk angka 10 kuat arus yang mengalir hanya 1 A. Secara umum hasil pengamatan pada pembacaan ampermeter dapat dituliskan: Skala yang ditunjuk jarum Ampermeter Hasil pengamatan = Skala maksimal x Batas ukur Ampermeter Bagaimana jika saat Anda mengukur kuat arus jarum menyimpang melewati batas ukur maksimal? Ini berarti kuat arus yang Anda ukur lebih besar dari batas ukur alat. Jika menunjukkan angka 5 berarti kuat arus yang mengalir 0. karena Anda harus memperhatikan batas ukur yang digunakan. Gambar 4.Hati-hati saat Anda membaca skala yang digunakan.5 A. Anda harus memperbesar batas ukur dengan menggeser batas ukur jika masih memungkinkan. Jika tidak Anda harus memasang hambatan shunt secara paralel pada Ampermeter seperti pada gambar 4 berikut ini. pada skala tertulis angka dari 0 sampai dengan 10. Rangkaian hambatan Shunt (Rsh) Ampermeter untuk memperbesar batas ukurnya. Misalnya Anda menggunakan batas ukur 1A. Besar hambatan shunt yang dipasang pada Ampermeter tersebut adalah: Rsh = (n − 1) RA dengan Rsh = Hambatan shunt satuannya Ω (dibaca Ohm) n I IA RA = I = Kelipatan batas ukur A = Batas ukur sesudah dipasang hambatan shunt (A) = Batas ukur sebelum di pasang hambatan shunt (A) = Hambatan dalam Ampermeter ( Ω ) I 1 7 .

Tentukan besar hambatan shunt yang harus dipasang secara paralel pada Ampermeter. Ampermeter tersebut akan digunakan untuk mengukur arus listrik yang besarnya mencapai 10 A. hanya mampu mengukur sampai 5 M A. 4 Ω 1 = 2 .Untuk lebih memahami uraian di atas pelajari contoh soal berikut ini. x5A Diketahui: I A = 5 m A = 5.10–3 A I = 10 A RA = 20 Ditanya: Rsh? Jawab: n = = 1 10 A 5 . Voltmeter Voltmeter adalah alat untuk mengukur tegangan listrik atau beda potensial antara 8 . Berapa kuat arus yang mengalir pada rangkaian berikut ini? Diketahui: Skala maksimal = 10 Batas ukur = 5A Ditanya: Hasil pengamatan? Jawab: Hasil pengamatan = = 2A 2. 1. Suatu Ampermeter mempunyai hambatan dalam 4 Ω . 10 − 3 A = 2000 R sh = = (n − 1) RA (2000 − 1 ) . 10–3 B.

Anda cukup mengatur batas ukur pada alat dan langsung hubungkan dua kabel dari voltmeter ke ujung-ujung lampu seperti pada gambar 6. Misalkan Anda kan mengukur beda tegangan antara ujung-ujung lampu pada gambar 5. Bagaimana menggunakan Voltmeter? Menggunakan Voltmeter berbeda dengan menggunakan Ampermeter. Coba Anda bedakan dengan Ampermeter! Beda antara Voltmeter dengan Ampermeter adalah sebagai berikut: 1.dua titik. Voltmeter secara paralel. Ampermeter merupakan galvanometer yang dirangkai dengan hambatan shunt secara seri. Rangkaian dengan sumber arus dc. Gambar 6. Mengukur tegangan. 2. Gambar 5. dalam menggunakan Voltmeter harus dipasang paralel pada kedua ujung yang akan dicari beda tegangannya. Hambatan Shunt yang dipasang pada Ampermeter nilainya kecil sedangkan pada Voltmeter sangat besar. Voltmeter juga menggunakan galvanometer yang dihubungkan seri dengan resistor. Skala yang ditunjukkan jarum pada Voltmeter Hasil pengamatan = x batas ukur 9 .

Diketahui: Rv = 3 k Vv = 5 Volt V = 100 Volt Ditanya: Rm? Jawab: n = = 20 Rm = (n – 1) . Besar hambatan muka yang dipasang pada Voltmeter tersebut adalah: Rm = (n – 1) Rv dengan Rm = hambatan muka ( n= Vv V Rv ) = kelipatan batas ukur Voltmeter = batas ukur Voltmeter sebelum dipasang hambatan muka (Volt) = batas ukur Voltmeter setelah dipasang hambatan muka (Volt) = hambatan dalam Voltmeter ( Ω ) Contoh: Sebuah Voltmeter mempunyai hambatan dalam 3 k . Jika ingin memperbesar batas ukur Voltmeter menjadi 100 Volt. Rv = (20 – 1) . jika jarum pada voltmeter melewati batas skala maksimal. Rangkaian hambatan muka (Rm) pada Voltmeter untuk memperbesar batas ukurnya. dapat mengukur tegangan maksimal 5 Volt.Skala maksimal Seperti pada saat Anda menggunakan Ampermeter. Sehingga Anda harus memperbesar batas ukur. Caranya dengan memasang resistor (hambatan muka) secara seri pada voltmeter. Seperti gambar 7. berarti beda potensial yang Anda ukur lebih besar dari kemampuan alat ukur. 3 k Ω = 57 k 10 . tentukan hambatan muka yang harus dipasang secara seri pada Voltmeter. Gambar 7.

Basic meter dapat berfungsi sebagai Ampermeter ataupun Voltmeter dengan menggeser colokan yang ada. Pengukuran kuat arus listrik. amperemeter 3. Coba Anda lepaskan salah satu kabel penghubung pada lampu. Tetapi Anda tidak akan mempelajarinya. Sambungkan lagi kabel yang Anda lepaskan dan perhatikan alat ukur kuat 11 .5 V 4. Jika ingin digunakan pada arus bolak-balik harus disesuaikan dengan menambahkan diode. Apabila dalam melakukan percobaan Anda menemui kesulitan atau masalah alat. bola lampu senter 1 buah 2. Percobaan 1. 2. Alat dan bahan yang diperlukan: 1. Agar Anda terampil menggunakan Ampermeter atau Voltmeter Anda harus melakukan percobaan yang ada pada kegiatan 1 dan kegiatan 2 nanti. Biasanya alat yang tersedia di sekolahsekolah adalah Basic meter. 3. 1 buah batu baterai 1. apakah lampu menyala? Dan apakah jarum amperemeter bergerak menyimpang. Rangkaian alat seperti pada gambar di bawah ini. Perhatikan oleh Anda. apa yang Anda lihat? 4. Anda lakukan percobaan di sekolah induk dan mintalah bantuan pada Guru bina.Alat ukur yang Anda pelajari di atas adalah untuk arus searah (dc). kabel penghubung kira-kira 30 cm Caranya: 1.

cobalah Anda kerjakan latihan berikut ini tanpa melihat kunci terlebih dahulu. apa yang terjadi? Untuk lebih memahami tentang penggunaan apermeter dan voltmeter. Gambarkan rangkaian cara mengukur arus listrik dan beda potensial pada lampu (hambatan) secara bersamaan! KUNCI LATIHAN 1. 2. Hasil pengamatan = 50 x 100 m A = 60 m A. 1. 30 Bagaimana jawaban Anda? Tentu sudah betul bukan? Berarti Anda telah menguasai materi pokok kegiatan ! Untuk mengetahui sejauh mana 12 .arus (amperemeter). Tentukan hasil pengamatan yang ditunjukkan oleh amperemeter berikut ini! 2.

C. 50 Volt 40 Volt 30 Volt 10 Volt 13 . mengukur arus di R2 B.pemahaman Anda tentang keseluruhan materi kegiatan I. Voltmeter. Voltmeter mengukur tegangan R2 maupun R3. 1 saja B. mengukur arus total E. 1 dan 2 D. Ampermeter. Ampermeter.. mengukur tegangan RI D.. A. 3.. 2 dan 3 2. Nama alat ukur dan kegunaan yang ditunjukkan nomor 3 pada soal nomor 1 adalah . mengukur arus di R3 C. Voltmeter. A. D. Hasil pengukuran yang ditunjukkan Voltmeter berikut adalah . B... 3 saja C.. di atas kerjakan Tugas I berikut! TUGAS 1 Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat! 1. 1 dan 3 E. Perhatikan gambar berikut! Berdasarkan gambar di atas pemasangan ampermeter yang benar ditunjukkan pada nomor: A.

10–1 D. hambatan muka secara paralel E. Suatu Ampermeter mempunyai hambatan dalam 2 Ω . Ampermeter tersebut akan digunakan untuk mengukur arus listrik yang mencapai 10 A. Maka besar hambatan shunt yang harus di pasang secara paralel pada amperemeter adalah ... 2 . A. 6 Volt 4.. hambatan shunt secara seri dan paralel C.E. A. hambatan shunt secara paralel B.. hambatan shunt dan hambatan muka. 10–2 C. 10–3 B. hambatan muka secara seri D. 2 . 14 . 2 . hanya mampu mengukur sampai 10 m A. Untuk memperbesar batas ukur Voltmeter harus dipasang . 2 E. 2 k Ω 5...

apa yang terjadi? Lampu akan menyala. 5. menentukan hambatan sebuah resistor melalui grafik V – I dengan tepat. menentukan hambatan sebuah resister bila diketahui hambatan jenis bahan itu dan data lainnya diketahui. Jadi kuat arus listrik adalah jumlah muatan listrik yang mengalir dalam kawat penghantar tiap satuan waktu. 4. menuliskan bunyi hukum Ohm dengan benar.Kegiatan Belajar 2 HUKUM OHM Setelah mempelajari kegiatan ini. Muatan listrik dalam jumlah tertentu yang menembus suatu penampang dari suatu penghantar dalam satuan waktu tertentu disebut sebagai kuat arus listrik. 6. 3. Anda diharapkan dapat memahami tentang hukum Ohm sesuai dengan indikator dibawah ini: 1. Kuat Arus Listrik Pernahkah Anda mendengar kata kuat arus listrik? Coba diingat! Di rumah Anda lampu menyala disebabkan oleh aliran listrik dalam rangkaian arus bolak-balik. Aliran listrik ditimbulkan oleh muatan listrik yang bergerak di dalam suatu penghantar. menjelaskan hubungan antara panjang. 1. hambatan dan luas penampang sebuah konduktor dengan benar. 2. Jika Anda menghubungkan lampu listrik kecil dan baterai dengan kabel. menuliskan definisi kuat arus listrik dengan benar. Arah arus listrik (I) yang timbul pada penghantar berlawanan arah dengan arah gerak elektron. 8 Segmen dari sebuah kawat penghantar berarus 15 . menghitung kuat arus listrik berdasarkan hukum Ohm bila tersedia data secukupnya. Gambar. yang disebabkan oleh aliran listrik dalam rangkaian arus searah.

kita dapat menentukan kuat arus listrik yang melintasi kawat penghantar tersebut. 16 . coba perhatikan contoh soal di bawah ini. 1. Dari pembahasan di atas. sekarang coba Anda selesaikan soal-soal berikut!. Caranya seperti berikut: Diketahui: Q = 360 coulomb t = 1 menit = 60 sekon Maka kuat arus listrik ( I ) adalah …. A) I= Q t : : muatan listrik (coulomb) waktu (sekon) Makin banyak jumlah muatan listrik yang bergerak. latihan ini dikerjakan secara mandiri! 1 KUNCI JAWABAN 1. Ampere atau coulomb/sekon. Jumlah muatan yang mengalir melalui penampang kawat penghantar dengan kuat arus listrik 2 ampere selama 15 menit adalah …. Apakah yang dimaksud dengan kuat arus listrik? 2. makin besar pula kuat arusnya. I = = I = Q t 360 60 6 A. maka kuat arus listrik I adalah: I : kuat arus listrik (coulomb/sekon = ampere. Ingat. mudah bukan! Bila Anda sudah memahaminya. Sebutkan satuan kuat arus listrik! 3. Kuat arus listrik adalah jumlah muatan listrik yang mengalir di dalam kawat penghantar tiap satuan waktu.Jika dalam waktu t mengalir muatan listrik sebesar Q. Bagaimana. Contoh soal: Jika sebuah kawat penghantar listrik dialiri muatan listrik sebesar 360 coulomb dalam waktu 1 menit. 2. Jadi kuat arus listrik (I) itu adalah 6 A. apakah Anda sudah mengerti? Bila belum.

Diketahui : Ditanyakan : Jawaban : I = 2 Ampere t = 15 menit = 900 sekon Q = . arah arus listrik 4. dimana kutub positif mempunyai potensial yang lebih tinggi dibandingkan kutub negatif. maka akan mengalir elektron dari kutub negatif melalui penghubung ke kutub positif.3. coba kita perhatikan sebuah baterai. disebabkan oleh adanya beda potensial antara kutub positif dengan kutub negatif. Jadi arus listrik mengalir dari potensial tinggi ke potensial rendah.. yaitu kutub positif dan kutub negatif. I = Q t Q = I. arah gerak elektron Gambar 9. Para ahli telah melakukan perjanjian bahwa arah arus listrik mengalir dari kutub positif ke kutub negatif. Perjanjian arah arus listrik Terjadinya arus listrik dari kutub positif ke kutub negatif dan aliran elektron dari kutub negatif ke kutub positif. perhatikan gambar di bawah ini. Bila kutub positif dan kutub negatif kita hubungkan dengan kawat penghantar listrik. kutub negatif (–) 3.900 = Q = 1. Seandainya Anda ingin lebih jelas lagi.. pada baterai itu terdapat 2 (dua) kutub. Beda Potensial atau Tegangan Listrik (V) Setelah Anda mempelajari kuat arus listrik. Jadi arah arus listrik berlawanan dengan arah aliran elektron. yang Anda pasti sudah tahu. kutub positif (+) 2.800 coulomb 2.. selanjutnya kita akan mempelajari beda potensial atau tegangan listrik. Untuk mempelajari beda potensial atau tegangan listrik. Keterangan: 1. 17 . Beda potensial antara kutub positif dan kutub negatif dalam keadaan terbuka disebut gaya gerak listrik dan dalam keadaan tertutup disebut tegangan jepit.t = 2. sedangkan aliran elektron mengalir dari potensial rendah ke potensial tinggi.

Hambatan dalam rangkaian listrik diberi simbol: gambar sebenarnya adalah Maka persamaannya dapat ditulis: R = V I R atau R atau V = I . Hasil bagi antara beda potensial (V) dengan kuat arus (I) dinamakan hambatan listrik atau resistansi (R) dengan satuan ohm (Ω). Bila Anda telah paham. cobalah Anda pelajari lagi bahan pelajaran hubungan V dan I. Hubungan antara Tegangan listrik (V) dan Kuat arus listrik (I) Setelah Anda mengetahui tentang kuat arus listrik (I) dan tegangan listrik (V). 18 . R Keterangan: R : hambatan listrik (ohm = Ω) V : beda potensial atau tegangan (volt = V) I : kuat arus listrik (ampere = A) Sebelum diberikan contoh soal. Jika beda potensial antara ujung kawat 40 V.4 R = 100 Ω V I 40 Sebelum Anda mengerjakan latihannya.4 A V = 40 V Ditanyakan: R = …. Dan lebih dikenal sebagai hukum Ohm yang berbunyi: Besar kuat arus listrik dalam suatu penghantar berbanding langsung dengan beda potensial (V) antara ujung-ujung penghantar asalkan suhu penghantar tetap. Percobaan ini dilakukan di sekolah induk yang telah ditunjuk dan dibantu oleh Guru Bina.3. bacalah contoh soal berikut! Contoh Soal: Arus listrik 400 mA mengalir pada suatu penghantar. Anda akan bertanya apa hubungannya antara kedua besaran tersebut? Hubungan antara V dan I pertama kali ditemukan oleh seorang guru Fisika berasal dari Jerman yang bernama George Simon Ohm. Jawaban: R = = 0. Anda bisa melakukan percobaan ke-2 bersama teman-teman. carilah hambatan listrik kawat tersebut! Diketahui: I = 400 mA = 0.

... Buat grafik V – I Tegangan (V) 1..5 V ..ampere meter Cara melakukan kegiatan: 1...... Anda harus mengulanginya lagi....... dan faktor yang mempengaruhi hasil percobaan... Tegangan/kuat arus V/I .... . Catatlah hasil yang ditunjukkan ampere meter pada setiap percobaan (a). Oke! 19 ............3 buah baterai masing-masing 1.3 buah lampu pijar kecil ....5 3 4.... . Berarti Anda termasuk siswa yang cerdas..... Anda bukan siswa yang lemah (bodoh).kawat nikrom secukupnya . 4. .5 Kuat Arus (I) ....... Susunlah tiga macam rangkaian seperti pada gambar di bawah ini! 2........ Tetapi bila Anda belum memahami....... Buat kesimpulan. (b) dan (c).. ......Percobaan-2: Hubungan Antara Tegangan (V) dan Kuat Arus (I) Alat dan bahan: .... Anda bisa melanjutkan latihan-2 di bawah ini. Selamat mencobanya! Apakah Anda sudah memahami bahasan di atas? Bila Anda telah memahaminya dengan baik. Maaf ya! Ini untuk keberhasilan Anda di masa yang akan datang. Jumlah Baterai (1) (2) (3) 3...

sehingga bola lampu menyala. filamen lampu akan dialiri oleh arus yang lebih kecil dari yang seharusnya sehingga lampu 220 V tersebut. 2. 4.200 10 = 100 Ampere 4. 2. Sebaliknya jika lampu 110 V diberi tegangan 220 V. Ampere meter Voltmeter volt R= Diketahui: R V Ditanyakan: I Jawaban: V I I = = = = = 10 ohm 1. Jika lampu 220 V diberi tegangan 110 V. 5. 3.2 1. bila besarnya hambatan kawat 10 ohm. menyala redup. Dan ujung-ujungnya diberi tegangan sebesar 1. Penerapan hukum Ohm dalam kehidupan sehari-hari Coba Anda perhatikan bola lampu di rumah! Bila bola lampu diberi tegangan (V). Kerjakan soal di bawah ini dengan jawaban yang singkat dan jelas! Sebutkan alat ukur kuat arus! Sebutkan alat ukur beda potensial/tegangan! Apakah satuan dari tegangan? Tuliskan lambang dari hambatan/tahanan! Hitung kuat arus listrik yang mengalir melalui kawat penghantar. KUNCI LATIHAN-2 1. apa yang terjadi? Yang terjadi adalah arus mengalir melalui filamen. 4. 3.2 kV! Perlu diingat oleh Anda! Jangan melihat dulu kunci jawaban yang telah tersedia.2 kV = 1. Tegangan yang diberikan pada suatu alat listrik seperti bola lampu harus disesuaikan dengan tegangan yang seharusnya diperuntukkan bagi alat tersebut. 5.R V R = 1.200 volt . filamen lampu akan dialiri oleh arus yang terlalu besar dari yang seharusnya sehingga lampu 110 V filamennya terbakar.… I. 20 .

Hubungan antara hambatan kawat dengan jenis kawat dan ukuran kawat Hambatan atau resistansi berguna untuk mengatur besarnya kuat arus listrik yang mengalir melalui suatu rangkaian listrik. Jelas! 5. bila Anda mempunyai sesuatu alat listrik harus dengan tegangan yang ada di rumah dan tegangan yang tercantum di alat listrik tersebut. 21 . Dalam radio dan televisi.Jadi Anda harus memahami. Untuk berbagai jenis kawat. panjang kawat dan penampang berbeda terdapat hubungan sebagai berikut: R = ρA l l dengan ketentuan: R = hambatan ( Ω ) ρ = hambatan jenis penghantar ( Ω m) = panjang penghantar (m) A = luas penampang penghantar (m2) untuk kawat berbentuk lingkaran A = Ω r2 r = jari-jari lingkaran kawat. resistansi berguna untuk menjaga kuat arus dan tegangan pada nilai tertentu dengan tujuan agar komponen-komponen listrik lainnya dapat berfungsi dengan baik.

Untuk mempermudah Anda mengenal berbagai macam jenis logam dan hambatan jenisnya, Anda perhatikan tabel di bawah ini! Tabel –1. Hambatan jenis beberapa zat. No 1. Zat Penghantar • Perak • Tembaga • Alumunium • Tungsten • Nikel • Besi • Baja • Mangan • Karbon Semikonduktor • Germanium • Karbon • Doiksid tembaga Isolator • Kaca • Karet Hambatan jenis (ρ) pada 200 C (ohmmeter) 1,8 x 10–8 1,7 x 10–8 2,8 x 10–8 5,6 x 10–8 6,8 x 10–8 10,0 x 10–8 18,0 x 10–8 44,0 x 10–8 3500 x 10–8 0,5 3,5 x 10–5 1 x 103 1010 – 1014 1013 – 1016

2.

3.

Cobalah Anda ulangi sekali lagi tentang uraian materi hubungan antara hambatan dengan jenis dan ukuran kawat sebelum mempelajari contoh soalnya. Contoh soal: Seutas kawat besi panjangnya 20 meter dan luas penampangnya 1 mm2, mempunyai hambatan jenis 10-7 ohmmeter. Jika antara ujung-ujung kawat dipasang beda potensial 60 volt, tentukan kuat arus yang mengalir dalam kawat! Diketahui: l A V ρ = = = = 20 m 1 mm2 = 1 x 10–6 m2 60 V 10–7 ohm-meter

Ditanyakan: I

= .…

22

Jawaban: Langkah pertama, selidiki dahulu nilai hambatannya. R = ρ = 10–7 . R = 2 ohm Berdasarkan hukum Ohm: I = = I
V R 60 2
20 1 x 10 − 6

= 30 A

Bagaimana Anda sudah memahami uraian materi di atas? Mudah-mudahan Anda lebih mudah memahaminya, bila Anda memahami materi ini, Anda langsung kerjakan latihan-3. Bila belum memahami uraian materi ini, cobalah ulangi pembahasan materi tersebut. Jangan merasa bosan/jenuh untuk mengulangi pembahasan ini? 1. Seutas kawat yang panjangnya 50 cm, luas penampangnya 2 mm2, ternyata hambatannya 100 ohm. Dengan demikian, hambatan jenis kawat tersebut sama dengan ….

I A

3

2. Penggunaan kawat penghantar yang terlalu panjang dapat mengakibatkan ….

KUNCI LATIHAN –3
1. Diketahui: l = 50 cm = 0,5 m A = 2 mm2 = 2 x 10–6 m2 R = 100Ω Ditanyakan: ρ = ….

23

Jawaban: R

Anda harus menggunakan persamaan: = ρ
I A

Ubah persamaan itu menjadi: R.A = ρ . l ρ ρ ρ = =
R.A 1

(masukkan besaran-besarannya) = 400 x 10–6

100.2 x 10 − 6 0,5

= 4 x 10–4 ohmmeter

2. Berkurangnya tegangan listrik Bagaimana jawaban Anda! Betul atau salah! Bila betul, Anda berarti sudah memahami dengan benar. Bila masih salah, ulangilah pemahaman Anda itu. Jangan bosan yaa…..! Sampai di sini, Anda mempelajari uraian materi di kegiatan-2. Tetapi, sebelum Anda melanjutkan uraian materi di kegiatan-3, Anda harus mengerjakan tugas kegiatan 2. Yang berguna untuk mengukur seberapa banyak materi yang Anda telah kuasai.

24

kuat arus C. I = Q . berbanding lurus dengan beda potensial D. berbanding terbalik dengan waktu C. sebanding dengan hambatan 25 . A. lurus dengan tegangan D. berbanding terbalik dengan hambatan E. terbalik dengan tegangan C. A. kecuali …. I = Q2 . Untuk mencari kuat arus digunakan persamaan …. kapasitor 2. A. Jumlah muatan yang mengalir melalui penampang penghantar setiap satuan waktu dinamakan . sebanding dengan besar muatan B. t 3. terbalik dengan kuadrat 4. lurus dengan muatan E. hambatan B. 1. Hubungan antara besar kuat arus listrik dan besaran lainnya adalah sebagai berikut. t B.… A. tegangan D.TUGAS 2 Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat! Anda harus ingat! Jangan dulu melihat kunci jawaban yang terletak di akhir modul. muatan E. lurus dengan kwadrat tegangan B. I = t D. I = Q C. Besarnya kuat arus listrik dalam suatu penghantar menurut hukum Ohm berbanding …. I = Q t Q2 t E.

. I D. I = V2. Maka kuat arus yang dihasilkan …. voltmeter D. A. Alat ukur kuat arus listrik adalah ….R B. 900 mA C. I = = R V V R V R2 = Q. Dari percobaan pengukuran hambatan suatu penghantar didapat grafik seperti di samping ini.t = 6.. I E. 2 ohm D. ohmmeter 7. barometer E. 0. luas penmpang. panjang dan hambat jenisnya E.2 ohm C. A. panjangnya C. A. A. panjang dan jenisnya 26 . 200 ohm 9. luas penampang dan hambat jenisnya D.. ampere meter B. Besar hambatan penghantar tersebut adalah . 1200 mA B.… A. Besar hambatan suatu penghantar sebanding dengan …. 40 mA 8.02 ohm B. 0. Jika sebuah hambatan 150 ohm dipasang pada beda potensial 6 volt. luas penampangnya B. Penulisan hukum Ohm dapat dinyatakan dalam bentuk persamaan . I C. hidrometer C. 150 mA D. 20 ohm E.5. 80 mA E.

1 x 10–4 ohmmeter B. Percobaan dilaksanakan di sekolah induk bersama teman-teman Anda dan dibimbing oleh Guru Bina dari sekolah induk yang ditunjuk. maka hambatan jenisnya adalah . Setelah Anda mempelajari uraian materi tentang kuat arus dan hukum ohm. Semoga berhasil. cocokkan jawaban Anda dengan kunci jawaban yang terletak di belakang di akhir modul ini.. 5 x 10–5 ohmmeter D. jika hambatan kawat tersebut 100 ohm. Hitunglah sendiri jawaban Anda yang benar dengan menggunakan: jumlah jawaban benar Tingkat penguasaan = –––––––––––––––––– x 100 % jumlah soal Bila tingkat penguasaan Anda mencapai 70% atau lebih. 2 x 10–5 ohmmeter Bila Anda telah menyelesaikan tugas kegiatan-2. Yang harus Anda ingat. Anda bertanya pada teman sejawat atau Guru Bina di sekolah induk. Anda lebih memahami lagi apabila Anda mencoba melaksanakan percobaan. Tetapi bila Anda masih belum memahaminya juga. bahwa didalam belajar Anda tidak boleh malu bertanya dan mudah putus asa. A. Seutas kawat panjangnya 100 cm dan luas penampangnya 5 mm2. Anda wajib mempelajari uraian materi ini sampai Anda memahami betul dan mencapai tingkat di atas 70%. Anda langsung mempelajari kegiatan yang berikutnya (kegiatan-3). Seandainya tingkat penguasaan Anda di bawah atau kurang dari 70%. 5 x 10–4 ohmmeter C... 2 x 10–6 ohmmeter E. Selamat mencoba! 27 .10.

28 .

menentukan kuat arus pada suatu titik percabangan bila data yang diperlukan tersedia. 3. Arus listrik yang telah Anda kenal bahkan pahami itu. menghitung kuat arus pada suatu rangkaian yang terdiri dari 3 resistor disusun seri . Selanjutnya hubungan jumlah kuat arus listrik yang masuk ke titik percabangan/ simpul dengan jumlah kuat arus listrik yang keluar dari titik percabangan akan diselidiki dengan percobaan pada lembar percobaan dan diharapkan Anda mencobanya. arus listrik juga mengalami cabang-cabang. Anda diharapkan dapat memahami uraian materi tentang hukum Kirchoff sesuai indikator-indikator di bawah ini: 1. 29 . menentukan kuat arus pada salah satu resistor dari suatu rangkaian yang terdiri dari 3 resistor disusun seri . menjelaskan bunyi hukum I Kirchhoff dengan benar.. Bila hambatan pada cabang tersebut besar maka akibatnya arus listrik yang melalui cabang tersebut juga mengecil dan sebaliknya bila pada cabang. dan 4. Hukum I Kirchhoff Bahasan ini merupakan kelanjutan materi pada modul kegiatan-1 dan 2 sebelumnya. 1.paralel. hambatannya kecil maka arus listrik yang melalui cabang tersebut arus listriknya besar.paralel dan dihubungkan dengan baterai yang mempunyai hambatan dalam tertentu bila data yang diperlukan tersedia. Ketika arus listrik melalui percabangan tersebut. 2.Kegiatan Belajar 3 HUKUM KIRCHHOFF Setelah mempelajari kegiatan ini. bila mengalir bak .. arus listrik terbagi pada setiap percabangan dan besarnya tergantung ada tidaknya hambatan pada cabang tersebut. aliran air yaitu dari dataran lebih tinggi ke dataran lebih rendah atau arus listrik itu merupakan aliran arus dari potensial tinggi disebut kutub positif melalui kabel (rangkaian luar) menuju potensial rendah disebut kutub negatif. Dalam alirannya.

Dari percobaan akan didapatkan bahwa penunjukkan ampere meter A1 sama dengan penjumlahan penunjukkan A2 dan A3 (lihat gambar 10) Hal tersebut dikenal sebagai hukum I Kirchhoff yang berbunyi: Jumlah kuat arus listrik yang masuk ke suatu titik simpul sama dengan jumlah kuat arus listrik yang keluar dari titik simpul tersebut. I2 = 5 A arah menuju titik A. Skema diagram untuk Hukum I Kirchhoff Gambar 10. Rangkaian untuk menyelidiki kuat arus yang masuk dan keluar dari suatu titik simpul Bila Anda telah menyimak uraian di atas. Hukum I Kirchhoff secara matematis dapat dituliskan sebagai: Σ Imasuk = Σ Ikeluar Σ dibaca ‘sigma’ artinya jumlah Gambar 8. silakan Anda coba selesaikan/kerjakan soal berikut. Bila Anda belum memahami dengan baik. silakan Anda ulangi lagi sampai Anda dapat memahaminya dengan baik. dan telah memahaminya. Hukum I Kirchhoff tersebut sebenarnya tidak lain sebutannya dengan hukum kekekalan muatan listrik seperti tampak dalam analogi pada gambar 3. Contoh soal: Perhatikanlah titik simpul A dari suatu rangkaian listrik seperti tampak pada gambar! Kuat arus I1 = 10 A.2 berikut. Kuat arus I3 = 8 A arah keluar dari titik A Berapakah besar dan arah kuat arus I4? 30 .

tentukan I5 tersebut! 31 . maka arah arus listrik dari rangkaian tersebut adalah …. 5. I3 = 8 A arahnya keluar dari titik A berarti I4 pastilah berarah keluar sehingga: Σ Ikeluar = I3 + I4 = 8 + I4 Akhirnya: Σ Imasuk I1 + I2 I5 I4 I4 = = = = = Σ Ikeluar I3 + I4 8 + I4 15 – 8 = 7 A 7 ampere arahnya keluar dari titik A 1 Kerjakan soal latihan berikut ini! 1. Perhatikan rangkaian listrik di bawah ini. 4. percabangan berarus listrik masuk yaitu I1 = 10 ampere. I2 = 5 ampere sedangkan percabangan berarus listrik keluar yaitu I3 = 5 ampere. Sebutkan alat untuk mengukur kuat arus listrik itu! Pada rangkaian listrik disusun bagaimanakah amperemeter itu? Tulislah definisi hukum I Kirchhoff itu! Ada lima buah percabangan berarus listrik. 2. 3.Penyelesaian: menurut Hukum I Kirchhoff = Σ Imasuk = Σ Ikeluar Selanjutnya Σ Imasuk = I1 + I2 = 10 + 5 = 15 ampere. I4 = 7 ampere sedangkan I5 harus ditentukan besar dan arahnya.

3 volt dan 4. Arah arus listrik pada rangkaian listrik yaitu arah arus keluar dari kutub positif melalui rangkaian luar menuju kutub negatif. Disusun secara seri 4. 5. Jumlah kuat arus listrik yang masuk ke suatu titik simpul sama dengan jumlah kuat arus listrik yang keluar dari titik simpul tersebut.5 volt 3 buah 4.5 volt 5. 2. bola lampu 3 buah masing-masing 1. Baterai 1. A2. Power supply DC untuk 1.KUNCI LATIHAN 1 1. amperemeter 3 buah (A1. Penyelesaian: Σ Imasuk = I1 + I2 = 10 + 5 = 15A I3 + I4 = 5 + 7 = 12A arahnya keluar dari titik B berarti I5 pastilah berarah keluar dari titik b sehingga: Σ Imasuk = I3 + I4 + I5 = 12 + I5 Akhirnya = Σ Imasuk = Σ Ikeluar I1 + I2 = I3 + I4 + I5 15 = 12 + I5 I5 = 15 – 12 = 3 A I5 = 3 ampere arahnya keluar dari titik B Percobaan 3 Menyelidiki Kuat Arus Listrik pada titik simpul • Alat dan bahan yang diperlukan: 1.5 volt. A3) 3. Amperemeter 3. L2. Rangkaian alat-alat seperti pada gambar di bawah ini: 2. kabel penghubung 6. L3) 2. Apakah semua lampu menyala? 32 . saklar penghubung (S) • Cara pelaksanaan percobaan: 1.5 V (L1.

Catatlah angka yang ditunjukkan oleh A2 dan A3 dengan titik P merupakan titik cabang rangkaian. Pada rangkaian tersebut. Dalam menyelesaikan persoalan di dalam loop perhatikan hal-hal berikut ini! a. Dirumuskan: Σ ε + Σ IR = 0 Selanjutnya ada beberapa tahap yang diperkenalkan pada Anda melalui kegiatan 3 ini yaitu pertama rangkaian dengan satu loop (loop adalah rangkaian tertutup) serta selanjutnya rangkaian dengan dua loop atau lebih. A2 dan A3. selanjutnya silahkan Anda simak yang berikut: Rangkaian dengan satu loop Pada gambar 12 berikut menunjukkan rangkaian sederhana dengan satu loop. Umumnya ini terjadi jika dua atau lebih ggl di dalam rangkaian yang dihubungkan dengan cara rumit sehingga penyederhanaan rangkaian seperti ini memerlukan teknik khusus untuk dapat menjelaskan atau mengoperasikan rangkaian tersebut. Jika semua lampu menyala. Tuliskan kesimpulan Anda dari hasil percobaan ini! 2. bacalah angka yang ditunjukkan oleh alat A1. yaitu I (karena pada rangkaian tertutup). Kuat arus bertanda positif jika searah dengan loop dan bertanda negatif jika berlawanan dengan arah loop. Jadi Hukum II Kirchhoff merupakan solusi bagi rangkaian-rangkaian tersebut yang berbunyi: Di dalam sebuah rangkaian tertutup. Hukum II Kirchhoff Pemakaian Hukum II Kirchhoff pada rangkaian tertutup yaitu karena ada rangkaian yang tidak dapat disederhanakan menggunakan kombinasi seri dan paralel. arus listrik yang mengalir adalah sama. 4. Nah .. 33 . 5..3. jumlah aljabar gaya gerak listrik (ε) dengan penurunan tegangan (IR) sama dengan nol.

GGL bertanda positif jika kutub positipnya lebih dulu di jumpai loop dan sebaliknya ggl negatif jika kutub negatif lebih dulu di jumpai loop. Rangkaian dengan dua loop 34 .b. Rangkaian dengan satu loop Kuat arus listrik I di atas dapat ditentukan dengan menggunakan Hukum II Kirchhoff: Σ ε + Σ IR = 0 – ε1 + ε2 + I (r1 + r2 + R) = 0 Jika harga ε1. yaitu a-b-c-d-a Gambar 12. Misalkan kita ambil arah loop searah dengan arah I. r2 & R diketahui maka kita dapat menentukan harga I-nya! Rangkaian dengan dua loop atau lebih Rangkaian yang memiliki dua loop atau lebih disebut juga rangkaian majemuk. ε2. r1. Langkah-langkah dalam menyelesaikan rangkaian majemuk ini adalah sebagai berikut: Gambar 13.

5 Ω R3 12 V r4 = 0. Tulislah persamaan-persamaan arus untuk tiap titik cabang dengan menggunakan Hukum I Kirchhoff! d. cukup pelikkah!… Tetapi Anda tidak usah berputus asa.. Gambarlah rangkaian listrik dari rangkaian majemuk tersebut! b. Tegangan listrik antara titik B dengan D (VBD) 35 . Tuliskan persamaan-persamaan untuk setiap loop dengan menggunakan persaman Hukum II Kirchhoff! f. c. silahkan Anda menyimaknya!… Contoh Soal Mula-mula dengan rangkaian listrik yang terdiri dari satu loop! Perhatikanlah soal rangkaian tertutup yang terdiri dari satu loop pada gambar di bawah ini! ε r R ε ε ε ε = = = = = = = ggl baterai hambatan dalam baterai hambatan luar 24 V r1 = 1 Ω R1 12 V r2 = 1 Ω R2 6V r3 = 0. Kuat arus listrik (I) yang mengalir pada rangkaian di atas! b.5 Ω R4 = = = = 20 Ω 15 Ω 12 Ω 10 Ω Hitunglah: a. Tetapkan arah kuat arus untuk tiap cabang. Hitunglah besaran-besaran yang ditanyakan dengan menggunakan persamaan huruf e di atas! Nah . karena berikut ini ada beberapa contoh soal yang akan memudahkan Anda memahami salah satu prinsip-prinsip dasar dalam Ilmu Kelistrikan ini. Tetapkan loop beserta arahnya pada setiap rangkaian tertutup! e..a.

Kini Anda akan ditunjukkan contoh soal berikut untuk loop (rangkaian tertutup) dengan 2 (dua) loop disertai beberapa komponen listrik. arah arus listrik (I) dan teliti akan harga-harga komponen listrik yang diketahui! a. Untuk Jalan B-A-D { Perhatikan harga I negatif (–) } VBD = Σ ε + Σ I. silahkan Anda menyimaknya! 36 .R = + ε2 + ε1 – I (r2 + R1 + r1 + R4) = + 12 + 24 – 0. silahkan mencoba. Anda tahu mengapa?} = – ε3 + ε4 + I (R2 + r3 + R3 + r4) = – 6 + 12 + 0.5 + 10 ) = 0 – 30 + I ( 60 ) = 0 60 .5 (28) = + 6 + 14 VBD = + 20 Volt Jadi besar tegangan antara titik B dengan titik D yaitu VBD adalah + 20 volt. I = 30 I= = 1 2 = 0. Kini kita telah mengetahui besar kuat arus listrik yang mengalir kawat rangkaian di atas! Selanjutnya kita akan tentukan besar tegangan listrik antara dua titik! b.R {perhatikanlah harga I disini positip (+).5) = + 6 + 0.5 ampere. didalam rangkaian tertutup tersebut berlaku persamaan: Σ ε + Σ IR = 0 (arah loop dan arah arus listrik misalkan searah) maka: – ε1 – ε2 – ε3 + ε4 + I (r1 + R1 + r2 + R2 + r3 + R3 + r4 + R4) = 0 – 24 – 12 – 6 + 12 + I ( 1 + 20 + 1 + 15 + 0.5 + 12 + 0.5 (1 + 20 + 1 + 10) = + 36 – 0.5 (32) = + 36 – 16 VBD = + 20 Volt Jalan lainnya untuk menentukan besar VBD (jalan kedua).5 + 12 + 0. Menurut Hukum II Kirchhoff.5 (15 + 0. yaitu: Untuk jalan B – C – D: VBD = Σ ε + Σ I. Kita dapat menghitung besar tegangan antara A dan D (VBD) untuk lintasan yang menempuh B-A-D atau B-C-D.5 A Jadi. dengan cara yang serupa Anda dapat menentukan bahwa besar VDB = – 20 volt. kuat arus listrik (I) yang mengalir yaitu 0.Penyelesaian: → Perhatikanlah oleh Anda!…… yaitu arah loop.

2 = 0 – 10 + 6 I2 + 2 . I1 = I3 – I2 – 10 + 6 ( I3 – I2 ) + 2 I3 = 0 – 10 + 6 I3 – 6 I2 + 2 I3 = 0 – 10 – 6 I2 + 8 I3 = 0 ………. dan I3). R3 = 0 – 10 + I2 ( 1 + 5 ) + I3.Contoh soal: Perhatikanlah gambar rangkaian listrik berikut: Diketahui: ε1 = 10 volt ε2 = 10 volt R1 = 5 Ω R2 = 5 Ω R3 = 2 Ω r1 = 1 Ω r2 = 1 Ω Ditanyakan: a. Beda potensial antara A dan B (VAB). Berdasarkan Hukum I Kirchhoff. Kuat arus listrik yang mengalir dalam rangkaian (I1. b.(persamaan – 4) Selanjutnya eliminasikan (menghilangkan) persamaan 3 dan 4 sehingga: – persamaan (3) : – 10 + 6 I2 + 2 I3 = 0 – persamaan (4) : – 10 – 6 I2 + 8 I3 = 0 –––––––––––––––– + – 20 + 10 I3 = 0 10 I3 = 20 I3 = 2 Ampere.R3 = 0 –10 +I1 ( 1 + 5 ) + I3 ... Penyelesaian: a.(persamaan –3) Selanjutnya subtitusikan (menyamakan dengan memasukkan nilai) persamaan (1) dan (2) sehingga persamaan (2) menjadi: – 10 + 6 I1 + 2 I3 = 0 …. 2 = 0 –10 + 6 I1 + 2 I3 = 0 …………(persamaan 2) Berdasarkan hukum II kirchhoff untuk loop II atau loop F-E-A-B-F: Σ ε + Σ IR = 0 ε 2 + I2 (r2 + R2) + I3 . I2. 37 . di titik simpul A: Σ Imasuk = Σ Ikeluar I1 + I2 = I3 atau I1 = I3 – I2 atau I2 = I3 – I1 ………(1) Berdasarkan Hukum II Kirchhoff untuk loop I atau loop C-A-B-D-C: Σ ε + Σ IR = 0 ε1 + ( r1 + R1) + I3. I3 = 0 ……….

R = + ε1 – I1 (R1 + r1) = + 10 – 1 (5 + 1) = + 10 – 6 = + 4 Jadi VAB = + 4 Volt Untuk jalan A-E-F-B yaitu: VAB = Σ ε + Σ I. jalan A-C-D-B dan jalan AE-F-B (Nah!…. {Semua harga I1. I2 dan I3 bertanda positif (+). Jadi arus listrik pada cabang rangkaian B-D-C-A yaitu I1 = 1 A. 6 I1 = 6 …….. dengan cara yang serupa Anda dapat menentukan bahwa besar BBA = . berarti arah pemisalan yang telah kita tentukan yaitu arah I sesuai}.4 volt?…… Silahkan Anda mencobanya!….R = + ε2 – I2 (R2 + r2) = + 10 – 1 (5 + 1) = + 10 – 6 = + 4 VAB = + 4 volt Jadi besar beda potensial antara titik A dan B yaitu VAB = + 4 volt. Sekarang Anda dapat mengerjakan tugas kegiatan-3 di bawah ini yaitu agar Anda dapat mengukur pemahaman materi kegiatan-3 ini dengan baik! 38 . Arus listrik pada cabang rangkaian A-B yaitu I3 = 2 A. Kita dapat menghitung besar beda potensial antara A dan B (VAB) untuk lintasan yang menempuh jalan A – B (langsung).R = 0 + I3 (R3) = 0 + 2 (2) VAB = + 4 Volt Untuk Jalan A-C –D-B yaitu: VAB = Σ ε + Σ I. b. Arus listrik pada cabang rangkaian B-F-E-A yaitu I2 = 1A. I1 = 1 Ampere dan I2 = I3 – I1 = 2 – 1 = 1 Ampere.) Untuk jalan A-B (langsung) VAB = Σ ε + Σ I. sehingga: – 10 + 6 I1 + 2 (2) = 0 ……..– Masukkan subtitusikan) I3 = 2 A ke persamaan (2).. ada tiga cara menentukan VAB! ….

TUGAS 3 Petunjuk: a. dataran tinggi C. Arah arus dianalogikan dengan arah air yang mengalir dari: A. Pilihlah satu jawaban yang menurut Anda paling tepat! b. harus dicoba lagi E. A.positif 3. positif – negatif E. setuju D. dataran tinggi ke dataran rendah D. tidak setuju C. ragu-ragu B. maka Anda …. negatif B.. tidak dapat diketahui 39 . A. positif C. besar 4... 1. kecil E. Pada percobaan menyelidiki kuat arus listrik pada titik simpul bila semakin banyak percabangannya maka arus listrik semakin banyak terbagi ke percabanganpercabangan tersebut. dari dataran tinggi ke dataran rendah 2. A. negatif . Dalam alirannya. tertentu C. Dataran tinggi dianalogikan dengan kutub baterai bermuatan . berkelok-kelok D. dataran rendah B. netral D. berubah-ubah B. Kunci jawaban pada akhir modul dilihat setelah Anda menjawab semua soal di bawah ini. dataran rendah ke dataran tinggi E. arus listrik jika mendapatkan hambatan yang besar maka besar arus listrik yang mengalir akan semakin … alirannya.

Hukum II Kirchhoff E. A. Hukum Gaya Gerak Listrik E.. Hukum Ohm B. 2 A C. 4 V D. – 4 V E. Hukum I Kirchhoff D. Hukum Jumlah Arus Listrik 6. Hukum Arus Listrik B. Hukum Dasar Listrik 7. I2 = 5 A. I3 = 5A dan I4 = 12 A. 1 A D. diam-diam saja D. 7 di atas maka arah I5 yaitu . Jumlah kuat arus listrik yang masuk ke suatu titik simpul sama dengan jumlah kuat arus listrik yang keluar dari titik simpul tersebut. keluar – masuk B. masuk E. 32 A E.. Dari soal no. Hukum II Kirchhoff D. Bila I1 = 10 A. Pernyataan ini dikenal dengan: A. jumlah aljabar gaya gerak listrik (ε) dengan penurunan potensial (IR) sama dengan nol.. Di dalam sebuah rangkaian tertutup.. Hukum I Kirchhoff C. berputar C.. Dari rangkaian disamping besar beda potensial antara titik D dan titik A (VDA) yaitu: A. dari titik A! A. 12 A 8. 8 A B. 8 V 40 . 6 V C. Pernyataan ini dikenal dengan: A. maka I5 dapat ditentukan sebesar . Hukum Ohm C. – 6 V B. keluar 9.5.

Anda dapat melanjutkan ke modul atau kegiatan berikutnya. maka cocokkanlah jawaban Anda dengan kunci jawaban tentunya dan jangan tertukar atau salah alamat. 4 A dari A ke B D. terus-menerus sehingga mencapai tingkat penguasaan > dari 70%. yaitu: Jumlah Jawaban Benar Tingkat Penguasaan = ––––––––––––––––––– x 100 % Jumlah soal Bila tingkat penguasaan Anda mencapai 70% apalagi lebih. 2 A dari A ke B E. tingkat penguasan Anda setinggi bintang yang bertaburan di langit dan jangan pesimis. karena orang yang pesimis adalah orang yang gagal dalam menjalani hidupnya! 41 . Andaikan tingkat penguasaan Anda di bawah atau kurang dari 70% Anda diharapkan mempelajari kembali. 1 A dari A ke B Bila Anda telah menyelesaikan tugas kegiatan-3 dengan baik..Dari data rangkaian di samping besar dan arah arus pada hambatan 2 Ω (kawat AB) yaitu: A. Anda dapat menghitung akan jawaban yang Anda buat.10. Capailah. akan lain jadinya! …. 8 A dari A ke B B. 6 A dari A ke B C.

42 .

Baterai membangkitkan energi pada hambatan R kita tuliskan: W = ∆E p = V .q Gambar 14. 3. menentukan daya terpasang dari sebuah lampu yang dipasang pada sumber tegangan bila data minimal yang dibutuhkan diketahui. Energi listrik Untuk memulai mempelajari energi listrik. maka besar usaha yang dilakukan adalah: W=V. R. Sebuah baterai dengan tegangan V. q karena q = I .I. t. coba Anda perhatikan gambar 14. mengubah satuan energi dari joule menjadi KWH dari data yang di ketahui. selama waktu t mengalirkan muatan elektron sebanyak q melalui hambatan R. maka besar usaha W yang sama dengan energi listrik adalah 43 . 2. menentukan hambatan sebuah alat listrik yang spesifikasinya (Watt.t karena V = I . dimana I adalah kuat arus listrik dan t waktu. Anda diharapkan dapat memahami tentang energi dan daya listrik sesuai indikator-indikator di bawah ini: 1. Untuk itu baterai melakukan usaha W yang besarnya sama dengan perubahan energi potensial ∆Ep = V. Volt) di ketahui.Kegiatan Belajar 4 ENERGI DAN DAYA LISTRIK Setelah mempelajari uraian kegiatan ini.

t = (4 + 2) . Energi listrik yang berubah menjadi panas pada R = 4 Ω selama 1 menit. kita tuliskan. I . (4) .. b. b. P= → W=P..t dengan satuan P adalah Joule (S)1 atau watt. Jika nilai W pada persamaan (6 .. W1 = .W = V .. t = I2 . Energi listrik yang dibangkitkan oleh baterai selama 1 menit.. 60 1 2 W = 1440 Joule b. t = Dimana: W I R V t q Contoh: Berdasarkan rangkaian di samping tentukan a. Diketahui: V = 12 V R2 = 4 Ω R2 = 2 Ω t = 1 menit = 60 sekon Ditanyakan: a. Jawab: a. (60) W1 = 960 Joule V 12 = = = = = = energi listrik dalam Joule arus listrik dalam Ampere hambatan dalam Ohm beda potensial dalam Volt waktu dalam sekon (S) muatan (C) V2 (12)2 Daya Listrik Besar Daya listrik (P) pada suatu alat listrik adalah merupakan besar energi listrik (W) yang muncul tiap satuan waktu (t). R . R1 .4) kita substitusikan pada persamaan (6-5). energi yang menjadi panas pada R1 = 4 Ω. T = (2)2 . energi yang dibangkitkan baterai W = .. W = (R + R ) . I = (R + R ) = 4 + 2 = 2 A 1 1 W1 = (I2) . maka kita dapatkan nilai daya listrik P 44 .

besarnya adalah: P = V . b. menyala satu hari penuh (24 jam) maka energi listrik yang terpakai selama sebulan (30 hari) dapat kita hitung. Pε = ... Pr = . I = I2 .6 .. r = 1 Ω.75 watt = 6 Hubungan antara Joule dengan KWh. b. Bagaimana caranya? Diketahui: P = 200 watt = 0. R = 11 Ω Ditanyakan: a. Pr = (I)2 (R) = (0... Daya pada hambatan 11Ω.2 kW t = 24 h x 30 = 720 h Ditanyakan: W dalam KWh 45 . Penggunaan energi listrik di rumah tangga diukur dengan menggunakan satuan kilowatt jam atau kilowatt hour disingkat KWh dimana 1 KWh = 3. Daya disipasi (daya yang berubah jadi panas) pada hambatan 11Ω Diketahui: = 6 V.. Daya listrik yang dibangkitkan oleh baterai.5 A P ε = (I)2 (r + R) = (0.5)2 (11) = 2. ε ε r +R Jawab: a. 106 J Contoh: Jika kita mempunyai kulkas yang memiliki spesifikasi 200 watt/220 Volt. R = Contoh: Berdasarkan gambar di samping. I = 1 + 11 = 0. Daya yang di bangkitkan baterai. coba Anda tentukan: a.75 watt b.5)2 (11) = 2.

Berapakah suhu air setelah dipanaskan selama 2 menit? Diketahui: P = 400 W. ∆T Contoh: Sebuah teko listrik 400 watt/220 Volt digunakan untuk memanaskan 1 kg air yang kalor jenisnya 4200 J/kg 0C pada suhu 200 C. Gambar 15.2 kW) (720 h) W = 144 KWh Hubungan energi listrik dengan kalor Pernahkah Anda melihat teko listrik? yaitu suatu alat yang dipergunakan untuk memasak air. ∆T ∆T = ∆T = ∆T = 11. Teko Listrik Hubungan antara W dan Q tersebut kita tuliskan: W=Q P..t W = (0. Jika m massa air yang dipanaskan dan c kalor jenis air serta ∆T perubahan suhu: maka energi listrik sebesar W = P ..T V ..Jawab: P= → W = P..43 0C 46 .. t = m . t = m . c . c .t = m. I .c. Teko listrik ini merupakan salah satu contoh alat yang merubah energi listrik menjadi kalor. V = 220 V t = 2 menit = 120 S m = 1 kg c = 4200 J/kg 0C To = 20 0C Ditanyakan: suhu akhir air. t akan berubah menjadi kalor Q = m . T = . c .. ∆T (dalam hal ini kita mengabaikan kapasitas kalor teko). Jawab: P .

43 0C T = 31. P1 daya tertulis pada alat listrik daya sesungguhnya tegangan tertulis pada alat listrik tegangan uang terpakai Pemakaian daya listrik di rumah atau di kantor dibatasi oleh pemutus daya yang dipasang bersama dengan KWh meter. karena sumbernya berasal dari arus DC. 4A. Pemutusan daya 2A digunakan untuk membatasi pemakaian 440 W. Daya sesungguhnya yang digunakan oleh suatu alat listrik memenuhi persamaan: P2 = di mana P1 P2 V1 V2 = = = = . tegangan 12 V maksimum. Sekering sebagai pengaman 47 . Untuk keamanan pada alat-alat listrik rumah tangga biasanya pada masing-masing alat dipasang sekering (fuse) seperti ditunjukkan gambar (16). Sebagai contoh pada lampu pijar tertulis 60 W/220 V. Pada bohlam 24 W/ 12 V. pemutusan daya 6A digunakan untuk membatasi pemakaian daya 220 x 6 = 1320 Volt dan seterusnya. Tegangan 220 V pada alat listrik tersebut merupakan tegangan efektif. Gambar 16. jika lampu pijar terpasang pada tegangan lebih kecil dari 220 Volt lampu akan meredup. 10A. 15A. Jika arus listrik melebihi ketentuan maka dengan adanya pemutusan daya secara otomatis akan menurunkan saklar.43 0C Daya listrik pada alat listrik rumah tangga Pada alat listrik rumah tangga umumnya tertulis spesifikasi daya dan tegangannya. artinya lampu pijar tersebut akan memiliki daya 60 Watt jika terpasang pada tegangan 220 Volt. dikatakan lampu menyala normal. Pemutus daya tersebut memiliki spesifikasi arus tertentu: 2A. 6A. sebaliknya jika lampu terpasang pada tegangan lebih besar dari 220 Volt.Suhu akhir T adalah: T = To + ∆T = 20 0C + 11. maka lampu akan menyala lebih terang.

8) P2 = = P2 = 10 watt . P1 . Sekering di pasaran memiliki nilai tertentu yaitu: 3 A. a) Sekering tipe kawat (b) b) Sekering tipe peluru Selanjutnya coba Anda perhatikan contoh-contoh berikut ini! Contoh: Lampu pijar memiliki spesifikasi 40 watt/220 Volt. 15 A. (40) 48 .Pemasangan sekering pada alat listrik untuk mengantisipasi adanya arus yang tibatiba membesar yang memungkinkan alat listrik dapat rusak atau terbakar. 5 A. (a) Gambar 17. Berapakah daya yang terpakai pada lampu jika dipasang pada tegangan 110 Volt? Diketahui: P1 = 40 W V1 = 220 V V2 = 110 V Ditanyakan: P2 Jawab: berdasarkan persamaan (6 . 13 A. jika arus tiba-tiba membesar maka sekering akan putus dan alat listrik tidak rusak. Bentuk sekering diberikan pada gambar (17). Dengan adanya sekering.

Contoh: Sebuah pembersih vakum memiliki spesifikasi 440 W/220 V. Lampu pijar 100 Watt/250 Volt dipasang pada tegangan 200 Volt. 13 A. Berapakah energi listrik yang terpakai oleh TV setiap hari? 4. B dan C adalah lampu yang identik 24 W/12 V. Sakering mana yang harus dipilih? Diketahui: P = 440 W. Jika kalor jenis air 4200 J/kg 0C. berapakah lama air akan mendidih? 5. Berapakah nilai sakering yang dipakai? 7. 5 A. 13 A dan 15 A Ditanyakan: Sakering mana yang dipilih? Jawab: P = VI I = = I = 2A Sakering yang digunakan adalah 3 A Untuk menguji pemahaman Anda. Elemen pemanas 400 Watt/220 Volt digunakan untuk memasak air sebanyak 1 kg dari suhu 20 0C hingga mendidih pada suhu 100 0C. Jika nilai sakering yang ada 3 A. Berapakah energi yang terserap pada beban 5 W selama 5 menit? 2. Berapakah daya pada lampu tersebut? 3. Beban 5 Ω ditimbangkan pada elemen 12 Volt yang memiliki hambatan dalam 1 Ω. TV berwarna 600 Watt/220 Volt tiap hari dinyalakan rata-rata selama 8 jam. 13 A dan 15 A. Berapakah daya yang terdisipasi pada seluruh lampu? 49 . Pada gambar di samping A. V = 220 V Nilai sakering 3 A. 15 A. coba Anda kerjakan latihan berikut ini! Kerjakanlah terlebih dahulu jangan langsung melihat kunci jawabannya! 4 1. Berapa arus yang mengalir pada lampu? 6. Sebuah TV berwarna 1000 W/220 V memerlukan sakering pengaman jika nilai sakering yang ada adalah 3 A. Lampu 6 Ω dihubungkan pada akumulator 12 Volt ternyata menyala normal. 5 A. 5 A.

R = 5Ω . V = 220 V m = 1 kg. Diketahui : P = 600 W.KUNCI LATIHAN 4 1. r = 1Ω . t = 300 s Ditanya : energi W pada beban R Jawab : I = = =2A W = I2Rt = (2)2 (5) (300) W = 6000 Joule 2.. Diketahui : ε = 12 V.. Diketahui : P = 400 W . Diketahui : V = 12 Volt R = 6Ω Ditanya Jawab : Daya P : P= = P = 24 Watt 3..8 kWh 4. c = 4200 J / kg 0C ∆T = 100 – 20 = 80 0C Ditanya Jawab : t= : P . : P= W=P. t = m c ∆T t= t= 50 = 840 S ..t W = (600 W) (8 h) W = 4800 Wh W = 4. V = 220 V t =8h Ditanya Jawab : Energi W .

55 A Sekering yang dipakai adalah : 5 A → 1000 220 7.. : P1 = R= = = = 625 Ω = 0. Ditanya Jawab : Arus I = . V = 220 V Nilai sekering : 3A. V2 = 200 V. Diketahui : P = 1000 Q . V1 = 250 V .. 15A Ditanya Jawab : Nilai sekering yang harus dipakai : I= = = 4...32 A → Besar arus I = 6.5. Diketahui : Lampu A. B dan C sejenis 24 W/12 V Ditanya Jawab : Daya yang terdisipasi pada seluruh lampu (P) : Hambatan tiap lampu Arus yang mengalir R= = = = =6Ω A → I= Daya pada seluruh lampu P = I2 (3R) P= = (3 x 6) P = 8 Watt 51 . 13A. 5A. Diketahui : P1 = 100 W .

Selanjutnya kerjakanlah tugas 4 berikut ini dengan benar. 52 .Anda telah menyelesaikan kegiatan 4 modul ini. Jika masih ada yang salah ulangi sekali lagi sehingga Anda betul-betul memahaminya. cocokkan jawaban Anda dengan kunci jawaban yang ada pada akhir modul. Untuk melihat kebenaran hasil kerja Anda.

Air terjun digunakan untuk memutar generator. Jika percepatan gravitasi 10 ms–2 dan massa jenis air 100 kgm-3 serta 80 energi air terjun kembali menjadi energi listrik. Agar lampu menyala normal. Sebuah lampu memiliki spesifikasi 100 W/220 V. Sebuah kumparan memiliki hambatan 1000 Ω dialiri arus sebesar 2 A selama 10 menit. Air terjun sebuah bendungan tingginya 100 meter memiliki debit aliran 50 m3s–1. Berapakah daya listrik yang dihasilkan? 7. Sebuah mesin derek 220 V memerlukan arus 12 A untuk mengangkat beban 800 kg dengan kecepatan 9 m/menit. Setrika listrik 350 Watt/220 Volt dipakai selama 4 jam. Berapakah besar arus yang mengalir? 3. Sebuah kumparan water heater 100 Watt/220 Volt memanaskan 5 liter air selama 20 menit dari suhu 30 0C. Tentukan efisiensi mesin jika g = 10 m s–2 10. Hambatan 50 Ω dihubungkan pada baterai 12 V. Berapakah suhu akhir air? 8. Berapa KWh energi listrik yang terpakai? 6. Tiga buah lampu masing-masing 36 W/12V. berapakah daya disipasi pada hambatan? 4. Bola lampu 100 W/200 V akan dipasang pada tegangan 250 V. Berapakah hambatan lampu tersebut? 5. berapa hambatan yang harus diserikan dengan lampu? 53 . Berapakah daya disipasi pada seluruh lampu? 9. kalor jenis air 4200 J/kg 0C. 24W/12 V dan 12 W/12 V disusun paralel kemudian dihubungkan ke baterai 12 Volt. Sebuah alat listrik memiliki hambatan 25 Ω ketika dialiri arus selama 10 menit menyerap energi sebesar 60 kilo Joule. Berapakah energi yang dipakai pada komponen? 2.TUGAS 4 1.

54 .

I = R • Hambatan suatu penghantar pada suhu tertentu ditentukan oleh panjang (l). hukum Ohm dan rangkaian arus listrik.PENUTUP Selamat Anda telah selesai mempelajari materi Rangkaian Arus Searah dengan baik. dirumuskan: R = ρ A • Beberapa sumber tegangan searah yang dirangkai paralel tidak akan merubah besar tegangan total. Semoga Anda berhasil dalam mengikuti tes akhir modul. Kemudian Anda dapat melanjutkan belajar pada modul berikutnya. Arah arus elektron dari potensial rendah menuju ke potensial tinggi. Besar kuat arus di dalam suatu penghantar sebanding dengan beda potensial. • Kuat arus adalah jumlah muatan yang mengalir tiap satuan waktu. tapi sebelum itu bacalah rangkuman berikut ini! • Alat ukur kuat arus listrik adalah amperemeter. serta Anda dapat menghitung kuat arus pada suatu rangkaian listrik. • Alat ukur tegangan/beda potensial adalah voltmeter. Hal ini dikenal sebagai hukum ohm. 1 V Q t 55 . dirumuskan: I = I = kuat arus listrik (coulomb/sekon = ampere) Q = muatan listrik (coulomb) t = waktu (sekon) • • Arah arus listrik mengalir dari potensial tinggi (+) menuju ke potensial rendah (–). namun hanya meningkatkan kemampuannya memasok arus. Dengan selesainya Anda mempelajari modul ini. Dan Anda dapat melakukan percobaan. Anda dapat menjelaskan arus listrik. hambatan jenis penghantar (r) dan luas penampang kawat penghantar (A).

• Bunyi hukum I Kirchhoff yaitu kuat arus listrik yang masuk ke suatu titik simpul sama dengan jumlah kuat arus listrik yang keluar dari titik simpul tersebut. jumlah aljabar gaya gerak listrik (ε) dengan penurunan tegangan (IR) sama dengan nol. 56 . Dirumuskan: Σε + ΣIR = 0 Σ ε = jumlah GGL atau sumber arus listrik (baterai) I = arus listrik R = hambatan listrik • Besar energi W yang terjadi pada hambatan R yang dialiri arus I selama t adalah: W = V I t = I2Rt = • Besar daya listrik P= • = V I = I2R = Satuan energin listrik dalam rumah tangga menggunakan satuan KWh (KiloWatt hour). Persamaan Hukum I Kirchhoff yaitu: Σ Imasuk = Σ Ikeluar Σ dibaca ‘sigma’ artinya jumlah Imasuk = arus listrik masuk titik percabangan/simpul Ikeluar = arus listrik keluar titik percabangan/simpul • Bunyi Hukum II Kirchhoff yaitu di dalam sebuah rangkaian tertutup. Selanjutnya temuilah Guru Bina Anda untuk mendapatkan test akhir modul yang harus Anda kerjakan. Tetaplah bersemangat dan semoga berhasil. t = mc ∆Τ pada proses pemanasan akan berubah menjadi kalor Q = mc ∆Τ ditulis: W = Q P t = mc ∆Τ V I t = mc ∆Τ Spesifikasi alat listrik dinyatakan dalam daya P dan tegangan V. daya yang dipakai P2 = . Jika alat listrik memiliki spesifikasi P1/V1 dipasang pada tegangan V2. 1 kWh = 3. P1 • • Anda telah menyelesaikan modul ini.6 x 106 J Energi listrik W = P .

A (ampere meter) 7. C (dataran tinggi ke dataran rendah) 2.04 A V = 6 volt I = …. 2. → I = 40 mA (e) I = = R= 8.5 ampere R = . D (muatan) 2. ρ = = = 500.. E (sebanding dengan hambatan) 5. C (luas penampang dan hambat jenisnya) 10. C (lurus dengan tegangan) 4. E (I = ) 6. 5. E l = 100 cm = 1 m A = 5 mm2 = 5 x 10–6 m2 R = 100 ohm r = …. B (positif) 57 .. R = 200 ohm (e) 9. R = ρ. A E C A C TUGAS 2 1. E I V = 100 volt = 0.TUGAS 1 1. 4. 3. E → R = 150 ohm I = = = 0.. 10–6 r = 5 x 10–4 Ω m (e) TUGAS 3 1. C (I = ) 3.

B (6 V) cara penyelesaiannya: misal arah loop yaitu A-B-C-D-A sehingga: Σ ε + Σ IR = 0 –12 – 2 + 4 + I (1 + 2 + 1 + 1) = 0 10 + 5 I = 0 I =2A VDA = Σ ε + Σ IR ( VDA langsung) = + 4 + 2 (1) VDA = 6 volt … (b) 10.1 Untuk loop F-E-A-B-F didapat: Σ ε + Σ IR = 0 –10 – 2 + I2 (1 + 7) + 2 I3 = 0 –12 + 8 I2 + 2 I3 = 0 ……. E (keluar) cara penyelesaiannya lihat no. 7 di atas! 9. C (Hukum I Kirchhoff) 6. A (8 A) cara penyelesaiannya: Σ Imasuk = Σ Ikeluar (I5 pastilah kearah keluar dari titik A) I1 + I2 + I3 = I4 + I5 10 + 5 + 5 = 12 + I5 I5 = 20 – 12 = 8 I5 = 8 A ……(a) 8. D (kecil) 4. C (Hukum II Kirchhoff) 7. D (2 A dari A ke B) Untuk loop D-C-A-B-D didapat: Σ ε + Σ IR = 0 –10 – 2 + I (1 + 7) + I3 (2) = 0 –12 + 8 I1 + 2 I3 = 0 di titik simpul A berlaku: I1 = I3 – I2 sehingga: –12 + 8 (I3 – I2) + 2 I3 = 0 –12 – 8 I2 + 10 I3 = 0 …….3. C (setuju) 5.2 58 .

. r=2A.. W = 6 x 104 J I =.4 x 106 J R = 25 Ω.. Diketahui : Ditanya Jawab : : R = 50 Ω.... Diketahui : R = 1000 Ω ... W = I2 R t = (2 A)2 (1000 S) (600 S) = 2.. V = 12 V Daya P = . Diketahui : Ditanya Jawab : : 59 .. (d) KEGIATAN 4 1.substitusi persaman 1 dan 2 didapat: –12 – 8 I2 + 10 I3 = 0 –12 + 8 I2 + 2 I3 = 0 –––––––––––––––– + –24 + 12 I3 = 0 P I3 = = 2A I3 = 2 A arah dari A ke B …. t = 600 S W = . P = 2.. W = I2 R t I2 = I2 = I2 = 4 I =2A 3...... t = 600 S.88 Watt Ditanya Jawab : : 2..

. V = 220 V.. Diketahui : P = 350 W ... T = . t=4h energi dalam KWh.. W = P . Diketahui : P = 100 W.7 0C 60 . V = 220 V . P. T = T0 + ∆Τ T = 3 0C + 5..4 kWh h = 100 m.7 0C T = 35. 106 W P = 40 MW 7. t = 1200 s. P= → R= = = 484 Ω 5.. Diketahui : g = 10 ms–2 ....8 Ditanya Jawab : : daya listrik P = ? P= =h = gh P = (0. P = 1000 kg m–3 = 8090 = 0. t = m c ∆Τ ∆Τ = = = 5.. m = 5 liter c = 4200 J/kg 0C Ditanya Jawab : : Suhu akhir. V = 220 V R = ... = 50 m3s–1 Ditanya Jawab : : 6. To = 30 0C.8) (1000) (50) (10) (100) P = 40 ...7 0C Suhu akhir. W = .....4. t = (350) (4) W = 1400 kWh W = 1. Diketahui : Ditanya Jawab : : P = 100 Watt .

45 Ditanya Jawab : : 9.. V1 = 200 V) Dipasang pada tegangan V = 250 V Besar hambatan Rs agar lampu menyala normal Arus yang mengalir I= = = 0.. Diketahui : Ditanya Jawab η : : 10...15 m s–1 Efisiensi mesin. = = 0.5 A = = 400 Ω Hambatan total RL = Hambatan total R = = = 500 Ω Hambatan Rs = R – RL Rs = 500 – 400 Rs = 100 Ω 61 . = = = .8. Karena tersusun paralel. I = 12 A. Diketahui : Ditanya Jawab : : Bola lampu (P1 = 100 W. m = 800 kg g = 10 m s2. v = 9 m (mnt)–1 = 0. Diketahui : L1 = 36 W/12 V L2 = 24 W/12 V L3 = 12 W/12 V Tersusun paralel dihubungkan pada baterai 12 V Daya disipasi pada saluran ke lampu. maka lampu menyala normal Daya total P = P1 + P2 + P3 P = 36 W + 24 W + 12 W P = 72 W V = 220 V.

Jakarta: Erlangga. Salatiga: PT.. Fisika 2. Pedoman Khusus Pengembangan Silabus dan Sistem Penilaian Pelajaran Fisika.DAFTAR PUSTAKA Tim PDKBM Fisika II. Fisika Terpadu 2a. Konsep-Konsep Fisika 2. Marthen Kanginan. Jakarta: 1997. 2000. Pustekkom Diknas. Depdiknas. Nyoman Kertiasa. Jakarta: 2000. 1997. Balai Pustaka. Fisika 2. Drs. 1996. Drs. Kamajaya. Hasan Wiladi. Fisika 2a. Heru Asri Poerno. Bob Foster. dkk. Muhadi. TIM Kegiatan Pembelajaran Fisika. Kurikulum 2004 SMA. M. Jakarta: Erlangga. S. Bandung: Ganeca Exact. Bandung: Grafindo. Ir. Proyek alat-alat IPA dan PKG DIKNAS.Si. Intan Pariwara.Pd. 1996. 2003 62 . Penuntun Belajar Fisika 2. 2000. Fisika 2000 2B. Budikase. Jakarta: 1995. 1994. Jakarta:Yudhistira. dkk.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful