MAKALAH PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK PERLENGKAPAN STASIUN PUSAT PEMBANGKIT

DI SUSUN OLEH : ANDI RACHMANSYAH DEVIA RAFIKA PUTRI RENSI SALSABILLA RIO RESPATI 3332090720 3332090934 3332090894 333209

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA CILEGON - BANTEN 2011

KATA PENGANTAR Puji dan syukur kami panjatkan atas kehadirat Allah Subhanahu Wata’ala atas segala limpahan, berkat dan rahmat-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan Makalah Pembangkit Tenaga Listrik ini yang berjudul Perlengkapan Stasiun Pusat Pembangkit. Shalawat serta Salam semoga selalu tercurah kepada Baginda Rasulullah Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa salam, karena berkat perjuangan Beliau lah umat manusia dapat terbebas dari masa Jahiliyyah yang kelam. Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Pembangkit Tenaga Listrik yang diambil pada semester V ini, yang mana kelompok kami mendapatkan bagian untuk membahas tentang Perlengkapan Stasiun Pusat Pembangkit. Penulis ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam proses penyusunan makalah ini. Penulis dengan senang hati menerima saran dan kritik dari segenap pembaca demi perbaikan dan penyempurnaan makalah ini. Semoga dapat bermanfaat bagi penulis pada khususnya, serta dunia ilmu pengetahuan di bidang elektro pada umumnya. .

Cilegon, Oktober 2011

Penulis

secara konvensionil ataupun non konvensionil. PLTU. Oleh karena itu dalam pusat pembangkit diperlukan adanya perlengkapan-perlengkapan untuk stasiun pusat pembangkit sesuai dengan tipe pusat pembangkitannya.1 LATAR BELAKANG Meningkatnya kebutuhan maupun konsumsi daya listrik yang sangat besar sedangkan sumber daya yang semakin lama semakin berkurang membuat banyaknya pusat pembangkit energi listrik yang diperoleh dengan merubah energi lain. Untuk itu kami akan membahas tentang perlengkapan-perlengkapan stasiun pusat pembangkit termasuk dengan alat ukur dan system pengaman pada pust pembangkit yang sangat penting sekali untuk keberadaan pusat pembangkit listrik pada system yang konvensionil maupun non konvensionil. motor baker. Apa saja alat-alat ukur dan pengukuran yang dibutuhkan pada pusat pembangkit listrik? 3. termasuk pula alat-alat ukur dan pengukuran pada pusat pembangkitan dan alat-alat pengaman pada stasiun pusat pembangkit. dan lain-lain. 1. Penggerak awal dan perlengkapan pusat pembangkit penghasil energi menunjukan tipe dari puat pembangkitan itu sendiri seperti pada PLTA. Apa saja alat pengaman yang dipakai pada pusat pembangkit tenaga listrik? . PLTG. secara langsung ataupun tidak langsung. dan sebagainya.2 RUMUSAN MASALAH 1. Pada sistem yang konvensionil energi listrik yang dihasilkan dari energi primer diperoleh dengan melalui suatu perantara mesin tertentu berupa turbin. Apa saja perlengkapan-perlengkapan yang dipakai pada pusat pembangkit tenaga listrik? 2.BAB I PENDAHULUAN 1. PLTD.

besaran an instrument yang dipakai pada pusat pembangkit tenaga listrik 3. 2. Membahas Alat pengaman pada umumnya pada pusat pembangkit listrik. Membahas alat ukur.3 TUJUAN PENULISAN 1. Untuk mengetahui perlengkapan-perlengkapan apa saja yang dipakai pada stasiun pusat pembangkit tenaga listrik 2. 3.4 BATASAN MASALAH 1. membahas perlengkapan elektrikal tidak mekanikal dan bangunan sipil. .1. untuk mengetahui alat pengaman yang dipakai dan dibutuhkan oleh pusat pembangkit tenaga listrik. Perlengkapan stasiun pusat pembangkit yang dibahas adalah perlengkapan yang dibutuhkan pada pusat pembangkit pada umumnya. Untuk mengetahui alat-alat ukur dan pengukuran yang dibutuhkan pada pusat pembangkit tenaga litrik. 1.

1 PERLENGKAPAN-PERLENGKAPAN UTAMA PUSAT PEMBANGKIT Perlengkapan utama pada puat pembanhgkit tenaga listrik terdiri dari tiga bagian komponen utama yaitu : 1. Alterntor alternator empat kutub (50Hz) bekerja pada 1500ppm barangkali mengkopling turbin pada kecepatan 6000ppm. Bangunan sipil 2. Peralatan mekanikal 3. jika generator beroperasi dengan kecpatan rendah dalam dimensi fisik yang besar akan membutuhkan pembagian-pembagian dalam kerjanya. Peralatan elektrikal Pada peralatan elektrikal puat pembangkit tenaga listrik terdiri dari : GENERATOR Generator adalah mesin listrik yang prinsip kerjanya berdasarkan prinsip elektromagnetik yang merubah energy mekanik menjadi listrik . Didalam tempat generator untuk stasiun hidro elektrik dirancang berdsarkan pertimbangan-pertimbngan mekanis. jika penggerak mengendalikan generator memungkinkan . Medium-medium pendingin untuk alternator-lternator harus lebih dingin dari udara atau hydrogen dalam tempat yang berukuran lebih besar. Kebutuhan-kebutuhannya untuk generator seperti diatas guna mendapatkan koreksi efek roda gila dalam hal reparasi roda gila mungkin dibutuhkan juga. Di dalam stasiun uap air didirikan penggerak-penggerak (turbin uap) yang bekerja sangat ekonomis dengan kecepatan yang sangat tinggi sampai 3000ppm.adapun generator yang digunakan adalah generator 3 fasa dengan frekuensi 50-60Hz dengan kapasitas daya yang di hasilkan. Biasanya kecepatan ini dihubungkan pada dua kutub (50 Hz) untuk menggerakan alternatoralternator oleh penggerak-penggerk semacam di dalam tempat dari mesin-mesin yang lebih kecil dimana pemaangan roda menjadi penting.BAB II DASAR TEORI 2.

Kedua tangkai horizontal dan vertical dipersiapkan sebelum dipakai.dikenai kecepatan yang sangat tinggi. Sering terletak pada jarak yang agak jauh dari beban akhir. Generator harus di desain agar menahan terhadap tekanan-tekanan.Berikut skema transmisi listrik dari Pembangkit ke jala-jala listrik dapat terlihat secara umum pada gambar a. Yang penting adalah lintasan muatan dimana generator harus dapat mensuplai dari stasiun hidro.sedangkan jalur transmisi listrik secara lengkap terlihat pada gambar b. Gambar (a ) . (sebagai kecepatan normal yang kedua).

yaitu : Transformator penaik tegangan Disini tidak dibutuhkn jika stasiun pembangkit menghasilkan tegangan yang sama pada jalur transmisi. Transformator dalam stasiun pembangkit tergantung dari ukuran mesin dan tipe pusat pembangkit. Sebagai contoh transformator 150/70 kV ditanahkan secara langsung di sisi netral 150 kV. dan transformator 70/20Kv ditanahkan dengan tahanan di sisi netral 20kV nya.Gambar (b) TRANSFORMATOR Transformator tenaga adalah suatu peralatan tenaga listrik yang berfungsi untuk menyalurkan tenaga/daya listrik dari tegangan tinggi ke tegangan rendah atau sebaliknya (mentransformasikan tegangan) dengan frekuensi sama). transformator-transformator tenaga ditanahkan pada titik netralnya sesuai dengan kebutuhan untuk sistem pengamanan atau proteksi. Transformator yang telah diproduksi terlebih dahulu melalui pengujian sesuai standar yang telah ditetapkan. Dalam operasi umumnya. Suatu stasiun pembangkit harus mempunyai beberapa transformator. Stasiun transformator Untuk pelayanan umum (penerangan di dalam pabrik atau stasiun) .

PERLENGKAPAN PADA GARDU TRANSMISI 1. Operasi dari rangkaian pemutus. PERALATAN PENGHUBUNG Peralatan penghubung berfungsi untuk menempatkan efek kesalahan dalam system dan memisahkan bagian-bagian kesalahan dari system. Hal-hal yang harus diperhatikan pada peralatan penghubung yaitu : keandalan keluwesan ruangan kesederhanaaan biaya sel lemari truk lemari metal klasifikasi utama peralatan penghubung PERLENGKAPAN KONTROL Di dalam stasiun pusat pembangkit yang besar. Saluran Udara TT. isolasi. . Diagram tirun seksama dari hubungan bangunan yang terpenting akn diatur secara lngsung diantara panel control.- Unit transformator pembantu Untuk mensuplai masing-masing unit pembantu. Busbar atau Rel. perlu mempunyai sejumlah ruangan control pemisah. Saluran Kabel TT dan peralatan listrik lainnya untuk menerima dan menyalurkan tenaga listrik/daya listrik. Pada panel control ini terdapat alat-alat atur. dan lain-lain adalah ditunjukan dengan lampu indicator yang pantas atau indicator tiang pemberi tanda. jadi fungsi terpenting adalah untuk pengamanan dan keamanan system operasi. Merupakan titik pertemuan/hubungan antaratrafo-trafo tenaga.

2. biasa disebut dengan Arrester dan tegangan lebih akibat sambaran petir (ligthning Surge). berfungsi sebagai pengaman instalasi (peralatan listrik pada instalasi Gardu Induk) dari gangguan . Lightning Arrester.

trafo yang digunakan untuk membantu beroperasinya secara keseluruhan gardu induk tersebut. Sakelar Pemutus Tenaga (PMT) atau Circuit Breaker (CB).3. 5. relai dan alat sinkronisasi. digunakan untuk pengukuran arus yang besarnya ratusan amper lebih yang mengalir pada jaringan tegangan pengukuran jarak jauh dan rele proteksi. peralatan lain atau instalasi lain untuk yang tinggi. Transformator Bantu (Auxilliary Transformator). . Transformator instrument atau Transformator ukur.Transformator arus. Berfungsi untuk menghubungkan dan memutuskan rangkaian pada saat berbeban (pada kondisi arus beban normal atau pada saat terjadi arus gangguan). Sakelar Pemisah (PMS) atau Disconnecting Switch(DS). Antara lain: Transformator Tegangan.Di samping itu trafo arus berfungsi juga untuk pengukuran daya dan energi. adalah trafo satu fasa yang menurunkan tegangan tinggi menjadi tegangan rendah yang dapat diukur dengan Voltmeter yang berguna untuk indikator. Untuk pengukuran. 4. Berfungsi mengisolasikan peralatan listrik dari bertegangan.

menghindari atau mengurangi terjadinya Data Acquisition) berfungsi sebagai sarana komunikasi suara dan komunikasi data . 7. Peralatan SCADA dan Telekomunikasi. alat yang bekerja secara otomatis untuk mengamankan kerusakan peralatan akibat gangguan suatu peralatan listrik saat terjadi gangguan. Sakelar ini untuk menghubungkan kawat konduktor dengan tanah / bumi yang berfungsi untuk menghilangkan/mentanahkan tegangan induksi pada konduktor pada saat akan dilakukan perawatan atau pengisolasian suatu sistem. Sakelar Pentanahan. 9. (Supervisory Control And serta tele proteksi dengan memanfaatkan penghantarnya. Kompensator.6. SVC (Static VarCompensator) berfungsi sebagai pemelihara kestabilan 8. alat pengubah fasa yang dipakai untuk mengatur jatuh tegangan pada saluran transmisi atau transformator. Rele Proteksi.

khusunya untuk mengukur arus listrik yang besar dan sistemnya menggunakan tegangan tinggi. Batas ukur amperemeter masih terbatas di lapangan. Cara penyambungan ammeter adalah menghubungkan seri dgn sumber daya listrik (power source). Transformator Arus Transformator arus harus memiliki tingkat kepresisian yang tinggi sehingga rasio arus primer dan skunder konstan. Gambar XIII. maka dayanya antara 15 VA sampai dengan 200 VA. 100 A/5 . Transformator arus digunakan untuk mengukur dan memonitor arus line dan juga digunakan untuk hubungan ke relai dan terhubung pada sisi skunder.2 menunjukkan desain transformator arus 500 VA. Arus nominal transformator sebesar 5 A. sehingga harus menggunakan alat transformator arus. Transformator arus tersebut berfungsi untuk menurunkan besarnya arus listrik dan selanjutnya diukur dengan amperemater.2. Pengertian ampermeter Amperemeter adalah alat untuk mengukur besarnya arus yang mengalir pada rangkaian berbeban.1 menunjukkan contoh pengukuran arus dilengkapi transformator arus. dan besarnya arus yang terukur bergantung pada besarnya arus primer line. Karena transformator arus hanya digunakan untuk pengukuran dan sistem proteksi.2 ALAT-ALAT UKUR DAN PENGUKURAN A. 2. Transformator arus memiliki rasio 150 A/5 Transformator arus cukup aman untuk digunakan pengukuran line jaringan transmisi tegangan tinggi. Amperemeter 1. Gambar XIII. .

Pengukuran Tegangan Tinggi Untuk melakukan pengukuran tegangan tinggi tidak dapat dilakukan secara langsung karena keterbatasan skala voltmeter dan demi menjaga keselamatan manusia. Untuk melakukan pengukuran tegangan tinggi digunakan alat bantu transformator tegangan. dengan menggunakan perbandingan .B. Transformator tegangan berfungsi untuk menurunkan tegangan pada sisi tegangan tinggi (primer) menjadi tegangan rendah (skunder).

Cos phi meter banyak digunakan dan terpasang pada : ← . Dalam uraian secara perhitungan. 3 Watt untuk daya arus bolak– balik tiga phasa. I. untuk daya arus bolak–balik satu phasa P= E . dan lain-lain E.Panel pengukuran mesin pembangkit ← . Dapat pula dikatakan Watt dan kW (kilo Watt) jika faktor daya atau cos f diperhitungkan. dalam hal ini adalah alat–alat listrik karena alat–alat tersebut sudah mempunyai spesifikasi tertentu untuk getaranya. Pengukuran Daya Listrik Dalam teori teknik tenaga listrik terurai untuk menentukan besarnya daya listrik yang dipakai dalam satuan Volt Amper (VA) dan yang lebih tinggi kVA (kilo Volt Amper). memberikan penunjukan secara langsung dari selisih phasa yang timbul antara arus dan tegangan. Cos f watt.belitan. D. Pada sisi tegangan tinggi jumlah belitannya lebih banyak jika dibandingkan jumlah belitan pada sisi skunder. alat penerangan. Pengukuran Faktor Daya Dalam pengertian sehari–hari disebut pengukur Cosinus phi (f). . Kita menghendaki bukan penunjukan sudut phasa melainkan penunjukan cosinus phi. Mengapa getaran ini perlu diketahui. hal ini menyangkut permasalahan dari alat yang dipergunakan. Cos f . Di sini akan kelihatan berapa besar daya yang dipakai pada alat pemakai. Tujuan pengukuran Cos f atau pengukur nilai cosinus sudut phasa adalah.Panel gardu hubungan gardu induk ← . Biasanya yang dipakai rata–rata berkisar 48 Hz sampai dengan 60 Hz. Kecuali getaran–getaran dari komponen elektronika. I. C. besarnya daya (P) adalah: P = E . Dalam praktiknya kita tinggal melihat hasil yang telah didata pada alat ukur. Pengukuran Frekuensi Tujuan alat ini adalah untuk mengetahui banyaknya getaran listrik dengan kesatuan Herzt dari sumber pembangkit tenaga listrik.Alat pengujian.

Dan alat ini penunjukkan secara langsung dapat dibaca. masing– masing memiliki perbedaan frekuensinya. Penyambungan frekuensi meter sama halnya dengan penyambungan alat ukur Voltmeter. memberikan defleksi yang besar sesuai frekuensi yang ditimbulkan oleh arus bolak–balik. tetapi yang banyak dipakai adalah frekuensimeter dengan azas mekanik mudah merakitnya. Disamping ini ada keuntungan–keuntungan lain seperti penggunaan sinyal-sinyal digital untuk pencetakan atau perekaman langsung pada pita magnetis selanjutnya untuk penghubung langsung komputer–komputer alat–alat digital untuk menambah efisiensi pengolahan data. bahkan sampai angka desimal dan sangat kecil masih dapat ditera dengan teliti. Dan alat ini banyak ditemukan pada panel–panel PHB. Pemasangan secara tidak langsung Cosphimeter phasa tiga 1. Jadi disambung secara pararel terhadap jaringan listrik.Frekuensimeter bekerja atas dasar azas getaran listrik atau getaran secara mekanis. mengingat pembuatannya sangat mahal dan rumit dan disebabkan ruang lingkup penunjukkan jarum penunjuk sangat–sangat sempit hanya berkisar 48 dengan Hz sampai 52 Hz. salah satu lidah akan timbul getaran dan beresonansi. G. relatif tidak berjauhan satu sama lain dalam barisnya. Alat Pengukur Energi Arus Bolak-Balik KWH meter dugunakan untuk mengukur energi listrik yang menentukan besar kecilnya rekening listrik pemakai. Frekunsi dengan azas resonansi (getaran) listrik jarang temukan. Alat-Alat Ukur Digital Alat ukur digital menunjukkan kebesaran yang diukur dalam bentuk angka. F. Mengingat sangat pentingnya arti kwh meter. Frekuensi meter Lidah Bergetar Sejumlah kepingan plat baja yang tipis membentuk lidah-lidah bergetar. baik bagi PLN maupun sipemakai maka perlu diperhatikan benar² cara penyambungannya. dan mendapatkan arus medan magnet dari arus bolak–balik. . Alat ukur ini sangat peka sekali.

maka jenis ini mempunyai keunggulan dari metoda integrasi. hasilnya diubah menjadi pulsa–pulsa yang kemudian diukur. Alat yang untuk mengubah ini disebut pengubah analog digital (A–D converter) dan ini merupakan elemen yang penting bagi alat ukur digital. lalu . • Jenis “Dual Slope“ Pada jenis ini. terutama peneraan tegangan listrik diciptakan Voltmeter digital. Unit pengubah menggunakan suatu rangkaian integrasi. Karena tegangan input diintegrasikan melalui suatu waktu periode sebanding dengan periode frekuensi gelombang daya jala–jala. • Voltmeter Digital Masa sekarang perkembangan penggunaan alat–alat ukur listrik yang serba praktis dan canggih selalu dicari.Gejala-gejala yang akan diukur kebanyakan berubaf secara kontinu (dalam bentuk analog). pengubah tegangan frekuensi menghasilkan suatu deretan pulsa sebanding dengan tegangan input dan frekensimeter jenis penghitung menghitung pulsa–pulsa dalam suatu perioda waktu tertentu. tegangan analog diubah ke lebar waktu (time–width). jika dipergunakan alat ukur digital untuk gejala–gejala tersebut maka perlu diubah pada setiap tempat menjadi besaran digital. sehingga pengaruh dari noise pada petunjuk meter dapat dikurangi. Selain mengukur tegangan. Metoda integrasi ini dapat disub klasifikasikan dalam tiga jenis sabagai berikut: • Jenis pengubah tegangan frekuensi Jenis ini merupakan kombinasi dari suatu pengubah tegangan frekuensi dan suatu frekuensimeter jenis penghitung (counter type) jika tegangan yang diukur dipasang pada terminal input. voltmeter digital dapat pula mengukur tahanan (meter–meter Volt Ohm) atau dapat kedua-duanya tegangan DC dan AC (multi meter). Demikian pula noise lain. Tegangan yang yang diukur dikecilkan atau diperkuat sampai suatu nilai tegangan yang sesuai v1. ini sangat pesat sekali dan diciptakan bermacam–macam jenis. • Metoda Integrasi Dengan metode ini tegangan diintegrasikan oleh suatu rangkaian integrasi yang mempunyai kelinieran sangat baik. Karena dalam pengubah ini dipakai rangkaian integrasi. i. maka harga rata–rata “noise” dengan frekuensi jala–jala yang tercampur dalam tegangan input adalah nol.

jadi dengan mengukur t2 dan v2 secara teliti dan t1 konstan. V x 1 dan tegangan refernsi +Vs atau –Vs. atau bentuk gelombang.diintegrasikan selama satu periode waktu tertentu t1 dan kemudian suatu tegangan referensi v2 dengan polaritas berlawanan dari v1 diintegrasikan. kedua digit terakhir didapat dengan mengukur beda antara input dan kebesaran analog yang sedang diukur dengan metoda perbandingan. diteliti atau direkam. maka vx dapat ditentukan dengan mengukur beda antara lebar antara lebar pulsa–pulsa (t1–t2). yaitu ketelitian dan metoda integrasi diperbaiki dengan menggabungkannya dengan metoda potensiometer. Jika v2 dipasang sampai output integrator nol disebut t2 maka berlaku. Jika v1 diintegrasikan. Selain itu. Output integrator v1 mempunyai “slope“ yang merupakan jumlah “slope“ dari tegangan yang diukur. pegangan input dimodulasikan dengan lebar pulsa secara teliti dan dihitung beda antara lebar pulsa positif dan negatif. maka tegangan yang diukur v1 dapat ditentukan. suatu tegangan segitiga v2 dengan perioda antara frekuensi gelombang jala–jala dilakukan berulang–ulang dan jika v2 sama dengan v1. keempat digit pertama didapat dengan jenis pengubah tegangan frekuensi dan kebesaran digitalnya diubah menjadi suatu kebesaran analog yang diteliti lalu dimasukkan kembali ke input. . jika perioda waktu dimana sakelar k berada pada –Vs adalah t1 dan berada pada +Vs adalah t2. Karena (t1+t2) telah diambil sama dengan perioda dari frekuensi gelombang jala–jala. (Vx/Vs)(R2/R10=(t1–t2)(t1+t2). Sebagai contoh anggap keadaan dimana harus diperlihatkan suatu harga pengukuran 6 digit. arus atau lainnya yang diukur direkam secara otomatis untuk suatu waktu yang panjang. Metoda Potensiometer Integrasi Metoda ini merupakan suatu kombinasi dari metoda perbandingan dan metoda integrasi. • Jenis modulasi lebar pulsa (jenis feedback) Pada jenis ini. v2/v1 = t2/ t1. maka terjadi pembalikkan polaritas dari sakelar k oleh pembanding (comparator). • Recorder Alat–alat ukur dengan mana harga tegangan. maka output integrator mula– mula nol akan mencapai suatu nilai tertentu dan kembali menjadi nilai nol jika v2 diintegrasikan. maka berlaku hubungan. biasanya “recorder“ (perekam).

50 menunjukkan blok diagram suatu alat pencatat X-Y. Dengan adanya elektron yang berpindah diantara elektroda penggerak. Gambar XIII. Pena yang dipakai di tunjukkan oleh Gambar XIII. oleh karena itu sensitifitasnya lebih dibandingkan dengan pen. Jika 2 set elektroda penggerak (deflecting elektrode) diikatkan pada sudut yang benar satu sama lainya seperti gambar. • Oscilloscope Pemakaian oscillosgraph elektromagnetis dibatasi sampai frekuensi 10 KHz. melalui pengisap tinta. disebut direct writing type recorder. Tinta diisap oleh tempat tinta yang diam. Penulisan boleh dengan pena atau pemetaan. dan untuk gejala frekuensi tinggi dipakai tabung katoda ray untuk mendefleksikan sinar cahaya elektron. Bentuk mekanis plotting digambar pada Gambar III. Perekam Jenis Langsung (Direct Writing Type Recorder) Pada alat penunjuk listrik. Tambahan dengan pergantian warna pita untuk setiap plotting. berbeda halnya dengan penulisan pena. dimana setiap titik pergerakan direkam pada kertas.48. Karena itu tidak mempunyai sensitivitas yangtinggi seperti mikro amper meter. Oleh karena pergerakan pena disertai dengan penggesekan antara pena dan kertas. c. sinar cahaya elektron dalam perjalanan yang lalu pada elektro dan penggerak ini akan bergerak vertikal maupun horizontal dan memukul satu titik pada screen dan ini menyebabkan material screen ber-flourescense dan bintik terang akan kelihatan pada screen. .a. maka kopel penggerak haruslah lebih besar dibandingkan dengan meter listrik yang bergerak bebas. b.46. Penulisan pena Ini dikerjakan dengan mengikat pena pada titik yang ditunjukkan oleh alat listrik. disini tidak ada gesekan antara pena dan kertas. kecuali untuk pemetaan. sinar cahaya elektron akan bergerak dengan adanya tegangan pada elektroda penggerak. Jenis Pemetaan (Plotting) Titik defleksi yang ditunjukkan oleh instrumen penunjuk listrik dipetakan pada 10 s/d 30 sekon interval pada kertas.

Megger Meger adalah alat untuk mengukur besarnya nilai tahanan isolasi. I. Pengamanan yang penting yang harus diperhatikan adalah : Pengaman terhadap arus lebih Pengaman terhadap tegangan nol Pengaman terhadap arus balik Pengaman terhadap bahaya singgung . antara phasa dengan bodi dan antar belitan pada phasa yang sama. Salah satu contoh penggunaan dari alat ukur ini adalah untuk mengukur kemungkinan gangguan lain adalah terjadinya hubung singkat pada belitan antar phasa. Jenis megger adalah: megger dengan engkol sebagai pembangkit tegangan. Avometer Avometer atau multitester berfungsi untuk mengukur besarnya tahan listrik.H. 3. 2. memadamkan serta mengatasi pengaruh-pengruhnya. Sumber tenaga pada megger jenis ini berasal dari generator pembangkit tenaga listrik yang ada dalam alat ukur ini dan untuk membangkitkannya poros megger harus diputar. Dengan koordinasi pemutus beban mencegahnya meluasny gangguan melokalisir. mak diperlukan kerja untuk mengisolir keadaan abnormal tersebut secara sesaat atau di dalam beberapa hal sesudah suatu kejadian kelambatan waktu. besar tegangan listrik (AC dan DC). Melindungi tiap elemen system dan mengamankan secept mungkin dari gangguan yang sedang terjadi. Pada prinsipnya tujuan pengamanan adalah : 1. dengan alat penunjukan jarum dan megger dengan sumber tenaga dari baterai dan alat penunjukkanya berupa jarum juga. dan mengukur arus listrik (AC dan DC). 2. Menjaga kontinuitas penyalurn daya.3 ALAT –ALAT PENGAMAN Bila terjadi suatu keadaan abnormal pada system suatu pusat pembangkit. Kerja ini harus otomatis dan tepat sehingga tidak merusak atau menggangu bagian yang sehat.

PENGAMAN TERHADAP ARUS BALIK Pengaman ini hanya terdapat pada instalasi tenaga arus searah yang menggunakan mesin-mesin yang dihubungkan paralel. untuk mengamankannya dapat dilakukan dengan : Menghubungkan bagian-bagian logam alat-alat yang dipakai dengan tanah Memberi isolasi yang baik pada penghntar-penghantar supaya tidk mudh terjadi hubug singkat satu dengan yang lain. pengaman harus putus (bekerja) pada batas kemampuannya. Memberi sekat pada lantai disekitar alat-alat (mesin) yang dipasang. Arus yang besar disini disebabkan oleh keadaan-keadaan sebagai berikut : PENGAMAN TERHADAP TEGANGAN NOL Untuk mengatasi keadaan ini pada alat-alat (mesin-mesin) dipasang relai-relai yang dapat memutuskan hubungan bila tidak ada suplai yang mengalir. sehingga apabila terjadi gangguan yang disebabkan salah satu mesin kn mempengaruhi mesin-mesin yang lain.PENGAMAN TERHADAP ARUS LEBIH Arus lebih mengakibatkan kerusakan pada instalasi. Bila pengaman tidak putus dan gejala ini terjadi cuku lama maka kerusakan pada instalasi tidak dapat dihindari dan kemugkinan terjai kebakaran. misalnya alas karet dan sebagainya Pembebanan yang berlebihan Hubungan pendek antara kawat penghantar Bunga api yang timbul karena kontak-kontak yang kurang baik. . Karena tahanan isolsi antara saluran atau antara saluran dengan tanah/netral terlalu rendah. PENGAMAN TERHADAP BAHAYA SINGGUNG Bahayanya persinggungan adalah adanya arus yang mengalir melalui tubuh manusia.

- Melindungi bagian-bagian yang tidak tersekat dalm keadaan kerja nominal mengalirkan arus dari bahaya persinggungan. untuk pengaman lalu lintas udara. dipasang di sepanjang jalur SUTT. Jaringan pengaman. artinya harus sudah dapat bekerja. maka alat-alat pengaman harus mempunyai sifat-sifat : Sensitif. terpisah dari bagian yang normal. Bola pengaman. Oleh karena itu dalam praktek banyak dapat dipakai kotak-kotak penghubung pipa-pipa dari berkelit. Terdiri dari kawat tembaga atau kawat baja yang di klem pada pipa pentanahan dan ditanam di dekat pondasi tower (tiang) SUTT. oleh suatu kesalahan (gangguan) yang minim pada daerah yang dilindungi Selektif dapat menentukan atau memilih dengan tepat letak gangguan yang terjadi. Untuk menyalurkan arus listrik dari kawat tanah (ground wire) akibat terjadinya sambaran petir. mika atau plastic. Berfungsi untuk mengetanahkan arus listrik saat terjadinya gangguan (sambaran) petir secara langsung. antara lain: Kawat tanah. dari gangguan yang dapat membahayakan SUTT tersebut dari lalu lintas yang berada di . Komponen pengaman pada saluran udara transmisi tegangan tinggi. berfungsi untuk pengaman SUTT bawahnya yang tingginya melebihi tinggi yang dizinkan. grounding dan perlengkapannya. Untuk pengman-pengaman tersebut. KOMPONEN PENGAMAN PADA SISTEM TRANSMISI Komponen pengaman (pelindung) pada transmisi tenaga listrik memiliki fungsi sangat penting. dipasang sebagai tanda pada SUTT. Pentanahan tiang.

4. . Bangunan sipil 2. bahkan sampai angka desimal dan sangat kecil masih dapat ditera dengan teliti. Peralatan elektrikal Pada peralatan elektrikal puat pembangkit tenaga listrik terdiri dari generator. Dan ini merupakan elemen yang penting bagi alat ukur digital. Peralatan mekanikal 3. 6. 1. 2. 4. 3. 5.perlengkapan pada gardu transmisi Selain perlengkapan di atas terdapat pula alat ukur dan pengukuran seperti: 1. 2.BAB III KESIMPULAN Dari penjelasan di atas dapat kita simpulkan bahwa perlengkapan stasiun pusat pembangkit terdiri dari : 1. Voltmeter Digital Jenis pengubah tegangan frekuensi Jenis “Dual Slope“ Jenis modulasi lebar pulsa (jenis feedback) Metoda Potensiometer Integrasi Recorder Oscilloscope . Pengukuran Daya Listrik Amperemeter Pengukuran Tegangan Tinggi Pengukuran Frekuensi Pengukuran Faktor Daya Alat Pengukur Energi Arus Bolak-Balik Alat ukur digital menunjukkan kebesaran yang diukur dalam bentuk angka. 7.perlengkapan control. 3.transformator. Alat ukur ini sangat peka sekali. 6. Alat yang untuk mengubah ini disebut pengubah analog digital (A– D converter).peralatan penghubung. 5.

Kerja ini harus otomatis dan tepat sehingga tidak merusak atau menggangu bagian yang sehat. c. Terdiri dari kawat tembaga atau kawat baja yang di klem pada pipa pentanahan dan ditanam di dekat pondasi tower (tiang) SUTT. antara lain: Kawat tanah. Untuk menyalurkan arus listrik dari kawat tanah (ground wire) akibat terjadinya sambaran petir. mak diperlukan kerja untuk mengisolir keadaan abnormal tersebut secara sesaat atau di dalam beberapa hal sesudah suatu kejadian kelambatan waktu. Menjaga kontinuitas penyalurn daya.Bila terjadi suatu keadaan abnormal pada system suatu pusat pembangkit. dipasang di sepanjang jalur SUTT. Dengan koordinasi pemutus beban mencegahnya meluasny gangguan melokalisir. . memadamkan serta mengatasi pengaruh-pengruhnya. b. Pengamanan yang penting yang harus diperhatikan adalah : Pengaman terhadap arus lebih Pengaman terhadap tegangan nol Pengaman terhadap arus balik Pengaman terhadap bahaya singgung KOMPONEN PENGAMAN PADA SISTEM TRANSMISI Komponen pengaman (pelindung) pada transmisi tenaga listrik memiliki fungsi sangat penting. Melindungi tiap elemen system dan mengamankan secept mungkin dari gangguan yang sedang terjadi. Pada prinsipnya tujuan pengamanan adalah : a. Komponen pengaman pada saluran udara transmisi tegangan tinggi. Berfungsi untuk mengetanahkan arus listrik saat terjadinya gangguan (sambaran) petir secara langsung. grounding dan perlengkapannya. Pentanahan tiang.

untuk pengaman lalu lintas udara. . berfungsi untuk pengaman SUTT bawahnya yang tingginya melebihi tinggi yang dizinkan. dari gangguan yang dapat membahayakan SUTT tersebut dari lalu lintas yang berada di Bola pengaman.- Jaringan pengaman. dipasang sebagai tanda pada SUTT.

com/search/label/Peralatan%20Gardu%20Induk .supari. Candra Buwono.Montaria .1/alat-ukur-listrik http://ichsandi.org/forum/threaddisplay/t/29141. http://imzers. UNIVERSITAS INDONESIA. MAKALAH TEKNIK TENAGA LISTRIK. TRANSMISI TENAGA LISTRIK . Zamrudi .DAFTAR PUSTAKA Pramono. Depdiknas.joko . TEKNIK PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK UNTUK SMK . Depok Muslim.blogspot.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful