P. 1
GAS

GAS

|Views: 43|Likes:
Published by kngean
PENGOLAHAN GAS
PENGOLAHAN GAS

More info:

Published by: kngean on Jan 29, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/29/2013

pdf

text

original

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

2.1. Sejarah Perusahaan 2.1.1. Sejarah PT. Kimia Farma (Persero) Tbk PT. Kimia Farma (Persero) Tbk. yang merupakan badan Usaha Milik Negara (BUMN) dibentuk sebagai Perusahaan Perseroan pada tanggal 16 Agustus 1971.Sejarah berdirinya PT. Kimia Farma (Persero) Tbk. terdiri atas beberapa periode, yaitu : a. Periode I (1957-1959) Pada periode ini pemerintah Indonesia melakukan nasionalisasi perusahaan farmasi milik bangsa Belanda yang ada di Indonesia. Program nasionalisasi ini dikoordinasi oleh Badan Pengambilalihan Perusahaan Farmasi (BAPHAR), yang meliputi : 1. NV. RATHKAMP & NV. BAVOSTA di Jakarta. 2. NV. BANDOENGSCHE KININE FABRICK di Bandung. 3. NV. ORDENEMING IODIUM WATUDAKON di Mojokerto. 4. NV. INDUSTRI TELLA di Surabaya. 5. CV. APOTIK MALANG di Malang. 6. DROGISTER VAN BELLEM dan NV. SARI DELE di Yogyakarta. b. Periode II (1960-1968) Pada periode ini dilakukan pembentukan Perusahaan Negara Farmasi (PNF) dari perusahaan-perusahaan yang dinasionalisasikan sebelumnya. Pembentukan

Perusahaan Negara Farmasi (PNF) berdasarkan PP. No. : 60/1961 dibawah koordinasi Badan Pimpinan Umum Farmasi Negara sebagai peleburan BAPPHAR yang bernaung dibawah Departemen Kesehatan. Perusahan-perusahaan yang didirikan adalah : 1. PNF. RADJA FARMA (ex. Rathkamp) di Jakarta. 2. PNF. NURANI FARM A (ex. Van Gorkom) di Jakarta. 3. PNF. NAKULA FARMA (ex. Bavosta) di Jakarta. 4. PNF. BHINNEKA KINA FARMA di Bandung. 5. PN. SARI HUSADA (ex. Sari Delle) di Yogyakarta. 6. PN. KASSA HUSADA (ex. Varbanstaffen) di Surabaya. 7. PNF. BIOFARMA (ex. Pasteur Instute) di Bandung. 8. PNF. RADJA FARMA (ex. Rathkamp) di Medan. c. Periode III (1969-1970) Pada periode ini pemerintah mengeluarkan Instruksi Presiden No. : 17/1967 untuk meningkatkan efesiensi di setiap BUMN sehingga Departemen Kesehatan melebur perusahaan-perusahaan milik negara tersebut kedalam Perusahaan Negara Farmasi (PNF) dan Alat-Alat kesehatan Bhinneka Kimia Farma dan PNF. Kassa Husada di Surabaya dirubah menjadi Perusahaan Umum dan Perusahaan Daerah, kemudian PN. Sari Husada di Yogyakarta berdiri sendiri sebagai anak perusahaan. d. Periode IV (1971-2001) Periode ini dimulai tahun 1971 ditandai dengan dikelurkannya PP No. : 116 tahun 1971 yang berlaku sejak tanggal 19 Maret 1971. Perusahaan Negara

Bandung. yodium. Lima fasilitas produksi yang tersebar di kota-kota besar di Indonesia merupakan tulang punggung dari segmen industri. segmen usaha yang dikelola oleh perusahaan induk ini memproduksi obat jadi dan obat tradisional. Watudakon-Jawa Timur dan Tanjung Morawa-Medan dan 1 unit Riset dan Pengembangan di Bandung. Kimia Farma (Persero) dengan Akta Notaris dan diumumkan dalam berita negara. PT. Unit Riset dan Pengembangan di Bandung Dengan dukungan kuat Riset & Pengembangan. Kimia Farma (Persero) Tbk. didukung oleh 5 unit produksi farmasi yang tersebar di Jakarta. serta minyak nabati. Semarang.Farmasi dan alat-alat Kesehatan Bhinneka Kimia Farma dinyatakan menjadi Perseroan Terbatas (PT) setelah lulus mengikuti proses audit yang selanjutnya disahkan pada tanggal 16 Agustus 1971 sebagai PT. e. Kimia Farma (Persero) Tbk.sekarang) Pada tanggal 28 Juni 2001 PT. . Kimia Farma (Persero) menjadi perusahaan terbuka (Go Public) dengan nama PT. Satu unit Riset dan Pengembangan dan kelima pabrik yang telah memenuhi syarat Cara Pembuatan Obat Yang Baik (CPOB) ini adalah : 1. dimana untuk privatisasi tahap I saham yang dilepas adalah sebanyak 9% dengan rincian 3% untuk program Kepemilikan Saham Karyawan dan Manajemen (KSKM) dan sisanya 6% untuk masyarakat umum. kina dan produk-produk turunannya. Periode V (Juni 2001 .

Unit ini memproduksi yodium dan garam-garamnya. Pabrik ini telah mendapatkan sertifikat ISO 9001 dan Lloyd’s Register Quality Assurance (LRQA). Unit produksi ini telah menerima sertifikat Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) dan ISO-9002. sirup kering. . tetes mata. obat asli indonesia dan alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR). . Selain itu. Plant Bandung Memproduksi bahan baku kina dan turunan-turunannya. Unit produksi ini telah mendapat US-FDA Approval. 5. Plant Watudakon di Jawa Timur Merupakan satu-satunya pabrik yang mengolah tambang Yodium di Indonesia. juga melakukan pemurnian minyak-minyak nabati (bedak). dan produk kontrasepsi Pil Keluarga Berencana.2. Industri formulasi ini telah memperoleh sertifikat Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) dan ISO-9001. sirup. Plant Semarang Memproduksi minyak jarak yang banyak dipakai dalam bidang kosmetika dan industri farmasi. serbuk. dan lunak ”Yodiol” yang merupakan obat pilihan untuk pencegahan gondok. Unit ini merupakan satu-satunya pabrik obat di Indonesia yang mendapat tugas dari pemerintah untuk memproduksi obat golongan narkotika. Plant Watudakon juga . Plant Jakarta Memproduksi sediaan . bahan baku ferro sebagai bahan utama pembuatan besi untuk obat tambah darah. suspensi/sirup. Plant Bandung juga memproduksi . antibiotika dan injeksi. 4. 3. rifampisin. salut.

Kimia Farma (Persero) Tbk. Obat Rutin dan Obat Generik. Sejarah PT. lunak. Kimia Farma Trading & Distribution. 2. Plant Medan merupakan unit poduksi formulasi yang memproduksi obat-obatan untuk memenuhi kebutuhan obat Pelayanan Kesehatan Dasar (PKD). Kimia Farma membentuk 2 anak perusahaan yaitu : 1. yang fungsinya terutama memenuhi kebutuhan obat di wilayah Sumatera.2. . Kimia Farma Jakarta.1. Unit ini telah memperoleh sertifikat Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB). Pada tahun 1971 perusahaan ini berubah nama menjadi PT. PT. lunak dan salep. Kimia Farma (Persero) Tbk Plant Medan PT. Pabrik ini berdiri pada tahun 1967 dengan nama Radja Farma dan dulunya juga merupakan perusahaan farmasi milik Belanda yang dinasionalisasikan oleh pemerintah Indonesia. yang berada di luar Jawa. salut. 2. salep. Kimia Farma (Persero) Tbk. Dengan . Pada tanggal 4 Januari 2003 PT. PT. Sedangkan pabrik sebagai Holding Company. Kimia Farma Health & Care. dan cairan obat luar/dalam. sirup. Kimia Farma dan menjadi perusahaan cabang dari PT.mempunyai fasilitas produksi formulasi seperti . yang meliputi . 6. Plant Medan Merupakan satu-satunya pabrik obat PT. ISO-9002 dan ISO-14001. Produk yang dihasilkan oleh pabrik yang telah memperoleh sertifikat Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB).

14/DIR/VI/2004 pada tanggal 14 Juni 2004 maka PT. PT. Distribusi obat-obatan PT. memiliki 3 (tiga) unit usaha. da. ULS inilah yang mendistribusikannya melalui PT. Kimia Farma (Persero) Tbk merupakan salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berada dibawah pembinaan Menteri Negara Pendayagunaan BUMN dalam upaya mendukung program pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat khususnya di bidang kesehatan. Dalam menjalankan semua usahanya PT. meliputi : 1. Trading & Distribution. Kimia Farma (Persero) Tbk. Kimia Farma (Persero) cabang Medan berubah menjadi PT. merupakan unit produksi obat jadi dan telah memperoleh sertifikat Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) untuk sediaan yang diproduksi. Kimia Farma (Persero) Tbk. : Kep. Bidang Produksi . Obat Generik Berlogo (OGB).2. Kimia Farma (Persero) Tbk. 59 Medan. Kimia Farma (Persero) Tbk. Plant Medan yang terletak di jalan Medan Tanjung Morawa Km. 2. 9 No. Plant Medan dikelola oleh Unit Logistik Sentral (ULS) yang berada di Jakarta. Produksi yang dihasilkan adalah obat-obatan yang bermutu dengan harga yang terjangkau oleh masyarakat yang meliputi obat-obat Pelayanan Kesehatan Dasar (PKD). Direksi No. Ruang Lingkup Bidang Usaha PT.adanya SK. yaitu . obat-obat paten dan alat kontrasepsi. Plant Medan.

Letak dan Lokasi Perusahaan PT. c.3. d. 4. Health & Care) 3. Kotamadya Medan. Indonesia. Produk lisiensi dari beberapa perusahaan asing yaitu : Sankyo (Jepang). Kimia Farma (Persero) Tbk. Ruang laboratorium Pemastian Mutu & PPPI. e. KF Trading and Distribution. Bidang Distribusi (PT. g. 2. Produk-produk penugasan pemerintah (narkotika). Produk Generik Berlogo. Bidang Pelayanan (PT. 2.Produk-produk andalan yang dihasilkan perusahaan ini adalah : a. c. Ruang perkantoran. Perusahaan ini berdiri di atas lahan dengan luas 20. Produk etikal. Trading & Distribution) yang dijalankan oleh anak perusahaan PT. b. 59. . Klinik Kesehatan dan Optik. Ruang produksi /. b.Plant Medan terletak di Jalan Raya Medan Tanjung Morawa Km 9 No. Ruang produksi /salep. f. Solvay Duphar (Belanda). Produk Kontrasepsi. d. Heinrich (Jerman). Propinsi Sumatera Utara. Produk Bahan Baku. Produk ”Over The Counter” (OTC) yaitu obat yang dapat dijual bebas.269 m2 yang terdiri dari : a.

4. sangat penting untuk mencantumkan suatu struktur organisasi. wewenang dan tanggung jawab dari setiap personil . j. Gudang bahan kemas. uraian tugas dan tanggung jawab bagi seluruh pegawai yang ada dalam perusahaan. g. Uraian Tugas dan tanggung Jawab Sebelum menjalankan suatu aktifitas dalam perusahan. yakni dengan adanya fasilitas jalan tol yang terletak cukup dekat dengan lokasi pabrik (kurang dari 1 km) dan dengan tersedianya angkutan umum yang cukup banyak bagi karyawan. dan tempat olahraga. Prasarana transportasi yang tersedia di lokasi ini dapat dikatakan sangat baik.e. Kimia Farma (Persero) Tbk. dan layanan jaringan telekomunikasi dari TELKOM sudah cukup memadai. dapur. Ruang penimbangan sentral. Gudang etiket. Bangunan penunjang seperti tempat pencucian. Struktur Organisasi. i. mushola. Gudang bahan baku. Struktur Organisasi Dalam melaksanakan kegiatannya PT. menggunakan struktur organisasi yang disusun sedemikian rupa sehingga jelas terlihat batas-batas tugas. 2. Plant Medan. f. 2.4. Kebutuhan listrik pabrik disuplai oleh PLN. Gudang obat jadi. kebutuhan air disuplai oleh PDAM TIRTANADI.1. h.

Tenaga kerja langsung adalah pekerja pada bagian produksi/pengolahan di pabrik. Uraian Tugas dan Tanggung Jawab Untuk menjalankan suatu organisasi diperlukan personil-personil yang menduduki jabatan tertentu di dalam organisasi tersebut. 2. Berdasarkan keterangan diatas maka hubungan kerja dalam organisasi perusahaan PT. Plant Medan memiliki sumber daya manusia terdiri dari tenaga kerja tetap yang merupakan tenaga kerja langsung dan tenaga kerja tidak langsung. wewenang. dan tanggung jawab pada masing-masing jabatan dalam struktur organisasi pada PT. .1. Kimia Farma (Persero) Tbk. Jumlah Tenaga Kerja dan Jam Kerja 2. Tenaga Kerja PT. struktur organisasi PT. Hal ini ditunjukkan dengan pelimpahan wewenang berdasarkan fungsi-fungsi.2.5.5. 2. Kimia Farma (Persero) Tbk. sedangkan tenaga kerja tidak langsung adalah pekerja yang kerjanya tidak berhubungan langsung dengan produksi.4. Kimia Farma (Persero) Tbk. Adapun uraian tugas.dalam organisasi. Plant Medan dapat dilihat pada lampiran 2. Kimia Farma (persero) Tbk Plant Medan dapat dilihat pada lampiran 1. Plant Medan adalah hubungan fungsional.

Plant Medan memiliki 70 orang tenaga kerja.1.00 – 16. Kimia Farma (Persero) Tbk.2.00 Wib Waktu Kerja Jumlah hari kerja dalam seminggu adalah 5 hari kerja yaitu hari Senin s/d Jumat. Pukul 12. Kimia Farma Plant Medan Jabatan dan Pangkat Plant Manager Asisten Manager Produksi Supervisor Personalia Penyimpanan //Cream Pengemasan PMPP PPPI Pengadaan Teknik dan Pemeliharaan Akuntansi Jumlah 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Jabatan dan Pangkat Keuangan Staff Personalia Keuangan PPPI Pengadaan PMPP Gudang Teknik dan Pemeliharaan //Cream Pengemasan Satpam Total Jumlah 1 1 1 3 6 4 4 18 15 6 70 .00 Wib Waktu Istirahat c. Kimia Farma (Persero) Tbk. Jam Kerja Jam kerja yang berlaku pada PT.00 Wib Waktu Kerja b.PT. Tabel 2.5. Tenaga Kerja PT. Plant Medan dapat dilihat pada Tabel 2.1. Adapun data perincian tenaga kerja di PT. dengan jadwal sebagai berikut : a. 2. Kimia Farma (Persero) Tbk Plant Medan dari senin sampai jumat adalah 8 jam sehari.00 – 12.00 – 13. Pukul 08. Pukul 13.

Sebelum dimulainya kegiatan produksi. yaitu : 1. gaji dasar ini diberikan setiap tanggal 5 tiap bulannya. dimana kegiatan pembersihan dilakukan tiap pagi sebelum dimulai kegiatan produksi dan sore hari sesudah selesai kegiatan produksi. yaitu berupa gaji pokok pegawai. yaitu berupa tunjangan transportasi (konjungtor). diberikan setiap tanggal 20 tiap bulannya. Ruang produksi harus tetap terjaga kebersihan.2. pengolahan sampai dengan menghasilkan obat jadi. 2. 2. penutup kepala. yaitu berupa tunjangan tertib kerja dan upah lembur. mulut. Kimia Farma (Persero) Tbk. Gaji Dasar II. dan mendesinfeksi tangan dengan membersihkan yang tersedia sebelum memakai sarung tangan. gaji dasar ini diberikan setiap tanggal 20 tiap bulannya. Sistem Pengupahan Sistem pengupahan PT. Proses Produksi Produksi adalah semua kegiatan pembuatan mulai dari peneriman bahan awal. . 3.7. petugas yang terlibat dalam kegiatan produksi ataupun yang memasuki area produksi harus memakai pakaian bersih. Tunjangan lainnya.6. Gaji Dasar I. Hal – hal yang harus diperhatikan sebelum memulai kegiatan produksi : 1. Kegiatan produksi ini dilakukan di area tertutup dan tidak berhubungan langsung dengan bagian gudang ataupun perkantoran. Plant Medan terdiri atas3 (tiga) tahap.

4. identifikasi. Temperatur dan kelembaban tiap ruangan produksi diatur sedemikian rupa menggunakan Air Handling Unit (AHU) menggunakan AC sentral. dan dilakukan produksi sesuai dengan protap yang telah ditetapkan serta mendokumentasi setiap tindakan yang dilakukan selama produksi. Peralatan yang digunakan harus dipastikan selalu dalam keadaan bersih sebelum dan sesudah dilakukan kegiatan produksi. : 43/Menkes/SK/II/1988 tentang Cara Pembuatan Obat yang Baik dan Keputusan Direktorat Jenderal Pengawasan Obat dan Makanan Depkes RI No. 3. : 05410/A/SK/XII/1989 tentang Petunjuk Operasional Penerapan Cara Pembuatan Obat yang Baik. Pengawasan Mutu merupakan bagian yang paling penting dari Cara Pembuatan Obat Yang Baik (CPOB) agar tiap obat . Produksi dilaksanakan setelah adanya SPK dari bagian PPIC ke bagian produksi.2.1. 2.7. Ruangan produksi harus mendapat penerangan dan pertukaran udara yang cukup agar kegitan produksi berjalan lancar. kekuatan. Pengawasan mutu adalah semua pengawasan yang dilakukan selama pembuatan dan dirancang untuk menjamin agar produk obat yang dihasilkan senantiasa memenuhi spesifikasi. Standar Mutu Bahan / Produk Industri farmasi diwajibkan menerapkan Cara Pembuatan Obat yang Baik(CPOB) berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan RI No. kemurnian dan karakteristik lain yang telah ditetapkan.

Pengawasan dalam proses pengolahan dilaksanakan oleh 2 pihak. kemudian petugas laboratorium melakukan sampling dan pemeriksaan terhadap : 1. meliputi titik lebur.7.7.1. Pemeriksaan kimia. Pemeriksaan fisika.yang dibuat memenuhi persyaratan mutu yang sesuai dengan tujuan penggunaannya. Pengawasan Selama Proses (In Process Control / IPC) Tujuan dilakukan pengawasan selama berlangsungnya proses pengolahan yaitu untuk mencegah terlanjur diproduksinya obat yang tidak memenuhi spesifikasi. kebenaran tulisan dan lambang. c. Bahan baku dan bahan tambahan a.2. meliputi ukuran. Pengawasan ini dilakukan dengan cara mengambil contoh dan mengadakan pemeriksaan dan pengujian terhadap produk yang dihasilkan pada tahap-tahap tertentu dari proses pengolahan. Bahan Pengemas a. kelarutan dan berat jenis. meliputi pemeriksaan kualitatif. Bagian Produksi. 2. meliputi bentuk. Pemeriksaan organoleptis. meliputi ukuran dan kebocoran wadah. kuantitatif dan pH. b. yaitu : 1.1. Laboratorium pengujian IPC terletak di area produksi. warna. Pemeriksaan Mutu Bahan Baku dan Bahan Pengemas Bahan baku dan bahan pemgemas datang dari pemasok ke bagian gudang. 2. yang menjamin bahwa mesin dan peralatan produksi serta . Pemeriksaan kemasan.1. Pemeriksaan etiket. bau dan rasa. desain dan warna. b. 2.

yang meyakinkan bahwa produk yang dihasilkan pada tahap tertentu telah memenuhi spesifikasi yang ditetapkan sebelum dilanjutkan proses berikutnya. warna simplisia. Bagian pengawasan mutu menentukan apakah tahap lanjutan dari proses pengolahan dapat dilaksanakan berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan.proses yang digunakan akan menghasilkan produk yang memenuhi spesifikasi yang ditetapkan.3. bobot satuan. pH (kecuali salep). : pemerian. waktu hancur dan disolusi. b. Pengawasan dalam Proses Pengemasan Pengawasan dalam proses pengemasan hendaklah meliputi pemeriksaan parameter kualitas. jadi merupakan informasi yang diperlukan pada pengamatan terhadap sampel. kadar bahan aktif. kadar bahan aktif. bobot rata-rata. bobot satuan. homogenitas dan kadar bahan aktif. friabilitas. bobot rata-rata. kekerasan. Jumlah satuan produk dalam kemasan. . 2. bau. bobot rata-rata. Pengawasan dalam proses pengolahan (IPC) hendaklah meliputi pengujian parameter kualitas antara lain : 1. antara lain : a. : pemerian. dan salep : pemerian. Kerapatan tutup wadah seperti tutup botol dan tutup . 2. 3. waktu hancur dan disolusi. 2.7. Pemerian1 adalah uraian tentang bentuk. Bagian Pengawasan Mutu. rasa.1.

Kerapian pengemasan. 4. 3. Kebenaran dan kebersihan bahan pengemas yang dipakai. 2. Bahan Baku Bahan baku adalah bahan-bahan yang digunakan sebagai bahan utama dalam proses produksi. Bahan yang Digunakan 2. dimana bentuknya akan mengalami perubahan dan merupakan komposisi terbesar dalam barang jadi.7. tanggal kadaluarsa. Kebocoran produk yang dikemas dalam strip. .2. 2. Leaflet. berfungsi sebagai media kemasan akhir pada produk dan . berfungsi sebagai media kemasan awal pada produk dan sebelum dimasukkan ke dalam botol kemasan. Yang menjadi bahan tambahan antara lain : 1. Kantong plastik. Silika Gel. berfungsi sebagai media kemasan awal untuk produk . tetapi merupakan bagian dalam produk. 2. Bahan Tambahan Bahan tambahan adalah bahan-bahan yang dibutuhkan sebagai pelengkap bahan baku untuk bersama-sama membentuk barang jadi.2.7. e. Botol kemasan. Bahan-bahan ini tidak ikut dalam proses. penulisan nomor batch.c. . 5. berfungsi sebagai pengawet obat untuk produk dan . berfungsi sebagai kertas reklame dan penjelasan komposisi bahan.2.2. d.1.7.

Kotak Induk. Kotak. bagian produksi meminta bahan baku ke bagian gudang dengan surat perintah pengeluaran bahan baku dan bahan pengemas. Selama produksi berlangsung. Bahan Penolong Bahan penolong adalah bahan-bahan yang digunakan dalam suatu proses produksi yang dikenakan langsung atau tidak langsung terhadap bahan baku dalam suatu proses produksi untuk mendapatkan produk yang diinginkan tetapi bahan ini tidak ikut pada bahan jadi. berfungsi sebagai media kemasan setelah dus untuk produk .6. nama produk. berfungsi sebagai media kemasan untuk produk . 7. yaitu kertas yang ditempelkan pada botol kemasan untuk produk dan . 2. berfungsi sebagai media kemasan akhir untuk produk . Pada proses produksi .7. yang berisikan komposisi bahan. . 9. dan ini. tidak terdapat bahan penolong.2. dan . 2.3. expired date dan batch number. karena semua bahan yang digunakan dalam proses akan terdapat pada produk jadi. indikasi. Uraian Proses Setelah adanya perintah produksi dari PPiC. dibuat laporan proses produksi mulai dari penimbangan bahan baku sampai pengemasan yang bertujuan untuk dokumentasi.7. petugas gudang melakukan penimbangan atau penyerahan bahan sesuai dengan yang ditulis pada SPPBB/SPPBK tersebut.3. . 8. Dus. Etiket.

Obat jadi yang telah selesai dikemas. Selama proses produksi berlangsung dilakukan pengawasan dalam proses (In Process Control/IPC). Laporan proses produksi ini diisi oleh petugas yang melakukan suatu tahapan proses produksi dan diketahui oleh supervisor produksi. hasil. tanggal. Obat yang telah selesai diproduksi akan dilakukan pengemasan primer di bagian produksi yang selanjutnya diserahkan ke bagian pengemasan melalui pass box untuk dilakukan pengemasan sekunder sampai dihasilkan obat jadi. no. tahapan proses. disolusi. keseragaman bobot dan kadar zat berkhasiat. selanjutnya dibuat permohonan pemeriksaan ke bagian pengawasan mutu untuk dilakukan finished pack analysis. Bagian produksi pada PT. Obat jadi yang lulus pemeriksaan selanjutnya diserahkan ke gudang penyimpanan obat jadi. pengawasan yang berguna untuk mengetahui berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menghasilkan suatu batch sediaan. Dilaksanakan oleh pihak pengawasan mutu. ditimbang bobotnya dan dicatat. waktu hancur. batch. Laporan proses produksi membuat nama sediaan. operator. Dilakukan oleh pihak produksi. Kimia Farma (Persero) Tbk. Plant Medan terdiri dari : . besar batch. yaitu setiap 15 menit sekali dilakukan pemeriksaan keseragaman bobot. yaitu : 1. dapat segera diketahui pada proses mana kesalahan tersebut terjadi dan diambil tindakan untuk mengatasi permasalahan tersebut. IPC yang dilakukan ada 2 macam.Bila terjadi kekeliruan ataupun kesalahan pada proses produksi. jam. friabilitas. 2. antara lain : uji kekerasan.

c. Bahan-bahan yang telah ditimbang akan ditempatkan pada staging area untuk kemudian diambil oleh petugas produksi lain untuk dilakukan proses produksi selanjutnya. ultra torrax untuk mencampur bahan aktif dengan bahan dasar . Ruang penimbangan ini dipakai untuk menimbang bahan sediaa. Ruang pengisian Ruang untuk melakukan pengisian sediaa ada 3 yaitu : i. b. Selama proses produksi dilakukan IPC oleh bagian pengawasan mutu. Alat–alat tersebut dibersihkan setiap pagi hari sebelum digunakan dan sore hari sesudah selesai digunakan. Jalur Produksi Jalur produksi terpisah dari jalur produksi lain. kelembaban dan tekanan dengan AHU. Ruang penimbangan Ruangan ini dilengkapi dengan beberapa alat timbangan digital.1. mixer untuk pengadukan sehingga diperoleh produk ruahan. dan . Bila tidak ada kegiatan produksi maka pembersihan dilakukan seminggu sekali. Adapun ruangan pada jalur produksi terdiri dari : a. Air Handling Unit (AHU). Ruang pencampuran Ruangan ini dilengkapi dengan alat double jacket tank untuk memanaskan air. dust collector. Ruang Pengisian I . lemari asam. Jalur produksi ini terdiri dari beberapa ruangan dimana setiap ruangan tersebut telah diatur suhu.

Ruang pengisian II Dilengkapi dengan mesin pengisi bahan Pharmech dengan kapasitas 9002000 /jam dan neraca analitik. ii. kelembaban dan tekanan . Jalur Produksi Jalur produksi terletak terpisah dari jalur produksi untuk menghindari terjadinya pencemaran silang. iii.Dilengkapi dengan mesin pengisia Elemech dengan kapasitas 2400 /jam dan neraca analitik.Ruang pengisian III Dilengkapi dengan mesin neraca pengisi Pharmech dengan kapasitas1600 /jam dan neraca analitik. dibawa oleh petugas produksi ke ruang pengisian dan disusun ke mesin pengisian yang telah dimasukkan massa kemudian dilakukan pengisian. Pada unit juga terdapat beberapa ruangan dimana setiap ruangan tersebut telah diatur suhu. 2. kosong yang telah dibersihkan di bagian pengemasan dimasukkan ke pass box. Produk ruahan yang telah selesai diperiksa oleh bagian pengemasan melalui pass box untuk dilakukan pengemasan skunder. d. Sebelum pengisia. Ruang karantina Pada ruang ini disimpan produk ruahan untuk menunggu pemeriksaan laboratorium. Setiap 15 menit dilakukan pemeriksaan bobot oleh operator dan pada awal dan akhir pengisian dilakukan pemeriksaan oleh bagian pengawasan mutu.

Ruang pencampuran akhir Massa yang telah digranulasi dimasukkan ke dalam alat V-mixer dan ditambahkan dengan bahan pelicin dan bahan penghancur luar. e. Ruang pengeringan Granul basah yang dihasilkan dikeringkan di dalam oven dengan suhu 50o60oC selama 10 jam (tergantung pada bahan yang akan dikeringkan). Massa yang telah memenuhi syarat dipindahkan ke ruang pencetakan. pengecualian untuk bahan pelicin dan bahan penghancur luar. Kapasitas oven tersebut 450 kg/hari. Ruang pencetakan . Setelah kering dilakukan pemeriksaan laboratorium dan selanjutnya dipindahkan ke ruangan granulasi untuk dilakukan pengayakan. d.dengan AHU. b. juga dilengkapi dengan dust collector sentral. Untuk selanjutnya granul basah tersebut dipindah ke ruang pengeringan. kemudian dipindahkan ke ruang pencampuran akhir. Hasil yang diperoleh kemudian diperiksa di bagian IPC. Adapun ruangan pada jalur produksi terdiri dari : a. Ruang granulasi Massa granul yang telah dikeringkan digranulasi dengan alat communiting fitz mill. Massa di atas digranulasi dengan menggunakan alat rotary wet granulator sehingga didapat granul basah. Ruang pencampuran Semua bahan tambahan dan bahan aktif dimasukkan ke dalam super mixer dan dicampur hingga homogen. c.

Ruang pengemasan yang telah diluluskan oleh bagian pemastian mutu dibawa ke ruang pengemasan primer dan dikemas dalam kantong plastik. kemudian dipindahkan ke ruangan pengemasan. Tiap kantong berisi 1000 dengan menggunakan mesin penghitung dan silica gel. waktu hancur. g. Pada jalur produksi juga terdapat beberapa ruangan dimana setiap ruangan tersebut telah . Setiap 15 menit operator harus memeriksa keseragaman bobot. kekerasan . Bagian pengawasan mutu di dalam ruangan produksi melakukan pemeriksaan/pengujian terhadap produk ruahan yang meliputi pemerian. f. friabilitas. Ruang sortir yang dihasilkan disortir oleh petugas dari debu dan juga bentuk yang tidak bagus/pecah. Seperti jalur produksi dan . disolusi dan keseragaman bobot. jalur produksi juga terletak terpisah untuk menghindari terjadinya pencampuran silang. Jalur Produksi Sediaan yang produksi oleh PT. neraca analitis. dan AHU. Setelah selesai pengemasan primer. Plant Medan adalah Chloramfenikol . 3. dipindahkan ke ruangan melalui pass box untuk dilakukan pengemasan skunder. masing-masing ruangan terdapat 1 alat cetak dan juga terdapat dust collector.Ruang untuk pencetakan ada 5. Pencetakan dilakukan misalnya dengan menggunakan mesin cetak merek Cadmach (Cu) dengan kecepatan mesin 50 ribu /jam. Kimia Farma (Persero) Tbk.

setelah itu semua bahan dipindahkan ke ruang pencampuran. bahan pengisi dan bahan tambahan lainnya dengan menggunakan alat V-mixer selama ± 15 menit. c. Untuk bahan pengisi (EER8) dikeringkan terlebih dahulu di dalam oven selama ± 12 jam pada suhu 85oC. Setelah itu dipindahkan ke ruang seleksi . Adapun ruangan pada unit terdiri dari : a. juga dilengkapi dust collector sentral. Ruang pengeringan Bahan yang akan dipakai untuk pembuatan ditimbang di ruang penimbangan sesuai dengan SPK. kelembaban dan tekanan udara. Ruang pencampuran Pada ruang ini dilakukan pencampuran bahan aktif. Setelah homogen. dilakukan pemeriksaan oleh bagian pengawasan mutu dan kemudian dipindahkan ke ruang pengisian . Pada awal dan akhir pengisian dilakukan pengujian laboratorium dan setiap 15 menit dilakukan pemeriksaan keseragaman bobot oleh operator. Setelah itu dilakukan pemeriksaan oleh bagian pemastian mutu dan dipindahkan ke ruang pengemasan. d. . Ruang seleksi yang telah selesai diisi disortir dan dibersihkan dari debu–debu yang melekat pada . Ruang pengisian Massa yang telah homogen dimasukkan ke mesin pengisi (kwang dah).diatur suhu. b.

Ruang pengemasan primer yang telah diluluskan oleh bagian pematian mutu dibawa keruang pengemasan primer dan dikemas dalam kantong plastik. Setelah selesai pengemasan. Setelah pengemasan. Jalur pengemasan Pengemasan primer untuk semua sediaan (. dilakukan pemeriksaan kesesuaian produk yang dikemas dengan kemasannya. ) dilakukan di zona abu. ditimbang kemudian dikarantina. Sediaan obat jadi yang telah dikemas dan diluluskan oleh bagian pengawasan mutu selanjutnya dikirim ke gudang penyimpanan. kemasan dan etiket batch sebelumnya. dilaksanakan pemeriksaan kesesuaian jumlah dalam kotaknya.e. yang meliputi etiket. Sebelum memulai pengemasan. . . 4. Tiap kantong berisi 1000 dengan menggunakan mesin penghitung dan silica gel. Sebelum dilaksanakan pengemasan sekunder dilaksanakan pemeriksaan kesiapan jalur pengemasan yang meliputi pemeriksaan kebersihan jalur dari sisa produk. tanggal kadaluarsa. kemudian dimasukkan ke bagian pengemasan sekunder melalui pass box yang menghubungkan antara jalur produksi dengan jalur pengemasan. dipindahkan ke ruangan melalui pass box untuk dilakukan pengemasan skunder. penomoran batch. Pada bagian pengemasan terdapat 3 jalur pengemasan.

sebelum 2. Wadah. Kimia Farma (Persero) Tbk Plant Medan . Kimia Farma (Persero) Tbk.1. Debu yang ada pada dust collector di ruang produksi. Denah Pengolahan Limbah Cair PT. 3. Semua limbah padat tersebut dibakar oleh petugas dan sisa pembakaran tersebut dibuang ke tempat pembuangan akhir.1. 4. Plant Medan. diperlihatkan denah bak pengolahan limbah cair PT. Untuk dimusnahkan digunting terlebih dahulu. 2. Pengolahan Limbah 2. Debu yang berasal dari vacum cleaner yang digunakan untuk membersihkan ruang produksi dan alat produksi. Pengolahan Limbah Padat Sumber limbah padat berasal dari: 1.2. etiket yang rusak dari bagian pengemasan. Bahan-bahan yang tidak memenuhi spesifikasi ataupun yang telah rusak yang berasal dari bagian gudang. Pengolahan Limbah Cair Pada Gambar 2.8. Sumber limbah cair berasal dari air cucian di ruang produksi dan air cucian alat-alat di laboratorium.8.2.8.1. Gambar 2.

Pada bak netralisasi ditambahkan air kapur untuk menetralkan limbah cair yang dikeluarkan. Parameter Pengukuran limbah cair dapat dilihat pada Tabel 2. dilakukan pengujian terhadap hasil pengolahan limbah cair tersebut berupa nilai BOD (Biological Oxygen Demand) dan COD (Chemical Oxygen Demand). G = Bak Sedimentasi. limbah cair tersebut didiamkan/diendapkan beberapa hari dan selanjutnya dialirkan ke bak biokontrol. F = Bak Aerasi. Lalu dialirkan ke bak sedimentasi. 2. D = Bak Netralisasi. 5. Pada bak aerasi (E) dilakukan aerasi dengan menggunakan aerator yang bertujuan untuk menginjeksikan udara ke dalam bak tersebut supaya bakteri aerob yang terdapat dalam bak tersebut dapat melakukan penguraian bahanbahan organik yang terdapat dalam limbah cair tersebut. Bila telah memenuhi syarat nilai BOD dan COD maka limbah cair yang telah diolah tersebut dapat dibuang ke lingkungan. . B = Bak Penampungan. Pada bak biokontrol.Keterangan : A = Saluran masuk. Air buangan (limbah) digunakan menyiram tanaman di lingkungan pabrik. H = Bak Biokontrol Proses pengolahan limbah cair. E = Bak Aerasi. yaitu : 1. 4. Limbah cair yang dikeluarkan ditampung dalam bak penampungan selanjutnya dipompakan dengan mesin pompa ke bak netralisasi. C = Mesin Pompa. 3. Selanjutnya juga dialirkan ke bak aerasi (F) dengan mendapatkan perlakuan yang sama.2. Selanjutnya limbah cair yang telah netral dialirkan ke bak aerasi (E). Pada bak sedimentasi.

0 Sumber : Badan Pemeriksaan Obat & Makanan R.Tabel 2.I.2.0 pH 6.0-9.0-9. Parameter Pengukuran Limbah Cair Proses Pembuatan Bahan Formula (mg/L) BOD (Biological Oxygen Demand) 100 COD (Chemical Oxygen Demand) 300 100 TSS (Total Suspended Solid) Total-N 30 Fenol 1.0 . Parameter Formulasi (Pencampuran) (mg/L) 75 150 75 6.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->