P. 1
magnet

magnet

|Views: 93|Likes:
Published by Thoharuddin Hanif
materi magnet
materi magnet

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Thoharuddin Hanif on Jan 29, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/05/2013

pdf

text

original

MAGNET DAN ELEKTROMAGNETIK Standar kompetensi : Menerapkan konsep magnet dan elektromagnet Maglev train dapat melayang setinggi

beberapa centimeter di atas rel. Mengapa kereta api tersebut tidak bersentuhan dengan rel? 1. Gejala Kemagnetan Gejala kemagnetan pertama kali diamati dalam potongan-potongan bijih besi yang ditemukan di kota Magnesia (sekarang Manisa, Turki bagian barat). Potongan besi ini sekarang kita kenal sebagai magnet permanen. Beberapa contoh gejala kemagnetan yang dapat kita amati misalnya :  jika besi disentuhkan pada magnet maka besi tersebut akan terinduksi dan akan memiliki sifat magnet, dengan kata lain besi berubah menjadi magnet  Sebuah percobaan pada sebatang magnet yang cukup ringan yang diapungkan pada permukaan air dengan menggunakan sepotong gabus, maka magnet cenderung sejajar dengan arah utara-selatan. Hal ini menunjukkan pemanfaatan magnet sebagai penunjuk arah (kompas)  Adanya 2 buah kutub magnet. Jika magnet didekatkan dengan magnet lain maka kedua magnet akan saling tarik menarik (kedua ujung magnet yang tidak sejenis), atau akan tolak menolak (kedu ujung magnet yang tidak sejenis)  jika besi didekatkan pada magnet maka besi akan tertarik, hal ini menunjukkan magnet membentuk medan magnetik dalam ruang disekitarnya. Sifat kemagnetan bahan Berdasarkan sifat medan magnet atomisnya, bahan-bahan dapat dikelompokkan menjadi 3 golongan yaitu: Bahan Ferromagnetik, Bahan Paramagnetik dan Bahan Diamagnetik. Sebutkan ciiri-ciri bahan tersebut beserta penjelasannya dan berikan contohnya minimal 3 bahan! C. Medan Magnetik Medan magnetik merupakan ruang disekitar magnet yang dapat menyebabkan benda atau magnet lain mengalami gaya magnetik. Besaran yang menyatakan medan magnetik disebut induksi magnetik dilambangkan dengan B yang merupakan besaran vektor yaitu besaran yang selain memiliki besar juga memiliki arah. Selain disekitar magnet ternyata disekitar kawat berarus juga terdapat medan magnetik. Gejala timbulnya medan magnet oleh arus listrik pertama kali diselidiki oleh Hans Christian Oersted (1777-1851). Ia menemukan bahwa jarum kompas akan disimpangkan oleh kawat penghantar berarus listrik.

Keterangan: (a) Kawat ketika belum dialiri arus listrik, jarum kompas berimpit dengan kawat. (b) Kawat dialiri arus listrik ke arah selatan maka jarum kompas akan menyimpang ke arah timur (c) Kawat dialiri arus listrik ke arah utara maka jarum kompas akan menyimpang ke arah barat.

1

sedemikian sehingga ibu jari menunjukkan arah arus listrik dan keempat jari yang dirapatkan menunjukkan arah putaran induksi magnetik.k =12. Persamaan Biot-Savart P i dl ϕ Besarnya induksi magnet di sebuah titik P yang berjarak r dari sebuah elemen arus i yang sangat kecil yang panjangnya dl dapat ditulis dalam bentuk persamaan : idl sin ϕ dB = k r2 dengan : µ k = 0 = 10-7 weber/ampere.Percobaan di atas membuktikan bahwa ketika kawat dialiri arus maka akan ada medan magnet yang timbul di sekitar kawat. Arah induksi magnetik yang ditimbulkan oleh arus listrik dapat diselidiki dengan pola garis-garis medan magnetik di sekitar kawat berarus. Untuk memudahkan dapat digunakan kaidah tangan kanan. C. Induksi magnet di dekat kawat lurus panjang berarus listrik µ .i B= 0 i 2πa dengan : B = induksi magnet pada suatu titik (wb/m2 atau tesla) P B µ0 = permeabilitas ruang hampa a 4π x 10-7wb/Am i = kuat arus (A) a = jarak titik ke kawat berarus (m) 2 .57 x 10-7weber/ampere. Arah medan magnet yang ditimbulkan dapat ditentukan dengan menggunakan aturan tangan kanan.meter sehingga persamaan Biot-Savart dapat ditulis sebagai : µ idl sin ϕ dB = 0 4π r2 Beberapa persamaan yang merupakan hasil penurunan persamaan Biot-Savart antara lain untuk menentukan : a. seperti gambar di bawah ini : i B Genggam kawat berarus dengan tangan kanan. hal ini bisa dibuktikan dengan menyimpangnya jarum kompas.meter 4π µ0 = permeabilitas magnet dalam ruang hampa atau udara = 4π.

i.a sin θ B= 0 2 2r P r a x Induksi magnet di pusat lingkaran O µ . LATIHAN SOAL I : 1.n = 0 l Toroida adalah solenoida yang dilengkungkan sehingga sumbu-sumbunya membentuk suatu lingkaran. l Induksi magnet di tengah-tengah solenoida µ .i.i.N B= 0 = 2 2l N dengan n = adalah banyaknya lilitan per satuan panjang solenoida.i. Induksi magnet di sekitar arus melingkar Induksi magnet di titik P yang berada pada sumbu kawat melingkar berarus z µ .i. Pada sumbu lilitan dan berjarak 50√3 cm b. Induksi magnet disuatu titik yang berjarak 5 cm dari suatu kawat penghantar yang lurus dan panjang adalah 10-6 T. Penghantar dililitkan melingkar satu kali dengan jari-jari 50 cm dan berarus listrik 20 A.i.i.b.N B= 0 2a dengan N jumlah lilitan kawat (tipis) i y c. Hitung kuat arus pada penghantar? 3.n µ 0 . Induksi magnet pada ujung solenoida µ . Induksi magnet pada sumbu toroida µ . Pada pusat lingkaran 3 . Induksi magnet pada solenoida dan toroida Solenoida adalah suatu lilitan atau kumparan yang rapat dan tebal.N B = µ 0 . Hitung induksi magnet dititik P yang berada : a.N B= 0 2πR dengan R = jari-jari toroida. Berapakah induksi magnetik pada sebuah titik yang berjarak 2 cm dari suatu penghantar lurus dan panjang berarus listrik 15 A? 2.

gaya magnetik yang mempengaruhi muatan adalah : F = B. B) q = muatan listrik (Coulomb) v = kecepatan gerak muatan (m/s) F = gaya magnetik (Newton) F S Penerapan Gaya Lorentz B Q B Gaya lorentz digunakan dalam pembuatan motor listrik atau elektromotor yang berfungsi mengubah energi listrik menjadi energi mekanik berdasarkan prinsip kerja momen kopel. Sebuah toroida mempunyai 3000 lilitan. Berapakah induksi magnetik di dalam toroida.q. Pada pusat lingkaran dan terdiri dari 100 lilitan 4. FO R U P O S Kawat PQRS akan berputar pada sumbu O-O oleh momen kopel τ = F. apabila dialiri arus 5 ampere? E.i. i F θ B Besarnya gaya magnetik pada penghantar yang panjangnya l dan dialiri arus i dengan i membentuk sudut θ terhadap medan magnet homogen B adalah: F = B.5 A! 5. Gaya Lorentz Gaya Lorentz adalah gaya interaksi antara arus atau muatan listrik yang bergerak dengan medan magnet homogen yang mempengaruhinya. seperti gambar di bawah ini.v sinθ Keterangan : B = medan magnet homogen (wb/m2 atau tesla) i = arus listrik (Ampere) l = panjang kawat penghantar (meter) θ = sudut (i. diameter dalam 18 cm dan diameter luar 22 cm.d 4 . salah satu contoh peristiwa timbulnya gaya lorentz adalah jika kawat berarus diletakkan sedemikian hingga memotong garis-garis induksi magnetik yang dihasilkan pasangan kutub utaraselatan Arah gaya lorentz dapat ditentukan dengan kaidah tangan kanan.c. Tentukan induksi magnet dipusat dan disalah satu ujung Solenoida yang terdiri dari 200 gulungan panjangnya 8 cm dan berarus 0. B) atau (v.l sinθ Untuk muatan listrik q yang bergerak dengan dengan kecepatan v dalam medan magnet homogen B.

τ = F.v dengan : ε = ggl induksi (volt) B = induksi magnet (tesla) l = panjang kawat (m) v = kecepatan gerak kawat (m/s) atau dengan persamaan : dφ ε = −N dt ε = ggl induksi (volt) N = jumlah lilitan 5 . Induksi Elektromagnetik dan GGL Induksi Induksi elektromagnetik adalah gejala terjadinya arus listrik dalam suatu penghantar akibat perubahan medan magnet di sekitar kawat penghantar tersebut. Arus listrik yang terjadi disebut arus imbas atau arus induksi. Sedangkan bila keduaduanya diam.i. U S Jarum galvanometer menyimpang selama magnet batang digerakkan mendekati atau menjauhi kumparan dan sebaliknya kumparan yang digerakkan mendekati atau menjauhi magnet batang. yang berarti tidak terjadi arus induksi.A sinα maka : τ = B.PQ). v i B Besarnya ggl induksi dari sebuah kawat penghantar yang digerakkan di dalam medan magnet dinyatakan dengan persamaan : ε = -B. yang berarti arus induksi timbul selama terjadi perubahan garis-garis gaya medan magnet dalam kumparan.(PS) τ = B. Dalam percobaan di atas. jarum galvanometer tidak menyimpang.A Bila PQRS membentuk sudut α dengan B maka : Bila PQRS terdiri dari N lilitan maka : τ = N.i. yang berbunyi : “arah arus induksi dalam suatu penghantar itu sedemikian sehingga menghasilkan medan magnet baru yang melawan perubahan garis-garis gaya magnet semula yang menimbulkannya”.i. Gejala ini pertama kali diselidiki oleh Michael Faraday.(PS) = (B.l.B.A sinα F. arus induksi timbul karena adanya beda potensial antara ujung-ujung kumparan yang disebut dengan gaya gerak listrik induksi (ggl induksi) Arah arus induksi ditentukan dengan hukum Lenz atau kaidah tangan kanan.i.

kompor listrik. dan sebagainya) dan rem magnetik . Suatu kumparan kawat dengan jari-jari 8 cm diletakkan pada medan magnet yang tegak lurus. G. Berapakah GGL yang timbul pada suatu penghantar dari 10 cm yang bergerak dengan kecepatan 6 m/dt pada suatu medan magnet homogen 50 gauss ( 1 gauss = 10-4 Wb/m2 ). Berapa (T) kuat medan magnet tersebut jika GGL yang timbul 10 -2 Volt.5 m. panjang kawat 10 cm. Sebuah penghantar 20 cm dialiri arus 10 A.Transformator Transformator Transformator atau trafo adalah alat untuk memperbesar atau memperkecil tegangan listrik bolak-balik berdasarkan prinsip induksi elektromagnetik. 10-7 N/m. Dua kawat lurus panjang dan sejajar. Transformator penurun tegangan disebut trafo step down sedangkan yang menaikkan tegangan disebut trafo step up.Dinamo . 6. Berapakah besarnya medan magnet homogen yang tegak lurus penghantar tersebut agar timbul gaya sebesar 0. 2.1 detik. Tentukan juga fluksinya selama 10-3 s.Arus pusar (arus Eddy) pada tungku induksi (setrika listrik. solder listrik.8 T (kumparan terdiri dari 1000 lilitan) dalam waktu 0.5 N. misalnya : . A LATIHAN SOAL II 1. φ = B.dφ = cepat perubahan fluks magnetik (wb/s) dt Fluks magnetik φ dipersamaankan sebagai perkalian induksi magnet (kerapatan garis gaya) dengan luas daerah A yang dilingkupinya. 5. Penerapan Induksi Elektromagnetik Konsep induksi elektromagnetik banyak diterapkan dalam beberapa peralatan listrik.3 T menjadi 0. Elektron bergerak dengan kecepatan 103 m/s dalam medan magnet yang berkekuatan 5 x 10-5 T membentuk sudut 600. Suatu penghantar bergerak dengan kecepatan 15 m/dt pada suatu medan magnet homogen. Tentukan gaya yang dialami! 3. Hitung GGL imbas yang terjadi pada kumparan tersebut jika medan magnet berubah 0. terpisah pada 1. dφ ε 1 = V1 = − N 1 karena dt dφ ε 2 = V2 = − N 2 dan dt V1 N 1 = maka V2 N 2 dengan : V1 = tegangan pada kumparan primer V2 = tegangan pada kumparan sekunder N1 = jumlah lilitan pada kumparan primer N2 = jumlah lilitan pada kumparan sekunder 6 . Hitung besarnya arus listrik yang mengalir pada masing-masing kawat? 4.Alternator . sehingga bekerja gaya tarik menarik sebesar 12 . Kedua kawat kemudian dialiri arus yang sama besar dan searah.

berapakah tegangan primernya? 3. Jika tegangan primer 220 Volt.Apabila pengubahan tegangan tidak menimbulkan pengurangan energi. berapa jumlah lilitan sekundernya? 4. jumlah lilitan primer 200 lilitan dan sekundernya 400 lilitan. P1 = P2 V1. Sebuah transformator step up mempunyai efisiensi 80%. maka transformator tersebut merupakan trafo ideal. yaitu panas yang terjadi karena adanya hambatan listrik pada penghantar berupa kumparan . Sebuah transformator step down digunakan untuk mengubah tegangan dari 220 volt menjadi 24 volt. hitung daya dan kuat arus sekundernya 7 .Pemanasan arus pusar. berapakah tegangan sekundernya? 2. Jika tegangan sekunder 220 Volt.i2 Tetapi biasanya pengubahan tegangan pada transformator selalu menimbulkan kehilangan energi yang disebabkan oleh : . Sebuah transformator memiliki lilitan primer 100 lilitan dan lilitan sekunder 50 lilitan. Sehingga pada transformator dikenal adanya efisiensi yang merupakan prosentase daya output terhadap daya input. yaitu panas yang timbul karena adanya arus pusar. dengan daya input pada primer sama dengan daya output pada sekunder.i1 = V2. Apabila daya yang diberikan pada primernya 1000 watt dengan kuat arus 2 A. Bila jumlah lilitan primernya 275 lilitan.i2 N1 = jumlah lilitan primer η = efisiensi trasformator V1 = tegangan primer (volt) N2= jumlah lilitan sekunder V2=tegangan sekunder P1 = daya primer (watt) P2 = daya sekunder (watt) (volt) i1 = arus primer (A) i2 = arus sekunder (A) LATIHAN SOAL III 1.Pemanasan joule. yang ditulis dengan persamaan P η = 2 x100% P1 dapat juga dituliskan sebagai : ηV1. Sebuah transformator memiliki lilitan primer 250 lilitan dan lilitan sekunder 50 lilitan.i1 = V2.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->