BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Nilai-nilai sosial budaya memiliki arti penting bagi manusia dan masyarakat penganutnya. Didalamnya tercakup segala sesuatu yang mengatur hidup mereka termasuk tata cara mencari pengobatan bila sakit. Kekurangan ilmu pengetahuan khususnya ilmu kesehatan disertai pengalaman hidup sehari-hari yang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya membuat mereka mencari pemecahan timbulnya penyakit, penyebaran dan cara pengobatan menuju ke arah percaya akan adanya pengaruh roh halus dan tahyul. Perilaku manusia dalam menghadapi masalah kesehatan merupakan suatu tingkah laku yang selektif, terencana, dan tanda dalam suatu sistem kesehatan yang merupakan bagian dari budaya masyarakat yang bersangkutan. Perilaku tersebut terpola dalam kehidupan nilai sosial budaya yang ditujukan bagi masyarakat tersebut. Perilaku merupakan tindakan atau kegiatan yang dilakukan seseorang dan sekelompok orang untuk kepentingan atau pemenuhan kebutuhan tertentu berdasarkan pengetahuan, kepercayaan, nilai, dan norma kelompok yang bersangkutan. Kebudayaan kesehatan masyarakat membentuk, mengatur, dan mempengaruhi tindakan atau kegiatan individu-individu suatu kelompok sosial dalam memenuhi berbagai kebutuhan kesehatan baik yang berupa upaya mencegah penyakit maupun menyembuhkan diri dari penyakit (Kalangi, 1994). Oleh karena itu dalam memahami suatu masalah perilaku kesehatan harus dilihat dalam hubungannya dengan kebudayaan, organisasi sosial, dan kepribadian individu-individunya.

1

B. Rumusan Masalah Apakah ada keterkaitan manfaat mempelajari sosial budaya dengan kesehatan atau keperawatan? 2 . Tujuan Untuk mengetahui keterkaitan manfaat mempelajari sosial budaya dengan kesehatan dan keperawatan C.

dan kepribadian individu-individunya. 1994). terencana. dan mempengaruhi tindakan atau kegiatan individu-individu suatu kelompok sosial dalam memenuhi berbagai kebutuhan kesehatan baik yang berupa upaya mencegah penyakit maupun menyembuhkan diri dari penyakit (Kalangi. Oleh karena itu dalam memahami suatu masalah perilaku kesehatan harus dilihat dalam hubungannya dengan kebudayaan. organisasi sosial. nilai. Didalamnya tercakup segala sesuatu yang mengatur hidup mereka termasuk tatacara mencari pengobatan bila sakit. 3 . Perilaku merupakan tindakan atau kegiatan yang dilakukan seseorang dan sekelompok orang untuk kepentingan atau pemenuhan kebutuhan tertentu berdasarkan pengetahuan. dan norma kelompok yang bersangkutan. penyebaran dan cara pengobatan menuju ke arah percaya akan adanya pengaruh roh halus dan tahyul. Kekurangan ilmu pengetahuan khususnya ilmu kesehatan disertai pengalaman hidup sehari-hari yang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya membuat mereka mencari pemecahan timbulnya penyakit. Perilaku manusia dalam menghadapi masalah kesehatan merupakan suatu tingkah laku yang selektif. dan tanda dalam suatu sistem kesehatan yang merupakan bagian dari budaya masyarakat yang bersangkutan. Perilaku tersebut terpola dalam kehidupan nilai sosial budaya yang ditujukan bagi masyarakat tersebut. Kebudayaan kesehatan masyarakat membentuk.BAB II TEORI Nilai-nilai sosial budaya memiliki arti penting bagi manusia dan masyarakat penganutnya. kepercayaan. mengatur.

dan produk yang saling terkait. philosopi perawatan. Konsep sehat dilihat dari segi sosial.Ilmu adalah suatu pengetahuan ilmiah yang memiliki syarat-syarat : 1. Sistematik. yaitu terdapatnya sistem yang tersusun dari mulai proses. Dasar Pembenaran yang dapat dibuktikan dengan metode ilmiah dan teruji dengan cara kerja ilmiah 2. komunikasi dan ilmu sosial . politik. metode. Strategi yang memaksa manusia untuk menaruh perhatian utama pada pencegahan dan pengobatan penyakit. Oleh karenanya . yaitu berkaitan dengan kesehatan pada tingkat individual yang terjadi karena kondisi-kondisi sosial. tindakan perawatan harus didasarkan pada tindakan yang komperhensif sekaligus holistik. praktik klinis keperawatan . ekonomi. yaitu terjamin keabsahan atau kebenarannya Konsep keperawatan adalah tindakan perawatan yang merupakan konfigurasi dari ilmu kesehatan dan seni merawat yang meliputi pengetahuan ilmu humanistic . serta budaya yang melingkupi individu tersebut. 4 . 3. Konsep ini ingin memberikan penegasan bahwa sifat seorang manusia yang menjadi target pelayanan dalam perawatan adalah bersifat bio – psycho – social – spiritual . Intersubyektif. Untuk sebuah kesehatan masyarakat menciptakan sebuah strategi adaptasi baru dalam menghadapi penyakit.

lebih berbudaya dan lebih halus. Dengan demikian bisa dikatakan bahwa the humanities berkaitan dengan nilai-nilai manusia sebagai homo humanus atau manusia berbudaya. logos: ilmu) dan ilmu budaya yang merupakan salah satu cabang dari ilmu sosial. mengkaji masalah kemanusiaan dan budaya.BAB III PEMBAHASAN Ilmu Sosial dan Budaya Dasar adalah cabang ilmu pengetahuan yang merupakan integrasi dari dua ilmu lainnya. Secara umum dapat dikatakan ilmu sosial dan budaya dasar merupakan pengetahuan yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah sosial manusia dan kebudayaan. Pengertian lebih lanjut tentang ilmu sosial adalah cabang ilmu pengetahuan yang menggunakan berbagai disiplin ilmu untuk menanggapi masalah-masalah sosial. 5 . Dengan mempelajari the humanities diandaikan seseorang akan bisa menjadi lebih manusiawi. sedangkan ilmu budaya adalah ilmu yang termasuk dalam pengetahuan budaya. berbudaya dan halus. mereka harus mempelajari ilmu yaitu the humanities disamping tidak meninggalkan tanggungjawabnya yang lain sebagai manusia itu sendiri. yaitu ilmu sosial yang juga merupakan sosiologi (sosio:sosial. Istilah ISBD dikembangkan pertama kali di Indonesia sebagai pengganti istilah basic humanitiesm yang berasal dari istilah bahasa Inggris “the Humanities”. Adapun istilah humanities itu sendiri berasal dari bahasa latin humnus yang artinya manusia. Agar manusia menjadi humanus.

Ilmu-ilmu sosial ( social scince ). Pengetahuan budaya ( the humanities ) bertujuan untuk memahami dan mencari arti kenyataan-kenyataan yang bersifat manusiawi. Untuk mengkaji hal ini digunakan metode pengungkapan peristiwa-peristiwa dan kenyataan-kenyataan yang bersifat unik. Dengan perkataan lain ISBD menggunakan pengertian-pengertian yang berasal dari berbagai bidang pengetahuan sosial budaya untuk mengembangkan wawasan pemikiran serta kepekaan mahasiswa dalam mengkaji masalah masalah sosial 6 . Tetapi hasil pengkajian ini lebih bersifat kualitatif. Hasil analisis ini kemudian digeneralisasikan. lalu dibuat analisis untuk menentukan suatu kualitas. Caranya ialah dengan menentukan hukum yang berlaku mengenai keteraturan-keteraturan itu.dll. Atas dasar ini lalu dibuat prediksi. 2. perlu diketahui pengelompokan ilmu pengetahuan. Keahlian inipun dapat dibagi-bagi lagi ke dalam berbagai bidang keahlian lain. Ilmu-ilmu sosial bertujuan untuk mengkaji keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam hubungan antara manusia. sebab hal ini menyangkut pola perilaku dan tingkah laku manusia di masyarakat yang cenderung berubah-ubah. Prof Dr. Ilmu-ilmu Alamiah ( natural scince ). Pengetahuan budaya (the humanities) dibatasi sebagai pengetahuan yang mencakup keahlian (disilpin) seni dan filsafat.Untuk mengetahui lebih lanjut tentang asal mula ilmu sosial dan budaya dasar. seperti seni tari. kemudian diberi arti. seni musik. 3. Untuk mengkaji hal ini digunakan metode ilmiah sebagai pinjaman dari ilmu-ilmu alamiah. Ilmu-ilmu alamiah bertujuan mengetahui keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam alam semesta.Harsya Bactiar mengemukakan bahwa ilmu dan pengetahuan dikelompokkan dalam tiga kelompok besar yaitu : 1. seni rupa. Untuk mengkaji hal ini digunakan metode ilmiah. Sedangkan ilmu sosial dan budaya dasar adalah usaha yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah sosial manusia dan kebudayaan.

dua masalah pokok bisa dipakai sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan ruang lingkup kajian mata kuliah ISBD. Ilmu budaya dasar dalam bahasa Inggris disebut basic humanities. dirinya sendiri. dengan sesama. Kedua masalah pokok itu adalah : 1. Bagaimana hubungan manusia dengan alam. Manusia tidak hanya sebagai obyek pengkajian. Bertitik tolak dari kerangka tujuan yang telah ditetapkan. Ilmu sosial dan budaya dasar berbeda dengan pengetahuan budaya. Pengetahuan budaya mengkaji masalah nilai-nilai manusia sebagai mahluk berbudaya (homo humanus). baik dari segi masing-masing keahlian (disiplin) didalam pengetahuan budaya. Sedangkan ilmu sosial dan budaya dasar bukan hanya ilmu tentang budaya. nilai-nilai manusia dan bagaimana pula hubungan dengan sang pencipta menjadi tema sentral dalam ilmu sosial dan budaya dasar ini.manusia di masyarakat dalam tingkah lakunya dalam kehidupan dan kebudayaan yang menyertainya. melainkan mengenai pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah sosial manusia dan kebudayaannya. Berbagai aspek kehidupan yang seluruhnya merupakan ungkapan masalah kemanusiaan dan budaya yang dapat didekati dengan menggunakan pengetahuan budaya (the humanities). Menilik kedua pokok masalah yang bisa dikaji dalam mata kuliah ISBD. Pengetahuan budaya dalam bahas inggris disebut dengan istilah the humanities. maupun secara gabungan (antar bidang) berbagai disiplin dalam pengetahuan budaya 2. 7 . nampak dengan jelas bahwa manusia menempati posisi sentral dalam pengkajian. Hakikat manusia yang satu atau universal. akan tetapi yang beraneka ragam perwujudannya dalam kebudayaan masing-masing jaman dan tempat.

moral. Setiap manusia mempunyai kebudayaan sendiri-sendiri. kesenian. kepercayaan. nilai-nilai. adat istiadat.Hubungan Aspek Sosial Budaya Dan Kesehatan Kata “kebudayaan” berasal dari (bahasa sansekerta) buddhayah yang merupakan bentuk jamak kata “buddhi” yang berarti budi atau akal. Koentjaraningrat (2005) mengemukakan bahwa kebudayaan sedikitnya mempunyai tiga wujud. hukum. norma. merasakan. dan lain kemampuan-kemampuan serta kebiasaan-kebiasaan yang didapatkan oleh manusia sebagai anggota masyarakat. 2006).B Tylor mendefinisikan kebudayaan adalah kompleks yang mencakup pengetahuan. Ini berarti bahwa kebudayaan berada dalam “tatanan kenyataan yang ideasional”. merupakan perlengkapan mental yang oleh anggota-anggota masyarakat dipergunakan dalam proses-proses orientasi. transaksi. dan digunakan sebagai pedoman bagi anggota-anggota masyarakat untuk berperilaku sosial yang baik/pantas dan sebagai penafsiran bagi perilaku orang-orang lain. perumusan gagasan. Menurut E. wujud kebudayaan sebagai suatu kompleks aktifitas kelakuan berpola dari manusia dalam masyarakat. kepercayaan. Artinya mencakup segala caracara atau pola-pola berpikir. Kebudayaan diartikan sebagai “hal-hal yang bersangkutan dengan budi atau akal”. Dengan kata lain. kebudayaan mencakup semuanya yang didapatkan atau dipelajari oleh manusia sebagai anggota masyarakat. dan penafsiran perilaku sosial nyata dalam masyarakat. 8 . Kebudayaan terdiri dari segala sesuatu yang dipelajari dari pola-pola perilaku yang normatif. Goodenough dalam Dumatubun (2002) mengemukakan bahwa kebudayaan adalah suatu sistem kognitif yang terdiri dari pengetahuan. dan nilai yang berada dalam pikiran anggota-anggota individual masyarakat. dan wujud kebudayaan sebagai benda-benda hasil karya manusia. pertemuan. dan peraturan-peraturan. gagasan. dan bertindak (Soekanto. yaitu : wujud kebudayaan sebagai suatu kompleks dari ide-ide. penggolongan.

nilai adalah suatu kualitas atau penghargaan terhadap sesuatu. yaitu masa kanak-kanak. dan masyarakat luas (Herimanto dan Winarno. pemilikan dan pemakaian kebudayaan dari generasi ke generasi secara berkesinambungan. dan selanjutnya diteruskan kepada generasi yang akan datang. yang menjadi dasar penentu tingkah laku seseorang (Herimanto dan Winarno. Pandangan tentang pengertian nilai menurut Bambang Daroeso.Manusia dalam menghadapi lingkungan senantiasa menggunakan berbagai model tingkah laku yang selektif (selected behaviour) sesuai dengan tantangan yang dihadapi. dan apa yang dianggap buruk dan itulah sesungguhnya inti dari suatu kebudayaan (Badrujaman. Pola perilaku tersebut didasarkan pada sistem kebudayaan yang diperoleh dan dikembangkan serta diwariskan secara turun temurun. norma. Nilai sebagai keyakinan yang pantas dan benar bagi diri dan orang lain dalam lingkungan kebudayaan tertentu diharapkan dijalankan bagi semua warganya termasuk generasi selanjutnya. 2008). seseorang dipandu nilai-nilai. 2008). teman sepermainan. penerusan. bermula dilingkungan keluarga. Sistem nilai mencakup konsepkonsep abstrak tentang apa yang dianggap baik. Pewarisan budaya bersifat vertikal artinya budaya diwariskan dari generasi terdahulu kepada generasi berikutnya untuk digunakan. 2008). apa yang benar dan apa yang berharga yang harusnya dimiliki dan dicapai oleh warga masyarakat. Perwujudan dari nilai yang bersifat abstrak menjadi suatu pola perilaku senyatanya dan perilaku 9 . Pewarisan kebudayaan adalah proses pemindahan. dan peraturan hidup dalam kebudayaannya. adat. Proses enkulturasi dimulai sejak dini. Nilai-nilai tersebut adalah prinsip-prinsip yang berlaku pada suatu masyarakat tentang apa yang baik. Dalam melakukan tindakan pada suatu interaksi sosial. Enkulturasi atau pembudayaan adalah proses mempelajari dan menyesuaikan pikiran dan sikap individu dengan sistem nilai. Pewarisan kebudayaan dapat dilakukan melalui enkulturasi dan sosialisasi.

luas dari pengetahuan.dibenarkan. 2002). 2000). manusia telah mengembangkan “suatu kompleks. kepercayaan. 1991. peran. 10 . norma-norma. berarti mewujudkan perilaku sebagai suatu tindakan yang kongkrit dan dapat dilihat. berkaitan dengan terapi. dan telah terpolakan dalam masyarakat. Artinya kebudayaan adalah suatu garis-garis pokok tentang perilaku atau blue print of behaviour yang merupakan peraturan-peraturan mengenai apa yang seharusnya dilakukan. dan norma dalam lingkungan sosialnya. Norma merupakan tatanan yang menuntut individu harus berperilaku tertentu (Polak. Dalam usahanya untuk menanggulangi penyakit. Khusus dalam mengatur hubungan antar manusia. dan sosial) berdasarkan kebudayaan masing-masing (Dumatubun. ekonomi. 2008). Perilaku kesehatan seseorang sangat berkaitan dengan pengetahuan. disebut norma (norm). Untuk sebuah kesehatan masyarakat menciptakan sebuah strategi adaptasi baru dalam menghadapi penyakit. yang diwujudkan dalam sistem sosial. adat-istiadat. yaitu berkaitan dengan kesehatan pada tingkat individual yang terjadi karena kondisi-kondisi sosial. dalam Badrujaman. dapat diamati. Berbicara tentang konsep perilaku. serta budaya yang melingkupi individu tersebut. 1995. politik. teknik. psikis. upacara-upacara dan lambanglambang yang saling berkaitan dan membentuk suatu sistem yang saling menguatkan dan saling membantu (Anderson. kepercayaan. Giddens. dan lain sebagainya. nilai. sikap Konsep sehat dilihat dari segi sosial. Strategi yang memaksa manusia untuk menaruh perhatian utama pada pencegahan dan pengobatan penyakit. 1980. pencegahan penyakit (fisik. hal ini berarti merupakan satu kesatuan dengan konsep kebudayaan. nilai-nilai. Sistem budaya. idiologi. Hamzah. apa yang dilarang. Perilaku terwujud secara nyata dari seperangkat pengetahuan kebudayaan. norma sebagai perilaku nyata (empirik) yang bersifat objektif. Selain dengan pengamalan perilaku dalam konteks budaya. kebudayaan dinamakan pula struktur normatif atau menurut istilah Ralp Linton designs for living (garis-garis atau petunjuk dalam hidup).

Sedangkan system informasi adalah suatu kelompok individu atau perorangan yang terorganisasi dan mempunyai tujuan yang sama. penyebaran dan cara pengobatan menuju ke arah percaya akan adanya pengaruh roh halus dan tahyul. dan kepribadian individu-individunya. dan mempengaruhi tindakan atau kegiatan individu-individu suatu kelompok sosial dalam memenuhi berbagai kebutuhan kesehatan baik yang berupa upaya mencegah penyakit maupun menyembuhkan diri dari penyakit (Kalangi. kepercayaan” sebagai bagian nilai budaya masyarakat bersangkutan (Ngatimin. Ilmu budaya adalah suatu pengetahuan yang tersusun dibidang tertentu dan sifatnya turun temurun atau dari generasi ke generasi. mengatur. Didalamnya tercakup segala sesuatu yang mengatur hidup mereka termasuk tatacara mencari pengobatan bila sakit. kepercayaan. 2005) Nilai-nilai sosial budaya memiliki arti penting bagi manusia dan masyarakat penganutnya. Perilaku tersebut terpola dalam kehidupan nilai sosial budaya yang ditujukan bagi masyarakat tersebut. dalam arti ini ilmu budaya mencakup seluruh aspek yang meliputi tentang sejarah yang sudah terlewati dan di jelaskan secara nyata melalui orang terdahulu. nilai. Perilaku manusia dalam menghadapi masalah kesehatan merupakan suatu tingkah laku yang selektif. organisasi sosial. Oleh karena itu dalam memahami suatu masalah perilaku kesehatan harus dilihat dalam hubungannya dengan kebudayaan. Perilaku merupakan tindakan atau kegiatan yang dilakukan seseorang dan sekelompok orang untuk kepentingan atau pemenuhan kebutuhan tertentu berdasarkan pengetahuan. dan norma kelompok yang bersangkutan.pengamalan perilaku setiap individu sangat erat kaitannya dengan “belief. 1994). Kekurangan ilmu pengetahuan khususnya ilmu kesehatan disertai pengalaman hidup sehari-hari yang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya membuat mereka mencari pemecahan timbulnya penyakit. Kebudayaan kesehatan masyarakat membentuk. Dengan adanya ilmu budaya seluruh anak cucu kita dapat meneruskan dan 11 . terencana. dan tanda dalam suatu sistem kesehatan yang merupakan bagian dari budaya masyarakat yang bersangkutan.

bahasa yang beraneka ragam dan mempunyai cirri khas tertentu .mempelajari apa yang sudah diterapkan atau diajarjkan oleh orang tua di masa dahulu. System informasi saat ini sudah berkembang dengan begitu cepat dan diiringi pula dengan ilmu budaya dasar dapat dikatakan bahwa keduanya termasuk hal yang begitu mempunyai proses yang tejadi di kehidupan kita dan bersifat bertahap. Seperti yang kita ketahui bahwa informasi tentang ilmu budaya sangatlah penting karena dengan adanya informasi tersebut kita bisa tahu apa yang dilakukan oleh orang-orang di masa lalu seperti: tarian-tarian khas daerah. 12 .

Keahlian inipun dapat dibagi-bagi lagi ke dalam berbagai bidang keahlian lain. dan peraturan-peraturan. nilai-nilai.ilmu sosial dan budaya dasar bukan hanya ilmu tentang budaya. seni musik. seni rupa. melainkan mengenai pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah sosial manusia dan kebudayaannya. 13 . dan wujud kebudayaan sebagai benda-benda hasil karya manusia B. Pengetahuan budaya (the humanities) dibatasi sebagai pengetahuan yang mencakup keahlian (disilpin) seni dan filsafat.BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN A. wujud kebudayaan sebagai suatu kompleks aktifitas kelakuan berpola dari manusia dalam masyarakat. Kesimpulan Ilmu Sosial dan Budaya Dasar adalah cabang ilmu pengetahuan yang merupakan integrasi dari dua ilmu lainnya. yaitu : wujud kebudayaan sebagai suatu kompleks dari ide-ide. gagasan. Setiap manusia mempunyai kebudayaan sendiri-sendiri. seperti seni tari.adapun salah satu pakar mengemukakan tentang hubungan aspek sosial budaya dengan kesehatan yaitu Koentjaraningrat (2005) mengemukakan bahwa kebudayaan sedikitnya mempunyai tiga wujud. Saran Penyusunan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan olehnya itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun sebagai bahan ajar untuk penyusunan berikutnya. yaitu ilmu sosial yang juga merupakan sosiologi (sosio:sosial. logos: ilmu) dan ilmu budaya yang merupakan salah satu cabang dari ilmu sosial.dll. norma.

seni rupa. dan peraturan-peraturan. dan wujud kebudayaan sebagai benda-benda hasil karya manusia 14 . Setiap manusia mempunyai kebudayaan sendiri-sendiri. wujud kebudayaan sebagai suatu kompleks aktifitas kelakuan berpola dari manusia dalam masyarakat.ilmu sosial dan budaya dasar bukan hanya ilmu tentang budaya. melainkan mengenai pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah sosial manusia dan kebudayaannya. Keahlian inipun dapat dibagi-bagi lagi ke dalam berbagai bidang keahlian lain. logos: ilmu) dan ilmu budaya yang merupakan salah satu cabang dari ilmu sosial. Pengetahuan budaya (the humanities) dibatasi sebagai pengetahuan yang mencakup keahlian (disilpin) seni dan filsafat.dll. seperti seni tari.adapun salah satu pakar mengemukakan tentang hubungan aspek sosial budaya dengan kesehatan yaitu Koentjaraningrat (2005) mengemukakan bahwa kebudayaan sedikitnya mempunyai tiga wujud. seni musik. nilai-nilai. yaitu ilmu sosial yang juga merupakan sosiologi (sosio:sosial. yaitu : wujud kebudayaan sebagai suatu kompleks dari ide-ide. norma. gagasan.BAB V PENUTUP Ilmu Sosial dan Budaya Dasar adalah cabang ilmu pengetahuan yang merupakan integrasi dari dua ilmu lainnya.

Sosiologi Untuk Mahasiswa Keperawatan. 2004. 2000. Yayasan PK-3. Ilmu Perilaku Kesehatan. Pengembangan Pelayanan Kesehatan Primer Melalui Pendekatan Sosial Budaya. Kebudayaan Kesehatan Orang Papua Dalam Perspektif Antropologi Kesehatan. PT Rajagrafindo Persada. Trans Info Media. Jakarta Ngatimin Rusli. 2005. 2008. Jakarta. 2006. A E. Studi Budaya Lokal Dengan Pendekatan Etnometodologi. Soekanto Soerjono. Interaksi Simbolik. Kebudayaan dan Kesehatan. Megapoin. Kalangi Nico S. Pola Asuh Anak pada Etnik Mandar. Rineka Cipta. 15 . Makassar. Jakarta Dumatubun. Hamzah Asiah. Disertasi. Jakarta. Dan Analogi Model Kasper Pada Pengasuhan Anak. 2008.1. Sosiologi Suatu Pengantar. 2000 Herimanto dan Winarno. Koentjaraningrat.DAFTAR PUSTAKA Daftar Bacaan : Badrujaman Aip. Ilmu Sosial dan Budaya Dasar. 2005. Pengantar Antropologi I. 2002. Jakarta. Bumi Aksara. Jurnal Antropologi Papua Vol 1 No.