P. 1
Artikel - Untuk Apa Kita Hidup

Artikel - Untuk Apa Kita Hidup

|Views: 4|Likes:
Published by Hamdani Fajar

More info:

Published by: Hamdani Fajar on Jan 30, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/01/2015

pdf

text

original

Untuk Apa Kita hidup..???

oleh: 'Aam' Hamdani Fajar
BismillahirRohmanirRohim.. Alhamdulillahirobbil'alamin.. Allohumma sholi 'ala Muhammad wa 'ala 'alihi wa shohbihi ajma'in.Asyhadualla ilaaha illalloh.. wa Asyhaduanna Muhammadar Rosululloh.. Amma ba'd..
Untuk apa kita hidup..??

Banyak yang mengatakan hidup itu untuk menjadi orang kaya raya. Banyak pula yang mengatakan hidup itu untuk menjadi terkenal. Tidak sedikit yang mengatakan hidup itu untuk mencapai kesuksesan karir, kesuksesan bisnis dan banyak uang. Sering kita mendengar orang yang mengatakan bahwa kesuksesan hidup itu itu adalah bisa mencapai semua keinginannya. Bahkan ada juga manusia yang tidak beriman pada hari akhir mengatakan, "Hidup itu hanya sekali, maka nikmati hidup sepuas-puasnya".
Benarkah untuk itu kita hidup? Sebenarnya untuk apa kita hidup..???? Sebuah pertanyaan yang sederhana, namun sangat penting untuk dapat dijawab dengan benar. Karena jika kita tidak mengetahui untuk apa kita hidup, atau kita mempunyai tujuan dan cita-cita yang salah dalam hidup, maka sia-sialah hidup kita ini. Jika ada seorang yang membuat kue yang sangat enak dan spesial untuk keluarganya, tapi ternyata setelah kue itu jadi oleh keluarganya hanya dijadikan pajangan saja dan tidak dimakan seperti tujuan sang pembuat kue itu. Maka kue itu menjadi sia-sia saja. Jika kue itu hanya untuk pajangan saja, maka tidak perlu membuat kue yang beneran. Seperti itulah sia-sianya hidup kita jika kita tidak tahu untuk apa kita hidup atau mempunyai tujuan dan cita-cita yang salah dalam hidup. Lalu bagaimana caranya agar kita mendapatkan jawaban yang benar untuk apa kita hidup..??? Agar dapat mengetahui dengan benar 'untuk apa kita hidup?', maka tentunya kita harus menanyakan pertanyaan ini kepada yang telah menjadikan kita hidup. Kepada yang telah menciptakan kita. Lalu siapakah yang telah menjadikan kita hidup? Siapa lagi kalo bukan ALLOH swt Sang Maha Pencipta. Sesungguhnya tanpa ditanyapun DIA sudah memberitahukan kepada kita tentang tujuan penciptaan manusia di dalam Al-Qur'an. ALLOH swt berfirman:

"Dan tidaklah Kami menciptakan Jin dan Manusia kecuali hanya untuk mengabdi kepada-KU" (QS. AdzDzariyaat:56)
Maka inilah jawaban yang benar dari pertanyaan kita tadi. ALLOH swt menciptakan kita ini hanya untuk mengabdi kepada-NYA, maka tujuan hidup kita pun harus sesuai dengan tujuan Sang Pencipta kita. yaitu: hanyalah untuk menjadi seorang hamba, yang mengabdi hanya kepada ALLOH saja. Itulah yang selayaknya kita jalani dalam hidup ini baik lahir maupun batin. Dan ini jugalah yang selayaknya menjadi

hamdanifajar@gmail.com id.scribd.com/hamdanifajar facebook.com/hamdanifajar

tujuan dan cita-cita tertinggi yang harus dimiliki setiap manusia. Jika tidak mengabdi hanya kepada ALLOH, maka dia tidak layak disebut manusia walaupun fisiknya manusia. Setiap manusia hakikatnya adalah hamba ALLOH. Namun tidak semuanya diakui oleh ALLOH sebagai hamba-NYA. Karena dalam kehidupannya masih jauh dari mengabdi kepada ALLOH. Secara sederhana ada tiga unsur utama bahwa seseorang itu dikatakan mengabdi kepada ALLOH, yaitu: 1. Mentaati seluruh perintah ALLOH; 2. Menjauhi seluruh larangan ALLOH; 3. Ridho dengan ketetapan-NYA. Jika ketiga hal diatas sudah diterapkan dalam seluruh kehidupan kita baik lahir maupun batin, maka kita sudah dapat dikatakan sebagai hamba ALLOH yang sesungguhnya. Sudahkah kehidupan kita sehari-hari dipenuhi dengan tiga hal di atas? Atau justru sebaliknya: malah melanggar larangan-NYA, melakukan hal yang dilarang-NYA dan tidak ridho dengan ketetapan-NYA. Na'udzubillah... Ada yang mengatakan bahwa untuk melaksanakan tiga hal diatas dalam seluruh kehidupan lahir batin adalah hal yang mustahil. Perlu dicatat bahwa itu bukanlah hal yang mustahil. Di dalam Al-Qur'an ALLOH banyak memberikan contoh-contoh seorang hamba ALLOH dari manusia biasa yang bukan Nabi dan Rosul. Artinya itu juga bukan hal yang mustahil bagi kita sebagai manusia biasa yang bukan nabi atau rosul. Jika seseorang masih berpikiran bahwa hal itu mustahil, maka sudah dapat dipastikan bahwa dia tidak akan berhasil menjadi hamba ALLOH yang sesungguhnya. Jika sesuatu dianganggap mustahil maka boro-boro akan diperjuangkan, diusahakan pun tidak. Sedangkan untuk menjadi hamba ALLOH yang sesungguhnya diperlukan perjuangan dan kesungguhan dan juga keistiqomahan. Mungkin untuk menjadi seorang hamba yang seluruh hidupnya lahir batin hanya mengabdi kepada ALLOH, kita masih jauh. Oleh karena itu mari kita jadikan cita-cita tertinggi dalam hidup kita adalah untuk menjadi hamba ALLOH yang sesungguhnya. Mari kita jadikan tujuan hidup yang paling utama kita adalah menjadi hamba ALLOH yang sebenar-benarnya. Mari kita jadikan mengabdi kepada ALLOH adalah visi hidup kita. Jika sudah begitu, maka seluruh kehidupan kita akan mengarah kesana. Dan dengan izin ALLOH mudahmudahan kita semua berhasil menjadi hamba ALLOH yang sebenar-benarnya dalam pandangan ALLOH swt. Amin.

hamdanifajar@gmail.com id.scribd.com/hamdanifajar facebook.com/hamdanifajar

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->