P. 1
promkes

promkes

|Views: 27|Likes:
Published by syahroel778583
PRINSIP DAN METODE PROMOSI KESEHATAN.
PRINSIP DAN METODE PROMOSI KESEHATAN.

More info:

Categories:Types, Resumes & CVs
Published by: syahroel778583 on Jan 30, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/07/2013

pdf

text

original

PRINSIP DAN METODE PROMOSI KESEHATAN

Promosi kesehatan memiliki prinsip-prinsip yang berguna untuk dijadikan sebagaidasar-dasar dari pelaksanaan program promosi kesehatan. Adapun prinsip-prinsippromosi kesehatan dapat meliputi: 1. Promosi Kesehatan (Health Promotion), yang diberi definisi : Proses pemberdayaan masyarakat untuk memelihara, meningkatkan dan melindungi kesehatannya (the process of enabling people to control over and improve their health), lebih luas dari pendidikan atau Penyuluhan Kesehatan. Promosi Kesehatan meliputi Pendidikan/Penyuluhan Kesehatan, dan di pihak lain Penyuluh/Pendidikan Kesehatan merupakan bagian penting (core) dari Promosi Kesehatan. 2. Promosi Kesehatan adalah upaya perubahan/perbaikan perilaku di bidang kesehatan disertai dengan upaya mempengaruhi lingkungan atau hal-hal lain yang sangat berpengaruh terhadap perbaikan perilaku dan kualitas kesehatan 3. Promosi Kesehatan juga berarti upaya yang bersifat promotif (peningkatan) sebagai perpaduan dari upaya preventif (pencegahan), kuratif (pengobatan) dan rehabilitatif (pemulihan) dalam rangkaian upaya kesehatan yang komprehensif. 4. Promosi kesehatan, selain tetap menekankan pentingnya pendekatan edukatif yang selanjutnya disebut gerakan pemberdayaan masyarakat, juga perlu dibarengi dengan upaya advokasi dan bina suasana (social support). 5. Promosi kesehatan berpatokan pada PHBS yang dikembangkan dalam 5 tatanan yaitu di rumah/tempat tinggal (where we live), di sekolah (where we learn), di tempat kerja (where we work), di tempat-tempat umum (where we play and do everything) dan di sarana kesehatan (where we get health services). 6. Pada promosi kesehatan, peran kemitraan lebih ditekankan lagi, yang dilandasi oleh kesamaan (equity), keterbukaan (transparancy) dan saling memberi manfaat (mutual benefit). Kemitraan ini dikembangkan antara pemerintah dengan masyarakat termasuk swasta dan Lembaga Swadaya Masyarakat, juga secara lintas program dan lintas sektor. 6. Promosi Kesehatan sebenarnya juga lebih menekankan pada proses atau upaya, dengan tanpa mengecilkan arti hasil apalagi dampak kegiatan. Jadi sebenarnya sangat susah untuk mengukur hasil kegiatan, yaitu perubahan atau peningkatan perilaku individu dan masyarakat. Yang lebih sesuai untuk diukur: adalah mutu dan frekwensi kegiatan seperti: advokasi, bina suasana, gerakan sehat masyarakat, dan lain-lain. Promosi kesehatan juga mempunyai prinsip yang lebih spesifik dalam tiap ruang lingkup promosi kesehatan atau setting. Misalnya, promosi kesehatan di keluarga, fasilitas layanan kesehatan, tempat kerja, sekolah, dan tempat umum. a. Prinsip Promosi Kesehatan di Keluarga Dalam lingkup ini penerapan yang perlu diperhatikan antara lain: 1) Keluarga merupakan lingkup terkecil dalam suatu kelompok masyarakat, sehingga promosi kesehatan yang dilakukan harus bias lebih spesifik juga. Pendidikan kesehatan yang diberikan pun diharapkan akan lebih efektif karena fokus pada satu keluarga sebagai satu sasaran.

Berbagai upaya untuk meningkatkan kesehatan pekerja hendaknya harus melalui pendekatan yang integrasi yang mana penekanannya pada berbagai faktor tersebut bila memungkinkan. promosi kesehatan juga mempunyai prinsip-prinsip. Kesehatan yang baik adalah hasil dari berbagai faktor yang mendukung. Prinsip Promosi Kesehatan di Tempat Kerja Promosi kesehatan di tempat kerja hendaknya dikembangkan dengan melibatkan kerja sama dengan berbagai sektor yang terkait. Promosi kesehatan di tempat kerja merupakan kegiatan yang melibatkan beberapa disiplin ilmu guna memaksimalkan tujuan yang ingin dicapai yaitu berkembangnya tempat kerja yang sehat. aman dan nyaman sehingga dengan lingkungan kerja yang mendukung tersebut diharapkan terjadi perubahan perilaku individu dan kelompok kearah yang positif sehingga dapat menjaga lingkungan agar tetap sehat. . yang masing-masing anggota keluarga sudah anut sejak lama. Prinsip Promosi Kesehatan di Fasilitas Layanan Kesehatan Promosi kesehatan di fasilitas layanan kesehatan mempunyai prinsip-prinsip dasar yaitu: 1) Ditujukan untuk individu yang memerlukan pengobatan dan atau perawatan. 3) Setiap keluarga tentu memiliki nilai dan aturan tersendiri dalam lingkungannya. pengunjung. Partisipasi para pengambil keputusan di tempat kerja merupakan hal yang sangat mendukung bagi para pekerja untuk lebih percaya diri dalam meningkatkan kemampuan mereka dalam merubah gaya hidup dan mengembangkan kemampuan pencegahan dan peningkatan terhadap penyakit. Dalam ruang lingkup tempat kerja. 4) Kelompok organisasi masyarakat. 2) Partisipasi Para peserta atau sasaran promosi kesehatan hendaknya terlibat secara aktif mengindetifikasi masalah kesehatan yang dibutuhkan untuk pemecahannya dan meningkatkan kondisi lingkungan kerja yang sehat.2) Keluarga terdiri atas beberapa orang yang sudah terikat hubungan satu sama lain. Dalam hal ini maka pemberi promosi kesehatan harus mampu menyesuaikan diri dengan aturan tersebut agar keluarga tersebut bsia lebih terbuka dalam menerima segala bentuk promosi yang dilakukan. 3) Keterlibatan berbagai sektor terkait. dan nantinya perilaku itu akan terbawa ke lingkungan diluarnya. biasanya berupa kebiasaan-kebiasaan tertentu. ibu. dan melibatkan beberapa kelompok organisasi masyarakat yang ada sehingga lebih mantap serta berkesinambungan. diantaranya : 1) Komprehensif. yaitu ayah. b. 3) Memberdayakan pasien dan keluarga dalam kesehatan. 4) Menerapkan “proses belajar” di fasilitas pelayanan kesehatan. keluarga pasien. c. 2) Memberikan pemahaman kepada pasien dan keluarga atas masalah kesehatan yang diderita pasien. dan anak. Sehingga apabila promosi kesehatan yang dilakukan sudah baik akan sangat berpengaruh pada perubahan perilaku pada masing-masing anggota keluarga tersebut.

Kebutuhan melibatkan dengan berbagai organisasi masyarakat yang mempunyai pengalaman atau tenaga ahli dalam membantu mengembangkan Promosi kesehatan Di Tempat kerja hendaknya di perhitungkan dalam mengembangkan program sebelumnya 5) Berkesinambungan atau Berkelanjutan Promosi kesehatan di tempat kerja yang berhubungan erat dengan kesehatan dan keselamatan kerja mempunyai arti penting pada lingkungan tempat kerja dan aktivitas manajemen sehari-hari. spanduk. Misalnya di tempat-tempat umum seperti halte. Prinsip Promosi Kesehatan di Sekolah Sedangkan dalam ruang lingkup atau setting sekolah. dll. B. Pemilihan metode dalam pelaksanaan promosi kesehatan harus dipertimbangkan secara cermat dengan memperhatikan materi atau informasi yang akan disampaikan. promosi kesehatan juga memiliki prinsip. Prinsip Promosi Kesehatan di Tempat Umum Sebagai lingkup yang sangat luas dan tidak tentu maka hal yang perlu diperhatikan dalam penerapannya antara lain:  Tempat umum merupakan sarana yang dilalui oleh banyak orang. stasiun. dll maka penerapan yang paling efektif adalah dengan memanfaatkan media berupa poster. program hendaknya sesuai dan responsif terhadap kebutuhan pekerja dan masalah yang berhubungan dengan kondisi lingkungan kerja. keadaan penerima informasi . Program promosi kesehatan dan pencegahan hendaknya terus menerus dilakukan dan tujuannya jangka panjang. mental dan sosial  Memperhatikan pentingnya pendidikan dan pelatihan untuk guru maupun orangtua 3) Mengupayakan agar sekolah mempunyai akses untuk di laksanakannya pelayanan kesehatan di sekolah. diantara yaitu : 1) Melibatkan semua pihak yang berkaitan dengan masalah kesehatan sekolah yaitu peserta didik. sehingga dapat dikatakan bahwa sasaran dari tindakan promosi kesehatan ini juga tidak tetap. diagnosa dini. imunisasi serta pengobatan sederhana  Kerjasama dengan Puskesmas setempat  Adanya program-program makanan bergizi dengan memperhatikan “keamanan” makanan e. yaitu :  Penjaringan. termasuk kelomok organisasi wanita dan laki-laki yang ada.Program pencegahan dan peningkatan kesehatan hendaknya melibatkan semua anggota pekerja. termasuk juga tenaga honorer dan tenaga kontrak. Apabila pelaksanaan promosi kesehatan di tempat kerja ingin lebih mentap. orangtua dan para tokoh masyarakat maupun organisasi-organisasi di masyarakat 2) Memberikan pendidikan kesehatan sekolah dengan :  Kurikulum yang mampu meningkatkan sikap dan perilaku peserta didik yang positif terhadap kesehatan serta dapat mengembangkan berbagai ketrampilan hidup yang mendukung kesehatan fisik. Dengan ini maka orang-orang yang saat itu berada di tempat itu akan membaca dan mencoba memahami apa isi pesan yang ada. METODE PROMOSI KESEHATAN Tersedia banyak metode untuk menyampaikan informasi dalam pelaksanaan promosi kesehatan. d.

a. b. dialog. Metode Pendidikan Individual (Perorangan) Metode yang bersifat individual digunakan untuk membina perilaku baru atau membina seseorang yang mulai tertarik kepada suatu perubahan perilaku atau inovasi. Seminar adalah suatu penyajian (presentasi)dari suatu ahli atau beberapa ahli tentang suatu topik yang dianggap penting dan biasanya dianggap hangat di masyarakat. 2. a. menyumbangkan pikirannya untuk memecahkan masalah bersama. lobi dialog. debat. sehingga penggunaan gabungan beberapa metode sering dilakukan untuk mamaksimalkan hasil. Penceramah harus menyiapkan dan menguasai materi serta mempersiapkan media. petisi/resolusi. Kelemahan metode diskusi sebagai berikut : a. (termasuk sosial budaya) atau sasaran. Pemberdayaan dapat dilakukan dengan melihat metode: ceramah dan tanya jawab. Bentuk pendekatannya : Bimbingan dan penyuluhan (Guidence and counceling) Perubahan perilaku terjadi karena adanya kontak yang intensif antara klien dengan petugas dan setiap masalahnya dapat diteliti dan dibantu penyelesainnya. dan lain-lain. mengambil satu alternatif jawaban atau beberapa alternatif jawaban untuk memecahkan masalah berdasarkan pertimbangan yang seksama. Besarnya kelompok sasaran mempengaruhi efektifitas metode yang digunakan. Kelompok besar 1) Ceramah Sasaran dapat berpendidikan tinggi maupun rendah. petisi/resolusi. mobilisasi. dan lain-lain. Metode Pendidikan Kelompok Dalam memilih metode pada kelompok. . b. Metode dengan menyampaikan informasi dan pengetahuan saecara lisan. Wawancara (interview) Untuk mengetahui apakah klien memiliki kesadaran dan pengertian yang kuat tentang informasi yang diberikan (prubahan perilaku ynag diharapkan). Setiap orang memiliki masalah atau alas an yang berbeda-beda sehubungan dengan penerimaan atau perilaku baru tersebut. negosiasi. 2) Seminar Metode seminar hanya cocok untuk sasaran kelompok besar dengan pendidikan formal menengah ke atas. Sedangkan advokasi. dan hal-hal lain yang merupakan lingkungan komunikasi seperti ruang dan waktu. Metode ini mudah dilaksanakan tetapi penerima informasi menjadi pasif dan kegiatan menjadi membosankan jika terlalu lama. Kelompok kecil 1) Diskusi kelompok Metode yang dilaksanakan dalam bentuk diskusi antara pemberi dan penerima informasi. biasanya untuk mengatasi masalah.1. Metode ini mendorong penerima informasi berpikir kritis. Tidak dapat dipakai dalam kelompok yang besar. seminar. dapat dilakukan dengan pilihan metode: seminar. Masing-masing metode memiliki keunggulan dan kelemahan. mengekspresikan pendapatnya secara bebas. kampanye. debat.yang harus diperhatikan adalah besarnya kelompok sasaran dan tingkat pendidikan formalnya.

 Menambah pengetahuan  Menyediakan informasi One-to-one teaching. . d. e. seminar. c. mass media. kerja kelompok. Ceramah umum (public speaking) Pidato/diskusi Simulasi Menggunakan media televise Menggunakan media surat kabar Bill board Berikut ini merupakan contoh menentukan metode promosi kesehatan yang digunakan sesuai dengan tujuan dari pelaksanaan promosi kesehatannya : a. group teaching. 3) Bola salju (snow balling) Metode dimana kesepakatan akan di dapat dari pemecahan menjadi kelompok yang lebih kecil. tingkat pendidikan.b. 2000) 2) Curah pendapat (Brain storming) Diskusi dimana pada awal diskusi diberi kasus atau pemicu untuk menstimulasi tanggapan dari peserta. 4) Kelompok-kelompok kecil (Buzz group) Kelompok dibagi menjadi kelompok kecil untuk mendiskusikan masalah kemudian kesepakatan di kelompok kecil disampaikan oleh tiap kelompok dan kemudian di diskusikan untuk diambil kesimpulan. d. TUJUAN METODE YANG DIGUNAKAN  Untuk meningkatkan kesadaran akan kesehatan ceramah. ekonomi dan sebagainya. kemudian bergabung dengan kelompok yang lebih besar. sehingga pesan-pesan kesehatan dirancang sedemikian rupa agar dapat ditangkap oleh massa tersebut. b. 6) Permainan simulasi (simulation game) Merupakan gabungan antara role play dengan diskusi kelompok. Metode ini bertujuan untuk mengguagah kesadaran masyarakat terhadap suatu inovasi. kampanye. f. Dapat dikuasai oleh orang-orang yang suka berbicara. Sasaran pendidikan pada metode ini bersifat umum tanpa membedakan umur. c. seminar. Metode Pendidikan Massa Metode ini untuk mengomunikasikan pesan-pesan kesehatan yang ditujukan kepada masyarakat. status sosial. 5) Memainkan peranan (role play) Dalam metode ini beberapa anggota kelompok ditunjuk sebagai pemegang peran tertentu untuk memainkan peranan. media masa. kampanye. Peserta diskusi mendapat informasi yang terbatas. 3. Metode ini biasanya bersifat tidak langsung. jenis kelamin. Biasanya orang menghendaki pendekatan yang lebih formal (Syaiful Bahri Djamarah.

PENGERTIAN MEDIA PROMOSI KESEHATAN Kata Media sendiri berasal dari bahasa Latin dan merupakan bentuk jamak dari kata Medium yang secara harfiah berarti “ Perantara “ atau “ Pengantar ”. training. termasuk teknologi perangkat kerasnya (NEA. latihan keterampilan. Media promosi kesehatan adalah semua sarana atau upaya untuk menampilkan pesan atau informasi yang ingin disampaikan oleh komunikator. metode pemecahan masalah. metode yang digunakan juga disesuaikan dengan tujuan dari promosi kesehatan yang dilaksanakan. dimana keberadaan media tersebut dimaksudkan agar pesan dapat lebih mudah dipahami dan dimengerti oleh siswa. Tujuan Media Promosi Dalam proses belajar mengajar kehadiran media mempunyai arti yang cukup penting.  Mengubah kebiasaan  Mengubah gaya hidup individu Kerja kelompok. mengambil keputusan Kerja kelompok. a. latihan (training). Dengan demikian. metode debat. majalah dan sebagainya (Rossi & Breidle. dapat ditarik kesimpulan bahwa pada dasarnya semua pendapat tersebut memposisikan media sebagai suatu alat atau sejenisnya yang dapat dipergunakan sebagai pembawa pesan dalam suatu kegiatan pembelajaran. baik itumelaluimedia cetak. ataupun peristiwa yang memungkinkan anak didik memperoleh pengetahuan dan keterampilan. Metodemetode tersebutdapat digabung atau dimodifikasi oleh tim promosi kesehatan disesuaikan dengan penerima pean dan sarananya. 1977) Dari berbagai pendapat di atas. elektronika danmedia luar ruang. televisi. Mengubah lingkungan Bekerja sama dengan pemerintah untuk membuat kebijakan berkaitan dengan kesehatan. beberapa definisi tentang media pembelajaran ini adalah sebagai berikut :  Media pembelajaran atau media pendidikan adalah seluruh alat dan bahan yang dapat dipakai untuk media pendidikan seperti radio. (Soekidjo:2005). Telah banyak pakar dan juga organisasi (lembaga) yang mendefinisikan media pembelajaran ini. Bila media adalah sumber belajar. Self-empowering Meningkatkan kesadaran diri. 1970)  Segala bentuk dan saluran yang dipergunakan untuk proses penyaluran pesan (AECT. 1966: 3)  Sarana komunikasi dalam bentuk cetak maupun audio visual. buku. Metode-metode yang disebutkan di atas hanyalah beberapa dari banyak metode lainnya. benda. Pesan yang dimaksud adalah materi pelajaran. Selain itu. peer teaching method. sehingga sasaran dapatmeningkat pengetahuannya yang akhirnya dapat berubah perilaku ke arah positif terhadap kesehatan. 1969)  Alat untuk memberikan perangsang bagi siswa supaya terjadi proses belajar (Briggs. maka media merupakan wahana penyalur informasi belajar atau penyalur pesan. Tujuan media promosi kesehatan: . simulasi. maka secara luas media dapat diartikan dengan manusia. koran.

memungkinkan anak belajar mandiri sesuai dengan bakat dan kemampuan visual. Jika hal demikian tidak mungkin terjadi dalam kelas. maka semakin banyaklah pengalaman belajar yang diperolehnya. khususnya dalam pengembangan Teknologi Pembelajaran. maka guru dapat menggunakan model. seperti misalnya proses persalinan pada binatang. Teori Media Promosi Untuk lebih memahami peran dan kedudukan media dalam proses pembelajaran. c. Secara umum media memiliki kegunaan yaitu: memperjelas pesan agar tidak terlalu verbalistis. dengan demikian siswa akan tetap mendapatkan pengalaman yang mendekati kongkret. semakin keatas dari kerucut pengalaman Edgar Dale ini. waktu tenaga dan daya indra. melalui proses pengamatan dan mendengarkan melalui media tertentu atau mungkin hanya melalui proses mendengarkan melalui bahasa. maka Edgar Dale (1969) melukiskan berbagai pengalaman belajar itu dalam suatu kerucut yang dinamakan Kerucut Pengalaman (Cone of Experience). yang merentang dari yang bersifat kongkrit ke abstrak. interaksi lebih langsung antara murid dengan sumber belajar. Begitu seterusnya. Semakin konkret siswa mempelajari bahan pengajaran. Media pembelajaran berperan sebagai “wahana penyalur pesan atau informasi belajar sehingga mengkondisikan seseorang untuk belajar”. terutama dalam perannya membantu siswa untuk memberikan pengalaman. maka pengalaman belajar yang diperoleh siswa akan semakin abstrak. Kerucut Edgar Dale ini memberikan gambaran pada kita bahwa proses pengalaman belajar yang diperoleh siswa dapat melalui proses perbuatan atau mengalaminya langsung. memberi rangsangan yang sama. mengatasi keterbatasan ruang. dan tentunya memberikan implikasi tertentu terhadap pemilihan metode dan bahan pembelajaran. Jika pengalaman belajar melalui pengalaman langsung. Media merupakan wadah dari pesan yang oleh sumber pesan ataupun penyalurnya ingin diteruskan kepada sasaran atau penerima pesan tersebut. Dari gambar tersebut dapat kita lihat rentangan tingkat pengalaman dari yang bersifat langsung hingga ke pengalaman melalui simbol-simbol komunikasi. Pemikiran Edgar Dale tentang Kerucut Pengalaman (Cone of Experience) ini merupakan upaya awal untuk memberikan alasan atau dasar tentang keterkaitan antara teori belajar dengan komunikasi audiovisual. Penggolongan Media Promosi Kesehatan . auditori & kinestetiknya. maka akan memberikan hasil belajar yang kongkret. mempersamakan pengalaman & menimbulkan persepsi yang sama. menimbulkan gairah belajar.       Media dapat mempermudah penyampaian informasi Media dapat menghindari kesalahan persepsi Dapat memperjelas informasi Media dapat mempermudah pengertian Mengurangi komunikasi yang verbalistik Dapatmenampilkan obyek yang tidak bisa ditangkap mata Memperlancar komunikasi b.

Diperlukan alat canggih dalamproses produksi. Media elektronik yaitu suatu media bergerak dan dinamis dapat dilihat dan didengar dalam menyampaikan pesannya melalui alat bantu elektronika. Media auditif yaitu media yang hanya dapat didengar saja. Radio. dan berbagai bentuk bahan yang dicetak seperti media grafis dan lain sebagainya. Mencakup banyak orang. Media visual yaitu media yang hanya dapat dilihat saja. Sedikit rumit. Sedikit rumit. Berdasarkan cara produksi a. Sebagai alat diskusi dapat diulang-ulang. Mempermudah pemahaman. slide. Jangkauan relatif lebih luas • Kelemahan: Biaya lebih tinggi. Contoh : Televisi. film dll 2. • Kelebihan: Tahan lama. Pamflet. VCD. misalnya rekaman video. Slide Show. Kemampuan media ini dianggap lebih baik dan lebih menarik. dan lain-lain.1. Lebihmudah dipahami. CD. berbagai ukuran film. Media luar ruang yaitu suatu media yang menyampaikan pesannya di luar ruang secara umummelalui media cetak dan elektronik secara statis . Tidak perlu energi listrik. d. Perlu persiapan yang matang. Perlu kesiapan yang matang. Stiker. Fungsi Utama : Memberi Informasi dan Menghibur. Bahan peragaan : poster tunggal. Spanduk. • Kelebihan: Sudah dikenal masyarakat. dan lain sebagainya. Lembar Balik. gambar atau foto dalam tata warna. DVD. leaflet majalah. TV Layar Lebar. tabloid dll b. flip chart. CD Interactive. Adanya tatapmuka. Banner. Peralatan yang selalu berkembang& berubah. sebab mengandung kedua unsur jenis media yang pertama dan kedua. Biaya tidak terlalu tinggi. Mudah terlipat b. foto. Dapat dibawa. Leaflet. tidak mengandung unsur suara. Majalah. media dapat dibagi ke dalam a. Film. buletin. dan lain-lain. Melibatkan semua panca indra. Lebihmenarik karena ada suara & gambar. c. Pada umumnya terdiri dari gambaran sejumlah kata. Melibatkan semua panca indra. poster seri. Media cetak yaitu suatu media statis dan mengutamakan pesan–pesan visual. Perlu ketrampilan dalam pengoperasian. seperti radio dan rekaman suara. Perlu ketrampilan penyimpanan 3. • Kelebihan: Sebagai informasi umumdan hiburan. Media audiovisual yaitu jenis media yang selain mengandung unsur suara juga mengandung unsur gambar yang bisa dilihat. transparansi. Memerlukan energi listrik. Bertatap muka penyajian dapat dikendalikan. Bahan bacaan : modul. buku rujukan/bacaan. Berdasarakan bentuk umum penggunaan a. c. transparansi. gambar. Peralatan yang selalu berkembang dan berubah. atau media yang hanya memiliki unsur suara. Jenis media yang tergolong ke dalam media visual adalah: film slide. Pameran. Dilihat dari sifatnya. Surat Kabar. Meningkatkan gairah belajar. Contoh : Papan Reklame. Penyajian dapat dikendalikan. Lebihmenarik karena ada suara dan gambar. Perlu ketrampilan penyimpanan. . • Kelemahan: Biaya lebih tinggi. Brosur. Kaset. Contoh : Poster. lukisan. jangkauan relatif lebih besar / luas. slide suara. • Kelemahan : Tidak dapat mensimulasi efek suara dan efek gerak. Ada yang memerlukan listrik dan atau alat canggih.

http://papashira.com/2011/11/prinsip-dan-metode-promosi-kesehatan.blogspot.html .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->