A. TUJUAN Agar mahasiswa dapat memahami cara penggunaan dan prinsip kerja destilasi. B.

PRINSIP KERJA Pemisahan zat cair yang didasarkan atas perbedaan titik didih cairan. C. DASAR TEORI Sebelum membahas lebih lanjut tentang destilasi kita akan mencoba menelusuri terkebih dulu sejarah destilasi tersebut. Pertama kali destilasi dikenalkan olej\h seorang kimiawan Babilonia di Mesopotamia pad millennium ke-2 sebelum masehi. Namun untk industri dibawa oleh kimiwan muslim dalam proses mengisolasi ester untuk membuat parfum. Pada abad ke-8 kimiawan muslim juga berhasil mendapatkan substan kimia yang benar-benar murni melalui proses destilasi. Pada tahun 800-an ahli kimia Persia, Jabir ibnu Hayam menjadi insprasi dalam destilasi skala mikro, karena penemuannya di bidang destilasi yang masih dipakai sampai sekarang. Petroleum pertama kali di dsetilasi oleh kimiawan muslim yang bernama Al-Razi pada abad ke-9, untuk destilasi karosin/ minyak tanah pertama ditemukan oleh Avicenna pada awal abad ke-11. Destilasi adalah suatu proses pemurnian yang didahului dengan penguapan senyawa cair dengan cara memanaskannya, kemudian mengembunkan uap yang terbentuk. Prinsip dasar dari destilasi adalah perbedaan titik didih dari zat-zat cair dalam campuran zat cair tersebut sehingga zat (senyawa) yang memiliki titik didih terendah akan menguap lebih dahulu, kemudian apabila didinginkan akan mengembun dan menetes sebagai zat murni (destilat). Destilasi digunakan untuk memurnikan zat cair, yang didasarkan atas perbedaan titik didih cairan. Pada proses ini cairan berubah menjadi uap. Uap ini adalah zat murni. Kemudian uap ini didinginkan pada pendinginan ini, uap mengembun manjadi cairan murni yang disebut destilat. Destilasi merupakan suatu proses pemisahan dua atau lebih komponen zat cair berdasarkan pada titik didih. Secara sederhana destisi dilakukan dengan memanaskan/menguapkan zat cair lalu uap tersebut didinginkan kembali supaya jadi cair dengan bantuan kondensor. Destilasi digunakan untuk memurnikan zat cair, yang didasarkan atas perbedaan titik didih cairan. Pada proses ini cairan berubah menjadi uap. Uap ini adalah zat murni. Kemudian uap ini didinginkan pada pendingin ini, uap mengembun manjadi cairan murni yang disebut destilat. Destilat dapat digunakan untuk memperoleh pelarut murni dari larutan yang mengandung zat terlarut misalnya destilasi air laut menjadi air murni . Macam-macam destilasi: 1. Destilasi sederhana. Biasanya destilasi sederhana digunakan untuk memisahkan zat cair yang titik didih nya rendah, atau memisahkan zat cair dengan zat padat atau miniyak. Proses ini dilakukan dengan mengalirkan uap zat cair tersebut melalui kondensor lalu hasilnya ditampung dalam suatu wadah, namun hasilnya tidak benar-benar murni atau bias dikatakan tidak murni karena

Senyawa tersebut akan menguap.Pada dasarnya sama dengan destilasi sederhana. Distilasi Azeotrop digunakan dalam memisahkan campuran azeotrop (campuran campuran dua atau lebih komponen yang sulit di pisahkan). karbon tetra klorida-toluen. penampung. hanya saja memiliki kondensor yang lebih banya sehingga mampu memisahkan dua komponen yang memliki perbedaan titik didih yang bertekanan. sedangkan senyawa yang titik didihnya lebih tinggi. statif. 2. pembakar. atau dengan menggunakan tekanan tinggi. yang akhirnya jika pemanasan dilanjutkan terus akan mencapai harga titik didihnya. destilasi ini bertujuan untuk memisahkan senyawa-senyawa dari suatu campuran yang komponenkomponennya memiliki perbedaan titik didih relatif kecil. Tujuan dari penggunaan kolom ini adalah untuk memisahkan uap campuran senyawa cair yang titik didihnya hampir sama/tidak begitu berbeda. Destilasi sederhana adalah salah satu cara pemurnian zat cair yang tercemar oleh zat padat/zat cair lain dengan perbedaan titik didih cukup besar. sehingga zat pencemar/pengotor akan tertinggal sebagai residu. biasanya dalam prosesnya digunakan senyawa lain yang dapat memecah ikatan azeotrop tsb. dll. Destilasi azeotrop Digunakan dalam memisahkan campuran azeotrop (campuran campuran dua atau lebih komponen yang sulit di pisahkan). dll. Destilasi ini digunakan untuk memisahkan campuran aseton-metanol. mengembun dan turun/menetes sebagai destilat. pendingin/kondensor leibig. Destilasi ini digunakan untuk memisahkan campuran cair-cair. Pada proses ini akan didapatkan substan kimia yang lebih murni. penangas. Destilasi bertingkat merupakan proses pemurnian zat/senyawa cair dimana zat pencampurnya berupa senyawa cair yang titik didihnya rendah dan tidak berbeda jauh dengan titik didih senyawa yang akan dimurnikan. termometer. Alat yang digunakan dalam proses destilasi ini antara lain. air-aseton. Destilasi bertingkat (fraksionasi) Destilasi bertingkat adalah proses pemisahan destilasi ke dalam bagian-bagian dengan titik didih makin lama makin tinggi yang selanjutnya pemisahan bagian-bagian ini dimaksudkan untuk destilasi ulang. labu destilasi. 3. atau dengan menggunakan tekanan . Proses ini digunan untuk komponen yang memiliki titik didih yang berdekatan. adaptor. misalnya air-alkohol. Pada proses destilasi bertingkat digunakan kolom fraksinasi yang dipasang pada labu destilasi. biasanya dalam prosesnya digunakan senyawa lain yang dapat memecah ikatan azeotrop tsb. kaki tiga dan kasa. Sebab dengan adanya penghalang dalam kolom fraksinasi menyebabkan uap yang titik didihnya sama akan sama-sama menguap atau senyawa yang titik didihnya rendah akan naik terus hingga akhirnya mengembun dan turun sebagai destilat. kerena melewati kondensor yang banyak. Dengan perkataan lain. jika belum mencapai harga titik didihnya maka senyawa tersebut akan menetes kembali ke dalam labu destilasi.hanya bersifat memisahkan zat cair yang titik didih rendah atau zat cair dengan zat padat atau minyak. konektor/klem.

akan menghasilkan product quality yang lebih baik dengan menggandakan kontak kembali antara cairan dan uap agar panas yang digunakan efisien. Campuran kemudian dididihkan dan uapnya dipisahkan dari sistem kesetimbangan uap cair (titik B). proses tidak dapat diteruskan karena komposisi campuran akan selalu tetap. Sehingga dengan menurunan tekanan maka titik didih juga akan menurun. Dimana pada umumnya reaksi. dengan jumlah stage yang sama. Refluks/destruksi ini bisa dimasukkan dalam macam –macam destilasi walau pada prinsipnya agak berkelainan. Ketika campuran azeotrop dididihkan. titik azeotrop digambarkan sebagai pertemuan antara kurva saturated vapor dan saturated liquid. Kondensat kemudian dididihkan. 4. 5. Destilasi ini digunakan untu zat yang tak tahan suhu tinggi atau bias rusak pada pemansan yang tinggi. Untuk lebih jelasnya. Destilasi vakum(destilasi tekanan rendah). 6. didinginkan.tinggi. Refluks dilakukan untuk mempercepat reaksi dengan jalan pemanasan tetapi tidak akan mengurangi jumlah zat yang ada. adalah memperbesar L/V di enriching section. dan seterusnya hingga mencapai titik azeotrop.6%-massa etanol pada keadaan standar. Refluks dilakukan untuk mempercepat reaksi dengan jalan pemanasan tetapi tidak akan mengurangi jumlah zat yang ada. Fungsi refluks. dengan jalan pemanasan tetap jumlahnya tetap reaksinya dilakukan secara refluks. Azeotrop merupakan campuran 2 atau lebih komponen pada komposisi tertentu dimana komposisi tersebut tidak bisa berubah hanya melalui distilasi biasa.reaksi senyawa organik adalah lambat maka campuran reaksi perlu dipanaskan tetapi biasanya pemanasan akan menyebabkan penguapan baik pereaksi maupun hasil reaksi. Pada titik azeotrop. sehingga mengurangi jumlah equibrium stage yang diperlukan untuk product quality yang ditentukan. dengan jalan pemanasan tetap jumlahnya tetap reaksinya dilakukan secara refluks. . Campuran azeotrop ini sering disebut juga constant boiling mixture karena komposisinya yang senantiasa tetap jika campuran tersebut dididihkan. Dimana pada umumnya reaksi. Destilasi uap. atau. Uap ini kemudian didinginkan dan terkondensasi (titik C). maka destilasi yang tadinya harus dilakukan pada suhu tinggi tetap dapat dilakukan pada suhu rendah dengan menurunkan tekanan.reaksi senyawa organik adalah “lambat” maka campuran reaksi perlu dipanaskan tetapi biasanya pemanasan akan menyebabkan penguapan baik pereaksi maupun hasil reaksi. Karena itu agar campuran tersebut reaksinya dapat cepat. Pada gambar di atas. perhatikan ilustrasi berikut : Titik A pada pada kurva merupakan boiling point campuran pada kondisi sebelum mencapai azeotrop. fasa uap yang dihasilkan memiliki komposisi yang sama dengan fasa cairnya. (ditandai dengan garis vertikal putus-putus Etanol dan air membentuk azeotrop pada komposisi 95. Karena itu agar campuran tersebut reaksinya dapat cepat. Refluks/destruksi ini bisa dimasukkan dalam macam-macam destilasi walau pada prinsipnya agak berkelainan. Refluks/ destrusi.

karena titik didih suatu campuran lebih rendah dari pada titik didih komponen-komponennya. . Uap air yang dialirkan ke dalam labu yang berisi senyawa yang akan dimurnikan. maka zat cair tersebut tidak dapat dimurnikan secara destilasi sederhana atau destilasi bertingkat. dengan cara mengalirkan uap air ke dalam campuran sehingga bagian yang dapat menguap berubah menjadi uap pada temperatur yang lebih rendah dari pada dengan pemanasan langsung. dimaksudkan untuk menurunkan titik didih senyawa tersebut. teroksidasi atau mengalami reaksi pengubahan (rearranagement). Gambar set alat destilasi uap: D. ALAT DAN BAHAN Ø Alat Perangkat Destilasi Gelas Ukur Gelas Kimia Erlemeyer selang condenser condenser Statif dan klem Ø Bahan Aquadest E. zat cair sudah terurai. Destilasi uap adalah istilah yang secara umum digunakan untuk destilasi campuran air dengan senyawa yang tidak larut dalam air.Untuk memurnikan zat/senyawa cair yang tidak larut dalam air. labu yang berisi senyawa yang akan dimurnikan dihubungkan dengan labu pembangkit uap (lihat gambar alat destilasi uap). Untuk destilasi uap. PROSEDUR KERJA Dimasukan kedalam labu leher dua Ditambahkan 100 ml air Dimasukan beberapa batu didih Labu dihubungkan dengan pendingin dan generator uap air. sedangkan sebelum zat cair tersebut mencapai titik didihnya. dan titik didihnya cukup tinggi. melainkan harus didestilasi dengan destilasi uap. Dipanaskan labu detilasi Diamati suhu saat terjadi penguapan dan ditentukan larutan tersebut.

perlakuan Hasil .Menambahkan 40 ml pelarut air .Memanaskan labu destilasi dan mengamati suhu saat terjadi penguapan pada sampel Zat terlarut dan pelarut tidak saling campur zat terlarut (sampel) berada pada lapisan atas - Sampel mendidih terlebih dahulu daripada pelarut. T1 = 57°C Tkonstan = 58°C T2 = 58°C T3 = 58°C T4 = 58°C G.Mengambil 20 ml larutan sampel . Destilasi merupakan suatu proses pemisahan dua atau lebih komponen zat cair berdasarkan pada titik .F.Menghubungkan labu destilasi dengan pendingin dan dihubungkan dengan generator uap air . kemudian mengembunkan uap yang terbentuk. HASIL PENGAMATAN.Memasukkan sampel kedalam labu destilasi . PEMBAHASAN Destilasi adalah suatu proses pemurnian yang didahului dengan penguapan senyawa cair dengan cara memanaskannya.

misalnya air-alkohol. Proses ini dilakukan dengan mengalirkan uap zat cair tersebut melalui kondensor lalu hasilnya ditampung dalam suatu wadah. termometer. Penambahan batu didih disini berfungsi untuk mengurangi letupan-letupan (gelembung-gelembung) saat proses pemanasan berlangsung. labu destilasi. Uap ini adalah zat murni. Alat yang digunakan dalam proses destilasi ini antara lain. sedangkan pelarut berada pada lapisan bawah. uap mengembun manjadi cairan murni yang disebut destilat. Prinsip dasar dari destilasi adalah perbedaan titik didih dari zat-zat cair dalam campuran zat cair tersebut sehingga zat (senyawa) yang memiliki titik didih terendah akan menguap lebih dahulu. Setelah ditambahkan ternyata zat terlarut (sampel) tidak saling bercampur. dll. Pada proses ini cairan berubah menjadi uap. dimana massa jenis pelarut (air) lebih besar dibandingkan dengan zat terlarut (sampel). Secara sederhana destisi dilakukan dengan memanaskan/menguapkan zat cair lalu uap tersebut didinginkan kembali supaya jadi cair dengan bantuan kondensor. yang didasarkan atas perbedaan titik didih cairan. pendingin/kondensor leibig. Dan nampak sampel mendidih terlebih dahulu daripada pelarut. air-aseton. pembakar. Destilasi digunakan untuk memurnikan zat cair. T4 = 58°C. T3 = 58°C. . Biasanya destilasi sederhana digunakan untuk memisahkan zat cair yang titik didih nya rendah. Destilasi ini digunakan untuk memisahkan campuran cair-cair. T2 adalah 58°C. Kemudian memanaskan labu destilasi yang berisi campuran larutan tersebut. atau memisahkan zat cair dengan zat padat atau miniyak. hasil destilasi dinamakan destilat. Hal ini disebabkan massa jenis dari kedua larutan ini berbeda. dan dimasukkan beberapa batu didih. Selanjutnya menghubungkan labu destilasi dengan pendingin leabing (kondensor) dan dihubungkan dengan generator uap air. statif. namun hasilnya tidak benar-benar murni atau bias dikatakan tidak murni karena hanya bersifat memisahkan zat cair yang titik didih rendah atau zat cair dengan zat padat atau minyak. Kemudian uap ini didinginkan pada pendinginan ini. Kemudian mengambil 20 ml larutan sampel yang telah ditentukan oleh asisten. kaki tiga dan kasa. penangas. Setelah itu kita menambahkan 40 ml pelarut air kedalam labu destilasi yang telah terisi sampel sebelumnya. Selanjutnya memasukkan sampel dalam labu destilasi yang telah dibersihkan sebelumnya (steril). Namun pada percobaan ini kita memisahkan pelarut air dan alcohol. Tetesan pertama suhunya (T1) adalah 57°C. Pada percobaan ini menggunakan destilasi sederhana. sehingga mengurangi resiko kecelakaan pada saat kita melakukan proses destilsi. adaptor. sehingga Tkonstan adalah 58°C. Hal ini disebabkan sampel berada pada lapisan atas sehingga mendidih lebih dahulu. Setelah itu kita mencatat suhu (T) ketika uap larutan tersebut menetes dari labu destilasi. penampung. Langkah pertama yang kita lakukan adalah merangkai alat destilasi sederhana.didih. sehingga zat pencemar/pengotor akan tertinggal sebagai residu. konektor/klem. Zat terlarut berada pada lapisan atas. Destilasi sederhana adalah salah satu cara pemurnian zat cair yang tercemar oleh zat padat/zat cair lain dengan perbedaan titik didih cukup besar. kemudian apabila didinginkan akan mengembun dan menetes sebagai zat murni (destilat).

1990. semakin banyak atom karbon yang ada pada senyawa. antara oleh banyaknya gugus hidroksil (-OH) yang terikat pada senyawa. Gorontalo . 2003. 2002. Jakarta : UI Press Soebagio.Sehingga dari percobaan ini setelah melihat literatur yang ada pada buku panduan. Konsep Dasar Kimia Analitik. Sampel yang diberikan ternyata adalah metanol dengan titik didih 58°C. 3. H. kemudian mengembunkan uap yang terbentuk. Destilasi adalah suatu proses pemurnian yang didahului dengan penguapan senyawa cair dengan cara memanaskannya. SM. Titik didih dari semua senyawa berbeda. Jakarta : IMSTEP Vogel. 2. 2010. kemudian apabila didinginkan akan mengembun dan menetes sebagai zat murni (destilat). larutan (cairan) yang mempunyai titik didih 58°C adalah metanol. I. Jakarta : PT Kalman Media Team Teaching DDPA. KESIMPULAN. Prinsip dasar dari destilasi adalah perbedaan titik didih dari zat-zat cair dalam campuran zat cair tersebut sehingga zat (senyawa) yang memiliki titik didih terendah akan menguap lebih dahulu.DAFTAR PUSTAKA Khopkar. 1. Kimia Analitik II. Penuntun Praktikum DDPA. hal ini disebabkan oleh banyak hal. Sehingga sampel yang diberikan tadi telah diketahui adalah campuran air dan metanol (alkohol). Buku Teks Analisis Anorganik Kualitatif Makro dan Semimikro.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful