GEOMETRI

Standar Kompetensi : Menentukan kedudukan, jarak, dan besar sudut yang melibatkan titik, garis, dan bidang dalam ruang dimensi tiga. Kompetensi Dasar : • • • Menentukan kedudukan titik, garis, dan bidang dalam ruang dimensi tiga. Menentukan jarak dari titik ke garis dan dari titik ke bidang dalam ruang dimensi tiga. Menentukan besar sudut antara garis dan bidang dan antara dua bidang dalam ruang dimensi tiga.

1

kembalilah mempelajari materi yang terkait. garis. Untuk mempelajari modul ini haruslah berurutan. kembalilah mempelajari materi yang terkait.BAB I. Petunjuk Penggunaan Modul Untuk mempelajari modul ini. Jika Anda menemui kesulitan dalam mengerjakan soal evaluasi. kemudian tanyakan kepada guru pada saat kegiatan tatap muka atau bacalah referensi lain yang berhubungan dengan materi modul ini. garis dan bidang dalam ruang dimensi tiga. Menentukan proyeksi titik. karena materi yang mendahului merupakan prasyarat untuk mempelajari materi berikutnya. Menentukan jarak antara titik. Deskripsi Dalam modul ini Anda akan mempelajari kedudukan titik. dan bidang pada ruang dimensi tiga. 2. Pahamilah contoh-contoh soal yang ada. PENDAHULUAN A. garis dan bidang. catatlah. hal-hal yang perlu Anda lakukan adalah sebagai berikut: 1. B. dan bidang. dan sudut antara garis dan bidang. D. dan bidang dalam ruang dimensi tiga. Prasyarat Untuk mempelajari modul ini anda harus menguasai bilangan pangkat dan bentuk akar. C. Jika Anda mempunyai kesulitan yang tidak dapat Anda pecahkan. garis. proyeksi. Kerjakanlah soal evaluasi dengan cermat. Tujuan Akhir Setelah mempelajari modul ini diharapkan Anda dapat: 1. 4. Dengan membaca referensi lain. 2. jarak titik. garis. Anda juga akan mendapatkan pengetahuan tambahan. 2 . serta trigonometri. 4. dan kerjakanlah semua soal latihan yang ada. Menentukan kedudukan titik. Menentukan sudut antara garis dan bidang dalam ruang dimensi tiga. Jika dalam mengerjakan soal Anda menemui kesulitan. 3. 3.

Bidang V dan bidang H berhimpit b. atau bidang H melalui titik T b. maka : a. b. Perpotongan kedua bidang berupa garis lurus yang disebut garis potong atau garis persdekutuan. Kedudukan bidang terhadap bidang Jika diketahui bidang V dan bidang H. Kedudukan garis terhadap garis Jika diketahui sebuah garis g dan sebuah garis h. Titik T terletak pada bidang H. KEDUDUKAN TITIK. atau garis g menembus bidang H c. Titik T berada diluar garis g. tau garis g melalui titik T b.BAB II PEMBELAJARAN A. atau bidang H melalui garis g. Titik T berada diluar bidang H. Garis g sejajar dengan bidang H 5. yaitu kedua garis tidak sejajar dan tidak berpotongan. Bidang V dan bidang H berpotongan. Garis g dan h tidak terletak pada sebuah bidang. maka : a. Garis g dan h terletak pada sebuah bidang. Bidang V dan bidang H sejajar c. DAN BIDANG 1. GARIS. Kedudukan titik terhadap bidang Jika diketahui sebuah titik T dan sebuah bidang H. Titik T teletak pada garis g. maka : a. atau garis g dan h bersilangan. maka : a. Kedudukan titik terhadap garis Jika diketahui sebuah titik T dan sebuah garis g. Garis g memotong bidang H. 4. Kedudukan garis terhadap bidang Jika diketahui sebuah garis g dan sebuah bidang H. 3 . Garis g terletak pada bidang H. sehingga dapat terjadi : • • • garis g dan h berhimpit. maka : a. atau garis g tidak melalui titik T 2. atau bidang H tidak melalui titik T 3. g = h garis g dan h berpotongan pada sebuah titik garis g dan h sejajar b.

Garis yang berpotongan dengan BE e. D. Garis yang sejajar dengan CF d. Menghitung jarak antara titik dan garis Jarak antara titik dan garis merupakan panjang ruas garis yang ditarik dari suatu titik sampai memotong garis tersebut secara tegak lurus. ED. A Jarak antara titik A dengan garis g Adalah AB. DH f. GARIS. G c. Titik yang berada diluar bidang BCHE c. AE. DC.EFGH. Tentukan : a.Contoh : E H F G D A B C Diketahui kubus ABCD. Titik A. EA. DAN BIDANG 1. DE d. AFH B. AB. Titik D dan F b. Bidang yang sejajar dengan bidang BDG Jawab : a. Garis yang bersilangan dengan FG f. EF. F. Titik yang berada pada garis DF b. EH e. JARAK TITIK. karena AB tegak lurus Dengan garis g g B 4 .

karena garis AB Tegak lurus dengan bidang H B H 3. g B h Jarak antara garis g dan h adalah AB karena AB tegak lurus g dan h A H 5 . karena AB ⊥ g dan h h B c.2. Menghitung jarak antara 2 garis a. Jarak antara dua garis yang sejajar adalah panjang ruas garis yang ditarik dari suatu titik pada salah satu garis sejajar dan tegak lurus garis sejajar yang lain. A Jarak titik A ke bidang H Adalah AB. A g Jarak antara garis g dan h Adalah AB. Jarak dua garis bersilangan adalah panjang ruas garis hubung yang letaknya tegak lurus pada kedua garis bersilangan itu. Menghitung jarak antara titik dan bidang Jarak antara titik dan bidang adalah panjang ruas garis yang ditarik dari suatu titik diluar bidang sampai memotong tegak lurus bidang. Dua garis yang berpotongan tidak mempunyai jarak b.

Titik A ke P (P adalah perpotongan diagonal ruang) c. Bidang ABCD ke EFGH 6 . A g Jarak antara garis g dan Bidang H adalah AB. B H Contoh : Diketahui kubus ABCD.4. Hitunglah jarak antara : a. karena AB tegak lurus g dan Bidang H. Garis AE ke garis CG i.EFGH dengan panjang rusuk 10 cm. Garis AE ke garis CG h. Titik A ke bidang BDE g. Titik A ke garis CE d. Titik A ke bidang BDHF f. Titik A ke bidang BCGF e. A G Jarak antara bidang G dan H Adalah AB. Jarak antara dua bidang Jarak antara dua bidang yang sejajar sama dengan jarak antara sebuah titik pada salah satu bidang ke bidang yang lain. Menghitung jarak antara garis dan bidang Jarak antara garis dan bidang yang sejajar adalah jarak antara salah satu titik pada garis tehadap bidang. B H 5. Titik A ke H b.

10 AK = 2 1 .AK 1 .10 3 2 10 2 AK = 3 10 AK = 6 3 d. AK 2 A C 1 . Jarak titik A ke H = AH AH = AD 2 + DH 2 = 100 + 100 = 200 = 10 2 cm b.CE. Jarak titik A ke bidang BCGF = AB = 10 cm e.AE = ½. Jarak A ke CE = AK E K Pada segitiga siku-siku CAE L CAE = ½.AC.Jawab : H G a. Jarak titik A ke P = AP = ½ AG 10 3 cm = 2 E F P R C D A 10 B c.10 2 . Jarak titik A ke bidang BDHF = AR (R titik tengah garis BD) AR = ½ AC = ½ 10 2 = 5 2 cm G 7 .10 = 2 .10 3.10 2 .

5 6 . T C R L. AR. AT = 50 2 5 6 = 10 3 cm 3 h. 5 2 . A ARE = ½. AT ½. RE.10 = ½ . AE = ½. AT 50 2 AT = 5 6 . Jarak titik A ke bidang BDE H G E F T D R A B C Perhatikan persegi panjang ACGE sbb : E G Garis AG berpotongan tegak lurus dengan Garis ER dititik T. Jarak ABCD dan EFGH = AC = 10 cm 8 . sehingga jarak A ke Bidang BDE adalah AT.g. Jarak AE ke CG = AC = 10 3 i. ER = AR 2 + AE 2 = 50 + 100 = 150 = 5 6 cm.

Dari titik A dibuat garis g yang tegak lurus bidang H 9 .TUVW dengan PQ = 4 cm. Titik B ke garis AG c. Diketahui balik PQRS. maka proyeksi A pada bidang H ditentukan sebagai berikut : a.ABCD dengan AB = 10 cm. garis AB dan CDHG f. Q ke PRVT 3. titik B ke AT b. Hitung jarak antara : a. Titik C ke BDG d. garis AE dan CG e. titik A ke TBC 4. QR = 3 cm. Diketahui limas beraturan T. bidang HFC dan DBE 2. Hitunglah jarak antara : a.ABC dengan panjang rusuk 8 cm. Tentukan jarak T ke bidang ABC.Tugas I 1. PROYEKSI 1.EFGH denan panjang rusuk 6 cm. TA = 12 cm. Diketahui bidang empat beraturan T. Diketahui kubus ABCD. V ke RSTU b. Titik H ke garis AC b. PT = 6 cm Hitung jarak antara : a. Proyeksi titik pada bidang Jika titik A diluar bidang H. titik T ke ABCD c. C.

Jika sebuah garis tegak lurus pada bidang maka proyeksi garis ke bidang itu berupa titik. Tentukan titik tembus garis g terhadap bidang H. b. Proyeksi garis pada bidang Menentukan proyeksi garis pada bidang sama dengan menentukan proyeksi dua buah titik yang terletak pada garis ke bidang itu.b. dan proyeksi garis tadi pada bidang merupakan garis yang ditarik dari titiktitik hasil proyeksi. Proyeksi titik A pada bidang H adalah B. TB pada bidang ABCD b. ABCD dengan AB = 5 cm dan TA = 8 cm. TB pada bidang TAC T D O A B C 10 . A B 2. a. misalnya titik B. Jika garis sejajar bidang maka proyeksi garis ke bidang merupakan garis yang sejajar dengan garis yang diproyeksikan. Hitunglah panjang proyeksi : a. Contoh : Diketahui limas beraturan T.

TA pada TBD 3. TP pada ABC c.a. Tentukan dan hitung panjang proyeksi : a. Tentukan dan hitung panjang proyeksi : a. Hitung panjang proyeksi : a. Diketahui limas beraturan T. GO pada BDE (O titik potong AC dan BD) 2. BG pada EFGH b. TB pada TPC TB 2 − BO 2 64 − 103 2 1 206 cm 2 25 2 11 . Proyeksi TB pada bidang TAC = TO TO = = = = Tugas II 1. HF pada ACH c.AC =½ =½ AB 2 + BC 2 25 + 25 =½ 5 2 = 5 2 cm 2 b. TB pada ABC b. Jadi proyeksi TB pada bidang ABCD = BO BO = ½ . Titik P ditengah-tengah AB. Diketahui bidang empat beraturan T.ABCD dengan AB = 10 cm dan tinggi limas 8 cm.EFGH dengan rusuk 10 cm.ABC dengan panjang rusuk 6 cm. Proyeksi T pada bidang ABCD adalah titik O. TC pada ABCD b. Diketahui kubus ABCD.

Proyeksi garis g pada bidang H adalah g1 Sudut antara garis g dengan bidang H Adalah sudut yang dibentuk garis g dg g1 g1 H A 12 . SUDUT ANTARA GARIS DAN BIDANG 1. Sudut antara dua garis berpotongan Sudut antara dua garis berpotongan diambil sudut yang lancip. Sudut antara garis dan bidang Sudut antara garis dan bidang hanya ada jika garis menembus bidang. Sudut antara garis dan bidang adalah sudut antara garis dan proyeksinya pada bidang itu. g A α h 2. Sudut antara dua garis bersilangan Sudut antara dua garis bersilangan ditentukan dengan membuat garis sejajar salah satu garis bersilangan tadi dan memotong garis yang lain dan sudut yang dimaksud adalah sudut antara dua garis berpotongan itu.D. sudut yang dibentuk adalah α. g Garis g menembus bidang H dititik A. Garis g berpotongan dengan garis h di titik A. h Garis g bersilangan dg h Garis h1 sejajar dengan h Memotong g Sudut antara g dan h sama dg Sudut antara g dan h1 g h1 3.

H). Garis h pada H tegak lurus garis (G. Untuk menentukannya sbb : a. Sudut antara bidang dengan bidang Sudut antara dua bidang terjadi jika kedua bidang saling berpotongan.H) Bidang G dan H berpotong pada garis (G. Tentukan garis potong kedua bidang b.4. Pada bidang kedua buat pula garis yang tegak lurus garis potong kedua bidang dan berpotongan dengan garis pada bidang pertama tadi. d. Sudut antara kedua bidang sama dengan sudut antara kedua garis tadi g G α H h (G. Tentukan sebarang garis pada bidang pertama yang tegak lurus garis potong kdua bidang c.H) Sudut antara bidang G dan H sama dengan sudut antara garis g dan h Contoh : 13 .H). Garis g pada G tegak lurus gais (G.

Tentukan : a. Cosinus sudut antara BH dan ABCD Jawab : H G E F D C A 5 cm B a.EFGH dengan panjang rusuk 5 cm.Diketahui kubus ABCD. Besar sudut antara BG dan bidang ABCD b. Sudut antara BG dengan ABCD adalah sudut CBG = 450 b. Cosinus sudut antara BH dengan ABCD adalah Cos DBH = = BD BH 5 2 5 3 6 = 3 Tugas III 14 .

Segitiga ABC siku-siku di B. ABCD dengan AB = 6 cm dan TC = 3 5 cm. Diketahui limas beraturan T. Panjang AB = 6 cm. BH dan CDHG 2. TA tegak lurus bidang alas. Panjang rusuk alas 4 cm dan panjang rusuk tegak 8 cm. Hitung : a. BC = 8 cm. Hitunglah : a. Panjang AC. AG dan EFGH c. O titik tengah BC. Hitunglah : a. TC. T.ABC. Nyatakan dan gambarkan kemudian beri nama sudut antara : a. AO b.1. Panjang TA = 24 cm. ABCD adalah limas tegak beraturan.EFGH adalah sebuah balok. tan sudut antara TO dan bidang ABC BAB III PENUTUP 15 . Tan sudut antar TC dan ABCD b. CH dan ABCD b. Cosinus sudut antara bidang ABCD dan TDC b. ABCD. Sinus sudut antara TAB dan TCD 4. Cos sudut antara TQ dan ABCD dimana Q titik tengah AD 3. Diketahui limas segitiga T.

anda berhak untuk mengikuti tes untuk menguji kompetensi yang telah anda pelajari. maka anda berhak untuk melanjutkan ke topik/modul berikutnya. Apabila anda dinyatakan memenuhi syarat ketuntasan dari hasil evaluasi dalam modul ini.Setelah menyelesaikan modul ini. DAFTAR PUSTAKA 16 .

Jakarta : PT. Semarang : CV. 2007.Tim Matematika SMA. MGMP Matematika Kota Semarang. Jabbaar Setia. Sartono Wirodikromo. 2004. 17 . Galaxy Puspa Mega. Matematika untuk SMA Kelas X. 2006. Jakarta : Penerbit Erlangga. LKS Matematika SMA / MA. Matematika 1 Untuk SMA Kelas X.