P. 1
Lp Harga Diri Rendah

Lp Harga Diri Rendah

|Views: 50|Likes:
Published by Aira Putri Mardela

More info:

Published by: Aira Putri Mardela on Jan 30, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/05/2013

pdf

text

original

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN Ny.U DENGAN GANGGUAN KONSEP DIRI : HARGA DIRI RENDAH DI RSJD.

AMINO GONDOHUTOMO SEMARANG

OLEH : AGUNG NUGROHO 462008041

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS KRISTEN SATYA WACANA SALATIGA 2011

saya tidak mampu. Proses Terjadinya Masalah A. Misalnya : saya tidak bisa. L. Menurut Schult & videbeck (1998) gangguan harga diri rendah adalah penilaian negatif seseorang terhadap diri dan kemampuan. menyalahkan/ mengejek dan mengkritik diri sendiri. tentang memilih alternatif tindakan. Misalnya : malu dan sedih karena rambut jadi botak setelah mendapat terapi sinar pada kanker 2) 3) 4) 5) Rasa bersalah terhadap diri sendiri. yang diekspresikan secara langsung maupun tidak langsung. Klien sukar mengambil keputusan. merasa gagal karena karena tidak mampu mencapai keinginansesuai ideal diri (keliat. Misalnya : ini tidak akan terjadi jika Merendahkan martabat. Adanya perasaan hilang percaya diri . misalnya saya segera ke rumah sakit. B. Keliat. seperti menarik diri. saya orang bodoh dan tidak tahu apa-apa bertemu dengan orang lain. lebih suka sendiri. .J (1998 : 352). Pengertian Harga diri rendah adalah perasaan tidak berharga. Gangguan hubungan sosial.PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS KRISTEN SATYA WACANA LAPORAN PENDAHULUAN 1. Tanda dan Gejala Menurut Carpenito. tidak berarti dan rendah diri yang berkepanjangan akibat evaluasi yang negatif terhadap diri sendiri dan kemampuan diri.A (1994 : 20) 1) Perasaan malu terhadap diri sendiri akibat penyakit dan akibat tindakan terhadap penyakit. 1998). Masalah Utama Gangguan konsep diri : harga diri rendah 2. Klien tidak ingin Percaya diri kurang.

misalnya sering disalahkan. Kronik Yaitu perasaan negatif terhadap diri telah berlangsung lama. kurang dihargai. Dalam tinjauan life span history klien. dicerai suami. . dituduh KKN. karena :  Privacy yang kurang diperhatikan. putus sekolah. Klien ini mempunyai cara berfikir yang negatif.  b. kecelakaan. Kejadian sakit dan dirawat akan menambah persepsi negatif terhadap dirinya. misalnya harus operasi. berbagai tindakan tanpa persetujuan.6) Mencederai diri. misalnya : pemeriksaan fisik yang sembarangan. Penyebab Gangguan harga diri yang disebut sebagai harga diri rendah dan dapat terjadi secara : a.  Harapan akan struktur. B. Situasional Yaitu terjadi trauma yang tiba-tiba. yaitu sebelum sakit/ dirawat. tidak diberi kesempatan dan tidak diterima dalam kelompok (Yosep. Kondisi ini mengakibatkan respons yang maladaptive. pemasangan kateter. 2007) pemeriksaan dilakukan tanpa penjelasan. bentuk dan fungsi tubuh yang tidak tercapai karena Perlakuan petugas kesehatan yang tidak menghargai. misalnya berbagai dirawat/ sakit/ penyakit. Kondisi ini dapat ditemukan pada klien gangguan fisik yang kronis atau pada klien gangguan jiwa. pemeriksaan perneal). penyebab HDR adalah kegagalan tumbuh kembang. dipenjara tiba-tiba). mungkin klien ingin mengakhiri kehidupan. perasaan malu karena sesuatu (korban perkosaan. Pada klien yang dirawat dapat terjadi harga diri rendah. putus hubungan kerja. Akibat harga diri yang rendah disertai harapan yang suram. pemasangan alat yang tidak sopan (pencukuran pubis.

Tanda dan gejala : Data Subyektif : a. wajah tampak murung. Bicara dengan suara pelan dan tidak ada kontak mata saat berbicara . Mengungkapkan kekhawatiran terhadap penolakan oleh orang lain Data Obyektif : a. Mengungkapkan perasaan malu untuk berhubungan dengan orang lain c.Tanda dan Gejalanya :  Data subjektif : mengungkapkan ketidakmampuan dan meminta bantuan orang lain dan mengungkapkan malu dan tidak bisa bila diajak melakukan sesuatu. Isolasi sosial menarik diri adalah gangguan kepribadian yang tidak fleksibel pada tingkah laku yang maladaptive. Kurang spontan ketika diajak bicara b. Menurun atau tidak adanya komunikasi verbal e. Akibat Harga diri rendah dapat membuat klien menjdai tidak mau maupun tidak mampu bergaul dengan orang lain dan terjadinya isolasi sosial : menarik diri. 1998 : 336). Apatis c. mengganggu fungsi seseorang dalam hubungan sosial (DEPKES RI. Mengungkapkan untuk memulai hubungan/ pembicaraan b. tampak sedih dan tidak melakukan aktivitas yang seharusnya dapat dilakukan. Ekspresi wajah kosong d. C.  Data objektif : tampak ketergantungan pada orang lain.

mengungkapkan perasaan malu terhadap diri sendiri b. tidak ada kontak mata. ingin mencederai diri/ingin mengakhiri hidup. bingung bila disuruh memilih alternatif tindakan. Data Obyektif Klien terlihat lebih suka sendiri. berdiam diri di kamar. Isolasi sosial: menarik diri Data yang perlu dikaji: Data Obyektif Apatis. 1. Data Subyektif Ekspresi wajah kosong. mengkritik diri sendiri.3. afek tumpul. 2. Pohon Masalah Isolasi sosial : menarik diri Gangguan konsep diri: Harga diri rendah Gangguan citra tubuh Core Problem 4. Gangguan konsep diri: harga diri rendah Data Subyektif Data yang perlu dikaji: Klien mengatakan saya tidak mampu. Data yang perlu dikaji: a. menyendiri. tidak tahu apa-apa. banyak diam. a. ekspresi sedih. a. suara pelan dan tidak jelas. Gangguan citra tubuh Data subyektif Data yang perlu dikaji: . tidak bisa. bodoh.

Jelaskan tujuan pertemuan e. Tunjukkan sikap empati dan menerima klien apa adanya g. klien malu bertemu dan berhadapan dengan orang lain. Berikan perhatian kepada klien dan perhatian kebutuhan dasar klien .Mengungkapkan tidak ingin hidup lagi. mengungkapkan sedih karena keadaan tubuhnya. Tanyakan nama lengkap klien dan nama panggilan yang disukai d. Isolasi sosial : menarik diri Harga diri rendah Gangguan citra tubuh 6. Diagnosa Keperawatan a. b. Sapa klien dengan ramah baik verbal maupun non verbal b. Klien dapat membina hubungan saling percaya Tindakan : 1. suara pelan dan tidak jelas. b. tampak menangis. tidak ada kontak mata ketika diajak bicara. karena keadaan tubuhnya yang cacat. Perkenalkan diri dengan sopan c. c. Bina hubungan saling percaya dengan menggunakan prinsip komunikasi terapeutik dengan cara : a. Rencana Tindakan Keperawatan Diagnosa 1: Isolasi sosial: menarik diri Tujuan Umum : Klien dapat berinteraksi dengan orang lain sehingga tidak terjadi halusinasi Tujuan Khusus : 1. Data obyektif Ekspresi wajah sedih. Jujur dan menepati janji f. 5.

Diskusikan bersama klien tentang kerugian tidak berhubungan dengan orang lain i. Beri kesempatan kepada klien untuk mengungkapkan perasaan tentang keuntungan berhubungan dengan orang lain d. Klien dapat menyebutkan keuntungan berhubungan dengan orang lain dan kerugian tidak berhubungan dengan orang lain Tindakan : a.2. Kaji pengetahuan klien tentang kerugian bila tidak berhubungan dengan orang lain g. Beri kesempatan kepada klien untuk mengungkapkan perasaan penyebab menarik diri atau mau bergaul c. menyibukkan diri dll) b. Beri kesempatan kepada klien untuk mengungkapkan perasaan dengan orang lain h. marah. Kaji pengetahuan klien tentang manfaat dan keuntungan berhubungan dengan orang lain c. Klien dapat menyebutkan penyebab menarik diri a. Berikan pujian terhadap kemampuan klien mengungkapkan perasaannya Tindakan: 3. Beri reinforcement positif terhadap kemampuan mengungkapkan perasaan tentang kerugian tidak berhubungan dengan orang lain . tanda-tanda serta penyebab yang muncul d. Identifikasi bersama klien cara tindakan yang dilakukan jika terjadi halusinasi ( tidur. Beri reinforcement positif terhadap kemampuan mengungkapkan perasaan tentang keuntungan berhubungan dengan orang lain f. Diskusikan bersama klien tentang manfaat berhubungan dengan orang lain e. Diskusikan bersama klien tentang perilaku menarik diri. Kaji pengetahuan klien tentang perilaku menarik diri dan tanda-tandanya b.

Dorong dan bantu kien untuk berhubungan dengan orang lain melalui tahap : Klien – Perawat Klien – Perawat – Perawat lain Klien – Perawat – Perawat lain – Klien lain K – Keluarga atau kelompok masyarakat Tindakan: c. d. Beri reinforcement positif terhadap keberhasilan yang telah dicapai. perkenalan diri Jelaskan tujuan Buat kontrak Eksplorasi perasaan klien Tindakan: . Beri reinforcement positif atas kegiatan klien dalam kegiatan ruangan 5. c. Kaji kemampuan klien membina hubungan dengan orang lain b. Klien dapat mengungkapkan perasaannya setelah berhubungan dengan orang lain a. b. Klien dapat melaksanakan hubungan sosial a. Diskusikan jadwal harian yang dilakukan bersama klien dalam mengisi waktu f. Motivasi klien untuk mengikuti kegiatan ruangan g. Bantu klien untuk mengevaluasi manfaat berhubungan e. Bina hubungan saling percaya dengan keluarga : Salam. Klien dapat memberdayakan sistem pendukung atau keluarga a. perasaan manfaat berhubungan dengan oranglain 6. Dorong klien untuk mengungkapkan perasaannya bila berhubungan Diskusikan dengan klien tentang perasaan masnfaat berhubungan dengan Beri reinforcement positif atas kemampuan klien mengungkapkan Tindakan: dengan orang lain orang lain.4.

3.2. Tujuan umum: Kien dapat berhubungan dengan orang lain secara optimal.1. Utamakan memberi pujian yang realistik. 1. Klien dapat membina hubungan saling percaya. Anjurkan anggota keluarga secara rutin dan bergantian menjenguk klien minimal satu kali seminggu Beri reinforcement positif positif atas hal-hal yang telah dicapai oleh keluarga Diagnosa II : harga diri rendah. 2. 2.3.b. Bina hubungan saling percaya dengan menerapkan prinsip komunikasi terapeutik: Klien dapat menilai kemampuan yang digunakan.1. Tujuan khusus: 1.  Sapa klien dengan ramah secara verbal dan nonverbal  Perkenalkan diri dengan sopan  Tanyakan nama lengkap klien dan nama panggilan yang disukai klien  Jelaskan tujuan pertemuan  Jujur dan menepati janji  Tunjukkan sikap empati dan menerima klien apa adanya  Beri perhatian kepada klien dan perhatikan kebutuhan dasar klien 2.1. . Klien dapat mengidentifikasi kemampuan dan aspek positif yang dimiliki. Diskusikan kemampuan yang masih dapat dilakukan. Hindarkan memberi penilaian negatif setiap bertemu klien. Diskusikan kemampuan dan aspek positif yang dimiliki klien. Diskusikan dengan anggota keluarga tentang : Perilaku menarik diri Penyebab perilaku menarik diri Akibat yang terjadi jika perilaku menarik diri tidak ditanggapi Cara keluarga menghadapi klien menarik diri Dorong anggota keluarga untukmemberikan dukungan kepada klien untuk berkomunikasi dengan orang lain. 2. 3.

5. 6.2.5. Beri kesempatan pada klien untuk mencoba kegiatan yang telah diren- Diagnosa II: gangguan citra tubuh. Beri pendidikan kesehatan pada keluarga tentang cara mearwat klien dengan harag diri rendah. 6. Diskusikan kemampuan yang dapat dilanjutkan penggunaannya.1. Klien dapat merencanakn kegiatan sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. Klien dapat mengidentifikasi kemampuan dan aspek positif yang dimiliki Tindakan: . 4. Bantu keluarga memberiakn dukungan selama klien dirawat. 6. 6.1. buat kontrak yang jelas (waktu. Diskusikan pelaksanaan kegiatan dirumah Klien dapat memanfaatkan sistem pendukung yang ada. Tujuan umum: klien tidak terjadi gangguan konsep diri : harga diri rendah/klien akan meningkat harga dirinya. Bina hubungan saling percaya: salam terapeutik.2. tempat dan topik pembicaraan) 1. Tingkatkan kegiatan sesuai dengan toleransi kondisi klien. Tujuan khusus : 1.1.3. 4.3. perkenalan diri.2. 4. 6. 6. 1. Klien dapat melakukan kegiatan sesuai kemampuannya.2. jelaskan Tindakan : tujuan interaksi. Klien dapat membina hubungan saling percaya 1.4. Beri kesempatan pada klien untuk mengungkapkan perasaannya Sediakan waktu untuk mendengarkan klien Katakan kepada klien bahwa dirinya adalah seseorang yang berharga dan bertanggung jawab serta mampu menolong dirinya sendiri 2. 1.4. Rencanakan bersama klien aktivitas yang dapat dilakukan setiap hari. Beri contoh cara pelaksanaan kegiatan yang dapat klien lakukan.3. canakan. 4.3. Bantu keluarga menyiapkan lingkungan rumah. ciptakan lingkungan yang tenang.

6. 5.2. 5.4.2. 3.2. Beri pendidikan kesehatan pada keluarga tentang cara merawat klien Bantu keluarga memberi dukungan selama klien dirawat Bantu keluarga menyiapkan lingkungan di rumah Beri reinforcement positif atas keterlibatan keluarga Beri kesempatan mencoba kegiatan yang telah direncanakan Beri pujian atas keberhasilan klien Diskusikan kemungkinan pelaksanaan di rumah Rencanakan bersama klien aktivitas yang dapat dilakukan setiap hari Tingkatkan kegiatan sesuai dengan toleransi kondisi klien Beri contoh cara pelaksanaan kegiatan yang boleh klien lakukan sesuai kemampuan Klien dapat melakukan kegiatan sesuai kondisi dan kemampuan Klien dapat memanfaatkan sistem pendukung yang ada . 2. rumah 4.3. utamakan Klien dapat menilai kemampuan dan aspek positif yang dimiliki memberi pujian yang realistis Klien dapat menilai kemampuan yang dapat digunakan Diskusikan kemampuan dan aspek positif yang dimiliki Diskusikan pula kemampuan yang dapat dilanjutkan setelah pulang ke Klien dapat menetapkan/merencanakan kegiatan sesuai dengan kemampuan yang dimiliki Tindakan: 4. Tindakan: 5. 6. 6.1. Diskusikan kemampuan dan aspek positif yang dimiliki Hindarkan memberi penilaian negatif setiap bertemu klien.1. 4. Tindakan: 3.2. 5.3. 2.3.2. 6. 4. Tindakan: 6.4.1.2. 3.3.1.

.

Selera makan kurang tidak berani menatap lawan bicara. Pandangan hidup yang pesimis Penurunan produktifitas Penolakan terhadap kemampuan diri terlihat dari kurang memperhatikan perawatan diri Berpakaian tidak rapih. • • • • • • • • • • B. Kondisi klien Mengkritik diri sendiri. sesuai kemampuan  Pasien dapat menyusun jadwal untuk melakukan kegiatan yang sudah dilatih D. Lebih banyak menunduk. Perasaan tidak mampu. Diagnosa Keperawatan Tujuan  Pasien dapat mengidentifikasi kemampuan dan aspek positif yang dimiliki  Pasien dapat menilai kemampuan yang dapat digunakan  Pasien dapat menetapkan/memilih kegiatan yang sesuai kemampuan  Pasien dapat melatih kegiatan yang sudah dipilih.  Tindakan Keperawatan Mengidentifikasi kemampuan dan aspek positif yang masih dimiliki pasien Gangguang konsep diri : harga diri rendah . C.Lampiran PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS KRISTEN SATYA WACANA STRATEGI PELAKSANAAN GANGGUAN KONSEP DIRI HARGA DIRI RENDAH A.

Susun bersama pasien dan buat daftar kegiatan sehari-hari pasien. Untuk tindakan tersebut. Bantu pasien menetapkan kegiatan mana yang dapat pasien lakukan secara mandiri. di rumah. Perlihatkan respon yang kondusif dan menjadi pendengar yang aktif penilaian yang negatif. • Beri pujian yang realistik/nyata dan hindarkan setiap kali bertemu dengan pasien  Membantu pasien menilai kemampuan yang dapat digunakan.  Membantu pasien memilih/menetapkan kemampuan yang akan dilatih Tindakan keperawatan yang dapat dilakukan adalah : • • Mendiskusikan dengan pasien beberapa kegiatan yang dapat dilakukan dan dipilih sebagai kegiatan yang akan pasien lakukan sehari-hari. Bantu pasien menyebutkannya dan memberi penguatan terhadap kemampuan diri yang diungkapkan pasien.Untuk membantu pasien dapat mengungkapkan kemampuan dan aspek positif yang masih dimilikinya . perawat dapat : • Mendiskusikan bahwa sejumlah kemampuan dan aspek positif yang dimiliki pasien seperti kegiatan pasien di rumah sakit. dalam keluarga dan lingkungan adanya keluarga dan lingkungan terdekat pasien.  Melatih kemampuan yang dipilih pasien Untuk tindakan keperawatan tersebut saudara dapat melakukan: • • • Mendiskusikan dengan pasien untuk melatih kemampuan yang dipilih Bersama pasien memperagakan kegiatan yang ditetapkan Berikan dukungan dan pujian pada setiap kegiatan yang dapat dilakukan pasien. Berikan contoh cara pelaksanaan kegiatan yang dapat dilakukan pasien. saudara dapat : • • • Mendiskusikan dengan pasien kemampuan yang masih dapat digunakan saat ini. . mana kegiatan yang memerlukan bantuan minimal dari keluarga dan kegiatan apa saja yang perlu batuan penuh dari keluarga atau lingkungan terdekat pasien.

. melatih kemampuan yang sudah dipilih dan menyusun jadwal pelaksanaan kemampuan yang telah dilatih dalam rencana harian ORIENTASI : “Selamat pagi. membantu klien memilih/menetapkan kemampuan yang akan dilatih. bagus sekali ada lima kemampuan dan kegiatan yang ibu miliki “. apa lagi? Saya buat daftarnya ya! Apa pula kegiatan rumah tangga yang biasa ibu lakukan? Bagaimana dengan merapihkan kamar? Menyapu ? “ Wah. Membantu menyusun jadwal pelaksanaan kemampuan yang dilatih Untuk mencapai tujuan tindakan keperawatan tersebut. kita akan pilih satu kegiatan untuk kita latih” ”Dimana kita duduk ? Bagaimana kalau di ruang tamu ? Berapa lama ? Bagaimana kalau 20 menit ? KERJA : ” Ibu. Strategi tindakan Pelaksanaan SP 1 Klien: Mendiskusikan kemampuan dan aspek positif yang dimiliki klien. apa saja kemampuan yang ibu miliki? Bagus. kalau kita bercakap-cakap tentang kemampuan dan kegiatan yang pernah ibu lakukan? Setelah itu kita akan nilai kegiatan mana yang masih dapat ibu dilakukan. Bagaimana keadaan ibu hari ini ? ”Bagaimana. Perkenalkan nama saya Agung Nugroho. saudara dapat melakukan halhal berikut : • • • • Memberi kesempatan pada pasien untuk mencoba kegiatan yang telah dilatihkan Beri pujian atas kegiatan/kegiatan yang dapat dilakukan pasien setiap hari Tingkatkan kegiatan sesuai dengan tingkat toleransi dan perubahan setiap kegiatan Susun jadwal untuk melaksanakan kegiatan yang telah dilatih Berikan kesempatan mengungkapkan perasaanya setelah pelaksanaan kegiatan E. biasa dipanggil Agung. Setelah kita nilai. saya mahasiswa keperawattan UKSW yang sedang praktik diruangan ini. . membantu klien menilai kemampuan yang masih dapat digunakan.

yang kedua. kalu begitu kita akan latihan mencuci piring besok jam 8 pagi di dapur ruangan ini sehabis makan pagi Sampai jumpa ya” . merapikan tempat tidur.” ”Sekarang. coba ibu pilih satu kegiatan yang masih bisa dikerjakan di rumah sakit ini”.. ”Sekarang. dan ibu ibu (tidak) melakukan.. tulis B (bantuan) jika diingatkan bisa melakukan. sudah rapikah tempat tidurnya?” “Nah kalau kita mau merapikan tempat tidur. yang sudah ibu praktekkan dengan baik sekali.. Coba perhatikan bedakah dengan sebelum dirapikan? Bagus ” “ Coba ibu lakukan dan jangan lupa memberi tanda MMM (mandiri) kalau ibu lakukan tanpa disuruh. merapihkan tempat tidur?Kalau begitu.. jam 16. yang mana yang masih dapat dikerjakan di rumah sakit ? Coba kita lihat. yang pertama bisakah. kita mulai dari arah atas. Sekarang ambil bantal.” ibu dari lima kegiatan/kemampuan ini.00” ”Besok pagi kita latihan lagi kemampuan yang kedua. dua kali yaitu pagi-pagi jam berapa ? Lalu sehabis istirahat. cuci piring. tarik dan masukkan. Bagus !” ” ibu sudah bisa merapihkan tempat tidur dengan baik sekali. Mari kita lipat selimut.” O yang nomor satu. Bagus ! Sekarang kita angkat spreinya. Bagus sekali ada 3 kegiatan yang masih bisa dikerjakan di rumah sakit ini. Nah kemampuan ini dapat dilakukan juga di rumah setelah pulang.. Sekarang sebelah kaki. nah letakkan sebelah bawah/kaki. dan kasurnya kita balik. dan letakkan di sebelah atas/kepala.. ya bagus !. Salah satunya. mari kita masukkan pada jadwal harian. sekarang kita pasang lagi spreinya. lalu sebelah pinggir masukkan.sampai 5 (misalnya ada 3 yang masih bisa dilakukan). Ibu masih ingat kegiatan apa lagi yang mampu dilakukan di rumah selain merapihkan tempat tidur? Ya bagus. Mari kita lihat tempat tidur ibu Coba lihat. ”Nah. rapihkan. mari kita pindahkan dulu bantal dan selimutnya.. Ibu mau berapa kali sehari merapikan tempat tidur? Bagus. bagaimana kalau sekarang kita latihan merapikan tempat tidur ibu”. TERMINASI : “Bagaimana perasaan ibu setelah kita bercakap-cakap dan latihan merapikan tempat tidur ? Yah. ternyata ibu banyak memiliki kemampuan yang dapat dilakukan di rumah sakit ini.

Proses Keperawatan Kesehatan Jiwa Edisi 2. .Budi A. Jogjakarta: Nuha Medika Press. 2005. Ina. Karlina. 2009. Purwaningsih. Wahyu. Asuhan Keperawatan Jiwa.REFERENSI Keliat. Jakarta: EGC.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->