Panduan Praktik Klinis SMF : ILMU KULIT DAN KELAMIN RSUD SIDOARJO, SIDOARJO 2012 – 2014

ERITRODERMA
1. Pengertian (Definisi) Eritroderma ialah kelainan kulit yang ditandai oleh eritema di seluruh tubuh atau hampir seluruh tubuh disertai skuama. Eritroderma bukan suatu entitas penyakit tetapi merupakan presentasi klinis berbagai penyakit singga untuk menentukan pelaksanaan dengan tepat perlu 2. Anamnesis dicari etiopatologinya. • Onset penyakit (mendadak/ berangsur-angsur) • • • 3. Pemeriksaan Fisik • • Penyakit – penyakit sebelumnya ( dicari kemungkinan psoriasis, tinea, scabies, dermatitis dll) Obat – obat yang telah diminum sebelum dan sesudah timbul penyakitnya Pekerjaan/kebiasaan/hobi penderita • Keadaan umum penderita ( terutama bila penderita tua atau balita) perlu diperhatikan apakah ada tanda-tanda dehidrasi atau menggigil Tensi / nadi / temperature dan pernafasan diperhatikan. Luasnya eritema (%permukaan tubuh), bentuk skuama (tebal dan transparan atau halus), adakah daerah yang eksematus / basah, adakah cracking/erosi. 4. Kriteria Diagnosis • Periksalah keadaan kulit kepala serta kuku. 1.Eritroderma akibat reaksi obat : • • Perlu anamnesa teliti tentang obat yang dicurigai Biasanya akan membaik dalam waktu 2-6 minggu setelah obat yang di curigai dihentikan. 2. Eritroderma akibat perluasan penyakit kulit : • Hampir selalu terdapat kelainan yang khas untuk penyakit kulit yang mendasarinya (misal plak psoriasis pada eritroderma psoaritika, gatal yang sangat , ekskoriasi, likhenifikasi, pada eritroderma karena dermatitis atopic) 3. Eritroderma akibat penyakit sistemik, termasuk keganasan : • • Dapat dijumpai limfadenopati generalisata atau pembesaran organ dalam Dapat dijumpai tanda keganasan yang lain misalnya lemah (fatigue), cachexia. 4.Eritroderma idiopatik

dermatitis dll) Obat – obat yang telah diminum sebelum dan sesudah timbul penyakitnya Pekerjaan/kebiasaan/hobi penderita Keadaan umum penderita ( terutama bila penderita tua atau balita) perlu diperhatikan apakah ada tanda-tanda dehidrasi atau menggigil • • Tensi / nadi / temperature dan pernafasan diperhatikan. • Periksalahkeadaan kulit kepala serta kuku. Ptyriasis Rubra Pilaris 7. Anamnesis : • • • • • Onset penyakit (mendadak/ berangsur-angsur) Penyakit – penyakit sebelumnya ( dicari kemungkinan psoriasis. Dermatofitosis 9. tinea. Limfoma atau leokimia 5.Skabies • Pemeriksaan darah lengkap • • • • • • • Pemeriksaan urin lengkap Pemeriksaan gula darah Pemeriksaan fungsi hati dan ginjal Pemeriksaan foto thorax Pemeriksaan histopatologi Pada orang tua bila perlu diperiksa EKG Pemeriksaan KOH / scabies bila ada petunjuk 7. Diagnosis Banding Eritroderma tidak perlu diagnose banding tetapi perlu DD? Adalah penyebabnya : 1. Pemeriksaan fisik : 6.• • Tidak ditemukan penyebab yang spesifik (ditemukan dalam 25% kasus) Biasanya pada laki-laki tua dengan prurityc erytroderma yang kronik kambuh-kambuhan disertai dengan limfadenopati dan 5. adakah cracking/erosi. bentuk skuama (tebal dan transparan atau halus). Linken Planus 8. Luasnya eritema (%permukaan tubuh). adakah daerah yang eksematus / basah. Diagnosis keratoderma palmoplantar luas. Pamfigus 6. Psoriasis vulgaris 2. Pemeriksaan Penunjang . scabies. Drug eruption 4. Dermatitis kontak / atopik 3.

Penelaah .Sistemik Kortikosteroid oral : • Bila penyebab reaksi obat atau eritroderma idiopatik : prednisone dosis awal 1-3mg/kgBB/hari dan dosis pemeliharaan 0.5mg/kgBB/hari atau kurang Metotreksat. Antihistamin oral • Bias diberikan pada eritroderma idiopatik. Terapi Non medikamentosa • Tirah baring sesuai indikasi • Diet tinggi kalori tinggi protein • Koreksi ketidak seimbangan cairan dan elektrolit • Cegah hipotermia • Terapi terhadap infeksi sekunder • Stop obat yang dicurigai apabila kemungkinan diagnosis adalah eritroderma karena erupsi obat Medikamentosa 1. …………………………………………………………………… Rekomendasi 13.asitretin atau siklosporin • • Bila eritroderma disebabkan oleh psoriasis Siklosporin dapat diberikan pada kasus yang tidak membaik dengan pengobatan awal (refractory cases) dengan dosis awal 5mg/kgBB/hari 3mg/kgBB/hari.8. Di beri penjelasan tentang penyakitnya : dubia ad bonam (bila ditangani dengan cepat dan tepat) Ad sanationam Ad fungsionam : dubia ad bonam (bila ditangani dengan cepat dan tepat) : dubia ad bonam (bila ditangani dengan cepat dan tepat) dan dilanjutkan dengan dosis 1- 9. Tingkat Tingkat IV A 1. Edukasi 10. Evidens 12. Prognosis • Ad vitam 11.Topikal • Emolien atau salap kortikosteroid potensi rendah (kortikosteroid topical potensi tinggi harus dihindari karena terdapat peningkatan absorbs transkutan) 2.

2012 Ketua Komite Medik Ketua SMF ……………………………. 19551008 198801 1 001 . Sidoarjo. …………………………………………………………………… 5. SpM NIP. 2.. …………………………………………………………………… 14. ………………………..Kritis 2. NIP. Medis Indikator ………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………. Eddy Koestantono M. MM NIP. Direktur RSUD Sidoarjo Dr. Pedoman Diagnosis Dan Terapi Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. Dr. M. 19580505 198610 1 005 …………………………………………. aan Kepustak 1. Panduan Pelayanan Medis Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin.. ………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………… 15. …………………………………………………………………… 3.. …………………………………………………………………… 4. Tauhid Rafii.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful