Sejarah Singkat Perkembangan Sosiologi

Perkembangan pada abad pencerahan Banyak ilmuwan-ilmuwan besar pada zaman dahulu, seperti Sokrates, Plato dan Aristoteles beranggapan bahwa manusia terbentuk begitu saja. Tanpa ada yang bisa mencegah, masyarakat mengalami perkembangan dan kemunduran. Pendapat itu kemudian ditegaskan lagi oleh para pemikir di abad pertengahan, seperti Agustinus, Ibnu Sina, dan Thomas Aquinas. Mereka berpendapat bahwa sebagai makhluk hidup yang fana, manusia tidak bisa mengetahui, apalagi menentukan apa yang akan terjadi dengan masyarakatnya. Pertanyaan dan pertanggungjawaban ilmiah tentang perubahan masyarakat belum terpikirkan pada masa ini. Berkembangnya ilmu pengetahuan di abad pencerahan (sekitar abad ke-17 M), turut berpengaruh terhadap pandangan mengenai perubahan masyarakat, ciri-ciri ilmiah mulai tampak di abad ini. Para ahli di zaman itu berpendapat bahwa pandangan mengenai perubahan masyarakat harus berpedoman pada akal budi manusia. Pengaruh perubahan yang terjadi di abad pencerahan Perubahan-perubahan besar di abad pencerahan, terus berkembang secara revolusioner sapanjang abad ke-18 M. Dengan cepat struktur masyarakat lama berganti dengan struktur yang lebih baru. Hal ini terlihat dengan jelas terutama dalam revolusi Amerika, revolusi industri, dan revolusi Perancis. Gejolak-gejolak yang diakibatkan oleh ketiga revolusi ini terasa pengaruhnya di seluruh dunia. Para ilmuwan tergugah, mereka mulai menyadari pentingnya menganalisis perubahan dalam masyarakat. Gejolak abad revolusi Perubahan yang terjadi akibat revolusi benar-benar mencengangkan. Struktur masyarakat yang sudah berlaku ratusan tahun rusak. Bangasawan dan kaum Rohaniawan yang semula bergemilang harta dan kekuasaan, disetarakan haknya dengan rakyat jelata. Raja yang semula berkuasa penuh, kini harus memimpin berdasarkan undang-undang yang di tetapkan. Banyak kerajaan-kerajaan besar di Eropa yang jatuh dan terpecah. Revolusi Perancis berhasil mengubah struktur masyarakat feodal ke masyarakat yang bebas Gejolak abad revolusi itu mulai menggugah para ilmuwan pada pemikiran bahwa perubahan masyarakat harus dapat dianalisis. Mereka telah menyakikan betapa perubahan masyarakat yang besar telah membawa banyak korban berupa perang, kemiskinan, pemberontakan dan kerusuhan. Bencana itu dapat dicegah sekiranya perubahan masyarakat sudah diantisipasi secara dini.

Perubahan drastis yang terjadi semasa abad revolusi menguatkan pandangan betapa perlunya penjelasan rasional terhadap perubahan besar dalam masyarakat. Artinya : * Perubahan masyarakat bukan merupakan nasib yang harus diterima begitu saja, melainkan dapat diketahui penyebab dan akibatnya. * Harus dicari metode ilmiah yang jelas agar dapat menjadi alat bantu untuk menjelaskan perubahan dalam masyarakat dengan bukti-bukti yang kuat serta masuk akal. * Dengan metode ilmiah yang tepat (penelitian berulang kali, penjelasan yang teliti, dan perumusan teori berdasarkan pembuktian), perubahan masyarakat sudah dapat diantisipasi sebelumnya sehingga krisis sosial yang parah dapat dicegah. Kelahiran sosiologi modern Sosiologi modern tumbuh pesat di benua Amerika, tepatnya di Amerika Serikat dan Kanada. Mengapa bukan di Eropa? (yang notabene merupakan tempat dimana sosiologi muncul pertama kalinya). Pada permulaan abad ke-20, gelombang besar imigran berdatangan ke Amerika Utara. Gejala itu berakibat pesatnya pertumbuhan penduduk, munculnya kota-kota industri baru, bertambahnya kriminalitas dan lain lain. Konsekuensi gejolak sosial itu, perubahan besar masyarakat pun tak terelakkan. Perubahan masyarakat itu menggugah para ilmuwan sosial untuk berpikir keras, untuk sampai pada kesadaran bahwa pendekatan sosiologi lama ala Eropa tidak relevan lagi. Mereka berupaya menemukan pendekatan baru yang sesuai dengan kondisi masyarakat pada saat itu. Maka lahirlah sosiologi modern. Berkebalikan dengan pendapat sebelumnya, pendekatan sosiologi modern cenderung mikro (lebih sering disebut pendekatan empiris). Artinya, perubahan masyarakat dapat dipelajari mulai dari fakta sosial demi fakta sosial yang muncul. Berdasarkan fakta sosial itu dapat ditarik kesimpulan perubahan masyarakat secara menyeluruh. Sejak saat itulah disadari betapa pentingnya penelitian (research) dalam sosiologi.

Tokoh lain yang muncul adalah J. Rousseau (1712-1778) yang . Pada masa ini pengaruh keagamaan mulai ditinggalkan dan digantikan oleh pandangan-pandangan yang bersifat hukum sebagai kodrat keduniawiannya. Di sini muncul ajaran bahwa teori-teori politik dan sosial memusatkan perhatian pada mekanisme pemerintahan. Pada Abad Ke 18 Pada masa ini munculah John Locke (1632-1704) yang dianggap sebagai bapak Hak Asasi Manusia (HAM). berserikat. Inti ajarannya diilhami oteh hukum alam. Kalau ada satu institusi yang tidak jalan maka secara keseluruhan kehidupan masyarakat akan terganggu. hak berpikir dan berbicara. Seperti halnya Plato maka Aristoteles (384-322 SM) juga menganggap bawa masyarakat adalah suatu organisma hidup (seperti pandangan kaum biologiwan) dengan basis kehidupannya adalah moral (yang baik). yang kemudian dikenal sebagai kontrak sosial. Dia berpandangan bahwa pada dasarnya setiap manusia mempunyai hak-hak dasar yang sangat pribadi yang tidak dapat dirampas oleh siapapun termasuk oleh negara (seperti hak hidup.Sejarah dan Perkembangan Sosiologi Sejarah dan perkembangan perkembangan sosiologi secara kronologis dan singkat dapat dikemukakan sebagai berikut. Pada masa ini kaum agamawan yang berkuasa sehingga kehidupan sosial lebih diwarnai oleh keputusan-keputusan kaum agamawan yang berkuasa. Pada Zaman Renaissance (1200-1600) Machiavelii adalah orang pertama yang memisahkan antara politik dan moral sehingga terjadi suatu pendekatan yang mekanis terhadap masyarakat. Plato menganggap bahwa institusi-institusi dalam masyarakat saling bergantung secara fungsional. dan lain-lain). Pada mulanya interaksi antar manusia berada dalam kondisi chaos karena saling mencurigai dan saling bersaing untuk memperebutkan sumber daya alam dan manusia yang ada. fisika dan matematika. Sejak masa ini maka pengaruh kaum agamawan mulai memperoleh tantangan. Pada Abad Pencerahan (abad ke 16 dan 17) Pada masa ini muncul Thomas Hobbes (1588-1679) yang mengarang buku yang dikena! sebagai The Leviathan. dalam pencariannya tentang makna negara dia berhasil merumuskan teori organis tentang masyarakat yang mencakup kehidupan sosial dan ekonomi. Pada Jaman Keemasan Filsafat Yunani Pada masa ini sosiologi dipandang sebagai bagian tentang kehidupan bersama secara filsafati. Oleh sebab itu dibuatlah kesepakatankesepakatan pengaturan antar kelompok yang dapat saling berterima dan saling menguntungkan. Pada masa itu Plato (429-347 SM) seorang filasof terkenal dari Yunani.J. Kondisi yang bersifat kodrati (sesuai dengan hukum alam) ini kemudian dipandang akan selalu menyengsarakan kehidupan manusia. Berdasar pandangan kelompok inilah kemudian muncul suatu kesepakatan antar manusia (kelompok) yang dikenal sebagai kontrak sosial.

sebagai usaha untuk menjawab adanya perkembangan interaksi sosial dalam masa industrialisasi.Mempunyai obyek khusus yaitu interaksi antar manusia.Mampu mengembangkan metode khusus sosiologi untuk pengembangan sosiologi. d). Di sini interaksi antar manusia yang dapat diamati adalah adalah interaksi tidak langsung lewat telepon. Pada akhir abad ke 20 ini. . dan lain-lain yang menghubungkan manusia yang saling berjauhan letaknya. internet. Kondisi yang baru dalam taraf mulai mandiri ini disebabkan walaupun sosiologi sudah dapat menunjukkan adanya obyek yang dijadikan fokus pembahasan (interaksi manusia).Mampu mengembangkan teori-teori sosiologi. Pada masa ini sosiologi dianggap mulai dapat mandiri. Pada Abad ke 19 Abad ke 19 dapat dianggap sebagai abad mulai berkembangnya sosiologi. Dia berpandangan bahwa kontrak antara pemerintah (negara?) dengan yang diperintah (rakyat?) menyebabkan munculnya suatu kolektifitas yang mempunyai keinginan-keinginan tersendiri yang kemudian menjadi keinginan umum.Sosiologi menjadi sangat relevan dengan semakin banyaknya kegagalan pembangunan karena tidak mendasarkan dan memperhatikan masukan dari sosiologi. b). Keinginan umum inilah yang harusnya menjadi dasar penyusunan kontrak sosial antara negara dengan rakyatnya. namun di dalam pengembangan ilmunya masih menggunakan metodemetode ilmu-ilmu yang lain (ilmu ekonomi misalnya). namun yang pada saat ini juga sudah mulai dapat dipecahkan.masih berpegang pada ide kontrak sosialnya Hobbes. terutama sesudah Auguste Comte (1798-1853) memperkenalkan istilah sosiologi. Pada Abad ke 20 Baru pada abad ke 20 inilah sosiologi dapat benar-benar dianggap mandiri karena: a). yaitu dalam kaitannya dengan perkembangan dan permasalahan global. c). maka salah satu kelemahan (masih dianggap ketinggalan) dari sosiologi.

Kelompok tersebut mencakup keluarga. dan memiliki budaya. Mengapa bukan di Eropa? (yang notabene merupakan tempat dimana sosiologi muncul pertama kalinya). Ferdinand Tönnies. munculnya kota-kota industri baru. Ungkapan ini dipublikasikan diungkapkan pertama kalinya dalam buku yang berjudul "Cours De Philosophie Positive" karangan August Comte (1798-1857). teman sedangkan Logos berarti ilmu pengetahuan. Karl Marx. tepatnya di Amerika Serikat dan Kanada. Sosiologi modern tumbuh pesat di benua Amerika. Sosiologi sebagai ilmu yang mempelajari tentang masyarakat lahir di Eropa karena ilmuwan Eropa pada abad ke-19 mulai menyadari perlunya secara khusus mempelajari kondisi dan perubahan sosial. Comte membedakan antara sosiologi statis. negara. Sosiologi berasal dari bahasa Latin yaitu Socius yang berarti kawan. Kelahiran Sosiologi Modern. dan Pitirim Sorokin(semuanya berasal dari Eropa). tampak dari tampilnya sejumlah ilmuwan besar di bidang sosiologi. dimana perhatian dipusatkan pada hukum-hukum statis yang menjadi dasar adanya masyarakat dan sosiologi dinamis dimana perhatian dipusatkan tentang perkembangan masyarakat dalam arti pembangunan. perilaku masyarakat. Mereka antara lain Herbert Spencer. Masing-masing berjasa besar menyumbangkan beragam pendekatan mempelajari masyarakat yang amat berguna untuk perkembangan Sosiologi. Pada permulaan abad ke-20.Sejarah Singkat Sosiologi Sejarah singkat Sosiologi. Masyarakat adalah sekelompok individu yang mempunyai hubungan. Rintisan Comte tersebut disambut hangat oleh masyarakat luas. sosial. Max Weber. Konsekuensi gejolak sosial itu. suku bangsa. Georg Simmel. dan berbagai organisasi politik. dan perilaku sosial manusia dengan mengamati perilaku kelompok yang dibangunnya. Para ilmuwan itu kemudian berupaya membangun suatu teori sosial berdasarkan ciri-ciri hakiki masyarakat pada tiap tahap peradaban manusia. perubahan besar . Sebagai sebuah ilmu. bernama August Comte tahun 1842 dan kemudian dikenal sebagai Bapak Sosiologi. bertambahnya kriminalitas dan lain lain. gelombang besar imigran berdatangan ke Amerika Utara. Gejala itu berakibat pesatnya pertumbuhan penduduk. memiliki kepentingan bersama. ekonomi. Istilah Sosiologi sebagai cabang Ilmu Sosial dicetuskan pertama kali oleh ilmuwan Perancis. Sosiologi hendak mempelajari masyarakat. Emile Durkheim. sosiologi merupakan pengetahuan kemasyarakatan yang tersusun dari hasil-hasil pemikiran ilmiah dan dapat di kontrol secara kritis oleh orang lain atau umum. Walaupun banyak definisi tentang sosiologi namun umumnya sosiologi dikenal sebagai ilmu pengetahuan tentang masyarakat.

pendekatan sosiologi modern cenderung mikro (lebih sering disebut pendekatan empiris).masyarakat pun tak terelakkan. untuk sampai pada kesadaran bahwa pendekatan sosiologi lama ala Eropa tidak relevan lagi. A. EMILE DURKHEIM Sosiologi merupakan ilmu-ilmu yang mempelajari lembaga-lembaga dalam masyarakat dan proses-proses sosial. Mereka berupaya menemukan pendekatan baru yang sesuai dengan kondisi masyarakat pada saat itu. SOROKIN Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hal-hal sebagai berikut. Hubungan dan pengaruh timbal balik antara gejala-gejala sosial. Artinya. PITIRIN. perubahan masyarakat dapat dipelajari mulai dari fakta sosial demi fakta sosial yang muncul. Berdasarkan fakta sosial itu dapat ditarik kesimpulan perubahan masyarakat secara menyeluruh. AUGUSTE COMTE Sosiologi adalah ilmu positif tentang masyarakat. dan juga penjelasannya secara kausal (timbal balik) mengenai arah dan konsekuensi dari tindakan sosial tersebut. Berkebalikan dengan pendapat sebelumnya. misalnya antara ekonomi dan agama serta keluarga dan moral. DEFINISI SOSIOLOGI. a. Maka lahirlah sosiologi modern. . artinya sosiologi merupakan suatu studi ilmiah tentang masyarakat. Perubahan masyarakat itu menggugah para ilmuwan sosial untuk berpikir keras. Sejak saat itulah disadari betapa pentingnya penelitian (research) dalam sosiologi. MAX WEBER Sosiologi adalah ilmu yang berusaha memberikan pengertian tentang tindakan-tindakan sosial.

yaitu kaidah-kaidah sosial (norma-norma sosial). ROUCEK DAN WARREN Sosiologi merupakan ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia dalam kelompokkelompok. Sosiologi merupakan pengetahuan tentang hubungan manusia dengan kewajibannya untuk menyelidiki dasar dan terjadinya evolusi sosial serta kemakmu- . kelompok-kelompok. Ciri-ciri umum dari semua jenis gejala-gejala sosial. asal dan kemajuannya. Struktur sosial adalah keseluruhan antara jaringan antara unsur sosial yang pokok. Hubungan dan pengaruh antara gejala sosial dan gejala-gejala nonsosial. SELO SOEMARDJAN DAN SOELAIMAN SOEMARDI Sosiologi merupakan ilmu yang mempelajari struktur sosial. c. CHARLES ELLWOOD. bentuk dan kewajibannya. GUSTAV RATZENHOFER. termasuk perubahan-perubahan sosial. Misalnya. Sosiologi merupakan pengetahuan yang menguraikan hubungan manusia dan golongannya.b. misalnya antara kehidupan ekonomi dan politik. antara gejala sosial dan biologis atau geografis. SOERJONO SOEKANTO Sosiologi merupakan ilmu yang memusatkan perhatian pada segi-segi kemasyarakatan yang bersifat umum dan berusaha untuk mendapatkan pola-pola umum daripadanya. serta lapisan-lapisan sosial. lembaga-lembaga sosial. sedangkan proses-proses sosial adalah pengaruh timbal balik antara berbagai segi kehidupan bersama. proses-proses sosial.

MAX WEBER ( Teori Aksi tindakan dibagi 4 menurut derajad pertimbangan rasional yang dipakai ). Tindakan Sosial sebagai aktifitas manusia yang berusaha untuk menghasilkan barang atau mencipta hasil karya yang unik maupun untuk mengejar tujuan tertentu. 2. KARL KARX. bangun. 2. Tindakan sosial sebagai perilaku individu yang didorong atau dibimbing oleh norma-norma dan tipe keterikatan kelompok dimana ia hidup.10.HERBERT SPENCER. TINDAKAN SOSIAL. 1.ran umum bagi anggota-anggotanya. dan kewajiban masyarakat.3. Tindakan sosial sebagai tindakan seseorang yang dapat mempengaruhi individu-individu lainnya dalam masyarakat. 2. Tindakan sosial merupakan tindakan/kegiatan yang dilakukan dengan pertimbangan rasional sebagai wujud dari kedirian ( social self ). Sosiologi mempelajari tumbuh.4. . EMILE DURKHEIM. GEORGE HERBERT MEAD.

3. proses penghayatan pada diri individu.kelompok yang terpecah-pecah secara ekonomis. 3.5. KARL MARX Masyarakat adalah suatu struktur yang menderita ketegangan organisasi atau pun perkembangan karena adanya pertentangan antara kelompok. MAX WEBER Masyarakat adalah suatu struktur atau aksi yang pada pokoknya ditentukan oleh harapan dan nilai-nilai yang dominan pada warganya. TALCOTT PARSONS ( Juga pengikut Teori Aksi ). Tindakan sosial merupakan kegiatan yang dilakukan manusia didorong adanya naluri ( insting ). 2. MAC IVER DAN CHARLES PAGE. 3. MASYARAKAT ( sebagai OBYEK Sosiologi ) 3. AUGUSTE COMTE. EMILE DUURKHEIM Masyarakat adalah suatu kenyataan obyektif individu-individu yang merupakan anggota-anggotanya.2.2.3. 3.4. Tindakan sosial diistilahkan dengan social action bukan social behavior. Masyarakat adalah suatu sistem dari kebiasaan dan tata cara. dari wewenang .1.6.

SELO SOEMARDJAN. Interaksi Sosial adalah kunci dari semua kehidupan sosial. dan melakukan sebagian besar kegiatan dalam kelompok itu. 4.6.5. GILLIN DAN GILLIN. yang mendiami suatu wilayah tertentu memiliki kebudayaan yang sama. LOOMIS. 3. KINBALL YOUNG DAN RAYMOND W.3. INTERAKSI SOSIAL. individu dan kelompok serta antar kelompok. HORTON DAN C. Masyarakat adalah orang-orang yang hidup bersama dan menghasilkan kebu dayaan. Interaksi sosial merupakan hubungan-hubungan sosial yang dinamis yang menyangkut hubungan antar individu. 4. HUNT. dari pengawasan tingkah laku serta kebebasan manusia.dan kerjasama antaraberbagai kelompok dan penggolongan. . Hubungan sosial bisa dikatakan interaksi jika memiliki ciri-ciri : jumlah pelaku 2 orang atau lebih. 4. yang hidup bersama-sama cukup lama.2. Masyarakat adalah sekumpulan manusia yang secara relative mandiri. 4. CHARLES P.1. PAUL B. MACK. 3.

1. Merumuskan nilai sosial sebagai unsur-unsur yang abstrak dan sering tidak disadari tentang benar dan pentingnya. NILAI SOSIAL. Merumuskan nilai sosial sebagai kesadaran yang secara relatif berlangsung sertai emosi terhadap obyek dan ide orang perorangan. 5.W. 5.4. Merumuskan nilai sosial merupakan petunjuk umum dan mengarah pada tingkah laku dan kepuasan dalam kehidupan sehari-hari. GREEN. ROBERT M. SOERJONO SOEKANTO. 5. NILAI DAN NORMA SOSIAL.1. 5. adanya demensi waktu adanya tujuanyang hendak dicapai 4. . 5.Z.1.4. WOODS.2.- adanya kominikasi antar pelaku dengan menggunakan simbol atau lambang. A. Interaksi sosial tidak mungkin terjadi tanpa adanya 2 syarat : yaitu kontak dan komunikasi.1.1. KINBALL YOUNG.3. LAWANG.1. 5.

1. MILTON ROKEAH. MAX WEBER. Yang berharga yang mempengaruhi perilaku sosial dari orang yang memiliki nilai Itu. hakikat hubungan manusia dengan alam. yang pantas.8.5.1. gagasan atau konsep tentang apa yang dipikir penting oleh seseorang dalam hidupnya. Menurutnya ada 5 macam orientasi nilai dalam hidup manusia yaitu : nilai mengenai hakikat hidup.Nilai adalah gambaran mengenai apa yang diinginkan. hakikat karya. dikerjakan atau dipercayai.1. KLUCKHOHN.7. 5.1. dalam bukunya “ The Protestant Ethic and the spirit of . Jika ia menilai sesuatu dan menganggapnya berharga untuk dimiliki. 5. hakikat hubungan manusia dengan sesa – ma. JACK FRAENKEL. yang terletak pada pusat dan sitem keyakinan dari seseorang tentang bagaimana seseorang sepatutnya atau tidak patut dalam melakukan sesuatu atau sekilas juga mengenai apa yang berharga dan tidak berharga untuk dicapai. Nilai adalah suatu ide.C. 5. Nilai merupakan suatu jenis keyakikan. hal itu bermanfaat untuk dilakukan dan dicoba.6. hakikat kedudukan manusia da – Pendapat tersebut dikembangkan dan ditulis oleh isterinya Florence Kluck khon dalam bukunya “ Variations in Value Orientation “ - 5.

ROBERT M. CHARLOTTE BUCHLER Sosialisasi adalah proses yang membantu individu yang dilakukan melalui belajar dan menyesuaikan diri. BRUCE J. Semua orang dari kelompok tersebut harus tunduk kepada fakta sosial.2. LAWANG. ia bersedia untuk mengadakan beberapa kompromi terhadap tuntutan kelompok.Capitalism “ disebutkan bahwa nilai-nilai agama Protestan dapat mendorong sadaran akan pemahaman nilai sosial tertentu akan melahirkan tipe solidaritas masyarakat. 5.2. Norma adalah patokan perilaku dalam suatu kelompok tertentu. Fakta sosial membuat pola tindakan-tindakan yang seharusnya dilakukan oleh anggota masyarakat. 5. Menempatkan norma sosial sebagai suatu fakta sosial. COHEN Sosialisasi adalah proses di mana manusia mempelajari tata cara kehidupan dalam masyrakat.2. untuk memperoleh kepribadian dan membangun kapasitas untuk berfungsi. dapat pula terjadi melalui pertentangan. 6. Proses ini dapat berjalan serasi. bagaimana cara hidup dan bagaimana cara berpikir kelompoknya. 5.Z. PENGERTIAN SOSIALISASI 6. selama individu memerlukan kelompoknya. EMILE DURKHEIM. . NORMA SOSIAL.2.2. 6.1. Akan tetapi.1. baik sebagai individu maupun sebagai anggota kelompok.

. Proses ini tidak semata-mata mengajarkan pola-pola perilaku sosial kepada individu. GEORGE HERBERT MEAD Dalam bukunya Mind. tetapi juga mendorong individu untuk mengembangkan dirinya atau melakukan proses pendewasaan diri. Adapun yang dipelajarinya adalah peran pola hidup dalam masyarakat yang sesuai dengan nilai.Game Stage . COOLLEY Menurut Coolley.Persepsi kita bagaimana memandang orang lain.3. norma dan kebiasaan-kebiasaan yang berlaku dalam masyarakat. and Society ada 3 tahap perkembangan diri : .6. 6. CHARLES H. Looking Glass Self berlangsung melalui 3 tahap : . 6.Persepsi kita tentang penilaian mereka mengenai cara pandang kita. . Self. PETER L.4.6. 6. KAREL J. BERGER Soaialisasi adalah proses pada sorang anak yang sedang belajar menjadi anggota masyarakat.Persepsi kita tentang penilaian ini.5. di mana dia menjadi anggotanya. 6. . SOERJONO SOEKANTO Sosialisasi adalah suatu proses di mana anggota masyarakat yang baru mempelajari normanorma dan nilai-nilai masyarakat.Generalized Others.Play Stage .7. VEEGER Sosialisasi adalah suatu proses belajar mengajar di mana melalui proses ini individu belajar jadi anggota masyarakat.

yaitu : . kelompok sebaya atau sepermainan.10. GERTRUDE JAEGER Gertrude Jaeger mengemukakan bahwa peranan agen sosialisasi pada tahap awal (primer). 6. 6. ROBERT DREEBEN . Keempat agen atau media sosialisasi tersebut adalah keluarga. dan media massa.Menurut Coolley. sekolah.12. melalui sosialisasi seseorang secara bertahap dapat mengembangkan kemampuannya. 6.Sosialisasi Primer. 6. LAWANG Robertz M. ROBERTZ M. DAVID GASLIN Sosialisasi adalah proses belajar yang dialami seseorang untuk memperoleh pengetahuan tentang nilai dan norma agar ia dapat berpartisipasi sebagai anggota kelompok masyarakat. terutama peran orang tua sangat penting.Sosialisasi Sekunder.8.9. dan .11. FULLER DAN JACOBS Fuller dan Jacobs mengidentifikasikan 4 agen sosialisasi utama atau pihak-pihak yang melaksanakan proses sosialisasi utama. 6. Lawang menggolongkan proses sosialisasi menjadi 2 macam.

universalisme. 7. 7.Z. diberi label atau cap sebagai penyimpang (teori Labelling).3. Merton mengidentifikasi 5 tipe cara adaptasi : . EDWIN M. 7. Melalui proses ini seseorang mempelajari suatu budaya menyimpang (teori Differential Association). EDWIN H. ROBERT K. LEMERT Ia berpendapat sesorang melakukan penyimpangan pada tahap primer. Perilaku menyimpang sebagai semua tindakan yang menyimpang dari norma-norma yang berlaku dalam sistem sosial dan menimbulkan usaha dari mereka yang berwenang dalam sistem itu untuk memperbaiki perilaku yang menyimpang. SUTHERLAND Ia berpendapat bahwa penyimpangan bersumber pada pergaulan yang berbeda.4. PENYIMPANGAN SOSIAL. VAN der ZANDEN Perilaku menyimpang sebagai perilaku yang oleh sejumlah besar orang dianggap sebagai orang yang tercela dan diluar batas toleransi.5. LAWANG. dan berhitung-adalah aturan mengenai kemandirian. 7.Robert Dreeben berpendapat bahwa yang dipelajari anak di sekolah-di samping membaca. MERTON Perilaku menyimpang itu merupakan bentuk adaptasi terhadap situasi tertentu. prestasi. 7.2. menulis. Penyimpangan dipelajari melalui proses alih budaya. ROBERT M.1. 7. JAMES W. dan spesifitas.

6. EMILE DURKHEIM Perilaku menyimpang merupakan faktor keturunan. apa yang disebut dengan perilaku menyimpang merupakan perilaku yang didefinisikan atau dibentuk oleh pihak yang berkuasa untuk melindungi kepentingan mereka sendiri. BERGER Pengendalian sosial adalah berbagai cara yang digunakan masyarakat untuk menertibkan anggotanya yang membangkang. 7. Innovation 3. Menurut Marx. Retreatism 5. tapi juga karena orang itu memilih standar nilai dan norma bagi dirinya sendiri yang berbeda dengan standar orang lain. hukum merupakan cerminan kepentingan pihak yang berkuasa dan pengadilan hanya menguntungkan pihak tersebut. . Menurutnya. DAVID BERRY Menurutnya. Ritualism 4.Conformity 2.1. 7. PETER L. PENGENDALIAN SOSIAL 8.8.7. perbedaan lingkungan fisik. dan lingkungan sosial. KARL MARX Teori Karl Marx dikenal dengan sebutan teori konflik.1. adalah keliru jika kita melihat penyimpangan semata-mata karena ketidakpatuhan terhadap nilai dan norma sosial yang berlaku dalam masyarakat. 8. Penyimpangan bukan hanya karena seseorang gagal menyesuaikan diri dengan standar nilai dan norma tertentu. Rebellion 7.

8. b. Ketegangan sosial yang terjadi antara adat istiadat dan kepentingan individu. Sesuatu yang dihargai yang menurutnya dapat berupa uang. Ia mengatakan bahwa kelompok akan sangat berpengaruh jika anggotanya dan sedikit dan akrab. 8. dan kesalehan atau keturunan. politis.4.3. LAPIERE Melihat pengendalian sosial sebagai suatu proses yang lahir dari kebutuhan individuakan penerimaan kelompok. jika kita ingin tetap berada dalam kelompok itu dalam jangka waktu yang lama. Ketegangan yang terjadi karena golongan yang melakukan penyimpangan sengaja menentang tata kelakuan. dan status sosial seperti tanah. dibujuk. yaitu sebagai berikut. a. KOENTJARANINGRAT Ada 3 proses sosial yang perlu mendapat pengendalian sosial. ilmu pengetahuan. PITIRIN A. 8.1. c. kekuasaan.2. atau hal-hal lain yang bernilai ekonomis. STRATIFIKASI SOSIAL 9. ataupaun dipaksa untuk menyesuaikan diri pada kebiasaan dan nilai hidup suatu kelompok. 9.2. dan kita sering berhubungan dengan para anggota kelompok tersebut. Ketegangan yang terjadi karena adanya pertemuan antara golongan khusus. SOROKIN . 9. SELO SOEMARDJAN Mengatakan bahwa struktur sosial atau disebut dengan pelapisan sosial akan selalu ada selama di dalam masyarakat terdapat sesuatu yang dihargai dan merupakan bibit yang dapat menumbuhkan adanya sistem berlapis-lapis. kekayaan. ROUCEK Pengendalian sosial adalah suatu istilah kolektif yang mengacu pada prosses terencana dimana individu dianjurkan.

CUBER Stratifikasi sosial adalah suatu pola yang ditempatkan di atas kategori dari hak-hak yang berbeda.7. HORTON Stratifikasi sosial adalah sistem perbedaan status yang berlaku dalam masyarakat. ASTRID SUSANTO Stratifikasi sosial adalah hasil kebiasaan dari hubungan antarmanusia secara teratur dan tersusun sehingga tiap-tiap individu setiap saat mempunyai situasi yang menentukan hubungannya dengan individu lain secara vertikal maupun horizontal dalam masyarakatnya. hak0hak istimewa dan pengaruh (prestise) 9. Setiap orang yang memiliki sesuatu yang berharga dalam jumlah yang banyak.Dalam Sosiologi Suatu Pengantar. 9.5. PAUL B.3. . 9. akan dianggap masyarakatnya berkedudukan di lapisan atas. COHEN Stratifikasi sosial adalah sistem yang menempatkan seseorang sesuai dengan kualitas yang dimiliki dan menempatkan mereka pada kelas sosial yang sesuai. 9. BRUCE J.6. Sebaliknya yang memiliki sesuatu yang berharga dalam jumlah yang sedikit atau bahkan tidak sama sekali akan dianggap masyarakat memiliki kedudukan yang rendah atau berkedudukan di lapisan bawah.4. 9. kekuasaan. Soerjono Soekanto (1990:227) mengatakan bahwa sistem lapisan merupakan ciri yang tetap dan umum dalam setiap masyarakat yang hidup teratur. MAX WEBER Stratifikasi sosial adalah penggolongan orang-orang dalam suatu sistem sosial tertentu ke dalam lapisan-lapisan hirarki menurut dimensi.

11.. golongan menengah. J. hubu . RALPH LINTON. HUKY.10.9. anggota masyarakat dibedakan berdasarkan usia. mereka menuntut gengsi kemasyarakatan. Kondisi umum yang mendorong terciptanya stratifikasi sosial dalam masyarakat adalah: perbedaan ras dan budaya.8. KARL MARX Membagi masyarakat menjadi 3golongan yakni kapitalis. pembagian yang terspesialisasi.jenis kelamin. 9. 9. Berdasarkan status yang diperoleh dengan sendirinya. P. dan golongan proletar. Manusia sejak lahir telah memperoleh sejumlah status tanpa memandang perbedaan antarindividu atau kemampuan. yang dikutip Kamanto Sunarto dalam ” Pengantar Sosio logi” mengatakan bahwa keterbukaan suatu sistem stratifikasi diukur dari mudah tidaknya dan sering tidaknya seseorang yang mempunyai status tertentu memperoleh status dalam strata yang lebih tinggi. kelangkaan.MILTON YINGER. 9. BOUMAN.J. Oleh karena itu. Pelapisan sosial adalah golongan manusia yang ditandai dengan suatu cara hidup dalam kesadaran akan beberapahak istimewa tertentu.12. 9.9.

ngan kekerabatan dan keanggotaan dalam masyarakat tertentu.13.17. . HOMANS Mengaitkan struktur sosial dengan perilaku sosial elementer dalam kehidupan sehari-hari. KORNBLUM Konsep struktur sosial pada perilaku pola individu dan kelompok. tidak ada garis yang nyata dan kaku yang membatasi satu kategori dengan kategori yang lain.16. TALCOTT PARSONS Struktur sosial adalah keterkaitan antarmanusia. WOODS Kelas sosial terdiri dari sejumlah orang yang mengambil bagian dalam status yang sama dan biasanya diperoleh sejak lahir tetapi juga dapat diperoleh karena usaha. seperti sistem kasta dan kelas. 9.15. 9. 9. R0GERS Kelas sosial merupakan suatu kategori yang abstrak dari orang-orang yang tersusun dalam tingkatan-tingkatan yang sesuai dengan status yang dimilikinya.18. GEORGE C. yaitu pola perilaku berulangulang yang menciptakan hubungan antar individu dan antar kelompok dalam masyarakat. 9.14. GERHARD LENSKI Mengenai struktur masyarakat yang diarahkan oleh kecenderungan yang panjang yang menandai sejarah. 9. 9.

status.19.9.2. Konflik merupakan suatu pertentangan dan perbedaan yang tidak dapat dicegah yang secara potensial dapat mempunyai kegunaan yang fungsional dan konstruktif sebaliknya dapat pula bersifat fungsional dan destruktif. Jadi menurutnya konflik mempunyai 2 potensi yaitu positip dan negatip. 9.20. 10. SOERJONO SOEKANTO Struktur sosial mengacu pada pola hubungan yang lebih fundamental yang memberikan bentuk dasar pada masyarakat yang memberikan batas-batas pada aksi yang mungkin dilakukan secara organisasi. tidak hanya memperoleh keuntungan. tapi juga untuk menundukkan saingannya. . COLEMAN Struktur sosial adalah pola hubungan antarmanusia dan antarkelompok manusia. BERSTEIN. 1. 10. kekuasaan dimana tujuan dari mreka yang berkonflik. KONFLIK 10. SOERJONO SOEKANTO Konflik sebagai perjuangan untuk memperoleh nilai.

kekuasaan dimana tujuan dari mereka yang berkonflik. ARIYONO SUYONO. CLINTON F.3. RALF DAHRENDORF Konflik adalah suatu keadaan pertentangan karena adanya ketidakharmonisan hubungan sosial diantara anggota kelompok atau antar kelompok dalam masyarakat. Konflik sebagai suatu proses atau keadaan dua pihak berusaha menggagalkan tercapai nya tujuan masing-masing yang disebabkan adanya perbedaan pendapat. status. 10. tetapi juga untuk menundukkan saingannya.10. . ROBERT MZ. 10.4. LAWANG Konflik sebagai perjuangan untuk memperoleh nilai. 10. nilai-nilai ataupun tuntutan dari masing-masing pihak. 6.FINK Konflik adalah hubungan psikologis yang berkaitan dengan tujuan-tujuan yang tidak dapat disesuaikan dan tidak dapat dipertemukan dengan adanya struktur nilai yang berda. tidak hanya memperoleh keuntungan. 10. SCMIDHT DAN KOCKHAN Konflik adalah suatu perselisihan diantara dua pihak yang ditandai dengan perilaku yang menunjukkkan permusuhan terbuka dan atau gangguan dengan sengaja terhadap pencapaian tujuan pihak yang menjadi lawannya. 7. 5.

8. LEWIS COSER. Konflik adalah suatu proses dimana dua orang atau kelompok berusaha menyingkirkan pihak lain dengan jalan menghancurkan atau membuatnya tidak berdaya .10.3. dan sumber daya yang bersifat langka pada kelompok lain. 10.10. 9. MOBILITAS SOSIAL. status atau wilayah tempat pihak yang saling berhadapan bertujuan untuk menetralkan. kekuasaan. KARTASAPOETRA Mobilitas sosial adalah pihak-pihak yang bergerak atau sejumlah orang yang bergerak dari status sosial yang satu ke status yang lainnya. Konflik sebagai suatu pertentangan mengenai nilai atau tutntutan hak atas kekayaan. 10. 11. COHEN Mobilitas sosial adalah perpindahan individu dari satu status sosial ke status lainnya dan perpindahan itu bisa naik atau turun. Konflik bisa berarti perjuangan yang dilakukan oleh sekelompok masyarakat untuk memperjuangkan nilai serta tuntutan atas status. merugikan ataupun menyisihkan lawan mereka. JAMES W.1. 11. BRUCE J. . kekuasaan. VANDER ZANDEN. GORDON MARSHALL Mobilitas sosial adalah merupakan perpindahan individu atau kelompok yang berbeda di dalam suatu sistem stratifikasi sosial. 11.2. 11. HARTINI DAN G. HENDRO PUSPITO.

PAUL B. KINBALL YOUNG DAN RAYMOND W. MACK Mobilitas sosial adalah suatu gerak dalam struktur sosial yaitu pola-pola tertentu yang mengatur organisasi suatu kelompok sosial.4. . 11.5.11.HORTON Mobilitas sosial adalah suatu gerak perpindahan dari satu kelas sosial kekelas sosial lainnya atau gerak pindah dari strata yang satu ke strata yang lainnya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful