Kelompok 12

1. Pradita Dwi Ayussi 2. Supriyatiningsih 3. Septiani Putri W

UNIVERSITAS PAMULANG-2012

APAKAH YANG DIMAKSUD DENGAN KEBIJAKAN STABILISASI PEMERINTAH?
Stabilisasi ekonomi dapat didefinisikan sebagai usaha-usaha untuk memperbaiki keseimbangan antara penawaran dan permintaan agregat dalam perekonomian, dengan tujuan untuk mengurangi inflasi dan memperkuat posisi neraca pembayaran internasional. Tugas dari kebijaksanaan stabilisasi adalah mencapai/menghasilkan tingkat permintaan (demand) sesuai dengan yang diharapkan, dan pada saat yang sama dapat menurunkan tingkat inflasi, tanpa mengakibatkan menganggurnya faktor-faktor produksi.
Di dalam menjalankan fungsinya sebagai pelaku ekonomi yang memiliki fungsi prioritas sebagai dinamisator dan stabilisator, maka pemerintah perlu merencanakan dan melaksanakan tindakan-tindakan yang berkesinambungan guna menyiapkan, mengarahkan kegiatan ekonomi Indonesia. Tindakan-tindakan itulah yang kemudian lebih dikenal dengan kebijaksanaan stabilisasi pemerintah di bidang ekonomi. Kebijakan ini dapat dikelompokkan ke dalam Kebijaksanaan Moneter dan Kebijaksanaan Fiskal.

KEBIJAKAN STABILISASI FISKAL PENAWARAN MONETER PASIF AKTIF (NONDISKRESIO (DISKRESION NER) ER) EKSPANSIF KONTRAKTIF EKSPANSIF KONTRAKTIF .

KEBIJAKAN FISKAL Kebijakan fiskal (fiscal policy) atau disebut juga kebijakan anggaran (budgetary policy) adalah kebijakan yang dilakukan pemerintah melalui manipulasi instrumen fiskal seperti pengeluaran pemerintah (G) dan/atau pajak (T) yang ditujukan untuk mempengaruhi tingkat permintaan agregat di dalarn perekonomian. KEBIJAKAN FISKAL DISKRESIONER Kebijakan fiskal diskresioner adalah kebijakan dimana pemerintah melakukan perubahan tingkat pajak atau program program pengeluarannya. Sedangkan kebijakan fiskal yang kontraktif adalah kebijakan fiskal yang dilakukan melalui pengurangan pengeluaran pemerintah(G) dan/atau peningkatan penerimaan pajak (T) dengan tujuan untuk menurunkan tingkat permintaan agregat di dalam perekonomian. dengan tujuan untuk meningkatkan permintaan agregat di dalam perekonomian. Kebijakan fiskal dapat dibedakan ke dalam kebijakan fiskal aktif atau diskresioner (discretionary fiscal policy) dan kebijakan fiskal yang pasif atau nondiskresioner (nondiscretionary fiscalpolicy). Kebijakan fiskal ekspansif adalah kebijakan fiskal yang dilakukan melalui peningkatan pengeluaran pemerintah (G dan/atau penurunan penerimaan pajak (T). . dan hal ini dapat bersifat ekspansif (expansionary fiscal policy) ataupun kontraktif (contractionary fiscal policy).

tanpa perubahan hukum pajak. tanpa harus ada tindakan eksplisit oleh para pembuat kebijakan (Samuelson and Nordhaus. . 1990). Stabilisator otomatis adalah kebijakan yang mendorong atau menekan perekonomian ketika diperlukan tanpa perubahan kebijakan yang disengaja. dan McConnel and Brue.KEBIJAKAN FISKAL NONDISKRESIONER Kebijakan fiskal nondiskresioner (nondiscretionary policy) atau disebut juga penstabil otomatis atau melekat (automatix or builtin stabilizers) adalah segala sesuatu yang cenderung meningkatkan defisit pemerintah (atau menurunkan surplus pemerintah) selama periode resesi. 1992. Misalnya. Kebijakan ini dirancang untuk mengurangi kelambanan yang terkait dengan kebijakan stabilisasi. karena individu dan perusahaan membayar pajak lebih kecil ketika pendapatan turun. sistem pajak pendapatan secara otomatis menurunkan pajak ketika perekonomian menuju resesi.

Ekspansioner (expansionary monetary policy) yaitu kebijakan moneter yang dilakukan melalui peningkatan uang beredar (Ms) dan/atau penurunan tingkat bunga(i) dengan tujuan untuk meningkatkan permintaan agregat di dalam perekonomian. ataupun 2. Dalam implementasinya. kebijakan moneter bisa bersifat : 1. Kontraksioner (contractionary monetary policy) yaitu kebijakan moneter yang dilakukan melalui pengurangan jumlah uang beredar (Ms) dan/atau peningkatan tingkat bunga (i) dengan tujuan untuk mengurangi permintaan agregat di dalam perekonomian. kredit dan sistem perbankan. Dengan kebijakan moneter.KEBIJAKAN MONETER Kebijakan moneter (monetary policy) adalah kebijakan yang dilakukan pemerintah atau otoritas moneter dengan menggunakan peubah jumlah uang beredar (money supply) dan tingkat bunga (interest rates) untuk mempengaruhi tingkat permintaan agregat (aggregate demand) dan mengurangi ketidakstabilan di dalam perekonomian. . pemerintah juga dapat melakukan pengendalian terhadap jumlah uang beredar.

yaitu: (i) Kebijakan fiskal longgar dan kebijakan moneter longgar. . terdapat 4 pilihan bauran kebijakan moneter dan fiskal. (iii) Kebijakan fiskal ketat dan kebijakan moneter longgar. (ii) Kebijakan fiskal longgar dan kebijakan moneter ketat. dan (iv) Kebijakan fiskal ketat dan kebijakan moneter ketat.Secara teoritis.

.Masing-masing otoritas memiliki dua pilihan kebijakan. Sebaliknya. sedangkan ketika kedua otoritas kebijakan memutuskan untuk bersama-sama membuat kebijakan yang longgar maka tingkat inflasi cenderung tinggi dan angka pengangguran cenderung rendah. kebijakan moneter yang terlalu ketat dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi. apabila salah satu otoritas kebijakan membuat kebijakan pengetatan sedangkan yang lain membuat kebijakan pelonggaran atau sebaliknya. Ketika keduanya bersamasama memilih kebijakan pengetatan maka tingkat inflasi cenderung rendah dan jumlah lapangan kerja juga rendah (pengangguran tinggi). Pembiayaan fiskal defisit yang berlebihan dapat mengakibatkan terjadinya peningkatan laju inflasi yang sangat tinggi (hyper inflation). Sementara itu. maka tingkat pengangguran dan inflasi cenderung berada pada tingkat sedang. yaitu: kebijakan ketat maupun kebijakan longgar (a tight or a loose policy).

Sebaliknya pada saat perekonomian overheating. dalam istilah ekonomi makro. Pertanyaannya. apakah stabilisasi ekonomi sepenuhnya dapat dicapai dengan kebijaksanaan yang bersifat aktif ini? Jawabnya: mungkin iya. . mungkin juga tidak. ia perlu dirangsang dengan serangkaian kebijaksanaan yang mampu mendorong pertumbuhan dan sekaligus mengurangi tingkat pengangguran.Pemerintah perlu bertindak aktif terhadap ketidakstabilan ekonomi yang terjadi. pemerintah juga perlu bertindak aktif untuk mendinginkan mesin ekonomi yang memanas. sebagai akibat dari banyaknya sumber daya yang menganggur. Pada saat perekonomian lesu. kebijaksanaan pemerintah yang bersifat aktif ini disebut sebagai discretionary policy atau Keynesian leaning againsts the wind.

Kebijaksanaan pemerintah yang aktif dapat tidak berfungsi apabila terjadi hambatan-hambatan sebagai berikut. . apabila terdapat selang waktu (lag) yang panjang dari saat perekonomian tidak stabil hingga dampak dari kebijaksanaan dapat berfungsi seperti yang diinginkan. Kedua. apabila terdapat ekspektasi rasional (rational expectation) dalam perilaku ekonomi masyarakat. Ketiga. Pertama. apabila kredibilitas dari kebijaksanaan yang dilakukan oleh pemerintah rendah.

bank sentral seyogyanya menjalankan Fixed rule policy. Pemerintah akan cenderung mendorong uang beredar apabila pertumbuhan ekonomi menurun dan sebaliknya. maka saran Keynes akan lebih baik karena lebih efisien dibandingkan dengan saran Friedman.Friedman berpendapat bahwa dalam kasus dimana ekspektasi masyarakat adalah rasional. Bank sentral konsisten pada kebijaksanaan moneter yang didasarkan pada pertumbuhan uang beredar yang tetap. Apabila masyarakat tidak mempunyai ekspektasi rasional. Dengan kebijaksanaan ini. Dalam kasus dimana ekspektasi masyarakat tidak rasional. . maka unsur ketidakpastian yang melekat pada feedback rule policy dapat dihilangkan dan stabilitas ekonomi akan dapat dicapai. Dalam kasus ini. maka discretionary policy bersifat superior terhadap fixed rule policy. maka fixed rule policy akan bersifat superior terhadap feedback rule policy.

Kebijakan dilakukan dengan kebijaksanaan jika pembuat kebijakan bebas menanggapi peristiwa ketika mereka muncul dan memilih apapun kebijakan yang pembuat kebijakan anggap perlu pada waktu itu. Perbedaan antara aturan vs kebijakan berbeda dari perdebatan antara kebijakan pasif vs aktif.Kebijakan dilakukan menurut aturan jika pembuat kebijakan mengumumkan sebelumnya bagaimana kebijakan akan merespons berbagai situasi dan berkomitmen untuk mengikutinya melalui pengumuman ini. . Kebijakan dapat dilakukan menurut aturan dan bisa baik pasif atau aktif. Suatu aturan kebijakan aktif dapat menspesifikasi : Pertumbuhan uang = 3% + (Tingkat Pengangguran – 6%) Aturan ini mencoba menstabilkan perekonomian dengan meningkatkan pertumbuhan uang ketika perekonomian mengalami resesi.

yang didanai dengan meminjam dari sektor swasta.Apakah utang pemerintah dan defisit anggaran tahunan ? Ketika pemerintah mengeluarkan lebih banyak daripada mengumpulkan melalui pajak. Tahun 2012. ia memiliki defisit anggaran.66 triliun . Defisit Tahunan (2012) Defisit Tahunan (2011) Defisit Tahunan (2010) Defisit Tahunan (2009) Defisit Tahunan (2008) Defisit Tahunan (2007) Utang Nasional Utang pemerintah adalah akumulasi semua defisit tahunan yang lalu.990. utang pemerintah RI sekitar Rp 1.

. atau berdasarkan sebab lain yang sah. untuk menutupi defisit anggaran (APBN) 2. dapat memitigasi risiko utang agar tetap terkendali sesuai perencanaan awal dan tidak memberikan beban berlebih pada APBN. dapat dijadikan solusi dalam penataan portofolio utang pemerintah yang tentu dimaksud untuk mengurangi beban belanja untuk membiayai utang dalam APBN di tahun-tahun berikutnya. perjanjian. strategi ini dikenal dengan strategi front loading. Dalam pelaksanaanya SBN dijual lebih banyak porsinya di awal tahun atau semester awal dibandingkan pada semester akhir.Pengertian dan fungsiUTANG NEGARA Utang atau dalam konteks ini utang negara berdasarkan Undang-Undang nomor 1 tahun 2004 merupakan jumlah uang yang wajib dibayar pemerintah pusat dan/atau kewajiban pemerintah pusat yang dapat dinilai dengan uang berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. dimana seringkali terjadi di awal tahun anggaran dan instrumen yang sering digunakan adalah Surat Berharga Negara atau biasa disebut SBN. 4. 3. menutupi kekurangan kas atas kebutuhan kas jangka pendek dalam pelaksanaan belanja yang tidak dapat ditunda. Fungsi Utang 1.

maka pendapatannya sekarang menentukan pengeluarannya.Pandangan Tradisional atas Utang Pemerintah (Keynesian) Pendukung pandangan tradisional berpendapat konsumsi saat ini lebih penting daripada pendapatan seumur hidup untuk konsumen yang menghadapi batasan peminjaman. atau hanya bisa meminjam dalam jumlah yang terbatas. pemerintah memberi pinjaman kepada pembayar pajak. pemotongan pajak yang didanai oleh utang meningkatkan pendapatan dan konsumsi sekarang. Untuk seseorang yang ingin mendapatkan pinjaman tetapi tidak mampu. Peningkatan konsumsi dan juga permintaan agregat mendorong peningkatan produksi. Jika ia tidak dapat meminjam untuk membayar konsumsi sekarang. bila pemerintah memotong pajak sekarang dan meningkatkan pajak masa depan. meskipun pendapatan masa depan lebih kecil. . Seorang yang ingin mengkonsumsi lebih banyak daripada pendapatan sekarang mungkin karena ia mengharapkan pendapatan yang lebih penting di masa depan harus melakukannya dengan cara meminjam. yang merupakan batas berapa banyak seseorang bisa meminjam dari bank atau lembaga-lembaga keuangan lain. Dalam hal ini. pemotongan pajak akan memperbesar peluangnya dan mendorong konsumsi. tanpa memperhatikan berapa pendapatannya seumur hidup. Esensinya.

pemotongan pajak yang didanai oleh utang akan meningkatkan pendapatan sekarang. Menurut pendapat ini. konsumen mendasarkan pengeluaran mereka tidak hanya pada pendapatan sekarang. “Pemotongan pajak hanyalah penundaan pajak” Menurut pandangan Richardian. Dengan demikian defisit anggaran tidak efektif. . membuat konsumsi tidak berubah.Konsumen melihat ke depan beranggapan bahwa pajak lebih rendah sekarang berarti pajak lebih tinggi nantinya. tetapi juga pada pendapatan masa depan yang mereka harapkan Kebijakan defisit anggaran tidak meningkatkan permintaan karena peningkatan pendapatan disalurkan ke tabungan untuk berjaga-jaga terhadap peningkatan beban pajak di masa yang akan datang. Ketika pemerintah meminjam untuk membayar belanjanya saat ini ( G lebih tinggi). tetapi tidak mengubah pendapatan atau konsumsi seumur hidup seseorang. konsumen rasional melihat ke depan pada pajak masa depan yang dibutuhkan untuk mendukung utang ini.

maka peningkatan konsumsi mengakibatkan pengurangan tabungan dan meningkatnya suku bunga. tetapi mereka tetap melaksanakannya. Menurut mereka hubungan kekerabatan antargenerasi renggang. Karena mereka tidak peduli terhadap peningkatan beban pajak anak cucu mereka di masa yang akan datang. Peningkatan suku bunga selanjutnya menyebabkan turunnya investasi (crowding out) dan pendapatan nasional. mereka menjawab kebijakan defisit anggaran mereka dengan peningkatan konsumsi di masa sekarang. .PANDANGAN NEOKLASIK Kelompok Neoklasik menyimpulkan bahwa kebijakan defisit anggaran cenderung merugikan perekonomian. Mereka mengetahui bahwa kebijakan defisit anggaran di masa sekarang berarti memberikan beban pajak kepada anak cucu mereka. Jika kondisi perekonomian sudah dalam kesempatan kerja penuh (full employment).

Konsumen Miopia (berpikir-pendek)  Pendukung pandangan Ricardian berasumsi orang itu rasional ketika membuat keputusan seperti berapa banyak pendapatan mereka untuk dikonsumsi dan berapa banyak untuk ditabung. konsumen rasional melihat ke depan untuk mengantisipasi pajak masa depan yang dibutuhkan untuk mendukung utang ini.  Satu argumen dari pandangan tradisional adalah masyarakat miopia : mereka melihat penurunan pajak sebagai alasan untuk meningkatkan konsumsi mereka karena ‘kemakmuran’ baru ini. . Ketika pemerintah meminjam untuk membayar belanja saat ini. Mereka tidak melihat bahwa ketika kebijakan fiskal ekspansif didanai melalui obligasi. mereka akan harus membayar pajak lebih banyak di masa depan karena obligasi hanyalah penundaan-pajak.

Kebijakan moneter mempengaruhi instrumen kebijakan fiskal.KESIMPULAN Ada hubungan timbal balik antara kebijakan defisit anggaran dan variabel moneter. kurs. dan tingkat harga (inflasi). . Hubungan timbal balik antara instrumen fiskal dan moneter bersifat saling menetralkan dampak ekonomi yang dihasilkan. maka dampak ekspansi moneter akan bersifat kontraktif. Sedikit atau banyak kebijakan defisit anggaran mempengaruhi suku bunga. Jika dampak moneter defisit anggaran bersifat ekspansif. Kebijakan fiskal mempengaruhi instrumen kebijakan moneter.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful