P. 1
fisika

fisika

|Views: 82|Likes:
Published by DwiPratama
makalah
makalah

More info:

Published by: DwiPratama on Jan 30, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/08/2013

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah Mekanika fluida adalah subdisiplin dari mekanika kontinum yang mempelajari fluida (yang dapat berupa cairan dan gas). Mekanika fluida dapat dibagi menjadi fluida statik dan fluida dinamik. Fluida statis mempelajari fluida pada keadaan diam sementara fluida dinamis mempelajari fluida yang bergerak. Fluida adalah zat yang dapat mengalir. Dari ketiga jenis bentuk zat yaitu padat, cair, dan gas maka yang termasuk fluida adalah benda cair dan gas. Jika yang diamati adalah zat cair maka disebut hidrostatis. Fluida statis adalah fluida yang tidak mengalir. Dalam fluida statis ada tekanan hidrostatis, hukum Pascal, dan hukum Archimedes. Zat cair melakukan tekanan yang disebut tekanan hidrostatis. Gaya grafitasi menyebabkan zat cair dalam suatu wadah selalu tertarik ke bawah. Dalam hukum Pascal, tekanan yang diberikan pada zat cair dalam ruang tertutup diteruskan sama besar ke segala arah.Gaya Archimedes menyebabkan suatu benda melayang, mmengapung, dan tenggelam. Fluida yang mengalir disebut fluida dinamis. Jika yang diamati adalah zat cair, maka disebut hidrodinamika. Ciri-ciri umum fluida ideal adalah aliran fluida dapat merupakan aliran tunak (steady) atau tak tunak (non-steady), dapat termampatkan (incompressible), merupakan aliran kental (viscous), dan dan merupakan aliran garis arus (streamline). Salah satu aplikasi mekanika fluida adalah pesawat terbang. Sayap pesawat terbang memiliki penampang lintang melengkung, dengan bagian depan lebih tebal daripada bagian belakang. Desain seperti ini disebut aerofoil. Saat akan mengangkasa (tinggal landas), kelajuan pesawat cukup tinggi yang menyebabkan udara mengalir cepat melalui kedua sayapnya. Ketika gaya angkat pada kedua sayap lebih besar daripada berat total pesawat, maka pesawat akan mengangkasa. B. Rumusan Masalah 1. Apakah yang dinamakan fluida? 2. Apa saja studi mekanika fluida pada fluida dinamis? 3. Apa saja studi mekanika fluida pada fluida statis? 4. Bagaimana penerapan mekanika fluida dalam kehidupan sehari-hari?
1

Mengetahui penerapan fluida dalam kehidupan sehari-hari. 3. Batasan Masalah Ada berbagai macam kajian teori dalam ilmu fisika. Memberikan informasi mengenai penerapan fluida dalam kehidupan sehari-hari. Manfaat 1. tenaga . D. Mengetahui studi mekanika fluida.C. Tujuan 1. 2. Dari sekian banyaknya kajian teori ilmu fisika. Memberikan informasi mengenai studi mekanika fluida. Namun sebisa mungkin kami akan mengulas dan memaparkan hal tersebut secara signifikan dan terperinci. kami membatasi pembahasan pada mekanika fluida. 2. 2 . Pembatasan masalah ini dilakukan terkait dengan keterbatasan penulis dalam hal waktu. 3. Mengetahui pengertian fluida dan ciri-cirinya. E.dan biaya. Mendiskripsikan pengertian fluida beserta ciri-cirinya.

air kolam atau air laut tersebut juga memberikan tekanan pada seluruh tubuhorang tersebut. Pengertian Fluida Fluida diartikan sebagai suatu zat yang dapat mengalir. Fluida statis ditinjau ketika fluida yang sedang diam atau berada dalam keadaan setimbang.Fluida statis erat kaitannya dengan hidraustatika dan tekanan. Selain zat cair. Demikian juga seseorang yang mandi dalam kolam renang atau air laut.Tekanan yang ditimbulkan oleh lapisan fluida yang ada di atas dapatdikatakan sebagai tekanan dalam karena tekanan itu sendiri berasal dari dalam fluidasedangkan tekanan 3 . Jadi. Hidraustatikamerupakan ilmu yang mempelajari tentang gaya maupun tekanan di dalam zat cair yang diam. terdapat juga atmosfer (udara)yang menekan permukaan air laut tersebut. selain lapisan bagianatas air menekan lapisan air yang ada di bawahnya. Air yang dimasukan ke dalam gelas akan memberikan tekanan padadinding gelas.BAB II PEMBAHASAN A. Demikian juga kapal selam dapat mengapung atau melayang di dalamnya. terapung atau tenggelam didalamnya. Istilah fluida mencakup zat cair dan gas karena zat cair seperti air atau zat gas seperti udara dapat mengalir. Zat gas juga dapat mengalir dari satu satu tempat ke tempat lain. meminumnya. misalnya tekanan air laut padakedalaman 200 meter merupakan jumlah tekanan atmosfer yang menekan permukaanair laut dan tekanan terukur pada kedalaman 200 meter. Setiap hari pesawat udara terbang melaluinya dan kapal laut mengapungdi atasnya. Sedangkan tekanan didefinisikan sebagai gaya normal per satuan luas permukaan. zat gas juga termasuk fluida.Fluida dibagi menjadi dua bagian yakni fluida statis (fluida diam) dan fluidadinamis (fluida bergerak). dan susu merupakan contoh zat cair. Zat padat seperti batu dan besi tidak dapat mengalir sehingga tidak bisadigolongkan dalam fluida. Hembusan angin merupakan contoh udara yang berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Air yang diminum dan udara yang dihirup juga bersirkulasi di dalam tubuh manusiasetiap saat meskipun sering tidak disadari. minyak pelumas. Air.Semua zat cair itu dapat dikelompokan ke dalam fluida karena sifatnya yang dapat mengalir dari satu tempat ke tempat yang lain. Fluida dinamis ditinjau ketika fluida ketika sedangdalam keadaan bergerak). Tekanan total air pada kedalaman tertentu. Fluida merupakan salah satu aspek yang penting dalam kehidupan sehari-hari.Setiap fluida selalu memberikan tekanan pada semua benda yang bersentuhandengannya. Setiap hari manusia menghirupnya.

properti seperti densitas. Hipotesis kontinum pada dasarnya hanyalah pendekatan. Cairan kadang-kadang dapat dimodelkan sebagai fluida inkompresibel sementara semua gas tidak bisa. maka aliran pada batas sistemnya mempunyai kecepatan nol. Selain itu. Maksudnya adalah densitas dari fluida tidak berubah ketika diberi tekanan. asumsi kontinum menganggap fluida bersifat kontinu. Terkadang gas juga dapat diasumsikan bersifat tidak viskos. yang dijelaskan di bagian selanjutnya. akan lebih bermanfaat (dan realistis) bila diasumsikan suatu fluida bersifat inkompresibel. Jika suatu fluida bersifat viskos dan alirannya ditampung dalam suatu cara (seperti dalam pipa). jika batas sistemnya tidak berpori. dan kecepatan dianggap terdefinisi pada titik-titik yang sangat kecil yang mendefinisikan REV (‘’Reference Element of Volume’’) pada orde geometris jarak antara molekul-molekul yang berlawanan di fluida.  Hipotesis kontinum Fluida disusun oleh molekul-molekul yang bertabrakan satu sama lain. asumsi hipotesis kontinum dapat memberikan hasil dengan tingkat akurasi yang tidak diinginkan. Sebagai akibatnya. Kadang. kenyataan bahwa fluida terdiri dari molekul diskrit diabaikan. Properti tiap titik diasumsikan berbeda dan dirata-ratakan dalam REV. Namun demikian. tekanan. tekanan total fluida pada kedalaman tertentu selain disebabkan oleh tekanan lapisan fluida pada bagian atas. Oleh karena itu. temperatur.  Mekanika fluida mengasumsikan bahwa semua fluida mengikuti:    Hukum kekekalan massa Hukum kekekalan momentum Hipotesis kontinum. maka gaya geser antara fluida dengan batas sistem akan memberikan resultan kecepatan nol pada batas fluida. Dengan kata lain. Dengan cara ini. kadang-kadang viskositas dari suatu fluida dapat diasumsikan bernilai nol (fluida tidak viskos).atmosfer dapat kita katakana tekanan luar karena atmosfer terpisah dari fluida. Untuk fluida yang viskos. juga dipengaruhi oleh tekanan luar. 4 . Tekanan atmosfer (dalam kasus ini merupakan tekanan luar) bekerja pada seluruh permukaan fluida dan tekanan tersebut disalurkan pada seluruh bagian fluida.

Angka Knudsen didefinisikan sebagai rasio dari rata-rata panjang jalur bebas molekular terhadap suatu skala panjang fisik representatif tertentu. Skala panjang ini dapat berupa radius suatu benda dalam suatu fluida. angka Knudsen permasalahan harus dievaluasi. P = Tekanan F = Gaya tegak lurus bidang A = Luas bidang yang dikenai gaya : gaya yang bekerja tegak lurus pada suatu bidang per satuan luas • Massa Jenis : perbandingan antara massa dengan volume benda. Masalah akurasi ini biasa dipecahkan menggunakan mekanika statistik. hipotesis kontinum menghasilkan hasil yang sangat akurat. B. Studi mekanika fluida pada fluida statis  Tekanan dan Massa Jenis • Tekanan bidang. ρ = massa jenis m = massa v = volume  TEKANAN HIDROSTATIS Tekanan hidrostatis ( Ph) adalah tekanan yang dilakukan zat cair pada bidang dasar tempatnya. angka Knudsen adalah berapa kali panjang diameter suatu partikel akan bergerak sebelum menabrak partikel lain. bila kondisi benar. Untuk menentukan perlu menggunakan dinamika fluida konvensial atau mekanika statistik. Ph = ρgh Ph = tekanan hidrostatik ρ = massa jenis g = percepatan grafitasi h = kedalaman 5 . Secara sederhana.Namun demikian.

 PARADOKS HIDROSTATIS Gaya yang bekerja pada dasar sebuah bejana tidak tergantung pada bentuk bejana dan jumlah zat cair dalam bejana. 2. Ph = ρg h Pt = Po + Ph F=PhA=ρgV ρ= massa jenis zat cair h = tinggi zat cair dari permukaan g = percepatan gravitasi Pt = tekanan total Po = tekanan udara luar  HUKUM PASCAL  Hukum Pascal : tekanan yang diberikan kepada zat cair di dalam ruang tertutup diteruskan sama besar ke segala arah. tetapi tergantung pada luas dasar bejana ( A ). .Benda akan melayang jika massa 6 jenis benda dan cairannya sama. Benda akan terapung jika massa jenis benda itu lebih kecil dari massa jenis cairan. P1 = P2 → = P1 : Tekanan 1 P2 : Tekanan 2 F1 : Gaya 1 F2 : Gaya 2  HUKUM ARCHIMEDES A1 : Luas penampang 1 A2 : Luas penampang 2 Benda di dalam zat cair akan mengalami pengurangan berat sebesar berat zat cair yang dipindahkan. Berdasarkan konsep Archimedes kita dapatkan tiga buah keadaan benda dalam zat cair: 1. tinggi ( h ) dan massa jenis zat cair (ρ) dalam bejana.

g ρb = massa jenis benda ρz = massa jenis fluida V = volume benda V' = volume benda yang berada dalam fluida Akibat adanya gaya ke atas ( Fρ ). : W >Fα →ρb > ρz : W = Fα → ρb = ρz : W = Fα → ρb. Ini karena massa jenis kapal laut dibuat lebih kecil (dengan memperbesar volumenya) dari massa jenis air laut sehingga bisa terapung. V' .V = ρz. V' . ρb < ρz a. berat benda di dalam zat cair (Wz) akan berkurang menjadi: Wz = W . Benda akan tenggelam jika massa jenis benda lebih besar dari massa jenis cairan.3. Jadi kapal laut yang begitu volumenya begitu besar. Melayang c. Tenggelam b. akan memperoleh gaya angkat lebih besar dibandingkan dengan sebatang jarum.Fρ Wz = berat benda di dalam zat cair  TEGANGAN PERMUKAAN Tegangan permukaan ( ρ) adalah besar gaya ( F ) yang dialami pada permukaan zat cair persatuan panjang(l) = γ : tegangan permukaan F : gaya tegangan permukaan d : panjang permukaan l : panjang lapisan 7 . Terapung W = berat benda Fρ = gaya ke atas = ρz .

semakin kental fluida semakin sulit bagi benda untuk bergerak di dalamnya. FA = ρgv . berlaku: ∑Fy = 0 Fs = w . viskositas terjadi Karena tumbukan antar partikel. Di dalam zat cair. Menurut Sir George Stokes. KAPILARITAS Kapilaritas ialah gejala naik atau turunnya zat cair ( y ) dalam tabung kapiler yang dimasukkan sebagian ke dalam zat cair karena pengarah adhesi dan kohesi. gaya hambat yang dialami suatu bola ketika bergerak dengan kecepatan konstan dalam dalam suatu fluida besarnya: Fs = 6ПƞRV FS : gaya stokes / gaya hambat yang dialami bola (N) R : jari-jari bola (m) Ƞ : koefisien viskositas (Pa. hal sama terjadi pada benda yang bergerak dalam fluida. sedangkan dalam fluida gas.s) V : kecepatan bola (m/s) Pada saat bola mengalami kecepatan terminal. Semakin besar viskositas semakin sulit fluida itu mengalir. h = kenaikan/penurunan zat cair pada pipa (m) ᵞ = tegangan permukaan (N/m) θ = sudut kontak (derajat) ρ= massa jenis zat cair (kg / m3) g = percepatan gravitas (m / det2) r = jari-jari tabung kapiler (m)  Viskositastas Viskositas merupakan ukuran kekentalan fkuida. viskositas terjadi akibat gaya kohesi antar molekul-molekul zat cair. volume benda = 4/3 ПR3) 6ПƞRVT = 4/3 ПR3g (ρb – ρf) 8 .FA (Fs = 6ПƞRV.

 Konsep Debit (Q) Konsep debit yaitu banyaknya volume fluida yang mengalir tiap satuan waktu. maka debit air yang masuk melalui lubang pipa lebar sama dengan debit air yang keluar dari lubang sempit. yang berarti aliran fluida tidak berputar-putar. yang berarti massa jenis fluida tidak terpengaruh oleh tekanan. Tidak kental (non-viskos). Pernyataan ini dikenal sebagai persamaan kontinuitas.VT = 2R2g/ 9ƞ (ρb – ρf) Dengan : VT = kecepatan terminal (ms-1) g = percepatan grafitasi bumi (ms-2) ƞ = koefisien viskositas fluida (Pa. Laminer / streamline. Studi mekanika fluida pada fluida dinamis  Fluida Ideal Fluida ideal yaitu fluida yang alirannya bersifat : Tidak termampatkan (incompressible). Q1 = Q2 A1 v1 = A2 v2 9 . sehingga gaya gesek antar molekul fluida atau gesekan antara fluida dengan wadahnya dapat diabaikan. artinya kecepatan fluida pada suatu titik selalu konstan.s) ρb = masa jenis bola (kgm-3) ρf = massa jenis fluida (kgm-3) R = jari-jari bola (m) C. Stasioner (tunak). Q= Q : debit (m3/s) V : volume fluida yang mengalir (m3) t : waktu aliran (s)  Persamaan Kontinuitas Sejumlah fluida yang mengalir melalui pipa dengan diameter berbeda bila tidak ada fluida yang keluar dari dinding pipa.

fluida di A mengalir lebih lambat daripada saat di B. dan sebaliknya semakin lambat aliran fluida semakin tinggi tekanannya. Asas ini disebut Asas Bernoulli. luas penampang π R12 v1 = πR22 v2  ASAS BERNOULLI Berikut adalah gambaran fluida yang mengalir pada suatu pipa : Luas penampang pipa di titik A lebih besar daripada luas pipa di bagian B.  PERSAMAAN BERNOULLI Persamaan Bernoulli mampu menggabungkan hubungan antara kecepatan fluida. Dapat disimpulkan bahwa hubungan antara tekanan fluida dengan kecepatannya adlah hubungan terbalik. yaitu semakin tinggi kecepatan fluida semakinrendah tekanannya. Persamaan Bernoulli diturunkan dari konsep bahwa usaha yang dilakukan terhadap suatu benda akan setara dengan perubahan energi mekanik benda itu. luas penampang.A : luas penampang pipa (m2) V : kecepatan aliran fluida dalam pipa (ms-1) Untuk pipa berbentuk silinder dengan jari-jari R atau diameter d. Persamaan Bernoulli : P1 + ρgh1 + ρv12 = P2 + ρgh2 + ρv22 10 . Sesuai dengan prinsip kontinuitas. dan tekanan fluida dalam satu persamaan. yang berarti pula bahwa semakin cepat aliran fluida semakin rendah tekanannya. Kenyataan bahwa ketinggian fluida pada vertikal titik A lebih tinggi daripada ketinggian fluida pada pipa vertikal B menunjukkan bahwa tekanan fluida di A lebih besar daripada tekanan fluida di B.

Teorema Toricelli : v= v : kecepatan keluarnya air dari lubang g : percepatan grafitasi h : kedalaman lubang Jarak mendatar yang ditempuh air sejak keluar dari lubang hingga menyentuh tanah adalah x . x didapat dari analisis gerak parabola yang ditempuh air dengan pada arah horisontal air mengalami gerak lurus beraturan.dan luas 11 . Nilai x memenuhi persamaan : X=2 x : jarak mendatar yang ditempuh air h : kedalaman lubang y : ketinggian lubang dari tanah  Gaya Angkat Pesawat Terbang Sayap pesawat relatif tipis dibandingkan bodi pesawat. dengan argumentasi ini selisih ketinggian bagian atas dengan bagian bawah sayap dapat diabaikan (ha=hb).Atau P + ρgh + ρv2 = tetap P : tekanan fluida ρ : massa jenis fluida g : percepatan grafitasi h : ketinggian fluida dari acuan v : kecepatan fluida  Aplikasi Persamaan Bernoulli  Teorema Toricelli Teorema Toricelli merupakan penerapan persamaan Bernoulli untuk air dalam tandon besar dan lubang kecil di salah satu bagian dindingnya. dan pada arah vertikal air mengalami gerak lurus dipercepat beraturan dengan percepatan sebesar percepatan grafitasi g.

penampang sayap bagian atas dapat dianggap sama dengan luas penampang bawahnya (Ab = Aa = A) sehingga : (va2 – vb2) atau Fb. sedangkan per satuan luas sayap.Fa = ρA(va2 – vb2) (Fb . Fb : gaya oleh udara di bagian bawah Fa : gaya oleh udara di bagian atas ρ : massa jenis udara A : luas sisi sayap Vb : kecepatan udara di bawah sayap Va : kecepatan udara di atas sayap  Alat Penyemprot  Flowmeter Adalah alat untuk mengukur kecepatan aliran fluida yang melalui suatu pipa. Venturimeter tanpa manometer Fluida mengalir melalui pipa melewati dua penampang yang berbeda luasnya. V1 = √ disebut gaya angkat pesawat V1 : kecepatan fluida di pipa lebar A1 : luas penampang lebar A2 : luas penampang sempit h : selisih tinggi fluida di kedua bagian pipa Venturimeter dengan manometer Raksa biasa dalam venturimeter jenis ini mengingat berat jenisnyayang besar dan warnanya yang mengkilap sehingga mudah diamati. Termasuk flowmeter adalah venturimeter (tanpa manometer dan dengan manometer ) dan tabung pitot. 12 .Fa) disebut gaya angkat pesawat.

V1 =√ V1 : laju fluida di pipa lebar ρhg : massa jenis raksa ρf : massa jenis fluida A1 : luas penampang lebar A2 : luas penampang sempit h : beda tinggi permukaan raksa Tabung pitot Tabung pitot digunakan untuk mengukur laju fluida berbentuk gas (udara). V=√ V : kecepatan udara ρzc : massa jenis zat cair dalam pipa U ρu : massa jenis udara h : beda ketinggian zat cair pada pipa manometer 13 .

Nyamuk dapat hinggap di atas permukaan air. Pompa hidrolik ban sepeda.  Aplikasi tegangan permukaan Tetesan embun atau tetesan air yang keluar dari pipet berbentuk bola. Air dari dalam tanah dapat naik melalui pembuluh kayu pada batang tumbuhan. Penerapan mekanika fluida dalam kehidupan sehari-hari Fluida statis  Penerapan hukum pascal Alat pengepres hidrolik di pabrik-pabrik yang berhubungan dengan pengepakan barang. Air di atas daunt alas berbentuk bola. Mesin pengangkat mobil di bengkel atau di tempat cuci mobil. Naiknya air dari dalam tanah dalam dinding rumah sehingga dinding menjadi lembab.  Aplikasi kapilaritas Peristiwa naiknya minyak pada sumbu kompor. Dongkrak hidrolik untuk mengganti ban kendaraan. 14 .  Aplikasi hukum Archimedes Hydrometer Kapal laut Kapal selam Galangan kapal Balon udara Jembatan ponton.D. Sebuah jarum atau penjepit kertas dapat mengapung di permukaan air sekalipun massa jenisnya lebih besar daripada air. Rem hidrolik pada mobil atau motor.

15 .Ujung selang pemadam kebakaran yang berpenampang kecil. Prinsip kerja penyemprot parfum dan penyemprot racun serangga pada dasarnya adalah sama. . maka diasumsikan bahwa kebocoran yang terjadi dari lubang menyebabkan turunnya air di permukaan sangat lambat (nol).Menyempitkan ujung selang saat menyiram tanaman. Sayap pesawat terbang didesain sedemikian sehingga gerak relative antara fluida disekitarnya dengan sayap menghasilkan gaya yang tegak lurus dengan arah aliran. Penampang sayap pesawat terbang mempunyai bagian belakang yang lebih tajam dan sisi bagian atas yang lebih melengkung daripada sisi bagian bawahnya. Model alat seperti ini dinamakan aerofoil. . sehingga cairan dipaksa naik oleh tekanan atmosfer di dalam tabung. yaitu tekanan atmosfer. Karena tekanan sebanding dengan gayanya.Fluida dinamis  Penerapan hukum kontinuitas . maka gaya yang dihasilkan oleh udara di bagian bawah sayap lebih besar daripada di bagian atas.  Aplikasi persamaan Bernoulli Teorema Toricelli merupakan penerapan persamaan Bernoulli untuk air dalam tandon besar dan lubang kecil disalah satu bagian dindingnya. . Tekanan yang bekerja pada air di permukaan dengan di lubang adalah sama. Karena luas tandon berukuran jauh lebih besar dibandingkan dengan ukuran lubangnya.Flowmeter adalah alat untuk mengukur kecepatan aliran fluida yang melalui suatu pipa.Pipa aliran air pada PLTA berpenampang kecil sebagai penggerak turbin. Termasuk flowmeter adalah venturimeter (tanpa manometer dan dengan manometer ) dan tabung pitot. udara berkelajuan tinggi yang keluar dari mulut pipa membuat tekanan udara di atas mulut pipa vertical menjadi rendah. Desain ini memungkinkan gerak partikel udara di bagian atas sayap lebih cepat daripada dibagian bawah sayap. Hembusan udara berkelajuan tinggi pada akhirnya meniup cairan yang ke luar dari tabung vertical sebagai semburan kabut halus. Saat pompa ditekan.

Yang termasuk fluida dinamis adalah fluida ideal. persamaan kontinuitas. hukum Pascal. Yang termasuk fluida statis adalah tekanan dan massa jenis. 16 . 4.BAB III PENUTUP Kesimpulan : 1. Banyak kehidupan di sekitar kita yang termasuk dalam aplikasi dari fluida statis maupun dinamis. Viskositas. Fluida dibagi menjadi dua bagian yakni fluida statis (fluida diam) dan fluida dinamis (fluida bergerak). tekanan hidrostatik. aplikasi persamaan Bernoulli. persamaan Bernoulli. tegangan permukaan. hukum Archimedes. 2. konsep debit. asas Bernoulli. Kapilaritas. 3.

com/doc/16378796/Tekanan-hidrostatik http://www.scribd.cf.r_qf.com/doc/24865193/Hukum-Pascal 17 .osb& biw=1366&bih=575&um=1&ie=UTF-8&tbm=isch&source=o http://www.DAFTAR PUSTAKA http://www.com/search?hl=en&q=fluida+statis&bav=on.r_gc.2.scribd..google.or.r_pw.

LAMPIRAN Hukum Pascal Hukum Archimedes Tekanan Hidrostatik 18 .

Tegangan permukaan Viskositas Kapilaritas Kontinuitas Aplikasi Asas Bernoulli 19 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->