Ciri-ciri dan Contoh Filum Arthropoda

Ciri-ciri dan Contoh Filum Arthropoda- Golongan Arthropoda mempunyai jumlah species dan individu paling besar. Nama Arthropoda berasal dari kata arthros berarti sendi/ruas dan podos berarti kaki. Jadi, Arthropoda berarti hewan yang mempunyai kaki beruas-ruas; hidupnya di air, darat, tanah dan di lingkungan udara.

Gambar 8.37 Beberapa jenis Arthropoda 1) Ciri-Ciri Umum Arthropoda Arthropoda termasuk golongan hewan triplobastik selomata, yaitu mempunyai rongga sejati dan tiga lapisan tubuh. Tubuh Arthropoda berbuku-buku/ beruas-ruas, kakinya pun beruas-ruas, mempunyai rangka luar (eksoskeleton) dari bahan kitin yang berguna untuk melindungi alat-alat tubuh bagian dalam dan dapat memberikan bentuk tubuh. Tubuh Arthropoda dapat dibedakan atas kepala (caput), dada (toraks) dan perut (abdomen). Jika Arthropoda dipotong menjadi dua, maka bersifat simetri bilateral. Mulutnya terdapat pada bagian ujung anterior dan anus terdapat pada ujung posterior. Arthropoda Mempunyai alat-alat tubuh yang sudah lengkap meliputi alat pencernaan, yaitu mulut, kerongkongan, usus, dan anus. Respirasi dengan insang, trakea, permukaan tubuh, atau dengan paru-paru buku. 2) Perkembangbiakan Arthropoda Reproduksi Arthropoda dilakukan secara aseksual dan seksual. Secara aseksual Arthropoda dengan melakukan partenogenesis (terjadi reproduksi tanpa pembuahan oleh hewan jantan) dan paedogenesis(terjadi reproduksi pada individu yang muda, yaitu pada larva). Jenis alat kelamin Arthropoda sudah terpisah. 3) Jenis-Jenis Arthropoda Arthropoda dikelompokkan atas Crustaceae (udangudangan), Insekta (serangga), Arachnoidea(labah-labah), dan Myriapoda (kaki seribu). a) Ciri-ciri Crustaceae Crustaceae disebut juga sebagai kelompok udang-udangan, contohnya: udang, kepiting, dan yuyu. Anda tentu sudah mengetahui tempat hidup kelompok hewan ini, yaitu di air laut, danau, dan sungai.

Gambar 8.38 Contoh Crustacea Tubuh Crustaceae mempunyai rangka luar keras karena mengandung zat kitin dan kapur, sehingga disebut sebagai hewan bercangkang. Antenanya Crustaceae berjumlah dua pasang, mempunyai kaki satu pasang pada tiap ruas tubuh, sedangkan pada udang atau kepiting mempunyai 5 pasang kaki jalan. Kepala dan dada Crustaceae menyatu disebut sefalotoraks. Bagian kepala dan dada dilindungi oleh tameng, yaitu kulit keras yang disebut karapas. Kakinya dapat digunakan untuk berjalan, berenang, atau menempel di perairan. Sistem pencernaan Crustaceae dimulai dari mulut, kerongkongan, lambung, usus, dan anus. Sisa metabolismenya keluar melewati kelenjar hijau. Sistem sarafnya menggunakan susunan saraf tangga tali, respirasinya menggunakan insang. Jenis kelamin Crustaceae sudah dapat dipisahkan dan bersifat hermaprodit. Pembuahan terjadi secara internal, telur yang berisi zigot menetas menjadi larva, selanjutnya tumbuh menjadi dewasa melalui pergantian kulit berkali-kali. Contoh dari anggota ini adalah udang windu (Penaeus), udang galah (Macrobium resenbergi), udang air tawar (Cambarus virilis), ketam (Parathelpusa tredenlata), kepiting (Portunus sexdentalus), dan rajungan (Neptunus pelagicus). Tubuh hewan ini mempunyai rangka luar keras karena mengandung zat kitin dan kapur, sehingga disebut sebagai hewan bercangkang. Antenanya berjumlah dua pasang, mempunyai kaki satu pasang pada tiap ruas tubuh, sedangkan pada udang atau kepiting mempunyai 5 pasang kaki jalan. Kepala dan dada menyatu disebut sefalotoraks. Bagian kepala dan dada dilindungi oleh tameng, yaitu kulit keras yang disebut karapas. Peranan Crustaceae lebih banyak menguntungkan bagi kita, misalnya sebagai sumber protein hewani karena mengandung protein tinggi seperti udang, kepiting, dan rajungan. b) Ciri-ciri Insekta Kelompok Insekta atau serangga mempunyai species sangat banyak, hidupnya di darat dan air. Ukuran tubuh Insekta relatif kecil. Insekta sering disebut juga sebagai heksapoda, yaitu mempunyai kaki enam (3 pasang). Tubuh dibedakan atas kepala, dada, dan perut. Pada kepala Insekta terdapat sepasang antena yang dapat digunakan untuk membau dan meraba. Terdapat juga mulut, mata majemuk (mata faset) ada yang bermata tunggal (oselus). Mulut insekta menurut fungsinya dibedakan menjadi empat tipe, yaitu tipe penjilat dan pengisap (lalat rumah), tipe pengisap (kupu-kupu), tipe penusuk dan pengisap (nyamuk), dan tipe penggigit (belalang).

Gambar 8.39 Macam-macam Insekta Bagian dada terdiri atas 3 ruas dan terdapat 3 pasang kaki beruas-ruas, juga terdapat sayap. Adapun pada perut terdapat 6 sampai 11 ruas, pada ruas belakang posterior sebagai alat reproduksi. Pada Insekta betina terdapat alat peletak telur yang disebut ovipositor serta kantung untuk menyimpan sperma. Respirasinya menggunakan pembuluh trakea, yaitu udara dari luar masuk ke jaringan melalui pembuluh trakea. Jumlah jantungnya 5 buah dan sistem peredaran darahnya bersifat terbuka. Sistem ekskresinya menggunakan pembuluh malphigi yang mengelilingi anus. Daur hidup serangga ini mengalami perubahan bentuk yang disebut metamorfosis. Akan tetapi ada jenis insekta tidak mengalami metamorfosis yang digolongkan sebagai serangga ametabola, misalnya kutu buku (Lepisma).

Gambar 8.40 Metamorfosis Sempurna

sempurna

Gambar 8.41 Metamorfosis tidak

Metamorfosis tidak sempurna terjadi pada ordo Orthoptera, Hemiptera, dan Homoptera. Kelompok Insekta ada dua kelas, berdasarkan ada tidaknya sayap, yaitu Insekta yang tidak

mempunyai sayap (apterygota) contohnya adalah kutu buku dan yang mempunyai sayap (pterygota). Kelas ini dibagi lagi menjadi beberapa ordo dengan mengamati sayap dan mulutnya. Tabel 8.1 Ordo Insekta Ordo Orthoptera Ciri-Ciri Contoh Mempunyai 2 pasang Kecoa, belalang,Jangkrik sayap lurus, sayap depan tebal, tipe mulut penggigit, mengalami metamorfosis tak sempurna. Semua sayapnya sama, Rayap, laron tipe mulut penggigit, metamorfosis tak sempurna. Mempunyai 2 pasang Walang sangit,kutu busuk sayap, sayap depan tebal, sayap belakang tipis, metamorfosis tak sempurna, tipe mulut penusuk dan pengisap. Memiliki 2 pasang Kutu daun, kutuKepala sayap, sayap depan lebih keras dibandingkan sayap belakang, tipe mulut penusuk dan pengisap, metamorfosis tak sempurna Memiliki 2 pasang sayap Capung tidak dilipat, sayap depan dan belakang hampir sama, tipe mulut pengunyah dan penggigit, metamorfosis tidak sempurna. Memiliki 2 pasang sayap Kepik air depan tebal seperti perisai, sayap belakang tipis, tipe mulut penggigit, metamorfosis sempurna. Memiliki 2 pasang sayap Kupu-kupu yang bersisik warnawarni, tipe mulut pengisap, metamorfosis sempurna. Memiliki satu pasang Nyamuk, lalatRumah sayap tipis, tipe mulut penusuk dan penjilat, metamorfosis sempurna. Memiliki 2 pasang sayap Semut, lebahMadu yang berupa selaput tipis, tipe mulut penggigit, metamorfosis sempurna.

Isoptera

Hemiptera

Homoptera

Odonata

Coleoptera

Lepidoptera

Diptera

Hymenoptera

Siphonophtera

Tidak memiliki sayap, Kutu anjing,kutu tubuhnya pipih lateral, kucing,kutu tikus berkaki pendek dan kuat untuk melompat. Bermata tunggal, tipe mulut menusuk dan menghisap, metamorfosis sempurna.

Apa peranan serangga dalam kehidupan? Beberapa jenis penyerbukan tanaman dibantu oleh serangga, jenis serangga apa sajakah itu?Lebah madu dapat menghasilkan madu, ulat sutera menghasilan sutera. c) Ciri-ciri Arachnoidea (Labah-Labah) Pada kelompok Arachnoidea, tubuhnya memiliki kepala (bersatu dengan dada disebut kepala dada) dan perut. Pada kepala terdapat sepasang kelisera, bentuknya meruncing dan ujungnya berlubang sebagai alat sengat berisi kelenjar racun, sepasang pedipalpus sebagai alat capit berbentuk seperti gunting, dan empat pasang kaki; tidak mempunyai antena, bernapas dengan paru-paru buku, trakea, atau kedua-duanya. (1) Ciri-ciri Scorpionidae (Kala, Kalajengking) Tubuh Scorpionidae, terdiri atas bagian kepala yang bersatu dengan dada (sefalotoraks) dan perut (abdomen) beruas-ruas, semakin ke belakang semakin mengecil membentuk ekor. Pada sefalotoraks terdapat sepasang alat mulut seperti penjepit yang disebut pedipalpi, fungsinya sebagai alat peraba sekaligus sebagai penangkap mangsanya. Sepasang alat mulut bentuknya kecil disebut kelisera yang berfungsi untuk mengunyah mangsanya, beberapa pasang mata tunggal besar atau kecil serta empat pasang kaki pada bagian sefalotoraks.

Gambar 8.42 Kalajengking Pada ruas-ruas abdomen bagian ekor paling ujung, bentuknya membulat dan meruncing, ujungnya merupakan alat sengat yang mengeluarkan racun, berguna untuk melumpuhkan mangsa yang telah ditangkapnya. Sedangkan pada abdomen depan bagian bawah terdapat lubang kecil (stigma) sebagai alat respirasi yang berhubungan dengan saluran trakea. (2) Ciri-ciri Arachnida (Labah-Labah)

Gambar 8. yaitu hidup parasit pada kulit. terdapat pedipalpus yang digunakan untuk menekan dan mengunyah mangsanya (makanan) dan di antara pedipalpus terdapat lubang mulut kecil. bagian antara sefalotoraks dan abdomen meramping. caplak dapat menyebabkan penyakit kudis. maka caplak betina akan menghisap darah anjing hingga tubuhnya menggelembung. Fungsi racun ini untuk melumpuhkan mangsanya. dan abdomen yang menjadi satu dan tidak beruasruas.44 Caplak Pada manusia. kemudian mati.Gambar 8. Bila hendak bertelur. maka akan meloloskan diri dan memilih tempat untuk bertelur. Myriapoda . d) Ciri-ciri Myriapoda Gambar 8. Jika hidupnya sebagai parasit pada anjing. memiliki empat pasang kaki beruas-ruas. Pada kepala terdapat sepasang mata tunggal. (3) Ciri-ciri Acarinae (Caplak) Pada Acarinae (caplak) terdapat kepala. Pada bagian sefalotoraks terdapat sepasang keliserayang dapat mengeluarkan racun. dada. Setiap ruas badan belakang terdapat kaki berpasangan.45 (a) Keluwing dan (b) kelabang Tubuh lipan atau kelabang hanya terdiri atas kepala dan badan. Caplak ada yang hidup sebagai parasit dan ada pula yang bebas. dan sepasang alat peraba kecil yang beruas-ruas. sepasang alat peraba besar.43 Labah-labah Tubuh Arachnida (labah-labah) terdiri atas sefalotoraks dan abdomen yang tidak beruas-ruas. Tidak ada bagian dada. Caplak ini menyebabkan rasa gatal pada kulit karena caplak betina saat bertelur membuat lubang parit pada kulit dan telurnya diletakkan dalam parit.

Sistem peredaran darahnya terbuka dan letak jantung pada bagian punggung. Bentuk tubuhnya pipih. setiap segmen mempunyai sepasang kaki. Lipan atau kelabang bila bertemu mangsanya akan menyerang mangsanya dengan cara menggigit menggunakan kaki beracun yang berguna untuk melumpuhkan mangsa. jumlah segmennya sekitar 25–100. Adapun makanan keluwing berupa sisa-sisa tumbuhan. Masing-masing mata mengalami modifikasi menjadi cakar beracun. Kelas Myriapoda memilik dua ordo. makanannya adalah cacing dan serangga. sering terdapat di tempat yang lembap pada pembuangan sampah. maka tubuhnya akan segera menggulung.melakukan respirasinya menggunakan saluran trakea yang bermuara pada lubang-lubang kecil (stigma). setiap segmennya hanya mempunyai sepasang kaki dan setiap abdomen mempunyai dua pasang kaki dan dua pasang spirakel. Jika kita mengganggu hewan ini. Lubang tersebut disebut spirakel. kecuali pada satu segmen di belakang kepala dan dua segmen terakhir. . yaitu sebagai berikut. Contohnya keluwing. (2) Chiplopoda Hewan ini tergolong hewan pemangsa (predator). (1) Diplopoda Tubuh hewan ini berbentuk silinder. letaknya pada dinding ruasruas tubuh. makanan hewan ini berupa tumbuh-tumbuhan dan berkembang biak dengan bertelur. jumlah segmen bisa mencapai 177. Sistem sarafnya adalah sistem saraf tangga tali. Pada bagian kepala terdapat sepasang mata.

namun kebanyakan lalat berukuran kecil. penciuman. Otot serangga merupakan otot serat lintang yang susunannya sangat kompleks.000 m. dan abdomennya. Pada waktu serangga mengadakan pertumbuhan. serta menggigit seperti pada semut. memberi bentuk pada tubuh serangga dan dapat menjadi tempat melekatnya otot. tergantung dari spesies hewannya. Ketebalan kutikula sangan bervariasi. Tubuh Arthropoda terdiri atas caput (kepala). metemorfosis tidak sempurna. yaitu dengan partenogenesis. toraks(dada). Kutikula dihasilkan oleh epidermis yang terdiri atas protein dan lapisan kitin. Hewan arthropoda memiliki organ sensoris yang sudan berkembang. toraks.000 meter. Hasil fertilisasi berupa telur. masing-masing menghasilkan gamet pada individu yang berbeda sehingga bersifat dioseus (berumah dua). Sistem reproduksi Arthropoda umumnya terjadi secara seksual.000 spesies. seperti mata.Begitu / pula dengan laler. Sistem ekskresi menggunakan saluran malpighi. Jantung berfungsi untuk memompa darah keseluruh tubuh. Pada laba-laba dan udang. belalang. bangsat. lipan. caplak. atau pada beberapa spesies melalui permukaan tubuh. Sistem saraf dinamakan sistem saraf tangga tali karena terdiri atas dua ganglion dorsal yang memiliki dua saraf tepi. usus. . Tubuh ditutupi lapisan kutikula yang merupakan rangka luar (eksosketelon). Individu yang dihasilkan bersifat steril. Sistem peredaran darahnya merupakan sistem peredaran darah terbuka yang tidak memiliki kapiler darah. Sistem pencernaan dimulai dari mulut.. sistem trakea. dan ada yang tidak bermetamorfosis. terutama yang berhubungan dengan alat gerak. serta antena yang berfungsi sebagai alat peraba dan pencium. Anggota filum arthropoda dapat dibedakan menjadi hewan jantan dan betina. jangkrik. Sitem peredaran darah terdiri atas jantung di bagian dorsal. Hewan arthropoda ada yang mengalami metemorfosis sempurna. kaki seribu. Hewan arthropoda memiliki bentuk tubuh simetri bilateral. kalajengking. Organisme yang tergolong filum arthropoda memiliki kaki yang berbuku-buku. Pada tiap-tiap segmen tubuh ada yang dilengkapi alat gerak dan ada juga yang tidak dilengkapi alat gerak. dan abdomen (perut) yang bersegmensegmen. Fertilisasi arthropoda terjadi secara internal. Hewan arthropoda yang hidup di air ada yang bernapas dengan menggunakan insang. beberapa diantaranya memiliki panjang lebih dari 60 cm. kepala dan dadanya bersatu membentuk sefalotoraks. Kutikula berfungsi melindungi tubuh bagian dalam. Ukuran tubuh Arthropoda sangat beragam. Arthropoda berarti hewan yang kakinya beruas-ruas. Hewan ini memiliki jumlah spesies yang saat ini telah diketahui sekitar 900. paru-paru buku.Namun ada juga yang secara aseksual. yaitu arthro yang berarti ruas dan podos yang berarti kaki. triploblastik selomata. Otot ini diperlukan untuk melakukan gerakan yang cepat. Hewan yang tergolong arthropoda hidup di darat sampai ketinggian 6. kutikula akan mengalami pengelupasan. seperti pada lipan.FILUM ARTHROPODA Arthropoda berasal dari bahasa Yunani. udang. bentuk Arthropoda pun kecoa. Tingkat perkembangannya sesuai dengan kondisi lingkungan tempat hidupnya. beragam. Contoh : laba-laba. dan anus. tetapi ada juga spesies yang sulit dibedakan antara kepala. menusuk dan menghisap seperti pada nyamuk.Organ reproduksi jantan dan betina pada Arthropoda terpisah. Arthropoda Arthropoda adalah hewan dengan kaki beruas-ruas dengan sistem saraf tali dan organ tubuh telah berkembang dengan baik. Partenogenesis adalah pembentukan individu baru tanpa melalui fertilisasi (pembuahan). Telur banyak mengandung kuning telur yang tertutup oleh cangkang. Mulut ada yang berfungsi untuk menjilat seperti pada lalat. dan tubuhnya bersegmen. sedangkan yang hidup di air dapat ditemukan 1) sampai Ciri-ciri kedalaman filum 10. Jadi. Setiap saraf trepi dihubungkan oleh saraf melintang sehingga merupakan tangga tali. Tubuh artropoda terbagi atas segmen-segmen yang berbeda dengan sistem peredaran darah terbuka.

dan Myriapoda Crustacea (dalam bahasa latinnya. Klasifikasi dan Kelas filum Arthropoda Diplopoda). dan parasit. Arthropoda sangat beragam. Jantung merupakan organ pada system peredaran darah Malacostraca. Daphania pulex memiliki ukuran tubuh yang sangat kecil dan cyclop pun memiliki ukuran yang sangat kecil juga. System peredaran darah pada Malacostraca merupakan system peredaran darah terbuka. Spesies udang tingkat rendah. dan anus. gurun pasir. ada yang belalang. dan kepiting adalah contoh kelompok ini. lebah. Selain spesies Crustacea yang hidup di air laut.dan kepiting dikelompokan di dalam ordo . yaitu Crustcea. Kaki gunting berfungsi untuk menjepit mangsanya. komensal. Semua anggota kelompok Malacostraca ada yang hidup di laut dan ada pula yang hidup di air tawar. Hewan ini memiliki ciri khas. Hewan-hewan tersebut merupakan sepertiga dari keseluruhhan Crustacea. Selain itu ada pula yang hidup di air tawar atau di darat pada tanah yang lembab. Pernapasan menggunakan insang yang terdapat di bawah karapaks. bersama binatang kecilainnya membentuk zooplankton. sperti kutu air.dan kepiting merupakan hewan yang termasuk Malacostraca. Crustacea tingkat tinggi dan merupakan bagian terbesar dari kelas Crustacea. yaitu rangka luar dari kitin yang keras. usus halus. periran tawar. Crustacea dibedakan menjadi dua subkelas berdasarkan ukuran tubuhnya. 2) (Chilopoda a. Pada setiap abdomen terdapat kaki renang. Umumnya hewan Crustacea merupakan hewan akuatik. Gambar : Struktur morfologi hewan Crustacea Tubuh hewan kelas ini terdiri atas sefalotoraks dan abdomen. System ekskresi memiliki alat yang dinamakan kelenjar hijau (green glands) yang berfungsi membuang zat-zat yang bersifat sampah dari darah. udang karang. Insecta. antenna. dan padang rumput. dan kepiting. System pencernaan terdiri atas mulut yang dilengkapi gigi yang kuat. Beberapa Crustacea kecil hidup melayang-layang di laut. Arachnida. Pada toraks udang dan kepiting terdapat lima pasang kaki yang terdiri atas satu pasang kaki ginting dan empat pasang kaki jalan. lambung.Cara hidup capung. Udang. atau simbiotik. Pada ujung abdomen terdapat kaki daun (uropod). Pada kepala terdapat sepasang mandibula dan dua pasang maksila. meskipun ada yang hidup di darat. Crustcea Filum arthropoda dibagi menjadi empat kelas. sering dijumpai kelompok hewan ini. seperti mata faset. Malacostraca memiliki mata faset dan memiliki pembungkus sefalotoraks yang dinamakan karapaks. terdapat juga beberapa Crustacea yang hidup di air tawar. Malacostraca ini bersifat merupakan makroskopis. Contoh Crustacea kecil yang hidup di air tawar adalah Daphania pulex dan cyclop. hidup bebas. Entomostraca umunya sebagai zooplankton untuk memakan ikan. lalat. Rangka luar ini keras karena mengandung zat kapur.Ada yang di laut. Uropod terletak diantara sisi ekor yang mendatar (telson). dan alat keseimbangan pada dasar antenna yang dinamakan statocyst. yaitu Entomostraca dan Malacostraca. kupu-kupu. crusta= kulit) memiliki kulit yang keras. lobster.Dilingkungan kita. misalnya nyamuk. Organ sensoris telah berkembang dengan baik. Habitat penyebaran Arthropoda sangat luas. Zooplankton Crustacea memiliki antenna panjang dan bulu sikat yang dapat membantu memperluas bidang permukaan tubuhnya dan mencegah supaya zooplankton tidak dapat tenggelam. Udang. esophagus. Hewan yang tergolong kelas Crustcea kebanyakan hidup di laut. seperti cyclop yang bermata satu dan kutu ikan (Argulus indicus) merupakan parasit pada beberapa spesies ikan dan kepiting. lobster. kelenjar pencernaan. Hewan ini memiliki system saraf tangga tali. semut. lobster. Udang.

semut. Heksapoda berarti hewan berkaki enam. Banyak anggota hewan ini sering kita jumpai disekitar kita. dan abdomen. mata majemuk (mata faset). jangkrik. belalang. tenggorokan. Hewan ini merupakan satu-satunya kelompok invertebrata yang dapat terbang. yaitu air tawar. Kaput memiliki organ yang berkembang baik. Acarina. Fertilisasi terjadi secara internal dan tidak mengalami metamorfosis. Pada bagian sefalotoraks dapat dibedakan menjadi dua bagian. Bagian kepala memiliki kelisera yang berfungsi menghancurkan mangsanya. capung. kutu kayu di laut (Lymnirua b. terdapat pedipalpus yang bentuknya menyerupai kaki dengan ujung bercakar. lambung. . yaitu hewan yang memiliki sepuluh kaki. Jenis Malacostraca diantaranya udang karang (Panulirus sp). dan kelenjar racun untuk mematikan mangsanya. abdomen. Kalajengking adalah salah satu contoh kelas Arachnoidea yang jumlahnya sekitar 32 spesies. Arachnoidea merupakan hewan terestrial (darat) yang hidup secara bebas maupun parasit. System ekskresi memiliki saluran Malphigi. Karena itu pula sering juga disebut hexapoda. Kelas Insecta (dalam bahasa latin. udang belalang (Squilla sp).000 jenis yang terbagi dalam 25 ordo. Arachnoidea yang hidup bebas bersifat karnivora. dan mata tunggal (oseli). Tubuhnya terdiri atas sefalotoraks. nyamuk. Hal ini menunjukkan bahwa banyak sekali variasi dalam kelas insecta baik bentuk maupun sifat dan kebiasaannya. Hewan ini memiliki mata tunggal. System pencernaan terdiri atas mulut. meskipun anggotanya bukan laba-laba saja. anus. yaitu adanya sepasang antena. Arachnida Arachnoidea (dalam bahasa yunani. lebah. kelompok ini adalah tungau kudis (Sarcoptes scabei) dan tungau unggas (Argus Insecta sp). Banyak spesies tungau merusak tumbuh-tumbuhan atau menjadi parasit pada binatang dan manusia. Selain itu. laba-laba kemlandingan (Nephila maculata). Heksapoda berasal dari kata heksa berarti 6 (enam) dan kata podos berarti kaki. Insecta dapat hidup di bergagai habitat. Kelisera ini berhubungan dengan kelenjar racun yang terletak di daerah kepala. ( • Scorpionida memiliki alat penyengat beracun pada segmen abdomen terakhir. • Ordo Arcarina adalah kelompok hewan tungau. yaitu dan digunakan Scorpionida. misalnya kupu-kupu. Insecta sering disebut serangga atau heksapoda. dan Kelas lobster (Honarus americanus). after). contoh hewan ini adalah Laba-laba serigala (Pardosa amenata). Kedua bagian tersebut dihubungkan oleh pedunkulus. ada yang panjangnya lebih kecil dari 0. dibedakan menjadi Arachnida. contoh hewan ini adalah (Uroctonus • Arachnida. toraks. Contoh c. Tubuh Insecta dibedakan menjadi tiga bagian.dan lebah. pedipalpus memiliki fungsi sebagai penangkap dan pemegang mangsa. Ciri khususnya adalah kakinya yang berjumlah enam buah. udang yuyu (Paratelphusa convexa). insecti = serangga). arachno = laba-laba) disebut juga kelompok laba-laba. Anggota ordo ini memiliki tubuh berbentuk bulat telur tau bundar. Arachnoidea kalajengking Pada laba-laba jantan. kepiting (Astracus cancer). yaitu kaput. Pedipalpus memiliki fungsi yang bermacam-macam bergantung pada spesiesnya. Ukuran tubuh Arachnoidea bervariasi. laut dan darat.Decapoda. Tidak memiliki mandibula.tubuhnya berbuku dan dapat dibedakan menjadi hewan jantan dan hewan betina. Diperkirakan jumlah insecta lebih dari 900. abdomen tidak bersegmen dan memiliki kelenjar beracun pada kaliseranya (alat sengat).Insecta ada yang hidup bebas dan ada yang sebagai parasit. Pada kalajengking. System sarafnya adalah system saraf tangga tali. tiga mordax) pedipalpus ordo. dan 4 pasang kaki. usus halus.5 mm sampai 9 cm. Respirasi dilakukan dengan paru-paru buku dan trakea. sp). lalat. ketunggeng untuk menyalurkan dan Buthus sperma.

Insecta memiliki organ perasa disebut palpus. • Pterigota (bersayap). Tahapnya adalah sebagai berikut . dimana Insecta muda yang menetas mirip dengan induknya. Misalnya kecoa. Bagian abdomen Insecta tidak memiliki anggota tubuh. Contohnya capung (pantala). Larvanya berbentuk ulat tumbuh dan mengalami ekdisis beberapa kali. . Homoptera memiliki dua pasang yang sama panjang. • Holometabola adalah perkembangan Insecta dengan setiap tahap menunjukan perubahan wujud yang sangat berbeda (sempurna). Hemiptera memiliki dua pasang sayap yang tidak sama panjang. lalat. Organ kelaminnya dioseus. yaitu alat ekskresi yang melekat pada posterior saluran pencernaan. Kelompok lain yang sayapnya berasal dari tonjolan dalam dinding tubuh disebut Endopterigota. kecoa (Periplaneta americana). Contoh Insecta ini adalah belalang. dan metamorfosisnya. misalnya sayap. Insecta yang memiliki syap pada segmen kedua dan ketiga. : Orthoptera memiliki dua pasang sayap dengan sayap depan yang sempit. berkembang Insecta secara dibedakan Contoh menjadi hewan kelas dua ini sub-kelas adalah kutu buku. Gambar Perkembangan Contohnya : Struktur Insecta kutu morfologi dibedakan buku dan menjadi (lepisma anatomi tiga belalang : • Ametabola adalah perkembangan yang hanya berupa pertambahan ukuran saja tanpa perubahan wujud. Pada abdomennya terdapat spirakel. yaitu lubang pernapasan yang menuju tabung trakea. sayap. dan kutu kepala (Pediculus humanus) Odonata memiliki dua pasang sayap seperti jala. mulut. Eksopterigota dibedakan menjadi beberapa ordo bedasarkan tipe sayap. dan walang sangit (leptocorisa acuta). Berdasarkan Umumnya sayap. saccharina) • Hemimetabola adalah tahap perkembangan Insecta yang tidak sempurna. Ringkasan skemanya adalah telur–nimfa (larva) –dewasa (imago). organ reproduksi. kutu daun (Aphis).5 cm dan memiliki antena panjang. jangkrik (gryllus sp). telur–larva–pupa–dewasa. tubuh apterigota berukuran kecil sekitar 0. : • Apterigota (tidak bersayap). Selanjutnya. Pupa berkembang menjadi bagian tubuh seperti antena. Pada abdomen juga terdapat tubula malpighi. Sayap itu akan muncul hingga pada saat dewasa hewan tersebut. tetapi ada organ yang belum muncul. Contohnya walang sangit (leptocorisa acuta) dan kutu busuk (cymex rotundus). dan nyamuk. Contoh Insecta ini adalah kupu-kupu. Insecta dewasa keluar dari pupa. kaki. Insecta muda disebut nimfa. dan organ lainnya yang merupakan struktur Insecta dewasa. Setalah itu larva menghasilkan pelindung keras disekuur tubuhnya untuk membentuk pupa. merupakan kelompok insecta yang sayapnya berasal dari tonjolan luar dinding tubuh yang disebut Eksopterigota. dan gansir. ametabola. Sistem sirkulasinya terbuka. Trakea merupakan alat pernapasan pada Insecta.Contohnya wereng coklat (Nilaparvata lugens). jangkrik.

Misalnya kumbang tanduk (Orycies rhinoceros) dan kutu gabah (Rhyzoperta diminica). dan 2 pasang kaki yang terdiri atas tujuh ruas. Misalnya semut rangrang (Oecophylla saragillina). Jika ada bahaya. ostia (lubang). sedangkan pada system lain Diplopoda dan Chilopoda dikelompokkan dalam kelas Myriapoda. Toraksnya pendek terdiri ats 4 segmen. dan sepasang mandibula. Lepidoptera memiliki dua pasang sayap yang bersisik halus dan tipe mulut mengisap. Di daerah ujungnya terdapat 2 saluran Malphigi panjang untuk ekskresi. Misalnya kupu-kupu sutera (Bombyx mori) dan kupu-kupu elang (Acherontia atropos) d. Diptera hanya memiliki sepasang sayap. • Ciri-ciri ordo Diplopoda Tubuh Diplopoda berbentuk bulat memanjang.).Endopterigota dibedakan menjadi : Coleptera memiliki dua pasang sayap dengan sayap depan yang keras dan tebal. Hewan kelompok ini memiliki abdomen panjang. tubuhnya menggulung seperti benda mati sebagai upaya untuk mempertahankan diri. Alat reproduksinya dinamakan gonopod. tersusun atas 25 hingga lebih dari 100 segmen. Hymenoptera memiliki dua pasang sayap yang seperti selaput. Kepala memiliki dua mata tunggal. System pencernaanya disusun oleh sustu saluran lurus dengan 2 atau 3 pasang kelenjar ludah. misalnya di bawah batu atau kayu yang terlindungi dari matahari. Hal ini terjadi karena adanya perbedaan pendapat antara ilmuan di dunia pada system klasifikasi tertentu Diplopoda dan Chilopoda merupakan tingkat kelas. bergantung pada spesiesnya. nyamuk demam berdarah (Aedes Aegypti). Makanan ordo Diplopoda adalah sisa tumbuhan atau hewan yang telah mengalami pembusukkan. Kelas Myriapoda (Chilopoda dan Diplopoda) Dalam system klasifikasi dapat berbeda antara satu system dan yang lainnya. Kakinya bergerak seperti gelombang sehingga pergerakkannya sangat lambat. Ordo ini memiliki kelenjar yang dapat menyemprotkan cairan yang mengandung sianida dan iodium untuk mengusir musuhnya. lebah madu (Apis indica). lalat buah (Drosophila melanogaster). Setiap segmen memiliki 2 pasang spirakel. Setiap segmen memiliki sepasang kaki. fertilisasi pada Diplopoda terjadi secara internal. semut hitam (Monomorium sp. berada pada segmen yang ke-7. ganglion saraf. memiliki banyak segmen. . Contoh ordo ini adalah kaki seribu (Spirobolus sp). dan tawon (Xylocopa latipes). lalat rumah (Musca domestica). Hewan yang tergolong Diplopoda tidak memiliki system pencernaan yang lengkap. Hewan ordo Diplopoda hidup di tempat gelap yang lembab. Tubuhnya ditutupi lapisan yang mengandung garam kalsium dan warna tubuhnya mengkilap. kecuali segmen pertama. Hewan betina ordo ini membuat sarang untuk menyimpan telur. sepasang antenna pendek. System peredaran darah pada Diplopoda merupakan system peredaran darah terbuka. nyamuk malaria (Anopheles sp). dengan sayap depan lebih besar daripada sayap belakang. Memiliki antenna yang digunakan untuk menunjukkan arah gerak. Misalnya nyamuk (Culex sp.). dan lalat tse-tse (Glossina palpalis).

Gambar : kelabang Tubuh chilopoda berbentuk pipih memanjang dan berbuku-buku. Tubuhg kaki seribu Ordo Chilopoda biasa hidup di tempat yang lembab.cc/2010/01/filum-arthropoda. Lipan dapat menaklukkan mangsanya dengan racun yang berasal dari sepasang kaki pertamanya yang disebut cakar racun. Pada kepala terdapat antenna yang beruas-ruas. Pada setiap segmen terdapat sepasang kaki. di bawah timbunan sampah atau daun-daun yang membusuk.lihatkita. Chilopoda berkembang biak secara kawin dan pembuahannya internal.Gambar terbagi • atas Ciri-ciri : segmen-segmen ordo Kaki mirip seribu cincin. REFERENSI : http://www.co. Alat respirasinya adalah trakea yang bercabang-cabang ke seluruh bagiab tubuhnya. Contoh hewan ini adalah lipan. Hewan ini mempunyai antenna dan sepasang mata. Chilopoda Kaki seribu memiliki kaki yang banyak.html .

Berdasarkan perbedaan bagian tubuh. Anthropoda merupakan filum yang mempunyai anggota paling banyak. di udara. menempel di pohon. barnakel (Mitela sp. dan rajungan sebagai sumber protein bagi manusia.). Matanya majemuk dan antenanya peka terhadap rangsangan. mempunyai sepasang antena dan alat tambahan bercabang dua (tipikal biramus). kepiting. Anthropoda dapat bernapas dengan menggunakan trakea dan oksigen langsung ditransfer ke dalam sel dan jaringan.). misalnya. Sow-bug. dan Balanus sp. Miyriapoda. contohnya. a. dapat di darat. Pada hewan ini. dan pinjal air (Cyclops sp. Hewan yang masuk dalam kelas ini adalah udang air tawar atau shrimp (Cambarus sp. kepiting. Arthropoda berasal dari kata anthros yang artinya sendi dan podos yang artinya kaki. Ada yang hidup bebas dan ada yang parasit. air tawar. dan kaki seribu. . bernapas dengan insang. serangga. kepiting (Pagurus sp.> Hewan Berbuku-buku (Arthropoda) Hewan ini memiliki ciri dengan kakinya yang beruas-ruas atau bersegmen dengan bentuk tubuh simetrisbilateral dan terlindungi oleh rangka luar yang kaku berupa kutikula yang mengandung zat kitin (eksoskelleton). air laut. Anthropoda dapat dibedakan menjadi Crustacea. dan Daphania sp. udang. Crustacea (Udang-udangan) Ciri-ciri Crustacea adalah hidup di air. udang laut atau lobster (Panulirus sp.). Anthropoda dapat hidup di sebagian besar tempat. Hanya sedikit dari kelas ini yang menjadi musuh bagi manusia. udang. serta kepala bersegmen yang bersatu dengan dada membentuk sefalotoraks (kepala dada). ketam kenari yang merusak tanaman kelapa. laba-laba. baik jenis maupun individunya. Arachnoidea.). perbedaan antara kepala dan perut sudah terlihat jelas.). bahkan dapat hidup di atas kepala manusia.). ketam (Uca sp. dan Insecta. rajungan (Cancer sp. Peranan Crustacea bagi kehidupan manusia antara lain dalam pemanfaatan ikan.). eksoskeleton keras terdiri atas zat kitin yang berlendir.

). Dadanya terdiri atas tiga segmen. 1 pasang antena. Contoh Insecta adalah capung (Aeshna sp. lalat kandang (Stomoxys sp. Ceratitis capitata. contohnya.). contohnya. serta bernapas dengan trakea.). beberapa contohnya. dan lebah madu (Apis sp. lalat buah (Dropophilamelanogaster. antara kutu lain. tempiris dan tongkat berjalan (Anisomorpha sp. dan lalat gergaji (Endelomya). tetapi sebagian kecil ada juga yang hidup di air tawar dan jarang hidup di laut.. dan Dacus dorcalis).). belalang (Brachystola sp). mereka mempunyai ukuran tubuh yang sangat bervariasi. 10) Ordo Hymenoptera.). Ordo Diptera. dan Anopeles sp. pinjal anjing (Ctenocephalus canis). 9) Ordo Siphonoptera. pinjal kucing (Ctenocephalus felis). serta merutu (Chironomus). .. kutu busuk (Cimexlecturalius). perut terdiri dari 6 – 11 segmen. walang kadung (Paratenodera sp. sp. contohnya. Kalotermes di kayu kering. yang hidup di dalam tanah dan kayu. kepik (Phytomonus sp). ordo. walang nona (Stagmomantis sp. Aedes sp. kutu buku (Troces sp. dan katidid (Microcentrum sp. dan 3 oselli. serta kupu ulat sutra (Attacus sp. Reticuli termes sp. pinjal (Ctenocephalus sp). lalat rumah (Musca sp. 3) Ordo Isoptera. capung (Aeshna sp. dan kepinding air (Lethocerus). contohnya. Aedes sp. dan Bombyx mori) yang dipelihara di Indonesia. 2 – 3 pasang sayap.). Amitermes di tanah kering.). dan perut (abdomen). belalang (Disostura sp. memiliki 3 pasang kaki. lalat kuda (Tabanus sp. kalajengking air (Ranatra sp.). contohnya.) 2) Ordo Orthoptera. yang membentuk rumah cikada seperti karton di daerah tropis. rayap (Nasutitermis sp).).). pinjal manusia (Pulex irritans).). (Magicicada septemdecem). kupu-kupu (Papilo sp. dan Papilia polyxetes)..b. dan pinjal tikus (Xenopsylla cheopis).. dan Anopeles sp. Zootermes di kayu basah yang dapat mematikan pohon. contohnya. lebah madu (Apis mellifera). Ordo dan Nasutitermes Homoptera. 5) Ordo Hemiptera. dan Libellula sp. Aegeria sp.).. dua mata majemuk.).).).). contohnya. dada (thorax). serta telah memiliki bagian yang jelas antara kepala. nyamuk (Culex sp. dan Tabanus sp. lalat ( Musca sp. kupu tomat (Protoparce sexta. kaper (Malacosoma sp. kecoa (Periplaneta sp). Insecta (Serangga) Serangga merupakan hewan darat. lalat pasir (Phlebotomus sp. contohnya.).). semut (Monomorium sp). semut hitam (Monomorium sp. buku sebagai (Troces berikut. 7) Ordo Lepidoptera. mulai dari yang berukuran mikroskopis sampai dengan yang berukuran panjang belasan cm. 6) Ordo Odonata.). kutu rambut (Pediculus sp. Stomoxys sp..).). contohnya. Insecta 1) terbagi Ordo menjadi Thysanura. kepik kubis (Murgantia sp.). lebah dengung (Bombus sp. Macrotermes membentuk rumah 4) tanah. nyamuk (Culex sp.). jangkrik (Gryllus sp.).

sepasang alat pemangsa untuk menangkap mangsa. memakan menghasilkan menghasilkan misalnya.). dan Centrurus sp. dan predator biologi. sutra. mulai dari yang mikroskopis sampai yang panjangnya beberapa cm. trakea. Bentuk tubuh pipih dengan segmen yang jelas. d. Arachnoidea tidak mempunyai antena. atau keduanya sebagai alat respirasi. Pada segmentasi pertama. serta kalajengking (Vejovis sp. belalang. Sebagian besar Artropoda merupakan hewan pengganggu bagi sistem pertanian. hama lebah secara dan madu. laba-laba (Latrodectes sp. c. caplak (Boophilus sp. Di setiap segmen tubuhnya terdapat sepasang kaki. 5) serangga yang membantu menguraikan sampah. serta bernapas dengan menggunakan trakea. tetapi ada beberapa hewan Arthropoda yang menguntungkan bagi manusia karena merupakan sumber makanan.).. Pada selafothorax. dan 4 pasang alat berjalan. tetapi ada juga yang tidak memiliki alat pernapasan. Tubuhnya terbagi menjadi selafothorax dan abdomen. contohnya kelabang (Centipedes). terutama serangga yang memberi keuntungan. Hewan ini menggunakan paruparu.Serangga sangat berperan bagi kehidupan manusia. terdapat gigi-gigi beracun yang berbahaya. tetapi beberapa Arachnida merupakan musuh alami bagi hama sistem pertanian. contoh: 1) 2) 3) 4) serangga serangga lebah ulat yang membantu yang madu sutra penyerbukan dapat bunga. Contohnya. terdapat 6 pasang alat tambahan yang terdiri atas sepasang rahang.. misalnya.). . tetapi memiliki 8 mata sederhana. si panjang kaki (Phalangeum sp. Arachnoidea hidup di darat dan sebagian kecil hidup di air. Hadrudus sp. kupu-kupu. Chilopoda (Lipan) Chilopoda merupakan hewan karnivora yang memakan hewan lain. dan Eurypelma sp. Crustacea (udang-udangan).). Arachnoidea (Laba-laba) Umumnya. Ukuran tubuhnya bervariasi. juga mempunyai sepasang antena panjang dan sepasang mata yang masing-masing terdiri dari oselli.

Jika bakteri dipisahkan dari inangnya (akar). Tanggapan tanaman sangat bervariasi tergantung pada kondisi tanah dan efektivitas populasi asli. Rhizobium mampu mencukupi 80% kebutuhan nitrogen tanaman legum dan meningkatkan produksi antara 10% 25%. Peran : Peranan rhizobium terhadap pertumbuhan tanaman khususnya berkaitan dengan masalah ketersediaan nitrogen bagi tanaman inangnya. Akar tanaman tersebut menyediakan karbohidrat dan senyawa lain bagi bakteri melalui kemampuannya mengikat nitrogen bagi akar. Proses : Bila bersimbiosis dengan tanaman legum. Pada tanaman legum. kelompok bakteri ini akan menginfeksi akar tanaman dan membentuk bintil akar di dalamnya. maka tidak dapat mengikat nitrogen sama sekali atau hanya dapat mengikat nitrogen sedikit sekali. Peranan Bakteri Yang Menguntungkan Dalam Bidang: A.Peranan Bakteri Yang Menguntungkan Dan Yang Merugikan 1. Bintil-bintil akar melepaskan . Bidang Pertanian  BAKTERI RHIZOBIUM LEGUMINOSARUM Bakteri Rhizobium adalah salah satu kelompok bakteri yang berkemampuan sebagai penyedia hara bagi tanaman.

penetrans mampu menekan populasi M.senyawa nitrogen organik ke dalam tanah tempat tanaman polong hidup. Penyakit tersebut disebabkan oleh nematoda parasit terutama Radopholus similis dan Meloidogyne incognita. tetapi tergantung kaku dan sangat rapuh sehingga secara bertahap akan gugur. Dengan demikian terjadi penambahan nitrogen yang dapat menambah kesuburan tanah. Pengendalian hayati ini diharapkan dapat mengurangi penggunaan pestisida kimia (nematisida) yang berdampak negatif terhadap lingkungan. Untuk mengendalikan penyakit kuning. Bakteri ini tersebar luas di berbagai daerah serta dapat bertahan hidup lama di dalam tanah karena mampu membentuk spora yang tahan terhadap kekeringan dan input pertanian. Bidang Industri . para petani lada biasanya menggunakan bahan kimia. Penyakit kuning merupakan salah satu kendala produksi lada di Bangka-Belitung dan Kalimantan. Dilaporkan bahwa P. incognita pada tanaman tembakau. Proses : Nematoda parasit dapat dikendalikan dengan menggunakan agen hayati yang merupakan musuh alaminya. B. misalnya bakteri Pasteuria penetrans. penggunaan bahan kimia secara terus menerus dapat mencemari lingkungan. Akibat serangan nematoda tersebut. dan tomat. kacang tanah. pertumbuhan tanaman menjadi terhambat serta warna daun dan dahan menjadi kuning. Daun-daun yang menguning tidak menjadi layu. menimbulkan resurjensi dan resistensi nematoda serta terbunuhnya musuh-musuh alami yang mempunyai peranan dalam menjaga keseimbangan hayati. Namun.  BAKTERI PASTEURIA PENETRANS Peran : Bakteri Pasteuria penetrans sangat potensial untuk dikembangkan sebagai salah satu komponen pengendalian nematoda pada tanaman lada.

Yoghurt Mentega Terasi Asinan buah-buahan Sosis Kefir susu susu ikan Bakteri yang berperan Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus Streptococcus lactis Lactobacillus sp. . 4.Di dalam bidang industri juga terdapat bakteri yang menguntungkan dalam bidang ini. Nama produk atau makanan Bahan baku 1. buah-buahan Lactobacillus sp. Beberapa makanan hasil fermentasi dan mikroorganisme yang berperan No. Bidang Kesehatan Tidak hanya di bidang lingkungan dan pangan. juga dapat meningkatkan atau bahkan memberikan cita rasa baru dan unik pada makanan tersebut. bakteri juga dapat memberikan manfaat dibidang kesehatan. Beberapa bakteri yang menghasilkan antibiotik adalah:  Streptomyces griseus  menghasilkan antibiotik streptomycin  Streptomyces aureofaciens  menghasilkan antibiotik tetracycline  Streptomyces venezuelae  menghasilkan antibiotik chloramphenicol  Penicillium  menghasilkan antibiotik penisilin  Bacillus polymyxa  menghasilkan antibiotik polymixin. 6. Terutama dalam bidang industri pangan. 3. Bahan pangan yang telah difermentasi pada umumnya akan memiliki masa simpan yang lebih lama. 5. Terdapat beberapa kelompok bakteri yang mampu melakukan proses fermentasi dan hal ini telah banyak diterapkan pada pengolahan berbagi jenis makanan. daging susu Pediococcus cerevisiae Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus lactis C. 2. Antibotik merupakan zat yang dihasilkan oleh mikroorganisme dan mempunyai daya hambat terhadap kegiatan mikroorganisme lain dan senyawa ini banyak digunakan dalam menyembuhkan suatu penyakit.

Manusia Bakteri penyebab penyakit pada manusia: 1. Bacillus anthracis = Antraks 4. Brucella abortus = Brucellosis pada sapi 2. Haemophilus influenza = Influensa 5. Xanthomonas oryzae = Menyerang pucuk batang padi 2. Peranan Bakteri Yang Merugikan Dalam Bidang: A. Shigella dysenteriae = Disentri basiler 3. Diplococcus pneumoniae = Pneumonia 6. Erwinia amylovora = Penyakit bonyok pada buah-buahan B. Pseudomonas solanacaerum = Penyakit layu pada famili terung-terungan 4. Clostridium tetani = Tetanus . Cytophaga columnaris = Penyakit pada ikan C. Streptococcus agalactia = Mastitis pada sapi 3. Xanthomonas campestris = Menyerang tanaman kubis 3.2. Hewan Bakteri penyebab penyakit pada hewan: 1. Mycobacterium tuberculosis = TBC paru-paru 7. Actinomyces bovis = Bengkak rahang pada sapi 5. Vibrio comma = Kolera 4. Salmonella typhosa = Tifus 2. Tumbuhan Bakteri penyebab penyakit pada tumbuhan: 1.

8. Pasteurella pestis = Pes 15. Treponema pertenue = Puru atau patek 13. Staphylococcus = Bisul . Mycobacterium leprae = Lepra (kusta) 12. Neiseria meningitis = Meningitis (radang selaput otak) 9. Neiseria gonorrhoeae = Gonorrhaeae (kencing nanah) 10. Corinebacterium diphteriae = Dipteri 14. Treponema pallidum = Sifilis atau Lues atau raja singa 11.

Bidang industri makanan:     Streptococcus thermophillus dan Lactobacillus bulgaricus. Streptococcus lactis. 2. cetobacter aceti. Bidang pertanian    Berikut Bakteri yang di antaranya: menguntungkan Rhizobium leguminosorum pada akar tanaman kacang-kacangan. menghasilkan antibiotik streptomisin (membunuh bakteri penyebab TBC). digunakan untuk membuat asam cuka. Streptomvces aureofaciens. 1. Xanthomonas campestris. 3. langsung terbayang di kepala kita makhluk kecil penyebab penyakit. mengikat nitrogen bebas. penghasil asam laktat. menghasilkan dekstran. menghasilkan aseton dan butanol. Leucanostoc masenteroides. digunakan untuk membuat keju. 4. Clostridium acetobutylicum. Bakteri ada yang menguntungkan dan ada yang merugikan di bidang pertanian. Bidang farmasi         Streptomyces griceus. digunakan untuk membuat nata de coco. Pembuatan biogas dan pengurai . Nitrosomonas dan Nitrosococcus. menghasilkan nitrit yang menyuburkan tanah. digunakan untuk membuat cuka. Azotobacter chlorococcum mampu menyuburkan tanah dengan mengikat nitrogen di udara. dan kesehatan manusia. menghasilkan polisakarida.Peranan bakteri dalam kehidupan Kalau mendengar kata bakteri. Streptomyces olivaceus. Jenis-jenis bakteri yang menguntungkan tersebut dapat digunakan sebagai pupuk hayati. la menyerang tubuh kita dan menggerogoti kesehatan dengan dayanya yang cenderung negatif. Acetobacter sp. Lactobacillus delbruecki. digunakan untuk membuat yoghurt. Acetobacter xylinum. untuk menghasilkan sianokobalamin vitamin B12. a. menghasilkan antibiotik aureomisin.

2. Neisseria gonorrhoea. penyebab penyakit sifilis (raja singa). Bacillus anthracis. Bakteri penyebab penyakit pada manusia            Mycobacterium tuberculosis. Salmonella typhosa. menjaga kebersihan badan (mandi dan mencuci tangan sebelum makan). penyebab penyakit radang paru-paru. penyebab meningitis. Clostridium sporangeus. penyebab penyakit tifus. Bacillus anthracis. penyebab penyakit kolera. yaitu penyakit radang selaput otak (meninges). penyebab penyakit lepra. Treponema pallidum. Mycobacterium leprae. dan istirahat. 3. Desulfovibrio desulfuricans. membantu proses pembusukan makanan dalam kolon manusia dan pembentuk vitamin K. . b. Methanobacterium omelianski dan Methanobacterium ruminatum. Upaya yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan adalah dengan cara menjaga kebersihan lingkungan. menguraikan asam amino menjadi amonia. kambing. menyebabkan penyakit antraks pada temak. penyebab penyakit kencing nanah. Bakteri penyebab penyakit pada hewan   Campylobacterfetus sp. hewan. penyebab keguguran pada sapi. menguraikan asam cuka (CH3COOH) menjadi metana (CH4) dan CO2. penyebab tumor pada tumbuhan dikotil. 1. Klebsiella pneumoniae penyebab infeksi saluran pernapasan Meningococcus. Shigella dysentriae. penyebab penvakit antraks. menguraikan nitrit dan menghasilkan N atau disebut denitrifikasi. dan tumbuhan atau menghasilkan toksin. penyebab penyakit disentri. serta radang usus manusia. Bakteri yang merugikan Bakteri dikatakan merugikan karena dapat menyebabkan penyakit pada manusia. Diplococcus pneumoniae. Vibrio cholerae. melakukan olahraga secara teratur. Thiobacillus denitrificans. Bakteri penyebab penyakit pada tumbuhan  Agrobacterium tumefaciens. makan makanan bergizi.     Escherichia coli. penyebab penyakit TBC. menguraikan bangkai dan menguraikan sulfat di tempat becek dan menghasilkan H2S.

menghasilkan antibiotik kloromisetin. Leuconostoc mesentroides. Pseudomnonas solanacearum. . menyerang tanaman pepaya. Bacillus brevis. menyebabkan makanan berlendir. Streptomyces venezuelae. Pseudomonas denitrificans dan Propioni bacterium. menyerang tanaman pisang. Bacterium papaye. Bakteri penghasil toksin       Pseudomonas cocovenenans. menghasilkan antibiotik tiromisin. menghasilkan racun asam bongkrek pada tempe bongkrek. menghasilkan vitamin B12. menghasilkan racun botulinurn pada makanan kaleng yang sudah rusak.   Pseudomonas cattleyae. Clostridium botulinum. rnenyerang tanaman anggrek. 4.

Ditinjau dari susunannya. silindris (bagian tengah) dan knop stylet (bagian pangkal). dan lain . Tipe odonostylet dijumpai pada nematoda parasit dari ordo Dorylaimida. Dari masing-masing filum tersebut dapat dibedakan lagi menjadi golongan . maka bentuk stylet dapat dibedakan menjadi dua tipe. yang disebut terakhir ini tidak akan dibicarakan dalam uraian uraian selanjutnya. FILUM ASCHELMINTHES Anggota filum Aschelminthes yang banyak dikenal berperan sebagai hama tanaman (bersifat parasit) adalah anggota klas Nematoda. sebab ada di antaranya yang berperan sebagai nematoda saprofag serta sebagai nematoda predator (pemangsa).ciri anggota klas Nematoda tersebut antara lain adalah : * Tubuh tidak bersegmen (tidak beruas) * Bilateral simetris (setungkup) dan tidak memiliki alat gerak * Tubuh terbungkus oleh kutikula dan bersifat transparan. Mollusca (siput). Dalam uraian berikut akan dibicarakan secara singkat tentang sifat-sifat morfologi luar anggota filum tersebut.Macam-macam jenis Hama Tanaman dan Cara Pengendalian HAMA TANAMAN 1. Dunia binatang (Animal Kingdom) terbagi menjadi beberapa golongan besar yang masingmasing disebut Filum. tidak semua sifat morfologi tersebut akan dipelajari dan yang dipelajari hanya terbatas pada morfologi “penciri” dari masing-masing golongan.dasar Perlintan akan dipelajari bentuk atau morfologi. khususnya morfologi luar (external morphology) binatang penyebab hama. Chordata (binatang bertulang belakang). Genus (Marga) dan Spesies (jenis). yaitu tipe stomatostylet dan odonostylet. yang styletnya tersusun atas conus dan silindris saja. Secara umum ciri . Beberapa contoh dari nematoda parasit ini antara lain adalah : . tunggau. Dari Klas ini kemudian digolongkan lagi menjadi Ordo (Bangsa) kemudian Famili (suku).golongan yang lebih kecil yang disebut Klas. Hal ini bertujuan untuk mempermudah dalam melakukan identifikasi atau mengenali jenis . A. tidak semua anggota klas Nematoda bertindak sebagai hama.lain).bagian conus (ujung). anggota klas nematoda yang bersifat saprofag digolongkan ke dalam nematoda non parasit dan untuk kelompok nematoda yang berperan sebagai hama tanaman dimasukkan ke dalam golongan nematoda parasit.jenis hama yang dijumpai di lapangan. dan Arthropoda (serangga. Beberapa filum yang anggotanya diketahui berpotensi sebagai hama tanaman adalah Aschelminthes (nematoda). Tipe stylet ini dijumpai pada nematoda parasit dari ordo Tylenchida. maka sebagai langkah awal dalam kuliah dasar . Untuk pembicaraan selanjutnya. MORFOLOGI UMUM HAMA Untuk mengenal berbagai jenis binatang yang dapat berperan sebagai hama. Namun. Tipe stomatostylet tersusun atas bagian . Namun demikian.

Keluarga tikus (fam. 1. Keluarga Bajing (fam. * Hirrschmanieella oryzae (vBrdH) pada akar tanaman padi sawah. tikus rumah (Rattus .benar merupakan hama tanaman. Pomacea ensularis canaliculata (keong emas). Namun. dan Sumatera pada daerha dengan ketinggian sampai 1500 m.rattus tiomanicus Muller). Pada bagian anterior dijumpai dua pasang antene yang masingmasing ujungnya terdapat mata.jenis tersebut antara lain bangsa kera (Primates). babi (Ungulata). C. Kalimantan. Binatang tersebut memiliki tubuh yang lunak dan dilindungi oleh cangkok (shell) yang keras. beruang (Carnivora). tembakau dan lain .lain. Sedang jenis C. sedang jika yang menyerang tikus maka lubang yang terbentuk lebih kecil serta tampak lebih teratur / rapi. sedang anus dan lubang pernafasan terdapat di bagian tepi mantel tubuh dekat dengan cangkok/shell.&Kl). pohon atau tempat lain yang tersembunyi. Anggota ordo Rodentina ini memiliki peranan penting sebagai perusak tanaman. Bekicot aktif pada malam hari serta hidup baik pada kelembaban tinggi. Pada ujung anterior sebelah bawah terdapat alat mulut yang dilengkapi dengan gigi parut (radula). Muridae) Ada beberapa jenis yang diketahui banyak menimbulkan kerusakan antara lain. nigrovittatus dapat dijumpai di Jawa. musang (Carnivora) serta bangsa binatang pengerat (ordo rodentina). sehingga setiap individu dapat menghasilkan sejumlah telur fertil. serta tikus sawah (Rattus-rattus argentiver_Rob. Gejala serangan hama bajing pada buah kelapa tampak terbentuknya lubang yang cukup lebar dan tidak teratur dekat dengan ujung buah. Lubang genetalia terdapat pada bagian samping sebelah kanan. tikus pohon (Rattus .* Meloidogyne sp. lombok. yang meliputi keluarga bajing dan tikus. Jenis pertama dijumpai pada daerah . nigrovittatus yang keduanya dikenal dengan nama “bajing”. * Pratylenchus coffae (Zimm) pada akar tanaman kopi.rattus diardi Jent). Jenis bajing ini umumnya banyak menimbulkan kerusakan pada tanaman kelapa namun beberapa jenis tanaman buah kadang . yaitu Callossciurus notatus Bodd. tidak semua binatang anggota klas Mammalia bertindak sebagai hama melainkan hanya beberapa jenis (spesies) saja yang benar . B. FILUM MOLLUSCA Dari filum Mollusca ini yang anggotanya berperan sebagai hama adalah dari klas Gastropoda yang salah satu jenisnya adalah Achatina fulica Bowd atau bekicot. . Pada siang hari biasanya bersembunyi pada tempat-tempat terlindung atau pada dinding-dinding bangunan. dan C. yang juga dikenal sebagai nematoda “puru akar” pada tanaman tomat. sehingga secara khusus perlu dibicarakan tersendiri. Bekicot atau siput bersifat hermaprodit. 2.kadang juga diserangnya. FILUM CHORDATA Anggota Filum Chordata yang umum dijumpai sebagai hama tanaman adalah dari klas Mammalia (Binatang menyusui).daerah di Indonesia dengan ketinggian sampai 9000 m di atas permukaan laut. Jenis . Sciuridae) Ada dua jenis yang penting.

Tubuh terbagi atas dua daerah (region). (tunggau daun teh). Morfologi dari mites ini antara lain. FILUM ARTHOPODA Merupakan filum terbesar di antara filum . Tikus pohon memiliki ukuran tubuh yang hampir sama dengan tikus rumah.kadang agak keabu-abuan.Tetranychus cinnabarinus Doisd. Anggota dari filum Arthropoda yang mempunyai peranan penting sebagai hama tanaman adalah klas Arachnida (tunggau) dan klas Insecta atau Hexapoda (serangga). Jumlah puting susunya ada 10 buah. . Jumlah putting susunya ada 10 buah. (tunggau merah pada anggrek). Pada pertumbuhan penuh panjang tubuhnya antara 16 .abuan atau hitam kecoklatan. atau hama tunggau merah / jingga pada daun ketela pohon. 1.Brevipalpus obovatus Donn. Klas Insekta (Hexapoda / serangga) .bagian satu pasang chelicerae (masing . D. Panjang ekor biasanya sama atau lebih pendek daripada panjang tubuh + kepala. Klas Arachnida Tanda . yaitu cephalothorax (gabungan caput dan thorax) dan abdomen.Tidak memiliki antene dan mata facet.Kaki empat pasang dan beruas .tanda morfologi yang khas dari anggota klas Arachnida ini adalah: .ciri tubuh antara lain bulu . Chelicerae tersebut membentuk alat seperti jarum sebagai penusuk. Panjang ekor biasanya lebih panjang daripada panjang tubuh + kepala.bulu tubuh bagian ventral berwarna keabuabuan atau biru keperakan.filum yang lain karena lebih dari 75 % dari binatangbinatanag yang telah dikenal merupakan anggota dari filum ini. segmentasi tubuh tidak jelas dan dilengkapi dengan bulu bulu (rambut) yang kaku dan cephhalothorax dijumpai adanya empat pasang kaki. yang anggotanya banyak berperan sebagai hama adalah dari ordo Acarina atau juga sering disebut mites (tunggau). Panjang tubuh sampai ke kepala antara 11 . . . Bulu tubuh bagian ventral putih bersih atau kadang .Tikus rumah dikenal pula sebagai tikus hitam karena warna bulunya hitam keabu . sebagian besar dari jenis-jenis hama tanaman juga termasuk dalam filum Arthropoda. Tikus sawah memiliki ciri .ruas.masing terdidi dari tiga segmen) dan satu pasang pedipaalpus.22 cm serta jumlah puting susu ada 12 buah.20 cm dan panjang ekor biasanya lebih panjang daripada panjang tubuh + kepala. Dalam klas Arachnida ini. Karena itu.Tenuipalpus orchidarum Parf. Beberapa jenis hama dari ordo Acarina antara lain adalah : . 2. . Alat mulut tipe penusuk dan pengisap yang memiliki bagian .

tipe larva ini dapat dikelompokkan menjadi : Campodeiform dan Scarabaeiform. Secara umum morfologi anggota klas Insekta ini adalah: . 2.Kaki tiga pasang.Tubuh terdiri atas ruas . antene dan lainnya. thorax dan abdomen. Apodus (Apodous). Berdasarkan sifat morfologinya. Tipe larva ini dijumpai pada larva ngengat / kupu (Lepidoptera) b. . karena bentuk-bentuk serangga muda tersebut juga memiliki ciri yang khas yang juga dapat digunakan dalam identifikasi. calon kaki. Kadang-kadang pupa terbungkus cocon yang dibentuk dari liur dan bulu dari larva. Tipe eksarat. Tipe larva a. Oligopoda. karena anggota serangga pada tiap . yakni pupa yang memiliki alat tambahan (calon) melekat pada tubuh pupa. Tipe obtecta. Tipe pupa dikelompokkan menjadi tiga tipe : a. tipe larva ini memiliki badan yang memanjang dan tidak memiliki kaki. kepala berkembang baik serta dilengkapi dengan kaki abdominal dan kaki thorakal. Memahami pengetahuan morfologi serangga tersebut sangatlah penting. Tipe larva ini dijumpai pada anggota ordo Diptera dan familia Curculionidae (Coleoptera). pada thorax. Sifat morfologi tersebut juga menyangkut morfologi serangga stadia muda. seperti calon sayap.ruas (segmen) dan terbagi dalam tiga daerah. b. . sedang uraian singkat tentang morfologi “penciri” pada beberapa ordo penting klas Insekta akan diberikan pada uraian selanjutnya.Anggota beberapa ordo dari klas Insekta dikenal sebagai penyebab hama tanaman. maka larva dan pupa serangga dapat dikelompokkan sebagai berikut : 1.Biasanya bersayap dua pasang. c. Kepala ada yang berkembang baik ada yang tidak. Tipe pupa Perbedaan bentuk pupa didasarkan pada kedudukan alat tambahan (appendages).Antene satu pasang. yaitu caput. namun ada yang hanya sepasang atau bahkan tidak bersayap sama sekali. yakni pupa yang memiliki alat tambahan bebas (tidak melekat pada tubuh pupa ) dan tidak terbungkus oleh cocon. namun ada beberapa yang bertindak sebagai musuh alami hama (parasitoid dan predator) serta sebagai serangga penyerbuk. Polipoda. . tipe larva ini memiliki ciri antara lain tubuh berbentuk silindris. .tiap ordo biasanya memiliki sifat morfologi yang khas yang secara sederhana dapat digunakan untuk mengenali atau menentukan kelompok serangga tersebut. Bentuk-bentuk serta ciri serangga stadia muda tersebut secara khusus kakan dibicarakan pada uraian tentang Metamorfose serangga.

Dua pasang sayap serta tiga pasang kaki terdapat pada thorax. Anggota dari ordo ini umumnya memilki sayap dua pasang. Sayap belakang membranus dan melebar dengan vena-vena yang teratur. Pada segmen (ruas) pertama abdomen terdapat suatu membran alat pendengar yang disebut tympanum. sedang pupa coartacta pada ordo Diptera. Pada bagian kepala dijumpai adanya sepasang antene. sepasang maxilla dengan masing . sepasang antene. yakni pupa yang mirip dengan tipe eksarat. Morfologi Beberapa Ordo Serangga yang Penting a. Namun beberapa di antaranya ada yang bersifat predator yang mingisap cairan tubuh serangga lain. A. Metamorfose sederhana (paurometabola) dengan perkembangan melalui tiga stadia yaitu telur --> nimfa ---> dewasa (imago).masing terdapat palpus maxillarisnya. Tipe coartacta.) .Belalang kayu (Valanga nigricornis Drum.) b.tiap segmen abdomen maupun thorax. Pada waktu istirahat sayap belakang melipat di bawah sayap depan. Sayap depan lebih sempit daripada sayap belakang dengan vena . Sayap depan menebal pada bagian pangkal (basal) dan pada bagian ujung membranus. sepasang mandibula. Eksuviae mengeras dan membentuk rongga untuk membungkus tubuh pupa dan disebut puparium. Umumnya memiliki sayap dua pasang (beberapa spesies ada yang tidak bersayap). tetapi eksuviar tidak mengelupas (membungkus tubuh pupa). pupa eksarat pada ordo Hymenoptera dan Coleoptera. Tipe pupa obtecta dijumpai pada anggota ordo Lepidoptera.Kecoa (Periplaneta sp. dan labium dengan palpus labialisnya. Alat . Bentuk nimfa dan dewasa terutama dibedakan pada bentuk dan ukuran sayap serta ukuran tubuhnya. Sayap belakang membranus dan sedikit lebih pendek daripada sayap depan. namun ada beberapa di antaranya yang bertindak sebagai predator pada serangga lain.c. Ordo Orthoptera (bangsa belalang) Sebagian anggotanya dikenal sebagai pemakan tumbuhan. Ordo Hemiptera (bangsa kepik) / kepinding Ordo ini memiliki anggota yang sangat besar serta sebagian besar anggotanya bertindak sebagai pemakan tumbuhan (baik nimfa maupun imago).Belalang sembah / mantis (Otomantis sp. Spiralukum yang merupakan alat pernafasan luar terdapat pada tiap . serta tiga buah mata sederhana (occeli). Bentuk sayap tersebut disebut Hemelytra. Beberapa jenis serangga anggota ordo Orthoptera ini adalah : . Ada mulutnya bertipe penggigit dan penguyah yang memiliki bagian-bagian labrum.vena menebal / mengeras dan disebut tegmina. Anus dan alat genetalia luar dijumpai pada ujung abdomen (segmen terakhir abdomen).) . mata facet dan occeli.alat tambahan lain pada caput antara lain : dua buah (sepasang) mata facet. .

Alat mulut juga bertipe pencucuk pengisap dan rostumnya muncul dari bagian posterior kepala.) . Baik nimfa maupun dewasa umumnya dapat bertindak sebagai hama tanaman.Walang sangit (Leptorixa oratorius Thumb. Sayap depan anggota ordo Homoptera memiliki tekstur yang homogen. Tipe metamorfose sederhana (paurometabola) yang perkembangannya melalui stadia : telur ---> nimfa ---> dewasa. Ordo Homoptera (wereng.Tipe alat mulut pencucuk pengisap yang terdiri atas moncong (rostum) dan dilengkapi dengan alat pencucuk dan pengisap berupa stylet. Pada ordo Hemiptera. Metamorfose bertipe sederhana (paurometabola) yang dalam perkembangannya melalui stadia : telur ---> nimfa ---> dewasa. .Kepik hijau (Nezara viridula L) .anggotanya ada yang bertindak sebagai hama tanaman. namun ada juga yang bertindak sebagai predator (pemangsa) bagi serangga lain.) .olah terbagi menjadi dua (terbelah tepat di tengah-tengah bagian dorsal). bisa keras semua atau membranus semua.Kutu loncat lamtoro (Heteropsylla sp. Sayap terdiri dari dua pasang. rostum tersebut muncul pada bagian anterior kepala (bagian ujung). Bnetuk nimfa memiliki sayap yang belum sempurna dan ukuran tubuh lebih kecil dari dewasanya. Apabila istirahat. Pada alat mulut ini terbentuk dua saluran. kutu dan sebagainya) Anggota ordo Homoptera memiliki morfologi yang mirip dengan ordo Hemiptera.). Perbedaan pokok antara keduanya antara lain terletak pada morfologi sayap depan dan tempat pemunculan rostumnya.) . d. Sayap belakang membranus dan jika sedang istirahat melipat di bawah sayap depan.Wereng coklat (Nilaparvata lugens Stal. Serangga anggota ordo Homoptera ini meliputi kelompok wereng dan kutu-kutuan. Beberapa contoh serangga anggota ordo Hemiptera ini adalah : .Kutu putih daun kelapa (Aleurodicus destructor Mask. Rostum tersebut beruas . elytra seolah . Alat-alat tambahan baik pada kepala maupun thorax umumnya sama dengan anggota Hemiptera. yakni saluran makanan dan saluran ludah.Bapak pucung (Dysdercus cingulatus F) c. Sayap depan mengeras dan menebal serta tidak memiliki vena sayap dan disebut elytra.ruas memanjang yang membungkus stylet. Ordo Coleoptera (bangsa kumbang) Anggota . seperti : . sedang sayap belakang bersifat membranus.

umumnya mandibula berkembang dengan baik. Beberapa jenisnya antara lain : . Pada serangga dewasa.Penggerek batang padi kuning (Tryporiza incertulas Wlk) . namun ada beberapa yang tidak berkaki (apoda). Serangga dewasa umumnya sebagai pemakan/pengisap madu atau nektar.bagian pangkal yang berbentuk kerucut disebut rostum . khususnya dari suku Curculionidae alat mulutnya terbentuk pada moncong yang terbentuk di depan kepala. Serangga dewasa hanya memiliki satu pasang sayap di depan. sedang sayap belakang mereduksi menjadi alat keseimbangan berbentuk gada dan disebut halter. pengisap darah.Alat mulut bertipe penggigit-pengunyah. membranus dan tertutup oleh sisik .Kumbang buas (predator) Coccinella sp. hanya stadium larva (ulat) saja yang berpotensi sebagai hama. pengisap.Kumbang badak (Oryctes rhinoceros L) . Pada kepalanya juga dijumpai adanya antene dan mata facet.Ulat grayak pada tembakau (Spodoptera litura) f.sisik yang berwarna . Pada beberapa jenis. sedang larvanya memiliki tipe penggigit.Kupu gajah (Attacus atlas L) .warni. Sayap terdiri dari dua pasang. alat mulut berupa tabung yang disebut proboscis. Larva umumnya memiliki kaki thoracal (tipe oligopoda). palpus maxillaris dan mandibula biasanya mereduksi. predator dan parasitoid. Ordo Diptera (bangsa lalat. Metamorfose bertipe sempurna (holometabola) yang perkembangannya melalui stadia : telur ---> larva ---> kepompong (pupa) ---> dewasa (imago). nyamuk) Serangga anggota ordo Diptera meliputi serangga pemakan tumbuhan. e. atau pencucuk pengisap. Beberapa contoh anggotanya adalah : . Tipe alat mulut bervariasi. Ordo Lepidoptera (bangsa kupu/ngengat) Dari ordo ini. Metamorfose bertipe sempurna (Holometabola) yang perkembangannya melalui stadia : telur ---> larva ---> kepompong ---> dewasa. memiliki baik kaki thoracal maupun abdominal. Kepompong tidak memerlukan pakan dari luar (istirahat) dan bertipe bebas / libera. tetapi umumnya memiliki tipe penjilatpengisap. Larva bertipe polipoda. sedang pupanya bertipe obtekta. tergantung sub ordonya. Pada kepala dijumpai adanya alat mulut seranga bertipe pengisap. namun beberapa diantaranya ada yang predator. tetapi palpus labialis berkembang sempurna. Pada tipe penjilat pengisap alat mulutnya terdiri dari tiga bagian yaitu : .Kumbang janur kelapa (Brontispa longissima Gestr) .

) . mata facet dan occelli.) . Metamorfose tidak sempurna (Hemimetabola). Metamorfose sempurna (Holometabola) yang melalui stadia : telur-> larva--> kepompong ---> dewasa.Apanteles artonae Rohw. tabuhan.vena yang jelas dan pada kepala dijumpai adanya mata facet yang besar. Chalcididae. Ichnemonidae. Sayap dua pasang dan bersifat membranus. Ordo Odonata (bangsa capung / kinjeng) Memiliki anggota yang cukup besar dan mudah dikenal.lalat predator pada Aphis (Asarcina aegrota F) .lalat parasitoid (Diatraeophaga striatalis). Beberapa contoh anggotanya adalah : . pada stadium larva dijumpai adanya alat tambahan berupa insang dan hidup di dalam air. Sayap depan umumnya lebih besar daripada sayap belakang.bagian tengah yang berbentuk silindris disebut haustellum .. namun ada pula yang bertindak sebagai hama. . (parasit telur penggerek tebu / padi). .lalat buah (Dacus spp. Trichogrammatidae dikenal sebagai tabuhan parasit penting pada hama tanaman. Ordo Hymenoptera (bangsa tawon.bagian ujung yang berupa spon disebut labellum atau oral disc. Tipe alat mulut penggigit atau penggigit-pengisap yang dilengkapi flabellum sebagai alat pengisapnya. g. Larva tidak berkaki (apoda_ biasanya hidup di sampah atau sebagai pemakan daging. Beberapa contoh anggotanya antara lain adalah : . h.lalat rumah (Musca domesticaLinn. parasitoid dan predator. (parasit kumbang Brontispa).Tetratichus brontispae Ferr. Metamorfosenya sempurna (holometabola) yang perkembangannya melalui stadia : telur ---> larva ---> kepompong ---> dewasa. Sayap terdiri dari dua pasang dan membranus. semut) Kebanyakan dari anggotanya bertindak sebagai predator / parasitoid pada serangga lain dan sebagian yang lain sebagai penyerbuk. (tabuhan parasit ulat Artona). . Pada kepala dijumpai adanya antene (sepasang).Trichogramma sp. Anggota famili Braconidae. Pada capung besar dijumpai vena . Pupa bertipe coartacta.

hama penggulung. Anggota filum Chordata lain yang juga berpotensi menjadi hama tanaman adalah kera (Primates) dan babi (Ungulata). Berdasarkan pada cara merusak dan gejala kerusakan yang ditimbulkannya. RANGKUMAN Mengenal sifat . seperti beberapa jenis trips. maka hama-hama penyebab kerusakan pada tanaman dapat digolongkan menjadi beberapa tipe. 2. misalnya anggota dari ordo Tylenchida. yakni tikus dan bajing merupakan anggota filum Chordata yang menjadi hama penting pada beberapa jenis tanaman.sifat morfologi luar dari binatang penyebab hama merupakan hal yang penting untuk mempermudah mengenali jenis . Achatina fulica merupakan salah satu anggota filum Mollusca yang diketahui sering merusak berbegai jenis tanaman. Chordata dan Athropoda. hama pemakan. yakni Filum Aschelminthes. hama penyebab busuk buah. Dalam filum Aschelminthes. dengan mempelajari berbagai tipe gejala serangan akan memepermudah untuk mengetahui jenis hama penyebab kerusakan yang dijumpai di lapangan. Gejala kerusakan dalam bentuk intensitas serangan hama dapat juga digunakan untuk menduga tingkat populasi hama di lapangan. Mollusca. Namun demikian. anggota filum ini khususnya dalam klas Arachida sebagian besar bertindak sebagai musuh alami hama. hama pengisap. yaitu hama penyebab gejala puru (gall).Anggota-anggotanya dikenal sebagai predator pada beberapa jenis serangga keecil yang termasuk hama. wereng. dan hama pengorok (miner) RANGKUMAN Jenis . Dengan tipe alat mulut tertentu. Bahkan lebih jauh dari itu dapat pula digunakan untuk menduga cara hidup ataupun untuk menaksir populasi hama yang bersangkutan.jenis serangga dapat dikelompokkan berdasarkan tipe alat mulutnya. Arthropoda merupakan filum terbesar dalam jumlah anggotanya.jenis hama yang ada di lapangan. “Giantsnail”. sehingga sebagian besar jenis hama tanaman merupakan anggota filum ini. Ada beberapa filum dalam dunia binatang yang sebagian dari anggotanya berpotensi menjadi hama tanaman. Karena itu.jenis hama penyebab yang dijumpai di lapangan. serangga hama dalam merusak tanaman akan mengakibatkan gejala kerusakan yang khas pada tanaman yang diserangnya. kutu loncat serta ngengat penggerek batang padi. sedang dari klas Insekta sebagian dari anggotanya menjadi hama penting pada berbagai jenis tanaman dan yang lain ada pula yang berperan sebagai musuh alami hama. Dengan tipe alat mulut tertentu. CARA MERUSAK DAN GEJALA KERUSAKAN Pembicaraan mengenai cara merusak dan gejala merusak yang diakibatkan oleh serangan hama khususnya dari serangga tidak dapat lepas dari pembicaraan mengenai morfologi alat mulut serangga hama. baik tahunan maupun tanaman semusim. perusakan tanaman oleh serangga akan meninggalkan gejala kerusakan yang khas pada tanaman. Anggota ordo Rodentia. Oleh karena itu. anggota klas nematoda banyak yang berperan sebagai hama tanaman. dengan mempelajari berbagai tipe gejala ataupun tanda serangan akan dapat membantu dalam mengenali jenis . . hama penggerek.

PENGENDALIAN MEKANIK Pengendalian mekanik mencakup usaha untuk menghilangkan secara langsung hama serangga yang menyerang tanaman. Pengendalian hama tidak dimaksudkan untuk meenghilangkan spesies hama sampai tuntas. Lelesan dilakukan oleh petani kopi untuk menyortir buah kopi dari lapangan yang terserang oleh bubuk kopi (Hypotheneemus hampei) B. melainkan hanya menekan populasinya sampai pada aras tertentu ynag secara ekonomi tidak merugikan. Pengendalian dengan varietas tahan 5. 3. hama pengisap. Pengendalian hama dengan cara bercocok tanam 6. TAKTIK PENGENDALIAN Pada dasarnya.daerah yang upah tenaga kerjanya masih relatif murah. Ulat yang telah terkumpul itu kemudian dibakar atau dimusnahkan. Rogesan sering dipraktekkan oleh petani tebu (di Jawa) untuk mencari ulat penggerek pucuk tebu (Scirpophaga nivella) dengan mengiris sedikit demi sedikit pucuk tebu yang menunjukkan tanda serangan. Contoh pengendalian mekanis yang dilakukan di Australia adalah mengambil ulat-ulat atau siput secara langsung yang sedang menyerang tanaman kubis.faktor fisik yang dapat mempengaruhi perkembangan hama. Pengendalian kimiawi A. sehingga memberi kondisi tertentu yang menyebabkan hama sukar untuk hidup. Cara pengendalian hama ini sampai sekarang masih banyak dilakukan di daerah . pengendalian hama merupakan setiap usaha atau tindakan manusia baik secara langsung maupun tidak langsung untuk mengusir. hama penggulung.ulat yang berada di pucuk tembakau. Taktik pengendalian yang akan diuraikan berikut ini mengacu pada buku karangan Metcalf (1975) dan Matsumura (1980) yang terdiri dari : 1. Oleh karena itu. Pengendalian hama dengan sanitasi dan eradikasi 7. Untuk mengendalikan hama ini para petani pada pagi hari turun ke sawah untuk mengambil dan mengumpulkan ulat . Pengendalian secara fisik 3. menghindari dan membunuh spesies hama agar populasinya tidak mencapai aras yang secara ekonomi merugikan. Mengambil hama yang sedang menyerang dengan tangan secara langsung atau dengan melibakan tenaga manusia telah banyak dilakukan oleh banyak negara pada permulaan abad ini. ada tujuh tipe yaitu hama penyebab puru (gall). .Berdasarkan cara merusak dan tipe gejala. PENGENDALIAN FISIK Pengendalian ini dilakukan dengan cara mengatur faktor . Pengendalian secara mekanik 2. hama pemakan. Pengendalian mekanis ini biasanya bersifat manual. hama penggerek. hama penyebab busuk buah dan hama penggorok (miner). Falsafah pengendalian hama yang harus digunakan adalah Pengelolaan / Pengendalian hama Terpadu (PHT) yang dalam implementasinya tidak hanya mengandalkan satu taktik pengendalian saja. taktik pengendalian apapun yang diterapkan dalam pengendalian hama haruslah tetap dapat dipertanggungjawabkan secara ekonomi dan secara ekologi. Pengendalian hayati 4. Pengendalian mekanis juga telah lama dilakukan di Indonesia terutama terhadap ulat pucuk daun tembakau oleh Helicoverpa sp.

serangga ini sekarang telah dimanfaatkan sebagai agensia pengendali hayati terhadap hama kutu perisai (Aspidiotus destructor) pada tanaman kelapa. kemudian memakan atau mengisap cairan tubuh mangsa sampai mati. Tersedianya banyak makanan dan tidak adanya agen . maka harus dapat beradaptasi dulu dengan lingkungan tempat hidup serangga hama.cara tersebut dapat menyebabkan kondisi tertentu yang tidak cocok bagi pertumbuhan serangga. dan sifat predator secara aktif mencari mangsanya. Bahan-bahan tersebut biasanya disimpan di tempat yang kedap udara sehingga serangga yang bearada di dalamnya dapat mati lemas oleh karena CO2 dan nitrogen. Beberapa jenis parasit dari anggota tabuhan (Hymenoptera). Di suatu daerah hampir semua serangga dan tunggau mempunyai sejumlah musuh . Contoh lain serangga yang bersifat sebagai predator adalah Chilocorus. Beberapa kumbang Coccinella merupakan predator aphis atau jenis serangga lain yang baik pada fase larva maupun dewasanya. Parasit harus mempunyai siklus hidup yang lebih pendek daripada inangnya dan mampu berkembang lebih cepat dari inangnya.Bahan . Sebaliknya predator mempunyai ukuran tubuh yang lebih besar sari serangga yang dikendalikan (prey). meletakkan telurnya didalam tubuh inang dan setelah dewasa serangga ini akan meninggalkan inang dan mencari inang baru untuk meletakkan telurnya. Untuk mengendalikan nematoda dapat dilakukan dengan penggenangan karena tanah yang mengandung banyak air akan mendesak oksigen keluar dari partikel tanah. karena cara . Siklus hidup parasit waktunya harus sinkron dengan inangnya sehingga apabila saat populasi inang meningkat maka saat peningkatan populasi parasit tidak terlambat datangnya. meningkatnya populasi tunggau di Australia diakibatkan meningkatnya penggunaan DDT. dan parasit ini selama atau sebagian waktu dalam siklus hidupnya berada di dalam atau menempel pada inang.bahan simpanan sering diperlakukan denagn pemanasan (pengeringan) atau pendinginan. Sebagai contoh. Pengolahan tanah dan pengairan dapat pula dimasukkan dalam pengendalian fisik. C. Agar predator dan tanaman ini sukses sebagai agen pengendali biologis terhadap serangga.agen pengendali alami akan menyebabkan meningkatnya populasi hama. . Umumnya parsit merusak tubuh inang selama peerkembangannya. Cara ini dimaksudkan untuk membunuh atau menurunkan populasi hama sehingga dapat mencegah terjadinya peledakan hama. Dengan hilangnya kandungan O2 dalam tanah. Parasit dan predator juga harus bersifat spesifik terhadap hama dan mampu mencari dan membunuhnya. Parasit selalu berukuran lebih kecil dari organisme yang dikendalikan oleh (host). karena pada umumnya predator ini mempunyai siklus hidup yang lebih lama daripada inangnya dan setiap individu predator mampu memangsa beberapa ekor hama.musuh alami. Predator dan parasit itu harus dapat beradaptasi dengan cepat pada lingkungan yang baru. Predator tidak perlu mempunyai siklus hidup yang sama dengan inangnya. PENGENDALIAN HAYATI Pengendalian hayati adalah pengendalian hama dengan menggunakan jenis organisme hidup lain (predator. Populasi hama ini dapat pula meningkat akibat penggunaan bahan-bahan kimia yang tidak tepat sehingga dapat membunuh musuh-musuh alaminya. Dua jenis organisme yang digunakan untuk pengendalian hayati terhadap serangga dan tunggau adalah parasit dan predator. parasitoid. pathogen) yang mampu menyerang hama. nematoda tidak dapat hidup lebih lama.

virus dan protozoa. Virus tersebut masuk dan memperbanyak diri dalam sel inang sebelum menyebar ke seluruh tubuh. Parasit yang didatangkan dari suatu daerah. Beberapa parasit fase dewasa memerlukan polen dan nektar. misal Bacillus thuringiensis secara komersial diperdagangkan dalam bentuk spora. menyebar dan dapat berfungsi sebagai agen pengendali biologis yang efektif. bahan tersebut telah banyak digunakan di AS. Jenis virus yang telah digunakan untuk mengendalikan hama adalah Baculovirus untuk menekan populasi Orycetes rhinoceros. Selain menggunakan parasit dan predator. Selama pemeliharaan di dalam karantina. Pada kondisi lingkungan yang cocok beberapa jenis penyakit akan menajdi wabah epidemis. spesies Beauveria untuk mengendalikan ulat dan Metarrhizium anisopliae sekarang sudah dikembangkan secara masal dengan medium jagung. kemudian virus tersebut menuju ke rongga tubuh akhirnya inang akan mati. serangga-serangga ini dapat diberi pakan dengan pakan buatan atau mungkin dapat pula digunakan inangnya yang dilepaskan pada tempat pemeliharaan. Nuclear polyhidrosis virus yang telah digunakan untuk mengendalikan hama Heliothis zeae pada tongkol jagung. mempunyai keperidian dan kecepatan hidup yang tinggi serta memiliki kemampuan meenyebar yang cepat pada suatu daerah dan serangga . mula . sehingga akhirnya larva akan mati. Metode pengelolaan agen pengendali biologi terhadap serangga hama meliputi : . Eropa dan Australia.sel yang terserang menjadi besar. Beberapa jenis bakteri. Jamur dapat pula digunakan untuk mengendalikan serangga hama. Jamur ini digunakan untuk mengendalikan larva Orycetes rhinoceros yang imagonya merupakan penggerek pucuk kelapa. maka akhirnya bakteri akan berkembang di dalam usus serangga hama. Setelah dilepaskan di lapangan populasi parasit ini harus dapat dimonitor untuk mengetahui apakah parasit iru sudah mapan. Yang bersifat rentan terhadap bahan ini adalah fase ulat. Penyakit tersebut secara drastis mampu menekan populasi hama hanya dalam beberapa hari. akhirnya bakteri itu menembus usus dan masuk ke dalam tubuhnya. dan bilamana ulat-ulat itu makan spora.serangga itu secara efektif mampu mencari inang atau mangsanya. Inti dari sel . sebagai contoh Entomorpha digunakan untuk mengendalikan Aphis yang menyerang alfafa. untuk menekan populasi serangga hama dapat pula memanfaatkan beberapa pathogen penyebab penyakit pada serangga. Lebih dari 200 jenis virus mampu menyerang serangga.mula dipelihara dahulu di karantina selama beberapa saat agar serangga ini mampu beradaptasi dan berkembang. dan bila memungkinkan serangga ini mampu mengurangi populasi hama relatif lebih cepat dalam beberapa tahun. Contoh pengendalian biologis yang pernah dilakukan di Australia adalah pengendalian Aphis dengan menggunakan tabuhan chalcid atau pengendalian kutu yang menyerang jeruk dengan menggunakan tabuhan Aphytes. dan bakteri ini dipergunakan untuk menyemprot tanaman seperti halnya insektisida.Baik parasit maupun predator mempunyai ratio jantan dan betina yang besar. sehingga untuk pelepasan dan pengembangan parasit pada suatu daerah. serangga bersifat rentan terhadap penyakit yang disebabkan oleh bakteri. yang perlu diperhatikan adalah daerah tersebut banyak tersedia polen dan nektar yang nanti dapat digunakan sebagai pakan tambahan. cendawan. Seperti halnya dengan binatang lain.

aroma atau rasa dan banyaknya rambut sehingga menyulitkan serangga untuk meletakkan telur. dapat menurutkan kemampuan berkembang biak dari hama dan memperbesar kematian serangga. karena sebenarnya tidak dilakukan pembunuhan terhadap hama secara langsung. Dengan mengganti jenis tanaman pada setiap musim. E. Antibiosis Tanaman . pengendalian terhadap Empoasca pada tanaman kapas.1. yakni upaya mendatangkan musuh alami dari luar (exotic) ke wilayah yang baru (ada barier ekologi). Toleransi Tanaman yang memiliki kemampuan melawan serangan serangga dan mampu hidup terus serta tetap mampu berproduksi. makan atau berlindung. Contoh pengendalian hama yang telah memanfaatkan varietas tahan adalah pengendalian terhadap wereng coklat pada tanaman padi. D. PENGENDALIAN DENGAN VARIETAS TAHAN Beberapa varietas tanaman tertentu kuran dapat diserang oleh serangga hama atau kerusakan yang diakibatkan oleh serangan hama relatif lebih kecil bila dibandingkan dengan varietas lain. Sifat sifat tersebut dapat berupa tekstur. Tanaman kapas yang mengandung senyawa gossypol dengan kadar tinggi mempunyai ketahanan yang lebih baik bila dibandingkan dengan yang mengandung kadar yang lebih rendah. Tanaman ini akan mempengaruhi banyaknya bagian tanaman yang dimakan hama. parasit dan predator lokal yang telah ada diperbanyak secara massal pada kondisi yang terkontrol di laboratorium sehingga jumlah agensia sangat banyak. 3. Pengendalian ini merupakan usaha untuk mengubah lingkunagn hama dari keadaan yang cocok menjadi sebaliknya. sehingga dapat dilepas ke lapangan dalam bentuk pelepasan inundative. PENGENDALIAN HAMA DENGAN PENGATURAN CARA BERCOCOK TANAM Pada dasarnya pengendalian ini merupakan pengendalian yang bekerja secara alamiah. yakni upaya pelestarian keberadaan musuh alami di suatu wilayah dengan antara lain melalui pengelolaan habitat. dapat dikatakan sebagai tanaman yang toleran terhadap hama. 2. Konservasi. karena bahan kimia ini bekerja sebagai antibiosis terhadap jenis serangga tertentu.tanaman yang mengandung toksin (racun) biasanya memberi pengaruh yang kurang baik terhadap serangga. Mekanisme ketahanan tersebut secara kasar dapat dibedakan menjadi tiga kelompok yaitu : 1. Introduksi. dan keadaan ini berhubungan dengan fase pertumbuhan dan kerapatan hama yang menyerang pada suatu saat. 2. pengendalian terhadap kutu loncat pada lamtoro. Augmentasi. Pada satu spesies tanaman dapat pula terjadi bahwa satu tanaman kurang dapat terserang serangga dibanding yang lain. berarti akan memutus . 3. Varietas tahan tersebut mempunyai satu atau lebih sifat-sifat fisik atau fisiologis yang memungkinkan tanaman tersebut dapat melawan terhadap serangan hama. Toleransi ini sering juga tergantung pada kemampuan tanaman untuk mengganti jaringan yang terserang. Non prefens Jenis tanaman tertentu mempunyai sifat fisik dan khemis yang tidak disukai serangga. warna. Tanaman yang demikian dikatakan bersifat antibiosis. Hal ini disebabkan adanya perbedaan sifat yang ada sehingga dapat lebih menarik lagi bagi serangga untuk memakan atau meletakkan telur.

2 bulan atau mengganti dengan tanaman selain padi. para petani pada ummnya akan menanam padi . Eradikasi total dilakukan terhadap pertanaman statdia vegetatif dengan intensitas serangan virus lebih besar dari 25 % atau pada padi stadia generatif dengan intensitas serangan virus . Dengan tanam serentak diharapkan tidak terjadi tumpang tindih generasi hama. Pada musim kemarau sawah yang belum ditanami agar dilakukan pengolahan tanah terlebih dahulu. Pada daerah serangan berat eradikasi hendaknya diikuti pemberoan selama 1 . Untuk daerah-daerah yang berpengairan baik. Eradikasi selektif dilakukan pada padi stadia vegetatif yang terserang virus dengan intensitas sama dengan atau kurang dari 25 % atau padi stadia generatif dengan intensitas serangan virus kurang dari 75 %.padi.semak. sehingga lebih mudah memantau dan menjamin efektifitas pengendalian. atau dengan kata lain varietas yang ditanam relatif mempunyai umur sama.cara pengaturan pola tanam yang telah diterapkan pada pengendalian wereng coklat adalah : a. Cara ini dimaksudkan untuk menghentikan berkembangnya populasi wereng. F. Sebagai contoh dalam pengendalian hama wereng coklat (Nilaparvata lugens) diatur pola tanamnya. yakni setelah padi . Hal ini dimaksudkan untuk membunuh serangga-serangga yang hidup di dalam tanah. 2). Cara . baik berupa tanaman yang diusahakan manusia maupun tanaman liar (misal rumput. Pada pengendalian ini diusahakan supaya digunakan varietas yang mempunyai tetua berbeda. Kebaikan dari pengendalian hama dengan mengatur pola tanam adalah dapat memperkecil kemungkinan terbentuknya hama biotipe baru. namun pada saat bero dianjurkan pula membersihkan semak-semak atau turiang-turiang yang ada. Cara di atas dapat pula diterapkan pada hama lain. pada periode berikutnya supaya diganti dengan palawija. khususnya yang memiliki inang spesifik. Pada daerah serangan hama wereng yang juga merupakan daerah serangan virus. Pergiliran varietas tahan. Pergiliran tanaman meliputi areal minimal satu WKPP dengan umur tanaman relatif sama. dan membunuh rerumputan yang mungkin merupakan inang pengganti suatu hama tertentu. Kalau pola demikian tidak dapat diubah maka teknik pengendalian yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan pergiliran varietas yang ditanam. Contoh pengendalian dengan eradikasi terhadap serangan hama wereng coklat adalah : a. Kebersihan lingkungan tidak hanya terbatas di sawah yang ada tanamannya.padi sepanjang tahun. Pada pengendalian dengan cara sanitasi eradikasi dititikberatkan pada kebersihan lingkungan di sekitar pertanaman. b. memberikan pengudaraan (aerasi). eradikasi dilakukan pada tanaman padi yang telah puso.tersedianya makanan bagi hama-hama tertentu. eradikasi dilakukan sebagai berikut : 1).lain). gulam dan lain . dengan demikian dapat menghambat terbentuknya wereng biotipe baru. Tanam serentak meliputi satu petak tersier (wikel) dengan selisih waktu maksimal dua minggu dan selisih waktu panen maksimal 4 minggu. semak . karena penyemprotan dapat dilakukan serentak pada areal yang luas. Pada daerah serangan wereng coklat tetapi bukan merupakan daerah serangan virus. c. b. PENGENDALIAN HAMA DENGAN SANITASI DAN ERADIKASI Beberapa jenis hama mempunyai makanan.

lain. Racun kronis : yaitu racun yang bekerjanya sangat lambat sehingga untuk mematikan hama membutuhkan waktu yang sangat lama. Contoh : Mitac 200 EC. dengan demikian serangga yang terkumpul akan lebih mudah terbunuh). Contoh : racun tikus Klerat RMB. Insektisida dapat pula dibagi menurut jenis aktivitasnya. b. kemudian membakar atau membenamkan ke dalam tanah. Contoh : Ronstar ODS 5 / 5 Saturn D. Nematisida : yaitu racun yang digunakan untuk memberantas jasad pengganggu yang berupa cacing . tikus. Menurut sifat kecepatan meracun. Kelompok utama pestisida yang digunakan untuk mengendalikan serangga hama dengan tunggau adalah insektisida. Contoh : Bassa 50 EC Kiltop 50 EC dan lain . PENGENDALIAN KIMIA Bahan kimia akan digunakan untuk mengendalikan hama bilamana pengendalian lain yang telah diuarikan lebih dahulu tidak mampu menurunkan populasi hama yang sedang menyerang tanaman. Kasumin 20 AB. Cara melakukan eradikasi adalah dengan membabat tanaman yang terserang hama. Contoh : Klerat RM. anti feedan (senyawa ini dapat menghindarkan dari serangan suatu serangga) dan khemosterilan (yang dapat menyebabkan kemandulan bagi serangga yang terkena). Fujiwan 400 EC. Akarisida : yaitu racun yang digunakan untuk mengendalikan jasad pengganggu yang berupa tunggau. Racumin. . Contoh : Ffenazin . Dalsene MX 2000. f.lain. sedang jenis pestisida yang lain diberi nama masing-masing sesuai dengan hama sasarannya. Dengan demikian penggolongan pestisida berdasar jasad sasaran dibagi menjadi : a. G. e. Bakterisida : yaitu racun yang digunakan untuk mengendalikan penykit tanaman yang disebabkan oleh bakteri. Contoh : Rabcide 50 WP. atraktan (bahan yang dapat menarik serangga. d.lebih besar sama dengan 75 %. Namun ada pula jenis lain yang bersifat sebagai repelen (jenis ini digunakan untuk mencegah serangga yang akan menyerang tanaman). Contoh : Furadan 3 G. akarisida dan fumigan. Bromodoiline dan lain .cacing parasit yang biasa menyerang akar tanaman. Herbisida : adalah pestisida yang digunakan untuk mengendalikan gulam (tanaman pengganggu). g. Rodentisida : yaitu racun yang digunakan untuk memberantas binatang . Petracrex 300 EC. pestisida digolongkan menjadi : 1. Insektisida : yaitu racun yang digunakan untuk memberantas jasad pengganggu yang berupa serangga. Fungisida : digunakan untuk memberantas jasad yang berupa cendawan (jamur). Daconil 75 WP.oksida (Staplex 10 WP).5 . c. seperti misalnya tupai. Kebanyakan insektisida bersifat racun bilamana bersentuhan langsung atau tertelan serangga.binatang mengerat. Caumatatralyl.

Minyak dan sabun. b. Contoh : Bassa 50 EC. rotenon. Racun kontak mungkin diformulasikan sebagai cairan semprot atau sebagai serbuk. .bahan makanan serangga harus tertutup rata oleh racun pada dosis lethal sehingga hama yang makan dapat mati.2. Ada 4 cara aplikasi racun perut terhadap serangga : a. Akibatnya hama mati. Ditinjau dari cara bekerjanya.belalang dan kumbang). Selagi hama itu lewat biasanya antene dan kaki akan bersentuhan dengan insektisida atau bahkan insektisida itu tertelan. pestisida dibagi menjadi : 1. namun bahan ini dapat pula digunakan terhadap hama yang menyerang tanaman dengan cara mengisap dan menjilat. Yang digolongkan sebagai insektisida kontak adalah : a. dan di sinilah terjadi peracunan dalam jumlah besar. 2. Toxaphene. Racun kontak Insektisida ini masuk ke dalam tubuh serangga melalui permukaan tubuhnya khususnya bagian kutikula yang tipis. Racun kontak itu dapat diaplikasikan langsung tertuju pada jasad sasaran atau pada permukaan tanaman atau pada tempat . c. Insektisida ditaburkan sepanjang jalan yang bisa dilalui hama. b. Racun akut : adalah racun yang bekerjanya sangat cepat sehingga kematian serangga dapat segera diketahui setelah racun tersebut mengenai tubuhnya. d. Insektisida diaplikasikan pada makanan alami serangga sehingga bahan tersebut termakan oleh serangga sasaran. bahan . dan racun ini diserap oleh tanaman atau tubuh binatang piaraan kemudian tersebar ke seluruh bagian tanaman atau badan sehingga apabila serngga hama tersebut mengisap cairan tanaman atau cairan dari tubuh binatang (terutama hama yang mempunyai tipe mulut pengisap. DDT. Insektisida dicampur dengan bahan atraktan dan umpan itu ditempatkan pada suatu lokasi yang mudah ditemukan serangga. Chlordan. Racun kontak yang telah melekat pada serangga akan segera masuk ke dalam tubuh dan disinilah mulai terjadi peracunan. Bahan kimia yang berasal dari kestrak tanamaan. lekukan-lekukan yang terbentuk dari lempengan tubuh. Bahan makanan itu dapat berupa daun. misal pada bagian daerah perhubungan antara segmen. seperti misalnya nikotin. Senyawa sintesis organik. pirethrum. bulu-bulu / rambut binatang. Baycarb 50 EC dan lain .tempat tertentu yang biasa dikunjungi serangga. Bahan insektisida ini disemprotkan pada bagian yang dimakan serangga sehingga racun tersebut akan tertelan masuk ke dalam usus. Kiltop 50 EC. Insektisida diformulasikan dalam bentuk sistemik. pada bagian pangkal rambut dan pada saluran pernafasan (spirakulum). c. misal BHC. Phosphat organik.lain. Racun perut Racun ini terutama digunakan untuk mengendalikan serangga yang mempunyai tipe alat mulut pengunyah (ulat. Dalam aplikasinya. misal Aphis) dan bila dosis yang diserap mencapai dosis lethal maka serangga akan mati.

5. Contoh : Applaud 10 WP terhadap wereng coklat. 3. batang maupun daun. Racun pernafasan Bahan insektisida ini biasanya bersifat mudah menguap sehingga masuk ke dalam tubuh serangga dalam bentuk gas.logam berat (air raksa dan tembaga).Golongan insektisida yang termasuk jenis ini adalah fluorida. nitrofenol. Racun penghambat khitin Racun ini bekerja dengan cara menghambat terbentuknya khitin. 6.organ pernafasan seperti misalnya spirakulum. Kerja racun ini sering terjadi di dalam usus tengah pada saluran pencernaan. nitrocresol. Untuk menyesuaikan dengan kondisi setempat serta memperoleh efektifitas pengendalian yang tinggi maka oleh perusahaan pestisida. Insektisida yang termasuk jenis ini biasanya bekerja secara spesifik. aldicarb dan carbaryl). carbontetraclorida. Racun Syaraf Insektisida ini bekerja dengan cara menghalangi terjadinya transfer asetikholin estrase yang mempunyai peranan penting dalam penyampaian impul. 4. Racun syaraf yang biasa digunakan sebagai insektisida adalah senyawa organo klorin. Mempunyai efek sebagai racun tanaman apabila jumlah yang disemprotkan tidak sesuai dengan aturan dan berlebihan (overdosis). Contoh racun nafas adalah : Hidrogen cyanida dan Carbon monoksida. Dosis adalah banyaknya pestisida yang digunakan untuk mengendalikan hama secara memadai pada lahan seluas 1 ha. lindan. tepat waktu maupun tepat ukuran (dosis dan konsentrasi). pemakaian pestisida hendaknya memperhatikan kesesuaiannya. satu bahan aktif dibuat dalam bermacam-macam formulasi. ethylene diclorida : insektisida-insektisida botanis asli seperti misalnya pirethin. borat. karena keadaan ini dapat mengakibatkan terjadinya kebakarn tanaman. asam mineral dan asam lemak. 8. kemudian bahan-bahan aktifnya ditranslokasikan ke seluruh bagian tanaman sehingga bilamana serangga mengisap cairan atau memakan bagian tersebut akan teracun. Racun sistemik Insektisida ini bekerja bilamana telah terserap tanaman melalui akar. senyawa arsen. Racun pernafasan bekerja dengan cara menghalangi terjadinya respirasi tingkat selulair dalam tubuh serangga dan bahan ini sering dapat menyebabkan tidak aktifnya enzim-enzim tertentu. Oleh karena bahan tersebut mudah menguap maka insektisida ini juga berbahaya bagi manusia dan binatang piaraan. baik tepat jenis. Racun Protoplasmik Racun ini bekerja terutama dengan cara merusak protein dalam sel serangga. Untuk memperoleh hasil pengendalian yang memadai namun pertumbuhan tanaman tidak terganggu. artinya senyawa ini mempunyai daya racun hanya terhadap jenis serangga tertentu. Senyawa anorganik seperti misalnya Sulfur dan Sulfur kapur. Pestisida adalah merupakan racun. senyawa organofosfat (parathion dan dimethoat) dan senyawa karbanat (methomil. baik bagi hama maupun tanaman yang disemprot.d. Bagian tubuh yang dilalui adalah organ . dan logam . Konsentrasi adalah banyaknya pestisida yang dilarutkan dalam satu liter air. nikotin. Tujuan dari formulasi ini adalah : .

3. Berupa tepung yang dapat dilarutkan. Pestisida ini disemprotkan dengan dicampur air. Berupa tepung yang dapat dibasahi dengan merek dagang WP (Weatable Powder). Macam-macam formulasi yang banyak dibuat oleh perusahaan pembuat pestisida adalah : 1.lain. dengan kode SP (Soluble Powder).Contoh: Aplaud 10 WP. Dharmafur 3 G. Bentuk Padat a. yaitu bahan aktif (bahan pestisida yang mempunyai daya racun) dan bahan pembawa / inert (bahan pencampur yang tidak mempunyai daya racun). Formulasi ini biasanya ditandai dengan kode WSC atau SCW yaitu kependekan dari Soluble Concentrated in Water. melainkan dengan tetap mencari alternatif pengendalian yang lain. maka selama menyemprot seharusnya disertai dengan pengadukan secara terus-menerus. RANGKUMAN Pengendalian hama merupakan upaya manusia untuk mengusir. d. Pengendalian hama tidak bermaksud memusnahkan spesies hama. c. Mempermudah penggunaan. Cairan yang dapat dilarutkan. Cairan yang diemulsikan. Mengurangi daya racun yang berlebihan.1. Contoh : Furadan 3 G. b. Pestisida ini dalam bentuk asli berwarna bening setelah dicampur air akan membentuk emulsi yang berwarna putih susu. Biasanya ditandai dengan kode EC (Emulsifeable Concentrate) yaitu cairan yang diemulsikan. Falsafah pengendalian hama yang digunakan adalah Pengelolaan / Pengendalian Hama Terpadu (PHT). Contoh : Sevin 85 SP. Pestisida ini bila dilarutkan dalam air tidak terjadi perubahan warna (tidak membentuk emulsi sehingga cairan tersebut tetap bening). PHT tidak pernah mengandalkan satu taktik pengendalian saja dalam memcahkan permasalahan hama yang timbul. Penggunaannya disemprotkan dengan sprayer. kemudian diumpankan. Formulasi dalam bentuk cairan a. menghindari dan membunuh secara langsung maupun tidak langsung terhadap spesies hama. Contoh : Dharmabas 50 EC. Berupa butiran dengan kode G (Granulair). melainkan hanya menekan sampai pada tingkat tertentu saja sehingga secara ekonomi dan ekologi dapat dipertanggungjawabkan. Campuran umpan (bait). Contoh : Azodrin 15 WSC. Mempermudah penyimpanan. 2. Karena sifatnya tidak larut sempurna. Bassa 50 EC dan lain . Pestisida terbuat dari campuran antara dua bahan. 2. Aplikasi pestisida ini adalah dengan menaburkan atau membenamkan dekat. b. Contoh : Klerat RMB. . Pestisida ini dicampur dengan bahan makanan yang disukai hama.

fisis.Beberapa taktik pengendalian hama yang dikenal meliputi : taktik pengendalian secara mekanis. Source : cerianet-agricultur . dengan varietas tahan. hayati. sanitasi dan eradikasi. dan cara kimiawi. mengatur pola tanam.

Reproduksi aseksual dan seksual. Tubuh terdiri dari benang – benang halus yang disebut Hifa. ada yang bersifat saprofit. Dinding sel tersusun dari kitin. Secara vegetatif dengan spora. Secara generatif dengan konjugasi membentuk zygospora. Jamur yang bersifat parasit memiliki houstorium. Tumbuh pada roti Rhizophus oryzae. dan ada yang bersimbiosis (mutualisme) membentuk lichenes.    Ciri-ciri Zygomycota Hifa tidak bersekat dan bersifat koenositik (mempunyai beberapa inti). KLASIFIKASI JAMUR 1. bersifat eukariotik (memiliki membran inti sel). Memiliki keturunan diploid yang singkat (berumur pendek). sedikit asam. tunas. Struktur hifa yang bercabang membentuk suatu anyaman di sebut dengan Miselium. konidia. dan basidiospora.  Hifa berfungsi untuk menyerap makanan. Jamur tempe Rhizophus nigricans. dan kurang cahaya matahari. ada yang bersifat parasit. B. yang disebut rhizoid. Saprofit pada kotoran ternak dan makanan b. CIRI – CIRI JAMUR Umumnya bersel banyak (multiseluler). Menghasilkan asam fumarat Mucor mucedo. Reproduksi Zygomiyota . Reproduksi ada yang secara vegetatif / aseksual dan ada yang secara generatif / seksual. Habitat di tempat lembab. yang berfungsi menyerap zat – zat organik pada subtrat / medium. yaitu hifa khusus yang langsung menyerap makanan pada sel inangnya. maupun fragmentasi. mengandung zat organik. sehingga bersifat heterotrof ( tidak mampu membuat makanan sendiri). tidak memiliki klorofil. Zygomycota Zygomycota dikenal sebagai jamur zigospora (bentuk spora berdinding tebal a.Ciri dan Klasifikasi Jamur A. Bagian yang terletak antara kumpulan hifa dinamakan stolon. Contoh :     Rhizophus stolonifer. askospora. Dinding sel dari bahan selulose dan ada yang dari bahan kitin.

. Sporangium menghasilkan spora baru. Spora haploid keluar. Mempunyai alat pembentuk spora yang disebut askus. saprofit. Bila spora jatuh di tempat yang cocok akan tumbuh menjadi hifa baru. Inti haploid gametangium melebur membentuk zigospora diploid. Hifa bersekat-sekat dan di tiap sel biasanya berinti satu. b. Zigospora berkecambah tumbuh menjadi sporangium. dan mengubah glukosa menjadi alkohol (pada pembuatan tape). 4. Bersel satu atau bersel banyak. Reproduksi seksual dan aseksual. 2. yaitu hifa– dan hifa+ bersentuhan. dan stolon. 2. Ciri-ciri Ascomycota 1. jika jatuh di tempat cocok akan tumbuh menjadi hifa. Kedua ujung hifa menggelembung membentuk gametangium yang terdapat banyak inti haploid. 2. Contoh:  Sacharomyces cereviceae (ragi/khamir). yaitu suatu sel yang berupa gelembung atau tabung tempat terbentuknya askospora. dan ada yang bersimbiosis dengan ganggang hijau dan ganggang biru membentuk lumut kerak. Askospora merupakan hasil dari reproduksi generatif. Di dalam sporangium terjadi meiosis dan menghasilkan spora haploid. Aseksual Ujung hifa membentuk gelembung sporangium yang menghasilkan spora. 3. 6. Seksual Dua ujung hifa berbeda. Tubuh jamur terdiri dari rhizoid. untuk pembuatan roti sehingga roti dapat mengembang. Ada yang brsifat parasit. Dinding sel dari zat kitin.1. 5. Ascomycota a. sporangiofor dengan sporangiumnya.

Penicillium notatum. Penicilium     Penicillium chrysogenum. bersifat parasit. Candida albicans. karena daur hidup seksualnya hanya sebentar. Penicillium notatum. untuk menambah cita rasa (pembuatan keju) Penicillium camemberti. untuk Menghilangkan O2 pada sari buah Aspergillus flavus. untuk Pembuatan kecap dan Tauco Aspergillus niger. menyebabkan penyakit pada vagina . untuk pembuatan oncom. penyebab Penyakit paru-paru pada aves Neurospora sitophilla. untuk pembuatan antibiotik penisilin. menghasilkan racun Aflatoksin yang menyebabkan kanker hati (hepatitis)  Aspergilus        Aspergillus fumigatus. untuk pembuatan oncom dan penelitian genetika. untuk menambah cita rasa (pembuatan keju) Aspergillus wentii. Neurospora crassa. untuk pembuatan antibiotik penisilin.

4. Basidiomycota Sering dikenal dengan jamur gada karena memiliki organ penghasil spora berbentuk gada (basidia) a. Ada yang brsifat parasit. Pada bagian bawah tudung tampak adanya lembaran-lembaran (bilah) yang merupakan tempat terbentuknya basidium. Contoh Basidiomycota          Volvariela volvacea (jamur merang) Auricularia polytricha (jamur kuping) Pleurotus sp (jamur tiram) Polyporus giganteus (jamur papan) Amanita phaloides hidup pada kotoran ternak dan menghasilkan racun yang mematikan Puccinia graminis (jamur karat) parasit pada tumbuhan graminae (jagung) Ustilago maydis parasit pada tanaman jagung Ganoderma aplanatum (jamur kayu) Jamur Shitake . Tubuh buah disebut basidiokarp. Mempunyai tubuh buah yang bentuknya seperti payung yang terdiri dari bagian batang dan tudung. Ciri-ciri Basidiomycota 1.Reproduksi Ascomycota 3. Reproduksi secara seksual (dengan askospora) dan aseksual (konidia). saprofit. b. Hifanya bersekat. mengandung inti haploid. 2. 3. dan ada yang bersimbiosis dengan ganggang hijau dan ganggang biru membentuk lumut kerak.

Reproduksi Basidiomycota 4. karena perkembangbiakannya secara seksual belum diketahui a. Ciri-ciri Deuteromycota . Deuteromycota Sering dikenal sebagai fungi imperfecti (jamur yang tak sebenarnya).

Trychophyton tonsurans. dan tanaman budidaya b. Fusarium. Banyak yang bersifat merusak atau menyebabkan penyakit pada hewan-hewan ternak. Altenaria Sp. tubuh berukuran mikroskopis Bersifat parasit pada ternak dan ada yang hidup saprofit pada sampah Reproduksi aseksual dengan konidium dan seksual belum diketahui. Melazasia fur-fur. Epidermophyton. menimbulkan ketombe di kepala . Microsporum. penyebab panu.    Hifa bersekat. hidup pada tanaman tomat. manusia. hidup pada tanaman kentang. Contoh Deuteromycota       Epidermophyton floocosum. penyebab penyakit kurap. menyebabkan kutu air.

yang disebut : Kromosom  Kromatin atau kromosom mengandung puluhan sampai ratusan ribu gen   MACAM KROMOSOM  Macam kromosom: 1. Autosom: yaitu kromosom tubuh 2.Pendahuluan Genetika APA ITU GENETIKA Genetika : adalah ilmu yang mempelajari tentang faktor keturunan (hereditas)  Unit terkecil bahan genetis adalah Gen ( DNA)  Gen terdapat dalam kromosom tepatnya pada lokus  Kromosom terdapat didalam nukleoplasma di dalam inti BEDA KROMATIN DAN KROMOSOM  Jalinan benang benang halus didalam plasma inti (nukleoplasma) disebut Kromatin  Pada saat pembelahan kromatin memendek dan membesar dan menyerap warna sehingga kelihatan. berarti terdiri 23 Homolog (pasangan) PENGERTIAN PLOID  Satu set/paket kromosom dari ayah atau ibu disebut Ploid yang disingkat : N  Manusia terdiri 2 ploid (Diploid) atau 2N (satu ploid dari ayah dan satu ploid dari ibu)  Ploid pada kromosom manusia: kromosom autosom diploid (2N). dan kromosom genosom haploid (N)  Misalnya bunga merah pada tanaman Pisum sativum dikawinkan dengan yang berwarna Putih . Genosom: yaitu kromosom kelamin Autosom  kromosom yang memberikan sifat /karakter pada tubuh misalnya warna kulit . karena perkawinan ini hanya mau melihat bagaiamana warna bunga dari hasil keturunanntya . besar dan komposisi gen yang sama bisa dilihat pada pasangan kromosom tubuh ( Autosom) diatas pada nomer 1 s/d22 yang berpasangan gennya membentuk alela  Contoh : manusia mempunyai 46 kromosom. bentuk rambut dll  kromosom ini pada sel tubuh manusia berpasangan pada nomer 1 sampai 22  sedangkan pada sel kelamin tunggal tiodak berpasangan pada no 1 s/d 22  jadi pada manusia Autosom di sel tubuh ( somatik) ada 44 (22 pasang ) pasangan 23 dihuni sepasang kromosom kelamin ( gonosom)  sedang Autosom di sel kelamin ada 22 sisanya satu di no 23 adalah Gonosom Gonosom  kromosom sex ( kromosom kelamin BUKAN sel kelamin OK  jumlahnya sepasang pada sel tubuh ( somatik) pada no 23 dan tunggal pada sel kelamin juga pada no 23 Agar jelas lihat Karyotipe kromosom manusia ini pada sel tubuh ( somatik)  Homolog adalah sepasang kromosom yang mempunyai bentuk. dan yang dilihat hanya satu sifat beda maka disebut perkawinan Monohibrid OK .

Dalam hal ini tanaman tinggi akan tetap menghasilkan tanaman berbiji bulat . jika pada gamet kodenya tunggal ditulis sekali   Contoh : Aa. hampir sama atu berbeda tetapi untuk satu tugas tertentu  Contoh : gen tinggi badan (Aa)  A: tinggi (dominan). 1. aa. a: pendek (resesif )  A & a adalah Alel  Macam alel :  Homozigot : AA (dominan) atau aa (resesif)  Heterozigot : Aa  Pada salah satu percobaannya Mendel menyilangkan tanaman kacang ercis yang berbiji bulat dengan yang keriput. dapat dicari hubunganya dengan kelainan yang terdapat pada anatomi. morfologi dan fisiologi seseorang BEDA FENOTIF DAN GENOTIF  Fenotipe : bentuk luar / karakter yang terlihat pada suatu individu  Contoh : pendek. Mendel mendapatkan tanaman yang semuanya berbiji bulat Selanjutnya. Begitu juga tanaman berbiji keriput akan selalu menghasilkan tanaman berbiji keriput Dengan menyilangkan galur murni berbiji bulat dengan galur murni berbiji keriput . gemuk. memiliki pekerjaan sama. Tanaman yang dipilih adalah tanaman galur murni.  . AaBB. AB atau aB dst  Fenotipe adalah hasil kerja sama antara genotipe dan lingkungan artinya bahwa sifat Phenotif itu ekspresi dari sifat Genotif . misalnya bunga merah ya ditulis M . yaitu tanaman yang kalau menyerbuk sendiri tidak akan menghasilkan tanaman yang berbeda dengannya. pandai. jika pada individu (organisme ) kode hurufnya double ( ditulis 2X) 2. Ternyata keturunannya memperlihatkan perbandingan tanaman berbiji bulat terhadap tanaman berbiji keriput sebesar 3 : 1. 4 tanda beda tetra hibrid dst PENGERTIAN KARIOTIPE  Kariotipe : adalah menyusun kromosom yang sama berdasarkan panjang dan bentuknya  Peran kariotipe adalah dengan menemukan kelainan pada kariotipe. pemalu  Genotipe : bentuk atau susunan gen (karakter) yang terdapat dalam individu yang dilambangkan / dikodekan . kodenya huruf depan dari sifat fenotif .Jika mau melihat 2 sifat beda ya perkawinnannya menjadi Tanaman Berbunga warna merah berbatang tinggi disilangkan dengan tanaman sejenis berbunga putih batang rendah bagaimana keturunannya OK  begitu seterusnya Jika 3 tanda beda trihibrid . Aabb contoh ini pasti pada individu ( phenotif individu) maksudnya bukan pada gamet  sedang jika pada gamet ditulisnya sekali misal A atau a . Jika genotifnya MM ya ekspresinya bunga merah PENGERTIAN ALEL  Alel : gen gen yang terletak pada lokus yang sama. tanaman berbiji bulat hasil persilangan ini dibiarkan menyerbuk sendiri.

induk Bb (F1) menghasilkan gamet B dan b. terjadi pemisahan bebas pasangan gen-gen yang dikandung oleh induk (parental) sehingga setiap gamet memperoleh satu gen dari alelnya. Mendel menyimpulkan bahwa pada saat pembentukan gamet.  .  Hal ini dikenal sebagai Hukum Segregasi atau Hukum Mendel I.) : keriput (bb) = 3 : 1  Sedangkan Ratio Genotif F2 nya yang muncul BB : Bb : bb = 1 : 2 : 1  Berikut data yang dengan tekun melakukan riset tentang persilangan tanaman Pisum sativum ( Kacang ercis)  Dari percobaan tersebut. terjadi perkawinan antara induk jantan dan betina.  Kemudian.Ratio Fenotif F2 yang muncul bulat (B.  Misalnya.

tempat terjadinya proses pertukaran dalam peristiwa pindah silang. biologi atau perlakuan yang dapat meningkatkan mutasi secara spontan.  Pindah silang = peristiwa pindahnya gen dari satu kromosom ke kromosom yang homolog karena lokusnya berjauhan. Translasi : mengantar pesan / mencari bahan MACAM ARN 1. satu dominan dan yang lain resesif. Transkripsi : mencetak ARN 3.  Genotipe = sifat yang ditentukan oleh gen. ARN t (transfer): mencari asam amino di sitoplasma yang sesuai dengan pesanan ARN m untuk dibawa ke ribosum ATURAN TRANSKRIPSI KODON  Gula yang dicetak Ribose  Basa pada ADN : A (adenin) T (timin) G (guanin) C (citosin)  Basa pada ARN : A (adenin) U (urasil) G (guanin) C (citosin) ADN jadi ARN A jadi U . dengan satu gen menutupi ekspresi gen yang lain. Terjadi pada saat meiosis PEKERJAAN GEN 1.  Fenotipe = penampakan sifat sebagai hasil interaksi antara genotip dengan lingkungannya.  Kiasma = sambungan yang terdapat di antara kromatid-kromatid homolog.  Mutagen = substansi kimia. dihasilkan F2 dengan perbandingan fenotif 3 : 1. ARN m (messenger): membawa pesan genetik (kodon) dari inti ke ribosum 2. sifat yang menang terhadap sifat resesif.  Monohibrid = perkawinan dengan memperhatikan satu sifat beda.  Epistasis = interaksi gen tidak beralel.  Pautan = gen yang terpaut karena terletak pada lokus yang berdekatan. ARN r (ribosum): menerima pesan genetik (kodon) dari ARNm 3.Hal ini menyebabkan gamet B dan b bergabung secara acak (Hukum mendel II ) Hukum Assortasi penggabungan acak gen  Sehingga.  Letal = gen penyebab kematian individu. pada monohibrid dan [adao persilangan dihibrid gen bergabung secara acak dengan ratio 9 : 3 :3 : 1  istilah genetika new comer  Autosom = kromosom di luar kromosom seks  Dihibrid = perkawinan dengan memperhatikan dua sifat beda  Dominan = sifat fenotip yang muncul pada F1.  Heterozigot = genotip yang tersusun atas gen dan alel yang tidak sama. Replikasi : memperbanyak / menggandakan diri 2.  Mutan = organisme yang mengalami mutasi sehingga berbeda dari tipe lainnya.

M. KARIOTIPE BARR BODY  Ditemukan oleh M. ditemukan suatu badan yang menyerap warna. Smith pada tahun 1954  Didapat pada Neutrofil (Leukosit granulosit) pada wanita dengan pewarnaan khusus. badan itu kemudian disebut dengan Barr Body  Adanya Barr Body menunjukan jenis kelamin : wanita DRUMSTCK  Ditemukan oleh W. BAR BODY: bagian dari inti sel yang menyerap warna (wanita) 4.L. SEX CHROMATIN/KROMOSOM 2.R. intinya akan mengandung tonjolan seperti tambur yang disebut : Drumstick Genetika juga mempelajari penyakit Buta warna  . DRUMSTICK: bentukan seperti drumstick dalam inti sel leukosit (wanita) 3. Davidson dan D.G jadi C T jadi A C jadi G 3 rangkaian basa pada ADN disebut : KODOGEN  3 rangkaian basa yang tercetak pada ARN m disebut : KODON  3 rangkaian basa pada ARN t yang setangkup dengan ARN m disebut : ANTIKODON PENENTUAN JENIS KELAMIN  Jenis kelamin ditentukan 2 faktor: genetis dan lingkungan  Pada saat embriogenesis: faktor genetis yang menentukan karakter kelamin primer (alat kelamin)  Setelah hormon kelamin terbentuk akan mengatur karakter kelamin skunder  Lingkungan dapat merubah kelamin disebut: sex reversal JENIS KELAMIN BERDASARKAN KROMOSOM SEX PADA MANUSIA  2AX WANITA  2AXX WANITA  2AXXX WANITA  2AXXXX WANITA  2AXY LAKI LAKI  2AXYY LAKI LAKI  2AXXY LAKI LAKI  2AXXYY LAKI LAKI CARA MENENTUKAN JENIS KELAMIN 1. Barr pada tahun 1949  Ia menemukan bahwa pada kandungan inti sel betina.