P. 1
HUBUNGAN ANTARA PERDARAHAN ANTEPARTUM DENGAN KEJADIAN PARTUS PREMATUR DI RUANG VK RSUD IBNU SINA GRESIK

HUBUNGAN ANTARA PERDARAHAN ANTEPARTUM DENGAN KEJADIAN PARTUS PREMATUR DI RUANG VK RSUD IBNU SINA GRESIK

|Views: 371|Likes:
ABSTRAK
Faktor terbesar penyebab persalinan prematur adalah faktor risiko medis
selama kehamilan dengan masalah-masalah plasenta (plasenta previa, solusio
plasenta) yang menyebabkan perdarahan antepartum yaitu sebesar 6-8 %. Tujuan
penelitian ini adalah untuk diketahuinya hubungan antara perdarahan antepartum
dengan kejadian partus prematur pada ibu bersalin di Ruang VK RSUD Ibnu Sina
Gresik.
Desain penelitian ini adalah analitik dengan pendekatan case control. Populasi
pada penelitian ini adalah semua ibu bersalin di Ruang VK sebesar 63 responden
dan besar sampel sebesar 54 responden diambil secara simple random sampling,
dengan instrumen checklist. Uji statistik yang digunakan adalah Chi-Square (2)
Dari 54 responden, sebagian besar (57,4%) ibu bersalin tidak mengalami
partus prematur dan sebagian besar (61,1%) ibu bersalin tidak mengalami
perdarahan antepartum. Dari hasil uji statistik Chi-Square (2) diperoleh ρ (0,000)
antepartum dengan kejadian partus prematur di Ruang VK RSUD Ibnu Sina
Gresik.
Simpulan penelitian ini adalah jika ibu bersalin tidak mengalami perdarahan
antepartum, maka ibu bersalin tidak mengalami partus prematur. Oleh karena itu,
seyogyanya bidan dan ibu hamil merencanakan ANC (Ante Natal Care) secara
teratur untuk deteksi dini perdarahan antepartum sehingga dapat mencegah
kejadian partus prematur.
Kata kunci: Perdarahan Antepartum, Partus Prematur.
ABSTRAK
Faktor terbesar penyebab persalinan prematur adalah faktor risiko medis
selama kehamilan dengan masalah-masalah plasenta (plasenta previa, solusio
plasenta) yang menyebabkan perdarahan antepartum yaitu sebesar 6-8 %. Tujuan
penelitian ini adalah untuk diketahuinya hubungan antara perdarahan antepartum
dengan kejadian partus prematur pada ibu bersalin di Ruang VK RSUD Ibnu Sina
Gresik.
Desain penelitian ini adalah analitik dengan pendekatan case control. Populasi
pada penelitian ini adalah semua ibu bersalin di Ruang VK sebesar 63 responden
dan besar sampel sebesar 54 responden diambil secara simple random sampling,
dengan instrumen checklist. Uji statistik yang digunakan adalah Chi-Square (2)
Dari 54 responden, sebagian besar (57,4%) ibu bersalin tidak mengalami
partus prematur dan sebagian besar (61,1%) ibu bersalin tidak mengalami
perdarahan antepartum. Dari hasil uji statistik Chi-Square (2) diperoleh ρ (0,000)
antepartum dengan kejadian partus prematur di Ruang VK RSUD Ibnu Sina
Gresik.
Simpulan penelitian ini adalah jika ibu bersalin tidak mengalami perdarahan
antepartum, maka ibu bersalin tidak mengalami partus prematur. Oleh karena itu,
seyogyanya bidan dan ibu hamil merencanakan ANC (Ante Natal Care) secara
teratur untuk deteksi dini perdarahan antepartum sehingga dapat mencegah
kejadian partus prematur.
Kata kunci: Perdarahan Antepartum, Partus Prematur.

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Tiara Romadhini Lestari on Jan 30, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/12/2014

pdf

text

original

BAB 1 PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah Satu diantara kedelapan Sasaran Pembangunan Milenium atau Millennium Development Goals (MDGs) yang sedang diupayakan untuk dicapai Indonesia adalah MDG ke-4 yaitu menurunkan kematian anak. Target yang ingin dicapai pada tahun 2015 adalah mengurangi tingkat kematian anak-anak bawah 5 tahun (balita) hingga dua per tiganya dari kondisi tahun 1990. Indikator keberhasilan target ini adalah: Angka Kematian Bayi (AKB), Angka Kematian Balita (AKBAL), cakupan imunisasi campak untuk anak, usia 12 bulan hingga 23 bulan (Wijaya, 2009). Menurut data dari Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2007, Angka Kematian Bayi (AKB) di Indonesia pada tahun 2007 sebesar 34/1000 kelahiran hidup (termasuk di dalamnya disebabkan oleh partus prematur). Bila membandingkan dengan data SDKI tahun 2003 yaitu AKB sebesar 35/1000 kelahiran hidup (termasuk di dalamnya disebabkan oleh partus prematur), berarti telah terjadi penurunan dalam kurun 5 tahun (2003-2009) namun penurunannya sangat kecil (Wijaya, 2009). Menurut Krisnadi dkk (2009) sekitar 75 % kematian perinatal disebabkan oleh prematuritas. Persalinan prematur dapat menimbulkan dampak negatif, seperti yang dikemukakan oleh Oxorn dkk (2010) bahwa prematuritas dewasa ini merupakan faktor yang paling sering terjadi yang terkait kematian dan morbiditas

1

karena perdarahan tetap merupakan penyebab kematian ibu yang paling lazim (Hacker dkk. Adapun faktor risiko persalinan prematur yaitu idiopatik. displasia bronkopulmoner. Penyebab kematian ibu di sarana pelayanan kesehatan. pada umumnya disebabkan karena “3 T” yaitu terlambat mengambil keputusan. gangguan sensori (kebutaan. 1985 yang menyimpulkan adanya faktor terbesar penyebab persalinan prematur adalah faktor risiko medis selama kehamilan dengan masalah-masalah plasenta (plasenta previa. faktor ibu. kesulitan belajar dan berbahasa. infeksi. gangguan konsentrasi atau atensi dan hiperaktif. solusio plasenta) yang menyebabkan perdarahan antepartum yaitu sebesar 6-8 %. genetik. Perdarahan antepartum (APB) merupakan suatu kegawatdaruratan obstetri. Menurut Thomas Rabe (2002) yang mengutip dari Commitee of Institute of Medicine. kelainan perilaku. 2006). dan latrogenik (elektif) yang termasuk salah satu faktor di dalamnya yaitu karena perdarahan antepartum. Pernyataan ini didukung oleh ahli kandungan. gangguan penglihatan. sepsis. serebral palsi. 2001). tuli). gangguan intelektual. sosio demografik. terlambat mendapatkan transportasi.2 bayi. penyakit medis dan keadaan kehamilan. Hal ini menimbulkan keadaan kritis bagi . retardasi mental. yaitu karena sindroma gawat nafas (Respiratory Distress Syndrome-RDS). perdarahan intraventricular. dan terlambat penanganan di sarana pelayanan kesehatan (Dinkes Jatim. Dewata (2009) mengatakan bahwa penyebab kematian ibu di Indonesia yaitu karena pendarahan pada masa kehamilan atau persalinan. enterokolitis nekrotikans.

116 diantaranya mengalami partus prematur. hal ini membutuhkan perhatian khusus. beberapa ibu hamil pada plasenta previa mengalami perdarahan sedikit-sedikit. terlambat mendapatkan transportasi.79 %). Hal tersebut terjadi karena ibu hamil terlambat mengenali tanda bahaya pada kehamilan sehingga menyebabkan “3 T” yaitu terlambat mengambil keputusan. sehingga ibu hamil tidak segera memeriksakan keadaan tersebut untuk mendapatkan pertolongan.3 kesehatan ibu dan janin sehingga pasien yang mengalami perdarahan antepartum (APB) harus ditangani secara bijaksana (Hacker dkk. dan terlambat penanganan di sarana pelayanan kesehatan yang selanjutnya dapat mengakibatkan kegagalan konservatif pada ibu hamil dengan perdarahan antepartum sehingga menyebabkan kejadian partus prematur. Pada perdarahan antepartum. Berdasarkan data di atas. Pada bulan Januari–April tahun 2010 dari 184 ibu bersalin. 9 diantaranya disebabkan oleh perdarahan antepartum (25. kejadian solusio plasenta tidak segera ditandai oleh perdarahan pervaginam. Lain halnya perdarahan antepartum dengan solusio plasenta. .71 %). Ketika ibu hamil mengalami perdarahan yang berlangsung banyak. angka kejadian prematur cukup tinggi yang disebabkan oleh perdarahan antepartum. Dari data yang diperoleh dari ruang VK RSUD Ibnu Sina Gresik pada tahun 2009 terdapat 840 ibu bersalin. 35 diantaranya mengalami partus prematur. 2001). mungkin tidak segera datang untuk mendapatkan pertolongan karena ibu hamil menyangka hal tersebut sebagai tanda permulaan persalinan biasa. ibu hamil memeriksakan keadaan tersebut dan untuk mendapatkan pertolongan. 16 diantaranya disebabkan oleh perdarahan antepartum (13.

Tujuan Penelitian 1. B. Pembatasan Masalah Berdasarkan latar belakang dan identifikasi masalah di atas serta untuk dapat memfokuskan masalah. C. Rumusan Masalah Dari latar belakang yang sudah dikemukakan. maka penulis membatasi masalahnya pada masalah perdarahan antepartum yang berkaitan dengan partus prematur. sehingga tenaga kesehatan dapat mengantisipasi dan mencegah kejadian perdarahan antepartum. Tujuan Umum Diketahuinya hubungan antara perdarahan antepartum dengan kejadian partus prematur pada ibu bersalin di Ruang VK RSUD Ibnu Sina Gresik. Oleh sebab itu perlu dilakukan penelitian guna mengetahui apakah ada hubungan antara perdarahan antepartum dengan kejadian partus prematur. Diharapkan dengan meningkatkan kerjasama dan koordinasi dengan lintas program dan lintas sektor dalam merencanakan program ANC (Ante Natal Care) secara teratur dengan memberikan KIEM tentang kesehatan ibu dan anak akan mempunyai sasaran utama yang tepat. rumusan masalah dalam penelitian ini “Apakah ada hubungan antara perdarahan antepartum dengan kejadian partus prematur pada ibu bersalin di Ruang VK RSUD Ibnu Sina Gresik?” D.4 khususnya bagi tenaga kesehatan. .

2. Manfaat Penelitian Diharapkan apabila tujuan tercapai. Bagi Institusi Pendidikan Diharapkan dapat dijadikan bahan masukan. dapat menambah wawasan ilmu pengetahuan. b. . Menganalisis hubungan antara perdarahan antepartum dengan kejadian partus prematur pada ibu bersalin di Ruang VK RSUD Ibnu Sina Gresik. 3. Mengidentifikasi kejadian perdarahan antepartum pada ibu bersalin di Ruang VK RSUD Ibnu Sina Gresik c. E. dan menambah pengalaman dalam melaksanakan penelitian. Bagi Institusi Pelayanan Sebagai bahan masukan dan informasi tentang perdarahan antepartum dengan kejadian partus prematur untuk untuk meningkatkan kualitas dan mutu pelayanan kebidanan guna menekan angka kejadian partus prematur. maka manfaat yang diperoleh adalah sebagai berikut : 1. sumber kepustakaan.5 2. Mengidentifikasi kejadian partus prematur pada ibu bersalin di Ruang VK RSUD Ibnu Sina Gresik. Tujuan Khusus a. Bagi Peneliti Untuk mengetahui hubungan antara perdarahan antepartum dengan kejadian partus prematur. dan pengetahuan untuk proses penelitian selanjutnya di program studi kebidanan pada umumnya dan dapat memberi gambaran informasi tentang penyebab partus prematur pada khususnya.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->