P. 1
31117214-ilmu-mantik

31117214-ilmu-mantik

|Views: 20|Likes:
Published by Umantiq Smakt

More info:

Published by: Umantiq Smakt on Jan 31, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/29/2013

pdf

text

original

Bagi bangsa Yunani -dan bahkan bangsa di seluruh dunia-, Aristoteles adalah ikon rasionalitas.

Dia adalah peletak dasar cara berpikir yang tersusun dalam premis -premis, dan kemudian ditarik sebuah konklusi. Apa yang dilakukan Aristoteles in i disebut logika. Bangsa Yunani yang dahulu diliputi dengan dunia mitos, seakan tercengang dan terhipnotis dengan karya Aristoteles. Posisi Aristoteles sebagai guru Alexander (putra raja Macedonia, Philip) dan guru filsafat di sekolah yang didirikannya di Athena, the Lyceum, menjadikan pemikirannya banyak dikenal di te ngah-tengah masyarakat Yunani. Sampai pada tingkatan tertentu, logika Aristotele s mendapatkan tempat yang sangat prestis khususnya dalam dunia pengetahuan. Logi ka Aristoteles telah mampu merapikan muntahan ide Plato yang terabadikan dalam dial og nya. Pemikiran-pemikirannya mampu menghegemoni rasionalitas bangsa Yunani, bahk an seolah-olah menutup bayang-banyang dua filsuf besar sebelumya, Socrates dan P lato. Maka, tak berlebihan jika orang Yunani menganggap Aristoteles sebagai Tuha n dan Dewa rasionalitas. Jargon rasionalitasnya mampu meluluhkan ilmuwan pada za mannya demi mengungkap hakekat sebuah kebenaran.Rasionalitas dalam ilmu akan sel alu diagungkan seperti halnya demokrasi dalam politik. Logika akan terus berkemb ang dan mengambil peran yang sangat relevan terhadap segala perkembangan yang tid ak mutlak , terlebih ketika menemukan hal baru yang butuh penalaran. Dalam teoriny a, Aristoteles selalu melakukan pendekatan rasional. Hal ini tercermin dari seti ap karyanya. Bahkan alam semesta, menurutnya, tidak dikendalikan oleh hal-hal ya ng serba kebetulan. Gerakan alam semesta ini tunduk pada hukum-hukum rasional. P engamatan empiris dan landasan-landasan logis harus dimanfaatkan dalam mempertan yakan setiap aspek dunia secara sistematis. Dengan dogma inilah budaya Eropa mulai bergerak dari hal-hal yang beraromakan mistik dan takhayul menuju rasio. Perumusan logika oleh Aristoteles dan dijadikannya sebagai dasar ilmu pengetahua n secara epistemologi bertujuan untuk mengetahui dan mengenal cara manusia menca pai pengetahuan tentang kenyataan alam semesta -baik sepenuhnya atau tidak- sert a mengungkap kebenaran. Akal menjadi sebuah neraca, karena akallah yang paling r elevan untuk membedakan antara manusia dengan segala potensi yang dimilikinya da ri makhluk lain. Wa Ja ala Lakum al-Sam a wa al-Abshâr wa al-Af`idah ( QS: 67 Ayat 23 ). Oleh Ibnu Khaldun kata af`idah bermakna akal untuk berfikir yang terbagi dalam tiga tingkatan. Pertama, akal yang memahami esensi di luar diri manusia secara a lami. Mayoritas aktifitas akal di sini adalah konsepsi (tashawwur), yaitu yang m embedakan apa yang bermanfaat dan apa yang membawa petaka. Kedua, akal yang mene lorkan gagasan dan karya dalam konteks interaksi sosial. Aktvitas akal di sini a dalah sebagai legalitas (tashdiq) yang dihasilkan dari eksperimen. Sehingga akal di sini disebut sebagai akal empirik. Dan ketiga, akal yang menelorkan ilmu dan asumsi di luar indera, lepas dari eksperimen empirik atau yang biasa disebut aka l nazhari . Di sini konsepsi (tashawwur) dan legalitas (tashdiq) berkolaborasi unt uk menghasilkan konklusi. Definisi logika sebagai ilmu untuk meneliti hukum-hukum berpikir dengan tepat ha rus mempunyai titik pembenaran tentang kebenaran itu sendiri. Maka ahli mantik d alam hal ini mencapai sebuah konklusi, yaitu ketika sebuah pernyataan sesuai den gan kenyataannya maka itu benar dan pernyataan yang didasarkan pada koherensi lo gis adalah benar, karena kekuatan pikir kita sebatas kebenaran yang kita ketahui . Pikiran yang tidak didasarkan pada kebenaran tidak memiliki kekuatan. Jika akl amasi mengarah kepada logika adalah representasi dari segala kebenaran pengetahu an, maka akan timbul pertanyaan ke-independensian logika, apakah termasuk dari bag ian sebuah pengetahuan atau hanya sebagai kacung ilmu pengetahuan? Stoicisme mengk lasifikasikan ilmu menjadi tiga tema besar, yaitu metafisika, dialektika dan eti ka. Dan dialektika adalah logika. Maka mereka lebih cenderung memasukkan logika sebagai bagian dari Filsafat. Berbeda dengan Ibnu Sina (1037 M.) dalam bukunya a l-Isyârât wa al-Tanbîhât yang memisahkan logika sebagai ilmu independen sekaligu s sebagai pengantar. Dalam hal ini, Al-Farabi (950 M.) juga berpendapat bahwa ma ntik adalah Ra îs al- Ulum yang independen. Keterpengaruhan mantik arab dengan neo-p latonisme dan Aristoteles sangat jelas jika dilihat dalam hal ini, karena essens i dari pada logika itu sendiri adalah ketetapan hukum untuk mengetahui sesuatu y ang belum diketahui. Dan sejatinya tidak ditemukan perbedaan yang mendalam, hany

Ada enam tema besar dalam mantik Aristoteles yaitu. Topica. Kedua. logika banyak mengalami perubahan. Sejarahpun mencatat. dan bisa mengaburkan pengkajian ilmu-ilmu independen. Makna awal logika Yunani adalah kalam yang kemudian dimaknai se bagai akal. Persia dan India. yaitu dari y ang enam menjadi sembilan. banyak karya Aristoteles te lah diterjemahkan ke berbagai bahasa seperti Syria. Maka. Retorika (al. Setiap argumen dapat diuji keabsahannya dengan logika. hadits . Lain halnya dengan al-Farabi dalam Ihshâ` al. Seu De Locis Communis (al-Jadal). Bentuk logika formal yang ada dewasa ini adalah perwujudan kolaborasi antara pakar klasik dan modern. Sed angkan ilmu perantara bukan disebut ilmu. Categoria Seu Praediecamenta ( al-Maqqûlât). yang pada awalnya merupakan sebuah pemahaman sehingga akan mewu judkan thing (sesuatu). Logika dan Perkembangannya Dalam dunia ilmu. bisa di katakan tujuan sebenarnya mantik atau logika bukanlah sebagai peletak hukum berp ikir melainkan berpikir untuk memperoleh kebenaran.a dari sisi pandangnya saja yang membuat seakan berbeda.Khithâbah). ilmu alat atau pengantar tersebut akan keluar dari arah dan tujuan awal. Kesalahan penyimpulan ditemukan ketika tidak menggunakan hukum. Tetapi pakar modern mengawali dari sesuatu sehingga akan m uncul pemahaman. Analytica Posteriora (al.Tahlîlât al-Tsâniyyah). Terlepas dari ilmu atau bukan. Ibnu Khaldun mengklasifikasikan ilmu menjadi dua. De Sophisticis Elenchis (al-Safsathâ i). Tapi pionir logika formal yang sebenarnya adalah Aristoteles. Analytica Priora (alTahlîlât al-Ulâ). Perihermenias Seu de Interpretatione (al. Plato dan Aristoteles semakin gencar untuk merumusk an perangkat metode berpikir yang rasional. Maka tak heran jika metode Aristoteles sangat heboh merasuki hampir di segala cabang i lmu pengetahuan. Pada hakekatnya logika tidak terpi sah dari materi. Dalam perkemb angan selanjutnya. Karena jika tidak demikia n. pertama ilmu murni-independen ( ulûm maqshûdah bi al-dzât) seperti ilmu syari at yang mencakup ilmu tafsir. meskipun dalam pengert ian yang berbeda dengan logika formal modern. Sembilan tema besar itulah yang banyak berkembang di dunia Arab. penulis sedikitnya telah mengg unakan perumusan logika yang diusung Aristoteles sebagai pencipta bentuk-bentuk pengungkapan dan penjelasan baru yang berupa dialektita atau logika. ilmu pengantar (âliyah-wasîlah) bagi ilmu-ilmu murni-independen. Sejarah mengisahkan tentang perkembangan ilmu berawal dari penerjemahan gede-ged ean yang diprakarsai Khalifah Al-Ma mun (masa penerjemahan terhadap karya pemikir . Pengkajian terhadap ilmu pengantar hendaknya hanya sebatas kapasitasnya sebagai sebuah alat bagi ilmu independen. hanya ilmu independenlah yang dapat disebut sebagai ilmu. Berangkat dari upaya pencarian kebenaran tersebut ilmu wan Yunani seperti Socrates. fikih dan kalam. Potikia (al. Karena kore lasi sebuah pernyataan dan jawaban yang logis akan dapat dibuktikan dengan rumus an tersebut.Ulûm juga mengklasifikasikan mantik ke dalam se mbilan tema tersebut.S i r). Arab. pri nsip dan metode berpikir. Pembahasan panjang lebar terha dap ilmu pengantar inilah yang banyak dilakukan oleh ulama khalaf. Bahkan al-K hawarizmi dalam bukunya Mafâtîh al. Dalam pembacaan ini. pikiran dan burhan. Susunan lo gika Aristoteles yang sudah tertata rapi disertai peninggalan karya-karyanya dal am jumlah yang banyak dapat dikatakan sebagai salah satu faktor berkembangnya lo gika Aristoteles ke dunia Arab. yang salah atau yang benar.Ulûm yang tidak mengkategorikan isagog (madkhal) sebagai bagian dari mantik. argumen dipakai sebagai penguat gagasan. Logika dalam perkembangannya mengalami berbagai fase.Ibârah). Isagog (madkhal). dan mantik sebagai pengantar filsafat. Seiring dengan pe rkembangan mantik di dunia Arab. Baru sekitar abad ke-2 M bangsa Arab mengadopsin ya dan diterjemahkan sebatas segi bahasa yaitu kalam dan talaffud tanpa menghubu ngkannya dengan makna sebenarnya yang digunakan di Yunani ketika itu. seperti ilmu ba hasa Arab dan ilmu hitung sebagai pengantar ilmu-ilmu syari ah. dan ilmu filsafat yang mencakup fisika dan ketuhanan. untuk mewujudkan argumen yang baik dan b enar perlu menguasai logika.

Pindahnya Madrasah Alexandria ke Syria membawa banyak pengaruh dalam dunia penge tahuan. yaitu sama-sam a melaporkan prinsip-prinsip wujud tertinggi dan mempunyai tujuan puncak yaitu k ebahagiaan manusia. Sehingga wahyu Tuhan seakan dipaksakan untu k memasuki wilayah akal. bahwa otoritas gereja pada pertengaha n abad sangat menghegemoni hampir semua wilayah Eropa dengan mengusung etika ras ional sebagai titik tolak pemikiran. Buku filsafat pertama yang diterjemahkan adalah al-Syifa karya Ibnu Sina (1037 M. akal hanyalah akal. Hal yang ditakutkan oleh Raja Romawi dari karya para intel ektual Yunani adalah ketika buku-buku tersebut dikonsumsi oleh rakyatnya dan mul ai tersebar maka agama Nasrani kemungkinan besar akan ditinggalkan. Yahya bin Khalid bin Barmak adalah Sang Hero pada masa itu. Dalam tataran ini Siger de Brabant menyatakan bahwa agama le bih benar dari pada akal. Al-Ghazali juga mulai mengkolaborasikan mantik dengan ilmu kalam pada periode selanjutnya. Al-Ma mun bermimpi bertemu dengan Aristoteles. Mereka sebag ian besar berasal dari dua ordo baru yang lahir dalam abad pertengahan. astronomi dan filsafat. termasuk Ibnu Sina (1037 M. eksistensi dan hakekat Tuhan. dan kembali pada agama Yunani. Yang perlu ditekankan di sini. Nah. hal inilah yang menimbulkan perpecahan dalam gerej a. dan mantik adalah salah satu di antaranya. seorang filsuf muslim yang juga dokter dan Abu Bakar al-Razi yang mengawali pembukuan ilmu kedokteran dan farmasi.) kemudian ikut andil dalam mengkolaborasikan l ogika Aristoteles dengan ilmu Islam termasuk filsafat dan nahwu. kedokteran dan kalam yang berkembang pesat di Arab sekitar abad IX-XI M. Berbeda dengan apa yang ditawarkan dunia Islam. kemudian diterjemahkan ke da lam bahasa Arab. Dan pada masa ini filsafat diajarkan di sekol ah-sekolah biara serta universitas mengikuti kurikulum tetap yang bersifat inter nasional.) bahwa filsafat dan agama mempunyai persamaan. Rasionalitas Eropa Klasik-Modern Perkembangan logika Barat berawal dari masalah teosentris yang sangat berbalik a rah dengan perkembangan mantik di Arab-Islam. lewat orang-orang muslimlah dunia modern sekarang ini mendapatkan cahaya dan kekuatannya. Ilmu asing yang diadopsi Arab diklasifikasikan oleh Khawarizm i berjumlah sembilan cabang ilmu. Mereka berusaha untuk memperlihatkan bahwa iman sesuai dengan pikiranpikiran paling dalam dari manusia. Pengaruh rasionalitas Aristoteles terhadap peradaban Eropa secara periodik terba gi tiga. Perbincangan mereka mengarah bahwa sumber kebenaran adalah akal. etika dan politik. gereja mulai menerjemahkan karya sarjana Muslim yang berp usat di Spanyol dan Napoli. yaitu Do minikan dan Fransiskan. Ada lah Ayyub bin al-Qasim al-Raqi yang menerjemahkan Isagog dari bahasa Suryani ke Arab yang pada awalnya telah diadopsi dari Madrasah Iskandaria. yaitu pada permulaan abad Masehi (sekitar abad ke-2 dan ke-3 M. Ibnu Rusyd (1198 M. antropologi. karen a dia telah berhasil membujuk bahkan membebaskan karya para intelektual Yunani d ari genggaman Romawi. laporannya lebih bersifat persuati f sedangkan agama lebih ke imajinatif. Adapun filsafat. logika. matematika. Penertiban dan penyusunan ketika itu menjadikan logika sebagai pedoman d an ilmu dasar dalam bidang astronomi. karena betapapun itu. Tema-tema pokok dari ajaran mereka antara la in hubungan iman-akal budi. Aliran ini dinamai sebagai filsafat Skolastik (dari kata Latin scholasticus yang berarti guru ).).). yang tidak d apat melampaui posisi agama.Yunani dimulai pada masa Khalifah al-Mansur) dari Dinasti Abbasiyah.) yang sangat . Pengembangan meto de eksperimen dari Timur mempunyai pengaruh penting dalam pola berpikir manusia sehingga mengembangkan metode ilmiah yang menggabungkan cara berpikir baik secar a deduktif dan induktif. Maka jika kita telisik kembali dalam perjalanan sejarah. Sarjana Islam mulai proaktif dalam mengembangkan ilmu yang bernafaskan sains. Orang Yahudi ketika itu banyak mempelopori penerjema han kitab kedokteran. sebagaimana pendapat I bnu Rusyd (1198 M. Segera Al-Ma mun mengirim delegasi ke Roma guna mem pelajari ilmu yang banyak berkembang dan tersimpan. Pertemuan pemikiran Aristoteles de ngan iman kristiani menghasilkan banyak pemikir dan filsuf penting. Mulai abad ke-12 M. Ketika itu. kemud ian pada pertengahan abad (sekitar abad ke-13 hingga abad ke-16 M.) dan akhir ab ad ke-19 M.

melainkan berakidah untuk berpikir. pusat perhatian pemikiran tidak lagi wilayah kosmos. Rasional Latin dan Oxford. Maka dalam argumen se lanjutnya. Dia menyusun suatu sistem filsafat dengan metode matematika. Nash agama sel alu bersifat tunggal. Pemisahan rasionalitas dengan agama juga menjadi bahasan utama oleh Dr. . Oleh karena itu semua peristiwa alami dapat dijelaskan dari sebab musabab mekanis. Maka.) memberikan sebuah elaborasi pernyataan yang berlawanan filsafat klas ik tetapi justru mengembangkan.Kindi . yaitu dengan munculnya asumsi g ereja yang menyatakan tidak adanya filsafat dalam agama karena itu sangat mustah il. Dalam bukunya De Civitate Dei dikatakan bahwa filsafat Kristen adalah cinta akan kebenaran. Agustine sedikit menjelaskan korelasi antara rasionalitas dan iman . Pengaruh bes ar yang dicetuskan Descartes adalah pemahaman tentang fisik alam semesta. seni dan filsafat. Mereka mulai menguak kebudayaan klasik Yunani-Romawi kuno yang dihidupka n kembali dalam kesusastraan. Ludwig Feurbach sependapat dengan keputusan gereja. Descartes sebagai filsuf. maka ketika membahas rasionalitas agama l ebih ditujukan kepada proses penalaran yang berangkat dari agama. karena berfils afat harus menggunakan akal sehat dengan melepas subjektifitas. yang berarti juga menolak penjelasan teologis. karena nasrani adalah agama y ang rasional. sedangkan tujuan iman mendahului akal (Credo ut intelligam) hukumnya wajib agar akal digunakan untuk memikirkan akidah. Pergulatan sejarah mengisahkan zaman Renaissance adalah yang menjembatani perkem bangan rasionalitas dari abad pertengahan ke era modern sekitar tahun 1400-1600 M. Dominika. bahwa seluruh alam -selain Tuhan dan jiwa manusia. yaitu madrasah Agustine. Di sinilah awal permulaan terbaginya madrasah Eropa menjadi empat pu sat keilmuwan. Mulai sekarang manusialah yang dianggap sebagai titik fokus dari kenyat aan.). Pada hakekatnya relasi mantik dan filsafat tidak akan terpisahkan.melegenda kemudian mulai melebarkan sayap terhadap karya Al-Farabi dan Al. dan hal itulah yang banyak membantu Thomas Aquinas dalam pembar uan gereja.). Hal ini sangat berlawa nan dengan pernyataan Thomas Aquinas (1274 M.bekerja secara mekanis. la ngkah selanjutnya yang diambil adalah menerjemahkan karya Aristoteles langsung d ari buku Yunani. Pergolakan iman Kristiani banya k tercabik-cabik dalam pertengahan abad pertama. Dan dar i sini dapat ditarik benang merah bahwa tujuan hakiki filsafat adalah bukan berp ikir untuk berakidah. Penyelama n terhadap karya sarjana muslim tidak berjalan mulus bahkan mendapatkan penyangk alan dan pembantahan dari pihak gereja yang masih fundamentalis. Sebuah pertanyaan klasik apakah asal-muasal penge tahuan manusia itu? diselaraskan dengan pertanyaan bagaimana saya tahu? adalah hepo tesa aktif yang menuntut akal untuk proaktif dalam melihat sesuatu. Jargon utamanya adalah Antropose ntris ala mereka. Dia berpendapat seharusnya para ilmuwan menjauhkan diri dari hal-hal yang bersifat semu dan harus menjabarkan dunia secara matemat is. Atas das ar inilah dia menolak pandangan astrologi. Pengadopsian karya-karya tersebut didukung dengan hadirnya Madrasah Paris yang sedang naik daun sekaligus mendapat restu dari Raja Philip dan Agustus. bukan akal. Berbeda dengan pemikiran Agu stine yang banyak menghubungkan wilayah agama dan rasionalitas.). sejatinya agama berangkat dari wahyu d isertai nash-nash ilahiyah yang terjaga. yang menurut seba gian tokoh gereja tidak ada sangkut-pautnya dengan filsafat. maka secara resmi gereja mengeluarkan p elarangan dan pemboikotan terhadap karya Aristoteles pada tahun 1210 M. melainkan manusia. Melihat tujuan utama agama nasrani adalah fikratul khallash . Sedangkan agama d asar utamannya adalah kekuatan iman. bahwa fungsi akal mendahului iman (Ratio antecedit fidem) guna menjelaskan nil ai-nilai kebenaran dalam akidah. magis dan takhayul. Dalam tataran ini. Karena banyak b erlawanan dengan hasil konsensus gereja. matematikawan dan ilmuwan Prancis abad pertengahan (15 96-1650 M. bahwa berpikir merupakan titik p emberangkatan untuk berakidah. Agustine tidak mengakui otoritas wahyu. dengan tokoh utama Francis Bacon (1562-1626 M. Nicollo Machiavelli (1469-15 27 M. dan ke benaran merupakan kalimah yang menyatu dalam tubuh al-Masih. tetapi nash yang berangkat dari penalaran agama akan berva rian selaras dengan perbedaan segi pandangan akal terhadap agama. Zaki Najib Mahmud.

ka rena mereka banyak membantu proses penerjemahan. sehingga aksi perlawanan dan pertentangan dari tiap kelompok tak dapat dihindari. Ibnu Sina.) dijelaskan. A nalytica. Organon adalah kitab pertama yang diterjemahkan ke Arab.) diyakini sebagai penerjemah awal ilmu mantik. spesialis penerjemah ilmu kedokteran dari Yuna ni ke Arab. yang kebanyakan hanya berkutat pada satu negara dan kebuda yaan. bahwa dari sinilah lahir sarjana muslim yang berkompetensi tinggi untuk mengenalkan mantik dalam il mu keislaman. Hunain bin Ishaq. Atas dasar rasionalisme. Bahkan ulama nahwu dari Basrah ketika itu mendapatkan julukan ahli mantik. bisa jadi keadaan sosial masyara katnya memang belum butuh atau aksi pencekalan oleh ulama salaf yang begitu meng hegemoni. Sebagian dari ahli sejarah mengatakan. adalah awal pener jemahan buku-buku Yunani. Nah. yang mulai menciptakan suatu sintesis dari rasionalisme dan empirisme.) dan di Jerman ada Immanuel Kant (1724-1804 M. mantik menjadi pemeran utama dalam ilmu kedokteran dan mul ai berkembang dalam bahasa Arab sekitar abad ke-9 hingga abad ke-11 M.Perkembangan baru muncul lagi di abad ke-18 M. Al-Razi. karena dalam meto denya banyak menggunakan rasio. Kemudian mantik mulai berdialektika dan mempeng . Maka tak bisa dipungkiri lagi. serta Eisagoge karya Porphyry.Islam Terdapat banyak versi kapan mulainya penerjemahan dari Yunani ke Arab. yang biasa disebut masa enlightm ent atau Aufklarung. Orang-orang Nasrani ket ika itu juga banyak membantu dalam proses penerjemahan.). Al-Ghazali dst . di Prancis Jean Jac que Rousseau (1712-1778 M. Dalam riwayat al-Qadli al-Sha id al-Andalusi (1070 M. salah satu ahli bahas a. Ia telah menerjemahkan tiga buku karya Aristoteles yaitu. Proses penerjemahan terhadap karya filsuf Yunani didu kung oleh upaya ekspansi umat Islam ke beberapa wilayah asing. Apalagi didukung dengan hadirnya madrasah di Jundisapur (Persia) yan g mengawali pelatihan penerjemahan dari teks Yunani pada awal abad pertama yang akhirnya berpindah ke Bagdad. Namun. Berawal dari ilmu kedokteran. Categorias. Dalam b uku Thatawwur Mantiq al-Araby dijelaskan. Bahkan Ishaq juga ikut menerjemahkan dari bahasa Suryani. mantik dal am masa ini belum menemukan perkembangan pesat. yang secara tidak langsu ng pemikiran Aristoteles berkembang biak tidak hanya dalam kedokteran./462 H. karena justru pada masa sebe lumnya telah muncul ilmu nahwu yang banyak berdialog dengan mantik. Ada yang mengatakan bahwa penerjemahan itu terjadi pada masa kekuasaan Daulah Bani Umayah . Menurut Deboura. dari si ni mulai terjadi perbedaan dalam penertiban ilmu antara filsafat Suryani dan Nas rani. ada juga yang berpendapat pada awal Daulah Abbasiyah. belum tersebarnya mantik secara meluas disebabkan karena hilang nya beberapa dokumentasi terjemahan buku-buku mantik sebelum abad ke-8 M. yang be rarti sebelum abad ke-8 M. juga berpartisipasi dalam menerjemahkan berbagai disiplin ilmu Yunani ke dala m bahasa Arab. bahwa Ib nu Muqaffa (760 M. Sejak saat itu. Al-Kindi mulai memberanikan diri untuk menerjemahkan filsafat Yunani yang sekaligus mendapat persetujuan da ri Khalifah al-Ma mun (850-873 M). Maka. yang dipr akarsai oleh Yahya bin Musawiyah.). hingga wafatnya murid dan kerabat Hunain bin Ishaq. Nalar Arab. mantik digunakan sebagai sen jata perlawanan untuk adu argumentasi. hal ini sangat berbeda dengan ulama Nahwu Kufah yang cenderung kurang rasionalistik. Hal tersebut sangat didukung oleh kondisi sosial politik Basrah yang terus berkecamuk. Pario Hermenais. bahwa ilmu mantik mulai masuk k e dalam pemikiran Arab pada abad ke-7 M ketika masa penerjemahan Khalifah Ma mun. Barat sampai saat ini mempunyai ba nyak aliran filsafat. Akibatnya. astronomi dan matematika melainkan mulai menyentuh wilayah teologi Kristen. Tokoh utamanya adalah John Locke (1632-1704 M. Tetapi pendapat ini banyak disangkal oleh sejarawan lain. Al-Farabi.. astronomi serta kimia./142 H. empirisme dan idealisme. sekitar tahun 800 M. Al-Syahrastani sepakat b ahwa mantik lebih dulu memasuki wilayah Arab sebelum zaman penerjemahan. sebut saja Al-Kindi.

Kecaman dan penolakan terhadap mantik berawal ketika Al-Mutawakkil mulai mendudu ki kekhalifahan Abbasiyah (846 M/232 H).nash hadist lainnya yang menyatakan pelarangan terh adap mantik dan filsafat. bahwa logika dijadikan sebagai media (wasîlah) untuk m enyatukan berbagai ideologi dan pimikiran menuju hakekat Satu Yang Mutlak. termasuk nahwu. Sejati nya. mere ka mengklaim bahwa mempelajari filsafat dan mantik adalah bagian dari perbuatan setan. Ada pula riwayat yang berbun yi barang siapa yang mempelajari logika. kemudian mulai beranjak menggunakan mantik dalam menguatkan sendi-sendi akidah Islam sebagaimana dising gung al-Ghazali dalam bukunya. meskipun kontradiksi dalam hal ini tidak dapat dinafikan. Mantik. Logika Aristoteles memberikan perubahan besar dalam dinamika sosial masyarakat A rab. ilmu kalam juga mulai merayap d an terus berkembang di tangan Qadariyah. Pada dasarnya logika Aristoteles telah hidup dalam budaya Arab kurang lebih satu setengah abad. Perjalanan mantik Arab mengalami sedikit goncangan dari ulama klasik.aruhi disiplin ilmu Islam lainnya. Mantik dan filsafat terus dikecam oleh doktrin ke-salafan. Parahnya. mantik digunakan sebagai salah satu langkah kesuksesan pola pikir Ar ab-Islam. Kekaguman akan logika terjadi karena. Imam Syafi i banyak menggunakan metode eks plorasi (istiqrâ`) untuk mengambil istinbath hukum. maka disamakan dengan kaum zindiq . bahkan sampai memasuki wilayah ketuhanan (metafisik a). yaitu sebagai perangk at praktis dan media berargumen yang marak dalam berbagai perdebatan ideologi. Namun barat Islam lebih ter pengaruh akan hal ini karena mayoritas bermadzhab Maliki yang tidak lain adalah salafi. Akibatnya. yaitu sumber kebenaran dan pengetahuan. Salah satunya berbunyi akan dianggap bodoh lagi diperdeba tkan bagi mereka yang mulai meninggalkan bahasa Arab dan berganti mempelajari fi lsafat Aristoteles . Karena menurut mere ka belajar filsafat sama halnya belajar sesuatu yang menyesatkan. Penolakan terhadap filsafat termasuk logika Yunani baru terjadi pada masa Imam al-Asy ari abad keempat Hijriah. S elanjutnya. baru diwariskan ke Mu tazilah sebagai tit isan golongan rasionalis. Imam al-Syafi i banyak mengeluarkan hadist-hadist larangan terhadap pembaca an logika dan filsafat. Bantahan d an sanggahan terhadap al-Kindi kala itu tak dapat dihindari. ide-ide materialisme yang diusung Aristoteles juga berperan dalam problematika pimikiran Arab-Islam. sampai pada a khirnya muncul Ibnu Rusyd pemikir besar Islam yang berani melawan mainstream ter sebut dengan bukunya Tahâfut al-Tahâfut. terlebih dalam urusan administrasi negara serta dalam sistem politik sekali pun. Padahal dalam fikih. Mantik dalam hal ini digunaka n sebagai rumusan metode dalam pengambilan hukum gramatikal bahasa. Penolakan tersebut d idasarkan atas pertimbangan-pertimbangan teologis. Pertemuan umat Kristen dengan logika menuntut cendekia wan muslim untuk lebih giat mempelajari mantik sebagai upaya dalam menjaga teolo gi Islam. seperti yang sudah dikemas oleh Syeikh Islam Ismail Ha rawi dalam periwayatannya. karen a Islam sebagai negara sangat membutuhkan sistem baru untuk maju. pada masa itu juga digunakan sebagai piranti tata letak kota. Peran logika Aristoteles dapat disimpulkan dalam tiga hal. penolaka n yang sesungguhnya baru terjadi pada masa al-Ghazali yang menulis bukunya Tahâf ut al-Falâsifah pada pertengahan kedua abad kelima Hijriah. Perlawa nan tersebut meluas dari wilayah timur hingga barat. Al-Munqidz min al-Dhalâl. Penentang terbesar terhadap pemikiran Y unani adalah golongan teolog Asy ariyah terutama Al-Ghazali (1059-1111 M). Yang juga menjadi komentator atas alira n Aristoteles selain Ibnu Sina dan Ibn Rusyd. filsuf dan teolog muslim mempercayai a kurasi dan kebenaran logika. Menurut beberapa penulis. di antaranya akurasi logika dan ilmu-ilmu matematika yang memberikan kontribusi lua r biasa dalam peradaban Islam.adalah Suhrawardi dengan magnum opu . Pada saat yang bersamaan. Islam yang hanya mengenal seg i-segi intuisi dan perasaan dalam mempertahankan akidah. masih banyak lagi nash. Tak hanya itu. terlebih lag i dalam hal silogisme. sehingga dengan mantik peran akal menjadi primer demi mencapai tingkat keyakinan. Tetapi ada faktor-faktor posi tif yang terdapat pada logika Yunani sehingga dapat diterima di dunia Islam. dulunya. Dan terakhir.

Karena logika adalah perantara dalam segala hal. Al-Ghazali memberikan inovasi baru yaitu membawa mantik secara perlahan memasuki wilayah kalam. Terlebih lagi. logika empirik (mantiq hissi) juga dapat dikl asifikasikan sebagai bagian dari mantik.. maka tak heran jika ketika masuk abad ke-10 M. Relasi Mantik dengan Disiplin Ilmu Islam Lainnya Al-Ghazali menyatakan bahwa teologi retoris sangat kering jika hanya berkutat de ngan logika tanpa menyentuh epistem demonstratif. dan berakhir ketika mencapai puncak relasinya dengan ilmu kalam oleh Ghazali (al-Iqtishâd fi al-I tiqâd). logika berperan sebagai timbangan untuk memutuskan yan g baik dan buruk. Di sisi lain. sarjana muslim pertama yang banyak berbicara logika serta menghubungkannya dengan ilmu Islam lain adal ah al-Ghazali. serta melontarkan predikat kafir terhadap Ibnu Sina dalam bukunya Majmu ah Rasâ` il al-Kubrâ (terbitan Kairo. Upaya Ibnu Rusyd dalam mengeleminas i logika Yunani ternyata menuai hasil yang tidak mengecewakan. Hal-hal seperti itulah yang dilakukan ulama salaf guna membendung fitnah dalam pentakwilan teks-teks s uci al-Qur an dan Hadist. Andalusia dijadikan sebagai pusat perad aban keilmuwan kedua. Dalam logika. khususnya al-Farabi dalam mengkolaborasikan mantik Yunani dengan pemikiran Arab Islam. Menurut Ibnu Taimiyah. Ibnu Sholah (1244 M. Meskipun demikian. Apalagi setelah terbunuhnya filsuf muslim Sahruwardi pada akhir abad ke-12 M. Sejak itu Al-Ghazali melegitimas i umat muslim untuk mempelajari logika dalam kapasitasnya sebagai kewajiban komu nal (fardhu kifâyah). mereka mengikuti m etode Aristoteles tetapi lebih condong kepada Neoplatonisme. Adapun Ibnu Taimiyah melakukan pemboikotan terhadap buku-buku filsafat dan man tik. yang berisikan kritikan terhadap aliran Paripatetik dan fil safat materialisme yang dianut oleh aliran Stoicisme. sekitar 970-1030 M. Banyak buku mantik yang telah dihasilkan oleh para pen dahulu mereka. berakhirnya madra sah Bagdad menjadikan mantik lebih dewasa. mantik sudah tida k dalam bentuknya yang dulu (ala Yunani). melainkan mulai disusupi nilai-nilai k eislaman. yang mendasari problematika kemasyaraka tan. Dialektika mantik dengan disiplin ilmu Islam lainnya semakin tampak. Perjalanan mantik mulai tersebar di Andalusia dan Persia dari abad ke-12 hingga abad ke-13 M. muncul d ua penentang papan atas yaitu.) dan Ibnu Taimiyah (1328 M... ushul fiqh dan ilmu sosial. buku-buku mantik karya Ibnu Rusyd dan karya Fakhruddin al-Razi menjadi pedoman penting dalam kajian mantik sekaligus menjad i rujukan bagi para sarjana muslim abad ini.) . pengikisan mantik mulai terlihat. Ketika man tik dianggap hanya dibutuhkan dalam filsafat. Muncul setelahnya. asal-muasal masuknya mantik ke dunia Arab melalui jalur k edokteran. terwujud dari ketidakseragaman antara dunia metafisis dan re b . Dalam tataran praktis. Mantik dal am pandangan al-Ghazali terbagi dua. muncul jamaah Ikhaw an al-Shafa dengan basis terbesarnya di Basrah. dan mantik kasyfi yang hanya mencakup masalah ket uhanan. tidak ha nya problem-problem teologis dan filsafat saja. Imam Al-Dzahabi yang juga melakukan p erlawanan terhadap perjalanan filsafat dan mantik Yunani. nahwu. karya Ibnu Sina lebih membumi da ri pada karya Aristoteles. Setelah runtuhnya Baghdad abad ke-11 M. hal 138). abad ke-14 M. Singkatnya. Dalam relasinya dengan ilmu kalam. sehingga butuh sebuah upaya ha rmonisasi demi mencapai teologi yang mampu menghilangkan skeptisisme. fiqh. Demikian pula yang terjadi dalam mantik. b ahkan ketika nahwu dikatakan sebagai mantiknya bahasa. Tapi menurut Ibnu Khaldun.. maka mantik juga merupakan ahasanya akal. artinya yang dipakai saat itu bukan l agi metode Aristoteles melainkan diktat khusus karya Ibnu Sina. terlebih dalam peng ertian tentang pitagoras. al-Ghazali lebih mengunggulkan metode an alogi (qiyâs) daripada eksplorasi (istiqrâ ) karena dianggap tidak dapat membenark an teori ketuhanan. dengan style baru yang mulai terbebaskan dari filsafat. perlawa nan terus berlanjut bahkan sampai puncaknya pada abad ke-13 dan ke-14 M. Pada masa inilah.snya Hikmat al-Isyraq . Terlihat dari ab ad-abad selanjutnya sekitar ke-13 dan ke-14 M. yaitu mantik Aristoteles yang mencakup sega la pengetahuan kecuali teologis.

yang mereka anggap mutasyabihât . ijma dan qiyas. ya itu berdirinya school of thought oleh Abu Hanifah (699-767 M. berbeda halnya dengan ahli nahwu Kufah. Maka ciri khas ilmu kalam adalah rasionalitas atau logika. Adapun faktor lainnya. Dalam beberapa kurun waktu selanjutnya merupakan masa kritikan terhadap pemakai an metode pikiran dalam memahami soal-soal akidah. karena lebih setia d engan teks suci agama dibandingkan dengan mu tazilah dan filsuf. sebagai dasar teoritis Sunnah dan pembentukan analogi atau qiyas sebagai metode rasional untuk mengembangkan hukum itu. Meskipun masih da lam lingkaran Islam. tapi penalaran yang dipakai mu tazilah dan filsuf kebanyakan produk Yunani. Analogi yang banyak digunakan madzhab ini adalah qiyas dan p ertimbangan kebaikan umum (istihsan). Sebagaimana pembahasan dalam teologi. Ibnu Sholah. Syahdan. Al-Taftazani dan Al-J urjani juga turut andil dalam memperjelas mantik. dan Ibnu Al. Sementara itu konsensus ulama (ijma ) juga diterima Syafi i sebagai bentu k kebiasaan masyarakat. sehingga mulai melakukan pendekatan ta wil atau interpretasi metafo ris terhadap kalam Tuhan. Masa setelah hadirnya Ibnu Rusyd dapat dikatakan sebagai masa melangsungkan kembali kritikan-kritikan beserta ulasannya dari golongan rasionalis sebut saja Al-Iji. Mereka lebih memilih me ngkiaskan dengan metode sima i terhadap dalil fasih yang mereka pakai untuk ber-is tinbath. semua titik-titik penting keagamaaan mereka dukung dengan arg umen dan dialektik yang logis. Maka standarisasi mantik telah sempurna sekitar abad ke-15 M. bahkan menjadi inspirator orisinil bagi pemikiran keislaman. Ekspansi ilmu mantik dalam tataran teoritis tidak mengalami perkembangan signifi kan pada abad ke-13 hingga abad ke-14 M. sampai sekarang. pusat argumentasi kalam al-Asy a ri berada pada upayanya untuk membuktikan adanya Tuhan yang menciptakan seluruh jagad raya dari ketiadaan (ex nihilo) serta pembuktian adanya hari akhir dan mal aikat. Pola pikir tiap sekte dan aliran selalu mengatasnamakan akal. hadist Nabi SAW. Sebenarnya tidak hanya mu tazilah dan filsuf saja yang mengedepankan nalar. Kajian fikih berkembang pada saat peralihan zaman Umawiyah ke zaman Abbasiah. Laju perkembangan rasionalitas dalam kancah keilmuwan terlebih di Arab Islam san gat pesat. Dalam tataran ini. yaitu keterbatasan sumber-sum . Maka sistem ini dinamakan ilmu k alam atau teologi rasional. ilmu Kalam yang diusung al-Ghazali bukan dalam artian harfiahnya (yaitu: pembicaraan). kare na pengolahan argumentasinya dinilai sangat logis. tapi al-Asy ari pun menggunakan argumen dan dialektika logis meskipun dalam tataran sekunder. Maka. hal ini disebabkan kuatnya peranan unsur mantik serta dialektika. salah satunya adalah Ibnu Tay miyah. Nah. terutama oleh para ulama bahasa yang ada di Bashrah.alita. Sya fi i sangat berjasa dengan teori yang dirumuskannya. Nah. titik tolak fikih berkat Syafi i ada empat yaitu Kit ab Suci. Bisa disebut bahwa madzhab ini sebagai jalan tengah dari berbagai eks tremitas. mantik dengan analogi-nya sangat berperan penting.) yang terbentuk dala m lingkungan Irak. Kekuatan politik untuk menjabarkan penalaran ajaran Islam san gatlah riil. terutama sekali keti ka dua abad kemudian Al-Ghazali muncul dengan membawa kekuatan argumennya yang l uar biasa. Ketelitian dalam mengambil argumen merupakan ciri khas mereka. Ke cenderungan pemakaian qiyas seiringan dengan munculnya gramatika dan kaedah baha sa. Dalam disiplin ilmu nahwu. melainkan dalam pengertian pembicaraan yang bernalar dan menggunakan logika. Praktis.Qaym. terlihat dari ekspansi yang berimbas juga pada kodifikasi penalaran dalam setiap ilmu. Al-Thusi dan Sa aduddin Al-Taftazani. Untuk menetapkan qiyas mereka tidak sepenuhnya s elektif terhadap dalil-dalil yang akan dipakai. hal ini bisa dikarenakan keterpe ngaruhan pemikiran mereka dengan corak filsafat Persia yang lebih mengutamakan l ogika akal dari pada dalil. Model p enalaran al-Asy ari dapat dikategorikan sebagai orthodox style . Konsep kasb termasuk salah satu teori yang diyakini pengikut al-Asy ari. Kemudian Syafi i meneruskan tema aliran pemi kiran gurunya Anas Ibnu Malik dan mulai mengembangkannya. Ibnu Hazm. baru ketika beranjak ke a bad selanjutnya perkembangan mantik berupa penertiban materi yang sengaja disela raskan oleh al-Tustari di kedua madrasah abad pertengahan. Metodologi alAsy ari yang aristotelian dengan ci ri rasional-deduktif rupanya paling mendapatkan simpatisan.

karena bertolak dari sebuah pengandaian yang tidak da pat terpenuhi. Lawan rasi onalisme adalah fedeisme. Dengan sebuah historitas. Dan yang patut dihargai adalah upaya akselarasi-akselarasi oleh ulama Islam sebelum di bawa ke Barat. memeriksa dan menjawabnya. Tidak hanya model qiyas yang digunakan ahlu nahwu dalam pengambilan hukum. Namun. boleh jadi akan menuju pada sebuah kesempurnaan misteri. Bisa jadi perihal tersebut juga sedikit melegakan Aristoteles. Politik. sudah berapa cabang keilmuan yang t elah disisipi kekuasaan logika? Bahkan sampai kepada pengetahuan yang bertendens i iluminasi atau intuisi sekalipun. mereka juga tidak menyadari bahwa kemampuan manusia untuk bernala r merupakan ciptaan Tuhan. bahwa ternyata ma sih ada pembela-pembela intelektual terhadap karyanya yang terseok-seok melawan arus peradaban terutama oleh para agamawan. Berbeda deng an irasionalis. akal tetaplah akal. mungkin kita akan sedikit mengetahui bahwa hantaman da n pengikisan mantik pada abad pertengahan adalah problematika terbesar. yang bah kan sama sekali tidak terpikirkan oleh Aristo sendiri sebagai pencetak awal logi ka. kebenaran ilmu pengetahuan sifatnya relatif. bahka n sebaliknya. Epilog Itulah sekelumit proses berpikir manusia. Tetapi apapun itu. Jika diruntut dari awal perkembangan mantik. karena ternyata teori illat atau apologi juga banyak difungsikan. akal dan wahyu Tuhan. Yaitu.mata karena keyakinan. dalam beberapa halnya-pu n menggunakan teori dan asas logika. Tasawuf sebagai disiplin ilmu irasional. segala sesuatu pastinya dapat dimengerti seseorang. Kompleksitas yang dipresentasikan akal akan bertaut kelindan sampai suatu masa y ang tak terbatas. aritmatika. da n masih banyak disiplin ilmu lain yang pasti membutuhkan aturan berpikir untuk m encapai sebuah kebenaran yang dituju. sosial. Bahwa ras ional sejatinya irasional. yang menolak tantangan semata. yang telah menyumbangkan pe radaban besar dari sejengkal langkah manusia . yaitu sebuah sikap yang membatasi diri pada iman. Sikap rasionalis mencerminkan seseorang suka akan tantangan.ber dalil di samping letak geografisnya yang jauh dari pusat keilmuan dan perada ban. Sekalipun. yang setidaknya menjadikan metode ini mulai diterima. se bab dia harus benar-benar memperhatikan. sedangkan agama kebenaran yang dituju adalah sebuah kebenaran mutlak. Dikatakan seperti itu. kedokteran. hal ini membuktikan bahwa peran akal beserta rumus-rumusnya akan selalu dibutuhkan meskipun ada beberapa hal yang dapat berj alan tanpanya. dan sekaligus menganggap penggunaan nalar manusia tidaklah per lu. sebuah perjalanan panjang dalam rangka merelevansikan diri terhadap peradaban manusia yang tak kunjung usai.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->