Sistem Kendali PLC

Kegiatan Belajar 1
a. Tujuan Pemelajaran Setelah pemelajaran siswa dapat:      Mengidentifikasi peralatan sistem kendali PLC Menjelaskan cara kerja sistem kendali PLC Menjelaskan keunggulan PLC Menyebutkan daerah penerapan PLC Mengidentifikasi struktur PLC

b. Uraian Materi 1. Sistem Kendali Istilah sistem kendali dalam teknik listrik mempunyai arti suatu peralatan atau sekelompok peralatan yang digunakan untuk mengatur fungsi kerja suatu mesin dan memetakan tingkah laku mesin tersebut sesuai dengan yang dikehendaki. Fungsi kerja mesin tersebut mencakup antara lain menjalankan (start), mengatur (regulasi), dan menghentikan suatu proses kerja. Pada umumnya, sistem kendali merupakan suatu kumpulan peralatan listrik atau elektronik, peralatan mekanik, dan peralatan lain yang menjamin stabilitas dan transisi halus serta ketepatan suatu proses kerja. Sistem kendali mempunyai tiga unsur yaitu input, proses, dan output.

Input

PROSES
Gambar1 Unsur-unsur sistem kendali

Output

Input pada umumnya berupa sinyal dari sebuah transduser, yaitu alat yang dapat merubah besaran fisik menjadi besaran listrik, misalnya tombol tekan, saklar batas, termostat, dan lain-lain. Transduser memberikan informasi mengenai besaran yang diukur, kemudian informasi ini diproses oleh bagian proses. Bagian proses dapat berupa rangkaian kendali yang menggunakan peralatan yang dirangkai secara listrik, atau juga berupa suatu sistem kendali yang dapat diprogram misalnya PLC. Pemrosesan informasi (sinyal input) menghasilkan sinyal output yang selanjutnya digunakan untuk mengaktifkan aktuator (peralatan output) yang

dapat berupa motor listrik, kontaktor, katup selenoid, lampu, dan sebagainya. Dengan peralatan output, besaran listrik diubah kembali menjadi besaran fisik.

2. Sistem Kendali PLC Hingga akhir tahun 1970, sistem otomasi mesin dikendalikan oleh relai elektromagnet. Dengan semakin meningkatnya perkembangan teknologi, tugas-tugas pengendalian dibuat dalam bentuk pengendalian terprogram yang dapat dilakukan antara lain menggunakan PLC (Programmable Logic Controller). Dengan PLC, sinyal dari berbagai peralatan luar diinterfis sehingga fleksibel dalam mewujudkan sistem kendali. Disamping itu, kemampuannya dalam komunikasi jaringan memungkinkan penerapan yang luas dalam berbagai operasi pengendalian sistem. Dalam sistem otomasi, PLC merupakan „jantung‟ sistem kendali. Dengan program yang disimpan dalam memori PLC, dalam eksekusinya, PLC dapat memonitor keadaan sistem melalui sinyal dari peralatan input, kemudian didasarkan atas logika program menentukan rangkaian aksi pengendalian peralatan output luar. PLC dapat digunakan untuk mengendalikan tugas-tugas sederhana yang berulang-ulang, atau di-interkoneksi dengan yang lain menggunakan komputer melalui sejenis jaringan komunikasi untuk mengintegrasikan pengendalian proses yang kompleks. Cara kerja sistem kendali PLC dapat dipahami dengan diagram blok seperti ditunjukkan pada Gambar 2.

Catu Daya

Peralatan Penunjang

interfis output

Peralatan input

interfis input

CPU-PLC
memori
Gambar 2 Diagram blok PLC

Dari gambar terlihat bahwa komponen sistem kendali PLC terdiri atas PLC, peralatan input, peralatan output, peralatan penunjang, dan catu daya. Penjelasan masing-masing komponen sebagai berikut:

Peralatan output

a. CPU-PLC PLC terdiri atas CPU (Central Processing Unit), memori, modul interface input dan output program kendali disimpan dalam memori program. Program mengendalikan PLC sehingga saat sinyal iput dari peralatan input on timbul respon yang sesuai. Respon ini umumnya mengonkan sinyal output pada peralatan output. CPU adalah mikroprosesor yang mengkordinasikan kerja sistem PLC. ia mengeksekusi program, memproses sinyal input/ output, dan mengkomunikasikan dengan peralatan luar. Memori adalah daerah yang menyimpan sistem operasi dan data pemakai. Sistem operasi sesungguhnya software sistem yang mengkordinasikan PLC. Program kendali disimpan dalam memori pemakai. Ada dua jenis memori yaitu : ROM (Read Only Memory) dan RAM (Random Access Memory). ROM adalah memori yang hanya dapat diprogram sekali. Penyimpanan program dalam ROM bersifat permanen, maka ia digunakan untuk menyimpan sistem operasi. Ada sejenis ROM, yaitu EPROM (Erasable Programmable Read Only Memory) yang isinya dapat dihapus dengan cara menyinari menggunakan sinar ultraviolet dan kemudian diisi program ulang menggunakan PROM Writer. Interfis adalah modul rangkaian yang digunakan untuk menyesuaikan sinyal pada peralatan luar. Interfis input menyesuaikan sinyal dari peralatan input dengan sinyal yang dibutuhkan untuk operasi sistem. Interfis output menyesuaikan sinyal dari PLC dengan sinyal untuk mengendalikan peralatan output. b. Peralatan Input Peralatan input adalah yang memberikan sinyal kepada PLC dan selanjutnya PLC memproses sinyal tersebut untuk mengendalikan peralatan output. Peralatan input itu antara lain:  Berbagai jenis saklar, misalnya tombol, saklar togel, saklar batas, saklar level, saklar tekan, saklar proximity.  Berbagai jenis sensor, misalnya sensor cahaya, sensor suhu, sensor level,  Rotary encoder c. Peralatan Output Sistem otomasi tidak lengkap tanpa ada peralatan output yang dikendalikan. Peralatan output itu misalnya:   Kontaktor Motor listrik

dan tipe rangkaian output. plotter. yaitu komputer. software ladder. Syswin. Jumlah I/O Pertimbangan lain untuk memilih unit PLC adalah jumlah terminal I/O nya. Jenis Catu Daya PLC adalah sebuah peralatan elektronik dan setiap peralatan elektronik untuk dapat beroperasi membutuhkan catu daya. CD ROM. Catu daya ini dapat dicatu dari luar. programmable terminal. Jumlah terminal I/O ini dapat dikembangkan dengan memasang Unit I/O Ekspansi sehingga dimungkinkan memiliki 100 I/O. Peralatan Penunjang Peralatan penunjang adalah peralatan yang digunakan dalam sistem kendali PLC. Catu Daya PLC adalah sebuah peralatan digital dan setiap peralatan digital membutuhkan catu daya DC. Misalnya PLC merk OMRON pada satu unit tersedia terminal I/O sebanyak 10. Peralatan penunjang itu. 30. Komponen Unit PLC Unit PLC dibuat dalam banyak model/ tipe. 40 atau 60. . LSS. atau dari dalam PLC itu sendiri. yaitu: SSS. tetapi bukan merupakan bagian dari sistem secara nyata. sedangkan pada PLC tipe compact catu daya tersedia pada unit. yaitu: disket. 20. PLC tipe modular membutuhkan catu daya dari luar.  Berbagai software ladder. antara lain :  Berbagai jenis alat pemrogram. dan sebagainya. dan CX Programmer.  Berbagai jenis memori luar. jumlah terminal input/ output. Ada dua jenis catu daya untuk disambungkan ke PLC yaitu AC dan DC. misalnya printer. flash disk. peralatan ini digunakan untuk keperluan tertentu yang tidak berkait dengan aktifitas pegendalian. 3. konsol pemrogram. e.  Lampu Buzer d. Jumlah terminal I/O yang tersedia bergantung kepada merk PLC.  Berbagai alat pencetak dalam sistem komputer. Maksudnya. Pemilihan suatu tipe harus mempertimbangkan jenis catu daya.

Pada umumnya, jumlah terminal input dan output megikuti perbandingan tertentu, yaitu 3 : 2. Jadi, PLC dengan terminal I/O sebanyak 10 memiliki terminal input 6 dan terminal output 4. Tipe Rangkaian Output PLC dibuat untuk digunakan dalam berbagai rangkaian kendali. Bergantung kepada peralatan output yang dikendalikan, tersedia tiga tipe rangkaian output yaitu: output relai, output transistor singking dan output transistor soucing. Jenis catu daya, jumlah I/O, dan tipe rangkaian output PLC OMRON CPM2A ditunjukkan pada tabel di bawah ini.

Komponen unit CPU PLC OMRON CPM2A ditunjukkan pada gambar berikut ini:

Gambar 3 CPU PLC OMRON CPM2A 4. Spesifikasi Penggunaan PLC harus memperhatikan spesifikasi teknisnya. Mengabaikan hal ini dapat mengakibatkan PLC rusak atau beroperasi secara tidak tepat (mal-fungsi). Berikut ini diberikan spesifikasi unit PLC yang terdiri atas spesifikasi umum, spesifikasi input, dan spesifikasi output. Spesifikasi Umum Butir Tegangan catu Tegangan operasi Penggunaan daya Catu daya luar Tahanan isolasi Kuat dielektrik Suhu ruang AC DC AC DC AC DC Tegangan catu Kapasitas output 24 VDC 85 s.d 264 VAC 20,4 s.d 26,4 VDC 60 VA maks 20 W maks 24 VDC 300 mA 20 M minimum 2300 VAC 50/60 Hz selama 1 menit 0o s.d 55o Spesifiasi 100 s.d 240 VAC, 50/60 Hz

Ukuran sekerup terminal Berat AC DC

M3 650 g 550 g

1 mA 10 ms 10 ms +10% Spesifikasi /-15% Spesifikasi Output Butir Kapasitas switching maksimum Kapasitas switching minimum Usia kerja relai Spesifikasi 2 A.7 k 8 mA 17 VDC input.000.000 operasi 15 ms maks 15 ms maks Tunda on Tunda off .000 operasi (beban induktif) Mekanik : 20. 5 VDC Listrik : 150.Spesifikasi Input Butir Tegangan input Impedansi input Arus input Tegangan/ arus on Tegangan/ arus off Tunda on Tunda off Konfigurasi rangkaian input 24 VDC 2. 24 VDC 10 mA. 5 mA 5 VDC maks. 250 VAC (cos  = 1) 2 A.000 operasi (beban resistif 24 VDC) 100.

perlu waktu cukup lama. Dalam beberapa kasus panel kendali terlalu besar sehingga memakan banyak ruang (tempat). dan lagi boleh jadi ruangan tidak tersedia serta pengawatan harus dilacak untuk mengakomodasi perubahan. Dan jika diperlukan modifikasi. Dari uraian di atas.  Pelacakan gangguan sistem kendali sulit dilakukan. mesin harus diistirahatkan. Pada umumnya. Kesulitan-kesulitan di atas dapat diatasi dengan menggunakan sistem kendali PLC.  Modifikasi sistem kendali sulit dilakukan. Jika pengawatan tidak sempurna. dapat disimpulkan adanya kelemahan sistem kendali relai elektromagnetik sebagai berikut:  Terlalu banyak pengawatan panel. Jadi. panel kendali elektromagnetik tidak fleksibel. . maka akan terjadi kesalahan sistem kendali. panel kendali hanya cocok untuk proses yang sangat khusus. Ia tidak dapat dimoifikasi menjadi sistem yang baru dengan segera. Tiap sambungan dalam logika relai harus disambung. Untuk melacak kesalahan ini.Konfigurasi rangkaian output 5. kontaktor memiliki jumlah kontak terbatas. Perbandingan Sistem Kendali Elektromagnet dan PLC Pada sistem kendali relai elektromagnetik (kontaktor). semua pengawatan ditempatkan dalam sebuah panel kendali.  Jika terjadi gangguan mesin harus diistirahatkan untuk melacak kesalahan sistem. Dengan kata lain.

 Sistem kendali PLC lebih andal.  Program kendali PLC dapat dicetak dengan cepat.  Kecepatan operasi sistem produktivitas meningkat.  Modifikasi sistem kendali dapat dengan mudah dilakukan dengan cara mengganti progam kendali tanpa merubah pengawatan sejauh tidak ada tambahan peralatan input/output.6.  Tidak diperlukan komponen kendali seperti timer dan hanya diperlukan sedikit kontaktor sebagai penghubung peralatan output ke sumber tenaga listrik. 7. Penerapan Sistem Kendali PLC Sistem kendali PLC digunakan secara luas dalam berbagai bidang antara lain untuk mengendalikan:          Traffic light Lift Konveyor Sistem pengemasan barang Sistem perakitan peralatan elektronik Sistem pengamanan gedung Sistem pembangkitan tenaga listrik Robot Pemrosesan makanan . kendali PLC sangat cepat sehingga  Biaya pembangunan sistem kendali PLC lebih murah dalam kasus fungsi kendalinya sangat rumit dan jumlah peralatan input/outputnya sangat banyak. Keunggulan Sistem Kendali PLC Sistem kendali PLC memiliki banyak keunggulan dibandingkan dengan sistem kendali elektromagnetik sebagai berikut:  Pengawatan sistem kendali PLC lebih sedikit.

Langkah-Langkah Desain Sistem Kendali PLC Pengendalian sistem kendali PLC harus dilakukan melalui langkahlangkah sistematik sebagai berikut: a. 2. Peralatan sistem kendali PLC terdiri atas Unit PLC. mempunyai fungsi self diagnostic. jumlah I/O dan tipe rangkaian output. peralatan input. Pemilihan suatu unit PLC didasarkan atas pertimbangan jenis catu daya untuk PLC. Menjalankan program C. . peralatan penunjang. Menyambung pengawatan I/O g. Memilih PLC dengan spesifikasi yang sesuai dengan sistem kendali. Dibandingkan sistem kendali elektromagnet. Memasang unit f. D.8. 6. peralatan output. PLC diterapkan dalam hampir segala lapangan industri sebagai pengendali mesin dan proses kerja alat. 4. Penggunaan PLC harus memperhatikan spesifikasi teknisnya. 3. PLC adalah kependekan dari Programmable Logic Controller yang berarti pengendali yang bekerja secara logika dan dapat diprogram. antara lain pengawatan sistem lebih sederhana. Mentransfer program ke dalam PLC e. Menguji coba program h. Membuat program kendali d. gambar sistem kendali mudah dicetak. b. 5. lebih murah dalam kasus rangkaian kendali yang rumit. Mengabaikan hal ini dapat mengakibatkan PLC rusak atau beroperasi secara tidak tepat (mal-fungsi). Tugas Sediakan kompunen sistem kendali PLC: unit CPU PLC Indentifikasi bagian-bagian pokoknya Gambarlah panel atas dalam kertas ukuran A4. PLC lebih unggul dalam banyak hal. Rangkuman 1. Memasang Sistem Komunikasi c. dan catu daya. dll.

2. Alat penunjang Gambarkan diagram blok yang menunjukkan hubungan masing-masing peralatan sistem kendali PLC ! Sebutkan lima keunggulan PLC dibandingkan dengan sistem kendali elektromagnet ! Jelaskan bahwa sistem kendali PLC lebih murah jika dibandingkan sistem kendali elektromagnet ! Sebutkan daerah penerapan PLC ! 5. Apakah yang dimaksud dengan sistem kendali? Apakah perbedaan sistem kendali loop terbuka dan loop tertutup? Apakah sesungguhnya PLC itu? Sebutkan masing-masing tiga contoh: a.E. Tes Formatif 1. 3. 4. . 7. Alat input b. 8. Alat output c. 6.

komputer. Jadi. Gambar diagram blok sistem kendali PLC Catu Daya Peralatan Penunjang Peralatan input interfis input CPU memori interfis output 6. konsol pemrogram.F. Waktu siklus mesin meningkat luar biasa karena kecepatan operasi PLC adalah dalam orde mili-detik. motor. b. c. 4. asal tidak ada tambahan piranti input atau output. yaitu pada sistem kendali loop terbuka variabel yang dikendalikan tidak memberikan umpan balik kepada bagian proses. e. Kunci Jawaban Tes Formatif 1. produktivitas meningkat. software ladder. PLC adalah alat pengendali mesin atau suatu proses yang dapat diprogram. tombol. Suku cadang sistem PLC untuk relai dan timer sangat berkurang dibandingkan panel kendali konvensional. buzer. rotary encoder. Terletak pada umpan balik hasil pengendalian. d. disket. saklar proximity. variabel yang dikendalikan memberikan umpan balik kepada bagian proses untuk mengoreksi hasil pengendalian sehingga diperoleh hasil sesuai yang dikehendaki. sensor. kontaktor/ relai. Peralatan output . a. lampu. 3. printer 5. f. (Periksa lima jawaban diantara jawaban berikut ini): Pengawatan sistem kendali menjadi berkurang sampai 80% dibandingkan sistem kendali relai konvensional Konsumsi daya berkurang karena PLC menggunakan daya sedikit. Fungsi self diagnostik PLC memungkinkan pelacakan kesalahan sistem menjadi mudah dan cepat. Modifikasi urutan kendali dapat dengan mudah dilakukan dengan memprogram melalui konsol pemrogram atau software komputer tanpa merubah pengawatan I/O. (Periksa tiga jawaban diantara jawaban berikut ini): a. Sistem kendali adalah suatu peralatan atau sekelompok peralatan yang digunakan untuk mengatur fungsi kerja suatu mesin dan memetakan tingkah laku mesin tersebut sesuai dengan yang dikehendaki. c. sedangkan pada sistem kendali loop tertutup. b. 2.

Harganya lebih murah dibandingkan sistem konvensional dalam situasi saat jumlah I/O-nya sangat banyak dan fungsi kendalinya rumit. 7. h. i. salinan dokumentasi dapat menjadi lebih mudah. Maka. Pencetakan program PLC dapat dilakukan segera dalam bilangan menit.g. maka PLC lebih murah karena di dalam PLC tersedia fasilitas yang dapat menggantikan kerja peralatan yang dimaksud. Pengendali lift e. Penerapan PLC a. Pengendali conveyor . 8. Pengendali robot c. Pengendali mesin d. Dalam kasus rangkaian kendali rumit dan memerlukan banyak timer dan komponen kendali elektronik. Keandalan PLC lebih tinggi daripada relai dan timer mekanik. Pengandali lampu lalu lintas b.

Tujuan Pembelajaran 1. atau data dalam daerah memori. Uraian Materi 1. Bentuk program berbeda-beda sesuai dengan bahasa pemrograman yang digunakan. kode mneumonik. . Instruksi adalah perintah yang harus dilaksanakan PLC. instruksi. dan operand. Alamat adalah nomor yang menunjukkan lokasi. instruksi. Bahasa pemrograman tersebut antara lain: diagram ladder. Oleh karena itu. Beberapa merk PLC hanya mengembangkan program diagram ladder dan kode mneumonik. 2. Bahasa Pemrograman Program PLC dapat dibuat dengan menggunakan beberapa cara yang disebut bahasa pemrograman. Mengecek kebenaran program b. Unsur-Unsur Program Program kendali PLC terdiri atas tiga unsur yaitu : alamat. dan teks terstruktur. pembuat program harus memperhatikan tata cara penulisan instruksi. diagram blok fungsi. Memasukkan program ke dalam PLC 3. Operand dapat dimasukkan sebagai konstanta yang menyatakan nilai angka nyata atau merupakan alamat data dalam memori. PLC hanya dapat melaksanakan instruksi yang ditulis menggunakan ejaan yang sesuai. Merancang program kendali PLC sederhana 2. Operand adalah nilai berupa angka yang ditetapkan sebagai data yang digunakan untuk suatu instruksi. Instruksi harus disusun secara berurutan dan menempatkannya dalam alamat yang tepat sehingga seluruh instruksi dilaksanakan mulai dari alamat terendah hingga alamat tertinggi dalam program.Kegiatan Belajar 2 Teknik Pemrograman PLC a.

01 0. yaitu kontak NO (Normally Open) yang digambar tanpa garis diagonal dan kontak NC (Normally Closed) yang digambar dengan garis diagonal. memahami kode mneumonik itu sangat penting.a. Sepasang garus vertikal disebut kontak (kondisi).00 10.02 10.03 END(01) Gambar 4 Contoh Diagram Ladder Terlihat dari gambar di atas bahwa garis instruksi dapat bercabang kemudian menyatu kembali.01 TIM0 #50 10.01 10. Sepanjang garis instruksi. Diagram Ladder Digram ladder terdiri atas sebuah garis vertikal di sebelah kiri yang disebut bus bar.02 .02 10. ditempatkan kontak-kontak yang mengendalikan/mengkondisikan instruksi lain di sebelah kanan.01 10.00 10. Contoh diagram ladder ditunjukkan pada gambar di bawah ini. Oleh karena itu. Berikut ini contoh program mneumonik: Alamat Instruksi Operand 00000 00001 00002 LD AND OR HR 01 0. 0. Kombinasi logika kontak-kontak ini menentukan kapan dan bagaimana instruksi di sebelah kanan dieksekusi. Ada dua kontak. b.01 10. Sesungguhnya.00 0.01 TIM0 10.00 10. Kode Mneumonik Kode mneumonik memberikan informasi yang sama persis seperti halnya diagram ladder.00 10. Angka di atas kontak menunjukkan bit operand. program yang disimpah di dalam memori PLC dalam bentuk mneumonik. dengan garis bercabang ke kanan yang disebut rung. bahkan meskipun program dibuat dalam bentuk diagram ladder.

tetapi tidak semua instruksi dapat digunakan pada semua model PLC.d HR 19.15 AR 00.d AR 23 LR 00 s. Struktur Daerah Memori Program pada dasarnya adalah pemrosesan data dengan berbagai instruksi pemrograman.15 IR 010.15 IR 020.00 s.d IR 019.15 TR 0 s. karena dari segi inilah intisari pemahaman terhadap program.d IR 009 IR 010 s.04 0.00 DM 00 00007 CMP(20) DM 00 HR 00 3.d SR 255.03 0.00 s.15 IR 200.d IR 227.d HR 19 AR 00 s.00 s.15 s.00 s.d IR 227 SR 228 s.00 s. Instruksi Pemrograman Terdapat banyak instruksi untuk memprogram PLC.d IR 009. disamping pemahaman terhadap berbagai jenis instruksi merupakan hal yang sangat penting.15 SR 228. Data yang merupakan operand suatu instruksi dialokasikan sesuai dengan jenis datanya.d TR 7 HR 00. Pemahaman daerah data.d IR 049. Data disimpan dalam daerah memori PLC.d LR 15 TC 000 Bit IR 000. Tabel di bawah ini ditunjukkan daerah memori PLC CPM2A sebagai berikut: Daerah Data Daerah input Daerah output Daerah „kerja‟ Channel/ Words IR 000 s.00 s.d IR 019 IR 020 s.d IR 049 IR 200 s.d SR 255 --HR 00 s.00 s.d TC 255 IR SR TR HR AR LR TIM/ CNT 4.15 LR 00.00003 00004 00005 00006 LD NOT OR AND LD MOV(21) 0.00 s. Instruksi Diagram Ladder . a.d AR 23.d LR 15.

kondisi eksekusi pada sisi kanan akan ON jika kontaknya ON. . Instruksi blok logika adalah instruksi yang digunakan untuk menghubungkan bagian yang lebih kompleks. dan untuk instruksi LD NOT yang kontaknya NC.01 Instruksi Gambar 5 Penggunaan Instruksi LOAD dan LOAD NOT Jika misalnya hanya ada satu kontak seperti contoh di atas. oleh karena itu. Pada program diagram ladder instruksi ini disimbolkan dengan kontak-kontak seperti pada rangkaian kendali elektromagnet. akan ON jika IR 0. Tiap instruksi memerlukan satu baris kode mneumonik.Instruksi diagram ladder adalah instruksi sisi kiri yang mengkondisikan instruksi lain di sisi kanan.00 ON.01 Instruksi Mneumonik Alamat 00000 00001 00002 00003 Instruksi Operand LD 0. kondisi eksekusinya akan ON jika IR 0. Kata “instruksi” mewakili sembarang instruksi lain yang dapat saja instruksi sisi kanan yang akan dijelaskan kemudian. Diagram Ladder 0. dalam diagram ladder disambung ke bus bar sisi kiri. Instruksi diagram ladder terdiri atas enam instruksi ladder dan dua instruksi blok logika. Instruksi LOAD dan LOAD NOT Instruksi LOAD dan LOAD NOT menentukan kondisi eksekusi awal.00 Instruksi LD NOT 0.00 Instruksi 0. Untuk instruksi LD yang kontaknya NO.01 OFF.

saat IR 0. mereka dapat dipandang secara individual di mana tiap instruksi menampilkan operasi logika pada kondisi eksekusi dan status bit . Diagram Ladder 0.00 AND NOT 0. dan AND.03 ON.01 TIM 000 Instruksi Mneumonik Alamat 00000 00001 00002 00003 Instruksi Operand LD 0.00 OR NOT 0. Contah di bawah ini menunjukkan tiga kontak yang masing-masing menunjukkan instruksi LOAD.00 Instruksi 0. OR NOT. Kombinasi Instruksi AND dan OR Jika instruksi AND dan OR dikombinasikan pada diagram yang lebih rumit.00 ON.01 OR TIM 000 Instruksi Gambar 7 Penggunaan Instruksi OR dan OR NOT Instruksi akan mempunyai kondisi eksekusi ON jika salah satu di antara tiga kontak ON. atau saat IR 0. kontak pertama mewakili instruksi LOAD atau LOAD NOT dan sisanya mewakili instruksi OR atau OR NOT.01 TIM 000 Mneumonik Alamat 00000 00001 00002 00003 Instruksi Operand LD 0.01 AND TIM 000 Instruksi Gambar 6 Penggunaan Instruksi AND dan AND NOT Instruksi OR dan OR NOT Jika dua atau lebih kontak terletak pada dua instruksi terpisah dan disambung paralel. Contoh berikut menunjukkan tiga kontak yang masing-masing mewakili instruksi LOAD.01 OFF. AND NOT. dan OR.00 0. Diagram Ladder 0.Instruksi AND dan AND NOT Jika dua atau lebih kontak disambung seri pada garis yang sama. kontak pertama berkait dengan instruksi LOAD atau LOAD NOT dan sisanya adalah instruksi AND atau AND NOT. yaitu saat IR 0.

00 0.01 10.01 Gambar 9 Penggunaan Instruksi OUTPUT dan OUTPUT NOT .03 yang selanjutnya menentukan kondisi eksekusi dengan meng-ANDkan kebalikan status IR 0. 10. Instruksi OUT dan OUT NOT Cara paling sederhana untuk meng-OUTPUT-kan kombinasi kondisi eksekusi adalah dengan meng-OUTPUT-kan langsung menggunakan instruksi OUTPUT dan OUTPUT NOT.operand.00 10.03 0.04 Instruksi Mneumonik Alamat 00000 00001 00002 00003 00004 00005 Instruksi LD AND OR AND AND NOT Instruksi Operand 0. Hasil operasi ini menentukan kondisi eksekusi dengan meng-AND-kan status IR 0.00 10.00 0.02.01 untuk menentukan kondisi eksekusi dengan meng-OR-kan status IR 0.03 0. bit operand akan ON selama kondisi eksekusinya ON dan akan OFF selama kondisi eksekusinya OFF.00 10.00 10.02 0.00 0. Diagram Ladder 0. Istruksi ini digunakan untuk mengendalikan status bit operand sesuai dengan kondisi eksekusi. bit operand akan ON selama kondisi eksekusinya OFF dan akan OFF selama kondisi eksekusinya ON. Dengan instruksi OUTPUT NOT. b.02 0.01 0.04.00 dan status IR 0.04 Gambar 8 Kombinasi Instruksi AND dan OR Di sini AND terletak di antara statur IR 0.03 0.01 Alamat 00000 00001 00002 00003 Instruksi LD OUT LD OUT NOT Operand 0. Dengan instruksi OUTPUT. Perhatikan contoh berikut ini hingga yakin bahwa kode mneumonik meliputi alur logika yang sama dengan diagram ladder.

00 akan ON jika IR 0.01 ON.00 AND NOT 0. .00 dan IR 10. atau OR NOT saja. Meskipun instruksi END dapat ditempatkan sembarang titik dalam program. Instruksi blok logika tidak diperlukan dalam program diagram ladder. Nomor yang mengikuti instruksi END dalam kode mneumonik adalah kode fungsinya. yang digunakan saat memasukkan instruksi ke dalam PLC menggunakan konsol pemrogram.01 merupakan bit input dan IR 10. Instruksi Blok Logika Jika rangkaian logika tidak dapat diwujudkan dengan instruksi AND. Diagram Ladder 0. AND NOT. Jika dalam program tidak ada instruksi END.Pada contoh di atas. IR 10. OR. Saat PLC menscan program.01 akan OFF selama IR 0. tetapi intruksi setelah instruksi END pertama tidak akan diekseksekusi.00 dan IR 0.01 merupakan bit output yang ditetapkan untuk peralatan yang dikendalikan PLC. Perbedaannya adalah bahwa instruksi AND. program tersebut tidak akan dieksekusi.01 Instruksi END(01) Gambar 10 Penggunaan Instruksi END(01) d. sedangkan instruksi blok logika yang terdiri dari instruksi AND LOAD dan OR LOAD mengkombinasikan kondisi eksekusi dengan kondisi eksekusi terakhir yang belum digunakan. dan OR NOT mengkombinasikan antar kondisi eksekusi dengan suatu bit operand.00 0. ia mengeksekusi semua instruksi hingga instruksi END pertama sebelum kembali ke awal program dan memulai eksekusi lagi. AND NOT.00 ON dan IR 10.01 Instruksi END(01) Mneumonik Alamat 00000 00001 00002 00003 Instruksi Operand LD 0. Instruksi END tidak memerlukan operand dan tidak boleh ada kontak ditempatkan pada garis instruksi yang sama. OR. Di sini IR 0. maka perlu menggunakan instruksi blok logika. c. tetapi diperlukan hanya pada program mneumonik. Instruksi END (01) Instruksi terakihir yang diperlukan untuk melengkapi suatu program adalah instruksi END.

00 0.01 Instruksi 0. Kondisi eksekusi akan dihasilkan untuk instruksi pada sisi kanan. Diagram Ladder 0.02 0. Pada contoh di bawah ini.01 0. garis instruksi terakhir berisi satu kontak lagi yang merupakan instruksi AND terhadap IR 0. baik saat IR 0.02 Instruksi 0.00 0.01 0.03 Mneumonik Alamat 00000 00001 00002 00003 00004 00005 Instruksi LD OR LD NOT OR AND LD Instruksi Operand 0. .03 Mneumonik Alamat 00000 00001 00002 00003 00004 00005 Instruksi LD AND NOT LD ND OR LD Instruksi Operand 0.02 dan IR 0.01 OFF.01 0.00 0.03 keduanya ON.02 0.03 Gambar 11 Penggunaan Instruksi AND LOAD Instruksi OR LOAD Instruksi OR LOAD meng-OR-kan kondisi eksekusi yang dihasilkan oleh dua blok logika. Mengkode Instruksi Sisi Kanan Ganda Jika terdapat lebih dari satu instruksi sisi kanan dengan kondisi eksekusi yang sama.00 0.Instruksi AND LOAD Instruksi AND LOAD meng-AND-kan kondisi eksekusi yang dihasilkan oleh dua blok logika. Diagram Ladder 0.02 0.03. atau saat IR 0. masing-masing dikode secara berurutan mengikuti kondisi eksekusi terakhir pada garis instruksi. Diagram di bawah ini memerlukan instruksi OR LOAD antara blok logika atas dan blok logika bawah.00 ON dan IR 0.03 Gambar 12 Penggunaan Instruksi OR LOAD e.

tidak perlu memperhatikan bit TR karena bit TR hanya relevan pada pemrograman bentuk mneumonik.00 0.00 Instruksi 0.02 Gambar 13 Mengkode Instruksi Sisi Kanan Ganda f.01 Instruksi 0.03 Instruksi Mneumonik Alamat 00000 00001 00002 00003 00004 00005 00006 Instruksi LD OR NOT OR Instruksi 1 Instruksi 2 AND Instruksi 3 Operand 0.01 0. Terdapat delapan bit TR. Jika kembali ke titik cabang.Diagram Ladder 0. Jika ada kontak pada garis instruksi setelah titik cabang. yaitu TR0 sampai dengan TR7 yang dapat digunakan untuk mempertahankan kondisi eksekusi sementara. Misalkan suatu bit TR ditempatkan pada suatu titik cabang. Hal ini dipertahankan karena garis instruksi dieksekusi menuju ke instruksi sisi kanan sebelum kembali ke titik cabang untuk mengeksekusi instruksi lainnya. bit TR mengembalikan kondisi eksekusi yang telah disimpan. Jika program dibuat dalam bentuk diagram ladder.02 0. kondisi eksekusi untuk instruksi yang pertama tidak sama dengan kondisi pada titik cabang sehingga untuk mengeksekusi instruksi berikutnya menggunakan kondisi eksekusi titik cabang dan kontak lain setelah titik cabang tersebut. Kondisi eksekusi ini kemudian dikembalikan setelah mengeksekusi instruksi sisi kanan dengan menggunakan bit TR yang sama sebagai operand dari instruksi LOAD. . Penggunaan Bit TR Bit TR (Temporarily Relay) digunakan untuk mempertahankan kondisi eksekusi pada garis instruksi bercabang. Penyimpanan kondisi eksekusi pada titik cabang menggunakan bit TR sebagai operand dari instruksi OUTPUT. kondisi eksekusinya akan disimpan pada bit TR tersebut.

00 10.00 TR0 0.01 TR1 0.02 Gambar 15 Penggunaan Dua Bit TR g. mengkombinasikan kondisi untuk menghasilkan kondisi eksekusi secara langsung sering sangat sulit.01 TR0 0. Bit kerja tidak ditransfer dari atau ke dalam PLC. Semua bit pada daerah IR yang tidak dialokasikan sebagai bit input/output dan bit pada .01 0.00 0.03 0.01 10.02 10.02 10.00 TR1 0.01 10.01 Alamat 00000 00001 00002 00003 00004 00005 00006 Instruksi LD NOT OUT AND OUT LD NOT AND OUT Operand 0. 0.0.02 Alamat 00000 00001 00002 00003 00004 00005 00006 00007 00008 00009 00010 00011 Instruksi LD NOT OUT AND OUT AND OUT LD NOT AND OUT LD NOT AND OUT Operand 0. Penggunaan Bit Kerja (Internal Relay) Dalam pemrograman.02 0.00 10. Kesulitan ini dapat siatasi dengan mudah menggunakan bit kerja untuk mentriger instruksi lain secara tidak langsung.00 0.00 TR0 0.00 TR0 0.01 Gambar 14 Penggunaan Bit TR Contoh berikut ini menunjukkan penggunaan dua bit TR yaitu TR0 dan TR1 pada sebuah program.04 10.02 10.01 0.04 10.03 10.

01 0. OUTPUT NOT. Bit kerja sering digunakan sebagai operand untuk salah satu instruksi OUTPUT.03 216. dan KEEP.00 0.06 200.00 216. Bit kerja juga dapat digunakan untuk menyederhanakan program saat kombinasi kondisi tertentu digunakan berulang-ulang.03 dikombinasikan pada blok logika yang menyimpan kondisi eksekusinya sebagai status IR 216.00. Pada contoh berikut ini IR 0. dan IR 0.01.01 Gambar 16 Penggunaan Bit Kerja h. . Ia memerlukan dua operand yang terletak pada dua baris instruksi. Kemudian IR 216. kemudian digunakan sebagai kondisi yang menentukan bagaimana instruksi lain dieksekusi.00.daerah AR (Auxilary Relay) dapa digunakan sebagai bit kerja.00 dikombinasikan dengan kontak lain untuk menentukan kondisi output untuk IR 200.01. Meskipun demikian.04 216.02 0.05 200.00 dan IR 200.00 216.04 0. instruksi Timer terletak dalam satu alamat.00 0.05 200.02.01 Alamat 00000 00001 00002 00003 00004 00005 00006 00007 00008 00009 00010 00011 00012 Instruksi LD AND NOT OR OR NOT OUT LD AND AND NOT OUT LD OR NOT AND OUT Operand 0.03 0. Bit input/output dan bit yang dialokasikan untuk keperluan tertentu tidak dapat digunakan sebagai bit kerja.00 200.00 0.00 216. IR 0. DIFERENTIATE DOWN.00 0.02 0. DIFERENTIATE UP. yaitu baris pertama untuk nomor timer dan yug kedua untuk settig waktu (SV = Set Value).06 0.00 0. Instruksi Timer Instruksi Timer digunakan untuk operasi tunda waktu. 0. IR 0. Jika mengalami kesulitan pada pemrograman suatu program pengendalian pertimbangan pertama harus diberikan pada bit kerja untuk menyederhanakan program.04 0.01 216.04 0.00 0.

Banyaknya nomor Timer/Counter bergantung kepada tipe PLC. SV dapat berupa konstanta atau alamat channel/words. PLC OMRON CPM1A. Jika kondisi eksekusi lebh lama daripada SV. ia tidak boleh digunakan untuk instruksi Timer/Counter yang lain. Tetapi. unit input ini harus disambung sedemikian sehingga SV dapat diset dari luar. Jika dikehendaki timer tidak reset oleh dua keadaan tersebut. tidak diperlukan awalan apapun untuk menyatakan nomor timer. tetap on hingga Timer direset. dan saat terjadi pemutusan daya. completion flag. termasuk yang diset dari luar harus dalam BCD (Binary Coded Decimal). Jika channel daerah IR sebagai unit input dimasukkan sebagai alamat channel. Misalnya. yaitu dari 000 sampai dengan 127. Timer/ Counter yang disambung dengan cara ini hanya dapat diset dari luar dalam mode MONITOR atau RUN. sekali nomor Timer/Counter telah digunakan. Semua SV. maka bit pulsa . Simbol Timer TIM N #SV N : Nomor Timer/ Counter SV : Set Value dalam BCD Diagram Waktu on kondisi eksekusi off SV SV Gambar 17 Diagram Waktu Instruksi Timer Timer bekerja saat kondisi eksekusinya beralih ke on dan direset (ke SV) saat kondisi eksekusinya beralih ke off.Nomor Timer dipakai bersama untuk nomor Counter. Tetapi. Timer akan reset jika trletak pada bagian program interlock saat kondisi eksekusi instruksi interlock (IL) off. jika nomor timer sebagai operand suatu kontak harus diberi awalan TIM. yaitu bilangan desimal yang dikode biner. yaitu tanda yang menunjukkan hitungan waktu telah berakhir. Maksudnya. nomor timer sebagai operand suatu kontak dapat digunakan sebanyak yang diperlukan. Nomor Timer/ Counter hanya boleh digunakan sekali. Penulisan SV harus diawali dengan tanda #. terdapat 128 nomor.

00 on lebih pendek daripada SV.00 200.00 200. Jika SV dinyatakan tidak dalam BCD.00 00001 TIM 0.00 on. maka nilai SV harus 100.00 00004 LD 00005 OUT Operand 0. akan muncul pesan kesalahan. gunakan bit kerja untuk mengendalikan timer secara tidak langsung seperti ditunjukkan pada program berikut ini.00 200. Tunda on (2) 0.00 Alamat Instruksi Operand 00000 LD 0.clock pada daerah SR untuk mencacah Counter yang menghasilkan Timer menggunakan instruksi Counter. c. Jika lama kontak 0.00 TIM 000 #050 TIM000 10. b.00 Gambar 18 Program Tunda On Jika kondisi eksekusi timer (hanya ditentukan oleh kontak 0.00 hanya on sesaat.00 juga tetap off. Di bawah ini diberikan program-program penerapan timer. Lima detik kemudian (completion flag timer on) kontak TIM 000 on hingga selanjutnya output 10. Agar dapat aktif meskipun kontak 0. maka timer aktif. Jadi.00) on. Tunda on (1) 0.00 200.00 #050 00002 LD TIM 000 00003 OUT 10. misalnya menghendaki 10 detik. SV mempunyai harga antara 0000 sampai dengan 9999 (BCD) dalam satuan deci-detik.00 Gambar 19 Program Tunda On (2) .00 000 #050 TIM 000 10. maka completion flag tetap off dan output 10.00 TIM 000 #050 Alamat 00000 00001 00002 00003 Instruksi LD OR OUT TIM TIM000 10.

3) Tiap garis instruksi harus memiliki sedikitnya satu kondisi yang menentukan eksekusi instruksi sisi kanan. perlu diingat hal-hal sebagai berikut: 1) Jumlah kondisi (kontak) yang digunakan seri atau paralel dan juga banyaknya perulangan penggunaan suatu bit tak terbatas sepanjang kapasitas memori PLC tidak dilampaui. Tunda on dan off 0.00 TIM002 200. Peringatan dalam pemrograman Untuk mengurangi kemungkinan terjadinya kesalahan dalam merancang program kendali.00 TIM 002 10. pada gambar A di bawah ini diperlukan instruksi OR LOAD.00 TIM 001 #050 Alamat 00000 00001 00002 00003 00004 00005 00006 00007 00008 00009 Instruksi LD OR AND NOT OUT TIM LD NOT OR AND NOT OUT TIM TIM001 10.00 TIM002 10. 2) Diantara dua garis instruksi tidak boleh ada kondisi yang melintas secara vertikal.00 TIM 002 #050 Operand 0. kecuali untuk instruksi END(01).00 200.00 002 #050 Gambar 20 Program Tunda On & Off 5.00 200.00 001 #050 TIM 001 10. 4) Dalam merancang diagram ladder harus memperhatikan kemungkinan instruksi yang diperlukan untuk memasukannya.d. Misalnya. Hal ini dapat dihindari dengan menggambar ulang diagram ladder seperti gambar B. ILC(03) dan JME(05). .00 TIM 002 200.

0.01 0. Instruksi harus ditempatkan dengan tepat.00 Alamat 00000 00001 00002 00003 00004 Instruksi LD LD AND OR LD OUT Operand 0.00 0.01 0. .02 10.00 Diagram B Alamat 00000 00001 00002 00003 Instruksi LD AND OR OUT Operand 0. Bit operand untuk peralatan input/ output mengacu pada daerah memori PLC yang digunakan. Bit operand dapat dipilih secara bebas sejauh berada pada jangkah daerah memori yang dalokasikan. Menguraikan urutan kendali Pembuatan program diawali dengan penguraian urutan kendali.00 0.02 10. misalnya data yang dikehendaki dipindahkan ke words sebelum words tersebut digunakan sebagai operand instruksi.00 0. Menetapkan bit operand untuk peralatan input/ output. gambargambar. b. Tetapi. PLC men-scan program dari atas ke bawah. atau bagan alir (flow chart). dan mengeksekusi semua instruksi. Oleh sebab itulah penggunaan bit operand harus ditetapkan sebelum program dibuat. Langkah-langkah pembuatan program Untuk membuat program kendali PLC ditempuh melalui langkah-langkah sistematis sebagi berikut: a. kemudian tetapkan bit operandnya.00 0. Eksekusi program Saat eksekusi program. setelah itu baru mengeksekusi garis instruksi bercabang ke instruksi terminal yang lain. mengecek semua kondisi. Eksekusi program semata-mata merupakan salah satu tugas yang dilakukan oleh PLC sebagai bagian dari waktu siklus. penggunaan secara bebas sering menjadikan ketidak-konsistenan sehingga menjadikan program kendali keliru. 7.00 10.00 Gambar 21 Penyederhanaan Program Logika 6.02 0. Ini dapat dibuat dengan menggunakan kalimat-kalimat logika. Ingat bahwa garis instruksi berakhir pd instruksi terminal sisi kanan. diagram waktu.01 0. Inventarisir semua peralatan input dan output yang akan disambung ke PLC.02 Diagram A 10.01 0.

Perbandingan jumlah bit input dan output pada umumnya 3 : 2.01 10. Membuat program kendali Program kendali PLC dapat dibuat dengan diagram ladder atau kode mneumonik. Jika tombol Stop ditekan. Program Kendali Motor Satu arah Putaran Urutan Kendali Motor Jika tombol Start ditekan. . dan jika kemudian tombol Start dilepaskan1). 8.Jumlah bit oprand yang tersedia bergantung kepada tipe PLC yang dispesifikasikan menurut jumlah input-outputnya. Penetapan Bit I/O No 1 2 Alat input/output Tombol Stop Tombol Start Bit operand 0. motor berhenti berputar. Maka. Pemilihan tipe program sesuai dengan jenis alat pemrogram yang akan digunakan untuk memasukkan program ke dalam PLC. c. motor berputar searah jarum jam. suatu motor yang paling banyak digunakan sebagai penggerak mesin industri.00 0. secara umum operasi menjalankan motor adalah dengan menekan tombol Start dan jika kemudian tombol ini dilepas motor akan tetap berputar. Program Kendali Motor Terdapat berbagai macam operasi motor induksi. Tetapi. selanjutnya untuk menjalankan motor cukup disebutkan dengan menekan tombol Start saja. Jika diguinakan komputer pilihlah diagram ladder dan jika digunakan konsol pemrogram gunakan kode mneumonik. Misalnya PLC dengan I/O 10 memiliki bit input sejumlah 6 dan bit output 4. motor tetap berputar dalam arah yang sama. hanya ada beberapa prinsip operasi motor induksi yaitu :      Operasi Operasi Operasi Operasi Operasi motor satu arah putaran motor dua arah putaran motor dua kecepatan motor start bintang segitiga beberapa motor kendali kerja berurutan a.00 Fungsi Menghentikan operasi motor Menjalankan motor Menghubungkan motor ke jaringan 3 Kontaktor2) Keterangan : 1) Kecuali untuk operasi yang sangat khusus.

Tombol STOP digunakan untuk menghentikan operasi motor setia saat. Program Kendali Motor Dua Arah Putaran Urutan Kendali Motor Jika tombol Forward (FWD) ditekan.01 10. Tetapi.01 Fungsi Menghentikan operasi motor Menjalankan motor searah jarum jam Menjalankan motor berlawanan arh jarum jam Kontaktor putaran searah jarum jam Kontaktor putaran berlawanan arh jarum jam Program Kendali PLC .00 0.00 Gambar 22 Program Kendali Motor Satu Arah Putaran b.00 10.00 END(01) 0. motor berputar berlawanan arah jarum jam.00 END(01) Mneumonik 10. Penetapan Bit I/O No 1 2 3 4 5 Alat input/output Tombol Stop Tombol Fwd Tombol Rev Kontaktor K1 Kontaktor K2 Bit operand 0.00 AND NOT 0. untuk motor berdaya cukup dengan arus nominal diatas kemampuan PLC harus menggunakan kontaktor sebagai penghubung motor ke jaringan.2) Motor berdaya kecil dapat disambung langsung ke PLC.01 OR 10.00 Alamat 00000 00001 00002 00003 Instruksi Operand LD 0.01 0. motor berputar searah jarum jam dan jika yang ditekan tombol Reverse (REV).02 10. Program Kendali PLC Diagram Ladder 0.

01 10.00 10.00 0. Program Kendali Motor Dua Kecepatan Urutan Kendali Motor Jika tombol LOW ditekan.Diagram Ladder 0. motor berputar dalam kecepatan rendah.02 10.01 10 TR0 0.01 10.02 10.01 END(01) Gambar 23 Program Kendali Motor Dua Arah Putaran c.01 10. Motor tidak dapat distart langsung pada kecepatan tinggi dan pada kecepatan tinggi motor tidak dapat dipindahkan ke kecepatan rendah.00 Fungsi Menghentikan operasi motor Menjalankan motor kecepatan rendah Menjalankan motor kecepatan tinggi Kontaktor kecepatan rendah Kontaktor kecepatan tinggi Kontaktor kecepatan tinggi Tombol High Speed Kontaktor K1 Kontaktor K2 Kontaktor K3 Program Kendali PLC .01 10.00 TR0 0. dan jika kemudian tombol High ditekan motor berputar dalam kecepatan tinggi.01 10.00 Mneumonik Alamat 00000 00001 00002 00003 00004 00005 00006 00007 00008 00009 00010 00011 00012 00013 Instruksi LD NOT OUT LD OR AND LD AND NOT OUT LD LD OR AND LD AND NOT OUT END(01) Operand 0.00 10.00 10.01 10.00 0. Tombol Stop untuk menghentikan operasi motor.00 0. Penetapan Bit I/O No 1 2 3 4 5 6 Alat input/output Tombol Stop Tombol Speed Low Bit operand 0.00 10.02 10.01 10.01 0.

02 10.01 10.01 10.00 0.00 10.00 0.02 10.00 0.00 0.02 10.00 10.02 0.02 10. Program Kendali Motor Sistem Start Bintang Segitiga Urutan Kendali Motor Jika tombol Start ditekan.01 10.00 10.01 10. motor berputar dalam sambungan bintang.Diagram Ladder 0.01 10.00 Mneumonik Alamat 00000 00001 00002 00003 00004 00005 00006 00007 00008 00009 00010 00011 00012 00013 00014 00015 00016 00017 00018 Instruksi LD NOT OUT LD OR AND LD AND NOT AND NOT AND NOT OUT LD LD OR AND LD OUT AND AND NOT OUT OUT END(01) Operand 0. Lima detik kemudian.02 END(01) Gambar 24 Program Kendali Motor Dua Kecepatan d.02 10. Tombol Stop untuk menghentikan operasi motor setiap saat.02 Fungsi Menghentikan operasi motor Menjalankan motor Kontaktor utama Kontaktor bintang Kontaktor segitiga Program Kendali PLC .01 10.00 10.02 10.00 200.00 200.01 10.01 0.00 200.00 TR0 0. motor berputar dalam sambungan segitiga.00 200. Penetapan Bit I/O No 1 2 3 4 5 Alat input/output Tombol Stop Tombol Start Kontaktor K1 Kontaktor K2 Kontaktor K3 Bit operand 0.01 10.00 TR0 10.

menetapkan operand untuk alat input/ output.00 10.01 10. baru membuat program.01 10. 7. Program kendali PLC terdiri atas tiga unsur yaitu alamat. Gambar 25 Program Kendali Motor Start Bintang Segitiga Rangkuman 1. Program PLC dapat dibuat dengan diagram ladder atau kode mneumonik. pemrogram harus memahami struktur daerah memori PLC yang akan digunakan. Setiap program selalu diawali dengan instruksi LOAD dan diakhiri dengan instruksi END. . 6. Untuk dapat membuat program kendali PLC.02 TIM000 10. tetapi tidak semua instruksi dapat duterapkan pada semua tipe PLC. 3. yaitu mendeskripsikan sistem kendali. 4. 2. 5.01 10. Pada diagram ladder ini berarti program dikesekusi mulai dari atas ke bawah bila garis instruksi bercabang.02 TIM000 #050 10.00 10. Daerah memori PLC berbeda-beda sesuai dengan tipe PLC.00 10. Pembuatan program PLC harus dilakukan secara sistematis.02 END(01) c. Tanpa instruksi END program tidak dapat dieksekusi.01 TIM 000 #050 Mneumonik Alamat 00000 00001 00002 00003 00004 00005 00006 00007 00008 00009 00010 00011 00012 00013 00014 00015 00016 00017 00018 Instruksi LD NOT OUT LD OR AND LD AND NOT AND NOT OUT LD LD OR AND LD OUT LD AND AND NOT OUT END(01) Operand 0.00 10.01 10.00 10.01 10.Diagram Ladder 0.00 0. instruksi dan operand.01 TR0 10.01 10.00 TR0 10.02 10. Terdeapat banyak sekali instruksi pemrograman. dan kemudian ke kanan hingga mengeksekusi instruksi sisi kanan. Pemilihan tipe program ditentukan oleh alat pemrogram yang akan digunakan.01 10. Memahami instruksi pemrograman memegang peranan paling penting dalam pembuatan program kendali.01 10.00 TR0 0. Program dieksekusi dengan menscan mulai dari alamat terendah hingga ke alamat tertinggi yaitu instruksi END.

suatu motor yang paling banyak digunakan sebagai penggerak mesin. tugas Buatlah program kendali PLC untuk operasi motor sbb: Motor II hanya dapat dioperasikan setelah motor I hanya dapat dimatikan setelah motor II mati. untuk operasi motor induksi.8. operasi dua kecepatan. operasi dengan start bintang segitiga. secara prinsip hanya ada beberapa operasi motor yaitu operasi motor satu arah putaran. d. Tetapi. Banyak sekali variasi program kendali motor sebagai penggerak mesin. operasi dua arah putaran. . operasi berurutan dan operasi bergantian.

01 15.02 10. Sebutkan dua macam bentuk program kendali PLC! 3.00 TR0 0.00 TIM 000 10. Sebutkan contoh instruksi yang tidak memerlukan kondisi! 13. Bilamana instruksi blok logika diperlukan dalam pembuatan program? 7.01 10. Sebutkan enam macam instruksi diagram ladder! 6. Bilamana bit TR digunakan dalam pembuatan program? 8. Instruksi manakah yang digunakan untuk operasi penundaan waktu? 9. Apa yang dimaksud dengan program? 2. Tes Formatif 1. Sebutkan unsur-unsur sebuah program! 4.01 0. Sebutkan contoh instruksi yang tidak memerlukan operand! 12.00 001 #050 . Apa tujuan suatu instruksi ditulis menggunakan kode fungsi? 11. Konversikan program mneumonik berikut ini menjadi program diagram ladder! Alamat 00000 00001 00002 00003 00004 00005 00006 00007 00008 Instruksi LD NOT OUT LD OR OR AND LD AND NOT OUT TIM Operand 0. Apa yang dimaksud dengan instruksi sisi kiri? 5. Apa yang dimaksud dengan SV (Set Value)? 10.E.01 10. Konversikan diagram ladder berikut ini menjadi kode mneumonik! 0. Mengapa bit operand untuk perlatan I/O harus ditetapkan terlebih dahulu sebelum membuat diagram ladder? 14.00 0.00 10.

Alamat. OR NOT 6. OR. 11. END(01). IL(02). JME(05) 12. LOAD.Jawaban Tes Formatif 1.01 10.01 15. 8. Konversikan diagram ladder berikut ini menjadi kode mneumonik Alamat 00000 00001 00002 00003 00004 00005 00006 Instruksi LD NOT OUT AND LD OUT LD NOT AND OUT Operand 0. Konversikan program mneumonik berikut ini menjadi program diagram ladder! 0. Bila garis instruksi bercabang.00 TR 0 0. 14. 2. Agar operand untuk peralatan I/O konsisten.00 TIM004 TIM001 10. 4. ILC(03). Setelan waktu untuk Timer. Sederatan instruksi yang disusun secara berurutan.02 10.00 TR 0 0.F.00 0. 10. instruksi. AND NOT. dan operand. Timer 9. LOAD NOT. Bila program tidak dapat diwujudkan hanya oleh instruksi diagram ladder. Untuk memasukkan instruksi yang tidak tersedia tombolnya pada Konsol Pemrogram. 5. Instruksi yang mengkondisikan instruksi lain di sisi kanan.00 TIM 001 #100 Kegiatan Belajar 3 . 7. END(01) 13. Program diagram ladder dan program mneumonik 3. JMP(04). AND.01 10.

tetapi bit tdk dapat di paksa set/ reset dan SV/PV timer dan counter tidak dapat diubah. Pilihan mode operasi harus dipilih dengan tepat sesuai dengan aktifitas dalam sistem kendali PLC. merubah data kata. Memasukkan password b. Pada mode ini. 2. Konsol Pemrogram. program tidak dapat dieksekusi/ dijalankan. dan mengedit program online. program yang dimasukkan ke dalam PLC dapat berbentuk diagram ladder atau kode mneumonik. atau mengecek kesalahan program. dan Programmable Terminal. Status operasi PLC dapat dimonitor dari peralatan pemrogram. Mentransfer program ke dalam PLC 2. tetapi Konsol Pemrogram hanya dapat memasukkan program dalam bentuk kode mneumonik. Mode RUN digunakan untuk menjalankan program. Tujuan Pembelajaran Setelah pemelajaran siswa dapat: 1. Dengan software ladder CX-Programmer. 3. melaksanakan instruksi force set dan force reset bit I/O. Uraian Materi 1. Jenis-Jenis Alat Pemrogram Ada beberapa jenis alat untuk memasukkan program ke dalam PLC yaitu komputer yang dilengkapi dengan software ladder misalnya CX-Programmer. Mode MONITOR digunakan menguji operasi sistem. Membuat program diagram ladder b. MONITOR. Menggunakan Konsol Pemrogram untuk: a. Menulis/memasukkan program ke dalam PLC b. Mode PROGRAM digunakan untuk membuat dan mengedit program. merubah SV (Set Value) dan PV (Present Value) timer dan counter.MEMASUKKAN PROGRAM KE DALAM PLC a. Menggunakan software CX-Programmer untuk: a. menghapus memori. Menghapus memori c. Mode Operasi PLC Operasi PLC dikategorikan dalam tiga mode yaitu: PROGRAM. seperti memonitor status operasi. dan RUN. Sambungan Alat Pemrogram .

PLC dapat disambung ke Konsol Pemrogram atau komputer dengan software ladder seperti CX-Programmer, SSS (Sysmac Support Software), atau Syswin, dan Programmable Terminal. a. Sambungan Konsol Pemrogram Hubungkan Konsol Pemrogram ke port peripheral PLC. Konsol Pemrogram tidak dapat disambung ke port RS-232C. PLC akan otomatis berkomunikasi dengan Konsol Pemrogram tanpa memandang metode komunikasi yang dipilih pada saklar komunikasi PLC.

Gambar 26 Sambungan Konsol Pemrogram b. Sambungan Komunikasi Host Link Komunikasi Host Link adalah komunikasi antara PLC dan komputer yang didalamnya diinstal software ladder. Komputer dapat disambung ke port peripheral atau port RS-232C PLC. Port peripheral dapat beroperasi dalam mode Host Link atau mode peripheral bus. Port RS-232C beroperasi hanya dalam mode Host Link Komputer dapat disambung ke port peripheral PLC dengan adapter RS- 232C : CQM1-CIF02 atau CPM1-CIF01.

Gambar 27 Sambungan komunikasi Host Link

c. Sambungan Komunikasi NT Link Komunikasi NT Link adalah komunikasi antara PLC dan Programmable Terminal. Pada Link NT 1:1, PLC dapat disambung langsung ke Programmable Terminal yang disambung ke port RS-232C. Ia tidak dapat disambung ke port peripheral.

Gambar 28 Sambungan komunikasi NT Link

4. Memasukkan Program Menggunakan CX-Programmer CX Programmer adalah software ladder untuk PLC merk OMRON. Ia beroperasi di bawah sistem operasi Windows, oleh sebab itu pemakai software ini diharapkan sudah familier dengan sistem operasi Windows antara lain untuk menjalankan software program aplikasi, membuat file, menyimpan file, mencetak file, menutup file, membuka file, dan keluar dari (menutup) software program. Ada beberapa persyaratan minimum yang harus dipenuhi untuk bisa mengoperasikan CX Programmer secara optimal yaitu:  Komputer IBM PC/AT kompatibel

   

CPU Pentium I minimal 133 MHz RAM 32 Mega bytes Hard disk dengan ruang kosong kurang lebih 100 MB Monitor SVGA dengan resolusi 800 x 600

a. Menjalankan CX Programmer Ada banyak cara untuk menjalankan suatu software termasuk CX Programmer. Berikut ini ditunjukkan cara umum menjalankan software dalam sistem operasi Windows. Klik tombol Start > Program > OMRON > CX-Programmer > CXProgrammer. Akan tampil Layar CX Programmer sebagai berikut:

Gambar 29 Layar interface utama Ada beberapa menu/command yang perlu diketahui pada layar CXProgrammer utama yaitu: Menu/Command File>New File>Open Membuat file baru Membuka file Fungsi

Membuat file baru Klik File. . Kotak dialog Device Type Setting ditampilkan.File>Exit View>Toolbar Tool>Option Help Topic Help Content Keluar dari CX-Programmer Menampilkan/ menyembunyikan toolbar Mengatur beberapa opsi : Meminta penjelasan menurut topik Meminta penjelasan menurut isi b. New untuk membuat file baru. Kotak dialog Change PLC ditampilkan Gambar 30 Kotak dialog merubah PLC Pada kotak Device Type. klik tanda  untuk memilih tipe PLC yang akan digunakan. Kemudian klik Setting untuk memilih jumlah input/output PLC.

pilih OK. CPU Type. klik tand  untuk memilih jumlah I/O PLC. Kembali ke kotak dialog Change PLC. OK. . Project Workspace Output Ladder Diagram Gambar 32 Layar CX-Programmer Secara default ada tiga window tampil secara bersamaan.Gambar 31 Kotak dialog Device Type Setting Pada General. Layar CXProgrammer ditampilkan. yaitu: 1) Window diagram ladder Di sini. diagram ladder akan digambar.

Menggambar Diagram Ladder CX-Programmer membebaskan pemakai untuk membuat program dalam bentuk diagram ladder atau mneumonik. Tetapi. Menampilkan/ menyembunyikan tampilan diagram    3) Window Output Window output akan menampilkan kesalahan dalam menulis diagram ladder.2) Window Project Workspace Window Project Workspace (Ruang Kerja Proyek) menampilkan proyek sebagai struktur hierarkhi antara PLC dan rincian program. Yang dimaksud symbols adalah operand dalam daerah memori PLC. 9. Kesalahan juga ditunjukkan secara langsung dalam window diagram ladder. akan lebih baik menggunakan program diagram ladder. atau shortcut keyboard. menampilkan mode operasi PLC Symbols Global Menampilkan simbol global. dimana akan muncul tampilan warna merah pada bagian program yang salah. Penjelasan beberapa obyek dalam struktur ini sebagai berikut:   PLC Menampilkan dan merubah tipe PLC. Pemakai juga dibebaskan untuk menggunakan operasi toolbar. Section ladder. Fungsi masing-masing toolbar dan shortcut ditunjukkan pada tabel berikut ini : Menu/ Comand Insert>Contact>Normally Open Insert>Contact>Normally Closed Insert>Vertical>Up Toolbar Shortcut C / U . yaitu simbol yang digunakan secara umum untuk semua program. yaitu simbol yang digunakan hanya pada program yang sedang aktif. Program Menampilkan nama program (proyek) Symbol Local Menampilkan simbol lokal.

01 10.Insert>Vertical>Down Insert>Horizontal Insert>Coil>Normally Open Insert>Coil>Normally Closed Insert>Instruction V O Q I Misalnya. 1) Tempatkan kursor pada sel kiri atas.00 10. program ladder di bawah ini akan dibuat menggunakan CX-Programmer ! 0.00 0. Klik Insert > Contact > Normally Open atau .00 END(01) Gambar 33 Program Diagram ladder Lakukan prosedur persiapan hingga tampil layar CX-Programmer seperti dijelaskan diatas. maka muncul kotak dialog New Contact .

. Muncul kotak dialog Instruction sebagai berikut: .00. 5) Tekan Enter. Kursor berpindah ke awal baris baru. 9) Klik Insert > Instruction untuk menulis instruksi lainnya. Pindahkan kursor ke awal rung baru dengan menggunakan tombol anak panah. Klik OK atau tekan Enter. Kursor akan bergeser ke kanan satu sel. Klik OK atau tekan Enter. 8) Tekan tombol Esc untuk menon-aktifkan toolbar yang sedang aktif.Gambar 34 Kotak dialog New Contact Pada kotak Name or address. 3) Klik Insert > Coil > Normally Open atau dialog New Coil : . ketik „1‟ untuk menulis operand 0. diagram ladder secara otomatis mengembang ke kanan. 6) Klik Insert > Contact > Normally Open atau OK.01 dan kontak NC 0.01. ketik „0‟ untuk . maka muncul kotak Gambar 35 Kotak dialog New Coil 4) Ketik „1000‟ untuk menulis operand 10. untuk menambah baris pada rung yang sama. ketik „1000‟. Begitu kursor berpindah ke rung baru.00. 7) Klik Insert > Vertical > Up atau diantara kontak NO 0.00. 2) Klik Insert > Contact > Normally Closed atau menulis operand 0. Klik OK atau tekan Enter.

misalnya „M1A‟. Sekarang. Menutup File 12) Klik File> close untuk menutup file. klik Programmer Project Files. 11. Pada kotak Save input type. Pilih CX. . 11) Klik pada kotak Save input untuk memilih tempat memori dimana file akan disimpan. instruksi END mengembang ke kanan otomatis.Gambar 36 Kotak dialog Instruction Ketik END pada kotak Instruction. lalu klik untuk memilih tipe file. maka pilih 3½ Floppy (A:). tulis nama file. 10. file proyek telah disimpan dalam memori dan file ini dapat diakses setiap saat untuk ditindak-lanjuti. Menyimpan File 10) Klik File Save atau untuk menyimpan file. Muncul kotak dialog Save CX-Programmer File.Pada kotak File Name. OK. Misalkan file akan disimpan di floppy disk. Seperti tadi. Pindahkan kursor ke rung baru.

Klik Yes untuk melanjutkan operasi. Operasi offline adalah kegiatan pemrograman yang tidak memerlukan unit PLC.12. memonitor program. Membuka file proyek 13) Klik File>Open atau untuk membuka file yang pernah dibuat. ransfer program dibedakan menjadi dua yaitu: Download dan Upload. . Klik pada kotak Save input tempat dimana file disimpan. 2) Klik menu PLC > Transfer > To PLC untuk mendown-load program. klik OK. misalnya membuat diagram ladder. misalnya mentransfer program. Setelah dipilih. Download adalah pemindahan program dari komputer ke PLC. . Operasi online adalah kegiatan pemrograman yang tidak dapat dilakukan tanpa adanya unit PLC. lalu klik maka file yang dipilih akan dibuka. sedangkan upload adalah pemindahan program dari PLC ke komputer. dan menjalankan program. CX-Programmer akan merubah mode secara otomatis. Pada layar muncul pesan meminta konfirmasi untuk beralih ke operasi online. 13. Muncul kotak dialog yang meminta penjelasan apa saja yang akan di transfer: program atau setting. Jika PLC tidak dalam mode ini. 14) Klik pada kotak file name untuk memilih nama-nama file yang ada pada memori. menyimpan file. Mentransfer program ke dalam PLC Operasi pemrograman PLC dibedakan menjadi operasi offline dan operasi online. 15) Klik pada kotak file of type untuk memilih tipe file. Operasi transfer program hanya dapat dilakukan dalam mode operasi PROGRAM. Prosedur transfer program dari komputer ke PLC (Download) sebagai berikut : 1) Klik menu PLC > Work Online. atau keduanya. Latar belakang layar diagram ladder berubah menjadi gelap yang menunjukkan anda sedang berada pada operasi on-line. untuk beralih ke operasi online.

Program yang dibuat dalam bentuk diagram ladder jika akan dimasukkan ke dalam PLC menggunakan Konsol Pemrogram harus dikonversi terlebih dahulu ke dalam bentuk mneumonik. Program anda sekarang sudah ada di PLC. dan 10 buah tombol angka. ada informasi: Download successful. Pada layar ditunjukkan operasi transfer program sedang berlangsung. Berbeda dengan alat pemrogram software ladder.Gambar 37 Download option Kotak dialog konfirmasi transfer program ditampilkan. semua aktivitas penulisan ditransfer langsung ke dalam PLC. 13 buah tombol fungsi. saklar pilih mode operasi. Hal ini karena PLC hanya mengerti program bentuk mneumonik. 3) Klik Yes untuk melanjutkan operasi. dan sejumlah tombol yang terdiri atas: 16 buah tombol instruksi. Jika selesai. 5. Memasukkan Program Menggunakan Konsol Pemrogram Konsol Pemrogram hanya dapat memasukkan program yang dibuat dalam bentuk kode mneumonik. Klik OK. Ada tiga bagian penting Konsol Pemrogram yaitu: layar LCD. Konfirmasi ini penting karena perintah transfer program akan berpengaruh terhadap PLC yang disambung. . sekali Konsol Pemrogram disambung dengan PLC.

harus dilakukan langkah-langkah persiapan sebagai berikut : 1) Merubah Mode Operasi Sekali Konsol Pemrogram telah disambung. Tekan CLR untuk menghapus tampilan sehingga operasi kunci dapat dilakukan. saat PLC di on kan ia akan berada pada mode RUN secara otomatis.PRO01E Layar LCD MONITOR RUN PROGRAM Saklar pilih Mode Operasi FUN AND SFT OR NOT SHIFT CNT LD OUT TIM TR LR HR Tombol Instruksi DM CH « CONT # 7 4 1 0 8 5 2 9 6 3 EXT CHG SRCH Tombol Angka PLAY SET REC RESET DEL MONTR Tombol Operasi INS   CLR VER WRITE EAR MIC Gambar 38 Panel atas Konsol Pemrogram a. . Operasi tombol tidak dapat dilakukan saat layar Konsol Pemrogram menampilkan mode operasi.<MONITOR>. Jika Konsol Pemrogram tidak disambung. saklar modenya dapat digunakan untuk merubah mode operasi PLC. Tampilan mode (<PROGRAM>. Langkah Persiapan Sebelum mentrasfer program. atau <RUN>) akan muncul pada layar Konsol Pemrogram.

Gambar 39 Mode operasi PLC Set saklar mode pada PROGRAM untuk memasukkan program ke dalam PLC. PLC selalu meminta anda untuk memasukkan password saat daya pertama disambung atau Konsol Pemrogram dipasang saat PLC dalam mode operasi. tekan tombol CLR>MONTR>CLR. Memasukkan Program . 2) Memasukkan Password PLC mempunyai password untuk menjaga akses yang tidak disengaja terhadap program. Tekan CLR berulang-ulang untuk membawa ke alamat awal b. CLR <PROGRAM> PASSWORD! <PROGRAM> MONTR 3) Menghapus Memori Lakukan selalu menghapus seluruh memori sebelum memasukkan program ke dalam PLC. c. Tekan tombol MONTR untuk menghapus memori. Tekan SET>NOT>RESET untuk memulai operasi. b. Untuk memasukkan password. Prosedur menghapus memori sebagai berikut : a.

00 AND NOT 0.00 0.01 OUT 10. Menyunting Program Operasi ini terdiri atas operasi menyisipkan dan menghapus instruksi. Tekan tombol OUTPUT>1>0>0>0>WRITE e.00 10.00 10.01 10.00 0.00 Tertulis Alamat 00000 00001 00002 00003 00004 Instruksi Operand LD 0. Tekan tombol LD>0>WRITE b. ada perbedaan antara program yang seharusnya dan yang telah ditulis atau dimasukkan : Seharusnya Alamat 00000 00001 00002 00003 00004 Instruksi LD OR AND NOT OUT END(01) Operand 0. 1) Menyisipkan Instruksi Menyisipkan instruksi diperlukan saat terjadi satu atau lebih baris instruksi terlewatkan saat memasukkan program ke dalam PLC. Ini hanya dapat dilakukan dalam mode operasi PROGRAM.00 END(01) . program berikut akan menggunakan Konsol Pemrogram.00 Lakukan prosedur sebagai berikut: a.01 10. Tekan tombol AND>NOT>1>WRITE d.Misalnya. Misalnya. Tekan tombol OR>1>0>0>0>WRITE c. dimasukkan ke dalam PLC Alamat 00000 00001 00002 00003 00004 Instruksi LD OR AND NOT OUT END(01) Operand 0. Tekan tombol FUN>0>1>WRITE c.

Maka. 2.01 pada alamat 00003 tidak diperlukan dalam program. program yang dimasukkan ke dalam PLC dapat berbentuk diagram ladder atau kode mneumonik. Tekan tombol 3> untuk menulis alamat 00003 Tekan tombol DEL> untuk menghapus instruksi.01 10. instruksi OR 10. Ada tiga mode operasi PLC yaitu mode PROGRAM.01 10. Mode RUN digunakan untuk menjalankan program.00. Tekan tombol CLR untuk membawa ke alamat awal. menghapus memori. Mode PROGRAM digunakan untuk membuat dan mengedit program. MONITOR. Tekan tombol OR>1>0>0>0 untuk menulis instruksi OR 10. Dengan software ladder CX-Programmer.00 Tertulis Alamat 00000 00001 00002 00003 00004 00005 Instruksi LD OR AND NOT AND NOT OUT END(01) Operand 0. Misalnya. .01 10. dalam program berikut instruksi AND NOT 10. Tekan tombol 1> untuk memasukkan alamat 00001.00 Prosedur menghapus instruksi sebagai berikut:    C. Konsol Pemrogram. maka harus dihapus. dan RUN.00 harus disipkan pada alamat 00001. tetapi Konsol Pemrogram hanya dapat memasukkan program dalam bentuk kode mneumonik. 2) Menghapus Instruksi Operasi menghapus instruksi digunakan saat satu atau lebih baris instruksi tidak diperlukan dalam program. Rangkuman 1.00 10.00 0.00 0. Seharusnya Alamat 00000 00001 00002 00003 00004 Instruksi LD OR AND NOT OUT END(01) Operand 0.00 10. Ada beberapa jenis alat pemrogram antara lain CX-Programmer. dan Programmable Terminal. 3. Prosedurnya sebagai berikut:     Tekan tombol CLR untuk membawa ke alamat awal. Tekan tombol INS> untuk untuk menyisipkan instruksi baru. Mode MONITOR digunakan menguji operasi sistem. atau mengecek kesalahan program.

. baru mentransfer program. Memasukkan program ke dalam PLC menggunakan CX-Programmer melalui prosedur membuat diagram ladder.4.

Apakah fungsi password pada Konsol Pemrogram? . Sebutkan tiga jenis alat yang digunakan untuk memprogram PLC! 2. Merubah mode operasi PLC j. Sebutkan lima syarat komputer untuk dapat digunakan mengoperasikan software CX-Programmer secara optimal! 6. Sebutkan perintah standar dalam CX Programmer untuk: a. Mentransfer program dari komputer ke PLC 7. Menggambar garis horisontal d. Apakah yang dimaksud dengan down-load? 9. Sebutkan software komputer untuk memprogram PLC merk OMRON! 4. Mengambar kontak NO b. Apakah syarat-syarat untuk dapat mentransfer program dari komputer ke dalam PLC? 8. Menggambar kumparan g. Menggambar garis vertikal ke bawah e. Menggambar instruksi END h. Menggambar kontak NC c.D. Apakah yang dimaksud dengan komunikasi Host Link? 5. Apakah perbedaan utama antara pemrograman PLC menggunakan software ladder dan menggunakan Konsol Pemrogram? 3. Menggambar garis vertikal ke atas f. Tes Formatif 1. Indikator apakah yang menunjukkan bahwa operasi transfer program telah berhasil? 10. Beralih dari operasi offline ke online i.

Insert > Vertical > Up f. Konsol Pemrogram. CX-Programmer 4. 3. . dan Programmable Terminal 2. Untuk menjaga akss terhadap program yang tidak disengaja. Membuat program ladder. Dengan software ladder program dapat dibuat dalam bentuk diagram ladder atau mneumonik tetapi dengan Konsol Pemrogram program harus dibuat dalam bentuk mneumonik. Lima syarat komputer  Komputer IBM PC/AT kompatibel  CPU Pentium I minimal 133 MHz  RAM 32 Mega bytes  Hard disk dengan ruang kosong kurang lebih 100 MB  Monitor SVGA dengan resolusi 800 x 600 6. Saluran komunikasi data tersambung dan PLC dihubungkan ke catu daya. insert > Contact > Normally Closed c. Jawaban Tes Formatif 1. Normally Open b. Di layar komputer ada pesan „Download successfull‟ 10. SSS. LSS. Mentransfer program dari komputer ke PLC 9. mentransfer program ke dalam PLC a. Contact. Komputer. Insert. 8. Insert > Instruktion > ketik END 7. Komunikasi antara PLC dan komputer. Insert > Vertical > Down e. 5.E. Insert > Horizontal d. Insert > Coil g.

Diskette 3. Klik File > New. Klik Start > Program > OMRON > CX-Programmer > CX-Programmer 1 buah 1 buah Membuat File Proyek Program ladder di bawah ini akan digambar menggunakan software CXProgrammer. CPU Type. Kotak dialog Change PLC ditampilkan. c.00 a.00 10.44 MB 2) Langkah Kerja Operasi Persiapan   Tekan tombol Start pada CPU komputer. Kotak dialog Device Type Setting ditampilkan. b. Layar CX-Programmer ditampilkan. Klik OK. maka muncul kotak dialog New Contact . klik . Klik Insert > Contact > Normally Open atau . Tunggu hingga proses booting selesai.F. Pilih CPU10 kemudian klik OK. Klik Setting. Lembar Kerja Membuat Program Ladder Menggunakan CX-Programmer 1) Alat dan Bahan a. Kembali ke kotak dialog Change PLC.5 “ 1. Tempatkan kursor pada sel kiri atas. Komputer IBM/ PC/AT b. Klik  pada kotak Device. Diagram Ladder 0. Pada General.01 10.00 END(01) 0.

maka muncul kotak g. Klik Insert > Contact > Normally Closed atau atau tekan Enter. Klik File Save atau . Pindahkan kursor ke awal rung baru. Menutup File p. Muncul kotak dialog Instruction .d. ketik „M1A‟. OK. e. Mematikan Komputer r. . instruksi END mengembang ke kanan otomatis. Klik OK atau tekan Enter. ketik „0‟ . Tekan Enter. l. f. Ketik „1000‟ . Klik  pada kotak Save input Pilih 3½ Floppy (A:). k. tekan Enter. Klik File. . Kursor akan bergeser ke kanan satu sel. Pindahkan kursor ke rung baru. Pada kotak File Name. Pada kotak Name or address. j. ketik „1‟. o.Klik OK . Klik Insert > Contact > Normally Open atau Klik Insert > Vertical > Up atau . Seperti tadi. Menyimpan File m. Kursor berpindah ke awal baris baru. Muncul kotak dialog Save CX-Programmer File. ketik „1000‟. n. Klik File > Exit untuk keluar dari CX-Programmer. OK. h. Klik Insert>Instrction atau . Klik Start > ShutDown> Shutdown > OK. Tekan tombol Esc. Klik Insert > Coil > Normally Open atau dialog New Coil. close untuk menutup file. i. Ketik END pada kotak Instruction. Klik OK atau tekan Enter. Menutup CX-Programmer q.

Kotak dialog konfirmasi transfer program ditampilkan. Alat dan Bahan a. Komputer Diskette 3. Langkah Kerja Operasi Persiapan    Sambunglah komunikasi Host Link 1:1 Tekan tombol Start pada CPU komputer. Mentransfer Program Ke Dalam PLC b. d. Pada layar ditunjukkan operasi transfer program sedang berlangsung.G. ada informasi: Download successful. Lembar Kerja 2). Tunggu hingga proses booting selesai.44 MB PLC OMRON CPM1A-10CDRA Adapter Interface CPM1-C1F01 Kabel RS-232C 1 1 1 1 3 buah buah buah buah meter 2. Klik PLC > Transfer > To PLC untuk mendown-load program dari komputer ke PLC. Pilih M1A. Memasukkan Program Menggunakan CX-Programmer 1. kemudian OK atau tekan Enter. Klik OK. Klik  pada kotak Look in dan pilih 3½ Floppy (A:) untuk melihat file pada diskette. e. c. Klik PLC > Work Online untuk beralih ke mode operasi online. c. Klik File > Open untuk membuka file. Klik OK. d. Klik Start > Program > OMRON > CX-Programmer > CX-Programmer Membuka File Proyek a. b. Klik Yes untuk melanjutkan operasi. Program ladder „M1A‟ ditampilkan pada layar. . Jika selesai. e.5 “ 1. Muncul kotak dialog Download Option. f.

Mengecek Program g. Menutup File k. Maka informasi di atas akan terhapus. Klik File > Exit untuk keluar dari CX-Programmer. close untuk menutup file. maka pada Window Output ditampilkan informasi kesalahan program. Klik File. i. Klik Start > ShutDown> Shutdown > OK. 3. h. Klik kanan di sembarang tempat pada Window Output. j. Klik View > Window > Output. Tempatkan kursor di sembarang sel pada Window Diagram Ladder. kemudian klik Clear. Klik Program >Compile. Memasukkan Program Menggunakan Konsol Pemrogram . Mematikan Komputer m. Menutup CX-Programmer l.

Tekan tombol FUN > 0 > 1 > Write. Masukkan password. e. Hapus semua memori 1 buah 1 buah Memasukkan Program a. Tekan tombol AND > 0 > Write. Langkah Kerja Operasi Persiapan      Sambunglah Konsol Pemrogram ke port peripheral PLC. . Tekan tombol Load > 1 > Write. Alat dan Bahan a. Hubungkan PLC ke catu daya yang sesuai. c. Konsol Pemrogram b.1. PLC OMRON CPM1A-10CDRA 2. Tekan tombol OR > 1 > 0 > 0 > 0 > Write. d. Tekan tombol OUTPUT > 1 > 0 > 0 > 0 > Write. Pindahkan kunci saklar mode operasi ke PROGRAM. b.

. Uraian Materi 1. Terkena medan elektromagnet yang kuat. minyak. memasang pengawatan I/O dengan benar b. Berikan perisai saat memasang PLC pada tempat sebagai berikut:     Terkena muatan listrik statis. Kelembaban di bawah 10% atau di atas 90%. Suhu di bawah 0oC atau di atas 55 oC. Mengandung gas korosif atau mudah terbakar. Berikan jarak + 200 mm antara PLC dan jaringan daya terdekat. Tujuan Pemelajaran Setelah pemelajaran siswa dapat : 1. Terapkan petunjuk pemasangan unit seperti yang tercantum pada manual sebagai berikut: a. transformer. atau bahan kimia. Berdebu. Terkana kejutan atau getaran. b. Jangan memasang PLC pada tempat-tempat dengan kondisi sebagai berikut :         Terkena sinar matahari langsung. memasang Unit PLC sesuai petunjuk keselamatan kerja 2.Kegiatan Belajar 4 Pemasangan dan Pengawatan a. c. Dekat dengan jaringan catu daya. Terjadi pengembunan sebagai akibat perubahan suhu. Pasang kipas atau sistem pendingin saat suhu ruang melebihi 55 oC. Keselamatan Kerja Pemasangan Unit PLC Memasang PLC pada tempat yang tepat akan menaikkan keandalan dan usia kerjanya. Dalam memasang pastikan ada ventilasi untuk pendinginan      Berikan ruang yang cukup untuk sirkulasi udara. Jangan memasang PLC pada panel atau kabinet perlengkapan tegangan tinggi. atau resistor berukuran besar. Terkena pancaran radiasi. Terkena percikan air. Jangan memasang PLC di atas perlengkapan yang membangkitkan panas seperti heater.

PLC harus dipasang dalam posisi seperti ditunjukkan pada gambar di bawah ini untuk menjamin pendinginan yang tepat. gunakan jaringan daya yang besar. Berikan tempat yang lapang untuk operasi dan pemeliharaan PLC. Jangan memasang pengawatan I/O PLC pada pipa yang sama dengan jaringan daya. . f. kawatilah PLC pada rangkaian terpisah untuk menjaga tidak terjadi turun tegangan atau operasi pemutus rangkaian yang tidak tepat. Kawat catu daya dipilin untuk menjaga noise dari jaringan catu daya. Jika digunakan beberapa PLC. 2. Gambar 40 Posisi Pemasangan PLC e. Keselamatan Kerja Pengawatan I/O a. Gunakan transformer isolasi 1:1 untuk mengurangi noise listrik. b. c. d. Lepaslah label untuk menghindari pemanasan lebih. d. Kawatilah rangkaian kendali secara terpisah dengan rangkaian catu daya PLC sehingga tidak terjadi turun tegangan saat perlengkapan lain di-onkan. Dengan mempertimbangkan kemungkinan turun tegangan.

Jangan menyambung kawat serabut telanjang secara langsung ke terminal. pastikan bahwa tegangan yang tersambung sudah tepat AC atau DC. Terminal input catu daya terletak pada bagian atas PLC. Gunakan selalu terminal crimp untuk jaringan daya PLC. i. Rangkaian internal PLC akan rusak jika daya AC dicatu ke PLC yang memerlukan catu daya DC. sedangkan terminal pada bagian bawah PLC untuk peralatan luar. sekrup mengakibatkan kebakaran atau malfungsi. Rangkaian internal PLC akan rusak jika daya AC dicatu ke terminal output catu daya PLC.Gambar 41 Penyambungan Catu daya PLC e. Terminal catu daya dapat dikawati bersama dengan output PLC yang menggunakan catu daya AC. h. Sebelum menyambung catu daya. yang kendor dapat g. Gambar 42 Pengawatan input . Kawatilah input ke PLC dan Unit Ekspansi seperti ditunjukkan pada gambar berikut. Kencangkan sekrup catu daya AC. f.

Gambar 44 Rangkaian interlock Pada rangkaian interlock di atas. Kawatilah output PLC seperti ditunjukkan pada diagram berikut ini. k. dan tindakan pengamanan sejenis pada rangkaian kendali luar (yaitu bukan pada PLC) untuk menjamin keselamatan pada sistem jika terjadi ketidak-normalan yang disebabkan oleh mal-fungsi PLC atau faktor luar lainnya yang mempengaruhi operasi PLC. Jika tidak.j. MC1 dan MC2 tidak dapat ON pada saat yang sama meskipun output 01005 dan 01006 keduanya ON. Berikanlah rangkaian Emergency Stop. Gambar 43 Pengawatan output l. maka pasanglah sekering pengaman pada tiap rangkaian output. m. rangkaian insterlock. . tegangan akan drop dan mengakibatkan outputnya OFF. rangkaian pembatas. dapat mengakibatkan kecelakaan serius. Tindakan pengamanan luar harus diberikan untuk menjamin keselamatan sistem. Jika output 24 VDC berbeban lebih atau terhubung singkat. Diagram berikut menunjukkan contoh rangkaian interlock. Rangkaian output internal dapat rusak saat beban yang tersambung ke output terhubung singkat.

Pengawatan I/O Program Kendali Motor Pengawatan I/O untuk berbagai program kendali motor ditunjukkan pada gambar berikut: Off On L N COM 00 01 02 03 04 05 06 PLC OMRON CPM1A-10CDRA   COM0 K1 00 COM1 01 02 COM2 03 04 L N Gambar 46 Pengawatan I/O Program Kendali Motor Satu Arah Putaran . Gambar 45 Pengaman output 3. sambunglah pengaman surja atau dioda yang disambung paralel dengan beban. Saat menyambung beban induktif ke output.n.

Off Fwd Rev L N COM 00 01 02 03 04 05 06 PLC OMRON CPM1A-10CDRA   COM0 K1 00 COM1 K2 01 02 COM2 03 04 L N Gambar 47 Pengawatan I/O Program Kendali Motor Dua Arah Putaran Off Low High L N COM 00 01 02 03 04 05 06 PLC OMRON CPM1A-10CDRA   COM0 K1 00 COM1 K2 01 K3 02 COM2 03 04 L N Gambar 48 Pengawatan I/O Program Kendali Motor Dua Kecepatan .

Off On L N COM 00 01 02 03 04 05 06 PLC OMRON CPM1A-10CDRA   COM0 K1 00 COM1 K2 01 K3 02 COM2 03 04 L N Gambar 49 Pengawatan I/O Program Kendali Motor Sistem Start Bintang Segitiga .

R S T R S T F1 F1 K1 K1 K2 U V W U V W M3F M3F Gambar 50 Pengawatan motor operasi satu arah putaran Gambar 51 Pengawatan motor operasi dua arah putaran .4. Pengawatan Beban Sistem Kendali Motor Pengawatan beban pada sistem kendali PLC sama seperti pengawatan beban pada rangkaian kendali elektromagnet karena perbedaan kedua sistem kendali hanya terletak pada sistem kendalinya.

Mengecek Pengawatan Input . Pengecekan Pengawatan I/O a.R S T F1 K1 K2 K3 U1 V1 W1 U2 M3F V2 W2 Gambar 52 Pengawatan Motor Sistem Start Bintang Segitiga R S T F1 K1 K2 K3 U1 V1 W1 U2 M3F V2 W2 Gambar 53 Pengawatan Motor Operasi Dua Kecepatan 5.

5) Tekan SHIFT>SET/RSET untuk memaksa bit output off. 9) Lakukan langkah 7 dan 8 diatas untuk output yang lain. Operasi yang digunakan adalah Force Set/Reset. berarti terjadi kesalahan penyambungan peralatan input. kemudian klik Force>On. maka sambungan antara output PLC dan perlatan output tidak benar. b. maka indikator output dan peralatan output yang sesuai on. lakukan transfer program dari PLC ke komputer. Pengecekan Menggunakan Konsol Pemrogram 1) Set PLC pada mode operasi MONITOR 2) Tekan CLR untuk membawa ke alamat awal. 8) Klik kanan output (coil) pada diagram ladder yang akan dicek. 7) Klik kanan output (coil) pada diagram ladder yang akan dicek. Prosedur ini akan benar jika pengawatan I/O sesuai dengan program kendali yang ada pada PLC. Begitu PLC dihubungkan ke catu daya. maka indikator output dan peralatan output yang sesuai off.Pengawatan input dapat dicek tanpa menggunakan alat pemrogram. 3) Jalankan software CX-Programmer. . Operasi ini dapat dilakukan dalam mode operasi PROGRAM atau MONITOR. kemudian klik Force>Cancel. 4) Tekan SET untuk memaksa bit output on. 5) Lakukan transfer program dari komputer ke PLC. Jika program yang dimaksud telah ada pada PLC. 6) Set mode operasi ke MONITOR. maka indikator input yang sesuai menyala. Mengecek Pengawatan Output Pengawatan output dapat dicek menggunakan alat pemrogram baik dengan Konsol Pemrogram atau software ladder. Jika tidak demikian. Jika tidak demikian. 4) Tampilkan program ladder yang sesuai dengan pengawatan I/O yang disambung. Jika tidak. 1) Pasanglah pengawatan komunikasi Host Link 2) Hubungkan PLC ke catu daya yang sesuai. dengan mengonkan peralatan input. 3) Tekan OUTPUT>MONTR untuk memonitor instruksi output. respon yang diberikan oleh peralatan luar tidak sama dengan indikator output PLC. Pengecekan Menggunakan CX-Programmer Lakukan prosedur berikut untuk mengecek pengawatan output menggunakan CX-Programmer.

dan memasang pengaman luar. Pengawatan PLC harus memperhatikan sebagai berikut: memastikan tegangan yang akan disambung. b. mengencangkan sekerup terminal. Rangkuman a. d. . Pengawatan input dapat dicek langsung begitu PLC dihubungkan dengan catu daya. c. Pengawatan output dapat dicek menggunakan alat pemrogram dengan menggunakan operasi Force set/reset kepada bit output sesuai dengan peralatan output yang disambung ke terminal output tersebut. Pemasangan PLC harus memperhatikan aspek keselamatan kerja antara lain tidak memasang pada tempat yang terkena sinar matahari langsung. 11. lembab dan berdebu.6) Tekan NOT atau Tekan SET>RSET>NOT untuk mengembalikan bit ke status aslinya. terkena getaran.

01 TIM0 10.02 10. Tes Formatif Diberikan program ladder sebagai berikut: 0. Sebutkan komponen input/output yang diperlukan untuk mewujudkan program kendali di atas ! 2.03 END(01) 1.00 10.01 TIM0 #50 10.01 10.00 10.00 diwakili oleh tombol NO? 3.00 10. Dapatkah rangkaian input menggunakan sumber tegangan AC? Jelaskan alasan jawabanmu ! 7. Mengapa sumber tegangan untuk rangkaian input menggunakan arus searah? 5.00 0. Apakah tujuan disediakan lebih dari satu terminal COMM pada output PLC? 8. Dapatkah kontak NC 0.00 10. Gambarkan rangkaian pengawatan input/output dari diagram ladder di atas ! .01 10. Apa yang terjadi jika sumber tegangan DC untuk rangkaian input terbalik polaritasnya? 6. Apakah yang terjadi jika kontak NC diwakili oleh tombol NC? 4.12.02 10.01 10.

8. 5. Ini hanya bisa diwujudkan oleh sumber tegangan searah. Gambar rangkaian pengawatan input/ output dari diagram ladder di atas Off On L N COM 00 01 02 03 04 05 06 PLC OMRON CPM1A-10CDRA   COM0 K1 00 COM1 K2 01 K3 02 COM2 03 04 L N . 4. Tidak 3.00 ditekan terus. 4 7. Tidak.13. kecuali tombol 0. Dua peralatan input dan tiga peralatan output. Program tidak dapat beroperasi secara normal. 6. Jawaban Tes Formatif 1. 2. Untuk memungkinkan menyambung berbagai peralatan output dengan tegangan berbeda. alasan seperti No. Tidak ada masalah. Karena sinyal input untuk sistem digital harus memnuhi sistem biner : bertegangan penuh (on) atau tidak bertegangan (off).

...5 mm .... d........ tetapi gunakan terminal crimp (skun) 6............ Siapkan semua alat dan bahan yang akan digunakan..................................................2 mm.... 50 Hz .................. Lembar Kerja MEMASANG PENGAWATAN INPUT/ OUTPUT 1.. Janganlah menyambung ujung kawat langsung ke terminal PLC........ Bahan dan Alat a... Kencangkan baud terminal untuk menjain sambungan yang baik... g. 1 buah 2..... e................................... 1 buah Kontaktor 220 V... 1 buah Tombol NO ...... b.. d........................ c............................................. b........ 10 meter Obeng PHILLIPS 4 x 150 mm ............................. Keselamatan Kerja a.......... h............ PLC OMRON CPM1A-10CDRA ......... Periksalah tegangan catu daya sesuai dengan spesifikasi PLC 3...... 1 buah MCB 1 fasa ..........14.. Langkah Kerja Memasang Pengawatan I/O a............................... c...... 1 buah 2 Kabel NYAF 2.................... 2 buah Motor induksi 3 fasa ..... 1 buah MCB 3 fasa ...................... Pastikan semua bahan dan alat yang digunakan dalam keadaan baik.......... f............................................................ Rangkailah pengawatan input/ output sesuai gambar berikut ini Off On L N COM 00 01 02 03 04 05 06 PLC OMRON CPM1A-10CDRA   COM0 K1 00 COM1 01 02 COM2 03 04 L N ......... b...............

Mengecek Pengawatan Input a. maka indikator input 00 pada PLC menyala. kemudian lepaslah penekanan tombol OFF. kemudian ulangi langkah di atas hingga semua pengawatan input benar. maka indikator input 01 padam. b. Tekan tombol ON. c. Tekan tombol OFF. baud kurang kencang. maka indikator input 01 pada PLC menyala. Pengawatan output juga dapat dicek menggunakan operasi yang akan dijelaskan kemudian. Hal ini dapat disebabkan oleh kabel putus. Catatan : Jika keadaan indikator input tidak sesuai dengan langkah di atas berarti sambungan pengawatan input tidak benar. Hubungkan PLC ke catu daya yang sesuai. maka indikator input 00 padam. . Betulkan kesalahan yang terjadi. atau penempatan ujung kabel dari tombol keliru. kemudian lepaslah penekanan tombol ON.

Menguji Coba Program Kendali PLC Setelah program ditransfer ke dalam PLC dan sebelum sistem kendali PLC dioperasikan secara normal. Misalkan. Melakukan uji coba program kendali PLC 2. Peralatan output tetap off meskipun bit outputnya on. Langkah-langkah pengecekan sambungan pengawatan I/O sebagai berikut: . Pada mode operasi MONITOR. Tujuan Pembelajaran Setelah pemelajaran siswa dapat: 1. Mengoperasikan motor dengan kendali PLC b. dapat dilakukan operasi :     Melakukan memaksa bit on atau off (force set/ reset) Merubah nilai setelan waktu timer/counter Merubah data pada semua daerah memori. masih dimungkinkan untuk menulis/ memodifikasi memori dari alat pemrogram. terlebih dahulu harus dilakukan operasi uji coba. Pastikan tidak ada efek pada peralatan sebelum menggunakan operasi Force Set/Reset.Kegiatan Belajar 5 Mengoperasikan Sistem Kendali PLC a. Bit yang dipaksa on atau off statusnya tidak bergantung kepada sistem kendali. Tetapi. Untuk operasi ini PLC diset pada mode operasi MONITOR. program dapat dieksekusi dan operasi I/O dapat diaktifkan. Menyunting on-line program ladder Prosedur uji coba program kendali PLC sebagai berikut: a) Mengecek sambungan pengawatan I/O Operasi yang digunakan untuk mengecek sambungan pengawatan I/O adalah Force Set/Reset yaitu operasi untuk memaksa suatu bit on atau off. Operasi uji coba digunakan untuk mengecek eksekusi program dan operasi input output. program kendali PLC berikut telah dimasukkan ke dalam PLC dan pengawatan I/O telah disambung. Uraian Materi 1. Dalam mode MONITOR.

00 TIM 002 #100 TIM 001 #100 Tabel I/O TIM001 10.00 10.00 untuk memaksa bit output 10.00 (atau membebaskan bit output 10.d e untuk bit output 10.00 off.01 TIM004 200.01 Menggunakan Konsol Pemrogram 1) Set mode operasi PLC pada MONITOR. .00 0.00 untuk memaksa bit output 10.00 on.01 TIM 004 #100 END(01) Gambar 54 Program kendali motor bolak-balik otomatis Menggunakan CX-Programmer 1) Beralih ke operasi on-line 2) Set mode operasi PLC pada MONITOR.01 10.Diagram Ladder 0.00 Bit I/O 0. 4) Lakukan operasi Force>Off bit output 10. 3) Lakukan operasi Force>On bit output 10.01 TIM003 10. 6) Ulangi langkah c s.00 TIM004 TIM001 200.00 TIM002 10. Indikator output 01 pada PLC padam dan K1 off.00 0.01 10.00 untuk mengembalikan status asli bit output 10. Indikator output 00 pada PLC menyala dan K1 on.01 TIM 003 #100 TIM003 200.01 Peralatan I/O Tombol Stop Tombol Start Motor Forward Motor Reverse TIM002 200.00 dari paksaan on). 5) Lakukan operasi Force Cancel bit output 10.

01. 4) Tekan SET untuk memaksa bit input yang ditampilkan on.00.2) Tekan CLR untuk membawa ke alamat awal.00 untuk memonitor bit 4) Tekan SET untuk memaksa bit yang ditampilkan on.00. Operasi ini seperti sedang menekan tombol Start. Operasi ini seperti sedang menekan tombol Start. 3) Tekan SHIFT>CONT/#>1>MONTR untuk memonitor bit 0. 5) Tekan SHIFT>SET/RSET untuk memaksa bit yang ditampilkan off.01. Program dieksekusi seperti dalam operasi normal.01. Operasi ini seperti sedang melepas tombol Start. b) Menjalankan sistem kendali tanpa peralatan I/O Menggunakan CX-Programmer 1) Beralih ke operasi on-line 2) Set mode operasi PLC pada MONITOR. . Menggunakan Konsol Pemrogram 1) Set mode operasi PLC pada MONITOR. 4) Lakukan operasi Force Off bit input 0. Operasi ini seperti sedang menekan tombol Stop. Eksekusi program berhenti. 6) Tekan NOT atau SET/RSET>NOT untuk mengembalikan status asli. 3) Lakukan operasi Force On bit input 0. 3) Tekan SHIFT>CONT/#>1>0>0>0>MONTR output 10. 5) Tekan SHIFT>SET/RSET untuk memaksa bit yang ditampilkan off. Eksekusi program tetap berlangsung. Program dieksekusi seperti dalam operasi normal. 2) Tekan CLR untuk membawa ke alamat awal. 7) Lakukan operasi Force Cancel terhadap bit input 0. Eksekusi program tetap berlangsung terus.01.01. karena operasi program sekarang tidak lagi bergantung kepada status bit 0. karena operasi program sekarang tidak lagi bergantung kepada status bit 0. Eksekusi program tetap berlangsung terus. 5) Lakukan operasi Force Cancel untuk membebaskan bit input operasi paksa. dari 6) Lakukan operasi Force On bit input 0. Operasi ini seperti sedang melepas tombol Start.

Pengoperasian sistem kendali PLC untuk berbagai operasi motor seperti dijelaskan pada Kegiatan Belajar 2: Teknik Pemrograman.   2. Pengoperasian program kendali yang ditunjukkan pada gambar di atas sebagai berikut : Jika tombol Start ditekan.6) Tekan NOT atau SET/RSET>NOT untuk mengembalikan status asli. Jika dalam monitoring program ditemui kesalahan dalam penetapan bit operand.00. Jika tidak. Oleh sebab itu mudah dalam pelacakan kesalahan sistem kendali. operasi Force Set/Reset bit input digantikan dengan operasi peralatan input. motor berputar searah jarum jam selama 10 detik kemudian berhenti. motor berputar berlawanan arah jarum jam selama 10 detik kemudian berhenti. jenis kontak NC atau NO. Bedanya. 8) Tekan NOT atau SET/RSET>NOT untuk mengembalikan status asli. Setelah dilakukan operasi uji coba program dan kesalahan yang ditemui dibetulkan. program tidak dieksekusi secara normal meskipun program yang dimaksud benar. Catatan :  Jangan sampai lupa untuk melakukan operasi Force Cancel setelah operasi Force Set/Reset. Gunakan operasi monitoring setelah beralih ke operasi on-line dengan prosedur sebagai berikut : Klik PLC > Monitor > Monitoring. dalam pengoperasian normal. Jika dikehendaki. Operasi ini disebut penyuntingan on-line. setelan waktu Timer/Counter dapat dilakukan penyuntingan program sambil mengeksekusi program. Jalannya arus pada diagram ladder dapat dimonitor sehingga mudah diketahui proses eksekusi program kendali. 7) Tekan SHIFT>CONT/#>0>MONTR untuk memonitor bit 0. maka berarti tidak ada masalah dalam operasi normal. Mengoperasikan Motor Dengan Kendali PLC Pengoperasian sistem kendali PLC sama persis dengan pengoperasian sistem kendali elektromagnet. kecuali bahwa pada sistem kendali elektromagnet urutan kendali dapat dimonitor melalui alat pemrogram. Lima detik kemudian operasi motor berulang secara otomatis tanpa melalui penekanan . Lima detik kemudian. Operasi ini seperti sedang menekan tombol Stop. Eksekusi program tetap berlangsung. Eksekusi program berhenti.

Operasi Force Set/Reset bit sambungan peralatan output. Sebelum sistem kendali PLC dioperasikan secara normal. 5. output digunakan untuk mengecek 2. Tombol Stop digunakan untuk menghentikan operasi motor setiap saat. Operasi Force Set/Reset bit input digunakan untuk mensimulasikan eksekusi program. melakukan memaksa bit on atau off (force set/reset). kecuali bahwa pada sistem kendali PLC. 4. Rangkuman 1.tombol Start. 3. merubah nilai setelan waktu timer/ counter. . terlebih dahulu harus dilakukan operasi uji coba untuk mengecek eksekusi program dan operasi input output Dalam uji coba program dapat dilakukan modifikasi diagram ladder. eksekusi program dapat dimonitor. Pengoperasian sistem kendali PLC sama seperti pengoperasian sistem kendali elektromagnetik. 15.

Apakah guna operasi monitoring eksekusi program? . Tes Formatif 1.16. 9. 5. 8. 3. 6. Apakah yang dimaksud dengan operasi uji coba program? Untuk apa operasi uji coba program perlu dilakukan? Dalam mode operasi manakah uji coba program PLC dapat dilakukan? Perintah apakah yang digunakan dalam menguji coba program kendali PLC? Hal-hal apakah yang dapat dilakukan dalam uji coba program? Untuk apa melakukan operasi Force Set/Reset bit output? Untuk apa melakukan operasi Force Set/Reset bit input? Apa yang akan terjadi jika tidak dilakukan operasi Force Cancel setelah melakukan operasi Force Set/Reset suatu bit I/O? Apakah perbedaan operasi uji coba dan operasi normal sistem kendali PLC? 10. 4. 7. 2.

eksekusi program melalui operasi Force Set/Reset bit input. 6. program tidak dapat dieksekusi secara normal meskipun program yang dimaksud benar. . Pada operasi uji coba. Jawaban Tes Formatif 1. 2. 9. melakukan memaksa bit on atau off (Force Set/ Reset).17. Dalam operasi normal. 4. 5. Untuk melihat urutan operasi eksekusi program. Untuk mengecek sambungan peralatan output. Operasi simulasi eksekusi program. merubah nilai setelan waktu timer/counter. Mensimulasikan eksekusi program. Untuk mengecek eksekusi program dan operasi input output MONITOR Force Set/Reset Modifikasi diagram ladder. 3. 8. sedang pada operasi normal eksekusi program melalui operasi peralatan input. 10. 7.

..... Tombol NO .. Kabel RS-232C ... Kabel NYAF 2........................ MCB 1 fasa .................... e...... h............... d................ tetapi gunakan terminal crimp (skun) 6.. Motor induksi 3 fasa ............. Lakukan operasi hingga ditampilkan layar CX-Programmer.............................. Adapter interface CPM1-C1F01 ............... k.......... Hidupkan komputer........ j... Kencangkan baud terminal untuk menjamin sambungan yang baik. PLC OMRON CPM1A-10CDRA ........ Keselamatan Kerja a..................................................18......... c....... c...................... 50 Hz ................... c... Janganlah menyambung ujung kawat langsung ke terminal PLC.... Komputer ....... i................................... Tunggu hingga proses booting selesai.......... Jalankan software CX-Programmer...5 mm2 .......................... Kontaktor 220 V......... MCB 3 fasa .... Periksalah tegangan catu daya sesuai dengan spesifikasi PLC d..................... Obeng PHILLIPS 4 x 150 mm . b.................... Bahan dan Alat a..2 mm............ c............................................................ b............. Buatlah program ladder untuk operasi motor dua arah putaran .............................. b........... f.................. 1 buah 1 buah 3 meter 1 buah 2 buah 1 buah 1 buah 3 buah 1 buah 30 meter 1 buah b...... Rangkailah pengawatan interlock luar untuk mencegah hubungsingkat pada peralatan output jika terjadi salah operasi.......................... Langkah Kerja Persiapan Awal a... Lembar Kerja Menguji Coba Program Kendali PLC a.............. g.....................

00 0.02 10.01 10.00 10.01 Peralatan I/O Tombol Stop Tombol Fwd Tombol Rev K1 K2 END(01) d.02 10.01 0.00 0.01 10.00 0. Pasanglah unit PLC dan pengawatan I/O dan pengawatan beban sebagai berikut: Off Fwd Rev L N COM 00 01 02 03 04 05 06 PLC OMRON CPM1A-10CDRA   COM0 K1 00 COM1 K2 01 02 COM2 03 04 L N .Diagram Ladder 0.01 10.00 Tabel I/O Bit I/O 0.00 10.01 10.

kontaktor K1 off. dan motor berhenti. Sambunglah peralatan komunikasi Host Link 1:1 f. i. k. Klik PLC > Monitor > Monitoring untuk memonitor jalannya arus pada pengawatan dan keadaan (status) peralatan input/output. Tempatkan kursor pada sel dimana terdapat coil 10. Mode operasi ini merupakan syarat untuk bisa menjalankan operasi Force Set/ Force Reset.01. j. kemudian klik PLC > Force > Cancel . Indikator output 00 pada PLC padam. kontaktor K1 on.00. h.00. dan motor berputar. Tempatkan kursor pada sel dimana terdapat coil 10. Transferlah program ke dalam PLC.R S T F1 K1 K2 U V W M3F e. Indikator output 00 pada PLC menyala. Klik PLC > Operating Mode > Monitor untuk beralih ke mode operasi Monitor. kemudian klik PLC > Force > On. Lakukan Langkah 10 dan 11 untuk coil 10. Catatan: . Mengecek Pengawatan output g.

Mematikan Komputer s. m. Klik File. close untuk menutup file. kemudian klik PLC > Force > On. Indikator input 02 pada PLC menyala. Betulkan kesalahan yang terjadi. atau penempatan ujung kabel dari kontaktor atau motor keliru. Indikator input 02 pada PLC padam. Tempatkan kursor pada sel dimana terdapat kontak 0. kemudian ulangi langkah di atas hingga semua pengawatan output benar. kontaktor K2 off. Tujuan Pemelajaran . n. dan motor berputar searah jarum jam. Menguji Coba Program Kendali PLC l. dan motor berhenti. dan motor berputar beralawanan arah jarum jam. kemudian klik PLC > Force > On. Menutup File q. dan motor berhenti. Klik Start > ShutDown> Shutdown > OK. Klik PLC > Force > Cancel . Menutup CX-Programmer r. Putuskan sambungan ke beban dengan mengoffkan MCB pengaman beban motor. Ini untuk menjaga keselamatan kerja jika terjadi kesalahan dalam pemrograman. baud kurang kencang. Klik PLC > Force > Cancel . Indikator input 01 pada PLC padam. kontaktor K2 on. Klik File > Exit untuk keluar dari CX-Programmer. Kegiatan Belajar 6 Melacak Kesalahan Sistem Kendali PLC a. Tempatkan kursor pada sel dimana terdapat kontak 0.Jika keadaan indikator output tidak sesuai dengan langkah di atas berarti sambungan pengawatan output tidak benar.02. Hal ini dapat disebabkan oleh kabel putus. kontaktor K1 on. p. o. Indikator input 01 pada PLC menyala.01. kontaktor K1 off.

Mengidentifikasi penyebab kesalahan operasi PLC 3. Menangani kesalahan operasi PLC. atau telah digunakan instruksi blok logika tetapi tidak ada blok logikanya. Uraian Materi 1. B dan C. OPERAND ERR NO END INSTR LOCN ERR JME UNDEFD DUPL SBN UNDEFD . dan kesalahan yang ditetapkan pemakai 2. a. Konstanta yang digunakan untuk instruksi tidak dalam nilai yang ditetapkan. Tipe Kesalahan Pemrograman Kesalahan pemrograman dibedakan menjadi tiga tipe yaitu tipe A. Jumlah blok logika dan instruksi blok logika tidak cocok. Kesalahan Pemrograman Yang dimaksud dengan kesalahan pemrograman adalah kesalahan dalam penulisan program. dan penjelasan kesalahan penulisan (sintaksis) diberikan dalam tabel berikut ini : Tipe A Pesan ????? CIRCUIT ERR Penjelasan Program telah rusak. Instruksi SBS(91) diprogram untuk nomor subroutine yang tidak ada. misalnya telah digunakan instruksi LD atau LD NOT tetapi kondisi eksekusinya tidak digunakan oleh instruksi yang lain. membuat kode fungsi yang tidak ada.Setelah pemelajaran siswa dapat: 1. b. kesalahan operasi. Macam-Macam Kesalahan Sistem Kendali PLC Ada berbagai kesalahan pada sistem kendali PLC yang dibedakan menjadi : kesalahan pemrograman. kesalahan komunikasi. pesan kesalahan. Tipe kesalahan. Instruksi JME(04) tidak ada untuk pasangan JMP(03) Nomor jump atau nomor subroutine yang sama digunakan dua kali. Mengidentifikasi macam-macam kesalahan operasi PLC 2. Dalam program tidak ada instruksi END(01) Instruksi terletak pada tempat yang salah.

DIFD(14). Meskipun pesan kesalahan ini muncul jika lebih dari satu IL(02) dengan ILC(03) yang sama. JME(05) digunakan tidak B IL-ILC ERR JMP-JME ERR SBN-RET ERR Jika alamat yang ditampilkan adalah alamat SBN(92). Ada tiga level pengecekan program. Pengecekan Kesalahan Pemrograman Operasi pengecekan program digunakan untuk mengecek kesalahan dalam penulisan program dan menampilkan alamat dan jenis kesalahan yang ditemukan. C COIL DUPL JMP UNDEFD SBS UNDEFD b. Tambahkan JMP(04) dengan nomor yang sama atau hapus subroutine jika tidak diperlukan. Bit yang sama untuk instruksi (OUT. berarti RET(93) digunakan secara tidak tepat. DIFU(13). Subroutine ada tetapi tidak pernah dipanggil oleh SBS(91). atau hapuslah subroutine jika tidak diperlukan. Ubahlah salah satu nomor subroutine atau hapuslah salah satunya. Jika alamat yang ditampilkan adalah alamat RET(93). JME(05) telah digunakan tanpa JMP(04) dengan nomor jump yang sama. SFT(10)) dikendalikan oleh lebih dari satu instruksi atau kondisi eksekusi.STEP ERR STEP(08) dengan nomor bagian dan STEP(08) tanpa nomor bagian digunakan secara tidak tepat. KEEP(11). Pastikan program ditulis seperti yang dikehendaki. . OUT NOT. JMP(04) dan berpasangan. IL(02) dan ILC(03) digunakan tidak ber pasangan. Meskipun hal ini dibolehkan untuk instruksi tertentu. tetapi sebaiknya cek persyaratan instruksi untuk mengkonfirmasikan bahwa program adalah betul atau rancang kembali program sehingga tiap bit dikendalikan hanya oleh satu instruksi/ kondisi eksekusi. program akan dieksekusi sebagaimana yang ditulis. dua subroutine yang berbeda telah ditetapkan dengan nomor subroutine yang sama. Programlah panggilan subroutine pada tempat yang tepat.

Kesalahan program dapat diketahui melalui beberapa cara yaitu:  Kesalahan tertentu saat penulisan program ditunjukkan langsung pada layar diagram ladder berupa tanda-tanda berwarna merah. CX-Programmer dapat memberikan pesan/ informasi mengenai kesalahan dalam pemrograman. Level yang dikehendaki harus ditetapkan untuk menunjukkan tipe kesalahan yang dideteksi.   Level 0 untuk mengecek kesalahan tipe A. jika garis instruksi dalam program tidak lengkap. maka bus bar akan berwarna merah. Misalnya. Demikian pula misalnya. Di bawah ini ditunjukkan contoh program ladder yang salah.  . Kesalahan-Kesalahan lainnya ditampilkan dalam Window Output. maka program yang sedang ditulis dapat dicek. Pesan kesalahan yang ditampilkan di sini direkam dan akan tetap ada sebelum dihapus. B. dan C Level 1 untuk mengecek kesalahan tipe A dan B Level 2 untuk mengecek kesalahan tipe A saja. terjadi kesalahan dalam penulisan bit operand maka bit tersebut juga berwarna merah. Pengecekan Program Menggunakan CX-Programmer Dengan fungsi self diagnosis yang dimiliki PLC.

Ini akan diketahui melalui operasi kompilasi program. Tidak semua kesalahan diinformasikan pada saat yang sama. d. Klik View>Window>Output atau Output.Terlihat di layar terdapat banyak sekali kesalahan program. Misalkan program ladder di atas akan dicek kebenarannya. lakukan kompilasi ulang setelah membetulkan kesalahan program yang ditunjukkan. betulkan kesalahan dan cek lagi hingga semua kesalahan dibetulkan. Maka informasi di atas akan terhapus. untuk menampilkan Window b. Hal tersebut diketahui dari:     Bus bar berwarna merah Tampilan untuk instruksi TIM 001 berwarna merah Operand „TIM‟ untuk kontak berwarna biru Operand kontak 100. Lakukan prosedur pengecekan program melalui window output sebagai berikut: a. tetapi tidak diidentifikasi dengan warna. kemudian klik Clear. untuk mengkompilasi program. Tekan SRCH>0 untuk mengecek program level 0. Kesalahan Komunikasi Kesalahan komunikasi adalah kesalahan yang diakibatkan oleh terputusnya hubungan komunikasi PLC dengan peralatan lain melalui port peripheral. sebenarnya terdapat kesalahan program yang lain. Klik Program>Compile. Untuk itu. c. 3. Tekan SRCH lagi untuk melanjutkan pengecekan hingga alamat terakhir memori program. Jika kesalahan ditampilkan. .00 berwarna merah Disamping itu. Pengecekan Program Menggunakan Konsol Pemrogram Prosedur pengecekan program menggunakan Konsol Pemrogram sebagai berikut:     Tekan CLR untuk membawa ke alamat awal. Tempatkan kursor di sembarang sel pada Window Diagram Ladder. Klik kanan di sembarang tempat pada Window Output. Pada Window Output ditampilkan informasi kesalahan program.

Jika terjadi kesalahan non-fatal. 4. tetapi penyebab kesalahan harus dibetulkan dan kesalahan dihilangkan sesegera mungkin. indikator COMM padam. dan betulkan kesalahan yang ditunjukkan Waktu siklus telah melampaui 100 ms. Kurangi waktu siklus jika mungkin. Operasi PLC tidak dapat distart hingga PLC di-off-kan dan kemudian di-on-kan lagi atau Konsol Pemrogram digunakan untuk memindahkan mode operasi ke mode PROGRAM dan untuk menghapus kesalahan. Pesan berikut ini muncul pada layar Konsol Pemrogram yang menunjukkan kesalahan non-fatal: Pesan SYS FAIL FAL No. Meskipun operasi PLC berlanjut terus.d 1302. 9B SCAN TIME OVER F8 Kesalahan Fatal Jika terjadi kesalahan fatal. betulkan penyebabnya. . dan hapus kesalahannya. operasi PLC dan eksekusi program akan berhenti dan semua output PLC akan off. Kesalahan non-fatal kurang serius dibandingkan kesalahan fatal dan tidak menghentikan operasi PLC.d 99 Penjelasan Instruksi FAL(06) telah dieksekusi dalam program. Kesalahan Non-fatal Jika terjadi kesalahan non-fatal operasi dan eksekusi program berlanjut. Cek kabel penghubung dan restart. Kesalahan terjadi pada PC Setup. Cek no FAL untuk menentukan kondisi yang menyebabkan eksekusi. Ini menunjukkan bahwa waktu siklus program lebih panjang daripada yang disarankan. Tidak ada pesan dan kode kesalahan yang diberikan. indikator POWER dan RUN akan tetap menyala dan indikator ERR/ALM akan berkedip. Cek flag AR 1300 s. Kesalahan Operasi Kesalahan operasi dibagi menjadi 2 kategori yang didasarkan pada tingkat kesalahan yaitu: kesalahan non-fatal dan kesalahan fatal.Jika terjadi kesalahan komunikasi. FAL 01 s.

Semua indikator PLC akan off selama terjadi pemutusan daya. Cek program dan betulkan kesalahan yang terdeteksi AR 1613 ON: kesalahan telah terjadi dalam data instruksi ekspansi. Masukkan lagi semua PC Setup AR 1612 ON: kesalahan telah terjadi dalam program. AR 1615 ON: isi kaset memori tidak dapat dibaca saat startup.d DM 6655). Cek I/O UNIT OVER E1 SYS FAIL FALS 01 s. AR 1614 ON: kaset memori dipasang atau diambil saat daya on. NO END INSTR I/O BUS ERR F0 C0 Instruksi END(01) tidak ditulis dalam program. Off-kan catu daya. Pesan berikut ini muncul pada Konsol Pemrogram yang menunjukkan terjadi kesalahan fatal: Pesan MEMORY ERR No. Cek waktu siklus dan atur waktu monitoring waktu siklus bila perlu 9F 5. FALS F1 Penjelasan AR 1611 ON: Kesalahan telah terjadi dalam PC Setup (DM 6600 s. Untuk kesalahan fatal yang lain. unit ekspansi. pasang kaset memori. dan on-kan catu daya lagi. Pemeliharaan Preventif . yang menunjukkan instruksi yang tidak betul. indikator POWER dan ERR/ALM akan menyala terus dan indikator RUN akan padam. Terlalu banyak konfigurasi Unit.d 99 Instruksi FALS(07) telah dieksekusi dalam program. Waktu siklus melampaui waktu monitoring waktu siklus. Kesalahan terjadi saat transfer data antara PLC dan unit Ekspansi. betulkan dan hapus kesalahannya. Cek kabel penghubung. Cek nomor FALS yang akan menyebabkan eksekusi.

Ini akan diperlukan dalam kondisi darurat.    Jaminlah bahwa komponen bebas dari debu. Sediakan sejumlah suku cadang seperti modul input dan output.Program pemeliharaan preventif untuk sistem PLC dan sistem kendali secara keseluruhan perlu dilakukan untuk mengurangi kemungkinan menghentikan sistem karena terjadinya kesalahan.  . Karat dapat saja terjadi pada lingkungan kerja tertentu. Cek karat pada terminal. dan PCB secara periodik. penyambung. Periksalah kekencangan sekerup terminal I/O secara periodik. Simpanlah dokumentasi program operasi dan rangkaian pengawatan sistem kendali. Penghentian operasi dalam waktu lama untuk perbaikan akan berbiaya mahal. Dalam waktu yang lama sekerup tersebut dapat juga kendor sendiri. Pendinginan terhadap PLC tidak mungkin dapat dilakukan jika debu mengumpul pada komponen.

Pengecekan utama Kesalahan Indiator PWR menyala? Tidak Cek Catu daya Ya Indicator RUN menyala? Tidak Cek kesalahan fatal Ya Indicator ERR/ALM menyala? Tidak Cek kesalahan non-fatal Ya Urutan I/O normal? Tidak Cek I/O Ya Lingkungan operasi normal? Tidak Cek lingkungan operasi Ya Ganti CPU b. Pengecekan Kesalahan Fatal Indicator RUN tidak menyala? Tidak Indiator ERR/ ALM menyala? . Bagan Alir Lacak Kesalahan a.6.

Program pemeliharaan preventif perlu dilakukan untuk menjamin koninyuitas sistem kendali PLC. Terjadinya kesalahan operasi PLC ditunjukkan oleh indikator status pada PLC. 4. Pengecekan Kesalahan Non Fatal Indikator ERR/ALM berkedip? Tentukan penyebab kerusakan dengan Alat Pemrogram (Programming Device) Apakah kesalahan non-fatal ditunjukkan? Ya Identifikasi kerusakan. eliminasi penyebabnya. Rangkuman 1.c. kesalahan pemrograman. Kesalahan pemrograman dapat dicek menggunakan alat pemrogram baik dengan software ladder maupun dengan Konsol Pemrogram. . Ada beberapa tpe kesalahan sistem PLC yaitu. 2. dan hapus kesalahan Tidak Apakah indikator ERR/ALM berkedip? Berkedip Tidak berkedip Ganti CPU Akhir c. dan kesalahan operasi. kesalahan komunikasi. 3.

c. (c) bit yang sama digunakan oleh lebih dari satu instruksi kendali bit (OUTPUT. Kesalahan pemrograman. Kunci Jawaban Tes Formatif 1. Instruksi pada alamat terakhir bukan NOP(00). kesalahan komunikasi dan kesalahan operasi. ????? b. Sebutkan tiga tipe kesalahan sistem kendali PLC 2. (a) program telah rusak. OUTPUT NOT. KEEP(1). 3. COIL DUPL d. Alamat yang diset lebih besar daripada alamat memori tertinggi. Pesan apakah yang akan ditampilkan saat terjadi kesalahan berikut ini: a. CIRCUIT ERR c. Tes Formatif 1. SFT(10). . Perintah apakah yang digunakan untuk mengecek kesalahan pemrograman menggunakan Konsol Pemrogram? 3. Apakah perbedaan kesalahan non-fatal dan kesalahan fatal? 4. Jika terjadi kesalahan non-fatal operasi PLC akan tetap berlanjut. 5. Apakah arti pesan kesalahan berikut ini: a. Dalam program tidak ada instruksi END(01) d. sedang jika terjadi kesalahan fatal operasi PLC akan berhenti dan semua output PLC akan off. 2. DIFU(13). b. SRCH diikuti level pengecekan. I/O NO ERR e. 4.d. Konstanta untuk instruksi tidak dalam nilai yang ditetapkan. dan DIFD(14) (d) alamat daerah data yang ditetapkan melampaui batas daerah data (alamat terlalu besar). atau memasukkan kode fungsi yang tidak ada (b) jumlah blok logika dan instruksi blok logika tidak cocok. (a) ADDR OVER (b) PROGRAM OVER (c) NO END INSTR (d) OPERAND ERR 5.

Komputer PLC OMRON CPM1A-10CDRA Adapter Interface CPM1-C1F01 Kabel RS-232C 1 1 1 1 buah buah buah buah 2. Klik PLC pada ruang kerja proyek. Maka informasi di atas akan terhapus. k. h. f. Mengecek Program a. Alat dan Bahan a. Lembar Kerja Mengecek Program Menggunakan CX-Programmer 1. c. Klik PLC>Transfer>From PLC untuk memindahkan program dari PLC ke komputer. Tempatkan kursor di sembarang sel pada Window Diagram Ladder. b. untuk mengkompilasi program. Klik PLC>Work Online untuk beralih ke operasi on-line. e. Langkah Kerja Operasi Persiapan a.f. j. kemudian klik Clear. i. Klik Program>Compile. Jika ditunjukkan kesalahan. Pada Window Output ditampilkan informasi kesalahan program. d. betulkan kesalahan. Klik View>Window>Output atau untuk menampilkan Window Output. g. b. Sambung peralatan komunikasi Host Link 1:1 Jalankan software CX-Programmer Klik File>New untuk menampilkan layar CX-Programmer. . d. Klik kanan di sembarang tempat pada Window Output. Siapkan PLC yang berisi sembarang program. c.

Konsol Pemrogram b. Tekan CLR untuk membawa ke alamat awal. Alat dan Bahan a. Langkah Kerja Operasi Persiapan a. Hubungkan PLC ke catu daya yang sesuai.g. Tekan SRCH lagi untuk melanjutkan pengecekan hingga alamat terakhir memori program. d. g. Hapus semua memori Masukkan Program ke dalam PLC. Tekan SRCH>0 untuk mengecek program level 0. Lembar Kerja Mengecek Program Menggunakan Konsol Pemrogram 1. f. b. PLC OMRON CPM1A-10CDRA 2. Jika kesalahan ditampilkan. c. . betulkan kesalahan dan cek lagi hingga semua kesalahan dibetulkan. Pindahkan kunci saklar mode operasi ke PROGRAM. Sambunglah Konsol Pemrogram ke port peripheral PLC. e. Masukkan password. h. 1 buah 1 buah Mengecek Program a.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful