LINGKUNGAN HIDUP DALAM PERSPEKTIF AGAMA

Oleh : Drs. H. Ahmad Supardi Hasibuan, MA. PENDAHULUAN Persoalan lingkungan hidup adalah persoalan global dan bersifat universal, sebab berbicara tentang lingkungan hidup, berarti berbicara tentang persoalan yang dihadapi seluruh umat manusia. Persoalan lingkungan hidup pada umumnya disebabkan oleh dua hal. Pertama, karena kejadian alam sebagai peristiwa yang harus terjadi sebagai proses dinamika alam itu sendiri. Kedua, karena ulah dan perbuatan tangan manusia sendiri, akibatnya alam murka dan terjadilah bencana. Kedua bentuk kejadian di atas, mengakibatkan ketidakseimbangan pada ekosistem dan ketidaknyamanan kehidupan makhluk hidup baik manusia, flora maupun fauna. Ketidakseimbangan dan ketidaknyamanan tersebut dapat dikatakan sebagai bencana atau kerusakan lingkungan hidup, yang bentuk-bentuknya berupa pencemaran air, pencemaran tanah, krisis keanekaragaman hayati (biological diversity), kerusakan hutan, kekeringan dan krisis air bersih, pertambangan dan kerusakan lingkungan, pencemaran udara, banjir lumpur dan sebagainya. Dari sekian banyak persoalan kerusakan lingkungan hidup , ternyata peran manusia sangat besar dalam menciptakan kerusakan tersebut dan untuk itu, manusiapulalah yang paling banyak menanggung akibatnya. PANDANGAN ISLAM Melalui Kitab Suci Al-Quran, Allah telah memberikan informasi spiritual kepada manusia untuk bersikap ramah terhadap lingkungan. Informasi tersebut memberikan sinyalamen bahwa manusia harus selalu menjaga dan melestarikan lingkungan agar tidak menjadi rusak, tercemar bahkan menjadi punah, sebab apa yang Allah berikan kepada manusia semata-mata merupakan suatu amanah. Islam adalah agama yang mengajarkan kepada umatnya untuk bersikap ramah lngkungan. Sikap ramah lingkungan yang diajarkan oleh agama Islam kepada manusia dapat dirinci sebagai berikut : 1. Agar manusia menjadi pelaku aktif dalam mengolah lingkungan serta melestarikannya Di dalam al-Quran surat Ar Ruum ayat 9 Allaah swt berfirman : Dan apakah mereka tidak mengadakan perjalanan di muka bumi dan memperhatikan bagaimana akibat (yang diderita) oleh orang-orang sebelum mereka? orang-orang itu adalah lebih kuat dari mereka (sendiri) dan telah mengolah bumi (tanah) serta memakmurkannya lebih banyak dari apa yang telah mereka makmurkan. Dan telah datang kepada mereka rasulrasul mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata. Maka Allah sekali-kali tidak berlaku zalim kepada mereka, akan tetapi merekalah yang berlaku zalim kepada diri sendiri. Pesan yang disampaikan dalam surat Ar Ruum ayat 9 di atas menggambarkan agar manusia tidak mengeksploitasi sumber daya alam secara berlebihan yang dikhawatirkan terjadinya kerusakan serta kepunahan sumber daya alam, sehingga tidak memberikan sisa sedikitpun untuk generasi mendatang. Untuk itu Islam mewajibkan agar manusia menjadi pelaku aktif dalam mengolah lingkungan serta melestarikannya.Mengolah serta melestarikan lingkungan tercermin secara sederhana dari tempat tinggal (rumah) seorang muslim. Rasulullah SAW menegaskan dalam sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Thabrani :Dari Abu Hurairah : jagalah kebersihan dengan segala usaha yang mampu kamu lakukan. Sesungguhnya Allah menegakkan Islam di atas prinsip kebersihan. Dan tidak akan masuk syurga, kecuali orang-orang yang bersih. (HR. Thabrani). Dari Hadits di atas memberikan pengertian bahwa manusia tidak boleh kikir untuk membiayai diri dan lingkungan secara wajar untuk menjaga kebersihan agar kesehatan diri dan keluarga/masyarakat kita terpelihara.Demikian pula, mengusahakan penghijauan di sekitar tempat tinggal dengan menanamkan pepohonan yang bermanfaat untuk kepentingan ekonomi dan kesehatan, disamping juga dapat memelihara peredaran udara yang kita hisap agar selalu bersih, bebas dari pencemaran.Dalam sebuah Hadits disebutkan :Tiga hal yang menjernihkan pandangan, yaitu menyaksikan pandangan pada yang hijau lagi asri, dan pada air yang mengalir serta pada wajah yang rupawan (HR. Ahmad) 2. Agar manusia tidak berbuat kerusakan terhadap lingkungan

tumpukan sampah dimana-mana. Burung pun ikut menikmatinya. sahabat yang mendengar bertanya : Apakah dua hal itu ya Rasulullah ? Nabi menjawab : yaitu orang yang membuang hajat ditengah jalan atau di tempat orang yang berteduh.Untuk mendapatkan dua pahala tersebut seorang manusia harus peduli terhadap lingkungan. Secara tegas pula seorang muslim diajarkan untuk mengakui bahwa ia tidak mempunyai kekuasaan untuk menundukkan sesuatu kecuali dengan penundukan Allah. Tidak seorang muslim yang menanam tanaman atau menyemaikan tumbuh-tumbuhan. Didorong keinginan untuk bersedekah. Sampai ia meninggal pohon itu masih berdiri hingga setiap orang (musafir) yang lewat dapat istirahat berteduh dan memetik buahnya untuk dimakan atau sebagai bekal perjalanan. Hal ini dapat dilihat pada surat Al-Baqarah ayat 30 berikut : Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan. Mazmur (107:33-34).Islam memberikan panduan yang cukup jelas bahwa sumber daya alam merupakan daya dukung bagi kehidupan manusia. dan pahala surga akhirat kelak di kemudian hari. Menyadari akan keadaannya yang miskin ia teringat bunyi sebuah hadits Nabi. sedang penduduknya orang-orang yang berbuat kebaikan. dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. membimbing dan mengarahkan segala sesuatu agar mencapai maksud dan tujuan penciptaanNya. Allah SWT Telah memberikan fasilitas daya dukung lingkungan bagi kehidupan manusia. serta bencana alam lainnya lebih banyak didominasi oleh aktifitas manusia. tanah longsor yang di daerah-daerah di Jawa Tengah. artinya dengan adanya kepedulian terhadap lingkungan memberikan dua pahala sekaligus. tanah yang subur menjadi padang asin. serta bencana alam di daerah atau di negara lain membuktikan bahwa Allah tidak akan membinasakan negeri-negeri secara zalim. ada seorang penghuni surga. misalnya. yakni pahala surga dunia berupa hidup bahagia dan sejahtera dalam lingkungan yang bersih. Perhatikan bencana alam banjir di Jakarta. Allah SWT berfirman : Artinya : Dan Tuhanmu sekali-kali tidak akan membinasakan negeri-negeri secara zalim. Dengan sabar dan tulus. Dalam suatu kisah diriwayatkan. Ketika ditanyakan kepadanya perbuatan apakah yang dilakukannya ketika di dunia hingga ia menjadi penghuni surga?. Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia. Dalam Hadits lain yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah. Riwayat tersebut memberikan nilai yang sangat berharga sebagai bahan kontemplasi. Semua larangan tersebut dimaksudkan untuk mencegah agar tidak mencelakakan orang lain. dan diikhlaskannya manusia dan burung memakan buahnya. Alkitab sebenarnya tidak pernah menyaksikan bahwa Tuhan memberikan hak kepada manusia . sehingga terhindar dari musibah yang menimpahnya. longsor. kepadamu. menyatakan: Dibuat-Nya sungai-sungai menjadi padang gurun.Di dalam surat Ar Ruum ayat 41 Allah SWT memperingatkan bahwa terjadinya kerusakan di darat dan di laut akibat ulah manusia. pohon itu dipeliharanya hingga tumbuh subur dan besar. 3. Kekhalifahan menuntut manusia untuk memelihara. indah dan hijau. Agar manusia selalu membiasakan diri bersikap ramah terhadap lingkungan Di dalam Surat Huud ayat 117. Serta surat Al Qashash ayat 77 menjelaskan sebagai berikut :Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat. apalagi manusia telah diangkat oleh Allah sebagai khalifah. supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka. melainkan penduduknya terdiri dari orangorang yang tidak berbuat kebaikan terhadap lingkungan. sebab fakta spritual menunjukkan bahwa terjadinya bencana alam seperti banjir. Dari keterangan di atas. ia pernah menanam sebuah pohon. agar mereka kembali (ke jalan yang benar). Al-Quran tidak mengenal istilah penaklukan alam karena secara tegas Al-Quran menyatakan bahwa yang menaklukan alam untuk manusia adalah Allah. bahwa Nabi pernah bersabda :Hati-hatilah terhadap dua macam kutukan. oleh sebab kejahatan orang-orang yang diam di dalamnya. kemudian buah atau hasilnya dimakan manusia atau burung. Dia menjawab bahwa selagi di dunia. dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik. jelaslah aturan-aturan agama Islam yang menganjurkan untuk menjaga kebersihan dan lingkungan. Kedua Firman Allah SWT ini menekankan agar manusia berlaku ramah terhadap lingkungan (environmental friendly) dan tidak berbuat kerusakan di muka bumi ini. maka ia biarkan orang berteduh di bawahnya. Di dalam Hadits lainnya ditambah dengan membuang hajat di tempat sumber air. melainkan yang demikian itu adalah shodaqoh baginya. dan pancaran-pancaran air menjadi tanah gersang. polusi udara yang tidak terkendali. PANDANGAN KRISTEN Alkitab memperingatkan bahwa kerusakan alam selama ini adalah karena ulah dan kejahatan manusia. Fakta spritual yang terjadi selama ini membuktikan bahwa Surat Huud ayat 117 benar-benar terbukti.

semoga semua makhluk berbahagia. hendaklah ia berpikir semoga semua makhluk berbahagia. Ternyata. yang jauh ataupun yang dekat. Pada gelaran yang memeriahkan peluncuran Rumah Qur`an Salman ini. manusia dituntut tanggung jawabnya untuk memelihara dan mengasihi segala ciptaan-Nya. pendek.untuk menguasai dan mengusahakan alam dan sumber dayanya secara eksploitatif dan seenaknya. . yang tampak atau tak tampak.Ungkapan ini mengandung arti bahwa bumi atau alam yang diibaratkan sebagai sapi perah harus dipelihara dengan baik sehingga banyak mengeluarkan kebutuhan yang diperlukan oleh manusia. dalam rangka meningkatkan peranan tokoh dan pemuka agama dalam pengelolaan dan pelestarian lingkungan hidup. Kemudian. PANDANGAN BUDDHA Dalam Karaniyametta Sutta disebutkan. Sebaliknya. maka tanamlah”. “Andaikata kalian tahu bahwa besok akan kiamat dan di tangan kalian terdapat biji pohon. yang lemah dan yang kuat tanpa kecuali. PENUTUP Demikianlah makalah ini saya sampaikan. kecil atau gemuk. dosen sekaligus peneliti di Institute for Development and Research in Islamic Studies (IDRIS) pada talkshow “Alquran dan Lingkungan Hidup” di Masjid Salman ITB. supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka. “Banyak sekali ayat Alquran dan hadis yang memerhatikan mengenai hubungan manusia dengan lingkungannya. disebabkan karena perbuatan tangan manusia. Hal ini mengandung arti bahwa agama Budha menolak terjadinya pencemaran dan perusakan alam dan segenap potensinya. alam ini apabila dieksploitasi akan membuat manusia sengsara. yang panjang atau yang besar. Perilaku “hijau” pun diwujudkan dalam kondisi sangat ekstrem seperti peperangan.. kata pertama (muslim) sebenarnya sudah mewakili kata kedua (environmentalist). hadis sebagai tafsiran ayat Alquran mengabadikan perkataan Rasulullah Saw. yang terlahir atau yang akan lahir. menjadi muslim environmentalist itu jauh lebih gampang lho.” ujar Amang Syafrudin. Referensi Utama Pelestarian Lingkungan November 30. Amang menafsirkan surat ArRahman ayat 6-8 yang memerintahkan manusia untuk memelihara keseimbangan alam. yang sedang. PANDANGAN HINDU Di dalam Mahabaratha terdapat keterangan bahwa alam adalah pernberi segala keinginan dan alam adalah sapi perah yang selalu mengeluarkan susu (kenikmatan) bagi yang menginginkannya. niscaya ia tidak akan mengeluarkan susu lagi untuk kehidupan manusia. sebagai bahan renungan bagi kita bersama. Kalau sapi perah itu tidak dipelihara. Minggu (24/2). agar mereka kembali (ke jalan yang benar)”. Dengan kata lain. apalagi dibantai. Makhluk hidup apapun juga. 2009 pada 11:04 am (lingkungan) BILA ada pelatihan menjadi environmentalist itu gampang. Perhatian ini begitu besar sehingga menurut Amang. Bahkan. ancaman yang disertai perintah untuk introspeksi dan merubah diri pada Surat Ar-Rum ayat 41 “Telah nampak kerusakan di darat dan di laut.

Para imam dilatih agar mampu menyampaikan pesan tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan lewat khotbah-khotbah Jumat mereka. Bahkan.Pada Perang Mut`ah (630 M). orang yang menyusui. Pikiran Rakyat. para nelayan di sana benar-benar meninggalkan alat-alat penangkap ikan yang tidak ramah lingkungan seperti dinamit. anak kecil. “Kalau orang sudah sadar dan mengerti Alquran. 06 Maret 2008 BAGAIMANA SIKAP RAMAH LINGKUNGAN DALAM PANDANGAN ISLAM ? 12. Guru Besar Agama dan Lingkungan Universitas Yale AS. salah satunya karena agama memiliki faktor reference. Abu Dawud). serta memotong pohon kurma. berarti akan menghasilkan pahala berlipat.08 (10:33 am) [edit] Melalui Kitab Suci Al-Qur’an. keyakinan yang diperoleh dari teks (kitab suci).000 manusia. November tahun lalu. Antitesis dari apa yang dilakukan negara modern dalam peperangan seperti Amerika Serikat dengan pengeboman Hiroshima-Nagasaki (1945). “Berangkatlah dengan nama Allah. Cukup dengan cara yang dikatakan Amang. projek penyadaran kelestarian lingkungan dengan menggunakan basis Alquran ini bahkan telah berjalan baik. Di Tanzania Afrika Timur.R. Ja-nganlah kalian membunuh orang tua. Dalam setahun. IFEES juga sedang melakukan projek rehabilitasi hutan mangrove di Aceh dan projek pelestarian hutan di Sumatra bersama komunitas lingkungan hidup lokal. dan kalian berlakulah ihsan/baik. Mary Evelyn Tucker. Pendapat ini diafirmasi Amang. tapi juga kita bantu. wanita. atas agama Rasulullah. Kembali ke Alquran Agama sebenarnya merupakan faktor potensial untuk menjadi jawaban bagi kerusakan lingkungan yang melanda dunia sekarang. negara tidak perlu mengeluarkan uang miliaran. Saat ini.” (H. Seperti dikutip surat kabar Christian Science Monitor. Allah telah memberikan informasi spiritual kepada manusia . Alquran dan Sunah. Mendekatkan diri kita dan masyarakat pada reference utama. mereka menyadari yang mereka lakukan saat ini dengan menggunakan alat penangkap ramah lingkungan merupakan implementasi dari apa yang tersurat dalam Alquran dan sunah. nabi terakhir ini memerintahkan. setidaknya menurut Prof. Tidak hanya membunuh 270. Cukup disentuh ayat mengenai lingkungan dan bila telah disebut pada Alquran.28. projek ini telah membuahkan hasil.” tuturnya. Harapan yang sama seperti di Tanzania tidak patut hanya kita tunggu. bom atom yang dijatuhkan pada kedua kota itu telah menimbulkan kerusakan ekologis menahun yang sangat serius. membakar pohon. yang memang sudah kaya akan nilai-nilai environmentalism. Islamic Foundation for Ecology and Environmental Sciences (IFEES) yang berbasis di Inggris telah melakukan suatu projek pelatihan imam masjid bekerja sama dengan lembaga konservasi terumbu karang di sana. merobohkan bangunan. Alasan itu.

Firman Allah SWT di dalam surat Ar Ruum ayat 41 dan surat Al Qashash ayat 77 menekankan agar manusia berlaku ramah terhadap lingkungan (environmental friendly) dan tidak berbuat kerusakan di muka bumi ini. Untuk itu Islam mewajibkan agar manusia menjadi pelaku aktif dalam mengolah lingkungan serta melestarikannya. (HR. dijelaskan bahwa : ―Rasulullah ketika berwudhu’ dengan (takaran air sebanyak) satu mud dan mandi (dengan takaran air sebanyak) satu sha’ sampai lima mud― (HR. Serta surat Al Qashash ayat 77 menjelaskan sebagai berikut : Artinya : Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat. Muttafaq ’alaih). kecuali orang-orang yang bersih― .Mengolah serta melestarikan lingkungan tercermin secara sederhana dari tempat tinggal (rumah) seorang muslim. Sesungguhnya Allah menegakkan Islam di atas prinsip kebersihan. sehingga tidak memberikan sisa sedikitpun untuk generasi mendatang. Dalam Hadits lain yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah. tercemar bahkan menjadi punah. Ahmad) 2. dan pada air yang mengalir serta pada wajah yang rupawan (HR. Thabrani). Dari Hadits di atas memberikan pengertian bahwa manusia tidak boleh kikir untuk membiayai diri dan lingkungan secara wajar untuk menjaga kebersihan agar kesehatan diri dan keluarga/masyarakat kita terpelihara. dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. atau dengan kata lain. sahabat yang mendengar bertanya : Apakah dua hal itu ya Rasulullah ? Nabi menjawab : yaitu orang yang membuang hajat ditengah jalan atau di tempat orang yang berteduh― Di dalam Hadits lainnya ditambah dengan membuang hajat di tempat sumber air. akan tetapi merekalah yang berlaku zalim kepada diri sendiri. Satu mud sama dengan 1 1/3 liter menurut orang Hijaz dan 2 liter menurut orang Irak (lihat Lisanul Arab Jilid 3 hal 400). Pesan yang disampaikan dalam surat Ar Ruum ayat 9 di atas menggambarkan agar manusia tidak mengeksploitasi sumber daya alam secara berlebihan yang dikwatirkan terjadinya kerusakan serta kepunahan sumber daya alam. Dan tidak akan masuk syurga. Informasi tersebut memberikan sinyalamen bahwa manusia harus selalu menjaga dan melestarikan lingkungan agar tidak menjadi rusak. Dan telah datang kepada mereka rasul-rasul mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata. mengusahakan penghijauan di sekitar tempat tinggal dengan menanamkan pepohonan yang bermanfaat untuk kepentingan ekonomi dan kesehatan. Maka Allah sekali-kali tidak berlaku zalim kepada mereka. Melalui Kitab Suci yang Agung ini (Al-Qur’an) membuktikan bahwa Islam adalah agama yang mengajarkan kepada umatnya untuk bersikap ramah lngkungan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.Demikian pula. kepadamu. Hal ini membuktikan bahwa manusia sekarang cenderung mengekploitasi sumber daya air secara berlebihan. Padahal hasil penelitian yang dilakukan oleh Syahputra (2003) membuktikan bahwa rata-rata orang berwudhu’ sebanyak 5 liter. Agar manusia tidak berbuat kerusakan terhadap lingkungan Di dalam surat Ar Ruum ayat 41 Allah SWT memperingatkan bahwa terjadinya kerusakan di darat dan di laut akibat ulah manusia. Agar manusia menjadi pelaku aktif dalam mengolah lingkungan serta melestarikannya Perhatikan surat Ar Ruum ayat 9 dibawah ini : Artinya : Dan apakah mereka tidak mengadakan perjalanan di muka bumi dan memperhatikan bagaimana akibat (yang diderita) oleh orangorang sebelum mereka? orang-orang itu adalah lebih kuat dari mereka (sendiri) dan telah mengolah bumi (tanah) serta memakmurkannya lebih banyak dari apa yang telah mereka makmurkan. sebab apa yang Allah berikan kepada manusia semata-mata merupakan suatu amanah. Rasulullah SAW menegaskan dalam sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Thabrani :―Dari Abu Hurairah : jagalah kebersihan dengan segala usaha yang mampu kamu lakukan.Dalam sebuah Hadits disebutkan :―Tiga hal yang menjernihkan pandangan. bahwa Nabi pernah bersabda :―Hati-hatilah terhadap dua macam kutukan. setiap manusia menghambur-hamburkan air sebanyak 3 sampai 3 2/3 liter setiap orangnya setiap kali mereka berwudhu’. dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik. Artinya : Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia. Sikap ramah lingkungan yang diajarkan oleh agama Islam kepada manusia dapat dirinci sebagai berikut : 1. Dalam sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Anas. agar mereka kembali (ke jalan yang benar). yaitu menyaksikan pandangan pada yang hijau lagi asri. Firman Allah SWT Di dalam Al-Qur’an sangat jelas berbicara tentang hal tersebut. bebas dari pencemaran. .untuk bersikap ramah terhadap lingkungan. supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka. disamping juga dapat memelihara peredaran suara yang kita hisap agar selalu bersih.

tanah longsor yang di daerah-daerah di Jawa Tengah. dan diikhlaskannya manusia dan burung memakan buahnya.Untuk mendapatkan dua pahala tersebut seorang manusia harus peduli terhadap lingkungan. Nabi Muhammad SAW melarang memetik buah sebelum siap untuk dimanfaatkan.― Kekhalifahan menuntut manusia untuk memelihara. ia pernah menanam sebuah pohon. sebab fakta spritual menunjukkan bahwa terjadinya bencana alam seperti banjir. Dia menjawab bahwa selagi di dunia. Semua larangan tersebut dimaksudkan untuk mencegah agar tidak mencelakakan orang lain. Fakta spritual yang terjadi selama ini membuktikan bahwa Surat Huud ayat 117 benar-benar terbukti. melainkan penduduknya terdiri dari orang-orang yang berbuat kebaikan terhadap lingkungan. yakni pahala surga dunia berupa hidup bahagia dan sejahtera dalam lingkungan yang bersih. kemudian buah atau hasilnya dimakan manusia atau burung. ada seorang penghuni surga. artinya dengan adanya kepedulian terhadap lingkungan memberikan dua pahala sekaligus. memetik kembang sebelum mekar. melainkan yang demikian itu adalah shodaqoh baginya―. atau menyembelih binatang yang terlalu kecil. Ketika ditanyakan kepadanya perbuatan apakah yang dilakukannya ketika di dunia hingga ia menjadi penghuni surga?. Sampai ia meninggal pohon itu masih berdiri hingga setiap orang (musafir) yang lewat dapat istirahat berteduh dan memetik buahnya untuk dimakan atau sebagai bekal perjalanan. secara yuridis fiqhiyah berpeluang dinyatakan bahwa dalam perspektif hukum Islam status hukum pelestarian lingkungan hukumnya adalah wajib (Abdillah. Agar manusia selalu membiasakan diri bersikap ramah terhadap lingkungan Di dalam Surat Huud ayat 117. Dengan sabar dan tulus. maka ia biarkan orang berteduh di bawahnya. serta bencana alam lainnya lebih banyak didominasi oleh aktifitas manusia. 2005 : 11-12).Dari keterangan di atas. Allah SWT Telah memberikan fasilitas daya dukung lingkungan bagi kehidupan manusia. Nabi Muhammad SAW juga mengajarkan agar selalu bersikap bersahabat dengan segala sesuatu sekalipun tidak bernyawa. Allah SWT berfirman : Artinya : Dan Tuhanmu sekali-kali tidak akan membinasakan negeri-negeri secara zalim. “Tidak seorang muslim yang menanam tanaman atau menyemaikan tumbuh-tumbuhan. Oleh karena itu.Dalam suatu kisah diriwayatkan. membimbing dan mengarahkan segala sesuatu agar mencapai maksud dan tujuan penciptaanNya. Didorong keinginan untuk bersedekah. Burung pun ikut menikmatinya. Hal ini dapat dilihat pada surat Al-Baqarah ayat 30 berikut : “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi. Perhatikan bencana alam banjir di Jakarta. Menyadari akan keadaannya yang miskin ia teringat bunyi sebuah hadits Nabi. serta bencana alam di daerah atau di negara lain membuktikan bahwa Allah akan membinasakan negeri-negeri secara zalim. jelaslah aturan-aturan agama Islam yang menganjurkan untuk menjaga kebersihan dan lingkungan. Secara tegas pula seorang muslim diajarkan untuk mengakui bahwa ia tidak mempunyai kekuasaan untuk menundukkan sesuatu kecuali dengan penundukan Allah . Riwayat tersebut memberikan nilai yang sangat berharga sebagai bahan kontemplasi. longsor. sedang penduduknya orang-orang yang berbuat kebaikan. tumpukan sampah dimana-mana. apalagi manusia telah diangkat oleh Allah sebagai khalifah. 3. dan pahala surga akhirat kelak di kemudian hari. indah dan hijau. Karena itu.Islam memberikan panduan yang cukup jelas bahwa sumber daya alam merupakan daya dukung bagi kehidupan manusia. intrusi air laut. polusi udara yang tidak terkendali. pohon itu dipeliharanya hingga tumbuh subur dan besar. Al-Qu’an tidak mengenal istilah ―penaklukan alam― karena secara tegas Al-Qur’an menyatakan bahwa yang menaklukan alam untuk manusia adalah Allah. sehingga terhindar dari musibah yang menimpahnya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful