LINGKUNGAN HIDUP DALAM PERSPEKTIF AGAMA

Oleh : Drs. H. Ahmad Supardi Hasibuan, MA. PENDAHULUAN Persoalan lingkungan hidup adalah persoalan global dan bersifat universal, sebab berbicara tentang lingkungan hidup, berarti berbicara tentang persoalan yang dihadapi seluruh umat manusia. Persoalan lingkungan hidup pada umumnya disebabkan oleh dua hal. Pertama, karena kejadian alam sebagai peristiwa yang harus terjadi sebagai proses dinamika alam itu sendiri. Kedua, karena ulah dan perbuatan tangan manusia sendiri, akibatnya alam murka dan terjadilah bencana. Kedua bentuk kejadian di atas, mengakibatkan ketidakseimbangan pada ekosistem dan ketidaknyamanan kehidupan makhluk hidup baik manusia, flora maupun fauna. Ketidakseimbangan dan ketidaknyamanan tersebut dapat dikatakan sebagai bencana atau kerusakan lingkungan hidup, yang bentuk-bentuknya berupa pencemaran air, pencemaran tanah, krisis keanekaragaman hayati (biological diversity), kerusakan hutan, kekeringan dan krisis air bersih, pertambangan dan kerusakan lingkungan, pencemaran udara, banjir lumpur dan sebagainya. Dari sekian banyak persoalan kerusakan lingkungan hidup , ternyata peran manusia sangat besar dalam menciptakan kerusakan tersebut dan untuk itu, manusiapulalah yang paling banyak menanggung akibatnya. PANDANGAN ISLAM Melalui Kitab Suci Al-Quran, Allah telah memberikan informasi spiritual kepada manusia untuk bersikap ramah terhadap lingkungan. Informasi tersebut memberikan sinyalamen bahwa manusia harus selalu menjaga dan melestarikan lingkungan agar tidak menjadi rusak, tercemar bahkan menjadi punah, sebab apa yang Allah berikan kepada manusia semata-mata merupakan suatu amanah. Islam adalah agama yang mengajarkan kepada umatnya untuk bersikap ramah lngkungan. Sikap ramah lingkungan yang diajarkan oleh agama Islam kepada manusia dapat dirinci sebagai berikut : 1. Agar manusia menjadi pelaku aktif dalam mengolah lingkungan serta melestarikannya Di dalam al-Quran surat Ar Ruum ayat 9 Allaah swt berfirman : Dan apakah mereka tidak mengadakan perjalanan di muka bumi dan memperhatikan bagaimana akibat (yang diderita) oleh orang-orang sebelum mereka? orang-orang itu adalah lebih kuat dari mereka (sendiri) dan telah mengolah bumi (tanah) serta memakmurkannya lebih banyak dari apa yang telah mereka makmurkan. Dan telah datang kepada mereka rasulrasul mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata. Maka Allah sekali-kali tidak berlaku zalim kepada mereka, akan tetapi merekalah yang berlaku zalim kepada diri sendiri. Pesan yang disampaikan dalam surat Ar Ruum ayat 9 di atas menggambarkan agar manusia tidak mengeksploitasi sumber daya alam secara berlebihan yang dikhawatirkan terjadinya kerusakan serta kepunahan sumber daya alam, sehingga tidak memberikan sisa sedikitpun untuk generasi mendatang. Untuk itu Islam mewajibkan agar manusia menjadi pelaku aktif dalam mengolah lingkungan serta melestarikannya.Mengolah serta melestarikan lingkungan tercermin secara sederhana dari tempat tinggal (rumah) seorang muslim. Rasulullah SAW menegaskan dalam sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Thabrani :Dari Abu Hurairah : jagalah kebersihan dengan segala usaha yang mampu kamu lakukan. Sesungguhnya Allah menegakkan Islam di atas prinsip kebersihan. Dan tidak akan masuk syurga, kecuali orang-orang yang bersih. (HR. Thabrani). Dari Hadits di atas memberikan pengertian bahwa manusia tidak boleh kikir untuk membiayai diri dan lingkungan secara wajar untuk menjaga kebersihan agar kesehatan diri dan keluarga/masyarakat kita terpelihara.Demikian pula, mengusahakan penghijauan di sekitar tempat tinggal dengan menanamkan pepohonan yang bermanfaat untuk kepentingan ekonomi dan kesehatan, disamping juga dapat memelihara peredaran udara yang kita hisap agar selalu bersih, bebas dari pencemaran.Dalam sebuah Hadits disebutkan :Tiga hal yang menjernihkan pandangan, yaitu menyaksikan pandangan pada yang hijau lagi asri, dan pada air yang mengalir serta pada wajah yang rupawan (HR. Ahmad) 2. Agar manusia tidak berbuat kerusakan terhadap lingkungan

kemudian buah atau hasilnya dimakan manusia atau burung. tanah yang subur menjadi padang asin. melainkan penduduknya terdiri dari orangorang yang tidak berbuat kebaikan terhadap lingkungan. PANDANGAN KRISTEN Alkitab memperingatkan bahwa kerusakan alam selama ini adalah karena ulah dan kejahatan manusia. Dengan sabar dan tulus. pohon itu dipeliharanya hingga tumbuh subur dan besar. membimbing dan mengarahkan segala sesuatu agar mencapai maksud dan tujuan penciptaanNya. sebab fakta spritual menunjukkan bahwa terjadinya bencana alam seperti banjir. agar mereka kembali (ke jalan yang benar). Perhatikan bencana alam banjir di Jakarta. dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Serta surat Al Qashash ayat 77 menjelaskan sebagai berikut :Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat. yakni pahala surga dunia berupa hidup bahagia dan sejahtera dalam lingkungan yang bersih. Dalam suatu kisah diriwayatkan. polusi udara yang tidak terkendali. dan pahala surga akhirat kelak di kemudian hari.Islam memberikan panduan yang cukup jelas bahwa sumber daya alam merupakan daya dukung bagi kehidupan manusia. apalagi manusia telah diangkat oleh Allah sebagai khalifah. Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia. indah dan hijau. dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik. Burung pun ikut menikmatinya. sahabat yang mendengar bertanya : Apakah dua hal itu ya Rasulullah ? Nabi menjawab : yaitu orang yang membuang hajat ditengah jalan atau di tempat orang yang berteduh. Riwayat tersebut memberikan nilai yang sangat berharga sebagai bahan kontemplasi. ada seorang penghuni surga. Hal ini dapat dilihat pada surat Al-Baqarah ayat 30 berikut : Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi. sedang penduduknya orang-orang yang berbuat kebaikan. tanah longsor yang di daerah-daerah di Jawa Tengah. ia pernah menanam sebuah pohon. misalnya. Tidak seorang muslim yang menanam tanaman atau menyemaikan tumbuh-tumbuhan. serta bencana alam lainnya lebih banyak didominasi oleh aktifitas manusia. Di dalam Hadits lainnya ditambah dengan membuang hajat di tempat sumber air. Fakta spritual yang terjadi selama ini membuktikan bahwa Surat Huud ayat 117 benar-benar terbukti. dan pancaran-pancaran air menjadi tanah gersang. Ketika ditanyakan kepadanya perbuatan apakah yang dilakukannya ketika di dunia hingga ia menjadi penghuni surga?. menyatakan: Dibuat-Nya sungai-sungai menjadi padang gurun. jelaslah aturan-aturan agama Islam yang menganjurkan untuk menjaga kebersihan dan lingkungan. Alkitab sebenarnya tidak pernah menyaksikan bahwa Tuhan memberikan hak kepada manusia . kepadamu. Kedua Firman Allah SWT ini menekankan agar manusia berlaku ramah terhadap lingkungan (environmental friendly) dan tidak berbuat kerusakan di muka bumi ini. Agar manusia selalu membiasakan diri bersikap ramah terhadap lingkungan Di dalam Surat Huud ayat 117. Dalam Hadits lain yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah. serta bencana alam di daerah atau di negara lain membuktikan bahwa Allah tidak akan membinasakan negeri-negeri secara zalim. 3. oleh sebab kejahatan orang-orang yang diam di dalamnya. maka ia biarkan orang berteduh di bawahnya. sehingga terhindar dari musibah yang menimpahnya. Allah SWT Telah memberikan fasilitas daya dukung lingkungan bagi kehidupan manusia. Dari keterangan di atas. artinya dengan adanya kepedulian terhadap lingkungan memberikan dua pahala sekaligus. melainkan yang demikian itu adalah shodaqoh baginya. Al-Quran tidak mengenal istilah penaklukan alam karena secara tegas Al-Quran menyatakan bahwa yang menaklukan alam untuk manusia adalah Allah.Di dalam surat Ar Ruum ayat 41 Allah SWT memperingatkan bahwa terjadinya kerusakan di darat dan di laut akibat ulah manusia. Kekhalifahan menuntut manusia untuk memelihara. Menyadari akan keadaannya yang miskin ia teringat bunyi sebuah hadits Nabi. Mazmur (107:33-34). bahwa Nabi pernah bersabda :Hati-hatilah terhadap dua macam kutukan.Untuk mendapatkan dua pahala tersebut seorang manusia harus peduli terhadap lingkungan. Semua larangan tersebut dimaksudkan untuk mencegah agar tidak mencelakakan orang lain. Allah SWT berfirman : Artinya : Dan Tuhanmu sekali-kali tidak akan membinasakan negeri-negeri secara zalim. Sampai ia meninggal pohon itu masih berdiri hingga setiap orang (musafir) yang lewat dapat istirahat berteduh dan memetik buahnya untuk dimakan atau sebagai bekal perjalanan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan. longsor. Didorong keinginan untuk bersedekah. Dia menjawab bahwa selagi di dunia. Secara tegas pula seorang muslim diajarkan untuk mengakui bahwa ia tidak mempunyai kekuasaan untuk menundukkan sesuatu kecuali dengan penundukan Allah. tumpukan sampah dimana-mana. dan diikhlaskannya manusia dan burung memakan buahnya. supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka.

. Referensi Utama Pelestarian Lingkungan November 30. Minggu (24/2). alam ini apabila dieksploitasi akan membuat manusia sengsara. yang jauh ataupun yang dekat. Amang menafsirkan surat ArRahman ayat 6-8 yang memerintahkan manusia untuk memelihara keseimbangan alam. “Banyak sekali ayat Alquran dan hadis yang memerhatikan mengenai hubungan manusia dengan lingkungannya. kecil atau gemuk. Sebaliknya. “Andaikata kalian tahu bahwa besok akan kiamat dan di tangan kalian terdapat biji pohon. hendaklah ia berpikir semoga semua makhluk berbahagia. dosen sekaligus peneliti di Institute for Development and Research in Islamic Studies (IDRIS) pada talkshow “Alquran dan Lingkungan Hidup” di Masjid Salman ITB. Perilaku “hijau” pun diwujudkan dalam kondisi sangat ekstrem seperti peperangan. apalagi dibantai. Pada gelaran yang memeriahkan peluncuran Rumah Qur`an Salman ini. pendek. yang panjang atau yang besar. Bahkan. ancaman yang disertai perintah untuk introspeksi dan merubah diri pada Surat Ar-Rum ayat 41 “Telah nampak kerusakan di darat dan di laut.Ungkapan ini mengandung arti bahwa bumi atau alam yang diibaratkan sebagai sapi perah harus dipelihara dengan baik sehingga banyak mengeluarkan kebutuhan yang diperlukan oleh manusia. Dengan kata lain. niscaya ia tidak akan mengeluarkan susu lagi untuk kehidupan manusia. Perhatian ini begitu besar sehingga menurut Amang. disebabkan karena perbuatan tangan manusia. yang lemah dan yang kuat tanpa kecuali. Hal ini mengandung arti bahwa agama Budha menolak terjadinya pencemaran dan perusakan alam dan segenap potensinya. 2009 pada 11:04 am (lingkungan) BILA ada pelatihan menjadi environmentalist itu gampang. supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka. yang tampak atau tak tampak. Kalau sapi perah itu tidak dipelihara. kata pertama (muslim) sebenarnya sudah mewakili kata kedua (environmentalist). yang sedang. PANDANGAN HINDU Di dalam Mahabaratha terdapat keterangan bahwa alam adalah pernberi segala keinginan dan alam adalah sapi perah yang selalu mengeluarkan susu (kenikmatan) bagi yang menginginkannya. Ternyata. sebagai bahan renungan bagi kita bersama.” ujar Amang Syafrudin. Kemudian. manusia dituntut tanggung jawabnya untuk memelihara dan mengasihi segala ciptaan-Nya. Makhluk hidup apapun juga. dalam rangka meningkatkan peranan tokoh dan pemuka agama dalam pengelolaan dan pelestarian lingkungan hidup. semoga semua makhluk berbahagia. menjadi muslim environmentalist itu jauh lebih gampang lho. maka tanamlah”.untuk menguasai dan mengusahakan alam dan sumber dayanya secara eksploitatif dan seenaknya.. PANDANGAN BUDDHA Dalam Karaniyametta Sutta disebutkan. agar mereka kembali (ke jalan yang benar)”. yang terlahir atau yang akan lahir. PENUTUP Demikianlah makalah ini saya sampaikan. hadis sebagai tafsiran ayat Alquran mengabadikan perkataan Rasulullah Saw.

projek ini telah membuahkan hasil. membakar pohon. Tidak hanya membunuh 270. keyakinan yang diperoleh dari teks (kitab suci). Mendekatkan diri kita dan masyarakat pada reference utama. Pendapat ini diafirmasi Amang. Kembali ke Alquran Agama sebenarnya merupakan faktor potensial untuk menjadi jawaban bagi kerusakan lingkungan yang melanda dunia sekarang. Saat ini. wanita. IFEES juga sedang melakukan projek rehabilitasi hutan mangrove di Aceh dan projek pelestarian hutan di Sumatra bersama komunitas lingkungan hidup lokal. dan kalian berlakulah ihsan/baik. Pikiran Rakyat. Cukup disentuh ayat mengenai lingkungan dan bila telah disebut pada Alquran. November tahun lalu. Mary Evelyn Tucker.R. serta memotong pohon kurma. Harapan yang sama seperti di Tanzania tidak patut hanya kita tunggu. Cukup dengan cara yang dikatakan Amang. “Kalau orang sudah sadar dan mengerti Alquran.28.Pada Perang Mut`ah (630 M).” (H. berarti akan menghasilkan pahala berlipat. Guru Besar Agama dan Lingkungan Universitas Yale AS. 06 Maret 2008 BAGAIMANA SIKAP RAMAH LINGKUNGAN DALAM PANDANGAN ISLAM ? 12. Islamic Foundation for Ecology and Environmental Sciences (IFEES) yang berbasis di Inggris telah melakukan suatu projek pelatihan imam masjid bekerja sama dengan lembaga konservasi terumbu karang di sana. anak kecil. Seperti dikutip surat kabar Christian Science Monitor. Bahkan.08 (10:33 am) [edit] Melalui Kitab Suci Al-Qur’an. Antitesis dari apa yang dilakukan negara modern dalam peperangan seperti Amerika Serikat dengan pengeboman Hiroshima-Nagasaki (1945). atas agama Rasulullah. Alasan itu. Di Tanzania Afrika Timur. para nelayan di sana benar-benar meninggalkan alat-alat penangkap ikan yang tidak ramah lingkungan seperti dinamit. “Berangkatlah dengan nama Allah. Para imam dilatih agar mampu menyampaikan pesan tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan lewat khotbah-khotbah Jumat mereka. Ja-nganlah kalian membunuh orang tua. Dalam setahun. merobohkan bangunan. bom atom yang dijatuhkan pada kedua kota itu telah menimbulkan kerusakan ekologis menahun yang sangat serius. Abu Dawud).” tuturnya.000 manusia. Allah telah memberikan informasi spiritual kepada manusia . nabi terakhir ini memerintahkan. salah satunya karena agama memiliki faktor reference. yang memang sudah kaya akan nilai-nilai environmentalism. Alquran dan Sunah. setidaknya menurut Prof. negara tidak perlu mengeluarkan uang miliaran. tapi juga kita bantu. orang yang menyusui. projek penyadaran kelestarian lingkungan dengan menggunakan basis Alquran ini bahkan telah berjalan baik. mereka menyadari yang mereka lakukan saat ini dengan menggunakan alat penangkap ramah lingkungan merupakan implementasi dari apa yang tersurat dalam Alquran dan sunah.

dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. tercemar bahkan menjadi punah. yaitu menyaksikan pandangan pada yang hijau lagi asri. Dan telah datang kepada mereka rasul-rasul mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata. Hal ini membuktikan bahwa manusia sekarang cenderung mengekploitasi sumber daya air secara berlebihan.untuk bersikap ramah terhadap lingkungan. Artinya : Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia. Muttafaq ’alaih). Informasi tersebut memberikan sinyalamen bahwa manusia harus selalu menjaga dan melestarikan lingkungan agar tidak menjadi rusak.Dalam sebuah Hadits disebutkan :―Tiga hal yang menjernihkan pandangan. . Pesan yang disampaikan dalam surat Ar Ruum ayat 9 di atas menggambarkan agar manusia tidak mengeksploitasi sumber daya alam secara berlebihan yang dikwatirkan terjadinya kerusakan serta kepunahan sumber daya alam. Dan tidak akan masuk syurga. (HR. mengusahakan penghijauan di sekitar tempat tinggal dengan menanamkan pepohonan yang bermanfaat untuk kepentingan ekonomi dan kesehatan. disamping juga dapat memelihara peredaran suara yang kita hisap agar selalu bersih. dijelaskan bahwa : ―Rasulullah ketika berwudhu’ dengan (takaran air sebanyak) satu mud dan mandi (dengan takaran air sebanyak) satu sha’ sampai lima mud― (HR. dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik. Firman Allah SWT Di dalam Al-Qur’an sangat jelas berbicara tentang hal tersebut. Padahal hasil penelitian yang dilakukan oleh Syahputra (2003) membuktikan bahwa rata-rata orang berwudhu’ sebanyak 5 liter. Dari Hadits di atas memberikan pengertian bahwa manusia tidak boleh kikir untuk membiayai diri dan lingkungan secara wajar untuk menjaga kebersihan agar kesehatan diri dan keluarga/masyarakat kita terpelihara. bebas dari pencemaran. Sikap ramah lingkungan yang diajarkan oleh agama Islam kepada manusia dapat dirinci sebagai berikut : 1. kecuali orang-orang yang bersih― .Demikian pula. agar mereka kembali (ke jalan yang benar). kepadamu. sahabat yang mendengar bertanya : Apakah dua hal itu ya Rasulullah ? Nabi menjawab : yaitu orang yang membuang hajat ditengah jalan atau di tempat orang yang berteduh― Di dalam Hadits lainnya ditambah dengan membuang hajat di tempat sumber air. Firman Allah SWT di dalam surat Ar Ruum ayat 41 dan surat Al Qashash ayat 77 menekankan agar manusia berlaku ramah terhadap lingkungan (environmental friendly) dan tidak berbuat kerusakan di muka bumi ini. atau dengan kata lain.Mengolah serta melestarikan lingkungan tercermin secara sederhana dari tempat tinggal (rumah) seorang muslim. Ahmad) 2. Dalam sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Anas. Maka Allah sekali-kali tidak berlaku zalim kepada mereka. Serta surat Al Qashash ayat 77 menjelaskan sebagai berikut : Artinya : Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat. Thabrani). Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan. sehingga tidak memberikan sisa sedikitpun untuk generasi mendatang. Satu mud sama dengan 1 1/3 liter menurut orang Hijaz dan 2 liter menurut orang Irak (lihat Lisanul Arab Jilid 3 hal 400). supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka. akan tetapi merekalah yang berlaku zalim kepada diri sendiri. Rasulullah SAW menegaskan dalam sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Thabrani :―Dari Abu Hurairah : jagalah kebersihan dengan segala usaha yang mampu kamu lakukan. Dalam Hadits lain yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah. Sesungguhnya Allah menegakkan Islam di atas prinsip kebersihan. dan pada air yang mengalir serta pada wajah yang rupawan (HR. Melalui Kitab Suci yang Agung ini (Al-Qur’an) membuktikan bahwa Islam adalah agama yang mengajarkan kepada umatnya untuk bersikap ramah lngkungan. setiap manusia menghambur-hamburkan air sebanyak 3 sampai 3 2/3 liter setiap orangnya setiap kali mereka berwudhu’. Agar manusia tidak berbuat kerusakan terhadap lingkungan Di dalam surat Ar Ruum ayat 41 Allah SWT memperingatkan bahwa terjadinya kerusakan di darat dan di laut akibat ulah manusia. Agar manusia menjadi pelaku aktif dalam mengolah lingkungan serta melestarikannya Perhatikan surat Ar Ruum ayat 9 dibawah ini : Artinya : Dan apakah mereka tidak mengadakan perjalanan di muka bumi dan memperhatikan bagaimana akibat (yang diderita) oleh orangorang sebelum mereka? orang-orang itu adalah lebih kuat dari mereka (sendiri) dan telah mengolah bumi (tanah) serta memakmurkannya lebih banyak dari apa yang telah mereka makmurkan. Untuk itu Islam mewajibkan agar manusia menjadi pelaku aktif dalam mengolah lingkungan serta melestarikannya. bahwa Nabi pernah bersabda :―Hati-hatilah terhadap dua macam kutukan. sebab apa yang Allah berikan kepada manusia semata-mata merupakan suatu amanah.

intrusi air laut. sehingga terhindar dari musibah yang menimpahnya. tanah longsor yang di daerah-daerah di Jawa Tengah. ia pernah menanam sebuah pohon. polusi udara yang tidak terkendali. Al-Qu’an tidak mengenal istilah ―penaklukan alam― karena secara tegas Al-Qur’an menyatakan bahwa yang menaklukan alam untuk manusia adalah Allah. sedang penduduknya orang-orang yang berbuat kebaikan. melainkan yang demikian itu adalah shodaqoh baginya―.― Kekhalifahan menuntut manusia untuk memelihara. “Tidak seorang muslim yang menanam tanaman atau menyemaikan tumbuh-tumbuhan. jelaslah aturan-aturan agama Islam yang menganjurkan untuk menjaga kebersihan dan lingkungan. sebab fakta spritual menunjukkan bahwa terjadinya bencana alam seperti banjir. Menyadari akan keadaannya yang miskin ia teringat bunyi sebuah hadits Nabi. artinya dengan adanya kepedulian terhadap lingkungan memberikan dua pahala sekaligus. Fakta spritual yang terjadi selama ini membuktikan bahwa Surat Huud ayat 117 benar-benar terbukti. 2005 : 11-12). Riwayat tersebut memberikan nilai yang sangat berharga sebagai bahan kontemplasi. Hal ini dapat dilihat pada surat Al-Baqarah ayat 30 berikut : “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi. dan diikhlaskannya manusia dan burung memakan buahnya. Semua larangan tersebut dimaksudkan untuk mencegah agar tidak mencelakakan orang lain. Didorong keinginan untuk bersedekah. tumpukan sampah dimana-mana. pohon itu dipeliharanya hingga tumbuh subur dan besar.Dalam suatu kisah diriwayatkan. Agar manusia selalu membiasakan diri bersikap ramah terhadap lingkungan Di dalam Surat Huud ayat 117. Oleh karena itu. atau menyembelih binatang yang terlalu kecil. Nabi Muhammad SAW melarang memetik buah sebelum siap untuk dimanfaatkan. serta bencana alam di daerah atau di negara lain membuktikan bahwa Allah akan membinasakan negeri-negeri secara zalim. yakni pahala surga dunia berupa hidup bahagia dan sejahtera dalam lingkungan yang bersih. melainkan penduduknya terdiri dari orang-orang yang berbuat kebaikan terhadap lingkungan. maka ia biarkan orang berteduh di bawahnya. Nabi Muhammad SAW juga mengajarkan agar selalu bersikap bersahabat dengan segala sesuatu sekalipun tidak bernyawa. serta bencana alam lainnya lebih banyak didominasi oleh aktifitas manusia. membimbing dan mengarahkan segala sesuatu agar mencapai maksud dan tujuan penciptaanNya. Allah SWT Telah memberikan fasilitas daya dukung lingkungan bagi kehidupan manusia. Allah SWT berfirman : Artinya : Dan Tuhanmu sekali-kali tidak akan membinasakan negeri-negeri secara zalim. dan pahala surga akhirat kelak di kemudian hari. memetik kembang sebelum mekar. secara yuridis fiqhiyah berpeluang dinyatakan bahwa dalam perspektif hukum Islam status hukum pelestarian lingkungan hukumnya adalah wajib (Abdillah. apalagi manusia telah diangkat oleh Allah sebagai khalifah. Sampai ia meninggal pohon itu masih berdiri hingga setiap orang (musafir) yang lewat dapat istirahat berteduh dan memetik buahnya untuk dimakan atau sebagai bekal perjalanan. kemudian buah atau hasilnya dimakan manusia atau burung. Perhatikan bencana alam banjir di Jakarta.Islam memberikan panduan yang cukup jelas bahwa sumber daya alam merupakan daya dukung bagi kehidupan manusia. Dia menjawab bahwa selagi di dunia. ada seorang penghuni surga. Burung pun ikut menikmatinya.Untuk mendapatkan dua pahala tersebut seorang manusia harus peduli terhadap lingkungan. Secara tegas pula seorang muslim diajarkan untuk mengakui bahwa ia tidak mempunyai kekuasaan untuk menundukkan sesuatu kecuali dengan penundukan Allah . Ketika ditanyakan kepadanya perbuatan apakah yang dilakukannya ketika di dunia hingga ia menjadi penghuni surga?. Karena itu.Dari keterangan di atas. longsor. 3. Dengan sabar dan tulus. indah dan hijau.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful