LINGKUNGAN HIDUP DALAM PERSPEKTIF AGAMA

Oleh : Drs. H. Ahmad Supardi Hasibuan, MA. PENDAHULUAN Persoalan lingkungan hidup adalah persoalan global dan bersifat universal, sebab berbicara tentang lingkungan hidup, berarti berbicara tentang persoalan yang dihadapi seluruh umat manusia. Persoalan lingkungan hidup pada umumnya disebabkan oleh dua hal. Pertama, karena kejadian alam sebagai peristiwa yang harus terjadi sebagai proses dinamika alam itu sendiri. Kedua, karena ulah dan perbuatan tangan manusia sendiri, akibatnya alam murka dan terjadilah bencana. Kedua bentuk kejadian di atas, mengakibatkan ketidakseimbangan pada ekosistem dan ketidaknyamanan kehidupan makhluk hidup baik manusia, flora maupun fauna. Ketidakseimbangan dan ketidaknyamanan tersebut dapat dikatakan sebagai bencana atau kerusakan lingkungan hidup, yang bentuk-bentuknya berupa pencemaran air, pencemaran tanah, krisis keanekaragaman hayati (biological diversity), kerusakan hutan, kekeringan dan krisis air bersih, pertambangan dan kerusakan lingkungan, pencemaran udara, banjir lumpur dan sebagainya. Dari sekian banyak persoalan kerusakan lingkungan hidup , ternyata peran manusia sangat besar dalam menciptakan kerusakan tersebut dan untuk itu, manusiapulalah yang paling banyak menanggung akibatnya. PANDANGAN ISLAM Melalui Kitab Suci Al-Quran, Allah telah memberikan informasi spiritual kepada manusia untuk bersikap ramah terhadap lingkungan. Informasi tersebut memberikan sinyalamen bahwa manusia harus selalu menjaga dan melestarikan lingkungan agar tidak menjadi rusak, tercemar bahkan menjadi punah, sebab apa yang Allah berikan kepada manusia semata-mata merupakan suatu amanah. Islam adalah agama yang mengajarkan kepada umatnya untuk bersikap ramah lngkungan. Sikap ramah lingkungan yang diajarkan oleh agama Islam kepada manusia dapat dirinci sebagai berikut : 1. Agar manusia menjadi pelaku aktif dalam mengolah lingkungan serta melestarikannya Di dalam al-Quran surat Ar Ruum ayat 9 Allaah swt berfirman : Dan apakah mereka tidak mengadakan perjalanan di muka bumi dan memperhatikan bagaimana akibat (yang diderita) oleh orang-orang sebelum mereka? orang-orang itu adalah lebih kuat dari mereka (sendiri) dan telah mengolah bumi (tanah) serta memakmurkannya lebih banyak dari apa yang telah mereka makmurkan. Dan telah datang kepada mereka rasulrasul mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata. Maka Allah sekali-kali tidak berlaku zalim kepada mereka, akan tetapi merekalah yang berlaku zalim kepada diri sendiri. Pesan yang disampaikan dalam surat Ar Ruum ayat 9 di atas menggambarkan agar manusia tidak mengeksploitasi sumber daya alam secara berlebihan yang dikhawatirkan terjadinya kerusakan serta kepunahan sumber daya alam, sehingga tidak memberikan sisa sedikitpun untuk generasi mendatang. Untuk itu Islam mewajibkan agar manusia menjadi pelaku aktif dalam mengolah lingkungan serta melestarikannya.Mengolah serta melestarikan lingkungan tercermin secara sederhana dari tempat tinggal (rumah) seorang muslim. Rasulullah SAW menegaskan dalam sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Thabrani :Dari Abu Hurairah : jagalah kebersihan dengan segala usaha yang mampu kamu lakukan. Sesungguhnya Allah menegakkan Islam di atas prinsip kebersihan. Dan tidak akan masuk syurga, kecuali orang-orang yang bersih. (HR. Thabrani). Dari Hadits di atas memberikan pengertian bahwa manusia tidak boleh kikir untuk membiayai diri dan lingkungan secara wajar untuk menjaga kebersihan agar kesehatan diri dan keluarga/masyarakat kita terpelihara.Demikian pula, mengusahakan penghijauan di sekitar tempat tinggal dengan menanamkan pepohonan yang bermanfaat untuk kepentingan ekonomi dan kesehatan, disamping juga dapat memelihara peredaran udara yang kita hisap agar selalu bersih, bebas dari pencemaran.Dalam sebuah Hadits disebutkan :Tiga hal yang menjernihkan pandangan, yaitu menyaksikan pandangan pada yang hijau lagi asri, dan pada air yang mengalir serta pada wajah yang rupawan (HR. Ahmad) 2. Agar manusia tidak berbuat kerusakan terhadap lingkungan

dan diikhlaskannya manusia dan burung memakan buahnya. tanah yang subur menjadi padang asin. serta bencana alam di daerah atau di negara lain membuktikan bahwa Allah tidak akan membinasakan negeri-negeri secara zalim. Didorong keinginan untuk bersedekah. Allah SWT berfirman : Artinya : Dan Tuhanmu sekali-kali tidak akan membinasakan negeri-negeri secara zalim. melainkan yang demikian itu adalah shodaqoh baginya. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan. tumpukan sampah dimana-mana.Di dalam surat Ar Ruum ayat 41 Allah SWT memperingatkan bahwa terjadinya kerusakan di darat dan di laut akibat ulah manusia. Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia. longsor. Ketika ditanyakan kepadanya perbuatan apakah yang dilakukannya ketika di dunia hingga ia menjadi penghuni surga?. agar mereka kembali (ke jalan yang benar). supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka. Al-Quran tidak mengenal istilah penaklukan alam karena secara tegas Al-Quran menyatakan bahwa yang menaklukan alam untuk manusia adalah Allah. yakni pahala surga dunia berupa hidup bahagia dan sejahtera dalam lingkungan yang bersih. dan pancaran-pancaran air menjadi tanah gersang. melainkan penduduknya terdiri dari orangorang yang tidak berbuat kebaikan terhadap lingkungan. Dalam suatu kisah diriwayatkan. Serta surat Al Qashash ayat 77 menjelaskan sebagai berikut :Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat. dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Menyadari akan keadaannya yang miskin ia teringat bunyi sebuah hadits Nabi. dan pahala surga akhirat kelak di kemudian hari. Sampai ia meninggal pohon itu masih berdiri hingga setiap orang (musafir) yang lewat dapat istirahat berteduh dan memetik buahnya untuk dimakan atau sebagai bekal perjalanan. Burung pun ikut menikmatinya. Di dalam Hadits lainnya ditambah dengan membuang hajat di tempat sumber air. ia pernah menanam sebuah pohon. Agar manusia selalu membiasakan diri bersikap ramah terhadap lingkungan Di dalam Surat Huud ayat 117. Riwayat tersebut memberikan nilai yang sangat berharga sebagai bahan kontemplasi. kemudian buah atau hasilnya dimakan manusia atau burung. polusi udara yang tidak terkendali. artinya dengan adanya kepedulian terhadap lingkungan memberikan dua pahala sekaligus. PANDANGAN KRISTEN Alkitab memperingatkan bahwa kerusakan alam selama ini adalah karena ulah dan kejahatan manusia.Islam memberikan panduan yang cukup jelas bahwa sumber daya alam merupakan daya dukung bagi kehidupan manusia. Kedua Firman Allah SWT ini menekankan agar manusia berlaku ramah terhadap lingkungan (environmental friendly) dan tidak berbuat kerusakan di muka bumi ini. sebab fakta spritual menunjukkan bahwa terjadinya bencana alam seperti banjir. oleh sebab kejahatan orang-orang yang diam di dalamnya. menyatakan: Dibuat-Nya sungai-sungai menjadi padang gurun. bahwa Nabi pernah bersabda :Hati-hatilah terhadap dua macam kutukan. indah dan hijau. Mazmur (107:33-34). Dari keterangan di atas.Untuk mendapatkan dua pahala tersebut seorang manusia harus peduli terhadap lingkungan. apalagi manusia telah diangkat oleh Allah sebagai khalifah. Semua larangan tersebut dimaksudkan untuk mencegah agar tidak mencelakakan orang lain. Dalam Hadits lain yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah. jelaslah aturan-aturan agama Islam yang menganjurkan untuk menjaga kebersihan dan lingkungan. Alkitab sebenarnya tidak pernah menyaksikan bahwa Tuhan memberikan hak kepada manusia . sahabat yang mendengar bertanya : Apakah dua hal itu ya Rasulullah ? Nabi menjawab : yaitu orang yang membuang hajat ditengah jalan atau di tempat orang yang berteduh. Hal ini dapat dilihat pada surat Al-Baqarah ayat 30 berikut : Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi. tanah longsor yang di daerah-daerah di Jawa Tengah. 3. Dia menjawab bahwa selagi di dunia. ada seorang penghuni surga. sedang penduduknya orang-orang yang berbuat kebaikan. Secara tegas pula seorang muslim diajarkan untuk mengakui bahwa ia tidak mempunyai kekuasaan untuk menundukkan sesuatu kecuali dengan penundukan Allah. dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik. sehingga terhindar dari musibah yang menimpahnya. Allah SWT Telah memberikan fasilitas daya dukung lingkungan bagi kehidupan manusia. serta bencana alam lainnya lebih banyak didominasi oleh aktifitas manusia. pohon itu dipeliharanya hingga tumbuh subur dan besar. kepadamu. maka ia biarkan orang berteduh di bawahnya. Kekhalifahan menuntut manusia untuk memelihara. Perhatikan bencana alam banjir di Jakarta. membimbing dan mengarahkan segala sesuatu agar mencapai maksud dan tujuan penciptaanNya. Dengan sabar dan tulus. misalnya. Tidak seorang muslim yang menanam tanaman atau menyemaikan tumbuh-tumbuhan. Fakta spritual yang terjadi selama ini membuktikan bahwa Surat Huud ayat 117 benar-benar terbukti.

Makhluk hidup apapun juga. kata pertama (muslim) sebenarnya sudah mewakili kata kedua (environmentalist).untuk menguasai dan mengusahakan alam dan sumber dayanya secara eksploitatif dan seenaknya. niscaya ia tidak akan mengeluarkan susu lagi untuk kehidupan manusia. ancaman yang disertai perintah untuk introspeksi dan merubah diri pada Surat Ar-Rum ayat 41 “Telah nampak kerusakan di darat dan di laut. Hal ini mengandung arti bahwa agama Budha menolak terjadinya pencemaran dan perusakan alam dan segenap potensinya. yang sedang. kecil atau gemuk. PANDANGAN HINDU Di dalam Mahabaratha terdapat keterangan bahwa alam adalah pernberi segala keinginan dan alam adalah sapi perah yang selalu mengeluarkan susu (kenikmatan) bagi yang menginginkannya. hendaklah ia berpikir semoga semua makhluk berbahagia.” ujar Amang Syafrudin. PENUTUP Demikianlah makalah ini saya sampaikan. Pada gelaran yang memeriahkan peluncuran Rumah Qur`an Salman ini.Ungkapan ini mengandung arti bahwa bumi atau alam yang diibaratkan sebagai sapi perah harus dipelihara dengan baik sehingga banyak mengeluarkan kebutuhan yang diperlukan oleh manusia. apalagi dibantai. “Banyak sekali ayat Alquran dan hadis yang memerhatikan mengenai hubungan manusia dengan lingkungannya.. Bahkan. Dengan kata lain. disebabkan karena perbuatan tangan manusia. Perilaku “hijau” pun diwujudkan dalam kondisi sangat ekstrem seperti peperangan. Kemudian. yang panjang atau yang besar. Ternyata. yang terlahir atau yang akan lahir. menjadi muslim environmentalist itu jauh lebih gampang lho. Minggu (24/2). alam ini apabila dieksploitasi akan membuat manusia sengsara. “Andaikata kalian tahu bahwa besok akan kiamat dan di tangan kalian terdapat biji pohon. dalam rangka meningkatkan peranan tokoh dan pemuka agama dalam pengelolaan dan pelestarian lingkungan hidup. yang lemah dan yang kuat tanpa kecuali. agar mereka kembali (ke jalan yang benar)”. semoga semua makhluk berbahagia. Kalau sapi perah itu tidak dipelihara. manusia dituntut tanggung jawabnya untuk memelihara dan mengasihi segala ciptaan-Nya. yang tampak atau tak tampak. Referensi Utama Pelestarian Lingkungan November 30. dosen sekaligus peneliti di Institute for Development and Research in Islamic Studies (IDRIS) pada talkshow “Alquran dan Lingkungan Hidup” di Masjid Salman ITB. supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka. pendek. hadis sebagai tafsiran ayat Alquran mengabadikan perkataan Rasulullah Saw. Amang menafsirkan surat ArRahman ayat 6-8 yang memerintahkan manusia untuk memelihara keseimbangan alam. sebagai bahan renungan bagi kita bersama. Sebaliknya. Perhatian ini begitu besar sehingga menurut Amang. PANDANGAN BUDDHA Dalam Karaniyametta Sutta disebutkan. 2009 pada 11:04 am (lingkungan) BILA ada pelatihan menjadi environmentalist itu gampang. . yang jauh ataupun yang dekat. maka tanamlah”.

atas agama Rasulullah. 06 Maret 2008 BAGAIMANA SIKAP RAMAH LINGKUNGAN DALAM PANDANGAN ISLAM ? 12. projek ini telah membuahkan hasil. Di Tanzania Afrika Timur. Alasan itu. Seperti dikutip surat kabar Christian Science Monitor. Kembali ke Alquran Agama sebenarnya merupakan faktor potensial untuk menjadi jawaban bagi kerusakan lingkungan yang melanda dunia sekarang. berarti akan menghasilkan pahala berlipat. Cukup dengan cara yang dikatakan Amang. tapi juga kita bantu. “Berangkatlah dengan nama Allah. Mary Evelyn Tucker. Cukup disentuh ayat mengenai lingkungan dan bila telah disebut pada Alquran. negara tidak perlu mengeluarkan uang miliaran. projek penyadaran kelestarian lingkungan dengan menggunakan basis Alquran ini bahkan telah berjalan baik. mereka menyadari yang mereka lakukan saat ini dengan menggunakan alat penangkap ramah lingkungan merupakan implementasi dari apa yang tersurat dalam Alquran dan sunah. nabi terakhir ini memerintahkan. Antitesis dari apa yang dilakukan negara modern dalam peperangan seperti Amerika Serikat dengan pengeboman Hiroshima-Nagasaki (1945). Ja-nganlah kalian membunuh orang tua. IFEES juga sedang melakukan projek rehabilitasi hutan mangrove di Aceh dan projek pelestarian hutan di Sumatra bersama komunitas lingkungan hidup lokal.Pada Perang Mut`ah (630 M). Islamic Foundation for Ecology and Environmental Sciences (IFEES) yang berbasis di Inggris telah melakukan suatu projek pelatihan imam masjid bekerja sama dengan lembaga konservasi terumbu karang di sana. Harapan yang sama seperti di Tanzania tidak patut hanya kita tunggu. Tidak hanya membunuh 270.28. Pendapat ini diafirmasi Amang.000 manusia. merobohkan bangunan. membakar pohon. Pikiran Rakyat. yang memang sudah kaya akan nilai-nilai environmentalism. Abu Dawud). Guru Besar Agama dan Lingkungan Universitas Yale AS. bom atom yang dijatuhkan pada kedua kota itu telah menimbulkan kerusakan ekologis menahun yang sangat serius. setidaknya menurut Prof. wanita. Para imam dilatih agar mampu menyampaikan pesan tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan lewat khotbah-khotbah Jumat mereka. orang yang menyusui. November tahun lalu. Alquran dan Sunah. Allah telah memberikan informasi spiritual kepada manusia .08 (10:33 am) [edit] Melalui Kitab Suci Al-Qur’an.” tuturnya. Bahkan. anak kecil. “Kalau orang sudah sadar dan mengerti Alquran. salah satunya karena agama memiliki faktor reference.” (H. para nelayan di sana benar-benar meninggalkan alat-alat penangkap ikan yang tidak ramah lingkungan seperti dinamit. Dalam setahun. Saat ini. serta memotong pohon kurma. keyakinan yang diperoleh dari teks (kitab suci). dan kalian berlakulah ihsan/baik. Mendekatkan diri kita dan masyarakat pada reference utama.R.

Sesungguhnya Allah menegakkan Islam di atas prinsip kebersihan. sebab apa yang Allah berikan kepada manusia semata-mata merupakan suatu amanah. yaitu menyaksikan pandangan pada yang hijau lagi asri. Untuk itu Islam mewajibkan agar manusia menjadi pelaku aktif dalam mengolah lingkungan serta melestarikannya. Serta surat Al Qashash ayat 77 menjelaskan sebagai berikut : Artinya : Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat. kepadamu. kecuali orang-orang yang bersih― . Satu mud sama dengan 1 1/3 liter menurut orang Hijaz dan 2 liter menurut orang Irak (lihat Lisanul Arab Jilid 3 hal 400). bebas dari pencemaran.Mengolah serta melestarikan lingkungan tercermin secara sederhana dari tempat tinggal (rumah) seorang muslim. Agar manusia menjadi pelaku aktif dalam mengolah lingkungan serta melestarikannya Perhatikan surat Ar Ruum ayat 9 dibawah ini : Artinya : Dan apakah mereka tidak mengadakan perjalanan di muka bumi dan memperhatikan bagaimana akibat (yang diderita) oleh orangorang sebelum mereka? orang-orang itu adalah lebih kuat dari mereka (sendiri) dan telah mengolah bumi (tanah) serta memakmurkannya lebih banyak dari apa yang telah mereka makmurkan. Dan telah datang kepada mereka rasul-rasul mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata. sehingga tidak memberikan sisa sedikitpun untuk generasi mendatang. Melalui Kitab Suci yang Agung ini (Al-Qur’an) membuktikan bahwa Islam adalah agama yang mengajarkan kepada umatnya untuk bersikap ramah lngkungan. disamping juga dapat memelihara peredaran suara yang kita hisap agar selalu bersih. agar mereka kembali (ke jalan yang benar).Demikian pula.untuk bersikap ramah terhadap lingkungan. Firman Allah SWT Di dalam Al-Qur’an sangat jelas berbicara tentang hal tersebut. Thabrani). dijelaskan bahwa : ―Rasulullah ketika berwudhu’ dengan (takaran air sebanyak) satu mud dan mandi (dengan takaran air sebanyak) satu sha’ sampai lima mud― (HR.Dalam sebuah Hadits disebutkan :―Tiga hal yang menjernihkan pandangan. Artinya : Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia. Dari Hadits di atas memberikan pengertian bahwa manusia tidak boleh kikir untuk membiayai diri dan lingkungan secara wajar untuk menjaga kebersihan agar kesehatan diri dan keluarga/masyarakat kita terpelihara. Pesan yang disampaikan dalam surat Ar Ruum ayat 9 di atas menggambarkan agar manusia tidak mengeksploitasi sumber daya alam secara berlebihan yang dikwatirkan terjadinya kerusakan serta kepunahan sumber daya alam. bahwa Nabi pernah bersabda :―Hati-hatilah terhadap dua macam kutukan. Ahmad) 2. Agar manusia tidak berbuat kerusakan terhadap lingkungan Di dalam surat Ar Ruum ayat 41 Allah SWT memperingatkan bahwa terjadinya kerusakan di darat dan di laut akibat ulah manusia. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan. . Firman Allah SWT di dalam surat Ar Ruum ayat 41 dan surat Al Qashash ayat 77 menekankan agar manusia berlaku ramah terhadap lingkungan (environmental friendly) dan tidak berbuat kerusakan di muka bumi ini. dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. dan pada air yang mengalir serta pada wajah yang rupawan (HR. atau dengan kata lain. Dalam sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Anas. Hal ini membuktikan bahwa manusia sekarang cenderung mengekploitasi sumber daya air secara berlebihan. akan tetapi merekalah yang berlaku zalim kepada diri sendiri. Informasi tersebut memberikan sinyalamen bahwa manusia harus selalu menjaga dan melestarikan lingkungan agar tidak menjadi rusak. sahabat yang mendengar bertanya : Apakah dua hal itu ya Rasulullah ? Nabi menjawab : yaitu orang yang membuang hajat ditengah jalan atau di tempat orang yang berteduh― Di dalam Hadits lainnya ditambah dengan membuang hajat di tempat sumber air. Sikap ramah lingkungan yang diajarkan oleh agama Islam kepada manusia dapat dirinci sebagai berikut : 1. Dan tidak akan masuk syurga. mengusahakan penghijauan di sekitar tempat tinggal dengan menanamkan pepohonan yang bermanfaat untuk kepentingan ekonomi dan kesehatan. Maka Allah sekali-kali tidak berlaku zalim kepada mereka. (HR. setiap manusia menghambur-hamburkan air sebanyak 3 sampai 3 2/3 liter setiap orangnya setiap kali mereka berwudhu’. Padahal hasil penelitian yang dilakukan oleh Syahputra (2003) membuktikan bahwa rata-rata orang berwudhu’ sebanyak 5 liter. Muttafaq ’alaih). Rasulullah SAW menegaskan dalam sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Thabrani :―Dari Abu Hurairah : jagalah kebersihan dengan segala usaha yang mampu kamu lakukan. supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka. Dalam Hadits lain yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah. dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik. tercemar bahkan menjadi punah.

Riwayat tersebut memberikan nilai yang sangat berharga sebagai bahan kontemplasi. Menyadari akan keadaannya yang miskin ia teringat bunyi sebuah hadits Nabi. indah dan hijau. pohon itu dipeliharanya hingga tumbuh subur dan besar. Al-Qu’an tidak mengenal istilah ―penaklukan alam― karena secara tegas Al-Qur’an menyatakan bahwa yang menaklukan alam untuk manusia adalah Allah. Perhatikan bencana alam banjir di Jakarta. artinya dengan adanya kepedulian terhadap lingkungan memberikan dua pahala sekaligus. 3. maka ia biarkan orang berteduh di bawahnya. dan diikhlaskannya manusia dan burung memakan buahnya. yakni pahala surga dunia berupa hidup bahagia dan sejahtera dalam lingkungan yang bersih. Dengan sabar dan tulus. Hal ini dapat dilihat pada surat Al-Baqarah ayat 30 berikut : “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi. Allah SWT berfirman : Artinya : Dan Tuhanmu sekali-kali tidak akan membinasakan negeri-negeri secara zalim.Untuk mendapatkan dua pahala tersebut seorang manusia harus peduli terhadap lingkungan.Islam memberikan panduan yang cukup jelas bahwa sumber daya alam merupakan daya dukung bagi kehidupan manusia. 2005 : 11-12). Sampai ia meninggal pohon itu masih berdiri hingga setiap orang (musafir) yang lewat dapat istirahat berteduh dan memetik buahnya untuk dimakan atau sebagai bekal perjalanan. Secara tegas pula seorang muslim diajarkan untuk mengakui bahwa ia tidak mempunyai kekuasaan untuk menundukkan sesuatu kecuali dengan penundukan Allah . Nabi Muhammad SAW melarang memetik buah sebelum siap untuk dimanfaatkan. Dia menjawab bahwa selagi di dunia. intrusi air laut. Fakta spritual yang terjadi selama ini membuktikan bahwa Surat Huud ayat 117 benar-benar terbukti. Agar manusia selalu membiasakan diri bersikap ramah terhadap lingkungan Di dalam Surat Huud ayat 117. serta bencana alam lainnya lebih banyak didominasi oleh aktifitas manusia. Ketika ditanyakan kepadanya perbuatan apakah yang dilakukannya ketika di dunia hingga ia menjadi penghuni surga?. sedang penduduknya orang-orang yang berbuat kebaikan. Allah SWT Telah memberikan fasilitas daya dukung lingkungan bagi kehidupan manusia. secara yuridis fiqhiyah berpeluang dinyatakan bahwa dalam perspektif hukum Islam status hukum pelestarian lingkungan hukumnya adalah wajib (Abdillah. polusi udara yang tidak terkendali. Didorong keinginan untuk bersedekah. longsor. membimbing dan mengarahkan segala sesuatu agar mencapai maksud dan tujuan penciptaanNya. sehingga terhindar dari musibah yang menimpahnya. melainkan yang demikian itu adalah shodaqoh baginya―. ia pernah menanam sebuah pohon. dan pahala surga akhirat kelak di kemudian hari.Dalam suatu kisah diriwayatkan. Nabi Muhammad SAW juga mengajarkan agar selalu bersikap bersahabat dengan segala sesuatu sekalipun tidak bernyawa. memetik kembang sebelum mekar. apalagi manusia telah diangkat oleh Allah sebagai khalifah. tanah longsor yang di daerah-daerah di Jawa Tengah. jelaslah aturan-aturan agama Islam yang menganjurkan untuk menjaga kebersihan dan lingkungan. tumpukan sampah dimana-mana. Burung pun ikut menikmatinya. kemudian buah atau hasilnya dimakan manusia atau burung. Oleh karena itu.― Kekhalifahan menuntut manusia untuk memelihara. ada seorang penghuni surga. serta bencana alam di daerah atau di negara lain membuktikan bahwa Allah akan membinasakan negeri-negeri secara zalim. atau menyembelih binatang yang terlalu kecil. Semua larangan tersebut dimaksudkan untuk mencegah agar tidak mencelakakan orang lain. sebab fakta spritual menunjukkan bahwa terjadinya bencana alam seperti banjir. “Tidak seorang muslim yang menanam tanaman atau menyemaikan tumbuh-tumbuhan. melainkan penduduknya terdiri dari orang-orang yang berbuat kebaikan terhadap lingkungan.Dari keterangan di atas. Karena itu.