PENETAPAN KADAR SIKLAMAT PADA BEBERAPA MINUMAN RINGAN KEMASAN GELAS DENGAN METODA GRAVIMETRI

SKRIPSI SARJANA FARMASI

Oleh

AZAN PUTRA 06 131 012

FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS ANDALAS PADANG 2011

01 %.0124 %. sampel B 0.208/MenKes/Per/IV/85 Tentang Bahan Tambahan Makanan pada minuman ringan.0093 %.1% bahan. sampel C 0. Penetapan kadar dilakukan pada 3 sampel yang berbeda. Hasil penetapan kadar sampel A mengandung siklamat sebanyak 0. yaitu 1 g/kg bahan atau 0.ABSTRAK Telah dilakukan penetapan kadar siklamat pada beberapa minuman ringan kemasan gelas dengan menggunakan metoda Gravimetri. Hasil ini menunjukkan bahwa kadar siklamat pada masing-masing sampel tidak melebihi kadar yang diperbolehkan menurut Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 2 .

Pemanis alami biasanya berasal dari tanaman. Dalam perdagangan dikenal sebagai assugrin atau sucaryl. Tanaman penghasil pemanis yang utama adalah tebu (Saccharum officinarum L. Berdasarkan Surat Keputusan Kepala Badan POM RI No: HK.).00. Beberapa pemanis sintetis yang telah dikenal dan banyak digunakan adalah sakarin. Menurut Departemen Kesehatan Republik 3 . 1997).4547 tahun 2004.5.PENDAHULUAN Minuman ringan adalah minuman yang tidak mengandung alkohol. tetapi tidak memiliki nilai gizi. merupakan minuman olahan dalam bentuk bubur atau cair yang mengandung bahan makanan atau bahan tambahan lainnya. siklamat merupakan pemanis sintetis non-kalori yang diperbolehkan untuk dikonsumsi di Indonesia. Pemanis sintetis merupakan bahan tambahan yang dapat menyebabkan rasa manis pada pangan. 2008). yaitu pemanis alami dan pemanis buatan (sintetis). baik alami maupun sintetis yang dikemas dalam kemasan siap saji. biasanya memiliki nilai kalori yang lebih rendah dari gula biasa dan hampir tidak mempunyai nilai gizi (Winarno. Bahan tambahan tersebut dapat berupa pemanis buatan.) dan bit (Beta vulgaris L. Pemanis merupakan bahan tambahan makanan yang berfungsi untuk memberikan rasa manis dan membantu mempertajam terhadap rasa manis tersebut. Berdasarkan proses produksi bahan pemanis dapat dibagi menjadi 2 golongan.1. Bahan pemanis yang dihasilkan oleh kedua tanaman tersebut dikenal sebagai gula alam atau sukrosa.05. siklamat dan aspartam (Cahyadi.

2004.Indonesia. Di Indonesia penggunaan bahan pemanis sintetis ditetapkan berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. Dari beberapa penelitian yang telah dilakukan memperlihatkan bahwa pada penambahan 10 % 4 . Pemanis buatan siklamat hingga saat ini penggunaannya masih banyak menimbulkan kontroversi karena aspek keamanan jangka panjangnya yang berpotensi karsinogenik jika terkonversi menjadi cyclohexylamine di dalam saluran pencernaan (Cahyadi. 1984). World Health Organization (WHO) menyatakan adanya batas maksimum yang boleh dikomsumsikan per hari atau Acceptable Daily Intake (ADI) yakni banyaknya milligram suatu bahan atau zat yang boleh dikomsumsi per kilogram bobot badan per hari. penggunaannya hanya diperbolehkan untuk pasien diabetes ataupun orang yang membutuhkan makanan berkalori rendah (BPOM. 2008). menimbulkan rasa manis tanpa rasa ikutan (tidak ada after taste-nya) dan memiliki tingkat kemanisan 30 kali gula (Sudarmaji. Batas maksimun yang ditetapkan oleh WHO adalah 11 mg/kg BB. Windholz. 1982.1976) Walaupun penggunaannya diperbolehkan dan telah dibatasi. 2004). Winarno dan Birowo. (BPOM RI. Riset BPOM pada November-Desember 2002 sudah menunjukkan bahwa konsumsi siklamat sudah mencapai 240 % Accaptable Daily Intake (ADI) (Badan POM. pemakaian siklamat dilaporkan sering disalahgunakan dan penggunaannya melebihi batas yang diizinkan. 1988).208/MenKes/Per/IV/85 tentang Bahan Tambahan Makanan. Winarno. Hal ini dikarenakan harganya yang jauh lebih murah.2004. yaitu 1 g/kg bahan. Tetapi pada kenyataannya penggunaan siklamat semakin meluas pada berbagai kalangan dan beragam produk.

maka diperlukan pemeriksaan terhadap bahan pemanis sintetis ini pada makanan dan minuman. Penetapan kadar pemanis sintetis ini akan dilakukan dengan metode gravimetri. Mengingat adanya bahaya yang dapat ditimbulkan oleh siklamat terhadap kesehatan. khususnya pada minuman ringan kemasan gelas. 5 . 1992).natrium siklamat dapat merangsang terjadinya tumor kandung kemih (Frank. 1995). Hasil pemeriksaan ini diharapkan dapat digunakan sebagai bahan tambahan informasi bagi yang berwenang dalam pengawasan terhadap kesehatan masyarakat (SNI.

0104 % b/v atau 0.01 %. Sampel B (minuman ringan kemasan gelas jenis capuccino) 0.0128 % b/v atau 0. yaitu 1 g/kg bahan atau 0.0095 % b/v atau 0. 6 .208/MenKes/Per/IV/85 Tentang Bahan Tambahan Makanan pada minuman ringan.1% bahan. 5.KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat diambil kesimpulan : Kadar siklamat yang diperoleh dalam sampel minuman ringan kemasan gelas sebagai berikut : Sampel A (minuman ringan kemasan gelas jenis nata de coco) 0.0093 %. Kadar siklamat pada masing-masing sampel tidak melebihi kadar yang diperbolehkan menurut Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. Sampel C (minuman ringan kemasan gelas jenis sirup) 0.0124 %. Disarankan pada peneliti selanjutnya untuk melakukan penetapan kadar siklamat dengan metoda penetapan kadar yang lain .2 Saran Disarankan pada peneliti selanjutnya untuk melakukan penetapan kadar siklamat pada produk konsumsi yang lain.

Direktorat Surveilan dan Keamanan Pangan. Jakarta : Departemen Kesehatan RI. Jakarta: Penerbit Bumi Aksara. Kadar Natrium Siklamat dalam Minuman yang Dijual di Pasaran Kota Singaraja. Peraturan Teknis Penggunaan Bahan Tambahan Pangan Pemanis Buatan dalam Produk Pangan. 1995. Direktorat Standarisasi Produk Pangan. Jakarta : Badan POM Cahyadi. 2004. 1995. A. Jakarta: Badan POM. 1979. Jajanan Anak Sekolah. Badan POM. Analisis Dan Aspek Kesehatan Bahan Tambahan Pangan. Toksikologi Dasar (Edisi Kedua). 30 (3). ISSN. Food Watch Sistem Keamanan Pangan Terpadu. Nurlita. Volume 1. 2004. 7 . 2004. Badan POM. Farmakope Indonesia (Edisi ketiga). 66-75. Diterjemahkan oleh Edi Nugroho. Jakarta: Erlangga.05. Jakarta: Departeman Kesehatan RI. Depertemen Kesehatah Republik Indonesia.00. Analisa Kimia Kuantitatif. Day. R. p : 34-36. C. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Surat Keputusan Kepala Badan POM RI No:HK. 2007. Petunjuk Pelaksanaan Validasi Metoda dan Cara Perhitungannya.4547 tentang Peraturan Teknis Persyaratan Penggunaan Bahan Tambahan Pangan. Majalah Ilmu Kefarmasian volume 1 no 3. F.. Frank. Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia.1. 1997. (Edisi keenam). W. 2002.5.DAFTAR PUSTAKA Badan POM. Harmita. Deputi Bidang Pengawasan Keaman Pangan dan Bahan Berbahaya. Farmakope Indonesia (Edisi Keempat). 2008.(Edisi Kedua).

..Novelina.. diterjemahkan oleh kisman. Jakarta: Sekretariat Dewan Gula Indonesia. 1986. S. Kimia Pangan dan Gizi.. 8 . Sudarmadji. Jakarta : Badan POM RI. Jakarta: PT. G. Jakarta: EGC. Winarno. “ Pengembangan Metode Penetapan Kadar Siklamat Berbasis Kromatografi Cair Kinerja Tinggi Guna Diimplementasikan dalam Kajian Paparan” (THESIS). Vogel. 1985. G. SNI 01-6993-2004. dan A. Hadyana P.T. Buku Ajar Vogel: Kimia Analisis Kuantitatif Anorganik. 2008. Diakses tanggal 20 Mei 2009 dari http://www. Kimia Pangan dan Gizi. 1988. Jakarta : Penerbit Erlangga. 1982. 2009. Birowo. Vogel. Y. 1994. Mengenal minuman ringan berkarbonasi (soft drink). Winarno.. Buku Teks Analisis Anorganik Kualitatif Makro dan Semimikro. 1984. Analisa Farmasi. M. (et al). Sutanto dan Fatimah. Bahan-bahan Pemanis. J. Setiono. Kalma Media Pustaka. Alih bahasa.ac. F. A. Validasi Metoda Analisis Penetapan Kadar Senyawa Siklamat dalam Minuman Ringan. diterjemahkan oleh L. Alaysius Hayanapudjaatmaka. L. dan G. 1997.untag-sby.id/index. Jakarta: PT. Cara Uji Pemanis sintetis. B. Gramedia. Wibowotomo.php. Gramedia. Setiono dan A. F. H. H Pujdjaatmaka (Edisi Kelima).. Bahan Tambahan Pangan Pemanis Buatan – Persyaratan Penggunaan Dalam Produk Pangan. Jakarta : PT. Widodo. Winarno. 1992. A. Badan Standardisasi Nasional.. G. Gula dan Pemanis Buatan di Indonesia. 2008. Jakarta: Prosiding PPI Standarisasi. Blaschke. (et al)... F. Yogyakarta : Agritech.. Bogor: IPB. Standar Nasional Indonesia 02 – 2893 – 1992. Roth. R.

1976. Ninth Edition. Ic. The Merck Index. 9 . Merck & Co.Windholz. New Jersey.. Rahway.. M.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful