HAND BOOK

MASSAGE SPORT

Oleh : SOEDARMONO 073 204 023

PENDIDIKAN KEPELATIHAN FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA 2008

BAB I
PENDAHULUAN Pengertian Masase
Masase berasal dari bahasa Arab “mash” yang artinya “menekan dengan lembut” atau dari kata Yunani “massien” yang berarti “memijat atau melulut”. Akan tetapi istilah yang paling populer yang digunakan adalah dalam bahasa Perancis “masser” yang artinya “menggosok”. Menurut pengertiannya massase yang berasal dari bahasa Inggris “massage” adalah pemijatan, pengurutan dan sebagainya pada bagian-bagian badan tertentu dengan tangan atau alat-alat khusus untuk melancarkan peredaran darah sebagai cara pengobatan atau untuk menghilangkan rasa lelah. Cara melakukan masase atau manipulasi masih menggunakan istilah-istilah dalam bahasa Perancis. Manipulasi-manipulasi tersebut dilaksanakan dengan tangan secara sistematis yang bertujuan menimbulkan efek pada system otot, susunan syaraf serta sirkulasi darah secara keseluruhan (general) maupun setempat (lokal). Masase akan menimbulkan suatu pengaruh fisiologis dan mekanis yang mendatangkan suatu relaksasi atau rasa sakit yang berkurang akibat adanya pembengkakan (haematome). Selain itu masase juga menimbulkan pengaruh secara psikologis yang dapat menumbuhkan rasa percaya diri (self confidence). Banyak para ahli berpendapat bahwa teknik manipulasi dengan tangan memberikan hasil yang lebih baik daripada menggunakan alat-alat elektris, karena teknik manipulasi dengan tangan dapat memberikan sentuhan yang sensitife alamiah. Menurut fungsinya masase dapat digunakan sebagai berikut : 1. Masase untuk tujuan terapi (therapy massage), adalah upaya masase untuk memberikan pengaruh yang baik terhadap suatu kondisi cedera atau penyakit (patologi). 2. Masase kecantikan (beauty massaege), adalah upaya masase untuk menghindarkan kekeriputan dan kekeringan kulit. 3. Masase kesehatan (hygiene massage), adalah upaya masase untuk memelihara kebugaran tubuh, menormalkan fungsi organ serta menghindarkan diri dari penyakit atau kelainan. 4. Masase olahraga (sport massage), adalah upaya masase dengan menggunakan teknik menipulasi yang bermacam-macam untuk memperbaiki dan

serta latihan-latihan badan untuk menyembuhkan kekuatan pada sendi dan otot-otot yang lemah. Hal ini tersebut dilakukan untuk tujuan preparatife. mandi air panas. telah dikenal sejak zaman pra sejarah oleh berbagai suku bangsa di dunia. 3. Kuratif. Demikian pula masase juga dikenal oleh bangsa Yunani purba yang menggunakan masase sebagai bentuk kemewahan setelah melakukan latihan-latihan gymnastik untuk membentuk keindahan tubuh. yang timbul dalam suatu pertandingan atau Sejarah Perkembangan Masase Masase sebagai cara pengobatan. adalah tujuan masase dalam mempertahankan dan mengembalikan fungsi alat gerak (pulih asal) agar tetap dapat berfungsi dengan baik. Dalam ajaran-ajaran Kung Fhu Tzu. Data-data menunjukkan bahwa usia masase sama tuanya dengan peradaban manusia. Masase olahraga mempunyai tujuan dalam menunjang pencapaian prestasi suatu pertandingan atau perlombaan. diketahui bahwa masase telah dipergunakan bukan semata-mata untuk pemeliharaan kesehatan saja tetapi juga sebgai salah satu cara pengobatan. 2. disamping dengan sinar matahari. Preparatif. . adalah tujuan masase untuk mempersiapkan olahragawan memiliki kondisi badan yang baik sehingga dapat menghadapi dan menanggulangi ketegangan-ketegangan perlombaan. 1. Cacatan sejarah menunjukkan bahwa bangsa Cina telah mengenal masase kurang lebih 3.mempertahankan kondisi tubuh olahragawan serta menghilangkan kelainankelainan akibat olahraga yang ditimbulkan. adalah tujuan masase untuk memperbaiki kembali kondisi tubuh setelah mengalami cedera atau mengurangi rasa sakit pada otot yang ditimbulkan oleh tertimbunnya asam laktat (lactyt acid). Prefentif. Bapak dari ilmu kedokteran yaitu Hippocrates (430-360 SM) menggunakan masase untuk para pasiennya.000 tahun sebelum masehi. prefentif dan kuratif.

Sejak saat itu masase menjadi suatu cara perawatan yang terkenal di Eropa dan Amerika. hal tersebut semakin menambah gairah dari pemakaian masase. Pada abad XVI pengetahuan tentang anatomi semakin maju. ia mengajar sampai saat meninggalnya pada tahun 1839. Ling menyusun Gymnasticnya dalam empat bentuk yaitu : educational gymnastic. Tahun 1913 Ling mendirikan “Central Instituteof Gymnastic” di Stocholm. medical gymnastic. Menjelang akhir abad XIX masase telah benar-benar mempunyai kedudukan yang baik di dalam dunia pengobatan. Ling dan para pengikutnya telah banyak berjasa dalam memajukan masase tidak hanya di Swedia tetapi juga di beberapa Negara Eropa. dan aesthetic gymnastic. Perhimpunan tersebut kemudian bergabung dengan “The Institut of Massage And Remedial Exercice” yang akhirnya membuat peraturan untuk menyelenggarakan pendidikan dan ujian. Masase dapat menguatkan sendi-sendi yang lemah dan melemaskan sendi-sendi yang kaku. Mezger dari Amsterdam adalah dokter terkenal yang menyebarluaskan masase bahkan ia sendiri bertindak sebagai masseur. Dr. sedangkan dari atas yaitu kepala atau leher ke bawah ke arah jantung. Pada tahun-tahun berikutnya masase semakin mengalami perkembangan. Pada waktu itu di kota Manchester anggotanya telah mencapai 5. seorang dokter berkebangsaan Perancis yaitu Ambroise Para menjelaskan tentang teknik serta efeknya masase friction yang lembut. Hal ini merupakan suatu bukti adanya dasar ilmiah dalam melakukan masase pada jaman itu.Menurut Hipocrates “Bahwa seorang dokter harus memiliki keterampilan dalam banyak hal. Dalam mempraktekkan masase.000 orang. military gymnastic. beliau menggunakan istilah “Anaptripsis” yang berarti pemijatan menuju ke arah jantung. Pada tahun 1975. apalagi setelah Pehr Hendrik Ling (1976-1839) yang berkebangsaan Swedia menciptakan Gymnastic Sistem Swedia yang sekarang lebih dikenal dengan Masase Sistem Swedia. Pada tahun 1894 kaum wanita di Inggris membentuk perhimpunan Masseuse yaitu “The Sociaty of Trained Masseuse” dengan tujuan meningkatkan standar masase dan memperbaiki status wanita yang memilih masase sebagai profesinya. lebih-lebih dalam menggunakan masase”. yaitu mulai dari kaki menuju ke atas. Masase dan Medical Gimnastycnya terus berkembang dan dipergunakan . sedang dan kaku dan menganjurkan untuk salah sendi (dislokasi).

Dukun pijat adalah orang yang menangani patah tulang. Bahkan ada anggapan bahwa dengan berpantang dan berpuasa kemampuan seorang dukun pijat akan semakin bertambah. yang umumnya menangani olahragawan. masase telah dikenal dengan sebutan bahasa daerah : pijat. keturunan dan pengalaman prateknya. Pada umumnya hasil pemijatan memberikan rasa nyaman dan memuaskan pasiennya. antara lain : 1.secara luas sebagai Physical Treatment untuk melengkapi perawatan dengan pengobatan dan pembedahan. tetapi ada pula setelah dipijat justru meninggalkan rasa sakit yang disebabkan karena tekanan-tekanan yang diberikan terlalu kuat atau keras. Perkembangan Masase di Indonesia Di Indonesia. Namun seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan. 2. Dukun pijat sebagai orang yang mempraktekkan pijat sering ditafsirkan bermacam-macam. tetapi ada pula yang merupakan pekerjaan utamanya (profesi). urut atau lulut dan rtelah lama dikenal sejak jaman kuno oleh nenek moyang kita dengan sebutan “dukun pijat” atau “dukun urut”. Mereka melakukan pekerjaan memijat biasanya sebagai pekerjaan sambilan. kemudian lebih dikenal dengan dukun sangkal putung. terkilir atau salah urat. teknik-teknik pijat sebagai salah satu upaya penyembuhan alternatif juga mengalami kemajuan. Dukun pijat dapat pula sebagai masseur atau ahli masase. seorang pemijat laki-laki atau wanita. kiranya pijat atau lulut yang sekarang dikenal dengan nama “masase” sudah bukan hal yang asing lagi. Hal tersebut dapat terjadi karena minimnya pengalaman atau pengetahuan tentang teknik masase yang benar. 3. Dukun pijat diartikan pula sebagai dukun alusan atau pijat alus karena pemijatnya terdiri dari wanita yang umumnya berparas cantik. Dalam melakukan pemijatan seorang dukun pijat memperoleh keahliannya karena bakat. 4. Di Indonesia. karena di setiap daerah sampai ke pelosokpelosok pun dapat dengan mudah ditemukan. . Semakin tua. si dukun dianggap ahli oleh masyarakat awam. Dukun pijat adalah orang yang menyegarkan tubuh (raga) dari rasa lelah atau penat.

kelincahan dan kerja tangan secara mekanis diarahkan ke jantung untuk menghasilkan rasa enak dan menyegarkan yang menghasilkan pengurangan rasa sakit dari suatu cedera tertentu. Selain itu seorang pemijat harus mempunyai kekuatan. Masase sistem swedia merupakan salah satu dari sistem masase yang paling banyak digunakan di seluruh dunia. .Menyadari akan kurangnya pengetahuan tentang masase. karena hal tersebut merupakan tanggung jawab dokter yang ahli di bidangnya (ortopedi). Masase atau pijat merupakan keterampilan yang melibatkan unsur-unsur pengetahuan. Maka dalam sebuah Tim Olahraga. maka dapat dikatakan bahwa teori dari sistem tersebut adalah baik dan benar. bola basket. jika terjadi patah tulang (fracture) sebaiknya segera dibawa ke rumah sakit. apabila orang tersebut dimasase dengan cara yang benar maka seharusnya rasa sakit yang di derita akan semakin berkurang atau hilang sama sekali. Sejauh teori dapat mencapai tujuannya. pernah diajarkan sistem dan teknik masase Swedia (swedish massage) sebagai suatu pedoman cara memijat yang benar. di Solo pada tahun 1960. bulu tangkis. Jadi setelah menguasai teori maka tahap berikutnya ialah mempraktekkannya dengan mengarahkan seluruh manipulasi ke arah jantung. Mengenai baik atau tidaknya suatu sistem masase ditentukan oleh berhasilnya pelaksanaan masase tersebut. Misalkan seorang yang menderita kelelahan atau cedera ringan karena mengikuti suatu perlombaan atau pertandingan. Sedangkan. dan lain-lain dapat menyebabkan terjadinya terkilir atau keseleo yang diikuti dengan pembengkakan. hal itu merupakan tugas dan tanggung jawab masseur/masseuse untuk memberikan perawatan dengan teknik dan metode yang benar. Banyaknya kegiatan olahraga khususnya olahraga yang memerlukan gerakangerakan yang cepat dan kuat (explosive) seperti : sepak bola. naluri dan seni merawat tubuh yang diperoleh dari seringnya melakukan praktek masase atau dalam istilah masase telah memiliki “jam terbang yang tinggi”.

Seorang masseur/masseuse diwajibkan menguasai dan memiliki dasar-dasar pengetahuan tentang keadaan si pasien dan selalu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan modern. penuh kelembutan. Selain itu keterampilan tangan harus dilatih untuk meningkatkan ketepatan. angkat barbell dan hand grip.BAB II FAKTOR-FAKTOR DALAM PELAKSANAAN MASASE Syarat-syarat Yang Diperlukan Bagi Seorang Masseur/Masseuse Untuk menjadi seorang pemijat pria/wanita (masseur/masseuse) yang baik dan berhasil. serta memiliki tanggung jawab terhadap keselamatan pasien. terutama dalam perkembangan dalam ilmu kedokteraan dan sistem pengobatan. Kalau memang terpaksa dapat digunakan spiritus atau alcohol untuk mengurangi keluarnya keringat dari telapak tangan. Pada bagian-bagian di bawah jantung harus diarahkan ke atas (ke arah jantung). sedangkan pada bagian tubuh di atas jantung terutama leher sebagai jembatan penghubung kepala harus diarahkan ke bawah (ke arah jantung) melalui pembuluh darah balik (vena). Arah Gerakan Tangan Gerakan tangan yang benara dari seorang masseur/masseuse adalah ke arah centripetal yaitu gerakan tangan yang mengikuti pembuluh darah balik (vena) yang membawa darah kotor ke jantung. Masseur/masseuse selalu bekerja dengan kecerdasannya artinya : dapat berfikir dengan cepat dan bertindak dengan tepat sesuai dengan berbagai kondisi yang ditemukan pada pasien. seorang masseur/masseuse hendaknya juga melakukan latihan-latihan misalnya : push up. . dengan sentuhan yang sensitif dan enak (nyaman). haruslah memiliki minat dan kecintaan terhadap pekerjaannya. hangat. Tangan yang lembab dan selalu berpeluh merupakan ciri tangan yang kurang sesuai untuk pekerjaan ini. Untuk menjaga kondisi dan kekuatan tangan pada saat melakukan masase. Tangan Seorang Masseur/Masseuse Tangan yang ideal untuk melakukan masase adalah yang lebar. kecepatan dan kelembutan.

tidak kaku atau tegang. jaringan yang lunak. 3. takut sakit atau asing terhadap keadaan sekitarnya. sehingga tidak sampai menimbulkan bercak-bercak merah (memar) yang menimbulkan rasa sakit. Posisi Pasien Seorang pasien yang akan dimasase hendaknya mengambil posisi serileks mungkin. Tanda-tanda kelelahan. tetapi tetaplah harus dalam batas-batas yang sesuai menurut kebutuhannya. Keadaan kulit. misalnya pembengkakan (haematome). Terkadang jika seorang pasien diminta untuk rileks. Keadaan rileks dari pasien ini sangatlah penting. maka dapat di tes dengan memberikan manipulasi dengan sedikit gerakan pasif yaitu mengangkat salah satu anggota badan ke atas dan . tanpa disadari ia justru menimbulkan ketengangan pada anggota tubuhnya. Hal ini diperlukan mengingat banyak orang yang mengalami kesibukan. Jika perlu harus menggunakan berat badanya untuk memberikan tambahan tekanan. pengerasan atau penebalan (miogelosen). kesulitan dalam pernafasan dan lain-lain. hal ini timbul karena ada perasaan cemas. Pergeseran pada sendi atau perubahan dalam luas gerak persendian. suhu (dingin/panas) atau warna kemerah-merahan (bengkak). tangan masseur/masseuse harus dalam keadaan rileks. agar manipulasi yang diberikan memperoleh hasil yang sebaik-baiknya. Pada saat melakukan masase. ketegangan dan kecemasan dalam kehidupan sehari-hari. 2. selain itu keadaan rileks akan memberikan istirahat jasmani dan rohani. 4. Keadaan abnormal pada jaringan di bawah kulit. Untuk melihat apakah si pasien benar-benar dalam keadaan rileks selama perawatan diberikan. Masseur/masseuse tetap harus memusatkan perhatiannya terhadap tugas yang dihadapi dan selalu sensitif (peka) terhadap segala perubahan-perubahan yang terjadi pada si pasien.Manipulasi Pada Pasien Manipulasi atau Pegangan yang dilakukan seorang masseur/masseuse dilakukan dengan tekanan yang cukup disesuaikan kondisi si pasien dan penuh perasaan sehingga mendatangkan rasa enak (nyaman) pada pasien yang bersangkutan. agar bagian yang akan dimasase tidak mengalami ketegangan (kendor). otot kaku atau kejang-kejang. misalnya kulit yang kasar. Hal-hal yang perlu mendapatkan perhatian antara lain : 1.

maka pasien diminta berbaring lagi seakan-akan tidak bertenaga sama sekali. karena akan banyak darah yang mengalir ke lengan sehingga terjadillah pembendungan. . Posisi lengan yang di samping badan hendaknya jangan sampai terkulai ke bawah. Jika ada pasien yang bentuk badannya tinggi dapat digunakan cara yaitu meletakkan kakinya pada tepi bangku masase dengan diberi alas bantal tipis atau handuk yang dilipat. Jika terdapat bangku masase yang lebih modern. Beberapa posisi yang dianjurkan selama kegiatan masase antara lain : 1. Posisi Tidur Telentang Untuk memasase tubuh bagian depan. Pasien harus dalam keadaan hangat selama dimasase. Posisi Tidur Telungkup Posisi tidur telungkup yang baik adalah kedua lengan lurus ke bawah di samping badan. dengan jari-jari serta telapak tangan menghadap ke atas. biasanya posisi kepala diletakkan pada bagian yang berlubang dengan hiasan dibawah sebagai penyegar pandangan (misalnya : bunga segar yang diletakkan di baskom). Selain itu selama di masase. maka posisi pasien harus tidur telentang dan lengan diletakkan di samping badan. meskipun di dalam ruangan terdapat banyak ventilasi. Jika masih ada ketengangan. Untuk menjaga agar kaki bawah (sendi pergelangan kaki : engkel) tidak terlalu bengkok yang menyebabkan rasa sakit berilah alas dengan guling di bawah kura-kura kaki. Hal tersebut perlu diperhatikan agar pasien tetap dalam kondisi nyaman dan efek masase dapat dirasakan secara maksimal. dan diharapkan tidak terhembus oleh angin. bagian tubuh yang tidak di masase harus ditutup atau diselimuti. sehingga tempurung lutut akan terlindungi. kepala dipalingkan ke samping dan diletakkan diatas bantal yang tidak terlalu tinggi atau bila tidak ada bantal dapat melibatkan kedua tangan yang diletakkan di bawah dagu. dan apabila pada posisi telungkup ada pasien yang merasa sakit pada daerah lutut.kemudian dibiarkan jatuh. Oleh karena itu lengan diletakkan di samping badan. 2. berilah alas berupa handuk atau bahan lain. Letakkan bantal yang tidak terlalu tinggi di bawah kepala dan guling atau gulungan handuk di bawah lutut untuk menghindari rasa sakit pada saat melakukan tekanan pada paha bagian depan (quadriceps).

minyak aroma terapi (almond. 4. lavender dll). sabun cuci. dll. dll. dll. rheumason cream. citra. dll. Tidak mengganggu kulit pasien. Tidak berbau terlalu tajam sehingga mengganggu pasien. Berupa sabun : sabun mandi. 2.3. Posisi Duduk Posisi duduk yang lebih baik adalah pantat diletakkan pada alas kursi. dan tidak ada bagian tubuh yang kontraksi sedikitpun. yaitu : 1. Berupa cream : counterpain. 2. Penggunaan Bahan Pelicin Beberapa macam bahan pelican yang dapat digunakan dalam melakukan masase. Kaki. tetapi jika tidak ada dapat memakai kursi biasa yang kerangkanya memenuhi syarat secara otomatis. tidak perlu diberikan karena akan menimbulkan panas yang berlebihan dan rasa tidak nyaman. 5. maka ada syarat-syarat yang harus dipenuhi. Tempat duduk yang baik adalah bangku masase. Berupa bahan cair beraroma : hand body. Dari berbagai persyaratan bahan pelican yang dikemukakan di atas. minyak kelapa (ikan dorang). vicks. Selesai masase hendaknya di bersihkan dengan handuk. Tidak terlalu cepat menguap. 3. Berupa vaselin : balsem. leher dan kepala dalam keadaan rileks. 3. dll. sedangkan pinggang-punggung pada kondisi bersandar. 6. tangan. jangan sampai banyak pelican yang tertinggal pada kulit. stop-x. salycil talk. minyak zaitun. dll. Berupa bedak : baby talk. misalkan yang tidak tahan rheumason karena panasnya. Berupa minyak cair : baby oil. . dan sikap masseur/masseuse pada saat memasase dalam posisi berdiri. avitson. antara lain : 1. 4.

karena pasien sedang berada dalam keadaan sebagai berikut : PATHALOGIS 1. Tekanan darah tinggi (Hipertensi) Catatan : Sebagai terapi (pengobatan). Demam/panas tinggi 2. Sesudah pertandingan 4. dan merupakan kontra indikasi. Fractur (retak/patah tulang) 7. masase dapat digunakan dalam membantu reposisi dalam kasus-kasus cedera. Sesudah . 3. Luka 5. Varices 6. Peradangan (Haematom) makan 3. Tumor/kanker 8. Menstruasi 5. tetapi ada juga yang tidak boleh dimasase sama sekali. misalnya luxatie (salah sendi) atau dislokasi (lepas sendi) tetapi dengan syarat harus sangat hati-hati dan membutuhkan pengalaman yang cukup lama. Hamil NON PATHALOGIS 1. Penyakit kulit 4. Lelah sekali 2. Ada saat tubuh pasien boleh diberikan masase ringan.Kontra Indikasi Penggunaan Masase Dalam kondisi-kondisi tertentu masase tidak boleh diberikan.

masase adalah perangsang yang merupakan jaringan lunak yang ikut serta aktif tidak hanya pada fungsi statis dan dinamis. Biasanya yang mendororng orang melakukan masase karena rasa sakit pada otot. dan sakit. Masase olahraga adalah perbuatan dengan tangan (manipulasi) pada bagian-bagian lunak tubuh dengan prosedur manual atau mekanis yang mempunyai pengaruh dalam menghilangkan sisasisa pembakaran dalam otot. dan membaharui darah menjadi segar sehingga penuh dengan bahan-bahan berenergi. Pada kegiatan yang sangat berat sering terjadi pula serabut-serabut otot putus/robek sehingga rasa sakit akan lebih hebat lagi. tubuh perlu pemulihan yang cukup sehingga menjadi segar kembali. seperti : istirahat aktif. masase.BAB III MASASE OLAHRAGA Setelah melakuka kegiatan olahraga. kita sering merasa lelah. tetapi juga pada metabolisme tubuh. Biomekanika. . sauna. dan lain-lain. Keadaan ini timbul pada kira-kira dua atau tiga hari setelah berolahraga. Masase sebenarnya ada berbagai macam tetapi yang paling dikenal adalah masae olahraga dengan cara swedia (Swedish massage). misalnya asam laktat atau assam susu. masase merupakan hal yang paling sering dilakukan dan paling popular. antara lain : Anatomi. otot pegal. Untuk mengatasi rasa sakit/pegal tersebut. Prosedur Masase Sebelum orang mempelajari masase sebaiknya telah mempelajari beberapa ilmu yang mendukung. Dari semua cara di atas. Masase mempercepat proses metabolisme otot-otot yang bekerja. P3K. Penyebab hal ini adalah otot-otot tubuh terlalu lelah sehingga menyebabkan rasa sakit atau pegal (fatique). membersihkan proses-proses sisa. dan Perawatan cedera. Fisiologi. akupuntur. Hal ini biasa dan wajar dan disebut sebagai DOMS (Delayed Onset Muscle Soreness = rasa sakit pada otot ysng timbul belakang). Cara untuk mempercepat pemulihan ada bermacammacam. Di dalam menunjang aktifitas olahraga.

Gambar : Sistem Otot Rangka Tampak Belakang. . atau serangkaian gerakan terpadu. menghasilkan panas dan mempertahankan suhu tubuh. Misalnya pengetahuan tentang ilmu anatomi yang berhubungan dengan system otot rangka. dimana fungsi dari otot rangka adalah sebagai penggerak. Oleh karena itu orang yang menekuni bidang masase olahraga hendaknya memiliki pengetahuan tentang fungsi golongan otot yang menghasilkan gerakangerakan dasar (Lihat : Gambar Sistem Otot Rangka tampak depan dan belakang). Otot rangka juga bersifat “mudah berubah” artinya otot ini mengalami perubahan sesuai dengan yang dikehendaki. Tiap golongan otot bekerja sebagai suatu kesatuan untuk menghasilkan satu gerakan tertentu. Gambar : Sistem Otot Rangka Tampak Depan. pembentuk postur.Pemanfaatan dari ilmu-ilmu pendukung tersebut adalah dapat memberikan indikasi yang tepat dalam pelaksanaan masase.

A. sedangkan gosokan lamban menghasilkan pelebaran pembuluh darah (vasodilatasi) local dengan waktu lama yang disebut hyperaemi. tetapi manipulasi ini telah digolongkan dan disesuaikan menurut dampaknya. Manipulasi Pokok Masase Disebut manipulasi pokok karena merupakan dasar (basic) didalam pelaksanaan masase olahraga. Gosokan sedang lebih mengaktifkan sirkulasi pada pembuluh getah bening (lymphe). gosokan menuju arah jantung dan dilakukan secara berirama dan kontinyu. Pelaksanaanya adalah jari-jari tangan rapat mencakup otot. mekanis yang ditimbulkan oleh gerakan peras adalah menghancurkan sisa-sisa pembakaran dan melemaskan kekakuan di dalam . tekanan. Manipulasi Pembantu. Petrissage dapat dilakukan dengan satu tangan atau kedua tangan dengan gerakan bergelombang. 2. Gerakan diulang-ulang beberapa kali pada tempat yang sama.Gerakan-gerakan yang dipergunakan dalam masase disebut prosedur manual. Petrissage (Memijat) Petrissage adalah prosedur masase yang dilakukan dengan teknik perasan. teknik pegangan dalam masase ini terdiri dari 9 manipulasi pokok yaitu : 1. B. tidak terputus-putus dan terikat satu sama lain. berirama. Pengaruh jaringan. Effleurage (Menggosok) Teknik masase ini digunakan sebagai manipulai pembuka dan penutup. sehingga dapat terbagi menjadi dua golongan manipulasi ialah : A. Pengaruh fisiologis dari gosokan yang kuat mempengaruhi sirkulasi darah pada jaringan yang paling dalam dan di otot-otot. Pengaruh mekanis dari effleurage adalah membantu kerja pembuluh darah balik (vena) dan menyebabkan timbulnya panas tubuh sehingga manipulasi effleurage dapat berfungsi sebagai pemanasan (warming up). kemudian tangan dipindah-pindahkan sedikit demi sedikit sepanjang kumpulan otot. dan pencomotan otot dari jaringan dalam. Manipulasi Pokok. dan manipulasi masase mempunyai bentuk dan variasi yang banyak sekali.

misalnya bagian bawah dan atas pada bagian yang berotot. Pengaruh mekanis dari friction menghasilkan kelancaran aliran darah setempat (vasodilatasi local).Pengaruh fisiologis dari manipulasi petrissage terutama berhubungan dengan suatu perintah latihan bagi saraf motorik yang merangsang fungsi otot. Menurut letak dan tempat bagian badan. Manipulasi dilakukan dengan irama yang hidup serta tangan berpindah-pindah dan berdekatan. maka manipulasi ini dapat dilakukan dengan bermacam-macam variasi yaitu dengan menggunakan jari. Friction (Menggerus) Friction atau menggerus adalah prosedur yang sangat tua dan banyak dipergunakan dalam semua bentuk masase. goncangan ini akan melemaskan otot-otot dan menambah fleksibilitas jaringan-jaringan. ibi jari. Pengaruh fisiologis adalah merangsang dan memberikan desakan ke dalam. merangsang pergantian nutrisi. sehingga memudahkan sirkulasi darah. ke atas dan ke bawah. telapak tangan atau bahkan dengan sikut. Pengaruh mekanis dari manipulasi shaking adalah jika dilakukan dengan baik. lengan atas dan lengan bawah. memeras dan menekan menyebabkan perbaikan aliran darah dalam otot dan menambah kekuatan (tonus) otot. 3. dan juga sebagai pemanasan. Selain itu gerakan mengangkat. serta mengendurkan. Pelaksanaanya adalah dengan jari-jari membengkok. . Pelaksanaanya adalah dengan gerakan putaran spiral menuju ke arah jantung. Pengaruh fisiologis adalah aksi friction di dalam melancarkan aliran darah dan pembesaran serabut otot. terutama pada organ tubuh bagian perut dan dada. 4. paha atau betis yang dilakukan dengan gerakan-gerakan ke samping. Shaking (Menggoncang) Shaking atau menggoncang adalah prosedur masase yang juga sering dipakai untuk membantu para olahragawan agar otot-ototnya menjadi kendor.

. tetapi dilakukan dengan melintang otot dengan menyusur panjangnya otot. Tapotement (Memukul) Manipulasi ini sering digunakan pada masase olahraga. Sikap tangan dapat berupa setengah mengepal. yang dilakukan dengan irama cepat akan menimbulkan warna merah dan rasa panas yang berarti mengalirnya darah lebih banyak pada daerah yang dimasase. arahnya naik menuju jantung. Biasanya tapotement diberikan di daerah pinggang-punggung dan pantat. Yang sering digunakan dan lebih baik adalah manipulasi “mencincang”. manipulasi ini dipergunakan sebagai masase pemanasan dan pengembalian pulihnya fisik ke keadaan semula. Walken (Menggosok Melintang Otot) Manipulasi walken diberikan pada daerah-daerah yang lebar. Gosokan kedua tangan dilakukan dengan arah yang berlawanan. Walken selalu dikerjakan dengan kedua tangan dan jari-jari rapat. telapak tangan atau kepalan. sesuai dengan keadaan dan tidak terputus-putus. Pengaruh fisiologis yang ditimbulkan dari manipulasi pukulan adalah meningkatkan peredaran darah arteri terutama pada jaringan otot. tetapi boleh juga diberikan di tempat lain apabila diperlukan. satu menarik dan yang satu mendorong. Dapat juga dilakukan secara mekanis atau dengan bantuan alat yang digerakan tangan atau listrik. yaitu gerakan pukulan ringan dan berirama dengan jari-jari tangan. yang dilakukan oleh jari-jari kedua belah tangan dengan jarak yang cukup berdekatan. Pelaksanaanyan hamper sama dengan effleurage. menimbulkan kontraksi otot (idiomuskuler) sehingga dapat membantu kelancaran pertukaran zat dalam tubuh. Pengaruh mekanis dari aksi tapotement. Dalam olahraga. 5.melemaskan. jari-jari terbuka. Gerakan dilakukan dengan irama hidup (irama yang bersemangat). 6. dengan punggung jari-jari atau dengan membentuk tangan seperti mangkuk (cupping). dan mengulur bagian lunak yang menyebabkan lancarnya peredaran darah dan meningkatkan kerja syaraf.

ibu jari didorongkan dan jari-jari yang lain melangkah-langkah berjalan ke depan. Pengaruh fisiologis adalah memberikan rangsangan pada persyaratan dan jaringan di bawah kulit. dua jari atau tiga jari yang dirapatkan. Manipulasi dapat dilakukan beberapa kali. Vibration (Menggetarkan) Getaran ini dapat diberikan melalui ujung jari. dsb. 8. Pengaruh fisiologis dapat melepaskan kulit dari jaringan ikat dan melebarkan pembuluh kapiler di bawah kulit. misalnya di lekuk bawah kepala. di sudut luar scapula.Pengaruh mekanis adalah aksi walken dalam membantu pemanasan badan (warming up) dan sebagai manipulasi untuk mendeteksi kelainan-kelainan akibat cedera. sekeliling persendian. Skin Rolling (Menggeser Lipatan Kulit) Sering kali dilakukan untuk masase penyembuhan (terapi). sedangkan untuk tempat-tempat yang lebar dikerjakan dengan kedua tangan secara bersama-sama. Pengaruh mekanis adalah aksi skin rolling dalam mempertinggi tonus otot dan memperbaiki pertukaran zat serta peredaran darah di bawah kulit. Pada tempattempat yang permukaannya sempit (kecil) dapat dikerjakan dengan menggunakan satu tangan. dan biasanya pada akhir masase keseluruhan tubuh (general massage). Pengaruh fisiologis pada vibration adalah merangsang syaraf vegetatif (tak sadar) pada alat-alat dalam melalui aksi pada bagian luar. 7. . kemudian kejangkan seluruh lengan tersebut. jari-jari ditekankan pada tempat yang dikehendaki. Pengaruh mekanis dari aksi vibration adalah merangsang (menstimulasi) pada organ-organ dalam yang penting. Getaran ini biasanya diberikan pada tempat-tempat yang sensitive (peka). Caranya dengan sikap membengkok siku. Vibration termasuk manipulasi masase terapi dan sangat efektif untuk memacu persyaratan dalam upaya penyembuhan. Caranya dengan mencubit kulit.

Pengaruh mekanis adalah aksi Stroking dalam melemaskan jaringan sehingga sirkulasi darah dan pertukaran zat menjadi lancer dan baik. B. goncangan ini akan melemaskan kelainan-kelainan berupa pengerasan-pengerasan otot (miogelosen). Tarikan (Cubitan) dan peregangan. Manipulasi ini dapat berfungsi melengakapi dan menyempurnakan prosedur menipulasi pokok.9. Biasanya dilakukan dengan menggunakan ibu jari. Goncangan dan Memutar. Manipulasi dilakukan dengan irama yang hidup serta tangan berpindah-pindah dengan sangat berdekatan. Manipulasi Pembantu Masase Diantara kesembilan manipulasi pokok terdapat pula manipulasi lainnya yang disebut manipulasi pembantu atau sekunder. dst. Manipulasi pembantu dapat dikatakan sebagai teknik pengembangan (improvisasi) dari manipulasi pokok yang dilakukan pada saat dan kondisi tertentu. Pengaruh fisiologis yaitu mempengaruhi syaraf vegtatif (syaraf tak sadar) pada jaringan-jaringan di bawah kulit. tiga jari atau ke empat ujung jari yang dirapatkan kemudian dengan tekanan menggerakkan jari-jari tersebut menyusur diantara kanan dan kiri tulang belakang (inter vertebrae). Goncangan (ke kiri/kanan dan atas/bawah) dan memutar. 2. ketegangan-ketegangan atau benjolan-benjolan pada otot . Tekanan. Bila gerakan dilakukan dengan baik. antar otot (inter musculair). kedua ujung jari. Manipulasi ini dilakukan dengan jari-jari membengkok mengambil bagian bawah dan atas pada bagian yang berotot pada lengan atas dan bawah. Stroking (Mengurut). Beberapa manipulasi pembantu yang penting adalah : 1. 3. paha atau betis dan gerakan-gerakan kesamping (kiri/kanan) dan keatas/kebawah. Beberapa prosedur masase lainnya. 1. Manipulasi ini juga merupakan teknik masase pengobatan yaitu untuk menemukan tersebut. antar iga (inter costae). 4.

Tekanan Tekanan adalah prosedur kuno yang diberikan pada bagian yang kecil atau lebih besar dari tubuh. dan menenangkan daerah yang dimasase. Tarikan dan peregangan adalah prosedur masase pada persendian dan jaringan yang dilakukan pada akhir masase. Para olahragawan menggunakan goncangan dan memutar dengan tujuan melemaskan otototot pada waktu beristirahat (di sela-sela pertandingan/turun minum) atau sesudah pertandingan. Tekanan akan berubah secara teknis berdasarkan luas daerah yang dimasase. terutama dalam masase persendian untuk melawan . Untuk melaksankan tarikan. menurunkan ketegangan saraf. Tarikan (Cubitan) dan Peregangan. Efek manipulasi memutar sama halnya dengan goncangan. Untuk melaksanakan tekanan yang kuat akan tetapi hemat tenaga digunakan berat badan. akan tetapi dengan jari-jari tangan lurus dan telapak tangan ditekankan lebih kuat pada jaringan (lokal) yang dimasase.otot-otot. yang disalurkan pada telapak tangan melalui lengan yang lurus. masseur/masseuse memegang dengan tangan sebelah di bagian atas persendian dan tangan yang lain berada di bawah persendian kemudian menarik secara bersama-sama menuju ke arah centripetal (jantung). Tekanan yang dilakukan pada saraf adalah prosedur masase terapi. Tekanan pada punggung dilakukan dengan kekuatan pada akhir masase local (partial) atau masase keseluruhan badan (general) dan indikasi hanya pada pasien yang sehat dan kuat. Tekanan dilakukan sekali atau berkali-kali pada tempat yang sama tanpa intensitas yang berlebih-lebihan. menambah fleksibilitas jaringan-jaringan. Teknik memutar dilakukan seperti halnya dengan goncangan. Untuk melakukan manipulasi ini dipergunakan telapak tangan dengan jari-jari lurus dilakukan pada kiri-kanan tulang belakang (columna vertebralis) dalam posisi telungkup. yang dilakukan dengan menekan terus-menerus atau secara vibration (menggetarkan) pada suatu pangkal saraf yang sensitif atau pada cabang yang pokok. 3. Menipulasi ini terdiri dari tarikan sederhana yang biasanya dikombinasikan dengan vibration. Manipulasi memutar ini bermanfaat bagi keseluruhan jaringan lunak di sekitar daerah tersebut. 2. karena kedua-duanya dapat dikombinasikan sebagai variasi.

kemudian biarkan lepas dari genggaman. Prosedur masase lainnya adalah semua manipulasi baru atau variasi baru dari beerapa prosedur kuno. Bentuk atau jepitan kulit disebut pengangkatan otot-otot.gejala-gejala penurunan mobilitas persendian dan pembesaran jaringan patologis di sekitar persendian. dapat dilakukan satu persatu atau dikombinasi. Comotlah jaringan di bawah kulit dengan jari-jari bahkan otot sampai batas elastisitas jaringan. terutama dalam mengembalikan fungsi cedera persendian dan otot. Manipulasi ini dilakukan dengan irama dari satu tempat ke tempat lainnya pada bagian anggota tubuh yang berotot/berdaging. Menipulasi tarikan dilakukan dengan baik dan betul agar tidak menimbulkan memar dan rasa sakit pada kulit. tapotement dengan stroking. Prosedur Masase Lainnya. terutama pada persendian tangan dan kaki. Sebagai contoh seseorang yang mengalami kekakuan pada otot betisnya . lebih baik seluruh manipulasi pokok dikerjakan. Biasanya friction dengan petrissage. Dari ke-sembilan manipulasi pokok yang dipakai dalam masase sistem Swedia. Tarikan dan peregangan adalah manipulasi yang sangat berguna dalam masase olahrgawan. 4. tetapi hanya dipakai beberapa manipulasi saja sesuai kebutuhan. goncangan dengan putaran. Dalam pelaksanaanya ke-sembilan manipulasi pokok ini tidak selalu digunakan secara keseluruhan. Peregangan adalah gerakan aktif atau pasif yang menyempurnakan gerakan metodik dari persendian dalam hal latihan (exercise) dan mempertahankan mobilitas. Prosedur masase yang ditulis di atas. Jepitan diberikan pada bagian yang berotot dari anggota tubuh sedangkan pengangkatan otot-otot dilakukan pada bagian belakang. tetapi jika diperlukan dalam kondisi yang lebih luas. Penarikan di samping kanan-kiri columna vertebralis cervicales dilakukan pada posisi telungkup. tekanan dengan vibration atau tarikan dengan tekanan. Masase dibatasi menurut keperluannya dan indikasinya dengan satu atau dua manipulasi pokok. skin rolling dan stroking merupakan manipulasi-manipulasi terapi (pengobatan). posisi duduk dan berdiri dengan mengangkatnya ke arah vertikal. khusus manipulasi tapotement.

juga untuk memeberikan rangsangan tambahan untuk mempelancar peredaran darah dan menimbulkan rasa nyaman pada si pasien. Walken. Dengan memberikan Effleurage (gosokan) diharapkan peredaran darah akan menjadi lebih lancar. Kemudian diberikan Petrissage (pijatan) dimaksudkan agar kekakuan otot tersebut menjadi lemas kembali dan pengangkutan sisa pembakaran menjadi lebih lancer. 3. Untuk menyegarkan atau menghilangkan kelelahan. maka perlu diketahui kegunaan masase secara umum terhadap manusia. Mengapa hanya 5 (lima) macam manipulasi saja yang digunakan ? Karena kekakuan otot setelah melakukan gerak jalan jelas bukan merupakan suatu kelainan atau cedera yang serius. Setelah itu diberikan manipulasi Shaking (goncangan) yang berguna untuk menggendorkan. Effleurage penutup. 4. Petrissage. Untuk menaikkan kondisi fisik seseorang (warming up). Akhirnya diulang kembali manipulasi Effleurage dengan maksud untuk mengadakan re-check (memeriksa kembali) apakah masih ada kekakuan otot di tempat tersebut atau tidak. sehingga asam laktat dapat terserap mengikuti peredaran darah balik (vena). Berikutnya diberikan Walken (gosokan melintang otot) dengan maksud jika ada rangsangan yang terlalu besar pada persyarafan dan terdapat kelainan jaringan di bawah kulit dapat segera diketahui dan gerakan Walken akan menimbulkan efek panas yang menyebabkan lancarnya pembuluh darah balik (vena).setelah mengikuti gerak jalan. Shaking. Untuk membantu prestasi olahragwan. selain untuk mengadakan re-check. melemaskan otot dan merangsang (menstimulasi) organ-organ tubuh sehingga dapat berfungsi kembali dengan baik dan pertukaran zat-pun akan menjadi lebih lancar. Masase Pada Tubuh Olahragawan Sebelum mempelajari masase pada olahragawan sesuai dengan waktunya. yaitu : 1. 2. Untuk membantu mempercepat penyembuhan cedera tertentu. maka masasenya adalah dengan memeberikan manipulasi-manipulasi : Effleurage. . Effleurage. tetapi karena tertimbunnya zat lelah (asam laktat/asam susu) pada otot tersebut.

Masase Sebelum Pertandingan (Pre Activity). . Jadi masase yang paling baik adalah yang sesuai dengan kebutuhan olahragawan. Masase ini membantu olahragawan dalam membantu pemanasan (warming up) yang bertujuan merangsang sirkulasi darah. sihingga tujuan masase tidak tercapai. Sebaliknya masase yang diberikan dosisnya terlalu kurang. Dapat dilakukan masase pada seluruh tubuh (general masase) maksimum satu sampai dua kali seminggu. 2. akan mengakibatkan memar-memar atau rasa sakit. meskipun harus mengulang setiap hari. Kondisi-Kondisi Dalam Melakukan Praktek Masase 1. Masase yang diberikan kepada olahragawan yang dalam hal ini termasuk kategori orang-orang sehat. sehingga dosisnya tidak berlebihan. maka dengan menggunakan manipulasimanipulasi masase olahraga dirasa sudah cukup untuk mengatasi masalah-masalah yang terjadi pada olahragawan. otot dan syaraf dengan demikian olahragawan dapat dengan cepat menyiapkan kondisi fisiknya. Masase Selama Latihan Intensif. bahkan pasien tersebut akan menjadi lemas atau loyo.Sesuai dengan fungsinya maka masase boleh diberikan kepada siapa saja sesuai dengan kebutuhan. Hal yang perlu diingat adalah bahwa pemberian masase terlalu banyak atau dosisnya berlebihan. Utamakan otot-otot yang dipergunakan sesuai dengan cabang olahragawan. Masase yang dilakukan adalah masase lokal (local massage) yaitu masase pada bagian otot-otot tertentu (lokal) yang banyak memerlukan persiapan dan digunakan sesuai dengan jenis cabang olahraganya. dengan memperhatikan kondisi si pasien. dan jika terjadi suatu kelainan maka lakukan masase sampai tuntas. tidak akan menaikkan suhu badan dan meningkatkan fleksibilitas otot seperti yang diharapkan. maka tidak akan berpengaruh terhadap kondisi tubuh olahragawan. Hal tersebut diperlukan ketajaman felling (perkiraan) yang dapat dilatih dengan banyak melakukan praktek masase. Sedangkan masase yang terlalu keras dalam memberikan tekanan-tekanan.

Masase yang dilakukan adalah masase keseluruhan tubuh (general masase) dengan durasi waktu sekitar 45 – 60 menit. yang bertujuan mengembalikan kondisi olahragawan mendekati kondisi semula (pulih asal) agar dapat melakukan pertandingan kembali. . 4. disela-sela istirahat pada saat pemberhentian pertandingan (time out).3. Masase yang diberikan setelah pertandingan berahkir dan diberikan beberapa jam kemudian. yang bertujuan untuk memberikan dampak psikologis pada olahragawan agar tetap mempunyai ketenangan dan fokus terhadap jalannya pertandingan (biasanya digunakan manipulasi Tapotement dan Shaking yang tidak terlalu keras pada otot leher/pundak). Masase Sehabis Pertandingan (Post Activity). Masase Selama Pertandingan (Inter Activity). karena saat lelah sekali setelah pertandingan tidak boleh dimasase mengingat pada otot masih banyak terdapat endapan asam laktat (lactyt acid) yang berakibat terjadinya kekakuan. Dilakukan dengan waktu yang singkat. pengerasan dan rasa sakit pada otot sehingga menyebabkan pada esok harinya olahragawan akan sulit bergerak.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful