P. 1
Jajanan Sehat bagi Anak

Jajanan Sehat bagi Anak

|Views: 50|Likes:
Published by ghaisani_nabilah
Jajanan sehat merupakan kebutuhan bagi anak terutama di zaman sekarang ini. Para orang tua harus lebih selektif dalam memilihkan jajan bagi anak-anaknya.
Jajanan sehat merupakan kebutuhan bagi anak terutama di zaman sekarang ini. Para orang tua harus lebih selektif dalam memilihkan jajan bagi anak-anaknya.

More info:

Published by: ghaisani_nabilah on Jan 31, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/29/2013

pdf

text

original

2. 1. Makanan Dalam kehidupan sehari-hari, manusia tidak terlepas dari makanan.

Makanan merupakan salah satu kebutuhan pokok bagi kehidupan manusia, disamping udara (oksigen). Menurut World Health Organization (WHO), makanan adalah semua substansi yang diperlukan oleh tubuh, kecuali air dan obat-obatan dan substansisubstansi yang digunakan untuk pengobatan. Departemen Kesehatan Republik Indonesia mendefenisikan makanan dan minuman sebagai semua bahan, baik dalam bentuk alamiah maupun dalam bentuk buatan yang dimakan manusia, kecuali air dan obat-obatan. Makanan yang kita konsumsi harus diperhatikan kualitas dan kuantitasnya. Berdasarkan segi kualitasnya, makanan harus memenuhi syarat-syarat, yakni enak rasanya, bersih dan sehat, memenuhi gizi yang cukup, serta mudah dicerna dan diserap oleh tubuh. Sedangkan dari segi kuantitasnya, makanan harus disesuaikan dengan usia seseorang, jenis kelamin, macam pekerjaan yang dilakukan, iklim, tinggi dan berat badan, serta keadaan individu. Makanan juga harus memberikan panas dan tenaga pada tubuh, membangun jaringan tubuh yang baru, memelihara dan memperbaiki yang tua, serta mengatur proses alamiah, kimiawi, atau faali tubuh. Menurut Notoadmodjo (2003), ada empat fungsi pokok makanan bagi kehidupan manusia, yaitu: 1. Memelihara proses tubuh dalam pertumbuhan/ perkembangan serta mengganti jaringan tubuh yang rusak. 2. Memperoleh energi guna melakukan kegiatan sehari-hari.

3. Mengatur metabolisme dan mengatur berbagai keseimbangan air, mineral, dan cairan tubuh yang lain. 4. Berperan dalam mekanisme pertahanan tubuh terhadap berbagai penyakit. 2.2. Makanan Jajanan Makanan yang kita konsumsi biasanya selain makanan pokok juga ada makanan jajanan. Makanan Jajanan adalah jenis-jenis masakan yang dimasak sepanjang hari, tidak terbatas pada waktu, tempat, dan jumlah yang dimakan. Makanan jajanan adalah makanan yang diolah oleh pengrajin makanan di tempat penjualan dan atau disajikan sebagai makanan siap santap untuk di jual bagi umum selain yang disajikan oleh jasa boga, rumah makan/restorant dan hotel. Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 942/Menkes/SK/VII/2003 tentang Pedoman Persyaratan Hygiene Sanitasi Makanan Jajanan, terdapat beberapa aspek yang diatur dalam penanganan makanan jajanan, yaitu penjamah makanan, peralatan, air, bahan makanan, penyajian, sarana penjaja dan lokasi penjualan. Beberapa aspek tersebut sangat mempengaruhi kualitas makanan. Makanan jajanan sebagai salah satu jasa pelayanan masyarakat dibidang makanan, yang keberadaan sering kali masih jauh dari memenuhi persyaratan kesehatan sehingga menimbulkan dampak penyakit kepada masyarakat. Dengan melihat potensi makanan jajanan yang demikian besar dan tingkat kerawanan yang cukup tinggi perlu diupayakan pengawasan kualitas pengelolaan makanan jajanan dengan memperhatikan kaidah-kaidah kebersihan hygiene dan sanitasi serta persyaratan kesehatan. Sekitar 80% penyakit yang tertular melalui makanan

Bakteri Escherichia coli adalah salah satu jenis spesies utama bakteri gram negatif. rumah makan/ restoran. Bebagai cara fisik dan kimia dikembangkan dan digunakan untuk meningkatkan pasokan makanan. Shigella dan Psedomonas Cocovenenous. Pada umumnya bakteri ini hidup pada tinja. 3. Staphylocokkus. Fungsi makanan jajanan yang kita konsumsi adalah: 1.3. Clostridium. dan dapat menyebabkan masalah kesehatan. Bakteri ini merupakan flora normal saluran pencernaan manusia dan hewan. Vibrio.disebabkan oleh bakteri pathogen. yang dimaksud dengan makanan jajanan adalah makanan dan minuman yang diolah oleh pengrajin makanan di tempat penjualan dan atau disajikan sebagai makanan siap santap untuk dijual bagi umum selain yang disajikan jasa boga. 942/ MENKES/ SK/ VII/ 2003 Tentang persyaratan Higiene Sanitasi Makanan Jajanan. 2. dan masalah pencernaan lainnya. dengan industrialisasi dan urbanisasi. Sebagai pengganti makanan utama. Selain itu. dan hotel. Sebagai hiburan. Menambah zat-zat yang tidak ada atau kurang pada makanan utama. Meningkatnya efisiensi pertanian mengurangi jumlah petani. Beberapa jenis bakteri yang sering menimbulkan penyakit antara lain : Salmonella. kebutuhan makanan akan semakin meningkat. semakin banyak orang yang bertempat tinggal jauh dari tanah pertanian. Escherichia coli. muntaber. misalnya makanan pada waktu bepergian atau bekerja. Menurut Kepmenkes RI No. Perubahan sosial ini mengakibatkan makin meningkatnya kebutuhan akan . Zat Tambahan dan Pencemar Makanan Dengan semakin meningkatnya penduduk dunia. 2. seperti diare.

dan (2) zat tambahan makanan tidak langsung. Istilah ini tidak mencakup “pencemar” atau zat-zat yang ditambahkan pada makanan untuk mempertahankan atau memperbaiki mutu gizi. penyiapan. Zat tambahan makanan menurut Komisi Codex Alimentarius adalah bahan apa pun yang biasanya tidak dimakan sendiri sebagai suatu makanan dan biasanya tidak digunakan sebagai bahan-bahan khas untuk makanan. Zat tambahan makanan dapat diklasifikasikan menjadi: (1) zat tambahan makanan langsung. pengemasan. Zat Tambahan Makanan Langsung Beberapa zat kimia ditambahkan pada makanan untuk meningkatkan keawetannya.makanan olahan yang diangkut dari daerah pertanian ke kota dengan tetap mempertahankan nilai gizi serta sifat organoleptiknya. yang bila ditambahkan dengan sengaja pada makanan untuk tujuan teknologi (termasuk organoleptik) dalam pembuatan.3. dan kemudahan. pengangkutan. perlakuan. Bahan kimia ini dikelompokkan berdasarkan fungsi teknologinya.1. baik mempunyai nilai gizi atau tidak. untuk membuat makanan itu dapat diproduksi secara massal. Kebutuhan ini sebagian besar dapat dipenuhi oleh penambahan bahan kimia yang dikenal sebagai zat tambahan makanan. bentuk. atau penanganan makanan akan mengakibatkan. atau untuk meningkatkan daya tarik bagi konsumennya dalam segi warna. atau dapat diharapkan berakibat (secara langsung atau tak langsung) makanan itu atau hasil sampingannya menjadi bagian komponen makanan itu atau mempengaruhi ciri-ciri makanan itu. rasa. Daftar yang rinci dari berbagai kelompok zat tambahan makanan . 2. pengepakan. pengolahan.

7. stabilitas. Zat warna digunakan untuk mempertinggi daya tarik visual produk makanan. 4. Umumnya zat tamabahan ini digunakan dalam jumlah sedikit dalam makanan. gula. Antioksidan ditambahkan pada minyak untuk mencegah tengik yang merupakan hasil perubahan oksidatif. dan “badan” dari berbagai jenis produk makanan. dan asam amino esesensial. Zat pengemulsi. (d) zat pengolah tepung yang . dan pengental ditambahkan untuk memperbaiki kehomogenan. Bahan pengawet ditambahkan untuk memperpanjang shelf-life makanan dengan mencegah atau menghambat pertumbuhan mikroba. 2. pemantap. 6. 5.dan penggunaannya diberikan dalam suatu terbitan NAS (1965) dan suatu dokumen Codex. merupakan kelompok terbanyak zat tambahan makanan. mineral. Bumbu dan penyedap. antara lain vitamin. dll. Zat gizi. Bahan pemanis buatan. mencakup (a) pengaturan keasaman (asam dan basa) yang digunakan untuk menyesuaikan pH minuman dari buah kalengan dan sayur-sayuran kalengan. (b) zat anti-gumpal yang ditambahkan pada garam. (c) zat anti-busa yang ditambahkan pada cairan untuk mencegah busa. Berikut ini adalah beberapa contohnya: 1. 3. 8. untuk mempertahankan sifatnya yang dapat bergerak bebas. mempunyai rasa manis yang kuat tetapi nilai kalorinya sedikit atau tidak ada. Sebagian ditambahkan pada buah dan sayuran untuk mencegah pencokelatan enzimatik. Kelompok lain-lain.

sisa reaktan. yaitu kemasan yang bersentuhan langsung dengan makanan. Tetapi tidak semua bahan ini aman bagi makanan yang dikemasnya. dan (g) zat pengembang. pengawetan. Beberapa zat dapat berpindah dari wadah makanan. pembungkus. kemudahan. Bagi sebagian besar orang. Yang terpenting dari zat tambahan makanan tidak langsung ini adalah unsur dalam bahan pengemas yang dapat berpindah ke dalam makanan yang bersentuhan dengannya. (f) propelan. Tetapi belakangan ini banyak dipakai kemasan yang terbuat dari bahan polimer. Ada begitu banyak bahan yang digunakan sebagai pengemas primer pada makanan. Zat Tambahan Makanan Tidak Langsung Selain zat tambahan makanan langsung. penyeragaman. Kebanyakan bahan kimia yang dapat berpindah dari bahan konvensional. zat antara.2. Namun sebenarnya kemasan pada makanan juga mempunyai fungsi kesehatan. dan lainlain ke dalam makanan yang dibungkus di dalamnya. kemasan makanan hanya sekadar bungkus makanan dan cenderung dianggap sebagai “pelindung” makanan. ada sejumlah besar zat tambahan tidak langsung dan beberapa pencemar yang merupakan masalah toksikologi makanan dan membutuhkan upaya pengendalian yang berbeda. Polimer sendiri biasanya bersifat lambat. 2.3. (e) zat pengilap. promosi. bahan bantu .ditambahkan dalam tepung untuk memperbaiki mutu pemanggangannya. tetapi komponen-komponennya. yaitu monomer yang ada dalam jumlah tertentu. misalnya kertas dan kayu dianggap aman dan tercantum dalam GRAS (Generally Recognized as Safe) FDA. Kemasan makanan merupakan bagian dari makanan yang sehari-hari kita konsumsi. dan informasi.

Styrofoam. serta hasil reaksi sampingan dan degradasi kimia dapat berpindah ke dalam makanan yang bersentuhan dengannya. Tresna Sastrawijaya mengartikan pencemaran sebagai kehadiran sesuatu dalam lingkungan yang berpengaruh jelek terhadap lingkungan. atau biologi lingkungan yang dapat membahayakan kehidupan manusia atau mempengaruhi keadaan yang diinginkan makhluk hidup. kimia. dan sebagainya. 2. pelapis alat-alat masak). piringan hitam). Berdasarkan efeknya dikenal adanya bahan toksik penyebab . ada yang merupakan bahan tambahan makanan. Bahan toksik adalah bahan kimia atau fisika yang memiliki efek yang tidak diinginkan (adverse effect) terhadap organisme hidup. polistyrene (bahan insulator listrik. dan lain-lain. Contoh plastik yang banyak digunakan dalam kehidupan kita sehari-hari adalah polietilena (sebagai bahan pembungkus. teflon (sebagai pengganti logam. cat. polivinilklorida (untuk pipa. Boraks dan zatzat pewarna terlarang merupakan bahan toksik yang digunakan sebagai bahan tambahan makanan. dan mainan anak). dan botol). Plastik ini dapat menjadi lunak jika dipanaskan dan mengeras lagi setelah dingin.pengolahan. Berdasarkan pada kedua batasan tersebut maka yang dimaksud dengan pencemaran bahan toksik pada makanan adalah adanya bahan toksik pada makanan. pembungkus makanan. mainan anak. Sebagian besar polimer yang dipakai untuk mengemas atau kontak dengan bahan makanan adalah jenis termoplastik. pelarut.4. Berdasarkan penggunaannya bahan toksik ada yang merupakan pestisida. dan zat tambahan plastik. Pencemaran Bahan Toksik Pada Makanan Pencemaran adalah perubahan yang tidak diinginkan sifat-sifat fisik. kantung plastik. alat rumah tangga.

kanker. terutama bagi orang-orang yang peka terhadap aspirin. terjadinya pencemaran karena adanya bahan pencemar pada makanan tidak sengaja diberikan oleh pembuat makanan. Pencemaran bahan toksik pada makanan yang terjadi dengan cara sengaja. Pencemaran dapat terjadi mungkin karena air atau alat-alat yang digunakan untuk mengolahnya mengandung pestisida. Toksisitas bahan toksik adalah gambaran dan kuantifikasi mengenai suatu bahan toksik. Zat warna kuning nomor 5 merupakan contoh bahan toksik penyebab alergi. bahaya (hazard). . bahan toksik penyebab alergi. dan sebagainya. Boraks merupakan contoh bahan toksik yang dapat menyebabkan kanker. Risiko bahan toksik adalah besarnya kemungkinan suatu bahan toksik untuk menimbulkan keracunan. Karakteristik suatu bahan toksik ditentukan oleh sifat toksisitas (toxicity). Bahaya suatu bahan toksik berkaitan dengan kemungkinan bahan toksik tersebut menimbulkan cidera. Pencemaran boraks dan zatzat pewarna yang dilarang pada makanan merupakan contoh pencemaran bahan toksik pada makanan yang terjadi dengan sengaja. Dalam hal ini pembuat makanan tidak sengaja memberikan pestisida kepada makanan yang dibuatnya. Pencemaran bahan toksik pada makanan dapat terjadi dengan cara sengaja atau tidak sengaja. dan risiko (risk). misalnya pencemaran pestisida pada makanan. Pada kejadian itu pembuat makanan dengan tujuan tertentu sengaja menambahkan boraks atau zat-zat pewarna terlarang pada makanan yang dibuatnya. Sebagai contoh. terjadinya pencemaran karena bahan pencemar secara sengaja diberikan kepada makanan sebagai bahan tambahan. Pencemaran bahan toksik pada makanan yang terjadi dengan tidak sengaja.

dan pengental. Bahan tambahan makanan adalah bahan atau campuran bahan yang secara alami bukan merupakan bagian dari bahan baku pangan. pemucat. 2. Pengertian atau definisi bahan tambahan makanan cukup bervariasi tergantung pada negara pemakai. Di antaranya adalah Rhodamin B dan Methanil Yellow. Dalam Permenkes RI Nomor: 722/MenKes/ Per/IX/88 yang telah diubah dengan Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 1168/ MenKes/Per/X/ 1999 disebutkan ada 10 bahan yang dinayatakan sebagai bahan berbahaya dan dilarang penggunaannya dalam makanan. Penggunaan Bahan Tambahan Makanan Dalam pembuatan makanan. yaitu yang secara umum disebut bahan tambahan makanan (BTM). selain bahan baku untuk tujuan-tujuan tertentu sering digunakan bahan-bahan lain sebagai bahan tambahan. pengawet. Di antara bahan-bahan tersebut adalah asam borat dan senyawasenyawanya. Di Indonesia bahan tambahan makanan diartikan sebagai bahan yang biasanya bukan merupakan ingredient khas makanan. Dalam Permenkes RI Nomor: 239/ MenKes/ Per/V/85 disebutkan ada 30 macam zat pewarna yang dinyatakan sebagai bahan berbahaya dan dilarang digunakan dalam makanan. yang dengan sengaja ditambahkan .Bahan-bahan dan zat-zat pewarna tertentu dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia dinyatakan sebagai bahan berbahaya dan dilarang digunakan sebagai bahan tambahan dalam makanan. Termasuk bahan tambahan makanan antara lain bahan pewarna. tetapi ditambahkan kepada pangan untuk mempengaruhi sifat atau bentuk makanan. mempunyai atau tidak mempunyai nilai gizi. anti gumpal. penyedap rasa.5.

untuk mengawetkan. perlakuan. sebab bahan-bahan tersebut digunakan. dan pati tidak dianggap sebagai bahan tambahan makanan. dengan mencegah pertumbuhan mikroba perusak pangan atau mencegah terjadinya reaksi kimia yang dapat menurunkan mutu makanan. dan aroma. dikenal. pengemasan. dan lebih enak di mulut. Bahan tersebut dengan sengaja ditambahkan pada makanan untuk keperluan teknologi dalam rangka mempengaruhi sifat dan bentuk makanan. kekentalan. rasa.ke dalam makanan untuk maksud teknologi (termasuk organoleptik) pada pembuatan. Penambahan bahan tambahan makanan ke dalam makanan ditujukan untuk mengubah sifat-sifat makanan seperti bentuk. Membentuk makanan menjadi lebih baik. pengolahan. Bahan-bahan yang mengandung nilai gizi seperti garam. renyah. Bahan tambahan makanan merupakan bahan yang tidak dikonsumsi langsung sebagai makanan dan tidak merupakan bahan baku makanan. Jadi bahanbahan itu dimasukkan dalam golongan GRAS (Generaly Recognized As Safe). atau untuk mempermudah proses pengolahan. warna. Mengawetkan makanan. gula. Secara khusus kegunaan bahan tambahan makanan adalah untuk: 1. penyiapan. atau biasa dijual sebagai bahan makanan. 2. pengepakan. . tekstur. penyimpanan atau pengangkutan makanan untuk menghasilkan (langsung atau tidak langsung) suatu komponen atau mempengaruhi sifat khas makanan tersebut. Dari pengertian tersebut jelas bahwa yang dimaksud dengan bahan tambahan makanan bukan merupakan unsur khas makanan dan tidak selalu memiki nilai gizi.

Meningkatkan kualitas makanan. yaitu bahan tambahan makanan yang menyebabkan rasa manis pada makanan. Menghemat biaya. yaitu bahan tambahan makanan yang dapat mencegah terjadinya pengempalan (penggumpalan) makanan yang berupa serbuk seperti tepung atau bubuk. Pengemulsi. 4. pemantap. yaitu bahan tambahan makanan yang dapat mengasamkan. 6. 4. yaitu bahan tambahan makanan yang dapat mempercepat proses pemutihan atau pematang tepung sehingga dapat memperbaiki mutu pemanggangan.3. Antioksidan. yaitu bahan tambahan makanan yang dapat mencegah atau menghambat proses oksidasi lemak sehingga tidak terjadi ketengikan. yang tidak atau hampir tidak mempunyai nilai gizi. . 2. yaitu bahan tambahan makanan yang dapat membantu terbentuknya dan memantapkan sistem disperse yang homogen pada makanan. Memberikan warna dan aroma yang lebih menarik sehingga menarik selera. Sesuai dengan fungsinya. dan 5. dan pengental. Pengatur keasaman. 3. dan mempertahankan derajat keasaman. menetralkan. Pemutih atau pematang tepung. Bahan tambahan makanan (BTM) beraneka ragam jenisnya. Pemanis buatan. bahan tambahan makanan dapat dibedakan menjadi 11 golongan yaitu: 1. 5. Antikempal.

Pewarna. Sekuestran. 2. termasuk dalam pembuatan makanan jajanan tradisional. atau penguraian lain pada makanan yang disebabkan oleh pertumbuhan mikroba. Penyedap rasa dan aroma. aroma. penguat rasa. menambah atau mempertegas rasa dan aroma. 10. Mengakibatkan penurunan nilai gizi pada makanan. Menyembunyikan cara pembuatan atau pengolahan yang tidak baik. yaitu bahan tambahan makanan yang dapat memperbaiki atau memberi warna pada makanan. Pengeras. Menipu konsumen. sering terjadi penyimpangan atau pelanggaran mengenai penggunaan bahan tambahan pangan. Pengawet. Penggunaan bahan tambahan makanan tidak diperbolehkan untuk tujuan dibawah ini: 1. 11. Penyimpangan atau pelanggaran tersebut pada umumnya berupa: . dan tekstur. 3. 9. misalnya untuk memberi kesan baik pada suatu makanan yang dibuat dari bahan yang kurang baik mutunya. Dalam praktek pembuatan makanan. yaitu bahan tambahan makanan yang dapat memberikan. 8. pengasaman. yaitu bahan tambahan makanan yang dapat mengikat ion logam yang ada dalam pangan sehingga memantapkan warna. yaitu bahan tambahan makanan yang dapat mencegah atau menghambat fermentasi.7. yaitu bahan tambahan makanan yang dapat memperkeras atau mencegah melunaknya makanan.

Bahan ini banyak digunakan sebagai bahan tambahan dalam pembuatan berbagai makanan. Dalam perdagangan boraks dikenal dengan sebutan borofax three elephant. dan asam piroborat (H2B4O7). Boraks merupakan senyawa hidrat dari garam natrium tetraborat dengan rumus molekul Na2B4O7 .6. masih banyak ditemukan penggunaan bahan-bahan pengawet yang dilarang. Garam natrium tetraborat adalah garam natrium dari asam piroborat (Na2B4O7). mi basah. Dengan jumlah sedikit saja telah dapat memberikan pengaruh kekenyalan pada makanan sehingga menjadi lebih legit. dan gendar. calcium borate. dan berbahaya bagi pertumbuhan generasi yang akan datang. Penggunaan Boraks Sebagai Bahan Tambahan Makanan Dalam pembuatan makanan. asam metaborat (HBO2). Penggunaan bahan tamabahan makanan melebihi dosis yang diizinkan. yaitu: asam ortoborat (H3BO3). Boraks atau yang lazim disebut asam borat (boric acid) adalah senyawa kimia turunan dari logam berat boron (B).1. tahan lama. Penggunaan bahan tambahan mmakanan yang dilarang. misalnya bakso. termasuk makanan jajanan tradisional. hydrogen orthoborate. Asam-asam borat adalah asam lemah. Salah satu di antaranya adalah penggunaan boraks. 2. NCL-C56417. Asam borat terdiri atas tiga macam senyawa. . Penggunaan boraks sebagai bahan tambahan pangan selain bertujuan untuk mengawetkan makanan juga bertujuan agar makanan menjadi lebih kompak (kenyal) teksturnya dan memperbaiki penampakan. H2O (Natrium tetraborat dekahidrat). siomay. 2. Penggunaan bahan tambahan yang beracun atau bahan tambahan pangan secara berlebihan dapat membahayakan kesehatan masyarakat. dan terasa enak di mulut. atau sassolite.

dan untuk bahan antiseptik pada kosmetik. di daerah Sunda disebut bubuk gendar. maka boraks dimasukkan dalam golongan senyawa yang disebut bahan berbahaya dan beracun (B3). atau krupuk puli yang secara lokal di beberapa daerah di Jawa disebut karag atau lempeng. dan dilarang untuk digunakan dalam pembuatan makanan. Di Jawa Tengah boraks disebut dengan nama air bleng atau garam bleng. misalnya batuan kernite. yaitu sebagai zat pembersih (cleaning agent). yang melarang boraks untuk digunakan sebagai bahan tambahan makanan karena dapat menyebabkan kanker pada tikus percobaan. zat pengawet makanan (additive). atau tepung berwarna putih kekuningan. kecoa. di Jakarta disebut pijer. Boraks dalam peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia dinyatakan bahan berbahaya dan beracun. dan lalat. atau dalam bentuk cairan tidak berwarna. Karena itu borak banyak digunakan sebagai anti jamur. Boraks sebagai antiseptik dan pembunuh kuman.Dalam istilah domestik boraks memiliki nama berbeda-beda. kristal. atau batuan ulexit. Boraks digunakan orang sudah sejak lama. dan jamur. batuan colemanite. Peraturan Menteri Kesehatan tersebut didasarkan pada hasil sidang Codex dunia tentang makanan. . Karena bersifat toksik. Boraks juga digunakan sebagai insektisida dengan mencampurkannya dalam gula untuk membunuh semut. lumut. Boraks yang diperdagangkan dalam bentuk balok padat. dan untuk penyamak kulit. krupuk gendar. Dalam industri tekstil boraks digunakan untuk mencegah kutu. bahan pengawet kayu. Boraks sejak lama sudah digunakan untuk membuat gendar nasi. Boraks berasal dari tambang alam dari daerah batuan mineral yang mengandung boraks.

Tumbuhan buah-buahan dan sayuran yang dipupuk dengan pupuk yang mengandung senyawa boraks dalam waktu lama akan terakumulasi dalam buah dan sayuran. Pewarna makanan adalah bahan tambahan makanan yang dapat memperbaiki atau memberi warna pada makanan. Menurut peraturan. Menyeragamkan warna makanan. Mengatasi perubahan warna selama penyimpanan. yaitu: 1. 3. Warna makanan seakan-akan menaikkan selera meskipun tidak menaikkan kualitas gizi dan bahkan bila salah dalam penggunaannya dapat merugikan kesehatan. 2. 5. pemberian pewarna pada makanan pada dasarnya memiliki fungsi . Menutupi perubahan warna selama proses pengolahan. Baik tidaknya cara pencampuran atau cara pengolahan makanan dapat ditandai dengan adanya warna yang seragam dan merata.7. Dengan demikian bila kita memakan buah atau sayuran tersebut maka kita akan mengkonsumsi boraks. 2. bahan lain yang banyak digunakan sebagai bahan tambahan dalam pembuatan makanan jajanan tradisional adalah zat-zat pewarna. Selain itu warna juga dapat digunakan sebagai indikator kesegaran atau kematangan. 4. Penggunaan Zat Pewarna Sebagai Bahan Tambahan Makanan Selain boraks. Di dalam dunia perdagangan warna makanan merupakan faktor yang sangat penting dan sangat menentukan keberhasilan dunia usahanya. Penambahan bahan pewarna pada pembuatan makanan memiliki beberapa tujuan. Warna merupakan salah satu faktor penting untuk menentukan mutu bahan pangan. Memberi kesan menarik bagi konsumen. Menstabilkan warna.

Selain itu. Zat warna alam biasanya mudah berubah atau mudah luntur dan memberikan warna yang kurang mencolok. tetapi tidak boleh mengurangi nilai gizi atau menurunkan mutu dari produk makanan yang bersangkutan dan tidak boleh mengelabui konsumen. Bila dibandingkan. Sebagai contoh. kuning kuinolin. misalnya: klorofil. Zat warna sintetik memiliki variasi warna sangat banyak dan sangat luas penggunaannya bila dibandingkan dengan zat warna alam. Karena itu para pemakai pada umumnya cenderung untuk memilih zat warna sintetik. karoten. dalam proses sertifikaksi juga . Zat-zat pewarna sintetis dapat digunakan sebagai zat-zat pewarna makanan bila telah memperoleh sertifikasi. Zat warna alam adalah zat warna yang dihasilkan dari ekstrak tumbuhtumbuhan atau hewan. Perbedaan ini sangat berpengaruh dalam pemilihan dan penggunaan zat warna. Dalam proses sertifikasinya perlu diketahui kontaminan-kontaminan berbahaya yang mencemari bahan pewarna tersebut sehingga dapat mencemari makanan. ada perbedaan sifat penting antara zat warna alam dan zat warna sintetik. Zat warna sintetik adalah zat warna yang dihasilkan dari sintesis kimia atau dibuat dari bahanbahan kimia. yaitu zat warna alam (natural dyes) dan zat warna sintetik (synthetic dyes). Sebagai contoh. Berdasarkan cara pembuatannya zat warna dapat dibedakan menjadi dua golongan. Sebaliknya zat warna sintetik biasanya tidak mudah berubah atau tidak mudah luntur dan dapat memberikan warna yang cukup mencolok. antosianidin. dan sebagainya. misalnya: biru berlian.memperbaiki warna makanan. Selain itu zat warna alam dalam perkembangannya tertinggal jauh dari zat warna sintetik. eritrosin.

Dalam peraturan-peraturan tersebut telah diatur mengenai pewarna-pewarna yang dilarang digunakan sebagai bahan tambahan makanan. Selain itu harga zat pewarna tersebut jauh lebih murah dari zat pewarna makanan. Namun demikian seringkali masih terjadi penyalahgunaan pemakaian zat pewarna untuk sembarang bahan pangan. Nomor 239/ MenKes/Per/V/85. Dengan demikian bahaya yang dapat ditimbulkan oleh zat-zat warna sintesis yang dilepas di pasaran dapat ditekan menjadi sekecil mungkin.1 . khususnya minuman. Dari hasil survei yang dilakukan oleh Streetfood Project pada tahun 1989 di daerah Jakarta. Hal ini sangat berbahaya bagi kesehatan karena adanya residu logam berat pada pewarna tersebut. dan Nomor 722/MenKes/Per/IX/88. termasuk penggunaan bahan pewarna alami.perlu ditelusuri berbagai laporan hasil penelitian yang berhubungan dengan pengaruh farmakologi zat-zat pewarna tersebut. misalnya bahan pewarna untu tekstil dan kulit diguanakan untuk mewarnai makanan. Terjadinya penyalahgunaan bahan pewarna tersebut antara lain disebabkan ketidaktahuan masyarakat mengenai zat pewarna untuk makanan. Jenis-jenis pewarna makanan yang terdapat di dalam sampel minuman seperti pada Tabel 2. bahan pewarna yang diizinkan serta batas penggunaannya. Bogor. Sebagai contoh. dan kota-kota kecil ternyata banyak pedagang makanan jajanan yang menggunakan pewarna sintetik dalam bahan makanan jajanan. Rangkasbitung. Penggunaan bahan pewarna yang aman untuk makanan telah diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 235/MenKes/Per/VI/79.

Warna Merah Merah Zat Pewarna Sintetik Carmoisine Rhodamin B Beberapa pedagang karena ketidaktahuannya telah menggunakan bahan pewarna yang dilarang digunakan untuk makanan seperti Rhodamin B. Penelitian yang dilakukan di Semarang menunjukkan 54. SFP (1989). Jakarta: Pustaka Sinar Harapan. es sirup. Penelitian yang dilakukan YLKI pada tahun 1990 pada makanan jajanan di Jakarta menunjukkan bahwa pisang molen dan manisan kedondong mengandung Methanil Yellow. dan Amaranth. es cicau Merah Amaranth Es campur Merah Scarlet 4R Es campur Kuning Tartrazine Es limun. Bahan-bahan pewarna tersebut seperti tercantum dalam. 8% jenis minuman yang berwarna merah dari Jakarta mengandung Rhodamin B. 239/MenKes/ Per/V/85 disebutkan ada 30 jenis pewarna yang dinyatakan sebagai bahan berbahaya bagi kesehatan dan dilarang untuk digunakan sebagai bahan tambahan makanan. 1994. es campur Kuning Methanyl Yellow Es sirop Hijau Fast Green FCF Es limun. dan dari Rangkasbitung 17%. Methanil Yellow. dan 31. es sirop Kuning Sunset Yellow Es limun. 2.5%. . Bahan Tambahan Untuk Makanan dan Kontaminan. dikutip dari Winarno dan Titi Sulistyowati Rahayu. Dari 251 jenis minuman yang diambil sebagai sampel. es sirop. es cendol. sedangkan minuman berwarna yang berasal dari kota-kota kecil dan desa-desa 24% yang mengandung Rhodamin B. dari Bogor 14. es limun Es campur.22% dari 22 sampel minuman mengandung Rhodamin B.82% dari 44 sampel makanan yang diuji mengandung pewarna terlarang seperti Rhodamin B. limun merah mengandung Amaranth. es cendol Biru Brilliant Blue Es mambo Tabel 2.1 Sumber: Working Report No.Jenis Minuman Es ampera. Methanil Yellow. atau Orange RN. Di dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. es kelapa.

Permenkes RI No.2. Daftar zat pewarna yang dinyatakan sebagai bahan berbahaya*) 2. Indeks 41000 75520 11020 2755 77491 11270 14270 12156 16045 13015 42085 69800 42510 13065 Nama Oil Orange SS* Oil Orange XO* Oil Yellow AB* Oil Yellow OB Orange G Orange GGN Orange RN Orchil and Orcein Ponceau 3R* Ponceau SX* Ponceau 6R* Rhodamin B* Sudan I* Scarlet GN Violet 6B No.21. boraks dan zat-zat warna tertentu seperti halnya Methanil Yellow dan Rhodamin B dinyatakan sebagai bahan yang berbahaya bagi kesehatan10. Indeks 12100 12140 11380 11390 16230 15980 15970 16155 14700 16290 45170 12055 14815 42640 Tabel 2. Karena itu bahan-bahan tersebut dilarang untuk digunakan dalam pembuatan makanan.8.Beberapa bahan pewarna dalam tabel tersebut (yaitu yang diberi tanda *) telah dilarang penggunaannya sejak tahun 1979 melalui Peraturan Menteri Kesehatan No. 2* Chocolate Brown Fast Red Fast Yellow AB Guinea Green B* Indanthrene Blue RS Magenta* Methanyl Yellow* No. 239/MenKes/Per/V/85 Tahun 1985 tentang zat-zat warna tertentu yang dinyatakan sebagai bahan berbahaya. Pengaruh Boraks Dan Zat Pewarna Terlarang Pada Kesehatan Pemakaian boraks dan zat-zat warna tertentu dalam pembuatan makanan jajanan tradisional dapat dikatakan telah membudaya. Nama Auramin* Alkanet Butter Yellow* Black 7984 Burn Umber Chrysoidine* Chrysoine Citrus Red No. 235/ MenKes/Per/ VI/79 tentang zat warna yang dilarang digunakan dalam makanan. . Dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor: 722/MenKes/Per/IX/88 tentang bahan tambahan makanan dan Nomor: 239/ MenKes/Per/ V/85 tentang zat-zat warna tertentu yang dinyatakan sebagai bahan berbahaya.

usus.Boraks dinyatakan sebagai bahan berbahaya bagi kesehatan karena dari hasil percobaan dengan menggunakan tikus menunjukkan sifat karsinogenik. Informasi tentang gangguan kesehatan karena boraks masih sangat sedikit. Selain itu. terutama mata. bahkan dapat dikatakan belum ada bukti yang cukup kuat. hati. Dari hasil penelitian pada hewan menunjukkan dengan adanya pencemaran boron pada hewan jantan dapat menyebabkan gangguan pada testes . 4. Boraks di dalam tubuh dapat menimbulkan bermacam-macam gangguan. dan otak. ginjal. hati. Dapat menimbulkan iritasi pada lambung. Hal ini dapat dimengerti karena akibat yang ditimbulkannya tidak dapat segera tampak. 1. Pencemaran boron dalam kadar tinggi dalam waktu singkat dapat menimbulkan bahaya pada perut. Gangguan-gangguan umum yang ditimbulkan boraks adalah sebagai berikut . 3. Karena tidak mudah terlarut dalam air boraks bersifat kumulatif. Dari hasil penelitian pada hewan menunjukkan bahwa dengan adanya pencemaran boron dalam jangka panjang dapat menyebabkan gangguan pada jaringan paru-paru dan inhalasi yang lama. saluran pernapasan. Menyebabkan gangguan pada ginjal. kulit merah dan mengelupas. 2. Dapat menyebabkan gangguan pada pertumbuhan bayi. Menyebabkan gangguan proses reproduksi. Gejalagejala gangguan kesehatan yang dapat diamati dalam jangka pendek karena menghisap atau kontak secara langsung dengan boraks antara lain terjadinya iritasi pada hidung. dan mata. adanya pencemaran boron dalam waktu panjang dapat menimbulkan gangguan reproduksi berupa menurunnya jumlah sperma pada orang laki-laki. dan testes. Dalam makanan boraks akan terserap oleh darah dan disimpan di dalam hati.

Methanil Yellow yang biasa digunakan sebagai bahan pewarna obat luar bila dikonsumsi dapat menyebabkan terjadinya diare. Pada dosis 5 gram atau lebih dalam tubuh bayi dan anak kecil dapat menyebabkan kematian. dan di negera-negara yang lain dilarang digunakan sebagai tambahan makanan. kerusakan ginjal dan hati. Zat-zat pewarna tertentu karena membahayakan bagi kesehatan dilarang penggunaannya dalam makanan. Terjadinya kontak langsung pada hewan dapat menyebabkan terjadinya iritasi kulit. Akibat dari kontak dengan kulit manusia belum diketahui. Kedua bahan pewarna tersebut telah diketahui merupakan penyebab kanker yang gejalanya tidak dapat terlihat secara langsung setelah mengkonsumsinya.dan gangguan kelahiran pada hewan betina yang bunting. Rusia.1. Konsumsi boraks secara terus menerus dapat mengganggu gerak pencernaan usus dan dapat mengakibatkan usus tidak mampu mengubah zat makanan sehingga dapat diserap dan diedarkan ke seluruh tubuh. Pada orang dewasa kematian dapat terjadi pada dosis 10 – 20 gram atau lebih. dan kanker thyroid. Erythrosine diketahui dapat menyebabkan bertambahnya produksi hormon thyroid. Australia. Karena itu bahan pewarna tersebut dilarang untuk digunakan dalam makanan meskipun dalam jumlah sedikit4. Rhodamin B yang . ekzem. Norwegia. sehingga dilarang penggunaannya dalam makanan. di Indonesia ada 30 jenis pewarna yang dinyatakan sebagai bahan berbahaya dan beracun. Seperti halnya Amaranth (merah) di Amerika Serikat. Pewarna ini diketahui dapat menyebabkan asma. hyperthyroidisme. Zat-zat pewarna yang dilarang seperti halnya Methanil Yellow dan Rhodamin B karena sifat kimianya bersifat sangat toksis sehingga membahayakan bagi kesehatan. kanker. Seperti disebutkan dalam Tabel 2.

Tetapi karena para pembuat makanan jajanan yang tidak mengetahui peraturan-peratauran tersebut maka mereka melakukan kesalahan dalam penggunaan boraks dan zat-zat pewarna terlarang. Pembuat makanan jajanan tradisional. memiliki potensi besar dalam perekonomian rakyat. 2. Penggunaan bahan tambahan makanan dalam pembuatan makanan jajanan harus sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Terjadinya penyalahgunaan boraks dan zat-zat pewarna terlarang dalam pembuatan makanan jajanan tradisional tersebut antara lain disebabkan oleh ketidaktahuan para pembuatnya tentang bahaya boraks dan zat-zat pewarna terlarang bagi kesehatan. Konsumsi Rhodamin B yang berlebihan atau terus menerus dapat menyebabkan kerusakan hati atau kanker hati. berkewajiban untuk memiliki pengetahuan tentang higiene. Namun di sisi yang lain tingkat kerawanan kerawanan makanan jajanan juga cukup tinggi.9. terutama dalam penggunaan boraks dan zat-zat pewarna terlarang. khususnya jajanan tradisional. Hal yang demikian ini bila berjalan terus akan sangat berbahaya bagi kesehatan. Pembinaan Dan Pengawasan Makanan Jajanan Usaha di bidang makanan jajanan. dan kerusakan ginjal.biasa digunakan sebagai pewarna tekstil karena mengandung logam berat sangat berbahaya. . sebagai salah satu penjamah makanan jajanan. Agar usaha di bidang makanan jajanan dapat tumbuh dan berkembang sesuai dengan tuntutan kebutuhan masyarakat dan dapat memenuhi persyaratan kesehatan maka perlu adanya pembinaan. Dalam pembuatan makanan jajanan tradisional masih sering terjadi penyalahgunaan bahaan tambahan makanan.

Para pembuat makanan jajanan tradisional yang telah didata perlu diberi tanda telah terdaftar atau stiker telah terdaftar. para pembuat makanan jajanan dapat diberi kursus tentang higiene dan sanitasi makanan. Pengetahuan ini tidak mungkin dapat dimiliki para pembuat makanan jajanan bila tidak ada pembinaan. serta penyuluhan tentang peraturan-peraturan yang berkaitan dengan penggunaan bahan tambahan makanan. Dinas Kesehatan Kabupaten / Kota mengikutsertakan instansi terkait. . paguyuban dan atau lembaga swadaya masyarakat. dalam upaya mengembangkan makanan jajanan juga perlu adanya pengawasan secara terus menerus. Pembinaan dan pengawasan makanan jajanan dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten / Kota. serta menjaga kesehatan. Untuk melakukan pembinaan dan pengawasan perlu dilakukan pendataan terhadap pembuat makanan jajanan tradisional. Pengawasan dilaksanakan dengan inspeksi sanitasi secara berkala dan penerapan HACCP secara bertahap oleh Dinas Kesehatan Kabupaten/ Kota setempat. asosiasi. Inspeksi sanitasi dapat dilakukan dengan jalan menguji sampel makanan di laboratorium.sanitasi makanan. kemungkinan terjadinya kesalahan dalam pembuatan makanan jajanan dapat segera diatasi. Dalam pembinaan. pihak pengusaha. Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota secara berkala menyampaikan laporan pelaksanaan pembinaan dan pengawasan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten/ Kota secara berjenjang. Dengan adanya pengawasan yang terus menerus. Selain pembinaan. Dalam pelaksanaan pembinaan dan pengawasan. dan gizi. organisasi profesi.

dan pengetahuan. perilaku merupakan hasil hubungan antara stimulus dan respon30. yaitu respon yang terjadi di dalam diri seseorang dan tidak dapat diamati secara langsung oleh orang lain misalnya berpikir. Berdasarkan sifatnya respon yang terjadi dapat dibedakan menjadi dua macam.10. Faktor-Faktor Risiko Terjadinya Pencemaran Bahan Toksik Boraks Dan Pewarna Pada Makanan Jajanan Yang dimaksud dengan faktor risiko adalah faktor-faktor atau keadaankeadaan yang mempengaruhi perkembangan suatu penyakit atau status kesehatan. Secara operasional perilaku dapat diartikan sebagai respon seseorang terhadap stimulus. gaya hidup. gaya hidup. yaitu respon yang pasif dan respon yang aktif. paparan lingkungan. yaitu berupa tindakan-tindakan nyata yang dapat . Perilaku yang berupa respon pasif merupakan perilaku yang masih terselubung (covert behavior). karakteristik bawaan maupun keturunan yang diketahui memiliki hubungan dengan kondisi kesehatan sehingga dipandang penting untuk dilakukan pencegahan. karakteristik bawaan maupun keturunan yang diketahui memiliki hubungan dengan terjadinya pencemaran bahan toksik boraks dan pewarna pada makanan. Perilaku pada dasarnya adalah aktivitas manusia baik yang dapat diamati secara langsung ataupun tidak langsung. Faktor risiko meliputi perilaku. Sesuai dengan batasan di atas maka yang dimaksud dengan faktor risiko pencemaran bahan toksik boraks dan bahan pewarna pada makanan adalah perilaku. Respon yang pasif merupakan respon internal. Karena luasnya cakupan pengertian faktor risiko maka dalam tulisan ini dibatasi hanya faktor risiko yang berupa perilaku. Menurut Skinner (1938) dalam Notoatmodjo.2. tanggapan atau sikap batin. Respon aktif merupakan respon yang tampak dari luar. paparan lingkungan.

Perilaku manusia pada hakikatnya . motivasi. tetapi bersifat terselubung maka disebut perilaku terselubung (covert behavior). dan minat. makan makanan-makanan tertentu. dari cara makan. Di sini selain mengetahui orang juga menyadari sepenuhnya terhadap stimulus yang diterimanya. Dari uraian di atas dapat diketahui bahwa pengetahuan dan sikap merupakan respon seseorang terhadap stimulus. keinginan. Selain pengetahuan dan sikap. sedangkan tindakan seseorang merupakan pe-rilaku respon terhadap stimulus yang berupa tindakan nyata dan disebut perilaku nyata (overt behavior). yaitu berupa tindakan nyata. Kemudian dari pengetahuan yang terbentuk akan menimbulkan respon batin dalam bentuk sikap terhadap stimulus yang telah diketahuinya itu. terutama pada orang dewasa. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pengetahuan dan sikap memiliki peranan penting dalam pembentukan perilaku seseorang. kebanyakan diawali dengan terbentuknya pengetahuan pada diri seseorang terhadap stimulus yang diterima. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku yang didasari dengan pengetahuan dan sikap akan lebih langgeng dari perilaku yang tidak didasari dengan pengetahuan dan sikap. sampai dengan cara mengunyah. Perilaku manusia sangat kompleks dan dapat tampak dalam banyak tingkatan. Pada akhirnya stimulus yang telah diketahui dan disadari sepenuhnya itu akan menimbulkan respon lebih lanjut. Banyak faktor yang mempengaruhinya. Perilaku yang berupa respon aktif merupakan perilaku nyata (overt behavior). Terbentuknya suatu perilaku baru. Dalam pembentukan perilaku baru pada umumnya perilaku terselubung merupakan dasar terbentuknya perilaku nyata.diamati secara langsung. gejala-gejala kejiwaan lain yang mempengaruhi perilaku manusia adalah persepsi.

kepercayaan. nilai-nilai. Bila ditelusuri lebih lanjut semua gejala kejiwaan tersebut masih dipengaruhi oleh berbagai faktor yang lain. keyakinan. Faktor-faktor predisposisi adalah faktor-faktor yang berupa pengetahuan. pendidikan merupakan faktor yang sangat penting. Faktor-faktor pendorong adalah faktorfaktor yang berupa sikap dan perilaku petugas kesehatan atau petugas-petugas yang lain yang dapat mendorong terjadinya perilaku kesehatan. sikap. Selain itu. khususnya perilaku yang berhubungan dengan kesehatan. Pendidikan dalam arti formal sebenarnya adalah proses penyampaian bahan atau materi pendidikan kepada sasaran pendidikan agar tercapai perubahan perilaku. Pendidikan pada hakikatnya merupakan intervensi . ada atau tidak adanya fasilitas atau sarana-sarana kesehatan. dan sebagainya. perilaku kesehatan dipengaruhi oleh tiga faktor pokok. dan sebagainya. misalnya pengalaman. yaitu: (1) faktor predisposisi (predisposing factors). keyakinan. Faktor-faktor pendukung adalah faktor-faktor yang berupa lingkungan fisik. fasilitas. dan sosiobudaya. Dalam pembentukan perilaku manusia. dan (3) faktor pendorong (reinforcing factors). Salah satu di antara teori-teori tersebut adalah teori dari Lawrence Green (1980). Dalam teorinya Green menjelaskan bahwa. Ada beberapa teori yang mencoba mengungkapkan determinan perilaku berangkat dari analisis faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku. ketersediaan fasilitas.merupakan refleksi gejala-gejala kejiwaan tersebut29. (2) faktor pendukung (enabling factors). serta sikap dan perilaku petugas kesehatan juga akan mendukung dan memperkuat terbentuknya perilaku seseorang atau masyarakat.

Mereka pada umumnya belum mengetahui dan menyadari akan bahaya bahan-bahan tersebut. Pemakaian bahan-bahan tersebut dalam pembuatan makanan tidak makin berkurang tetapi makin bertambah. Karena pendidikannya yang rendah ini maka pengetahuannya tentang kaidah-kaidah kebersihan (higiene) dan sanitasi serta persyaratan kesehatan juga rendah. kelompok atau masyarakat berubah sesuai dengan nilai-nilai yang diharapkan. Para pembuat makanan jajanan tradisional pada umumnya memiliki pendidikan rendah. Para pembuat makanan pada umumnya memiliki pengetahuan yang berbeda mengenai boraks dan bahan pewarna dengan pernyataan yang terdapat di . baik faktor predisposisi. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kurangnya pengetahuan dan kesadaran akan bahaya boraks dan bahan pewarna merupakan faktor risiko penting terjadinya pencemaran bahan toksik boraks dan pewarna pada makanan. faktor pendukung.faktor perilaku agar perilaku seseorang. Karena belum adanya pengetahuan dan kesadaran akan bahaya bahan-bahan tersebut maka mereka memiliki perilaku yang tidak sesuai dengan harapan. Karena itu pendidikan sebagai faktor usaha intervensi perilaku harus diarahkan kepada ketiga faktor penentu perilaku. maupun faktor penguat. Seperti dapat diketahui bahwa meskipun telah ada peraturan yang melarangnya. penggunaan boraks dan bahan pewarna yang berbahaya masih banyak dilakukan dalam pembuatan makanan. terutama makanan jajanan. Mereka melakukan hal tersebut karena selain harganya murah juga karena tidak tahu atau tidak sengaja4. Sebagai akibatnya sikap dan perilaku yang ditunjukkannya juga tidak sesuai dengan nilai-nilai yang diharapkan.

Karena pengetahuan yang dimilikinya itu maka pada diri para pembuat makanan terbentuk sikap dan tindakan yang berbeda dengan yang diharapkan dalam peraturan. sedangkan bahan pewarna tertentu selain murah harganya dapat memberikan warna yang mencolok pada makanan sehingga menarik untuk dimakan. Dengan perkataan lain. Dengan demikian pengetahuan tersebut menjadi tertanam secara kuat pada diri mereka. Pada umumnya para pembuat makanan memiliki pengetahuan bahwa boraks dan bahan pewarna tertentu bukan merupakan bahan yang berbahaya tetapi merupakan bahan yang berguna. Pengetahuan para pembuat makanan tersebut pada umumnya diperoleh secara turun menurun dari nenek moyangnya dan dari pengalaman langsung dalam kehidupan sehari-hari dalam waktu lama. . karena pengetahuannya itu para pembuat makanan memiliki perilaku yang berbeda dengan perilaku yang diharapkan dalam peraturan. boraks berguna untuk membuat makanan menjadi lebih kenyal dan legit sehingga menjadi enak dimakan. Menurut pengetahuan para pembuat makanan. Pada umumnya para pembuat makanan tidak memiliki pengalaman akan bahaya dari boraks dan bahan pewarna tertentu.dalam Peraturan Menteri Kesehatan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->