P. 1
METODE PENELITIAN SOSIAL

METODE PENELITIAN SOSIAL

|Views: 105|Likes:
Published by nackodunk

More info:

Published by: nackodunk on Feb 01, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/18/2013

pdf

text

original

i

KATA PENGANTAR
Puji syukur saya panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat rahmat-Nya saya bisa menyelesaikan proposal penelitian sosial yang berjudul

“Perilaku Mengkonsumsi Alkohol

Pada Mahasiswa FISIP UB”. Proposal ini diajukan guna memenuhi tugas mata kuliah Metode Penelitian Sosial.

Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu sehingga proposal ini dapat diselesaikan tepat pada waktunya. Secara khusuas saya mengucapkan terima kasih kepada: 1. Bapak Tantowi selaku dosen pembimbing mata kuliah Metode Penelitian Sosial yang telah memberikan bimbingan dan pengarahan dalam penyusunan proposal ini. 2. Teman-teman yang telah memberikan dorongan dan motivasi kepada saya, baik selama mengikuti perkuliahan ini maupun dalam menyelesaikan proposal ini.

Proposal ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu, kritik dan saran yang bersifat membangun sangat saya harapkan demi sempurnanya proposal ini. Semoga proposal ini memberikan informasi bagi teman-teman dan bermanfaat untuk pengembangan wawasan dan peningkatan ilmu pengetahuan bagi kita semua. Akhir kata, saya berharap semoga Tuhan memberikan imbalan yang setimpal kepada mereka yang telah memberikan bantuan dalam menyelesaikan masalah ini.

Malang, 8 Desember 2012

Lucky Landono

i

DAFTAR ISI
Kata Pengantar Daftar Isi Bab I Gambaran Umum (Perilaku Mengkonsumsi Alkohol Pada Mahasiswa FISIP UB) 1.1 1.2 1.3 1.4 1.5 Latar Belakang Rumusan Masalah Tujuan Penelitian Hipotesis Manfaat Penelitian 1 2 2 2 3 i ii

Bab II Landasan Teoritis (Perilaku Mengkonsumsi Alkohol Pada Mahasiswa FISIP UB) 2.1 Deskripsi 4

Bab III Metodelogi Penelitian (Perilaku Mengkonsumsi Alkohol Pada Mahasiswa FISIP UB) 3.1 3.2 3.3 3.4 Jenis Penelitian Sasaran Penelitian Teknik Pengumpulan Data Teknik Analisis Data 6 6 6 7

Bab IV Pembahasan (Perilaku Mengkonsumsi Alkohol Pada Mahasiswa FISIP UB) 4.1 Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku mengkonsumsi alkohol di kalangan mahasiswa FISIP UB. Bab V Kesimpulan (Perilaku Mengkonsumsi Alkohol Pada Mahasiswa FISIP UB) 5.1 5.2 Kesimpulan Saran 12 14 15 9

Daftar Pustaka

ii

BAB I GAMBARAN UMUM PERILAKU MENGKONSUMSI ALKOHOL PADA MAHASISWA FISIP UB

1.1 Latar Belakang

Kenakalan remaja merupakan masalah sosial yang terus-menerus muncul setiap waktu, yang selalu dibahas dan dikaji untuk dicari jalan keluarnya.Karena di satu sisi remaja merupakan generasi harapan bangsa, sedang di sisilain remaja dianggap sebagai pribadi yang labil, yang ingin mengekspresikan jiwa mudanya yang bebas dengan melakkukan halhal dikehendakinya dan dianggap menyimpang seperti penyalahgunaan narkoba. Hal yang sangat meresahkan adalah timbulnya kekacauan dan tindakan kriminalitas disertai dengan kekerasan yang dilakukan remaja akibat pengaruh minuman keras. Kenakalan remaja yang dilakukan terutama oleh mahasiswa akibat pengaruh minuman keras tersebut timbul karena beberapa faktor yang mempengaruhinya, yakni dari lingkungan tempat berinteraksinya individu, seperti lingkungan pergaulan dengan teman sebayanya, maupun lingkungan keluarga. Secara mendalam lingkungan keluarga, kelompok pergaulan dan pendidikan serta pengetahuan mempengaruhi perilaku minum-minuman keras pada mahasiswa baik itu keluarga yang utuh maupun yang tidak harmonis. Sebab baik buruknya keadaan keluarga mempengaruhi perkembangan kepribadian seorang mahasiswa. Sedangkan, pengaruh lingkungan dalam hal ini lingkungan pergaulan (kelompok sebaya) ikut memberikan andil bagi perkembangan kepribadian remaja terutama mahasiswa. Keadaan tersebut diperburuk dengan kurangnya kontrol masyarakat, sebagai akibat dari perkembangan masyarakat yang modern dan kehidupan kota yang heterogen. Sehingga, mahasiswa mudah terbawa arus dari dampak kehidupan modern tersebut, yang mendorong terjadinya perilaku yang menyimpang dalam masyarakat.

Dengan diawali rasa keingintahuan yang besar terhadap minum-minuman keras dan masuknya mereka ke dalam kelompok remaja berperilaku meminum-minuman keras tersebut, menjadikan mereka masuk dalam kategori mahasiswa yang mempunyai perilaku

1

meminum-minuman keras. Di mana dalam perilaku tersebut mereka menjadi terbiasa terhadap kebiasaan meminum-minuman keras.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang tersebut di atas, maka yang dapat dirumuskan masalah yang ada yaitu : “ Faktor-faktor apakah yang mempengaruhi terbentuknya perilaku minum-minuman keras pada mahasiswa yang telah menjadi hal yang biasa dilakukannya ?”.

1.3 Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan mengetahui apa faktor-faktor yang mempengaruhi terbentuknya perilaku minum-minuman keras pada mahasiswa.

1.4 Hipotesis

Dengan diadakannya penelitian ini diharapkan kita memahami faktor-faktor apa saja yang membentuk perilaku mengkonsumsi alkohol di kalangan mahasiswa. Perilaku mengkonsumsi alkohol di kalangan mahasiswa FISIP UB lebih disebabkan oleh faktor pergaulan antar teman. Sebagian besar mahasiswa cenderung mengkonsumsi alkohol karena pengaruh teman. Mengkonsumsi alkohol dianggap sebagai upaya untuk lebih mengakbrabkan persahabatan.

1.5 Manfaat Penelitian

a. Bagi Mahasiswa 1. Meningkatkan tingkat pemahaman mahasiswa tentang faktor-faktor yang mempegaruhi perilaku mengkonsumsi alkohol di kalangan mahasiswa FISIP UB. 2. Mahasiswa dapat melakukan tindakan preventif bagi diri sendiri agar tidak terbawa dalam pergaulan yang kurang baik.

2

b. Bagi Fakultas 1. Memberikan kesadaran bagi pihak fakultas bahwa banyak mahasiswanya yang mengkonsumsi alkohol. 2. Mendorong pihak fakultas untuk memberikan informasi tentang bahaya mengkonsumsi minuman beralkohol. 3. Mendorong pihak fakultas untuk lebih aktif dalam mengadakan kegiatan yang bertujuan mengakrabkan mahasiswa sehingga alkohol tidak menjadi fasilitas bagi mahasiswa untuk mengakrabkan diri satu sama lain.

3

BAB II LANDASAN TEORITIS PERILAKU MENGKONSUMSI ALKOHOL PADA MAHASISWA FISIP UB

2.1 Deskripsi

Kenakalan Remaja - Permasalahan yang satu ini kerap kali terjadi dan hampir tidak ditemukan titik solusi untuk menghilangkannya. ya, dari tahun ke tahun kenakalan remaja semakin menjadi - jadi. Oleh karena aktivitas remaja yang merajalela tidak jarang kalau di layar televisi ada berita seputar anak remaja. remaja Bentuk kenakalan remaja sendiri banyak, seperti mengkonsumsi alkohol, free sex, narkoba, pergaulan bebas, tawuran antar sekolah dan sebagainya. Kenakalan remaja biasanya dilakukan oleh remaja-remaja yang gagal dalam menjalani prosesproses perkembangan jiwanya, baik pada saat remaja maupun pada masa kanakkanaknya. Masa kanak-kanak dan masa remaja berlangsung begitu singkat, dengan perkembangan fisik, psikis, dan emosi yang begitu cepat. Secara psikologis, kenakalan remaja merupakan wujud dari konflik-konflik yang tidak terselesaikan dengan baik pada masa kanak-kanak maupun remaja para pelakunya. Seringkali didapati bahwa ada trauma dalam masa lalunya, perlakuan kasar dan tidak menyenangkan dari lingkungannya, maupun trauma terhadap kondisi lingkungan, seperti kondisi ekonomi yang membuatnya merasa rendah diri, dan sebagainya. Kenakalan remaja adalah pelampiasan masalah yang dihadapi oleh kalangan remaja yang tindakannya menyimpang. Menurut ahli sosiologi Kartono, Kenakalan Remaja atau dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah juvenile delinquency merupakan gejala patologis sosial pada remaja yang disebabkan oleh satu bentuk pengabaian sosial. Akibatnya, mereka mengembangkan bentuk perilaku yang menyimpang. Sedangkan menurut Santrock “Kenakalan remaja merupakan kumpulan dari berbagai perilaku remaja yang tidak dapat diterima secara sosial hingga terjadi tindakan kriminal.”

4

Jenis-jenis kenakalan remaja : 1. Penyalahgunaan narkoba 2. Seks bebas 3. Tawuran antara pelajar Penyebab terjadinya kenakalan remaja Apa sebenarnya yang menjadi penyebab kenakalan remaja? dari berbagai sumber, diketahui Ada banyak factor yang menyebabkan kenakalan remaja ini terjadi, setidaknya ada tiga factor yang mempegaruhi prilaku seorang anak remaja. 1. Factor lingkungan. Lingkungan adalah factor yang paling

mempengaruhi prilaku dan watak anak, jika dia hidup dan berkembang di lingkungan yang buruk maka akhlaknyapun akan seperti itu adanya, begitu juga sebaliknya jika dia berada di lingkungan yang baik maka ia akan menjadi baik pula 2. Pedidikan dan pembinaan dari orang tua. Orang tua adalah orang yang paling bertanggung jawab dengan akhlak dan prilaku anaknya. Orang tua harusnya memberikan perhatian lebih terhadap anak. Pembinaan dari orang tua adalah factor terpenting dalam memperbaiki dan membentuk generasi yang baik. 3. Pemerintahan dalam hal ini yang lebih spesfiknya adalah lembaga pendidikan atau sekolah. Sekolah yang kita lihat hari ini jarang yang mendidik untuk menjadi orang yang bertaqwa. Mereka hanya mengajarkan ilmu-ilmu dunia dan tidak mengajarkan ilmu-ilmu agama. Maka sangat penting bagi para orang tua untuk memilihkan lingkungan sekolah yang baik untuk anak-anaknya. agar anak dapat memperoleh pendidikan yang sesuai, jangan memilih sekolah yang sudah tercemar nama baiknya.

5

BAB III METODOLOGI PENELITIAN PERILAKU MENGKONSUMSI ALKOHOL PADA MAHASISWA FISIP UB

3.1 Jenis Penelitian

Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, yang mana menghasilkan penemuan-penemuan yang tidak bisa diperoleh dengan

menggunakan cara-cara statistik. Penelitian kualitatif menghasilkan data deskriptif yaitu berupa ucapan atau tulisan dan tingkah laku yang diamati oleh orang-orang (subjek) itu sendiri ( Bogdan dan Taylor, 1992: 21-22 ).

3.2 Sasaran Penelitian

Sasaran dalam penelitian ini dibagi menjadi dua yaitu: a) Sasaran utama Sasaran utama dalam penelitian adalah mahasiswa yang mengkonsumsi alkohol. Mahasiswa di sini yaitu mereka yang sedang berada pada masa peralihan dari masa kanak-kanak ke masa dewasa dengan batasan usia 11 sampai 24 tahun dan belum menikah (Sarlito,1991: 14-15). b) Sasaran pendukung Sebagai sasaran pendukung dalam penelitian ini adalah tokoh fakultas. Sasaran ini untuk melihat bagaimana tanggapan mereka terhadap fenomena perilaku minum-minuman keras.

3.3 Teknik Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data yang digunakan untuk memperoleh data adalah: a) Wawancara mendalam Cara pengumpulan data yang dilakukan secara informal yang dapat dilaksanakan dalam waktu dan konteks yang dianggap tepat, guna mendapatkan data yang mempunyai kedalaman dan dapat dilakukan

6

berkali-kali sesuai dengan keperluan penelitian tentang kejelasan masalah yang dijelajahinya. b) Dokumentasi Dokumentasi adalah suatu teknik pengumpulan data dengan cara mengumpulkan sumber-sumber data yang berasal dari arsip atau dokumen yang berkaitan dengan dengan masalah yang diteliti. c) Observasi Observasi yaitu melakukan pengamatan secara langsung terhadap objek penelitian. Teknik ini diharapkan untuk memperoleh pengetahuan tentang fakta dan peristiwa yang berhubungan dengan penelitian ini.

3.4 Teknik Analisa Data

Data-data yang telah terkumpul akan dianalisa, yang digunakan adalah analisa interaktif (Interactive model of analysis). Dalam proses analisis ini model yang digunakan adalah analisis kualitatif deskriptif dengan menggunakan model analisis interaktif. Inti yang dapat diambil dari analisa interaktif menurut Miles dan Hubeman ini (Sutopo, 1988: 34-37) yaitu:

7

Dalam bentuk ini peneliti tetap bergerak diantara komponen (termasuk proses pengumpulan data). Selama proses pengumpulan data berlangsung, peneliti bergerak dalam keempat komponen analisis yaitu: 1. Pengumpulan data, merupakan pencarian informasi baik dari data primer maupun data sekunder. 2. Reduksi data, merupakan proses seleksi, pemfokusan, penyederhanaan dan abstraksi data yang ada dalam fieldnote. 3. Sajian data, adalah suatu rakitan argumentasi informasi yang memungkinkan kesimpulan penelitian dapat dilakukan. 4. Penarikan kesimpulan, adalah suatu usaha menarik konklusi dari hal-hal yang ditemui dalam reduksi maupun sajian data.

8

BAB IV PEMBAHASAN PERILAKU MENGKONSUMSI ALKOHOL PADA MAHASISWA FISIP UB

4.1 Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku mengkonsumsi alkohol di kalangan mahasiswa FISIP UB.

1) Keterpaduan Kelompok bagi subjek sangat besar pengaruhnya. Subjek mendapat dukungan dari kelompoknya tentang banyak hal karena subjek tidak mendapat hal tersebut dari keluarganya. Hal ini sesuai dengan pernyataan dari Sarwono (2005) bahwa, keterpaduan adalah perasaan kekitaan antara anggota kelompok. Semakin kuat rasa tersebut maka semakin besar pengaruhnya pada perilaku individu. 2) Ukuran Kelompok Subjek mempunyai jumlah anggota kelompok yang banyak. Jumlah kelompok bagi subjek juga sangat berpengaruh. Subjek sendiri lebih cenderung memilih kelompok yang jumlahnya banyak dibandingkan dengan kelompok yang jumlah anggotanya sedikit. Hal ini sesuai dengan pernyataan Sarwono (2005) berdasarkan dari percobaan Milgram, dkk bahwa semakin besar kelompok semakin besar pula pengaruhnya. 3) Suara Bulat Dalam pengambilan keputusan kelompok, subjek biasanya mengambil suatu keputusan bersama. Bahkan pada saat subjek merasa tertekan dengan keputusannya yang menyebabkan akhirnya subjek menyerah pada keputusan kelompok. Hal ini sesuai dengan pernyataan dari Sarwono (2005) bahwa, dalam hal harus dicapai suara bulat, satu orang atau minoritas yang suaranya paling berbeda tidak dapat bertahan lama. Mereka merasa tidak enak dan tertekan sehingga akhirnya mereka menyerah pada pendapat kelompok mayoritas. 4) Status Subjek memiliki leader/pemimpin di dalam kelompoknya dimana pemimpin tersebut dapat dijadikan contoh atau panutan dalam hidup subjek. Hal ini sesuai dengan pernyataan dari Sarwono (2005) bahwa, semakin tinggi status orang yang

9

menjadi contoh, maka semakin besar pengaruhnya bagi orang lain untuk konform atau patuh. 5) Tanggapan Umum Subjek lebih memilih sesuatu hal yang menurutnya lebih bisa dilihat secara nyata dan benar adanya. Subjek tidak percaya terhadap sesuatu informasi yang berasal dari satu orang saja. Hal ini sesuai dengan pernyataan dari Myers (dalam Sarwono, 2005) bahwa, perilaku yang terbuka, yang dapat didengar atau dilihat lebih mendorong konformitas dari pada perilaku yang hanya dapat didengar dan diketahui oleh orang tertentu saja. 6) Komitmen Umum Subjek belum memiliki suatu komitmen terhadap siapapun. Hal ini yang menyebabkan subjek mudah untuk konform terhadap kelompoknya. Hal ini sesuai dengan pernyataan dari Deutsch & Gerrard (dalam Sarwono, 2005) bahwa, orang yang tidak mempunyai komitmen apa-apa kepada masyarakat atau orang lain lebih mudah konform daripada yang sudah pernah mengucapkan suatu pendapat. 7) Pengaruh Informasi Subjek sering mendapatkan bermacam-macam informasi penting dari teman kelompoknya. Subjek merasa bahwa kelompoknya adalah sumber informasi yang penting baginya. Hal ini sesuai dengan pernyataan dari Sears, dkk (1985) bahwa, orang lain merupakan sumber informasi yang penting. Oleh karena itu, tingkat konformitas yang didasarkan pada informasi ditentukan oleh dua aspek situasi, yaitu sejauh mana mutu informasi yang dimiliki orang lain tentang apa yang benar dan sejauh mana kepercayaan diri kita terhadap penilaian kita sendiri. 8) Kepercayaan Terhadap Kelompok Subjek percaya terhadap kelompoknya yang dimana subjek merasa bahwa kelompoknya adalah tempat yang tepat sebagai sumber informasi dalam berbagai hal.. Hal ini sesuai dengan pernyataan dari Sears, dkk (1985) bahwa, dalam situasi konformitas, individu mempunyai suatu pandangan dan kemudian menyadari bahwa kelompoknya menganut pandangan yang bertentangan. Individu ingin memberikan informasi yang tepat, oleh karena itu semakin besar kepercayaan individu terhadap kelompok sebagai sumber informasi yang benar, semakin besar pula kemungkinan untuk menyesuaikan diri terhadap kelompok.

10

9) Kepercayaan yang Lemah Terhadap Penilaian Sendiri Subjek merasa bahwa dirinya lemah,merasa kurang yakin pada dirinya sendiri dan akan pendapatnya sendiri. Subjek termasuk orang yang tidak percaya terhadap dirinya sendiri. Hal ini sesuai dengan pernyataan dari Sears, dkk (1985) bahwa, salah satu faktor yang sangat mempengaruhi rasa percaya diri dan tingkat konformitas adalah tingkat keyakinan orang tersebut pada kemampuannya sendiri untuk menampilkan suatu reaksi, selain itu tingkat kesulitan penilaian yang dibuat juga dapat mempengaruhi keyakinan individu terhadap kemampuannya. Dimana semakin sulit penilaian tersebut, semakin rendah rasa percaya yang dimiliki. 10) Rasa Takut Terhadap Celaan Sosial dan Penyimpangan Subjek termasuk orang yang mau melakukan apa saja untuk kelompoknya dengan tujuan agar dia tidak dijauhi bahkan untuk menghindar dari cemoohan teman-temannya. Hal ini sesuai dengan pernyataan dari Sears, dkk (1985) bahwa alasan seseorang melakukan konformitas salah satunya adalah demi memperoleh persetujuan atau menghindari celaan kelompok. Seseorang tidak mau dilihat sebagai orang lain dari yang lain, ia ingin agar kelompok tempat ia berada menyukainya, memperlakukannya dengan baik dan bersedia menerima.

11

BAB V KESIMPULAN PERILAKU MENGKONSUMSI ALKOHOL PADA MAHASISWA FISIP UB

5.1 Kesimpulan

Berdasarkan analisis data dan wawancara yang ada, maka dapat disimpulkan bahwa: 1. Gambaran Konformitas Pada kasus subjek, subjek pernah melakukan sesuatu untuk kelompoknya walaupun kadang hatinya tidak setuju. Subjek juga menurut apabila teman sekelompok subjek memintanya untuk melakukan sesuatu hal. Subjek melakukan hal meminum minuman alkohol tersebut karena adanya pengaruh dari teman-teman

kelompoknya dan juga keyakinan dari diri subjek sendiri karena adanya tekanan dari kelompok. Dalam kehidupan sehari-hari subjek tidak

hanya prososial terhadap kelompoknya, tetapi juga prososial kepada lingkungan tempat tinggal. Subjek juga pernah melakukan hal-hal yang positif bersama teman-temannya Subjek termasuk orang yang sangat menjaga perasaan teman-temannya. Subjek berusaha agar temantemannya tidak tersinggung apabila subjek memberikan sesuatu pertolongan. Walaupun subjek pernah untuk menentang perintaab dari kelompoknya akan tetapi subjek pada akhirnya mengikuti temantemannya dikarenakan subjek tidak mau tersisih dan dicuekin oleh anggota kelompoknya. Pada saat subjek mengenyampingkan semua kuliahnya dan lebih mendahulukan teman-temannya, subjek merasa bahwa dia telah merugikan dirinya sendiri. Subjek juga pernah merasa bahwa dia juga pernah melakukan sesuatu yang merugikan orang lain.

12

2. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Konformitas Kelompok bagi subjek sangat besar pengaruhnya. Subjek mendapat dukungan dari kelompoknya tentang banyak hal karena subjek tidak mendapat hal tersebut dari keluarganya. Subjek mempunyai jumlah anggota kelompok yang banyak. Jumlah kelompok bagi subjek juga sangat berpengaruh. Subjek sendiri lebih cenderung memilih kelompok yang jumlahnya banyak dibandingkan dengan kelompok yang jumlah anggotanya sedikit. Dalam pengambilan keputusan kelompok, subjek biasanya mengambil suatu keputusan bersama. Bahkan pada saat subjek merasa tertekan dengan keputusannya yang menyebabkan akhirnya subjek menyerah pada keputusan kelompok. Subjek memiliki

leader/pemimpin di dalam kelompoknya dimana pemimpin tersebut dapat dijadikan contoh atau panutan dalam hidup subjek. Subjek lebih memilih sesuatu hal yang menurutnya lebih bisa dilihat secara nyata dan benar adanya. Subjek tidak percaya terhadap sesuatu informasi yang berasal dari satu orang saja. Subjek belum memiliki suatu komitmen terhadap siapapun. Hal ini yang menyebabkan subjek mudah untuk konform terhadap kelompoknya. Subjek sering mendapatkan

bermacammacam informasi penting dari teman kelompoknya. Subjek merasa bahwa kelompoknya adalah sumber informasi yang penting baginya. Subjek percaya terhadap kelompoknya yang dimana subjek merasa bahwa kelompoknya adalah tempat yang tepat sebagai sumber informasi dalam berbagai hal. Subjek merasa bahwa dirinya lemah,merasa kurang yakin pada dirinya sendiri dan akan pendapatnya sendiri. Subjek termasuk orang yang tidak percaya terhadap dirinya sendiri. Subjek termasuk orang yang mau melakukan apa saja untuk kelompoknya dengan tujuan agar dia tidak dijauhi bahkan untuk

menghindar dari cemoohan teman-temannya.

13

5.2 Saran

Melalui hasil observasi dan wawancara, ada beberapa saran yang dapat peneliti berikan, antara lain sebaiknya: 1. Bagi Mahasiswa a. Agar dapat berkonsentrasi terhadap kuliah dan jangan bermainmain lagi. b. Agar dapat memilih kelompok yang tepat yang memiliki kegiatan yang lebih positif c. Agar dapat berhenti mengkonsumsi alkohol d. Mencoba untuk mempunyai kepercayaan diri sendiri dan bisa mengambil keputusan sendiri dan tidak bergantung pada kelompok e. Menghilangkan mindset bahwa alkohol dapat menambah keakraban 2. Bagi Fakultas a. Agar pihak fakultas lebih memberikan kesadaran kepada mahasiswa bahwa mengkonsumsi alkohol itu tidak baik bagi kesehatan. b. Mendorong pihak fakultas untuk lebih aktif dalam mengadakan kegiatan yang bertujuan mengakrabkan mahasiswa sehingga alkohol tidak menjadi fasilitas bagi mahasiswa untuk mengakrabkan diri satu sama lain. 3. Bagi Penelitian Selanjutnya Dalam penelitian selanjutnya yang ingin mengembangkan atau melanjutkan penelitian, diharapkan hendaknya meninjau lebih dalam perilaku mengkonsumsi alkohol pada kelompok mahasiswa FISIP UB khususnya yang berada pada lingkungan peminum alkohol.

14

DAFTAR PUSTAKA

Abraham, A. (1992). The Social Psychology Of Group Cohessiveness. Harvester Wheatsheat Ali, M. & Asrori, M. (2005). Psikologi Remaja (Perkembangan Peserta Didik). Jakarta: Bumi Aksara Al-Mighwar, M, M. Ag. (2006). Psikologi Remaja (Petunjuk Bagi Guru & Orang Tua). Bandung: Pustaka Setia Atmasasmita, Romli. 1993, Problem Kenakalan Anak Atau Remaja, Penerbit PT Armico, Bandung. Basuki, H. (2006). Penelitian Kualitatif untuk Ilmu-Ilmu Kemanusiaan dan Budaya. Jakarta: Universitas Gunadarma Faisal, Sanapiah. 2007, Format-Format Penelitian Sosial, Penerbit PT Raja Grafindo Persada, Jakarta. Kimmel, D.C. (1995). Adolescence; A Developmental Transition; Second Edition. Singapore: John Wiley & Sons Inc Mardalis. 1989, Metode Penelitian Suatu Pendekatan Proposal, Penerbit Bumi Aksara, Jakarta. Myers, D.G. (1996). Social Psychologi; Fifth Edition & International Edition. New York: Mc Graw-Hill Company Soekanto, S. (2005). Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: Raja Grafindo Persada Suryabrata, S. (2004). Metode Penelitian. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada http://googel22.blogspot.com/2012/10/kenakalan-remaja.html http://www.gunadarma.ac.id/library/articles/graduate/psychology/2009/Artikel_105031 45.pdf

15

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->