P. 1
77869339 Pengaruh Temperatur Terhadap Kelarutan

77869339 Pengaruh Temperatur Terhadap Kelarutan

|Views: 217|Likes:
Published by EkOo FirDaus S

More info:

Published by: EkOo FirDaus S on Feb 01, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/23/2015

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN

I.I Latar Belakang Dalam istilah kimia fisika, larutan dapat dipersiapkan dari campuran yang mana saja dari tiga macam keadaan zat yaitu padat, cair, dan gas. Misalnya suatu zat terlarut padat dapat dilarutkan baik dalam zat padat lainnya, cairan atau gas, dengan cara yang sama untuk zat terlarut dan gas. Dalam farmasi perhatian terhadap larutan sebagianbesar terbatas pada pembuatan larutan dari suatu zat padat, zat cair dalam suatu pelarut cair dan tidak begitu sering larutan suatu gas dalam pelarut cair. Larutan memainkan peran penting dalam kehidupan sehari-hari. Di alam kebanyakan reaksi berlangsung dalam larutan air. Tubuh menyerap mineral, vitamin, dan makanan dalam bentuk larutan. Pada tumbuhan nutrisi diangkut dalam larutan air ke semua bagian jaringan. Obat-obatan biasanya merupakan larutan air atau alkohol dari senyawa fisiologis aktif. Banyak reaksi-reaksi kimia yang dikenal, baik dalam laboratorium atau di industri terjadi dalam larutan. Kuantitas relaitif suatu zat tertentu dalam larutan disebut konsentrasi. Konsentrasi merupakan salah satu faktor penting menentukan cepat atau lambatnya reaksi berlangsung. Untuk meramalkan sifat larutan tidak dapat langsung dari sifat komponennya, karena dalam campuran terdapat banyak interaksi antara komponen penyusunnya.

Oleh sebab itu, perlu dibuat suatu model larutan sebagai standar untuk mengungkapkan hubungan antara komposisi dengan sifat larutan.

I.2 Maksud percobaan untuk mengetahui dan memahami cara penentuan kelarutan suatu sampel terhadap pH dan suhu yang berbeda.

I.3 Tujuan percobaan untuk menentukan kelarutan suatu zat secara kuantitas dan menjelaskan pengaruh temperatur dan pH terhadap kelarutan.

I.4 Prinsip percobaan penentuan kelarutan suatu zat terhadap pH yang berbeda dengan menggunakan metode alkalimetri dan penentuan kelarutan suatu zat terhadap suhu yang berbeda dengan menggunakan metode alkalimetri.

Atas dasar ini larutan didefinisikan sebagai campuran homogen .(2) Kekuatan tarik-menarik di antara atom-atom menyebabkan pembentukkan molekul dan ion.(1) Bila dua atau lebih zat yang tidak bereaksi dicampur.BAB II TINJAUAN PUSTAKA II. Fe(OH)3 c. Campuran kasar. sedangkan gaya tolakmenolak mencegah interpenetrasi dan destruksi molekuler. dan secara kualitatif didefinisikan sebagai interaksi spontan dari dua atau lebih zat untuk membentuk dispersi molekuler homogen. Sedang larutan bersifat homogen dan tidak dapat dipisahkan secara mekanis. contoh larutan larutan tanah liat dan air. gula dan garam dan sebagainya b. Apabila molekul-molekul saling mempengaruhi maka terjadi gaya tarik-menarik yang menyebabkan molekul bersatu. biasa dilarutkan dalam air. campuran yang terjadi ada 3 kemungkinan : a. contoh campuran tanah dan pasir.(1) Sedangkan kelarutan didefinisikan dalam besaran kuantitatif sebagai konsentrasi zat terlarut dalam larutan jenuh pada temperatur tertentu. yang karena bahanbahannya. sol.I Teori Ringkas Larutan didefinisikan sebagai sediaan cair yang mengandung satu atau lebih zat kimia yang dapat larut. cara peracikan atau penggunaanya. Larutan sejati. Dispers koloid. contoh larutan gula dalam air Dua jenis campuran yang pertama bersifat heterogen dan dapat dipisahkan secara mekanis. tidak dimasukan kedalam golongan produk lainnya.

terdapat juga zat terlarut yang tidak larut. Ada beberapa zat yang mudah larut. tergantung dari sifat zat terlarut dan pelarutnya. atau padat. b. yaitu (1) . dan ada pula yang sukar larut. Ada beberapa jenis pelarut yang diketahui.(1) Ahli farmasi mengetahui bahwa air adalah pelarut yang baik untuk garam. Penemuan empiris ini disimpulkan dalam pernyataan “like disolve like”. gula dan senyawa sejenis. dengan perbandingan yang berubah-ubah pada jarak dan luas. Larutan lewat jenuh Larutan lewat jenuh adalah suatu larutan yang mengandung zat terlarut dalam konsentrasi lebih banyak daripada yang seharusnya ada pada temperatur tertentu. Keadaan fisika suaru zat dapat berupa gas. Kelarutan adalah jumlah zat terlarut yang dapat larut dalam sejumlah pelarut pada suhu tertentu sanpai membentuk larutan jenuh. cair. tetapi jumlahnya selalu terbatas. Biasanya dinyatakan dalam gram zat terlarut per 100 ml atau per 100 gr pelarut. Daya larut suatu zat berbeda-beda. Batas itu disebut kelarutan.(3) Suatu zat dapat larut dalam pelarut. Larutan jenuh Larutan jenuh adalah larutan yang telah mengandung zat terlarut dalam jumlah maksimal. srhingga tidak dapat ditambahkan lagi zat terlarut.antara dua zat atau lebih. (4) a. sedang minyak mineral dan benzen biasanya merupakan pelarut untuk zat yang biasanya hanya sedikit larut dalam air. Pada keadaan ini terjadi keseimbangan antara solut yang larut dan yang tidak larut atau kecepatan pelarut sama dengan kecepatan pengendapan.

mulai ada yang larut sempurna sampai dengan yang tidak larut. karena tetapan dielektrik yang rendah  Pelarut polar tidak dapat memecahkan ikatan kovalen dan elektrolit yang berionisasi lemah karena pelarut non polar termasuk dalam golongan aprotik  Senyawa non polar dapat melarutkan zat terlarut non polar dengan tekanan dalam yang sama melalui interaksi dipol induksi Daya larut cairan dalam cairan lain sangat berbeda-beda mulai dapat bercampur sempurna. yaitu oleh dipol momennya. Pelarut polar  kelarutan obat sebagian besar disebabkan oleh polaritas dari pelarut. air menyebabkan ionisasi HCl  Pelarut polar mampu mengsovasi molekul dan ion dengan adanya gaya interaksi dipol. terutama pembentukan ikatan hidrogen. Demikian pula zat padat dalam cairan. Pelarut non polar  Pelarut non polar tidak dapat mengurangi gaya tarik menarik antara ion-ion elektrolit kuat dan lemah. Kelarutan zat selain bergantung dari sifat solut dan pelarutnya juga dipengaruhi oleh beberapa faktor. yaitu :(5) . yang menyebabkan kelarutan dari senyawa tersebut b.a. Pelarut polar melarutkan zat terlarut ionik dan zat polar lain. Contoh.  Pelarut polar mengurangi gaya tarik antara ion dalam kristal yang bermuatan berlawanan seperti natrium klorida  Pelarut polar memecahkan ikatan kovalen dari elektrolit kuat dengan reaksi asam basa karena pelarut ini amfiprotik. sampai tidak bercampur sama sekali. bercampur sebagian.

kelarutan suatu gas menurun dengan naiknya suhu. Ini menunjukkan kelarutan CO2 dengan turunnya tekanan. karena kebanyakan proses pembentukkan larutannya bersifat endoterm. Pengaruh pH Kelarutan sejumlah besar bahan – bahan obat organik yang penting. b. tekanan didalam botol turun sampai 1 atmdan gelembung CO2 lepas. Jika tutup dibuka. tergantung pada ukuran yang luas dari . dibotolkan dengan tekanan tinggi dibawah 3-4 atm supaya CO2 yang larut didalamnya besar. Pengaruh suhu Pengaruh kenaikan suhu pada kelarutan zat berbeda-beda antara yang satu dengan yang lainnya. c. Tetapi kelarutan gas selalu bertambah dengan bertambahnya tekanan. Kenaikan suhu akan memudahkan molekul-molekul gas memisahkan diri untuk menguap meninggalkan pelarut.a. Sebagai perkecualian ada beberapa zat yang kelarutannya menurun dengan naiknya suhu seperti serium sulfat dan natrium sulfat karena proses pelarutannya bersifat eksoterm. baik berupa asam lemah ataupun basa lemah. Sebagai contoh. Berbeda dengan zat padat. Tetapi pada umumnya kelarutan zat padat dalam cairan bertambah dengan naiknya suhu. gas karbon dioksida berbuih-buih keluar dari minuman berkarbonat jika dipanasi. Pengaruh tekanan Perubahan tekanan mempunyai pengaruh yang kecil terhadap kelarutan suatu zat cair atau zat padat dalam pelarut cair. Contohnya. Hal ini disebabkan pada pembentukkan larutannya selalu bersifat eksoterm. suatu minuman yang mengandung karbonat.

Naiknya temperatur juga akan menurunkan viskositas sehingga memperbesar kecepatan pelarutan. . basa bebas dapat terpisah dari larutan kecuali bila kelarutannya dalam air memadai. Pengaruh bentuk dan ukuran partikel Kelarutan suatu zat akan akan naik dengan berkurangnya ukuran partikel suatu zat. Pengaruh penambahan zat-zat lain Surfaktan adalah suatu zat yang sering digunakan untuk menaikkan kelarutan suatu zat. Senyawa asam lemah dalam larutan alkalis membentuk garam yang dapat larut dalam air dan dapat terpisah dari larutan karena penurunan pH. Viskositas (6) Turunnya viskositas pelarut akan memperbesar kecepatan pelarutan suatu zat sesuai dengan persamaan einstein. pH larutan air dari garam diubah dengan penambahan alkali. f. Pengadukan Kecepatan pengadukan akan mempengaruhi tebal lapisan difusi (b). akan berkumpul pada permukaan dengan mengorientasi bagian polar ke arah air dan bagian non polar ke arah udara. Bila pengadukan cepat maka tebal lapisan difusi berkurang sehingga menaikkan kecepatan pelarutan suatu zat. g. Konfigurasi molekul dan bentuk susunan kristal juga berpengaruh terhadap kelarutan zat. Partikel yang bentunya tidak simetris lebih mudah larut bila dibandingkan partikel yang bentuknya simetris. Apabila didispersikan dalam air pada konsentrasi yang rendah.(1) d. membentuk suatu lapisan monomolekul. e.pH pelarut. Molekul surfaktan terdiri atas dua bagian yaitu bagian polar dan non polar.

2 Uraian Bahan (7) 1. rasa agak manis dan tajam Kelarutan : larut dalam 550 air dan dalam 4 bagian etanol (95%) P. sehingga variabel perbedaan luas permukaan efektif dapat dihilangkan. Penentuan kecepatan pelarutan suatu zat dapat dilakukan dengan metode : a. Sampel diambil pada waktu-waktu tertentu dan jumlah zat yang larut ditentukan dengan cara yang sesuai b. II.Selain faktor-faktor yang disebutkan diatas kecepatan pelarutan suatu zat aktif dari bentuk sediaannya dipengaruhi pula oleh faktor formulasi dan teknik pembuatan sediaan tersebut. Metode permukaan konstan Zat ditempatkan dalam suatu wadah yang diketahui luasnya. Asam salisilat Nama resmi Nama lain : Acidum Salicylicum : Asam salisilat Rumus molekul : C7O6H3 Berat molekul Pemerian : 138. hampir tidak berbau. mudah larut dalam kloroform P dan dalam eter P. Biasanya zat dibuat tablet terlebih dahulu. Kemudian sampel ditentukan seperti pada metode suspensi.12 : hablur ringan tidak berwarna atau serbuk berwarna putih. Metode suspensi Bubuk zat padat ditambahkan pada pelarut tanpa pengontrolan yang eksak terhadap luas permukaan partikelnya. larut .

larutan baku sekunder .dalam larutan amonium asetat P. anti fungi 3. serpihan atau batang bentuk lain Kelarutan Penyimpanan Penggunaan : mudah larut dalam air dan etanol 95% p : dalam wadah tertutup rapat : sebagai larutan titer. tidak berwarna. dinatrium hidrogenfosfat P. masa melebur berbentuk pellet. tidak mempunyai rasa Penyimpanan : dalam wadah tertutup baik : dalam wadah tertutup baik : keratolitikum. Aquadest Nama resmi Nama lain Rumus molekul Berat molekul Pemerian : Aqua Destilata : air suling : H2O : 18. kalium sitrat P. Natrium Hidroksida Nama resmi Nama lain Rumus Molekul Berat molekul Pemerian : Natrii Hydroxidum : Natrium hidroksida : NaOH : 40. dan natrium sitrat P Penyimpanan Penggunaan 2.02 : cairan jernih. tidak berbau.00 : putih atau praktis putih.

Statif 7. Diisi gelas kimia dengan air sebanyak 500 ml c. Disiapkan alat dan bahan yang akan digunakan b. Indikator fenolftalein 4. Natrium Hidroksida III.3 Cara kerja 3.I Alat-alat Yang Digunakan 1. Bunsen 2. Batang pengaduk 4. Gelas kimia 5.1 Pengaruh suhu terhadap kelarutan a. Dipanaskan dan diukur dengan termometer hingga suhu 30oC d. Ditambahkan asam salisilat sedikit demi sedikit hingga jenuh . 2 Bahan-bahan yang digunakan 1. Aquadest 2. Penangas air 6. Termometer III. Asam salisilat 3.BAB III METODE KERJA III. Buret 3.

Diaduk g. Dititrasi dengan menggunakan alkalimetri h. Dilakukan percobaan yang sama pada suhu 40oC. 50oC dan 60oC f.e. Dihitung kadar asam salisilat .

05 BE NaOH = 40 Ditanya : berapa mg asam salisilat yang tidak larut ? Penyelesaian : Mgrek asama salisilat = Mgrek NaOH = Vt .5 22.I Tabel Pengamatan Suhu (oC) 30o 40o 50o 60o Volume Titrasi (ml) 71 54.9 31.4 IV.2 Perhitungan a. 40 = 142 mg . 0. Suhu 30o Diketahui : Vt = 71 ml NNaOH = 0. N .BAB IV HASIL PENGAMATAN IV. BE = 71 .05 .

05 BE NaOH = 40 Ditanya : berapa mg asam salisilat yang tidak larut ? Penyelesaian : Mgrek asama salisilat = Mgrek NaOH = Vt . Suhu 40o Diketahui : Vt = 54.5 . BE = 54.b.9 . Suhu 50o Diketahui : Vt = 31.05 . 0.8 mg c. 40 = 109.5 ml NNaOH = 0. N . N . 40 = 63 mg . BE = 31.05 .05 BE NaOH = 40 Ditanya : berapa mg asam salisilat yang tidak larut ? Penyelesaian : Mgrek asama salisilat = Mgrek NaOH = Vt .9 ml NNaOH = 0. 0.

8 mg IV. BE = 22.d. 0.05 BE NaOH = 40 Ditanya : berapa mg asam salisilat yang tidak larut ? Penyelesaian : Mgrek asama salisilat = Mgrek NaOH = Vt .4 ml NNaOH = 0. Suhu 60o Diketahui : Vt = 22. 40 = 44.3 Skema Kerja Gelas kimia 500ml + H2O 500ml Suhu 30oC Suhu 40oC Suhu 50oC Suhu 60oC + Asam salisilat Diaduk/dikocok ad jenuh Dititrasi dengan alkalimetri . N .05 .4 .

polimorfisa dan sifat permukaan zat. Kelarutan suatu zat dapat ditentukan dengan menimbang zat yang akan ditentukan kelarutannya kemudian dilarutkan. pengaruh pengadukan. sehingga tidak dapat ditambahkan lagi zat terlarut. Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kecepatan pelarutan suatu zat yaitu. misalnya dalam 100 ml pelarut. Dari percobaan yang telah dilakukan dengan suhu yang berbeda dapat dilihat bahwa tidak semua asam salisilat yang dilarutkan mengalami kelarutan. Selisih berat awal dan berat padatan yang tidak larut merupakan kelarutan zat tersebut dalam 100 ml pelarut. . Setelah terjadi keseimbangan antara zat padat yang larut dan yang tidak larut. karena itu pada percobaan menggunakan variasi suhu yaitu pada suhu 30oC. pH pelarut. viskositas pelarut atau kekentalan. 50oC.BAB V PEMBAHASAN Kelarutan adalah jumlah zat terlarut yang dapat larut dalam sejumlah pelarut pada suhu tertentu sampai membentuk larutan jenuh. padatan yang tidak larut lalu disaring dan ditimbang. Larutan jenuh adalah larutan yang telah mengandung zat terlarut dalam jumlah maksimal. Jumlah zat yang ditimbang harus daperkirakan dapat membentuk larutan lewat jenuh yang ditandai masih terdapatnya zat yang tidal larut didasar wadah setelah dilakukan pengocokan dan didiamkan. pengaruh temperatur atau suhu. Kelarutan asam salisilat dalam aquadest dipengaruhi oleh suhu. Pada percobaan ini menggunakan asam salisilat yang dilarutkan dalam aquadest. dan 60oC. ukuran dari partikel. 40oC.

8 mg dari 2 gr (2000 mg) asam salisilat yang dilarutkan. Sedangkan pada suhu tinggi. Dimana pereaksi fenolftalein membentuk larutan tidak berwarna dalam suasana asam dan alkali lemah. kerapatan antar molekul asam salisilat akan berkurang.2 mg.8 mg. sehingga molekul aquades akan lebih mudah untuk menarik molekul asam salisilat. Untuk mengetahui konsentrasi asam salisilat pada masing-masing suhu. 109. 1955. 63 mg. Dimana hasil yang diperoleh pada suhu 30o C. Penambahan indikator ini bertujuan untuk mengetahui titik ekuivalen dari larutan asam salisilat. dan 60o C berturut-turut adalah 142 mg.Dimana semakin turun suhu larutan maka akan semakin banyak jumlah asam asam salisilat yang mengendap didasar erlenmeyer. Hal ini menandakan bahwa semakin tinggi suhu maka kelarutan suatu zat padat dalam cairan atau larutan akan semakin besar. dan 44. Hal ini dikarenakan pada suhu rendah kelarutan asam salisilat semakin berkurang dalam larutan. Dari perhitungan diperoleh jumlah asam salisilat yang tidak mengalami kelarutan atau yang mengendap berdasarkan variasi suhu yang digunakan.05 N. 1937 mg. Jadi kelarutan asam salisilat dalam aquadest pada suhu yang telah ditentukan adalah 1858 mg. begitupun sebaliknya semakin tinggi suhu larutan maka akan semakin sedikit jumlah asam salisilat yang mengendap didasar erlenmeyer.2 mg. 1890. 50o C. larutan asam salisilat ditambahkan indikator fenolftalein. 40o C. . Dan titran yang digunakan adalah NaOH 0.

2 Saran .1 Kesimpulan Dari percobaan yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa kelarutan berbanding lurus dengan suhu. VI. Hal ini terbukti dengan semakinnya banyaknya asam salisilat yang terlarut pada suhu yang semakin tinggi.BAB VI PENUTUP VI.

1979. Kimia Fisika Untuk Paramedis. Rineka Cipta : Jakarta 4. Universitas Indonesia : Jakarta 2. Howard. Pengantar Bentuk Sediaan Farmasi. 2011. Mitra Cendikia: Yogyakarta 6. C. 1995. PT. Estien. Penuntun Praktikum.DAFTAR PUSTAKA 1. 2005. Ansel. 2002. Farmakope Indonesia Edisi III. Buku Pelajaran Teknologi Farmasi Edisi 5. Sukardjo. Gadjah Mada : University Press 5. Kimia Fisika. 2009. 1989. Yasid. R. Dirjen POM. Depkes RI : Jakarta . Farmasi Fisika. ANDI : Jakarta 3. R. Universitas Pancasakti : Makassar 7. Ahmadi. Hani. Voight. Kimia Fisika Kesehatan.

Perhitungan  Suhu 30o Diketahui : Vt = 71 ml NNaOH = 0. BE = 71 . Tabel Pengamatan Suhu (oC) 30o 40o 50o 60o Volume Titrasi (ml) 71 54.05 BE NaOH = 40 Ditanya : berapa mg asam salisilat yang tidak larut ? Penyelesaian : Mgrek asama salisilat = Mgrek NaOH = Vt . 0.5 22.LAMPIRAN 1. 40 = 142 mg . N .4 2.05 .9 31.

N .05 BE NaOH = 40 Ditanya : berapa mg asam salisilat yang tidak larut ? Penyelesaian : Mgrek asama salisilat = Mgrek NaOH = Vt . 40 = 63 mg . N .5 ml Diketahui : Vt NNaOH = 0. Suhu 40o Diketahui : Vt = 54. 0. 0. BE = 54.9 . BE = 31. 40 = 109.05 .8 mg  Suhu 50o = 31.5 .05 .05 BE NaOH = 40 Ditanya : berapa mg asam salisilat yang tidak larut ? Penyelesaian : Mgrek asama salisilat = Mgrek NaOH = Vt .9 ml NNaOH = 0.

BE = 22.8 mg 3.05 .4 ml Diketahui : Vt NNaOH = 0.05 BE NaOH = 40 Ditanya : berapa mg asam salisilat yang tidak larut ? Penyelesaian : Mgrek asama salisilat = Mgrek NaOH = Vt .4 . Suhu 60o = 22. 40 = 44. Skema Kerja Gelas kimia 500ml + H2O 500ml Suhu 30oC Suhu 40oC Suhu 50oC Suhu 60oC + Asam salisilat Diaduk/dikocok ad jenuh Dititrasi dengan alkalimetri . N . 0.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->