Pemetaan Geologi Struktur Posted: Juli 28, 2011 in Geologi

Pendahuluan Pemetaan Geologi Struktur

Pemetaan geologi struktur bertujuan untuk mendapatkan gambaran struktur/tektonik di suatu daerah/wilayah, sehingga penyebaran, jenis serta genetik pembentukannya dapat diketahui.

Dalam pemetaan geologi struktur, kegiatan yang perlu dilakukan adalah mengamati, mengukur dan menganalisis gejala-gejala struktur yang tersingkap di lapangan. Gejala struktur di lapangan dapat berupa struktur bidang maupun garis (bidang sesar, bidang kekar, gores-garis, bidang lapisan, gores-garis, cleavage, dsb) dan dapat pula merupakan jejak-jejak struktural lainnya (breksi sesar, milonit dsb). Disamping adanya bentuk geometri, juga dikenal adanya bentuk morfologis topografi misalnya kelurusan topografi, kelurusan dan kelokan sungai, bergesernya punggungan bukit dsb.

Pengetahuan geologi struktur wajib dipahami oleh seseorang yang akan melakukan pemetaan geologi, terlebih lagi bagi yang khusus meneliti tektonik suatu daerah. Kualitas hasil penelitian geologi struktur salah satunya tergantung pada tingkat kemampuan seseorang dalam menguasai ilmu geologi struktur.

Untuk mendapatkan hasil penelitian yang maksimal dari kegiatan pemetaan struktur ini, dilakukan beberapa tahapan, yaitu :

a. Pendahuluan : - Studi Pustaka - Interpretasi foto udara, citra landsat (citra indraja) dan topografi.

b. Penelitian Lapangan - Pengamatan, pengukuran, pencatatan data, pembuatan sketsa, analisis sementara dan plotting data struktur ke dalam peta dasar.

c. Penelitian Laboratorium/studio - Pengolahan data - Pembuatan penampang struktur dan peta struktur

d. Analisis data secara menyeluruh - Melakukan analisis tektonik daerah penelitian yang bersesuaian dengan konsep/teori struktur geologi dan membandingkannya dengan tektonik regional yang berkaitan dengan daerah penelitian.

e. Laporan hasil penelitian - Seluruh hasil analisis tersebut dituangkan ke dalam buku laporan yang didalamnya disertai peta struktur beserta penampang strukturnya.

Langkah Penelitian Struktur Geologi

Dalam penelitian Struktur Geologi, terdapat langkah – langkah yang harus di lalui:

A. Studi Pustaka

Pada tahapan ini dipelajari teori/konsep yang berkaitan dengan struktur geologi, mencakup geometri dan proses pembentukannya (dinamika dan kinematika). Selanjutnya perlu dipelajari pula kondisi geologi daerah yang akan diteliti beserta

Apabila dijumpai adanya perbedaan kerapatan kontur yang mencolok maka dapat ditafsirkan pada batas-batas perbedaannya merupakan akibat pensesaran dan umumnya fenomena ini diakibatkan oleh sesar normal. • Mengamati kerapatan kontur. Pola lineament tersebut selanjutnya ditampilkan dalam bentuk diagram roset dan yang terpenting dibuat peta linieamentnya. misalnya : . foto udara dan citra indraja. Citra ladsat. Interpretasi Foto Udara. Penjelasan rinci dari point ini adalah sebagai berikut : a. • Mengamati bentuk morfologi. Perlu pula diperhatikan fenomena tersebut dapat saja terjadi akibat perubahan sifat fisik batuan. dan Topograsi Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mendapatkan gambaran umum pola struktur yang berkembang di daerah penelitian berdasarkan analisis morfologinya. akan sangat sulit untuk melanjutkan ke tahapan selanjutnya B.geologi regionalnya. yaitu dengan mengamati adanya liniament yang mungin disebabkan oleh proses pensesaran. Hal ini perlu dilakukan sebagai bahan informasi yang nantinya diperlukan dalam analisis selanjutnya. Cara ini dilakukan melalui penafsiran peta topografi. Tahapan ini memegang peranan penting. tanpa mengerti dan mengetahui struktur – struktur geologi. Interpretasi struktur melalui topografi • Menafsirkan jalur struktur berdasarkan ada/tidaknya lineament (dapat berupa garis lurus atau lengkung) dan menggambarkannya secara tegas atau terputus-putus. Ada beberapa cara untuk mendapatkan gambaran struktur suatu daerah.

maka ditafsirkan kemiringan (arah “dip”) lapisan tersebut ke arah bermorfologi lereng yang landai.Pola pengaliran trelis dan paralel. Kondisi ini umumnya menunjukan bahwa umur batuan masih muda dan relatif belum mengalami derformasi akibat tektonik (lipatan dan sesar belum berkembang). . dan apabila daerah tersebut disusun oleh batuan sedimen klastika (dari literatur). .Apabila ada suatu punggungan perbukitan dengan arah dan jalur yang sama. .Apabila bentuk punggungan bukit memanjang barat-timur. Dengan cara ini dapat membantu dalam menafsirkan batuan penyusun serta struktur geologinya. maka kemungkinan daerah tersebut merupakan perbukitan struktural lipatan-anjakan. sesar normal atau kombinasi keduannya. misalnya : . .Apabila suatu daerah bermorfologi perbukitan. maka dapat ditafsirkan di daerah tersebut telah mengalami pensesaran dan fenomena tersebut umumnya terjadi akibat sesar mendatar. mencerminkan bahwa batuan di daerah tersebut sudah mengalami pelipatan. maka batuan penyusunnya dapat berupa aluvium atau sedimen lainnya yang mempunyai kemiringan bidang lapisan relatif horizontal... namun pada bagian tertentu terpisahkan oleh suatu lembah (biasanya juga berkembang aliran sungai) atau posisi jalur punggungannya nampak bergeser.Pola pengaliran sejajar ditafsirkan bahwa daerah tersebut telah mengalami proses pensesaran. dimana punggungan bukitnya saling sejajar dan dipisahkan oleh lembah sungai. . morfologi yang demikian dikenal sebagai Hog back. maka dapat ditafsirkan bahwa jurus perlapisan batuannya adalah barat-timur sesuai dengan arah punggungannya. • Mengamati pola pengaliran sungainya.Apabila ada suatu bentuk morfologi perbukitan dimana pada salah satu lereng bukitnya landai (kerapatan kontur jarang) dan dibagian sisi lereng lainnya terjal.Apabila suatu daerah bermorfologi pedataran. .

Dsb. Mengamati. dalam tahapan ini objek singkapan yang diamati dapat berupa bentuk/geometri suatu struktur geologi baik yang utuh maupun tersingkap sebagian.Pola pengaliran rektangular mencerminkan bahwa daerah tersebut banyak berkembang kekar.. mengukur. b. Misalnya lineament yang tidak nampak peta topografi mungkin akan nampak jelas terlihat pada foto udara atau landsat. tidak berbeda dengan cara di atas.Pola pengaliran dendritik mencerminkan batuan penyusun yang relatif seragam. Hal ini perlu dilakukan dengan maksud agar penelitian lapangan berlangsung relatif cepat. Beberapa penjelasan point b ini adalah sebagai berikut : . Penelitian Lapangan Pemetaan struktur tidak lain adalah melakukan kegiatan lapangan untuk mendapatkan data-data struktur yang selanjutnya direkam ke dalam peta dasar. b.Mengamati. membuat sketsa singkapan. Perbedaanya terletak pada kualitas dan kejelasan bentuk permukaan morfologinya. citra landsat dan topgrafi. sistematis dan mengenai sasaran. C. adalah : a. Penelitian lapangan diprioritaskan pada daerah yang diduga dilalui oleh zona sesar berdasarkan hasil interpretasi foto udara. . Beberapa hal yang perlu diperhatikan/dikerjakan dalam pemetaan struktur. ploting data dan menganalisis (analisis sementara) seluruh unsur-unsur struktur yang nampak pada singkapan tersebut. Interpretasi struktur melalui foto udara dan citra landsat. . Pada dasarnya interpretasi struktur dengan cara ini. mencatat.

apakah bersifat ductile (lentur). Pengamatan struktur tidak hanya ditujukan pada bentuk geometrinya. bidang sesar. sedang atau besar. namun perlu pula diamati jejak-jejak yang diakibatkan oleh aktifitas pensesaran. Mengukur besarnya sudut pitch. Prosedur pengamatan singkapan yang baik diawali dengan memperhatikan singkapan dari jarak jauh sehingga seluruh singkapan dapat teramati dengan pandangan luas. Pengamatan jarak jauh : Tersingkap suatu bentuk lapisan batuan yang terlipat utuh . jika ada bagaimana sifat pergeserannya. bearing dsb.Mengukur. Pengamatan singkapan dari jarak dekat ini dimaksudkan untuk mendapatkan gambaran struktur yang lebih detail. Dalam hal ini yang perlu diamati adalah bagaimana bentuk lipatannya. Untuk kepentingan . misalnya : a). apakah kemiringan lapisannya landai atau relatif horizontal. hal ini dimaksudkan untuk mengetahui gambaran struktur secara lebih utuh dan yang terpenting adalah untuk menentukan pada singkapan bagian mana yang perlu mendapatkan perlakuan khusus. apakah antiklin atau sinklin. misalnya milonit. lipatan seret dsb. selanjutnya perlu pula diamati sifat fisik batuan penyusunnya. Langkah pengamatan yang kedua adalah mengamati singkapan dari jarak dekat. Pengamatan jarak dekat : Apabila batas singkapan tersebut dikontrol oleh sesar. maka perlu diperhatikan apakah ada jejak-jejak pensesaran. breksi sesar. dsb. Lebih jauh lagi apakah lipatan tersebut disertai dengan gejala pensesaran atau tidak. Dijumpai suatu singkapan batuan di tebing sungai dengan bentuk geometri strukturnya tidak utuh. yaitu dari pengamatan dari jarak jauh dan pengamatan dari jarak dekat. bidang kekar. artinya kita mengukur seluruh unsur-unsur struktur yang tersingkap di lapangan. bagaimana ukuran lipatannya besar atau kecil. simetri atau tidak.Ada dua tahapan dalam mengamati suatu singkapan. apabila dijumpai breksi sesar bagaimana arah liniasinya. Misalnya mengukur jurus dan kemiringan bidang lapisan. Faktor ini dapat menunjukan tingkat deformasi dan selanjutnya dapat memperkirakan apakah sipemeta berada pada zona sesar atau tidak. Dalam hal ini yang perlu diperhatikan adalah bagaimana gambaran umum posisi dan kedudukan lapisan batuannya. b). plunge. . bagaimana batas akhir dari struktur lipatan yang tersingkap tersebut berakhir oleh batas sesar ataukah hilang karena ditutupi oleh batuan penutup/vegetasi atau menerus ke bawah permukaan. Beberapa contoh kasus ini. brittle (keras) atau kombinasi antara keduanya.

. karena data dasar ini akan digunakan dalam tahap penafsiran dan analisis selanjutnya. Kelebihan dari membuat sketsa ini adalah dapat menggambarkan sesuatu yang sifatnya detail dan secara langsung memberikan keterangan gambarnya. Perlu pula diberi penjelasan apakah cermin sesar tersebut merupakan sesar minor atau atau sesar major. sedangkan data cermin sesar yang diperlukan adalah jurus dan kemirinan bidang sesar. Setelah dilakukan observasi singkapan dan membuat sketsa singkapan. harus diketahui jenisnya : tension joint atau shear joint). D. dapat diketahui dari analisis morfologi baik melalui peta topografi. sehingga memudahkan dalam analisis selanjutnya. Foto diperlukan sebagai bahan analisis (sama dengan sketsa) dan untuk dokumentasi dalam pembuatan laporan. pitch. maupun melihat langsung gejala pensesaran di lapangan baik berupa bentuk morfologi maupun jejak-jejak pensesaran. arah pitch. Beberapa gejala umum yang dapat digunakan dalam menafsirkan adanya gejala pensesaran. plunge dan sifat pergeserannya. Posisi singkapan selanjutnya diplot ke dalam peta dasar. selanjutnya dilakukan analisis sementara khusus di lokasi tersebut. kekar dan sesar. . Data bidang lapisan dan kekar berupa jurus dan kemiringan (dalam hal ini untuk data kekar. untuk memudahkan dalam analisis perlu kiranya kita membuat sketsa singkapan dan beberapa penampang. foto udara atau citra landsat serta pengamatan langsung di lapangan. dengan memberikan nomor lokasi dan apabila perlu diberikan simbol struktur yang diamati. data yang diperlukan adalah data bidang lapisan. .Analisis sementara. Analisis ini perlu dilakukan untuk memecahkan permasalahan dan menyimpulkan pembentukannya. adalah : 1.Plotting Data. Adanya gawir sesar.Sketsa/foto.analisis sistem tegasan. Contoh . Memplot data struktur ke dalam peta harus tepat pada posisi sebenarnya. Gejala Umum Setelah Proses Pensesaran Ada beberapa gejala struktur yang dapat diamati baik melalui penafsiran foto udara. citra indraja dan foto udara (sudah dibahas di atas).

juga dapat diketahui dari posisi stratigrafi. 3. yang dicirikan dengan adanya tebing bukit yang memanjang relatif barat-timur (gawir sesar) dilihat dari Lembang ke arah selatan. Dalam hal ini perlu dibuat penampang geologi. 2. Namun dalam hal ini harus hati-hati dalam menentukan jenis serta jalur sesarnya 5. Dalam hal ini perlu dikompilasi dengan data struktur lainnya 6. Adanya pergeseran batas satuan dan atau pergeseran sumbu lipatan. Adanya pembentukan sesar. maka kemungkinan besar batuannya telah terpatahkan. Adanya cermin sesar merupakan indikasi yang paling penting. Adanya struktur kekar baik yang sifatnya kekar gerus (shear joint) atau tarikan (tension joint). Adanya kemiringan bidang lapisan yang cukup besar (>70). 4. Jalur sesar dapat diketahui dengan menarik jalur kelurusan yang melalui beberapa gejala tersebut. Dalam hal ini perlu dicari bukti lainnya misal ada/tidaknya sesar minor atau inidikasi lainnya yang menunjang (drag fault. selain gejala pensesarannya dapat diamati langsung di lapangan. dsb). 8. mencirikan bahwa di daerah tersebut telah mengalami deformasi yang kuat. . Adanya jejak-jejak pensesaran berupa breksi sesar dan milonit. Adanya drag fault dan drag fold merupakan salah satu indikasi adanya proses pensesaran. Adanya perbedaan pola lipatan yang mencolok satu dengan lainnya. 9.kasus yang terakhir adalah Sesar Lembang. Gawir sesar umumnya terbentuk akibat sesar normal. 7. Apabila sifat batuannya “Brittle”. karena secara langsung menunjukan adanya proses pensesaran.

10. Pengolahan Data Jurus dan Kemiringan Lapisan Batuan a). ditampilkan dalam bentuk simbol pada peta topografi.Adanya pembelokan sungai yang tiba-tiba (harus hati-hati karena pembelokan sungai ini dapat terjadi karena adanya perubahan sifat fisik batuan). E. bagaimana penyebaran dan arah sumbu lipatannya. Penjelasan rinci dari point E ini adalah sebagai berikut : 1. bidang sesar. liniasi dsb. Metoda Pola Jurus Perlapisan Batuan Data jurus dan kemiringan lapisan batuan. . yaitu : . Selanjutnya berdasarkan jurus perlapisan. Pengolahan data berasal dari hasil pengamatan dan pengukuran bidang lapisan batuan. Dijumpai adanya deretan mata air panas 11. jika ada apakah lipatan tersebut antiklin atau sinklin (tandai dengan simbol sumbu lipatan). apakah lipatannya normal atau rebah (sudah ada pembalikan). . Pengolahan Data Data yang didapatkan dari hasil penelitian lapangan. Dengan cara ini akan diketahui beberapa hal. selanjutnya diolah baik secara manual maupun secara komputasi.Ada/tidaknya sumbu lipatan. ditarik garis kelurusannya (setelah dilakukan koreksi topografi).Bagaimana pola lapisan batuannya (pola lipatan). apakah ada perbedaan antara 1 (satu) pola lipatan dengan pola lipatan lainnya.

Kepentingan pengolahan data dengan tampilan Diagram Roset adalah untuk mendapatkan arah dominan bidang kekarnya. b). tegasan menengah (2) dan tegasan minimum (3). .. Metoda Diagram Kontur Data jurus dan kemiringan lapisan batuan ditampilkan dalam bentuk diagram kontur. Pengolahan data dilakukan secara komputasi dengan mempergunakan program “dip”. Harus diperhatikan bahwa pengukuran data kekar ini dilakukan pada daerahdaerah yang berada di dalam zona pensesaran.Jika dikompilasikan dengan data jenis batuan (dominansi batuan) dan umur batuannya. Hasil pengolahan data ini ditampilkan dalam bentuk diagram kipas. Data Kekar . Pengolahan data dilakukan secara komputasi dengan mempergunakan program “Dip”. Data Cermin Sesar (slicken side) . Caranya dengan mengolah data kekar (jurus dan kemiringan) ke dalam bentuk diagram roset dan kontur.Diagram kontur. Dengan diketahuinya kedudukan masingmasing sistem tegasan tersebut akhirnya dapat menunjukan sifat tegasan pembentuk sesarnya. 3. Diagram kontur dimaksudkan untuk mengetahui posisi maksima dari seluruh data kekar yang selanjutnya digunakan untuk mengetahui posisi tegasan utama (1). Proyeksi ini digunakan untuk memecahkan masalah hubungan sudut baik garis dan bidang di dalam ruang. 2. yaitu pengolahan data jurus dan kemiringan lapisan batuan dengan memproyeksikan data tersebut secara stereografi.Data kekar digunakan untuk mengetahui sistem tegasan yang mempengaruhi pembentukannya. akan diketahui penyebaran satuan batuannya. Dengan cara ini selanjutnya akan diketahui gambaran dari suatu geometri lipatan dan selanjutnya digunakan untuk mengetahui jenis lipatannya (klasifikasi lipatan).

G. Pengolahan data ini ditampilkan dalam bentuk diagram roset dan stereogram sistem tegasan. F. sketsa . tegasan menengah (2) dan tegasan minimum (3).Data cermin sesar diperlukan untuk mengetahui sistem tegasan pembentuk sesar. antara lain keakuratan dalam mengukur unsur-unsur struktur geologi. ketepatan dalam memploting data geologi ke dalam peta topografi. Pembuatan Laporan Hasil analisis geologi daerah penelitian selanjutnya ditampilkan dalam bentuk buku laporan yang di dalamnya dilengkapi dengan peta struktur. sedimentologi. Sasaran penelitian ini pada akhirnya dapat menjelaskan kondisi struktur geologi baik lipatan dan sesar. pola dan genetik pembentukan struktur geologinya. Analisis Data Analisis data dilakukan untuk memecahkan persoalan geologi. yang didalamnya menggambarkan posisi tegasan utama (1). Kualitas analisis data tergantung pada beberapa faktor. sedangkan stereogram untuk mengetahui sistem tegasannya. Pengolahan data dilakukan secara komputasi dengan mempergunakan program dip dan stress. tingkat pemahaman mengenai konsep/teori/model pembentukan struktur geologi. Sistem tegasan pembentuk sesar diketahui dari gambaran stereogram. paleontologi. umur batuan dan morfologinya. pengetahuan geologi lainnya (stratigrafi. yang didalamnya mencakup penjelasan mengenai : jenis. khususnya mengenai jenis struktur geologi (Geometri) serta tektonik yang melatarbelakangi pembentukannya (Kinematika dan dinamika). Dalam tahap analisis ini perlu diperhatikan pula aspek sedimentologi. arah tegasan. petrografi dsb) serta pengetahuan mengenai kondisi geologi yang akan diteliti baik secara lokal maupun regional. penampang struktur. sifat tegasan dan gambaran streogram masing-masing cermin sesarnya. stratigrafi. Analisis struktur geologi dilakukan setelah peta dan penampang struktur selesai dikerjakan. Diagram roset diperlukan untuk mengetahui arah dominan cermin sesarnya. bentuk.

singkapan. 3. Struktur Sesar. crest dsb). . hinge point. pemetaan lanjut dan skripsi. Hal ini sangat relevan mengingat dalam pemetaan geologi lanjut. yang didalamnya membahas mengenai geometri lipatan (Hinge line. dan genetik pembentukannya yang dibahas secara umum. Contoh kasus ini. sistem tegasan. limb. G. seperti petrografi. terutama sering dijumpai di dalam laporan pemetaan geologi pendahuluan dan geologi lanjut. yang membedakan diantara keduanya adalah dalam hal ketajaman analisisnya. Struktur lipatan. klasifikasi kekar dan genetik pembentukannya yang dibahas secara umum. timothy). masih belum jelas.1. trough. yang didalamnya membahas mengenai geometri. Oleh karenanya sistimatika pembahasan di dalam laporan pemetaan geologi pendahuluan dan pemetaan geologi lanjut relatif tidak berbeda. 2. klasifikasi sesar. axial plane. geodinamik dan struktur Indonesia. Hingga saat ini kriteria batasan pembuatan laporan sub-bab struktur geologi di dalam pemetaan pendahuluan. lampiran hasil pengukuran data dsb. antara lain : A. yang didalamnya membahas mengenai geometri sesar. gejala sesar di lapangan. gambar model genetik pembentukan struktur. Teori : 1. klasifikasi lipatan (Rickard. inflextion point. Pembahasan Sub Bab Geologi Struktur Dalam Pemetaan Pendahuluan Materi yang diberikan dalam perkuliahan/praktikum geologi struktur yang menunjang untuk kegiatan pemetaan geologi . yang nantinya sebagai bekal dalam melakukan pemetaan geologi lanjut. dimana pembahasan sub bab geologi struktur tidak ada bedanya. Sebenarnya pemetaan geologi pendahuluan dimaksudkan untuk melatih mahasiswa dalam melakukan pemetaan geologi. hobs. setiap mahasiswa sudah mendapatkan mata kuliah lanjut (mata kuliah wajib). Struktur Kekar.

5. data lapangan dan hasil rekontruksi pola jurus. timothy . diagram polar dsb) secara manual dan komputasi dengan mempergunakam program Dip 7. Praktikum 1. Membahas mengenai macam/jenis struktur geologi yang berkembang di daerah penelitian berdasarkan point 1. Membuat batas satuan/formasi pada peta geologi dengan menggunakan Hukum “V”. 6. Pembahasan struktur lipatan dilengkapi dengan menampilkan diagram kontur. Pembahasan mencakup geometri. Smid net. Membuat diagram roset secara manual dan komputasi dengan mempergunakan program Dip. Dengan cara ini mahasiswa dapat mengetahui gambaran struktur geologi secara umum. Latihan membuat peta pola jurus Dengan materi perkuliahan tersebut di atas. Membahas hasil penafsiran citra landsat.B. intensitas sesar dsb. foto udara atau peta topografi daerah penelitian. klasifikasi dan jalur struktur geologi baik lipatan maupun sesar. Latihan mengeplot dan menggambarkan unsur-unsur struktur secara manual dan komputasi dengan mempergunakan program Stereograph. Menghitung ketebalan lapisan 4. 8. foto udara dan peta topografi. Proyeksi bidang/garis ke dalam stereografi berupa diagram titik. rickard. Menganalisi kelurusan topografi berdasarkan penafsiran citra landsat. Pembuatan penampang struktur dengan menggunakan metoda Bush dan Kink 3. 2. (Hasil penafsiran struktur tersebut ditampilkan dalam peta struktur dan diagram roset). 2. kontur dan busur (Wulf net. maka pembahasan mengenai sub bab geologi struktur di dalam laporan pemetaan geologi pendahuluan adalah : 1. 9. Di dalamnya mencakup bahasan mengenai arah umum jalur sesar. sebagai dasar menentukan jenis lipatan (klasifikasi dari Hobs. Menentukan sistem tegasan secara manual dan komputasi dengan mempergunakan program Stress.

dst. 3. Dalam hal ini perlu dipahami teori/konsep struktur geologi serta menguasai tentang geologi regional yang berkaitan dengan daerah penelitian. . b. Sinklin Jatinangor dan Antiklin Cibiru (Tabel 4.1). adalah sebagai berikut : a. Antiklin Dago termasuk ke dalam jenis upright inclined fold (Rickard.. hal ini ditunjukan dengan intensitas kehadiran struktur sesar yang cukup rapat. selanjutnya : … dengan berkembangnya pola kelurusan demikian dapat ditafsirkan bahwa daerah penelitian telah mengalami tektonik yang cukup kuat. …Selanjutnya : . membentang mulai dari sekitar Kampung Cileunyi hingga Gunung Geulis. membentang mulai sekitar Kampung Padasuka dibagian selatan hingga Kampung Kiarapayung di bagian utara.dsb). yaitu Antiklin Dago. ……Selanjutnya : … berdasarkan geometri lipatannya. Berdasarkan hasil interpretasi foto udara yang ditampilkan dalam peta penafsiran struktur (Gambar 4. Analisis struktur geologi mencakup genetik dan waktu kejadiannya. selanjutnya (bahas struktur lipatannya) : … berdasarkan hasil rekontruksi pola jurus diketahui ada 3 sumbu lipatan. Kelurusan berarah barat-timur umumnya sejajar dengan arah punggungan perbukitan sedangkan kelurusan berarah baratlaut-tenggara dan timurlaut-baratdaya umumnya memotong jalur punggungan perbukitan. Selanjutnya (bahas struktur sesar) : Sesar Cicaheum terletak di bagian barat daerah penelitian berarah baratlaut-tenggara. ………dst. …. 1975). Antiklin Dago relatif berarah barat-timur. timurlautbaratdaya dan baratlaut-tenggara (Gambar 4.2). Beberapa contoh laporan sub bab geologi struktur. Dst.1) diketahui ada beberapa arah umum kelurusan yang diperkirakan sebagai akibat proses pensesaran. Struktur geologi daerah penelitian terdiri atas struktur lipatan dan struktur sesar (bahas secara umum kondisi struktur geologi daerah penelitian). Dst …. yaitu kelurusan berarah barat-timur. Kelurusan berarah baratlaut-tenggara dan timurlaut-baratdaya diperkirakan merupakan pasangan sesar yang terjadi pada periode tektonik yang sama. Di beberapa tempat jalur lipatan ini dipotong oleh Sesar Cicaheum dan Sesar Cipadung. Pembahasan struktur sesar dilengkapi dengan gambar stereogram sistem tegasan.

(Catatan : Identifikasi adanya struktur sesar dapat pula disimpulkan berdasarkan hasil rekontruksi pola jurus. disamping ilmu lainnya yang menunjang (Petrografi dsb). c. . Apabila data pengukurannya banyak lebih baik ditampilkan ke dalam bentuk tabel dan apabila datanya sedikit dapat langsung ditulis hasil pengukurannya secara lengkap. 1975).Ditemukannnya sejumlah drag fault di lokasi Csr-2 dan Ckd-4. disimpulkan bahwa Sesar Cicaheum termasuk ke dalam jenis left handed reverse slip fault (Rickard. . G.Ditemukannya beberapa lokasi singkapan breksi sesar di BB-1. Selanjutnya harus dibahas pula mengenai mekanisme pembentukannya. Selanjutnya : Berdasarkan geometri sesarnya . BB-5 dan CSR-7.Ditemukannya sejumlah pengukuran jurus dan kemiringan lapisan yang tidak beraturan. materi yang diajarkan. Pembahasan Sub Bab Geologi Struktur Dalam Pemetaan Lanjut Pembahasan sub-bab geologi struktur di dalam laporan pemetaan geologi lanjut harus lebih mendalam. apakah akibat tektonik kompresi atau ekstensional dan bagaimana kaitannya dengan struktur geologi regional daerah penelitian. misalnya ada sumbu lipatan yang bergeser atau dapat pula berdasarkan posisi stratigrafinya).2. Di dalam mata kuliah Geodinamik dan Struktur Indonesia. Di dalam sub bab ini yang dibahas mengenai : kapan terjadinya proses pembentukan struktur lipatan dan sesar dikaitkan dengan umur batuan yang disesarkannya (stratigrafi). dst. Selanjutnya harus dibahas mengenai analisis struktur geologi daerah penelitian ke dalam sub-bab tersendiri. antara lain : . . karena mahasiswa yang bersangkutan telah mendapatkan mata kuliah Geodinamik dan Struktur Indonesia.Ditemukan sejumlah cermin sesar di lokasi BB-1 (BB-1 = lokasi pengukuran berada pada lintasan pengamatan Buahbatu pada nomor lokasi 1).Sesar ini diketahui berdasarkan hasil interpretasi foto udara berupa adanya kelurusan Sungai Buahbatu dan data lapangan berupa : .

Flower structure dan sebagainya. genetik serta lingkungan tektoniknya). selanjutnya membahas persamaan dan perbedaan genetik kedua pola tersebut. Imbricate/duplexe . Mempelajari mekanisme dan dinamika pergeseran antar lempeng (Bertumbukan. Mempelajari pembentukan sesar normal regional baik geometri dan genetiknya. Disamping itu dipelajari secara khusus mengenai Riedel shear. Secara khusus dipelajari mengenai Sesar Domino. Listric fault. dsb. berpapasan atau bergerak saling menjauh). Mempelajari pola struktur yang dihasilkan pada masing-masing lingkungan tektonik. Misalnya pola struktur lipatan anjakan akan berkembang di lingkungan tektonik Back arc dan Fore Arc. 6. Berdasarkan pada jenis struktur geologinya. Contoh pembahasan tersebut. 2. Bukti-bukti yang menunjukan hal tersebut antara lain dengan berkembangnya struktur lipatan yang intensif. 3. Selanjutnya apa produk struktur yang dihasilkan dari masing-masing kejadian tersebut. Mempelajari pengaruh tumbukan lempeng Asia. Dst . Mempelajari pembentukan sesar naik (Thrust) regional baik geometri (Imbricate atau duplex) maupun genetiknya (Diapirik. serta adanya dominasi sesar naik dan sesar mendatar. maka disimpulkan bahwa tektonik yang mempengaruhi pembentukannya bersifat kompresi. Mempelajari teori tektonik lempeng (Sejarah perkembangan teori tektonik lempeng. 5. Dengan asumsi bahwa setiap mahasiswa sudah mendapatkan kedua mata kuliah tersebut di atas maka perbedaan pembahasan sub bab geologi struktur di dalam laporan pemetaan geologi pendahuluan dan pemetaan lanjut adalah pada ketajaman analisisnya. Gravity sliding atau underthusting). misalnya : … Struktur sesar di daerah penelitian secara regional diakibatkan oleh terjadinya tumbukan Lempeng Asia dengan Lempeng Indo-Ausatralia yang berlangsung sejak Miosen hingga sekarang. genetik.1. Hindia Australia dan Pasifik sebagai pembentuk struktur regional di Indonesia. 4. Mempelajari pembentukan sesar mendatar regional (Wrench fault) baik geometri. 7.

. yang lazim dikenal sebagai Pull apart (Park. apabila mahasiswa tertarik untuk mempelajari geologi struktur sebagai bahan skripsinya. 1982). Skripsi merupakan tugas akhir yang wajib dilaksanakan oleh setiap mahasiswa. Data kelurusan tersebut perlu ditampilkan juga dalam bentuk diagram mawar. Berkaitan dengan masalah tersebut di atas. bidang lapisan serta unsur pendukungnya berupa lokasi gawir sesar. foto udara dan peta topografi. G.3. dengan maksud untuk menguji kemampuan mahasiswa pada bidang yang lebih khusus. sedemikian rupa pada daerah di antara kedua sesar mendatar tersebut berkembang sesar normal. Oleh karenanya materi utama yang dibahas di dalam laporan skripsi harus lebih mendalam dibandingkan dengan materi lainnya. Membuat peta kelurusan berdasarkan citra landsat. Adanya tektonik kompresi ini ditunjukan dengan berkembangnya beberapa sesar mendatar yang ukurannya relatif panjang (sesar regional). tektonik yang mempengaruhi pembentukannya struktur sesar di daerah penelitian ini bersifat kompresi. Pembahasan Struktur Geologi Di Dalam Laporan Kajian Khusus (Skripsi) Bidang Geologi Struktur. milonit. mata air dsb. 2. di dalamnya harus mengerjakan : 1. lipatan seret. maka laporan skripsi dengan kajian khusus bidang geologi struktur geologi. maka pembahasan materi geologi struktur harus lebih detail dan mendalam dibandingkan dengan pembahasan struktur geologi di dalam laporan pemetaan geologi. dengan maksud untuk mengetahui arah umum jalur sesarnya. Hal ini perlu dilakukan sebagai dasar observasi di lapangan dan sebagai bahan analisis selanjutnya. namun secara regional. misalnya lokasi ditemukannya cermin sesar. Membuat peta lokasi ditemukannya gejala struktur. breksi sesar. Berkaitan dengan masalah ini.Contoh lainnya : … walaupun di daerah penelitian ini berkembang beberapa sesar normal.

Ploting data unsur struktur seluruhnya harus ditampilkan dalam peta kerangka. di setiap lokasi pengukuran. maka pola struktur sesar tersebut termasuk ke dalam kelompok thrust system. lebih detail lagi apakah sesar naik tersebut berjenis backlimb thrust atau forelimb thrust. H. Membuat tabel hasil pengukuran cermin sesar. Selanjutnya diidentifikasi apakah sistem sesar naik tersebut berjenis Imbricate atau Duplexes. Akhirnya dapat menjelaskan kedudukan masing-masing sesar naiknya. 5. Membuat penampang struktur sesar di beberapa lintasan. bidang lapisan. Pembuatan Peta Data hasil pengamatan dan pengukuran unsur-unsur struktur geologi ditampilkan dalam peta kerangka geologi (untuk pemetaan geologi pendahuluan dan lanjut) atau peta lokasi pengukuran unsur struktur (untuk skrispsi dengan kajian khusus bidang struktur). dengan maksud untuk mengetahui gambaran struktur geologi secara lebih jelas lagi pada masing-masing lintasan yang akhirnya dapat memudahkan dalam menganalisis tektonik daerah penelitian secara menyeluruh. Dengan cara ini akan lebih mudah menganalisis tektonik daerah penelitian secara lebih terpadu. Menganalisis pembentukan struktur geologi berdasarkan konsep/teori yang sudah diakui (Dipublikasikan baik dari teks book maupun makalah). Selanjutnya dengan penampang struktur sesar ini dapat ditentukan transport tektoniknya. simbol litologi dsb. Oleh karenanya peta ini sangat penting karena berisi informasi segala gejala geologi hasil penelitian lapangan. Misalnya apabila di dalam penampang struktur sesar tersebut di dominasi oleh sesar naik.3. indikasi gejala pensesaran. Di dalam peta kerangka geologi yang lazim ditampilkan adalah hasil pengukuran jurus dan kemiringan lapisan batuan. Dalam hal ini apabila di dalam suatu lintasan pengamatan dijumpai singkapan yang rapat dan . apakah sebagai Fore thrust atau back trhust. 4. serta mengkaitkannya dengan lingkungan tektoniknya (Tektonik lempeng). bidang kekar dsb.

gejala pensesaran berupa breksi sesar. dengan cara ini akan diketahui posisi dan jalur sumbu lipatan (jika ada) maupun jalur sesarnya. Oleh karenanya hasil rekontruksi pola jurus hanya bersifat semu (karena ploting data jurus dan kemiringan lapisan batuan tidak pada tempat sebenarnya). mata air panas dsb. Prosedur sebenarnya dalam merekontruksi pola jurus adalah dengan menyamakan kedudukan data pengukuran pada elevasi yang sama (Hal ini berlaku pula dalam pembuatan penampang geologi). Peta struktur ini dibuat berdasarkan Peta Kerangka. . Semua data pengukuran umsur struktur seluruhnya ditampilkan di dalam Peta Struktur (lihat contoh peta struktur pada lampiran). Lebih jauh lagi apabila dikompilasi dengan data stratigrafi dan paleontologi akan diketahui penyebaran batuannnya secara lateral. Pada saat ini ada kendala untuk memplot data pengukuran unsur struktur sebanyak mungkin ke dalam peta kerangka. data cermin sesar. Untuk kepentingan ini setiap data harus diproyeksikan pada level yang sudah ditentukan. Peta lokasi unsur struktur ini menunjukan lokasi hasil pengukuran jurus dan kemiringan lapisan batuan. yang dinamakan sebagai Peta Lokasi Unsur Struktur. Oleh karenanya laboratorium geodinamik yang berkepentingan dalam masalah ini memutuskan untuk mengganti Peta Pola Jurus Perlapisan Batuan menjadi Peta Struktur. Penampang struktur. stratigrafi dan umur batuan. milonit. sehingga memerlukan waktu yang cukup lama (ingat waktu yang diberikan untuk menyelesaikan tugas ini maksimal 3 semester). karena di dalam peta ini tidak hanya data struktur yang diplot namun simbol litologinyapun harus dicantumkan. Oleh karenanya perlu dibuat satu peta lagi yang khusus menggambarkan hasil pengukuran unsur struktur. Pada saat ini hasil rekontruksi pola jurus ditampilkan dalam peta tersendiri yang dinamakan sebagai Peta Pola Jurus Perlapisan Batuan. Peta lokasi struktur digunakan untuk merekontruksi pola jurus.menerus maka sedapat mungkin data tersebut diplot ke dalam peta kerangka. Selama ini rekontruksi pola jurus yang dilakukan oleh mahasiswa tidak memperhatikan elevasi (topografi) sebagai dasar dalam koreksi topografi (ingat hukum “V).

peta struktur. Peta geologi ini merupakan hasil analisis data dari peta kerangka. (Semua data pengukuran Peta Struktur ditampilkan dalam Peta geologi) .Peta Geologi merupakan tujuan utama dalam pemetaan geologi. rekontruksi pola jurus. penampang geologi. stratigrafi dan umur batuan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful