P. 1
Met Stat

Met Stat

|Views: 6|Likes:
Published by jambon0000

More info:

Published by: jambon0000 on Feb 01, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/01/2014

pdf

text

original

KELOMPOK METODE STATISTIKA

Nama Anggota

:

1. Muhammad Jamaludin (G14110003) 2. Muklas Rivai (G14110010) 3. Yuniar Widyanastyah (G14110040) 4. Gita Septiana Dewi (G14110044) 5. Sifaldi Lafery (G14110050) 6. Indah Novidtri (G14110052) 7. Fauzi (G14110059) 8. Citra Mufidah Lestari (G14110064) 9. Kurnia Sekar Negari (G14110069) 10. Adi Nugraha (G14110081)

STATISTIKA 48

1. Jelaskan pengertian hipotesis, lengkapi dengan contoh. Jawab : Hipotesis berasal dari bahasa Yunani, yaitu hupo dan thesis. Hupo berarti lemah, kurang, atau di bawah dan thesis berarti teori, proposisi, atau pernyataan yang disajikan sebagai bukti. Jadi, hipótesis dapat diartikan sebagai suatu pernyataan yang masih lemah kebenarannya dan perlu dibuktikan atau dugaan yang sifatnya masih sementara. CONTOH :  Besok akan turun hujan  mungkin benar/salah  Penambahan pupuk meningkatkan produksi  mungkin benar/salah  Varietas A lebih baik dibandingkan dengan varietas B  mungkin benar/salah  dll 2. Kapan suatu hipotesis disebut sebagai hipotesis statistik? Jawab : Suatu hipotesis disebut sebagai hipotesis statistik ketika pernyataan atau dugaan yang berisi tentang nilai suatu parameter populasi yang mungkin bernilai benar atau salah, dimana hipotesis tersebut mempunyai sifat dikotomis. 3. Dalam pengambilan keputusan dari suatu hipotesis statistik akan selalu disertai dengan kesalahan. Jelaskan secara singkat kesalahan apa yang dimaksud? Jawab : Kesalahan yang dimaksud adalah analisis yang tidak sesuai dengan hipotesis yang ditentukan dari awal, akibatnya kita bisa menolak atau menerima hipotesis tersebut. Kesalahan dibagi menjadi 2, yaitu: a) Galat jenis 1 : kesalahan akibat menolak H0 padahal H0 benar Peluangnya = P(tolak H0 | H0 benar) = α b) Galat jenis 2 : kesalahan akibat menerima H0 padahal H1 benar Peluangnya = P(terima H0 | H1 benar) = β Keterangan: H0 = pernyataan yang ingin kita tolak H1 = pernyataan yang lain yang akan diterima jika H0 ditolak 4. Disamping kesalahan pengambilan keputusan, juga dikenal adanya kebenaran pengambilan keputusan. Jelaskan secara singkat kebenaran apa yang dimaksud? Jawab : - Salah jenis I (Error type I) : kesalahan akibat menolak H0 padahal H0 benar Berarti kebenaran yang dimaksud pada salah jenis I adalah: Menolak H0 ketika H0 salah. Artinya, kita menolak hipotesis tersebut (H0) yang memang seharusnya ditolak. - Salah jenis II (Error type II) : kesalahan akibat menerima H0 padahal H1 benar Berarti kebenaran yang dimaksud pada salah jenis II adalah: Menerima H0 ketika H1 salah/H0 benar. Artinya, kita menerima hipotesis (H0) yang memang seharusnya diterima.

5. Susunlah matriks peluang kesalahan dan kebenaran yang terjadi antara nilai kebenaran suatu hipotesis dengan pengambilan keputusan. Jelaskan. Jawab : H0 benar Tolak H0 Peluang salah jenis I (Taraf nyata; ) Tingkat kepercayaan (1-) H0 salah Kuasa pengujian (1-) Peluang salah jenis II ()

Terima H0 •

Pengambilan keputusan akan memunculkan dua jenis kesalahan yaitu: – Salah jenis I (Error type I) : kesalahan akibat menolak H0 padahal H0 benar – Salah jenis II (Error type II) : kesalahan akibat menerima H0 padahal H1 benar Besarnya peluang kesalahan dapat ini dapat dihitung sebagai berikut: – P(salah jenis I) = P(tolak H0/H0 benar) =  – P(salah jenis II) = P(terima H0/H1 benar) = 

6. Jelaskan secara singkat bentuk hipotesis statistik? Jawab : Bentuk hipotesis statistik : a. H0 (Hipotesis ) : Suatu pernyataan yang bersifat “status quo”(tidak ada beda , tidak ada perubahan), suatu pernyataan yang ingin kita tolak b. H1(hipotesis tandingan): Pernyataan lain yang akan diterima jika H0 ditolak (Ada perbedaan, tedapat perubahan) 7. Kapan suatu pernyataan dituliskan dalam hipotesis nol(H0)? Jawab : Suatu pernyataan dituliskan dalam H0 saat pernyataan tidak memiliki perbedaan atau mempunyai perbedaan nol dengan hipotesis sebenarnya. 8. Untuk melakukan pengujian hipotesis memerlukan statistic uji. Apa yang menentukan jenis statistic uji yang akan digunakan? Jawab : Statistik uji yang digunakan sangat tergantung pada sebaran statistik dari penduga parameter yang diuji. CONTOH H0:  = 0 maka maka statistik ujinya bisa t-student atau normal baku (z) atau x  0 x  0 zh  th  / n s/ n

9. Bagaimana kriteria pengambilan keputusan dalam pengujian hipotesis? Jelaskan pula apa yang menjadi pertimbangan dalam menetapkan taraf nyata dalam pengujian hipotesis? Jawab : Kriteria pengujian adalah bentuk pembuatan keputusan dalam menerima atau menolak hipotesis nol (H0) dengan cara membandingkan nilai a tabel distribusinya (nilai kritis) dengan nilai uji statistiknya, sesuai dengan bentuk pengujiannya. a. Penerimaan H0 terjadi jika nilai uji statistiknya lebih kecil atau lebih besar dari pada nilai positif atau negatif dari a tabel. Atau nilai uji statistik berada di luar nilai kritis. b. Penolakan H0 terjadi jika nilai uji statistiknya lebih besar atau lebih kecil daripada nilai positif atau negatif dari a tabel. Atau nilai uji statistik berada di dalam nilai kritis. Besarnya taraf nyata sangat tergantung dari bidang yang sedang dikaji. 10. Diketahui : n = 20 Data : 70,85,93,93,95,97.5,99,99,99,100, 102.5, 103, 105, 105, 107, 107, 115, 115, 115, 125. a. Apakah dari data penjualan diatas terdapat harga penjualan yang ekstrem?(Gunakan box-plot) Jawab : nq1 = ¼ (n+1) = ¼ (20+1) = 5,25 Xq1 = 95 + 0,25(97,5 – 95) = 95 + ¼ . 2,5 = 95 + 0,625 = 95,625 = 2/4 (n+1) = 2/4 (21) = 10,5 = 107 + 0,5(102,5 – 100) = 100 + 0,5 . 2,5 = 101,25 = ¾ (n+1) = ¾ (21) = 15,75 = 107 + 0,75(107-107) = 107 = Q3 + 3/2 (Q3 –Q1) = 107 + 3/2 (107-95,625) = 124,0625

nq2

Xq2

nq3

Xq3 PDA

PDB

= Q1 – 3/2 (Q3-Q1) = 95,625 – 3/2 (107 – 95,625) = 78,5625 = Q3 + 3 (Q3-Q1) = 141,125 = Q1 – 3(Q3-Q1) = 61,5

PLA

PLB

Pencilan minor : 70 dan 125
Boxplot
130

120

110

Data

100

90

80

70

b. Hitunglah rata-rata dan standar error dari rata-rata data penjualan di atas tanpa mengikutkan data penjualan yang ekstrem. Jawab: n  xi x  i 1 n

x = 101,94

S = 8,14

c. Buatlah selang kepercayaan 95% bagi rata-rata populasi harga mobil bekas merk XXX tahun perakitan 2005. Jawab: SK (1-α)=95% α= 5% = 0,05 db = n-1= 19 t(0,025;19) = 2,093 s x  t 2 ( n 1) = 101,5 ± 2,093 (11,87 ÷ 20) n = 95,94 < µ < 107,06 Kita percaya 95% bahwa rata-rata populasi harga mobil bekas merk XXX tahun perakitan 2005 berada pada selang 95,94 < µ < 107,06. d. Susunlah hipotesis yang akan di uji Jawab : H0 : μ ≤ 100 juta e. Lakukan pengujian hipotesis pada taraf nyata 5% Jawab :  α = 5% = 0,05
th  x  0 s/ n

= 0,57  Titik kritis Taraf nyata 5% t(α, db=n-1) t(0,05,19) = 1,729

f. Apa kesimpulan yang dapat Anda ambil? Jawab : cukup bukti untuk menyatakan bahwa harga mobil bekas merk XXX tahun perakitan 2005 sudah lebih dari 100 juta pada taraf nyata 5%. g. Jika taraf nyata pengujian diturunkan menjadi 1%, apakah kesimpulannya sama dengan kesimpulan butir f? Jawab : α =1%= 0,01 t(0,01;19) = 2,539 Kesimpulan masih tetap sama dengan butir f h. Jika taraf nyata pengujian diturunkan menjadi 10%, apakah kesimpulannya sama dengan kesimpulan butir f?

Jawab: α =10%= 0,1 t(0,1; 19) = 1,328 Kesimpulan masih tetap sama dengan butir f

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->