Kurikulum Pendidikan Ners Tahap Akademik (Sarjana Keperawatan): Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi

Fakultas Keperawatan Universitas Andalas Tahun 2012

komprehensif dan kritis dalam mengaplikasikan konsep kegawatan. Melakukan simulasi pengelolaan asuhan keperawatan pada sekelompok klien dengan kegawatan. Melakukan simulasi asuhan keperawatan dengan kasus kegawatan. kedaruratan I pada berbagai tingkat usia . kedaruratan dan kegawat daruratan I terkait multi sistem dan menggunakan hasil-hasil penelitian dalam mengatasi masalah kegawatan. kedaruratan dan kegawat daruratan I terkait multi sistem pada individu dengan berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. 2. kegawat daruratan I terkait multi sistem pada individu dengan berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis. kedaruratan dan kegawat daruratan terkait berbagai sistem pada individu sesuai tingkat usia manusia mulai dari bayi sampai dengan sampai lansia. kedaruratan dan kegawat daruratan I terkait multi sistem pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis 5. Kompetensi blok 21 (Keperawatan kegawatdaruratan) Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran pada blok 21 (Keperawatan kegawatdaruratan ) mahasiswa akan mampu : 1. Melaksanakan fungsi advokasi pada kasus dengan gangguan sistem kegawatan. 3.Mata Kuliah Beban Studi Prasyarat : Keperawatan kegawatdaruratan sistem : 3 SKS :- Deskripsi Mata Kuliah Mata kuliah ini membahas tentang prinsip-prinsip teoritis dan keterampilan klinis keperawatan tentang kegawatan. Mengidentifikasi masalah-masalah penelitian yang berhubungan dengan kegawatan. Fokus mata kuliah ini meliputi berbagai aspek yang terkait dengan kegawatan. kedaruratan. kedaruratan dan kegawat daruratan dengan pendekatan asuhan keperawatan sebagai dasar penyelesaian masalah. Melakukan simulasi pendidikan kesehatan dengan kasus kegawatan. Kegiatan belajar mahasiswa berorientasi pada pencapaian kemampuan berfikir sistematis. kedaruratan dan kegawat daruratan. kedaruratan dan kegawat daruratan I 4.

Project Based Learning (PjBL). SGD. Patofisiologi pada kasus syok.6. SGD . Lab skills. Project Based Learning (PjBL). sistem pada individu dengan nasional. multi trauma dan over dosis dan keracunan obat 3. sekunder. syok. Jamkesmas) Melakukan simulasi Pencegahan primer. keperawatan dengan kasus multi trauma dan over dosis kegawatan. Case study. kedaruratan dan kegawat daruratan terkait multi sistem pada individu dengan Mini Lecture. Case study. multi trauma dan over dosis dan keracunan obat 4. Case study. kedaruratan syok. Dokumentasi asuhan keperawatan 6. kedaruratan dan dan keracunan obat pada kegawat daruratan terkait multi berbagai tingkat usia di daerah. multi trauma dan over dosis dan kegawat daruratan terkait dan keracunan obat multi sistem pada individu dengan berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis Mengidentifikasi masalahHasil-hasil penelitian terkait pada masalah penelitian yang kasus syok. Sistem layanan kesehatan untuk pasien dengan gangguan pada kasus syok. Lab skills Telaah jurnal. Pengkajian sistem pada kasus etis. multi trauma dan over dosis dan keracunan obat 5. mapping based learning 2 3 Melakukan simulasi asuhan 1. SGD. Diagnosa keperawatan pada gangguan pada kasus syok. multi trauma dan over dosis dan keracunan obat (rujukan. Perencanaan implementasi/ evaluasi keperawatan pada gangguan pada kasus syok. regional dan berbagai tingkat usia dengan internasional memperhatikan aspek legal dan 2.Gakin. multi trauma dan over berhubungan dengan dosis dan keracunan obat kegawatan. Mendemonstrasikan intervensi keperawatan pada kasus dengan gangguan sistem kegawat daruratan I pada berbagai tingkat usia sesuai dengan standar yang berlaku dengan berfikir kreatif dan inovatif sehingga menghasilkan pelayanan yang efisien dan efektif. dan pendidikan kesehatan dengan tersier pada masalah pada kasus kasus kegawatan. No 1 Kompetensi blok 21 Bahan kajian Metoda Mini Lecture.

kedaruratan dan kegawat daruratan pada berbagai tingkat usia Mendemonstrasikan intervensi keperawatan pada kasus dengan gangguan sistem kegawatan. non maleficience.berbagai tingkat usia dan menggunakan hasil-hasil penelitian dalam mengatasi masalah kegawatan. Pengkajian kegawatan. multi trauma dan over dosis dan SGD keracunan obat (klasifikasi pada kasus syok. kedaruratan dan kegawat daruratan 2. multi trauma dan over dosis dan keracunan obat ) 1. Problem Based learning (PBL) Lab skills 6. SGD. Case study. kedaruratan dan kegawat daruratan 1. nilai dan norma masyarakat 2. beneficience. BCLS . Triase 3. moral right. dengan berfikir kreatif dan inovatif sehingga menghasilkan pelayanan yang efisien dan efektif Manajemen pada kasus syok. kedaruratan dan kegawat daruratan terkait multi sistem pada berbagai tingkat usia dengan memperhatikan aspek legal dan etis Melaksanakan fungsi advokasi pada kasus dengan gangguan sistem kegawatan. kedaruratan dan kegawat daruratan pada berbagai tingkat usia sesuai dengan standar yang berlaku. kedaruratan dan kegawat daruratan 4 Melakukan simulasi pengelolaan asuhan keperawatan pada sekelompok klien dengan kegawatan. Prinsip-prinsip etika keperawatan : otonomi. justice. Prosedur Keperawatan pada kegawatan. Nursing advocacy 5 Case study. multi trauma dan over dosis dan keracunan obat dan prioritas masalah pada kasus syok.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful