P. 1
herniotomi

herniotomi

|Views: 1,042|Likes:
herniotomi proses operasi
herniotomi proses operasi

More info:

Categories:Types, Research
Published by: Merissa Asrina Nenty on Feb 01, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/23/2014

pdf

text

original

Herniotomi

Diposkan oleh elisa sii princess mungill

Pengertian

Herniotomi adalah operasi pembebasan kantong hernia sampai ke lehernya, kantong hernia

dibuka dan isi hernia dibebaskkan kalau ada perlengketan, kemudian direposisi, kantong hernia

dijahit ikat setingggi mungkin lalu dipotong.

Herniopastik adalah tindakan memperkecil annulus inguinalis internus dengan memperkuat

dinding belakang kanalis inguinalis

Indikasi

Herniotomi dan hernioplastik dilakukan pada pasien yang mengalami hernia dimana tidak dapat

kembali dengan terapi konservatif.

Proses tindakan Herniotomi

Membuat sayatan miring dua jari diatas sias, kemudian Kanalis inguinalis dibuka, memisahkan

funikulus, dan kantong hernia dilepaskan dari dalam tali sperma, dilakukan duplikasi (pembuatan

kantong hernia),kemudian isi hernia dibebaskan jika ada perlengketan, kemudian direposisi.

Kantong hernia dijahit-ikat setinggi mungkin lalu dipotong.

Henioplastik

Memperkecil angulus internus dengan jahitan terputus, menutup dan memperkuat fascia

transversa dan memjahitkan pertemuan m.transversus internus abdominis dan m.oblikuus

internus abdominis keligamentum inguinalis. Ini merupakan metode Basini. Sedangkan untuk

metode Mc Vay yaitu menjahitkan fascia transversa, m.tranversus abdominis, m.oblikuus

internus abdominis ke ligamentum Cooper.

Persiapan Alat

- Alat tidak steril

- Meja operasi

- Mesin cauter

- Lampu

- Tempat sampah medis

- Tempat sampah baju, duk operasi

- Mesin anestesi

- Tiang infus

- Bahan Medis Habis Pakai

- Kassa steril 100

- Betadin 1

-

Alcohol

1

Polisorb

no.

1

1

Plain

no.

2/0

1

Surgipro

no

2/0

1

Handscoen

4

Set

infuse

1

Set

yang

dipakai

(instrument

yang

digunakan)

Instrumen

steril

(set

dasar

)

Mess

24

1

Scapel

mess

4

1

Pinset

anatomis

2

Pinset

cirurgis

2

Gunting

jaringan

2

Needle

Holder

3

Gunting

benang

1

Hemostatic

Forcep

Kelly

6

Hemostatic

Forcep

Kocher

6

Hemostatic

Forcep

Rochester-Pean

9

Sponge

Holding

Forcep

2

Pengait Langenbeck 2

HERNIA

Pendahuluan

Hernia merupakan protrusi atau penonjolan isi suatu rongga melalui defek atau bagian yang

lemah dari dinding rongga yang bersangkutan. Pada hernia abdomen, isi perut menonjol melalui

defek atau bagian yang lemah dari lapisan muskulo aponeurotik dinding perut. Hernia terdiri dari

cincin, kantong dan isi hernia.

Menurut sifatnya hernia dibagi menjadi 4, yaitu :

1. hernia reponibel

yaitu bila isi hernia dapat keluar masuk. Usus keluar jika berdiri atau mengedan dan masuk lagi

jika berbaring atau didorong masuk, tidak ada keluhan nyeri atau gejala obstruksi usus.

1. hernia irreponibel / hernia akreta

yaitu bila isi kantong hernia tidak dapat dikembalikan kedalam rongga. Biasanya disebabkan

oleh perlengketan isi kantong pada peritoneum kantong hernia. Tidak ada keluhan rasa nyeri

ataupun tanda sumbatan usus.

1. hernia inkarserata

yaitu bila isi hernia terjepit oleh cincin hernia, berarti isi kantong terperangkap, tidak dapat

kembali ke dalam rongga perut disertai terjadinya gangguan pasase usus. Hernia ini merupakan

penyebab obstruksi nomor satu di Indonesia.

1. hernia strangulata

yaitu bila isi hernia terjepit oleh cincin hernia, isi kantong terperangkap dan terjadi gangguan

pasase usus serta gangguan vaskularisasi sehingga dapat terjadi nekrosis.

Jika yang mengalami strangulasi hanya sebagian dinding usus disebut hernia Richter. Biasanya

pasase usus masih ada, mungkin terganggu karena usus terlipat sehingga disertai obstruksi usus.

Apabila sebagian dinding kantong hernia terbentuk dari organ yang merupakan isi hernia seperti

caecum, kolon sigmoid atau kandung kemih, disebut hernia geser. Hernia geser dapat terjadi

karena isis kantong berasal dari organ yang letaknya retroperitoneal. Alat bersangkutan tidak

masuk ke kantung hernia, melainkan tergeser dari retroperitoneal.

Hernia diberi nama menurut letaknya , misalnya diafragma, inguinal, umbilical, femoral. Yang

sering terjadi adalah hernia inguinalis.

HERNIA INGUINALIS

Hernia inguinalis merupakan hernia yang terjadi di kanalis inguinalis, yang dibatasi oleh :

Kraniolateral : annulus unguinalis internus yang merupakan bagian terbuka dari facia

transversalis dan aponeurosis m.transversus abdominis.

Medial bawah :annulus inguinalis eksternus yang merupakan bagian terbuka dari aponeurosis

m.oblikus eksternus.

Atap : aponeurosis m. oblikus eksternus.

Dasar : ligamentum inguinale

Pada pria kanalis inguinalis ini berisi facikulus spermatikus, vasa spermatika, nervus

spermatikus, m.kremaster, prosesus vaginalis peritonei, dan ligamentum rotundum, pada wanita

berisi ligamentum rotundum.

ETIOLOGI

y kongenital

kanalis inguinalis adalah kanal yang normal pada fetus. Pada bulan ke-8 kehamilan, terjadi

desensus testis melalui kanal tersebut. Penurunan testis tersebut akan menarik peritoneum

kedaerah skrotum sehingga terjadi penonjolan peritoneum yang disebut dengan prosesus

vaginalis peritonei. Pada bayi yang sudah lahir, umumnya prosesus ini sudah mengalami

obliterasi sehingga isi perut tidak dapat melalui kanal tersebut. Namun dalam beberapa hal,

sering kali kanalis ini tidak menutup. Karena testis kiri turun lebuh dahulu, maka kanalis

inguinalis kanan lebih sering terbuka. Bila kanalis kiri terbuka biasanya yang kanan juga terbuka.

Dalam keadan normal, kanalis yang terbuka ini akan menutup pada usia 2 bulan. Bila prosesus

terbuka terus ( karena tidak mengalami obliterasi ), akan timbul hernia inguinalis lateralis

kongenital.

y Di dapat

1. anulus inguinalis internus yang cukup lebar sehingga dapat dilalui oleh kantong dan isi

hernia.

2. peninggian tekanan intraabdomen kronik yang dapat mendorong isi hernia melewati

melewati annulus internus yang cukup lebar, seperti batuk kronik, pekerjaan mengangkat

benda berat, hipertrofi prostad, konstipasi, dan asites. Peninggian tekanan intra abdomen

juga dapat membuka kembali kanalis inguinalis.

3. kelemahan otot dinding perut karena usia. Sehingga insiden hernia meningkat dengan

bertambahnya umur, mungkin karena meningkatnya penyakit yang meninggikan tekanan

intra abdomen dan jaringan penunjang berkurang kekuatannya.

Pada orang yang sehat ada tiga mekanisme yang dapat menegah terjadinya hernia inguinalis,

yaitu kanalis inguinalis yang berjalan miring, adanya struktur m.oblikus internus abdominis yang

menutup annulus inguinalis internus ketika berkontraksi, dan adanya facia transfersa yang kuat

yang menutupi trigonum Hasselbach yang umumnya hampir tidak berotot. Gangguan pada

mekanisme ini dapat menyebabkan terjadinya hernia.

Dalam keadaan relaksasi otot dinding perut, bagian yang membatasi annulus internus turut

kendur. Pada keadaan ini tekanan intra abdomen tidak tinggi dan kanalis inguinalis berjalan lebih

vertical. Sebaliknya bila otot dinding perut berkontraksi, kanalis inguinalis berjalan lebih

transversal dan annulus inguinalis tertutup sehingga dapat mencegah masuknya usus kedalam

kanalis unguinalis. Kelemahan otot dinding perut antara lain terjadi akibat kerusakan

n.iliofemoralis dan n. ilioinguinalis setelah apendektomi.

DIAGNOSIS

Gejala dan tanda klinik hernia banyak ditentukan oleh keadaan isi hernia.

y Pada hernia reponibel keluhan satu-satunya adalah benjolan dilipat paha yang muncul

pada waktu berdiri, batuk, bersin, atau mengedan dan menghilang setelah berbaring.

Keluhan nyeri jarang dijumpai, kalau ada biasanya dirasakan di daerah epigastrium atau

paraumbilikal berupa nyeri visceral karena regangan pada mesenterium sewaktu satu

segmen usus halus masuk kedalam kantong hernia.

y Nyeri yang disertai mual atau muntah baru timbul kalau terjadi inkarserasi karena ileus

atau strangulasi karena nekrosis atau ganggren.

Tanda klinik pada pemeriksaan fisik bergantung pada isi hernia.

Inspeksi : saat pasien mengedan dapat dilihat hernia inguinalis lateralis muncul sebagai

penonjolan diregio ingunalis yang berjalan dari lateral atas ke medial bawah.

Palpasi : kantong hernia yang kosong dapat diraba pada funikulus spermatikus sebagai

gesekan dari dua lapis kantong yang memberikan sensasi gesekan dua permukaan sutera. Tanda

ini disebut tanda sarung tangan sutera, tetapi umumnya tanda ini sukar ditentukan. Kalau

kantong hernia berisi organ maka tergantung isinya, pada palpasi mungkin teraba usus, omentum

( seperti karet ), atau ovarium.

Dengan jari telunjuk atau jari kelingking pada anak kecil, dapat dicoba mendorong isi hernia

dengan menonjolkan kulit skrotum melalui annulus eksternus sehingga dapat ditentukan apakah

isi hernia dapat direposisi atau tidak. Apabila hernia dapat direposisi, pada waktu jari masih

berada dalam annulus eksternus, pasien diminta mengedan. Kalau hernia menyentuh ujung jari,

berarti hernia inguinalis lateralis, dan kalau samping jari menyentuh menandakan hernia

inguinalis medialis. Isi hernia pada bayi wanita yang teraba seperti sebuah massa yang padat

biasanya terdiri dari ovarium.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->