Herniotomi

Diposkan oleh elisa sii princess mungill

Pengertian
Herniotomi adalah operasi pembebasan kantong hernia sampai ke lehernya, kantong hernia dibuka dan isi hernia dibebaskkan kalau ada perlengketan, kemudian direposisi, kantong hernia dijahit ikat setingggi mungkin lalu dipotong. Herniopastik adalah tindakan memperkecil annulus inguinalis internus dengan memperkuat dinding belakang kanalis inguinalis

Indikasi
Herniotomi dan hernioplastik dilakukan pada pasien yang mengalami hernia dimana tidak dapat kembali dengan terapi konservatif.

Proses tindakan Herniotomi
Membuat sayatan miring dua jari diatas sias, kemudian Kanalis inguinalis dibuka, memisahkan funikulus, dan kantong hernia dilepaskan dari dalam tali sperma, dilakukan duplikasi (pembuatan kantong hernia),kemudian isi hernia dibebaskan jika ada perlengketan, kemudian direposisi. Kantong hernia dijahit-ikat setinggi mungkin lalu dipotong. Henioplastik Memperkecil angulus internus dengan jahitan terputus, menutup dan memperkuat fascia transversa dan memjahitkan pertemuan m.transversus internus abdominis dan m.oblikuus internus abdominis keligamentum inguinalis. Ini merupakan metode Basini. Sedangkan untuk metode Mc Vay yaitu menjahitkan fascia transversa, m.tranversus abdominis, m.oblikuus internus abdominis ke ligamentum Cooper.

Persiapan Alat
Alat tidak steril Meja operasi Mesin cauter Lampu Tempat sampah medis Tempat sampah baju, duk operasi Mesin anestesi Tiang infus Bahan Medis Habis Pakai Kassa steril 100 Betadin 1

Alcohol Polisorb Plain Surgipro Handscoen Set Set Instrumen Mess Scapel Pinset Pinset Gunting Needle Gunting Hemostatic Hemostatic Hemostatic Sponge Pengait Langenbeck 2 HERNIA Pendahuluan Forcep Forcep Forcep Holding mess anatomis cirurgis jaringan Holder benang Kelly Kocher Rochester-Pean Forcep yang dipakai steril infuse (instrument (set 24 4 yang dasar no. no. no 1 2/0 2/0 1 1 1 1 4 1 digunakan) ) 1 1 2 2 2 3 1 6 6 9 2

Hernia merupakan protrusi atau penonjolan isi suatu rongga melalui defek atau bagian yang lemah dari dinding rongga yang bersangkutan. Pada hernia abdomen, isi perut menonjol melalui defek atau bagian yang lemah dari lapisan muskulo aponeurotik dinding perut. Hernia terdiri dari cincin, kantong dan isi hernia. Menurut sifatnya hernia dibagi menjadi 4, yaitu : 1. hernia reponibel yaitu bila isi hernia dapat keluar masuk. Usus keluar jika berdiri atau mengedan dan masuk lagi jika berbaring atau didorong masuk, tidak ada keluhan nyeri atau gejala obstruksi usus. 1. hernia irreponibel / hernia akreta yaitu bila isi kantong hernia tidak dapat dikembalikan kedalam rongga. Biasanya disebabkan oleh perlengketan isi kantong pada peritoneum kantong hernia. Tidak ada keluhan rasa nyeri ataupun tanda sumbatan usus. 1. hernia inkarserata yaitu bila isi hernia terjepit oleh cincin hernia, berarti isi kantong terperangkap, tidak dapat kembali ke dalam rongga perut disertai terjadinya gangguan pasase usus. Hernia ini merupakan penyebab obstruksi nomor satu di Indonesia. 1. hernia strangulata yaitu bila isi hernia terjepit oleh cincin hernia, isi kantong terperangkap dan terjadi gangguan pasase usus serta gangguan vaskularisasi sehingga dapat terjadi nekrosis. Jika yang mengalami strangulasi hanya sebagian dinding usus disebut hernia Richter. Biasanya pasase usus masih ada, mungkin terganggu karena usus terlipat sehingga disertai obstruksi usus. Apabila sebagian dinding kantong hernia terbentuk dari organ yang merupakan isi hernia seperti caecum, kolon sigmoid atau kandung kemih, disebut hernia geser. Hernia geser dapat terjadi karena isis kantong berasal dari organ yang letaknya retroperitoneal. Alat bersangkutan tidak masuk ke kantung hernia, melainkan tergeser dari retroperitoneal. Hernia diberi nama menurut letaknya , misalnya diafragma, inguinal, umbilical, femoral. Yang sering terjadi adalah hernia inguinalis. HERNIA INGUINALIS Hernia inguinalis merupakan hernia yang terjadi di kanalis inguinalis, yang dibatasi oleh : Kraniolateral : annulus unguinalis internus yang merupakan bagian terbuka dari facia transversalis dan aponeurosis m.transversus abdominis.

seperti batuk kronik. dan asites. : ligamentum inguinale Pada pria kanalis inguinalis ini berisi facikulus spermatikus. oblikus eksternus. Karena testis kiri turun lebuh dahulu. vasa spermatika. Gangguan pada mekanisme ini dapat menyebabkan terjadinya hernia. maka kanalis inguinalis kanan lebih sering terbuka. terjadi desensus testis melalui kanal tersebut. dan ligamentum rotundum. y Di dapat 1. yaitu kanalis inguinalis yang berjalan miring. prosesus vaginalis peritonei. Bila prosesus terbuka terus ( karena tidak mengalami obliterasi ). dan adanya facia transfersa yang kuat yang menutupi trigonum Hasselbach yang umumnya hampir tidak berotot. anulus inguinalis internus yang cukup lebar sehingga dapat dilalui oleh kantong dan isi hernia. Atap Dasar : aponeurosis m. pada wanita berisi ligamentum rotundum.kremaster. kanalis yang terbuka ini akan menutup pada usia 2 bulan. akan timbul hernia inguinalis lateralis kongenital. 2. kelemahan otot dinding perut karena usia. bagian yang membatasi annulus internus turut kendur. Bila kanalis kiri terbuka biasanya yang kanan juga terbuka. Namun dalam beberapa hal. Peninggian tekanan intra abdomen juga dapat membuka kembali kanalis inguinalis. Dalam keadan normal. 3. Sehingga insiden hernia meningkat dengan bertambahnya umur. peninggian tekanan intraabdomen kronik yang dapat mendorong isi hernia melewati melewati annulus internus yang cukup lebar. Pada keadaan ini tekanan intra abdomen tidak tinggi dan kanalis inguinalis berjalan lebih . sering kali kanalis ini tidak menutup. Pada bulan ke-8 kehamilan.oblikus eksternus.oblikus internus abdominis yang menutup annulus inguinalis internus ketika berkontraksi. Pada bayi yang sudah lahir. Penurunan testis tersebut akan menarik peritoneum kedaerah skrotum sehingga terjadi penonjolan peritoneum yang disebut dengan prosesus vaginalis peritonei.Medial bawah :annulus inguinalis eksternus yang merupakan bagian terbuka dari aponeurosis m. umumnya prosesus ini sudah mengalami obliterasi sehingga isi perut tidak dapat melalui kanal tersebut. m. konstipasi. ETIOLOGI y kongenital kanalis inguinalis adalah kanal yang normal pada fetus. Pada orang yang sehat ada tiga mekanisme yang dapat menegah terjadinya hernia inguinalis. hipertrofi prostad. Dalam keadaan relaksasi otot dinding perut. mungkin karena meningkatnya penyakit yang meninggikan tekanan intra abdomen dan jaringan penunjang berkurang kekuatannya. nervus spermatikus. adanya struktur m. pekerjaan mengangkat benda berat.

Palpasi : kantong hernia yang kosong dapat diraba pada funikulus spermatikus sebagai gesekan dari dua lapis kantong yang memberikan sensasi gesekan dua permukaan sutera. Sebaliknya bila otot dinding perut berkontraksi. bersin. atau ovarium. Kalau hernia menyentuh ujung jari. pada palpasi mungkin teraba usus. pasien diminta mengedan. tetapi umumnya tanda ini sukar ditentukan. kanalis inguinalis berjalan lebih transversal dan annulus inguinalis tertutup sehingga dapat mencegah masuknya usus kedalam kanalis unguinalis. y y Pada hernia reponibel keluhan satu-satunya adalah benjolan dilipat paha yang muncul pada waktu berdiri. Isi hernia pada bayi wanita yang teraba seperti sebuah massa yang padat biasanya terdiri dari ovarium. ilioinguinalis setelah apendektomi. pada waktu jari masih berada dalam annulus eksternus. Nyeri yang disertai mual atau muntah baru timbul kalau terjadi inkarserasi karena ileus atau strangulasi karena nekrosis atau ganggren. Gambaran klinik hernia jenis Reponibel Reponibel/bebas + Ireponibel/akreta Inkarserata Strangulata nyeri + ++ obstruksi + + sakit + ++ Toksik ++ . kalau ada biasanya dirasakan di daerah epigastrium atau paraumbilikal berupa nyeri visceral karena regangan pada mesenterium sewaktu satu segmen usus halus masuk kedalam kantong hernia. dan kalau samping jari menyentuh menandakan hernia inguinalis medialis. DIAGNOSIS Gejala dan tanda klinik hernia banyak ditentukan oleh keadaan isi hernia.vertical.iliofemoralis dan n. omentum ( seperti karet ). Keluhan nyeri jarang dijumpai. Kelemahan otot dinding perut antara lain terjadi akibat kerusakan n. Tanda klinik pada pemeriksaan fisik bergantung pada isi hernia. Tanda ini disebut tanda sarung tangan sutera. Inspeksi : saat pasien mengedan dapat dilihat hernia inguinalis lateralis muncul sebagai penonjolan diregio ingunalis yang berjalan dari lateral atas ke medial bawah. Kalau kantong hernia berisi organ maka tergantung isinya. batuk. Apabila hernia dapat direposisi. berarti hernia inguinalis lateralis. dapat dicoba mendorong isi hernia dengan menonjolkan kulit skrotum melalui annulus eksternus sehingga dapat ditentukan apakah isi hernia dapat direposisi atau tidak. Dengan jari telunjuk atau jari kelingking pada anak kecil. atau mengedan dan menghilang setelah berbaring.

Sebelah kanan ini hernia biasanya terdiri dari caecum dan sebagian kolon asendens. Disebut indirek karena keluar melalui dua pintu dan saluran yaitu annulus dan kanalis inguinalis. skrotum atau labia dalam posisi berdiri atau berbaring. harus dipikirkan kemungkinan hernia strangulate. kadang cincin hernia dapat teraba berupa annulus inguinalis yang melebar. Setelah benjolan tereposisi dengan jari telunjuk atau jari kelingking pada anak-anak. Dalam hal ini perlu dilakukan palpasi tali sperma dengan membandingkan yang kiri dan yang kanan. batuk atau mengangkat beban berat dan menghilang pada waktu istirahat baring. Hernia insipien berupa hernia membakat apabila tonjolan hanya dapat dirasakan menyentuh ujung jari di dalam kanalis inguinalis tetapi tidak keluar. Diagnosis banding . sedangkan sebelah kiri terdiri dari sebagian kolon desendens. tonjolan akan sampai ke skrotum. kemudian hernia masuk kedalam kanalis inguinalis dan jika cukup panjang. Pasien diminta mengedan atau batuk sehingga adanya benjolan atau keadaan asimetris dapat dilihat Palpasi : dilakukan dalam keadaan ada benjolan hernia. hernia lateralis disebabkan oleh kelainan bawaan berupa tidak menutupnya prosesus vaginalis peritoneum sebagai akibat proses penurunan testis ke skrotum. Pada bayi dan anak-anak adanya benjolan yang hilang timbul dilipat paha biasanya diketahui oleh orang tua. ini disebut hernia skrotalis. Pada bayi dan anak-anak kadang tidak terlihat adanya benjolan pada waktu menangis. dan dicoba mendorong apakah benjolan dapat direpoisi. banyak nangis. Kantong hernia berada di dalam m. Jika hernia mengganggu dan anak atau bayi sering gelisah. kadang di dapatkan yanda sarung tangan sutera. batuk atau mengedan. dan kadang-kadang perut kembung. Hernia geser dapat terjadi sebelah kanan atau kiri. Gambaran klinik y y Pada umumnya keluhan pada orang dewasa berupa benjolan di lipat paha yang timbul pada waktu mengedan . diraba konsistensinya. Pada bayi dan anak.kremaster terletak anteromedial terhadap vas deferens dan struktur lain dalam tali sperma. menonjol keluar dari annulus inguinalis eksternus. Pemeriksaan fisik Inspeksi : diperhatikan keadaan asimetris pada kedua sisi lipat paha. Apabila hernia ini berlanjut.KLASIFIKASI HERNIA INGUINALIS LATERALIS / INDIREK Terjadi karena keluar dari rongga peritoneum melalui annulus inguinalis internus yang terletak sebelah lateral dari pembuluh darah epigastrika inferior.

Isi hernia menjadi nekrosis dan kantong hernia akan berisi transudat berupa cairan serosanguinus. elektrolit. Gambaran klinik hernia strangulata yang mengandung usus dengan gangguan keseimbangan cairan. organ ekstraperitonal ( hernia geser ) atau hernia akreta. karenanya perlu mendapat pertolongan segera. Perhatikan apakah ada infeksi pada kaki sesisi. testis ektopik. 3. 4. atau peritonitis jika terjadi hubungan dengan rongga perut. dan tergantung keadaan isi hernia. dapat terjadi perforasi yang akhirnya dapat menimbulkan abses local. pemeriksaan transiluminasi atau diapanoskopi akan memberi hasil positif. Pada pemeriksaan local ditemukan benjolan yang tidak dapat dimasukkan kembali. dapat dijumpai tanda peritonitis atau abses local. Penderita mengeluh nyeri lebih hebat ditempat hernia. disertai nyeri tekan. Pada permulaan terjadi gangguan vena sehingga terjadi uden organ atau struktur di dalam hernia dan transudasi kedalam kantong hernia. hidrokel hidrokel mempunyai batas atas tegas . Nyeri akan menetap karena rangsangan peritoneum. 2. isi hernia tercekik oleh cincin hernia sehingga terjadi hernia strangulata yang menimbulkan gejala obstruksi usus sederhana. lipoma atau herniasi lemak properitoneal melalui cincin inguinal. 1. dan asam basa. fistel. limfadenopati inguinal. Sumbatan dapat terjadi total atau parsial seperti pada hernia richter. pembuluh darah epigastrika inferior . HERNIA INGUINALIS MEDIALIS / DIREK Terjadi karena hernia menonjol langsung ke depan melalui segitiga Hasselbach. Pada hidrokel. Disini tidak timbul gejala klinik kecuali berupa benjolan. daerah yang dibatasi oleh : Inferior : Lateral : ligamentum inguinale.1. ini dapat terjadi kalau isi hernia terlalu besar atau terdiri dari omentum. 3. isi hernia dapat tertahan dalam kantong hernia pada hernia ireponibel. Testis pada pasien hidrokel tidak dapat diraba. jepitan cincin hernia akan menyebabkan gangguan perfusi jaringan hernia. gambaran klinik menjadi komplek dan sangat serius. Bila telah terjadi strangulasi karena gangguan vaskularisasi terjadi keadaan toksik akibat gangren. Hernia strangulate merupakan keadaan gawat darurat. 2. Timbulnya udem menyebabkan jepitan pada cincin hernia makin bertambah sehingga akhirnya peredaran darah jaringan terganggu. iluminensi positif dan tidak dapat dimasukkan kembali. yaitu testis yang masih berada di kanalis inguinalis. Kalau isi hernia terdiri dari usus. 1. orkitis Komplikasi Komplikasi hernia tergantung pada keadaan yang dialami oleh isi hernia.

sedangkan testis dan funikulus spermatikus dapat dipisahkan dari massa hernia. Bila pasien di suruh mengejan tidak akan terasa tekanan dan ujung jari dengan mudah dapat meraba ligamentum Cowperi pada ramus superior tulang pubis. umumnya tidak disertai strangulasi karena cincin hernia longgar. Hal ini disebabkan oleh cincin hernia yang lebih elastis pada anak ± anak. Dasar segitiga Hasselbach dibentuk oleh facia transversa yang diperkuat oleh serat aponeurosis m. transversus abdominis yang kadang-kadang tidak sempurna sehingga daerah ini potensial untuk menjadi lemah. Pada pasien kadang-kadang ditemukan gejala mudah kencing karena buli-buli ikut membentuk dinding medial hernia. Bila usaha repoisisi ini berhasil anak disiapkan untuk operasa berikutnya. Bila hernia ini dimasukkan sampai ke skrotum. khususnya pada pria tua. Bila jari dimasukkan dalam annulus inguinalis eksterna. terbatas pada tindakan melakukan reposisi dan pemakaian penyangga atau penunjang untuk mempertahankan isi hernia yang telah di reposisi. Hernia inguinalis medialis.Medial : tepi otot rectus. Kadang ditemukan pada segala umur dengan defek kecil di m. tidak akan ditemukan dinding belakang. oblikus internus abdominis dengan cincin kaku dan tajam yang sering mengalami strangulasi. bahkan hampir tidak pernah mengalami inkarserasi dan strangulasi. karena tidak keluar melalui kanalis inguinalis dan tidak ke skrotum. Oleh karena itu hernia ini umumnya terjadi bilateral. Pada anak ± anak inkarserasi lebih sering terjadi pada umur dibawah 2 tahun. Tangan kiri memegang isi hernia membentuk corong sedangkan tangan kanan mendorongnya kearah cincin hernia dengan tekanan lambat tapi menetap sampai terjadi reposisi. Reposisi dilakukan dengan menidurkan anak dengan pemberian sedative dan kompres es diatas hernia. Reposisi spontan lebih sering dan sebaliknya gangguan vitalitas isi hernia jarang terjadi dibandingkan dengan orang dewasa. Reposisi dilakukakan secara bimanual. Hernia ini jarang. Hernia ini banyak di derita oleh penduduk Afrika. . Jika reposisi hernia tidak berhasil dalam waktu 6 jam harus dilakukan operasi segera. maka hanya akan sampai ke bagian atas skrotum. kecuali pada pasien anak ± anak. Pemeriksaan fisik Inspeksi : terlihat adanya massa tumor pada annulus inguinalis eksterna yang mudah mengecil bila tidur. PENATALAKSANAAN 1. tetap akan timbul benjolan karena hernia ini langsung menuju annulus unguinalis eksterna sehingga disebut hernis direkta. Karena besarnya defek pada dinding posterior maka hernia ini jarang sekali menjadi ireponibilis. pengobat konservatif. Palpasi : jika ditekan pada annulus inguinalis interna pada saat pasien berdiri atau mengejan. Mungkin terjadi hernia geser yang mengandung sebagian dinding kantong kemih. Hernia inguinalis direk ini hampir selalu disebabkan factor peninggian tekanan intra abdomen kronik dan kelemahan otot dinding di trigonum Hasselbach. Reposisi tidak dilakukan pada hernia inguinalis strangulate.

transversus internus abdominis dan M. . atau menjahitkan fascia tranversa. menutup dan memperkuat fascia transversal. Indikasi operasi sudah ada begitu diagnosis ditegakan. tranversus abdominis. Lakukan anestesi local menurut Brown atau dengan anestesi umum. diantaranya karena diseksi kantong yang kurang sempurna. Dikenal berbagai metode hernioplasty seperti memperkecil annulus inguinalis internus dengan jahitan tertutup. Kantong hernia dijahit ikat setinggi mungkin kemudian dipotong. oblikus internus abdominis ke ligamentum Cooper pada metode Mc Vay. kemudian direposisi. Hernioplasty. Kadang ditemukan insufisiensi dinding belakan kanalis inguinalis dwngan hernia ingunalis medialis besar yang biasanya bilateral. Dilakukan a dan antisepsis pada daerah sekitar lipat paha seisi hernia. Namun ahli bedah harus memilih dan memodifikasi tahnik mana yang akan dipakai sesuai dengan temuan pada operasi dan patogenesis hernia menurut usia dan keadaan penderita. Prinsip dasar operasi hernia terdiri dari.tumor. M. M. 2. y y Herniotomy. prostate. hanya dilakukan herniotomy tanpa hernioplasty. Pada hernia inguinalis medialis penyebab residif umunya karena tegangan yang berlebihan pada jahitan plasti atau kekurangan lain dalam teknik. dilakukan tindakan memperkecil annulus inguinalis internus dan memperkuat dinding belakang kanalis ingunalis. Pengobatan operatif merupakan satu ± satunya pengobatan hernia inguinalis yang rasional. ascites. Tidak satupun teknik yang dapat menjamin bahwa tidak akan terjadi residif. Pasien tidur dalam posisi telentang. adanya lipoma preperitonial atau kantong hernia tidak ditemukan. dll) dan defek yang ada direkonstruksi dan diaproksimasi tanpa tegangan. Pada bayi dan anak ± anak dengan hernia congenital lateral yang factor penyebabnya adalah prosesus vaginalis yang tidak menutup sedangkan annulus ingunalis internus cukup elastis dan dinding belakang cukup kuat. Untuk memperoleh keberhasilan maka factor ± factor yang menimbulka terjadinya hernia harus dicari dan diperbaiki (batuk kronik. Dalam hal ini diperlukan hernioplasty yang dilakukan secara cermat dan teliti. Metode Bassini merupakan tehnik hernioraphy yang pertama dipublikasi tahun 1887 dan sampai sekarang masih merupakan operasi baku. dilakukan pembebasan kantong hernia sampai ke lehernya. kantong dibuka dan isi hernia dibebaskan kalau ada perlengketan. Yang penting diperhatikan adalah mencegah terjadinya tegangan pada jahitan dan kerusakan pada jaringan. Pada hernia inguinalis lateralis penyebab residif yang paling sering adalah menutupan annulus inguinalis internus yang tidak memadai. dan menjahitkan pertemuan M. Angka residif operasi hernia umumnya mendekati 10 % Herniotomy dan herniorafi menurut Bassini : 1. Hernioplasty lebih penting artinya dalam menvegah terjdinya residif dibandingkan dengan herniatomy.1. oblikus internus abdominis yang dikenal dengan nama conjoint tendon keligamentum inguinale Poupart menurut metode Bassini.

Pada ikatan Bassini III harus sedemikian erat tapi masih cukup longgar bagi funikulus spermatikus. Kantong hernia kemudian dibuka 3 ± 4 cm untuk melihat isinya. 1. 3. Belah aponeurosis M. lalu digunting dengan hati ± hati dan dibebaskan lapis demi lapis sampai akhirnya tampak lapisan yang berwarna biru abu . lalu distalnya dipotong melintang dengan gunting. 2. Setelah diyakini anestesi berhasil. 4. kemudian dinding kantong tersebut dibebaskan lagi dari jaringan yang meliputinya sejauh mungkin ke proksimal sampai dapat ditemukan lapisan lemek preperitoneal. N. Lalu dimasukan satu jari kedalam kantong hernia dan dipegang dengan perantaraan sebuah kasa steril. jahitkan dengan jarum biasa dan benang yang sama.3. maka dinding kantong hernia dipegang dengan beberapa klem. Arah pembebasan harus sedemikian rupa sehingga dari medial ke kalteral dapat bertemu dalam jarak yang terpendek. Bebaskan pula ligamentum inguinale yang tebal dan mengkilat di lateral nya dan conjoint area (karena conjoint tendon hanya terdapat pada 5 % populasi) disebelah medial. kremaster dan semua jaringan ikat dan vascular yang meliputinya. lakukan sayatan sepanjang 10 cm terbawah diantara kedua benjolan (poin a dan poin g) memotong skutis dan subkutan. Lalu funikulus spermatikus. Bassini III. 6. yaitu bila ujung jari masih bisa dimasukan dengan mudah diantara annulus inguinalis interna dengan jahitan Bassini III. baru disimpulkan dengan erat satu per satu. kremaster dicari dan dibebaskan. lalu dengan tangan yang lain dibebaskan lapisan jaringan yang meliputinya dengan kasa steril pula. segera tampak aponeurosis M. Funikulus spermatikus dipreparasikan lalu ditarik dengan kasa steril yang dilingkarkan mengelilinginya kearah lateral. ilioinguinal. Kemudian funikulus spermatikus yang diselubungi M. Bassini II. Ini berarti kita telah mencapai processus vaginalis peritonei yang merupakan pembungkus kantong hernia. Tindakan ini harus dilakukan dengan hati ± hati untuk menghindari pendarahan. fascia tranversa. fascia tranversa dan conjoint tendon diantara tempat jahitan Bassini I dan Bassini III. dan lain ± lainnya dikembalikan ketempatnya. yaitu M. Kantong hernia dicari dengan bantuan dua buah pinset anatomis yang dicubitkan pada lapisan jaringan yang meliputinya. tuberkulum pubikum ke fascia tranversa dan fascia tranversa lagi kemudian ke conjoint tendon pada tepi terdekat M. recti abdominis. oblikus abdominis aksternus dengan krura medial dan lateral yang merupakan cincin luar kanalis inguinalis. Ikatan Bassini dipersiapkan semua dulu. jahitkan dengan benang besar dan kuat dan dengan jarum yang ujungnya seperti paku. V dst. Setelah berhasil. seperti diatas letak dilateral dari Bassini II. Kemudian kantong hernia dibebaskan secara melingkar penuh dengan arah melintang pada sumbunya dari jaringan sekitarnya. Perdarahan dirawat dan dindng perut kemudian ditutup lapis demi lapis. Fascia dibersihkan lalu disayat. Jari yang memegang kantong digeserkan sedikit demi sedikit mengikuti arah jari yang membebaskan kantong tersebut dari luar. .abu dan kuat. Kantong hernia dijepit pada batas ini. Kemudian dilakukan hernioraphy menurut Bassini (Bassini plasty) sebagai berikut : Setelah fascia tranversa dibelah y y y Bassini I. abdominis oblikus eksternus hingga annulus inguinalis ikut terbelah 5. bila masih longgar dapat dilanjutkan IV. ligamentum inguinale. 7.

emoralis : ligamentum lakunare Gimbernati. Selanjutnya isi hernia masuk kedalam kanalis femoralis yang berbentuk corong sejajar dengan V. Komplikasi yang paling sering terjadi adalah strangulasi dengan segala akibatnya. Pintu masuk hernia femoralis adalan annulus femoralis. fascia dijahit dengan sutera. femoralis. 5. luka operasi dibersihkan dan ditutup dengan kasa steril. tempat v. HERNIA FEMORALIS Hernia femoralis adalah hernia yang terjadi pada kanalis femoralis.Keluhan biasanya berupa benjolan dilipat paha yang muncul terutama pada waktu melakukan kegiatan yang menaikan tekanan intraabdomen seperti mengankat barang atau batuk. Factor penyebab lainnya adalah kehamilan multipara. Hernia femoralis keluar melalui lacuna vasorum kaudal dari ligamentum inguinale. femoralis di dalam lacuna vasorum dorsal dari ligamentum inguinalis. Keadaan anatomi ini sering mengakibatkan inkarserasi hernia femoralis. Patofisiologi Secara patofisiologi peninggian tekanan intraabdomen akan mendorong lemk preperitoneal kedalam kanalis femoralis yang akan menjadi pembuka jalan bagi terjadinya hernia. Benjolan ini hilang pada waktu berbaring. Foramen ini sempit dan dibatasi olehpinggir keras dan tajam. Hernia femoralis sekunder dapat terjadi sebagai komplikasi hernioraphy pada hernia inguinalis terutama yang memakai tehnik Bassini dan Shouldice yang menyebabkan fascia tranversa dan ligamentum inguinale lebih tergeser ke ventrokranial sehingga kanalis inguinalis lebih luas. Pada pemeriksaan fisik ditemukan benjolan lunak dilipat paha dibawah ligamentum inguinale di medial V. Batas kranioventral Batas kaudodorsal ligamentum Cooper ) Batas lateral Batas medial : ligamentum inguinalis : pinggir os pubis yang terdiri dari ligamentum iliopektineale ( : v. safena magna bermuara di dalam v. femoralis dan lateral tuberkulum pubikum. obesitas dan degenerasi jaringa ikat karena usis lanjut. Gambaran klinik Umumnya dijumpai pada wanita tua. Kanalis femoralis ini terletak medial dari v. dan kuits dengan sutera. subkuits dengan cat gut. .4. femoralis sepanjang kurang lebih 2 cm dan keluar pada fossa ovalis pada lipat paha. Kejadian pada perempuan kira ± kira 4 kali laki ± laki.

Pendekatan krural yang tanpa membuka kanalis inguinalis dipilih pada perempuan. Variks tunggal dimuara V. HERNIA UMBILIKALIS Hernia umbilikalis merupakan hernia congenital pada umbilicus yang hanya ditutup peritoneum dan kulit. ligamentum inguinale dijahitkan ke ligamentum gimbernati. Usaha untuk mempercepat penutupan dapat dikerjakan dengan mendekatkan tepi kiri dan kanan kemudian . Angka kejadian hernia ini lebih tinggi pada bayi premature. Hernia femoralis dapat didekati dari krural. anus. safena Magna dengan atau tanpa varises pada tungkai. Gejala klinik Umumnya tidak menimbulkan nyeri dan sangat jarang terjadi ulserasi. Pada orang dewasa inkaserasi lebih sering terjadi. hernia residif atau kombinasi dengan hernia ingunalis. Penatalaksanaan Bila cincin hernia kurang dari 2 cm. obesitas atau asites merupakan factor predisposisi. Sedangkan penyakit lainnya seperti limfadenitis femoralis atau torsio testis tidak berhubungan dengan aktivitas demikian. biasanya jika bayi menangis. atau kulit tubuh kaudal dari tingkat umbilicus. karena hernia femoralis pad laki ± laki lebih sering disertai hernia inguinalis medialis. kadang cincin baru tertutup setelah satu tahun. Pendekatan kombinasi dapat dipilih pada hernia femoralis inkaserata. Operasi terdiri dari herniotomy disusul dengan hernioplasty dengan tujuan menjepit annulus femoralis. dan kegiatan lainnya yang disertai peningkatan tekanan intraabdomen. Inguinal. Pendekatan inguinal dengan membuka kanalis inguinalis sambil menginspeksi dinding posteriornya biasanya dilakukan pada pria. Peninggian tekanan karena kehamilan. perineum. Torsio testis Untuk membedakannya perlu diketahui bahwa munculnya hernia erat hubungannya dengan aktivitas seperti mengedan. umumnya regresi spontan akan terjadi sebelum bayi berumur 6 bulan. hernioplasty dapat dilakukan dengan menjahitkan ligamentun inguinal ke ligamentum cooper. Hernia umbilikalis pad orang dewasa merupakan lanjutan hernia umbilikalis pada anak. atau kombinasi keduanya.Diagnosis Banding Diagnosa banding hernia femoralis antara lain Limfadenitis yang disertai tanda radang local umum dengan sumber infeksi ditungkai bawah.Lipoma. Teknik Bassini melalui region ingunalis. batuk. Abses dingin. Pada pendekatan krural. Penatalaksanaan Setiap hernia femoralis memerlukan tindakan operasi kecuali kalau ada kelainan local atau umum yang merupakan kontraindikasi operasi. berupa penonjolan yang mengandung isi rongga perut yang masuk melalui cincin umbilicus akibat peninggian tekanan intra abdomen.

jenis insisi. obesitas. Penatalaksanaan Terapi bedah merupakan reposisi isi hernia dan menutup defek di linea alba.5 tahun hernia masih menonjol maka umumnya diperlukan koreksi operasi. distensi usus pasca bedah. jarang terjadi ditepi kaudalnya. teknik penutupan luka operasi yang kurang baik. tukak peptic atau hernia hiatus esophagus. HERNIA VENTRALIS Hernia ventralis adalah nama umum untuk semua hernia didinding perut bagian anterolateral seperti hernia sikatrik. Hernia ini ditutupi oleh kulit. Keadaan umum pasien yang kurang baik seperti pada mal nutrisi dan juga pemakaian obat steroid yang lama juga merupakan factor predisposisi . Anyaman ini sering hanya satu lapis saja. HERNIA EPIGASTRIKA Hernia epigastrika atau hernia linea alba adalah hernia yang keluar melalui defek dilinea alba antara umbilicus dan prosesus xifoideus.memancangkannya dengan pita perekat (plester) untuk 2 ± 3 minggu. lemak preperitoneal dan peritoneum. Penutupan secara spontan jarang terjadi sehingga umumnya diperlukan operasi koreksi. Factor predisposisi yang berpengaruh dalam terjadinya hernia sikatrik adalah infeksi luka operasi. Bila sampai usia 1. mirip keluhan pada kelainan kandung empedu. Isi hernia terdari penonjolan jaringan lemak preperitoneal dengan atau tanpa kantong peritoneum. Pada cincin hernia yang melebihi 2 cm jarang terjadi regresi spontan dan lebih sukar diperoleh penutupan dengan tindakan konservatif. Dapat pula digunakan uang logam yang dipancangkan di umbilicus untuk mencegah penonjolan isi rongga perut. Gambaran klinik Penderita sering mengeluh perut kurang enak dan mual. Hernia ini muncul sebagai tonjolan lunak di linea alba yang merupakan µlipoma¶ preperitoneal. Linea alba dibentuk oleh anyaman serabut aponeurosis lamina anterior dan posterior sarung M. Disamping itu linea alba disebelah cranial umbilicus lebih lebar dibandingkan dengan yang sebelah kaudal sehingga merupakan predisposisi terjadinya hernia epigastrika. HERNIA PARAUMBILIKALIS Hernia para umbilikalis merupakan hernia melalui suatu celah digaris tengah di tepi cranial umbilicus. rektus. biasanya menimbulkan keluhan yang samar ± samara ini. atau batuk ± batuk karena komplikasi paru. peninggian tekanan intra abdomen seperti pada ascites. dehisensi luka. Terutama bila hernia kecil dan sukar diraba. lemak subkutis. Kalau defek linea alba melebar baru kemudian keluar kantong peritoneum yang dapat kosong atau berisi omentum. Hernia sikatrik merupakan penonjolan peritoneum melalui bekas luka operasi yang baru maupun yang lama.

Operasi ini sering disertai penyulit pasca bedah sedangkan residif sering terjadi. Pengelolaan terdiri dari herniotomy dan hernioplasty. kebanyakan ditemukan pada hernia femoralis atau obturatoria. lutut. dan bagian medial paha akibat penekanan pada N. Bila defek besar diperlukan bahan sintetis seperti marleks. hernia Littre dianggap sebagai hernia sebagian dinding usus yang pada waktu itu belum dikenal sebagai hernia Richter HERNIA SPIEGHEL Hernia spieghel ialah hernia interstitial dengan atau tanpa isinya melalui facia spieghel. Sampai dikenalnya divertikulum Meckel. rectus abdominis. Ileus obstruktif mungkin parsial atau total sedangkan benjolan hernia tidak ditemukan dan baru terdiagnosa pada waktu laparotomi. Diagnosis ditegakkandengan ditemukan benjolan di sebelah atas titik Mc Burney kanan atau kiri pada tepi lateral M. Jarang dijumpai. Pada operasi hernia sikatrik diperlukan perencanaan teliti dan pengalaman banyak. obtiratorius ( tanda HowshipRomberg ) yang patognomonik. pertama tonjolan lemak retroperitoneal masuk kedalam kanalis obturatorius. HERNIA LITTRE Hernia yang sangat jarang ditemukan ini merupakan hernia yang mengandung divertikel Meckel. Hernia ini dapat berlangsung dalam 4 tahap. terutama apabila jaringan lunak disekitar defek tidak direparasi pada waktu hernioplasty. HERNIA RICTHER Hernia yang pertama ditemukan oleh Richter ini jarang ditemukan.Penatalaksanaan Pengelolaan konservatif menggunakan alat penyanggah atau korset elastic khusus dapat digunakan untuk sementara atau lebih lama bila ada kontraindikasi pembedahan. Komplikasi hernia Richter adalah strangulasi sehingga terjadi perforasi usus yang pada hernia femoralis tampak seperti abses di daerah inguinal. kedua disusul oleh tonjolan peritoneum parietal. Pemeriksaan penunjang dapat dilakukan USG. Diagnosis dapat ditegakkan atas dasar adanya keluhan nyeri seperti ditusuk-tusuk dan parestesi didaerah panggul. biasanya pada usia 40-70 tahun. Terapi operatif berupa herniotomy dan hernioplasty dengan tujuan menutup defek dilapisan muskuloaponeurosis. ketiga kantong hernia ini mungkin di isi oleh lekuk khusus. ke empat yang dapat mengalami inkarserasi parsial seiring secara Richter atau total. HERNIA OBTURATORIA Ialah hernia yang melalui foramen obturatorium. Biasanya sebagian dinding usus antemesenterial mengalami inkaserasi karena pintu hernia kecil dengan tepi keras dan tajam. HERNIA PERINEALIS .

HERNIORRAPHY (Hernioplasty) . Hernia inguinalis medialis umumnya ditemukan bilateral. atau kombinasi abdomen dan perineal. Diagnosis ditegakkan dengan anamnesis dan pemeriksaan. kecuali jika ada kontraindikasi. Diagnosis umunya sukar ditegakkan dengan pemeriksaan klinis. Pengelolaan operatif dianjurkan dengan peningkatan transperitoneal. Pada hernia bilateral orang dewasa. yang dapat terjadi secara primer pada wanita multipara. Kantong hernia dipisahkan oleh vasa epigastrika inferior sehingga berbentuk seperti celana. Secara klinis tampak benjolan pada labium mayus yang jelas pada waktu berdiri. Tampak dan teraba banjolan diperineum yang mudah keluar masuk dan jarang inkarserasi. dan mengedan. perineal. atau sekunder setelah operasi melalui perineum.Merupakan tonjolan hernia pada perineum melalui defek dasar panggul. maka kadang dianjurkan eksplorasi kontralateral secara rutin. seperti proatatektomy atau reseksi rectum secara abdominoperineal. Terapi operatif henia bilateral pada bayi dan anak dilakukan dalam satu tahap. walaupun frekwensi prosesus vaginalis yang tetap terbuka lebih tinggi pada wanita. atau jika tidak dapat direposisi atas dasar tidak ada pembatasan jelas disebelah cranial dan adanya hubungan ke cranial melalui anulus eksternus. Mengingat kejadian hernia ini cukup tinggi pada anak. Pengolaan seperti biasanya pada hernia inguinalis yaitu herniotomy dan hernioplasty. HERNIA LABIALIS Adalah hernia inguinalis lateralis yang mencapai labium mayus. HERNIA PANTALON Merupakan kombinasi hernia inguinalis lateralis dan hernia inguinalis medialis pada satu sisi. HERNIA SKROTALIS Merupakan hernia inguinalis lateralis yang mencapai skrotum. biasanya baru ditemukan sewaktu operasi. HERNIA BILATERAL Kejadian hernia bilateral pada pria dan wanita sama. Diagnosa banding dipikirkan hernia femoralis dan kista di kanalis Nuck yang menonjol dikaudal ligamentum inguinalis dan bilateral tuberkulum pubikum. Hernia ini dibedakan dengan hidrokel atau elevantiasis skrotum. terutama pada hernia inguinalis sinistra. Menghilang pada waktu berbaring. dianjurkan untuk melakukan operasi dalam satu tahap. Diagnosis ditegakkan atas dasar benjolan yang dapat direposisi.

serta nyeri. Pemeriksaan penunjang Pemeriksaan penunjang diperlukan untuk faktor penentu terjadinya hernia: y y Ronsen thorax USG BPH COPD Tehnik operasi Herniotomi ± Herniorafi Lichtenstein Hernia inguinalis lateralis dan medialis: 1. dan menjahit pintu hernia b. Ruang lingkup Benjolan di daerah inguinal dan dinding depan abdomen yang masih bisa dimasukan kedalam cavum abdomen. Penderita dalam posisi supine dan dilakukan anestesi umum. menutup defek. atau anestesi lokal 2. Insisi oblique 2 cm medial sias sampai tuberkulum pubikum 3. Kadang benjolan tidak bisa dimasukkan ke cavum abdomen disertai tanda-tanda obstruksi seperti muntah. Insisi diperdalam sampai tampak aponeurosis MOE (Muskulus Oblikus Eksternus) . spinal anestesi. c. tidak bisa BAB. Indikasi operasi y y y y Hernia reponibel Hernia irreponibel Hernia inkaserata Hernia strangulata d. Definisi Suatu tindakan pembedahan dengan cara memotong kantong hernia. Diagnosa banding y y y y Hidrokel testis Tumor testis Orchitis Torsio testis f.Introduksi a.

Follow-Up Pasien disarankan tidak berolah raga berat atau mengangkat benda berat selama 6-8 minggu untuk mencegah kekambuhan. Perawatan Pasca Operasi Paska bedah penderita dirawat dan diobservasi kemungkinan komplikasi berupa perdarahan dan hematoma pada daerah operasi j.4. mengembalikan isi hernia ke cavum abdominalis. Aponeurosis MOE dibuka secara tajam 5. Luka operasi ditutup lapis demi lapis. kondisi dan penyakit penyerta i. Isi hernia dimasukan ke dalam cavum abdomen. g. ilia hipogastrik atau genota femoral. . Funikulus spermatikus dibebaskan dari jaringan sekitarnya diidentifikasi dikait pita & kantong hernia 6. h. kantong hernia secara tajam dan tumpul sampai anulus internus 7. atropi testis cedera saraf intra ingunal. dilanjutkan dengan herniotomi 8. Tindakan operasi hernia ada 3 macam: a. Herniotomi : membuka dan memotoong kantong hernia. orchitis. Kantong hernia diligasi setinggi lemak preperitonium. Komplikasi operasi y y y y y y y perdarahan infeksi luka operasi cedera usus cedera kantong kemih cedera vas deferen cedera testis. dilanjutkan dengan hernioplasty dengan mesh 9. Perdarahan dirawat. Mortalitas Tergantung keadaan hernia: reponibilis atau strangulata.

misalnya diafragma. Hernioplasty : member kekuatan pada dinding perut dan menutup pintu hernia sehingga tidak residif dengan cara mengikat conjoint ke ligamentum inguinale. dapat mengurangi rasa nyeri saat terjadi peregangan rekonstruksi dinding belakang kanalis inguinalis. dikenal dengan ligasi sederhana dengan diangkat tinggi kantungnya melewati inguinal yang dikombiinasikan dengan pengikatan cincin interna. Mercy. menggunakan material sintetis sebagai penutup defek miopektineal dinding belakang kanalis inguinalis. b. Hernia diberi nama menurut letaknya. hernia dibagi atas hernia bawaan atau kongenital dan hernia dapatan atau akuisita. . b. Hernia terdiri atas cincin.b. mempunyai potensi untuk menimbulkan respon inflamasi dan cepat berintegrasi dengan jaringan sekitar. meletakkan conjoint tendon lebih posterior dan inferior terhadap ligamentum Cooper. isi perut menonjol melalui defek atau bagian lemah dari lapisan muskulo-aponeurotik dinding perut. antara lain: a. Bahkan prostetis yang dipakai harus cukup kuat sebagai penyangga. Pada hernia abdomen. c. Hal ini juga menyempitkan cincin inguinalis interna. Hernia merupakan protrusi atau penonjolan isi suatu rongga melalui defek atau bagian lemah dari dinding rongga bersangkutan. Halsted. Lichenstein Tendon free. tidak bersifat allergen. Mc Vay. Teknik operasi hernia ada beberapa macam. kantong. Prosedur ini dilakukan untuk memperkuat dinding posterior. umbilikal. c. a. Berdasarkan terjadinya.transversus abdominis dan apponeurosis m. dengan cara menjahitkan m. Bahkan sintetis tersebut adalah polypropylene mesh. kebalikannya cara bassini. dan isi hernia. dahulu merupakan metode yang paling sering dilakukan. Hernioraphy : mengikat leher hernia dan menggantungkannya pada conjoint tendon supaya tidak keluar masuk lagi. menempatkan muskulus oblikuus eksterna diantara cord. inguinal.obliquus internus atau conjoint tendon ke ligamentum inguinalis. femoral. Basini.

Bila isi kantong tidak dapat direposisi kembali ke dalam rongga perut. Pada hernia abdominalis berupa usus. Hernia Inguinalis Medialis dan Lateralis . Kantong hernia: pada hernia abdominalis berupa peritoneum parietalis.Menurut sifatnya. Bagian-bagian Hernia2 1. Gambar 1. 5. hernia inkarserata lebih dimaksudkan untuk hernia ireponibel dengan gangguan pasase. Secara klinis. 4. terjadi gangguan pasase atau vaskularisasi. Pada keadaan sebenarnya. Cincin hernia: Merupakan bagian locus minoris resistence yang dilalui kantong hernia. 2. 3. sedangkan gangguan vaskularisasi disebut sebagai hernia strangulata. dengan berbagai tingkat gangguan mulai dari bendungan sampai nekrosis. Hernia disebut hernia inkarserata atau hernia strangulata bila isinya terjepit oleh cincin hernia sehingga isi kantong terperangkap dan tidak dapat kembali ke dalam rongga perut. Locus Minoris Resistence (LMR). tidak ada keluhan nyeri atau gejala obstruksi usus. Ini biasanya disebabkan oleh perlekatan isi kantong pada peritoneum kantong hernia. Tidak ada keluhan rasa nyeri ataupun tanda sumbatan usus. Isi hernia: berupa organ atau jaringan yang keluar melalui kantong hernia. hernia disebut hernia ireponibel. hernia dapat disebut hernia reponibel bila isi hernia dapat keluar masuk. gangguan vaskularisasi telah terjadi pada saat jepitan dimulai. Akibatnya. Klasifikasi Hernia Berdasarkan Arah Herniasi 3 ‡ Hernia Eksterna Penonjolannya dapat dilihat dari luar : a. Leher hernia: Bagian tersempit kantong hernia yang sesuai dengan kantong hernia. Usus keluar jika berdiri atau mengedan dan masuk lagi jika berbaring atau didorong masuk ke perut.

Hernia Umbilicus d. Hernia Mesenterica d. cavum abdomen : a. Hernia Obturatoria g.b. Hernia Epigastrica e. Hernia Bursa Omentalis c. Hernia Lumbalis f. Hernia Epiploici Winslowi : Herniasi viscera abdomen melalui foramen omentale b. Hernia Semilunaris h. Hernia Perinealis i. Hernia Ischiadica ‡ Hernia Interna Bila isi hernia masuk ke dalam rongga lain. Hernia Femoralis c. Hernia Retroperitonealis e. Hernia Diafragmatica Gambar 2. misalnya cavum thorax. Beberapa Contoh Hernia Eksterna4 Hernia Inguinalis .

peninggian tekanan di dalam rongga perut.5 Hernia inguinalis dapat terjadi karena anomali kongenital atau karena sebab yang didapat. Hernia inguinalis lebih banyak terjadi pada pria daripada wanita. sementara hernia femoralis lebih sering terjadi pada wanita. dan kelemahan otot dinding perut karena usia. Hernia Inguinalis6 . Hernia inguinalis dibagi menjadi: hernia inguinalis indirek (lateralis). Tekanan intra abdomen yang meninggi secara kronik seperti batuk kronik.Hernia yang paling sering terjadi (sekitar 75% dari hernia abdominalis) adalah hernia inguinalis. Gambar 3. dan hernia inguinalis direk (medialis). di mana isi hernia masuk melalui titik yang lemah pada dinding belakang kanalis inguinalis. konstipasi dan asites sering disertai hernia inguinalis. di mana isi hernia masuk ke dalam kanalis inguinalis melalui locus minoris resistence (annulus inguinalis internus). hipertrofi prostat. Faktor yang dipandang berperan kausal adalah prosesus vaginalis yang terbuka.

Hernia ini harus dibedakan dari hidrokel atau elefantiasis skrotum. atau sebagian daripadanya. yang . Biasanya impuls hernia lebih jelas dilihat daripada diraba. atau mengedan.Hernia juga mudah terjadi pada individu yang kelebihan berat badan. Lakukan inspeksi daerah inguinal dan femoral untuk melihat timbulnya benjolan mendadak selama batuk. Hernia scrotalis yang berasal dari hernia inguinalis indirek5 PEMERIKSAAN HERNIA8 Inspeksi Daerah Inguinal dan Femoral Meskipun hernia dapat didefinisikan sebagai setiap penonjolan viskus. 1. Testis yang teraba dapat dipakai sebagai pegangan untuk membedakannya.6.7 Jika kantong hernia inguinalis lateralis mencapai scrotum maka disebut hernia skrotalis. 90% dari semua hernia ditemukan di daerah inguinal. melalui lubang normal atau abnormal. Pasien disuruh memutar kepalanya ke samping dan batuk atau mengejan.1 Gambar 4. sering mengangkat benda berat.

suatu hernia inguinal indirek mungkin ada di dalam skrotum. mintalah pasien untuk memutar kepalanya ke samping dan batuk atau mengejan. yang terletak superior dan lateral dari tuberkulum pubikum. tindakan ini tidak akan menimbulkan nyeri. Cincin eksterna dapat diperlebar dan dimasuki oleh jari tangan. Jika ada hernia. Sebagian pemeriksa lebih suka memakai jari telunjuk kanan untuk memeriksa sisi kanan pasien. Jika pasien mengeluh nyeri selama batuk. Setelah memeriksa sisi kiri. Telunjuk kanan pemeriksa harus mengikuti korda spermatika di lateral masuk ke dalam kanalis inguinalis sejajar dengan ligamentum inguinalis dan digerakkan ke atas ke arah cincin inguinal eksterna. prosedur ini diulangi dengan memakai jari telunjuk kanan untuk memeriksa sisi kanan. Cobalah kedua teknik ini dan lihatlah cara mana yang anda rasakan lebih nyaman. Pemeriksaan Hernia Inguinalis Palpasi hernia inguinal dilakukan dengan meletakan jari pemeriksa di dalam skrotum di atas testis kiri dan menekan kulit skrotum ke dalam. Dengan jari telunjuk ditempatkan pada cincin eksterna atau di dalam kanalis inguinalis. Jika pemeriksaan hernia dilakukan dengan perlahan-lahan. Harus ada kulit skrotum yang cukup banyak untuk mencapai cincin inguinal eksterna.dapat menunjukkan hernia. Auskultasi massa itu dapat dipakai untuk menentukan apakah . akan terasa impuls tiba-tiba yang menyentuh ujung atau bantal jari penderita. Jari harus diletakkan dengan kuku menghadap ke luar dan bantal jari ke dalam. Seandainya ada hernia. Jika ada massa skrotum berukuran besar yang tidak tembus cahaya. Jika terlihat benjolan mendadak. mintalah pasien untuk batuk lagi dan bandingkan impuls ini dengan impuls pada sisi lainnya. Tangan kiri pemeriksa dapat diletakkan pada pinggul kanan pasien untuk sokongan yang lebih baik. dan jari telunjuk kiri untuk memeriksa sisi kiri pasien. tentukanlah lokasi nyeri dan periksalah kembali daerah itu. suruh pasien berbaring terlentang dan perhatikanlah apakah hernia itu dapat direduksi dengan tekanan yang lembut dan terus-menerus pada massa itu.

tumor. sumber cahaya diletakkan pada sisi pembesaran skrotum. darah. Konservatif Pengobatan konservatif terbatas pada tindakan melakukan reposisi dan pemakaian penyangga atau penunjang untuk mempertahankan isi hernia yang telah direposisi. Diagnosis Banding Pembesaran Skrotum yang Lazim Dijumpai8 Umur Lazim Diagnosis Epididimitis Torsio testis Tumor testis Hidrokel Spermatokel Hernia (Tahun) Semua umur < 35 < 35 Semua umur Semua umur Semua umur Transiluminasi Tidak Tidak Tidak Ya Ya Tidak Eritema Skrotum Ya Ya Tidak Tidak Tidak Tidak Nyeri Berat Berat Minimal Tidak ada Tidak ada Tidak ada sampai sedang* Varikokel > 15 Tidak Tidak Tidak ada * Kecuali kalau mengalami inkarserasi. Operatif . Di dalam suatu ruang yang gelap. lakukanlah transluminasi. hernia dan testis normal tidak dapat ditembus sinar. Struktur vaskuler. Transmisi cahaya sebagai bayangan merah menunjukkan rongga yang mengandung cairan serosa.ada bunyi usus di dalam skrotum. Tabel 1. di mana nyerinya mungkin berat PENATALAKSANAAN1. seperti hidrokel atau spermatokel.6 1.3. 2. suatu tanda yang berguna untuk menegakkan diagnosis hernia inguinal indirek. Transluminasi Massa Skrotum Jika anda menemukan massa skrotum.

Dikenal berbagai metode hernioplasti seperti memperkecil anulus inguinalis internus dengan jahitan terputus. m. Kantong dibuka dan isi hernia dibebaskan kalau ada perlekatan. sayur-sayuran dan gandum baik untuk kesehatan. . PENCEGAHAN6 Kelainan kongenital yang menyebabkan hernia memang tidak dapat dicegah. Hernioplasti Pada hernioplasti dilakukan tindakan memperkecil anulus inguinalis internus dan memperkuat dinding belakang kanalis inguinalis. dan menjahitkan pertemuan m. Prinsip dasar operasi hernia adalah hernioraphy. kemudian direposisi. yang terdiri dari herniotomi dan hernioplasti. atau menjahitkan fasia tranversa m.oblikus internus abdominis ke ligamentum cooper pada metode Mc Vay. Bila defek cukup besar atau terjadi residif berulang diperlukan pemakaian bahan sintesis seperti mersilene. b. Herniotomi Pada herniotomi dilakukan pembebasan kantong hernia sampai ke lehernya. Buah-buahan segar. oblikus internus abdominis yang dikenal dengan nama conjoint tendon ke ligamentum inguinale poupart menurut metode Bassini. Indikasi operasi sudah ada begitu diagnosis ditegakkan. konsultasikan dengan dokter mengenai program latihan dan diet yang sesuai.Pengobatan operatif merupakan satu-satunya pengobatan hernia inguinalis yang rasional. y  Konsumsi makanan berserat tinggi. a. Makanan-makanan tersebut kaya akan serat yang dapat mencegah konstipasi. Hernioplasti lebih penting artinya dalam mencegah terjadinya residif dibandingkan dengan herniotomi. namun langkahlangkah berikut ini dapat mengurangi tekanan pada otot-otot dan jaringan abdomen: y  Menjaga berat badan ideal. Jika anda merasa kelebihan berat badan. tranversus internus abdominis dan m. prolene mesh atau marleks untuk menutup defek. menutup dan memperkuat fasia transversa. transversus abdominis. kantong hernia dijahit-ikat setinggi mungkin lalu dipotong.

2 % dan 24. Selain meningkatkan resiko terhadap penyakit-penyakit serius seperti kanker dan penyakit jantung. Sepertiga sisanya adalah hernia inguinalis medialis. .y  Mengangkat benda berat dengan hati-hati atau menghindari dari mengangkat benda berat. Sampai saat ini masih merupakan tantangan dalam peningkatan status kesehatan masyarakat karena besarnya biaya yang diperlukan dalam penanganannya dan hilangnya tenaga kerja akibat lambatnya pemulihan dan angka rekurensi. Hernia ingunalis lebih banyak ditemukan pada pria daripada wanita. 1 Hernia merupakan keadaan yang lazim terlihat oleh semua dokter. sehingga pengetahuan umum tentang manifestasi klinis. Prevalensi hernia ingunalis pada pria dipengaruhi oleh umur. merokok seringkali menyebabkan batuk kronik yang dapat menyebabkan hernia inguinalis. Hernia inguinalis dibagi menjadi hernia ingunalis lateralis dan hernia ingunalis medialis dimana hernia ingunalis lateralis ditemukan lebih banyak dua pertiga dari hernia ingunalis. gambaran fisik dan penatalaksaan hernia penting. Dari keseluruhan jumlah operasi di Perancis tindakan bedah hernia sebanyak 17. biasakan untuk selalu menekuk lutut dan jangan membungkuk dengan bertumpu pada pinggang.1 % di Amerika Serikat.1 Hampir 75 % dari hernia abdomen merupakan hernia ingunalis. untuk hernia femoralis sendiri lebih sering ditemukan pada wanita. BAB I PENDAHULUAN Hernia inguinalis merupakan kasus bedah digestif terbanyak setelah appendicitis.Sedangkan jika ditemukan hernia ingunalis pada pria kemungkinan adanya hernia ingunalis atau berkembangnya menjadi hernia ingunalis sebanyak 50 % Perbandingan antara pria dan wanita untuk hernia ingunalis 7 : 1. Jika harus mengangkat benda berat.Hernia lebih dikarenakan kelemahan dinding belakang kanalis inguinalis. y  Berhenti merokok. Untuk memahami lebih jauh tentang hernia diperlukan pengetahuan tentang kanalis inguinalis. 1 Hernia inguinalis sudah dicatat sebagai penyakit pada manusia sejak tahun 1500 sebelum Masehi dan mengalami banyak sekali perkembangan seiring bertambahnya pengetahuan struktur anatomi pada regio inguinal.

1 Hernia ingunalis dibagi menjadi dua yaitu Hernia Ingunalis Lateralis (HIL) dan Hernia Ingunalis Medialis.BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. Hernia inguinalis lateralis mempunyai nama lain yaitu hernia indirecta yang artinya keluarnya tidak langsung menembus dinding abdomen. 2. Definisi Hernia berasal dari kata latin yang berarti rupture. Disini akan dijelaskan lebih lanjut hernia ingunalis lateralis. Meskipun hernia dapat terjadi di berbagai tempat dari tubuh kebanyakan defek melibatkan dinding abdomen pada umumnya daerah inguinal. KLASIFIKASI . 3 Tabel. Perbedaan HIL dan HIM. Hernia inguinalis lateralis (HIL) dikarenakan kelainan kongenital meskipun ada yang didapat.2. penutupan cincin ingunalis interna pada waktu embrio setelah penurunan testis Hernia ingunalis Keluarnya langsung Medial Tidak Dewasa medialis menembus fascia dinding abdomen Tipe Deskripsi 2.3 Hubungan dg Dibungkus oleh Onset biasanya vasa fascia spermatica pada waktu epigastrica interna inferior Hernia ingunalis Penojolan melewati Lateral Ya Congenital lateralis cincin inguinal dan biasanya merupakan Dan bisa pada kegagalan waktu dewasa. Hernia didefinisikan adalah suatu penonjolan abnormal organ atau jaringan melalui daerah yang lemah (defek) yang diliputi oleh dinding. Hernia ingunalis lateralis sendiri mempunyai arti pintu keluarnya terletak disebelah lateral Vasa epigastrica inferior. Selain hernia indirek nama yang lain adalah Hernia oblique yang artinya Kanal yang berjalan miring dari lateral atas ke medial bawah.1.1.

hernia divertikular di dinding posterior. 2.hernia inguinalis indirek yang tidak terkomplikasi.hernia inguinalis direk dengan pembesaran difus di seluruh permukaan segitiga Hesselbach Gilbert membuat klasifikasi berdasarkan 3 faktor:3 1. Kelas 4 : hernia femoralis. 2. Ada atau tidak adanya kantung peritoneal. Hernia Direk . yaitu:3 Stage 1 : hernia indirek dengan cincin interna yang normal. Klasifikasi menurut Halverson dan McVay. dekat tuberculum pubicum. . Sistem Ponka membagi hernia menjadi 2 tipe:3 1.Casten membagi hernia menjadi tiga stage. hernia terdapat terdapat 4 kelas:3 Kelas 1 : hernia indirek yang kecil. Ukuran cincin interna. . . Stage 2 : hernia direk dengan pembesaran atau distorsi cincin interna. Hernia Indirek .suatu defek kecil di sebelah medial segitiga Hesselbach. .hernia inguinalis indirek sliding. Kelas 3 : hernia indirek yang besar atau hernia direk. Stage 3 : semua hernia direk atau hernia femoralis. Kelas 2 : hernia indirek yang medium.

Hernia tipe 3 sering menjadi hernia komplit dan sering menjadi slidinhernia. 2. Tipe 1. and 3 merupakan hernia indirek. Tipe 3c adalah hernia femoralis. yaitu:2 . ETIOLOGI Penyebab terjadinya hernia inguinalis masih diliputi berbagai kontroversi. 2. Cincin interna yang intak dan tidak ada kantung peritoneal. Tipe 4 memperlihatkan semua hernia rekuren. Tipe 3a adalah hernia inguinalis indirek. 2. sedangkan tipe 4 and 5 merupakan hernia direk.2. Hernia tipe 5 merupakan hernia divertikuler primer. meliputi:3 Tipe 1 adalah hernia indirek dengan cincin interna yang normal. Tabel. Tipe 2 adalah hernia indirek dengan cincin interna yang membesar. tetapi diyakini ada tiga penyebab. Tipe 3b adalah hernia indirek yang menyebabkan kelemahan dinding posterior. Hernia tipe 4 mempunyai robekan dinding posterior tau defek posterior multipel.3. Integritas dinding posterior dan kanal. Pada hernia ini tidak terdapat kantung peritoneal.3. Nyhus membuat klasifikasi berdasarkan ukuran cincin interna dan integritas dinding posterior. Hernia tipe 1 mempunyai kantung peritoneal yang melewati cincin interna yang berdiameter <> Hernia tipe 2 (hernia indirek yang paling sering) mempunyai kantung peritoneal yang melewati cincin interna yang berdiameter ” 2 cm. Tabel Klasifikasi Hernia Inguinal3 Gilbert membagi hernia menjadi 5 tipe. Tipe 3 hernia mempunyai kantung peritoneal yang melewati cincin interna yang berdiameter > 2 cm.

2. ANATOMI . Akan tetapi tidak semua hernia ingunalis disebabkan karena kegagalan menutupnya processus vaginalis dibuktikan pada 20%-30% autopsi yang terkena hernia ingunalis lateralis proseccus vaginalisnya menutup. Processus vaginalis normalnya menutup.1. Pada sisi sebelah kiri terjadi penurunan terlebih dahulu sehingga . alergi Kehamilan Ascites 2. Pada pria kehilangan sisa ini akan melekatkan testis yang dikenal dengan tunika vaginalis.5 Gambar 2. Pada pria testes awalnya retroperitoneal dan dengan processus vaginalis testes akan turun melewati canalis inguinalis ke scrotum dikarenakan kontraksi gubernaculum. Overweight Mengangkat barang yang berat yang tidak sesuai dengan ukuran badan Sering mengedan karena adanya gangguan konstipasi atau gangguan saluran kencing Adanya tumor yang mengakibatkan sumbatan usus Batuk yang kronis dikarenakan infeksi.1.5. PATOFISIOLOGI HERNIA INGUINALIS LATERALIS Ligamentum gubernaculum turun pada tiap sisi abdomen dari pole inferior gonadke permukaan interna labial/scrotum. Sedangkan pada wanita akan terbentuk kanal Nuck. Peninggian tekanan intra abdomen yang berulang. Gubernaculum akan melewati dinding abdomen yang mana pada sisi bagian ini akan menjadi kanalis inguinalis. Adanya kelemahan jaringan /otot. asthma. emphysema. bronchitis.4. Pada wanita ovarium turun ke pelvis dan gubernaculum bagian inferior menjadi ligamentum rotundum yang mana melewati cincin interna ke labia majus. Tersedianya kantong. 3. Processus vaginalis adalah evaginasi diverticular peritoneumyang membentuk bagian ventral gubernaculums bilateral.yang tersering hernia inguinalis lateralis angka kejadiannya lebih banyak pada laki-laki dan yang paling sering adalah yang sebelah kanan. menghapuskan perluasan rongga peritoneal yang melewati cincin interna. Perbandingan HIL dan Anatomi Normal5 2. Jika processus vaginalis tidak menutup maka hidrokel atau hernia inguinalis lateralis akan terjadi.

Jaringan sub kutis (Camper¶s dan Scarpa¶s) yang berisikan lemak. Apponeurosis muskulus obliqus eksternus. Bagian superfisial meluas ke depan dinding abdomen dan turun ke sekitar penis. falx .2. Lapisan-lapisan abdomen1 5. Spermatic cord6 6. dan Colle¶s. paha.lapisan-lapisan dinding abdomen Regio inguinal merupakan batas bawah abdomen dengan fungsi yang terdiri atas lapisan miopaneurotis. 2 Gambar 2. superfisial (Camper) dan profundus (Scarpa). Sulit dikenal dan jarang ditemui. Ligamentum ini dibentuk dari serabut aponeurosis yang berasal dari crus inferior cincin externa yang meluas ke linea alba. Dalam bukunya Skandalakis (1995). Terletak mulai dari SIAS sampai ke ramus superior tulang publis. Ligamentum ini membentuk pinggir medial kanalis femoralis. 4. Spermatik kord pada laki-laki.. 2. Lakunare (Gimbernat) Merupakan paling bawah dari ligamentum inguinale dan dibentuk dari serabut tendon obliqus eksternus yang berasal dari daerah Sias. Penamaan struktur anatomi di daerah ini banyak memakai nama penemunya sebagai pengakuan atas kontribusi mereka. dinding abdomen pada dasar inguinal terdiri dari susunan multi laminer dan seterusnya. Innominate fasia (Gallaudet) : lapisan ini merupakan lapisan superfisial atau lapisan luar dari fasia muskulus obliqus eksternus. Bagian yang profundus meluas dari dinding abdomen ke arah penis (Fasia Buck).3. termasuk ligamentum inguinale (Poupart) merupakan penebalan bagian bawah aponeurosis muskulus obliqus eksternus. skrotum. Ligamentum ini membentuk sudut kurang dari 45 derajat sebelum melekat pada ligamentum pektineal. Fasia ini terbagi dua bagian. Kulit (kutis).Keberhasilan operasi hernia inguinal tergantung akan pengetahuan tentang dinding abdomen. 3. Gambar 2. ligamen rotundum pada wanita. perineum.. Pada dasarnya inguinal dibentuk dari lapisan: 1.kanalis inguinalis. bokong. Muskulus transversus abdominis dan aponeurosis muskulus obliqus internus.

falx inguinalis dan fasia transversalis. 8. . Fasia transversalis dan aponeurosis yang berhubungan dengan ligamentum pectinea (Cooper). Bagian medial dibentuk oleh fasia transversa dan konjoin tendon. iliopubic tract.inguinalis (Henle) dan konjoin tendon. Peritoneum 10. 9. . . Pintu hernia adalah lapisan l.Posterior : Dibentuk oleh aponeurosis muskulus transversus abdominis yang bersatu dengan fasia transversalis dan membentuk dinding posterior dibagian lateral.Anterior : Dibatasi oleh aponeurosis muskulus obliqus eksternus dan 1/3 lateralnya muskulus obliqus internus.Superior : Dibentuk oleh serabut tepi bawah muskulus obliqus internus dan muskulus transversus abdominis dan aponeurosis. Superfisial dan deep inguinal ring. Dinding yang membatasi kanalis inguinalis adalah: . korpus dan basis c. Hernia dinamai berdasarkan dari pintunya b. Kantung hernia adalah peritoneum parietalis. 5 Bagian bagian dari hernia 7 1. dinding posterior berkembang dari aponeurosis muskulus transversus abdominis dan fasia transversal.paisan dinding perut dan panggul. bagiannya adalah kolum. . Preperitoneal connective tissue dengan lemak. 7. Kanalis inguinalis adalah saluran yang berjalan oblik (miring) dengan panjang 4 cm dan terletak 2-4 cm di atas ligamentum inguinale.Inferior : Dibentuk oleh ligamentum inguinale dan lakunare.

berlanjut dengan serabutserabut muskulus obliqus internus dan fasia otot. Arteri diferential 3. Serabut simpatis dari plexus hipogastrik e. 3 lapisan fasia: 1. Batas cincin interna adalah pada bagian atas muskulus transversus abdominis. External inguinal ring adalah daerah pembukaan pada aponeurosis muskulus obliqus eksternus. 3. . Plexus vena pampiniformis d. Ini merupakan defek normal dan fasia transversalis dan berbentuk huruf ³U´ dan ³V´ dan terletak di bagian lateral dan superior. Fasia spermatika interna. 2.Arteri spermatika eksterna c. Nervus ilioinguinalis 3. Isi kanalis inguinalis pria : 10 a. Duktus deferens b. Arteri spermatika interna 2. Cabang genital dari nervus genitofemoral 2.4. Selubung hernia merupakan lapisan ±lapisan yang menyelubungi hernia. iliopublik tract dan interfoveolar (Hasselbach) ligament dan pembuluh darah epigastrik inferior di bagian medial. Lapisan kremaster. perluasan dari fasia transversal. e. 3 nervus: 1. Fasia spermatika eksterna. berbentuk ³U´ dangan ujung terbuka ke arah inferior dan medial.Gambar 2. Canalis Inguinalis1 Bagian ujung atas dari kanalis inguinalis adalah internal inguinal ring. 3 arteri yaitu : 1. 9 d. lanjutan dari fasia innominate.

pada bagian posterior dibatasi oleh traktus iliopubis.9 Perbedaan hil dan him pada pemeriksaan fisik sangat sulit dlakukan dan ini tidak terlalu penting mengingat groin hernia harus dioperasi tanpa melihat jenisnya.6.6. Lain halnya pada cincin yang lebar hernia dapat dengan jelas terlihat dan jaringan tissue dapat dirasakan pada tonjolandi kanalis ingunalis pada saat batuk dan hernia dapat didiagnosa. Lubang ini ditembus oleh funiculus spermaticus. Gejala Pasien mengeluh ada tonjolan di lipat paha .11 2. dan bagian bawah oleh pembuluh darah vena dan arteri femoralis. Tanda Pada pemeriksaan hernia pasien harus diperiksa dalam keadaan berdiri dan berbaring dan juga diminta untuk batuk pada hernia yang kecil yang masih sulit untuk dilihat. Dengan bertambah besarnya hernia maka diikuti rasa yang tidak nyaman dan rasa nyeri. Bagian medial dibatasi oleh bagian lateral musculus rectus abdominis. Hernia ingunalis pada masing- .kita dapat mengetahui besarnya cincin eksternal dengan cara memasukan jari ke annulus jika cincinnya kecil jari tidak dapat masuk ke kanalis inguinalis dan akan sangat sulit untuk menentukan pulsasi hernia yang sebenarnya pada saat batuk.11 Pada umumnya hernia direct akan memberikan gejala yang sedikit dibandingkan hernia ingunalis lateralis. Beberapa pasien mengeluh adanya sensasi nyeri yang menyebar biasanya pada hernia ingunalis lateralis.1.dan juga kemungkinannya lebih berkurang untuk menjadi inkarserasi atau strangulasi. sehingga pasien berbaring untuk menguranginya. pada bagian lateral bebatas dengan musculus iliopsoas dan bagian inferior oleh ligamentum cooper.6.2.pada beberapa orang adanya nyeri dan membengkak pada saat mengangkat atau ketegangan. Bagian superior dibatasi oleh lengkungan serabut otot abdominis transversus dan otot obliquus internus.seringnya hernia ditemukan pada saat pemeriksaan fisik misalnya pemeriksaan kesehatan sebelum masuk kerja. GEJALA DAN TANDA KLINIK 2.Fruchaud Myopectineal Orifice Daerah ini dibatasi oleh ligamentum inguinalis. perasaan nyeri yang menyebar hingga ke scrotum. Lubang myopectineal dilindungi oleh aponeurosis transversus abdominis dan fascia transversalis 2.

Tonjolan akan menghilang pada saat pasien berbaring .dengan tonjolan yang sirkuler di cicin eksterna. Jika hernianya besar maka pembedaanya dan hubungan secara anatomi antara cincin dan kanalis inguinalis sulit dibedakan.7. Pada hernia direct benjolan akan terasa pada bagian depan melewati Trigonum Hesselbach¶s dan kebalikannya pada hernia ingunalis lateralis. jenis hernia inguinal tidak dapat ditegakkan secara akurat sebelum dilakukan operasi. Jika terasa pada ujung jari maka itu hernia ingunalis lateralis.12 2. Pada kebanyakan pasien.9 Pada palpasi Dinding posterior kanalis ingunalis akan terasa dan adanya tahanan pada hernia inguanalis lateralis.muntah dan gejala obstruksi usus. PEMERIKSAAN PENUNJANG 2.9 2.9 Pada inspeksi Pasien saat berdiri dan tegang. Hernia strangulasi : y y Gejala yang sama disertai adanya infeksi sistemik Adanya gangguan sistemik pada usus.8. sedangkan pada hernia ingunalis lateralis akan terlihat tonjolan yang yang bebentuk elip dan susah menghilang padaa saat berbaring. KOMPLIKASI Hernia inkarserasi : y y y Hernia yang membesar mengakibatkan nyeri dan tegang Tidak dapat direposisi Adanya mual .masing jenis pada umumnya memberikan gambaran yang sama .1. Penekanan melalui cincin interna ketika pasien mengedan juga dapat membedakan hernia direct dan hernia inguinalis lateralis. Sedangkan pada hernia direct tidak akan terasa dan tidak adanya tahanan pada dinding posterior kanalis ingunalis. Laboratorium . hernia yang turun hingga ke skrotum hampir sering merupakan hernia ingunalis lateralis. Jika pasien diminta untuk batuk pada pemeriksaan jari dimasukan ke annulus dan tonjolan tersa pada sisi jari maka itu hernia direct. pada hernia direct kebanyakan akan terlihat simetris.8.

Pasien harus istirahat agar tekanan intraabdominal tidak meningkat. kadar kreatinine yang tinggi akibat muntah-muntah dan menjadi dehidrasi. Menurunkan tegangan otot abdomen.9.8. Ultrasonografi dapat digunakan untuk membedakan adanya massa pada lipat paha atau dinding abdomen dan juga membedakan penyebab pembengkakan testis.8 2. Elektrolit. Penanganan DI IGD Mengurangi hernia. 4.9. Tes Urinalisis untuk menyingkirkan adanya masalah dari traktus genitourinarius yang menyebabkan nyeri lipat paha.1. Retropubic Intra abdominal Pre peritoneal Pre peritoneal locule 2.8 Pada pemeriksaan radiologis kadang terdapat suatu yang tidak biasa terjadi. 3. Memberikan sedasi yang adekuat dan analgetik untuk mencegah nyeri. sebagai berikut: Leukocytosis dengan shift to the left yang menandakan strangulasi. PENATALAKSANAAN HERNIA 2. Adalah suatu keadaan dimana berpindahnya secara spontan kantong hernia beserta isinya ke rongga extraperitoneal. yaitu adanya suatu gambaran massa. Posisikan pasien berbaring terlentang dengan bantal di bawah lutut. Ada 4 tipe pembagian reduction of hernia en masse : 1. 2.Untuk mendukung ke arah adanya strangulasi. Pemeriksaan Radiologis Pemeriksaan radiologis tidak diperlukan pada pemeriksaan rutin hernia. Pasien pada posisi Trendelenburg dengan sudut sekitar 15-20° terhadap hernia inguinalis. . BUN. Gambaran ini dikenal dengan Spontaneous Reduction of Hernia En Masse.2.

analgetik dan obat sedasi untuk merelaxkan otot-otot. Pada pasien geriatri sebaiknya dilakukan operasi elektif agar kondisi kesehatan saat dilakukan operasi dalam keadaan optimal dan anestesi dapat dilakukan. Pelaksanaan non operasi untuk mengurangi hernia inkerserasi dapat dicoba. dan nyeri pada hernia maka operasi yang cito harus di lakukan. dan kompres dingin selam a20-30 menit. strangulasi. penanganan ini teruntuk semua pasien tanpa pandang umur inkarserasi dan strangulasi hal yang ditakutkan dibandingkan dengan resiko operasinya. Jika pasien menderita hyperplasia prostate akan lebih bijaksana apabila dilakukan penanganan terlebih dahulu terhadap hiperplasianya. Operasi hernia dapat ditunda jika massa hernia dapat dimanipulasi dan tidak ada gejala strangulasi. Posisikan kaki ipsi lateral dengan rotasi eksterna dan posisi flexi unilateral (seperti kaki kodok) Posisikan dua jari di ujung cincin hernia untuk mencegah penonjolan yang berlanjutselam proses reduksi penonjolan Usahakan penekanan yang tetap pada sisi hernia yang bertujuan untu mengembalikan isis hernia ke atas. Jika dilakukan penekanan ke arah apeks akan menyebabkan isis hernia keluar dari pintu hernia. Karena kemungkinannya terjadi inkarserasi. Operasi yang cito mempunyai resiko yang besar pada pasien geriatri. Konsul ke ahli bedah jika usaha reduksi tidak berhasil dalam 2 kali percobaanm Teknik reduksi spontan memerlukan sedasi dam analgetik yang adekuat dan posisikan Trendelenburg. Mengingat tingginya resiko infeksi traktus urinarius dan retensi urin pada saat operasi hernia. . Pasien di posisikan dengan panggul dielevasikan dan di beri .Kompres dengan kantung dingin untuk mengurangi pembengkakan dan menimbulkan proses analgesia.7 Konsul bedah jika : Reduksi hernia yang tidak berhasil Adanya tanda strangulasi dan keadaan umum pasien yang memburuk Hernia ingunalis harus dioperasi meskipun ada sedikit beberapa kontraindikasi .

Reposisi spontan pada anak : menidurkan anak dengan posisi Trendelenburg. ada beberapa pendapat (Robaeck-Madsen.Reposisi bimanual : tangan kiri memegang isi hernia membentuk corong sedangkan tangan kanan mendorongnya ke arah cincin hernia dengan tekanan lambat dan menetap sampai terjadi reposisi . dan adanya peningkatan risiko infeksi dan rekurensi yang mengikuti tindakan operatif. yang termasuk gangren alat-alat pencernaan (usus). bertujuan untuk menahan hernia yang telah direposisi dan harus dipakai seumur hidup. Namun cara ini sudah tidak dianjurkan karena merusak kulit dan otot abdomen yang tertekan.Pada saat operasi harus dilakukan eksplorasi abdomen untuk memastikan usus masih hidup. strangulasi.7 Indikasi operasi : . kemudian kantong hernia dijahit setinggi-tinggi mungkin lalu dipotong. jika ada perlekatan lakukan reposisi. Konservatif : . kompres es di atas hernia. kantung hernia berisi cairan darah yang berwarna gelap. kemudian bila berhasil. anak boleh menjalani operasi pada hari berikutnya. karena adanya risiko komplikasi yang besar terutama inkarserata. testis. Gejala klinik peritonitis. . 1. . sedangkan strangulasi masih mengancam 2.pada pria dewasa.Hernia inguinalis lateralis pada anak-anak harus diperbaiki secara operatif tanpa penundaan. dilakukan operasi elektif atau cito terutama pada keadaan inkarserata dan strangulasi. ada tanda-tanda leukositosis. Gavrilenko) bahwa lebih baik melakukan elektif surgery karena angka mortalitas. pemberian sedatif parenteral.maka dilakukan pembebasan kantong hernia sampai dengan lehernya. dan morbiditas lebih rendah jika dilakukan cito surgery. dibuka dan dibebaskan isi hernia. .Bantal penyangga. Operatif -Anak-anak à Herniotomy : Karena masalahnya pada kantong hernia. Pada pria tua.

Karena herniotomi pada anak-anak sangat cepat dan mudah, maka kedua sisi dapat direparasi sekaligus jika hernia terjadi bilateral - Dewasa à Herniorrhaphy : Perawatan kantung hernia dan isi hernia Penguatan dinding belakang (secara Bassini, Marcy Ferguson, Halsted / Kirchner, LotheissenMc Vay (Cooper¶s ligament repair), Shouldice, Tension free herniorrhaphy) Berliner repair The Lichtenstein repair The Wilkinson Technique Abrahamson Nylon Darn Repair Lichtenstein Plastic Screen Reinforcement Klasifikasi dan terapi menurut Gilbert tipe I-IV Rutkow Mesh-plug hernioplasty Rives Prosthetic Mesh Repair Stoppa Gerat Prosthetic for Reinforcement of the Visceral Sac à Minimally Invasive Surgery (Laparoscopy)
y y

TAPP = Trans Abdominal Pre Peritoneal TEP = Total Extra Peritoneal

2.9.2. TEKNIK-TEKNIK OPERASI HERNIA Tujuan operasi adalah menghilangkan hernia dengan cara membuang kantung dan memperbaiki dinding abdomen. 2.9.2.1. Operasi Hernia Ingunalis Lateralis Incisi 1-2cm diatas ligamentum inguinal sehingga tembus searah dengan seratnya, sayatan diperluas dari lateral ingá cincin interna sampai tuberculum pubicum. Pisahkan dan ligasi vena dari jaringan subkutan.13

Gambar 2.5. Tahapan operasi HIL(1)13

Pada saat ini, aponeurosis oblikuus eksternus akan terlihat dengan serat berjalan ke bawah ke arah medial. Incisi aponeurosis searah dengan arah seratnya, kemudian ditarik dengan hak. Gunakan forceps untuk mengangkat dan meretraksi ujungnya, sambil incisi diperluas melewati sayatan. Cari nervus inguinal dan lindungi selama operasi selama operasi dengan menjauhkan dari lapangan operasi.13 Gambar.2.6. Tahapan Operasi HIL (2)13 Kemudian sayat secara tumpul, keluarkan spermatic cord bersamaan dengan kantung hernia yang merupakan satu massa dan masukkan jari di sekelilingnya. Amankan massa dengan menggunakan gauze. Dan menggunakan sayatan tajam dan tumpul, pisahkan kantung dari cord (vasa deferen dan pembuluh darah) lapis demi lapis.13 Gambar. 2.7. Tahapan Operasi HIL (3)13

Perluas sayatan hingga leher kantung tepat di cincin interna, sehingga terlihat lapisanperitoneal fat. Buka kantung diantara dua pasang forcep kecil, dan periksa rongga abdomen dengan jari hingga membuka.13

Gambar 2.8. Tahapan Operasi HIL (4)13 Terus putar kantung untuk memastikan isinya kosong. Lehar diikat dengan benang 2/0, tahan ikatannya, dan kantung diexcisi.13 Gambar 2.9. Tahapan Operasi HIL (5)13 Perhatikan punctum untuk memastikan ikatannya cukup kuat. Ketika ikatannya dipotong, maka punctum masuk ke dalam cincin dan tidak terlihat. Tujuan dari prosedur Bassini adalah untuk memperkuat dinding posterior. Dengan cara menjahitkan M. transversus abdominis dan aponeurosis M. obliquus abdominis internus atau conjoint tendon ke ligamentum inguinal. Prosedur ini juga menyempitkan cincin interna. Mulai perbaikan dengan menggunakan benang no.1. Jahitan silang harus dimasukkan melewati ligamentum inguinalis pada jalur yang berbeda dengan arah serat, serat dirawat terpisah sepanjang garis ligamentum. Masukkan jahitan silang pertama ke ligamentum pectineal.13 Gambar 2.10. Tahapan Operasi HIL (6)13

Masukkan jahitan berikutnya melalui conjoined tendon dan ligamentum inguinal, teruskan ke arah lateral untuk memasukkan jahitan silang pada bagian ini. Tinggalkan jahitan silang tanpa diikat sehingga semuanya masuk.13 Gambar 2.11. Tahapan Operasi HIL (7)13 Kemudian jahitan silang didekatkan ke cincin sebelum jahitannya diikat, dan harus masih bisa dilalui ujung jari melewati cincin sepanjang cord. Kemudian ikat jahitan dimulai dari tengah dan potong ujungnya.13 Gambar 2.12. Tahapan Operasi HIL (8)13 Dan terakhir, tambahkan tegangan sehingga cincin interna masih bisa dilalui ujung jari.13 Gambar 2.13. Tahapan Operasi HIL (9)13 Tutup aponeurosis obliquus eksterna secara kontinyus dengan chromic cat gut 0.1 Gambar 2.14. Tahapan Operasi HIL (10)13 Jahit kulit secara interrupted 2.0.13 Gambar 2.15. Tahapan Operasi HIL (11)13 Adapun teknik-teknik operasi hernia ada beberapa cara, yaitu Mercy dikenal dengan ligasi sederhana dengan diangkat tinggi kantungnya.melewati ingunal yang dikombinasi dengan pengikatan cincin interna. Bassini, dahulu merupakan metode yang sering digunakan, dengan cara conjoint tendon didekatkan dengan ligamentum Poupart¶s dan spermatic cord diposisikan seanatomis mungkin di bawah aponeurosis muskulus oblikuus eksterna. Halsted, menempatkan muskulus oblikuus eksterna diantara cord kebalikannya cara Bassini. Mc Vay, dikenal dengan metode ligamentum Cooper, meletakkan conjoint tendonlebih posterior dan inferior terhadap ligamentum Cooper.14

2.9.2.2. Shouldice Menurut Abrahamson (1997) prinsip dasar teknik Shouldice adalah Bassini multi layer, Adapun tahapan hernioplasty menurut Shouldice: Langkah pertama:

Letakkan bahan mesh ukuran 10×5 cm diletakkan di atas defek. Demikian seterusnya dengan menjahit tendon konjoin ke ligamentum inguinal membentuk lapisan ke tiga (gambar B). disebelah bawah spermatik kord. Tahapan Operasi Shouldice (2)6 Langkah berikutnya dilakukan rekonstruksi dinding belakang inguinal dengan jahitan jelujur membuat suatu flap dari tepi bawah fasia ke bagian belakang flap superior. . 13 .2.16. Tahapan Operasi Shouldice (3)6 2. usahakan titik jahitan tidak segaris dengan jarak 2-4 mm. . Dilakukan penjahitan dengan benang non absorbsi 3-0 ke arah : .Lateral : melingkari spermatik kord. Kemudiaan penjahitan aponeorosis obliqus eksterna membentuk lapisan ke empat (gambar C). 2.9. Lichtenstein Tension free Tehnik pemasangan mesh pada Lichtenstein seperti berikut (Wexler.Inferior : pada ligamentum inguinal.2 Gambar 2. Langkah berikutnya dilakukan rekonstruksi dinding belakang inguinal dengan jahitan jelujur membuat suatu flap dari tepi bawah fasia ke bagian belakang flap superior.18. . 3.13 Bagian flap superior yang berlebih dijahitkan kembali pada lapisan dibawahnya dengan jelujur membentuk lapisan ke dua (gambarA).Setelah dilakukan incisi garis kulit sampai fasia. 13Gambar 2. usahakan titik jahitan tidak segaris dengan jarak 2-4 mm. bebaskan funikulus dari fasia transversalis sampai ke cincin interna. membuang kantong dan ligasi setinggi mungkin. Tahapan Operasi Shouldice (1)6 Dilanjutkan dengan memotong fasia transversalis dan membebaskan lemak pre peritoneal.Superior : pada konjoin tendon.3.17.2 Gambar 2. dengan preparasi saraf ilioinguinal dan iliohipogastrika. 1997) : 1.Medial : perios tuberkulum pubikum. Dilakukan terlebih dahulu herniotomi.

Ismail (2000) melaporkan 74 % penderita telah kembali mengemudikan mobil dalam 10 hari.Gambar 2. Meskipun hernia dapat terjadi di berbagai tempat dari tubuh kebanyakan defek melibatkan dinding abdomen pada umumnya daerah inguinal.6 Hernioplasty dengan polypropylene mesh mencegah terjadinya peregangan sewaktu rekonstruksi dinding belakang kanalis inguinal sehingga perasaan nyeri pasca operasi dapat berkurang dengan nyata. mempunyai potensi untuk menimbulkan respon inflamasi dan cepat berintegrasi dengan jaringan sekitar. tidak bersikap alergen. Hal inilah yang menyebabkan keluhan rasa nyeri pasca operasi menjadi lebih ringan dibanding tehnik konvensional lainnya. 1999). tidak terjadi lipatan-lipatan. prostesis berupa anyaman yang berpori sehingga jaringan tumbuh diantara pori-pori tersebut.6 BAB III KESIMPULAN Hernia merupakan kasus tersering di bagian bedah abdomen sesudah appendicitis. prostesis yang dipakai harus cukup kuat sebagai penyangga. Agar integrasi menjadi solid. 49 % diantaranya dalam 7 hari.6 Untuk mencegah rekurensi jangka panjang penggunaan material harus cukup lebar untuk menutup seluruh defek miopektineal (dengan ukuran 10 x 5 cm). serta pencegahan rekurensi jangka panjang.13 Penggunaan material sintetis sebagai penutup defek miopektineal dinding belakang kanalis inguinal memerlukan persyaratan tertentu. Saat ini polypropylen mesh dipilih sebagai prostesis baku dalam petatalaksanaan hernio plasty. Yang . Hernia inguinalis dibagi dua jenis hernia inguinalis medialis/hernia inguinalis directa/hernia inguinalis horisontal dan hernia ingunalis lateralis/ hernia indirecta/hernia obliqua.19. Hernia didefinisikan adalah suatu penonjolan abnormal organ atau jaringan melalui daerah yang lemah (defek) yang diliputi oleh dinding. Pemulihan dan kemampuan kerja setelah operasi ternyata sangat dipengaruhi oleh rasa sakit (Callesen. Polypropylene mesh dikategorikan memiliki sifat tersebut serta mampu bersifat permanen sehingga tidak diperbolehkan kontak langsung dengan organ visera karena akan menimbulkan perlengketan serta obstruksi atau pembentukan fistula. melingkari bagian dari spermatik kord di daerah kanalis inguinal interna. Setelah pemasangan Mesh13 Karena penjahitan pada tehnik Shouldice dilakukan cara jelujur tidak terputus pada titik yang berbeda kesegarisannya menyebabkan tarikan yang terjadi menyebar dan terdistribusi dibanyak titik sehingga rasa nyeri menjadi tidak dominan disatu tempat. Diikuti pemulihan dan kembali kepada aktivitas rutin yang lebih dini. Bax (1999) melaporkan dengan polypropylene mesh lebih dari 60% pekerja kasar dan lebih dari 90% pekerja kantoran telah dapat bekerja dalam 10 hari.

Springer. Hernias. WB Saunders Company. Maingot¶s Abdominal Operation. General Surgery at the Distric Hospital. 6. 3.webmed. WHO. 2. 783-789. Cook. Surgery Basic Science and Clinical Evidence. Brunicardi. Volume 1. Inguinal Hernias. Mc Graw-Hill. Townsend. Komplikasi yang terjadi yaitu inkarserasi dan strangulasi.com/digestive-disorders/tc/Inguinal-Hernia 12. Hernias. Tenth edition. http://www.htm 5. Kerry V. Kirby I. New York. Eighth edition. 17thEdition.virginia. Philadelphia. Pada hernia inguinalis lateralis processus vaginalis peritonaei tidak menutup (tetap terbuka). Operasi hernia ada berbagai macam teknik yaitu : Marcy. Cooke. Lawrence W. McVay. 2001. 2001.incarcerated hernia. F Charles. 10. http://www. Inguinal Hernia: Anatomy and Managementhttp://www. 479-525.tripod.com/inguinal. Switzerland. Norton. 2003. 2005. 2000. John. 795-801 13. Hernias .2007. Manthey. Courtney M. Lichtenstein Tension free. New York. Eleventh edition. 2004. http://www. Hernias And Abdominal Wall Defects.html 7.hernia. 787-803. Shouldice. http://www. http://www. Zinner. The Practice of General Surgery. DAFTAR PUSTAKA 1. Sabiston Textbook of Surgery.2005. Hernia.healthsystem. .webmed. Michael J.com/emerg/topic251. 1353-1394. Current Surgical Diagnosis and Treatment. 1199-1217. Mc Graw-Hill.com/viewarticle/420354_4 4.medscape. Way. New York.com/digestive-disorders/tc/Inguinal-Hernia-Symptoms 9.tersering hernia inguinalis lateralis angka kejadiannya lebih banyak pada laki-laki dan yang paling sering adalah yang sebelah kanan. 151-156. David.webmed. Jika sudah terjadi strangulasi penanganan segera adalah dengan operasi. New York. Inguinal Hernias. Schwartz¶s Principles of Surgery. Bland. Mc Graw-Hill.edu/toplevel/home/ 11. Hernias & Other Lesions of the Abdominal Wall.emedicine.com 8. 2002. 14.Jeffrey A. New York. Bassini. Elsevier Saunders. http://www.

sedangkan yang kanan bermuara pada vena kava dengan arah miring. . Hal ini disebabkan karena vena spermatika interna kiri bermuara pada vena renalis kiri dengan arah tegak lurus. dan didapatkan 21-41% pria yang mandul menderita varikokel. Di samping itu vena spermatika interna kiri lebih panjang daripada yang kanan dan katupnya lebih sedikit dan inkompeten. Varikokel ternyata merupakan salah satu penyebab infertilitas pada pria.Varikokel . Etiologi dan anatomi Hingga sekarang masih belum diketahui secara pasti penyebab varikokel. adalah dilatasi abnormal dari vena pada pleksus pampiniformis akibat gangguan aliran darah balik vena spermatika interna. varicocele. Kelainan ini terdapat pada 15% pria. tetapi dari pengamatan membuktikan bahwa varikokel sebelah kiri lebih sering dijumpai daripada sebelah kanan (varikokel sebelah kiri 70±93 %).

pada inspeksi dan papasi terdapat bentukan seperti kumpulan cacing-cacing di dalam kantung yang berada di sebelah kranial testis. Secara klinis varikokel dibedakan dalam 3 tingkatan/derajat: 1. 2. Adanya anastomosis antara pleksus pampiniformis kiri dan kanan. . dengan memperhatikan keadaan skrotum kemudian dilakukan palpasi. memungkinkan zat-zat hasil metabolit tadi dapat dialirkan dari testis kiri ke testis kanan sehingga menyebabkan gangguan spermatogenesis testis kanan dan pada akhirnya terjadi infertilitas. Derajat besar: adalah varikokel yang sudah dapat dilihat bentuknya tanpa melakukan manuver valsava. Gambaran klinis dan diagnosis Pasien datang ke dokter biasanya mengeluh belum mempunyai anak setelah beberapa tahun menikah. Refluks hasil metabolit ginjal dan adrenal (antara lain katekolamin dan prostaglandin) melalui vena spermatika interna ke testis. Jika terdapat varikokel. Derajat kecil: adalah varikokel yang dapat dipalpasi setelah pasien melakukan manuver valsava 2. Patogenesis Varikokel dapat menimbulkan gangguan proses spermatogenesis melalui beberapa cara. Peningkatan suhu testis. atau adanya situs inversus. Terjadi stagnasi darah balik pada sirkulasi testis sehingga testis mengalami hipoksia karena kekurangan oksigen. muara vena spermatika kanan pada vena renails kanan. atau kadang-kadang mengeluh adanya benjolan di atas testis yang terasa nyeri. Varikokel yang sulit diraba secara klinis seperti ini disebut varikokel subklinik. antara lain: 1. karena alat ini dapat mendeteksi adanya peningkatan aliran darah pada pleksus pampiniformis. Derajat sedang: adalah varikokel yang dapat dipalpasi tanpa melakukan manuver valsava 3.Jika terdapat varikokel di sebelah kanan atau varikokel bilateral patut dicurigai adanya: kelainan pada rongga retroperitoneal (terdapat obstruksi vena karena tumor). Pemeriksaan dilakukan dalam posisi berdiri. Kadangkala sulit untuk menemukan adanya bentukan varikokel secara klinis meskipun terdapat tanda-tanda lain yang menunjukkan adanya varikokel. 4. 3. Untuk itu pemeriksaan auskultasi dengan memakai stetoskop Doppler sangat membantu. pasien diminta untuk melakukan manuver valsava atau mengedan. Jika diperlukan.

(2) varikokelektomi cara Ivanisevich. Tindakan yang dikerjakan adalah: (1) ligasi tinggi vena spermatika interna secara Palomo melalui operasi terbuka atau bedah laparoskopi. Kriptorkismus 25 Okt . (2) perbaikan hasil analisis semen (yang dikerjakan setiap 3 bulan). Pada kerusakan testis yang belum parah. Di antara mereka berpendapat bahwa varikokel yang telah menimbulkan gangguan fertilitas atau gangguan spermatogenesis merupakan indikasi untuk mendapatkan suatu terapi. (3) atau secara perkutan dengan memasukkan bahan sklerosing ke dalam vena spermatika interna ( embolisasi ).) dan terdapat kelainan bentuk sperma (tapered). dan 50% pasangan menjadi hamil. hasil analisis semen pada varikokel menujukkan pola stress yaitu menurunnya motilitas sperma. meningkatnya jumlah sperma muda (immature. 60-80% terjadi perbaikan analisis semen. Evaluasi Pasca tindakan dilakukan evaluasi keberhasilan terapi. Untuk menilai seberapa jauh varikokel telah menyebabkan kerusakan pada tubuli seminiferi dilakukan pemeriksaan analisis semen. atau (3) pasangan itu menjadi hamil. Menurut McLeod. karena telah terjadi kerusakan pada sel-sel germinal. Pada beberapa keadaan mungkin kedua testis teraba kecil dan lunak. Untuk lebih objektif dalam menentukan besar atau volume testis dilakukan pengukuran dengan alat orkidometer. dengan membandingkan testis kiri dengan testis kanan. dengan melihat beberapa indikator antara lain: (1) bertambahnya volume testis. Terapi Masih terjadi silang pendapat di antara para ahli tentang perlu tidaknya melakukan operasi pada varikokel.Diperhatikan pula konsistensi testis maupun ukurannya. evaluasi pasca bedah vasoligasi tinggi dari Palomo didapatkan 80% terjadi perbaikan volume testis.

23.8% pada anak usia satu tahun8. sekitar 33%18. Di Bagian I.8.18.5±0. Pada bayi cukup bulan.2 satu atau kedua testis tidak berada di dalam kantong skrotum1-6.8% pada usia satu bulan dan 1.5% pada usia 3 bulan.6. dan pada beberapa sindrom dengan gangguan biosintesis testosteron. Di Inggris. 1.24-6.9. Baru-baru ini. sedangkan testis yang terletak tidak di dalam skrotum tetapi dapat didorong masuk ke dalam skrotum dan menaik lagi bila dilepaskan dinamakan pseudokriptorkismus atau testis retraktil.19. testis 8.9% kanan). meningkatkan kemungkinan terjadinya torsi dan keganasan9.5.1 Votes Pendahuluan Kriptorkismus adalah suatu keadaan di mana setelah usia satu tahun1. Kriptorkismus merupakan gangguan diferensiasi seksual yang paling sering terjadi pada lakilaki.21.11-22 . Testis yang berlokasi di luar jalur desensus yang normal disebut sebagai testis ektopik.8 Testis yang terletak tidak di dalam skrotum akan mengganggu spermatogenesis.30. Pada bayi berat lahir rendah insidennya juga tinggi. Kriptorkismus berasal dari kata cryptos (Yunani) yang berarti tersembunyi dan orchis yang dalam bahasa latin disebut testis8.9. Kes. insidens kriptorkismus meningkat lebih dari 50% pada 1965±1985. Prader-Willi. 3% di antaranya menderita kriptorkismus18. dilaporkan meningkatnya angka kejadian kriptorkismus di Inggris. Anak FKUSU-RSUP H. Amerika Serikat.29. Alasan utama kenapa testis harus diturunkan adalah agar testis ini dan testis kontra lateral yang normal tidak mengalami kerusakan pada tubulus seminiferus sehingga infertilitas dapat dicegah3. Kriptorkismus unilateral insidensnya lebih banyak daripada yang bilateral dan lokasinya sebagian besar di kiri (52. Nama lain dari kriptorkismus adalah undescended testis36. Insidens undescended testis pada bayi baru lahir adalah 3±6%25. dan Amerika Selatan. tetapi mesti dijelaskan lagi apakah yang dimaksud sebagai kriptorkismus murni.23 sedangkan di Bagian I.16 ektopik ataupun pseudo kriptorkismus8. Lawrence-Moon-Biedl.30 dan pada bayi kurang bulan insidensnya lebih tinggi. . Adam Malik Medan dari 1994±1999 didapatkan 15 kasus. tetapi berada di salah satu tempat sepanjang jalur desensus yang normal7-10. Anak FKUI-RSUPNCM dari 1987±1993 didapatkan 82 anak dengan kriptorkismus9. serta 0.1% kiri dan 47. pada penderita defisiensi gonadotropin seperti penderita sindrom Kallman. Kes.11.15.

40. Diduga terjadinya defisiensi androgen prenatal merupakan faktor yang utama bagi terjadinya kriptorkismus. Insulin-Like Factor 3 (Insl3) diperlukan untuk diferensiasi dan proliferasi gubernakulum. sebagian besar tidak diketahui penyebabnya22. Luteinizing Hormone Releasing Hormone (LHRH). Namun. Tulisan ini bertujuan untuk mengemukakan tentang kriptorkismus dan penatalaksanaannya. Endokrin/hormonal Meliputi kelainan aksis hipotalamus-hifofise testis atau kurang sensitifnya androgen. Dilaporkan adanya tiga anak bersaudara dengan kriptorkismus yang disertai dengan defisiensi gonadotropin dan kongenital adrenal hipoplasia Corbus dan O¶Conor (1922) melaporkan beberapa generasi dalam satu keluarga yang menderita kriptorkismus. diduga terjadi karena tidak adekuatnya HCG menstimulasi pelepasan testosteron pada masa fetus akibat imaturnya sel leydig dan aksis hipotalamus-hifofise testis. Walaupun masih diperdebatkan. Disgenesis gonadal Banyak kasus kriptorkismus yang secara histologis normal saat lahir. dan kombinasi LHRH dengan HCG9. yaitu : 1. kurangnya tekanan abdominal dan tarikan gubernakulum untuk mendorong testis ke cincin inguinal. Mekanis/kelainan anatomis lokal Testis yang kriptorkismus sering disertai dengan arteri spermatika yang pendek. serta adanya kelainan epididimis. tergantung dari metode atau protokol pengobatan yang dipergunakan. terganggunya aliran darah. Genetik/herediter Kriptorkismus termasuk di antara gejala-gejala berbagai sindrom malformasi yang berhubungan dengan atau tanpa kelainan kromosom yang bersifat herediter8. Etiologi dan Patogenesis Penyebab kriptorkismus mungkin berbeda antara satu kasus dengan yang lainnya39. karena diduga terapi hormonal dengan HCG memfasilitasi terapi bedah. 4. Ada laporan bahwa tidak aktifnya hormon Insulin-Like Factor 3 (Insl3) sangat mempengaruhi desensus testis pada tikus. tetapi testisnya menjadi atrofi/disgenesis pada akhir usia 1 tahun dan jumlah sel germinalnya sangat berkurang pada akhir usia 2 tahun. kurang panjangnya vas deferens. Hormon yang digunakan untuk terapi kriptorkismus antara lain Human Chorio Gonadotropic Hormone (HCG). abnormalnya ukuran kanalis inguinalis atau cincin inguinal superfisial. Terapi hormonal pada penderita kriptorkismus telah dilakukan sejak 1930 dengan menggunakan substansi gonadotropin yang berasal dari urine wanita hamil. 3. Pengobatan yang dilakukan oleh berbagai ahli memberikan hasil yang bervariasi. terapi hormonal tetap digunakan sebelum intervensi bedah dilakukan. Dilaporkan desensus testis tidak terjadi pada mamalia yang hipofisenya telah diangkat8.Untuk mereposisi testis ke dalam skrotum. Perrett dan . hernia. Tingginya insidens undescended testis pada bayi prematur. dilakukan terapi hormonal dan pembedahan. Ada beberapa hal yang berhubungan dengannya. 2.

dan lain-lain) Endokrin/hormonal (kelainan aksis hipotalamus-hipofise-testis) Disgenetik (kelainan interseks multiple) Herediter/genetik Klasifikasi berdasarkan lokasi: 1.O¶Rourke (1969) menemukan delapan kasus kriptorkismus unilateral kanan pada empat generasi dalam satu keluarga. suatu pita fibro muskular yang terkait pada testis-epididimis dan pada bagian bawah dinding skrotum. 5. tetapi diduga membantu pembentukan. Mekanisme yang berperan dalam proses turunnya testis belum seluruhnya dapat dimengerti. orang tua membawa anak ke dokter dengan keluhan skrotum anaknya kecil. dan (5) Retraktil. . Diagnosis Biasanya. dan bila disertai dengan hernia inguinalis dijumpai adanya pembengkakan atau nyeri yang berulang20. 3.. 3. Nervus genitofemoralis Berkurangnya ³stimulating substances´ yang diproduksi oleh nervus genitofemoralis. (2) Inguinal. Skrotal tinggi (supra skrotal) : 40% Intra kanalikular (inguinal) : 20% Intra abdominal (abdominal) : 10% Terobstruksi : 30% Ada juga yang memakai klasifikasi berdasarkan lokasi sebagai berikut : (1) Intra abdominal. dan proses degenerasi prosessus vaginalis. Ada/tidak adanya kelainan kongenital yang lain seperti hipospadia. dan kelainan endokrin lainnya. diraba sebelumnya di skrotum1. Anamnesa ditanyakan: 1. 4. Diduga. Ada/tidaknya riwayat kriptorkismus dalam keluarga1. 2. 4. (3) Preskrotal. prune-belly syndrom. pembesaran. Mekanik/anatomik (perlekatan-perlekatan. 2. Klasifikasi berdasarkan etiopatogenesis: 1. Adanya bukti bahwa untuk turunnya testis ke dalam skrotum. 2. yang pada minggu-minggu terakhir kehamilan berkontraksi dan menarik testis ke dalam skrotum. memerlukan aksi androgen yang memerlukan aksis hipotalamus-hipofise-testis yang normal. organ sasaran androgen kemungkinan adalah gubernakulum. interseks. Mekanisme aksi androgen untuk merangsang desensus testis tidak diketahui. Klasifikasi Kriptorkismus dapat diklasifikasi berdasarkan etiopatogenesis dan lokasi. Pernahkah testisnya diperiksa. kelainan kanalis inguinalis. 3. (4) Skrostal.

Pemeriksaan Fisik 1. karena pada anak refleks kremasternya cukup aktif. Pada bayi merupakan risiko tinggi adanya kelainan seperti interseksual. Dianjurkan melakukan skrining pada saat lahir. Hal ini dilakukan supaya testis tidak bergerak naik/retraksi. dan sering berdegenerasi menjadi ganas. sindrom Kallman. usia 8 bulan. Bila palpable. usia 6 minggu. Ditentukan apakah testisnya palpable atau impalpable 2. Pada uji HCG. dan saat usia 5 tahun. diperiksa kadar testosteron pada usia 4 bulan. dan lain-lain. Pemeriksaan teliti dilakukan untuk melihat adanya sindrom-sindrom yang berhubungan dengan kriptorkismus. Refleks ini akan menyebabkan testis bergerak ke atas/retraktil sehingga menyulitkan penilaian. kemungkinannya adalah retraktil testis. tetapi kemudian menjadi letak tinggi karena pendeknya spermatic cord. Penentuan posisi anatomis testis sangat penting dilakukan sebelum terapi. sindrom Noonan. Ini harus segera dirujuk untuk pemeriksaan analisis kromosom dan endokrin. 4. tetapi tidak ditemukan di dalam skrotum pada pemeriksaan. atau testisnya tidak ada sama sekali. berarti terdapat testis . prune belly syndrom. Kemudian testis diraba dari inguinal ke arah skrotum dengan cara milking. karena bila lebih dari 4 bulan diperlukan uji stimulasi HCG untuk melihat ada tidaknya testis. Kalau impalpable. Bila didapatkan peningkatan kadar testosteron yang bermakna. Biasanya baru diketahui pada usia 8±10 tahun) atau ektopik testis (desensus testisnya hanya normal sampai di kanalis inguinalis. Pada testis impalpable. di intra abdominal. Sebelum dan 24 jam setelah penyuntikan HCG. sering disertai hernia. karena berhubungan dengan keberhasilan terapi9. Pada bayi kurang bulan. penderita diberikan suntikan 1500 IU HCG intramuskular setiap hari selama 3 hari berturut-turut. Pemeriksaan Penunjang 1. undescended testis. ascending testis syndrom (testisnya di dalam skrotum atau retraktil. 3. tetapi kemudian menyimpang ke perineum atau ke the femoral triangle. Testis yang retraktil ini sudah turun pada waktu lahir. kemungkinannya adalah testisnya bisa berada di intra kanalikular1. diperiksa kadar testosteron plasma. Bisa juga dengan satu tangan berada di kantong skrotum sedangkan tangan yang lainnya memeriksa mulai dari daerah spina iliaka anterior superior (SIAS) menyusuri inguinal ke kantong skrotum. Pemeriksaan Laboratorium Pada kriptorkismus bilateral yang impalpable50. seperti sindrom Kleinefelter. sebagian dari penderita mempunyai testis yang retraktil yang kadang-kadang tidak memerlukan terapi. dianjurkan melakukan skrining pada usia 3 bulan karena banyaknya turun testis pada usia 3 bulan dibandingkan dengan bayi yang cukup bulan. kelainan duktus. Karena. 1. kecuali bila anaknya dalam keadaan rileks. sindrom Prader Willi. testisnya lebih kecil. Penentuan Lokasi Testis Pemeriksaan testis pada anak harus dilakukan dengan tangan yang hangat pada posisi duduk dengan tungkai dilipat atau dalam keadaan rileks pada posisi tidur.

renal hipoplasia. Keuntungannya adalah fasilitas pemeriksaan USG mudah didapat. Sebagian besar testis impalpable ditemukan pada operasi. 1. hidro ureter. dan intra abdominal. hanya 2 (9. untuk melihat apakah testisnya normal54. dicurigai adanya anorchia kongenital.L. tetapi tidak dijumpai testis. CT scanning Pemeriksaan ini mempunyai akurasi yang lebih tinggi terhadap testis yang lokasinya di intra abdominal dan sudah dibuktikan pada saat operasi53. noninvasif. karena 10% kasus didapati horse shoe kidney. 1. Firman K51 meneliti dengan memakai USG di subbagian pencitraan I. atau adanya vassa di dalam abdomen30. Erik H. bebas radioaktif. (65%). Laparoskopi Dilakukan pada usia 1 tahun2 sebagai diagnostik yang paling akurat28 untuk mengetahui lokasi testis sebagai petunjuk untuk melakukan insisi pembedahan. Pemeriksaan ini dianjurkan untuk testis yang berlokasi di kanalis inguinalis dan terhadap testis yang besar yang terletak di Juxta vesikal30.pada penderita. praktis. Bila tidak ada respons serta kadar FSH dan LH meningkat. Pemeriksaan Radiologis Ultrasonografi Sudah digunakan untuk mendeteksi kasus Kriptorkismus oleh ahli radiologi dan klinisi sejak 1970. (60%).5%) yang berhasil ditemukan lokasi testisnya. dan Elisabeth H. apakah vas spermatika buntu. ureteral duplikasi.C. paling tidak di anulus inguinalis interna30. MRI Dilakukan bila hasil pemeriksaan USG meragukan51. yaitu di daerah inguinal sedangkan pemeriksaan CT Scanning tidak dilakukan. Intravena urografi dikerjakan secara selektif pada kasus yang dicurigai adanya kelainan saluran kemih bagian atas. . retro peritoneal. Sebagai terapeutik untuk mereposisi testis yang abnormal54. Ternyata. Kes. dan Klugo R. Anak FKUI-RSUPNCM selama 6 bulan (Januari 1994 sampai Juni 1994) terhadap 21 pasien. Venografi gonadal selektif dilakukan pada testis impalpable dimana telah dilakukan eksplorasi lokal di inguinal. yang antara lain dilakukan oleh Madrazo B. tetapi tidak ditemukan testis atau spermatic vessel-nya buntu serta pada kasus yang reoperasi.52 serta Michael K.. dan relatif murah51. Angka keberhasilan ini masih jauh berbeda dengan penelitian di luar negeri. dan hidronefrosis. Angiografi dilakukan terhadap kasus yang telah dilakukan eksplorasi inguinal.

2. Biasanya. Dilakukan saat pembedahan terhadap testis yang berlokasi di intra abdominal. Neoplasma. Psikologis. sehingga testis bergerak ke kanalis inguinalis. Karena itu. retraktil ini bilateral. sedangkan yang unilateral 50% kasus7. 4. Anorchia bilateral. Diagnosis Banding 1. ukuran testis. memperbaiki suplai . mempunyai kemungkinan keganasan 20±30 kali lebih besar daripada testis yang normal. Retraktil testis. yang disertai dengan kelainan genitalia eksterna atau kelainan kariotip. 5. Testis yang berlokasi di intra abdominal dan di dalam kanalis inguinalis. Torsi. Dilakukan selektif terhadap bayi dengan undescended bilateral yang impalpable21. Trauma. 2. Neoplasma umumnya jenis seminoma. Testis yang terletak di atas pubic tubercle mudah terjadi injuri oleh trauma. Di samping itu. terapi hormonal akan meningkatkan rugocity skrotum. akan mengurangi spermatogenik. Testis yang mengalami kriptorkismus pada dekade ke-3 atau ke-42. bila dibandingkan dengan yang intra kanalikular. didapati peningkatan kadar gonadotropin dengan testosteron yang rendah serta kurangnya respons terhadap stimulasi HCG atau tidak ada sama sekali. Namun.28. Oleh karena itu. Virilisasi dari Hiperplasi adrenal kongenital. merusak epitel germinal20. 4. Perasaan rendah diri terhadap fisik atau seksual akibat tidak adanya testis di skrotum16. Infertilitas. 6. 3. Ektopik testis. Kriptorkismus bilateral yang tidak diterapi akan mengalami infertilitas lebih dari 90% kasus. ada laporan bahwa biopsi testis saat orchiopexy akan meningkatkan risiko keganasan. digunakan terapi hormonal HCG dan LHRH untuk pengobatan kriptorkismus. Dasar Pertimbangan Terapi Hormonal Turunnya testis dipengaruhi oleh aksis hipotalamus hipofise testis. Komplikasi 1.1. 3. Buccal smear atau analisa kromosom. Pada keadaan ini. atau yang dikoreksi secara bedah saat/setelah pubertas. Sekitar 90% penderita kriptorkismus menderita hernia inguinalis ipsilateral yang disebabkan oleh kegagalan penutupan prosesus vaginalis. Hernia. vas deferens1. Terjadi karena abnormalnya jaringan yang menjangga testis yang kriptorkismus dan tingginya mobilitas testis16 serta sering terjadi setelah pubertas. diperlukan pemeriksaan buccal smear. Biopsi. Ini terjadi karena hiperaktifnya refleks kremaster pada anak. Kejadian neoplasma lebih besar terhadap testis intra abdominal yang tidak diterapi. Pada penderita wanita dengan penyakit yang berat. 2. terlihat seperti fenotip laki-laki dengan kriptorkismus bilateral.

terapi HCG diberikan setelah anak berusia 4±5 tahun dengan dosis 1000-4000 IU. dan efek toksik pada testis. Schapiro B. Terapi HCG paling baik diberikan pada kriptorkismus bilateral dengan lokasi testis dekat ke skrotum. diterapi dengan HCG dosis 500±1500 IU I. . Dianjurkan agar terapi hormonal dimulai sebelum usia 2 tahun1. dan sebaiknya pada usia 10 bulan sampai 24 bulan23.5 minggu (20 X injeksi).D. (1984) menganjurkan untuk kasus kriptorkismus inguinal bilateral. dan testis ektopik30. Sedangkan bila diturunkan setelah pubertas maka hasilnya hanya 13. Terapi hormonal sebaiknya diberikan pada kriptorkismus yang palpable. menyebabkan germinal hipoplasia dan mengakibatkan hipospermatogenesis. 3 kali seminggu selama 6. Canlorbe. terlihat bahwa pengobatan dini sangat penting dalam penatalaksanaan kriptorkismus. Kontra indikasi pemakaian HCG adalah kriptorkismus dengan hernia. Dari laporan ini. Job JC. Tingginya persentase kegagalan terapi didapatkan pada kasus-kasus dimana dosis HCG < 1000 IU/m2 dan tingginya lokasi testis. Human Chorio Gonadotropic Hormone HCG ini mempunyai cara kerja seperti LH merangsang sel leydig untuk memproduksi testosteron yang kemudian secara sendiri atau melalui Dihidro-testosteron (DHT) akan menginduksi turunnya testis9. Jika tidak diturunkan sebelum pubertas.5%8. pasca operasi hernia. gangguan tubulus. Di Bagian I. Anak FKUIRSUPNCM. dan testis yang berlokasi di intra abdominal atau yang letak tinggi. dan sel Leydig. 30% menjadikan spermatogenesis yang akseptable. Jika tidak ada respons. tidak dianjurkan untuk kriptorkismus unilateral. Bila kriptorkismus ini diobati sebelum usia 2 tahun maka fertilitas yang didapatkan berkisar 87%. diberikan 3 kali seminggu selama 3 minggu60. serta menimbulkan efek kontraksi otot polos gubernakulum untuk membantu turunnya testis. (1931) melaporkan keberhasilan terapi HCG terhadap kasus kriptorkismus31. edema interstisial testis. terdiri dari 109 unilateral dan 44 bilateral. P. Mosier H. diduga meningkatkan ukuran dan panjang vessel spermatic cord. diperiksa kadar testosteron untuk melihat fungsi sel leydig dalam meningkatkan kadar testosteron plasma yang diperlukan untuk proses penurunan testis.M sebanyak 9 kali dengan selang sehari. orchiopexy.58 kalau tidak diobati setelah usia 3 tahun maka terjadi penurunan jumlah sel germinal. dan Chaussain JL (1982) melakukan penelitian terhadap 153 kasus kriptorkismus dengan rentang usia 6±59 bulan. spermatogonia. Garagorri JM. Sebelum dan sesudah penyuntikan. Penulis lain menganjurkan untuk kriptorkismus bilateral diberi HCG 3300 units intra muskuler setiap selang sehari (3 X injeksi) dan untuk yang unilateral diberikan 500 units intra muskuler. Terapi hormonal HCG secara injeksi tidak dilakukan tiap hari. Hal ini untuk mencegah desensitisasi sel leydig terhadap HCG yang dapat menyebabkan steroidogenic refractoriness dan dosisnya jangan terlalu tinggi karena dapat menyebabkan refrakternya testis terhadap stimulasi HCG. karena setelah usia 9 bulan hampir tidak didapatkan lagi penurunan testis secara spontan9.darah. penyuntikan dapat diulang 6 bulan kemudian. Kes. Bila diturunkan sewaktu pubertas. Penelitian ini melaporkan kegagalan terapi pada kelompok usia kurang dari 3 tahun dan usia 3±4 tahun masing-masing 81% dan 55%. terapi dimulai setelah anak berusia di atas 9 bulan.

Gendrel D.2 mg/hari selama 4 minggu tidak menimbulkan efek samping. Kombinasi LHRH dengan HCG Terdapat hipotesis bahwa pemberian HCG dan atau LHRH dapat digunakan pada anak dengan kriptorkismus.V bolus 1 kali. . LHRH dengan dosis 3 x 400 ug intra nasal selama 4 minggu. Job JC.23. yaitu 5 kali 250 g (usia < 2 tahun). Waldschmidt J. EL Dessouky M. tergantung dari: 1. et al tidak mendapatkan manfaat yang berarti pada penggunaan LHRH untuk meningkatkan kadar LH terhadap kasus kriptorkismus pada kelompok usia 4±11 bulan61. pada akhir pengobatan. FRG 25 ug/m2) I. Umur penderita saat pengobatan. Posisi testis sebelum pengobatan. 1 bulan kemudian. LHRH intra nasal dengan dosis 1±1. menurunkan testis secara komplit berkisar 30±64% dari kasus dan desensus parsial antara 25±43% kasus31. Dosis HCG yang dipakai sesuai dengan anjuran WHO. Tetapi. 6 bulan. Hasil terapi lebih baik pada anak-anak dengan usia lebih besar dibanding anak usia lebih rendah. dan 5 kali 1000 g (usia > 5 tahun). tidak tersedianya obat-obat tersebut. 2. Robyn C. sebagian penderita mengalami relaps dan penurunan testis ini berkurang menjadi 70. Evaluasi Pengobatan Evaluasi pengobatan dilakukan pada tahap selama pengobatan. Didapatkan penurunan testis sebanyak 86.8±8. Hasil penelitian kriptorkismus yang diberi terapi dengan HCG atau LHRH. meneliti 13 anak kriptorkismus unilateral (usia 1. Terapi kombinasi ini dilakukan untuk mengurangi terjadinya relaps pada pengobatan dengan LHRH saja dan untuk kasus yang testisnya di luar external inguinal ring. dan 12 bulan kemudian9.Luteinizing-Hormone-Releasing-Hormone LHRH diberikan pada penderita kriptorkismus dengan maksud merangsang hipotalamus untuk mengeluarkan LH dan FSH yang kemudian akan merangsang sel Leydig untuk mengeluarkan testosteron yang berfungsi dalam proses penurunan testis. Friefer A (1987) memberikan LHRH sebanyak 3 kali sehari 400 g secara intranasal selama 2 minggu. setelah di-follow-up selama 2 tahun.5 tahun) dimana tiap anak diberi LHRH (Hoechst. Pengobatan dengan LHRH tidak dilakukan karena hasilnya kurang meyakinkan.4% sehingga penderita yang sangat memerlukan tindakan bedah hanya 13. dan dikatakan parsial bila turunnya testis dari abdomen atau inguinal ring turun ke inguinal middle atau lebih rendah59.6%. Terapi hormonal lebih berhasil pada penderita dengan lokasi testis di inguinal dibandingkan dengan intra abdominal. Safar A. didapati peningkatan kadar FSH basal dan respons FSH terhadap LHRH sama pada kriptorkismus unilateral dan bilateral.6%63. Caufriez A. serta potensinya di bawah HCG37. 5 kali 500 g (usia 3±5 tahun). Vliet GV. Ternyata. Wolter R. Penurunan testis dikatakan komplit bila testis desensus ke dalam skrotum. 3 bulan kemudian.5 tahun) dan 13 anak kriptorkismus bilateral (usia 3±8. kemudian dilanjutkan dengan pemberian HCG intra muskuler sebanyak 5 kali dengan selang sehari.

Semua efek samping ini bersifat reversibel9. tergantung pada spermatic vessels apakah normal atau sangat pendek27. Kesimpulan .5. Tindakan bedah dilakukan bisa satu atau dua tahap7. dan atrofinya testis yang disebabkan oleh terganggunya aliran darah.23. kadang-kadang pertumbuhan rambut pubis30. dan bila dilakukan pada usia setelah pubertas akan menurunkan jumlah sperma serta terbentuknya antibodi antisperma. ereksi59.10. Orchiopexy dilakukan untuk memperbaiki spermatogenesis. adekuatnya spermatik.30. Hal ini mungkin disebabkan oleh lebih banyaknya ditemukan penyebab kelainan anatomi pada kriptorkismus unilateral.40. dan alasan kosmetik4. menurunkan risiko keganasan. Kegagalan terapi hormonal disebabkan 80% kasus karena adanya kelainan anatomis.27. dengan alasan merupakan saat berhentinya perubahan degeneratif testis17.27. unilateral65. Action Comitte on Surgery of the Genitalia27 dan sebagain penulis3. serta ada yang menganjurkan sebelum usia pubertas5.28.10. Bilateral/Unilateral kriptorkismus. Efek samping pengobatan HCG antara lain: Bertambahnya volume testis64. Tujuannya untuk memobilisasi testis. dan yang mengalami atrofi hebat16. fiksasi testis yang adekuat ke dalam skrotum62. meningkatnya rugocity skrotum30. testis yang lokasinya intra abdominal atau letaknya lebih tinggi di atas kanalis inguinalis37. terjadinya obstruksi. pembesaran penis30. atau dicurigai terjadinya torsi1. Ini didasarkan bahwa pada usia 12 bulan terjadi penurunan spontan testis sebanyak 75% kasus dan minimalnya risiko anestesi. Efek Samping Sebelum pengobatan dimulai. dan operasi hernia yang menyertainya7. dan dokter bedah anak melakukannya secara elektif pada usia 1±4 tahun28. Terapi lebih berhasil pada penderita dengan kriptorkismus bilateral. Komplikasi dari terapi bedah berupa trauma vasa sekitar 1± 2% kasus.25. Indikasi orchiopexy (testis difiksasi kedalam skrotum) adalah testis yang lokasinya di intra abdominal dengan tingkat kesulitan operasinya kecil16.23. 4.28.64. pigmentasi30. dilakukan antara usia 10±12 bulan17. kemungkinan terjadinya efek samping ini dijelaskan kepada orangtua. serta gangguan emosi. Sedangkan LHRH tidak memberikan efek samping yang berarti9.25.59.15 merekomendasikan bahwa Orchiopexy sebaiknya dilakukan pada usia 12 bulan. Terapi Bedah Terapi bedah dilakukan bila terapi hormonal tidak berhasil1.3. terapi hormonal tetap merupakan pilihan utama pengobatan sebelum dilakukan tindakan operasi9. akan meningkatkan risiko iatrogenik atrofinya testis. Walaupun banyak sekali ³controled trial´ pemakaian hormonal pada undescended testis dengan hasil yang bervariasi. Bila terapi bedah dilakukan pada usia lebih dini.64. Orchidectomy (testis di eksisi) dilakukan pada testis yang kecil di intra abdominal1. hernia yang potensial menimbulkan obstruksi1.23.31.64.37.

RETRAKTIL TESTES Ryan Saktika Mulyana. atau pasien diperiksa dengan kaki menggagntung di bibir meja periksa. Terapi bedah dilakukan bila tidak ada respons dengan pengobatan hormonal.Diagnosis kriptorkismus ditegakkan setelah usia 1 tahun. laki laki usia lebih dari 1 tahun mempunyai refleks kremaster sehingga apabila pada saat pemeriksaan pasien cemas dan mudah geli atau dalam keadaan tidak nyaman maka akan sangat sulit memasukan testis ke dalam skrotum. terapi hormonal dianjurkan terutama terhadap kriptorkismus bilateral. hernia yang potensial menimbulkan obstruksi.5±0. Insiden undescended testis lebih tinggi pada bayi kurang bulan. lokasi testisnya di inguinal. Insidens kriptorkismus pada anak usia 1 tahun sebesar 0. Retraktil testis sering keliru dibedakan dengan undesensus testis. Sangat sulit membedakan retraktil testis dengan undesensus testes secara klinis. pemeriksaan fisik ini harus dilakukan dalam suasana tenang dan nyaman. serta tidak dijumpai kelainan anatomi dan kontra indikasi terhadap HCG. tetapi ada laporan pada usia 3 bulan desensus testis lebih banyak terjadi dibandingkan dengan bayi cukup bulan. sehingga diharapkan setelah pemberian HCG . diperlukan penelitian untuk menilai mana yang lebih baik. Untuk menciptakan suasanya nyaman dan tidak menimbulkan refleks kremaster itu sendiri bisa dilakukan dengan beberapa cara seperti pasien diperiksa dengan posisi kaki kodok frog leg position . Terapi hormonal LHRH tidak dianjurkan karena potensinya di bawah HCG. atau dicurigai terjadinya torsi. walaupun sesudah usia 9 bulan hampir tidak didapatkan lagi penurunan testis secara spontan. dan sediaan obat ini belum ada di Indonesia. S Ked Retraktil testis merupakan kelainan dimana testis sudah mengalami penurunan yang sempurna tetapi tidak berada di tempat yang sesuai yaitu di skrotum. salah satunya adalah dengan pemeriksaan fisik . Walaupun penyebab kriptorkismus sebagian besar tidak diketahui. Bervariasinya dosis dan lama pemberian HCG. hal ini diduga erat berhubungan dengan HCG yang dihasilkan oleh laki laki pubertas. Dianjurkan diobati antara usia 10 bulan sampai 24 bulan. ada beberapa pemeriksaan yang diperlukan dalam mendiagnosa retraktil testis. Apabila sulit dibedakan antara undesensus testis dengan retraktil testis dapat dilakukan pemeriksaan penunjang dengan menggunakan tes HCG (Human Chorionic Gonadotropine) dimana hal ini berdasarkan bukti klinis yang ditemui pada penderita retraktil testis yang akan hilang dengan sendirinya tanpa manipulasi operasi pada saat penderita mengalami masa pubertas. selain itu juga dapat dilakukan dengan menggunakan valsava maneuver atau dengan menggunakan sabun atau jelly yang dioleskan pada jari pemeriksa untuk mendapatkan sensasi taktil yang dapat membedakan apakah skrotum berada di kanalis inguinalis atau tertutupi oleh lemak sekitar skrotum. Banyak anak laki laki yang diperiksakan ke dokter dengan cryptorchidism atau undesensus testes. Apabila testis bisa dimasukkan ke dalam skrotum dengan mudah maka kita bisa mendiagnosa hal tersebut dengan retraktil testes.8%. terjadinya obstruksi.

tetapi pada undesensus testis hal ini tidak akan terjadi. Pemeriksaan dengan menggunakan CT scan juga menjadi rekomendasi oleh para klinisi dengan harapan akan lebih mudah mengetahui posisi testes yanag sebenarnya tetapi efek radiasi yang besar akan sangat merugikan untuk anak. terdapat 5.penderita retraktil testis akan hilang sengan sendirinya. Hidrokel. CT-scan atau MRI karena selain tidak akurat pemeriksaan ini juga memerlukan biaya yang mahal. Pasien dengan retraktil testes ini harus dimonitor selama 6 12 bulan karena jika tidak dimonitor maka akan dapat menyebabkan undesensus testis bawaan. dimana teknik operasi ini menjadi sangat popular seiring dengan makin banyaknya laparoskopi digunakan dalam pembedahan saat ini. Dosis HCG yang disarankan oleh para klinisi adalah 2000 IU dalam 3 hari. hydroceles adalah penumpukan cairan yang berlebihan di antara lapisan parietalis dan viseralis tunika vaginalis. MRI juga mempunyai efek samping yang sama dengan CTscan. Pemerikasaan dengan USG juga sering digunakan dalam pemeriksaan pasien dengan keluhan testis yang tidak teraba.anak. selain itu juga anak laki laki dengan retraktil testis tidak mempunyai resiko tinggi untuk timbulnya keganasan atau infertilitas. dimana 75% menggunakan teknik laparoskopi untuk mengevaluasi testes yang tidak teraba. Etiologi . Pemeriksaan penunjang lain yang juga direkomendasikana oleh para klinisi di Amerika Serikat adalah dengan menggunakan teknik laparoskopi. Penanganan retraktil testes ini dapat dilakukan tanpa tindakan pembedahan keluhan akan hilang dengan sendirinya pada saat pasien menginjak masa pubertas. cairan yang berada di dalam rongga itu memang ada dan berada dalam keseimbangan antara produksi dan reabsorbsi oleh sistem limfatik di sekitarnya. Dalam keadaan normal. Komplikasi yang ditimbulkannya hanya 4%.428 kasus. dalam survey oleh The American Academy of Pediatrics. Urology Section. hal inilah yang menjadi alasan bagi para klinisi untuk meninggalkan pemeriksaan menggunkan USG. padahal testis yang tidak teraba mudah diperiksa dengan menggunakan pemeriksaan fisik saja. namun sering menjadi salah diagnosa sebab sering pasien dengan testis yang tidak teraba akan mudah terdiagnosa dengan pemeriksaan USG padahal sesungguhanya pemeriksaan ini dapat dilakukan dengan hanya menggunakan pemeriksaan fisik testis.

Penyebab sekunder terjadi karena didapatkan kelainan pada testis atau epididimis yang menyebabkan terganggunya sistem sekresi atau reabsorbsi cairan di kantong hidrokel. sehingga pada palpasi. Pada anamnesis kantong hidrokel besarnya tetap sepanjang hari. Pada anamnesis. kantong hidrokel besarnya dapat berubah-ubah yaitu bertambah besar pada saat anak menangis. secara klinis dibedakan beberapa macam hidrokel. Gambaran klinis Pasien mengeluh adanya benjolan di kantong skrotum yang tidak nyeri. kantong hidrokel berada di funikulus yaitu terletak di sebelah kranial dari testis. sehingga harus dibantu dengan pemeriksaan ultrasonografi. Pada pemeriksaan fisis didapatkan adanya benjolan di kantong skrotum dengan konsistensi kistus dan pada pemeriksaan penerawangan menunjukkan adanya transiluminasi. kantong hidrokel terpisah dari testis dan dapat dimasukkan ke dalam rongga abdomen.Hidrokel yang terjadi pada bayi baru lahir dapat disebabkan karena: (1) belum sempurnanya penutupan prosesus vaginalis sehingga terjadi aliran cairan peritoneum ke prosesus vaginalis (hidrokel komunikans) atau (2) belum sempurnanya sistem limfatik di daerah skrotum dalam melakukan reabsorbsi cairan hidrokel. Pada palpasi. Menurut letak kantong hidrokel terhadap testis. Pada orang dewasa. hidrokel dapat terjadi secara idiopatik (primer) dan sekunder. kantong hidrokel seolah-olah mengelilingi testis sehingga testis tak dapat diraba. Pada anamnesis. yaitu (1) hidrokel testis. dan (3) hidrokel komunikan. atau trauma pada testis/epididimis. Pada hidrokel funikulus. infeksi. testis dapat diraba dan berada di luar kantong hidrokel. besarnya kantong hidrokel tidak berubah sepanjang hari. y y y Pada hidrokel testis. Pembagian ini penting karena berhubungan dengan metode operasi yang akan dilakukan pada saat melakukan koreksi hidrokel. Pada hidrokel komunikan terdapat hubungan antara prosesus vaginalis dengan rongga peritoneum sehingga prosesus vaginalis dapat terisi cairan peritoneum. Kelainan pada testis itu mungkin suatu tumor. Pada hidrokel yang terinfeksi atau kulit skrotum yang sangat tebal kadang-kadang sulit melakukan pemeriksaan ini. (2) hidrokel funikulus. .

kadang kala dapat menimbulkan penyulit berupa infeksi. hidrokel akan sembuh sendiri. Aspirasi cairan hidrokel tidak dianjurkan karena selain angka kekambuhannya tinggi. .Terapi Hidrokel pada bayi biasanya ditunggu hingga anak mencapai usia 1 tahun dengan harapan setelah prosesus vaginalis menutup. tetapi jika hidrokel masih tetap ada atau bertambah besar perlu difikirkan untuk dilakukan koreksi. Tindakan untuk mengatasi cairan hidrokel adalah dengan aspirasi dan operasi.

Pada hidrokel testis dewasa dilakukan pendekatan skrotal dengan melakukan eksisi dan marsupialisasi kantong hidrokel sesuai cara Winkelman atau plikasi kantong hidrokel sesuai cara Lord. dan (3) hidrokel permagna yang dirasakan terlalu berat dan mengganggu pasien dalam melakukan aktivitasnya sehari-hari. Pada hidrokel funikulus dilakukan ekstirpasi hidrokel secara in toto Penyulit Jika dibiarkan. . (2) indikasi kosmetik. hidrokel yang cukup besar mudah mengalami trauma dan hidrokel permagna bisa menekan pembuluh darah yang menuju ke testis sehingga menimbulkan atrofi testis.Beberapa indikasi untuk melakukan operasi pada hidrokel adalah: (1) hidrokel yang besar sehingga dapat menekan pembuluh darah. Pada hidrokel kongenital dilakukan pendekatan inguinal karena seringkali hidrokel ini disertai dengan hernia inguinalis sehingga pada saat operasi hidrokel. sekaligus melakukan herniorafi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful