AKIBAT MASUK ANGIN

Nggak terasa jam telah menunjukkan pukul setengah tujuh sore ketika kulihat jam tanganku, aku terlalu asyik menikmati gambar-gambar syur dari citradewi, hingga tak terasa kalau waktu mulai menjelang malam. Lagian juga males pulang ke tempat kost, maklum bujangan".."di rumah juga ngapain?.", begitu pikirku. Tiba-tiba telepon di mejaku berdering, segera kuangkat gagang telepon untuk kujawab. "Hello"..", kataku "Hello juga?.", suara perempuan di seberang sana, "Kamu belum pulang Max ?". Aku hafal sekali dengan suara itu, rupanya Mbak Lina teman sekantorku yang menelepon tadi. Mbak Lina adalah sekretaris bos-ku di kantor. Umurnya sekitar 38 tahun, tapi orangnya cantik dan kelihatan lebih muda dari umurnya serta tubuhnya indah sekali "Eh".Mbak Lina yach ?""Mbak Lina di mana nich ?", tanyaku. "Lagi di jalan"..Eh Max".aku mau minta tolong kamu".bisa nggak ?", jawab Mbak lina dari seberang, sembari meneruskan pembicaraannya, "Kalau bisa, ntar aku jemput kamu?.". "Ngapain sih Mbak ?",tanyaku "Begini, barusan aku beli modem".tapi aku nggak ngerti cara nge-set-nya, kamu bisa nggak masangin di komputerku ?".sekalian kamu setup internetnya", pinta Mbak Lina. "Yach".bisa aja?", jawabku, "kapan dipasangnya Mbak ?".sekarang atau besok ?" "Kalau kamu nggak capai, sekarang aja".aku udah pingin sekali ngakses internet dari rumah", kata Mbak Lina. "Ya deh Mbak, sekarang aja".kebetulan aku nggak capai kok", jawabku. "Kalau gitu sepuluh menit lagi aku nyampei di kantor, kamu tunggu di Loby yach ?", perintah Mbak Lina dari seberang sambil menutup pembicaraan. Sambil ngabisin waktu yang sepuluh menit itu, aku terusin ngebaca email dari ceritadewi, yang sempat membuat libido sex-ku naik. Nggak terasa waktu telah lewat 15 menit dari mengakhiri pembicaraan dengan Mbak Lina tadi, aku buru-buru turun ke Loby. Rupanya mobil Mbak lina sudah ada di depan loby, aku mencari-cari dia, kemana gerangan. Rupanya Mbak Lina masih berada di dalam mobilnya ketika aku mendekati Baleno putih itu. Pintu mobil dibuka oleh Mbak Lina, dan aku bergegas masuk. "Udah lama nungguin Mbak ?", tanyaku "Baru aja sampai ", jawab Mbak Lina. Ah"..baunya harum sekali".bau parfumnya Mbak Lina atau pengharum ruangan dalam mobil ?".Nggak tahu ahhhh".. Mbak Lina mengemudikan mobilnya melaju ke rumahnya. Biasa di Jakarta, jam-jam segini jalanan pasti macet. Dengan tangkasnya kulihat kaki Mbak Lina menginjak pedal gas dan rem secara bergantian. Lama kelamaan Span / rok Mbak Lina yang agak ketat itu tersingkap ke atas, hingga kelihatan pahanya yang putih bersih dan mulus. Secara diam-diam aku memperhatikannya, sementara Mbak Lina tidak menyadarinya".mungkin karena terlalu konsentrasi mengemudikan mobilnya. Aku jadi teringat bacaan dari ceritadewi yang kubaca tadi, kubayangkan betapa indahnya bila aku mengelus dan meraba paha mbak Lina yang montok itu. Perlahan tapi pasti, punyaku

sambil mengambil nasi dan lauknya untuk kumakan. karena kecelakaan"sedangkan si kecil diasuh neneknya di kampung". Aku tidak berani memandang langsung ke tubuh Mbak Lina. tanyaku "Takut sih nggak". "Kenapa Max ?". pintanya. Aku langsung memasang modem dan mensetup internetnya.suami Mbak Lina kemana ?". Kugosok-gosok pen|sku dengan tangan yang dilapisi busa sabun yang licin". Aku berusaha membetulkan posisinya agar tidak membelit lagi. Dadaku semakin berdetak keras. Kusiram tubuhku dengan air dari shower.terasa nikmat sekali. dengan beban didalam celana dalamku yang semakin tegang. kemaluanku semakin tegang aja melihat keindahan tubuh itu.nggak takut mbak ?". Akhirnya kusudahi aksi ini. jawabnya nakal sembari meneruskan pembicaraan. Jalanan memang macet sekali. "Kamu makan dulu Max". yaitu sebuah daster tipis tanpa lengan dan kelihatan transparan. yang membuatku semakin penasaran. jawabku singkat. Ehhh". "Kok sepi mbak " ". "Kamu belum tahu yach".. Setelah berpakaian segera aku keluar dari kamar mandi..tapi tidak juga keluar air maniku."lagian aku capai sekali"kalau nganterin kamu pulang" "Yach Mbak ". kusabuni bagian tubuhku hingga sampai ke kemaluan. Aduh sialan !!"bulu-bulu kemaluanku terasa nyrimpet (membelit) ujung kemaluanku hingga terasa sakit.mulai tegang. Rupanya ulahku itu. sementara Mbak Lina membiarkan roknya tersingkap. Tiba-tiba muncul Mbak Lina dari kamar mandi menghampiriku. sementara Mbak Lina mandi di kamar mandi. Aku hanya melirik aja bila ada kesempatan. nanti kita makan bersama". "Ah nggak apa-apa kok mbak". aku berusaha menutupnya dengan majalah yang ada ditanganku.aduhhhhh". takut dia malu atau marah. nggak usah pulang"udah terlalu malam". jawabku. hingga tak terasa sudah jam sembilan malam ketika memasuki halaman rumah Mbak Lina. "Udah bisa Max ?". lama-lama pen|sku terasa panas". kusiram tubuhku dengan air untuk membersihkan busa sabun dari tubuhku. kubayangkan kemaluanku lagi digosok oleh tangan Mbak Lina yang lembut itu. Setelah selesai mensetup internet kucoba-coba surf ke beberapa website. di dalam kamar mandi segera kulepas pakaianku satu persatu. mungkin tidak tahu atau memang pura-pura tidak tahu.cuma dingin aja !". seketika itu kemaluanku langsung menegang. jawab Mbak Lina. . tanyanya kepadaku "Udah Mbak?. kulihat kemaluanku tegak berdiri seperti sebuah rudal yang siap diluncurkan. tanyaku hanya untuk basa-basi. dadaku berdesir ketika melihat tubuh Mbak lina hanya tertutup handuk yang dililitkan di dadanya hingga bagian atas pahanya. Aku bergegas ke kamar mandi. melihat pemandangan yang begitu indah ini.". "Jadi tinggal sendirian di rumah ini". Kulihat Mbak Lina sudah memakai baju tidur. diketahui mbak Lina. tanya dia dengan penuh rasa ingin tahu.ahhhh". "Udah sana kamu mandi dulu. jawabku malu-malu.khan suami mbak udah meninggal tiga tahun lalu. Celana bagian depanku tampak membesar. Kemudian Mbak Lina duduk di sampingku.desahku menahan nikmatnya gosokan tanganku.nanti kamu tidur aja di sini. dan mengambil alih mouse yang ada ditanganku.

geli?.nanti tubuhku bau minyak". gumamnya.lagian aku juga menikmatinya. tapi anehnya tidak juga muncul garis-garis merah akibat kerikan. Setiap koin aku kerikkan dipunggungnya. usulku "Nggak mau". apakah dia benar-benar masuk angin atau hanya pura-pura aja ". koin yang ada ditanganku menggaruk bagian tubuh Mbak Lina. tetapi sudah beberapa kali aku kerik tidak juga berwarna merah. aku mulai menggerakkan koin dengan pelan ke leher Mbak Lina. untuk menutupi buah dadanya.jangan keras-keras". Nggak sengaja.kelihatan bulu-bulu kemaluannya hitam dan lebat sekali". katanya sambil menyodorkan sebotol Vinolia warna hijau (sejenis parfum) kepadaku dan dia segera tidur di ranjang dengan posisi tubuhnya tengkurap. Ahhhh". Ahhhh". Aku jadi curiga. "Ganti bagian depan." Kepalaku pusing dan mual-mual terasa mau muntah". Maklum baru kali ini aku melakukan seperti ini dalam hidupku. rasanya aku ingin . Setelah selesai makan. nasehatku. "Pakai ini aja yach?. tanyaku "Nggak selera Max?. hingga tanganku terasa gemetaran. Kudengar nafas Mbak Lina mulai terengah-engah seirama dengan gerakan koin yang ada ditanganku. "Udah kamu makan dulu"ntar setelah makan tolong kerik aku yach". Dari punggung bagian atas. tetapi meleset hingga menyenggol kemaluanku yang udah tegang itu. dadaku semakin deg-degan. kapan lagi bisa menyentuh tubuh montok nan seksi seperti ini. Aku mulai membuka tutup botol vinolia dan mengoleskan minyak wangi itu ke punggungnya.". "Ahhh". kedengaran dia mendesah". Mbak Lina mengajakku ke kamar tidurnya. Tapi biarin aja".balsemnya habis Max". Sekarang posisinya terlentang di atas ranjang. Aku kerik punggung Mbak Lina dengan pelan. Aku mengangguk sambil meneruskan makan. biar nggak masuk angin". aku jadi malu sekali.kok diam aja sih !?". Nafasnya semakin lama semakin memburu. ingin rasanya aku memeluk tubuh yang indah ini. Ayo kerik aku".". Kemaluanku terasa mau meledak ketika melihat celana dalam Mbak Lina yang transparan. tampak buah dada yang padat berisi itu menyembul dari balik kain daster yang tipis. kata Mbak Lina kepadaku "Pakai minyak goreng aja Mbak".nggak bisa memerah. pintanya lagi. Rasanya aku sudah tidak bisa mengendalikan diri lagi. Dengan tangan gemetaran.baunya wangi sekali.". jawabnya. "Aduh". tangannya memegangi kain daster dan BH yang hampir lepas itu.". Terlihat jelas paha yang mulus nan montok dibalik kain celana dalam itu."Mbak Lina nggak makan ?". Semakin deg-degan lagi ketika aku melepas kancing BH-nya. "Eh"Max.membuat aku semakin tercengang. katanya sambil menepuk pahaku. kedua matanya tampak setengah terpejam. Dia memberiku sebuah koin seratusan buat mengerik tubuhnya. jawabnya manja. Akhirnya sampai bagian atas pantat. mataku melihat bagian bawah selangkangan Mbak Lina. tapi anehnya bau itu membuat kemaluanku semakin tegang. lagian dia juga nggak nanya. Dengan pelan kulepas tali daster yang membelit pundak Mbak Lina. terus bergerak ke bawah hingga bagian atas dadanya.mungkin masuk angin?" "Makanya makan dulu. gumam Mbak Lina sembari membalikkan tubuhnya.Max". ya Max?. aku mengeriknya hingga ke bagian bawah. Udah biarin aja".

rintih Mbak Lina. Kucoba memulai mengerik bagian buah dada itu.."Maxxxxx?"jangan pakai koin Max". Kuremas-remas buah dada Mbak Lina.ahhhhhh". Mulutku mulai merayapi bagian lehernya hingga akhirnya ke mulutnya. Karena nggak kuat lagi menahan nafsu birahi. saling melumat.ahhhhh". Tiba-tiba tangan Mbak Lina melepas pelukannya dan bergerak ke bagian celanaku.. Nafas kami semakin memburu. tersembulah buah dada yang montok. saling memagut dan beradu lidah. Terus bergerak ke arah dada dan kembali beraksi di bagian buah dada. kedua kakinya menjepit tubuhku.ehhhh". "Max?"kamu pijit aja". begitu juga baju yang kupakai dan kulemparkan ke kursi yang berada di dekat ranjang. tangannya merebut koin yang ada ditanganku dan membuangnya entah kemana. aku mulai meniru gerakan-gerakan seperti adegan di Blue Film. Bibir kami beradu.remas aja"Max". tidak terasa ribet seperti tadi.lakukan perintahku Max?. sementara tanganku memeluk erat tubuh Mbak Lina. kubuat cupang merah di leher yang jenjang itu. bulu-bulu kemaluan yang hitam lebat itu tampak menantang membuat dadaku semakin berdesir.".mengulum bibir Mbak Lina yang merekah merah itu. lututnya kadang-kadang terangkat hingga menyebabkan dasternya tersingkap. "Ehhhh". gerakanku semakin lebih bebas dan nyaman. tidak hanya tanganku yang beraksi. Dengan begini.ahhhhh". sementara tangan kananku sibuk memilin-milin putting susu bagian kanan. dadanya naik turun tidak karuan. Sementara kemaluanku terasa berhimpitan dengan gundukan daging yang menonjol di selangkangan Mbak Lina. aku menuruti aja apa kemauan Mbak Lina. Rupanya dia berusaha melepas celana yang aku kenakan. saling memagut.". Kini aku hanya pakai kaos singlet dan celana dalam aja. kugerakan dengan cara menekan kemaluanku ke kemaluan Mbak Lina. saling melumat. Mulutku kembali beradu dengan mulut Mbak Lina. Seperti kerbau dicocok hidungnya. dengan puting warna kemerah-merahan. Kini aku kembali melanjutkan aksiku tadi. desahan nafas Mbak Lina semakin terdengar keras dan cepat. . dengan pelan aku geser BH dan kain daster yang menutupinya. Rambut Mbak Mulai tampak awut-awutan. kudengar nafas Mbak Lina semakin memburu. dengan cepat aku bangkit untuk melepas celana panjangku. Melihat kesempatan ini. kini memegangi tanganku. pantatnya diangkat-angkat sedimikian rupa hingga kemaluannya bertabrakan dengan kemaluanku. Mbak Lina menggelinjang-gelinjang menahan desakan birahi dari dalam tubuhnya. begitu juga Mbak Lina memeluk tubuhku. tangannya mencakar-cakar punggungku dengan mesra. tetapi mulut mulai melumat-lumat buah dada bagian kiri. Rasanya celana dalamku sudah tidak bisa menampung batang kemaluanku yang semakin tegang. yang masing-masing masih tertutup celana dalam Keringat dan peluh mulai bersimbah di sekujur tubuh kami. Tetapi dia merasa kesulitan untuk melepaskannya. Seirama dengan desahan nafas. Kami saling memeluk. Celana dalam yang transparan itupun kelihatan beserta isinya. Ketika gerakan koin ku sampai pada buah dada yang indah itu. Tapi tidak ada keberanian untuk melakukan itu semua. Aku mulai mengalihkan aksi mulutku dari bibir Mbak Lina. Kembali kulakukan aksi seperti semula. Kini posisiku berada di atas tubuh Mbak Lina. buah dada sebelah aku lumat dengan mulutku sementara bagian lainnya kuremas-remas dengan tanganku secara bergantian.. mulutku mulai merayapi lehernya. Kakinya mulai bergerak-gerak seakan mencakar-cakar ranjang. Lidah kami beradu. gerakan tubuhnya menggelinjang secara liar. Tangannya yang tadinya memegangi BH yang sudah lepas dari tempatnya.

malam ini aku mencapai kepuasan" sesuatu yang tak pernah kudapatkan selama tiga tahun ini". pusar. Kuseka keringat di dahinya dengan tanganku. Kemudian dengan pelan aku lap kemaluan yang basah itu dengan celana dalam yang aku genggam. "Kamu kok kurang ajar sih Max ?". jawabku dengan semangat sembari mengambil celana dalam Mbak Lina yang terbelit di pergelangan kakinya. kata Mbak Lina. Mbak". dan hanya terbelit di pergelangan kakinya sebelah kiri. bau yang belum pernah kucium sebelumnya.terasa becek nich"!!". selanjutnya kubelai rambutnya dengan penuh mesra. Hingga akhirnya tercium bau yang sangat khas. jari tengahku mulai menyusup ke bagian belahan itu. Tangannya dengan sigap menarik pahaku dan menyusupkan kepalanya di bawah selangkanganku. keluar cairan dari dalam kemaluan itu dikuti jeritan kecil dari mulut mbak Lina. "Maafkan aku.kata itu. kamu telah memenuhi kebutuhan biologisku". Beberapa menit kemudian. mulutku mulai turun ke bagian perut. Mendengar kata. dengan kedua lututnya diangkat dan selangkangannya kelihatan menganga. dengan nafas mendesah-desah. "Belum pernah Mbak". Aku menyusupkan tanganku ke dalam celana dalam Mbak Lina. aku bermesraan dengan perempuan yang umurnya sepuluh tahun lebih tua dariku. Selama ini aku hanya mencuri pandang kemolekan tubuhnya.aku tidak tahan"melihat Mbak Lina". Kurasakan ada pentil kecil di dalamnya. Sehingga bagian kemaluan Mbak Lina semakin basah akibat cairan vag|na bercampur dengan ludahku. kulihat tubuhnya terkulai di atas ranjang. yaitu bau kemaluan Mbak Lina. tanyanya lagi "Selama ini aku hanya berhayal aja Mbak".kamu sudah sering melakukannya ?".ini untuk pertama kalinya".. . "Yach Mbak?". terdengar rintihan Mbak Lina. sehingga meleleh sampai ke sprei. Mulanya agak segan untuk melumatnya. kupermainkannya dengan jariku. kemaluannya dibiarkan terbuka. tidak mau ketinggalan. hingga cairan itu sebagian masuk ke dalam mulutku. perintahnya dengan manja. dan keluarlah kemaluanku yang sudah tegang dari tadi. Sementara Mbak Lina mulai meronta-ronta dan berteriak kecil semenjak tanganku beraksi di di dalam celana dalamnya. sementara beberapa bagian tubuh mbak lina kelihatan menegang.aku serbu aja kemaluan itu. kupelorotkan celana itu hingga lutut. belum koitus aja sudah membuat aku KO ?".dan tahu tentang sex karena membaca email dari ceritadewi millist". timbul rasa iba dalam hatiku. semua aku lumat dan kujilat dengan lidah sampai bawah pusar. Dengan sengaja kumain-mainkan kemaluan Mbak Lina ketika mengusapnya. sambil membenahi celana dalamku ke tempatnya semula yang tadinya berada di lututku.Beberapa menit kemudian. Tidak kusangka malam ini.". pertanyaan Mbak Lina memecah keheningan dalam kamar itu.ahhhhh". gumam Mbak Lina dengan manja sembari mencubit pahaku. dia memelorotkan celana dalamku sampai lutut. mulutku mulai mendekati kemaluan indah itu. kulumat-lumat dan kuisap-isap layaknya melumat bibir Mbak Lina. Sedangkan dasternya hanya menutupi bagian atas perutnya. Melihat ulah Mbak Lina tadi. Sekarang dengan bebas aku bermain-main kemaluan Mbak Lina. "Justru aku berterima kasih kepadamu". akhirnya sampailah pada sebuah gundukan daging yang terbelah ditengahnya. Dia mengelus-elus kepala kemaluanku hingga terasa geli sekali. dan selanjutnya duduk di samping mbak Lina. "Max". Aku coba mengusapnya dengan pelan. Semakin bersemangat aku menjilati kemaluan Mbak Lina. kataku "Kamu tidak salah?". Sementara celana dalamnya sudah lepas dari tempatnya akibat ulahku tadi. dan aku ludahkan kembali ke kemaluan itu. Kulihat Mbak Lina menggigit bibir bawahnya. tapi malam ini tanpa disangkasangka aku telah menguasainya. "Udahan dulu Max". "aku capai". jawabku "Kok kamu pinter sekali. kurasakan bulu-bulu kemaluan itu tersentuh oleh tanganku. Rupanya cairan itu semakin banyak. tapi karena tidak tahan lagi". Aku menyudahi aksiku. jawabku berdiplomasi "Max tolong dong"di-lap-in kemaluan Mbak". aku juga ikut-ikutan melepas celana dalam Mbak Lina.

kami bergulingan di atas ranjang. tidak hanya tanganku yang beraksi. tetapi juga mulutku. Aku juga nggak tahu.ahhhhh?". Gerakan Mbak Lina mulai memutarmutar tidak karuan. Mulut dan lidah kami saling beradu. hingga terasa basah sekali. Tiba-tiba Mbak Lina melenguh keras". seakan-akan dia menguasai tubuhku. Aku raba-raba dan aku jilati paha bagian dalamnya. Kucoba mengarahkan kemaluanku ke belahan kemaluan Mbak Lina. dimulai dari ujung kakinya kuraba dengan lembut dan mesra menuju ke bagian betis. Mbak Lina mulai meronta-ronta keenakan. mulut kami kembali beradu saling melumat dan saling memagut. Beberapa menit kemudian. Tubuh bagian tengah kami. biar kering dulu".Oughhhhh" menubrukku dan kembali memelukku. jawabku sambil terus mengusap-usap kemaluan Mbak Lina. nafas Mbak Lina mulai terengah-engah. aku semakin bergairah. Sementara Mbak lina semakin erat memeluk tubuhku. tetapi selalu meleset ke kanan atau ke kiri. Sekarang kami berdua berbugil ria tanpa selembar benarpun. kemaluanku terlindas oleh kemaluannya. sedangkan aku bergerak maju mundur. Sementara tanganku mulai berusaha melepas daster Mbak Lina. harus dimasukkan ke bagian lubang yang mana. dengan lembut jemariku aku gerak-gerakkan di atas perutnya. Dia menciumi aku.masukkan punyamu"sayang". Kami menjerit keenakan ketika kemaluan kami saling beradu. rintihan kami saling beradu. Di daerah ini. Sementara itu aku juga berusaha melepas celana dalamku. membuat tubuh kami terasa lebih licin dalam bergesekan. Kemaluanku semakin tegang dan rasanya seperti mau meledak. Buah dada Mbak Lina terasa sesak menekan dadaku.nggak tahu lagi dengan kalimat apa untuk menggambarkan perasaan yang nikmat tiada tara ini. Rupanya sudah tidak kuat lagi menahan gojalak birahi. rintihnya. rintih Mbak Lina.oughhhhh?. Mbak Lina melepaskan pelukannya dan duduk di atas kemaluanku. "Ayo sayang"..".aku naik lagi". Kini wanita setengah baya itu kelihatan telanjang bulat.Uuuhhhhh".. menggigit bibirku dengan lembut tetapi tidak terasa sakit bahkan terasa nikmat. Enak sekali". Dengan susah payah dia berusaha untuk melepas kaos singlet yang kupakai.. Keringat dan peluh kembali becururan. kembali kulumat dan kusedot-sedot kemaluan teman kerjaku itu. . Gerakan kemaluan semakin terasa licin diikuti suara berdecak-decak". "Ayo kita lanjutin permainan kita". Pelukan kami semakin lebih erat. tiba-tiba Mbak Lina bangkit dan menarik tubuhku ke arahnya. saling memagut. kemudian dia menggesek-gesekkan kemaluannya di atas kemaluanku. "Ahhhhh". Ketika sampai di kemaluannya. Cairan itu semakin banyak dan sebagian meleleh ke pangkal kemaluanku...". Kini batang kemaluanku terasa dijepit oleh kemaluan Mbak Lina. Setelah beberapa menit kulakukan itu. sementara kemaluanku bergerak seperti mengaduk-aduk isi kemaluan Mbak Lina seirama dengan gerakannya. Beberapa menit kemudian. mendengar rintihan dan desah nafas Mbak Lina yang memburu."Maxxxx". Rasanya aku sudah nggak kuat menahan desakan kuat dari dalam kemaluanku. kadang-kadang mencakar-cakarnya. Kini posisiku berada di atas. Tiba-tiba Mbak Lina menghentikan aksinya itu. saling melumat dan saling menghisap dengan nafas semakin memburu. dari tadi masih belum berhasil. Kurasakan kemaluan Mbak Lina semakin Licin dan banyak cairan hangat yang menyiram kemaluanku. lutut dan selanjutnya ke bagian paha. Tapi sayang.aku sudah nggak tahan. Sementara kemaluanku terasa tersiram oleh cairan hangat dari dalam kemaluan Mbak Lina.. Terasa nikmat sekali." "Sebentar Mbak. Kemudian kami berguling-guling di atas ranjang dengan mulut tetap beradu dan kemaluan kami tetap saling berhubungan.Ehhhhh?. Mbak Lina melakukan aksinya tersebut hingga beberapa menit. Kini posisi Mbak Lina berada di atas. berusaha saling beradu agar kemaluanku bisa masuk kedalam kemaluan Mbak Lina.Aaahhhhh"Oughhhhh".nikmat sekali"indah sekali". yang mengakibatkan kemaluanku keluar masuk di dalam kemaluan Mbak Lina. hingga posisiku menindih tubuhnya. tangannya memegangi batang kemaluanku kemudian dengan pelan dia mulai memasukkannya ke dalam kemaluannya. aku leluasa bergerak sementara tangan Mbak Lina memegangi punggungku. sambil menggerakkan pinggulnya berusaha untuk memasukkan kemaluanku ke dalam kemaluannya. begitu juga aku memeluk tubuh Mbak Lina dengan erat. tangannya meremas-remas buah dadanya.

". Sementara kami kembali berpelukan dengan erat-erat. kedua kakinya semakin kuat menjepit tubuhku"Ahhhhhh".Gerakanku semakin tidak teratur. Untungnya hari itu hari minggu". Dengan begitu semakin kuat pula aku menekan kemaluanku ke dalam kemaluan Mbak Lina. ku-lap juga kemaluan Mbak Lina yang sangat basah dengan celana dalam tadi. Pagi itu kami tidur berpelukan tanpa selembar benangpun. Teganganku mulai menurun".".creettttt". Karena aku menahan desakan dari dalam tubuhku itu. Kulihat Mbak Lina terkulai lemas. hingga aku sulit bernafas.kami tidur telanjang bulat sampai jam sebelas siang. "Biasanya kalau onani sendiri. kataku sambil mencubit hidungnya yang mancung dan kembali aku menciumnya lagi. ayo tidur?. jawabku setelah melihat jam dinding sembari mencium keningnya "Aku heran". Setelah itu. dan tidak kutarik lagi keluar. Sedangkan Mbak Lina menjeritjerit kecil keenakan dan tangannya mencakar-cakar punggungku. Kurasakan pelukan Mbak Lina semakin kuat.aku bahagia sekali?". Kami saling berciuman mesra dan saling memeluk dengan erat seakan tidak mau lepas sampai kapanpun. Akhirnya kami mendapatkan kepuasan yang sangat luar biasa nikmatnya. Tiba-tiba terasa sesuatu keluar dari dalam kemaluanku". Mbak Lina tertawa kecil. sementara kemaluanku masih dijepit oleh kemaluan Mbak Lina.puas sekali". ajak Mbak Lina dengan manja sembari memelukku.dari jam setengah sebelas hingga jam tiga pagi?. kataku pada Mbak Lina. Yach".creetttt". dengan begitu kemaluan kami juga ikut terlepas. tubuh kami saling menegang.kenapa bisa lama sekali yach Mbak".lama sekali permainan kita yach?.aku capai". semakin cepat aku menggerakkan kemaluanku keluar masuk di dalam kemaluan wanita setengah baya ini. kata Mbak Lina bermanja-manja. kuambil celana dalam Mbak Lina yang udah basah untuk mengelap kemaluanku yang basah kuyup akibat permainan tadi. tiba-tiba ada desakan kuat dari dalam kemaluanku. begitu juga kedua pahanya menjepit tubuhku dengan kuat. "Aku puas sekali Max". "Udah ahhh.. "Hi"hi".". masuk anginnya pura-pura yach?"?". Aku sudah tidak bisa mengontrol diri lagi.. rintih Mbak lina beberapa menit kemudian.creetttt". . Mungkin ujung kemaluanku sudah berada di mulut rahim Mbak Lina.hi"kamu nggak tahu yach"aku kasih kamu obat perangsang sex di dalam minumanmu tadi" "Jadi. paling baru lima menit air maniku udah keluar" Mendengar kataku tadi. "Jam berapa sekarang max ?" "Astaga udah jam tiga Mbak".nikmat sekali". ssurrrr" air maniku terasa memancar kuat sekali di dalam kemaluan Mbak Lina.Kemudian aku terkulai lemas di atas tubuh Mbak Lina. "Lepaskan dulu sayanggg". dengan muka agak pucat?" kemudian aku memeluknya sambil membelai rambutnya yang sudah acak-acakan.huuuu".jadi kami tidak masuk kerja.dasar nakal !!". kutumpahkan seluruhnya di dalam rahimnya?". Kemudian kami saling melepas pelukan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful