P. 1
Artikel 1

Artikel 1

|Views: 23|Likes:
Published by Nozha Dikdo

More info:

Published by: Nozha Dikdo on Feb 02, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/16/2013

pdf

text

original

Perbedaan Efektifitas Karbon Aktif Tempurung Kelapa Dan Arang Kayu

PERBEDAAN EFEKTIFITAS KARBON AKTIF TEMPURUNG KELAPA DAN ARANG KAYU DALAM MENURUNKAN TINGKAT KEKERUHAN PADA PROSES FILTRASI PENGOLAHAN LIMBAH CAIR INDUSTRI TAHU Christina Rony Nayoan1, Noorce Christiani Berek2 Abstract: Waste water treatment is an effort to prevent environmental polution. One of environmental polution is the higher of turbidity rate caused by tofu industry.Therefore it is necessary to process waste water, one of the process is active carbon filtration. According to this research the turbidity rate of tofu waste water is 518,5 mg/L. The purpose of this research to determine the difference of effectivity between coconut shell active carbon and wood carbon in reducing turbidity of waste water filtration process in tofu industry. Research design was the randomized control group pretest-postest. The population of this research were the tofu industry wastewater and using grab sampling method, sample of this research is 30 L of tofu waste water that taken from outlet. The turbidity rate of tofu waste water is filtered with coconut shell active carbon decrease to 76,4 mg/L, and sample is filtered with wood active carbon decrease to 121,7 mg/L, and sample is filtered with the mixed of wood active carbon and coconut shell decrease to 42,07 mg/L. The result of statistic test, there were significant difference between wood active carbon and coconut shell active carbon to decrease turbidity rate at the filtration process in waste water treatment of tofu industrial. The result of Least Significant Difference test, means all of the treatment groups are effective to reducing turbidity rate of tofu industry waste water. Keywords: Wood active carbon, Coconut shell active carbon, Turbidity rate, Tofu industry waste water. PENDAHULUAN Latar Belakang Air merupakan zat utama bagi setiap makhluk hidup di bumi. Manusia tergantung pada air bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan makan dan minumnya melainkan juga untuk keperluan pengairan, transportasi pembangkit tenaga, industri dan lain-lain. Kebijaksanaan pemerintah menetapkan bahwa pembangunan industri ditujukan untuk memperkokoh struktur ekonomi nasional. Namun di sisi lain industri menimbulkan masalah pembuangan limbah, baik limbah padat, cair maupun gas, yang jika
1 2

tidak diolah dapat menimbulkan gangguan kesehatan. Pencemaran air yaitu masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi, dan atau komponen lain ke dalam air oleh kegiatan manusia, sehingga kualitas air turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan air tidak berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya (Sunu,2001). Pengendalian pencemaran adalah suatu kegiatan yang mencakup upaya pencegahan dan atau penanggulangan dan atau pemulihan, karena air limbah sangat berbahaya terha-dap kesehatan manusia mengingat bahwa banyak penyakit yang dapat ditularkan melalui air limbah. Air limbah ini dapat

Staf Pengajar Jurusan Pendidikan Kesehatan dan Ilmu Perilaku FKM Undana Staf pengajar Jurusan Kesehatan Lingkungan dan Kesehatan Kerja FKM Undana

(DEPKES. Sebagai aturan umum dapat dipakai bahwa semakin luar biasa kekeruhan semakin kuat limbah itu. Penentuannya bukanlah merupakan ukuran mengenai jumlah benda terapung.000–8. dan biologi yang menyertai air limbah tahu. Industri tahu adalah merupakan industri rumah tangga atau sektor informal yang telah lama dikenal oleh masyarakat Indonesia. tanah liat. Faktor kimia berkenaan dengan tingginya kandungan bahan organik.000 mg/L. (6)Tingkat kekeruhan sebesar 535-585 mg/L. Hasil analisa pada limbah cair industri tahu yang dilakukan oleh Nurhassan & Pramudyanto (1991) memperlihatkan beberapa kandungan sebagai berikut: (1)Kandungan BOD air limbah tahu sebesar 6. (4) suhu 37–450 Celcius. padahal sungai tempat mereka membuang air limbah juga nantinya digunakan sebagai sumber air bersih.1992) Pencemaran yang disebabkan oleh limbah tahu terjadi karena adanya sifat-sifat fisik. (5)padatan tersuspensi (TSS) 635 – 660 mg/L. kemudian ditunjang dengan rendahnya pH serta tidak ada oksigen terlarut.MKM Vol. Oleh karena itu sesuai dengan Peraturan Pemerintah RI Nomor 20 tahun 1990 kadar maksimum air limbah yang akan dibuang ke badan air untuk parameter kekeruhan adalah 5 NTU (100 mg/L) dan 1000 mg/L untuk zat padat terlarut untuk badan air golongan A dan untuk badan air golongan B mempunyai kadar maksimal untuk zat padat terlarut adalah 1000 mg/L. 01 No. 01 Desember 2006: 1-13 berfungsi sebagai media pembawa bakteri patogen penyebab penyakit (Sugiharto. Kekeruhan terjadi disebabkan pada dasarnya oleh adanya zat-zat koloid yaitu zat yang terapung serta terurai secara halus sekali. Karena pada umumnya industri tahu belum mempunyai pengolahan limbah sendiri sehingga mereka membuang air limbah tahu langsung ke badan air.000 mg/L. Sedangkan faktor biologik adalah adanya mikroorganisme yang berkembang akibat tersedianya nutrisi dan faktor-faktor yang memadai. warna yang keruh dan kandungan zat tersuspensi serta kotoran yang terlalu tinggi.1987) Salah satu bentuk pencemaran air yang dapat menganggu kesehatan masyarakat adalah kekeruhan. lumpur. Berdasarkan indeks angka kecukupan gizi nilai kalori untuk 100 gram tahu adalah 68 Kalori. (2)Kandungan COD air limbah tahu sebesar 7. Faktor fisik meliputi suhu yang tingginya 37-450 Celcius. Demikian pula ditinjau dari segi gizi masyarakat. Hal ini dapat menjadi sumber penyakit apabila jenis bakteri yang berkembang biak adalah bakteri patogen.1983). dan zat koloid yang serupa atau benda terapung yang tidak mengendap dengan segera.500–14. hal itu disebabkan pula oleh kehadiran zat organik yang terurai secara halus jasad–jasad renik. industri tahu turut menunjang ketersediaan pangan nabati yang dibutuhkan untuk kesehatan masyarakat. Sampah industri dapat menambah sejumlah besar zat-zat organik dan anorganik yang menghasilkan kekeruhan (Mahida. Dan sesuai dengan Permenkes RI No 416/MENKES/Per/IX/1990 kadar maksimal yang diperbolehkan untuk air bersih adalah 25 NTU (Naphello 2 . (3)pH 4-6. Keberadaan industri ini secara ekonomi cukup menguntungkan khususnya bagi pengrajin dan pedagang tahu. kimia.

karena kedua arang aktif ini banyak terdapat di sekitar kita. namun belum digunakan secara maksimal untuk pengolahan air khususnya air limbah. binatang dan bahan tambang. (3)Mengukur kemampuan arang kayu dalam menurunkan tingkat kekeruhan limbah cair industri tahu. warna. Adapun tujuan umum dalam penelitian ini adalah mengetahui perbedaan efektifitas karbon aktif tempurung kelapa dan arang kayu dalam menurunkan tingkat kekeruhan pada proses filtrasi pengolahan limbah cair industri tahu. Rumusan masalah yang dikaji dalam penulisan ini adalah apakah ada perbedaan efektifitas karbon aktif dari tempurung kelapa dan arang dari kayu dalam menurunkan tingkat kekeruhan pada proses filtrasi pengolahan limbah cair industri tahu. rasa dan kekeruhan. Air Limbah Pengertian Air Limbah Secara umum yang dimaksud dengan air limbah (wastewater) adalah kotoran dari masyarakat dan rumah tangga dan juga yang berasal dari industri. Salah satu upaya pencegahan yang dapat dilakukan adalah dengan pengolahan limbah tahu tersebut dengan menggunakan karbon aktif baik dari tempurung kelapa maupun kayu.1992) Widagdo (1994) dalam penelitiannya mengemukakan bahwa karbon aktif dapat menurunkan kadar hidrogen sulfida pada limbah cair industri penyamakan kulit. (4)Mengukur kemampuan campuran arang kayu dan karbon aktif tempurung kelapa dalam menurunkan tingkat kekeruhan limbah cair industri tahu. bau. (5)Menganalisis perbedaan kemampuan karbon aktif tempurung kelapa dan arang kayu serta campuran karbon aktif tempurung kelapa dan kayu dalam menurunkan tingkat kekeruhan limbah cair industri tahu. (6)Mengetahui kemampuan karbon aktif yang paling efektif dalam menurunkan tingkat kekeruhan limbah cair industri tahu. Bahan karbon aktif atau arang aktif dapat dibuat hampir dari semua bahan yaitu tumbuh-tumbuhan. (DEPKES. (7)Menganalisis biaya operasional dari arang kayu dan karbon aktif tempurung kelapa serta campuran karbon aktif kayu dan tempurung kelapa dalam menurunkan tingkat kekeruhan limbah cair industri tahu. dan Asri (1995) dalam penelitiannya menunjukkan adanya penurunan kadar warna yang bervariasi setelah melalui perlakuan dengan media karbon aktif dan tanpa karbon aktif pada pengolahan limbah cair industri tekstil.2000) Oleh karena itu tingkat kekeruhan dari limbah tahu perlu diolah terlebih dahulu sebelum dibuang ke sungai. Penggunaan karbon aktif dapat berfungsi untuk mengurangi kadar senyawa organik. (2)Mengukur kemampuan karbon aktif tempurung kelapa dalam menurunkan tingkat kekeruhan limbah cair industri tahu. air tanah. Dari penelitian terdahulu tersebut dapat dinyatakan bahwa karbon aktif dapat menurunkan kadar H2S dan warna. (Soemirat.Perbedaan Efektifitas Karbon Aktif Tempurung Kelapa Dan Arang Kayu Turbidity Unit) atau setara dengan 500 mg/L untuk parameter kekeruhan. air permukaan 3 . Sedangkan Tujuan khususnya adalah untuk: (1)Mengukur tingkat kekeruhan limbah cair sebelum difiltrasi dengan karbon aktif. Tingkat kekeruhan dari limbah cair industri tahu dapat dikurangi atau dihilangkan deng-an cara adsorbsi menggunakan karbon aktif.

9 % air dan 0. serta kira-kira 30 % zat anorganik (terutama pasir. Sebagian besar pengolahan air limbah untuk memperkecil BOD dan zat tersuspensi serta bakteri dalam air limbah. Secara garis besar kegiatan pengolahan air limbah dapat dikelompokkan menjadi 6 (enam) bagian antara lain (Sugiharto. Sumber Air Limbah Menurut Azrul Azwar (1983) Air limbah sebagai sumber pencemar berasal dari: (1)Air limbah rumah tangga. dan logam-logam berat). Air limbah domestik berasal dari pemukiman. karbohidrat 25 % dan lemak 10 %. Selain itu juga untuk menghilangkan bahan nutrisi. Buangan cair ini dihasilkan dari proses industri yang menggunakan air dalam jumlah yang sedang sampai banyak. (4)Pengolahan ketiga 4 . kandungan organik dan anorganik.1983) Pengertian limbah adalah air yang tidak bersih dan mengandung berbagai zat yang bersifat membahayakan kehidupan manusia atau hewan. alkalinitas. daerah perumahan.9 % air dan sisanya meliputi partikel-partikel padat terlarut dan partikel-pertikel padat tidak terlarut sebesar 0. dan lazimnya muncul karena perbuatan manusia termasuk industrialisasi (Kusnoputranto. 01 No. dan sifat-sifat yang khas yang menimbulkan masalah pencemaran aliran air (Mahida. Dengan demikian air buangan ini merupakan hal yang bersifat kotoran umum. isinya yang padat. garamgaram. (3)Air limbah rembesan dan tambahan Komposisi Air Limbah Komposisi air limbah sebagian terdiri dari 99. dan bahan yang tidak dapat didegradasikan agar kosentrasi yang ada menjadi rendah.1984). komponen beracun.1984). (3)Pengolahan kedua (secon-dary treatment). 01 Desember 2006: 1-13 serta buangan lainnya. karbohidrat dan lemak). serta membunuh mikroorganisme patogen. kadar garam. (Azwar. Limbah adalah buangan cair dari suatu lingkungan masyarakat dan terutama terdiri dari air yang telah dipergunakan yang di dalamnya terdapat bendabenda padat yang terdiri dari zat organik dan anorganik.1983). Partikelpartikel padat terdiri dari zat organik 70 %.MKM Vol. Pengolahan Air Limbah Pengolahan air limbah bertujuan memperbaiki kualitas air limbah. garamgaram. Istilah ini terbatas pada sampah cair karena alasan warna. Tujuan lain pengolahan air limbah adalah untuk menghapus.1 %.1987): (1)Pengolahan pendahuluan (pretreatment). keasaman. Sedangkan zat-zat anorganik terdiri dari pasir.1 % zat padat yang terdiri dari 70 % zat organik (terutama protein . derajat penggunaan air serta derajat pengolahan air limbah yang ada. jumlah aliran air limbah yang berasal dari industri sangat bervariasi tergantung dari jenis dan besar-kecilnya industri. air keruh dan buangan air limbah yang kira-kira mengandung 99. (2)Pengolahan pertama (primary treat-ment). mengurangi atau mengubah zat pencemar dalam bentuk yang kurang atau tidak membahayakan kesehatan. dan logam-logam berat (Kusnoputranto. (2)Air limbah industri. mengurangi BOD dan partikel tercampur. misalnya yang berasal dari daerah perdagangan. Zat-zat organik terdiri dari protein 65 %. terdiri dari tinja.

Salah satu produk olahan yang mempunyai prospek cerah adalah arang aktif. Arang aktif adalah arang yang diproses sedemikian rupa sehingga mempunyai daya serap/adsorbsi yang tinggi terhadap bahan yang berbentuk larutan atau uap (LIPI. Kandungan nitrogen dan phosphor dalam limbah cair industri tahu relatif cukup. akan tetapi perlu diadakan penyesuaian dengan kebutuhan yang ada. Kekeruhan disebabkan oleh zat padat terlarut dan tersuspensi seperti zat organik. sedangkan hasil sampingan lainnya seperti tempurung kelapa belum begitu dimanfaatkan. jasad renik dan koloid lainnya yang tidak segera mengendap. Suhu yang cukup tinggi berasal dari air sisa penggumpalan dan pengepresan. padatan tersuspensi atau padatan terendap. tetapi biasanya yang beredar dipasaran berasal dari tempurung kelapa. Karbon Aktif Karbon Aktif Tempurung Kelapa Pemanfaatan buah kelapa umumnya hanya daging buahnya saja untuk dijadikan kopra. makanan/minuman dan farmasi. Dari berbagai jenis itu maka akan dipilih salah satu yang diperkirakan memberikan manfaat yang terbaik. Hal ini berkenaan dengan tingginya kandungan bahan organik misalnya protein. dan lemak. pengasapan kopra. karbohidrat. Padahal tempurung kelapa dapat diolah menjadi bermacam-macam produk olahan bernilai ekonomi yang bisa mendatangkan devisa bagi negara. sehingga menguntungkan sebagai nutrisi mikroorganisme. Padatan tersuspensi maupun terlarut di alam akan mengalami perubahan fisika. perlu diketahui juga bahwa untuk mengolah air limbah tidaklah harus selalu mengikuti tahap-tahap yang ada diatas. sebagian kecil sebagai bahan bakar untuk keperluan rumah tangga.2003). Sedangkan pH yang rendah karena sisa air yang bercampur asam. kimia dan hayati yang menghasilkan zat toksik atau tumbuhnya kuman yang membahayakan kesehatan. minyak dan santan untuk keperluan rumah tangga. disamping telah terjadi perubahan bahan organik menjadi bahan yang bersifat asam. dan lain-lain. dan potensi pasar cukup besar. Selain itu. (6)Pembuangan lanjutan (ultimate disposal) Dari setiap fase di atas terdapat beberapa jenis pengolahan yang dapat diterapkan. Pembuatan arang aktif belum banyak dilakukan. Pada umumnya arang aktif digunakan sebagai bahan penyerap 5 . Limbah cair industri tahu bila dibiarkan.Perbedaan Efektifitas Karbon Aktif Tempurung Kelapa Dan Arang Kayu (tertiary treatment). warnanya akan berubah coklat kehitaman dan berbau busuk. Penggunaan tempurung kelapa. Limbah cair industri tahu mengandung zat organik dalam bentuk zat terlarut. Limbah cair industri tahu mengandung BOD tinggi. (5)Pembunuhan kuman (desinfektion). Arang aktif dapat dibuat dari bahan yang mengandung karbon baik organik atau anorganik. Saat ini arang aktif telah digunakan secara luas dalam industri kimia. kayu dan batubara. padahal potensi bahan baku. Karakteristik lain yang menonjol adalah suhu dan pH. Karakteristik Limbah Tahu Ditinjau dari bahan baku dan bahan pembantu dalam pembuatan tahu maka limbah cair industri tahu mengandung bahan-bahan organik yang mudah mengalami biodegradasi.

kesadahan. Kayu karet (Hevea braziliensis). karena arang aktif merupakan adsorben yang baik. zat pencemar tertentu. mengandung alkali.MKM Vol. Kekeruhan dapat disebabkan oleh adanya alga hidup maupun mati atau organisme lain dan umumnya kekeruhan disebabkan oleh lumpur atau tanah liat. sebetan.1983): (1)Air buangan dari industri maupun dari rumah tangga yang pada umumnya terdiri dari zat organik dan anorganik. tatal dan serbuk gergajian. dan sebagainya. Kegunaan arang aktif semakin meluas di kalangan industri-industri. 01 Desember 2006: 1-13 dan penjernih. alga. yaitu kayu bulat dan atau kayu olahan yang terdiri dari berbagai jenis berasal dari hutan alam tropis. (b)Bila kekeruhan air bersih lebih dari 25 NTU. Arang aktif adalah arang yang diolah lebih lanjut pada suhu tinggi sehingga pori-porinya terbuka dan dapat digunakan sebagai bahan adsorben (Pari. sekarang dikembangkan pembuatan arang aktif dari limbah industri pengolahan kayu.2003). pengergajian dan pengerjaan kayu yang berupa potongan ujung. warna. Kekeruhan Sumber kekeruhan air Air dikatakan keruh bila mengandung benda-benda tersuspensi. Benda tersuspensi mengandung garam. Contohnya pada proses pembersihan air buangan arang aktif dapat digunakan untuk mengatur dan membersihkan air buangan dari pencemar. berwarna. magnesium dan sodium yang menyebabkan rasa tak enak. bau dan logam berat tertentu. dan bakteri. berasa dan bau pada air. sisa kupasan. Kotoran-kotoran yang terurai dalam air ada juga dalam jumlah besar. Kayu lilin (Xanthophylum spp). terutama arang yang berasal dari kayu rimba campuran. Kekeruhan dalam air dapat disebabkan beberapa peristiwa (Sunjoto. Namun dengan semakin sulitnya mendapatkan kayu. (2)Sebagai akibat pengikisan tanah yang umumnya terdiri dari zat organik. 01 No. Ini semua menyebabkan keruh. Dalam jumlah kecil di gunakan juga sebagai katalisator. Umumnya industri pengolahan kayu menggunakan kayu seperti Agatis (Agathis spp). maka dalam proses filtrasi akan mengalami beberapa kerugian yaitu timbulnya penyumbatan pada media saringan sehingga saringan 6 . tetapi dari segi estetika tidak disenangi karena warnanya keruh. Arang merupakan jenis hasil hutan kayu yang dikenakan pungutan IHH (Iuran Hasil Hutan) menurut satuan m3/ton. Pengaruh Kekeruhan Adapun pengaruh kekeruhan pada air antara lain: (a)Kekeruhan tidak merupakan sifat dari yang membahayakan. Limbah industri pengolahan kayu terdiri dari limbah yang dihasilkan industri kayu lapis. Oksida mangan dan besi mengakibatkan warna air menjadi merah. Kotoran-kotoran tersebut mengandung garam kalsium. Umumnya arang aktif digunakan untuk menyaring/menghilangkan bau. warna. Karbon aktif kayu Pada umumnya pembuatan arang aktif kayu berasal dari potongan– potongan besar kayu. Kayu Tusam (Pinus merkusii). serta berbagai jenis kayu besar lainnya. hitam atau coklat.

diameter karbon aktif. Desain penelitian yang digunakan adalah pretest dan postest design (Randomized control group pretestpostest design). maka dalam proses desinfeksi dengan bahan kimia (chlorinasi) akan dibutuhkan bahan kimia yang lebih banyak sehingga secara ekonomis merugikan. ketebalan karbon aktif. yaitu penelitian yang bertujuan untuk menyelidiki kemungkinan saling hubungan sebab akibat dengan cara mengenakan kepada satu atau lebih kelompok eksperimental. Populasi dan Sampel Populasi dari penelitian ini adalah limbah cair industri tahu yang dihasilkan dalam seluruh proses produksi tahu. METODE Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah eksplanatory research yaitu menjelaskan adanya hubungan antar variabel melalui pengujian hipotesa. Volume sampel yang digunakan adalah sebanyak 30 liter. satu atau lebih kondisi perlakuan dari membandingkan hasilnya dengan satu atau lebih kelompok kontrol yang tidak dikenai kondisi perlakuan. maka dilakukan replikasi sebanyak 6 kali yang dihitung dengan rumus berikut : (t-1)(R-1) ≥15 R T = Jumlah ulangan sebanyak 6 kali = Jumlah perlakuan yaitu 3 perlakuan + 1 Kontrol Variabel Penelitian Variabel Bebas Variabel bebas dari penelitian ini adalah jenis karbon aktif yaitu karbon aktif tempurung kelapa dan arang kayu serta campuran karbon aktif tempurung kelapa dan arang kayu. Sedangkan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagian limbah cair industri tahu. Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian di lakukan di industri tahu yang berada di Kelurahan Jomblang Kecamatan Candisari. yang diambil dari outlet (pembuangan terakhir). Variabel Terikat Variabel terikat dari penelitian ini adalah tingkat kekeruhan limbah cair industri tahu. yaitu pengambilan sampel hanya dilakukan satu kali dalam waktu sesaat.Perbedaan Efektifitas Karbon Aktif Tempurung Kelapa Dan Arang Kayu harus sering dicuci atau diganti serta air saringan (Filtered water) masih tampak keruh karena presipitasi yang tidak sempurna akibat kerusakan lapisan saringan. Variabel Penganggu Variabel penganggu dari penelitian ini adalah karakteristik limbah cair. waktu kontak. Penelitian dilakukan bulan MeiAgustus 2003. Sedangkan metode penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimental. Semarang. kecepatan aliran. (c)Pada tingkat kekeruhan yang tinggi. luas permukaan karbon aktif. yang diambil dengan metode grab sampling. Untuk mengendalikan variabel pengganggu dilakukan penyamaan terhadap masing-masing variabel. Untuk menghindari kesalahan sekecil mungkin. 7 . Disamping itu daya bunuh desinfektan akan berkurang.

89 %. Walaupun begitu masih ada industri tahu yang membuang limbahnya di sungai karena tempatnya jauh dari instalasi ini. Grafik rata-rata tingkat kekeruhan limbah cair industri tahu sebelum dan sesudah penyaringan dengan karbon aktif 600 500 400 300 200 100 0 sebelum perlakuan control karbon aktif tempurung kelapa Arang kayu campuran karbon aktif kayu + tempurung kelapa mg/L 518.5 490. 01 No.4 121. Limbah cair ini dibuang ke sungai.7 42.0004. Limbah yang dihasilkan di kawasan industri tahu Tandang antara lain ampas tahu ( gembus ) dan limbah cair. Gambar 1. tetapi dalam tiga bulan terakhir ini sudah terdapat instalasi pengolahan limbah cair industri tahu Tandang. Setelah melalui penyaringan 8 . arang kayu dan pencampuran arang kayu dan tempurung kelapa serta tanpa melalui karbon aktif (kontrol) dapat dapat dilihat pada Tabel 1. Kawasan industri tahu Tandang menghasilkan produk berupa tahu mentah maupun tahu goreng. Limbah cair total industri tahu Tandang sekitar 12. Khususnya pada limbah tahu banyak terdapat zat organik yang merupakan penyebab terjadinya kekeruhan. Candisari.000 L limbah cair per industri tahu per hari. Kapasitas produksi meningkat pada saat tertentu. Jomblang. Pemeriksaan tersebut memperlihatkan bahwa perlakuan dengan pencampuran karbon aktif tempurung kelapa dan kayu memberikan persentase tingkat kekeruhan paling besar yaitu sebesar 91. Hasil produksi industri tahu Tandang dipasarkan di kota Semarang serta kota-kota lain di sekitar Semarang seperti Demak.07 Jenis perlakuan PEMBAHASAN Kadar Kekeruhan Dalam Air Kekeruhan pada air limbah disebabkan karena adanya benda tercampur atau benda koloid didalam air limbah. Untuk dapat mengetahui besarnya prosentase penurunan tingkat kekeruhan setelah melalui perlakuan dengan karbon aktif maupun kontrol dibandingkan sebelum perlakuan dapat dilihat pada Tabel 2. Limbah cair yang dihasilkan sekitar 1. Hasil pemeriksaan kadar kekeruhan limbah cair industri tahu sebelum dan setelah diberi perlakuan melalui karbon aktif tempurung kelapa.5 76. Ampas tahu oleh para pengusaha dijual sebagai pakan ternak seperti sapi dan babi. Kota Semarang. Untuk lebih jelas mengetahui perbedaan dari tiaptiap perlakuan dapat dilihat pada Gambar 1. Kendal dan lainnya.000 L/hari. Kapasitas produksi tahu di kawasan industri tahu Tandang berkisar 300-750 kg kedelai per industri tahu per hari. 01 Desember 2006: 1-13 HASIL Kawasan industri tahu Tandang terletak di Tandang. Pada kawasan industri tahu tandang terdapat lebih dari 10 pengrajin tahu.MKM Vol. Kawasan industri tahu ini berdiri sejak tahun 1970-an. misalnya perayaan hari besar seperti hari raya lebaran. Purwodadi.

41 % 75.4 38.40 % lapa dan kayu.4 41.67 % 77.6 490.07 Tabel 2 Persentase selisih antara penurunan tingkat kekeruhan sebelum penyaringan dengan penurunan tingkat kekeruhan setelah penyaringan Setelah melalui media saring Karbon aktif tempurung kelapa Arang kayu +Kayu (1:1) 79. Berda- 1990 kadar maksimum air limbah yang akan dibuang ke badan air untuk parameter kekeruhan adalah 5 NTU 9 .5 122.89 % No sampel 1 2 3 4 5 6 Rata -rata Karbon aktif Tempurung kelapa 83.21 % 91.5 492.58 % 76.5 518.2 Arang kayu (mg/L) 118.5 72.96 % 5.6 490.5 518. dan campuran karbon aktif tempurung keTabel 1 Hasil pemeriksaan kadar kekeruhan (NTU) sebelum dan sesudah penyaringan dengan karbon aktif di AKL HAKLI tanggal 19 Agustus 2003 Sesudah perlakuan No sampel 1 2 3 4 5 6 Ratarata Sebelum perlakuan (mg/L) 518.0 sarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia 124.09 % 75.67 % 84.75 % 79.5 20 tahun 43.5 497.15 % 91.6 126.61 % 92.00 % 85.84 % 76.20 % 4.5 518.34 % 84.99 % 91.74 % 92.4 121.5 117.5 Karbon aktif tempurung kelapa (mg/L) 76.36 % 90.2 Nomor 81.2 76.5 487.Perbedaan Efektifitas Karbon Aktif Tempurung Kelapa Dan Arang Kayu dengan karbon aktif tempurung kelapa.5 518.5 39.8 47.5 Kontrol (mg/L) 486. kadar kekeruhan limbah cair industri tahu dapat diturunkan sampai pada batas kadar maksimal yang diperbolehkan.69 % 84.6 74.31 % 85.40 % 92.05 % 5.94 % Control (tanpa perlakuan) 6.7 42.4 120.5 Arang kayu + karbon aktif tempurung kelapa (1:1) (mg/L) 42.5 518.2 74.41 % 5. karbon aktif kayu.5 79.81 % 5.63 % 86.5 488.00 % 5.5 518.

4 mg/L. terjadi tumbukan antara partikelpartikel limbah cair sehingga partikelpartikel tersebut menjadi cukup besar untuk mengendap (Mahida. Kadar kekeruhan pada hasil penelitian dengan penyaringan karbon aktif tempurung kelapa. Adanya penurunan tingkat kekeruhan limbah cair industri tahu setelah melalui media saring karbon disebabkan adanya proses adsorbsi terhadap kekeruhan limbah cair oleh karbon aktif. baik yang berasal dari tumbuhtumbuhan ataupun bahan tambang dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan karbon aktif.MKM Vol. Pengujian statistik dengan one way anova dan LSD digunakan untuk mengetahui efektifitas jenis karbon aktif yang digunakan dalam penelitian dalam menurunkan tingkat kekeruhan 10 . Kadar kekeruhan limbah cair industri tahu dari hasil penelitian dengan penyaringan menggunakan karbon aktif aktif tempurung kelapa menjadi rata-rata 76. Berbagai bahan. dapat berfungsi sebagai adsorbent untuk mengurangi kadar warna. penurunan tingkat kekeruhan sebelum dan setelah melalui media saring karbon aktif menunjukkan bahwa penurunan tertinggi terjadi pada perlakuan melalui campuran karbon aktif dari tempurung kelapa dan kayu sebagai media saring. Pada penelitian ini. Adsorbsi terjadi karena adanya gaya tarik menarik yang lemah (Van der walls) antar partikel. Perbedaan Kemampuan Berbagai Jenis Karbon Aktif Dari Hasil analisis tingkat kekeruhan secara deskriptif dengan membandingkan persentase penurunan tingkat kekeruhan sebelum dan setelah melalui media saring karbon aktif menunjukkan bahwa penurunan tertinggi terjadi pada perlakuan melalui campuran karbon aktif dari tempurung kelapa dan kayu sebagai media saring.07 mg/L sehingga masih dalam batas kadar maksimum yang diperbolehkan. Selama waktu tinggal tersebut. penyaringan dengan arang kayu menjadi 121. 01 Desember 2006: 1-13 (100 mg/L) dan 1000 mg/L untuk zat padat terlarut dan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia nomor 416/Menkes/Per/IX/1990 tahun 1990 tentang Syarat-Syarat Pengawasan Kualitas Air untuk parameter kekeruhan kadar maksimal yang diperbolehkan sebesar 25 NTU atau 500 mg/L.1992). arang kayu dan campuran karbon aktif tempurung kelapa dan arang kayu memenuhi persyaratan kualitas air limbah dan air bersih karena masih dalam batas persyaratan kadar maksimal parameter kekeruhan diperbolehkan. Karbon aktif sebagai benda yang porous.7 mg/L dan penyaringan dengan karbon aktif tempurung kelapa dan kayu menjadi 42. karbon aktif yang digunakan adalah karbon aktif dari tempurung kelapa dan kayu. Adanya penurunan tingkat kekeruhan pada kontrol disebabkan karena adanya proses sendimentasi sebagai akibat dari lamanya waktu tinggal pada alat penelitian yaitu 1 jam.1983). kekeruhan (DEPKES. Adanya penurunan tingkat kekeruhan limbah cair industri tahu setelah melalui media saring karbon disebabkan adanya proses adsorbsi terhadap kekeruhan limbah cair oleh karbon aktif. Adsorbsi terjadi karena adanya gaya tarik menarik yang lemah (Van der walls) antara partikelpartikel kekeruhan limbah cair dengan karbon aktif. bau. 01 No.

Hal ini disebabkan karena adanya variasi pada proses penyaringan. Dari hasil analisa statistik didapatkan bahwa penyaringan dengan cara campuran karbon aktif tempurung kelapa dan karbon aktif kayu mempunyai daya absorbsi paling baik. Semakin besar komposisi kimia tersebut semakin baik absorbsi karbon aktif. Adanya kandungan selulosa. sedangkan kayu menjadi 37 – 40 % selulosa . maka karbon aktif tempurung kelapa lebih rendah kandungan airnya yaitu sekitar 2 – 5 %.7 mg/L.07 mg/L.Perbedaan Efektifitas Karbon Aktif Tempurung Kelapa Dan Arang Kayu limbah cair industri tahu. (2)Tingkat kekeruhan limbah cair industri tahu dapat diturunkan dengan menggunakan arang kayu sebagai media saring.1995) Selain komposisi kimia. 17 – 30 % lignin. dari desain alat dapat terlihat bahwa air limbah akan kontak dengan kayu kemudian kontak dengan tempurung kelapa. 7 – 20 % pentosan . sehingga tidak terjadi kejenuhan dalam proses absorbsi.4 mg/L. dan campuran karbon aktif tempurung kelapa dan kayu. bahan baku karbon aktif kandungan air bahanpun turut mempengaruhi kemampuan absorbsi karbon aktif karena semakin rendah kandungan air dalam bahan berarti daya absorbsinya akan semakin baik. (4)Dari hasil Uji statistik One way Anova didapatkan nilai F sebesar 11 . dengan rata-rata hasil penurunan menjadi sebesar 121. SIMPULAN DAN SARAN Simpulan Dari hasil penelitian dapat disimpulkan: (1)Tingkat kekeruhan lim-bah cair industri tahu dapat diturunkan dengan menggunakan karbon aktif tempurung kelapa sebagai media saring. zat ekstraktif 5 – 6% (Palungkun. pentosan dan lignin. 34 – 37 % lignin. 18 – 21 % pentosan . dengan ratarata hasil penurunan menjadi sebesar 76. Dengan melihat hasil pengujian secara statistik ternyata penggunaan karbon aktif memberikan pengaruh terhadap penurunan tingkat kekeruhan limbah cair dari jenis karbon aktif ikut mempengaruhi hasil penurunan tingkat kekeruhan tersebut.2001). Hal ini menunjukkan bahwa karbon aktif tempurung kelapa mempunyai daya absorbsi lebih baik dibandingkan kayu. karena tempurung kelapa mengandung 27. Hal ini berkaitan dengan komposisi kimia pada bahan baku karbon aktif. Yang ditunjukkan dengan persentase penurunan tingkat kekeruhan paling besar. (3)Hasil penurunan tingkat kekeruhan limbah cair industri tahu dengan menggunakan campuran karbon aktif tempurung kelapa dan kayu sebagai media saring mencapai rata-rata sebesar 42. arang kayu. sehingga jika dibandingkan dengan karbon aktif kayu yang kandungan airnya 5-13 %. (4)Setelah melalui penyaringan dengan karbon aktif tempurung kelapa.32 % selulosa. serta zat ekstraktif pada bahan karbon aktif yang mempengaruhi kemampuan absorbsi karbon aktif . zat ekstraktif 3 – 8 % (Fengel. Hal ini terlihat pada penururnan tingkat kekeruhan sesudah penyaringan dengan tempurung kelapa dibandingkan dengan kayu. yang menyebabkan absorbsi karbon aktif dapat mengadsorbsi lebih maksimal. kadar kekeruhan limbah cair industri tahu dapat diturunkan sampai pada batas kadar maksimal yang diperbolehkan berdasarkan PP Nomor 20 tahun 1990 dan PERMENKES RI Nomor 416 tahun 1990.

Rajawali.1995 Azwar. Saran Beberapa hal yang dapat menjadi masukan dari penelitian ini antara lain: (1)Bagi pengusaha atau pengelola industri yang limbah cairnya mengandung tingkat kekeruhan yang tinggi. Metodologi Penelitian. Haryoto. 1997 Nurhasan dan B Pramudyanto.49 dan signifikasi 0. Jakarta.lipi. Gajah mada university press.MKM Vol. DAFTAR PUSTAKA Asri.001. IPB. Arang aktif dari tempurung kelapa. 1992. 1991 Narbuko Cholid. Yang berarti bahwa semua perlakuan efektif dalam menurunkan tingkat kekeruhan limbah cair industri tahu. 01 No. Boston McGrow Hill.Yuni Rahma. Yayasan Bintari. Jakarta. Jakarta. Met Calf. 01 Desember 2006: 1-13 20649. Banjarbaru. 1995 Gustan Pari. Penelitian. Jakarta.go. Sandratex di kotamadya Semarang. 1983. 1984. 20 Oktober 2003 Kusnoputranto. Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro. (3)Bagi peneliti lain dapat mencoba pemanfaatan karbon aktif sebagai media saring dalam menurunkan tigkat kekeruhan limbah cair industri tahu dengan berbagai variasi kecepatan aliran. 2001 Pusat dokumentasi dan informasi ilmiah LIPI. Jakarta.com. pengembangan pembuatan arang aktif dari kayu Galam. Air limbah dan akskreta manusia. Pedoman tehknis perbaikan kualitas air. 1983 Balai penelitian dan pengembangan industri. Semarang. Bumi aksara. Pengantar ilmu kesehatan lingkungan. http://www. D. U. 20 Oktober 2003 12 . Kayu : kimia. Wastewater engineering treatment disposal reuse.pdii. dan Acmadi Abu H.N. Azrul. Kemampuan karbon aktif dari tempurung kelapa dan kayu sebagai media saring dalam penurunan kadar warna limbah cair industri tekstil PT. DEPKES RI. Pencemaran air dan pemanfaatan limbah industri. DEPKES RI. DEPKES RI. Semarang. Mahida. Fengel. 1993. (2)Mengingat masih banyak bahan yang dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan karbon aktif perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai pemanfaatan karbon aktif dari bahan lain untuk penurunan tigkat kekeruhan limbah cair agar diperoleh hasil yang lebih efektif dan efisien. Daftar komposisi bahan makanan. 1982 . Mutiara. Penanganan limbah pabrik tahu. Jakarta. reaksi-reaksi. jenis karbon aktif dan waktu kontaknya. ultrastruktur.id. Yogyakarta. Fakultas Kesehatan Masyarakat UNDIP.dkk.2001. khususnya industri tahu diharapkan dapat memanfaatkan campuran karbon aktif tempurung kelapa dan kayu sebagai alternatif dalam pengelolaan limbah cair. DEPKES RI. http://www. Teknologi alternatif pemanfaatan limbah industri pengolahan kayu. 1999. Departemen Perindustrian.001 dan hasil uji Least Significant Difference didapatkan nilai signifikasi untuk semua kelompok perlakuan sebesar 0.

Yogyakarta. Dasar-dasar pengolahan air limbah. PT. Jakarta. Rony. Melindungi lingkungan dengan menerapkan ISO 14001. Dhuto.1994 13 . Budi Makmur Yogyakarta. Pramudya. 1993. Sugiharto. Kesehatan Lingkungan.Perbedaan Efektifitas Karbon Aktif Tempurung Kelapa Dan Arang Kayu Palungkun. 2000 Santoso Budi Hieronymus. Semarang. Yogyakarta.Gramedia. Pengaruh luas permukaan karbon aktif bentuk granula terhadap penurunan kadar H2S pada limbah cair industri penyamakan kulit PT. 2001. 2001 Sunu. Widagdo. Soemirat Juli. Universitas Indonesia Press. 1987. Pembuatan tempe dan tahu kedelai bahan makan bergizi tinggi. Buletin Keslingmas nomor 7. Sunjoto Hernady. Fakultas Kesehatan Masyarakat UNDIP. Jakarta. Penerbit Kanisius. Jakarta. Gadjah Mada University Press. Aplikasi prefilter pada sistem saringan pasir lambat. Aneka produk olahan kelapa. 1983. Penebar Swadaya. Purwokerto.

01 Desember 2006: 1-13 14 .MKM Vol. 01 No.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->