P. 1
laporan logam berat

laporan logam berat

|Views: 129|Likes:
Published by Eli Nira

More info:

Published by: Eli Nira on Feb 02, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/21/2013

pdf

text

original

Analisis Logam-Logam Berat Dalam Air 1.

TABEL DATA : Hasil Pengamtan/Pengujian Titik pengambilan sampel A Kadar (ppm) Jarak Warna Putih keruh kekuningan Putih keruh kekuningan Putih keruh kekuningan Putih keruh kekuningan Bau Pb 0,0956 + 0,2159 ++ 5,2466 + 0,0896 ++ 21,6543 4,3015 5,2528 9,5371 18,7635 3,8130 5,1969 9,5877 17,8764 3,8947 5,1704 9,0196 Mn Fe Cr 5,5923 Cd 9,8088

15,9450 4,0125

0

B

120

C

80

D

50

2. REKAMAN HASIL PENGUJIAN DAN PERHITUNGAN Data Pembacaan AAS Logam Pb :

Pb=Conc.(ppm)-Conc.larutan standar A1 =(2,0956-2)ppm =0,0956 ppm B1 =(2,2159-2)ppm C1 =0,2159 ppm =(7,2466-2)ppm =5,2466 ppm

D1

=(2,0896-2)ppm

=0,0896 ppm

Logam Mn

Mn=Conc.(ppm)-Conc.larutan standar A =(17,9450-2)ppm =15,9450 ppm B =(19,8764-2)ppm =17,8764 ppm Logam Fe D C =(20,7635-2)ppm =18,7635 ppm =(23,6543-2)ppm =21,6543 ppm

*pada pengukuran AAS untuk logam Fe tidak diprlakukan penambahan larutan standar jadi pengukuran hasil AAS tidak dikurangi konsentrasi larutan standar Logam Cr

Cr=Conc.(ppm)-Conc.larutan standar A =(7,5923-2)ppm =5,5923 ppm

B

=(7,1704-2)ppm =5,1704 ppm D

=5,1969 ppm =(7,2328-2)ppm =5,2328 ppm

C

=(7,1969-2)ppm

Logam Cd

Cd=Conc.(ppm)-Conc.larutan standar A =(11,8088-2)ppm =9,8088 ppm B =(11,0196-2) ppm =9,0196 ppm C =(11,5877-2)ppm =9,5877 ppm D =(11,5371-2) ppm = 9,5371 ppm

3. PERTANYAAN / PEMBACAAN TABEL DATA 3.1) Berdasarkan kadar logam Pb di setiap titik pengambilan sampel sebagaimana tertuang pada tabel data tersebut diatas, bagaimana daya racunnya di setiap titik pengambilan sampel tersebut. Jelaskan lebih lanjut! Jawab : berdasarkan tabel data di atas setelah perhitungan didapatkan kadar logam Pb sebagai berikut :

KADAR LOGAM Pb
KADAR LOGAM Pb 5.2466

0.0956 A

0.2159 B C

0.0896 D

Logam Pb yang ada dalam perairan dapat masuk dari bahan bakar bertimbal berbagai industri seperti industri logam, cat, baterai, dan pelindung radiasi yang membuang limbahnya ke badan air. Badan air yang telah dicemari logam Pb lebih dari 2,75 ppm dapat bersifat racun dan menyebabkan kematian bagi biota perairan ersebut. Jadi untuk setiap titik pengambilan sampel :  Titik A :kandungan logam Pb di perairan ini sebesar 0,2159 ppm, artinya kadar logam Pb di perairan ini masih normal dan masih berada di bawah batas maksimal kandungan Pb dalam air yaitu 2,75. Jadi pada titik pengambilan sampel ini masih bisa hidup biota air karena logam Pb masih di bawah batas maksimal dan tidak bersifat racun.  kandungan logam Pb di perairan ini sebesar 5,2466 ppm, artinya kadar logam Pb di perairan ini masih normal dan masih berada di bawah batas maksimal kandungan Pb dalam air yaitu 2,75. Jadi pada titik pengambilan sampel ini masih bisa hidup biota air karena logam Pb masih di bawah batas maksimal dan tidak bersifat racun.  kandungan logam Pb di perairan ini sebesar 5,2466 ppm, artinya kadar logam Pb di perairan ini di atas batas maksimal kandungan Pb dalam air yaitu 2,75. Jadi pada titik pengambilan sampel ini bersifat racun.  kandungan logam Pb di perairan ini sebesar 0,0896 ppm, artinya kadar logam Pb di perairan ini masih normal dan masih berada di bawah batas maksimal kandungan Pb dalam air yaitu 2,75. Jadi pada titik pengambilan sampel ini masih bisa hidup biota air karena logam Pb masih di bawah batas maksimal dan tidak bersifat racun.

3.2) Berdasarkan kadar logam Cd di setiap titik pengambilan sampel sebagaimana tertuang pada tabel data tersebut diatas, bagaimana daya racunnya di setiap titik pengambilan sampel tersebut. Jelaskan lebih lanjut! Jawab: Logam Cd berasal dari limbah industri ringan seperti pabrik roti, pengolahan ikan, pengolahan minuman, industri tekstil dan lain-lain, lapisan permukaan air yang bersifat aerobik memiliki kandungan Cd terlarut yang relatif lebih tinggi. Dalam badan air kandungan Cd pada taraf tertentu dapat membunuh biota air. Kadar maksimal untuk udang dengan kadar senyawa Cd terlarut pada retang konsentrasi 0.005-0,15 ppm sudah menimbulkan kematian dalam rentang waktu 24-504 jamsedangkan untuk biota air tawar adalah 1,092-1,10 ppm akan membuuh ikan dalam waktu 96 jam. Secara umum kandungan Cd dalam air maksimal adalah 0,01 ppm  Dari titik pengambilan sampel A didapatkan kadar Cd sebesar 9,8088 ppm. Jadi kadar Cd pada titik pengambilan sampel ini sudah berada jauh di atas ambang batas maksimal kandungan Cd di dalam air yaitu 0,01 ppm. Maka dapat saya simpulkan pada titik A kandungan Cd bersifat racun dengan daya racun tinggi.  Dari titik pengambilan sampel B didapatkan kadar Cd sebesar 9,0196 ppm. Jadi kadar Cd pada titik pengambilan sampel ini sudah berada jauh di atas ambang batas maksimal kandungan Cd di dalam air yaitu 0,01 ppm. Maka dapat saya simpulkan pada titik B kandungan Cd bersifat racun dengan daya racun tinggi.  Dari titik pengambilan sampel C didapatkan kadar Cd sebesar 9,5877 ppm. Jadi kadar Cd pada titik pengambilan sampel ini sudah berada jauh di atas ambang batas maksimal kandungan Cd di dalam air yaitu 0,01 ppm. Maka dapat saya simpulkan pada titik C kandungan Cd bersifat racun dengan daya racun tinggi.  Dari titik pengambilan sampel D didapatkan kadar Cd sebesar 9,5371 ppm. Jadi kadar Cd pada titik pengambilan sampel ini sudah berada jauh di atas ambang batas maksimal kandungan Cd di dalam air yaitu 0,01 ppm. Maka dapat saya simpulkan pada titik D kandungan Cd bersifat racun dengan daya racun tinggi. 3.3) Berdasarkan kadar Cr di setiap titik pengambilan sampel sebagaimana tertuang pada tabel data tersebut diatas, bagaimana daya racunnya di setiap titik pengambilan sampel tersebut. Jelaskan lebih lanjut! Jawab: Dalam perairan Cr dapat masuk dengan dua cara yaitu secara alamiah dan non-alamiah. Masukinya Cr secara alamiah degan cara seperti erosi yang terjadi pada batuan mineralselain itu partikel Cr diudara akan dibawa turun oleh air hujan. Secara nonalamiah dapat disebabkan oleh limbah atau buangan industri sampai buangan rumah tangga. Batas konsentrasi Cr dalam perairan adalah 0,05 ppm

Dari hasil pengukuran logam Cr pada AAS didapatkan kadar logam Cr pada titik pengambilan sampel A sebesar 5,5923 ppm. Hal ini menunjukan bahwa kadar Cr pada titik ini melebihi batas maksimal Cr dalam perairan sebesar 0,05 ppm. Maka konsentrasi Cr ini sudah bersifat racun dengan kadar racun tinggi yang dapat mengganggu kehidupan biota dalam air.  Dari hasil pengukuran logam Cr pada AAS didapatkan kadar logam Cr pada titik pengambilan sampel B sebesar 5,1704 ppm. Hal ini menunjukan bahwa kadar Cr pada titik ini melebihi batas maksimal Cr dalam perairan sebesar 0,05 ppm. Maka konsentrasi Cr ini sudah bersifat racun dengan kadar racun tinggi yang dapat mengganggu kehidupan biota dalam air.  Dari hasil pengukuran logam Cr pada AAS didapatkan kadar logam Cr pada titik pengambilan sampel C sebesar 5,1969 ppm. Hal ini menunjukan bahwa kadar Cr pada titik ini melebihi batas maksimal Cr dalam perairan sebesar 0,05 ppm. Maka konsentrasi Cr ini sudah bersifat racun dengan kadar racun tinggi yang dapat mengganggu kehidupan biota dalam air.  Dari hasil pengukuran logam Cr pada AAS didapatkan kadar logam Cr pada titik pengambilan sampel D sebesar 5,2528 ppm. Hal ini menunjukan bahwa kadar Cr pada titik ini melebihi batas maksimal Cr dalam perairan sebesar 0,05 ppm. Maka konsentrasi Cr ini sudah bersifat racun dengan kadar racun tinggi yang dapat mengganggu kehidupan biota dalam air. 3.4) Berdasarkan pembahasan 3.1 s/d 3.3 di atas logam berat apa saja yang daya racunnya dalam perairan tersebut yang tergolong tinggi, sedang dan rendah. Jelaskan lebih lanjut! Awab: Menurut kandungan logam berat Cr dan Cd pada setiap titik pengambilan sampel mempunyai daya racun yang sangat tinggi karena konsentrasinya jauh diatas batas maksimal konsentrasi yang ditentukan. Untuk kadar logam berat Pb pada titik pengambilan sampel C pun demikian, karena kadar Pb dititik C juga sangat tinggi menyebabkan daya racunnya yang tinggi pula. Untuk kadar Pb di titik A, B, dan D kandungan logam berat Pb tergolong dalam daya racun yang rendah karena pada titik pengambilan sampel A, B, dan D mengandung konsentrasi logam berat Pb yang jauh lebih rendah dari ambang batas maksimal yang ditentukan. 3.5) Bila dalam suatu perairan terdapat logam berat dengan daya racun(kadar) sedang terdapat pula biota air dengan tingkat toleransinya rendah. Jelaskan apa yang akan terjadi! Jawab: Tingkat toleransi rendah dari biota air terhadap masuknya logam berat akan sangat mempengaruhi kehidupan biota air itu sendiri. Artinya dengan toleransi yang rendah maka biota air bersifat sangat sensitif terhadap logam berat yang mencemari perairan

tersebut. Dengan masuknya logam berat dengan konsentrasi rendah saja maka akan memberikan efek yang besar bagi biota air. Apalagi jika terdapat logam berat dengan daya racun sedang yang masuk dalam biota air maka akan bersifat racun yang akan membunuh biota air dengan toleransi yang rendah. 3.6) Logam berat dalam tubuh organisme air termasuk manusia mengalami proses biotransformasi. Jelaskan lebih lanjut pernyataan tersebut! Jawab: biotransformasi adalah proses fisiologis biota air. Biotransformasi ini dapat mempengaruhi daya racun logam berat yang terakumulasi dalam tubuh organisme tersebut. Metabolisme atau transformasi secara biologis terhadap logam berat yang dapat mengurangi sifat toksisitas logam berat. Logam berat yang masuk ke dalam tubuh akan mengalami pengikatan dan penurunan daya racun, karena diolah menjadi bentukbentuk persenyawaan yang lebih sederhana. Proses ini dibantu dengan aktivitas enzim yang mengatur dan mempercepat jalannya proses tersebut. Setiap zat atau mineral yang masuk akan diolah dan diubah menjadi bentuk-bentuk yang lebih sederhana atau dalam molekul atau persenyawaan sederhana. 3.7) Dengan memperhatikan kadar logam Mn dan Fe sebagaimana tertuang dalam tabel data tersebut di atas, apa yang dapat saudara simpulkan tentang kondisi prairan tersebut! Jawab: Dari hasil pengukuran kadar logam berat Mn dan Fe dari pembacaan AAS maka didapatkan kadar kedua logam berat tersebut sebagai berikut:
logam Mn logam Fe 21.6543 15.945 17.8764 18.7635

4.0125

3.8947

3.813

4.3015

A

B

C

D

Logam berat Mn tidak bersifat racun bagi hewan namun pada konsentrasi tinggi akan bersifat racun bagi tumbuhan. Mn keberadaannya di ala sangat diperlukan bagi tumbuhan dan hewan. Dari hasil pngukuran didapatkan kadar Mn yang sangat tinggi pada setiap titik pengambilan sampel dengan konsentrasi terendah dititik A dan konsentrasi tertinggi di titik D. Kadar Mn meningkat sejalan dengan meningkatnya aktivitas manusia danindustri, yaitu berasal dari pembakaran bahan bakar. Mangan yang

bersumber dariaktivitas manusia dapat masuk kelingkungan air, tanah, udara, dan makanan. Kadarmangan dalam dosis tinggi bersifat toksik. Syarat-syarat dan pengawasan kualitas Air Minum, maka kadar maksimum yang diperbolehkan untuk Fe adalah 0,3 mg/L sedangkan kadar Mn adalah 0,1 mg/L. Kelebihan Mn dapat menimbulkan racun yang lebih kuat dibanding besi. Toksisitas Mn hampir sama dengan nikel dan tembaga. Logam berat Fe masuk kedalam tubuh meski dalam jumlah agak berlebihan. Biasanya tidaklah menimbulkan pengaruh yang buruk terhadap tubuh karena unsur ini dibutuhkan dalah darah untuk mengikat oksigen namun dalam jumlah berlebihan akan bersifat toksik. 3.8) Berdasarkan data warna/bau serta kadar logam-logam berat adakah keterkaitan antara keduanya?jelaskan lebih lanjut Jawab: Ada. Logam-logam berat yang terkandung dalam air perairan sangat mempengaruhi warna dan bau yang teramati. Warna putih keruh kekuningan disebabkan karena banyaknya kandungan logam-logam berat ini dalam air. Logam berat yang terkandung berbentuk ion yang dapat terendapkan berupa endapan berwarna putih dan kadang keruh melayang di air. Misalnya logam Cd yang biasa terkandung dalam bentuk senyawa CdCl+ yang berwarna putih demikian pula pada logam – logam lain yang terkandung dalam air dalam bentuk ion atau senyawanya kebanyakan berupa endapan putih yang akan menyebabkan kondisi fisik badan air berwarna putih. Persenyawaan dari logam berat ini juga menimbulkan bau tertentu yang akan mempengaruhi kondisi fisik badan air yaitu baunya. 3.9) Sebutkan di daerah(titik pengambilan sampel) mana yang kualitas airnya paling rendah/buruk. Jelaskan lebih lanjut! Jawab: Menurut saya kualitas air yang paling buruk adalah titik C karena kandungan logam berat yang berbahaya yaitu Pb, Cr dan Cd berada pada konsentrasi yang sangat tinggi pada titik C daripada titik pengambilan sampel yang lain. Konsentrasi logam berat Cd, Pb dan Cr sangat berpengaruh terhadap sifat toksiksitas yang ada di air tersebut. Hal inilah yang akan mempengaruhi kehidupan biota air di perairan tersebut.

Cd

Cr

Pb

9.8088 9.0196

9.5877

9.5371

5.5923

5.1704

5.2466 5.1969

5.2528

0.0956 A B

0.2159 C D

0.0896

3.10) Bandingkan hasil pengamatan di lapangan dengan hasil analisis di laboratorium tentang tingkat pencemaran air prairan tersebut oleh logam-logam berat. Jelaskan lebih lanjut jawab saudara! Jawab: Tingkat pencemaran logam logam berat di setiap titik pengambilan sampel ini dipengaruhi oleh kelima logam berat yang telah dianalisis. Pb, Cr, dan Cd merupakan logam-logam berat yang mempunyai pengaruh besar pada tingkat pencemaran air perairan tersebut. Sedangkan logam Mn dan Fe juga sedikit mempengaruhi tingkat pencemaran di perairan tersebut.  Pada titik pengambilan sampel A pengamatan di lapangan menunjukkan bahwa warna perairan putih keruh kekuningan dan tidak berbau. Hal ini berhubungan dengan hasil pengukuran pada AAS yang menunjukkan kadar logam berat yang menyebabkan warna perairan menjadi putih keruh kekuningan. Hasil pengukuran yang relatif rendah menyebabkan perairan ini tidak berbau. Dengan tingkat pencemaran yang cukup tinggi dengan hasil terukur :  Cr :5,5923 ppm  Cd :9,8088 ppm  Mn :15,9450 ppm  Fe :4,0125 ppm  Pb :0,0956 ppm  Pada titik pengambilan sampel B pengamatan di lapangan menunjukkan bahwa warna perairan putih keruh kekuningan dan sedikit berbau. Hal ini berhubungan dengan hasil pengukuran pada AAS yang menunjukkan kadar logam berat yang

menyebabkan warna perairan menjadi putih keruh kekuningan. Hasil pengukuran yang relatif agak tinggi menyebabkan perairan sedikit berbau. Dengan tingkat pencemaran yang cukup tinggi dengan hasil terukur :  Cr :5,1704 ppm  Cd :9,0196 ppm  Mn :17,8764 ppm  Fe :3,8947 ppm  Pb :0,2159 ppm  Pada titik pengambilan sampel C pengamatan di lapangan menunjukkan bahwa warna perairan putih keruh kekuningan dan tidak berbau. Hal ini tidak berhubungan dengan hasil pengukuran pada AAS yang menunjukkan kadar logam berat yang menyebabkan warna perairan menjadi putih keruh kekuningan. Hasil pengukuran yang tinggi tidak berhubungan dengan perairan ini yang tidak berbau. Dengan tingkat pencemaran yang tinggi dengan hasil terukur:  Cr :5,1969 ppm  Cd :9,5877 ppm  Mn :18,7635 ppm  Fe :3,8130 ppm  Pb :0,0956 ppm  Pada titik pengambilan sampel D pengamatan di lapangan menunjukkan bahwa warna perairan putih keruh kekuningan dan tidak berbau. Hal ini berhubungan dengan hasil pengukuran pada AAS yang menunjukkan kadar logam berat yang menyebabkan warna perairan menjadi putih keruh kekuningan. Hasil pengukuran yang relatif paling rendah tidak berhubungan perairan ini tidak berbau. Dengan tingkat pencemaran yang cukup tinggi dengan hasil terukur :  Cr :5,2528 ppm  Cd :9,5371 ppm  Mn :21,6543 ppm  Fe :4,3015 ppm  Pb :0,0895 ppm

TUGAS INDIVIDU “ANALISIS LOGAM-LOGAM BERAT DALAM AIR”

Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Praktikum Kimia Lingkungan Yang dibina oleh Bapak Samsuri

Disusun Oleh: Kelompok I / Offering C

Elinira Subandi

(100331404585)

UNIVERSITAS NEGERI MALANG FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM JURUSAN KIMIA PRODI PENDIDIKAN KIMIA November 2012

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->