BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah Latar belakang keinginan saya membuat karya ilmiah tentang Perkebunan Kelapa Sawit Memicu Pertumbuhan Ekonomi adalah karena Kelapa Sawit (Elaeis guinensis jacq) adalah salah satu jenis tanaman dari famili palma yang menghasilkan minyak nabati yang dapat dimakan (edible oil). Selain dari kelapa sawit, minyak nabati juga dapat diperoleh dari tanaman kelapa, kacang kedelai, bunga matahari, kacang tanah, dan lainnya. Dari sekian banyak tanaman yang menghasilkan minyak dan lemak, kelapa sawit adalah tanaman yang produktifitas menghasilkan minyak tertinggi,dimana tanaman kelapa hanya menghasilkan sepertiga (700-1000 kg daging buah kelapa/ha) dari produksi kelapa sawit (2000/3000 kg TBS/ha)Buah kelapa sawit seberat 45 kg/tandan Minyak sawit digunakan sebagai bahan baku minyak makan, margarin, sabun, kosmetik, industri baja, kawat, radio, kulit dan industri farmasi. Minyak sawit dapat digunakan untuk begitu beragam peruntukannya karena keuunggulan sifat yang dimilikinya yaitu tahan oksidasi dengan tekanan tinggi, mampu melarutkan bahan kimia yang tidak larut oleh bahan pelarut lainnya, mempunyai daya melapis yang tinggi dan tidak menimbulkan iritasi dalam bidang kosmetik Kelapa sawit saat ini telah menjadi pionir dalam dunia pertanian di Indonesia, hal itu dikarenakan telah terjadinya peningkatan harga TBS yang luar biasa, yaitu mencapai Rp.1.550/kg TBS. Meskipun kenaikan harga TBS juga turut diikuti oleh kenaikan harga input produksi seperti pupuk, tenaga kerja, pestisida dan alsintan, tetapi secara total peningkatan harga TBS tetap memberikan tambahan pendapatan yang sangat menguntungkan para pekebun.

1.2 Rumusan masalah 1.2.1. Bagaimana Teknik Budidaya Tanaman Kelapa Sawit? 1.2.2. Bagaimana cara Pembiakan Secara Kultur Jaringan? 1.2.3. Bagaimana cara Pembiakan Secara Pembibitan? 1.2.4. Bagaimana cara Teknik Poduksi Biofuel Kelapa Sawit?

1.3.Ruang Lingkup Masalah

1

Kelapa sawit (Elaeis) adalah tumbuhan industri penting penghasil minyak masak, minyak industri, maupun bahan bakar (biodiesel). 1.4.Tujuan Penelitian 1.4.1. Sebagai syarat untuk mengikuti ujian akhir semester genap bidang study Bahasa Indonesia 1.5.Sistematika Penyajian Sistematika Penyajian pada karya ilmiah ini lima bab. Bab pertama pendahuluan,bab kedua Rumusan masalah,bab ketiga metode penelitian,bab keempat pembahasan,bab kelima penutup. Di dalam bab pertama pendahuluan terdiri atas lima subbab,di antaranya yaitu latar belakang,rumusan masalah,ruang lingkup masalah,maksud dan tujuan,sistematika penyajian. Bab 2 sesuai landasan teori Bab 3 yaitu metode penelitian.Di dalam bab3 terdapat empat hal yaitu sumber data,cara memperoleh data,instrumen penelitian dananalisis data. Bab 4 dalah pembahasan.Di dalam pembahasan terdapat... Bab 5 yaitu penutup terdiri dari kesimpulan dan saran.

2

BAB II LANDASAN TEORI

2.1.Kelapa sawit Kelapa sawit (Elaeis) adalah tumbuhan industri penting penghasil minyak masak, minyak industri, maupun bahan bakar (biodiesel). Perkebunannya menghasilkan keuntungan besar sehingga banyak hutan dan perkebunan lama dikonversi menjadi perkebunan kelapa sawit. Indonesia adalah penghasil minyak kelapa sawit terbesar di dunia. Di Indonesia penyebarannya di daerah Aceh, pantai timur Sumatra, Jawa, dan Sulawesi. 2.2.Pemerian botani Kelapa sawit berbentuk pohon. Tingginya dapat mencapai 24 meter. Akar serabut tanaman kelapa sawit mengarah ke bawah dan samping. Selain itu juga terdapat beberapa akar napas yang tumbuh mengarah ke samping atas untuk mendapatkan tambahan aerasi. Seperti jenis palma lainnya, daunnya tersusun majemuk menyirip. Daun berwarna hijau tua dan pelepah berwarna sedikit lebih muda. Penampilannya agak mirip dengan tanaman salak, hanya saja dengan duri yang tidak terlalu keras dan tajam. Batang tanaman diselimuti bekas pelepah hingga umur 12 tahun. Setelah umur 12 tahun pelapah yang mengering akan terlepas sehingga penampilan menjadi mirip dengan kelapa. Bunga jantan dan betina terpisah namun berada pada satu pohon (monoecious diclin) dan memiliki waktu pematangan berbeda sehingga sangat jarang terjadi penyerbukan sendiri. Bunga jantan memiliki bentuk lancip dan panjang sementara bunga betina terlihat lebih besar dan mekar. Tanaman sawit dengan tipe cangkang pisifera bersifat female steril sehingga sangat jarang menghasilkan tandan buah dan dalam produksi benih unggul digunakan sebagai tetua jantan. Buah sawit mempunyai warna bervariasi dari hitam, ungu, hingga merah tergantung bibit yang digunakan. Buah bergerombol dalam tandan yang muncul dari tiap pelapah. Minyak dihasilkan oleh buah. Kandungan minyak bertambah sesuai kematangan buah. Setelah melewati fase matang, kandungan asam lemak bebas (FFA, free fatty acid) akan meningkat dan buah akan rontok dengan sendirinya. Buah terdiri dari tiga lapisan: Eksoskarp, bagian kulit buah berwarna kemerahan dan licin. Mesoskarp, serabut buah Endoskarp, cangkang pelindung inti

3

Kelapa sawit berkembang biak dengan cara generatif. oleifera sekarang mulai dibudidayakan pula untuk menambah keanekaragaman sumber daya genetik. dan Tenera. Jenis ini dianggap bibit unggul sebab melengkapi kekurangan masing-masing induk dengan sifat cangkang buah tipis namun bunga betinanya tetap fertil. Pisifera buahnya tidak memiliki cangkang. Sawit membutuhkan iklim dengan curah hujan stabil. yaitu daerah yang tidak tergenang air saat hujan dan tidak kekeringan saat kemarau. Beberapa tenera unggul memiliki persentase daging per buahnya mencapai 90% dan kandungan minyak per tandannya dapat mencapai 28%. 4 . E. Tenera adalah persilangan antara induk Dura dan jantan Pisifera. 2. sehingga tidak memiliki inti (kernel) yang menghasilkan minyak ekonomis dan bunga betinanya steril sehingga sangat jarang menghasilkan buah.Inti sawit (kernel. 2000-2500 mm setahun. E. Jenis pertama yang terluas dibudidayakan orang.Syarat hidup Habitat aslinya adalah daerah semak belukar. yang sebetul]]nya adalah biji) merupakan endosperma dan embrio dengan kandungan minyak inti berkualitas tinggi. guineensis memiliki produksi yang sangat tinggi dan E.Tipe kelapa sawit Kelapa sawit yang dibudidayakan terdiri dari dua jenis: E.3. yang terdiri dari Dura. banyak orang sedang menyilangkan kedua species ini untuk mendapatkan species yang tinggi produksi dan gampang dipanen. Sawit dapat tumbuh dengan baik di daerah tropis (15° LU .15° LS).4. Tanaman ini tumbuh sempurna di ketinggian 0-500 m dari permukaan laut dengan kelembaban 80-90%. guineensis dan E. Buah sawit matang pada kondisi tertentu embrionya akan berkecambah menghasilkan tunas (plumula) dan bakal akar (radikula). Pisifera. dari kedua species kelapa sawit ini memiliki keunggulan masing-masing. oleifera memiliki tinggi tanaman yang rendah. Pola curah hujan tahunan memengaruhi perilaku pembungaan dan produksi buah sawit. oleifera. Penangkar seringkali melihat tipe kelapa sawit berdasarkan ketebalan cangkang. 2. Dura merupakan sawit yang buahnya memiliki cangkang tebal sehingga dianggap memperpendek umur mesin pengolah namun biasanya tandan buahnya besar-besar dan kandungan minyak per tandannya berkisar 18%.

Pada saat yang bersamaan meningkatlah permintaan minyak nabati akibat Revolusi Industri pertengahan abad ke-19. mempunyai daya melapis yang tinggi dan tidak menimbulkan iritasi pada tubuh dalam bidang kosmetik.5. Beberapa bijinya ditanam di Kebun Raya Bogor.Hasil tanaman Minyak sawit digunakan sebagai bahan baku minyak makan. Sejarah perkebunan kelapa sawit Kelapa sawit didatangkan ke Indonesia oleh pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1848. bercabang banyak. Bagian daging buah menghasilkan minyak kelapa sawit mentah yang diolah menjadi bahan baku minyak goreng dan berbagai jenis turunannya. sementara sisa benihnya ditanam di tepi-tepi jalan sebagai tanaman hias di Deli. maka dikenallah jenis sawit "Deli Dura". Daging inti dan cangkang dipisahkan dengan pemanasan dan teknik pressing. Sisa pengolahan buah sawit sangat potensial menjadi bahan campuran makanan ternak dan difermentasikan menjadi kompos. Bunga dan buahnya berupa tandan. bila masak berwarna merah kehitaman. Sumatera Utara pada tahun 1870-an. kawat. Buahnya kecil. 2. Buah diproses dengan membuat lunak bagian daging buah dengan temperatur 90 °C.[1] Bagian yang paling populer untuk diolah dari kelapa sawit adalah buah. mampu melarutkan bahan kimia yang tidak larut oleh bahan pelarut lainnya.Untuk pembibitan massal. Daging yang telah melunak dipaksa untuk berpisah dengan bagian inti dan cangkang dengan pressing pada mesin silinder berlubang. Minyak sawit dapat digunakan untuk begitu beragam peruntukannya karena keunggulan sifat yang dimilikinya yaitu tahan oksidasi dengan tekanan tinggi. kosmetika. sabun. Minyak inti menjadi bahan baku minyak alkohol dan industri kosmetika. Minyak sawit juga diolah menjadi bahan baku margarin. Minyaknya itu digunakan sebagai bahan minyak goreng. Setelah itu dialirkan ke dalam lumpur sehingga sisa cangkang akan turun ke bagian bawah lumpur. Ampasnya dimanfaatkan untuk makanan ternak. dan lilin. sekarang digunakan teknik kultur jaringan. Daging buahnya padat. 5 . dan memiliki kandungan karoten tinggi. radio. Dari sini kemudian muncul ide membuat perkebunan kelapa sawit berdasarkan tumbuhan seleksi dari Bogor dan Deli. margarin. Daging dan kulit buahnya mengandung minyak. Ampas yang disebut bungkil inti sawit itu digunakan sebagai salah satu bahan pembuatan makanan ayam. sabun. kulit dan industri farmasi. Tempurungnya digunakan sebagai bahan bakar dan arang. industri baja. Kelebihan minyak nabati dari sawit adalah harga yang murah. rendah kolesterol.

125. perkebunan pertama dibuka pada tahun 1917 di Ladang Tenmaran.[2] Usaha peningkatan pada masa Republik dilakukan dengan program Bumil (buruh-militer) yang tidak berhasil meningkatkan hasil. Malaya pada 1911-1912. dan merupakan kelapa sawit tertua di Asia Tenggara yang berasal dari Afrika.unej. Perkebunan kelapa sawit pertama berlokasi di Pantai Timur Sumatera (Deli) dan Aceh. produksi merosot hingga tinggal seperlima dari angka tahun 1940.39.html+kelap a+sawit+tenera&hl=de&ct=clnk&cd=13&gl=de&lr=lang_id&client=firefox-a ^ http://elearning. Luas areal perkebunan mencapai 5. Kuala Selangor. Hindia Belanda merupakan pemasok utama minyak sawit dunia. Catatan kaki: ^http://74.Pada tahun 1911. dipadukan dengan sistem PIR Perkebunan. yang lalu diikuti oleh K.ac. Perluasan areal perkebunan kelapa sawit terus berlanjut akibat meningkatnya harga minyak bumi sehingga peran minyak nabati meningkat sebagai energi alternatif. Hingga menjelang pendudukan Jepang. seorang Belgia. Baru semenjak era Orde Baru perluasan areal penanaman digalakkan.104/search?q=cache:Py9coGHF9IQJ:fitagri. dan pemasok utama kemudian diambil alih Malaya (lalu Malaysia). dengan ketinggian sekitar 12m. Pusat pemuliaan dan penangkaran kemudian didirikan di Marihat (terkenal sebagai AVROS). Sumatera Utara dan di Rantau Panjang. Semenjak pendudukan Jepang.id/courses/PNU1705/document/babIklpswt. Schadt. Kuala Selangor menggunakan benih dura Deli dari Rantau Panjang.doc?cidReq=PNU1705 6 . Di Malaya. Di Afrika Barat sendiri penanaman kelapa sawit besar-besaran baru dimulai tahun 1911. Beberapa pohon kelapa sawit yang ditanam di Kebun Botani Bogor hingga sekarang masih hidup.123 ha.com/kelapa_sawit/kelapa_sawit_main. kelapa sawit mulai diusahakan dan dibudidayakan secara komersial dengan perintisnya di Hindia Belanda adalah Adrien Hallet.

Mengumpulkan data dari sumber lain yang berhubungan dengan bidang penelitian. 7 .BAB III METODE PENELITIAN 3.2 Cara memperoleh data a.3 Instrumen penelitian Instrumen penelitian ini adalah penelitian sendiri karena subjek penelitiannya berupa pustaka yang memerlukan pemahaman dan penafsiran penelitian. Mepelajari hasil yang diperoleh dari setiap sumber yang relevan dengan penelitian yang akan dilakukan.4 Analisis data ` Data yang dikumpulkan dalam catatan khusus selanjutnya dianalisis. Mempelajari metode penelitian yang dilakukan termasuk metode penelitian pengambilan sampel pengumpulan data sumber data dan satuan data c. Semakin banyak sumber bacaan semakin banyak pula pengetahuan yang diteliti namun tidak semua buku bacaan dan laporan dapat diolah.penulis mencatat hal-hal yang berhubungan dengan pesan social budaya dalam menghasilkan generasi muda yang berkualitas yang digunakan sebagai instruktur penelitian seluruh data dikumpulkan dalam catatan khusus.1 Sumber data Dalam penelitian karya tulis ini.digunakan metode penulisan dengan cara peninjauan dan cara tinjaua kepustakaan menurut buku………………………………tinjauan kepustakaan disebut juga study kepustakaan yaitu mencari data dari kepustakaan misalnya dari data buku jurnal masalah dan lain-lain. 3.proses analisis dilakukan dengan cermat dan dideskripsikan dengan lengkap sehingga menghasilkan analisis yang representative teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini analisis isi. d. 3. Mempelajari analisis deduktif dari problem yang tertera(analisis berpikir secara kronologis) 3. b.

BAB IV PEMBAHASAN 4. Pada tanaman 8 . Batang Tanaman kelapa sawit umumnya memiliki batang yang tidak bercabang. Akar Kelapa sawit merupakan tumbuhan monokotil yang tidak memiliki akar tunggang. Serabut primer ini akan bercabang manjadi akar sekunder ke atas dan ke bawah.1. Teknik Budidaya Tanaman Kelapa Sawit Kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq) merupakan salah satu tanaman penghasil A. terbenam di dalam tajuk daun. Pada pertumbuhan awal setelah fase muda (seedling) terjadi pembentukan batang yang melebar tanpa terjadi pemanjangan internodia (ruas). cabang-cabang ini juga akan bercabang lagi menjadi akar tersier. Di batang tanaman kelapa sawit terdapat pangkal pelepah-pelepah daun yang melekat kukuh dan sukar terlepas walaupun daun telah kering dan mati. begitu seterusnya. berbentuk seperti kubis dan enak dimakan. b. berkebangsaan Belgia. Perkebunan kelapa sawit di Indonesia di pelopori oleh Adrien Hallet. Titik tumbuh batang kelapa sawit terletak di pucuk batang. dan di sungai Liput oleh Palmbomen Cultuur Mij. Nama lain dari tanaman kelapa sawit minyak nabati yang sangat penting. B. Susunan akar kelapa sawit terdiri dari serabut primer yang tumbuh vertikal ke dalam tanah dan horizontal ke samping. Penanaman kelapa sawit yang pertama di Indonesia dilakukan oleh beberapa perusahaan perkebunan kelapa sawit seperti pembukaan kebun di Tanah Itam Ulu oleh Maskapai Oliepalmen Cultuur. Akhirnya. Gambaran Umum Kelapa Sawit Morfologi Kelapa Sawit a. Radikula (bakar akar) pada bibit terus tumbuh memanjang ke arah bawah selama enam bulan terus-menerus dan panjang akarnya mencapai 15 cm. di Pulau Raja oleh Maskapai Huilleries de Sumatra – RCMA. Kedalaman perakaran tanaman kelapa sawit bisa mencapai 8 meter dan 16 meter secara horizontal. Akar primer kelapa sawit terus berkembang. yang telah mempunyai pengalaman menanam kelapa sawit di Afrika.

buah mulai rontok dan berjatuhan (buah leles). Daun Tanaman kelapa sawit memiliki daun (frond) yang menyerupai bulu burung atau ayam. Biji 9 . Buah kelapa sawit tersusun dari kulit buah yang licin dan keras (epicrap). Anak-anak daun (foliage leaflet) tersusun berbaris dua sampai ke ujung daun. serta lembaga (embryo).tua. Tanaman kelapa sawit mengadakan penyrbukan silang (cross pollination). Jika sudah berwarna oranye. Bunga jantan berbentuk lonjong memanjang. Akar-akar adventif pertama muncul di sebuah ring di atas sambungan radikula-hipokotil dan seterusnya membentuk akar-akar sekunder sebelum daun pertama muncul. disebut dengan plumula yang selanjutnya akan menjadi batang dan daun 2. c. e. Bibit kelapa sawit memerlukan waktu 3 bulan untuk memantapkan dirinya sebagai organisme yang mampu melakukan fotosintesis dan menyerap makanan dari dalam tanah. 1. Di bagian pangkal pelepah daun terbentuk dua baris duri yang sangat tajam dan keras di kedua sisisnya. sedangkan bunga betina agak bulat. Bunga dan buah Tanaman kelapa sawit yang berumur tiga tahun sudah mulai dewasa dan mulai mengeluarkan bunga jantan atau bunga betina. pangkal-pangkal pelepah yang masih tertinggal di batang akan terkelupas. Arah tegak lurus ke atas (fototropy). bunga betina dari pohon yang satu dibuahi oleh bunga jantan dari pohon yang lainnya dengan perantaraan angin dan atau serangga penyerbuk. daging biji (endosperm) yang berwarna putih dan mengandung minyak. Lembaga (embryo) yang keluar dari kulit biji akan berkembang ke dua arah. Di tengah-tengah setiap anak daun terbentuk lidi sebagai tulang daun d. Plumula tidak keluar sebelum radikulanya tumbuh sekitar 1 cm. kulit biji (endocrap) atau cangkang atau tempurung yang berwarna hitam dan keras. Artinya. Buah yang sangat muda berwarna hijau pucat. Arah tegak lurus ke bawah (geotrophy) disebut dengan radicula yang selanjutnya akan menjadi akar. Semakin tua warnanya berubah menjadi hijau kehitaman. kemudian menjadi kuning muda. dan setelah matang menjadi merah kuning (oranye). sehingga batang kelapa sawit tampak berwarna hitam beruas. daging buah (mesocrap) dari susunan serabut (fibre) dan mengandung minyak.

Biji kelapa sawit umumnya memiliki periode dorman (masa non-aktif). 3. tetapi daging buahnya tebal dan bijinya kecil. Tenera memiliki cangkang agak tipis (2-3 mm). Elaeis melanococca atau Corozo oleifera (kelapasawit Amerika Latin) : Digolongkan berdasarkan : 1. Varietas/Tipe 10 . Berdasarkan ketebalan cangkang dan daging buah. Rendemen minyaknya tinggi (lebih dari 23%). Perkecambahannya dapat berlangsung lebih dari 6 bulan dengan keberhasilan sekitar 50%. daging buah tebal. yaitu Dura. Jenis Kelapa Sawit. Klasifikasi dan Morfologi Tanaman kelapa sawit (palm oil) dalam sistematika (taksonomi) tumbuhan dapat diklasifikasikan sebagai berikut : Ordo Famili Sub – Famili Spesies : Palmales : Palmae : Cocoidae : 1. dan rendemen minyak 21-23%. Tandan buahnyahampir selalu gugur sebelum masak. Biji dura afrika panjangnya 2-3 cm dan bobot rata-rata mencapai 4 gram. daging buah tipis. 2.Setiap jenis kelapa sawit memiliki ukuran dan bobot biji yang berbeda. dan biji tenera afrika rata-rata memiliki bobot 2 gram per biji. sehingga dalam 1 kg terdapat 250 biji. Pisifera. Elaeis guineensis Jacq (Kelapa sawit Afrika) 2. Agar perkecambahan dapat berlangsung lebih cepat dan tingkat keberhasilannya lebih tinggi. biji kelapa sawit memerlukan pre-treatment. Dura memiliki cangkang tebal (3-5 mm). kelapa sawit dibedakan menjadi beberapa jenis sebagai berikut : 1. dan Tenera. sehingga jumlah minyak yang dihasilkan sedikit. C. Pisifera memiliki cangkang yang sangat tipis. Tebal tipisnya cangkang (endocarp) : dikenal ada tiga varietas/tipe. dan rendemen minyak 1517%. Biji dura deli memiliki bobot 13 gram per biji.

500 – 4. di samping faktor – faktor lainnya seperti sifat genetika. dan penerapan teknologi lainnya. dengan jumlah hari hujan tidak lebih dari 180 hari per tahun. 11 . dengan musim kemarau jatuh pada bulan juni sampai september.000 – 3. Syarat Tumbuh Kelapa sawit semula merupakan tanaman yang tumbuh liar di hutan – hutan. yang musim kemaraunya tegas dan berlangsung selama 4-5 bulan seringkali menyebabkan kerusakan bahkan kematian pada tanaman kelapa sawit. Curah Hujan Tanaman Kelapa sawit menghendaki curah hujan 1. sehingga diperoleh hasil buah yang tinggi. Tanaman kelapa sawit memerlukan kondisi lingkungan yang baik agar mampu tumbuh dan berproduksi secara optimal. Contoh Keadaan curah hujan yang baik adalah di kawasan Sumatera utara. misalnya di Kalimantan Timur. perlakuan budidaya. Keadaan iklim yang demikian mendorong kelapa sawit membentuk bunga dan buah secara terus menerus. dan Amerika Latin. sehingga bunga atau buah yang terbentuk relatif lebih sedikit. tetapi curah hujan optimal 2. Keadaan iklim yang dikehendaki oleh kelapa sawit secara umum adalah sebagai berikut : 1.000 mm per tahun. dan terjadinya erosi. Sedangkan di Indonesia bagian timur. Asia. tetapi masih ada hujan turun yang menyediakan kebutuhan air bagi tanaman. pembakaran sisa-sisa tanaman pada pembukaan kebun.000 – 4. Keadaan iklim dan tanah merupakan faktor utama bagi pertumbuhan kelapa sawit. kelancaran transportasi. Warna buah : dikenal tiga tipe yaitu Nigrescens. dan Albescens D. Namun curah hujan yang terlalu tinggi kurang menguntungkan bagi penyelenggaraan kebun karena mengganggu kegiatan di kebun seperti pemeliharaan tanaman.000 mm per tahun.000 mm per tahun. Iklim Kelapa sawit termasuk tanaman daerah tropis yang tumbuh baik antara garis lintang 130 Lintang Utara dan 120 Lintang Selatan. Virescens. Di jawa. tanaman kelapa sawit berkembang di daerah Banten Selatan yang iklimnya relatif cukup basah. Pembagian hujan yang merata dalam satu tahunnya berpengaruh kurang baik karena pertumbuhan vegetatif lebih dominan daripada pertumbuhan generatif. yakni berkisar antara 2. lalu dibudidayakan. terutama di kawasan Afrika.2.

2.0 dan ber – pH optimum 5.Keadaan curah hujan yang kurang dari 2. Karena itu. 12 . Keuntungan pembiakan kelapa sawit dengan sistem kultur jaringan di antaranya adalah sebagai berikut :  Pembiakan suatu varietas unggul melalui sistem kultur jaringan berjalan dengan cepat.0 – 5. untuk mendapatkan produksi yang tinggi dibutuhkan kandungan unsur hara yang tinggi juga. yakni produksinya tinggi. Pembuatan bibit klon dengan sistem kultur jaringan menggunakan bahan pembiakan yang berasal dari tanaman hasil persilangan antara Deli Dura dan Pisifera yang memiliki sifat – sifat unggul. Teknologi perbanyakan Tanaman Teknologi perbanyakan tanaman yang dapat dilakukan pada tanaman kelapa sawit adalah dengan kultur jaringan dan pembibitan untuk perbanyakan secara konvensional. pertumbuhan vegatatif.5. Bibit kelapa sawit yang diperoleh dengan sistem kultur jaringan ini disebut dengan klon kelapa sawit. tidak terlalu tergantung pada musim dan dapat dilaksanakan dengan sistem produksi bibit yang terkendali. kualitas minyak. dan ketahanan terhadap hama – penyakit.Pembiakan Secara Kultur Jaringan Pada pembiakan secara kultur jaringan. Kelembapan dan Penyinaran Matahari Sifat Kimia Tanah Tanaman Kelapa sawit membutuhkan unsur hara dalam jumlah besar untuk pertumbuhan vegetatif dan generatif. bahan tanaman kelapa sawit dapat diperoleh dalam bentuk bibit atu klon hasil pembiakan secara kultur jaringan (tissue culture). pH tanah sebaiknya bereaksi asam dengan kisaran nilai 4. pertumbuhan vegetatif seragam. E. Selain itu. Pengembangan kelapa sawit sistem kultur jaringan dimaksudkan untuk mengatasi kelemahan yang terdapat pada bahan tanaman kelapa sawit yang berasal dari biji yang umumnya memiliki keragaman dalam produksi.000 mm per tahun tidak berarti kurang baik bagi pertumbuhan kelapa sawit.0 – 6. kualitas minyak baik. Suhu dan Tinggi Tempat 3. 4. asal tidak terjadi defisit air yaitu tidak tercapainya jumlah curah hujan minimum yang 2. dan toleran terhadap hama dan penyakit.

Metode pembiakan kultur jaringan yang dilaksanakan oleh PPKS Medan adalah metode CIRAD – CP yang dilaksanakan melalui lima tahap kegiatan sebagai berikut. Kriteria pemilihan pohon induk yang akan digunakan sebagai sel-sel pembiakan atau ortet adalah sebagai berikut : 1). mineral. misalnya penyakit crown disease.    Pengendalian sistem produk (bibit klon) secara menyeluruh sehingga produk (bibit) yang dihasilkan seragam. vitamin. Media Media untuk tempat menumbuhkan sel – sel pembiak adalah komponen yang tersusun dari senyawa kimia yang mampu mendukung perkembangan dan pertumbuhan jaringan. Proses atau langkah – langkah pembiakan kelapa sawit dengan sistem kultur jaringan secara garis besarnya adalah sebagai berikut : a. Kandungan asam lemak tidak jenuh di atas 54% 3). mikro. Media tumbuh ini terdiri atas unsur – unsur hara makro. Perbanyakan pohon yang toleran terhadap beberapa penyakit yang bersifat genetis dapat dilakukan secara mudah. dan hormon pada dosis tertentu sehingga memberikan hasil optimum bagi perkembangan jaringan. 2). Metode Seperti telah dikemukakan di atas. 13 . Bahan Kultur jaringan Bahan kultur jaringan menggunakan pohon induk yang dipilih dari hasil persilangan pohon ibu dan pohon bapak tebaik dari varietas Deli Dura X Pisifera. c. Peninggian pohon berkisar antara 40 – 55 cm per tahun. Persilangan terpilih harus berproduksi 7 -9 ton minyak sawit/hektar/tahun dan pohon yang dipilih memiliki potensi produksi 9 – 11 ton minyak/hektar/tahun. 4). b. Program pemuliaan dapat dipersingkat karena pohon terpilih dari hasil pemuliaan langsung dapat diperbanyak secara vegetatif. perbanyakan bahan tanaman melalui kultur jaringan dapat menggunakan teknologi Inggris (Unilever) atau teknologi perancis (CIRAD – CP). Bebas penyakit tajuk (crown disease). genetic orange spotting. Penyimpanan plasma nutfah untuk tujuan produksi dan bank gen dapat dilakukan secara efektif dan efisien. protein. dsb.

Kemampuan pembiakan embrio dari setiap klon berbeda. Penumbuhan Akar Pupus yang tumbuh dalam satu kelompok diseleksi untuk penumbuhan akar. Pematangan embrio membutuhkan waktu 2 – 4 bulan.Pembiakan Secara Pembibitan Pembibitan klon meliputi pembibitan awal (pre nursery) selama 3 bulan dan pembibitan utama (main nursery) selama 9 bulan. Pada embrio yang sudah matang (mature) dapat ditumbuhi – pupus.60%. dan kelembaban 50 . Pupus yang masih berukuran kecil dipelihara kembali dalam media penumbuhan pupus 4. 14 . embrio juga didapat sebagai stock atau koleksi dalam tabung penyimpanan dengan teknik krioperservasi.200 bahan biakan atau eksplan.beda. Pembiakan Embrio Embrio muda dipindahkan ke media baru untuk pematangan sekaligus perbanyakannnya. Dari satu pohon induk dapat diperoleh sebanyak 1. 4.1.4 bulan. Induksi Kalus Bahan biakan adalah daun kelapa sawit yang manis muda (daun ke – 4. planlet (tanaman baru) perlu melewati fase aklimatisasi. tergantung pada klon yang digunakan. 2.000 gross lux suhu 270C dan kelembaban udara 50% . Pupus yang mempunyai ukuran lebih dari 6 cm disapih dari kelompoknya dan dimasukkan ke dalam media induksi akar. 3. tetapi tidak ada hubungannya dengan jenis persilangan. 5. ke – 5. suhu 300C. ke – 6 atau ke – 7) dan masih aktif.3. Penumbuhan Pupus Embrio yang terpilih untuk penumbuhan pupus dipindahkan ke dalam media baru.60%.000 gross lux. Pembentukan Embrio Waktu yang dibutuhkan untuk pembentukan embrio dari kalus berbeda . Penumbuhan pupus membutuhkan waktu 2 . dikulturkan di dalam ruang pembiakan dengan intensitas cahaya 1. Embrio tersebut dipelihara di dalam ruang pembiakan dengan intensitas cahaya 1. Daun Kelapa sawit tersebut diiris melintang berukuran 1 cm. yaitu proses adaptasi planlet dari kondisi laboratorium menjadi kondisi lingkungan alami di luar. Sebelum pembibitan awal dilakukan.

Proses pengecambahan umumnya dilakukan sebagai berikut. Tandan buah diperam selama 3 hari dan sekali-kali disiram air. Masukkan benih ke dalam larutan Dithane M-45 0. lalu keringanginkan. 2. Bukaan baru (new planting) pada hutan primer. Setelah 60 hari. e. Cara membuka untuk tanaman kelapa sawit disesuaikan dengan kondisi lahan yang tersedia. 3. Bukaan ulangan (replanting). benih dikeringanginkan selama 3 menit. d. Konversi. Setelah 10 hari. Pisahkan buah dari tandannya dan peram lagi selama 3 hari. Selanjutnya rendam biji tadi dalam Dithane M-45 konsentrasi 0. benih berkecambah pada hari ke-30 tidak digunakan lagi. semak belukar atau areal yang ditumbuhi lalang.F. Masukkan buah ke mesin pengaduk untuk memisahkan daging buah dari biji. 15 . Persiapan Lahan Tanaman Kelapa sawit sering ditanam pada berbagai kondisi areal sesuai dengan ketersediaan lahan yang akan dibuka menjadi lahan kelapa sawit.2 % selama 2 menit. yaitu areal yang sebelumnya juga ditanami kelapa sawit. b. yaitu penanaman pada areal yang sebelumnya ditanami dengan tanaman perkebunan seperti karet. Persemaian dan Pembibitan Pembibitan Benih kelapa sawit untuk calon bibit harus dihasilkan dan dikecambahkan oleh lembaga resmi yang ditunjuk pemerintah.2% selama 1-2 menit. Cuci biji dengan air. G. Ganti air rendaman setiap hari. lalu rendam dalam air selama 6-7 hari. c. Simpan benih di ruangan bertemperatur 270 C. hutan sekunder. 1. Masukkan biji kelapa sawit tersebut ke dalam kaleng pengecambahan dan simpan di dalam ruangan bertemperatur 39oC dengan kelembaban 60-70% selama 60 hari. kelapa atau komoditas tanaman perkebunan lainnya. a. Tangkai tandan buah dilepaskan dari spikeletnya. Setiap 7 hari. rendam benih dalam air sampai kadar air 20-30% dan dikeringanginkan lagi.

yaitu membabad dan memotong pohon –kecil atau semak – semak yang tumbuh dibawah pohon besar. memotong pohon – pohon besar yang berdiameter di atas 10 cm dengan menggunakan gergaji mesin atau kapak. Dengan sisitem segitiga sama sisi ini. Pengajiran Pada tahap pertama dibuat rancangan larikan (barisan) tanaman serta pancang sebagai titik tanam. H. Penanaman tanaman penutup tanah kacangan. Merencek. atau ajir tanam. Pembukaan Lahan Secara Mekanis Pembukaan lahan secara mekanis dilakukan pada areal hutan dan konversi yang ditumbuhi oleh pohon – pohon besar. Pengajiran atau memancang adalah menentukan tempat – tempat yang akan ditanam bibit kelapa sawit. dimana bibit kelapa sawit akan ditanam. sehingga terbentuk barisan ajir yang lurus dilihat dari segala arah. Merumpuk yaitu mengumpulkan dan menumpuk hasil tebangan dan rencekan biasanya memanjang arah utara-selatan agar dapat sinar matahari secukupnya dan cepat kering. 1. Mengingat areal kebun kelapa sawit yang cukup luas. pembukaan lahan dapat dilakukan sekaligus atau secara bertahap. dan (c). Jarak Utara16 . Letak ajir (pancang) harus tepat. Dalam keadaan yang demikian. tanaman mempunyai peluang utnuk tumbuh dan berkembang dalam kondisi yang tidak berbeda. Sistem jarak tanaman yang digunakan umumnya adalah segitiga sama sisi dengan jarak 9 m X 9 m X 9 m. Penanaman Kelapa sawit. Menumbang. dan kelak setiap individu tanaman pun akan lurus teratur serta memperoleh tempat tumbuh yang sama luasnya. Pembukaan lahan secara mekanis ini terdiri dari beberapa pekerjaan sebagai berikut : Babad pendahuluan. yang terpenting adalah keadaan kebun sudah siap dipanen dan dapat memasok buah yang akan diolah ketika pabrik sudah siap berproduksi. dan Membakar yaitu membakar rumpukan agar area bersih dari bahan – bahan yang tidak diperlukan. Penanaman dan Penyulaman Jenis – jenis pekerjaan utama dalam proses penanaman adalah : (a) Pembuatan larikan tanaman atau penempatan pancang. (b). Namun. memotong – motong cabang – cabang dan ranting – ranting kayu yang sudah tumbang untuk memudahkan perumpukan.Persiapan lahan merupakan kegiatan yang sangat penting dan harus dilaksanakan berdasarkan jadwal kegiatan yang sudah ditetapkan.

Menanam Kegiatan menanam terdiri dari kegiatan mempersiapkan bibit di Pembibitan utama.5 m X 9. Tanaman Penutup Tanah Penanaman tanaman penutup tanah biasa dilaksanakan pada perkebunan kelapa sawit.5 m dari sisi lereng. tetapi ada juga yang hanya berukuran 50 cm x 40 cm x 40 cm.82 m dan jarak antara setiap tanaman adalah 9 m. Tanaman penutup tanah adalah tanaman kacangan (Legume cover crops. Lubang tanam kelapa sawit biasanya dibuat dengan ukuran 60 cm x 60 cm x 60 cm. kimia dan biologi tanah.Selatan tanaman adalah 7. mencegah terjadinya erosi. dan pemeriksaan areal yang sudah ditanami. letak lubang tanaman harus berada paling dekat 1. mempertahankan kelembaban tanah. menanam bibit pada lubang. Pembuatan lubang yang dilakukan pada saat tanam atau hanya 1-2 hari sebelum tanam tidak dianjurkan. 2. Penanaman kelapa sawit dapat juga menggunakan jarak tanam 9. tanah atas ditaruh di sebelah dan tanah bawah di sebelah selatan lubang. biasanya dibuat teras – teras terlebih dahulu. Untuk mencapai ketepatan pengajiran. 17 . Menaruh bibit di setiap lubang. dan menekan tumbuhan pengganggu (gulma). Ajir ditancapkan di samping lubang dan bila lubang telah selesai dibuat. LCC) yang ditanam untuk menutup tanah yang terbuka di antara kelapa sawit karena belum terbentuk tajuk yang dapat menutup permukaan tanah. Pembuatan Lubang Tanam Lubang tanam harus dibuat beberapa minggu sebelum penanaman agar tanah yang digali dan lubang tanam mengalami pengaruh iklim sehingga terjadi perbaikan tanah secara fisika ataupun kimia dan dapat dilakukan pemeriksaan lubang baik ukurannya maupun jumlah per hektarnya. Pengangkutan bibit ke lapangan.5 m dengan jarak tegak lurusnya (U-S) 8. Penanaman tanaman kacangan penutup tanah bertujuan untuk memperbaiki sifat – sifat fisika. 3. 4. persiapan lubang. Pada saat menggali. Penanaman kacangan penutup tanah sebaiknya dilaksanakan segera setelah pembukaan lahan selesai dilaksanakan. Untuk penanaman kelapa sawit yang melingkari bukit. Populasi (kerapatan) tanaman per hektar adalah 143 pohon.5 m X 9. baik teras individual maupun teras kolektif. Apabila tanaman akan ditanam menurut garis tinggi (kontur) atau dibuat teras melingkari bukit.2 m dan populasi 128 pohon per hektar. pekerjaan pengajiran harus dilaksanakan oleh pekerja yang terlatih. ajir ditancapkan kembali di tengah – tengah lubang.

Pueraria phaseoloides. Pueraria javanica. Chromolaena odorata). Calopogonium mucunoides. menyebabkan keadaan kebun menjadi kotor dan lembab. I. misalanya lalang (Imperata cylindrica). Bila pertumbuhan gulma tidak dikendalikan dengan baik. antara lain sebagai berikut : 1. sembung rambat (Mikania cordata dan M. yaitu gulma yang memiliki daya saing tinggi terhadap tanaman pokok. teki (Cyperus rotundus). dan Mucuna cochinchinensis. 18 . Pengendalian gulma dapat dilakukan dengan beberapa cara. Centrocema pubescens. memudahkan pelaksanaan pemeliharaan. pakis (Nephrolepis biserata). rumput kipahit (Paspalum conjugatum). harendong (Melastoma malabtrichum).putihani/krinyuh (Eupathorium odoratum syn. sebab jenis gulma ini dapat menahan erosi tanah. maka berbagai macam gulma dapat tumbuh dengan subur dan mengganggu (menyaingi) pertumbuhan tanaman pokok. serta beberapa tumbuhan berkayu diantaranya. misalnya dibabad. dibongkar dengan cangkul. Micrantha). digarpu dan sebagainya. yaitu pengendalian gulma dengan menggunakan peralatan dan upaya pengendalian secara konvensional. Secara garis besar jenis – jenis gulma yang dijumpai pada perkebunan kelapa sawit dapat digolongkan menjadi : 1. Pengendalian gulma pada tanaman menghasilkan dimaksudkan untuk mengurangi terjadinya saingan terhadap tanaman pokok. Pengendalian gulma secara manual. dan sebagainya. dan tembelekan (Lantana camara) 2. Gulma lunak. Penyiangan (pengendalian gulma) Upaya pengendalian gulma telah dilaksanakan dengan menanami tanah di antara tanaman kelapa sawit (gawangan) dengan tanaman kacang penutup tanah dan membuat piringan di sekeliling tiap individu tanaman. kendati demikian pertumbuhannya harus dikendalikan. yaitu gulma yang keberadaannya dalam budi daya tanaman kelapa sawit dapat di toleransi.Jenis – jenis tanaman kacangan penutup tanah yang umum ditanam di perkebunan kelapa sawit adalah Calopogonium caeruleum. Yang termasuk gulma lunak misalnya babadotan/wedusan (Ageratum conyzoides). dan mencegah berkembangnya hama dan penyakit tertentu. lempuyangan (Panicum repens). Gulma berbahaya. Psophocarphus palustries.

dan Mg ditabur secara merata dari jari – jari 1.0 – 3. pemberian pupuk pada Tanaman Menghasilkan (TM) harus dilaksanakan dengan cara sebagai berikut :    Pupuk N ditaburkan secara merata pada piringan mulai jarak 50 cm sampia dipinggir luar piringan. K.5 – 1. sehingga diperoleh hasil yang optimal. Dengan analisis tanah dan daun. Pengendalian gulma secara kimia. Untuk mencapai maksud tersebut.1 Kg per pohon per tahun) Dosis (Kg/Pokok/Tahun) *) 5–5 1. maka ketersediaan unsur – unsur hara di dalam tanah pada saat itu dapat diketahui dan keadaan hara terakhir yang ada pada tanaman dapat diketahui juga. Pemupukan Pemupukan tanaman bertujuan untuk menyediakan unsur – unsur hara yang dibutuhkan tanaman untuk pertumbuhan generatif.0 1.5 – 1.5 Cara pemberian pupuk diperhatikan secara seksama agar pemupukan dapat terlaksana secara efisien. Jenis Pupuk Umur Tanaman Sulphate of Amonia (ZA) Rock Phosphate (RP) Muriate of Potash (KCl) Kieserite (MgSO4) *) Keterangan : Pupuk N.2. baik yang bersifat kontak maupun sistemik. yaitu pengendalian gulma dengan menggunakan herbisida.0 – 2.0 m hingga jarak 3.5 – 1. Dosis Pemupukan Kelapa Sawit Berdasarkan Unsur Tanaman.0 1. dan Mg diberikan dua kali aplikasi.0 0.05 – 0. pupuk P diberikan satu kali aplikasi. Pengendalian Secara kultur teknis.0 >12 1. Berdasarkan hasil analisis dapat ditentukan kebutuhan tanaman terhadap jenis – jenis unsur hara secara lebih tepat.0 m dari pangkal pokok (0.yaitu pengendalian gulma dengan menggunakan tanaman penutup tanah jenis kacangan. J. Tabel 25.5 – 2. Pupuk P.0 0.5 – 3.0 6 – 12 2. dan pupuk B (bila diperlukan) diberikan dua kali aplikasi per tahun (salah satu contoh dosis B adalah 0.0 – 2. Untuk menentukan dosis pupuk yang tepat.5 – 3.0 0.0 – 2. sehingga dapat ditetapkan dosis pemupukan yang harus diaplikasikan.0 m di luar piringan) Pupuk B ditaburkan secara merata pada jarak 30 – 50 cm dari tanaman pokok 19 .0 1. 3.0 0.0 1.75 – 1. K. sebaiknya dilaksanakan analisis tanah dan daun terlebih dahulu.5 – 1.0 0.4 – 1.

atau biologis sesuai dengan hama dan penyakit yang menyerang. Oleh karena itu. Pengendalian hama dan penyakit dapat dilaksanakan secara manual. K. kimia. Membantu dan memudahkan pada waktu panen Mengurangi perkembangan epifir Agar proses metabolisme tanaman berjalan lancar. L. tanaman muda yang belum menghasilkan (TBM) maupun tanaman yang sudah menghasilkan (TM). Beberapa jenis hama dan penyakit dapat menimbulkan kerugian yang besar pada bibit. pengendalian terhadap hama dan penyakit perlu dilaksanakan secara baik dan benar. Pemangkasan Pemangkasan atau disebut juga penunasan adalah pembuangan daun – daun tua atau yang tidak produktif pada tanaman kelapa sawit. terutama proses fotosintesis dan respirasi. bibit dan tanaman muda juga sering diserang oleh hewan besar 20 . Pemberian pupuk yang pertama dilakukan pada akhir musim hujan yaitu bulan Maret – April dan pemberian pupuk kedua dilakukan pada awal musim hujan yaitu bulan September – Oktober. pada tanaman muda sebaiknya tidak dilakukan pemangkasan.Pemberian pupuk pada kelapa sawit diatur dua kali dalam setahun. Selain serangan hama yang tergolong jenis serangga. tanaman belum menghasilkan (TBM) dan tanaman menghasilkan (TM). kecuali dengan maksud mengurangi penguapan oleh daun pada saat tanaman akan dipindahkan dari pembibitan ke areal perkebunan. Adapu tujuan pemangkasan adalah sebagai berikut :      Memperbaiki sirkulasi udara di sekitar tanaman sehingga dapat membantu proses penyerbukan secara alami Mengurangi penghalangan pembesaran buah dan kehilangan brondolan buah terjepit pada pelepah daun. Hama dan penyakit dapat merusak bibit. Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman kelapa sawit dapat diserang oleh berbagai hama dan penyakit tanaman sejak di pembibitan hingga di kebun pertanaman.

agar larva hama terbakar dan mati  mempercepat tertutupnya tanah dengan tanaman penutup tanah dengan tanaman penutup tanah agar dapat menutup bagian – bagian batang hasil tebangan pada saat pembukan lahan yang membusuk di lokasi kebun  Pemberian bahan pengusir.jenis mamalia terutama bila kebun kelapa sawit dibuka pada lahan yang sebelumnya berupa hutan. a. a. Kumbang Tanduk (Oryctes rhynoceros) Kumbang tanduk banyak menimbulkan kerusakan pada tanaman muda yang baru ditanam hingga berumur 2-3 tahun. yakni dengan cara sebagai berikut :  membakar sampah – sampah dan bagian pohon yang mati. Hama yang sering merusak akar kelapa sawit adalah nematoda Rhadinaphelenchus cocophilus. hama perusak tandan buah. Gangguan nematoda ini dijuluki red ring disease. a. misalnya kapur barus yang diletakkan pada batang kelapa sawit yang mulai membusuk (pada pembukaan ulangan) b. hama perusak daun. Hama Perusak Daun Ada beberapa jenis hama yang merusak daun tanaman kelapa sawit. yaitu menghambat perkembangan larva dengan mengurangi kemungkinan kumbang bertelur pada medium yang tersedia. Tandan bunga membusuk dan tidak membuka sehingga tidak menghasilkan buah. Pengendalian hama kumbang tanduk lebih diutamakan pada upaya pencegahan (preventif).1. Kumbang dewasa (imago) masuk kedaerah titik tumbuh ( pupus ) dengan membuat lubang pada pangkal pelepah daun muda yang masih lunak. Gejala – gejala umum dari kelapa sawit yang terserang adalah pusat mahkota mengerdil dan daun – daun baru yang akan membuka menjadi tergulung dan tumbuh tegak. Ulat Setora (Setora nitens) 21 .2. Daun berubah warna menjadi kuning kemudian mengering. baik hutan primer maupun hutan sekunder. di antaranya adalah sebagai berikut : a. Hama Hama yang biasa menyerang tanaman kelapa sawit biasanya terbagi menjadi hama perusak akar. Hama Perusak Akar. Hama ini menyerang akar tanaman kelapa sawit.

Bagian yang diserang adalah pucuk yang belum membuka.Ulat setora muda memakan anak – anak daun dari tanaman muda dan tanaman sudah menghasilkan yang berumur antara 2-8 tahun. Pengendalian secara hayati dapat dilakukan dengan memanfaatkan musuh alami seperti parasit telur yaitu lebah Trichogrammatidae I dan lebah Ichneumonidae. Pengendalian Hama ulat setora dapat dilakukan secara hayati dan secara kimia. serta perusak kokoh yaitu lalat Tachinidae c. tetapi hanya bisa dilakukan pembuangan bagian yang terserang untuk memperbaiki bentuk tajuk dan mencegah infeksi dari jamur Fusarium sp. Pengendalian secara kimia dilakukan dengan menyemprot tanaman yang terserang dengan insektisida. Penyakit ini tidak bisa diberantas. Penyakit Tajuk (Crown disease) Biasanya menyerang tanaman kelapa sawit yang berumur 2-3 tahun. Penyakit a. b. Pengendalian hama ini dapat dilakukan secara kimia dan secara hayati. b. Basal Steam Rot 22 . d. terutama pada tanaman muda. Pengendalian secara kimia dapat menggunakan insektisida. Hama ini kadang – kadang memakan daun kelapa sawit hingga ke lidinya. meskipun sering pula menyerang daun pada tanaman dewasa. Pengendalian ulat Darma trima dapat dilaksanakan secara kimia dan hayati. pengendalian secara hayati dapat dilakukan dengan memanfaatkan musuh alami. Pengendalian secara hayati dapat menggunakan musuh alami seperti parasit ulat yaitu lebah Broconidae. meskipun hasilnya tidak seefektif cara kimia. Serangga Asinga (Sethothosea Asigna) Ulat dari hama ini menyerang daun kelapa sawit terutama daun yang menyerang dalam keadaan aktif. Hama ini merupakan salah satu hama utama yang menyerang tanaman kelapa sawit di sentra perkebunan kelapa sawit Sumatera Utara. yaitu daun nomor 9 – 25. Serangan yang hebat dapat menimbulkan kerusakan berat dan dapat dijumpai jumlah ulat yang tinggi pada setiap pelepah kelapa sawit. Ulat Siput (Darna trima Mooore) Ulat Darna trima menyerang daun kelapa sawit.

Buah akan berubah menjadi merah jingga ketika masak. selanjutnya pohon akan mati.Penyebabnya adalah Ganoderma sp. buah kelapa sawit akan lepas dan jatuh dari tangkai tandannya. kriteria umum yang banyak dipakai adalah berdasarkan jumlah brondolan. Proses pemanenan pada tanaman kelapa sawit meliputi pekerjaan memotong tandan buah masak. yaitu tanaman dengan umur kurang dari 10 tahun. Kriteria panen yang perlu diperhatikan adalah matang panen. memungut brondolan dan mengangkutnya dari pohon ke tempat pengumpulan hasil (TPH) serta ke pabrik. Pada saat ini. Marasmius Penyakit marasmius dapat menggagalkan atau merusak pembentukan buah. jumlah brondolan kurang lebih 10 butir dan tanaman dengan umur lebih dari 10 tahun. cabang daun bagian atas terkulai. Kriteria matang Panen Kriteria matang panen merupakan indikasi yang dapat membantu pemanen agar memotong buah pada saat yang tepat. Proses pemanenan pada tanaman kelapa sawit meliputi pekerjaan memotong tandan buah masak. Pada tingkat yang lebih lanjut. serta mutu panen. Panen dan Pengolahan Hasil Panen Panen Tanaman kelapa sawit mulai berbunga dan membentuk buah setelah umur 2-3 tahun. Kriteria panen yang perlu diperhatikan adalah matang panen. Pada saat buah masak. cara panen. M. dan mengangkutnya dari pohon ke tempat pengumpulan hasil (TPH) serta ke pabrik. Pemberantasan dilakukan dengan membersihkan pohon. alat panen. memungut brondolan. c. rotasi dan sistem panen. cara panen. Buah akan menjadi masak sekitar 5-6 bulan setelah penyerbukan. kandungan minyak pada daging buah telah maksimal. jumlah brondolan sekitar 15 – 20 23 . Buah yang jatuh tersebut disebut membrondol. Gejala pada tingkat serangan pertama secara visual sukar diamati. Pemberantasan yang efektif sampai sekarang belum ada. Kriteria matang panen ditentukan pada saat kandungan minyak maksimal dan kandungan asam lemak bebas atau free fatty acid (ALB atau FFA) minimal. Proses pemasakan buah kelapa sawit dapat dilihat dari perubahan warna kulitnya. rotasi dan sistem panen serta mutu panen. Jika terlalu matang. 1. alat panen.

yaitu triester gliserol dengan asam-asam lemak (C8–C24). Sifat fisiko kimia dari beberapa minyak-lemak nabati disajikan pada Tabel 26. Komposisi asam-asam lemak minyak nabati berbeda-beda tergantung dari jenis tanamannya. Gambar 26 dan Gambar 27 di bawah ini menunjukkan contoh-contoh berbagai jenis asam-asam lemak dan struktur molekulnya. 24 . secara praktis digunakan kriteria umum yaitu pada setiap 1 kg tandan buah segar (TBS) terdapat dua brondolan. Cara panen Berdasarkan tinggi tanaman.4. 2. Persiapan Panen Untuk menghadapi masa panen dan agar proses dapat berjalan dengan lancar. C. kg/liter Viskositas kinematika (38 C). Cara egrek digunakan untuk tanaman yang tingginya lebih dari 10 m dengan menggunakan alat arit bergagang panjang. 4.butir. o Titik tuang. Tabel 26. cSt 0 Hc. ada tiga cara panen yang umum dilakukan oleh perkebunan kelapa sawit di Indonesia. tempat pengumpulan hasil (TPH) harus disiapkan dan jalan untuk pengangkutan hasil harus diperbaiki. Para pemanen harus disiapkan peralatan yang akan digunakan. oC. Teknik Poduksi Biofuel Kelapa Sawit A. Sifat-sifat beberapa minyak-lemak nabati Massa Minyak jenis. sedangkan tanaman dengan ketinggian 5-10 m dipanen dengan cara berdiri dan menggunakan alat kampak siam. Untuk memudahkan pemanenan. Komposisi dan Sifat Fisiko Kimia Minyak Kasar (Crude Oil) Minyak-lemak kasar adalah minyak-lemak yang diperoleh dari pemerahan atau pengempaan biji atau bagian lain dari sumber minyak (oil source) tanpa mengalami pengolahan lanjut apapun kecuali penyaringan dan pengeringan (untuk menurunkan kadar air). Namun. MJ/kg Angka setana Titik awan/ kabut. Untuk tanaman yang tingginya 2-5 m digunakan cara panen jongkok dengan alat dodos. 3. Zat-zat penyusun utama minyak-lemak (nabati maupun hewani) adalah trigliserida. sebaiknya pelepah daun yang menyangga buah dipotong terlebih dahulu dan diatur rapi di tengah gawangan.

6 41.9236 0.7 -40.J. A.34 ? 37.915 0.2 39. ASAE 25.Jarak kaliki Jagung Kapas Crambe Biji rami Kacang tanah Kanola Kasumba Kasumba OT*) Wijen Kedelai Bunga matahari Diesel No.9161 0. Kelapa Sawit 0.2 -15.35 39.1 40.9537 0.0 -6. Schwab.1 47.6 37. 2 0.78 39. Trans.7 -31.0 Tak ada -1.0 -33. E. Daugherty.6 34.9 2. Sifat-sifat beberapa minyak-lemak nabati (lanjutan) Titik Titik Hc.9 33.58 45.9 7.H. C.7 37.5 53.1 +1.47 40..6 -9.7 12. M.9095 0. MJ/kg setana 0 o kg/liter (20 C).2 -15.9138 0.9115 0.52 39.10 40 – 42 36.0 -15.52 39.71 39.E.7 10.48 39. Angka Minyak (20 oC).2 37.J.3 49.0 +1.8 44.9044 0.9 -3. cSt kabut.6 41. dan A.7 -6.5 32. kinematika awan/ tuang.3 41.0 31. 1472 – 1477 (1982).6 27.915 30 60 25 37.W.50 39.9 18.6 41.8 -3. *) OT = (berkadar) Oleat Tinggi Massa jenis Viskositas Tabel 26.6 33.9 37. C.9021 0. oC.9133 0.0 Sumber : Goering.0 -31.9144 0.2 -3.9148 0.62 39.2 35. Heakin.31 39.0 -12.3 -12.9026 0.2 -15.7 -20.90 38 – 40 28 31 23 – 26 23 – 40 . “Fuel Properties of Eleven Vegetable Oils”.8 37.27 39.8400 297 34. Pryde.4 -12.

5% buangan.916 0. dan pengepresan.920 0. industri sabun.830 0.880 73 77 85 78 61 58 6 7 36. dan industri margarin. Mittelbach dan M. dan klarifikasi. “Various Vegetable Oils as Fuel for Diesel and Burners: J. 21% stearin.80 35 – 50 38. Minyak Sawit Kasar -Crude Palm Oil Crude Palm Oil (CPO) merupakan hasil olahan daging buah kelapa sawit melalui proses perebusan Tandan Buah Segar (TBS). M. Dbv-Verlag für die Technische Universität Graz. Pemisahan CPO dan PKO dapat menghasilkan oleokimia dasar yang terdiri atas asam lemak dan gliserol. industri sabun (4%). dan A.40 30 – 36 37. CPO ini diperoleh dari bagian mesokarp buah kelapa sawit yang telah mengalami beberapa proses. dan 0. CPO dapat digunakan sebagai bahan baku industri minyak goreng. curcas Particularities”. Graz.925 0. hal.Kapas Jarak pagar Kacang tanah Kanola Kedelai Bunga matahari Diesel Ester Metil Kanola 0.30 30 – 41 37. 5% Palm Fatty Acid Distillate (PFAD). Austria. industri yang selama ini menyerap CPO paling besar adalah industri minyak goreng (79%).M. Gübitz.80 37. Secara keseluruhan proses produksi minyak sawit tersebut dapat menghasilkan 73% olein. 98 – 109 dalam G. kemudian industri oleokimia (14%).914 0.920 0. dan sisanya industri margarin (3%).75 29 – 37 43.00 23 – 41 39. perontokan. G. Minyak ini merupakan produk level pertama yang dapat memberikan nilai tambah sekitar 30% dari nilai tandan buah segar. pengepresan. Trabi (ed).30 30 – 38 37. Dilihat dari proporsinya. yaitu sterilisasi.921 0.70 50 49 -1 2 9 -11 -4 -5 -9 -4 2 -3 -3 -2 -20 -16 -16 -12 Sumber : Vaitilingom. Komponen asam lemak yang terdapat 26 . 1997. “Biofuels and Industrial Products from Jatropha curcas”. Liennard.

2 1. Sifat fisiko kimia CPO Sifat Fisiko Kimia Trigliserida Asam lemak bebas (FFA) Warna (5 ¼ ” Lovibond Cell) Kelembaban & Impurities Bilangan Peroksida Bilangan Anisidin Kadar β-carotene Kadar fosfor Kadar besi (Fe) Kadar Tokoferols Digliserida Bilangan Asam Bilangan Penyabunan Bilangan iod (wijs) Titik leleh Indeks refraksi (40ºC) Nilai 95 % 2–5% Merah orange 0.15 – 3.5 Palm Kernel Oil (PKO) Palm Kernel Oil (PKO) diperoleh dari bagian kernel buah kelapa sawit (Gambar 28) dengan cara ekstraksi pelarut atau dengan cara pengepresan. Komposisi asam lemak dari PKO Asam Lemak Rantai C Komposisi (% b/b) 27 .9 mg KOH/g minyak 224-249 mg KOH/g minyak 44-54 21-24ºC 36.1 Tabel 28. Hal Komponen asam lemak terbesar ini menjadikan PKO memiliki karakteristik yang mirip dengan minyak kelapa. Tabel 29.0 (meq/kg) 2 – 6 (meq/kg) 500-700 ppm 10-20 ppm 4-10 ppm 600-1000 ppm 2-6 % 6.2 10. Tabel 27.0 % 1 -5. penyusun PKO adalah asam laurat (Tabel 29).0-37.0 4.1 44. Komposisi asam lemak dari CPO Asam Lemak Asam Laurat Asam Miristat Asam Palmitat Asam Stearat Asam Oleat Asam Linoleat Sumber: Hui (1996 Rantai C 12:0 14:0 16:0 18:0 18:1 18:2 Komposisi (% b/b) 0. Sifat fisiko kimia PKO disajikan pada Tabel 30.5 39.dalam CPO disajikan pada Tabel 27 sedangkan sifat fisiko kimianya dapat dilihat pada Tabel 28.

Asam Laurat Asam Miristat Asam Palmitat Asam Stearat Asam Oleat Asam Linoleat Sumber: Hui (1996) 12:0 14:0 16:0 18:0 18:1 18:2 47-53 15-19 8-11 1-3 12-19 2-4 Tabel 30.23 48ºC 28 . Sifat fisiko kimia PKO Sifat Fisiko Kimia Kadar Asam lemak bebas (FFA) Bilangan Asam Bilangan Penyabunan Bilangan iod (wijs) Titik leleh Nilai 25 % (m/m) 225 mg KOH/g minyak 256 mg KOH/g minyak 14 .

seperti hasil penyadapan getah jelutung dan kayu jelutung pada umur 10 tahun. dan masyarakat. penerapan agroforestri di lahan perkebunan memerlukan kerjasama dari beberapa pihak antara lain perusahaan.1 Kesimpulan 1. Kelapa sawit merupakan komoditi strategis nasional karena memiliki rantai pemanfaatan yang panjang sehingga banyak sekali manfaat yang dapat diambil antara lain menggantikan peran minyak bumi yang merupakan sumberdaya alam yang tidak dapat diperbaharui (nonrenewable resources) sebagai bahan bakar dan menghasilkan berbagai produk turunan yang dapat dimanfaatkan yang mengakibatkan meningkatnya industri pengolahan produk turunan dari kelapa sawit. 29 .BAB V PENUTUP 5. Solusi dari masalah lingkungan yang diakibatkan perubahan penggunaan lahan oleh perkebunan kelapa sawit yaitu dengan penerapan agroforestri.2 Saran Dalam pelaksanaannya. Pada perkebunan kelapa sawit di lahan gambut menggunakan tanaman kehutanan jenis Jelutung (Dyrea costulata Hook f) 3. Dampak secara ekonomi yaitu tambahan pendapatan perkebunan selain dari hasil kelapa sawit. Dampak ekologi yang diperoleh dari penerapan agroforestri Sawit-Jelutung yaitu perbaikan fungsi lahan dalam konservasi tanah dan air. Dinas Kehutanana dan Perkebunan Daerah. Departemen Kehutanan. 5. Banyaknya industri tersebut akan mengakibatkan banyak penyerapan tenaga kerja dan menghasilkan peningkatan devisa bagi negara sehingga perekonomian di Indonesia meningkat 2. Dampak sosial yang diperoleh yaitu dapat meningkatkan penyerapan kerja sehingga juga memperbaiki perekonomian masyarakat sekitar dan terjalin hubungan yang harmonis antara perusahaan dengan masyarakat sekitar.

Makalah seminar Oktober 2008. New Jersey: Michigan State University. 2003. The Economics o Real Estate. 2008. Jakarta: Direktorat Pengembangan Ekonomi Daerah. 1978.) tanaman dwiguna konservasionis dan menghidupi. Land Resources Economic. Informasi Tahap I Aplikasi Model Pemetaan. [Ditjen Bangda] Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah. http://www. 30 . [Bank Mandiri] PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Bogor: Fakultas Kehutan. 2008.go. Identifikasi dan pemetaan lahan krisis di DAS Ciliwung Hulu menggunakan penginderaan jauh dan sistem informasi geografis [skripsi]. 2006.php?q=id/node/1752 [30 Maret 2008] Arsyad S. Pandangan terhadap industri sawit. Bogor : IPB Press. Konservasi Tanah dan Air.Daftar pustaka [Anonim]. 3rd edition. Candra A.id/index. Departemen Dalam Negeri. Pohon jelutung (dyera spp. Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah. Barlowe R. Institut Pertanian Bogor. Potensi Ekonomi Daerah Volume I: Nasional.dephut. 2009.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful