Materi Tentang Amdal Pengertian AMDAL, Lengkap, Tanya jawab AMDAL 1. Apa itu AMDAL?

Jawab : AMDAL adalah singkatan dari Analisis Mengenai Dampak Lingkungan. Dalam Peraturan Pemerintah No. 27 tahun 1999 tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan disebutkan bahwa AMDAL merupakan kajian mengenai dampak besar dan penting untuk pengambilan keputusan suatu usaha dan/atau kegiatan yang direncanakan pada lingkungan hidup yang diperlukan bagi proses pengambilan keputusan tentang penyelenggaraan usaha dan/atau kegiatan. AMDAL sendiri merupakan suatu kajian mengenai dampak positif dan negatif dari suatu rencana kegiatan/proyek, yang dipakai pemerintah dalam memutuskan apakah suatu kegiatan/proyek layak atau tidak layak lingkungan. Kajian dampak positif dan negatif tersebut biasanya disusun dengan mempertimbangkan aspek fisik, kimia, biologi, sosial-ekonomi, sosialbudaya dan kesehatan masyarakat. Suatu rencana kegiatan dapat dinyatakan tidak layak lingkungan, jika berdasarkan hasil kajian AMDAL, dampak negatif yang timbulkannya tidak dapat ditanggulangi oleh teknologi yang tersedia. Demikian juga, jika biaya yang diperlukan untuk menanggulangi dampak negatif lebih besar daripada manfaat dari dampak positif yang akan ditimbulkan, maka rencana kegiatan tersebut dinyatakan tidak layak lingkungan. Suatu rencana kegiatan yang diputuskan tidak layak lingkungan tidak dapat dilanjutkan pembangunannya. Bentuk hasil kajian AMDAL berupa dokumen AMDAL yang terdiri dari 5 (lima) dokumen, yaitu: ƒ Dokumen Kerangka Acuan Analisis Dampak Lingkungan Hidup (KAANDAL) ƒ Dokumen Analisis Dampak Lingkungan Hidup (ANDAL) ƒ Dokumen Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL) ƒ Dokumen Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup (RPL) ƒ Dokumen Ringkasan Eksekutif a. Kerangka Acuan Analisis Dampak Lingkungan Hidup (KA-ANDAL): KA-ANDAL adalah suatu dokumen yang berisi tentang ruang lingkup

serta kedalaman kajian ANDAL. Ruang lingkup kajian ANDAL meliputi penentuan dampak-dampak penting yang akan dikaji secara lebih mendalam dalam ANDAL dan batas-batas studi ANDAL. Sedangkan kedalaman studi berkaitan dengan penentuan metodologi yang akan digunakan untuk mengkaji dampak. Penentuan ruang lingkup dan kedalaman kajian ini merupakan kesepakatan antara Pemrakarsa Kegiatan dan Komisi Penilai AMDAL melalui proses yang disebut dengan proses pelingkupan. b. Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup (ANDAL): ANDAL adalah dokumen yang berisi telaahan secara cermat terhadap dampak penting dari suatu rencana kegiatan. Dampakdampak penting yang telah diindetifikasi di dalam dokumen KAANDAL kemudian ditelaah secara lebih cermat dengan menggunakan metodologi yang telah disepakati. Telaah ini bertujuan untuk menentukan besaran dampak. Setelah besaran dampak diketahui, selanjutnya dilakukan penentuan sifat penting dampak dengan cara membandingkan besaran dampak terhadap kriteria dampak penting yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Tahap kajian selanjutnya adalah evaluasi terhadap keterkaitan antara dampak yang satu dengan yang lainnya. Evaluasi dampak ini bertujuan untuk menentukan dasar-dasar pengelolaan dampak yang akan dilakukan untuk meminimalkan dampak negatif dan memaksimalkan dampak positif. c. Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL): RKL adalah dokumen yang memuat upaya-upaya untuk mencegah, mengendalikan dan menanggulangi dampak penting lingkungan hidup yang bersifat negatif serta memaksimalkan dampak positif yang terjadi akibat rencana suatu kegiatan. Upaya-upaya tersebut dirumuskan berdasarkan hasil arahan dasar-dasar pengelolaan dampak yang dihasilkan dari kajian ANDAL. Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup (RPL): RPL adalah dokumen yang memuat program-program pemantauan untuk melihat perubahan lingkungan yang disebabkan oleh dampak-dampak yang berasal dari rencana kegiatan. Hasil pemantauan ini digunakan untuk mengevaluasi efektifitas upaya-upaya pengelolaan lingkungan yang telah dilakukan, ketaatan pemrakarsa terhadap peraturan lingkungan hidup dan dapat digunakan untuk mengevaluasi akurasi prediksi dampak yang digunakan dalam kajian ANDAL. Ringkasan Eksekutif:

Ringkasan Eksekutif adalah dokumen yang meringkas secara singkat dan jelas hasil kajian ANDAL. Hal hal yang perlu disampaikan dalam ringkasan eksekutif biasanya adalah uraian secara singkat tentang besaran dampak dan sifat penting dampak yang dikaji di dalam ANDAL dan upaya-upaya pengelolaan dan pemantuan lingkungan hidup yang akan dilakukan untuk mengelola dampak-dampak tersebut. Apa Manfaat Amdal? Jawab: AMDAL bermanfaat untuk menjamin suatu usaha atau kegiatan pembangunan agar layak secara lingkungan. Dengan AMDAL, suatu rencana usaha dan/atau kegiatan pembangunan diharapkan dapat meminimalkan kemungkinan dampak negatif terhadap lingkungan hidup, dan mengembangkan dampak positif, sehingga sumber daya alam dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan (sustainable). PEMANGKU KEPENTINGAN AMDAL 1. Siapa saja pihak yang terlibat dalam AMDAL? Jawab: Pihak-pihak yang berkepentingan dalam proses AMDAL adalah Pemerintah, pemrakarsa, masyarakat yang berkepentingan. Peran masing-masing pemangku kepentingan tersebut secara lebih lengkap adalah sebagai berikut: a. Pemerintah: Pemerintah berkewajiban memberikan keputusan apakah suatu rencana kegiatan layak atau tidak layak lingkungan. Keputusan kelayakan lingkungan ini dimaksudkan untuk melindungi kepentingan rakyat dan kesesuaian dengan kebijakan pembangunan berkelanjutan. Untuk mengambil keputusan, pemerintah memerlukan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan, baik yang berasal dari pemilik kegiatan/pemrakarsa maupun dari pihak-pihak lain yang berkepentingan. Informasi tersebut disusun secara sistematis dalam dokumen AMDAL. Dokumen ini dinilai oleh Komisi Penilai AMDAL untuk menentukan apakah informasi yang terdapat didalamnya telah dapat digunakan untuk pengambilan keputusan dan untuk menilai apakah rencana kegiatan tersebut dapat dinyatakan layak atau tidak layak berdasarkan suatu kriteria kelayakan lingkungan yang telah ditetapkan oleh Peraturan Pemerintah. b. Pemrakarsa:

Orang atau badan hukum yang bertanggung jawab atas suatu rencana usaha dan atau kegiatan yang akan dilaksanakan. Pemrakarsa inilah yang berkewajiban melaksanakan kajian AMDAL. Meskipun pemrakarsa dapat menunjuk pihak lain (seperti konsultan lingkungan hidup) untuk membantu melaksanakan kajian AMDAL, namun tanggung jawab terhadap hasil kajian dan pelaksanaan ketentuan-ketentuan AMDAL tetap di tangan pemrakarsa kegiatan. c. Masyarakat yang berkepentingan: Masyarakat yang berkepentingan adalah masyarakat yang terpengaruh oleh segala bentuk keputusan dalam proses AMDAL. Masyarakat mempunyai kedudukan yang sangat penting dalam AMDAL yang setara dengan kedudukan pihak-pihak lain yang terlibat dalam AMDAL. Di dalam kajian AMDAL, masyarakat bukan obyek kajian namun merupakan subyek yang ikut serta dalam proses pengambilan keputusan tentang hal-hal yang berkaitan dengan AMDAL. Dalam proses ini masyarakat menyampaikan aspirasi, kebutuhan, nilai-nilai yang dimiliki masyarakat dan usulan-usulan penyelesaian masalah untuk memperoleh keputusan terbaik. Dalam proses AMDAL masyarakat dibedakan menjadi dua kategori, yaitu; • Masyarakat terkena dampak: masyarakat yang akan merasakan dampak dari adanya rencana kegiatan (orang atau kelompok yang diuntungkan (beneficiary groups), dan orang atau kelompok yang dirugikan (at-risk groups) • Masyarakat Pemerhati: masyarakat yang tidak terkena dampak dari suatu rencana kegiatan, tetapi mempunyai perhatian terhadap kegiatan maupun dampak-dampak lingkungan yang ditimbulkan. Apakah manfaat AMDAL bagi masing-masing pemangku kepentingan tersebut di atas ? Jawab : Bagi pemerintah, AMDAL bermanfaat untuk: - Mencegah terjadinya pencemaran dan kerusakan lingkungan serta pemborosan sumber daya alam secara lebih luas. - Menghindari timbulnya konflik dengan masyarakat dan kegiatan lain di sekitarnya. - Menjaga agar pelaksanaan pembangunan tetap sesuai dengan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan dan berwawasan lingkungan. Perwujudan tanggung jawab pemerintah dalam pengelolaan

Bagi pemrakarsa.Terlibat dalam proses pengambilan keputusan terhadap rencana pembangunan yang mempunyai pengaruh terhadap nasib dan kepentingan mereka.Bahan bagi rencana pengembangan wilayah dan tata ruang. KELEMBAGAAN AMDAL 1.Dapat menjadi referensi dalam proses kredit perbankan.lingkungan hidup. teknis dan lingkungan. Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 02 Tahun 2000 tentang Panduan Penilaian Dokumen AMDAL telah memberikan panduan tentang aspek-aspek penilaian dokumen AMDAL. Bagi masyarakat.Sebagai bukti ketaatan hukum. energi). AMDAL bermanfaat untuk: . . Dalam melaksanakan tugasnya. .Memberikan panduan untuk menjalin interaksi saling menguntungkan dengan masyarakat sekitar sehingga terhindar dari konflik sosial yang saling merugikan. komisi penilai mempunyai kewajiban untuk memberikan masukan dan pertimbangan-pertimbangan sebagai dasar pengambilan Keputusan Kesepakatan Kerangka Acuan ANDAL dan Kelayakan Lingkungan. . .Mengetahui sejak dini dampak positif dan negatif akibat adanya suatu kegiatan sehingga dapat menghindari terjadinya dampak negatif dan dapat memperoleh dampak positif dari kegiatan tersebut. bahan baku. Adapun aspek-aspek yang dinilai adalah aspek kelengkapan dan kualitas kajian dalam dokumen AMDAL. Apakah yang dimaksud dengan Komisi Penilai AMDAL? Jawab: Komisi Penilai AMDAL adalah komisi yang bertugas untuk menilai dokumen AMDAL. seperti perijinan.Melaksanakan kontrol terhadap pemanfaatan sumberdaya alam dan upaya pengelolaan lingkungan yang dilakukan pemrakarsa kegiatan.Menjamin keberlangsungan usaha dan/atau kegiatan karena adanya proporsi aspek ekonomis. . . .Menghemat dalam pemanfaatan sumber daya (modal. Rekomendasi tersebut harus didasarkan . sehingga kepentingan kedua belah pihak saling dihormati dan dilindungi. AMDAL bermanfaat untuk: .

wakil daerah. memperhatikan kepentingan pertahanan dan keamanan.atas pertimbangan kesesuaian dengan kebijakan pembangunan nasional. Apakah yang dimaksud dengan Tim Teknis Komisi Penilai AMDAL? Jawab : Sebagaimana disebut dalam Kep-MENLH 41/2000 tentang Pedoman Pembentukan Komisi Penilai Analisis mengenai Dampak Lingkungan Hidup Kabupaten/Kota.Ketua Komisi Ketua Komisi dijabat oleh Deputi untuk Komisi penilai AMDAL Pusat. wakil masyarakat. Tim Teknis terdiri atas para ahli dari instansi teknis yang membidangi usaha dan/atau kegiatan yang bersangkutan dan Bapedalda Kabupaten/Kota atau instansi lain yang ditugasi mengendalikan dampak lingkungan hidup di tingkat Kabupaten/Kota. . 2.Sekretaris Komisi. dan anggota lain yang dianggap perlu. ahli di bidang yang berkaitan dengan rencana kegiatan yang dikaji. Sekretaris Komisi dijabat oleh seorang pejabat yang menangani AMDAL baik dari Pusat maupun Daerah (Propinsi dan Kabupaten/Kota). . Kepala BAPEDALDA atau pejabat lain yang ditugasi mengendalikan dampak lingkungan hidup di tingkat propinsi untuk Komisi Penilai AMDAL Propinsi. 3. ahli di bidang lingkungan hidup. Tim teknis bertugas untuk melakukan penilaian dokumen AMDAL .Anggota Komisi Anggota Komisi terdiri dari: wakil instansi/dinas teknis yang mewadahi kegiatan yang dikaji. wakil organisasi lingkungan. kesesuaian dengan rencana pengembangan wilayah dan rencana tata ruang wilayah. Kepala BAPEDALDA atau pejabat lain yang ditugasi mengendalikan dampak lingkungan hidup di tingkat Kabupaten/Kota. serta ahli lain dengan bidang ilmu yang terkait. Siapa saja yang duduk sebagai anggota Komisi Penilai AMDAL? Jawab: Yang duduk sebagai anggota Komisi penilai AMDAL adalah: . Tim Teknis dipimpin oleh seorang ketua yang dirangkap oleh sekretaris komisi penilai AMDAL.

4. 2. Komisi penilai AMDAL akan berfungsi secara efektif jika lembaga yang menaungi komisi penilai mempunyai eselon yang cukup tinggi sehingga dapat melakukan koordinasi antar dinas dan . Memiliki sekretariat komisi penilai yang berkedudukan di instansi yang ditugasi mengendalikan dampak lingkungan hidup di tingkat Kabupaten/Kota. Analisis Dampak Lingkungan Hidup (ANDAL). 4. Rencana Pemantauan Lingkungan (RPL). Pembentukan Tim Teknis ini didasarkan atas pertimbangan efisiensi proses AMDAL.Komisi Penilai AMDAL Pusat berada pada Kementerian Lingkungan Hidup . Sumber Daya Manusia dan Dana. sehingga dalam rapat penilaian oleh Komisi AMDAL yang dibahas hanyalah masalah kebijakan dan diharapkan tidak ada lagi pembicaraan mengenai masalah teknis. Rencana Pengelolaan Lingkungan (RKL). kesesuaian dengan pedoman umum dan/atau pedoman teknis di bidang analisis mengenai dampak lingkungan hidup. Komisi Penilai AMDAL Daerah dapat dibentuk jika: a. kesesuaian peraturan perundangan di bidang teknis. 6. Bagaimanakah tata cara pembentukan komisi Penilai AMDAL di daerah Kabupaten/Kota? Jawab: Terdapat 3 hal utama yang perlu diperhatikan dalam pembentukan Komisi Penilai AMDAL Kabupaten/Kota yaitu: Kelembagaan. Dimanakah kedudukan Komisi Penilai AMDAL? Jawab: . Dari segi kelembagaan. Masalah-masalah teknis diselesaikan oleh Tim Teknis secara tuntas. Apa saja tugas dan kewenangan Komisi Penilai AMDAL? Jawab: Tugas Komisi Penilai AMDAL adalah menilai Kerangka Acuan ANDAL (KA_ANDAL).dari aspek teknis yang meliputi : 1. 3. ketepatan dan kesahihan data.Komisi Penilai AMDAL Kabupaten/Kota berada pada Bapedalda/Bagian Pengelolaan Lingkungan Hidup Kabupaten/Kota 5. teknologi dan proses produksi yang digunakan.Komisi Penilai AMDAL Propinsi berada pada Bapedalda Propinsi . metode dan analisis. kelayakan desain.

sehingga pendanaan untuk kegiatan komisi perlu disediakan oleh pemerintah. Tersedianya tenaga ahli sekurang-kurangnya di bidang biogeofisik-kimia. Dari segi sumber daya manusia. PROSEDUR AMDAL Bagaimana prosedur AMDAL? Jawab: Prosedur AMDAL terdiri dari: • Proses penapisan (screening) wajib AMDAL • Proses pengumuman • Proses pelingkupan (scoping) • Penyusunan dan penilaian KA-ANDAL • Penyusunan dan penilaian ANDAL. dan RPL • Persetujuan Kelayakan Lingkungan Proses Penapisan: Proses penapisan atau kerap juga disebut proses seleksi wajib AMDAL . Perlu ditegaskan bahwa Komisi Penilai AMDAL dibentuk untuk memberikan pelayanan kepada publik. Dari segi dana. perencanaan pembangunan wilayah/daerah. Tata cara pembentukan komisi Penilai AMDAL di daerah Kabupaten/Kota telah diatur melalui Kep MENLH nomor 41 tahun2000 tentang Pedoman Pembentukan Komisi Penilai AMDAL Kabupaten/Kota. sosial. pemerintah Kabupaten / Kota harus menyediakan dana yang memadai dalam APBD untuk pelaksanaan tugas Komisi Penilai AMDAL. Adanya organisasi lingkungan/lembaga swadaya masyarakat yang bergerak di bidang lingkungan hidup yang telah lulus mengikuti pelatihan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup dalam fungsinya sebagai salah satu anggota komisi penilai. kesehatan. dan lingkungan sebagai anggota komisi penilai dan tim teknis. Adanya kemudahan akses ke laboratorium yang memiliki kemampuan menguji contoh uji kualitas sekurang-kurangnya untuk parameter air dan udara baik laboratorium yang berada di Kabupaten/Kota maupun di ibukota propinsi terdekat. b. RKL. ekonomi. Tersedianya sumber daya manusia yang telah lulus mengikuti pelatihan Dasar-dasar Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup dan/atau Penyusunan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup dan/atau Penilaian Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup khususnya di instansi pemerintah untuk melaksanakan tugas dan fungsi komisi penilai. b. Komisi Penilai AMDAL Daerah dapat dibentuk dengan persyaratan: a. c.instansi lain yang berkaitan dengan AMDAL. budaya.

RKL. menetapkan lingkup studi. pemrakarsa dapat mengajukan dokumen kepada Komisi Penilai AMDAL untuk dinilai. Proses penyusunan dan penilaian ANDAL. Tata cara dan bentuk pengumuman serta tata cara penyampaian saran. Proses Pelingkupan Pelingkupan merupakan suatu proses awal (dini) untuk menentukan lingkup permasalahan dan mengidentifikasi dampak penting (hipotetis) yang terkait dengan rencana kegiatan. RKL dan RPL adalah 75 hari di luar waktu yang dibutuhkan penyusun untuk memperbaiki/menyempurnakan kembali dokumennya. penyusunan ANDAL. Berdasarkan peraturan. RKL. pendapat dan tanggapan diatur dalam Keputusan Kepala BAPEDAL Nomor 08/2000 tentang Keterlibatan Masyarakat dan Keterbukaan Informasi dalam Proses AMDAL. Saran dan masukan masyarakat harus menjadi bahan pertimbangan dalam proses pelingkupan. Pengumuman dilakukan oleh instansi yang bertanggung jawab dan pemrakarsa kegiatan. lama waktu maksimal penilaian KA-ANDAL adalah 75 hari di luar waktu yang dibutuhkan penyusun untuk memperbaiki/menyempurnakan kembali dokumennya. Proses penyusunan dan penilaian KA-ANDAL: Setelah KA-ANDAL selesai disusun. menelaah kegiatan lain yang terkait dengan rencana kegiatan yang dikaji. Berdasarkan peraturan. dan RPL. proses penapisan dilakukan dengan sistem penapisan satu langkah. menetapkan tingkat kedalaman studi. Setelah selesai disusun. pemrakarsa dapat mengajukan dokumen kepada Komisi Penilai AMDAL untuk dinilai. Proses Pengumuman Setiap rencana kegiatan yang diwajibkan untuk membuat AMDAL wajib mengumumkan rencana kegiatannya kepada masyarakat sebelum pemrakarsa melakukan penyusunan AMDAL. Tujuan pelingkupan adalah untuk menetapkan batas wilayah studi. dan RPL dilakukan dengan mengacu pada KA-ANDAL yang telah disepakati (hasil penilaian Komisi AMDAL). lama waktu maksimal penilaian ANDAL. Di Indonesia.adalah proses untuk menentukan apakah suatu rencana kegiatan wajib menyusun AMDAL atau tidak. APA SAJA YANG MENJADI PERTIMBANGAN DALAM . Ketentuan apakah suatu rencana kegiatan perlu menyusun dokumen AMDAL atau tidak dapat dilihat pada Keputusan Menteri Negara LH Nomor 17 Tahun 2001 tentang Jenis Rencana Usaha dan/atau Kegiatan yang Wajib dilengkapi dengan AMDAL. Hasil akhir dari proses pelingkupan adalah dokumen KA-ANDAL. mengidentifikasi dampak penting terhadap lingkungan.

Men LH No.Referensi internasional mengenai kegiatan wajib AMDAL yang diterapkan oleh beberapa negara . 17/2001. 17 tahun 2001. Dalam Kep-MENLH No. Bagimana kewenangan daerah dalam penentuan daftar kegiatan wajib AMDAL? Jawab : Terdapat dua mekanisme untuk menetapkan wajib AMDAL oleh Bupati/Walikota dan Gubernur DKI Jakarta pada diktum kedua KepMENLH No. yaitu: . 17 tahun 2001 adalah: Jawab: . bagaimana halnya apabila suatu kegiatan yang . .Apabila skala/besaran suatu jenis rencana usaha dan/atau kegiatan lebih kecil daripada skala/besaran yang tercantum pada lampiran Kep. 17 tahun 2001 akan tetapi berdasarkan atas pertimbangan ilmiah mengenai daya dukung. 17 Tahun 2001 skala besaran dipakai sebagai ukuran.Kep-BAPEDAL Nomor 056/1994 tentang Pedoman Dampak penting yang mengulas mengenai ukuran dampak penting suatu kegiatan . 3. daya tampung lingkungan dan tipologi ekosistem setempat diperkirakan akan berdampak penting terhadap lingkungan hidup maka Bupati/Walikota atau Gubernur DKI Jakarta dapat mengusulkan kegiatan tersebut wajib dilengkapi dengan Amdal.PENAPISAN (Kegiatan wajib AMDAL) 1. maka Bupati/Walikota dan Gubernur DKI Jakarta dan/atau masyarakat wajib mengajukan usulan secara tertulis kepada Menteri Negara Lingkungan Hidup.Apabila Bupati/Walikota atau Gubernur DKI Jakarta dan/atau masyarakat perlu untuk mengusulkan jenis rencana usaha dan atau kegiatan yang tidak tercantum dalam lampiran Kep Men LH No.Ketidakpastian kemampuan teknologi yang tersedia untuk menanggulangi dampak negatif penting .Beberapa studi yang dilakukan oleh perguruan tinggi dalam kaitannya dengan kegiatan wajib AMDAL . tetapi jenis rencana usaha dan/atau kegiatan tersebut dianggap mempunyai dampak penting terhadap lingkungan.Masukan dan usulan dari berbagai sektor teknis terkait 2. Dasar pertimbangan suatu kegiatan menjadi wajib AMDAL dalam Kep-MENLH No. Menteri Negara Lingkungan Hidup akan mempertimbangkan penetapan keputusan terhadap jenis rencana usaha dan/atau kegiatan yang wajib dilengkapi dengan Amdal.

Bila suatu kegiatan berskala kecil tetapi berulang/banyak. 17 Tahun 2001 sudah harus dilengkapi dengan AMDAL? Jawab AMDAL adalah salah satu instrumen pengelolaan lingkungan. adalah untuk mempermudah klasifikasi kegiatan tersebut. 5. sementara kegiatan perdagangan tidak demikian halnya. seperti bidang perindustrian. tidak ada kegiatan wajib AMDAL di bidang perdagangan.17/2001 disebutkan bahwa pembangunan . Kenapa dalam Kep-MENLH No. 4. dan lama-kelamaan menjadi luas sehingga bila dikaitkan dengan Kep-MENLH No. Di dalam Kep-MENLH No. bukan berdasarkan nama departemen yang ada.skalanya kecil tetapi terus-menerus. maka diperlukan kebijakan Pemda untuk melihat apakah dampak keseluruhan dikelola dengan baik. Pemberian nama “judul” pada setiap kegiatan. bila tidak maka kebijakan Pemda untuk melakukan tindakan melalui pendekatan lain seperti misalnya Audit Lingkungan. jadi tidak semua kegiatan harus melakukan kajian AMDAL. karena sifat AMDAL adalah site specific. 17/2001 tidak ada perdagangan? Jawab: Dari berbagai referensi. dan telah memiliki UKL-UPL.

PENYUSUNAN AMDAL 1. hewan dan jasad renik produk bioteknologi hasil rekayasa genetika untuk semua besaran. namun harus sudah melekat dengan studi kegiatan pertambangan. Penyusun dokumen AMDAL harus telah memiliki sertifikat Penyusun AMDAL dan ahli di bidangnya. sehingga kegiatan peledakan. 6. pemrakarsa dapat meminta jasa konsultan untuk menyusunkan dokumen AMDAL.gudang amunisi merupakan kegiatan yang wajib AMDAL Apakah pembangunan gudang bahan peledak untuk pertambangan memerlukan studi AMDAL tersendiri? Jawab: Pada dasarnya kegiatan pertambangan memerlukan bahan peledak untuk mengambil bahan mineral. Bagaimana pengaturan AMDAL tentang rekayasa genetika yang diatur dalam Kep-MENLH No. Oleh sebab itu pembangunan gudang bahan peledak untuk pertambangan tidak memerlukan AMDAL yang terpisah. 17/2001? Jawab: . Dalam penyusunan studi AMDAL. Siapa yang harus menyusun AMDAL Jawab: Dokumen AMDAL harus disusun oleh pemrakarsa suatu rencana usaha dan/atau kegiatan. yang merupakan kegiatan pokok. .AMDAL diwajibkan untuk kegiatan dan atau usaha introduksi jenisjenis tanaman. Istilah semua besaran diatas mengandung arti bahwa AMDAL diwajibkan untuk skala besaran yang membutuhkan ijin melakukan usaha dan/atau kegiatan. penyimpanan bahan peledak dan cara pengelolaannya harus telah distudi dalam AMDAL.AMDAL diwajibkan untuk kegiatan dan atau usaha budidaya produk bioteknologi hasil rekayasa genetika untuk semua besaran. Ketentuan standar minimal cakupan materi penyusunan AMDAL diatur dalam Keputusan Kepala Bapedal Nomor .

2. para ahli pelaksana studi.09/2000 tentang Pedoman Penyusunan AMDAL. PENILAIAN AMDAL 1. Berapa lamakah waktu yang diperlukan untuk proses AMDAL sampai dikeluarkannya Surat Keputusan Kelayakan Lingkungan? Jawab: Waktu yang diperlukan untuk proses AMDAL hingga dikeluarkannya Surat Keputusan Kelayakan Lingkungan pada umumnya berkisar antara 6 – 18 bulan. Berapakah biaya penyusunan AMDAL? Jawab: Tidak ada besaran biaya standar yang diperlukan untuk menyusun suatu dokumen AMDAL. dsb. 3. . berlokasi di lintas batas negara. lokasi kegiatan meliputi lebih dari satu wilayah propinsi.Kewenangan AMDAL di propinsi diberlakukan bagi kegiatan industri . Bagaimana pembagian kewenangan penilaian AMDAL di Pusat. lama studi.Kewenangan AMDAL di pusat diberlakukan pada jenis usaha dan/atau kegiatan yang bersifat strategis dan/atau menyangkut ketahanan dan keamanan negara. kedalaman studi. Biaya tersebut umumnya ditentukan oleh konsultan AMDAL dan tergantung dari beberapa faktor seperti lingkup studi. wilayah sengketa dengan negara lain. 40 Tahun 2000 tentang Pedoman Tata Kerja Komsi Penilai AMDAL kewenangan penilaian AMDAL ditentukan sebagai berikut : . Propinsi dan Kabupaten/Kota? Jawab: Sesuai dengan Kep-MENLH No. wilayah ruang lautan diatas 12 mil.

Bagaimana proses penghitungan waktu 75 hari kerja hingga keputusan kelayakan diterbitkan? Apakah 75 hari kerja termasuk waktu untuk perbaikan dari pemrakarsa? Bila dokumen harus diperbaiki. di wilayah laut dengan jarak 4-12 mil. industri semen dan quarry. Bagaimana kewenangan penilaian AMDAL untuk kegiatan yang pemrakarsanya adalah instansi teknis? Jawab: Untuk menghindari terjadinya konflik kepentingan. HPH dan unit pengolahannya. Pembiayaan untuk peninjauan lapangan dibebankan kepada instansi masing-masing. jika suatu instansi teknis merupakan pemrakarsa kegiatan.pulp. apakah proses penilaian memerlukan waktu 75 hari kerja lagi? Jawab: Batasan waktu 75 hari kerja adalah batasan waktu bagi Komisi .Kewenangan AMDAL di Kabupaten/Kota diberlakukan bagi kegiatan di luar kewenangan Pusat dan Propinsi. maka haknya sebagai anggota komisi penilai AMDAL menjadi gugur. PLTA. 2. bendungan. apakah diperlukan peninjauan lapangan oleh Tim Teknis atau Komisi Penilai AMDAL? Jawab: Tim Teknis atau Anggota Komisi Penilai AMDAL dapat melakukan peninjauan lapangan untuk mengumpulkan informasi yang berkaitan dengan proses pelingkupan dan kajian dampak atas perintah Ketua Komisi Penilai AMDAL. industri petrokimia. bandar udara di luar kategori bandar udara internasional. namun duduk sebagai pemrakarsa yang mengajukan dokumen AMDAL. PLTU/PLTP/PLTD. Dengan demikian instansi teknis tidak ikut sebagai anggota Komisi Penilai AMDAL. . 4. 3. kegiatan yang berlokasi di lebih dari satu kabupaten/kota. Dalam proses AMDAL. pelabuhan di luar kategori pelabuhan samudra. HTI dan pengolahannya.

Apakah yang dimaksud dengan kadaluarsa bagi suatu dokumen AMDAL?. Dalam hal dokumen AMDAL dinyatakan kadaluarsa. bahan baku dan bahan penolong atau terjadi perubahan lingkungan yang sangat mendasar akibat peristiwa alam atau sebab lain sebelum usaha atau kegiatan yang bersangkutan dilaksanakan. Apa yang menyebabkan keputusan kelayakan lingkungan dinyatakan batal? Jawab: Keputusan kelayakan lingkungan dinyatakan batal apabila terjadi pemindahan lokasi atau perubahan desain. 2. dokumen AMDAL dinyatakan kadaluarsa apabila kegiatan fisik utama suatu rencana usaha atau kegiatan tidak dilaksanakan dalam jangka waktu 3 (tiga) tahun sejak diterbitkannya keputusan kelayakan lingkungannya. . maka pemrakarsa dapat mengajukan dokumen AMDALnya kepada instansi yang bertanggung jawab (KLH/Bapedalda/Bagian Lingkungan Hidup daerah) untuk dikaji kembali apakah harus menyusun AMDAL baru atau dipergunakan kembali untuk dipergunakan dalam rencana kegiatannya.Penilai AMDAL untuk memberikan tanggapan atau keputusan tentang dokumen AMDAL di luar waktu perbaikan dokumen yang dilakukan oleh pemraksa. Penyerahan kembali dokumen penyempurnaan ke sekretariat komisi Penilai AMDAL akan dihitung melanjutkan waktu yang digunakan oleh Komisi sebelumnya (penilaian). Apabila pemrakarsa kegiatan hendak melaksanakan kegiatannya maka pemrakarsa diwajibkan untuk membuat AMDAL baru. Namun demikian. kapasitas. proses. KEPUTUSAN AMDAL 1. Jawab : Pada dasarnya dokumen AMDAL berlaku sepanjang umur usaha atau kegiatan.

Apakah masyarakat dapat membatalkan keputusan kelayakan AMDAL? Jawab : Masyarakat tidak dapat membatalkan keputusan kelayakan Lingkungan Hidup karena keputusan kelayakan lingkungan hidup ditetapkan oleh Menteri Negara Lingkungan Hidup/Gubernur/Bupati/Walikota. maka kegiatan tersebut tidak bisa dikenakan kewajiban AMDAL.Audit Lingkungan Hidup Wajib Bagi kegiatan yang telah berjalan dan belum memiliki dokumen pengelolaan lingkungan hidup (RKL-RPL) serta dalam operasionalnya menyalahi peraturan perundangan di bidang lingkungan hidup. Apa kaitan AMDAL dengan dokumen/kajian lingkungan lainnya ? Jawab: AMDAL. UKL-UPL dikenakan bagi kegiatan yang telah diketahui teknologinya dalam pengelolaan limbahnya AMDAL. 17/2001). dimana kewajiban yang satu secara otomatis menghapuskan kewajiban lainnya kecuali ada kondisi-kondisi khusus yang aturan dan kebijakannya ditetapkan oleh Menteri Negara Lingkungan Hidup.UKL/UPL Rencana kegiatan yang sudah ditetapkan wajib menyusun AMDAL tidak lagi diwajibkan menyusun UKL-UPL (lihat penapisan KepMENLH No.3. untuk hal itu kegiatan tersebut dikenakan Audit Lingkungan Hidup Wajib sesuai Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 30 tahun 2001 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit Lingkungan yang Diwajibkan Audit Lingkungan Wajib merupakan dokumen lingkungan wajib yang sifatnya spesifik. KETERKAITAN AMDAL DENGAN DOKUMEN KAJIAN YANG LAIN 1. .

dokumen-dokumen yang dipromosikan penyusunannya oleh asosiasi-asosiasi industri/bisnis. SEMDAL. AMDAL. termasuk dalam melancarkan hubungan perdagangan dengan luar negeri. SEMDAL dan UKL-UPL? Jawab: Dokumen AMDAL. SEMDAL yaitu Studi Evaluasi Mengenai Dampak Lingkungan Hidup bertujuan untuk menentukan apakah suatu rencana usaha dan/atau . dan macammacam lainnya. Apakah perbedaan antara AMDAL. Penerapan perangkat pengelolaan lingkungan sukarela bagi kegiatankegiatan yang wajib AMDAL tidak secara otomatis membebaskan pemrakarsa dari kewajiban penyusunan dokumen AMDAL. Dokumen lingkungan yang bersifat sukarela ini sangat bermacam-macam dan sangat berguna bagi pemrakarsa. dokumen-dokumen yang diatur dalam ISO 14000. dan UKL UPL merupakan dokumen pengelolaan lingkungan hidup. Dokumen-dokumen tersebut antara lain adalah Audit Lingkungan Sukarela. 2. Pelaksanaan Audit Lingkungan tersebut dapat mengacu pada Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 42 tahun 1994 tentang Panduan umum Pelaksanaan Audit Lingkungan.Kegiatan yang sudah berjalan yang kemudian diwajibkan menyusun Audit Lingkungan tidak membutuhkan AMDAL baru.Audit Lingkungan Hidup Sukarela Kegiatan yang telah memiliki AMDAL dan dalam operasionalnya akan meningkatkan ketaatan dalam pengelolaan lingkungan hidup dapat melakukan audit lingkungan secara sukarela yang merupakan alat pengelolaan dan pemantauan yang bersifat internal. Walau demikian dokumen-dokumen sukarela ini sangat didorong untuk disusun oleh pemrakarsa karena sifatnya akan sangat membantu efektifitas pelaksanaan pengelolaan lingkungan sekaligus dapat “memperbaiki” ketidaksempurnaan yang ada dalam dokumen AMDAL.

AMDAL mulai dikenal secara formal sejak tahun 1986 dengan diberlakukannya PP 29/1986. UKL-UPL (Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup) merupakan dokumen pengelolaan ingkungan hidup bagi rencana usaha dan atau kegiatan yang tidak wajib AMDAL. namun dokumen SEMDAL masih dapat dipergunakan sebagai dokumen pengelolaan lingkungan hidup selama kegiatan tidak mengalami perubahan (lokasi. Berdasarkan Kep-MENLH No 86 Tahun 2002 tentang UKL-UPL. proses. desain. tetapi apabila ada perubahan kegiatan dari kegiatan yang telah melakukan SEMDAL. bahan baku. PENDEKATAN AMDAL 1. UKL-UPL tidak sama dengan AMDAL yang harus dilakukan melalui proses penilaian dan presentasi. Untuk setiap kegiatan yang telah ada dan dimulai sebelum berlakunya peraturan tersebut dan diperkirakan memiliki dampak penting. Apakah yang dimaksud dengan pengertian kawasan di dalam AMDAL Kawasan? Jawab : . wajib melakukan SEMDAL. kapasitas. UKL-UPL diatur sejak diberlakukannya PP 51/1993 tentang AMDAL. SEMDAL diberlakukan bagi kegiatan yang telah beroperasi sebelum diberlakukannya PP 29/1986 tentang AMDAL. bahan penolong. maka dikenakan kewajiban membuat AMDAL baru.kegiatan memiliki dampak penting sehingga harus menyusun dokumen SEL (Studi Evaluasi Lingkungan) atau tidak. tetapi lebih sebagai arahan teknis untuk memenuhi standar-standar pengelolaan ingkungan hidup. PP 29/1986 tidak hanya mengatur kegiatan yang direncanakan melalui AMDAL melainkan juga mengatur kegiatan-kegiatan yang sudah beroperasi melalui SEMDAL dengan diterbitkan PP 51/1993 yang kemudian digantikan oleh PP 27/1999 Peraturan Pemerintah tersebut hanya mengatur kegiatan yang direncanakan saja melalui pelaksanaan AMDAL. Kewajiban SEMDAL diberlakukan hingga tahun 1993 pada saat diberlakukannya PP 51/1993. pemrakarsa diwajibkan mengisi formulir isian dan diajukan kepada instansi yang bertanggung jawab di bidang pengeloaan lingkungan hidup Kabupaten/Kota atau di propinsi.

Setiap kegiatan yang akan dibangun di dalam kawasan yang sudah dibuat AMDAL tidak lagi diwajibkan membuat AMDAL baru. Pengertian kawasan harus dibatasi secara jelas di dalam AMDAL Kawasan.usaha atau kegiatan berada dalam satu ekosistem yang sama . maka proses penilaiannya dilakukan oleh Komisi Penilai AMDAL Propinsi. 2.berbagai usaha atau kegiatan yang memiliki dan/atau tidak memiliki keterkaitan satu sama lain dalam hal perencanaan. dimana yang dimaksud dengan kawasan adalah kawasan yang kegiatannya sudah direncanakan (kawasan usaha) sehingga kawasan konservasi dan sejenisnya tidak termasuk dalam pengertian ini. Kegiatan apa saja yang diperbolehkan berada dalam suatu kawasan dan bagaimana proses pentaatan lingkungan yang harus ditempuh oleh masing-masing pengelola kegiatan di dalam suatu kawasan? Jawab: Kegiatan-kegiatan yang dapat berada dalam satu kawasan wajib mengikuti ketentuan dan peruntukan kawasan tersebut. untuk itu apabila investor yang masuk di dalam kawasan tersebut diwajibkan melakukan pengendalian dampak lingkungan hidup dan perlindungan fungsi lingkungan hidup sesuai RKL-RPL kawasan dan peraturan kawasan (estate regulation).usaha atau kegiatan dapat menjadi kewenangan satu pengelola atau lebih. Kriteria usaha atau kegiatan AMDAL Kawasan meliputi: . pengelolaan dan proses produksinya .AMDAL Kawasan adalah hasil studi mengenai dampak penting usaha atau kegiatan yang direncanakan terhadap lingkungan hidup dalam satu kesatuan hamparan ekosistem zona pengembangan wilayah/kawasan sesuai dengan rencana tata ruang wilayah dan/atau rencana tata ruang kawasan. 3. Contoh: . Siapakah yang menyusun studi AMDAL untuk suatu kawasan yang berlokasi di lebih dari satu Kabupaten/Kota? Jawab: Penyusunan studi AMDAL untuk suatu kawasan dilakukan oleh pemrakarsa kegiatan (swasta atau pemerintah) dan bila lokasi berada lebih dari satu Kabupaten/Kota.

kegiatan industri kimia tidak dapat diijinkan beroperasi di dalam kawasan pariwisata. tetapi merupakan persyaratan yang harus dipenuhi untuk mendapatkan ijin dalam melakukan usaha atau kegiatan yang diterbitkan oleh pejabat yang berwenang. Apakah ijin lokasi menjadi persyaratan untuk proses penyusunan AMDAL? Jawab: Ijin lokasi bukan merupakan persyaratan untuk proses penyusunan AMDAL. dan kawasan tersebut telah memiliki AMDAL. 2. Keputusan kelayakan lingkungan hidup (AMDAL) wajib dilampirkan pada saat permohonan ijin melakukan usaha atau kegiatan. maka pemrakarsa/pemilik hotel wajib menyusun RKL-RPL rinci sesuai dengan RKL-RPL Kawasan dan merujuk kepada ketentuan atau standar-standar teknis yang dikeluarkan oleh instansi yang membina kegiatan tersebut. 3. maka untuk kegiatan baru cukup membuat RKL-RPL rinci sesuai dengan RKLRPL kawasan. Apakah AMDAL merupakan ijin? Jawab: AMDAL bukan merupakan ijin. AMDAL DAN PERIJINAN 1. Apakah AMDAL dapat menghilangkan HO? Jawab: AMDAL tidak dapat menghilangkan ijin HO. Contoh: Apabila akan dibangun sebuah hotel dalam suatu kawasan pariwisata. karena AMDAL merupakan bagian dari suatu perijinan. tetapi dalam mengeluarkan ijin lokasi. Bupati/Walikota harus menjadikan hasil studi AMDAL sebagai persyaratan dalam menerbitkan ijin lokasi. Kedudukan HO adalah didasarkan pada . Untuk kegiatan-kegiatan yang sesuai dengan peruntukan suatu kawasan. Hal ini penting untuk menghindari terjadinya pembenturan kepentingan antara keputusan Kelayakan Lingkungan dengan penerbitan ijin lokasi.

namun secara hukum hal ini tidak secara otomatis menghilangkan ijin HO. 5.undang-undang yang kedudukannya lebih tinggi dari PP 27/1999. 4. Bagaimana kedudukan Surat Pernyataan Pengelolaan Lingkungan (SPPL)? Jawab: SPPL yang dikembangkan oleh Departemen Perindustrian dan Perdagangan merupakan salahsatu penjabaran dari pelaksanaan UKLUPL. Artinya. bukan pada dokumen-dokumen yang harus disusun. Kepada siapa laporan RKL-RPL di daerah disampaikan? Jawab: RKL-RPL secara berkala disampaikan kepada instansi yang melakukan pemantauan lingkungan sesuai dengan tugas pokoknya dan instansi yang menangani lingkungan hidup di Propinsi dan . Hal yang terpenting dari pengelolaan lingkungan hidup adalah pelaksanaan dan pemenuhan standar-standar pengelolaan lingkungan hidup itu sendiri. Apakah kegiatan yang tidak wajib AMDAL cukup meminta ijin HO? Jawab: Ketentuan yang ada mewajibkan setiap rencana usaha dan/atau kegiatan yang tidak wajib AMDAL harus melakukan upaya pengelolaan lingkungan hidup dan upaya pemantauan lingkungan hidup (UKL-UPL). AMDAL seharusnya digunakan sebagai dasar untuk dikeluarkannya ijin HO. TINDAK LANJUT PASCA AMDAL 1. sehingga ijin HO saja tidak cukup. Secara ilmiah sebenarnya bahwa dalam AMDAL telah dikaji semua hal-hal yang berkaitan dengan dampak termasuk gangguan yang mungkin terjadi. SPPL dikenakan pada industri yang berdampak kecil dan tidak diwajibkan membuat UKL-UPL yang dilakukan oleh pengusaha golongan ekonomi lemah.

Kabupaten/Kota) melalui pengawasan atas hasil pelaksanaan RKL-RPL yang telah dilakukan oleh pemrakarsa kegiatan (laporan pelaksanaan RKL-RPL triwulan atau semesteran). Namun apabila perubahan rute tersebut menimbulkan dampak besar dan penting yang berbeda. KASUS AMDAL 1. Berdasarkan hasil kajian AMDAL. Bagaimana bentuk penanganan dan tindakan bagi perusahaan yang sudah berjalan tetapi tidak mempunyai AMDAL? Jawab: Penanganan untuk kegiatan yang sudah berjalan dan belum memiliki AMDAL. menimbang adanya pergeseran sebaran dampak? Jawab: Bila perubahan rute transportasi hanya sedikit yang berubah dan masih dalam lokasi penambangan maka pemrakarsa harus menginformasikan hal tersebut di dalam laporan pelaksanaan RKL dan RPL periodik (Semesteran atau Triwulan). Sejauh mana perubahan rute ini dapat dilakukan.Kabupaten/Kota. Untuk perubahan tersebut maka pemrakarsa harus menyusun AMDAL baru.UPL. telah ditetapkan lokasi setiap aktifitas penambangan namun setelah beberapa lama pemrakarsa merubah rute transportasi pada areal penambangan. 2. dikenakan mekanisme pelanggaran hukum dan tidak bisa diputihkan dengan membuat AMDAL dan UKL. maka sesuai dengan Pasal 26 PP 27 tentang AMDAL. Bagaimana pembinaan terhadap AMDAL yang sudah berjalan? Jawab: Pembinaan pelaksanaan AMDAL yang sudah berjalan dilakukan oleh instansi sektoral dan instansi pengendali dampak lingkungan di pusat dan daerah (Propinsi. . Sanksi yang diberikan untuk kegiatan yang belum memiliki AMDAL tetapi sudah berjalan adalah diantaranya Audit Lingkungan Hidup wajib. maka kegiatan tersebut menjadi batal. 2.

sesuai KEPMENLH Nomor 40/2000 maka penilaian untuk kegiatan di bidang perkebunan dilakukan oleh Komisi Penilaian AMDAL Propinsi. 4. maka kegiatan tersebut hanya diwajibkan menyusun 1 dokumen AMDAL (KAANDAL.3. AMDAL memperhatikan kesatuan ekosistem dari lokasi suatu rencana usaha dan/atau kegiatan. KURSUS AMDAL . maka harus disusun dokumen AMDAL yang terpisah. dan bagaimana dengan RKL-RPLnya ? Jawab: Secara prinsip. Apakah proyek-proyek pemerintah wajib dilengkapi dengan dokumen AMDAL? Jawab: Ketentuan peraturan di bidang AMDAL berlaku untuk semua pihak termasuk pemerintah. termasuk peradilan tata usaha negara terhadap pejabat yang melakukan pelanggaran tersebut. apakah diperlukan 1 dokumen AMDAL atau lebih. RKL. Bagi proyek yang tidak dilengkapi dengan dokumen AMDAL dapat dikenakan tindakan hukum sesuai peraturan yang berlaku. Apabila suatu rencana usaha dan/atau kegiatan tersebut dalam satu lokasi. bukan berdasarkan wilayah administratif. Apabila berada pada lokasi yang berbeda. Oleh sebab itu proyek-proyek pemerintah yang termasuk kegiatan wajib AMDAL harus dilengkapi dengan dokumen AMDAL. walaupun pemrakarsanya sama. bisa dalam beberapa wilayah administratif. RPL). Apabila ada kegiatan perkebunan lebih besar dari 400 ha dan berada di 2 atau lebih wilayah kabupaten/kota. ANDAL. Penilaian dokumen AMDAL yang berada lebih dari 2 kabupaten/kota dilakukan oleh Komisi Penilaian AMDAL Propinsi. Dalam perencanaan pembangunan setiap instansi pemerintah wajib mengalokasikan dana untuk menyusun dokumen AMDAL. Khusus kegiatan perkebunan.

karena pada dasarnya antara penyusun dan penilai harus memliki kesamaan pengetahuan tentang AMDAL. dan kursus Penilai AMDAL (Tipe C). Kursus Dasar-dasar AMDAL memberikan pengetahuan tentang prinsip-prinsip analisis dampak lingkungan. Apa yang dimaksud dengan “yang sederajat” pada persyaratan penyusun AMDAL (Keputusan Men LH No. di dalam maupun luar negeri di bidang lingkungan. 2. memiliki keahlian yang sesuai dengan isu pokok dan telah berpengalaman menyusun AMDAL sekurang-kurangnya 5 (lima) studi. kursus Penyusun AMDAL (Tipe B). setelah lulus dari kursus Dasar-dasar AMDAL (Tipe A)? Jawab: Penyusun AMDAL harus sudah memiliki sertifikat atau telah mengikuti kursus Penyusun AMDAL (Tipe B). Sedangkan „yang sederajat‟ dengan sertifikat kursus dasar-dasar AMDAL adalah sertifikat/ijazah pendidikan lingkungan (S2 lingkungan) dalam maupun luar negeri tanpa pengalaman dalam menyusun AMDAL. 02 Tahun 2000) ? Jawab : Yang dimaksud sederajat dengan kursus AMDAL Tipe B. seseorang bisa langsung mengikuti kursus penilai setelah mengikuti kursus dasar terutama untuk memenuhi tenaga penilai yang pada saat awal diberlakukan AMDAL masih sangat kurang. Siapakah yang diperbolehkan menyusun dokumen AMDAL? Apakah seseorang dapat langsung mengikuti kursus penilai AMDAL (Type C). sedangkan kursus Penilai AMDAL memberikan teknikteknik penilaian AMDAL. Pada masa lalu terdapat 3 jenis kursus AMDAL: kursus Dasar-Dasar AMDAL (Tipe A). Namun untuk mengantisipasi wewenang penilaian AMDAL di Kabupaten/Kota yang berjumlah sekitar 400 Kabupaten/Kota seluruh Indonesia. adalah seseorang yang mempunyai sertifikat/ijazah pendidikan pasca sarjana. kursus Penyusun AMDAL memberikan pengetahuan tentang teknik-teknik menyusun studi AMDAL. . Dengan demikian. saat ini diselenggarakan kursus penilai AMDAL yang waktunya lebih singkat dibanding kursus penyusun AMDAL. Di masa mendatang kursus AMDAL hanya akan diselenggarakan untuk satu jenis saja yaitu AMDAL Penyusun.1.

3. ƒ berpengalaman menyusun AMDAL sekurang-kurangnya 5 (lima) studi. maka diperlukan kebijakan Pemda untuk melihat apakah dampak keseluruhan dikelola dengan baik. bila tidak maka kebijakan Pemda untuk melakukan tindakan melalui pendekatan lain seperti misalnya Audit Lingkungan. persyaratan Ketua Tim Penyusun AMDAL adalah: ƒ harus memiliki sertifikat AMDAL B/sederajat. Apakah ketua tim penyusun AMDAL harus memiliki keahlian teknis perihal kegiatan yang dikaji ataukah cukup memiliki sertifikat AMDAL? Jawab : Berdasarkan Kep-MENLH Nomor 02 Tahun 2000. jika tidak sesuai kegiatan tersebut harus ditolak untuk proses AMDALnya. ƒ memiliki keahlian yang sesuai dengan isu pokok. Walaupun sudah sesuai dengan tata ruang. ƒ berpengalaman memimpin tim studi. suatu kegiatan atau usaha bisa bermasalah terhadap lingkungan jika tidak melakukan pengelolaan dan pemantauan lingkungan dengan baik. TATA RUANG & AMDAL Apa kaitan AMDAL dengan Tata Ruang? Beberapa kegiatan yang sudah sesuai dengan tata ruang tetapi masih bermasalah terhadap lingkungan hidup? Jawab: Bagi kegiatan yang diwajibkan membuat AMDAL harus melihat apakah kegiatan yang akan dilakukan sudah sesuai dengan tata ruang. Hasil AMDAL dapat menjadi bahan kajian dalam penyusunan tata ruang wilayah. Untuk anggota Tim Penyusun AMDAL persyaratannya adalah: ƒ sekurang-kurangnya satu anggota tim memiliki keahlian di bidang rencana kegiatan yang bersangkutan. Kesesuaian tata ruang hanyalah salah satu hal yang mempurmudah perencanaan dan penanganan lingkungan. ƒ memiliki keahlian yang sesuai dengan isu pokok. . memiliki UKL-UPL.

tapioka. PERAN MASYARAKAT 1. beberapa sumber informasi dapat diperoleh anggota Komisi AMDAL daerah dari berbagai sumber seperti: dari Unit Asdep urusan Kajian Dampak Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup yang mengeluarkan INFO AMDAL. Jawab : Banyak informasi yang tersedia berkaitan dengan lingkungan di internet. electroplating dan lain sebagainya. 2. Juga diinformasikan bahwa sebagian besar peraturan-peraturan tentang lingkungan telah dipublikasikan dalam website KLH. Apa yang dimaksud peran masyarakat dalam AMDAL? Jawab: Dalam PP 27/1999 peran masyarakat sangat besar sekali. Namun disadari bahwa sarana internet di daerah masih sangat terbatas. Pemrakarsa/Konsultan melakukan interview/konsultasi pada mayarakat dan segala aspirasi masyarakat ditampung dalam AMDAL untuk dijadikan pertimbangan dalam pengambilan keputusan.INFORMASI AMDAL Bagaimana cara mendapatkan informasi-informasi yang dapat mendukung kinerja Komisi Penilai AMDAL di daerah sementara di daerah belum tersedia fasilitas internet yang memadai. untuk itu perlu panduan agar tidak dijadikan alat untuk kepentingan pribadi oleh karena itu maka diperlukan adanya transparansi berdasarkan hubungan timbal balik antara pemrakarsa dan masyarakat. Siapakah yang berhak mewakili masyarakat dalam keikutsertaan masyarakat dalam komisi penilai AMDAL? Jawab: . Pusat PPPL yang telah menerbitkan panduan seperti: Teknologi Pengelolaan Lingkungan untuk industri tekstil. dan beberapa panduan teknis seperti Panduan Penilaian AMDAL di kawasan pesisir.

Siapakah yang dimaksud dengan wakil masyarakat? Jawab : Yang dimaksud wakil masyarakat dalam Kep-08 Tahun 2000 adalah seseorang yang diakui sebagai juru bicara dan/atau mendapat mandat dari kelompok masyarakat yang terkena dampak. 4. melakukan komunikasi dan konsultasi rutin dengan masyarakat yang diwakilinya. LSM cenderung menyuarakan apa yang dianggap penting menurut organisasinya. LSM Lingkungan atau Organisasi Lingkungan bukan wakil langsung dari masyarakat. Sejauhmana masyarakat dapat melihat dokumen pengelolaan lingkungan perusahaan dan mengadakan cross chek antara dokumen dengan pelaksanaan Jawab : Dokumen AMDAL yang merupakan dokumen pengelolaan lingkungan hidup harus dapat diakses oleh masyarakat luas. Hal yang paling penting diperhatikan adalah wakil tersebut betul-betul mewakili masyarakat yang terkena dampak dan masukan mereka perlu diperhatikan dan diakomodasikan oleh pemrakarsa maupun pemerintah.Kriteria wakil masyarakat mekanisme pengaturannya diserahkan kepada daerah sebagaimana diktum kedua dalam Kep-MENLH 8/2000. penyuluhan. 5. 3.. menyuarakan semua bentuk aspirasi dan pendapat masyarakat yang diwakilinya secara apa adanya. Apa saja bentuk-bentuk partisipasi masyarakat dalam AMDAL? Jawab : Bentuk-bentuk partisipasi masyarakat adalah konsultasi masyarakat (public consultation). termasuk juga pendapat-pendapat yang saling bertentangan. pengumuman. . LSM Lingkungan atau Organisasi Lingkungan umumnya memiliki perhatian tersendiri terhadap isu-isu lingkungan dan memiliki kapasitas untuk mengungkapkannya di forum AMDAL.Tujuan dari keterlibatan masyarakat salahsatunya adalah untuk mendapatkan informasi langsung dari masyarakat sebagai salah satu stakeholder dalam hal pendapatnya mengenai rencana kegiatan yang diajukan. dan lain-lain. .

6. jenis dan volume limbah yang dihasilkan serta penangananannya dan kemungkinan dampak lingkungan hidup yang ditimbulkan.sedangkan cross check antara dokumen AMDAL dengan pelaksanaannya dapat dilakukan oleh masyarakat dengan melihat RKL-RPL yang merupakan komitmen dari pemrakarsa kegiatan dalam pengelolaan dan pemantauan lingkungan. . Bagaimana penyampaian saran/masukan masyarakat diajukan? Jawab: Saran/masukan masyarakat ditujukan kepada instansi yang bertanggung jawab di bidang lingkungan baik pusat maupun daerah dan kepada pemrakarsa. Bila masyarakat memberi masukan tidak secara tertulis maka akan dibuat berita acara sehingga masukan tersebut dapat dijadikan bukti dalam penyusunan AMDAL. Siapakah yang bertanggung jawab terhadap pemasangan pengumuman rencana kegiatan wajib AMDAL kepada masyarakat dan apakah isi dari pengumuman tersebut? Jawab: Yang bertanggungjawab terhadap pemasangan pengumuman di media cetak adalah instansi yang bertanggung jawab/pemerintah daerah setempat bersama pemrakarsa. Sedangkan isi dari pengumuman tersebut adalah rencana kegiatan yang akan dilakukan. Saran/masukan tersebut diberikan secara tertulis. sedangkan pemasangan papan pengumuman di lokasi rencana kegiatan dilakukan oleh pemrakarsa. 7.

dan cagar biosfer. juga mencarikan jalan keluar untuk mengatasi dampak tersebut. Berkurang jumlahnya. Berubah rasa sehingga berbahaya untuk diminum karena mungkin mengandung zat-zat yang . Menjadi tidak subur atau tandus. Kemudian.ANALISIS DAMPAK LINGKUNGAN HIDUP (AMDAL) A. hutan konservasi. 5. Kesehatan masyarakat Berikut ini dampak negatif yang mungkin akan timbul. Oleh karena itu. sebaiknya dilakukan terlebih dahulu studi tentang dampak lingkungan yang bakal timbul. maka diberikan jalan alternatif pencegahannya. Pembabatan hutan yang tidak terencana akan merusak hutan sebagai sumber resapan air. 7. Studi ini disamping untuk mengetahui dampak yang akan timbul. Hutan lindung. seperti antara lain: 1. Pengertian Analisis Dampak Lingkungan Hidup (AMDAL) menurut PP No. Adapun komponen lingkungan hidup yang harus dipertahankan dan dijaga serta dilestarikan fungsinya. menjadi penting untuk memerhatikan komponen-komponen lingkungan hidup sebelum investasi dilakukan. 2. 27 Tahun 1999 Pasal 1 adalah telaahan secara cermat dan mendalam tentang dampak besar dan penting suatu rencana usaha dan kegiatan. Sumber daya manusia. 3. Taraf hidup masyarakat 4. Tailing bekas pembuangan hasil pertambangan akan merusak aliran sungai berikut hewan dan tumbuhan yang ada disekitarnya. Terhadap tanah dan kehutanan a. Keanekaragaman hayati. Kesempatan kerja dan usaha 3. Punahnya keanekaragaman hayati. antara lain: 1. PENGERTIAN AMDAL Sebelum suatu usaha atau proyek dijalankan. f. Nilai-nilai budaya yang berorientasi selaras dengan lingkungan hidup. jika tidak dilakukan AMDAL secara baik dan benar adalah sebagai berikut: 1. Kepemilikan dan penguasaan lahan 2. DAMPAK YANG DITIMBULKAN Perlunya dilakukan studi AMDAL sebelum usaha dilakukan mengingat kegiatan-kegiatan investasi pada umumnya akan mengubah lingkungan hidup. Kenyamanan lingkungan hidup. b. akibat rusaknya hutan alam yang terkena dampak dengan adanya proyek/usaha. Arti lain analisis dampak lingkungan hidup adalah teknik untuk menganalisis apakah proyek yang akan dijalankan akan mencemarkan lingkungan atau tidak dan jika ya. komponen lingkungan hidup yang akan berubah secara mendasar dan penting bagi masyarakat disekitar suatu rencana usaha dan/atau kegiatan. 4. Kualitas udara. baik dampak sekarang maupun dimasa yang akan datang. Studi inilah yang kita kenal dengan nama Analisis Dampak Lingkungan Hidup (AMDAL). Warisan alam dan warisan udara. Mengubah warna sehingga tidak dapat digunakan lagi untuk keperluan sehari-hari. c. b. Terhadap air a. Terjadi erosi atau bahkan banjir. e. 2. baik flora maupun fauna. 6. B. d.

Berikut adalah hal-hal yang harus dilakukan dalam rangka mencapai tujuan studi AMDAL: 1. Terhadap tanah a. Alternatif penyelesaian yang dapat dilakukan untuk mengatasi dampak diatas adalah sebagai berikut: 1. 5. Akan menimbulkan berbagai penyakit terhadap karyawan dan masyarakat sekitar. b. Terhadap udara a. Terhadap air a. Memasang alat kedap suara untuk mencegah suara bising. Dapat menimbulkan radiasi-radiasi yang tidak dapat dilihat oleh mata seperti proyek bahan kimia. e. Memindahkan masyarakat ke lokasi yang lebih aman. Melakukan rehabilitasi. Menyediakan tempat kesehatan secara gratis kepada masyarakat. Mengidentifikasi semua rencana usaha yang akan dilaksanakan 2. a. Menggunakan peralatan pengaman. Memasang saringan udara untuk menghindari asap dan debu. 2. Berubahnya budaya dan perilaku masyarakat sekitar lokasi akibat berubahnya struktur penduduk. c. b. 4.berbahaya. 3. Matinya binatang air dan tanaman disekitar lokasi akibat dari air yang berubah warna dan rasa. d. Terhadap masyarakat sekitar a. b. Rusaknya adat istiadat masyarakat setempat. Mengidentifikasi komponen-komponen lingkungan hidup yang akan terkena dampak besar . Menimbulkan aroma tidak sedap apabila ada usaha peternakan atau industri makanan. b. C. Udara disekitar lokasi menjadi berdebu b. Menyediakan tempat kesehatan untuk pegawai perusahaan yang terlibat. b. Dapat menimbulkan suara bising apabila ada proyek perbengkelan. Memberikan semacam obat untuk menetralisir air yang tercemar. Melakukan pengurukan atau penimbunan terhadap berbagai penggalian yang menyebabkan tanah menjadi berlubang. seiring dengan perubahan perkembangan didaerah tersebut. Dapat menimbulkan suhu udara menjadi panas. c. c. d. f. Terhadap karyawan a. c. TUJUAN DAN KEGUNAAN STUDI AMDAL Tujuan AMDAL adalah menduga kemungkinan terjadinya dampak dari suatu rencana usaha dan/atau kegiatan. Mengering sehingga air disekitar lokasi menjadi berkurang. 3. Menimbulkan berbagai penyakit akibat pencemaran terhadap air bila dikonsumsi untuk keperluan sehari-hari. Diberikan asuransi jiwa dan kesehatan kepada setiap pekerja c. akibat daripada keluaran industri tertentu. Memasang filter/saringan air. e. 4. Terhadap udara a. Berbau busuk atau menyengat. b. Membuat saluran pembuangan yang teratur ke daerah tertentu.

Karena itu kemungkinan timbulnya dampak lingkungan hidup pun berbeda-beda sesuai dengan rona lingkungan yang ada. Wilayah studi rencana usaha. Indikator lingkungan hidup yang berhubungan dengan stabilitas tanah. danau. Pola iklim mikro pola penyebaran bahan pencemar udara secara umum maupun pada kondisi cuaca buruk. tahunan. Iklim. Kondisi fisik daerah resapan air. Memberi masukan untuk penyusunan rencana pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup dari rencana usaha. Memperkirakan dan mengevaluasi rencana usaha yang menimbulkan dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup. Data periodik bencana. e. dan kebisingan a. serta intensitas radiasi matahari. banjir bandang diwilayah studi rencana usaha. Hidrologi a. tingkat kebisingan serta periode kejadiannya. dan rawa. bulan. Komponen iklim meliputi tipe iklim. keadaan angin. tujuan. 3. RONA LINGKUNGAN HIDUP Rona lingkungan hidup pada umumnya sangat beranekaragam dalam bentuk. Sumber kebisingan dan getaran. Berikut ini beberapa contoh komponen lingkungan hidup yang bisa dipilih untuk ditelaah sesuai hasil pelingkupan dalam KA-AMDAL: Fisik Kimia Komponen fisik kimia yang penting untuk ditelaah diantaranya: 1. Keunikan. permukaan dan air tanah. Kadar sedimentasi (lumpur) tingkat erosi. kualitas udara. D. atau lainnya. Fisiografis a.dan penting. Topografi bentuk lahan (morfologi) struktur geologi dan jenis tanah. Rata-rata debit dekade. 4. dan kerawanan bentuk-bentuk lahan dan bantuan secara geologis. 5. Rona lingkungan hidup juga berbeda menurut letak geografi. 3. d. suhu. Kegunaan dilaksanakannya studi AMDAL: 1. dan pengaruh manusia. Membantu proses pengambilan. keanekaragaman faktor lingkungan hidup. Memberi informasi kepada masyarakat atas dampak yang ditimbulkan dari suatu rencana usaha. Memberi masukan untuk penyusunan desain rinci teknis dari rencana usaha. 2. keistimewaan. ukuran. b. d. 2. f. Data yang tersedia dari stasiun meteorologi dan geofisika yang mewakili wilayah studi tersebut. 4. b. dan sasaran. c. . Karakteristik fisik sungai. seperti sering terjadi angin ribut. Kualitas udara baik pada sumber maupun daerah sekitar wilayah studi rencana usaha. 2. c. Hal-hal yang perlu dicermati dalam rona lingkungan hidup adalah: 1. c. Merumuskan RKL dan RPL. Kondisi kualitatif dan kuantitatif dari berbagai SDA yang ada di wilayah studi rencana usaha. 3. kelembaban curah hujan dan jumlah air hujan. b. Sebagai bahan bagi perencana dan pengelola usaha dan pembangunan wilayah.

Pasang surut b. d. 4. Budaya . potensi. Kemungkinan adanya konflik yang timbul antara rencana tata guna tanah dan SDA lainnya yang sekarang berlaku dengan adanya pemilikan atau penentuan lokasi bagi rencana usaha. d. dan kualitas air tanah. 2. Kualitas fisik kimia dam mikrobiologi air mengacu pada mutu dan parameter kualitas air yang terkait dengan limbah yang akan keluar. Morfologi pantai d. Ekonomi a. Ekonomi rumah tangga. Tingkat kepadatan penduduk. b. b. Ruang. Struktur penduduk menurut kelompok umur. Bilologi Komponen biologi yang penting untuk ditelaah diantaranya: 1. Sosial Komponen sosial yang penting untuk ditelaah diantaranya: 1. g. mata pencaharian. b. c. 2. Inventarisasi tata guna lahan dan sumber daya lainnya pada saat rencana usaha yang diajukan dan kemungkinan potensi pengembangan dimasa datang. Taksiran penyebaran dan kepadatan populasi hewan invertebrata yang dianggap penting karena memiliki peranan dan potensi sebagai bahan makanan atau sumber hama dan penyakit. Arus dan gelombang c. 3. lahan.e. Fauna a. c. b. Abrasi dan akresi serta pola sedimentasi yang terjadi secara alami di daerah penelitian. Pertumbuhan (tingkat kelahiran dan kematian bayi). c. f. Jenis-jenis dan keunikan vegetasi dan ekosistem yang dilindungi undang-undang yang berada dalam wilayah studi rencana usaha. Hidrooseanografi Pola hidrodinamika kelautan seperti: a. b. dan agama. c. Flora a. Taksiran kelimpahan fauna dan habitatnya yang dilindungi undang-undang dalam wilayah studi rencana usaha. dan tanah a. Rencana tata guna tanah dan SDA lainnya yang secara resmi atau belum resmi disusun oleh pemerintah setempat. Perekonomian lokal dan regional. Tingkat penyediaan dan kebutuhan pemanfaatan air untuk keperluan sehari-hari dan industri. 5. Demografi a. Inventarisasi estetika dan keindahan bentang alam serta daerah rekreasi yang ada diwilayah studi rencana usaha. Tenaga kerja. Peta zona biogeoklimati dari vegetasi yang berada diwilayah studi rencana usaha. pendidikan. Perikehidupan hewan penting diatas termasuk cara perkembangbiakan dan cara memelihara anaknya perilaku dalam daerah teritorinya. Ekonomi sumber daya alam. Fluktuasi. jenis kelamin.

1. e. Kekuasaan dan kewenangan. h. Mengingat usaha atau kegiatan masih berada pada tahap pemilihan alternatif usaha maka telaahan dilakukan untuk masing-masing alternatif. h. Proses dan potensi terjadinya pemajanan. Kondisi lingkungan yang dapat memperburuk proses penyebaran penyakit. Dalam melakukan analisis prakiraan dampak penting agar digunakan metode-metode formal secara sistematis. Hubungan sebab akibat (kausatif) antara rencana usaha kegiatan dan rona lingkungan hidup dengan dampak positif dan negatif yang mungkin timbul. Sumber daya kesehatan. c. Pelapisan soasial berdasarkan pendidikan. Kesehatan masyarakat a. g. Yang dimaksud dengan evaluasi dampak yang bersifat holistis adalah telaah secara totalitas terhadap beragam dampak besar dan penting lingkungan hidup. f. F. e. dan pascaoperasi terhadap lingkungan hidup. 4. b. 5. E. g. 2. dan kekuasaan. Pranata sosial/kelembagaan masyarakat dibidang ekonomi. PRAKIRAAN DAMPAK BESAR DAN PENTING Dampak besar dan terpenting dalam studi AMDAL menurut pedoman penyusunan AMDAL hendaknya dimuat hal-hal sebagai berikut: 1. c. b. Adaptasi ekologis. 27 Tahun 1999. Dampak-dampak besar dan penting yang dihasilkan dari evaluasi disajikan sebagai dampakdampak besar dan penting yang harus dikelola. Warisan budaya. b. Telaahan sebagai dasar pengelolaan a. Telaahan secara holistis dengan menggunakan metode-metode evaluasi yang lazim dan sesuai dengan kaidah metode evaluasi dampak penting dalam AMDAL sesuai keperluannya. Kondisi sanitasi lingkungan. 3. Potensi besarnya dampak timbulnya penyakit. Proses sosial. Status gizi masyarakat. Karakteristik spesifik penduduk yang beresiko. d.a. Parameter lingkungan yang diperkirakan terkena dampak rencana pembangunan dan berpengaruh terhadap kesehatan. pekerjaan. Prakiraan secara dampak usaha pada saat prakonstruksi. d. . Telaahan terhadap dampak besar dan penting a. Penentuan arti penting perubahan lingkungan hidup bagi masyarakat diwilayah studi rencana usaha dan pemerintahan dengan mengacu pada pedoman penentuan dampak. Dalam melakukan telaah butir 1 & 2 tersebut diperhatikan dampak yang bersifat langsung dan tidak langsung. Sikap dan persepsi masyarakat terhadap rencana usaha. EVALUASI DAMPAK BESAR DAN PENTING Hasil evaluasi mengenai hasil telaahan dampak dari rencana usaha selanjutnya menjadi masukan bagi instansi yang bertanggungjawab untuk memutuskan kelayakan lingkungan hidup dari rencana usaha sebagaimana dimaksud dalam PP No. c. 4. Kebudayaan. ekonomi. f. konstruksi operasi. 2.

Batas wilayah studi AMDAL digambar pada peta dengan skala yang memadai. 3. d. Batas Sosial Yakni ruang disekitar rencana usaha yang merupakan tempat berlangsungnya berbagai interaksi sosial yang diperkirakan akan mengalami perubahan mendasar akibat suatu rencana usaha. Penyusun AMDAL: a.3. yakni: 1. termasuk ruang disekitar rencana usaha yang secara ekologis memberi dampak terhadap aktivitas usaha. Nama dan alamat lengkap instansi/perusahaan sebagai pemrakarsa rencana usaha dan penanggungjawab pelaksanaan rencana usaha. 2. e. 2. Lingkup wilayah studi AMDAL ditetapkan berdasarkan pertimbangan batas-batas ruang. Analisis bencana alam dan analisis resiko bila rencana usaha berasa dalam daerah bencana alam atau dekat sumber bencana alam. Batas Administratif .2. Kondisi rona lingkungan hidup yang terkena dampak lingkungan. Batas Proyek Yakni ruang dimana suatu rencana usaha melakukan kegiatan prakonstruksi. Ciri dampak penting juga perlu dikemukakan dengan jelas. RUANG LINGKUP STUDI DAN METODE ANALISIS DATA Ruang lingkup studi meliputi dampak besar dan penting yang ditelaah. Jenis-jenis kegiatan yang ada disekitar rencana lokasi beserta dampak yang ditimbulkannya. 4. G. Aspek pada butir 1. Penjelasan ini agar dilengkapi dengan peta yang menggambarkan lokasi rencana usaha beserta kegiatan-kegiatan yang berada disekitarnya.4 mengacu pada hasil pelingkupan yang tertuang dalam dokumen kerangka acuan untuk AMDAL. Pelingkupan Wilayah Studi Penetapan lingkup wilayah studi dimaksudkan untuk membatasi wilayah studi AMDAL sesuai hasil pelingkupan dampak besar dan penting. Pemrakarsa: a. 3. 2. 4. c. Wilayah Studi Lingkup wilayah studi mencakup pada penetapan wilayah studi yang digariskan dalam kerangka acuan untuk AMDAL dan hasil pengamatan dilapangan. sebagai berikut: 1.b. Kemungkinan seberapa luas daerah yang akan terkena dampak penting pembangunan. Nama dan alamat lengkap lembaga/perusahaan disertai dengan kualifikasi dan rujukannya dan penanggungjawab penyusun AMDAL. dan operasi. Batas Ekologis Yakni ruang persebaran dampak dari suatu rencana usaha menurut media transportasi limbah. Rencana usaha penyebab dampak terutama komponen langsung yang berkaitan dengan dampak yang ditimbulkannya. Identifikasi kesenjangan antara perubahan yang diinginkan dan perubahan yang mungkin terjadi akibat kegiatan pembangunan. konstruksi. Identitas Pemrakarsa dan Penyusun AMDAL 1.

Tahap konstruksi c. metode analisis atau alat yang digunakan. 2. Mudah dipahami isinya oleh semua pihak termasuk masyarakat. Tata letak usaha dilengkapi dengan peta berskala memadai yang memuat informasi tentang letak bangunan dan struktur lainnya yang akan dibangun. 1. Metode Pengumpulan dan Analisis Data Perlunya dilakukan metode pengumpulan dan analisis data yang ilmiah dengan pertimbangan mengingat studi AMDAL merupakan telaahan mendalam atas dampak besar dan penting usaha dan/atau kegiatan terhadap lingkungan hidup. I. sosial budaya. 2. Metode pengumpulan data. 4. Pengumpulan data dan informasi untuk demografi sosial ekonomi. KEGUNAAN DAN KEPERLUAN RENCANA USAHA DAN/ATAU KEGIATAN Kegunaan dan keperluan mengapa rencana usaha harus dilakukan ditinjau dari segi kepentingan pemrakarsa maupun segi menunjang program pembangunan. H. Hubungan antara lokasi rencana usaha dengan jarak dan tersedianya SDA hayati dan non hayati. 5.Yakni ruang dimana masyarakat secara leluasa melakukan kegiatan sosial ekonomi dan sosial budaya sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. namun penentuannya disesuaikan dengan kemampuan pelaksana yang biasanya memiliki keterbatasan sumber data. Penentuan batas lahan yang langsung akan digunakan oleh rencana usaha harus dinyatakan dengan peta berskala memadai. pertahanan dan keamanan dan kesehatan masyarakat menggunakan kombinasi dari tiga atau lebih metode agar diperoleh data yang realibitasnya tinggi. a. Tahap prakonstruksi/persiapan b. 1. 3. 3. SISTEMATIKA PENYUSUNAN DOKUMEN AMDAL AMDAL perlu disusun secara sistematis. Langsung mengemukakan masukan penting yang bermanfaat bagi pengambilan keputusan rencana usaha. Memuat uraian singkat tentang rencana usaha dan dampaknya serta kesenjangan data informasi yang dihadapi selama menyusun AMDAL. Batas Ruang Lingkup Studi AMDAL Yakni ruang yang merupakan kesatuan dari keempat wilayah diatas. 3. Tahap operasi d. serta lokasi pengumpulan data berbagai komponen lingkungan hidup yang diteliti. sehingga dapat: 1. Tahap pelaksanaan. 2. Tahap pasca operasi . Alternatif usaha berdasarkan hasil studi kelayakan. Jenis data yang dikumpulkan adalah data primer maupun sekunder yang dapat dipercaya yang diperoleh melalui metode atau alat yang bersifat sahih.

komponen lingkungan hidup yang akan berubah secara mendasar dan penting bagi masyarakat disekitar suatu rencana usaha dan/atau kegiatan. 6. DAMPAK YANG DITIMBULKAN Perlunya dilakukan studi AMDAL sebelum usaha dilakukan mengingat kegiatan-kegiatan investasi pada umumnya akan mengubah lingkungan hidup. Kesehatan masyarakat Berikut ini dampak negatif yang mungkin akan timbul. 5. Punahnya keanekaragaman hayati. Pengertian Analisis Dampak Lingkungan Hidup (AMDAL) menurut PP No. Terjadi erosi atau bahkan banjir. dan cagar biosfer. Pembabatan hutan yang tidak terencana akan merusak hutan sebagai sumber resapan air. Menjadi tidak subur atau tandus. Kesempatan kerja dan usaha 3. c. Sumber daya manusia. Berkurang jumlahnya. Kepemilikan dan penguasaan lahan 2. Terhadap air a. Warisan alam dan warisan udara. Berbau busuk atau menyengat. menjadi penting untuk memerhatikan komponen-komponen lingkungan hidup sebelum investasi dilakukan. Kemudian. Berubah rasa sehingga berbahaya untuk diminum karena mungkin mengandung zat-zat yang berbahaya. 7. Taraf hidup masyarakat 4. juga mencarikan jalan keluar untuk mengatasi dampak tersebut. Kenyamanan lingkungan hidup. Mengubah warna sehingga tidak dapat digunakan lagi untuk keperluan sehari-hari. e. b. Tailing bekas pembuangan hasil pertambangan akan merusak aliran sungai berikut hewan dan tumbuhan yang ada disekitarnya. Arti lain analisis dampak lingkungan hidup adalah teknik untuk menganalisis apakah proyek yang akan dijalankan akan mencemarkan lingkungan atau tidak dan jika ya. antara lain: 1. . Terhadap tanah dan kehutanan a. B. seperti antara lain: 1. maka diberikan jalan alternatif pencegahannya. baik dampak sekarang maupun dimasa yang akan datang. akibat rusaknya hutan alam yang terkena dampak dengan adanya proyek/usaha. c. jika tidak dilakukan AMDAL secara baik dan benar adalah sebagai berikut: 1. sebaiknya dilakukan terlebih dahulu studi tentang dampak lingkungan yang bakal timbul. hutan konservasi. Nilai-nilai budaya yang berorientasi selaras dengan lingkungan hidup. 2. Oleh karena itu. Kualitas udara. d.ENGERTIAN AMDAL Sebelum suatu usaha atau proyek dijalankan. f. Adapun komponen lingkungan hidup yang harus dipertahankan dan dijaga serta dilestarikan fungsinya. 4. b. 27 Tahun 1999 Pasal 1 adalah telaahan secara cermat dan mendalam tentang dampak besar dan penting suatu rencana usaha dan kegiatan. baik flora maupun fauna. 2. Keanekaragaman hayati. Studi ini disamping untuk mengetahui dampak yang akan timbul. Hutan lindung. Studi inilah yang kita kenal dengan nama Analisis Dampak Lingkungan Hidup (AMDAL). 3.

Dapat menimbulkan suhu udara menjadi panas. akibat daripada keluaran industri tertentu. 3. Memberikan semacam obat untuk menetralisir air yang tercemar. 2. c. Memasang filter/saringan air. Melakukan rehabilitasi. Terhadap air a. Mengering sehingga air disekitar lokasi menjadi berkurang. e. Menyediakan tempat kesehatan untuk pegawai perusahaan yang terlibat. b. Dapat menimbulkan suara bising apabila ada proyek perbengkelan. Menimbulkan berbagai penyakit akibat pencemaran terhadap air bila dikonsumsi untuk keperluan sehari-hari. Memperkirakan dan mengevaluasi rencana usaha yang menimbulkan dampak besar dan . 4. 5. b. TUJUAN DAN KEGUNAAN STUDI AMDAL Tujuan AMDAL adalah menduga kemungkinan terjadinya dampak dari suatu rencana usaha dan/atau kegiatan. 3. Terhadap udara a. a. d. seiring dengan perubahan perkembangan didaerah tersebut. Rusaknya adat istiadat masyarakat setempat. Diberikan asuransi jiwa dan kesehatan kepada setiap pekerja c. Menyediakan tempat kesehatan secara gratis kepada masyarakat. Membuat saluran pembuangan yang teratur ke daerah tertentu. Memindahkan masyarakat ke lokasi yang lebih aman. Melakukan pengurukan atau penimbunan terhadap berbagai penggalian yang menyebabkan tanah menjadi berlubang. Menggunakan peralatan pengaman. C. Terhadap tanah a. Memasang saringan udara untuk menghindari asap dan debu. Berikut adalah hal-hal yang harus dilakukan dalam rangka mencapai tujuan studi AMDAL: 1. Terhadap masyarakat sekitar a. 3. 4. Terhadap udara a. c. b. Mengidentifikasi semua rencana usaha yang akan dilaksanakan 2. Menimbulkan aroma tidak sedap apabila ada usaha peternakan atau industri makanan. e. f. Akan menimbulkan berbagai penyakit terhadap karyawan dan masyarakat sekitar. Berubahnya budaya dan perilaku masyarakat sekitar lokasi akibat berubahnya struktur penduduk. Mengidentifikasi komponen-komponen lingkungan hidup yang akan terkena dampak besar dan penting. Alternatif penyelesaian yang dapat dilakukan untuk mengatasi dampak diatas adalah sebagai berikut: 1. b. c. b. b. Dapat menimbulkan radiasi-radiasi yang tidak dapat dilihat oleh mata seperti proyek bahan kimia. Terhadap karyawan a. Udara disekitar lokasi menjadi berdebu b. Matinya binatang air dan tanaman disekitar lokasi akibat dari air yang berubah warna dan rasa.d. Memasang alat kedap suara untuk mencegah suara bising.

tahunan. Memberi informasi kepada masyarakat atas dampak yang ditimbulkan dari suatu rencana usaha. potensi. Data periodik bencana. 3. 4. e. tujuan. b. atau lainnya. b. dan kualitas air tanah. Merumuskan RKL dan RPL. d. kualitas udara. c. Wilayah studi rencana usaha. 2. Kadar sedimentasi (lumpur) tingkat erosi. dan kebisingan a. suhu. Topografi bentuk lahan (morfologi) struktur geologi dan jenis tanah. D. RONA LINGKUNGAN HIDUP Rona lingkungan hidup pada umumnya sangat beranekaragam dalam bentuk. Kondisi kualitatif dan kuantitatif dari berbagai SDA yang ada di wilayah studi rencana usaha. seperti sering terjadi angin ribut. Fluktuasi. dan pengaruh manusia. f. c. permukaan dan air tanah. 3. keadaan angin. Karena itu kemungkinan timbulnya dampak lingkungan hidup pun berbeda-beda sesuai dengan rona lingkungan yang ada. Pola iklim mikro pola penyebaran bahan pencemar udara secara umum maupun pada kondisi cuaca buruk. Komponen iklim meliputi tipe iklim. banjir bandang diwilayah studi rencana usaha. Memberi masukan untuk penyusunan rencana pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup dari rencana usaha. Membantu proses pengambilan. 4. b. serta intensitas radiasi matahari. Indikator lingkungan hidup yang berhubungan dengan stabilitas tanah. Fisiografis a.penting terhadap lingkungan hidup. keanekaragaman faktor lingkungan hidup. Rata-rata debit dekade. Kegunaan dilaksanakannya studi AMDAL: 1. Memberi masukan untuk penyusunan desain rinci teknis dari rencana usaha. e. danau. keistimewaan. 5. dan rawa. Karakteristik fisik sungai. kelembaban curah hujan dan jumlah air hujan. Kondisi fisik daerah resapan air. dan kerawanan bentuk-bentuk lahan dan bantuan secara geologis. Data yang tersedia dari stasiun meteorologi dan geofisika yang mewakili wilayah studi tersebut. Kualitas udara baik pada sumber maupun daerah sekitar wilayah studi rencana usaha. Keunikan. f. Hal-hal yang perlu dicermati dalam rona lingkungan hidup adalah: 1. Sumber kebisingan dan getaran. Sebagai bahan bagi perencana dan pengelola usaha dan pembangunan wilayah. bulan. Iklim. 2. c. Tingkat penyediaan dan kebutuhan pemanfaatan air untuk keperluan sehari-hari dan industri. tingkat kebisingan serta periode kejadiannya. ukuran. d. . Berikut ini beberapa contoh komponen lingkungan hidup yang bisa dipilih untuk ditelaah sesuai hasil pelingkupan dalam KA-AMDAL: Fisik Kimia Komponen fisik kimia yang penting untuk ditelaah diantaranya: 1. Hidrologi a. Rona lingkungan hidup juga berbeda menurut letak geografi. dan sasaran. 2.

b. Proses sosial. 5. Demografi a. Abrasi dan akresi serta pola sedimentasi yang terjadi secara alami di daerah penelitian. Perikehidupan hewan penting diatas termasuk cara perkembangbiakan dan cara memelihara anaknya perilaku dalam daerah teritorinya. c. 2. Tingkat kepadatan penduduk. mata pencaharian. Pasang surut b. b. Inventarisasi tata guna lahan dan sumber daya lainnya pada saat rencana usaha yang diajukan dan kemungkinan potensi pengembangan dimasa datang. Flora a. b. Ekonomi a. Morfologi pantai d. Rencana tata guna tanah dan SDA lainnya yang secara resmi atau belum resmi disusun oleh pemerintah setempat. Tenaga kerja. Jenis-jenis dan keunikan vegetasi dan ekosistem yang dilindungi undang-undang yang berada dalam wilayah studi rencana usaha. c. Sosial Komponen sosial yang penting untuk ditelaah diantaranya: 1. Ekonomi sumber daya alam. pendidikan. b. dan agama. Arus dan gelombang c. Struktur penduduk menurut kelompok umur. Taksiran penyebaran dan kepadatan populasi hewan invertebrata yang dianggap penting karena memiliki peranan dan potensi sebagai bahan makanan atau sumber hama dan penyakit. Kemungkinan adanya konflik yang timbul antara rencana tata guna tanah dan SDA lainnya yang sekarang berlaku dengan adanya pemilikan atau penentuan lokasi bagi rencana usaha. b. c. Ruang. Kebudayaan. Ekonomi rumah tangga. . jenis kelamin. Inventarisasi estetika dan keindahan bentang alam serta daerah rekreasi yang ada diwilayah studi rencana usaha. Pertumbuhan (tingkat kelahiran dan kematian bayi). d. dan tanah a. Bilologi Komponen biologi yang penting untuk ditelaah diantaranya: 1.g. Taksiran kelimpahan fauna dan habitatnya yang dilindungi undang-undang dalam wilayah studi rencana usaha. 2. b. 3. Hidrooseanografi Pola hidrodinamika kelautan seperti: a. Kualitas fisik kimia dam mikrobiologi air mengacu pada mutu dan parameter kualitas air yang terkait dengan limbah yang akan keluar. Budaya a. 4. lahan. Fauna a. Perekonomian lokal dan regional. Peta zona biogeoklimati dari vegetasi yang berada diwilayah studi rencana usaha. c. d.

konstruksi operasi. Adaptasi ekologis. Dampak-dampak besar dan penting yang dihasilkan dari evaluasi disajikan sebagai dampakdampak besar dan penting yang harus dikelola. Kesehatan masyarakat a. PRAKIRAAN DAMPAK BESAR DAN PENTING Dampak besar dan terpenting dalam studi AMDAL menurut pedoman penyusunan AMDAL hendaknya dimuat hal-hal sebagai berikut: 1. d. b. Mengingat usaha atau kegiatan masih berada pada tahap pemilihan alternatif usaha maka telaahan dilakukan untuk masing-masing alternatif. 2. c. e. Kondisi lingkungan yang dapat memperburuk proses penyebaran penyakit. g. ekonomi. d. Ciri dampak penting juga perlu dikemukakan dengan jelas. 5. Kondisi sanitasi lingkungan. Yang dimaksud dengan evaluasi dampak yang bersifat holistis adalah telaah secara totalitas terhadap beragam dampak besar dan penting lingkungan hidup. 1. h. Parameter lingkungan yang diperkirakan terkena dampak rencana pembangunan dan berpengaruh terhadap kesehatan. Sumber daya kesehatan. c. Identifikasi kesenjangan antara perubahan yang diinginkan dan perubahan yang mungkin . dan pascaoperasi terhadap lingkungan hidup. pekerjaan. 2. f. E. Pranata sosial/kelembagaan masyarakat dibidang ekonomi. Sikap dan persepsi masyarakat terhadap rencana usaha. Pelapisan soasial berdasarkan pendidikan. Proses dan potensi terjadinya pemajanan. Dalam melakukan analisis prakiraan dampak penting agar digunakan metode-metode formal secara sistematis. e. dan kekuasaan. f. Telaahan sebagai dasar pengelolaan a. Telaahan secara holistis dengan menggunakan metode-metode evaluasi yang lazim dan sesuai dengan kaidah metode evaluasi dampak penting dalam AMDAL sesuai keperluannya. h. b. Status gizi masyarakat. Prakiraan secara dampak usaha pada saat prakonstruksi. Penentuan arti penting perubahan lingkungan hidup bagi masyarakat diwilayah studi rencana usaha dan pemerintahan dengan mengacu pada pedoman penentuan dampak. Potensi besarnya dampak timbulnya penyakit. 27 Tahun 1999. 3. 4. Karakteristik spesifik penduduk yang beresiko. b. EVALUASI DAMPAK BESAR DAN PENTING Hasil evaluasi mengenai hasil telaahan dampak dari rencana usaha selanjutnya menjadi masukan bagi instansi yang bertanggungjawab untuk memutuskan kelayakan lingkungan hidup dari rencana usaha sebagaimana dimaksud dalam PP No.c. 4. Telaahan terhadap dampak besar dan penting a. Kekuasaan dan kewenangan. g. Warisan budaya. Hubungan sebab akibat (kausatif) antara rencana usaha kegiatan dan rona lingkungan hidup dengan dampak positif dan negatif yang mungkin timbul. Dalam melakukan telaah butir 1 & 2 tersebut diperhatikan dampak yang bersifat langsung dan tidak langsung. c. F.

konstruksi. Identitas Pemrakarsa dan Penyusun AMDAL 1. Lingkup wilayah studi AMDAL ditetapkan berdasarkan pertimbangan batas-batas ruang. termasuk ruang disekitar rencana usaha yang secara ekologis memberi dampak terhadap aktivitas usaha. Pemrakarsa: a. G. Nama dan alamat lengkap instansi/perusahaan sebagai pemrakarsa rencana usaha dan penanggungjawab pelaksanaan rencana usaha. e. Pelingkupan Wilayah Studi Penetapan lingkup wilayah studi dimaksudkan untuk membatasi wilayah studi AMDAL sesuai hasil pelingkupan dampak besar dan penting. 2. Penjelasan ini agar dilengkapi dengan peta yang menggambarkan lokasi rencana usaha beserta kegiatan-kegiatan yang berada disekitarnya.3. Analisis bencana alam dan analisis resiko bila rencana usaha berasa dalam daerah bencana alam atau dekat sumber bencana alam. 3. 2. yakni: 1. Rencana usaha penyebab dampak terutama komponen langsung yang berkaitan dengan dampak yang ditimbulkannya. Batas wilayah studi AMDAL digambar pada peta dengan skala yang memadai. dan operasi. RUANG LINGKUP STUDI DAN METODE ANALISIS DATA Ruang lingkup studi meliputi dampak besar dan penting yang ditelaah. Batas Proyek Yakni ruang dimana suatu rencana usaha melakukan kegiatan prakonstruksi. 3. Kemungkinan seberapa luas daerah yang akan terkena dampak penting pembangunan.terjadi akibat kegiatan pembangunan. d. 4. Batas Administratif Yakni ruang dimana masyarakat secara leluasa melakukan kegiatan sosial ekonomi dan sosial budaya sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. . sebagai berikut: 1. 4. Nama dan alamat lengkap lembaga/perusahaan disertai dengan kualifikasi dan rujukannya dan penanggungjawab penyusun AMDAL. Kondisi rona lingkungan hidup yang terkena dampak lingkungan.4 mengacu pada hasil pelingkupan yang tertuang dalam dokumen kerangka acuan untuk AMDAL. Batas Ekologis Yakni ruang persebaran dampak dari suatu rencana usaha menurut media transportasi limbah. Batas Sosial Yakni ruang disekitar rencana usaha yang merupakan tempat berlangsungnya berbagai interaksi sosial yang diperkirakan akan mengalami perubahan mendasar akibat suatu rencana usaha. 2. Penyusun AMDAL: a. Aspek pada butir 1. Jenis-jenis kegiatan yang ada disekitar rencana lokasi beserta dampak yang ditimbulkannya.2. Wilayah Studi Lingkup wilayah studi mencakup pada penetapan wilayah studi yang digariskan dalam kerangka acuan untuk AMDAL dan hasil pengamatan dilapangan.

Tahap prakonstruksi/persiapan b. Metode Pengumpulan dan Analisis Data Perlunya dilakukan metode pengumpulan dan analisis data yang ilmiah dengan pertimbangan mengingat studi AMDAL merupakan telaahan mendalam atas dampak besar dan penting usaha dan/atau kegiatan terhadap lingkungan hidup. Tahap konstruksi c. 1. 3. Langsung mengemukakan masukan penting yang bermanfaat bagi pengambilan keputusan rencana usaha. Tahap operasi d. Penentuan batas lahan yang langsung akan digunakan oleh rencana usaha harus dinyatakan dengan peta berskala memadai. 4. 5. sehingga dapat: 1.Batas Ruang Lingkup Studi AMDAL Yakni ruang yang merupakan kesatuan dari keempat wilayah diatas. H. sosial budaya. a. Memuat uraian singkat tentang rencana usaha dan dampaknya serta kesenjangan data informasi yang dihadapi selama menyusun AMDAL. Tata letak usaha dilengkapi dengan peta berskala memadai yang memuat informasi tentang letak bangunan dan struktur lainnya yang akan dibangun. Pengumpulan data dan informasi untuk demografi sosial ekonomi. metode analisis atau alat yang digunakan. KEGUNAAN DAN KEPERLUAN RENCANA USAHA DAN/ATAU KEGIATAN Kegunaan dan keperluan mengapa rencana usaha harus dilakukan ditinjau dari segi kepentingan pemrakarsa maupun segi menunjang program pembangunan. Tahap pasca operasi . I. 2. 2. Hubungan antara lokasi rencana usaha dengan jarak dan tersedianya SDA hayati dan non hayati. Mudah dipahami isinya oleh semua pihak termasuk masyarakat. Jenis data yang dikumpulkan adalah data primer maupun sekunder yang dapat dipercaya yang diperoleh melalui metode atau alat yang bersifat sahih. namun penentuannya disesuaikan dengan kemampuan pelaksana yang biasanya memiliki keterbatasan sumber data. Metode pengumpulan data. 1. SISTEMATIKA PENYUSUNAN DOKUMEN AMDAL AMDAL perlu disusun secara sistematis. 2. Alternatif usaha berdasarkan hasil studi kelayakan. pertahanan dan keamanan dan kesehatan masyarakat menggunakan kombinasi dari tiga atau lebih metode agar diperoleh data yang realibitasnya tinggi. 3. serta lokasi pengumpulan data berbagai komponen lingkungan hidup yang diteliti. Tahap pelaksanaan. 3.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful