P. 1
FILSAFAT KOMUNIKASI

FILSAFAT KOMUNIKASI

|Views: 22|Likes:
Published by riamanoveria

More info:

Published by: riamanoveria on Feb 03, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/21/2014

pdf

text

original

FILSAFAT KOMUNIKASI

OLEH POPPY RULIANA

Hakikat Filsafat Komunikasi
• FILSAFAT KOMUNIKASI adalah “SUATU DISIPLIN YANG MENELAAH PEMAHAMAN SECARA FUNDAMENTAL, METODOLOGIS, SISTEMATIS, ANALITIS KRITIS, DAN HOLISTIS TEORI DARI PROSES KOMUNIKASI YANG MELIPUTI SEGALA DIMENSI”, Menurut :
• Bidangnya; • Sifatnya; • Tatanannya; • Tujuannya; • Fungsinya; • Tekniknya; dan • Metodenya

.• Salah satu gangguan semantik. yaitu berkaitan dengan bahasa yang dipergunakan baik oleh komunikator maupun komunikan. • Dengan demikian filsafat komunikasi adalah studi secara mendalam tentangpernyataan manusia yang disampaikan pada orang lain menujukemengertian bersama. Pemaknaan terhadap bahasa yang sama akan mengabaikan komunikasi yang efektif dan inilah hakikat dari komunikasi yaitu pemaknaan yang sama.

 Ethos merupakan komponenfilsafat yang mengajarkan ilmuwan tentang pentingnya ramburambu normative dalam pengembangan ilmu pengetahuan yang kemudian menjadi kunci utama bagi hubungan antara ilmu dan masyarakat . pathos. dan logos dari teori Aristoteles dan Plato. Filsafat melandasi ilmu komunikasi dari domain ethos.Filsafat sebagai akar ilmu komunikasi • Para ahli sepakat bahwa landasan ilmu komunikasi yang pertama adalah filsafat.

penghargaan. yang dicirikan oleh argument-argumen yang logis. • Logos merupakan komponen filsafat yang membimbing para ilmuwan untuk mengambil suatu keputusan berdasarkan pada pemikiran yang bersifat nalar dan rasional. yang dengan ini manusia berpeluang untuk melakukan improvisasi dalam pengembangan ilmu pengetahuan. .• Pathos merupakan komponen filsafat yang menyangkut aspek emosi atau rasa yang ada dalam diri manusia sebagai makhluk yang senantiasa mencintai keindahan.

logika. Komponen ini bersinegri dengan aspek kajian ontologi (keapaan). dan aksiologi (kegunaan atau kemanfaatan).• Komponen yang lain dari filsafat adalah komponen piker. . yang terdiri dari etika. dan estetika. epistemologi (kebagaimanaan).

tentang cirri-ciri esensial dari yang ada dalam dirinya sendiri.• Pada dasarnya filsafat komunikasi memberikan pengetahuan tentang kedudukan Ilmu Komunikasi dari perspektif epistemology: 1. Ontolgi sendiri berarti memahami hakikat jenis ilmu pengetahuan itu sendiri yang dalam hal ini adalah Ilmu Komunikasi. . Ontologis: What It Is? Ontologi berarti studi tentang arti “ada” dan “berada”. menurut bentuknya yang paling abstrak .

Founding Father. Komunikasi Manusia. Sementara objek forma melihat Ilmu Komunikasi sebagai suatu sudut pandang (point of view). dll. Ilmu komunikasi sebagai objek materi dipahami sebagai sesuatu yang monoteistik pada tingkat yang paling abstrak atau yang paling tinggi sebagai sebuah kesatuan dan kesamaan sebagai makhluk atau benda. Secara ontologism. yang selanjutnya menentukan ruang lingkup studi itu sendiri. • Contoh relevan aspek ontologis Ilmu Komunikasi adalah sejarah ilmu Komunikasi. Teori Komunikasi. . Tradisi Ilmu Komunikasi.• Ilmu komunikasi dipahami melalui objek materi dan objek formal.

. “what can we know. reson. hal-hal yang terkait meliputi “belief. Epistemologis: How To Get? Hakikat pribadi ilmu (Komunikasi) yaitu berkaitan dengan pengetahuan mengenai pengetahuan ilmu (Komunikasi) sendiri atau Theory of Knowledge. and forgetting”. and how do we know it?” Menurut Lacey. learning. sensation. judgement. Persoalan utama epsitemologis Ilmu Komunikasi adalah mengenai persoalan apa yang dapat ita ketahui dan bagaimana cara mengetahuinya. guesting.2. supposing. understanding. imagination.

Hovland. pengaruh Sosiologi dan Psikologi sangat berkontribusi atas lahirnya ilmu ini. Schramm. Perdebatan apakah Ilmu Komunikasi adalah sebuah ilmu atau bukan sangat erat kaitannya dengan bagaimana proses penetapan suatu bidang menjadi sebuah ilmu. Freud. maka Ilmu Komunikasi dikatakan sebagai ilmu tidak terlepas dari ilmu-ilmu social yang terlebih dahulu ada.• Secara sederhana sebetulnya perdebatan mengenai epistemology Ilmu Komunikasi sudah sejak kemunculan Komunikasi sebagai ilmu. Bahkan nama-nama seperti Laswell. • Dilihat sejarahnya. sangat besar pengaruhnya atas perkembangan keilmuan Komunikasi .

• Contoh konkret epistemologis dalam Ilmu Komunikasi dapat dilihat dari proses perkembangan kajian keilmuan Komunikasi di Amerika (Lihat History of Communication. Griffin: 2002). . • Kajian Komunikasi yang dipelajari untuk kepentingan manusia pada masa peperangan semakin meneguhkan Komunikasi menjadi sebuah ilmu.

propaganda. Kebutuhan memengaruhi (persuasive). Aksiologis: What For? Hakikat individual ilmu pengetahuan yang bersitaf etik terkait aspek kebermanfaat ilmu itu sendiri. aspek aksiologis dari Ilmu Komunikasi terjawab seiring perkembangan kebutuhan manusia. Seperti yang telah disinggung pada aspek epistemologis bahwa aspek aksiologis sangat terkait dengan tujuan pragmatic filosofis yaitu azas kebermanfaatan dengan tujuan kepentingan manusia itu sendiri. . Perkembangan ilmu Komunikasi erat kaitannya dengan kebutuhan manusia akan komunikasi.3. Secara pragmatis. spreading of information. retoris (public speaking). adalah sebagian kecil dari manfaat Ilmu Komunikasi.

PENGERTIAN ETIKA : • ETIKA berasal dari bahasa Yunani yaitu “ETHOS” yang memiliki arti kebiasaan. Hal-hal yang perlu diperhatikan adanya suatu nuansa dalam konsep dan pengertian moral dan etika : Moral/Moralitas biasanya dikaitkan dengan system nilai tentang bagaimana kita harus hidup secara baik sebagai manusia. Istilah Moral dan Etika sering diperlakukan sebagai dua istilah yang sinonim. .

nasihat. etika perlu dipahami sebagai sebuah cabang filsafat yang berbicara mengenai nilai dan norma moral yang menentukan perilaku manusia dalam hidupnya. • Berbeda dengan moralitas. peraturan. Sistem nilai ini terkandung dalam ajaran berbentuk : Petuahpetuah. . • Nilai adalah sesuatu yang berguna bagi seseorang atau kelompok orang dan karena itu orang atau kelompok itu selalu berusaha untuk mencapainya karena pencapaiannya sangat memberi makna kepada diri serta seluruh hidupnya. • Norma adalah aturan atau kaidah dan perilaku dan tindakan manusia. wejangan. perintah dan semacamnya yang diwariskan secara turun-temurun melalui agama atau kebudayaan tertentu tentang bagaimana manusia harus hidup secara baik agar ia benar-benar menjadi manusia yang baik.

• Etika adalah sebuah refleksi kritis dan rasional mengenai nilai dan norma moral yang menentukan dan terwujudnya dalam sikap dan pola perilaku hidup manusia.• Sebagai cabang filsafat. baik secara pribadi maupun sebagai kelompok . Etika sangat menekankan pendekatan yang kritis dalam melihat dan menggumuli nilai dan norma moral tersebut serta permasalahan-permasalahan yang timbul dalam kaitan dengan nilai dan norma-norma itu.

tentang sikap orang dalam menghadapi hidup ini. Berusaha meneropong secara kritis dan rasional sikap dan pola prilaku manusia dan apa yang dikejar oleh manusia dalam hidup ini sebagai sesuatu yang bernilai. . dalam suatu masyarakat.Etika. Ia berbicara mengenai kenyataan penghayatan nilai. yaitu mengenai nilai dan pola perilaku manusia sebagai suatu fakta yang terkait dengan situasi dan realitas konkrit yang membudaya. dan tentang kondisi-kondisi yang memungkinkan manusia bertindak secara etis. Nilai dan Norma • Pertama. Etika Deskriptif berbicara mengenai fakta apa adanya. Etika Deskriptif. tanpa menilai.

 Etika Normatif berbicara mengenai norma-norma yang menuntun tingkah laku manusia. dan apa tindakan yang seharusnya diambil untuk mencapai apa yang bernilai dalam hidup ini.  Berusaha menetapkan berbagai sikap dan pola perilaku ideal yang seharusnya dimiliki oleh manusia. serta memberi penilaian dan himbauan kepada manusia untuk bertindak sebagaimana seharusnya berdasarkan norma-norma. Sedangkan Etika Normatif memberi penilaian sekaligus memberi norma sebagai dasar dan kerangka tindakan yang akan diputuskan. Ia menghimbau manusia untuk bertindak yang baik dan menghindari yang jelek. atau apa yang seharusnya dijalankan oleh manusia. .• Kedua. • Bedanya dari kedua macam etika :  Etika Deskriptif memberi fakta sebagai dasar untuk mengambil keputusan tentang perilaku atau sikap yang mau diambil. Etika Normatif.

Itu berarti etika membantu manusia untuk mengambil sikap dan bertindak secara tepat dalam menjalani hidup ini. pilihan nilai yang terjelma dalam sikap dan perilaku kita yang sangat mewarnai dan menentukan makna kehidupan kita. • Etika membantu kita untuk membuat pilihan. • Etika pada akhirnya membantu kita untuk mengambil keputusan tentang tindakan apa yang mau kita lakukan dalam situasi tertentu dalam hidup kita sehari-hari. .• Jadi dapat dikatakan bahwa etika memberi manusia orientasi bagaimana ia menjalani hidupnya melalui rangkaian tindakan sehari-hari.

Evasi Komunikasi • Hambatan komunikasi pada umumnya mempunyai 2 sifat : 1. gangguan lalu-lintas.  Timing tidak cocok. Hambatan Obyektif.  Hambatan Objektif juga bisa disebabkan :  Kemampuan komunikasi yang kurang baik. dibuat oleh pihak lain. Gangguan dan halangan terhadap jalannya komunikasi yang tidak disengaja. .  Approach/Pendekatan penyajian kurang baik.  Penggunaan media yang keliru. tapi mungkin disebabkan oleh keadaan yang tidak menguntungkan.  Misal: Gangguan cuaca.

Prejudice. Apatisme. dsb. Hambatan Subyektif.2. Iri hati. Disebabkan karena adanya :      Pertentangan kepentingan. yang sengaja dibuat oleh orang lain. Tamak. .

EVASION OF COMMUNICATION : • “Gejala mencemooh dan mengelakan suatu komunikasi untuk mendeskreditkan atau menyesatkan pesan komunikasi”. Mengubah Kerangka Referensi (Changing frame of reference). Kebiasaan mencacatkan pesan komunikasi dengan menambah-nambah pesan yang negatif.Kebiasaan mengubah kerangka referensi menunjukkan seseorang yang menanggapi komunikasi dengan diukur oleh kerangka referensi sendiri. Mencacatkan Pesan Komunikasi (Message made invalid). .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->