askep Hipoglikemia pada bayi

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Hipoglikemia dapat bersifat sementara akibat kekurangan produksi glukosa karena kurangnya depot glikogen dihati atau menurunnya glukoneogenesis lemak dan asam amino. Pada hipoksia, pembentukan energy dari glukosa menurun dengan akibat kerusakan neuron.hipoglikemi dapat terjadi pada bayi dari ibu penderita diabetes mellitus, pada BBLR, dismaturitas dan bayi dengan penyakit umum yang berat seperti sepsis, meningitis, dan sebagainya. Banyak yang harus diperhatikan pada bayi baru lahir, untuk mencegah hal yan tidak diinginkan pada bayi dalam awal-awal kehidupannya. Maka dari itu perlu diperhtikan pula riwayat ibu saat kehamilan serta pada kehamilan yang lalu. 1.2 TUJUAN Dalam pembuatan makalah ini terdapat beberapa tujuan, yaitu: 1. Untuk memenuhi salahsatu tugas mata kuliah ANB 2. Untuk mengetahui definisi dari hipoglikemia. 3. Untuk mengetahui prognosis dari hipoglikemia. 4. Untuk mengetahui asuhan kebidanan pada hipoglikemia.

BAB II ISI 2.1 DEFINISI Hipoglikemi adalah kondisi ketidaknormalan kadar glokosa serum yang rendah. Keadaan ini dapat didefinisikan sebagai kadar glukosa dibawah 40 mg/dL setelah kelahiran berlaku untuk seluruh bayi baru lahir, atau

Pada bai baru lahir dengan kejang atau jitteriness hendaknya dilakukan pemeriksaan Dextrostix berulang. anda akan menggunakan glukosa darah yang banyak sehingga kadar glukosa darah akan menurun. . Lupa makan atau makan terlalu sedikit. Pada hipoglikemia berat gejala menyarupai asfiksia. Hanya 20% hipoglikemia bersifat simptomatik. Pengobatan diabetes yang intensif terkadang mengharuskan anda mengkonsumsi obat diabetes pada malam hari terutama yang bekerja secara lambat. Memang sebaiknya bila menggunakan insulin suntik. terkadang pasien tidak dapat memantau kadar gula darahnya sebelum disuntik. Kadar insulin dalam darah harus seimbang dengan makanan yang dikonsumsi. 3. Minum alkohol tanpa disertai makan. tetapi kerusakan otak masih mungkin terjadi dan gejala akan terlihat kemudian. anda harus tahu dan paham dosis obat yang anda suntik sesuai dengan kondisi gula darah saat itu. Celakanya. sehingga dosis yang disuntikan tidak sesuai dengan kadar gula darah saat itu. 1. 6. olah raga merupakan cara terbaik untuk menurunkan kadar glukosa darah tanpa menggunakan insulin. Maka dari itu. 4. yaitu hipoglikemia yang disertai gejala neurologis dan gejala tersebut akan hilang setelah pemberian glukosa. Penebalan di lokasi suntikan.2 PENYEBAB HIPOGLIKEMIA Dosis suntikan insulin terlalu banyak. Alkohol menganggu pengeluaran glukosa dari hati sehingga kadar glukosa darah akan menurun. pasien harus memiliki monitor atau alat pemeriksa gula darah sendiri. 2. Menggunakan tipe insulin yang salah pada malam hari. Saat anda berolah raga. Saat menyuntikan obat insulin. Jika makanan yang anda konsumsi kurang maka keseimbangan ini terganggu dan terjadilah hipoglikemia. Jika anda salah mengkonsumsi obat misalnya anda meminum obat insulin kerja cepat di malam hari maka saat bangun pagi. Aktifitas terlalu berat. Penderita diabetes sebaiknya mengkonsumsi obat insulin dengan kerja lambat dua kali sehari dan obat yang kerja cepat sesaat sebelum makan. 5. Olah raga atau aktifitas berat lainnya memiliki efek yang mirip dengan insulin. anda akan mengalami hipoglikemia. 2.pembacaan strip reagen oxidasi glukosa darah.

Orang dengan diabetes terkadang mengalami gangguan hormon glukagon. Meskipun saat ini anda sudah merasa baikan tetapi belum menjamin tidak akan mengalami hipoglikemia lagi. Hipoglikemi adalah masalah serius pada bayi baru lahir. 8. Pada ibu DM terjadi transfer glukosa yang berlebihan pada janin sehingga respon insulin juga meningkat pada janin. . karena cadangan glukosa rendah. Kejadian hipoglikemi lebih sering didapat pada bayi dari ibu dengan diabetes melitus. Tanpa hormon ini maka pengendalian kadar gula darah menjadi terganggu. Saat lahir di mana jalur plasenta terputus maka transfer glukosa berhenti sedangkan respon insulin masih tinggi (transient hiperinsulinism) sehingga terjadi hipoglikemi. Aspirin dapat menurunkan kadar gula darah bila dikonsumsi melebihi dosis 80 mg. 11. Pemakaian aspirin dosis tinggi. Bila tidak dikelola dengan baik akan menimbulkan kerusakan pada susunan saraf pusat bahkan sampai kematian. Gangguan hormonal. Insulin yang kadung beredar ini akan menyebabkan kadar glukosa darah menurun sebelum glukosa yang baru menggantikannya. Hormon ini berguna untuk meningkatkan kadar gula darah. karena dapat menimbulkan kejang yang berakibat terjadinya hipoksi otak. 10.3 PATOFISIOLOGI Hipoglikemi sering terjadi pada BBLR. 7. 9. Menyuntikan obat dalam waktu lama pada lokasi yang sama akan menyebabkan penebalan jaringan. Riwayat hipoglikemia sebelumnya. Penebalan ini akan menyebabkan penyerapan insulin menjadi lambat.Dianjurkan bagi mereka yang menggunakan suntikan insulin agar merubah lokasi suntikan setiap beberapa hari. Kesalahan waktu pemberian obat dan makanan. Anda harus mengetahui dan mempelajari dengan baik kapan obat sebaiknya disuntik atau diminum sehingga kadar glukosa darah menjadi seimbang. Beberapa penyakit seperti celiac disease dapat menurunkan penyerapan glukosa oleh usus. Penyakit yang menyebabkan gangguan penyerapan glukosa. Hal ini menyebabkan insulin lebih dulu ada di aliran darah dibandingan dengan glukosa. Hipoglikemia yang terjadi sebelumnya mempunyai efek yang masih terasa dalam beberapa waktu. Tiap tiap obat insulin sebaiknya dikonsumsi menurut waktu yang dianjurkan.   · · 2.

hipertermi.  Letargi dan menyusui yang buruk. gangguan pernapasan. DIAGNOSIS BANDING Insufisiensi adrenal. Hipoglikemi klasik sementara (Classic transient neonatal) : tarjadi jika bayi mengalami malnutrisi sehingga mengalami kekurangan cadangan lemak dan glikogen. gagal ginjal. misalnya pada asfiksia. sepsis.6 ASUHAN KEBIDANAN 1. Sekunder (Scondary) : sebagai suatu respon stress dari neonatus sehingga terjadi peningkatan metabolisme yang memerlukan banyak cadangan glikogen. Glukosa merupakan sumber kalori yang penting untuk ketahanan hidup selama proses persalinan dan hari-hari pertama pasca lahir. hipotermi.  Hipotermia. Penyulit . 4.  RDS.Hipoksia otak. penyakit SSP. hiponatremia.5 TIPE-TIPE HIPOGLIKEMIA Type hipoglikemi digolongkan menjadi beberapa jenis yakni: Transisi dini neonatus ( early transitional neonatal ) : ukuran bayi yang besar ataupun normal yang mengalami kerusakan sistem produksi pankreas sehingga terjadi hiperinsulin.  Setiap stress yang terjadi mengurangi cadangan glukosa yang ada karena meningkatkan penggunaan cadangan glukosa. defisiensi piridoksin). kelainan jantung. atau metabolisme insulin terganggu. abnormalitas metabolik (hipokalsemia. 3. hipernatremia. 2. 2. hipomagnesemia.  Apnea.  Tangisan yang lemah atau bernada tinggi.4 TANDA DAN GEJALA Tanda dan Gejala Hipoglikemi:  Jitteriness. 2. 2. Berulang ( Recurrent) : disebabkan oleh adanya kerusakan enzimatis.  Kejang atau tremor. .  Sianosis.Kerusakan sistem saraf pusat. asfiksia. .

Cegah kontak dengan petugas atau pihak lain yang menderita infeksi saluran nafas. 3. Rencana tindakan: . .Lakukan kolaborasi pemberian O2 1 lt – 2 lt /menit 2.Berikan cairan sesuai dengan kebutuhan bayi /kg BB/24 jam .Lakukan pemberian susu manis peroral 20 cc X 12 .Analisis kondisi lingkungan yang berpotensi menimbulkan hipoglikemi.Perhatikan kondisi feces bayi . irritabilitas . UL. Rencana tindakan: . koma hipoglikemi.Monitor vital sign . Rencana tindakan: . Resiko komplikasi berhubungan dengan kadar glukosa plasma yang rendah seperti. Keterbatasan gerak dan aktivitas berhubungan dengan hipoglikemi pada otot. FL secara teratur.Monitor : kadar glukosa.Cek intake dan output . Rencana tindakan: .Lakukan prosedur perawatan tangan sebelum dan setelah tindakan .Cek BB setiap hari .Pastikan setiap benda yang dipakai kontak dengan bayi dalam keadaan bersih atau steril .1. Resiko terjadi infeksi berhubungan dengan penurunan daya tahan tubuh.Cek turgor kulit bayi .Cek tanda-tanda infeksi . pucat. kulit yang lembab . gangguan fungsi saraf otonom.Lakukan pemeriksaan DL. .Monitor kesadaran .Monitor tanda gugup. .Cek serum glukosa sebelum dan setelah makan . . gangguan perkembangan otak.Anjurkan keluarga agar mengikuti prosedur septik aseptik.Kaji intoleransi minum bayi .Bantu pemenihan kebutuhan sehari-hari .Hindari terjadinya hipotermi . gangguan mental. keringat dingin.Jika mengisap sudah baik anjurkan pemberian ASI 5.Berikan antibiotik sebagai profolaksis sesuai dengan order. Resiko Ggn Keseimbangan cairan dan elektrolit berhubungan dengan peningkatan pengeluaran keringat.Lakukan kolaborasi pemberian Dex 15 % IV .

BAB III PENUTUP 3.  1. karena cadangan glukosa rendah. Hipoglikemi klasik sementara (Classic transient neonatal). Type hipoglikemi digolongkan menjadi beberapa jenis yakni: Transisi dini neonatus ( early transitional neonatal ).Ganti pakaian bayi secara teratur dan atau jika kotor dan basah. 3.   Kejadian hipoglikemi lebih sering didapat pada bayi dari ibu dengan diabetes melitus.  Hipoglikemi adalah masalah serius pada bayi baru lahir. 4. . Glukosa merupakan sumber kalori yang penting untuk ketahanan hidup selama proses persalinan dan hari-hari pertama pasca lahir. Keadaan ini dapat didefinisikan sebagai kadar glukosa dibawah 40 mg/dL setelah kelahiran berlaku untuk seluruh bayi baru lahir.Lakukan fisiotherapi . Saat lahir di mana jalur plasenta terputus maka transfer glukosa berhenti sedangkan respon insulin masih tinggi (transient hiperinsulinism) sehingga terjadi hipoglikemi.. Patofisiologi Hipoglikemi sering terjadi pada BBLR.1 KESIMPULAN Hipoglikemi adalah kondisi ketidaknormalan kadar glokosa serum yang rendah.  Pada ibu DM terjadi transfer glukosa yang berlebihan pada janin sehingga respon insulin juga meningkat pada janin. karena dapat menimbulkan kejang yang berakibat terjadinya hipoksi otak. atau pembacaan strip reagen oxidasi glukosa darah. Sekunder (Scondary). Berulang ( Recurrent). Bila tidak dikelola dengan baik akan menimbulkan kerusakan pada susunan saraf pusat bahkan sampai kematian. 2.

Latar Belakang Masalah Hipoglikemia (kadar glukosa darah yang abnormal-rendah) terjadi kalau kadar glukosa turun di bawah 50 hingga 60 mg/dl (2. Bab dua terdiri dari konsep dasar keperawatan dan asuhan keperawatan gawat darurat. tanda dan gejala serta penanganan kegawat daruratan pada HIPOGLIKEMIA. setiap bab diuraikan secara singkat dan dalam bentuk makalah yakni :Bab satu terdiri dari pendahuluan yang berisikan latar belakang. Keadaan ini dapat terjadi akibat pemberian insulin atau preparat oral yang berlebihan.Asuhan Keperawatan pada Klien Hipoglikemia BAB I PENDAHULUAN A. dapat terjadi serangan kejang bahkan dapat terjadi koma (koma hipoglikemik). Stanford University School of Medicine. konsumsi makanan yang terlalu sedikit atau karena aktivitas fisik yang berat. Tujuan Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini yaitu untuk mengetahui pengertian. Pada sebagian besar kasus koma hipoglikemik yang ditemukan di tempat pelayanan kesehatan umum (klinik/RS) penyebab utamanya adalah karena terapi pemberian insulin pada pasien penderita diabetes mellitus. BAB II ISI A. dan sistematika penulisan. and Program in Neurosciences. penyebab. C. B. Dan bab tiga berisi kesimpulan dan saran-saran.5 tahunan.2% penyebab masuknya seseorang dengan gejala koma hipoglikemik adalah mereka yang menderita diabetes mellitus dan telah menjalani terapi pemberian insulin pada rentang waktu sekitar 1. Sistematika Penulisan Pada penulisan makalah ini dibagi dalam tiga bab. tujuan penulisan. Pada penelitian survey yang dilakukan oleh Department of Neurology and Neurological Sciences.7 hingga 3.3mmol/L).terdapat setidaknya 93. KONSEP DASAR TEORI 1 Pengertian Hipoglikemia merupakan salah satu kegawatan diabetic yang mengancam. sebagai akibat dari menurunnya kadar glukosa darah < 60 mg/dl. Adapun batasan hipoglikemia adalah: . Pada hipoglikemia berat (kadar glukosa darah hingga di bawah 10 mg/dl).

Anatomi Fisiologi 1. (2) Aktivitas enzim-enzim. pengaturan tersebut termasuk bagian dari homeostatik.1 mmol/L. glukosa kemudian difosforilasi oleh enzim glukokinase yang kadarnya tinggi. Jika orang tersebut makan karbohidrat kadarnya akan naik menjadi sekitar 6. Konsentrasi glukosa darah mempengaruhi kecepatan pembentukan ATP dari proses glikolisis. sekresi hormon ini distimulasi oleh keadaan hipoglikemia. Hal ini terjadi bilamana kadar glukosa darah berada di bawah nilai kritis. seperti glukokinase dan heksokinase. Proses pelepasan insulin dari sel B pulau Langerhans Pankreas dijelaskan sebagi berikut : • Glukosa dengan bebas dapat memasuki sel-sel B Langerhans karena adanya Transporter glut 2. bila glukoagon yang dibawa darah sampai di hepar maka akan mengaktifkan kerja enzim fosforilase sehingga mendorong terjadinya glukoneogenesis.9 mmol/L. Setelah penyerapan makanan kadar glukosa darah pada manusia berkisar antara 4. Nilai normal laboratoris dari glukosa dalam darah ialah : 65 – 110 ml/dL atau 3. khususnya sistem saraf dan peredaran darah (eritrosit). insulin dihasilkan dari sel-sel b dari pulau-pulau langerhans pankreas dan disekresikan langsung ke dalam darah sebagai reaksi langsung bila keadaan hiperglikemia. Aktivitas metabolik yang mengatur kadar glukosa darah dipengaruhi oleh berbagai faktor antara lain : (1) Mutu dan Jumlah Glikolisis dan glukoneogenesis.hormon penting yang memainkan peranan sentral dalam pengaturan kadar glukosa darah adalah insulin.3 – 3. misalnya dari 400 mg/dl menjadi 150 mg/dl • Koma hipoglikemi : koma akibat gula darah < 30 mg/dl • Hipoglikemi reaktif : gejala hipoglikemi yang terjadi 3 – 5 jam sesudah makan 2. glukoagon dihasilkan oleh sel-sel a langerhans pankreas.5 – 7. Selanjutnya insulin dibawa darah dan mengubah glukosa yang kadarnya tinggi menjadi glikogen.2 mmol/L. yaitu terjadinya DISFUNGSI OTAK yang berakibat KOMA dan kematian. Pengaturan kadar glukosa darah dilakukan melalui mekanisme metabolik dan hormonal.6 – 6. glukosa darah < 60 mg/dl • Reaksi hipoglikemi : gejala hipoglikemi bila gula darah turun mendadak. • Enzim yang kerjanya berlawanan dengan insulin adalah glukagon. Pengaturan Kadar Glukosa Darah Peristiwa glukoneogenesis berperan penting dalam penyediaan energi bagi kebutuhan tubuh. Saat puasa kadar glukosa darah turun berkisar 3. glukoneogenesis. .5 mmol/L.5 – 5. siklus Kreb dan Electron Transport System di mitokondria.• Hipoglikemi murni : ada gejala hipoglikemi. Kegagalan glukoneogenesis berakibat FATAL. • Peningkatan produksi ATP akan menghambat pompa kalium ( K+ pump) sehingga membran sel-sel B mengalami depolarisasi sehingga ion-ion Kalsium ( Ca2+ ) masuk ke dalam membran dan mendorong terjadinya eksositosis insulin.

hipopituitarisme 3. Hipoglikemia dalam rangka pengobatan a. Hipoglikemia pada DM stadium mellitus (DM) 2. penggunaan sulfonylurea c. 1) factor-faktor yang berkaitan dengan pasien • pengurangan atau keterlambatan makan • kesalahan dosis obat • pelatihan jasmani yang berlebihan • perubahan tempat penyuntikan insulin • penurunan kebutuhan insulin • hari-hari pertama persalinan • penyakit hati berat • gastroparesis diabetic 2) factor yang berkaitan dengan dokter • pengendalian gula darah yang tepat • pemberian obat obat yang mempnyai potensi hipoglikemik • penggantian jenis insulin 4. karsinoma ginjal e.Deficit glikogen pada hepar . Etiologi 1. Patofisologi Ketergantungan otak setiap saat pada glukosa yang disuplai oleh sirkulasi diakibatkan oleh ketidak mampuan otak untuk membakar asam lemak berantai panjang. Hipoglikemia yang tidak berkaitan dengan DM a. hiperinsulinisme alimenter paska gastrektomi b.Gula darah menurun < 60 mg/dl . Otak Mengatur Asupan Makanan 2.Glikogenolisis . kurangnya simpanan glukosa sebagai glikogen didalam otak orang dewasa.Penurunan nutrisi jaringan otak . . dan ketidak tersediaan keton dalam fase makan atau posabsorbtif. penggunaan insulin b. Faktor predisposisi Faktor predisposisi terjadinya hipoglikemia pada pasien yang mendapat pengobatan insulin atau sulfonilutea.2. insulinoma c.Puasa / intake kurang . tumor ekstrapan kreatik: vibrosarkoma. penyakit hati berat d. bayi yang lahir dari ibu pasien DM 3.

.dan pemberian obat sulfonylurea.gejala-gejala yang terjadi akibat mulai terganggunya fungsi otak .adanya antibody terhadap insulin.Terdapat dua jenis hilangnya kewaspadaan yaitu akut dan kronik.Kepala terasa melayang Tidak sadar Gangguan proses berfikir Stupor. kadar glukosa kurang dari 50mg% dan gejala akan menghilang dengan pemberian glukosa. Koma hipoglikemi: • Injeksi glukosa 40% iv 25 ml infus glukosa 10%. koma 5.Kekaburan yang dirasa dikepala Takikardia. gemetar. karna itu dinamakan gejala neurologis. Penatalaksanaan • Glukosa darah diarahkan kekadar glukosa puasa : 120 mg/dl • Dengan rumus 3 – 2 – 1 Hipoglikemi: • Pisang / roti / karbohidrat lain. pucat.yaitu : a. b. Manifestasi Klinis Gejala gejala hipoglikemia terdiri dari dua fase.Kortek serebri Pelepasan norepinefrin & kurang suplai energi ( < 50mg/dl) adrenalin . bila gagal tetesi gula kental atau madu dibawah lidah.Disamping gejala peringatan dan neurologis.gejala –gejala akibat aktivasi pusat autonom di hipotalamus sehingga hormon epinefrin di lepaskan.Yang akut misalnya pada pasien DMTT dengan glukosa darah terkontrol sangat ketat mendekati normal. kejang. bila gagal • Teh gula.blockade farmakologik. Sebagai dasar diagnosis dapat digunakan trias Whipple yaitu hipoglikemia dengan gejala-gejala saraf pusat . Fase II.Respon Otak Respon Vegetatif . Kadang-kadang gejala fase adrenergic tidak muncul dan pasien langsung jatuh pada Fase gangguan fungsi otak. Fase I. Penelitian pada orang bukan diabetes menunjukan adanya gangguan fungsi otak yang lebih awal dari Fase I dan dinamakan Fungsi otak subliminal.kadang-kadang hipoglikemia menunjukan gejala yang tidak khas.Respon SSP . Faktor-faktor yang dap[at menimbulkan hipoglikemi berat dan berkepanjangan adalah sekresi hormon glucagon dan adrenalin ( pasien telah lama menderita DM ) . bila belum sadar dapat diulang setiap .Gejala awal ini merupakan peringatan karna saat itu pasien masih sadar sehingga dapat di ambil tindakan yang perlu untuk mengatasi hipoglikemia lanjut. 6. Sulit konsentrasi / berfikir berkeringat Gemetar .Kehilangan kewaspadaan yang kronik biasanya ireversibel dan dianggap merupakan komplikasi DM yang serius.adanya neuropati autonom pada pasien yang sudah lama menderita DM dan penggunaan bloker yang nonselektif.

nafas cepat irreguler. gugup. gangguan fungsi saraf otonom. gangguan mental. Diagnose dan Rencana Keperawatan 1) Resiko komplikasi berhubungan dengan kadar glukosa plasma yang rendah seperti. b. Data Subyektif: • Sering masuk dengan keluhan yang tidak jelas • Keluarga mengeluh bayinya keluar banyaj keringat dingin • Rasa lapar (bayi sering nangis) • Nyeri kepala • Sering menguap • Irritabel b. infus glukosa 10% dilepas bertahap dengan glukosa 5% stop. gangguan perkembangan otak. Riwayat : • ANC • Perinatal • Post natal • Imunisasi • Diabetes melitus pada orang tua/ keluarga • Pemakaian parenteral nutrition • Sepsis • Enteral feeding • Pemakaian Corticosteroid therapy • Ibu yang memakai atau ketergantungan narkotika • Kanker 2. tremor. setelah gula darah stabil. sepsis. keringat dingin. bingung. lemas. • Hight—pitched cry. dan lebih sering hipoglikemi merupakan diagnose sekunder yang menyertai keluhan lain sebelumnya seperti asfiksia. Data dasar yang perlu dikaji adalah : a. 7. apatis. cyanosis. koma hipoglikemi Rencana tindakan: . gelisah. Data focus a. Fokus Pengkajian 1. Keluhan utama : sering tidak jelas tetapi bisanya simptomatis. kejang. apnea. Data obyektif: • Parestisia pada bibir dan jari. menolak makan dan koma • Plasma glukosa < 50 gr/% 3. mata berputar-putar. kejang. kaku.½ jam sampai sadar (maksimum 6 x) bila gagal • Injeksi efedrin bila tidak ada kontra indikasi jantung dll 25 – 50 mg atau injeksi glukagon 1 mg/im.

3) Resiko Ggn Keseimbangan cairan dan elektrolit berhubungan dengan peningkatan pengeluaran keringat • Cek intake dan output • Berikan cairan sesuai dengan kebutuhan bayi /kg BB/24 jam • Cek turgor kulit bayi • Kaji intoleransi minum bayi • Jika mengisap sudah baik anjurkan pemberian ASI 4) Keterbatasan gerak dan aktivitas berhubungan dengan hipoglikemi pada otot • Bantu pemenihan kebutuhan sehari-hari • Lakukan fisiotherapi B. kulit yang lembab • Monitor vital sign • Monitor kesadaran • Monitor tanda gugup. • Lakukan pemeriksaan DL. keringat dingin. pucat. • Berikan antibiotik sebagai profolaksis sesuai dengan order. • Cek BB setiap hari • Cek tanda-tanda infeksi • Hindari terjadinya hipotermi • Lakukan kolaborasi pemberian Dex 15 % IV • Lakukan kolaborasi pemberian O2 1 lt – 2 lt /menit 2) Resiko terjadi infeksi berhubungan dengan penurunan daya tahan tubuh Rencana tindakan: • Lakukan prosedur perawatan tangan sebelum dan setelah tindakan • Pastikan setiap benda yang dipakai kontak dengan bayi dalam keadaan bersih atau steril • Cegah kontak dengan petugas atau pihak lain yang menderita infeksi saluran nafas. irritabilitas • Lakukan pemberian susu manis peroral 20 cc X 12 • Analisis kondisi lingkungan yang berpotensi menimbulkan hipoglikemi. Pengkajian 1) Airway Tidak ada gangguan 2) Breathing Merasa kekurangan oksige dan napas tersengal-sengal 3) Circulation .• Cek serum glukosa sebelum dan setelah makan • Monitor : kadar glukosa. UL. ASUHAN KEPERAWATAN GAWAT DARURAT 1. FL secara teratur. • Perhatikan kondisi feces bayi • Anjurkan keluarga agar mengikuti prosedur septik aseptik.

output. bandingkan dengan nilai standart c. Pantau intake.kesemutan di bagian ekstremitas.keringat dingin. Beritahu klien untuk menghindari/ membatasi batuk. Perhatikan adanya gelisah meningkat. pembengkakan jaringan otak.hipotermi. turgor h. Tentukan faktor yang berhubungan dengan keadaan tertentu. yang dapat menyebabkan penurunan perfusi dan potensial peningkatan TIK b. tinggikan kepala 15-45 derajat k. Catat status neurologi secara teratur. Kaji respon motorik terhadap perintah sederhana d. gangguan mental. Kriteria hasil : • tidak ada tanda – tanda peningkatan TIK • Tanda – tanda vital dalam batas normal • Tidak adanya penurunan kesadaran Intervensi a. catat ukuran pupil. ketajaman pnglihatan dan penglihatan kabur f. Pantau tekanan darah e.Kebas. Pantau suhu lingkungan g. nekrosis jaringan. keadaan pupil. Evaluasi : pupil. Berikan obat sesuai indikasi 2) Resiko komplikasi berhubungan dengan kadar glukosa plasma yang rendah seperti. pucat. tingkah laku yang tidak sesuai j. Berikan oksigen sesuai indikasi l. gangguan fungsi saraf otonom. irritabilitas • Lakukan pemberian susu manis peroral 20 cc X 12 • Analisis kondisi lingkungan yang berpotensi menimbulkan hipoglikemi. kulit yang lembab • Monitor vital sign • Monitor kesadaran • Monitor tanda gugup. • Cek BB setiap hari . gangguan perkembangan otak. keringat dingin. Diagnosa dan Intervensi 1) Gangguan perfusi jaringan berhubungan dengan hipoksia jaringan.muntah i. depresi SSP dan oedema Tujuan : gangguan perfusi jaringan berkurang/hilang setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 1 jam. koma hipoglikemi Rencana tindakan: • Cek serum glukosa sebelum dan setelah makan • Monitor : kadar glukosa. ditandai dengan peningkatan TIK. dan penurunan kesadaran 2.

. karna itu dinamakan gejala neurologis.Fase II. Saran Untuk memudahkan pemberian tindakan keperawatan dalam keadaan darurat secara cepat dan tepat. sebagai akibat dari menurunnya kadar glukosa darah < 60 mg/dl. • Pantau penurunan bunyi nafas. Tanda dan gejala hipoglikemia terdiri dari Fase I.gejala –gejala akibat aktivasi pusat autonom di hipotalamus sehingga hormon epinefrin di lepaskan. Pengkajian khusus paha hipoglikemia adalah Airway: Tidak ada gangguan. Bila memungkinkan . sangat tepat apabila pada setiap unit keperawatan di lengkapi dengan buku-buku yang di perlukan baik untuk perawat maupun untuk klien.Gejala awal ini merupakan peringatan karna saat itu pasien masih sadar sehingga dapat di ambil tindakan yang perlu untuk mengatasi hipoglikemia lanjut. Kesimpulan Adapun kesimpulan dari makalah ini adalah Hipoglikemia merupakan salah satu kegawatan diabetic yang mengancam.gejala-gejala yang terjadi akibat mulai terganggunya fungsi otak . irama. • Berikan posisi yang nyaman : semi fowler • Berikan instruksi untuk latihan nafas dalaM • Catat kemajuan yang ada pada klien tentang pernafasan • Berikan oksigenasi sesuai advis • Berikan obat sesuai indikasi BAB III PENUTUP A.hipotermi. Breathing: Merasa kekurangan oksige dan napas tersengal-sengal dan Circulation: Kebas. dan penurunan kesadaran B.• Cek tanda-tanda infeksi • Hindari terjadinya hipotermi • Lakukan kolaborasi pemberian Dex 15 % IV • Lakukan kolaborasi pemberian O2 1 lt – 2 lt /menit 3) Pola nafas tak efektif berhubungan dengan adanya depresan pusat pernapasan Tujuan ola nafas efektif setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 1 jam Kriteria hasil: • RR 16-24 x permenit • Ekspansi dada normal • Sesak nafas hilang / berkurang • Tidak suara nafas abnormal Intervensi : • Kaji frekuensi. kedalaman pernafasan. • Auskultasi bunyi nafas.kesemutan di bagian ekstremitas. mungkin perlu dilakukan prosedur tetap/protokol yang dapat digunakan setiap hari.keringat dingin.

Jakarta.  Setiap stress yang terjadi mengurangi cadangan glukosa yang ada karena meningkatkan penggunaan cadangan glukosa. ICU Book. London Nelson (1993). gangguan pernapasan. Wong and Whaley (1996) Peiatric Nursing .DAFTAR PUSTAKA Carpenito (1997). . Kegawatan pada diabetes melitus. L. misalnya pada asfiksia. New Yor Marino (1991).83-4. Universitas Indonesia. hipertermi. 2000. Clinical Manual. EGC. Lippincott . Lea & Febiger. Ilmu Penyakit Dalam . Ilmu Kesehatan Anak. Jakarta: Pusat Informasi dan Penerbitan Bagian Ilmu Penyakit Dalam FKUI. Philadelpia Waspadji S. hal. Morsby. Dalam: Prosiding simposium: penatalaksanaan kedaruratan di bidang ilmu penyakit dalam. Jakarta Suparman (1988). hipotermi.J Nursing Diagnosis.