Satuan Bahasa

Satuan bahasa dari yang terkecil hingga yang terbesar adalah : fonem  kata  frasa  klausa  kalimat  paragraf  wacana Fonem adalah satuan terkecil bahasa yang berfungsi sebagai pembeda makna (huruf). Kata adalah unit bahasa yang mengandung arti dan bisa berdiri sendiri. Frasa adalah kelompok kata yang terdiri dari dua kata atau lebih dan tidak mengandung predikat. Kelompok kata yang ada menghasilkan makna baru dan dalam pola kalimat hanya menempati satu jabatan. Klausa adalah satuan bahasa atau ujaran yang minimal terdiri atas subjek dan predikat yang berpotensi menjadi kalimat. Kalimat adalah satuan bahasa atau ujaran yang minimal terdiri atas subjek dan predikat yang diakhiri dengan intonasi final. Paragraf adalah satuan bentuk bahasa yang merupakan gabungan beberapa kalimat atau tidak dan memiliki satu ide pokok disertai dengan kalimat utama dan kalimat penjelas. Wacana adalah satuan bahasa yang terlengkap dan tertinggi atau terbesar di atas kalimat, atau klausa dengan koherensi dengan kohesi tinggi yang berkesinambungan yang mempunyai awal dan akhir yang nyata disampaikan secara lisan atau tertulis.

Jenis-jenis Kalimat
1. Kalimat Sederhana dan Kalimat Kompleks

Kalimat Sederhana (Kalimat Inti) Kalimat sederhana adalah kalimat yang dibentuk oleh fungsi-fungsi pokok, yang terdiri atas subjek, predikat, dan objek/pelengkap. Setiap fungsi yang ada dalam kalimat belum mengalami perluasan sehingga hanya terdiri atas satu klausa. Contoh : a. Indonesia bergembira. (S-P) b. Keluarga itu berkabung. (S-P)

Kalimat Kompleks (Kalimat Luas) Kalimat kompleks adalah kalimat yang telah mendapatkan penambahan fungsi keterangan, atau perluasan salah satu fungsi kalimat. Kalimat kompleks terdiri atas satu atau dua klausa.
Materi Bahasa dan Sastra Indonesia : Kalimat SMA Unggul Del / DSS Page 1

Perbedaan antara kalimat mayor dengan kalimat kompleks. Saya akan pergi ke Medan. atau seruan. Kalimat mayor terdiri atas satu klausa sedangkan kalimat komplek bisa saja terdiri atas dua klausa karena perluasan fungsi (subjek. sebagai perintah. baik itu subjek. Contoh : pergi?) a. (Konteks : sebagai perintah. Andi. Nanti malam. anak yang berbaju biru itu. (S-P-O-K) b.) Kalimat Mayor Kalimat mayor adalah kalimatyang sekurang-kurangnya mengandung dua unsur pusat. Pergi. Kalimat Minor dan Kalimat Mayor Kalimat Minor Kalimat minor adalah kalimat yang mengandung satu unsur pusat. menebang pohon kelapa. (S-P-K) b. predikat. (Konteks : sebagai jawaban atas pertanyaan Kapan kalian b. Andi menebang pohon kelapa kemarin. 3. (S-(Perluasan S)P-O) 2. juga perluasan fungsi. atau keterangan. predikat. Kalimat Aktif dan Kalimat Pasif Materi Bahasa dan Sastra Indonesia : Kalimat SMA Unggul Del / DSS Page 2 . Contoh : a. Kalimat minor umumnya digunakan sebagai jawaban atas suatu pertanyaan. atau keterangan). subjek dan predikat (ditambah objek atau keterangan). kalimat mayor minimal terdiri atas subjek dan predikat atau ditambah objek atau keterangan sedangkan kalimat sederhana minimal hanya terdiri atas subjek dan predikat atau ditambah objek tanpa keterangan. objek. objek. Bersihkan kelas ini! (P-O) Catatan : Perbedaan antara kalimat mayor dengan kalimat sederhana. kalimat mayor minimal terdiri atas subjek dan predikat atau ditambah objek atau keterangan sedangkan kalimat kompleks terdiri atas subjek dan predikat atau ditambah objek dengan penambahan keterangan.Contoh : a.

“Apakah SMA Unggul Del terletak di Laguboti?” Kalimat Tak Langsung Kalimat tak langsung adalah kalimat yang melaporkan apa yang diujarkan orang. Contoh: a.. Contoh : a. 4. b. Contoh : Agnes menanyakan apakah SMA Unggul Del terletak di Laguboti. Ani terpeleset karena lantai licin. Ruth memberikan Asry boneka kerbau. Siswa SMA Unggul Del sedang menari. 5. kalimat langsung diapit oleh tanda kutip. Bagian kutipan dalam kalimat tak langsung semuanya berbentuk kalimat berita. Agnes bertanya. Contoh : a. dan keterangan). atau perintah. “Apakah SMA Unggul Del terletak di Laguboti?” tanya Agnes. b. Kalimat Langsung dan Kalimat Tak Langsung Kalimat Langsung Kalimat langsung adalah kalimat yang secara cermat menirukan apa yang diujarkan orang. Siswa SMA Unggul Del bergotong royong. Kalimat Tunggal dan Kalimat Majemuk Kalimat Tunggal Kalimat tunggal adalah kalimat yang hanya terdiri atas satu pola kalimat atau satu klausa. Materi Bahasa dan Sastra Indonesia : Kalimat SMA Unggul Del / DSS Page 3 . Pola kalimatnya dibentuk oleh subjek dan predikat (atau ditambah dengan objek.dan di-. kalimat berita. b. predikatnya berawalan didan ter-. pelengkap. Inagurasi Siswa SMA Unggul Del akan dibuka oleh Kepala Sekolah. Kalimat Pasif Kalimat pasif adalah kalimat yang subjeknya dikenai pekerjaan. Bagian kutipan kalimat langsung ada berupa kalimat tanya. predikatnya berawalan me(N) dan ber-. b. Jessica berlibur ke Bali.bisa dipasangkan seperti me(N).dan ter. Kalimat langsung tersebut diikuti oleh kalimat pengiring. Catatan : Tidak selamanya imbuhan ber. Dalam bentuk tulisan.Kalimat Aktif Kalimat aktif adalah kalimat yang predikatnya melakukan pekerjaan. Contoh : a.

walaupun.Kalimat Majemuk Kalimat majemuk adalah kalimat yang terdiri atas dua pola kalimat atau dua klausa atau lebih. yaitu : – – – Menyatakan sebab Menyatakan syarat Menyatakan tujuan : (oleh) sebab (itu. hanya : lalu. malah(an). Unsur kalimat ada yang menempati induk kalimat dan anak kalimat.  Kalimat Majemuk Setara  kalimat yang hubungan antara unsur-unsurnya bersifat setara atau sederajat. atau. jangankan : kecuali. selanjutnya : yaitu. sebaliknya. sedangkan. bila. kemudian. meskipun. serta : atau : namun. biarpun : melainkan. hanya : bahkan. asal(kan) : agar. Erna mengonsep surat itu. yaitu : – – – Menyatakan menambah Menyatakan memilih Menyatakan mempertentangkan : dan. dan perluasan salah satu fungsi dalam kalimat. yakni. b. Konjungsi untuk kalimat majemuk setara. nya).  Kalimat Majemuk Bertingkat kalimat yang hubungan antara unsur-unsurnya tidak setara atau tidak sederajat. Konjungsi untuk kalimat majemuk bertingkat. Comtoh Erna mengonsep surat itu dan Rini mengetiknya. kalau. apalagi.nya) : jika. Kalimat majemuk dapat dibentuk dari perpaduan beberapa kalimat tunggal. (oleh) karena (itu. bahwa : jadi – – Menyatakan membetulkan Menyatakan menegaskan – – – – Menyatakan membatasi Menyatakan mengurutkan Menyatakan menyamakan Menyatakan menyimpulkan : a. supaya Materi Bahasa dan Sastra Indonesia : Kalimat SMA Unggul Del / DSS Page 4 . apabila. Rini mengetiknya. lagi pula. (akan) tetapi.

Materi Bahasa dan Sastra Indonesia : Kalimat SMA Unggul Del / DSS Page 5 . laksana – – – Menyatakan akibat Menyatakan sasaran Menyatakan perbandingan  Kalimat Majemuk Campuran  kalimat yang terdiri atas kalimat majemuk setara dan bertingkat. sebagai. b. Ayah membeli sepeda. akibatnya : untuk. sembari. Contoh : a.– Menyatakan waktu : ketika. Ayah membeli mobil.  Kalimat Majemuk Rapatan  gabungan beberapa kalimat tunggal yang karena subjek. Ayah membeli motor. Erna mengonsep surat itu dan Rini mengetiknya ketika kepala sekolah berada di kantor. Contoh : a. c. sambil. sewaktu. Ayah membeli mobil. tatkala. saat.maka bagian yang sama hanya disebutkan sekali. motor. Kalimat majemuk campuran minimal terdiri atas tiga klausa. sebelum. dan sepeda. b. pada waktu. Erna mengonsep surat itu. Kepala sekolah berada di kantor. guna : seperti. maka. sejak : sampai. pada saat. sehingga. predikat atau objeknya sama. sesudah. Catatan : Kalimat majemuk setara dan bertingkat dapat dibedakan dari konjungsinya. bagai. bagaikan. Rini mengetiknya. hingga. c.

Ketepatan  kesesuaian/kecocokan pemakaian unsur-unsur yang membentuk suatu kalimat sehingga tercipta pengertian yang bulat dan pasti. Materi Bahasa dan Sastra Indonesia : Kalimat SMA Unggul Del / DSS Page 6 . Keparalelan  terdapatnya unsur-unsur yang sama derajatnya. (tidak mempunyai subjek / subjeknya tidak jelas) : Setiap pengemudi mobil harus memiliki surat izin mengemudi. e. Yang termasuk unsur pembentuk kalimat adalah kata. Contoh : TE : Kepada setiap pengemudi mobil harus memiliki surat izin mengemudi. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam membuat kalimat efektif : a. membuat catalog. klausa. Kepaduan  terjadinya hubungan yang padu antara unsur-unsur pembentuk kalimat. : Karyawan teladan itu memang tekun bekerja dari pagi sampai petang. d. atau susunan kata dan frasa yang di pakai dalam kalimat. dan fungsi sintaksis (S-P-O-Pel-Ket). tanda baca. dan buku-buku diberi label. dan pelabelan buku. Contoh : TE : Pembangunan gedung sekolah baru pihak yayasan dibantu oleh bank yang memberikan kredit. Contoh : TE : Kegiatan di perpustakaan meliputi pembelilan buku. E b.6. Kesatuan  terdapat satu ide pokok dalam sebuah kalimat. E c. sama pola. Kehematan (pleonasme)  adanya usaha untuk menghindari pemakaian kata yang tidak perlu (kata-kata mubazir). Kalimat Efektif Kalimat efektif adalah kalimat yang dapat menyampaikan maksud penutur atau penulis dengan tepat sehingga maksud tersebut dapat dipahami oleh pendengar atau pembaca. E : Kegiatan di perpustakaan meliputi pembelian buku. pembuatan catalog. (terdapat subjek ganda dalam kalimat) : Pihak yayasan dibantu oleh bank yang member kredit untuk membangun gedung sekolah baru. TE E : Karyawan teladan itu memang tekun bekerja dari pagi sehingga petang. frasa.

Kontaminasi  menghindari penggunaan bahasa asing atau bahasa daerah dalam bahasa Indonesia baku.TE : Saya melihatnya dengan mata kepala saya sendiri mahasiswa itu belajar sepanjang hari dari pagi sampai sore. (kambing anti air) g.. Kelogisan  terdapatnya makna kalimat yang logis. : Saya melihat sendiri mahasiswa itu belajar seharian. : Kambing sangat senang bermain hujan. : Pak Paianhot Sitanggang mengajar pelajaran ekonomi. Materi Bahasa dan Sastra Indonesia : Kalimat SMA Unggul Del / DSS Page 7 . TE E TE : Pak Paianhot Sitanggang mengajar ekonomi. E f. Contoh : TE E : Saya membeli tiung. (tidak semua orang tahu apa itu „tiung‟) : Saya membeli terong belanda.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.