P. 1
Perekat Kayu

Perekat Kayu

|Views: 92|Likes:
Published by septianaw91
Jenis perekat kayu
Jenis perekat kayu

More info:

Published by: septianaw91 on Feb 04, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/30/2013

pdf

text

original

KATA PENGANTAR

Puji Syukur dipanjatkan kehadirat Allah SWT atas segala rahmat dan karuniaNya sehingga makalah tugas Rekayasa Konstruksi Kayu dapat diselesaikan. Makalah ini menjelaskan mengenai “Pengaruh Perekat Terhadap Kekuatan Sambungan Kayu” yang merupakan salah satu materi yang telah dipelajari di perkuliahan sebelumnya agar dapat dipahami lebih mendalam. Dalam kesempatan ini, penulis berterima kasih kepada Dr. Ir. Sucahyo Sadiyo, M. Sc dan Dr. Ir. Naresworo Nugroho, M. Sc, selaku dosen kuliah yang telah banyak memberikan bimbingan dan koreksi kepada kami. Tidak lupa kami juga mengucapkan terima kasih kepada teman-teman Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan yang telah banyak membantu dan bekerja sama dalam pelaksanaan praktikum maupun dalam penyusunan laporan ini. Saran dan kritik sangat diharapkan untuk dapat menjadi sebuah bahan pembelajaran serta proses perbaikan selanjutnya. Semoga makalah ini dapat bermanfaat.

Bogor, Januari 2013

Penulis

Animal glues (perekat binatang) dibuat dari tulang. Pada sambungan perekat bagian-bagian kayu di sambung pada bidang b.Thermosetting glues Perekat golongan ini terjadi pengerasan jika terkena pengaruh panas atau karena reaksi kimia dengan sebuah katalisator yang disebut pengeras (hardenes). yaitu balok kayu yang akan disambung. kulit dan ikan c. Yang termasuk golongan ini adalah phenol formaldehyde. Analisis Sesaran Batas Proporsional dan Maksimum Sambungan Geser Ganda Batang Kayu dengan Paku Majemuk Berpelat Sisi Baja Akibat Beban Uni-Aksial Tekan. Sambungan tarik pada kayu juga rentan terhadap sesaran dan ini merupakan kelemahan berikutnya. Vegetable adhesives (perekat tumbuh-tumbuhan) dibuat dari starch (sari putih) atau suatu bahan yang mengandung banyak starch b. Hal ini disebabkan kekuatan sambungan kayu khususnya yang menerima gaya tarik luas bidang kontak dari batang utamanya digantikan oleh luas bidang tarik atau geser dari alat sambungnya sehingga kekuatan sambungan tarik umumnya lebih rendah dan sulit menyamai besar kekuatan batang utamanya.Pada prinsipnya suatu bangunan structural memperhitungkan tiga unsur penting. Synthetic resin glues. Suryokusumo et al. Blood albumen glues (perekat-perekat darah bercampur zat putih telur). formaldehyde dan melamine formaldehyde. Salah satu faktor yang mempengaruhi ketiga aspek penting tersebut adalah macam/jenis sambungan yang digunakan. yaitu kekakuan (stiffness). dibuat dari darah binatang yang dikeringkan e.Thermo plastic glues Sifat dari perekat golongan ini adalah: . jika sudah mengeras tidak dapat dijadikan lunak kembali. (1980) mengatakan bahwa kekuatan sambungan kayu sangat dipengaruhi oleh komponen pembentuk sambungan. dibagi ke dalam: . paku atau pasak adalah: a. Casien glues (perekat kasien) dibuat dari casein yang dikeringkan dari susu d. Menurut Tular dan Idris (1981) sambungan kayu merupakan titik kritis atau terlemah yang terdapat pada elemen atau titik hubung dari suatu bangunan struktural. Pada sistim perangkaan bangunan struktural maka seluruh komponen penyusun rangka batang (termasuk sambungan yang terdapat pada batang tersebut) harus diupayakan sedemikian rupa agar pada elemen tersebut hanya bekerja gaya uni-aksial tarik atau tekan saja. Sucahyo. [Sadiyo. atau karena kedua-duanya. Pengaruh panas akan mempercepat waktu pengerasan. 2011. Sifat lain dari perekat ini adalah. Menurut Faherty dan Williamson (1989) sambungan-sambungan kayu sekarang ini dapat didisain dengan ketelitian yang sama seperti bagian-bagian lain struktur. Vol 18 No 2 Agustus 2011. Macam sambungan kayu yang bersifat kritis dan perlu diperhitungkan berdasarkan kaidah ilmiah adalah sambungan tarik. Sambungan perekat memiliki kekuatan sangat tinggi Perekat untuk sambungan konstruksi kayu dibagi menjadi beberapa golongan yakni: a. ISSN 0853-2982] Perbedaan sambungan perekat dengan sambungan baut. ITB. kekuatan (strength) dan kestabilan (stability) struktur. Jurnal Teoretis dan Terapan Bidang Rekayasa Sipil. . geser dan momen. yaitu bangunan yang memperhitungkan keamanan struktur. unea formaldehyde recorcinol. alat sambung dan macam atau bentuk sambungan.

Menjadi lunak jika terkena panas dan sambungan akan meregang pada tegangan yang tinggi  Jika temperature tinggi. perekat menjadi keras dan mempunyai daya ikat yang besar Untuk menyempurnakan pekerjaan perekat maka diadakan pengempaan. (menurut urutan kesempurnaannya) sebagai berikut:  Dengan mesin penekan hidrolis  Dengan alat-alat pengapit yang dibantu oleh baut dan sekrup  Dengan baut dan paku Penggunaaan perekat dalam konstruksi kayu dibedakan sebagai berikut:  Digunakan sebagai alat-alat penyambung batangh-batang kayu  Digunakan untuk konstruksi kayu berlapis majemuk Untuk sambungan serong (plain scanjoint) perlu diberikan faktor-faktor reduksi kekuatan penampang kayu sesuai dengan besar kecilnya sudut α  Pada sambungan eksentrisitas (lap joint) tegangan rata-rata pada keruntuhan tidak konstan tetapi tergantung dari harga-harga tebal bagian kayu yang disambung (t) dan panjang overlap (I) . bahkan bias hilang sama sekali  Jika terkena temperature yang rendah. Tinggi rendahnya tekanan dalam pengempaan tergantung dari:  Kekakuan bagian-bagian kayu  Kerataan bidang-bidang sambungan Pengempaan dapat dilaksanakan dengan berbagai cara antara lain. yakni upaya agar kontak kedua bidang sambungan menjadi sempurna. maka daya ikatnya berkurang.

Gambar 1._PEND.TEKNIK_SIPIL/195306261981011E. http://file. Kosasih. Sambungan dengan Alat Penyambung. 2004. [terhubung berkala].upi.pdf. Grafik Rasio Vs Tegangan Geser [Danasasmita._KOSASIH_DANASASMITA/SK15. [6 Januari 2013]] .edu/Direktori/FPTK/JUR.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->