P. 1
Peran Istri Punggawa Dalam Usaha Perikanan di Pulau Bonetambung, Makassar

Peran Istri Punggawa Dalam Usaha Perikanan di Pulau Bonetambung, Makassar

|Views: 278|Likes:
Published by Soenarto S
Merupakan sebuah skripsi sebagai syarat untuk menyelesaikan studi S1 di Jurusan Antropologi Fisip Unhas

By:
Soenarto
085240866450
Merupakan sebuah skripsi sebagai syarat untuk menyelesaikan studi S1 di Jurusan Antropologi Fisip Unhas

By:
Soenarto
085240866450

More info:

Categories:Types, Research
Published by: Soenarto S on Feb 04, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial
List Price: $120.00 Buy Now

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
See more
See less

03/23/2015

$120.00

USD

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Nelayan dengan sistem perekonomian mereka yang unik merupakan hal yang menarik dikaji. Mereka menjalankan model ekonomi yang berbeda dengan masyarakat lain yang membudidayakan ikan. Misalnya, nelayan tangkap memanfaatkan laut yang sifatnya open access, sementara nelayan yang membudidayakan ikan memiliki penguasan atas lahan budidayanya (Ahmadin; 2009:23-24, 47-51). Lingkungan laut yang mereka hadapi memberi karakter khusus yang berbeda dengan masyarakat lain yang lingkungannya relatif lebih mudah dikuasai (Lampe; 1989: 2-6)1. Berbagai keunikan yang ditemukan oleh para peneliti dalam masyarakat nelayan mendorong untuk melakukan pengkajian yang

mendalam tentang kelembagaan mereka (lihat misalnya Ahmadin; 2009:4757, 87-90; Kusnadi; 2006: 1-4). Studi yang dilakukan mengenai struktur

organisasi nelayan (punggawa-sawi) memberi pemahaman kepada kita bahwa dalam mengelola suatu usaha perikanan, punggawa adalah figur yang harus memiliki sejumlah modal dan kemampuan managemen yang baik. Punggawa harus memiliki kemampuan menjalin hubungan baik dengan para
1

Strategi-strategi Adaptif Nelayan. Suatu Studi Tentang Antropologi Perikanan. Disajikan dalam Forum Informasi Ilmiah Kontemporer, Fisipol Unhas tanggal 14 Juni 1989.

1

kliennya dengan cara dermawan, rela berkorban demi kepentingan sawi beserta keluarganya agar usahanya tetap berjalan dengan baik. Modal yang sulit dimiliki oleh orang lain ini menjadikan punggawa sebagai “penyelamat” bagi ekonomi nelayan. Selain itu, punggawa adalah sosok pemimpin yang hebat dalam memimpin sebuah organisasi ekonomi. Hal ini membuat kita lupa bahwa masih ada komponen masyarakat lain yang ternyata belum dijelaskan dengan baik oleh para pengkaji sebelumnya. Mereka adalah para istri punggawa, yang memiliki potensi besar dalam mempengaruhi usaha punggawa. Meskipun kondisi sumber daya alam kehidupan nelayan dan struktur organisasinya menarik untuk dibahas, tetapi tidak berarti membuat kita lupa untuk memperhatikan kehidupan perempuan. Bagaimanapun, istri nelayan khususnya istri punggawa juga merupakan komponen utama dalam sosial masyarakatnya. Mungkin saja mereka memiliki pengaruh terhadap

perkembangan kehidupan nelayan atau secara khusus mempengaruhi dinamika usaha perikanan yang ada di sekitarnya. Hal ini senada dengan temuan Kusnadi, dkk (2006:81) bahwa dengan memperhatikan peran domestik-publik, istri nelayan tidak hanya memberi konstribusi peran pada kehidupan rumah tangganya, tetapi juga pada dinamika sosial masyarakat mereka. Sebenarnya, pengkajian mengenai perempuan nelayan bukanlah sesuatu yang baru dalam kalangan akademisi khususnya ilmuan sosial.

2

Telah banyak karya yang dihasilkan oleh peneliti pendahulu. Kita dapat menemukan bagaimana kehidupan perempuan nelayan dalam karya Sanatang (2006)2, Andayani (2006)3, Abbas dkk (2004)4, Damayanti (2009)5, dan masih banyak karya yang memusatkan perhatian tentang perempuan nelayan. Namun, kajian yang dilakukan fokus pada istri nelayan secara umum, padahal mereka memiliki tingkat-tingkat sosial-ekonomi yang berbeda, di mana hal ini dapat berpengaruh terhadap peran yang mereka mainkan. Beberapa kajian juga difokuskan pada perempuan yang dianggap kurang mampu secara ekonomi atau lahir dari keluarga yang kurang mampu. Berbeda dengan studi yang hendak dilakukan penulis, masalah yang hendak diteliti difokuskan pada istri punggawa yang telah memiliki tingkat ekonomi menengah ke atas. Selain itu, penelitian ini tidak bermaksud mengungkap model eksploitasi terhadap perempuan khususnya istri punggawa, melainkan untuk mengidentifikasi peran-peran menentukan istri punggawa termasuk faktor-faktor yang membentuknya, dan bagaimana peran tersebut merupakan

2

3

4

5

Sebuah tesis pada Program Pascasarjana Universitas Hasanuddin Makassar dengan judul “Peranan Perempuan Dalam Ekonomi Rumah Tangga, Studi Kasus Istri Nelayan di Kelurahan Sumpang Minangae Kota Parepare”.. Perubahan Peranan Wanita Dalam Ekonomi Keluarga Nelayan Di Desa Percut Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli http://www.geocities.com/ konferensinasionalsejarah/trisna_andayani.pdf Gender dan Peran Perempuan dalam Rumah Tangga Nelayan Komunitas Kel. DufaDufa Kota Ternate Utara. http://jjfoundation. wordpress.com/yang-penulis-tulis/genderdan-peran-perempuan-dalam-rumah-tangga-nelayan-komunitas-kel-dufa-dufa-kotaternate-utara/ Damayanti, Yosi. 2009. Tiga Peran Rangkap Perempuan Nelayan.Studi Pada Keluarga Nelayan di lingkungan Kapuran Kelurahan Pasar Madang Kecamatan Kota Agung Kabupaten Tanggamus. http://skripsi.unila.ac.id/wpcontent/uploads/2009/07/TIGA-PERAN-RANGKAP-PEREMPUAN-NELAYAN.pdf

3

Hal tersebut dapat terjadi karena dorongan untuk terlibat dalam usaha mencari nafkah telah berkurang akibat kebutuhan ekonominya telah dipenuhi oleh suami. Seperti halnya yang dikemukakan oleh Suratiyah dkk (1994:23) bahwa faktor pendorong masuknya wanita pada kegiatan produktif terutama disebabkan oleh pendapatan suami yang kurang mencukupi. lantas. Istri nelayan yang ekonominya rendah jelas memiliki peran yang besar dalam menopang ekonomi keluarga karena hal tersebut merupakan tuntutan untuk mempertahankan hidup. Sedangkan istri punggawa yang tergolong berekonomi menengah ke atas belum tentu berperan langsung dalam usaha suaminya. Hal ini disebabkan tidak semua perempuan memiliki pengalaman yang sama dan status sosial yang sama. apakah istri punggawa tidak berperan dalam pengelolaan usaha suaminya? Atau justru terjadi hal sebaliknya? Menurut Sanatang (2006:61-64). pada masyarakat nelayan. istri memiliki kewenangan dalam mengatur keuangan rumah tangga. Dengan demikian. Bila demikian.suatu bentuk “kerjasama” antara punggawa dan istrinya dalam rangka mempertahankan dan memajukan usaha. harus dibedakan antara peran istri nelayan yang tingkat ekonominya rendah dengan peran istri nelayan (nelayan pemodal) yang tingkat ekonominya menengah ke atas. Abdullah (2006:248) mengatakan bahwa. realitas kehidupan kaum perempuan harus dilihat berdasarkan konteks di mana mereka memainkan peran. atau bagaimana hubungan timbal balik antara peran istri dengan usaha suami. sementara 4 .

Misalnya. peneltian tentang realitas perempuan harus dilihat berdasarkan konteksnya. apakah istri tidak perlu berperan dalam usaha suami bila pekerjaan-pekerjaan dalam usaha 5 . Namun. Hal ini merupakan bentuk pembagian peran antara suami dengan istri. maka kiranya penting melihat peran istri. Hal ini disebabkan kedua pihak bertanggung jawab pada kelangsungan hidup keluarga. ketika punggawa telah memiliki tenaga kerja yang banyak. dimana suaminya memiliki usaha yang relatif besar. Dengan demikian. dalam karya Sanatang tersebut belum ditemukan adanya korelasi antara peran istri sebagai pemegang uang dengan pekerjaan suaminya. Hanya saja. apakah suami ketika hendak membuka usaha (yang mana hal ini adalah urusan publik) harus meminta pertimbangan pada istri karena bagaimanapun istri adalah bendahara keluarga? Menurut Kusnadi. Usaha yang besar tidak hanya menyangkut modal yang besar tetapi juga membutuhkan tenaga kerja yang banyak. pengambilan keputusan rumah tangga nelayan mutlak dilakukan dengan musyawarah antara suami dengan istri ketika hal yang hendak dputuskan memerlukan biaya yang relatif tinggi. Penelitian yang dilakukan ini difokuskan pada istri punggawa (nelayan pemilik modal). Dengan demikian. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya.suami (nelayan) berkewajiban untuk mencari nafkah. temuan ini masih bersifat umum pada keluarga nelayan. dkk (2006:59). suami yang berperan dalam wilayah publik tetap melakukan musyawarah dengan istri bila urusannya dapat berimplikasi terhadap rumah tangga.

Fokus Masalah Penelitian yang hendak dilakukan difokuskan pada hal berikut: 1. 2. Peran istri nelayan secara umum pada masyarakat Pulau Bonetambung yang berkaitan dengan aktifitas perikanan. Untuk menggambarkan bagaimana peran gender secara umum turut mempengaruhi peran istri punggawa dalam usaha suaminya dan bagaimana perikanan. 2.dapat diselesaikan oleh tenaga kerja yang direkrut oleh suami? Atau apakah ada peran istri yang lain yang secara tidak langsung signifikan berpengaruh terhadap usaha suami? Berdasarkan perihal di atas. B. Peran istri punggawa dalam usaha perikanan. Untuk menggambarkan peran gender secara umum kemudian melihat hubungannya dengan usaha perikanan yang ada. C. Tujuan Penelitian Peneletian ini bertujuan untuk: 1. peran istri tersebut berpengaruh terhadap usaha 6 . maka penulis melakukan penelitian dengan judul “Peran Istri Punggawa Dalam Managemen Usaha Perikanan di Pulau Bone Tambung Kota Makassar”.

Manfaat Penelitian Berdasarkan tujuan penelitian di atas. yaitu peran yang dijalankan oleh kaum laki-laki dan kaum perempuan yang dikonstruksi secara sosial budaya. Pembagian peran ini dikonseptualisasi dengan istilah peran gender. khususnya berkaitan peran istri punggawa pada masyarakat nelayan Makassar. Menambah studi etnografi masyarakat nelayan. maka manfaat penelitian ini adalah: 1. Dengan demikian. 2006: 242). terutama yang berkaitan langsung dengan peran perempuan. yaitu apa yang boleh dan tidak boleh diperankan oleh perempuan maupun laki-laki. maka pelakunya menjalankan peran berdasarkan gagasan yang sifatnya normatif. Kerangka Teoritis Mengkaji peran perempuan bukan berarti mengabaikan peran laki-laki karena peran yang dimainkan oleh kedua jenis kelamin ini dipedomani oleh budaya yang mereka miliki. 7 . E. Dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah dan kalangan praktisi yang hendak memajukan kesejahteraan masyarakat nelayan. peran yang dijalankan oleh kaum perempuan pada masyarakat yang satu dapat berbeda dengan peran perempuan pada masyarakat lainnya karena mereka memiliki budaya yang berbeda (Abdullah. 2. Karena peran ini adalah konstruksi sosial budaya.D.

Dengan demikian. 2006:245-246). dalam penelitian ini. Sehubungan dengan hal itu. yaitu sosialisasi primer dan sosialisasi sekunder. untuk mencari 8 . sehingga realitas tersebut tidak dapat dipisahkan dengan kontek dimana realitas itu ditemukan (Abdullah. penting kiranya untuk memperhatikan bentuk-bentuk interaksi istri punggawa dalam konteks masyarakat karena hal ini dilihat sebagai salah satu proses pembentukan pengetahuannya tentang peran gender yang berimplikasi pada bentuk peran yang dimainkannya. yang meliputi pemahaman dan prakteknya dalam kehidupan sehari-hari merupakan sesuatu hal yang dibentuk melalui interaksi sosialnya. Sosialisasi primer merupakan sosialisasi pertama yang dialami individu dalam masa kanak kanak sebagai bagian dari anggota masyarakat dan dianggapstruktur dasar dari sosialisasi sekunder. Berger dan Luckmann (1991:187) juga mengatakan bahwa hubungan gender yang ada dalam suatu masyarakat merupakan hasil dari proses sosialisasi yang meliputi dua pengertian. Ditekankan bahwa realitas keadaan dan melalui pengalaman aktivitas tentang sesuatu diketahui dan diinterpretasikan sosial. 2006: 239-243). Sedangkan sosialisasi sekunder adalah sosialisasi selanjutnya yang mengimbas individu telah disosialisasikan ke dalam sektor-sektor baru dunia objektif masyarakat (dalam Abdullah. realitas kehidupan perempuan.Konstruksionisme sosial menekankan peran gender sebagai konstruksi sosial. yaitu proses pembentukan realitas dan pemahaman mengenai suatu pengalaman melalui interaksi sosial. Dengan demikian.

Pertama. Kedua. 2006: 239-240). Realitas kehidupan perempuan bukan sesuatu yang sederhana karena terbentuk oleh unsur-unsur yang kompleks serta proses sejarah yang panjang (Abdullah. lingkungan fisik atau hal lain yang mereka hadapi. 9 . kebaikan dan sebagainya mengenai keadaan. Gosip tidak hanya berisi tentang hal-hal yang berkonotasi buruk menurut rasa keadilan atau kepantasan seseorang. tetapi juga berisikan tentang emosi akan keindahan. yang berlangsung secara lisan. realitas itu tersusun dari unsur-unsur yang begitu luas sehingga diperlukan langkah sistematis untuk mengindentifikasi serta melihat kaitannya satu sama lain. politik. gosip merupakan jaringan komunikasi informal. Menurut Irianto (1992: 28). hal atau menyangkut orang dan kelompok lain. melalui mana berita dan kabar menyebar. perlu melakukan peninjauan dari dua sudut. “gosip” merupakan salah satu hal yang penting diperhatikan. realitas kehidupan kaum perempuan tersusun dari unsur-unsur yang berlapis-lapis sehingga kita harus mengupas lapis-lapis tersebut satupersatu agar dapat mengetahui realitas yang sesungguhnya. Untuk memahami kompleksitas tersebut. Unsur-unsur tersebut bisa berupa ekonomi. sehingga untuk mengupasnya diperlukan pemahaman sejarah dari tiap lapisan yang ada. Unsur-unsur yang berlapis-lapis ini terutama disebabkan oleh proses sejarah.keterangan mengenai relasi sosial.

terutama perubahan pada aktivitas ekonomi mereka.Peranan perempuan dalam suatu masyarakat juga dapat dilihat sebagai bentuk struktur yang memiliki fungsi tertentu dalam masyarakatnya. Hal ini senada dengan hasil penelitian Andayani (2006) di Desa Percut Kecamatan Percut Sei Tuan 10 . Struktural-fungsionalisme memandang masyarakat sebagai suatu sistem yang di dalamnya terdapat struktur. Hal ini dapat diasumsikan bahwa peran istri punggawa di pulau Bone Tambung mengalami pergeseran seiring dengan perubahan sosial yang terjadi. nilai dan institusi serta fungsi itu sendiri (Saifuddin. seperti sistem ekonomi. budaya. Peranan perempuan tidak terlepas dari struktur-struktur lain yang ada dalam masyarakatnya yang mana hal ini merupakan hasil kesepakatan bersama dan memiliki fungsi-fungsi tertentu. status dan peran. berbeda dengan struktural-fungsionalisme yang menekankan keseimbangan. norma. tetapi hal ini tidak berarti bahwa mereka itu terpisah dan memiliki tujuan yang berbeda. realitis tersebut harus dilihat sebagai sesuatu yang dinamis seiring perubahan pada unsur-unsur lain. Penjelasan tentang unsur-unsur pembentuk realitas kehidupan perempuan tersebut dapat berarti bahwa realitas itu mengalamai transformasi atau pergeseran berdasarkan realitas sosial yang dihadapi. 2005: 156-161). Namun. atau hal lain yang signifikan. Meskipun laki-laki dan perempuan memiliki peranan yang berbeda. Individu yang menempati suatu status memiliki hak dan kewajiban tertentu yang merupakan peranan dalam status tersebut.

mereka hanya berperan sebagai ibu rumah tangga dan penjual di kios campuran. Sementara mereka yang tidak memiliki modal dapat menempuh model bagi hasil. Kedua. yaitu seluruh modal (perahu.Kabupaten Deli Sumatra Utara. Sekarang hal itu telah berubah. mereka menjadi nelayan karena penghasilan suaminya tidak mencukupi kebutuhan keluarga. mereka telah menjadi nelayan atau terjun langsung dalam aktivitas menangkap ikan sebagaimana yang dilakukan oleh kaum laki-laki. Munculnya teknologi destruktif seperti pukat harimau serta penebangan hutan mangrove di lingkungan mereka menyebabkan penghasilan yang diperoleh suaminya semakin berkurang. bahan bakar dan konsumsi) ditanggung oleh pemilik perahu. peranan perempuan di daerah tersebut telah mengalami perubahan. Pertama. alat tangkap. yaitu sewa dan atau bagi hasil. Untuk menggunakan sarana dan prasarana penangkapan seperti perahu. Bila memperoleh hasil tangkapan. Menurutnya. alat tangkap. 11 . bahkan mereka dapat melakukannya tanpa modal sama sekali. Sebelumnya. bahan bakar serta biaya produksi lainnya dapat diperoleh dengan dua cara. untuk menjadi nelayan tidak dibutuhkan modal yang besar. mereka dapat menyewa perahu (yang disewa hanya perahu) yang dibayar setelah memperoleh hasil tangkapan. Perubahan peranan perempuan yang telah menjadi nelayan menurut Andayani (2006: 2-3) terutama disebabkan oleh dua faktor. Bagi perempuan yang yang memiliki modal untuk membeli bahan bakar dan komsumsi selama menangkap ikan.

perempuan yang ekonominya rendah akan aktif mencari penghasilan tambahan karena pendapatan suaminya tidak mencukupi. Dengan demikian. satu bagian untuk diberikan kepada pemilik perahu dan bagian lainnya juga harus dijual ke pemilik perahu. isu substansial yang selalu dihadapi oleh keluarga atau rumah tangga adalah bagaimana individu-individu yang ada di dalamnya harus berusaha maksimal dan bekerja sama untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga sehingga kelangsungan hidupnya terpelihara (dalam Kusnadi. Hasil penelitian di atas memberi gambaran bahwa peranan perempuan tidak terbentuk dengan sendirinya atau terpisah dari sistem sosialnya. gender dipahami sebagai sifat-sifat yang bisa dipertukarkan antara laki-laki perempuan. Menurut Fakih (2007:9). Hal ini senada dengan pernyataan Nye (1982:33-34) bahwa dalam upaya memenuhi kebutuhan dasar kehidupan. Sedangkan perempuan yang ekonominya tinggi dapat berperan bersama suami menjalankan usaha atau justru lebih banyak berperan dalam konteks sosial yang sifatnya nonproduktif.hasilnya akan dibagi dua. Peranan yang dimainkan oleh perempuan yang berstatus ekonomi atas akan berbeda dengan peranan perempuan yang berstatus ekonomi bawah. 2000:191). maupun berbeda dari satu kelas ke kelas yang lain. yang bisa berubah dari waktu ke waktu serta berbeda dari tempat ke tempat lainnya. dimana peran yang dimainkan 12 . Hal ini juga berarti bahwa peranan perempuan tidak terlepas dari status ekonomi mereka.

yaitu perempuan yang berekonomi rendah. Menurutnya. yaitu peran reproduktif. sedangkan peran publik dilihat sebagai aktivitas istri dalam rangka memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga. dkk (1994:12) menggunakan konsep “peran ganda” untuk melihat realitas peran perempuan (Suratiyah. tetapi tetap menjadi orang pertama dalam kegiatan rumah tangga disebut dengan peran ganda. Adapun peran sosial masyarakat yang digeluti hanya sebatas mengikuti pengajian. Peran reprodukti istri nelayan yaitu mengurus anak dan keluarga. Sihite (1992:106) membedakan peran perampuan dengan istilah “kegiatan ekonomi” dan “kegiatan non ekonomi”. Suratiyah. Perempuan yang di satu sisi bekerja mencari nafkah. kegiatan ekonomi merupakan kegiatan menambah penghasilan keluarga. produktif dan sosial masyarakat. Realitas kehidupan perempuan yang kompleks pada akhirnya “mengajak” untuk memperhatikan segala bentuk peran yang mereka mainkan.tersebut berbeda dengan peran perempuan pada “kelas” yang lain. sedangkan peran produktif yaitu sebagai pengasin ikan. penjual ikan dan pembuat jenis makanan yang berbahan dasar ikan. Damayanti (2009) menggunakan konsep “tiga peran rangkap” untuk membedakan tipe peran istri nelayan. Peran domestik perempuan meliputi tugasnya sebagai istri. istri nelayan memiliki tiga peran yang dijalankan sekaligus. Sementara itu. biasanya kegiatan 13 . Adapun Kusnadi. dkk menggunakan kata wanita). dkk (2006:47) menggunakan istilah peran publik dan peran domestik. Menurutnya. ibu dari anak-anaknya.

Kegiatan dalam ranah domestik atau konteks sosial lainnya yang bukan produktif sesungguhnya memberi peluang dalam berlangsungnya aktivitas produktif (White. menyiapkan sarapan. 1981) dalam Suratiyah (1994:12). Sosrodihardjo (1986: 79-81) mengatakan bahwa perempuan memiliki pengaruh positif terhadap pembangunan.yang dilakukan berupa berdagang sayur atau makanan-makanan ringan. konteks usaha dan konteks masyarakat. penelitian ini juga akan melihat peran istri punggawa dalam tiga konteks. makan siang dan malam. Istri yang bekerja untuk mencari nafkah secara langsung akan memberi penghasilan bagi keluarga. Adapun kegiatan non ekonomi yaitu kegiatan yang dilakukan di rumah seperti pengasuhan anak. dimana peran tersebut merupakan peran yang tidak terlepas dari pandangan mereka tentang peran 14 . peran istri dalam usaha suami tidak hanya mengarahkan kita untuk mencari peran istri yang secara langsung terlibat dengan usaha suami. Peran pada ketiga konteks tersebut akan dilihat sebagai peran yang dikonstruk secara sosial budaya. Dengan demikian. yaitu konteks rumah tangga. Kelembutan dalam berbahasa dan sikap yang sopan efektif untuk mempengaruhi orang lain dalam berbuat hal-hal yang positif. memasak. Jadi. Sejalan dengan hal tersebut. dan tidak berarti bahwa istri yang berperan di luar kegiatan produktif tidak memiliki kontribusi pada usaha produktif. tetapi peran-peran lain yang secara tidak langsung signifikan mempengaruhi usaha suami. mencuci pakaian.

” b. aktivitas sosial dan ekonomi. Lokasi penelitian dilakukan secara sengaja dengan alasan bahwa di pulau ini penduduknya relatif lebih kecil 15 . pendekatan kualitatif itu memberi kegunaan yang menguntungkan. Metode Penelitian Dengan mengacu pada tujuan penelitian ini. metode penelitian yang digunakan mencakup komponen-komponen sebagai berikut: a.. Ihromi (1990: 2) dalam Irianto (1992: 28) mengatakan: “. F. dan kami berpendapat bahwa penelitian tentang wanita. paling tidak pada tahap-tahap tertentu dari pengetahuan kita tentang wanita seperti yang masih dialami sekarang. Sehubungan dengan itu. Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan di Pulau Bonetambung. Ihromi (1992:82) mengatakan bahwa analisis mengenai hubungan antara pria dan wanita harus dipusatkan pada apa yang sesungguhnya dilakukan oleh pria dan wanita dan pada pemahamanpemahaman budaya yang mendasari tindakan-tindakan mereka. status sosial dan tingkat ekonomi.gender. Selanjutnya. peran-peran istri punggawa tersebut pada akhirnya akan dilihat sebagai peran yang berkorelasi dengan usaha yang dimiliki oleh suaminya. Kecamatan Ujung Tanah Kota Makassar. Tipe Penelitian Tipe deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang penekanannya pada kualitas data.. bahwa justru pendekatan yang tidak terlalu mengandalkan kepada objektivitas itu malahan dapat membantu peneliti untuk memperoleh pengertian yang lebih mendalam tentang pokok yang ditekuninya.

dibanding dengan pulau-pulau lain yang ada di sekitarnya sehingga dapat memudahkan peneliti untuk mendalami realitas yang diteliti. Berangkat dari pemahaman bahwa perempuan merupakan mahluk sosial dan juga sekaligus mahluk individu yang memiliki pandangan subjektif mengenai realitas sosialnya. Namun. Pemilihan Informan Informan dalam penelitian ini dipilih secara sengaja dengan dasar bahwa informan tersebut memiliki “keahlian” tentang fenomena yang hendak didalami. yaitu konteks rumah tangga. digunakan metode sebagai berikut: Observasi. yaitu apa yang mereka lakukan? Tempatnya di mana? Kapan dilakukan? Bagaimana dia melakukannya? Serta dengan siapa (aktor-aktor lain yang ikut beraktivitas denganya) aktivitas itu dilakukan? 16 . Teknik Pengumpulan Data Dalam penelitian ini. c. d. informan lain juga akan dibutuhkan terutama untuk menggali pandangan mereka tentang peran istri punggawa. maka penting kiranya menjadikan istri punggawa sebagai informan ahli. usaha dan aktivitas sosial lainnya. istri punggawa banyak terlibat dalam urusan publik. yakni urusan yang dilakukan di luar konteks rumah tangga. Selain itu. Observasi digunakan untuk melihat aktivitas yang dilakukan oleh istri punggawa dalam tiga konteks. Metode ini terutama untuk mengumpulkan data mengenai beberapa pertanyaan penting.

serta hal-hal lain yang tidak dapat diamati. Proses Berlangsungnya Penelitian Ketertarikan penulis pada topik peran istri punggawa dipicu oleh pernyataan seorang punggawa darat nelayan jaring gae di kabupaten Jeneponto bahwa “seorang punggawa tidak akan berhasil jika istrinya tidak pintar”. Diskusi kami pada akhirnya menggiring penulis untuk melakukan penelitian secara lebih mendalam tentang peran istri punggawa dalam manajemen usaha perikanan. penulis bersama puluhan teman mahasiswa melakukan praktek lapang di pulau Bonetambung selama 11 hari. tepatnya bulan Juni 2008. pendapat orang lain mengenai peran istri punggawa. Pernyataan ini cukup singkat namun melahirkan banyak pertanyaan. Sejak saat itu. penulis memikirkan dan mendiskusikan dengan teman kuliah tentang pernyataan punggawa tersebut. Namun pada waktu itu peneliti tidak memiliki kesempatan untuk menggali informasi yang lebih dalam tentang pernyataan tersebut sebab pertemuan kami hanya sebentar dan tidak bertujuan untuk itu.Wawancara mendalam. peristiwa-peristiwa yang telah terjadi dan berkaitan dengan peran istri punggawa. Teknik ini digunakan untuk melacak pandangan mereka tentang peran gender. maksud dan tujuan suatu peran. Beberapa bulan kemudian. e. Pernyataan punggawa tersebut terus 17 .

penulis membangun hubungan dekat dengan masyarakat pulau Bonetambung. Sejak itu pula. baik dalam rangka mencari informasi awal tentang topik yang akan diteliti maupun dalam prosesi upacara daur hidup (diundang oleh masyarakat pulau Bonetambung). Ujung Tanah Kota Makassar”. terutama tokoh-tokoh yang bisa membantu penulis dalam menyelesaikan penelitian. Hal ini juga memberi kesempatan kepada penulis untuk mengidentifikasi calon-calon informan terkait topik penelitian ini. penulis meluangkan waktu untuk mencari informasi dasar berkaitan dengan peran istri punggawa dengan maksud menemukan formulasi penelitian yang lebih terarah. penulis pun mempersiapkan segala kebutuhan untuk melakukan pengumpulan 18 . yaitu antara tahun 2008 sampai tahun 2009 (sebelum seminar proposal penelitian skripsi). Setahun kemudian. Sejak praktek lapang berlangsung. yaitu tahun 2009. Setelah melakukan seminar proposal penelitian. Selama setahun.terpikirkan oleh penulis di lokasi yang berbeda ini. secara resmi penulis melakukan seminar proposal penelitian skripsi dengan judul “Peran Istri Punggawa dalam Manajemen Usaha Perikanan di Pulau Bonetambung Kec. penulis beberapa kali melakukan kunjungan ke pulau Bonetambung. Kegiatan-kegiatan tersebut semakin mempererat hubungan penulis dengan masyarakat yang akan diteliti.

seperti sepupu satu kali. Penulis mendengarkan dan ikut bertukar pikiran dengan mereka tentang kenelayanan. dan beberapa di antara mereka adalah anak punggawa. penulis juga bergaul dengan anak-anak muda yang umurya antara 17-28 tahun. Penulis tinggal di lokasi penelitian rata-rata 10 hari setiap kunjungannya. namun ini bukan hal yang begitu berpengaruh terhadap terbentuknya kelompok ini.data secara mendalam. bagaimana mereka melakukan 19 . Selain bergaul dengan kelompok perempuan. baik itu kebutuhan pengambilan data seperti alat perekam suara. Selama di lokasi peneltian. bukan orang asing). Dalam kelompok tersebut. foto. yang mana kelompok tersebut terbentuk secara ‘alami’ atau bukan kelompok yang formal. ada beberapa perempuan (yang telah berstatus istri) yang memiliki hubungan keluarga dekat. Secara resmi. alat tulis menulis maupun kelengkapan administrasi (meskipun secara emosional penulis dapat diterima oleh masyarakat pulau Bonetambung karena telah dianggap sebagai kerabat. saudara atau tante. penulis bergaul dengan beberapa kelompok perempuan. melainkan kelompok yang terbentuk karena hubungan tetangga (berdekatan rumah) dan memiliki topik pembicaraan yang cenderung sama. penulis melakukan penelitian selama kurang lebih 3 bulan dengan beberapa kali kunjungan. yang mana mereka adalah nelayan.

Meskipun topik pembicaraan ke tiga kelompok tersebut relatif berbeda. bagaimana mereka membuat rencana untuk masa yang akan datang. ada yang berstatus sebagai sawi dan ada pula yang berstatus sebagai “punggawa mandiri” (penjelasan tentang punggawa mandiri ada pada bab III dan bab IV). bagaimana mereka membicarakan orang lain yang tidak ada pada saat waktu pembicaraan. ikut mendengarkan. Tentu kelompok lain yang penulis dekati. pendapat. Hal ini penulis sadari setelah bergaul dengan mereka. baik itu orang yang tempat tinggalnya di pulau yang sama (lokasi penelitian) maupun yang tinggal di tempat lain atau pulau yang lain. yang sudah berkeluarga. yaitu kelompok lelaki dewasa. ada yang berstatus sebagai punggawa laut. bagaimana mereka menjalin hubungan dengan punggawa. Ada yang bersatus sebagai punggawa darat. namun sesungguhnya memiliki hubungan yang sangat dekat. Kedekatan penulis dengan mereka membuat penulis lebih mudah memahami apa yang penulis teliti dan membuahkan pikiran tentang 20 . kadang-kadang mengeluarkan pertanyaan. dan sangat penting juga hubugannya dengan penelitian ini. ikut tertawa bila ada hal yang lucu. Lelaki dewasa ini cenderung lebih jarang berkumpul dengan lelaki dewasa yang lain dibanding dengan kelompok perepuan (istri-istri nelayan) karena sibuk dengan pekerjaan mereka.penangkapan.

yang dianggap sebagai orang bijaksana). penulis juga terlibat dalam beberapa kegiatan seperti mempersiapkan perahu sebelum 21 . selebihnya hanya dengan situasi seperti pembicaraan biasa.hal baru. Selama melakukan penelitian. tapi pertanyaan tersebut tidak dianggap sebagai pertanyaa wawancara (bagi mereka) melainkan pertanyaan selayaknya orang lain bertanya pada saat sedang melakukan perbincangan biasa. yang sebelumnya tidak pernah penulis pikirkan dan tidak pernah ditemukan dalam literatur. Meskipun pada waktu itu penulis tidak bermaksud untuk melakukan penelitian tentang peran istri punggawa. Selain itu. tentunya karena hubungan yang lebih dekat. sebagaimana mereka berbicara dengan tetangga atau kelompoknya. Kadang-kadang penulis mengeluarkan pertanyaan. Hal ini memberi penulis keuntungan karena apa yang dibicarakan adalah data bagi penulis. sangat berbeda ketika penulis berkunjung ke pulau ini pada tahun 2008. kedekatan ini juga membuat penulis lebih mudah menggali sebuah informasi. penulis hanya melakukan beberapa kali wawancara dengan suasana yang formal (terutama saat penulis melakukan wawancara dengan orang tertua di pulau tersebut. akan tetapi penulis merasakan hal yang berbeda pada saat melakukan penelitian ini. Selain terlibat dalam pembicaraan sehari-hari. Kehadiran penulis di tengah-tengah mereka tidak mempengaruhi pembicaaran mereka.

penulis dengan sengaja diajak oleh kepala RK. penulis tidak dapat membuat dekumentasi foto. ikut acara pernikahan. ikut mengangkat ikan. selain sebagai pemerintah. Mengamati bagaimana nelayan-nelayan (anak muda) bergaul dengan sesama mereka. beliau juga adalah salah seorang yang dituakan dalam masyarakatnya. yaitu pesta pernikahan. penulis merasa terjebak pada kecenderungan mencari data tentang signifikansi peran istri punggawa dalam usaha perikanan. mulai dari tahap pelamaran sampai acara puncaknya. bagaimana lelaki dewasa yang bukan punggawa berhubungan dengan punggawa dan banyak hal yang dapat penulis amati. Lagi-lagi ini membuat penulis memperoleh kesempatan besar untuk menjalin kepercayaan dengan mereka. Meskipun penelitian penulis tidak fokus pada acara pernikahan.turun ke laut. Untuk kegiatan yang terkahir. memberi penulis kesempatan mengamati punggawa-punggawa beserta istrinya ketika berada pada setting sosial yang sama. Tentunya ini membuat penulis tidak dapat mempersiapkan alat untuk melakukan dokumentasi visual. membantu memasak. Penulis selalu berusaha mencari 22 . Kerugiannya. karena kehadiran penulis tidak pernah kuduga sebelumnya. tetapi penulis menyadari bahwa setting sosial yang ada di dalamnya memiliki hubungan dengan aktifitas keseharian mereka. Pada saat berada di lapangan penelitian. bertemu dengan tokoh-tokoh yang memiliki status berbeda ketika di luar acara pernikahan.

Analisis Data Analisis data dilakukan sejak peneliti melakukan penelitian. 23 . Data yang telah ditemukan di validasi dengan teknik triangulasi. Kenyataannya. misalnya makan yang bebas memilih apa saja dan bahkan boleh meraciknya sendiri. Dan penulis tidak heran jika usaha suaminya tersebut merupakan usaha yang paling besar di pulau (dilihat dari jumlah sawi). peran apa yang berdampak positif dan negatif terhadap usaha perikanan. Namun di sisi lain. Kebaikan-kebaikan istri punggawa ini penulis rasakan menjadi nilai lebih bagi usaha perikanan yang dimiliki suaminya. f. sangat sedikit data yang ditemukan mengenai hal ini dan seakan-akan membuktikan bahwa usaha perikanan adalah setting yang betul-betul hanyalah urusan suami (laki-laki).apa yang signifikan dari peran istri punggawa. data tersebut dilihat hubungannya dengan data-data lain sehingga terbangun suatu deskripsi data yang logis berdasarkan fenomena yang ada. seorang istri punggawa memiliki peran yang tidak langsung berpengaruh terhadap usaha perikanan. Kemudian. Bagaimana “sifat” istri punggawa sehingga mampu menciptakan suasana yang “nyaman” bagi tetangga dan sawi untuk datang ke rumahnya dan menikmati segala sesuatu yang dia (istri punggawa) nikmati.

g. masalah penelitian. kerangka konseptual. 24 . dan etos kerja masyarakat Bab III : memuat tentang gambaran umum tentang lokasi dan objek penelitian. Bab IV : memuat data khusus tetang bagaimana Peran istri punggawa dalam rumah tangga. metode penelitian dan sistematika penulisan Bab II : Tinjauan Pustaka memuat tentang hal-hal yang berkenaan dengan masalah penelitian yang dijadikan bahan acuan dalam penyusunan tulisan ini tentang peran istri dalam menunjang ekonomi rumah tangga. Bab V : merupakan Bab Penutup yang berisi kesimpulan dan saran tentang masalah penelitian. Peran istri punggawa dalam usaha perikanan. kegiatan ekonomi formal. Bab I Sistematika Penulisan : Pendahuluan memuat tentang latar belakang. Dan bagaimana Peran istri punggawa dalam masyarakat.

penjual ikan dan pembuat jenis makanan yang berbahan dasar ikan.BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. yaitu peran reproduktif. Menurutnya.telah memberikan peluang yang besar bagi perempuan atau istri nelayan untuk terlibat secara intensif dalam kegiatan publik (Ulhaq.dimana tugas tugas didarat sepenuhnya menjadi tanggung jawab perempuan atau istri nelayan. keterlibatan kaum perempuan dalam kegiatan publik adalah hal biasa sekaligus merupakan suatu keharusan untuk menjaga kelangsungan hidup rumah tangga nelayan. istri nelayan memiliki tiga peran yang dijalankan sekaligus. Realitas kehidupan perempuan yang kompleks pada akhirnya “mengajak” untuk memperhatikan segala bentuk peran yang mereka mainkan.sedangkan laut merupakan ranah laki-laki. 25 . Adapun peran sosial masyarakat yang digeluti hanya sebatas mengikuti pengajian. Damayanti (2009) menggunakan konsep “tiga peran rangkap” untuk membedakan tipe peran istri nelayan. Peran reprodukti istri nelayan yaitu mengurus anak dan keluarga. Sistem pembagian kerja secara seksual yang berlaku didalam masyarakat nelayan. sedangkan peran produktif yaitu sebagai pengasin ikan. Peran Istri Nelayan Dalam konteks kehidupan masyarakat nelayan. produktif dan sosial masyarakat. 2008:1).

biasanya kegiatan 26 . terutama dalam mengatur keuangan keluarga. sedangkan peran publik dilihat sebagai aktivitas istri dalam rangka memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga. perbaikan rumah. Di desa-desa nelayan di wilayah pesisir BAWEAN adat yang berlaku mengharuskan diperolehnya suami kepada untuk istri. perabotan rumah tangga. Akan tetapi dalam hal pengambilan keputusan yang menyangkut kelangsungan hidup rumah tangga. tetapi tetap menjadi orang pertama dalam kegiatan rumah tangga disebut dengan peran ganda. Menurutnya. seperti pengeluaran untuk konsumsi sehari-hari. Sementara itu. Perempuan yang di satu sisi bekerja mencari nafkah. Sihite (1992:106) membedakan peran perampuan dengan istilah “kegiatan ekonomi” dan “kegiatan non ekonomi”. kegiatan ekonomi merupakan kegiatan menambah penghasilan keluarga. dkk (2006:47) menggunakan istilah peran publik dan peran domestik.Menurut Ulhaq (2008:1). peranan dominan yang dimainkan oleh kaum perempuan atau istri nelayan tidak hanya dalam hal mengolah dan menjual ikan. dkk (1994:12) menggunakan konsep “peran ganda” untuk melihat realitas peran perempuan (Suratiyah. biaya pendidikan anak dan sebagainya. peran istri nelayan relatif lebih dominan. Adapun Kusnadi. Suratiyah. menyerahkan suami tidak di semua penghasilan yang perkenankan memegang penghasilannya sendiri. pembelian pakaian. dkk menggunakan kata wanita). Peran domestik perempuan meliputi tugasnya sebagai istri. menabung. ibu dari anak-anaknya.

yang dilakukan berupa berdagang sayur atau makanan-makanan ringan. Adapun kegiatan non ekonomi yaitu kegiatan yang dilakukan di rumah seperti pengasuhan anak, memasak, menyiapkan sarapan, makan siang dan malam, mencuci pakaian. Istri yang bekerja untuk mencari nafkah secara langsung akan memberi penghasilan bagi keluarga, dan tidak berarti bahwa istri yang berperan di luar kegiatan produktif tidak memiliki kontribusi pada usaha produktif. Kegiatan dalam ranah domestik atau konteks sosial lainnya yang bukan produktif sesungguhnya memberi peluang dalam berlangsungnya aktivitas produktif (White, 1981) dalam Suratiyah (1994:12). Sejalan dengan hal tersebut, Sosrodihardjo (1986: 79-81) mengatakan bahwa perempuan memiliki pengaruh positif terhadap pembangunan. Kelembutan dalam berbahasa dan sikap yang sopan efektif untuk mempengaruhi orang lain dalam berbuat hal-hal yang positif. Jadi, peran istri dalam usaha suami tidak hanya mengarahkan kita untuk mencari peran istri yang secara langsung terlibat dengan usaha suami, tetapi peran-peran lain yang secara tidak langsung signifikan mempengaruhi usaha suami. Menurut Hubies (1985) dalam Harijani (2001: 20) (dalam Susoliwati, 2006:25-26) , analisis alternatif mengenai peran wanita dapat dilihat dari tiga perspektif dalam kaitannya dengan posisinya sebagai manager rumah tangga dan partisipan pembangunan atau pekerja pencari nafkah. Jika dilihat areal peranan seorang wanita di dalam sebuah rumah tangga maka dapat dibagi menjadi:

27

1. Peran Tradisional Peran ini merupakan semua pekerjaan rumah, dari membersihkan rumah, memasak, mencuci, mengasuh anak serta segala hal yang berkaitan dengan rumah tangga. Bila ditinjau secara luas tentang peranan wanita sebagai ibu rumah tangga, wanita telah memberikan perananya yang sungguh mahal dan penting artinya dalam

pembentukan keluarga sejahtera. Tidak ada kedudukan yang lebih tinggi dan lebih rendah antara ibu dengan ayah. Pekerjaan-pekerjaan ibu rumah tangga dalam mengatur rumah, memasak, mencuci, serta membimbing dan mengasuh anak tidak dapat diukur dengan nilai uang. Ibu merupakan figur yang paling menentukan dalam membentuk pribadi anak. Hal ini disebabkan keterikatan anak terhadap ibunya sudah berawal sejak anak masih dalam kandungan. 2. Peran Transisi Adalah peran wanita yang juga berperan atau terbiasa bekerja untuk mencari nafkah. Partisispasi tenaga kerja wanita atau ibu disebabkan oleh beberapa faktor, misalnya bidang pertanian dalam memenuhi kebutuhan pokoknya tenaga kerja wanita dibutuhkan untuk menambah tenaga yang ada. Sedangkan dibidang industri yang membuka peluang bagi para wanita untuk bekerja karena dengan

berkembangnya industrri berarti tersedianya pekerjaan yang cocok

28

bagi wanita sehingga terbukalah kesempatan kerja bagi wanita. Masalah kehidupan mendorong lebih banyak wanita untuk bekerja mencari nafkah. 3. Peran Kontemporer Peran kontemporer adalah peran dimana seorang wanita hanya memiliki peran diluar rumah tangga sebagai wanita karier. Sedangkan menurut Mary Astuti (1998: 1) dalam Susoliwati (2006:2526), peran wanita terbagi atas tiga, yaiut : 1. Peran Produktif Yaitu peran yang dihargai dengan uang atau

barang yang menghasilkan uang atau barang atau yang berkaitan erat dengan kegiatan ekonomi. Contoh: petani, penjahit, guru dan pengusaha, 2. Peran Reproduktif Yaitu peran yang tidak dapat dihargai

dengan nilai uang atau barang, peran ini terkait dengan kelangsungan hidup manusia. Contoh : sebagaimana peran istri seperti

mengandung, melahirkan, dan menyusui anak adalah kodrat dari seorang ibu serta mendidik anak, memasak, menyiram tanaman, mencuci, memandikan anak, menyapu walaupun bisa dikerjakan secara bersama-sama. 3. untuk Peran Sosial Yaitu peran yang berkaiatan dengan peran istri mengikuti kegiatan kemasyarakatan. Contoh: kegiatan

pengajian, PKK, arisan, organisasi kemasyarakatan. Selanjutnya

29

Di desa-desa nelayan di wilayah pesisir bawean. sektor usaha ekonomi yang biasa dimasuki oleh kaum perempuan atau istri nelayan adalah usaha pengolahan ikan. Selain itu. memanggang.penulis menyebut bahwa peran wanita baik di lingkungan keluarga maupun di dalam masyarakat meliputi profil aktifitas yang mencakup peran domestik. menusuk potongan ikan dengan tusuk sate. publik dan sosial. pengrajin ikan asin dan membuka warung kelontong. peran istri nelayan selain menjual hasil tangkapan yang diperoleh suami. Usaha sampingan yang paling banyak diminati oleh para istri nelayan di desa Kabongan Lor adalah sebagai pengupas rajungan. Dengan kata lain. menata ikan panggangan di Nyiur sampai menjualnya kepasar atau kawasan perumahan (menjual kerumah). istri nelayan lebih banyak melakukan kegiatan seperti. profil akses dan profil kontrol. terutama kegiatan pengeringan dan pemindangan ikan. mencuci. ada beberapa jenis usaha sampingan lain yang juga digeluti istri nelayan di desa Kabongan Lor 30 . mengolah ikan. Dalam Ulhaq (2008:1). mulai dari menimbang. memotong. istri nelayan yang bertanggung jawab mengolah dan menjula ikan. Susoliwati (2006:62-63) Sebagian besar dari istri nelayan desa Kabongan Lor mempunyai usaha sampingan dalam menunjang penghasilan suami mereka yang sangat minim. Usaha sampingan tersebut merupakan upaya mereka dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya.

kaum perempuan didesa-desa nelayan mengambil kedudukan dan peranan social yang sangat penting.walaupun dalam jumlah yang kecil. Dampak dari sistem pembagian kerja di atas. kaum perempuan atau istri nelayan mengambil peranan yang besar dalam kegiatan social-ekonomi didarat. Ketiga. B.oleh karena itu. Hal ini disebabkan oleh karena beberapa pertimbangan pemikiran. sedangkan kegiatan melaut merupakan pekerjaan laki-laki. mengharuskan kaum perempuan pesisir untuk selalu terlibat dalam kegiatan publik. Usaha sampingan tersebut adalah menjadi pembantu rumah tangga di beberapa desa di kota Rembang. Inilah system gender yang berlaku dalam masyarakat nelayan. terutama kegiatan perdagangan ikan. Pertama. Latar Belakang dan Dinamika Peran Istri Nelayan Ulhaq (2008:2) menjelaskan bahwa dibandingkan masyarakat lain. mencari nafkah untuk keluarga sebagai antisipasi jika suami mereka tidak memperoleh penghasilan saat melaut. dalam system pembagian kerja secara seksual pada masyarakat nelayan. 31 .nelayan yang melaut belum bisa dipastikan memperoleh penghasilan. Kegiatan melaut merupakan kegiatan yang spekulatif. Kedua. System pembagian kerja masyarakat pesisir dan tidak adanya kepastian penghasilan setiap hari dalam rumah tangga nelayan telah menempatkan perempuan sebagai salah satu pilar penyangga kebutuhan hidup rumah tangga. baik disektor domestic maupun disektor publik.

3. Sekarang hal itu telah berubah. Pertama. Merasa bertanggung jawab terhadap keluarga. Sebelumnya.Sedangkan menurut Susoliwati (2006:63). 2. mereka telah menjadi nelayan atau terjun langsung dalam aktivitas menangkap ikan sebagaimana yang dilakukan oleh kaum laki-laki. Menurutnya. Munculnya teknologi destruktif seperti pukat harimau serta penebangan hutan mangrove di lingkungan mereka menyebabkan 32 . Hal yang senada juga dijelaskan oleh Ulhaq (2008:1) bahwa alasan mereka menjual ikan karena pekerjaan tersebut adalah kewajibannya sebagai istri dan merupakan kesepakatan bersama dengan suami. Dorongan untuk mencukupi kebutuhan ekonomi Rumah Tangga. mereka menjadi nelayan karena penghasilan suaminya tidak mencukupi kebutuhan keluarga. Hal ini sebagaimana hasil penelitian Andayani (2006) di Desa Percut Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Sumatra Utara. Perubahan peranan perempuan yang telah menjadi nelayan menurut Andayani (2006: 2-3) terutama disebabkan oleh dua faktor. Kondisi yang dihadapi oleh masyarakat nelayan menjadi pemicu terhadap perubahan bentuk peran istri nelayan. ada tiga hal yang menjadi motivasi para istri nelayan untuk ikut terjun melakukan kegiatan ekonomi yaitu: 1. mereka hanya berperan sebagai ibu rumah tangga dan penjual di kios campuran. Memanfatkan ketrampilan yang ia miliki. peranan perempuan di daerah tersebut telah mengalami perubahan.

perempuan yang 33 . maupun berbeda dari satu kelas ke kelas yang lain. Hasil penelitian di atas memberi gambaran bahwa peranan perempuan tidak terbentuk dengan sendirinya atau terpisah dari sistem sosialnya. Peranan yang dimainkan oleh perempuan yang berstatus ekonomi atas akan berbeda dengan peranan perempuan yang berstatus ekonomi bawah. Untuk menggunakan sarana dan prasarana penangkapan seperti perahu. Menurut Fakih (2007:9). alat tangkap. mereka dapat menyewa perahu (yang disewa hanya perahu) yang dibayar setelah memperoleh hasil tangkapan. bahkan mereka dapat melakukannya tanpa modal sama sekali. alat tangkap. bahan bakar serta biaya produksi lainnya dapat diperoleh dengan dua cara. Dengan demikian. hasilnya akan dibagi dua. Bagi perempuan yang yang memiliki modal untuk membeli bahan bakar dan komsumsi selama menangkap ikan. Bila memperoleh hasil tangkapan.penghasilan yang diperoleh suaminya semakin berkurang. yaitu seluruh modal (perahu. yaitu sewa dan atau bagi hasil. Kedua. bahan bakar dan konsumsi) ditanggung oleh pemilik perahu. gender dipahami sebagai sifat-sifat yang bisa dipertukarkan antara laki-laki perempuan. untuk menjadi nelayan tidak dibutuhkan modal yang besar. Sementara mereka yang tidak memiliki modal dapat menempuh model bagi hasil. yang bisa berubah dari waktu ke waktu serta berbeda dari tempat ke tempat lainnya. Hal ini juga berarti bahwa peranan perempuan tidak terlepas dari status ekonomi mereka. satu bagian untuk diberikan kepada pemilik perahu dan bagian lainnya juga harus dijual ke pemilik perahu.

Hal ini misalnya dapat kita lihat dari penjelasan Ulhaq (2008:1) bahwa bagi istri-istri nelayan yang membuka usaha warung makanan-minuman. dimana peran yang dimainkan tersebut berbeda dengan peran perempuan pada “kelas” yang lain. isu substansial yang selalu dihadapi oleh keluarga atau rumah tangga adalah bagaimana individu-individu yang ada di dalamnya harus berusaha maksimal dan bekerja sama untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga sehingga kelangsungan hidupnya terpelihara (dalam Kusnadi. Pada masa-masa ini. tingkat pendapatan yang diperoleh juga sangat tergantung dari fluktuasi pendapatan nelayan dari kegiatan melaut. Dinamika peran istri nelayan dipengaruhi oleh kondisi yang terjadi di tengah-tengah masyarakatnya. seperti yang terdapat di sebagian besar wilayah pesisir madura. 34 . Hal ini senada dengan pernyataan Nye (1982:33-34) bahwa dalam upaya memenuhi kebutuhan dasar kehidupan. penghasilan nelayan dari melaut tidak bisa dipastikan atau mungkin tidak ada sama sekali. 2000:191). usaha warungnya itu akan menghadapi masa sepi jika musim paceklik atau masa terang bulan tiba.ekonominya rendah akan aktif mencari penghasilan tambahan karena pendapatan suaminya tidak mencukupi. Sedangkan perempuan yang ekonominya tinggi dapat berperan bersama suami menjalankan usaha atau justru lebih banyak berperan dalam konteks sosial yang sifatnya nonproduktif. Artinya. yaitu perempuan yang berekonomi rendah. sehingga mempengaruhi tingkat konsumsinya.

BAB III GAMBARAN UMUM A. Secara geografis Bonetambung terletak pada posisi 1190 19’ 48‘‘ BT dan 050 02’48’‘ LS6. sebelah Timur dengan pulau Barrang Lompo. sebelah Selatan dengan pulau Kodingareng Keke. Perairan sebelah utara dan timur merupakan alur pelayaran pelabuhan. Jenis sedimen penyusun pulau terdiri dari ± 90% pasir kasar dan halus yang labil. sebelah Tenggara dengan pulau Barang Caddi. Di sebelah Utara berbatasan dengan pulau Badi (Kab. Gambaran Umum Lokasi Penelitian 1. Posisinya berada di sebelah timur P. Divisi Kelautan Pusat Kegiatan Penelitian.2 Km dan merupakan pulau karang seluas ± 5. Di pulau karang ini tidak ditemukan sumber air tawar. dan di sebelah Barat dengan Pulau Langkai dan dan Pulau Lumu-Lumu. atau berjarak 18 km dari Makassar.4 ha. Pulau ini berbentuk bulat. dkk. Kondisi Ekosistem Perairan Kepulauan Spermonde: Keterkaitannya dengan Pemanfaatan Sumberdaya Laut di Kepulauan Spermonde (Hasil Penelitian). Langkai. Pangkep). Letak Geografis dan Keadaan Pulau Pulau Bonetambung terletak disebelah barat laut Kota Makassar dengan jarak ± 17. Pada sisi barat dapat ditemui gundukan pasir setinggi kurang lebih 4 meter yang diakibatkan oleh pengaruh ombak besar pada musim barat. Universitas Hasanuddin 35 . dengan kedalaman 6 Jamaluddin Jompa. Pulau ini memiliki tinggi dari permukaan laut ± 4 meter. dengan luas 5 Ha.

perairan sebelah barat terdapat rataan terumbu karang.000. 600. rumah-rumah masih dapat dijumpai lahan yang kosong. sanitasi lingkungan di pulau ini belum tersedia. Kita juga dapat menjumpai sebuah masjid hasil swadaya masyarakat dan fasilitas olahraga yakni lapangan bola dan volley.(pergi-pulang). Pemukiman dan Interaksi Sosial Di pulau Bonetambung.00 wita melengkapi fasilitas di pulau ini. dan pada sebelah baratdaya sekitar 1 km terdapat daerah yang sangat dangkal dengan kedalaman kurang dari 5 meter. telah dibangun dermaga pada sisi barat pulau. 2. 1 orang suster dan 1 orang dukun.00 – 22. terdapat kurang lebih 100 rumah. Sarana dan Prasarana Untuk mendukung sarana transportasi laut dipulau ini. Sebuah instalasi lidtrik dengan generator yang beroperasi padad pukul 18. 3. kita dapat menggunakan perahu carteran (sekoci) 40 PK dengan biaya sebesar Rp. Namun belum tersedia transporatasi reguler ke pulau ini. Untuk mengakses pulau ini. pada bagian luar sekitas 1 km terdapat kedalaman besar dari 20 m.lebih dari 40 meter (± 900 meter dari pantai). Sedangkan pada sisi barat.. Selain fasilitas dermaga. terdapat 1 buah sekolah dasar (SD) dan 1 buah Puskesmas pembantu dengan tenaga medis 1 orang mantri. Sebagian besar rumah didirikan di bagian sisi timur pulau sehingga hampir tidak terlihat lahan yang kosong. Mereka menghindari ancaman abrasi yang 36 .

Selain karena mereka masih memiliki hubungan darah. Namun bukan hanya hal itu yang menjadi alasan pendirian rumah yang tidak merata ini. Hampir dikatakan bahwa struktur sosial mereka terbentuk dari jenis usahanya dan akan berdinamika seiring dengan dinamika usaha yang ada. Begitu juga halnya pada sisi barat. Jenis Usaha dan Struktur Sosial Struktur sosial di pulau Bonetambung memiliki hubungan yang signifikan dengan jenis usaha mereka. Jadi kita bisa memahami bahwa mereka yang mendirikan rumah di bagian sisi timur pulau memiliki hubungan kekerabatan yang dekat. meskipun mereka hampir dikatakan sebagai satu keluarga besar.setiap tahun terjadi. mereka memiliki hubungan kekerabatan yang dekat dan cenderung memiliki kewenangan yang lebih besar dibanding mereka yang tinggal di bagian timur. Masyarakat Bonetambung cenderung mendirikan rumah bersebelahan dengan keluarga terdekatnya seperti ayah atau ibu. mereka cenderung berinteraksi dengan tetangga terdekat. Meskipun dalam aktifitas sosial sehari-hari. namun hubungan mereka tetap terjaga. Pemukiman yang tidak merata ini tidak berarti bahwa terdapat konflik diantara ”warga timur” dan ”warga barat” (sebagaimana yang penulis duga pada awal memulai penelitian). pulau yang mereka huni relatif lebih kecil sehingga masih banyak aktifitas sosial yang membuat mereka saling berinteraksi dan saling membutuhkan. B. Berikut penjelasan mengenai hal ini akan 37 .

atau dalam nama lokal disebut ikan sunu. Beberapa orang yang dipimpin tersebut disebut sawi atau orang yang bekerja pada perahu7. yang secara istilah dapat diartikan pencari. Jadi. paboya dipimpin oleh pimpinan yang disebut juragan atau punggawa laut. Ikan yang ditangkap harus dalam keadaan hidup dan tidak cacat dengan ukuran yang telah ditentukan oleh pembeli.dimulai dari penjelasan tentang jenis-jenis usaha yang digeluti oleh masyarakat pulau Bonetambung. Punggawa darat memberikan modal kepada seorang nahkoda perahu yang disebut punggawa laut atau juragan. Juragan kemudian memimpin beberapa orang untuk mengoperasikan perahu dan alat tangkap. terdapat beberapa jenis usaha perikanan yang diusahakan. 7 Semua orang yang secara langsung terlibat dalam proses penangkapan disebut paboya. 38 . a. 1. Informan yang menggunakan bahasa Indonesia untuk menyebut paboya juga menggunakan istilah pencari. Punggawa yang memiliki modal kemudian memberikan modalnya kepada pihak lain berupa alat tangkap dan biaya operasional disebut punggawa bonto atau punggawa darat. Jenis Usaha Di pulau Bonetambung. usaha ikan lelong dan usaha ikan timbangan serta usaha gurita. yaitu usaha ikan hidup. Pemilik usaha ikan hidup biasa disebut punggawa. yaitu orang yang memimpin sebuah usaha. Usaha Ikan Hidup Usaha ikan hidup adalah usaha yang menjual dan membeli ikan hidup jenis kerapu.

hanya satu pembeli ikan lelong yang ada di lokasi penelitian. Hal ini biasanya tidak dapat dijelaskan oleh informan yang umurnya masih muda. menurut beberapa informan (informan yang menjelaskan hal ini adalah informan yang umurnya sudah tua dan pernah menjadi punggawa bonto.Ikan hasil tangkapan yang diperoleh punggawa laut atau juragan bersama para sawinya harus dijual kepada punggawa darat. terutama dalam penggunaan obat-obatan dan pengukuran timbangan dan takaran air. Namun. Sebutan bos ditujukan untuk menyebut pemilik modal yang modalnya cukup besar menurut ukuran mereka (nelayan pulau Bonetambung). panggilan status cenderung digunakan berdasarkan kebiasaan saja) 39 . Demikian anatomi status punggawa yang dilihat dari volume modal yang dimiliki. Hal ini dikarenakan ikan harus dijual dalam keadaan hidup dan tidak cacat dan harus menggunakan teknik-teknik tertentu untuk melakukannya. melainkan bos. Tugas sawi darat ini adalah mensortir ikan dan melakukan perawatan serta menjaga penampungan ikan. b. Hingga saat laporan ini ditulis. Ikan yang dibelinya 8 Pembeli ikan hidup yang menunggu ikan di Makassar biasanya adalah pihak yang memberikan modal kepada punggawa bonto atau punggawa darat. mereka tidak menyebutnya punggawa bonto. Sawi darat direkrut berdasarkan keterampilannya dalam merawat ikan. Seorang punggawa bonto atau punggawa darat dapat dipanggil bos jika usahanya sudah besar dengan ukuran modal yang dimiliki. pemberi modal yang tinggal di Makassar ini juga sebenarnya adalah seorang punggawa bonto karena dia hanya memberikan modal kemudian menunggu hasil tangkapan. Usaha Ikan Lelong Usaha ikan lelong adalah usaha yang menjual dan membeli ikan untuk kebutuhan pasar lokal. Dilihat dari status dan perannya. Puggawa darat kemudian menjual ikan tersebut ke pembeli yang ada di Makassar8. Pembeli ikan lelong ini tidak memberikan biaya operasional kepada nelayan. Adapun punggawa darat dibantu oleh beberapa anak buah yang disebut sawi darat. Ikan dibeli dari nelayan pemancing dan juga nelayan yang menggunakan alat tangkap bu.

d. Ikan sunu dibiarkan hidup karena merupakan biota target utama. usaha yang paling banyak dilakukan adalah usaha ikan hidup.sebagaian besar merupakan ikan mati yang ditangkap oleh nelayan pencari ikan hidup9. Usaha Ikan Timbangan Usaha ikan timbangan adalah usaha yang menjual dan membeli ikan untuk kebutuhan ekspor. yaitu perangkap yang dipasang di sekitar terumbukarang. Pembeli ikan timbangan yang tinggal di pulau Bonetambung berjumlah empat orang. Pemilik modal usaha ikan hidup hanya membeli ikan hidup. Karena banyak jenis ikan yang masuk ke dalam bu. Ikan hidup dijual kepada pemilik modal sementara ikan mati dijual kepada pembeli ikan mati. c. Pembeli ikan timbangan ini berstatus sebagai punggawa darat karena dia memberikan modal kepada nelayan pemancing kemudian menunggu hasil tangkapan di darat. Ikan yang terperangkap adalah ikan yang hidup di sekitar terumbukarang. Pembeli gurita juga merupakan punggawa. Dari keempat jenis usaha tersebut. Jenis yang masuk kategori ikan timbangan adalah ikan tinumbu. Punggawa yang membeli gurita adalah orang yang sama dengan pembeli ikan timbangan. Usaha Gurita Usaha gurita adalah usaha yang khusus menjual dan membeli biota gurita. Ikan yang dibeli diukur menggunakan timbangan. Punggawa pemilik usaha ikan hidup tidak membeli biota jenis lain sementara punggawa jenis usaha lain juga membeli 9 Alat yang digunakan oleh nelayan ikan hidup disebut bu. sisanya bebas dijual kepada pembeli ikan mati 40 . nelayan pun memisahkan ikan sunu (jenis kerapu) dengan ikan lainnya. bukan pemilik modal. yang lainnya dibiarkan mati.

alat tangkap dan biaya operasinal sendiri. Sedangkan punggawa laut atau juragan adalah pemimpin perahu yang melakukan penangkapan. yang ditujukan untuk menyebut punggawa laut yang memiliki perahu. punggawa dapat dibedakan berdasarkan hal berikut: a. punggawa berdikari dan punggawa laut atau juragan. punggawa ikan timbangan juga merupakan punggawa nelayan gurita. Jadi. Jenis usaha yang dijalankan adalah usaha ikan hidup. Dengan demikian. Sementara punggawa berdikari. Punggawa darat hanya menunggu hasil tangkapan di darat. Punggawa bonto atau punggawa darat adalah punggawa yang memberikan modal kepada paboya atau pencari ikan. kita dapat menemukan tiga status punggawa dari keempat jenis usaha tersebut. tidak terjun langsung melakukan penangkapan. hasil tangkapannya harus dijual kepada punggawa darat yang memberikan modal. Punggawa berdikari ini bebas menjual hasil tangkapannya kepada punggawa 41 . tidak dimodali oleh punggawa darat. adalah status punggawa yang relatif masih baru. Kepemilikan Berdasarkan kepemilikannya. Punggawa laut memperoleh perahu dan alat tangkap serta biasa operasional dari punggawa darat. Struktur Sosial Di Bonetambung. 2. yaitu punggawa bonto atau punggawa darat.biota lain yaitu ikan timbangan dan gurita.

Hal ini memudahkan peneliti untuk menggali informasi dan dapat dengan mudah dilakukan pengamatan secara langsung. Meskipun statusnya mirip dengan punggawa laut. Punggawa lompo tidak ikut dalam proses produksi 10 Hal ini menyebabkan usaha punggawa darat yang tinggal di pulau mengalami penurunan karena banyak punggawa laut yang langsung meminta modal kepada pengusaha di Makassar dan menjual hasil tangkapannya dengan harga yang lebih tinggi. Volume Usaha 1) Punggawa Lompo Punggawa lompo. peneliti memusatkan perhatian pada punggawa usaha ikan hidup.darat dengan penawaran harga yang lebih tinggi. Pertimbangan untuk memusatkan perhatian pada usaha ikan hidup adalah karena sebagian besar nelayan di pulau Bonetambung menangkap ikan hidup. namun punggawa berdikari ini menjual ikannya dengan harga yang sama dengan harga ikan di Makassar10. 42 . Namun pada perkembangannya. Pembahasan berikut ini akan menjelaskan peran istri punggawa usaha ikan hidup. Dari ketiga status punggawa tersebut. sarana produksi. sudah banyak punggawa berdikari yang diberikan modal langsung oleh pengusaha yang ada di Makassar tanpa melewati perantara punggawa darat yang ada di pulau Bonetambung. b. Perhatian dipusatkan pada peran istri mereka dalam usaha perikanan yang dimiliki. Besarnya usah dinilai dari modal yang dimiliki. dan jaringan di kota. yaitu punggawa yang usahanya sudah besar. jumlah sawi.

Melainkan berupa uang tunai pada jangka waktu tertentu. tidak semua punggawa darat adalah punggawa lompo. meskipun tidak ikut dalam aktivitas produksi. maka kita akan melihat bahwa seorang punggawa dapat memiliki beberapa status sekaligus. maka dia tidak disebut punggawa lompo. biasanya disebut sebagai 43 . maka salah satu perahu dipimpin olehnya untuk beroperasi. maka dia juga adalah seorang punggawa lompo. tenaga kerja yang banyak dan jaringan yang luas. atau hanya tinggal di darat menunggu kedatangan nelayan. Jika kita mencermati pengklasifikasian punggawa di atas. Modal untuk membuka usaha diperoleh dari bantuan keluarga (biasanya keluarga yang pegawai negeri) dan sistem hutang yang tidak dibayar menggunakan ikan. Namun tidak pernah membeli ikan mati untuk pasar lokal. Punggawa ini tidak memiliki ikatan dengan bos atau pembeli yang ada di Makassar. Punggawa darat jika memiliki modal yang besar. yaitu punggawa yang memiliki satu atau dua perahu penangkapan beserta sawi yang mengoperasikannya. Beberapa punggawa darat juga. Jika seorang punggawa darat hanya membeli ikan mati dan modal yang diberikan kepada nelayan juga tidak besar. Namun. Jika punggawa berdikari ini memiliki dua perahu.2) Punggawa Berdikari Punggawa berdikari. ada yang membeli dan menjual ikan hidup sekaligus membeli dan menjual ikan timbangan pada musim tertentu.

Jadi. punggawa ikan mati dan punggawa berdikari. Keterlibatan punggawa lompo hanya sebatas mengawasi karena yang mensortir ikan dikerjakan oleh sawi darat yang ahli.punggawa balolang atau punggawa yang mengantar ikan. misalnya tangkapan yang sedikit. Sementara punggawa berdikari tidak memiliki tukang size atau sawi untuk mensortir ikan. Perbedaan tersebut secara rinci akan dibahas pada sub bahasan yang khusus. hanya terlibat pada pasca produksi. Ini dilakukan untuk menekan pengeluaran biaya perjalanan. yaitu punggawa lompo. atau dalam kondisi tertentu. biasanya usahanya fokus pada ikan hidup namun berbeda dengan punggawa lompo. yaitu setelah nelayan datang membawa ikan hasil tangkapannya. Dia hanya memiliki beberapa sawi dan khusus untuk ikan mati. Begitu juga sebaliknya punggawa lompo yang usahanya fokus pada ikan hidup. jika sawinya memperoleh ikan mati. 44 . Perbedaan status punggawa ini berimplikasi terhadap perbedaan peran istri mereka. Ikan yang ditangkap biasanya dibawa langsung ke Makassar untuk dijual. maka ikan mati tersebut akan diserahkan kepada pembeli ikan mati. Sementara punggawa berdikari. klasifikasi punggawa di atas dapat disederhanakan menjadi tiga. Punggawa lompo. maka biasanya dijual ke punggawa lompo setempat (yang berada di pulau yang sama) dengan harga yang relatif sama dengan harga di Makasar). maka ikan hidup tersebut diserahkan kepada orang lain yang membeli ikan hidup. Istri punggawa lompo memiliki peran yang berbeda dengan istri punggawa berdikari atau istri punggawa ikan mati. Sementara jika sawinya memperoleh ikan hidup.

C. Istri nelayan. kita dapat mengamati perbedaan aktivitas antara laki-laki dan perempuan. yaitu sebagai istri dan memiliki balita. pada pagi hari sibuk mempersiapkan makanan untuk bekal suaminya dan sebagai hidangan sebelum berangkat. Perkejaan tersebut adalah: • • menjual barang campuran berbelanja kebutuhan rumah tangga di Makassar. membersihkan ruangan dalam rumah. Aktivitas Kaum Perempuan Dalam kehidupan sehari-hari. Pada pagi hari. mencuci pakaian. Bagi perempuan yang telah berkeluarga. terdapat beberapa pekerjaan (yang menghasilkan uang) yang ‘diidentikkan’ dengan perempuan. yaitu merawat anaknya. dia memiliki aktivitas yang khusus di samping aktivitas yang telha disebutkan. baik yang telah berkeluarga maupun yang telah berkeluarga (suami dan istri). yang suaminya akan berangkat ke laut. secara umum perempuan sibuk dengan aktivitas di rumah seperti membersihkan pekarangan rumah. Aktivitas lain seperti membersihkan rumah dan mencuci pakaian baru dilakukan setelah suami berangkat ke laut. Di Bonetambung. biasa disebut paterong • • • mangombang juku atau membelah ikan untuk dikeringkan menjual kosmetik dan pakaian bandar arisan 45 .

mie instan. atau jika itu dilakukan oleh seorang anak perempuan itu sudah disepakati oleh orang tuanya. Nelayan yang akan berangkat ke laut biasanya mengambil barang dari warung tersebut dan akan dibayar setelah memperoleh penghasilan. Modal usaha diperoleh dari suami. 46 . kopi. gula pasir. teh. maka itu merupakan pembayaran berupa uang tunai karena pemilik warung tidak berprofesi sebagai penjual ikan. Jika warung tersebut merupakan usaha istri punggawa. rokok dan sebagainya memiliki hubungan yang sangat dekat dengan aktivitas kenelayanan. namun dia juga ikut mengatur atau menghitung untung rugi usaha yang dikerjakan oleh istrinya. tetapi itu merupakan hasil kesepakatan antara suami dan istri.• • menjual kue menjual sayur-sayuran Meskipun pekerjaan tersebut identik dengan perempuan. minyak goreng. maka akan dicatat dalam nota pengambilan pada punggawa dan dapat dibayar dalam bentuk penyerahan ikan. istri yang menjual barang campuran seperti beras. Jika warung tersebut bukan milik punggawa. Bahkan. Meskipun suami tidak terlibat langsung dalam pekerjaan tersebut.

Kedua hal tersebut. Sedangkan usaha ikan hidup (khusus yang nelayan di Bonetambung) terdiri dari nelayan Bu dan nelayan bius. disadari bahwa apa yang diperankan oleh istri punggawa dalam usaha perikanan sangat erat kaitannya dengan peran gender yang berlaku pada masyarakat pulau Bonetambung. penulis akan membahas pokok permasalahan penelitian yang telah dilakukan. dan utamanya bentuk usaha suami. Sedangkan bentuk usaha suami yang dimaksudkan adalah jenis usaha yang dijalankan oleh suami. Pembahasan ini akan menjawab pertanyaan umum yaitu “bagaimana peran istri punggawa dalam managemen usaha perikanan di pulau Bonetambung?”. Peran istri punggawa dalam usaha perikanan tidak terlepas dari kondisi sosialnya. Berdasarkan biota yang ditargetkan. memiliki hubungan yang signifikan terhadap peran istri punggawa. pembagian peran secara umum antara suami dan istri serta sesuatu yang dianggap penting dan tidak penting. Oleh 47 . dan nelayan pukat.BAB IV PEMBAHASAN Pada bab ini. yaitu kondisi sosial dan bentuk usaha suami. Setelah melakukan penelitian. yaitu usaha ikan mati dan usaha ikan hidup. Usaha ikan mati terdiri dari pemancing. Kondisi sosial yang dimaksud di sini adalah termasuk pola pergaulan antara warga masyarakatnya. ada 2 usaha perikanan.

yaitu peran yang mereka pahami dan praktekkan dalam kehidupan seharisehari. istri mempersiapkan konsumsi untuk suami sebelum berangkat dan untuk bekal selama beroperasi. yaitu peran ‘darat’ dan peran ‘laut’. a. A. produksi dan distribusi.karena itu. peran gender yang akan kami gambarkan hanyalah peran gender yang dianggap berkaitan dengan usaha perikanan. Pada waktu yang bersamaan. Suami mempersiapkan peralatan penangkapan serta mengecek kondisi perahu dan mesin. mengatur konsumsi dan peran-peran kemasyarakatan. Peran Gender Secara Umum Pembagian peran antara istri dengan suami masyarakat pulau Bonetambung secara umum dapat kita bedakan dalam dua peran yang mencolok. Peran laut yaitu peran yang menyangkut penangkapan yang meliputi persiapan produksi. Namun. pemahaman tentang peran istri punggawa dalam usaha perikanan terlebih dahulu harus diawali dengan memahami peran gender yang berlaku. Peran Gender pada Masyarakat Pulau Bonetambung 1. Sementara peran darat adalah peran yang dilakukan diluar peran laut seperti mengurus rumah tangga. Peran Laut Peran laut dimulai ketika suami hendak melakukan operasi. mengingat bahwa fokus penelitian ini adalah mengenai usaha perikanan. Pembagian peran seperti ini terutama dijumpai pada keluarga nelayan yang 48 .

yang bersangkutan harus menjual hasil tangkapannya kepada pemberi kredit yang biasa mereka sebut sebagai ‘punggawa’. yang mempersiapkan peralatan adalah sawi. Tahap selanjutnya adalah operasi. dengan ketentuan bahwa sebelum perahu tersebut lunas. Perahu yang digunakan adalah milik sendiri yang diperoleh secara cicil11. yaitu perahu kecil yang hanya dioperasikan oleh satu orang untuk memancing gurita dan ikan tinumbu. Istri hanya tinggal di rumah. sementara konsumsi untuk bekal konsumsi selama beroperasi dilakukan oleh istri punggawa laut. mereka menggunakan perahu jolloro dan alat tangkap yang disebut ‘bu’. termasuk kebutuhan konsumsi. Selama beroperasi. hampir 11 Cicil adalah istilah yang mereka digunakan untuk menyebut pengambilan perahu dengan cara kredit. Pada tahap persiapan. Bu dioperasikan oleh 3-4 orang yang terdiri dari satu punggawa laut. sementara biaya lainnya. Selama suami berada di laut. Istri sawi tidak mengurus bekal konsumsi karena aturan penangkapan yang mereka terapkan yaitu selama beroperasi. Nelayan lebih memilih mengumpulkan uang untuk membeli perahu yang baru kemudian mengembalikan perahu yang lama kepada pemiliknya. Berbeda dengan nelayan yang menangkap ikan hidup. Sementara istri sawi hanya mempersiapkan konsumsi untuk suaminya sebelum berangkat. termasuk biaya konsumsi ditanggung sendiri. dua penyelam dan satunya lagi untuk menjaga kompresor. semua kebutuhan ditanggung oleh punggawa laut. mencuci pakaian dan mengerjakan beberapa pekerjaan lainnya sambil menunggu suami datang dari laut. Namun pada kenyataannya. mengurus anak. 49 .menggunakan perahu fiber. tidak ada perahu yang dilunasi oleh nelayan. semua urusan di laut diperankan oleh laki-laki (suami) karena tidak ada perempuan yang ikut melakukan penangkapan.

Bukan 50 . apakah memperoleh tangkapan yang banyak atau tidak. mereka juga ingin mendengar kabar suaminya yang masih beroperasi. Selain bertujuan untuk membeli ikan. Bagi nelayan ‘bu’. hasil tangkapan tersebut dibawa ke pembeli (punggawa yang memberi kredit perahu) yang juga tinggal di pulau Bonetambung. istri nelayan di sini tidak berperan dalam tahap pendistribusian hasil tangkapan.semua pekerjaan didarat dilakukan oleh istri. kecuali bagi mereka yang anaknya sudah bisa ikut membantu. Yang menyambut adalah para istri yang hendak membeli ikan (ikan yang dibeli adalah ikan yang mati dan harganya murah) untuk keperluan lauk bagi keluarganya. kita dapat melihat adanya perbedaan pembagian peran secara gender antara keluarga nelayan pemancing dengan keluarga nelayan yang menggunakan ‘bu’. Setelah selesai. Setelah suami datang dari laut. pembagian peran antara suami dengan istri berbeda dengan nelayan bu. Setelah suami datang dari melaut. dia disambut oleh istrinya. Sementara nelayan pemancing. Jadi. apakah suaminya dalam keadaan yang baik. Setelah interaksi antara nelayan dan para istri tersebut selesai. kedatangan mereka disambut oleh banyak perempuan tetapi bukan istri mereka. Mereka melakukan penyortiran hasil tangkapan. ikan hidup pun dibawa ke tempat penampungan punggawa darat untuk disortir.

mencuci pakain. 51 . b. tetapi dilakukan oleh istrinya 12. Sebagian kecil di antara mereka ada yang memiliki usaha dagang yang modalnya tidak besar. sementara istri menunggu suami di rumah. 12 Pandangan Tentang Suami dan Istri yang Baik13 13 Bagi nelayan yang memiliki anak yang kira-kira berumur 7-10 tahun. Sementara istri membawa hasil tangkapan kepunggawa. Peran Darat Sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya. hampir semua urusan di darat menjadi tanggung jawab istri. Selama suami berada di laut. peran darat adalah peran yang dilakukan di luar peran laut seperti mengurus rumah tangga. Kata baik di sini bermakna memiliki nilai lebih dibanding yang lain. kecuali mereka yang tinggal bersama di rumah orang tuanya. Penggunaan kata baik di sini mengikuti logika bahasa mereka. suami membersihkan perahu kemudian kembali ke rumah dan menyantap hidangan yang sebelumnya telah disiapakan istri. mengatur konsumsi dan peran-peran kemasyarakatan. ikan hasil tangkapan biasanya dibawa oleh sang anak. Selain itu. sisa waktu yang ada biasanya digunakan untuk berkumpul dengan istri nelayan yang lain yang juga memiliki waktu luang. yang mana tidak bertujuan untuk menyudutkan seseorang yang tidak baik.suami yang membawa hasil tangkapan. menyiapkan makanan untuk suami sebelum pulang dari laut. Kesibukan istri nelayan setiap hari yang dapat kita amati adalah mengurus anak. Mereka menjual sembako yang dibeli di kota. 2. ada pula istri nelayan yang tidak memiliki warung tetapi memiliki kerajinan membuat makanan ringan untuk dijual dari rumah ke rumah.

Suami akan merasa malu jika dia tidak mampu memenuhi kebutuhan materi keluarganya. Pemuda lain yang orang tuanya bukan seorang punggawa hampir setiap hari berangkat ke laut untuk mencari ikan. Untuk itulah.. gemar memberi dan yang paling utama adalah rajin bekerja (mencari ikan). karena kekayaan akan diperoleh bila rajin bekerja. Iwan memiliki perbedaan yang menonjol dengan pemuda lain sebayanya. Berikut kisah yang diceritakan seorang informan: “.. dia harus menghidupi keluarganya dengan usaha sendiri. Kriteria yang disebutkan terakhir terlepas dari latar belakang ekonomi orang tuanya. Setelah menikah. Sebelum menikah.seorang anak punggawa bernama Iwan (nama samaran) yang kini telah menikah. sebelum menjelaskan tentang tipe suami dan istri yang baik. Sementara urusan di darat diselesaikan oleh istri ketika suami sedang beroperasi di laut. tidak sombong. Harta yang dimiliki orang 52 . mencari ikan dianggap sebagai pekerjaan yang paling utama dan merupakan tanggung jawab seorang suami. Hal ini menyebabkan Iwan tidak memiliki keterampilan menangkap ikan. Laki-laki (belum menikah) yang baik menurut penilaian masyarakatnya memiliki kriteria seperti sabar. Pembagian peran di atas berkaitan dengan pandangan dan penilaian mereka tentang suami yang baik dan istri yang baik. sementara Iwan hanya tinggal di pulau untuk menunggu nelayan datang membawa hasil tangkapannya. Dia hanya membantu ayahnya mensortir ikan hasil tangkapan sawi. kaya atau miskin. penjelasan akan diawali dengan laki-laki yang baik dan perempuan yang baik. Pandangan dan penilaian ini telah ditanamkan sebelum seseorang menikah.Berdasarkan pembagian peran secara umum di atas.

Hal ini terutama didasari oleh kesadaran bahwa mereka saling membutuhkan pada suatu kondisi yang tidak diduga. Hal ini juga dapat kita lihat dari pernyataan salah seorang punggawa darat : “. kan kau kenal toh. Di pulau ini. tapi suatu saat jika usaha hajinya turun. dia pasti akan pusing. dia juga harus bisa merasakan bagaimana menjadi pencari14. meskipun saya orang tuanya sudah punya usaha. dia hanya tau cara menghabiskan uang.” Jika mengamati secara sepintas. Mau tidak mau.. kan dia sudah punya modal untuk hidup. Atau suatu saat dia tidak bisa jadi punggawa. Pencari digunakan untuk menyebut pada nelayan biasa. dia tidak sulit lagi berhubungan dengan dengan sawi.tuanya tidak bisa digunakannya untuk menghidupi keluarga.. kira-kira menurutmu bagus begitu? Tidak diminta-minta. 53 . tapi coba kau lihat. Coba bandingkan dengan anak punggawa lain. karena prinsipnya adalah seorang laki-laki yang telah menikah memiliki tanggungjawab untuk mencari nafkah sendiri. bukan pemilik perahu. hampir semua anak punggawa tidak memiliki keterampilan mencari ikan. Dalam kehidupan sehari-hari.” Dari kisah tersebut. yaitu paboya..Saya memiliki beberapa anak laki-laki.. semuanya turun mencari.. mereka bergaul dengan orang lain tanpa membedakan nilai lebih yang dimiliki seseorang. kita dapat melihat bagaimana seorang laki-laki harus mampu mencari nafkah untuk dirinya dan juga untuk keluarganya kelak. kita tidak akan memahami perbedaan antara laki-laki yang dianggap baik dengan laki-laki yang dianggap kurang baik. Suatu saat bila dia punya rejeki untuk jadi punggawa. misalnya tidak memperoleh hasil tangkapan dan harus meminta bantuan pada orang lain atau hal lain yang tidak dapat 14 Pencari adalah istilah bahasa Indonesia yang mereka gunakan untuk menyebut istilah lokal.. yang berarti pencari ikan.

a. suami yang baik terutama dinilai dari ketekuannya bekerja mencari nafkah. apabila yang diperbandingkan adalah laki-laki yang baik dan yang tidak baik. 54 . yaitu sebagai bahan pembelajaran mengenai contoh sikap dan perilaku yang baik. Bagi Suami yang baik masyarakat pulau Bonetambung. Begitu juga jika membicarakan sifat dan perilaku orang yang tidak baik. misalnya ke kota (Makassar) hanya untuk berbelanja kebutuhan yang tidak penting. Menceritakan kebaikan orang yang tidak berada pada setting sosial pembicaraan tersebut menjadi hal yang positif bagi orang lain. penilaian ini akan berpengaruh terhadap interaksi seseorang dengan orang lain. dalam konteks tertentu. atau usahnya. membanding-bandingkan seorang laki-laki dengan laki-laki yang lain merupakan hal yang dapat menyinggung perasaan. Pembicaraan mengenai sifat dan perilaku orang yang tidak baik biasanya lebih tertutup. kemudian tidak boros dan menyerahkan seluruh pendapatannya kepada istri. Dia hanya memperhatikan alat tangkapnya. Sebagaimana halnya yang telah dibahas sebelumnya. suami yang baik bisanya tidak meninggalkan pulau untuk keperluan yang tidak penting.dikerjakan sendiri. Urusan belanja diserahkan kepada istri. Namun. namun mudah untuk ditemukan pada percakapan sehari-hari yang dilakukan oleh beberapa istri yang berkumpul atau laki-laki yang sedang bercanda sesama laki-laki. Dapat diamati secara nyata.

. b. dia tidak turun lagi mencari karena banyak anak laki-lakinya yang sudah besar. seperti misalnya di pulau Sanane. Kadere yang pergi ke Makassar bawa ikan (ikan sunu hidup) kalau anaknya dapat ikan. Kan itu suami tugasnya mencari uang. tapi tidak ikut mencari ikan. Kalau di sini (Bone Tambu). tidak ada yang begitu seperti di Sanane. mereka (orang Bajo) turun bersama istrinya ke laut mencari ikan. anaknya yang laki-laki pergi mencari. Malu itu suami (diketahui oleh orang lain) kalau istrinya yang mencari. suami dan istri adalah anggota tim yang masingmasing memiliki peran yang berbeda dengan tujuan yang sama. Dalam keluarga. Biasa juga perempuan bantu-bantu suaminya kerja. Kadere sendiri tinggal di rumah.kecuali berbelanja untuk keperluan penangkapan. Kita (orang Bugis-Makassar) malu kalau istrinya juga turun mencari ikan. Kecuali istrinya Dg.. kecuali kalau memang suami memang tidak bisa atau sudah meninggal. Tapi dia Cuma mengatur ikan. Berikut kutipan wawancara dengan salah seorang nelayan: 55 . suami dan istri “bekerjasama” dan bukan bekerja “bersama-sama”. mestinya (suami) yang cari uang. Anak-anaknya menggunakan perahu sendiri (mandiri) untuk mencari ikan. Kalau dg.Orang Bugis Makassar berbeda dengan orang Bajo. Kalau masih ada “Buranena” (suaminya). yaitu “membangun keluarga” yang sejahtera. Istri yang baik Suami dan istri adalah satu kesatuan yang tidak dapat dilihat secara terpisah. Salah seorang informan menjelaskan: “. istri yang bawa ikan ke Paotere kalau suaminya dapat ikan. dibilangi “lelaki pacce” (Burane Pacce). misalnya alat tangkap atau peralatan lainnya. Untuk mencapai tujuan tersebut.

dan hanya bekerja sebagai “istri”. Kan itu istri istilahnya “bank”-nya keluarga. Istri juga memiliki kekuasaan.” Meskipun istri tidak memiliki pekerjaan yang menghasilkan uang.. nanti habis mungkin dibelanjakan disembarang tempat atau dirampok. tidak ada lagi yang bisa dikerja di darat karena kita sudah capek. istilahnya orang Makassar “nasassala 56 . tidak apa dia kerja cukup di darat saja. Senada dengan hal di atas. yang namanya bank tidak pergi-pergi.tidak baik itu kalau istri juga ikut kerja. Atau misalnya kita sakit. Kalau istri juga mencari atau istri sibuk baru kita pulang mencari. siapa yang urus.. Kalau suami yang simpan uang dan dibawa kemana-mana. siapa yang urus rumah. Kalau kita pulang mencari. nanti kalau suami mau belanja baru minta sama istri. dia yang atur belanja. merawat anak. mencuci. seperti menjual-jual makanan. dia yang simpan uang. berapa saja pendapatan suami. menyiapkan makanan. yaitu memasak. seorang punggawa juga menjelaskan: “Istri itu tugasnya menyimpan uang..“. tapi itu adalah bentuk peran yang juga bertujuan membentuk keluarga yang “sejahtera”. istri dan anak. tetapi untuk seluruh anggota keluarga. siapa yang mau urusi kita. siapa yang urus anak di belakang. Tidak baik kalau suami yang simpan uang. Sebaliknya.. suami yang bekerja mencari uang sesungguhnya tidak bekerja untuk dirinya sendiri. Uang adalah hal yang penting dalam keluarga. Meskipun suami yang memegang uang usaha. baru istri sibuk dan juga sakit. tetap harus diketahui oleh istri. namun tidak berarti bahwa suami yang secara langsung memperoleh uang memiliki kekuasaan mutlak dalam keluarga... sementara istri tidak tau dari awal. Kalau itu istri. sebab tidak baik kalau terjadi apa-apa dibelakang. kemudian dijual dan hasilnya diserahkan kepada istri. dalam rumah tangga. tinggal istirahat saja. semua harus diserahkan kepada istri. Jadi kalau suami sudah dapat ikan.

Itu tidak baik.. suami dan istri memiliki wilayah dimana mereka memiliki otoritas untuk mengambil keputusan. namun bukan keputusan yang “sewenang-wenang”. dia melarang saya tunggu pergi. Begitulah istri yang baik. tidak boleh “piti-piti Gau”. Seperti istri saya. seharusnya dia minta izin pada suami. Dalam pembagian perannya. istri informan sedang menggoreng pisang untuk dihidangkan kepada peneliti 57 .. tidak asal berbuat. dia itu tidak mau tinggalkan rumah tanpa minta izin pada saya. dia harus bersabar. jika sedikit. Itu kau lihat di dalam. kalau istri mau ke suatu tempat di luar rumah...bura’nena. Namun. belum dikasi tau dia langsung bikin kue15. kewenangan istri untuk mengatur keuangan keluarga bukan berarti bahwa istri berhak membelanjakan uang semaunya. Sementara istri yang tidak baik adalah istri yang tidak mendengarkan kata-kata suaminya. istri yang baik juga harus bersyukur dengan rejeki yang diperoleh suaminya.. istri saya melihat mau hujan. rejeki tidak bisa lancar kalau begitu. Informan lainnya juga mengatakan: . Bagaimana pun. jadi saya juga menunggu sampai hujan reda. dia itu kalau ada orang (tamu). Doa istri sebelum suami berangkat mencari dan setelah pulang membawa hasil adalah hal penting. Jika diberi uang yang banyak dia bersyukur. Jadi harus dibicarakan dulu dengan istri kalau mau belanja untuk keperluan nelayan. Selain itu. waktu saya hendak pergi menangkap ikan.. karena begitu caranya agar rejeki lancar.istri yang baik adalah istri yang mendengarkan kata-kata suaminya. setiap keputusan 15 Pada saat melakukan wawancara. Dia juga harus membicarakan dengan suami. Misalnya. Istri yang baik harus pintar menyimpan uang untuk kebutuhan keluarga dan juga untuk kebutuhan yang tidak diduga. Seperti tadi juga.

Hal ini berimplikasi pada kepemilikan hak yang sama terhadap pengambilan keputusan terhadap sesuatu yang sedang atau akan dilakukan. Perbedaan Peran Gender Sebagai Bentuk Keseimbangan Pembagian peran antara suami dengan istri pada masyarakat yang diteliti mirip dengan pembagian peran gender yang ada pada masyarakat yang lain. dianggap lebih penting dibanding peran istri yang hanya tinggal di rumah untuk memasak. yang mengacu pada pandangan bahwa peran suami di luar rumah.yang akan diambil oleh suami atau istri dalam “wilayahnya” harus diketahui oleh pasangan mereka. Istri. Hal tersebut tidak dapat dipandang sebagai sebuah bentuk ketimpangan karena pembagian peran tersebut ditempuh sebagai langkah untuk menangani keterbatasan masing-masing person (yaitu suami dan istri). yaitu mencari nafkah. tetapi 58 . Hal yang sama terjadi bahwa suami berperan di luar rumah dan istri berperan di dalam dan sekitar rumah. Pada masyarakat yang diteliti (yaitu masyarakat di pulau Bonetambung). 3. pembagian peran antara suami dan istri seperti dijelaskan sebelumnya adalah hal yang umum. meskipun tidak secara langsung mencari nafkah. Hal ini terjadi karena suami relatif lebih banyak memberikan sumbangsih kepada keluarganya. di mana istri hanya memiliki sedikit hak untuk mengatur rumah tangganya. membersihkan dan merawat anak. Fenomena ini oleh sebagian ahli dipandang sebagai bentuk ketimpangan.

mereka sekarang sibuk dengan alat makeupnya. sekarang cewe’cewe’ sudah takut hitam. tetapi karena tidak ada lagi perempuan yang mau ikut ke laut. Diluar masa tersebut. Bagi nelayan. termasuk masalah kenelayanan. yaitu naik perahu penangkapan pada saat haid atau datang bulan. sekarang tidak ada perempuan yang ikut mencari ikan bukan karena aturan adat. meskipun secara publik istri tidak boleh secara terang-terangan mengatur suami. hampir setiap sesuatu yang akan dilakukan oleh suami. biasanya orang jodoh karena ketemu di laut. sekita tahun 70-an. Kalau ada pemuda (nelayan) yang tertarik sama kita. Bukan hanya itu. perempuan boleh saja naik perahu nelayan. misalnya membuka warung. Sebaliknya. hanya satu hal tabu yang tidak boleh dilanggar. Perempuan juga pintar mendayung perahu dan tidak ada masalah. hendaknya terlebih dahulu diberitahukan kepada suami. Yang dianggap masalah ialah ketika pergi ke laut bersama laki-laki lain yang bukan muhrimnya). Menurut salah satu ibu (istri nelayan). harus diketahui oleh istrinya. kita waktu cewe sering ke laut ikut sama bapa untuk mencari ikan. dia akan bilang kepada orang tua kita. seorang anak gadis boleh ikut dengan orang tua atau paman mereka ke laut untuk menangkap ikan asalkan tidak haid. jika dibanding dengan dulu. 59 . sang istri jika hendak melakukan sesuatu.dia memiliki hak untuk mengatur pengeluaran suaminya. bahkan juga boleh ikut menangkap ikan (pada beberapa puluh tahun yang lalu. Namun. berangkat ke Makassar dan hal lainnya.

pekerjaan sebagai nelayan adalah bagian laki-laki yang berat. Ditambahkan oleh seorang informan perempuan: . kalau suami datang langsung bisa makan. Menurutnya. Kecuali jika suami tidak mampu.dulu. tidak ada lagi yang dipikirkan kalau tiba dari laut. bahkan mereka mengatakan bahwa itu adalah sesuatu yang bagus karena memang suami beliau sudah tua. supaya suami bisa enak kerja. berprofesi sebagai pedang ikan hidup. jadi jika istri harus bekerja berat orang akan berkata bahwa suaminya tidak bertanggung jawab. jadi wajar saja kalau cewe-cewe dulu banyak yang pintar mendayung. yaitu seorang perempuan dengan umur kurang lebih 45 tahun. Salah seorang warga pulau Bonetambung. hidup mereka sudah sangat 60 . Kemudian. jadi istri juga kerja di rumah. waktu dia masih gadis. dia juga mendayung. Seorang suami juga merasa malu jika istrinya ikut melaut. suami merasa malu kalau harus istrinya turun ke laut. Informan mengatakan: kalau istri juga turun ke laut mencari ikan.. siapa yang mengurus anak mereka? Siapa yang mengurus pekerjaan di rumah? Jadi. biasa ikut sama kakeknya ke laut. tidak ikut ke laut juga bukan persoalan adat tapi karena pandangan bahwa lebih baik tinggal di rumah merawat anak di banding ikut melaut. maka istri boleh saja bekerja keras untuk mencari nafkah karena itu adalah jalan terakhir untuk menghidupi keluarga. Sekarang anak perempaun sudah sibuk bergaya. Dia yang langsung membawa ikan hasil tangkapan beberapa anak laki-lakinya ke Makassar..Adapun istri nelayan sekarang. istirahat. “nanti nabilang orang suaminya tidak bisa memberi makan”. Hal ini bukan sesuatu yang ‘aneh’ bagi masyarakat Bonetambung. tidak bisa memberi nafkah kepada istrinya.

penulis membedakan peran mereka pada dua model peran. Peran tidak langsung ini berupa gosip atau bergaul dengan tetangga. jadi biar perempuan tidak turun mencari ikan bisa juga makan enak. Apalagi sekarang memang tidak susah cari uang dibanding dulu. Kalau mau dapat uang. Peran langsung ini misalnya mencatat piutang. Peran Istri Punggawa Untuk menjelaskan peran istri punggawa usaha ikan hidup.. upacara daur hidup. Meskipun peranan istri tidak nampak 61 . Sekarang yang anak perempuan pikirkan adalah bagaimana caranya supaya lebih cantik dilihat.enak dibanding orang tua dulu. bisa jualjual seperti kue. B. Peran Langsung Usaha perikanan yang dimiliki oleh seorang punggawa sesungguhnya tidak terlepas dari peranan istrinya. mempersiapkan bekal makanan yang akan dibawah oleh suami ke laut. membuka kios sembako dan sebagainya. menyambut dan melayani tamu dan sebagainya. arisan.. membayar hasil tangkapan nelayan. Peran langsung adalah kegiatan yang dilakukan istri punggawa yang berkaitan langsung dalam usaha perikanan. Sedangkan peran tidak langsung adalah kegiatan yang dilakukan oleh istri punggawa di luar usaha perikanan namun secara signifikan berpengaruh terhadap usaha. mensortir ikan. alat-alat kecantikan. 1. menimbang ikan. yaitu peran langsung dan peran tidak langsung.

dia akan menyimpan uang sedikitsedikit. atau ada simpanannya.. meskipun sebagian modal awal diperoleh dari pihak lain Saya sendiri. nah begitu kalau istri tau dan dia setuju. maju mundurnya usaha perikanan kerap diawali dari peran istri. dia akan dukung suaminya jadi punggawa. istri calon punggawa memiliki peran dalam hal mengumpulkan modal. kita dipaccidda sama istri. tetapi tidak dibelanjakan karena dia mau menambah usaha. misalnya tidak membeli barang-barang mewah. a. namun terkadang tidak nampak dalam kehidupan sehari-hari. Istri yang tidak berani biasanya dia berpikir bahwa bagaimana nanti kalau uang tidak kembali. separoh saya dapat dari punggawa di kota atau bos besar sebagian juga modal yang dikumpulkumpul. penulis akan menggambarkan peran istri yang secara langsung dan signifikan mempengaruhi usaha perikanan. namun peran istri bukan sesuatu yang tidak penting. Sementara istri yang berani. Berikut kutipan wawancara dengan salah seorang punggawa darat. Istri yang mendukung juga pasti akan menghemat pengeluaran.dalam memulai usaha ada istri yang berani mendukung suami dan ada juga yang tidak berani. . tidak baik kalau tidak dikasi tau. Berikut ini. pasti dia dukung sekali.sebagaimana halnya kesibukan suami yang setiap saat dapat kita amati. nanti kita rugi misalnya. dia tidak maumi bantu kalau ada apa-apa. dia cerita memang ke istri.. Jadi kalau suami jadi punggawa. Misalnya kita bisa pake emasnya istri untuk digadaikan. Peran Istri dalam Memulai Usaha Perikanan Peran Istri dalam Merencanakan Usaha dan Mengumpulkan 62 . 1) Modal Untuk memulai usaha. kalau sudah cukup akan dikasi ke suami untuk modal (komentarku. meskipun uangnya cukup. Jadi rata-rata itu kalau istri mau suaminya jadi punggawa. Bahkan. hanya dapat dipahami jika kita hidup bersama mereka.

jika dibandingkan dengan jumlah total modal yang dibutuhkan dalam usaha perikanan. Jadi.(DC) Dari informasi yang dijelaskan oleh informan di atas.. Pertama. kita dapat melihat bagaimana istri berperan dalam memulai usaha perikanan. Akan tetapi dukungan istri adalah hal yang sangat penting bagi masyarakat Bonetambung. Pasti begitu. Peranan yang disebutkan di atas adalah peran dalam pengumpulan modal awal untuk memulai usaha. Berikut ini penjelasan salah seorang informan: Begini ceritanya. Kalau hatinya tidak ihlas memberikan uang. Tidak ragu memberikan uang kepada kita (suami).. kalau mau mengerjakan sesuatu. Dukungan tersebut terkait dengan keyakinan mereka bahwa salah satu faktor yang mempengaruhi kelancaran rejeki suami adalah istri. Namun.Siapa tau ada paboya yang mau pindah dari punggawanya dan dia minta sama kita. sebaliknya. Apalagi itu paboya kalau ada utangnya misalnya 1 juta. pasti akan berjalan dengan baik. tidak pernah tidak. modal yang dikumpulkan oleh istri sebenarnya masih jauh dari cukup. menggerutu. itu “ponna assapparengnge” ada sama istri. Itu uang dari kita kemudian dikembalikan dengan tidak ihlas. harus ada persediaan. dia ihlas memberikan uang kepada suami untuk membuka atau menjalankan usaha. Tapi kalau istri yang baik. pasti itu usahanya tidak bisa bejalan dengan baik sebab itu uang tidak halal. (HSN) Hal di atas juga senada dengan penjelasan seorang informan berikut: Kita itu suami. jadi kita juga harus persiapkan semua. pasti dia akan minta lebih banyak pada calon punggawanya yang baru.. kalau istri baku cocok ma suami. nanti istri besar hatinya baru kita bisa mulai 63 . dia yang memegang uang. pasti dia tidak royal membelanjakan uang dan dia akan membantu suami untuk meningkatkan usahanya. tidak bisa salah itu pekerjaan.. mesti dikasi tau dulu itu istri.

Apalagi kalau ada sedikit pertentangan dengan ibu. Itu terjadi kalau saya mau berangkat mencari lantas ibu tidak besar hatinya. lebih baik jangan pergi. Beberapa tahun terakhir. Hal ini mengakibatkan hampir semua punggawa darat di pulau Bonetambung mengalami penurunan usaha sebab punggawa laut yang dulunya bekerja dengannya kini telah “memiliki” alat tangkap sendiri. usaha ikan hidup di pulau Bonetambung semakin menarik untuk diamati. 64 . Namun karena dorongan istri yang sangat kuat agar suaminya membeli perahu sendiri menyebabkan sang suami memohon izin kepada punggawanya untuk membeli sendiri. kemudian marah-marah. Sama misalnya. takut kecelakaan di tengah laut. dapat dilihat pada bab sebelumnya. pasti selalu ada sangkutan utang sama punggawa karena lebih banyak ongkos dari ikan yang ditangkap. sekarang saya tidak turun mencari karena selalu rugi. Aturan yang berlaku jika seorang sawi hendak lepas dari punggawanya adalah dia harus melunasi seluruh utangnya pada punggawa 16 Untuk penjelasan punggawa berdikari. Hal yang menarik adalah munculnya banyak nelayan berdikari. Kalau tidak besar hatinya. Salah satu mantan punggawa laut bernama Ammang kini telah “berhasil” menjadi punggawa berdikari16 karena mendapat dukungan yang kuat dari istrinya. Kelebihan ini membuatnya disenangi oleh punggawa darat.mengerjakannya. tidak usah dikerjakan. Sang suami adalah punggawa laut yang dikenal rajin bekerja dan rejekinya bagus. bikin cape’ saja karena pasti rugi itu. yaitu punggawa laut atau sawi yang langsung memperoleh modal dari pihak lain selain punggawa darat.

Jadi. 65 . Kemudian.000 perhari belum cukup untuk disimpan. Dia jarang ke Makassar untuk berbelanja. sang istri menyimpan uang sedikit demi sedikit tanpa sepengetahuan suami. Setelah uang tersebut cukup untuk melunasi utang. Menurut informasi dari beberapa keluarga Ammang. Menurut pengakuan beberapa nelayan. Istri Ammang memang terlihat berbeda dengan istri nelayan yang lain. maka segeralah sang istri memberitahukan suami untuk melunasi hutangnya. 100. Jika diamati dalam kehidupan sehari-hari. sang suami diberikan pinjaman uang untuk membeli perahu penangkapan. setiap ada penjual yang lewat. salah satu kunci agar nelayan dapat menyimpan sebagain pendapatannya adalah pada istri. Karena istri mereka boros membelanjakan uang. Meskipun sang istri tidak memiliki usaha kelontong sebagaimana beberapa istri nelayan lainnya. berkat bantuan keluarga sang istri. pendapatan Rp. bahkan masih kurang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. tetapi kepandaiannya mengatur uang konsumsi menjadi hal yang menonjol. Sang suami tidak diharuskan menjual ikan kepada keluarga sang istri. Untuk melunasi utang tersebut. karena profesinya bukan sebagai pembeli ikan.darat. tetapi seorang pegawai di salah satu instansi. pasti dibeli. Dia juga jarang ditemukan membeli makanan atau barang lainnya secara berlebihan. memang Istri Ammang dikenal pandai menyimpan uang.

Akan tetapi. saya mau terjun membius.. kita kan orang pulau. dan usaha perikanan adalah usaha yang relatif lebih mudah dilakukan dibanding usaha yang lain. tinggal di pulau. misalnya kebiasaan boros dan sebagainya.. mungkin kita akan berpikir bahwa dukungan istri adalah hal yang biasa atau bisa dilakukan oleh setiap istri.. apakah istri mengizinkan atau tidak. umpamanya mau menarik becak. itukan beresiko tapi pasti istri akan mengisinkan karena kita ini kerja di pulau. tidak semua istri dapat memberi dukungan sebagaimana halnya kisah istri Ammang yang digambarkan di atas. Semua istri ingin suaminya memiliki usaha sendiri agar keadaan ekonomi keluarga meningkat. Tapi kalau pekerjaan itu menyangkut di pulau. 2) Peran Istri dalam Perekrutan Sawi 66 . terus suami mau mencari kerja di kota. pasti istri tidak izinkan.. Hal ini mengingat bahwa mereka hidup di pulau kecil... Salah satu informan mengatakan: .. seorang istri dapat dipastikan akan mendukung suaminya untuk memulai usaha perikanan. berisiko atau tidak beresiko pasti istri mengisinkan. kecuali mau cari pekerjaan di kota mungkin tidak diizinkan. pekerjaan apapun itu. kalau dia orang pulau..Sebenarnya.kalau menyangkut membuka usaha. Misalnya. iya kan. namun tidak semua mampu memulainya dengan merubah kebiasaan. apa yang mau dimakan. (HD) Jika kita memperhatikan kutipan wawancara di atas. itu tergantung jenis pekerjaannya.

Namun. Seorang nelayan yang datang kepada punggawa darat untuk meminta pinjaman uang atau perahu biasanya karena dorongan istrinya. baik soal pakaian. makanan atau pun hal lainnya. terutama pada waktu istirahat siang. Berbincang-bincang dengan sesama perempuan adalah hal yang dapat dijumpai setiap hari. Jika salah satu di antara mereka ada yang kesulitan. Kebiasaan ini membangun hubungan yang akrab di antara mereka membentuk semacam ikatan emosi. Hubungan yang akrab antara istri punggawa dengan istri paboya adalah faktor penting dalam hal perekrutan sawi. Hal yang dibicarakan adalah menyangkut kehidupan sehari-hari dan terkadang dianggap tidak penting oleh laki-laki. Setiap hari kita hanya melihat mereka mencuci. yaitu berkumpul sesama perempuan adalah hal yang sangat menarik.Dalam kehidupan sehari-hari. Begitu juga sebaliknya. Meskipun pembicaraan mereka dianggap kurang penting oleh kebanyakan orang. memandikan anak (bagi mereka yang anaknya masih kecil) dan berkumpul sesama perempuan untuk membicarakan banyak hal. hampir kita tidak dapat menemukan keterlibatan istri punggawa secara langsung dalam usaha suaminya. seorang sawi bisa saja pindah kepada punggawa lain akibat hubungan yang tidak harmonis antara istri sawi dengan istri punggawanya. namun seorang punggawa darat menjelaskan bahwa 67 . mesak. hal yang disebutkan terakhir. yang lain merasa terdorong untuk membantu.

Tidak boleh dibilang ini usaha laki-laki jadi tidak boleh dicampuri istri. karena kalau kita cuma bisa pengaruhi laki-laki tidak bisa pengaruhi istrinya. atau istri yang mencari orang untuk masuk kerja dengan kita. Memang laki-laki itu sering bilang bahwa perempuan itu tidak tau masalah. Berikut kutipan wawancara dengan seorang punggawa darat: . Kalau dia bagus sama ibu-ibu yang lain. kalau tidak ada datang saja ke Haji Laki-laki (si punggawa). Misalnya. Umpamanya... kita kan cuma bergaul dengan laki-laki.. kalau datang suaminya atau anaknya ibu A. sudah bisa pergi mencari.. ujung tombak. kenapa. dia itu kuat sekali membujuk suami. Kalau istri dia pengaruhi dulu istrinya baru nanti istri paboya yang pengaruhi suaminya. pendorong usaha yang paling utama adalah istri. . padahal nanti di rumah dia baru kasi tau saya. kasikan saja.tidak jarang itu punggawa sukses karena istrinya. dia tanya ke ibu A. dia yang jadi penasehat kita.itu dalam menarik orang supaya mau masuk kerja dengan kita. Kalau si anak misalnya sudah besar.. apabila usaha hancur. itu istri kebanyakan tinggal di pulau bergaul dengan tetangga dengan sesama ibu-ibu. Jadi istri itu ujung tombak. kalau istri dapat dua. kita cuma dapat satu. Itu istri dibandingkan dengan kita dalam menarik paboya. dia pasti belikan suamimu perahu. istilahnya nasassala’. kalau istriku dekat dengan ibunya “kalau anakmu butuh perahu. kita tidak mau tapi istri yang mau. dia pasti akan bicara dulu sama istrinya.. itu istri yang paling penting peranannya. Begitu istri. atau sering di kota. suamimu apa kerjanya. ada orang yang mau masuk menjadi sawi. istri tidak menyesal. itu istri di nelayan besar sekali pengaruhnya kepada suami.hubungan antara istri punggawa dengan istri sawi itulah yang sangat berpengaruh terhadap keberlangsungan usaha suami. dia pasti akan bilang nanti saya pikir-pikir dulu. kalau saya misalnya ketemu dengan laki-laki saya bilang nanti saya belikan kau perahu. ini anak pasti mau kalau mamanya yang suruh dia ke saya. istriku dekat dengan ibu A. datang saja ke H laki-laki”. justru lebih baik kalau istri ikut campur dalam usaha. tapi justru itulah istri karena 68 . pasti ibu-ibu itu akan menyuruh suaminya atau anakknya untuk masuk ke kita. memang begitu kalau istri yang memegang penuh usaha tidak bisa juga berkembang karena istri biasanya hanya satu kali bepikir.

Tapi ada juga istri punggawa yang pelit sekali. kalau ada masalahnya di sana pasti dia akan diarahkan istrinya ke kita. Jadi istri itu ujung tombak meskipun dia tidak terjun langsung tapi dia yang mempengaruhi suami di rumah. Misalnya. pasti tidak ada langganannya. tapi liatmi sekarang maumi najual perahunya tapi tidak ada yang mau beli. cuma kalau suamita tidak banyak didapat ikan.. pasti dia tidak akan membeli jamu di situ karena ada utangnya sama penjual jamu yang kemarin.. apalagi dia sering cerita ke orang lain kalau anakku ikut tapi sedikit ikan didapat. kusuruh mentong suamiku sama anakku pindah.. Mau tidak mau harus pinjam. jadi kalau dia (calon sawi) datang sama saya. Coba kau lihat itu istrinya H. padahal sebenarnya ada itu. 69 . mau minta sama siapa lagi kalau bukan pada punggawa. kalau ada yang datang sama saya. Itu bagus kalau kita dengan istri punggawa. Lihat misalnya juga itu orang jawa yang datang menjual jamu di makassar... Kalau saya itu. pelit sekali. pas besok ada penjual jamu yang lain. nanti dia yang kasi tau suaminya.kita itu nelayan. tapi karena dia ‘dibantu’ sama istriku untuk mendorong saya supaya mau memberikan. Beddu (nama samaran). kalau ada orang mau minum jamu tapi uangnya tidak ada... tidak enaknya ji biar tidak minta kita dikasi juga. tapi bagaimanami kalau kita mau belanja tapi tidak ada uang. biasanya saya minta sendiri lewat dia. kalau istri paboya yang sudah mau ke kita. biar pun saya belum mau. kita biasa minta dia selalu bilang tidak ada. apalagi kalau suami tidak memperoleh hasil tangkapan yang banyak. biar dia kerja sama orang lain. Begitu juga dalam menarik sawi. jadi begitu pandai-pandai mencari langganan.. tapi kalau suamita banyak didapat. Tapi biasanya itu suami malu-malu minta sama punggawanya. seorang istri sawi mengatakan: . kalau dia tidak pandai-pandai.pikirannya dia satu kali saja jadi dia kuat sekali mempengaruhi. pasti dia sudah kasi tau istriku. Sehungan dengan penjelasan informan di atas. Biasa itu saya pelajari. dia bilang nanti besokbesok kau bayar. satu kali dia mau dia akan desak terus suaminya sampai mau dipenuhi. itumi dia juga malas kasiki uang.

terutama dalam hal kebutuhan sawi. Punggawa beserta istrinya tidak boleh terlalu banyak perhitungan. biar ada baru kita bilang tidak ada. biar tidak ada H Lakilaki mesti kukasi juga. Bahkan dalam kondisi usaha rugi setelah menjual hasil tangkapan. punggawa harus tetap memberikan uang kepada sawi karena mereka telah berusaha semaksimal mungkin. jadi kalau kita tidak baik sama orang. sawi juga akan merasa malu untuk sering menerima uang cuma-cuma dari punggawanya jika ia tidak sering mendapat tangkapan yang banyak. tapi saya kasi tau dulu lewat telepon biasa bilang ini si anu datang minta pembeli minyak”. Jadi. jadi saya.Sehubungan dengan informasi di atas.. Begitu biasa na usahanya orang tidak bagus karena orang tidak suka sama kita.itu juga kalau itu paboya ada yang dia minta sama kita. seorang istri punggawa juga menjelaskan kepada penulis .. harus lebih). Untuk memulai sebuah usaha. Hal ini dikarenakan banyak kebutuhan sawi yang tidak terduga dan kebutuhan tersebut sebenarnya diluar usaha (menyangkut kebutuhan sehari-hari sawi). tidak bisa juga bagus ini usaha. tentu itu paboya tidak suka baru kita dicerita pada orang lain. Itu usahanya kita dari orang ji. kalau ada perlunya sama kita. Di satu sisi.. biasa dia cerita “kalau tidak ada H Laki-Laki dia tidak kasi kita. Itu biasa kalau Haji Laki-Laki tidak ada baru dia datang sama saya baru saya tidak kasi. Punggawa harus rela memberikan uang lebih dan tidak menghitungnya jika ia ingin sawinya tetap betah.. diusahakan untuk dikasi. Meskipun tidak dihitung. modal yang banyak dan kepekaan terhadap keperluan sawi adalah hal yang paling utama dimiliki. tapi 70 . Modal yang dimiliki harus melebihi dari perhitungan keperluan usaha (tidak boleh pas.

uang yang diberikan (di luar keperluan produksi) oleh punggawa kepada sawinya ini tetap akan kembali dalam bentuk keuntungan menjual hasil tangkapan oleh punggawa. tapi hal itu tidak menjadi masalah selama sawi tetap rajin bekerja pada punggawanya (“setia”). Secara tidak langsung. kenapa punggawa tetap memasukkannya ke dalam catatan utang jika itu tidak akan ditagih? Catatan utang itu adalah sebuah kontrak bahwa sawi akan tetap bekerja padanya. Itulah sebabnya punggawa tetap tidak rugi jika dia tidak menuntut utangnya dilunasi selama sawi tetap setia kepadanya. makanya punggawa harus rela memberi uang kepada sawi jika kerugian terjadi. Dalam jangka waktu tertentu. pemberian uang itu tetap masuk dalam catatan utang sawi kepada punggawa. uang yang diberikan punggawa kepada sawi untuk keperluan di luar usaha akan kembali melalui keuntungan operasi. Biasanya.menerima uang Cuma-Cuma adalah menjadi “hutang budi” bagi Sawi. punggawa tidak akan rugi jika dia membebaskan utang sawinya jika dia (sawi) telah lama bekerja. Tidak semua operasi mengalami kerugian. Punggawa tidak segan-segan memberikan “pinjaman” uang 71 . Sawi yang rajin bekerja dan dipercaya memiliki rejeki yang bagus (dilihat dari hasil tangkapan setiap beroperasi) akan sangat disayangi oleh punggawa. saya tidak akan menagihnya jika kamu tetap bekerja pada saya”. Makanya. Catatan utang itu adalah semacam surat jaminan sawi. Pertanyaannya. Catatan utang adalah kontrak kerja yang seakan-akan redaksinya adalah “ini catatan utangmu.

Peran Istri dalam Pengelolaan Modal dan Konsumsi Pengelolaan modal adalah salah satu hal yang sangat penting dalam suatu usaha. Karena jika dia banyak meminta uang. Namun dalam penerapannya terdapat perbedaan antara usaha perikanan yang diteliti dengan usaha jenis lain yang lebih formal. Dalam sebuah perusahaan. atau ada pertimbangan bahwa suatu saat dia akan menjadi nelayan mandiri. Pengelolaan modal dalam usaha perikanan cenderung sangat dipengaruhi oleh budaya yang dianut dalam masyarakatnya. Sebaliknya. Usaha perikanan adalah milik keluarga. maka dia harus pandai menahan keinginannya untuk meminta uang pada punggawa. tanpa membutuhkan keterampilan khusus. dengan sengaja direkrut seorang yang memiliki keterampilan khusus dalam mengelola uang. sawi yang memiliki pertimbangan baik soal uang tidak akan banyak meminta uang kepada punggawanya. anggota keluarga dapat secara langsung menjadi karyawan. b. terutama dalam hal pengelolaan modal. namun usaha perikanan tidak demikian. hal itu akan mempersulitnya. berarti dia harus terus bekerja pada punggawa tersebut. Semua jenis usaha. sawi yang seperti ini juga tidak segan-segan meminta “uang utang” kepada punggawanya karena dia merasa itu seimbang dengan hasil kerjanya. Suatu saat jika dia hendak beralih pada usaha lain yang tidak dimiliki punggawanya. Namun. 72 .kepada sawi tersebut jika dia membutuhkan. baik itu usaha perikanan maupun usaha lainnya tentunya harus memperhatikan hal ini.

bahwa kedudukan istri dalam rumah tangganya adalah sebagai pengelola uang. Karena secara normatif.Menyangkut pengelolaan modal ini. Berikut. penulis akan menggambarkan peran istri punggawa dalam hal pengelolaan uang. Masyarakat pulau Bonetambung meyakini bahwa salah satu faktor utama kelancaran rejeki sebuah rumah tangga adalah keharomnisannya. yaitu suami sebagai pencari nafkah. Seorang istri akan dibenarkan oleh masyaraktnya jika marah kepada suami karena tidak rajin bekerja. namun ia tidak memiliki keputusan mutlak terhadap uang. sementara suami berperan untuk mengumpulkan uang. baik modal usaha maupun konsumsi. mereka akan merasa malu pada orang lain. Bahkan mereka percaya bahwa rejeki keluarga tidak akan baik jika suami dan istri tidak mempercayakan peran masing-masing anggota keluarga. dan istri yang berperan mengelola pendapatan suami. Jika suami tidak mampu melakukannya. 73 . Sebagaimana telah digambarkan secara umum pada bagian awal. Suami juga akan merasa malu jika ketidak cocokan dengan istrinya dibicarakan oleh orang lain karena persoalan uang. Meskipun suami sebagai tulang punggung keluarga. 1) Istri Sebagai Bendahara Keluarga dan Usaha Pada bagian awal. Semua kebutuhan istri adalah tanggung jawab suami untuk memenuhinya. istri adalah aktor yang sangat berpengaruh. suami tidak boleh mengatur keuangan secara berlebihan. karena istri juga memiliki hak di dalamnya. telah digambarkan secara umum pembagian peran antara suami dan istri.

74 . Jika keduanya. Semua pendapatan diserahkan kepada istri untuk dikelola. Hal yang paling pertama dipenuhi adalah kebutuhan istri setelah itu baru merencanakan tujuan yang lain. setiap kali penulis menanyakan soal kampidokang. Mereka memandang bahwa istri adalah “ponna assapparengnge” atau pokok utama pencaharian. Seorang suami yang mencari nafkah kemudian tidak menyerahkan pendapatannya kepada istri disebut dengan istilah “kampidokang”. menjaga keharmonisan rumah tangga adalah hal yang penting. yaitu suami dan istri menjalankan perannya dengan baik. Pada saat pengumpulan data. Keluarga yang tidak pernah terdengar masalah di dalamnya juga dianggap sebagai keluarga yang bahagia dan suatu saat akan mendapat rejeki yang bagus. Seorang informan mengatakan bahwa tidak ada tujuan lain seorang suami untuk mencari nafkah selain untuk istri. termotifasi untuk bekerja secara maksimal oleh keyakinan mereka. Suami wajib mencari nafkah semaksimal mungkin dan istri wajib menjaga pendapatan suami.Rumah tangga yang tidak harmonis juga tidak akan memperoleh rejeki yang baik. namun pada intinya harus untuk anggota keluarganya. Suami sebagai kepala keluarga dan juga sebagai tulang punggung pendapatan. maka keluarga tersebut akan memperoleh rejeki yang banyak. Dengan demikian. Kampidokang adalah sesuatu yang memalukan bagi mereka.

manna beras dia juga mau yang atur. kalau soal modal... itu padahal uang yang dikasi juga sedikit. istri akan marah dan akhirnya rejeki terhalangi. jadi saya kasi tau bilang tunggu dulu Haji laki-laki.itu biasa yang dibilang orang kampidokang. dia hanya memberi separuhnya.. minta lagi uang sama suami.. Kalau misalnya ada paboya yang datang minta uang sama saya. (istri H Sumara) Senada dengan informasi di atas. kalau suami mengatur belanjanya istri seperti beras. Bila dibelakang hari istri tau bahwa ternyata suami menyembunyikan uang.kampidokang itu istilahnya kalau dia tidak jujur memberikan uang kepada istri.(DC) 75 . misalnya dia sudah menjual ikan dan hasilnya 5 juta. misalnya harga ikannya dari punggawa 700 ribu. .... yang dikasi uang pas saja. jadi cepat sekali habis. tapi saya harus juga memberitahukan kepada suami sebelum memberi. dia tanya terus kenapa tidak ada ini.. seorang punggawa darat juga menjelaskan sebagai berikut: . Jadi itu istri kalau mau beli beras misalnya. sekian harga ikan dan sebagainya. Jadi. Kalau suamiku bilang “nanti saya yang kasi”. sayur dan keperluan rumah tangga yang lain. baru pas-pas itu yang dikasi. Biasanya yang kampidokang itu adalah nelayan. dia kasi uang sedikit tapi kalau tidak ada ikan misalnya.. itu disebut kampidokang..informan selalu ketawa kemudian mengatakan “itu tidak baik”. Itu kampidokang kalau suami terlalu pelit sama istri. dia tidak kasi semua istrinya.. itu jelas jelek. Itu suami terlalu takut jangan sampai istrinya menghambur-hamburkan uang. dia perkirakan memang sekian harga beras. Jadi itu uang dibagi dua. satu bagian memang untuk modal dan satu bagian lainnya untuk belanja. meskipun itu modal saya yang simpan. Informan menjelaskan kampidokang sebagai berikut: .(HT) Seorang istri punggawa juga menjelaskan kepada penulis tentang kampidokang ini. yang dikasi hanya untuk kebutuhan satu hari..kampidokang. suami yang mengatur.

hanya sebagian. semua istri yang atur. akibatnya. Memang punggawa yang mengatur uang usaha. Kalau ada kelebihan modal (keuntungan) semuanya dikasi ke istri. suami hanya menyerahkan separuh uangnya dan sisanya digunakan untuk hal baik. Yang tidak baik itu misalnya suami hanya memberikan separuh hasil penjualannya kepada istri dan sisanya digunakan untuk hal yang salah seperti mencari perempuan lain. istri akan marah. Kan itu uang sudah dipisahkan. itu tidak masalah.. Senada dengan hal di atas. judi dan hal-hal lain.. ini akan membuat sawi perlahan-lahan pindah. Sebagian lagi dipegang sama istri untuk disimpan.. Hal ini sebagaimana dijelaskan oleh informan di bawah: . Jelas ini akan merusak usaha karena modalnya bisa habis. 100 ribu. modal usaha dengan belanja istri. dia akan marah-marah dan mengatakan ‘datang saja ke punggawamu’.. Yang dipegang oleh punggawa (suami) juga tidak semua. Namun. istri akan mengomel. tidak boleh dicampur. baik itu untuk kebutuhan keluarga maupun modal usaha. karena dia tau semua berapa modal berapa keuntungan dan berapa yang bisa dibelanjakan.. kalau modal itu ternyata berhasil memberi keuntungan.ada yang kampidokang yang tujuannya baik dan ada pula yang tujuannya tidak baik. Kampidokang yang baik. tetapi bila ternyata tidak menguntungkan. mabuk. bila ada sawi yang minta uang kepada istri punggawa.tidak ada punggawa yang bangkrut karena kampidokang karena kampidokang ini hanya menyangkut kebutuhan seharihari. kebutuhan yang sedikitsedikit.. tidak semua suami yang kampidokang akan dipandang negatif oleh masyarakatnya. bukan menyangkut modal usaha.. Dibelakng hari bila istri mengetahuinya.Seluruh pendapatan suami harus diserahkan kepada istri. Kan biasa itu nelayan biasa tiba-tiba ada keperluannya. 500 ribu. nakana mangkasar ‘nasassai’ 76 . informan lain mengatakan: . misalnya membelikan perahu untuk sawi baru tanpa sepengetahuan istri. Kalau menyangkut kebutuhan rumah. tapi itu bukan kampidokang namanya. jadi lebih baik suami yang pegang.

Namun rupanya kampidokang tetap saja dapat berdampak negatif pada usaha perikanan di masa yang akan datang. siapa tau ada orang yang mau pinjam uang. “uang 50 ribu saja yang saya minta untuk membeli rokok tidak dikasi apalagi kalau sudah banyak. lagi-lagi rejeki akan terhalangi. Hal ini memberi pemahaman kepada penulis bahwa. kapidokang ada yang bertujuan baik dan ada juga bertujuan tidak baik. terus uang sudah tidak ada. setiap keputusan suami yang menyangkut keuangan. ternyata tidak dikasi karena memang sudah habis. baik itu untuk kebutuhan keluarga maupun modal usaha. Sebaliknya. Misalnya. kita itu suami memang mencari untuk istri. kalau istri sudah marah-marah begitu. nah. dia minta 50 ribu. itu akan menyebabkan sawi pindah ke punggawa lain. tapi karena banyak punggawa.bura’nenna. meskpun suami yang kampidokang memiliki tujuan yang baik. Lebih lanjut. informan menjelaskan bahwa : Ada pula istri yang boros. sawi misalnya. ‘siapa suruh tidak bilang-bilang sama saya’. Istri yang buru’ artinya tidak menjaga suaminya. lebih baik pindah ke punggawa yang mau memberi uang”. . Lain cerita kalau istri tidak baik. tidak memikirkan hal-hal yang bisa terjadi di belakang hari. harus terlebih dahulu dibicarakan dengan istri. begitu kata istri. Jadi. Dari penjelasan informan di atas. Dia belanjakan uang berlebihan sehingga tidak ada yang disimpan untuk usaha. memang suami yang istrinya tidak baik tidak bisa bagus usahanya.(HT) Informan lain juga mengatakan sebagai berikut: 77 . istri yang boros juga merupakan hal yang tidak baik dalam pandangan mereka. jadi apa saja yang akan kita lakukan untuk usaha harus dibicarakan dengan istri. itu disebut dengan istilah “baine buru’”. kalau istri yang baik. akhirnya sawi tersebut pindah ke punggawa lain. dia bilang... pasti akan didukung dengan baik.

ya simpanlah sebagian. istri adalah aktor penting dalam menyimpan uang dan suami adalah tokoh penting dalam mengumpulkan uang. usaha perikanan milik suami juga merupakan milik istri. jadi sama juga pengaturannya dengan keluarga nelayan (sawi). berapa yang harus dibelanja.Istri juga harus pandai-pandai menyimpan uang. apakah tidak hancur? Begitu juga halnya kalau kita jadi punggawa.. Keduanya. Misalnya. Namun keputusan untuk pemanfaatan uang tersebut. Uang yang diperoleh oleh suami dipisahkan antara modal usaha dan anggaran untuk konsumsi keluarga. 78 . Tapi kalau 10 ribu uang yang masuk terus belanjanya juga setiap hari 100 ribu. Kita dengan istri sudah perkirakan perbulannya. suami berperan mencari nafkah dan istri yang mengelola pendapatan yang diperoleh suami.. biar modal juga akan habis. (HD) Dengan demikian.. tapi kalau belanja 3 juta. suami adalah pemimpin usaha dan istri adalah bendahara usaha. Dalam usaha perikanan. istri punggawa harus menyimpan uang usaha dengan baik disamping harus mengatur konsumsi keluarga. Secara bersamaan. baik untuk usaha maupun untuk konsumsi keluarga. pasti itu usaha lama-lama hancur. Setelah uang tersebut dipisahkan. ada uang yang masuk perbulannya 2 juta. kalau istri tidak pandai-pandai menyimpan uang.. kalau ada uang yang masuk 10 ribu misalnya. 2) Pengelolaan Modal dan Konsumsi Bentuk pembagian peran antara suami dan istri dalam rumah tangga juga berlaku pada usaha perikanan yang dimiliki. Dalam keluarganya. suami dan istri tidak dapat dilihat terpisah. harus diambil berdasarkan hasil pembicaraan di antara keduanya..

Semua itu dipegang oleh istri. Kedua anggaran ini. sementara modal sudah dipake semua untuk mencari. Tapi kalau istri tidak pandai-pandai memikirkan hari yang akan datang. bagaimana kalau tiba-tiba ada sawi yang sangat membutuhkan uang untuk keperluan lain di luar usaha. Seorang punggawa menjelaskan tentang peran istri punggawa dalam mengelola uang sebagai berikut: . karena itu sawi kita tidak boleh kita bilang tidak ada kalau dia datang meminta uang. Hal yang serupa juga dijelaskan oleh punggawa yang lain sebagai berikut: 79 . (HD) Dari penjelasan informan di atas.. Istri punggawa yang pandai tidak akan membelanjakan keuntungan itu semuanya. Kalau misalnya ada orang yang baru mau jadi sawi kita. yaitu anggara untuk konsumsi keluarga dan usaha disimpan dan dikelola oleh istri punggawa. nanti itu akan diputar lagi. Kalau misalnya modal yang keluar adalah 3 juta dan ada untungnya 2 juta. Dia hanya membelanjakan keuntungan itu sebanyak 1 juta untuk kebutuhan sehari-hari keluarga dan satu jutanya lagi dimasukkan ke modal. dia pasti akan meminta utang lagi sama kita. kita dapat melihat bagaimana peran istri dalam mengelola modal usaha dan konsumsi keluarga. meskipun itu boleh dibelanjakan. harus dikasi karena masih ada yang bisa disimpan. sementara uang di jaga-jaga di luar modal juga hanya 20 juta. Kalau ada keuntungan yang diperoleh. jadi memang harus dipersiapkan.. Kecuali misalnya uang jaga-jaga sebanyak 20 juta. itu semua dipegang oleh istri. dia pasti akan membelanjakan semuanya. terpaksa tidak dikasi dulu karena harus ada uang yang disimpan karena kalau ada sawi yang sudah lama kerja dengan kita dan tidak memperoleh tangkapan.itu keuangan punggawa dipisahkan antara modal dengan uang belanja. dan orang yang baru mau jadi sawita hanya minta modal sekitar 10 sampai 15 juta. akan diberikan sebagai pinjaman ke sawi... dia minta uang 20 juta. jadi modal usaha bisa bertambah.barulah diserahkan kepada istrinya untuk disimpan.

baik itu modal usaha terlebih konsumsi keluarga. Istri harus tau uang yang kita pegang karena kapang istilahnya tekor ini uang. Misalnya dia tidak tau harga ikan di kota. Punggawa tidak boleh menyimpan seluruh modal usaha. itu modal harus istri yang pegang. tapi tidak semua nelayan juga begitu. Sebagaimana pada penjelasan sebeleumnya. Malu kita itu suami kalau didengar bertengkar sama istri gara-gara uang. usaha dan rumah tangga mereka akan 80 .. Jika keduanya tidak saling percaya.. Kalau kayak saya misalnya. tapi tidak bisa dikorek-korek. terus dia hanya memberi uang belanja ke Istri. tapi semuanya diketahui oleh istri.. nanti kalau ada kelebihannya baru diputar lagi. Kalau ada nelayan yang butuh. sebagaian harus diserahkan kepada istrinya bahkan lebih baik jika seluruh modal disimpan oleh istri.. kita minta sama istri. modal utama istri yang pegang dan sebagian saya pegang. apalagi jika terdengar bahwa di antara mereka (punggawa dan istrinya) terjadi pertengkaran karena persoalan uang dan hal itu akan tersebar ke seluruh orang yang ada di pulau. tapi pasti kalau pulang dia akan tau. Hal ini berkaitan dengan kepercayaan mereka bahwa rejeki suami tergantung pada istrinya. Jadi.Modal utama istri yang pegang uang. tapi kebanyakan nelayan yang begitu.(DC) Informasi di atas menjelaskan keutamaan menyerahkan seluruh uang kepada istri. suami akan merasa malu jika dia tidak mampu membahagiakan istrinya secara materi. meskipun sebagian modal usaha juga disimpan oleh punggawa. orang pulau bilang kampidokang. Punggawa harus mempercayai istrinya dalam hal pengelolaan uang. sebaliknya juga demikian. Itu istilahnya kalau suami pegang uang. biasa ada yang begitu. Saya pegang sebagian karena biasa istri malas kasi keluar uang kalau ada nelayan yang tiba-tiba butuh. Kita tidak bisa bohong sama istri. istri pasti cari..

begitu biasa ada punggawa yang cepat sekali bangkrut. bisa saja dia tarik sedikit demi sedikit itu yang yang dipegang. jangan diambil semua. nanti kita yang kasi tau istri bahwa si ‘anu’ mau pergi mencari. Tapi kalau usaha ikan mati yang tidak besar dibanding usaha ikan hidup. istri itu juga ikut membeli ikan kalau misalnya saya ada di Barrang Caddi atau di kota. tanpa dirasa ternyata sudah banyak yang habis.. Kalau kita mau beli barang-barang yang mahal seperti misalnya TV.hancur. ini modal. begitu kalau usahanya adalah usaha ikan hidup. Memang istri yang memegang modal tapi dia tidak berhak terjun mengatur. jadi itu modalku bisa tetap utuh. Kalau kita sudah menjual ikan dan ternyata ada untungnya. nanti ada utungnya baru kita simpan sedikit-sedikit. dia butuh uang sekian..(DC) 81 . secara normatif mereka tidak boleh terlalu jauh mencapuri usaha suaminya karena usaha perikanan adalah “urusan suami”. Jadi saya itu kubagi memang. Ada memang orang juga kayak begitu. Istri itu hanya menyimpan saja uang. Kalau nelayan ingin beroperasi. dia tidak perhatikan jadi lama-lama usahanya kacau dan berhenti.. istri tinggal menyimpan saja. dia yang memegang modal tapi dia tidak terjun langsung mengatur usaha seperti membeli ikan dari nelayan karena dia tidak tau harga. apalagi inikan usaha besar. Jadi kalau istri yang tidak tau mengelola uang. Jadi kalau punggawa pintar itu.. uang yang disimpan yaitu semua modal usaha. Ketidak cocokan antara suami dan istri adalah penghalang utama rejeki. Tiba-tiba ada nelayan yang butuh ternyata modal sudah tidak cukup. berapa keuntungan maupun kerugiannya. Hal ini diungkapkan oleh informan punggawa darat sebagai berikut: . diusahakan ada yang masuk di modal supaya modal tetap bertambah.itu istri. Namun demikian. jadi itu istri tau semua berapa modal. dia minta pada kita (suami). itu akan dibagi untuk belanja di rumah dan sebagiannya lagi langsung dikasi masuk ke modal agar modal bertambah. baik modal awal maupun modal operasi. kalau itu usaha ikan hidup. ada juga yang juga bisa dibelikan TV. mesti dia atur memang. ini untuk istri sama anak-anak.

itu modal tidak bisa diganggu. Posisi istri sebagai bendahara keluarga menuntut keahlian khusus dan kesabaran yang tidak semua perempuan memilikinya. kan baku taumi.. Saya takut belanjakan. “saya minta tolong dibantu uang untuk bayar ikan nelayanku. saya takut. Jika pengelolaan modal sebuah usaha perikanan tidak baik. cukup untuk kebutuhan makan saja dulu.Itu modal usaha tidak bisa dibelanjakan di luar kepentingan usaha. Bagaimana mereka (istri punggawa) lebih mementingkan kebutuhan sawi dibanding kebutuhan konsumsi kelurganya. kemudian sisanya di simpan-simpan. Jadi. tentu ini usah berhenti.. maka usaha tersebut dengan cepat dapat berhenti. kemudian nelayan (paboya) lain juga datang. Kalau ada uang belanja dikasi sama Haji laki-laki. kita tidak boleh belanja. 82 . Kecuali yang datang itu orang sudah lama kerja sama kita. Begitu kalau kita kehabisan modal. nanti kalau habis kemudian ada paboya yang datang meminta uang untuk belanja. itu tidak dibelanja semua.Pengelolaan modal usaha dan konsumsi keluarga adalah hal yang paling penting dalam usaha perikanan karena hal ini sangat mempengaruhi kelangsungan usaha perikanan yang dimiliki. Kalau ada orang (paboya) yang datang minta uang sama saya. saya lihat dulu siapa yang datang minta uang. tapi kalau uang itu adalah modal usaha. nanti datang itu paboya minta uang baru bisa dikasi. Itu memang adatnya orang BugisMakassar bahwa berapa saja penghasilan suami tetap harus diserahkan kepada istri. Haji laki-laki belum datang dari Makassar (battu raya) menjual ikannya. Ducu (punggawa ikan timbangan) untuk meminjam uangnya. seorang istri punggawa menjelaskan sebagai berikut: . maka saya biasa datang ke Dg. Berkaitan dengan hal ini. saya tanya dulu sama Haji laki-laki. biar tidak kukasi tau Haji laki-laki. Kalau orang baru mau masuk. besok dibayar”. Kalau modal itu tadi telah habis digunakan untuk membayar ikan nelayan yang datang dari laut.

Pengelolaan modal ini erat kaitannya dengan pengelolaan tenaga kerja pada point pembahasan berikut ini. Sebagaimana telah digambarkan di atas. Peran Istri Punggawa dalam Manajemen Tenaga Kerja Peran istri dalam memulai usaha dan merekrut tenaga kerja adalah hal yang penting dalam usaha perikanan. 83 .Paboya juga sudah tau kalau tidak ada Haji laki-laki saya bisa kasi langsung biar tidak dikasi tau. tidak semua istri mampu mendukung suaminya dengan tindakan yang ril. Begitu juga dalam hal perekrutan sawi. Penjelasan istri punggawa di atas menggambarkan bagaimana peran istri dalam pengelolaan modal. Hal ini disebabkan oleh model pengelolaan mereka berdasarkan hubungan keluarga yang mana setiap orang yang berperan dalam usaha tidak direkrut secara resmi sebagaimana halnya dalam perusahaan yang resmi. c. Dari penjelasan di atas. terkadang seorang yang ingin memulai usaha perikanan sendiri dan telah memiliki modal harus mengurungkan rencananya karena tidak yakin bahwa akan ada orang yang mau menjadi sawi. Seorang istri harus berhati-hati dalam membelanjakan uang untuk kepentingan konsumsi rumah tangga. kita dapat memahami bahwa posisi istri punggawa dalam memegang modal adalah hal sangat penting dalam menjaga “kesetiaan” sawi agar tetap bekerja di dalam usahanya.

sementara semua punggawa mau menambah pencarinya.. apabila usaha hancur.itu yang namanya punggawa harus baik sama pencari. sedangkan istri tidak mau. Hal ini dijelaskan oleh seorang punggawa darat sebagai berikut: . itu kalau kita baik. kita tidak mau tapi istri yang mau. jika sepintas dilihat dari status kepemilikan. misalnya kalau dia utangnya 100 ribu. Dalam menjaga agar sawi tetap betah bekerja. Kalau sudah begitu usaha pasti akan hancur. sikap yang baik adalah hal penting yang harus dimiliki oleh punggawa dan istrinya. kita akan disesalkan. itu orang pulau sampai mati kerja sama kita. kalau ada orang yang mau masuk. atau istri yang mencari orang untuk masuk kerja dengan kita. Tidak boleh dibilang ini usaha laki-laki jadi tidak boleh dicampuri istri. ujung tombak. cukup 10 ribu saja atau 15 ribu atau 20 ribu saja sekali mencari. tapi kalau kita tidak baik. dibelakang hari ternyata ada masalah dengan orang tersebut. tidak sekaligus hancur tapi perlahan-lahan. dapat saja tunduk pada keinginan punggawanya. Kalau kita baik sama pencari. biar 20 juta utangnya bisa langsung pindah ke punggawa lain karena di sini kan banyak punggawa. kita tidak boleh langsung potong seratus ribu pada saat dia pulang mencari. kita harus kasian sama pencari. Tidak jarang itu punggawa sukses karena istrinya. justru lebih baik kalau istri ikut campur dalam usaha. Kunci utama keberlanjutan usaha perikanan adalah tenaga kerja atau sawi. Misalnya. Karena itulah. pasti istri akan mencekcok. ada orang yang mau masuk (menjadi sawi). menjaga agar seorang sawi tetap senang dan betah bekerja adalah hal yang sangat penting diperhatikan. semakin banyak semaikin bagus. Namun mereka menyadari bahwa modal yang besar tidak akan berguna jika tidak seorang pun yang bersedia menjadi sawi.. Sawi. 84 . istri tidak menyesal (sassala’). Umpamanya. pendorong usaha yang paling utama adalah istri.Hal yang lebih penting lagi setelah usaha telah berjalan adalah mempertahankan usaha.

jadi saya serahkan kepada anak untuk mengurus pekerajaan di belakang. Komunikasi yang baik antara punggawa dengan istrinya adalah hal yang penting dalam menjaga kelangsungan suatu usaha. Untuk itulah. kalau sudah begini. orang lain pasti akan bepikir. kalau dia tidak baik caranya. apalagi orang lain. yang biasa juga jadi penyebabnya adalah anak.Umpamanya. Apalagi kalau orang yang keluar tersebut adalah orang dalam (keluarga dekat). tetapi bisa juga suami kalau dia tidak baik sama sawi. kita dapat melihat bagaiamana seorang punggawa (suami) sangat memperhatikan keputusan istrinya. dinilai mundur ketika sawi keluar atau pindah ke punggawa yang lain. pelan-pelan orang lain juga akan ikut keluar… Dari informasi di atas. Misalnya saya punya anak yang sudah besar. itu saja yang dekat dengan dia tidak mau kerja di sana. Hal ini juga membuktikan bahwa sawi memiliki posisi yang kuat dalam mengambil keputusan sebab keberlangsungan usaha punggawanya tergantung dari mereka. kita punya paboya sebanyak 10. 85 . kita harus memahami bahwa bukan hanya istri yang menjadi penyebab maju atau mundurnya usaha. umpamanya sepupu. punggawa beserta istrinya harus memperhatikan kebutuhan mereka sebagaimana yang dijelaskan oleh informan berikut. bukan hanya istri yang penyebabnya. Kalau ada anak laki-laki yang sudah besar. …hal seperti ini. saya sementara ada di kota. namun semua anggota keluarga memiliki peran yang seimbang. Hal ini sebagaimana penjelasan lebih lanjut oleh informan di atas. bagaimana? Sebuah usaha perikanan. Namun. satu saja ini yang keluar akan mempengaruhi 9 paboya yang lain karena akan terjadi pembicaraan di luar.

tidak usah dikasi. ada yang ke H SY. kalau dia butuh sekali uang 200 ribu misalnya. Oleh karena itu. Berapa yang dia minta. ada yang lari ke saya. kita mesti bicara dulu dengan istri karena dia yang pegang uang. itu paboya tidak mungkin minta uang kalau tidak ada keperluannya yang mendesak. misalnya mau menikah. 70 juta saja masih bisa goyang. tapi kebetulan kita tidak punya uang. kalau ada paboya yang mau dibayarkan utangnya. kalau tidak ada pasti akan diusahakan. Kalu begini. atau separuh saja dari yang dia minta kita beri. itulah sebabnya saya katakan tadi bahwa memang kita harus dipercaya sama orang yang ada di Makassar kalau tiba-tiba kita butuh uang banyak.Itu pencari bisa goyang (pindah ke punggawa lain) apabila misalnya dia minta uang. coba bayangkan. sementara kita tidak punya uang banyak. biar berapa pasti dikasi. mereka tidak boleh membeda-bedakan antara sawi yang satu dengan sawi yang lain sebab dapat menimbulkan ketersinggungan. jangankan utang 20 juta. ceritanya begini. Itu prinsipnya punggawa. lihat dulu utangnya berapa. sebentar sekali prosesnya. bayarannya juga pasti dengan ikan. jadi susah jadi punggawa juga kalau tidak dikenal dengan orang yang ada di kota. pasti dia akan minta ke punggawa lain. kalau misalnya utangnya sebanyak 20 juta. pencari pasti akan goyang. Itulah sebabnya kita harus pandai-pandai menyimpan uang untuk jaga-jaga hal seperti ini. misalnya itu paboya datang minta uang sama kita. kan di sini banyak punggawa. banyak punggawa yang siap bayarkan utangnya. Begini ceritanya. kepandaian menjaga sikap dan melihat kondisi serta berempati terhadapa 86 . tanya istri. Sedangkan utang 100 juta msih bisa goyang apalagi kalau hanya puluhan atau jutaan saja. begitulah ceritanya sampai utangnya yang puluhan juta sama kita akan dibayarkan sama punggawanya yang baru. Kenapa bisa gampang sekali goyang itu paboya. gara-gara uang 2 juta yang diminta paboyanya tapi dia tidak dikasi akhirnya paboyanya goyang satu persatu. nanti ada keperluan mendesak baru datang ke kita. Seperti misalnya H XXX. istri bilang sudah terlalu banyak utangnya. jangan pernah berpikir bahwa paboya tidak bisa goyang kalau utangnya sudah terlalu banyak. Terkait masalah pelayanan punggawa dan istrinya kepada sawi. Kalau paboya butuh uang mendesak puluhan juta.

kalau dia yang sudah tidak mau. apa lagi yang mau kita kelola. kau bisa lihat kan. sekarang bukan lagi. Hal ini sebagaimana dijelaskan oleh informan mengenai pembagian tugas antara suami dan istri dalam usaha. ada juga itu istri punggawa kalau banyak hasil yang diperoleh oleh paboya. kalau sudah ada yang keluar 2-3 orang. Menganai hal ini. begitu juga sebaliknya bila paboya yang lain tidak dapat ikan. Misalnya kalau kita ke Makassar karena kita kebanyakan ke Makassar. Mungkin kau yang paling besar usahamu sekarang. istri itu yang ditempati meminta uang sama paboya. misalnya. tahun kemarin dia yang memegang kendali. nanti kita kasi tau lagi istri bilang saya mau kasi si ini uang sekian. dia kasi juga banyak. Tapi kalau masalah turun usaha itu saya tidak pusing. kita hanya mengelola keuntungan. yang mencari itu paboya. tidak usah dulu melihat barang-barangnya. Usaha perikanan yang dilakoni oleh masyarakat nelayan Bonetambung berbeda dengan yang ada di kota. 87 . itu saja pencari yang kita lihat. tetapi besok bukan lagi.kebutuhan sawi adalah hal utama yang harus dimiliki oleh punggawa dan istrinya. kan bukan kita yang mengatur. serta bagaimana hal itu berbeda dengan usaha yang dilakoni oleh orang kota menurut pemahaman mereka. begitu pun juga sebaliknya usaha istri. Sama itu H XXX. tapi saya lagi yang memegang kendali. itu paboya datang ke kita. dia sudah menjual beberapa kapalnya. Bukan kita yang mencari uang. nanti dia kasi tau kita bilang ini sudah kukasi uang sekian. Kalau kita ada. ada tuhan. itu bisa membuat paboya yang lain juga goyang. jadi harus dikasi tau. Tidak sama dengan artis atau orang-orang kaya yang ada di kota seperti orang cina. pada saat dia meminjam uang. Dia membeda-bedakan itu paboya. jadi kita harus pandai-pandai sama nelayan. Itu paboya kalau mau minta uang dia biasa datang ke kita biasa juga ke istri. di mana urusan atau usaha suami adalah tanggung jawabnya sendiri. informan menjelaskan: Punggawa dan istrinya masing-masing punya pengaruh terhadap naik turunnya suatu usaha.

carilah istri yang baik supaya usahamu juga bisa baik. yang lain juga ikut hancur. dikasi saja. Kalau suatu saat nanti kau mau beristri. masing masing punya usaha yang berbeda. Itulah biasanya paboya pindah ke orang lain kalau kita juga tidak mengerti sama paboya. cari memang istri yang baik. istri tidak tau usahanya suami. usaha istrinya atau suaminya sudah hancur akhirnya cerai. bahkan bisa-bisa dia ditinggalkan sama istrinya. lain kali lagi. bagaimana bisa melanjutkan usaha.urusannya istri beda dengan urusannya suami. Kalau kita di pulau berbeda. Jadi. banyak artis yang bercerai karena begitu. Kalau kau misalnya baik tapi istrimu tidak baik. Kalau saya sendiri tidak berani belanja kalau tidak diizinkan oleh Haji laki-laki. Itu juga kita istri punggawa tidak boleh marah-marah sama paboya kalau dia datang dari boya baru tidak ada hasil yang dia dapat. jadi.. itu istri tidak menanggung. seorang istri punggawa juga menjelaskan kepada penulis tentang peran istri dalam menjaga hubungan dengan sawi dan anggota masyarakat yang lain. biar ada uang disimpan oleh istrimu tapi kalau dia bilang tidak ada tentu nelayan akan pindah ke punggawa lain. nanti dia habiskan modalnya usahanya suami. Kita itu tidak bisa saling menyembunyikan dengan istri karena kalau ada apa-apa dibelakang pasti istri akan “sassalaki” Senada dengan informasi di atas. tidak bisa tinggal lama itu nelayan. baik sama suami maupun sama orang lain. misalnya usahanya suami yang hancur. sehingga kalau usaha hancur. kita sama-sama di situ. nanti modal habis baru suami marah. hancur satu. ada nelayan yang datang minta uang.. Kalau nelayan (paboya) sudah pindah ke orang lain. Karena kalau selalu mau belanja. Jadi kalau dia minta uang. coba liat di televisi. Misalnya. Namanya belum ada rejeki. usaha suami ditau oleh istri begitupun sebaliknya. nanti ada rejekinya baru dibayar. sehingga kalau ada yang hancur. dua-duanya ikut menanggung. (Istri Punggawa HS) 88 . suami juga sebaliknya. Itu istri juga tidak boleh terlalu banyak belanja kalau dia tidak punya usaha sendiri seperti misalnya Haji Samo (istrinya Haji Daming).

…menurut saya. Kalau kita beda. tidak mudah mengatakan bahwa suami memiliki peran yang dominan disbanding istrinya sehingga pengambilan keputusan juga didominasi oleh suami. meskipun seperti yang kau bilang cerai itu tidak apa-apa kalau ini istri bikin rusak-rusak usaha. Oleh karena itu. kau baru mau kasi uang ke saya 200 juta umpamanya tapi nanti kau berani setelah kau kenal saya bahwa saya bisa 89 . Beda dengan orang-orang di kota seperti yang di TV. itu biasa istri marah-marah kalau ada masalah karena sebelumnya dia tidak tau. kita samasama istri memulai usaha dari nol. dia dulunya tidak percaya sama saya kalau saya bisa memegang kendali di luar (pulau). usaha dan bagaimana dia membandingkan dengan masyarakat yang lain. kalau kita beda. Mereka tidak dapat dilihat secara terpisah apalagi melihat mereka sebagai unit keluarga yang memiliki kepentingan yang berbeda-beda. apakah itu harga ikannya turun atau bagaimana.Rasa saling memiliki dan saling membutuhkan merupakan spirit bagi suami dan istri dalam membangun dan mempertahankan usahanya. kita cerita memang sama istri. tapi tetap dia berani memberi modal kepada saya. Kita dapat melihat bagaimana seorang punggawa merefleksikan hubungan pernikanan. Said. saya juga sebaliknya. biar berapa ratus juta saya minta ke dia pasti dia akan kasih. sama seperti saya dengan H. apapun yang terjadi saya pasti akan kerja dengan dia. biar utangku sudah lunas saya tidak akan lari ke orang lain untuk jual ikan. Usaha yang dimiliki oleh suami juga merupakan milik istri. Kalau orang di TV itu. sebelum kita mau buka usaha. itu perceraian tidak bagus. Justru itulah. jadi kita betul-betul ingat itu. meskipun jatuh saya justru ingat bahwa karena sama-sama ini istriku saya bisa buka usaha yang besar. karena bukan kau yang saya ingat. gampang bercerai karena dari awal mereka memang sudah punya usaha masing-masing sehingga kalau ada masalah gampang juga pisah. kita sudah punya istri baru mau usaha kemudian usaha kita besar dan jatuh lagi. dia sukses dulu baru menikah. jadi apapun yang terjadi di belakang di belakang kita tanggung bersama.

tidak terpisah itu. kalau istri suka bohong sama orang. kalau orang cerita baru saya dengar. apakah tidak mau. tapi juga istri. sebaliknya juga begitu. bisa menggoyangkan rumah tangga. jadi kita itu samasama. jangan lakukan sama orang. 90 . kalau suami yang tidak baik orang akan bilang suaminya anu. orang bilang istrinya H Daming suka bohong. coba tanya saja diri sendiri. Bagaimana bisa orang mendoakan kita supaya baik. kita punya pencari juga di sini. kita tinggal di sini. pakaian saja kita lihat. tidak mudah langsung ditinggalkan karena kita sama-sama pernah menderita. Bukan hanya dalam usaha. kalau istriku pakaiannya tidak bagus. Berikut penjelasan informan: …dalam kehidupan sehari-hari. saya ingat dulu saya bisa begini karena dia yang bantu saya. sudah dikasi tau tapi tetap dia pake. mungkin istriku tidak malu tapi saya yang malu. misalnya. Apalagi kalau kita satu pulau dengan paboya. istrinya Haji ini begini pakaiannya. kalau kau sudah tau tidak baik. tapi istri saya tidak baik. apalagi kita satu pulau. perilaku baik itu perlu dijaga oleh suami maupun istri. masing-masing harus berusaha menjaga kehormatan keluarga di depan orang lain. Tidak usah belajar sama orang lain. baik dalam hal perbuatan maupun ucapan. itulah sebabnya usaha apa yang cocok dibicarakan dulu dengan istri supaya kita bisa saling membantu dan dibelakang tidak ada masalah. salah satunya yang tidak baik. misalnya saya baik. itu semua bisa halangi rejeki. gampang ditau. belajar saja sama diri sendiri. orang juga tidak enak datang ke rumah karena ada salah satu di rumah ini yang yang tidak baik. langsung tersebar itu karena di sini pulau kecil. kita juga ikut kena dampaknya. apakah saya tidak malu. Misalnya. kita sama-sama bangun usaha. apa yang kau anggap tidak baik pasti juga tidak baik sama orang lain kan sama-samaki manusia. Kita itu dalam masyarakat bukan hanya satu orang yang dilihat. yang mana tidak baik yang mana baik. tidak usah perilaku. begitu juga dengan istri.memegang kendali di pulau. Jadi kalau istri tidak baik. apakah saya tidak tersinggung. kalau ada orang yang mau masuk. orang lain akhirnya bilang. dalam kehidupan sehari-hari mereka harus saling memperhatikan. kita setuju tapi istri tidak mau.

tidak mau datang ke kita. sehingga suami dan istri dalam usaha perikanan tidak dapat dilihat secara terpisah. Itu usaha tergantung orang. Keseimbangan antara peran istri dengan suami adalah yang penting. Kan itu istilahnya lain maunya laki-laki lain juga maunya dia. Istri punggawa tidak boleh terlalu jauh mencampuri usaha suami. Hal ini lebih lanjut dijelaskan oleh informan: Sering kejadian usaha goncang karena istri yang sering mengatur uang ke nelayan. biasa itu istilahnya “goncang usaha” karena istri yang terjun langsung ke nalayan. begitu juga sebaliknya suami. ahhhh. juga harus baik. biar naik itu usaha pasti cepat juga turun. Nelayan maunya begini tapi istri lain juga. kalau tidak. dari begitunya biasa nelayan mengeluh. Dalam hal ini. istri sebagai salah satu unit penting dalam keluarga turut berperan dalam usaha. Pengalaman biasa saya itu. makanya akita harus pandai-pandai baik sama orang supaya mau datang ke kita. kita dapat memahami bahwa kondisi sosial budaya dalam suatu masyarakat sangat signifikan mempengaruhi suatu usaha. biasa umpamanya pa bu.Kalau istri sering dicerita tidak baik sama orang-orang. kalau dia mau berangkat besok mesti dia datang dulu ke punggawanya minta ongkos. tidak lama itu usahanya kalau istri yang terjun langsung ke usaha. (HD) Dari penjelasan informan di atas. tapi istri menentang dengan berkata “masa dibelikan segini harga penjualannya juga segini kemudian dia mau minta 1 juta”. Masalah yang seperti ini biasa yang membuat nelaya tidak cocok kalau istri yang mengatur ke nelayan. tidak bisa maju itu usaha. Tentu konteks usaha ini juga tidak dapat dilihat terpisah dengan konteks sosial yang lain. Kebutuhan sehari-harinya nelayan. bukan hanya istri yang harus baik karena pasti kita harus bicarakan dulu sama istri kalau bikin sesuatu supaya dibelakang tidak ada masalah.. Istri yang terlalu banyak mencampuri urusan suami dalam hal usaha dapat berdampak pada hancurnya usaha. Biasa itu misalnya nelayan kebutuhannya 1 juta.. 91 .

sekian harga minyak. sekian itu. dia cuma tau menghitung saja. seorang punggawa menjelaskan: …memang itu istri dia tidak tau persoalan di lapangan. kita dapat melihat bagaimana dampak negative jika seorang istri punggawa mendominasi dalam pengambilan keputusan. tidak lama itu usahanya. beli umpan. jadi sekaligus di minta supaya tidak sering-sering. dia minta memang 1 juta untuk keperluan istrinya di belakang. “kodi anjo punggawayya. beli bahan bakar. sekian ini. sekian beras. Biasa kalau istri punggawa yang atur. Kan biasa itu nelayan kalau mau berangkat. berarti sekian uang yang dibutuhkan istri di rumah selama saya tidak ada. Itulah biasa nelayan goncang kemudian satu-satu pindah. Kan itu perempuan pintar menghitung. Dari penjelasan di atas. tidak pernah cocok. dulunya bagus lancar usahanya tapi tidak lama berhenti usahanya. tapi kenapa dia minta terlalu banyak. Istrinya yang terjun langsung. dia hanya menghitung pas untuk nelayan. Terkait dengan hal ini. Jadi misalnya kebutuhan nelayan di laut cuma 500 ribu. Dia bilang biasa nelayan. dia tidak pernah menghitung keperluan lain nelayan. “kau kenal Beddu (nama samaran) di Barrang Caddi?” Istrinya mentong itu yang terjun langsung. terutama dalam hal modal. bilang nelayan itu juga punya keluarga. itu Gaffar kasihan hanya tau beli ikan 92 . Sikap istri yang demikian menyebabkan sawi meresa tidak nyamana berkerja di dalam usahanya dan akan berpindah ke punggawa lain yang dirasa lebih nyamana. diperhitungkan memang bahwa sekian hari saya di laut. Lihatmi sekarang. biasa goncang nelayan (paboya-iya). beli beras. istrinya yang atur”. dia minta memang uang lebih sama punggawanya untuk disimpan guna keperluan istri di rumah. Contohnya.beli es. Sikap istri yang demikian dianggap karena dia tidak berpengalaman dalam hal kenelayanan. Istri hanya pandai memperhitungkan namun sulit berempati atau merasakan masalah yang dihadapi oleh nelayan.

bisa-bisa itu modal habis. Tapi kalau saya. Sikap kehati-hatian dalam mengelola modal usaha harus seimbang dengan sikap kedermawanan.. Pokoknya itu kuncinya.. istri kan tidak pengalaman karena tidak pernah menjadi nelayan. misalnya kayak saya.. 93 . cenderung lebih peka akan kebutuhan sawi menyangkut keuangan. lebih baik saya yang pegang uang usaha karena biasa kalau istri banyak sekali pertanyaannya kalau nelayan datang minta uang. baru suka minum-minum misalnya di kota. dia hanya tau menghitung saja. dia tidak kasi ke istri untuk di simpan. Tidak semua istri punggawa memahami akan hal ini sebab mereka tidak pernah merasakan perasaan sawi. kan kita juga pernah jadi nelayan jadi dirasa bagaimana kalau kita jadi sawi. jadi kalau ada nelayan yang butuh. kemudian dia yang pegang uang usaha. Berbeda dengan suami yang pernah menjadi sawi. baik untuk mencari maupun kebutuhan untuk keluarganya.. kalau istri yang terjun langsung mengatur segala-galanya kebutuhan nelayan. Namun sikap istri yang terlalu hati-hati mengeluarkan modal usaha dapat menghancurkan usahanya sendiri. langsung saja ke saya. Nanti kalau ada hasilnya (kelebihan dari modal) baru saya kasi ke istri untuk disimpan. Tapi kalau suami boros. itu karena dia tidak tau perasaannya nelayan. istrinya mentong yang atur.ada juga orang yang dia (suami) semua yang pegang modal usaha. Kalau suami. seorang punggawa menjelaskan kepada penulis sebagai berikut: . pasti goncang itu usaha. harus sama istrinya. Tidak semua istri punggawa dapat mengelola modal usaha dengan baik. dia tidak datang lagi ke istri. Jadi saya tau itu kebutuhannya nelayan. Berkaitan dengan hal tersebut. Istri pandai menghitung dan pandai menjaga agar modal usaha tidak habis. kalau ada nelayan yang butuh uang.kemudian antar ikan ke Makassar.

jadi dia tidak tau perasaannya nelayan.. kalau dia bawa ikan harus dibeli juga. Dari data di atas. kalau istri yang terlalu banyak mengatur uang kenelayan. Istri tidak pernah terjun langsung. 94 . Berbeda kalau usaha ikan hidup. Makanya.. untung kalau turun harganya. maka sikap kampidokang (sebagai salah satu sikap yang tidak dibenarkan secara budaya) dapat diterima atau dibenarkan oleh masyarakatnya. Makanya. misalnya nelayan minta sekian baru terlalu perhitungan. tapi kalau tidak dibeli lagi. Penyimpangan pada pranata gender.. kalau ikan hidup. Namun karena jenis usaha yang dijalankan suami menuntut kehati-hatian dalam pengelolaan uang. kalau banjir harga akan sangat turun. itu tidak baik. itu harga bisa cepat dipastikan jadi harga pembelian sama nelayan bisa cepat disesuaikan. biar banyak harga tetap sama. kita juga harus jaga perasaannya nelayan.kalau punggawa kayak saya (punggawa usaha ikan mati. Beda kalau ikan mati. kita juga dapat memahami bagaimana suatu nilai budaya berangsur-angsur berubah karena faktor ekonomi. berarti dia mampu memenuhi kebutuhan ekonomi anggota keluarganya. suami dianggap tidak baik jika dia tidak menyerahkan atau mempercayai istrinya sebagai pengelola uang... dalam konteks seperti yang dijelaskan informan di atas dapat dibenarkan oleh masyarakatnya. Biasa sebulan tidak ada keuntungan. kita harus pandai-pandai mengatur uang. Pada awalnya. Walau begitu. Jika suami mampu mempertahankan usahanya. Sikap suami tersebut dianggap sikap yang tidak salah karena hal itu sangat mempengaruhi kelansungan usaha. baik uang usaha terlebih uang untuk konsumsi keluarga. ikan lelong). Kemudian. bahkan rugi karena harga ikan di lelong biasa tiba-tiba turun. yaitu suami tidak menyerahkan uang kepada istri untuk dikelola. kita tidak bisa pastikan apakah besok akan banjir ikan atau sedikit. itu keuntungan susah dirata-ratakan.

Jika suami yang memegang uang. Sekali berkunjung ke kota untuk bersantai. kalau sudah tiba di pulau. tetap harus memperhatikan posisi suami sebagai pemimpin usaha.Istri diumpamakan sebagai bank. Itu biasa ada sawi yang lari (pindah punggawa) gara-gara istri punggawa karena tidak baku cocok. biasanya uang tersebut akan cepat habis karena suami sering ke kota dan akan tertarik untuk membeli barang-barang yang dijumpainya. Berapa yang harus dikeluarkan atau diberikan kepada sawi adalah keputusan suami. Memang perempuan itu yang memegang uang. hanya beberapa jam di kota. Suami yang bekerja untuk mencari uang kemudian menyerahkan uang yang diperoleh kepada istri untuk disimpan. Itu bank tidak pergi-pergi sementara suami itu selalu pergi. 95 . dia potong. misalnya rokok dan kopi atau minuman lainnya. Jika suami bertemu dengan orang lain. Nanti itu uang yang disimpan sama istri dikeluarkan kalau suami bilang kasi si anu uang sekian. Walaupun istri yang berhak menyimpan uang. Bagaimana kalau di jalan ada yang rampok misalnya. tapi dia hanya kasi 400 ribu misalnya. dia serahkan lagi ke istri (dengan nada yang besar dan tegas). Kalau sudah dikasi bagiannya sawi setelah mencari. Kan memang itu uang dipegang sama istri. Biasa suaminya bilang kasi 500 ribu misalnya. karena istri itu sebagai bank. bukan suami. baru kemudian dicatat. meskipun barang tersebut tidak terlalu dibutuhkan. biasanya menghabiskan uang ratusan ribu rupiah. hal ini dapat berdampak negatif terhadap usaha. Jika keputusan istri lebih kuat dibanding keputusan suaminya (punggawa). Jadi bukan suami yang pegang uang. sisanya diserahkan semua ke istri untuk disimpan. Itu suami hanya memegang uang kalau dia menerima hasil penjualan ikan di Kota. biasanya suami akan boros untuk mentraktir.

2. 96 . namun setelah dicermati. penulis akan menjelaskan hal-hal di luar faktor produksi yang diperankan oleh istri punggawa namun sangat mempengaruhi usaha perikanan milik suaminya. baik itu yang berkaitan dengan kenelayanan maupun hal lain yang dijumpai pada setting tertentu (misalnya upacara daur hidup). di mana istri punggawa setiap harinya berkumpul sesama perempuan pada waktu-waktu luang. Kebiasaan yang sering di jumpai di lapangan. biasanya pada waktu menjelang siang sampai menjelang petang. Peran tidak langsung ini terutama dalam konteks kehidupan sehari-hari. masalah harga sembako. membicarakan kekurangan atau kelebihan orang lain. masalah arisan. Peran tidak Langsung Pada bagian ini. Kebiasaan berkumpul ini biasanya dijumpai pada siang menjelang sore atau setelah makan siang. para perempuan berkumpul dengan sesama perempuan dan membicarakan beragam hal. Hal yang dibicarakan adalah masalah pakaian. banyak hal yang pada awalnya dianggap tidak penting untuk direkam oleh peneliti. rupanya hal-hal itulah (hal di luar faktor produksi) yang sesungguhnya sangat signifikan mempengaruhi dinamika usaha perikanan. Peran tidak langsung yang dimaksud pada point pembahasan ini adalah aktifitas istri punggawa di luar konteks usaha namun dapat mempengaruhi dinamika usaha perikanan. Bagian ini dipandang perlu untuk dibahas karena dalam kehidupan sehari-hari istri punggawa.

kejelekannya orang atau rahasianya orang muncul pertama-tama melalui istri. 97 . Seperti halnya dengan kekurangannya punggawa. rupanya kebiasaan tersebut dapat berfungsi dalam dinamika usaha perikanan. kita itu memang mudah terpengaruh sama perempuan. tapi kalau istri itu cuma sekali saja.. Itu pengaruh perempuan tajam betul. Informasi yang diceritakan oleh istri dari orang yang satu ke orang lain rupanya signifikan mempengaruhi dinamika usaha perikanan yang ada di sekitarnya. tapi kalau perempuan tidak. Terkait masalah ini. Suami memang dianjurkan jadi pemimpin karena bisa berpikir dua tiga kali. itu ibu-ibu sudah dengar dulu baru dia kasi tau suaminya. Biasa itu laki-laki bergosip setelah dia dengar dari istrinya bahwa begini-begini.. satu kali dia mau harus begitu. Meskipun begitu.. informan menjelaskan: Itu istri kuat sekali mempengaruhi suami. begitulah sampai suaminya juga terpengaruh. misalnya ada punggawa yang tidak baik. Kita itu laki-laki berpikir dulu kalau mau bergosip jangan sampai kita baku hantam. Waktu luang yang cukup banyak bagi istri menjadi ruang bagi mereka untuk membicarakan kondisi social yang mereka pahami. jarang laki-laki itu memulai bergosip. Hal ini sebagaimana dijelaskan oleh seorang punggawa sebagai berikut: . Jika seorang istri meresa tidak senang terhapa teman atau punggawa suaminya.cerita-cerita tidak baik.. Hal ini telah menjadi kebiasaan mereka dalam kehidupan sehari-hari. Namun setelah menggali informasi. pertama menyebar melalui istri. dia dapat mempengaruhi agar suami pindah ke punggawa lain. Hal ini disebabkan karena istri memiliki kemampuan mempengaruhi suaminya dalam mengambil keputusan.Kebiasaan kelompok perempuan ini adalah hal yang dianggap biasa.. “kau tidak usah sama punggawa A karena istrinya itu tidak baik”.

baik istri punggawa maupun istri paboya karena mereka kebanyakan didarat sehingga pergaulan mereka ‘luas’. istrimu merasa istriku tidak baik dan mereka tidak baku baik. Tapi yang jadi masalah. pasti dibelakang akan rugi. termasuk istri punggawa. meskipun tidak menyangkut perikanan. Kalau ini istri punggawa C baik sama istri paboya A. Istri paboya A selalu bergaul kalau siang dengan istri punggawa C. dia akhirnya menyuruh kau keluar dari saya dan pindah ke punggawa yang lain. kau adalah paboyaku. Saya tidak tau kenapa itu istri kuat sekali pengaruhnya sama suami17. satu kali saja punggawa A melakukan kesalahan yang tidak disenangi oleh paboya A misalnya dia marah-marah. Selama kau kerja sama saya. pasti cepat atau lambat paboya A akan pindah ke punggawa C. Kalau kita (suami) mau pindah ke punggawa lain. cepat atau lambat kau pasti akan pindah. si A adalah paboya dari punggawa B. kita itu berpikir-pikir dua tiga kali dulu. Jadi. Hal ini seperti yang dijelaskan oleh informan: …misalnya. Karena istrimu tidak suka sama istriku. 98 . Persoalan istri di luar konteks perikanan juga sering mempengaruhi suatu usaha. cepat atau lambat sang suami akan pindah ke punggawa lain. Meskipun kau tidak mau. Lihat saja itu dulu waktu masih penjajahan. Itu istri paboya pintar mencari punggawa melalui sesama istri.kita itu suami kalau sudah sering dikasi tau suami pasti akan terpengaruh. tapi kalau istri sudah masuk. Kalau dia sudah ‘tembak’ suaminya bilang pindah saja ke punggawa ini. kau punya istri dan saya punya istri. jika seorang istri sawi tidak senang jika suaminya bekerja pada seorang punggawa. tapi kalau istrimu mau sekali. itulah sebabnya saya katakan tadi pengaruh istri itu tajam betul. hubungan kita baikbaik saja dan kau menilai bahwa saya itu baik. Walaupun urusan itu sukses. Aktifitas mereka sehari-hari yang dilakukan oleh sesama peremuan. cepat sekali pasti akan keluar. 17 Mereka percaya bahwa suatu urusan atau pekerjaan yang tidak disenangi oleh istri namun tetap dilakukan oleh suaminya pasti tidak akan mendatangkan keuntungan. sering menjadi pemicu bagi retaknya hubungan antara sawi dengan penggawanya. Misalnya. pasti dia sudah punya pertimbangan karena dekat dengan istri punggawa yang bersangkutan.

Sehingga setiap sore. belum selesai itu perang. Kemudahan utang ini membuat mereka tidak sadar telah mengumpulkan utang yang banyak karena mereka tidak hanya berutang pada satu penjual tapi beberapa penjual yang menjajakan jenis jualan yang berbeda. memahami usaha perikanan tidaklah lengkap jika tidak memahami konteks lain yang ada di sekitarnya. Menjamu orang yang datang ke rumah adalah adat istiadat dan 99 .. Selain membicarakan banyak hal. yang sering dilakoni oleh istri. sangat signifikan mempengaruhi keberlangsungan usaha perikanan. banyak penjual yang berkeliling pulau bukan hanya membawa jualan tetapi juga buku catatan utang. penjual beraneka makanan ringan mulai ramai dan tentunya lewat di depan perempuan yang berkumpul tadi.tidak bisa merdeka itu Indonesia kalau bukan perempuan. perempuan sudah bikin itu bendera. Dengan demikian. mereka juga biasa tidur-tiduran sehingga waktu yang dihabiskan hingga beberapa jam. Informasi yang dicontohkan oleh informan di atas menegaskan bahwa faktor-faktor non produksi. tidak mungkin merdeka Indonesia. Bila sore hari. bagaimana kalau usaha. itu saja jaidkan contoh kecil. Ada pun hal lain di luar konteks usaha namun memberi pengaruh terhadap usaha yang dimiliki suami adalah adat menjamu orang yang datang ke rumahnya.. kebanyakan diutang dan akan dibayar keesokan harinya atau jika suami telah menjual ikan hasil tangkapan. seandainya tidak ada bendera. Mereka pun membeli makanan.

Sikap dan perilaku suami dengan istrinya terkait dengan keyakinan mereka tentang rejeki. kata-kata yang baik. baik punggawaku.istri punggawa yang baik akan menyambut sawi yang datang ke rumahnya jalan-jalan atau datang dari mencari ikan.. Menyajikan makanan dan minuman adalah adat istiadat. yang mana memiliki pandangan yang sama tentang perbuatan yang baik dan tidak baik.. Punggawa dengan sawi memiliki satu budaya yang sama. apalagi istrinya. sehingga bila punggawa dan istrinya tidak melaksanakan norma-norma kehidupan sesuai dengan pemahaman masyarakat.memberi nilai khusus bagi yang memperhatikannya. 100 . Belum lama dia datang dia sudah dibuatkan minuman dan dasajikan kue. Biar sawi tidak mendapat hasil yang bagus tetap disambut dengan baik. Kalau kita mau orang betah bekerja sama kita.. karena uang bisa habis dibelanja tapi kesan baik tidak akan pernah hilang. tetapi besar pengaruhnya dalam mempertahankan usaha. Dengan demikian. lebih baik saya di sini saja menetap bekerja. maka akan menjadi satu penilaian bagi sawi yang dapat berpengaruh terhadap kesuksesan usaha.. nilai-nilai budaya yang ada juga turut mempengaruhi nilainilai ekonomi. ampe-ampena. apalagi dengan cara penyajian yang baik. ada-adanna. Rejeki seseorang tidak baik jika mereka tidak pandai bersyukur dan menjaga hubungan baik dengan orang lain. Orang yang datang ke rumah bisa dalam rangka membicarakan usaha atau hanya sekedar mampir. Berikut kutipan wawancara dengan informan: . Itulah yang paling diingat orang kalau kita baik. kedermawanan seorang punggawa salah satunya tercermin dari caranya menyambut orang yang datang kerumahnya. kan dia akan berkata. dari ade’na. perbaikilah itu semua.

dia tidak paham bahwa rejeki hari ini berbeda dengan besok. Jadi. sawi juga mendukung. jadi bagaimana tuhan membantu kita kalau orang lain saja tidak mau membantu kita. tapi Tuhan. kalau istri mendukung. harus dipahami oleh suami dan istri. pasti Tuhan juga akan baik kepada kita. akan ada jalan untuk bangkit kembali. orang yang bersyukur akan dimudahkan rejekinya. Keyakinan seperti yang dijelaskan oleh informan di atas.. rejekinya punggawa diatur oleh Tuhan dan diturunkan melalui sawi.rejeki itu bukan manusia yang menentukan.. begitu saja. Tuhan baru akan mendukung suatu usaha kalau orang-orang di sekitarnya telah mendukungnya. Kalau suami dengan istri saling memahami dan saling mendukung dan baik ke orang lain. jadi diperbaiki hubungan kesesama manusia. kita hanya berusaha. baik di pulau ini... kalau hari ini tidak dapat pasti hari-hari akan datang akan dapat. tapi Tuhan. Hal ini lebih lanjut dijelaskan oleh informan sebagai berikut: Kalau punggawa dengan istrinya pandai bersukur dan baik kepada orang lain. Kalau memang ada rejeki pasti ada banyak kita dapat. tidak akan dimudahkan rejekinya. yang menciptakan manusia adalah tuhan. biar turun usahanya tapi tidak akan hancur sama sekali. Orang yang tidak bersyukur. Hal ini akan menciptakan keharmonisan hubungan antara suami dan istrinya yang mana hal ini sangat berpengaruh terhadap usaha yang dimiliki. Barrang Caddi maupun pulau-pulau lain.. itulah punggawa yang tidak bersyukur. Penjelasan informan ini memberi pemahaman kepada kita pentingnya memperhatikan hal-hal yang ada di luar konteks usaha perikanan agar kita 101 . Orang mengatakan. perempuan maupun laki-laki dan harus pandai bersyukur. sebaliknya. pasti usaha tersebut akan besar. Banyak kejadian kejadian pengusaha ikan bangkrut karena begitu. jadi kalau ada punggawa dan istrinya nanti baik pada sawinya nanti kalau dia dapat hasil yang bagus sementara kalau hanya sedikit tangkapan yang diperoleh. Bukan manusia yang simpan ikan di laut.

Bukan hanya faktor produksi yang penting diperhatikan. 102 .mampu memahami secara utuh dinamika usaha tersebut. norma dan pranata-pranata budaya serta kepercayaan mereka adalah hal yang penting diperhatikan. tetapi pola interaksi mereka.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan Peran istri punggawa dalam manajemen usaha perikanan dipengaruhi oleh dua hal, yaitu peran gender dalam masyarakatnya dan jenis usaha yang dimiliki suaminya. Secara umum, peran gender mengatur pembagian peran antara suami dan istri, termasuk hak dan kewajiban keduanya. Peran gender tersebut menjadi dasar dalam pembagian peran antara punggawa dengan istrinya dalam konteks usaha yang dimiliki. Pada masyarakat pulau Bonetambung, suami berperan mencari nafkah untuk keluarganya sementara istri berperan mengatur rumah tangganya. Salah satu peran penting istri dalam keluarganya adalah mengelola uang yang diperoleh oleh suami. Peran istri ini berpengaruh terhadap usaha sebab mereka percaya bahwa rejeki yang diperoleh oleh suami akan mendatangkan berkah dan rejeki yang melimpah pada waktu yang lain jika rejeki tersebut dikelola oleh istri. Hal inilah yang menjadi salah satu dasar penting bagi keterlibatan istri dalam usaha perikanan suaminya. Hal kedua yang berpengaruh terhadap peran istri punggawa dalam manajemen usaha perikanan adalah jenis usaha yang dimiliki oleh suaminya. Peran istri punggawa ikan mati berbeda dengan peran istri punggawa ikan hidup. Pada usaha ikan mati, istri terlibat langsung dalam pembelian ikan

103

yang diperoleh oleh nelayan tangkap. Namun untuk punggawa darat yang memiliki usaha ikan hidup, peran istrinya justru tidak nampak karena hampir seluruh perkerjaan dikerjakan oleh tenaga kerja khusus atau biasa disebut sebagai sawi darat. Sawi darat terbagai lagi, ada yang khusus untuk mensortir, menimbang dan merawat ikan (tukang size) dan ada yang khusus mencatat dan membayar nelayan. Pekerjaan sebagai tukang size

membutuhkan keahlian khusus karena ikan yang diusahakan harus dalam keadaan hidup dan tidak cacat. Begitu juga dengan mencatat hasil tangkapan, biasanya dilakukan oleh sawi khusus atau langsung dikerjakan oleh punggawa darat. Istri punggawa tidak mengetahui harga ikan, selain karena bukan hanya timbangan yang diperhatikan dalam penentuan harga, namun jenis ikan yang kadang rumit dibedakan dengan jenis lainnya dapat berpengaruh terhadap harga.

B. Saran Berdasarkan hasil penelitian ini, penulis merekomendasikan beberapa hal berikut: 1. Akademisi yang hendak melakukan studi yang serupa dengan penelitian ini hendaknya memperhatikan aspek-aspek gender yang berlaku pada masyarakat yang diteliti. Penulis menyadari bahwa penelitian ini masih memiliki banyak kekurangan terutama dalam aspek histori. Tentunya, perhatian terhadap aspek histori akan menjelaskan

104

bagaimana gender dalam masyarakat berubah seiring dengan dinamika ekonomi yang terjadi. 2. Perhatian pada aspek gender juga penting untuk para praktisi dalam usahanya membangun perekonomian masyarakat. Pemahaman ini akan membuka pikiran kita bahwa usaha peningkatan ekonomi suatu masyarakat tidak akan mudah dilakukan jika aspek gender tidak dipahami dengan baik. Pada masyarakat yang diteliti oleh penulis, suami yang berperan dalam mencari nafkah. Namun hal ini tidak berarti bahwa istri tidak memiliki pengaruh terhadap pekerjaan suaminya. Untuk itulah, sebaiknya program pemberdayaan memperhatikan pengaruh istri tersebut dan menjadikannya perhatian khusus.

105

Gender dan Peran Perempuan dalam Rumah Tangga Nelayan Komunitas Kel. halaman 79-96. Dufa-Dufa Kota Ternate Utara. http://jjfoundation.geocities. 2004.pdf Fakih Mansour.O. XVI.com/konferensinasionalsejarah/trisna_andayani. wordpress.Studi Pada Keluarga Nelayan di lingkungan Kapuran Kelurahan Pasar Madang Kecamatan Kotaagung Kabupaten Tanggamus. September-Desember 1992. 1992.DAFTAR PUSTAKA Abbas.unila. Nurhasna dkk. 2009. Ihromi. Sumbangan Pendekatan Antropologi Hukum Terhadap Pengkajian Wanita. Trisna.com/yang-saya-tulis/gender-dan-peranperempuan-dalam-rumah-tangga-nelayan-komunitas-kel-dufa-dufakota-ternate-utara/ Abdullah. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Otonomi Wanita. T.ac. 2007 (cetakan ke-11). Prasetya. Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif Untuk Ilmu-Ilmu Sosial. Dalam Jurnal Antropologi Indonesia No. Irwan. pdf Diakses 7 sept 2009 Damayanti.id/wp-content/uploads/2009/07/TIGA-PERANRANGKAP-PEREMPUAN-NELAYAN. September-Desember 1992. 2006. Jakarta: Departemen Ilmu Administrasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia. http://www. 106 . 50 Th. Tiga Peran Rangkap Perempuan Nelayan. Konstruksi dan Reproduksi Kebudayaan. XVI. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Ahmadin.2006 Perubahan Peranan Wanita Dalam Ekonomi Keluarga Nelayan Di Desa Percut Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli. Sulistyowati. Makassar: Rayhan Intermedia Andayani. Ketika Lautku Tak Berikan Lagi. Irianto. http://skripsi. halaman 21-35. Jakarta: Jurusan Antropologi Fisip UI. 50 Th. 2006. 1992. 2009. Jakarta: Jurusan Antropologi Fisip UI. Yosi. Analisis Gender dan Transformasi Sosial. Dalam Jurnal Antropologi Indonesia No. Irawan.

Strategi-strategi Adaptif Nelayan. Lampe. Jakarta: Jurusan Antropologi Fisip UI. Bandung: Humaniora Utama Press. Kehidupan perempuan pesisir pantai di Pulau Bawean. Muhammad Zia. 2005. Sosrodihardjo.makassarkota. 2006. Studi Kasus Istri Nelayan di Kelurahan Sumpang Minangar Kota Parepare. Jakarta: Kencana. Divisi Kelautan Pusat Kegiatan Penelitian.info. Disajikan dalam Forum Informasi Ilmiah Kontemporer Fisipol-Unhas tanggal 14 Juni 1989. Konflik Sosial Nelayan. 1992. Yogyakarta: LkiS. Susoliwati. 107 . Kondisi Ekosistem Perairan Kepulauan Spermonde: Keterkaitannya dengan Pemanfaatan Sumberdaya Laut di Kepulauan Spermonde (Hasil Penelitian). Kemiskinan dan Perebutan Sumber Daya Alam. dkk. Skripsi. Yogyakarta: PT Tiara Wacana. 2006. Pengantar Kritis Mengenai Paradigma. Saifuddin. Peranan Perempuan Dalam Ekonomi Rumah Tangga.php/makassar-hari-ini/85? start=7 Kusnadi. Peranan dan Pola Kegiatan Wanita di Sektor Informal. Transformasi Sosil Menuju Masyarakat Industri. Suatu Sanatang. Antropologi Kontemporer. Soedjito. XVI. Achmad Fedyani. 50 Th. www. Universitas Hasanuddin http://bahasa.id/index. Dalam Jurnal Antropologi Indonesia No. 1989. Kusnadi. Makassar: Program pascasarjana Universitas Hasanuddin. 2008.go. Tesis. 1986. 2006 (cetakan ke-2). dkk. 2006. Perempuan Pesisir. Yogyakarta: LkiS Kusnadi. Peranan Istri Nelayan Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Rumah Tangga (di desa Kabongan Lor Kecamatan Rembang Kabupaten Rembang). Ulhaq. Suatu Studi Tentang Antropologi Perikanan. Sri Pudji.bawean. September-Desember 1992. 2000.Jamaluddin Jompa. Nelayan. halaman 97-107. Jurusan Sosiologi Antropologi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang. Strategi Adaptasi dan Jaringan Sosial. Sihite. Munsi. Romani R.

Skripsi Peran Istri Punggawa Dalam Managemen Usaha Perikanan di Pulau Bone Tambung Kota Makassar SOENARTO E51104008 Skripsi ini diajukan sebagai salah satu prasayatan untuk mendapatkan gelar sarjana di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik JURUSAN ANTROPOLOGI FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS HASANUDDIN 2011 108 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->