Media dan Reagensia adalah suatu bidang studi yang dalam pembelajarannya membahas tentang persyaratan-persyaratan dan

bagaimana cara menguji suatu bahan. Namaun, untuk semester satu ini kita hanya akan mempelajari tenteng Reagensia. Adapun pengertian dari reagensia itu sendiri adalah suatu zat atau senyawa atau larutan dalam konsentrasi tertentu yang digunakan untuk mengetahui penjelasan dari suatu analisa. Misalnya : benedict, Kapur, Natrium Hidroksida (NaOH) Asam Sulfat (H2SO4), dll. Berdasarkan jenisnya, reagensia itu sendiri terbagi dalam dua kelompok, yaitu: 1.Reagensia Kualitatif Reagen dalam pembuatannya tidak memerlukan ketelitian yang tinggi, pengukuran volume dan beratnya tidak harus menggunakan neraca analitik, tidak menunutut digunakan bahan kimia yang murni ataupun menggunakan alat-alat gelas tertentu. Misalnya : Amylum, Asam Sulfat (H2SO4), dll. 2.Reagensia Kuntitatif Reagen yang dalam pembuatanya memrlukan ketelitian yang tinggi, penimbanagnnya harus menggunakan neraca analitik dan pengukurannya harus dengan alat ukur kuantitatif. Misalnya : Natrium Hidroksida (NaOH), Asam Oksalat (H2C2O4), K2Cr2O7, dll. Dalam pembelajaran Media dan Reagensia, seorang calon analis harus mampu dalam mengenali bentukbentuk bahan kimia, jenis-jenis bahan kimia, kulitas bahan kimia, ataupun macam-macam logo dalam bahan kimia itu sendiri, sehingga dilapangannya nanti bias bekerja dengan baik dan benar. Adapun pembahasannya adalah sebagai berikut : A.Bentuk-bentuk bahan kimia, yaitu : 1.Padat seperti butiran, granula, serbuk halus atau kasar, kristal, dan kepingan. 2.Cair, kenyataannya bahwa bahan kimia cair itu mempunyai kadar atau kerapatan massa. 3.Gas B.Jenis-jenis bahan kimia, yaitu : 1.Asam Berdasarkan Teori Arhenius, Asam dalah suatu senyawa yang dapat menghasilkan ion hydrogen (H) atau ion hidronium (H2O) bila dilarutkan dalam air. Berdasarkan Teori Bronsted Lowry, Asam adalah senyawa yang molekul-molekulnya mampu menyerahkan proton (donor proton). 2.Basa Berdasarkan Teori Arhenius, basa adalah suatu senyawa yang dapat menghasilkan ion hidroksida (OH) bila dilarutkan. Berdasarkan Teori Bronsted Lowry, Basa adalah senyawa yang molekul-molekulnya mampu menerima proton atau akseptor proton. 3.Garam Senyawa yang terbentuk dan reaksi kimia anatara basa dan asam yang memenuhi hukum-hukum kimia.

C.Kualitas bahan kimia, yaitu : 1.Teknis Ciri-cirinya : Harga relative murah Tigkat kemurniannya rendah Digunakan dalam dunia industri (non analisa) 2.Pro Analisa (PA) Ciri-cirinya : Harga yang lebih mahal Tingkat kemurniannya tinggi Digunakan dalam Laboratorium Analisa D.Macam-macam logo dalam bahan kimia, yaitu : 1.Iritasi atau Irritant 2.Beracun atau Toxic 3.Mudah Meledak atau Oxidizing 4.Kerusakan Lingkungan 5.Kebakaran atau Flammable 6.Korosif atau Corrosive For Human 7.Radiasi Selain itu, seorang analis juga harus mengetahui dan memahami tentang larutan karena ini akan sangat berkaitan dalam pembutan reagen. Pengertian larutan itu sendiri adalah : 1.Sistem homogen yang komposisinya variasi 2.Campuran homogen antara zat (padat atau cair) dengan suatu pelarut 3.Campuran homogen antara solute dan solven, dimana solut itu zat (padat atau cair) yang terlarut dan solven itu pelarutnya. Sehingga konsentrasi larutan adalah jumlah zat terlarut (solute) dan pelarutnya (solven). Adapun satuan konsentrasi larutan adalah sebagai berikut : 1.Molaritas (M) Molaritas adalah banayk mol solute dalam satu liter solven atau nayak milimol solute dala satu milliliter solven. Rumusnya : M = W x 1000 Keterangan : Mr V M : Molaritas W : Massa (gr) Mr : Massa Molekul Relatif V : Volume (ml)

Persen (%) a. Rumusnya : N = % x BJ x V Keterangan : N : Normalitas BE BJ : Berat Jenis BE : Berat Ekuivalen V : Volume % : Konsentrasi 4.% volume (% V) Rumusnya : %V = V1 x 100% Keterangan : V1 + V2 V1 : Volume zat terlarut V2 : Volume pelarut c.Molalitas (m) Molalitas adalah jumlah mol solute dalam tiap 1000 gram solven. Rumusnya : m = W x 1000 Keterangan : M : Molaritas Mr P W : Massa (gr) Mr : Massa Molekul Relatif P : Massa pelarut (gr) 3.2.Normalitas (N) Normalitas adalah banyak grek solute dalam satu liter solven.% berat (% W) Rumusnya : %W = W1 x 100% Keterangan : W1 + W2 W1 : Gram zat terlarut W2 : Gram pelarut b.% berat/volume (% W/V) Rumusnya : %W/V = W x 100% Keterangan : V W : Gram zat terlarut V : ml larutan .

Berdasarkan jenisnya. Kalium bikromat.Larutan Jenuh adalah larutan yang masih dapat melarutkan solute. Misalnya : Natrium hidroksida. mudah dimurnikan Tingkat kemurniannya tinggi Hendaknya memiliki bobot ekuivalen yang besar 2.% volume/berat (%V/W) Rumusnya : %V/W = V x 100% Keterangan : W V : ml larutan W : Gram zat terlarut 5.Misalnya : Natrium morida. Kalium iodate. Asam sulfat. dll. Kalim klorida. Larutan baku adalah larutan dimana konsentrasinya diketahui dengan tepat sehingga dapat digunakan untuk menetapkan konsentrasi larutan lain atau analat yang belum diketahui. Natrium karbonat. b. Natrium tetra borat. Jenis reagensia kuantitatif yang dipergunakan untuk analisa kadar suatu alat pada metode volumetric (titrimetri) disebut larutan baku. larutan baku itu sendiri terbagi menjadi dalam dua kelompok yaitu: 1.PPM padat dalam cair (mg/L) Rumusnya : PPM = Ar x Penimbangan (mg) x 1000 Mr V Keterangan : Ar : Atom relatif Mr : Massa relatif V : Volume 6. Asam oxalate.Larutan Baku Primer Merupakan suatu larutan yang buat secara teliti dengan melarutkan sejumlah tertentu baku primer dalam volume tertentu yang konsentrasinya dapat langsung diketahui. Kalium biftalat. .Larutan Tak Jenuh adalah larutan yang tidak dapat lagi melarutkan solute.Larutan Jenuh dan Tak Jenuh a.PPM padat dalam padat (mg/kg) b.Larutan Baku Sekunder Merupakan suatu larutan yang dibuat secara teliti baik secara penimbangan maupun pelarutannya dan harusdilakukan standarisasi karena bahannya tidak stabil.d.PPM (Part Per Million) PPM terbagi dalam dua jenis yaitu : a. Syarat-syarat dari larutan baku primer adalah : Stabil bila disimpan.

Gunakan tutup botol untuk mengatur pengeluaran bahan kimia 2.Janagn mengembalikan bahan kimia ke dalam wadah yang asli setelah digunakan Cara memindahkan bahan kimia cair. proses.Pindahkan sesuai keperluan tanpa menggunakan sesuatu yang dapat mengotori bahan tersebut Cara memanaskan larutan menggunakan gelas kimia. 4.Kalium hidroksida.Hindari kontak langsung dengan bahan kima 2. Terakhir seorang analis juga perlu mengetahui peralatan. yaitu : 1.Dilarang memakai perhiasan yang dapar rusak karena bhan kima.Gunakan peralatan kerja seperti kacamata pengaman untuk melindungi mata.Gunakan kaki tiga dan kawat kasa untuk menopang gelas kimia tersebut 2.Isi suatu zat atau senyawa dalam tabung reaksi minimal sepertiganya 2.Hindari menghisap langsung uap bahan kima 3.Tutup botol dibuka dan dipegang dengan jari tangan sekaligus telapak tanagn memegang botol tersebut 2.Jangan menggunakan bahan kimia secara berlebihan 4. yaitu : 1.Tutup botol jagang diletakkan di atas meja karena isi botol dapat terkotori 3. yaitu : 1. jas laboratorium untuk melindungi pakaian dan sepatu tertutup melindungi kaki.Mamanaskannya diarahkan ke tempat yang tidak ada orang . yaitu : 1.Letakkan batang gelas di atas kawat kasa Cara memanaskan larutan menggunakan tabung reaksi.Wanita atau pria yang berambut panjang harus diikat. yaitu : 1. yaitu : 1. Perak Nitrat. 2.Bahan kimia dapat bereksi langsung dengan kulit yang dapat menimbulkan iritasi Cara memindahkan bahan kimia. dll.Pindahkan cairan melalui batang pengduk untuk mengalirkan agr tidak memercik Cara memindahkan bahan kima padat. Kalium permanganate. yaitu : 1.Janagn mengeluarkan bahan kimia secara berlebihan 3. Iodium. Maka : Hal yang pertama yang perlu dilakukan di laboratorium. Kalium rhodanida. Natrium thiosulfat.Dilarang memakai sandal atau sepatu terbuka atau sepatu yang berhak tinggi. EDTA. Bekerja aman dengan bahan kimia.Baca label bahan kimia sekurang-kurangnya 2 kali untuk menghindari kesalahan 2. 3. dan keselamatan kerja di laboratorium dan ini merupakan dasar pengetahuan seseorang yang yang bekerja di laboratorium.Pindahkan sesuai dengan jumlah yang diperlukan 3.Dilarang mencicipi atau mencium bahan kimia kecuali ada perintah khusus 4.

5 x 158 = 7.5 x 40 = 2 gram Cara membuat : Timbang NaOH sebanyak 2 gram lalu masukkan ke dalam beaker glass Tambahkan aquadest sebanyak 500 ml. 3. wadah.1 x 0.1 N dalam 500 ml Perhitungan : gr = N x V x BE = 0.4 ml ke dalam beaker yang telah berisi aquadest ± 25 ml Add kan aquadest sampai 100 ml. aduk hingga homogen Masukkan ke dalam botol reagen.1 N dalam 500 ml Perhitungan : gr = N x V x BE = 0.Menggunakan penjepit tabung untuk memanaskan Pemeriksaan label bahan kimia.KMnO4 0.9 gram lalu masukkan ke dalam labu ukur Tambahkan aquadest hingga 500 ml dengan menggunakan corong glass Larutkan hingga homogen Masukkan ke dalam botol reagen sambil disaring menggunakan kertas saring. Banyak zat yang memiliki label yang mirip satu sama lainnya. dll. lalu aduk sampai homogen Masukkan ke dalam botol reagen.NaOH 0. namun berbeda dalam beberapa bagian seperti. komposisi. yaitu : Pemeriksaan sangat penting untuk menghindari kesalahan dalam mencampur zat.9 gram Cara membuat : Timbang KMnO4 sebanyak 7.1 x 0. 4. dan beri etiket.3. dan beri etiket.HCl 2% dari HCl 37% dalam 100 ml Perhitungan : V1 x C1 = V2 x C2 100 x 2% = V2 X 37% V2 = 5. 2. REAGEN-REAGEN DALAM LABORATORIUM KIMIA AMAMI Praktek Pembuatan Reagen 1. dan beri etiket.Buffer Ph 4 Komposisi : Na sitrat (CH3COONa) : 40 gr Asam sitrat (CH3COOH) : 26 gr .4 ml Cara membuat : Masukkan HCl sebanyak 5.

. lalu tambahkan aquadest sebanyak 25 ml Larutan B : panaskan aquadest 400 ml. larutan A dan larutan B Masukkan CH3COOH ke dalam beaker glass yang berisi aquadest sebanyak 50 ml secara perlahan-lahan Larutan A : masukkan CuSO4 sebanyak 25 gram ke dalam beaker glass. dan beri etiket. dan beri etiket. berfungsi untuk analisa kadar gula reduksi Komposisi : CuSO4 : 25 gr Na2CO3 : 125 gr CH3COOH : 50 gr Aquadest : 1000 ml Cara membuat : Bagi semua bahan menjadi 2. lalu homogenkan masukkan ke dalam botol reagen.Indikator PP (Phenol Ptialin) 1% Komposisi : PP : 1 gr Alcohol 96% : 60 ml Aquadest Cara membuat : Timbang PP sebanyak 1 gram lalu masukkan ke dalam beaker glass Tambahkan alcohol 96% sebanyak 60 ml. 5. 7.Indikator Amylum 1% Cara membuat : Timbang amylum sebanyak 1 gram lalu masukkan ke dalam beaker glass Tambahkan aquadest ke dalam beaker glass sebanyak 100 ml. dan homogenkan Panaskan larutan amylum dengan spritus hingga bening. dinginkan Masukkan ke dalam botol reagen. setelah panas masukkan Na2CO3 sebanyak 125 gram ke dalam beaker glass. lalu aduk hingga homogen Campurkan larutan CH3COOH dan larutan CuSO4 ke dalam larutan Na2CO3 secara perlahan-lahan sambil diaduk hingga homogen Pindahkan larutan ke dalam labu ukur dengan menggunakan corong glass. dan beri etiket.Aquadest : 400 ml Cara membuat : Timbang asam sitrat dan Na sitrat sebanyak 26 gram dan 40 gram Masukkan ke dalam beaker glass Tambahkan aquadest sampai 400 ml. 6. lalu aduk hingga homogen Masukkan ke dalam botol reagen. aduk hingga homogen tambahkan aquadest hingga larutan menjadi 100 ml.Luff Schrool. lalu add kan sampai 1000 ml.

Komposisi : Formalin 37% Aquadest 100 ml Perhitungan : Dik: C1 : 10% V1 : 100 ml C2 : 37% Dit : V2 :……? Jwb : C1 x V1 = C2 x V2 10% x 100 ml = 37% x V2 37 V2 = 1000 V2= 27.02 ml Cara Pembuatan : Ambil sebanyak 27. Kemudian tambahkan sedikit demi sedikit aquadest sambil diaduk. Komposisi : Iodium 1 gram Kalium Iodium 2 gram Aquadest 100 ml Cara Pembuatan : Timbang Iodium sebanyak 1 gram dan Kalium Iodium 2 gram dengan menggunakan neraca elektrik dan gelas arloji. kemudian masukkan ke dalam beaker glass. 3. add kan dengan aquadest 100 ml kemudian disaring setelah 24 jam. Lalu larutan tadi dipindahakan ke dalam beaker glass. Masukkan ke dalam lumpang. 2. lalu digerus. PEMBUATAN REAGEN FORMALIN 10-20 % Fungsinya : Untuk pengawetan telur cacing. masukkan ke dalam botol reagen dan beri etiket. PEMBUATAN REAGEN LUGOL Fungsinya : Untuk pemeriksaan bentuk kista protozoa. Di add kan aquadest sampai 100 ml ke dalam beaker glass yang berisi formalin tadi.02 ml formalin 37% yang belum diencerkan.BAB II PEMBAHASAN B. PEMBUATAN REAGENSIA YANG DIGUNAKAN DI LABORATORIUM PARASITOLOGI 1. PEMBUATAN REAGEN NaCl . Lalu homogenkan dengan menggunakan batang pengaduk. Setelah homogen.

5.9 gram Aquadest 100 ml Perhitungan : NaCl 0. Masukkan ke dalam beaker glass. Masukkan ke dalam botol reagen dan beri etiket.9 gram Cara Pembuatan : Timbang NaCl 0.9 gram dengan menggunakan nerca elektrik dan gelas arloji. Add kan dengan aquadest sampai 100 ml. PEMBUATAN REAGEN EOSIN 2 % Fungsinya : Untuk pemeriksaan bentuk kista dan vegetatif protozoa Komposisi : Eosin 2 gram Aquadest 100 ml Perhitungan : Eosin 2% = 2 x 100 100 = 2 gram Cara Pembuatan : Timbang Eosin 2 gram dengan menggunakan neraca elektrik dan gelas arloji. Masukkan ke dalam beaker glass. PEMBUATAN REAGEN ALKOHOL 70 % Fungsinya : Agar pada pembuatan sediaan semi permanen tidak terbentuk gelembung diantara miselium-miselium jamur. Komposisi : Alkohol 73 ml Aquadest 100 ml Perhitungan : Dik: C1 : 70% V1 : 100 ml C2 : 96% Dit : V2 :……? Jwb : C1 x V1 = C2 x V2 . 4. Add kan dengan aquadest sampai 100 ml. homogenkan. Masukkan ke dalam botol reagen dan beri etiket. Komposisi : NaCl 0.9 x 100: 100 = 0. homogenkan.9% = 0.Fungsinya : Untuk pemeriksaan bentuk kista dan vegetatif protozoa.

Add kan dengan aquadest sampai 100 ml. Akan terbentuk larutan Lakto Phenol yang berwarna jernih atau kuning jernih Bila akan membuat LPCB maka larutan Lacto Phenol ditambahkan bubuk Cotton Blue didalamnya atau tinta warna biru secukupnya. PEMBUATN REAGEN LACTO PHENOL COTTON BLUE Fungsinya :-Untuk pewarnaan pembuatan preparat jamur -Untuk membunuh jamur Komposisi : Kristal Phenol 20 gram Asam Laktat 20 ml Gliserol 40 ml Aquadest 20 ml Cara Pembuatan : Semua bahan dicampur di dalam labu erlenmeyer diatas uap air panas didalam penangas sampai larut sempurna. 2. homogenkan. Komposisi : Kristal KOH 10-20 gram Aquadest 100 ml Cara Pembuatan : Timbang Kristal KOH 10-20 gram dengan menggunakan neraca elektrik dan gelas arloji. Masukkan ke dalam botol reagen dan beri etiket.9 ml V2 = 73 ml Cara Pembuatan : Pipet Alkohol 96% sebanyak 73 ml. PEMBUATAN MEDIA SABARAUD DEKSTROSA AGAR Fungsinya : . homogenkan. PEMBUATAN REAGENSIA YANG DIGUNAKAN DI LABORATORIUM MIKOLOGI 1. Add kan dengan aquadest sampai 100 ml. PEMBUATAN REAGEN KOH 10-20 % Fungsinya : Untuk melisiskan atau melarutkan sel-sel epitel jamur mudah dilihat. 3. Masukkan ke dalam beaker glass. Masukkan ke dalam beaker glass.70% x 100 ml = 96% x V2 96 V2 = 1000 V2 = 72. C. Masukkan ke dalam botol reagen dan beri etiket.Untuk membiakkan jamur Komposisi : Dekstrosa / Glukosa 40 gram Pepton 10 gram Agar 20 gram .

Komposisi : Asam Sulfosalisil 20 gram H2O 100 ml Perhitungan : Asam Sulfosalisil 20 % = 20 x 100 100 = 20 gram Cara Pembuatan : Timbang Asam Sulfosalisil 20 gram dengan menggunakan nerca elektrik dan gelas arloji.5gram Natrium Sitrat 118 gram Aquadest 100 ml 3.Aquadest 1000 ml Cara Pembuatan : Semua bahan dimasukkan ke dalam labu erlenmayer dan dilarutkan diatas api sampai larut sempurna. homogenkan. PEMBUATAN REAGENSIA UNTUK PEMERIKSAAN URINE RUTIN ( KIMIA KLINIK ) 1.5H2O 17. Add kan dengan H2O sampai 100 ml. Masukkan semua bahan ke dalam beaker glass . Reagen Benedict Kualitatif Fungsinya : Untuk pemeriksaan reduksi urine. Komposisi : Asam Cuka Glasial 56. Media dibiarkan dingin dan membeku. Media dapat langsung disterilisasi di dalam autoclave selam 30 menit dengan tekanan 1 atm. Untuk membuat agar miring.3 gram Natrium Sitrat 173 gram Natrium Karbonat 100 gram Aquadest 1000 ml Cara Pembuatan : Timbang semua bahan dengan menggunakan neraca elektrik dan gelas arloji. larutan media dimasukkan ke dalam tabung reaksi sebanyak 10-15 ml baru disterilisasi dan didinginkan dengan cara ditidurkan dengan posisi bagian mulut tabung lebih tinggi. D. Komposisi : CuSO4. 2. Masukkan ke dalam botol reagen dan beri etiket. PEMBUATAN REAGEN ASAM SULFOSALISIL 20% Fungsinya : Untuk pemeriksaan protein urine. Media disimpan didalam suhu 4’ C. Masukkan ke dalam beaker glass. PEMBUATAN REAGEN BANG Fungsinya : Untuk pemeriksaan protein urine. PEMBUATAN REAGEN BENEDICT a.

Masukkan ke dalam beaker glass. 4. PEMBUATAN REAGEN FEHLING B Fungsinya : Untuk pemeriksaan reduksi urine. lalu masukkan ke dalam botol reagen dan beri etiket. kemudian panaskan larutan tersebut pada waterbath Dinginkan. . PEMBUATAN REAGEN FEHLING A Fungsinya : Untuk pemeriksaan reduksi urine. homogenkan. Masukkan ke dalam beaker glass Tambahkan larutan K4Fe(CN)6 5% sebanyak 5 ml dan masukkan ke dalam beaker glass tadi Homogenkan larutan tersebut. 5.5H2O 18 gram Natrium Sitrat 200 gram Natrium Karbonat 100 gram K(CN)5 125 gram K4Fe(CN)6 5% 5 ml Aquadest 1000 ml Cara Pembuatan : Timbang semua bahan dengan menggunakan neraca elektrik dan gelas arloji. 5H2O 35 gram Aquadest 1000 ml Cara Pembuatan : Timbang CuSO4.5H2O sebanyak 35 gram dengan menggunakan neraca elektrik dan gelas arloji. Komposisi : Kalium Natrium Tartrat 173 gram NaOH 60 gram Aquadest 1000 ml Cara Pembuatan : Timbang kalium Natrium Tartrat sebanyak 173 gram dan NaOH sebanyak 60 gram dengan menggunakan nerca elektrik dan gelas arloji. Komposisi : CuSO4. Reagen Benedict Kuantitatif Fungsinya : Untuk pemeriksaan reduksi urine. Masukkan ke dalam botol reagen dan beri etiket.Lalu homogenkan dengan batang pengaduk Masukkan ke dalam waterbath yang sudah dipanaskan Aduk hingga larutan tersebut panas Dinginkan dan masukkan ke dalam botol reagen dan beri etiket b. Komposisi : CuSO4. Add kan dengan aquadest sampai 1000 ml.

PEMBUATAN REAGEN CAUSSE BONNANS a.5 gram dan Asam Sitrat sebanyak 5 gram dengan menggunakan neraca elektrik dan gelas arloji. Masukkan ke dalam beaker glass. Komposisi : Kalium Ferro Tartrat 150 gram NaOH 90 gram Aquadest 1000 ml c. Masukkan ke dalam botol reagen dan beri etiket. PEMBUATAN REAGEN ESBACH Fungsinya : Untuk pemeriksaan kadar protein. Add kan dengan aquadest sampai 250 ml. Komposisi : Asam Pikrat 2.5 % .5 gram Asam Sitrat 5 gram Aquadest 250 ml Cara Pembuatan : Timbang Asam Pikrat sebanyak 2. Komposisi : Kalium Ferro Sianida 50 gram Aquadest 1000 ml 8.Masukkan ke dalam beaker glass. Causse Bonnans III Fungsinya : Untuk pemeriksaan kadar glukose urine. PEMBUATAN REAGEN STANDART GLUKOSA 0. Causse Bonnans I Fungsinya : Untuk pemeriksaan kadar glukose urine. 6. homogenkan.5 H2O 35 gram H2SO4 pekat 5 ml Aquadest 1000 ml b. Causse Bonnans II Fungsinya : Untuk pemeriksaan kadar glukose urine. Add kan dengan aquadest sampai 1000 ml. homogenkan. Masukkan ke dalam botol reagen dan beri etiket. Komposisi : CuSO4. 7.

Masukkan ke dalam beaker glass. homogenkan.22 gram Berat zinc acetat = 10 gram Total = 42. masukkan ke dalam beaker glass tadi. homogenkan. Masukkan ke dalam beaker glass. Add kan dengan aquadest sampai 1000 ml secara perlahan-lahan dan hati-hati.5 % = 0.22 gram Cara Pembuatan : Timbang Zinc Acetat 10 gram dengan menggunakan neraca elektrik dan gelas arloji. 11. Masukkan ke dalam botol reagen dan beri etiket.Fungsinya : Untuk pemeriksaan glukose urine Komposisi : Glukose 50 gram Aquadest 1000 ml Perhitungan : Glukosa 0. Masukkan ke dalam beaker glass. Pipet HCl 38 %sebanyak 50 ml. PEMBUATAN REAGEN FOUCHEI . 9. PEMBUATEN REAGEN SCHLESINGER Fungsinya : Untuk pemeriksaan urobilin urine.5 x 1000 100 = 50 gram Cara Pembuatan : Timbang Glukosa 50 gram dengan menggunakan neraca elektrik dan gelas arloji. Komposisi : Zinc Acetat 10 gram Alkohol 96 % 100 ml Perhitungan : Berat gelas arloji = 32. PEMBUATAN REAGEN ERLICH Fungsinya : Untuk pemeriksaan urobilin urine. Add kan dengan aquadest sampai 1000 ml. Add kan dengan alkohol sampai 100 ml. Masukkan ke dalam botol reagen dan beri etiket. Masukkan ke dalam botol reagen dan beri etiket. 10. homogenkan. Komposisi : Paradimetil amino benzildehida 2 gram HCl 38 % 50 ml Aquadest 1000 ml Cara Pembuatan : Timbang paradimetil amino benzildehida 2 gram dengan menggunakan neraca elektrik dan gelas arloji.

12. Masukkan ke dalam botol reagen dan beri etiket. Add kan dengan aquadest sampai 100 ml. Masukkan ke dalam botol reagen dan beri etiket. Komposisi : Asam Trichloro Acetat 25 gram FeCl3 10 % 10 ml Aquadest 100 ml Cara Pembuatan : Pipet FeCl3 10 % sebanyak 10 ml ke dalam beaker glass lalu tambahkan aquadest sampai 100 ml. lalu masukkan ke dalam larutan FeCl3 10 % tadi. Reagen Foucei Fungsinya : Untuk pemeriksaan bilirubin urine. Reagen Natrium Nitrofusid 5% Fungsinya : Untuk pemeriksaan aseton urine. BaCl 10 % Fungsinya : Untuk pemeriksaan bilirubin urine. Masukkan ke dalam beaker glass. b. Timbang asam trichloro acetat sebanyak 25 gram. . PEMBUATAN REAGEN ROTHERA a.a. Komposisi : BaCl2 10 gram Aquadest 100 ml Perhitungan : BaCl2 10% = 10 x 100 100 = 10 gram Cara Pembuatan : Timbang BaCl2 10 gram dengan menggunakan neraca elektrik dan gelas arloji. Komposisi : Natrium Nitrofusid 5% 5 gram Aquadest 100 ml Perhitungan : Natrium Nitrofusid 5% = 5 x 100 100 = 5 gram Cara Pembuatan : Timbang Natrium Nitrofusid 5 gram dengan menggunakan neraca elektrik dan gelas arloji. homogenkan. homogenkan. homogenkan.

Komposisi : Asam Acetat 15 ml . Masukkan ke dalam botol reagen dan beri etiket. PEMBUATAN REAGEN ASAM ACETAT Fungsinya : Untuk pemeriksaan kadar protein dalam urine. c. Komposisi : Amonium Sulfat berlebih Aquadest 100 ml Cara Pembuatan : Masukkan aquadest sebanyak 100 ml ke dalam beaker glass. lalu homogenkan. 13. Reagen Amoniak 10% Fungsinya : Untuk pemeriksaan zat aseton urine. Masukkan ke dalam botol reagen dan beri etiket. Reagen Larutan Jenuh Amonium Sulfat Fungsinya : Untuk pemeriksaan aseton urine. Tambahkan terus amonium sulfat hingga larutan menjadi jenuh sambil diaduk rata. Masukkan ke dalam botol reagen dan beri etiket. homogenkan. b. Masukkan amonium sulfat menggunakan sendok stainless ke dalam beaker glass. Add kan dengan aquadest sampai 100 ml. Komposisi : Amoniak 80 ml Aquadest 100 ml Perhitungan : Dik: C1 : 25% V2 : 200 ml C2 : 10% Dit : V2 :……? Jwb : C1 x V1 = C2 x V2 25% x V1 = 10% x 200 ml 25 V2 = 2000 V2 = 80 ml Cara Pembuatan : Pipet Amoniak 25% sebanyak 80 ml. Masukkan ke dalam beaker glass.Masukkan ke dalam beaker glass. homogenkan. Add kan dengan aquadest sampai 200 ml.

5 gram dan Amonium Oxalat 2.Aquadest 250 ml Perhitungan : Dik: C1 : 6% V1 : 100 ml C2 : 100% Dit : V2 :……? Jwb : C1 x V1 = C2 x V2 6% x 250 ml = 100% x V2 1500 = 100 V2 100 V2 = 1500 ml V2 = 15 ml Cara Pembuatan : Ambil asam acetat sebanyak 15 ml. Add kan dengan aquadest sampai 250 ml. Ambil asam acetat glasial 5 ml masukkan ke dalam beaker glass lalu pindahkan ke gelas ukur sampai 5 ml Masukkan ke dalam beaker glass asam oxalat dan amonium oxalat dan juga asam acetat glasial. Masukkan sedikit demi sedikit ke dalam labu ukur kemudian masukkan asam acetat tadi ke dalam labu ukur melalui corong gelas. kemudian aduk dengan batang pengaduk. 15. Komposisi : Asam Laktat 2. homogenkan. masukkan ke dalam beaker glass kemudian pindahkan ke dalam gelas ukur. PEMBUATAN REAGEN SULCOWICH Fungsinya : Untuk pemeriksaan kalsium urine. Masukkan ke dalam botol reagen dan beri etiket. lalu kocok perlahan hingga homogen.5 gram Amonium Oxalat 2. 14. PEMBUATAN REAGEN LUGOL Fungsinya : Untuk pemeriksaan urobilin urine. Add kan dengan aquadest sampai 150 ml.5 gram Asam Acetat Glasial 5 ml Aquadest 150 ml Cara Pembuatan : Timbang Asam Laktat 2.5 gram dengan menggunakan neraca elektrik dan gelas arloji. Masukkan ke dalam botol reagen dan beri etiket. Komposisi : Iodium 1 gram Kalium Iodium 2 gram .

rapikan kembali agar tampak rapi dan enak dilihat. homogenkan. 2. 70 % = V2. PEMBUATAN REAGEN ALKOHOL 70 % Fungsinya : Sebagai disenfektan pada saat pengambilan darah Komposisi : Alkohol 96 % 73 ml Aquadest add 100 ml Perhitungan : Dik : V1 : 100 ml C1 : 70 % C2 : 96 % Dit : V2 : …. Setelah digulung. lalu ambil 1 kpas tersebut secukupnya atau berukuran sedang Kapas tersebut dilebarkan dan diratakan atau dipipihkan Lalu kapas Tadi dilipat ke dalam dan dibagi sama besar menjadi 3 bagian Kemudian tekan ujung kapas lalu digulung sambil terus menerus menekan kapas tersebut dengan jempol agar menjadi padat. 96 % 7000 = 96 .Aquadest 300 ml Cara Pembuatan : Timbang iodium sebanyak 1 gram dan kalium iodium sebanyak 2 gram dengan menggunakan neraca elektrik dan gelas arloji. PEMBUATAN ATAU PEMILIHAN KAPAS Fungsinya : Untuk mengambil atau mengoleskan alkohol Komposisi : Kapas Cara Pembuatan : Siapkan kapas putih yang bersih. Ukurannya harus sedang tidak boleh terlalu besar atau terlalu kecil. Add kan dengan aquadest sampai 300ml. Masukkan ke dalam botol reagen dan beri etiket.? Peny : V1. Masukkan ke dalam beaker glass. PEMBUATAN REAGEN YANG DIGUNAKAN DI LABORATORIUM HEMATOLOGI 1. .91 ml V2 = 73 ml Cara Pembuatan : Pipet Alkohol 96% sebanyak 73 ml.. C1 = V2. E. V2 V2 = 7000:96 V2 = 72. C2 100.

9% = 0. PEMBUATAN REAGEN NATRIUM SITRAT 3.9 gram Aquadest 100 ml Perhitungan : NaCl 0.8 gram Cara Pembuatan : Timbang Natrium sitrat 3. homogenkan. Add kan dengan aquadest sampai 100 ml. Masukkan ke dalam beaker glass.9 % Fungsinya : . Komposisi : Natrium Sitrat 3.9 gram dengan menggunakan neraca elektrik dan gelas arloji.8 gram Aquadest add 100 ml Perhitungan : Natrium Sitrat 3.8 x 100 100 = 3.Masukkan ke dalam beaker glass.9 gram Cara pembuatan : Timbang NaCl 0.36 ml Aquadest 100 ml Perhitungan : . homogenkan. Add kan dengan aquadest sampai 100 ml.8 gram dengan menggunakan neraca elektrik dan gelas arloji.1 N Fungsinya : Untuk pemeriksaan Hb Komposisi : HCl 8.85-0. PEMBUATAN REAGEN HCl 0.9 x 100 100 = 0. Masukkan ke dalam botol reagen dan beri etiket 5. Masukkan ke dalam botol reagen dan beri etiket 3.8% = 3. Masukkan ke dalam beaker glass. Add kan dengan aquadest sampai 100 ml.8 % Fungsinya : Untuk pemeriksaan LED. PEMBUATAN REAGEN NaCl 0. BSE.Sebagai anti koagulan Komposisi : NaCl 0. Masukkan ke dalam botol reagen dan beri etiket 4.Untuk pemeriksaan daya tahan osmotik . homogenkan.

6. 5.5 BJ = 1. L.Dik : HCl = 37% H=1 Cl = 35. Masukkan ke dalam botol reagen dan beri etiket. homogenkan.95 gram Larutkan ke dalam 50 ml aquadest didalam labu ukur ( untuk BJ=1100) Untuk membuat larutan menjadi BJ = 1053 maka larutan taedi diambil sebanyak 26 ml. Add kan dengan aquadest sampai 100 ml. PEMBUATAN REAGEN CuSO4 Fungsinya : Untuk pemeriksaan Hb Komposisi : CuSO4 BJ 1053 Aquadest 100 ml Cara Pembuatan : Timbang CuSO4 sebanyak 7. Masukkan ke dalam labu ukur dan dilarutkan aquadest hingga 50 ml dan homogenkan. N BJ.5 Dit : X = …. 1 43..36 ml Cara Pembuatan : Pipet HCl 37% sebanyak 8. Aquadest add 100 ml Cara Pembuatan : .66 X = 8. % = L.18 BE = BM =36.5 . PEMBUATAN REAGEN TURK Fungsinya : Untuk pemeriksaan sel darah putih ( leukosit) Komposisi : Gentian Violet (serbuk) 1 % 1 ml : untuk memberi warna pada inti leukosit Asam Acetat Glasial 2 % 1 ml : untuk melisiskan sel selain leukosit. Masukkan ke dalam beaker glass.36 ml sebanyak 80 ml. BJ. N BE. Masukkan kedalam botol reagen dan beri etiket.? Peny : X. % X = 36.V. V X = BE.

NaCl sebanyak 0. Masukkan semua bahan ke dalam beaker glass Add kan dengan aquadest sampai 100 ml.5 gram. dan HgCl2 sebanyak 0. homogenkan Pipet CH3COOH sebanyak 16. homogenkan Masukkan ke dalam botol reagen dan beri etiket 8.25 gram. PEMBUATAN REAGEN BCB ( BRILLIANT CRESSYI BLUE ) Fungsinya : Untuk memeriksa hitung jumlah retikulosit Komposisi : BCB 1 gram Natrium Sitrat 0.6 gram Natrium Klorida 0.5 gram HgCl2 (Merkuri klorida) 0. homogenkan Masukkan kedalam botol reagen dan beri etiket 7.25 gram CH3COOH 16.65 ml Aquadest 100 ml Cara Pembuatan : Timbang Na2SO4 sebanyak 0.5 gram.Pipet gentian violet 1 % sebanyak 1 ml dan asam acetat glasial 2 % sebanyak 1 ml Masukkan ke dalam beaker glass Add kan aquaddest sampai 100 ml.72 gram Aquadest add 100 ml . PEMBUATAN REAGEN GOWERS Fungsinya : Untuk menghitung jumlah eritrosit Komposisi : Na2SO4 0.65 ml kemudian masukkan ke dalam beaker glass yang berisi Na2SO4 tadi. PEMBUATAN REAGEN HAYEM Fungsinya : Untuk menghitung jumlah eritrosit Komposisi : Na2SO4 2.5 gram NaCl 0. Add kan dengan aquadest sampai 100 ml. homogenkan Masukkan ke dalam botol reagen dan beri etiket 9.25 gram Masukkan semua bahan ke dalam beaker glass Masukkan sedikit aquadest.25 gram Aquadest 100 ml Cara Pembuatan : Timbang Na2SO4 sebanyak2.

homogenkan Masukkan ke dalam botol reagen dan beri etiket 10. homogenkan Masukkan ke dalam botol reagen dan beri etiket . natrium sitrat sebanyak 0. Add kan dengan aquadest sampai 100 ml. homogenkan Pipet formaldehid 40 % sebanyak 2 ml kemudian masukkan ke dalam beaker glass yang berisi Natrium sitrat tadi.72 gram.8 gram Formaldehid 40% 2 ml BCB 30 mg Aquadest 100 ml Cara Pembuatan : Timbang Natrium Sitrat sebanyak 3. Masukkan semua bahan ke dalam beaker glass Add kan dengan aquadest sampai 100 ml. Masukkan semua bahan ke dalam beaker glass Add kan dengan aquadest sampai 100 ml.8 gram dan BCB sebanyak 30 mg Masukkan semua bahan ke dalam beaker glass Masukkan sedikit aquadest.Cara Pembuatan : Timbang BCB sebanyak 1 gram. PEMBUATAN REAGEN AMONIUM OXALAT 1% Fungsinya : Untuk menghitung jumlah trombosit Komposisi : Amonium Oxalat 1 gram Aquadest add 100 ml Perhitungan : Amonium Oxalat 1% = 1 x 100 100 = 1 gram Cara Pembuatan : Timbang amonium oxalat sebanyak 1 gram. homogenkan Masukkan ke dalam botol reagen dan beri etiket 11.6 gram. dan natrium klorida sebanyak 0. PEMBUATAN REAGEN REES AND ECKER Fungsinya : Untuk menghitung jumlah trombosit Komposisi : Natrium Sitrat 3.

Add kan dengan aquadest sampai 100 ml. Masukkan ke dalam botol reagen dan beri etiket. Masukkan ke dalam beaker glass. homogenkan. PEMBUATAN REAGEN VON DUNGERS ( REAGEN EOSIN ) Fungsinya : Untuk menghitung jumlah eosinofil Komposisi : Eosin 2 % 5 ml Aseton 5 ml Aquadest add 100 ml Cara Pembuatan : Pipet eosin 2 % sebanyak 80 ml dan aseton sebanyak 5 ml.12. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful